AMERIKA SERIKAT

AMERIKA SERIKAT

 

By: Fasya

Dont copy, paste without permission! This’s real by me!

Newyork, Oct, 06, 2015

Aku terbangun dari tidur nyenyakku semalam dan menemukan seorang pria yang tertidur disamping dengan membelakangiku. Kicauan burung bernyanyi terdengar seiring sinar matahari yang mulai masuk ke dalam celah-celah jendela, membuatku tersadar bahwa pagi telah tiba begitu cepat.

Aku bergegas beranjak duduk dengan kesadaran yang belum sepenuhnya terkumpul, setidaknya satu kenyataan bahwa hari sudah pagi menyadarkanku, kedua, aku sadar bahwa keadaanku saat ini adalah sedang naked. Termasuk pria yang masih tertidur pulas itu. Hanya bahan tipis yang membalut tubuh kami, setelah semalaman kami atau lebih tepatnya aku bekerja untuk memuaskan pria itu.

Waktu menunjukkan pukul sepuluh pagi dan aku terlambat! Aku tak biasa bangun jam sepuluh, seharusnya sebelum jam sembilan pagi aku sudah pergi, sarapan, dan pulang untuk beristirahat sebelum bekerja lagi.

Pekerjaanku tak sulit, bangun pukul sembilan kurang, sarapan, bermalas-malasan di flatku lalu bekerja dimalam hari sampai pagi sebagai gadis prostitusi dengan bayaran termahal di negara ini.

Everyone’s know, who I am. Dan semua orang menginginkanku. Aku adalah Kim Taeyeon yang mampu membahagiakan para pria duda atau pun perjaka hanya dalam sekian jam, mungkin menit juga.

Aku keluar dari kamar VIP, kamar yang disediakan temanku Sunny sebagai managerku. Well, banyak orang yang kecewa karena tidak mudah mendapatkan pelayanan dariku, karena aku hanya melayani pria-pria kaya dengan setumpuk uang dollar disaku mereka. Itulah mengapa aku mendapatkan kamar yang begitu mewah untuk bekerja, karena potensi yang dimilikku sangat luar biasa dibanding rekanku yang lain.

“Sunny-ah, aku pulang. Aku akan kembali nanti malam” ucapku setelah menuruni beberapa anak tangga dan bertemu dengan gadis mungil yang sedang duduk dikursi bar sambil menyesap sebatang rokok.

“Oh, Taeyeon-ah, tentu saja. Malam kemarin, kau sudah memuaskan banyak pria, uangmu bertambah banyak, Taeyeon-ah”. Sunny bertepuk tangan bangga, seiring berjalan menghampiriku.

Really?? Aku senang mendengarnya, kirimkan saja uangnya ke dalam rekeningku. Aku harus menjalankan rutinitasku seperti biasanya, ke salon, dan membeli pakaian. Pria itu menyobek dalaman kesayanganku semalam”.

Aku mendesis kesal sambil memandang ke arah dimana kamar tempatku bekerja berada. Sunny tertawa kecil dan menepuk bahuku pelan.

“Kau tak usah khawatir, tanpa kau suruh, aku sudah mengirimkan uangnya padamu. Gunakan sebaik mungkin, eoh??”

Aku mengangguk mantap sambil tersenyum.

“Oh!”

Wae?” tanyaku bingung saat Sunny terlihat baru mengingat sesuatu, lalu detik selanjutnya ia memelukku erat dan mengecup singkat pipiku.

Happy Birthday to you” ujarnya yang membuat dahiku berkerut dalam dengan cepat

Me?? Tanggal berapa ini?”. aku bergegas mencari kalendar yang tak jauh dari meja bar dan tertegun bahwa hari ini adalah hari kelahiranku. “Pekerjaanku yang banyak membuatku lupa tanggal setiap harinya” gumamku

Sekali lagi, aku mendengar Sunny tertawa. “Pabo!”

Sunny mendorong kepalaku dengan telunjuknya, “Aku akan pastikan hadiah ulangtahunmu nanti malam akan istimewa!” janjinya.

.

.

Tak terasa, setelah seharian aku menghabiskan waktu secara Cuma-Cuma. Malam pun telah tiba, dan aku sudah siap dengan penampilanku. Dandanan yang sempurna, dalaman yang sexy dengan belahan dada yang terlihat jelas dan cukup dengan balutan mantel ditubuh, aku siap untuk kembali bekerja.

Aku keluar dari flatku dan berjalan beberapa menit untuk sampai ditempat kerja. Tak jauh memang, hanya beberapa blok saja dari sini dan aku sudah dapat melihat bahwa tempat kerjaku dipenuhi banyak orang.

Keriuhan terdengar bersamaan dengan beberapa orang yang mencoba merapikan kendaraan mewah yang datang dan pergi ke tempat kerjaku. Aku tak dapat mengucapkan apa-apa lagi, aku hanya tak menyangka bahwa seorang pria benar-benar haus akan kepuasan sentuhan para gadis seperti aku dan teman-temanku yang lain.

Tanpa membuang-buang waktu lagi, aku bergegas masuk ke dalam bar dan Sunny memanggilku dengan keras.

“TAENG!! Akhirnya, kau datang!”

“Yah! Ada apa denganmu, mengapa begitu aktif malam ini??” tanyaku bingung

“Ada satu pelanggan yang sudah menunggumu, ppali!”

“Sekarang??”

“Tentu saja! Kau harus benar-benar memuaskannya, jika perlu keluarkan jurusmu” ujarnya dengan kedua mata yang berbinar-binar

“Woahh, tenang Sunny-ah. Apa begitu sangat spesial??”

“Sangat! Pelanggan ini sangat istimewa, ia berani membayarmu banyak dan inilah hadiah untukmu”

Jinja??” tanyaku sambil menyimpan tas di loker, lalu menaiki anak tangga dengan Sunny yang berjalan mengikutiku “Apa dia pelanggan baru?” sambungku

Now you can see him, good luck, Taeng”. Sunny membuka pintu kamar untukku dengan senyuman lebar diwajahnya.

Dengan bingung, aku masuk ke dalam kamar dan menemukan seorang pria yang terduduk di sofa tak jauh dariku dengan berbalutkan pakaian rapi nan formal, tak lupa dasi kupu-kupu menghias dilehernya. Ia duduk menyamping dengan menumpang kaki, sehingga aku hanya dapat melihat setengah wajahnya yang putih. Pria itu menggunakan kacamata beningnya, menatap layar ponselnya dengan begitu serius sampai-sampai ia tak menyadari bahwa ada orang lain yang hadir di kamar ini selain dirinya.

“Hii” sapaku gugup seiring melambaikan satu tanganku ke arahnya.

Entahlah, mendadak dunia seolah berhenti berputar selama beberapa detik. Disekitarku terasa abu kecuali aku dan dirinya yang saling memandang satu sama lain. Kegugupan hadir dalam diriku. Biasanya aku tak gugup dalam menghadapi para pelangganku, tetapi kali ini… berbeda. Ada satu getaran yang terasa didalam hati, terlebih saat pria itu menoleh ke arahku.

Sinar rembulan dimalam hari benar-benar memberikan dampak yang luar biasa, wajah pria itu memang asing tetapi berbeda dengan pria pada umumnya. Pria itu memiliki kharisma tersendiri. Kedua matanya begitu tajam, bibirnya tipis dan hidung yang mancung. Pria itu seperti sosok yang selalu hadir dalam bunga tidurku, sangat tampan hingga aku tak mampu untuk mengedipkan mata meskipun hanya satu detik.

“Ms. Kim?” panggilnya dengan suara yang husky, suaranya membuat darahku berdesir tak karuan. Auranya yang dingin semakin membuatku terpesona akan dirinya.

“Yeah, it’s me. So, kau pelanggan pertamaku malam ini?”

Kuberanikan diri untuk menghampirinya dan duduk dipangkuannya, meskipun degup jantungku berdegup dengan kencang saat melihatnya sedekat ini.

Hmph, sorry. But, please.. duduk ditempatmu, miss” pria itu mencoba menahan beban tubuhku, tetapi aku tak peduli.

Why? This’s my place, my beautifull butt place” bisikku seiring melingkarkan kedua tangan di lehernya. Perlahan, kukecup pipinya hingga ujung bibirnya yang sangat sexy dimataku.

Aku ingin segera melahapnya, melumat bibirnya dengan lembut dan menggairahkan. Bayanganku sungguh indah pada sosok pria dihadapanku ini, ahh.. I wanna kiss you.

Aku baru saja akan benar-benar mencium bibirnya, tetapi ia menjauhkan tubuhku darinya. Dengan kedua tangannya dipinggangku.

“Ms. Kim dengar, aku kemari bukan untuk membuatmu bekerja memuaskan para pria seperti yang kau lakukan setiap malam. Aku kesini~..”

“Apa kau gay??

No! I’m not gay!”

“Lalu? Mengapa kau begitu aneh? Dan kau bukan pelanggan tetapku bukan? Apa aku terlihat jijik? Mengapa dimataku, kau seperti melihatku dengan tatapan jijik? Aku selalu bermain aman dengan semua pria, see! aku bahkan memiliki banyak condom

Oh my gosh! Aku tidak bermaksud begitu” gumamnya yang terdengar jelas, ia terlihat panik dan itu membuatnya lucu

Ok, i’m sorry, ms. Kim. See, aku kemari dengan pakaian seperti ini. aku tak ingin melakukan ‘itu’ denganmu. Aku hanya ingin meminta bantuanmu untuk ikut denganku ke suatu pesta brand launching

Aku memandanginya, dari atas hingga bawah. Jadi itu alasannya ia berpakaian serapi ini? jika saja ia tidak menggunakan sehelai pakaian pun, sepertinya ia akan semakin rupawan.

Oh, Shit! My pervert side!

So, will you??” tanyanya yang membuatku tersadar

Well, Mr?”

“Steven” jawabnya cepat

Well, Mr. Steven. Pekerjaanku hanyalah untuk memuaskan hasrat setiap pria, jadi aku hanya akan~..”

“Aku akan membayar berapapun yang kau inginkan, one million or billion??” tawarnya yang berhasil membuatku tercengang.

Sepertinya aku benar-benar berhadapan dengan orang yang tidak hanya memiliki banyak uang di saku celananya, jangan-jangan ia juga menghasilkan sperma emas dari dalam dirinya.

No, kau hanya perlu meng-cover biaya seluruh pendapatan yang harus kudapatkan dalam satu malam ini”

“Aku bahkan akan membayarmu dengan seluruh pendapatanmu selama sebulan, Ms. Kim

 

 

“Lewat sini” ucapnya seiring menggiringku melewati satu blok hingga kami berhenti disatu toko pakaian yang tak pernah sekalipun kulirik, kenapa? Karena toko ini hanya menjual pakaian pesta yang mahal.

Aku tak mungkin menggunakan pakaian pesta hanya untuk memuaskan para pelanggan priaku, aku mungkin akan gila jika membelinya karena dalam semalam, per satu pria, aku sudah kehilangan banyak pakaian dalam karena disobek oleh mereka.

“Kau masuklah lebih dulu ke ruang pakaian, aku akan memilihkan satu pakaian yang cocok untukmu”.

Aku tak banyak berkomentar, aku hanya mengangguk dan membiarkan pelayan wanita menggiringku ke suatu tempat. Sekilas aku melirik ke arah pria itu yang terlihat mencari pakaian yang tersedia dengan cepat.

Tak menunggu lama, aku mendengar suara ketukan dan aku langsung membukanya.

“Pakailah” ucapnya setelah ia masuk dan berdiri dihadapanku

“Haruskah aku menggunakan pakaian ini?” tanyaku sambil menatap sosoknya yang lebih tinggi dariku

“Ms. Kim, ingat, kau akan pergi ke pesta bukan~..”

“Tapi, aku nyaman dengan pakaianku seperti ini” ucapku seiring membuka lebar mantel yang menutupi pakaian dalamku yang sangat sexy dihadapannya.

“Woah, woah.. Ms. Kim, please. Kita tak memiliki banyak waktu yang tersisa, sebelum ayahku meminta anak buahnya mencariku” ucapnya sambil menutup tubuhku dengan gaun pilihannya.

Aku menghela nafas, ia sudah berani membayarku mahal. Itu artinya, sosoknya bukanlah orang sembarangan. Ia bahkan, sudah membayar semua pendapatanku malam ini dimuka. Ia bilang, itu hanya separuhnya, setelah pesta selesai ia akan membayar keseluruhannya.

Fantastic!

“Aku akan menunggumu” ujarnya yang kemudian keluar dari ruang pakaian ini

Setelah menghabiskan waktu selama 15 menit di ruang pas, aku keluar dari ruangan sempit ini. melegakkan, tetapi tidak dengan dadaku yang terasa sesak. Gaun ini yang membuat kedua dadaku menjadi membusung, aku bahkan lebih suka untuk tidak menggunakan bra.

“Mr. Hwang, pasanganmu sudah siap” ucap seorang pelayan wanita padanya yang terlihat sibuk menerima panggilan tak jauh dihadapanku.

Aku hanya mematung sambil menggigit bibir, takut-takut ia tak suka dengan gaun yang kugunakan.

Tak lama kemudian, aku melihatnya memandangku dalam diam. Kedua matanya menyusuri tubuhku dari atas hingga bawah. Aku semakin takut karena tak ada ekspresi yang terlihat diwajahnya, sebelum akhirnya seutas senyuman manis membuatku terpesona.

You look so gorgeous, Ms. Kim” ujarnya yang kini sudah berdiri dihadapanku tanpa menghilangkan senyumannya yang sangat manis. I love it.

“Taeyeon, Kim Taeyeon” ucapku yang kemudian tersenyum lega

Ia menganggukkan kepalanya, “Apa kau siap?”. Pria itu membuka telapak tangannya dihadapanku dan sedikit berbungkuk tanpa mengalihkan perhatiannya dariku.

Yes, I am

Kusimpan satu tanganku diatas telapak tangannya, lalu ia mencium punggung tanganku lembut. Hingga akhirnya, ia membawaku pergi dari toko pakaian.

.

.

“Steven-ssi, kami mencarimu kemana-mana, Mr. Hwang menunggumu”

Aku terdiam dan sedikit terkejut, saat beberapa orang pria berpakaian rapi menghampiri kami. Kami baru saja sampai, dan sebelum aku benar-benar berdiri disini, aku tercengang saat melihat betapa megahnya tempat dihadapanku ini.

Banyak orang yang hadir menggunakan pakaian mewah, gaun yang cantik, kendaraan yang tak kalah mewahnya dari semuanya. Dunia apa ini? Ini jauh dari duniaku.

“Ms. Kim, bisakah kau menunggu sebentar, aku akan kembali secepatnya”. Aku menoleh ke arahnya dan mengangguk mantap

Ku pandangi tubuhnya yang mulai menjauh dariku hingga langkahnya terhenti pada satu sosok pria yang lebih tua darinya, mereka terlihat berbincang-bincang sambil sekilas memandang ke arahku. Kesekian kalinya, aku merasa gugup dan aku baru tersadar bahwa beberapa orang yang sebelumnya menghampiri partnerku kini sedang menatapku dingin.

“Apa yang kau lihat? Apa aku terlihat aneh?” tanyaku bingung seiring memandang gaun yang kukenakan, tetapi mereka tidak sekali pun mengeluarkan suara. Aku jadi bertanya-tanya, mereka ini manusia atau patung. “Apa kalian mengenalku? Aku aneh kan menggunakan pakaian ini? yeah, aku memang tak biasa menggunakan gaun ini. aku lebih suka menggunakan pakaian dalam saj~..” kedua mata mereka perlahan membesar, tatkala mendengar ucapanku. Tetapi, partnerku tiba-tiba sudah berada didekatku dan tertawa gugup.

“Ms. Kim, maaf jika membuatmu menunggu. Bisa kita mulai?”

“Apa kau ingin melakukan ‘itu’ disini, sekarang?” tanyaku bingung.

Aku tak menyangka bahwa ia harus membuatku seperti ini terlebih dahulu sebelum aku memuaskannya, jika saja ia bicara dari awal kalau ia tidak ingin melakukannya ditempatku. Itu tak masalah.

No! please, bersikaplah sebagai partnerku yang baik untuk malam ini” bisiknya dengan nada memohon

“Ok, aku akan menjadi partnermu… partner sex, bukan begitu?” ucapku yang balik berbisik

Ia membesarkan kedua matanya, “Ms.Kim–..”. kali ini, penekanan kata terdengar ditelingaku dan aku mengerti, jika ia sedang meredam kekesalan karena tingkahku.

“Baiklah, baiklah.. dan panggil aku, Taeyeon. Kim Taeyeon, got it?”

Ok, come on!

Ia menggenggam tanganku dan menarikku mengelilingi ruangan raksasa ini, menyapa beberapa orang yang tak kukenali. Pria itu terlihat pintar bercakap, sementara aku merasa risih untuk bertemu orang banyak. Aku lebih baik diam disudut ruangan daripada bercengkrama dengan orang yang tak kukenali.

Tanpa diketahui olehnya, pelan-pelan aku melangkah mundur. Pelan, tanpa menimbulkan sedikit suara pun pada sepatu heelsku. Detik selanjutnya, aku menghela nafas karena berhasil menjauhinya dengan mengambil minuman dari pelayan yang tak henti-hentinya menawarkan hidangan yang mereka bawa pada tamu undangan.

Aku meneguk minuman yang ku ambil, kemudian kedua mataku langsung berbinar saat merasakan minuman yang kuteguk begitu enak dan segar. Itu membuatku memanggil pelayan lagi dan mencicipi semua minuman itu secara acak, hingga sang pelayan kebingungan dan memandangku aneh. Aku tak peduli.

Pesta ini memang sia-sia jika tidak kuikuti, makanan dan minuman disini lebih enak dari pada minuman di bar. Aku menyukainya!

So, this’s Steven partner?”. Aku menoleh ke sumber suara dan menemukan seorang pria paruh baya berdiri didekatku dengan beberapa orang dibelakangnya, pria itu adalah pria yang ditemui partnerku sebelumnya. Ia tersenyum padaku namun senyuman itu justru membuatku sedikit takut.

“Oh! Daddy, you here!”. Aku menghela nafas saat merasakan kehadirannya didekatku, aku tak tahu apa yang harus kulakukan jika tak ada dia disampingku. Mungkin tubuhku akan melebur dan menyatu dengan angin.

Yeah, so, this is?” tanya pria paruh baya itu

“Oh, aku hampir lupa. Daddy this is Taeyeon, and Taeyeon this is my dad

Jadi, pria paruh baya ini adalah ayahnya? Kenapa ia menatapku seperti itu, menakutkan dengan seringaian evilnya.

“James Hwang”

“H hai, I’m Taeyeon. Nice to meet you, sir” aku sedikit membungkukkan tubuhku dan tersenyum kaku

Where you come from? Aku baru melihatmu sekarang, apa nama depanmu?” tanyanya yang membuatku semakin gugup. Sekilas aku melirik ke arah pria disampingku, tetapi tak ada ekspresi yang terlihat diwajahnya kecuali senyuman manisnya.

“Ngh, Kim. Kim Taeyeon, sir” jawabku gugup

“Oke, dad. Please, jangan membuatnya takut dengan tatapanmu itu” ujarnya

Why? What’s wrong with my eyes

You scared her, dad” bisiknya

But, I like her. So, Ms. Kim, jika kau berkenan.. follow me” ucapnya yang kemudian berjalan lebih dulu, meninggalkanku yang masih tak dapat mencerna kata-katanya.

Ada apa dengan hari kelahiranku tahun ini? Mengapa aku harus mengikutinya, semua ini terasa gila!

WHAT?? Dad, no!”. Steven mencoba menyeimbangkan langkahnya dengan pria itu, mencoba mengatakan sesuatu tetapi Mr. Hwang menghiraukannya.

Shut up, Steven. You also, follow me!

.

.

Dan disinilah aku, terjebak disebuah ruang besar bergaya eropa klasik dan berhadapan dengan pria paruh baya yang baru kukenal beberapa waktu lalu. Disampingku duduk seorang Steven Hwang yang terlihat gelisah.

“Ms.Kim, terimakasih karena kau telah hadir diacara ulangtahunku”

“H huh? Acara ulang tahun, bukankah ini..” aku memandang ke arah pria disampingku yang sudah memasang wajah bersalah karena telah membohongiku, ‘Ok, dia berbohong padaku’. Aku mencoba menyembunyikan kekesalanku dengan menatapnya tajam, sebelum aku kembali memandang ke arah Mr Hwang

“Dan my baby boy, thanks to you, karena kau membawa partnermu hari ini”

Baby boy? How cute that nickname!

“Tetapi, seperti yang kuketahui, keinginanku dihari ulangtahun tidak hanya menginginkan kau hadir bersama seorang partner. Tetapi juga..” Mr Hwang menghentikan kalimatnya dan memandangku cukup lama.

Mendadak aku merasa keringat dingin mengalir diseluruh tubuhku, aku kembali menatap ke arah pria disampingku sekilas. Kedua tangannya terlihat bergetar dan berkeringat. Mungkin, keadaan kami tak jauh berbeda.

Dad, please” gumamnya yang terdengar jelas ditelingaku

“Tetapi juga, aku ingin melihat kau membawa calon isterimu. So, this is you future wife, right?” tanyanya sambil tersenyum manis padaku

WHATT!! Isn’t a dream???!

Katakan jika ini semua memang mimpi!

Bagaimana bisa, pria pembohong ini membawaku sebagai calon isterinya! Inikah yang kau sebut hadiah special, SOONKYU!??

Sial! Aku masih ingin memuaskan para hasrat pelangganku!

“Dan aku sudah memutuskannya, jika kalian akan menikah bulan depan”

DAD!”

Steven beranjak berdiri, sementara aku yang terus diam mendengarnya tak bisa berbuat apa-apa selain… tak sadarkan diri. Goodbye Sunny, goodbye para pelangganku. I’ll miss you, guys!

END

 

Hoho pasti habis baca ini langsung pada bilang, “APA-APAAN INI!??”.. fanfict drable terabsurd sedunia. Hadiah buah diri saya sendiri, today is my born day. Makasih yang udah mau nyempetin baca di wp berdebu ini HAHA… KABUR. Eh tunggu! Jangan tanya, mana ff yang lain, sabar. Yang disini sedang berusaha menyelesaikannya sebelum akhirnya, saya pensiun menulis. Cioao~..

59 comments

  1. ada epep baru akhirnya. la emang authornya mau pensiun nulis??? yaaaa jangan donk kan sayang bgt. ditunggu one nightnya

  2. Jiahhhh… Kekeke gw suka nh taeny yg jd s cowo tuh fany… Oh, i’m forget.. Salam kenal… Keke gw pernah baca d sini dulu tp ga comment.. Sorry yeah…
    Izin baca d sini….

    Eum.. Gantung tuh ending y, sequel sequel athh

  3. makasih ya thor sofie udah mw buka wp ini lagi hhe seneng banget thor…
    jgn d tutup lagi plis mw baca ulang kangen the winner dan terutama one night na thor…
    klo boleh d lanjutin lagi thor one nightna hhe piss

  4. MAKASIH THOR KAN UDH KEMALI LAI DI WP INI HEEHEE

    Tp kok ff Love you my little wolfnya dihapus?? T.T

    semangat lanjutkan karyamu ya thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s