One night [11]

Author: F

Note : cerita ini bergenre Gender Bender. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya tinggalkan ff ini. Dan diharapkan jika ingin copy paste, sertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!๐Ÿ˜„

***

Taeyeon pov

Di kesunyian yang kurasakan samar-samar kudengar suara burung bernyanyi, perlahan aku membuka kedua mataku yang masih rentan oleh cahaya terang yang menyilaukan pandanganku. Tak terasa hari sudah pagi, padahal rasanya aku baru saja tertidur mengingat apa yang terjadi semalam. Jika saja, malam tadi tidak mati lampu aku tak tahu apa yang akan terjadi denganku dan Tiffany karna ulah tak senonoh hormonku yang datang tanpa diundang. Eh.. maksudku, hormon itu memang datang dengan sebuah undangan yang bersumber dari film yang kutonton. Fifty Shides of Grey.

Bicara soal itu, aku langsung tersadar pada sesuatu yang membuatku langsung beranjak duduk seiring kedua mataku menyapu seluruh ruangan. Aku berada di kamarku.

Jika alzheimerku tidak kambuh, setahuku aku tertidur diruang theater lalu? Mengapa aku berada disini? Apa aku tertidur sambil berjalan ke kamarku? Tidak mungkin! Aku sudah lepas dari yang namanya mengigau sambil berjalan. Apa mungkin Tiffany yang membawaku kemari? Apa mungkin? Tapi, Tiffany โ€˜kan tidak bisa melihat. Sepertinya aku harus memastikannya sendiri, lagipula ini sudah waktunya aku bersiap untuk pergi ke kantor.

Dengan cepat, aku bergegas turun dari tempat tidur dan mempersiapkan diri. Setelah penampilanku sudah hampir mendekati sempurna, aku keluar dari kamarku dan berjalan menuruni anak tangga. Dari jarak langkahku saat ini, aku dapat melihat sosoknya yang tengah menikmati sarapannya ditemani pelayan Han.

Ia terlihat sangat cantik dengan bibir merah yang menggoda membuatku tanpa sadar tersenyum senang. Perjuanganku untuk tidak menyerah begitu saja dalam menghadapinya tidak berujung sia-sia, coba saja jika aku menyerah saat itu mungkin moment menikmati sarapan bersamanya tak akan terjadi apalagi jika bisa menonton bersamanya seperti semalam.

Kim Taeyeon memang keren!

Saat aku hampir sampai didekat meja makan utama, pelayan Han yang berdiri disamping Tiffany membungkukkan sedikit tubuhnya padaku. Sementara aku hanya dapat tersenyum dan mengalihkan pandanganku lagi ke arah Tiffany.

โ€œ Kau sudah bangun? โ€œ tanyaku sambil duduk didekatnya

โ€œ Hm โ€œ jawabnya singkat sambil mengunyah makanannya dengan sangat rapi. โ€œ Mimpi indah? โ€œ. Kali ini, gilirannya yang bertanya padaku membuatku senang

โ€œ Tentu saja! Tetapi, apa kau yang memindahkanku ke kamar? โ€œ tanyaku penasaran sambil membusungkan tubuhku ke depan

โ€œ Menurutmu? โ€œ tanyanya tenang. Aku kembali berpikir dengan kedua mataku yang menatap ke atas, seolah mengawang-awang diudara, benarkah Tiffany yang membawaku ke kamar?

Lalu, kudengar ia terkekeh kecil dan menggumamkan sesuatu.

โ€œ Wae? โ€œ tanyaku bingung

โ€œ Itu tidak mungkin aku membawamu ke kamar! Kau pikir tubuhmu itu ringan, berharap sekali kau Kim Taeyeon โ€œ ujarnya sambil menggelengkan kepala

โ€œ Lalu siapa yang membawaku ke kamar? โ€œ

โ€œ Memangnya kenapa? Apa kau menemukan tubuhmu telanjang ketika bangun? Jika iya, tanyakan saja pada adikmu. Apa yang ia lakukan semalam โ€œ ucapnya membuat kedua mataku membelalak, bagaimana bisa ia mengucapkan kata-kata itu.

โ€œ Y yah! Aku terbangun dengan busana yang lengkap, bagaimana otakmu itu berpikir โ€œ

โ€œ Kau aneh, Kim Taeyeon โ€œ ujarnya, seiring membersihkan sekitar bibirnya dengan lap yang sebelumnya tersimpan dipangkuannya. โ€œ Aku akan pergi sekarang โ€œ sambungnya seiring beranjak berdiri

โ€œ Kau tidak akan pergi bersamaku? โ€œ. Aku beranjak berdiri, memandangnya bingung. Aku bahkan baru saja akan memulai sarapan, tetapi ia justru sudah mau berangkat saja. Lalu, ia menggelengkan kepalanya.

โ€œ Yuri sudah menungguku, aku harus pergi. Ohh.. ya, kita harus mengganti waktu nonton film semalam bersama dilain waktu โ€œ ujarnya seiring meninggalkanku, aku terhenyak karna aku pikir aku terselamatkan dengan mati lampu semalam. Jika ia mengganti waktu semalam dengan menonton film yang sama, apa yang harus aku lakukan nanti? Oh, tidak!

Author pov

Pelayan Han menuntun Tiffany berjalan perlahan keluar dari mansion tersebut. Didepan sebuah mobil yang sudah menunggu tak jauh dihadapan Tiffany, Yuri sudah berdiri disana dengan senyuman yang mengembang diwajahnya.

Pria itu bergegas membukakan pintu belakang menumpang, lalu menyapa pelayan Han dan sahabat sekaligus atasannya.

โ€œ Good morning, Tiffany-ssi.. morning Pelayan Han โ€œ. Pelayan Han menganggukkan kepalanya sopan sambil tersenyum.

โ€œ Morning, Y–.. โ€œ

โ€œ Fany-ah! โ€œ. Tiffany memutuskan ucapannya tatkala mendengar suara Taeyeon dibelakangnya, sementara Yuri terlihat menoleh ke sumber suara dan tersenyum saat Taeyeon sudah berdiri didepan mereka dengan nafas yang tersenggal-senggal.

โ€œ Pagi, Taeng! โ€œ

โ€œ Hoh.. pagi, Yul โ€œ. Taeyeon menghapus peluh yang mengalir dipelipisnya dan mengalihkan pandangannya pada Tiffany.

โ€œ Kau ada urusan denganku? โ€œ tanya Tiffany bingung, lalu Taeyeon menganggukkan kepalanya. Meskipun ia tahu bahwa Tiffany tak akan melihatnya.

โ€œ Baiklah, kalau begitu aku tunggu dimobil, Tiffany-ssi โ€œ. Peka dengan situasi saat itu, Yuri memilih masuk ke dalam mobil dan menunggu Tiffany sambil sesekali tersenyum melihat betapa lucunya pasangan yang berdiri tak jauh darinya.

โ€œ Ada apa Tae? โ€œ tanya Tiffany terus terang

โ€œ Aku melupakan sesuatu โ€œ ujarnya yang semakin membuat Tiffany bingung dan penasaran

โ€œ Ap–.. โ€œ. Sekejap, Tiffany terdiam saat mendapatkan kecupan manis dari Taeyeon didahinya. Perlahan, wajahnya berubah menjadi merah merona. Wanita itu blushing. Bahkan tak hanya Tiffany, pelayan Han dan Yuri yang melilhat mereka pun langsung merasa malu.

โ€œ Semoga harimu menyenangkan, jangan pernah melewatkan jam makan siangmu lagi atau aku akan datang ke kantormu seperti sedia kala. Jangan terlalu memaksakan diri dengan pekerjaan yang menumpuk, Yuri dan Seohyun senantiasa membantumu. Jika kau mengalami kesulitan, aku bisa membantumu. Kau hanya perlu menghubungiku dan aku akan datang untukmu. โ€œ ujar Taeyeon panjang lebar seiring merapikan rambut panjang Tiffany yang menghalangi sebagian wajah wanita itu, sesekali Taeyeon pun merapikan poni Tiffany dengan lembut.

โ€œ N-ne โ€œ jawab Tiffany gugup, rasanya suasana diantara mereka begitu panas.

Kedua sudut bibir Taeyeon merekah lebar diwajahnya, โ€œ Tak apa โ€˜kan? โ€œ tanyanya

โ€œ Apa? โ€œ jawab Tiffany yang justru balik bertanya

โ€œ Karna sudah mengecup keningmu โ€œ ungkap Taeyeon

โ€œ Hm, tetapi lain kali jangan lakukan hal itu lagi โ€œ ucap Tiffany membuat Taeyeon bingung

โ€œ Wae? โ€œ tanyanya, โ€œ Apa kau justru ingin aku cium dibibir? โ€œ sambung Taeyeon seiring menyeringai lebar.

โ€œ Yah! โ€œ Tiffany memukul Taeyeon pelan seiring wajahnya semakin memerah, hal itu membuat Taeyeon meledakkan tawanya. โ€œ Aish! Aku harus pergi sekarang! โ€œ. Buru-buru Tiffany membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya untuk masuk mobil, wanita itu sudah terlampau malu dan gugup dihadapan Taeyeon.

โ€œ Chankman, kau bisa terluka โ€œ. Taeyeon bergegas menyimpan satu tangannya diatas kepala Tiffany agar kepala wanita itu tidak membentur atap mobil. โ€œ Jaga dirimu baik-baik, hm? โ€œ sambung Taeyeon setelah ia menutup pintu mobil untuk Tiffany dengan jendela yang terbuka.

Sesaat, Taeyeon melihat Tiffany menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis namun terkesan sangat manis dimata Taeyeon membuat pria itu berbunga-bunga. Sementara Yuri yang melihat pasangan itu hanya dapat menggelengkan kepalanya dan turut bahagia, akhirnya pasangan yang sebelumnya seperti anjing dan kuncing perlahan meluruh. Taeyeon pun tak lagi diabaikan Tiffany sepenuhnya, Yuri sebagai sahabat mereka begitu senang melihatnya.

โ€œ Baiklah, kalau begitu kami berangkat, Taeng โ€œ ujar Yuri sambil melambaikan satu tangannya ke arah Taeyeon. Taeyeon menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

โ€œ Tolong jaga Tiffany untukku, Yul. Hati-hati dijalan! โ€œ

Setelah Taeyeon mengucapkan kalimat terakhirnya, mobil yang membawa Tiffany pun perlahan melaju meninggalkan mansion. Taeyeon terus tersenyum senang sambil melambaikan tangannya.

โ€œ SAMPAI JUMPA, TIFFANY!! โ€œ teriak Taeyeon girang, lalu mengepalkan kedua tangan ke udara setelah mobil yang membawa Tiffany menghilang dari pandangannya. โ€œ Yes!! Pelayan Han! Ucapkan selamat untukku!!! โ€œ Taeyeon berseru girang tak terkira, lalu memeluk pelayan Han

***

Bulan ini adalah bulan penghujung musim dingin karna itu, disebuah tempat penampungan anak yatim piatu anak-anak begitu terlihat bersuka cita bermain diluar. Memanfaatkan sisa salju yang menumpuk dibawah pohon untuk membuat boneka salju kebanggaan mereka, ada pula yang memilih membuat bola-bola salju hingga menimbulkan perang antar anak. Terlihat menyenangkan, tetapi disisi lain tidak semua anak-anak disana bahagia karna ada satu anak yang terlihat kebingungan untuk menghadapi seseorang yang sudah lama tak datang menjenguknya. Sosok itu duduk disamping anak tersebut, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

โ€œ Um–.. โ€œ. Sosok itu membungkam mulut anak itu saat menyadari bahwa anak dihadapannya baru saja akan mengatakan sesuatu yang tak pernah ia harapkan. Sosok itu membulatkan kedua matanya, seolah tengah mengancam anak tersebut.

Anak itu pun menghela nafas.

โ€œ Aunty, apa kau ingin membuat boneka salju denganku? โ€œ tanyanya girang, tetapi respon dari sosok itu terlihat malas menanggapi anak itu. โ€œ Aunty, bermainlah denganku. Aku merindukanmu, aku ingin membuat boneka salju denganmu โ€œ rengeknya sambil menarik-narik salah satu lengan sosok itu terus menerus

Merasa kesal dengan sikap anak itu, si wanita dewasa menepis kasar lengan anak itu hingga terjatuh. Isak tangis, perlahan mulai terdengar tetapi wanita itu tak peduli melainkan memandang anak itu tanpa rasa bersalah.

โ€œ Aku kesini bukan untuk bermain denganmu! โ€œ ungkapnya, โ€œ Bahkan kau sangat merepotkan, tidak seharusnya kau hadir didunia ini. Menyusahkan saja! โ€œ gumamnya yang terdengar jelas ditelinga anak itu.

Wanita itu menepuk lengannya, mencoba menghilangkan jejak tangan anak itu yang sebelumnya menyentuhnya. Lalu mencoba melangkahkan kakinya meninggalkan anak malang itu.

โ€œ Um-.. aunty, kajima โ€œ ucap anak malang itu dengan memeluk kaki wanita diatasnya

โ€œ Yah! Lepaskan tanganmu dari kakiku! โ€œ. Wanita itu menendangnya hingga anak itu kembali terhempas diatas dinginnya salju. โ€œ Seharusnya aku tak datang kemari, ini membuatku susah dan membuatmu berharap lebih โ€œ sambungnya. Kali ini, wanita itu benar-benar meninggalkan anak itu yang menangis tersedu-sedu.

Disisi lain, ada sebuah kendaraan yang baru saja berhenti diluar pagar dekat dengan sang anak. Sosok yang duduk dibangku penumpang terlihat menurunkan jendelanya hingga ia merasakan semilir angin yang begitu dingin menerpa wajahnya.

Hatinya merasa tersayat, terkoyak begitu dalam saat mendengar isak tangis yang bersumber dari gadis kecil tak jauh dihadapannya. Tak lama kemudian, sosok itu kembali menutup jendela mobilnya dan menatap lurus ke depan.

โ€œ Apa yang terjadi dengan Irene, Yul? โ€œ tanya Tiffany dengan kedua mata yang berkaca-kaca

โ€œ Sepertinya seseorang baru saja menjenguknya โ€œ jawab Yuri sambil memicingkan matanya untuk melihat siapa sosok wanita yang sudah jauh meninggalkan gadis kecil yang bernama Irene tersebut.

โ€œ Apakah orang itu adalah .. โ€œ ucap Tiffany dengan kalimat yang menggantung

โ€œ Aku tidak yakin โ€œ

Tiffany terdiam. Kepalanya berpikir keras, mengingat terakhir kali ia datang kemari saat dimana hari itu Taeyeon kembali ke Seoul. Itu sudah sangat lama dan ia merasa sangat bersalah pada anak gadis itu, ia juga merindukan Irene.

โ€œ Aku ingin menemuinya, Yul โ€œ ujar Tiffany, sekejap Yuri menolehkan kepalanya ke belakang. Dimana Tiffany duduk disana, dahi pria itu menyenyit mendengar ucapan Tiffany.

โ€œ Apa kau yakin, melihat keadaanmu–.. โ€œ

โ€œ Ssstt.. โ€œ. Tiffany menyimpan jari telunjuk dibibirnya.

.

.

โ€œ Kim Taeyeon-ssi โ€œ. Taeyeon menghentikan langkahnya saat ia baru saja masuk ke dalam gedung perusahaannya, ia menoleh ke sumber suara dan menemukan sosok pria yang tak pernah ia harapkan kehadirannya.

โ€œ Ohh.. Nickhun-ssi, ada perlu apa? โ€œ tanya Taeyeon dingin

โ€œ Kau terlambat datang ke kantor, aku sudah menunggumu sejak tadi pagi โ€œ

โ€œ Memangnya kau siapa? Aku tidak memintamu untuk menungguku โ€œ ucap Taeyeon sambil tertawa mengejek, membuat Nickhun mengumpat didalam hatinya. Tetapi, pria itu segera mengendalikan emosinya.

โ€œ Aku hanya ingin bertemu denganmu dan Tiffany untuk membahas project kita โ€œ ungkapnya, membuat Taeyeon menyernyitkan dahi. โ€œ Bisakah kita ke ruanganmu? Ini sangat tidak nyaman โ€œ sambungnya tetapi Taeyeon mengabaikannya

โ€œ Nickhun-ssi, tidakkah kau mendengar apa yang Tiffany katakan tempo lalu bahwa kau tidak diizinkan untuk melanjutkan pekerjaanmu dalam memegang beberapa project yang kami lakukan? โ€œ

โ€œ Itu โ€˜kan tempo lalu, sebelum Tiffany mengalami kecelakaan. Setelah itu, Mr Kim memberikanku project yang akan kita tangani bersama โ€œ

Taeyeon terdiam. Pria itu terlihat menimbang sesuatu dipikirannya sambil terus menatap kedua mata Nickhun.

โ€˜Apa yang sebenarnya pria ini rencanakan?โ€™ batin Taeyeon

Melihat apa yang terjadi dihadapannya, perlahan Nickhun menyeringai licik. Pria itu merasa puas karna membuat Taeyeon seperti tidak berkutik dan kehabisan akal untuk menghadapinya. Betapa mudahnya menghadapi Kim Taeyeon, pikir Nickhun.

โ€œ Aku akan mendiskusikannya lagi dengan Tiffany โ€œ ujar Taeyeon pada akhirnya. Lalu, pria itu membalikkan tubuhnya dan melangkahkan kakinya tetapi ditahan oleh Nickhun.

โ€œ Kau tidak percaya padaku? Aku bahkan memiliki bukti yang kuat bahwa Mr Kim menandatanganinya, tak hanya itu Tiffany Hwang pun ikut menandatanganinya. Lihat! Tanda tangan Tiffany masih baru โ€œ ungkap Nickhun sambil memperlihatkan selembar berkas dihadapan Taeyeon.

Taeyeon mengambilnya dan membaca semua isi didalamnya, ia mengerutkan dahi karna tak menyangka bahwa Tiffany luluh dan memberikan kesempatan bagi Nickhun untuk tetap bergabung dengan project mereka.

โ€œ Aku ak–.. โ€œ. Ucapan Taeyeon terputus, seiring Nickhun yang mengambil cepat selembaran berkas itu dari tangannya

โ€œ Tenang saja, aku akan menyimpannya dengan baik. Jadi, segera hubungi aku untuk membahas semuanya โ€œ ujar Nickhun seiring berlalu meninggalkan Taeyeon yang terdiam mematung.

Perasaan pria itu merasa tak enak dan ia harus segera menghubungi seseorang. Dengan cepat, Taeyeon merogoh saku dibalik jasnya dan meraih ponselnya. Ia menekan beberapa nomor telepon dan melakukan panggilan.

โ€œ Soo.. cari tahu apa yang sedang Nickhun rencanakan dan cari tahu pula dimana keberadaan Tiffany karna sebelumnya aku dengar Tiffany belum datang ke kantornya โ€œ

Setelah mengatakan hal itu, Taeyeon memutuskan panggilannya dan kembali berjalan menuju sebuah lift yang akan mengantarnya ke ruangan.

โ€˜Aku mungkin terlihat lemah tanpa berbuat apapun, tetapi sungguh betapa busuknya pria itu. Kau pikir aku hanya duduk diam? Jangan harap, karna aku akan melindungi Tiffanyโ€™

.

.

โ€œ Umma aku senang umma datang lagi kemari dan menemaniku bermain โ€œ ungkap Irene sambil memeluk Tiffany dengan senyuman manis yang mengembang diwajahnya. Sementara, Yuri yang tak berniat meninggalkan mereka hanya dapat tersenyum senang sambil mengelus kepala Irene lembut.

โ€œ Mianhae karna terlalu lama membiarkanmu kesepian, kau mau memaafkan umma โ€˜kan? โ€œ. Irene menganggukkan kepalanya dan mengusap kedua pipi Tiffany lembut dengan kedua tangan mungilnya.

โ€œ Umma, kau semakin cantik. Aku sangat menyayangimu banyak-banyak โ€œ ungkap gadis kecil itu membuat Tiffany dan Yuri tertawa. โ€œ Tetapi umma, mengapa kau tidak memandang ke arahku? โ€œ tanya Irene bingung karna sedaritadi kedua mata Tiffany hanya memandang lurus ke depan. Tidak seperti biasa yang gadis kecil itu lihat.

Mendengar hal itu, membuat Yuri terdiam dan rasanya pria itu kesulitan untuk menelan ludahnya sendiri. Akhirnya, kekhawatiran pria itu terhadap pertanyaan tersebut keluar juga dari mulut Irene.

Tiffany tersenyum seiring mengusap pangkal kepala Irene lembut, โ€œ Baiklah, umma akan menjawab pertanyaanmu setelah kau melihat satu pertunjukkan yang umma buat khusus untukmu โ€œ

โ€œ Jeongmal? Apa itu? sulap? โ€œ Irene berseru girang, Tiffany mengangguk pelan.

โ€œ Jja~ perhatikan umma baik-baik โ€œ. Tiffany mulai menggerakkan kedua tangannya, seolah wanita itu memang sedang melakukan pertunjukkan sulap dihadapan Irene. Lalu kedua tangan Tiffany mengusap wajah Irene berkali-kali hingga tak lama kemudian..

โ€œ Tada~~ โ€œ. Seketika, kedua sudut bibir Irene merekah lebar tak terkira. Gadis itu terlihat sangat menyukai dengan pertunjukan sulap yang dilakukan Tiffany, namun berbeda dengan sosok Kwon Yuri.

Pria itu terlihat membuka mulutnya lebar, menganga tak percaya dengan kedua mata yang membelalak.

 

 

Tiffany tersenyum manis saat ia telah kembali ke kursi penumpang dimobilnya. Setelah itu, Yuri menyusulnya masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesin mobil tersebut.

โ€œ Tiffany, kau benar-benar.. โ€œ. Tiffany tertawa karna Yuri terdengar kesal padanya, wanita itu menepuk kedua tangannya sementara Yuri mengerucutkan bibirnya sambil terus mengemudikan kendaraan yang membawa mereka.

โ€œ Aku tak mengerti jalan pikiranmu โ€œ ungkap Yuri

โ€œ Kau tak usah mengerti, kau hanya perlu mengikuti keinginanku, Yul. Seperti yang kukatakan semalam are you ready? Ini bahkan, belum seberapa โ€œ ujar Tiffany disisa tawanya, โ€œ Kau terkejut? โ€œ tanya Tiffany santai

โ€œ Sangat! Urgh! Micheosseo! โ€œ. Yuri menjambak rambutnya dan mengerang frustasi, membuat Tiffany kembali tertawa lepas.

Tak lama kemudian, suara tawa Tiffany perlahan menghilang seiring bunyi ponselnya berdering. Wanita itu meraih ponselnya dan menerima panggilan tersebut.

โ€œ Ne, aku sedang berada diperjalanan ke kantor. Ne? Jeongmal? Ahh, arrasseoyo. Terimakasih sudah memberitahuku, Soo โ€œ ucap Tiffany yang kemudian memutuskan panggilannya.

โ€œ Waeyo? Sooyoung menghubungimu? โ€œ tanya Yuri penasaran

โ€œ Hm, bisakah kau lebih cepat? Aku harus segera sampai di kantor โ€œ. Yuri menganggukkan kepalanya dan menekan habis gasnya.

 

 

โ€œ Sebenarnya apa yang telah terjadi? โ€œ tanya Yuri saat Tiffany sudah keluar dari mobilnya, mereka berjalan beriringan sambil sesekali Yuri menuntun Tiffany agar berjalan dengan benar.

โ€œ Sooyoung bilang, pagi ini Nickhun datang ke kantor Taeyeon. โ€œ ungkap Tiffany dengan kedua mata yang masih tetap sama. Kosong dan tak bercahaya.

Beberapa karyawan yang melewati mereka terlihat membungkukkan sedikit tubuh mereka sambil tersenyum, tetapi semua itu diabaikan oleh Tiffany karna gadis itu tak bisa melihat mereka. Sementara Yuri hanya dapat menganggukkan kepalanya.

โ€œ Pria itu mencoba membahas project dengan kalian? โ€œ

โ€œ Sepertinya begitu โ€œ

โ€œ Kupikir semuanya sudah selesai, perusahaan pria itu seharusnya mengalami kerugian yang besar โ€œ ujar Yuri bingung

Saat kedua dari mereka masih berjalan beriringan, seseorang melewati mereka dan tak sengaja menyenggol tubuh Tiffany hingga wanita itu hampir saja terjatuh jika Yuri tak cepat menangkap tubuh Tiffany.

โ€œ Mian โ€œ katanya yang dengan cepat berlalu meninggalkan Tiffany

โ€œ Gwenchana? โ€œ tanya Yuri khawatir saat melihat wajah Tiffany yang pucat, wanita itu seolah mengingat sesuatu saat sekilas mendengar suara sosok itu.

โ€œ Y y yuri, b bisakah kau lihat siapa sosok yang baru saja melewatiku? โ€œ tanya Tiffany terbata-bata, kedua tangannya mulai terasa lembab, tubuhnya bergetar seiring keringat dingin mengalir disekujur tubuhnya.

Yuri mengangguk mantap dan langsung menghubungi petugas keamanan. Lalu, pria itu memapah Tiffany untuk masuk ke dalam lift dan menenangkannya.

Perlahan namun pasti, kepala Tiffany seolah memutar kembali memori dimana ia mengalami masa-masa sulit seorang diri. Teror, kecelakaan dan lain sebagainya membuat kepalanya berdenyut tak karuan.

โ€œ Gwenchana, kau aman Fany-ah โ€œ ucap Yuri sambil menepuk bahu Tiffany lembut.

Ting!

Dentingan lift berbunyi dan pintu terbuka penampilkan sosok Yuri dan Tiffany. Mereka keluar dari sana dan Yuri menempatkan Tiffany duduk sejenak di sofa yang terdapat disana.

Pria itu mengambil air mineral dan memberikannya pada Tiffany, berharap sosok wanita dihadapannya bisa tenang setelah meminumnya. Tiffany meneguk hampir setengahnya minuman itu dan kedua matanya terpejam selama beberapa saat, meninggalkan sosok Yuri dengan kedua matanya yang terlihat awas memperhatikan Tiffany.

Terus terang, Yuri sangat khawatir dengan keadaan Tiffany. Ia lebih baik menjadi bulan-bulanan candaan Tiffany seperti sebelumnya bersama Irene dibandingkan melihat wanita dihadapannya ketakutan.

Setelah beberapa menit berdiam diri, akhirnya kedua mata Tiffany perlahan terbuka sepenuhnya dan wanita itu terlihat lebih baik dibandingkan sebelumnya. Yuri menghela nafas lega seiring menghapus keringat didahi Tiffany.

โ€œ Gomawo โ€œ ucap Tiffany sambil tersenyum, Yuri mengangguk dan meraih kedua tangan Tiffany untuk berdiri.

โ€œ Aku akan mengambil beberapa berkas baru untuk kau periksa, termasuk project-project dibawah kuasamu. Kau bisa pergi ke ruanganmu sendiri kan? โ€œ tanya Yuri. tiffany mengangguk mantap.

โ€œ Apa Seohyun sudah datang? โ€œ tanya Tiffany

โ€œ Sudah, karna tadi kulihat tasnya sudah ada. Tetapi sepertinya wanita itu sedang memeriksa sesuatu hal, aku akan mencarinya juga โ€œ. Tiffany kembali menganggukkan kepalanya dan mulai melangkahkan kakinya.

โ€œ Gidaryo, aku hanya sebentar โ€œ ujar Yuri dengan sedikit mengeraskan suaranya dan berlalu meninggalkan Tiffany. Sementara Tiffany berjalan perlahan, melewati meja kerja Seohyun dengan tongkat lipatnya. Hingga akhirnya, wanita itu dapat memasuki ruangannya.

Namun, saat Tiffany sudah masuk ke dalam ruangannya. Dahinya terlihat mengerut dalam, ia merasakan sesuatu yang aneh terjadi didalam ruangannya. Tak lama kemudian, Yuri datang dengan nafas yang tersenggal. Pria itu masuk ke dalam ruangan.

โ€œ Tiff–.. โ€œ. Yuri menghentikan ucapannya saat melihat isi dalam ruangan tersebut. Kedua matanya membelalak tak percaya.

Pasalnya, ruang kerja Tiffany kali ini terlihat berantakan. Bukan hanya berantakan dengan berkas-berkas yang bertebaran dimana saja, melainkan foto-foto frame yang terpajang rapi di rak yang tersedia pun bertebaran dilantai. Pecahan-pecahan kaca itu bertebaran dimana-mana dan sewaktu-waktu bisa melukai kedua kaki Tiffany.

โ€œ I i ige mwoya? โ€œ tanya Yuri yang berdiri dibelakang Tiffany.

Kemudian, Tiffany melangkahkan kedua kakinya dengan percaya diri. Tak mengkhawatirkan jika dirinya bisa saja terluka. Lalu, wanita itu duduk dikursi kerjanya dan menautkan kedua tangan diatas meja.

โ€œ Yuri โ€œ panggilnya dengan suara yang terdengar menakutkan, โ€œ Periksa cctv yang sengaja aku pasang diruanganku โ€œ perintahnya seiring kedua bola matanya berubah, menatap lurus ke depan dengan tatapan yang tajam hingga sinar mata yang sebelumnya tak pernah terlihat dimata Tiffany kini hadir dalam sekejap. Menyadarkan Yuri akan apa yang terjadi sebelumnya saat Tiffany melakukan pertunjukkan sulap dihadapan Irene.

Kedua mata Tiffany terlihat baik-baik saja, wanita itu bisa melihat dengan baik dan jelas.

.

.

Waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 KST, Taeyeon terlihat menyibukkan diri dengan beberapa lembar berkas diatas meja. Sesekali, pria itu menggerakkan jari jemarinya di atas keyboard laptopnya dan memijat pelan pelipisnya yang terasa berdenyut. Pekerjaannya hari ini cukup membuatnya repot, ditambah dengan sosok Nickhun yang membuat perasaanya tak tenang.

Ingin sekali Taeyeon menghubungi Tiffany untuk menyakan dimana keberadaannya, bagaimana pekerjaan dikantornya. Setidaknya dengan bertanya seperti itu, ia bisa mengetahui kabar sesungguhnya tentang gadis pujaannya. Tetapi, Taeyeon tak ingin mengganggu Tiffany sehingga membuat wanita itu berubah menjadi dingin lagi padanya. Selama ini yang ia lakukan hanya berdiri mengawasi Tiffany dari belakang wanita itu, Taeyeon selalu menjaga dan melindungi Tiffany tanpa wanita itu ketahui.

Saat Taeyeon baru saja akan melanjutkan pekerjaannya, tiba-tiba ponselnya berdering menandakan sebuah panggilan masuk disana. Lalu, setelah ia mengetahui siapa pemanggil itu, Taeyeon segera menerima panggilan tersebut.

โ€œ Ne? Apa ada sesuatu–.. โ€œ

โ€œ Pagi ini Tiffany Hwang mengunjungi salah satu panti, sir โ€œ

Taeyeon menyernyitkan keningnya dalam. Ia tak mengerti dengan apa yang dilakukan Tiffany disebuah panti

โ€œ Apa yang kau maksud? Untuk apa Tiffany mengunjungi panti itu? siapa yang ia temui? โ€œ

โ€œ Pagi ini sesuai apa yang kau minta bahwa aku mengikuti Tiffany Hwang, ia pergi ke suatu panti dan menemui seorang gadis kecil. Bahkan mereka bermain bersama, aku tak dapat melihat dengan jelas sosoknya karna aku mengawasinya dari jarak jauh mengingat bahwa Kwon Yuri adalah pria yang sangat tajam feelingnya jadi aku cari aman agar tidak ketahuan olehnya. Tetapi aku sempat mendengar bahwa gadis kecil itu memanggil Tiffany Hwang dengan sebutan umma โ€œ

โ€œ Umma?? โ€œ. Ucap Taeyeon tak percaya.

Sekejap, Taeyeon terdiam. Membiarkan ponselnya terjatuh, sementara kata-kata yang baru saja diucapkan orang diseberang sana terus terngiang-ngiang dikepala Taeyeon.

โ€˜Umma? Tiffany memiliki seorang anak??โ€™

Taeyeon menggigit bibirnya, menahan rasa kepenasaranan sekaligus kekecewaan karna tanpa seorang pun tahu ternyata Tiffany memiliki seorang anak. Pikiran-pikiran buruk tentang wanita itu pun terus berputar dikepalanya, tentang siapa anak itu, karna sejauh ini yang ia tahu dan ia rasakan saat pertama kali bercinta dengan Tiffanyโ€”milik wanita itu masih sangat sempit.

Akankah permasalahan yang terjadi antara Tiffany dan Nickhun, sesungguhnya bermula dari hadirnya anak itu ditengah-tengah mereka???

ย 

TBC

Authorโ€™s notes:

Heuheu.. makin bingung kan ya? Pake ada Irene segala haha.. Tapi pertanyaan kalian tentang Tiffany buta atau ngga udah terjawab kan? Alasannya? Nanti pasti ada waktunya. Satu persatu kita tuntaskan permasalahan di Fanfict ini, dengan begitu selesai sudah lah yaa ceritanya hahaha..

Untuk yang minta sweet Taeny? Stay calm lah ya, sy ini emang seneng banget ngidupin suasana tegang.

Komentar kurang dari 10 atau pas 10 orang, chap selanjutnya sy protect. Okay? See you ^^

109 comments

  1. konflik lagi >.<
    dan ternyata tippany gak buta?
    thor masa iya tippany udah punya anak? bukannya waktu melakukan itu sama taeyeon dia masi perawan? u.u
    makin seru aja thor, fighting!

  2. Makin menegangkan, makin seru, makin penasaran, makin2 semuanya dah pokoknya…
    Syukurlah ternyata fany gak buta dan dia berhasil akting dengan bagus banget didepan yg lainnya…
    Irene anaknya taeny kali tuh..

  3. makin penasaran banget ini siapa sih dalang semuanya,dan jujur kau sukses banget bikin ak kebawa bacanya. dan moment taeny nya walau sedikit tapi nyes juga hehehe

  4. Makin penasarn,tiffany misterius gitu y??? Tpi sukaaaa, mkin kyak drama ikutn kbawa alurnya. Sukses bikin deg degan……
    Siapa irene itu, masak anknya tiffany??? Semoga cman ank angkt……
    Lanjut dech…..semangt buat authornya…

  5. Jangan sampai fany udah punya anak u,u gagal entar perjuangannya tae. Takut gak jadi bersatu u,u
    Oke. Fany gak buta? So, bakal ada big something?๐Ÿ˜›

  6. teh sofi seneng banget bikin cerita yang menegangkan, kan gw jd ikut tegang bacanya….#lapkeringet
    ternyata fany ga buta, keren nih berarti aktingnya bisa mengelabui semua orang, apa taeyeon aja yg terlalu polos, sebenernya gw kurang suka sm karakter tae yg babo kayak gini soalnya gampang banget dibodohi orang, gmn bisa ngalahin si khunyuk kalo kayak gitu caranya, tp kayaknya dibalik ini fany punya rencana cerdas yg ga diduga, cepetan updatenya teh, gw udah tegang nungguinnya hehehe….^^

  7. Maaf ya thor, saya baru komen disini. Soalnya kemarin2 masih bingung. Oia, saya readers baru thor. Salam kenal ๐Ÿ˜Š

  8. Tae klo Fany masih sempit trs pas wktu itu liat darah Fany keluar pas wktu ML.. berarti Fany masih perawan dan ga mungkin itu anak ny Fany sama c Khunyuk.. lah uwong Tae yg pertama.. KECUALI Fany oprasi selaput dara..
    Siapa c tu cwe yg nabrak Fany.. semakin penasaran ajj

  9. kim taeyeon keren!!!
    tae cute bgt deh , manies bgt ampe bkn fanny blusing gtu wkwkwk..

    huhuuuu jd mommy panny cuma pura” buta
    tp irene anak fanny beneran kah ?

    bnr” bkn pensaran ma cpter seterusnya

  10. Tuh bner kn pany gak buta,dy pura2 buta mungkin krn trllu bxk teror n dklilingi ma org jhat jg,
    ankx pany? Gak mungkin ye kn panyx tuh smpit pas gtuan ma tae hehehe,mungkin yg pux ank brhbungan dket ma pany,oke trllu bxk nebak,tnggu nextx ja deh bye

  11. Greget guee
    Fany gk butaa??? Gimana ceritanya tuh irene panggil fany umma
    Jagan sampelah dia pernah ituan sama nikon

  12. Pertanyaanku tentang fany buta atau engga terjawab dipart ini,tpi aku masih penasaran sebenarnya ada hubungan apa antara fany dan irene?itu yg nyenggol fany kayaknya sunny y?next ditunggu y thor kelanjutannya

  13. nah lho si irene bru nongol udh manggil fanny umma, tuh bneran anaknya fanny, ato cm anak aja,haduhh nambh drama lg nih
    yaelah si taeyeon main nyosor aja hehehe akhirnya bs ngeliat taeny moment
    si nikon mo ngapain lg sih, bikn onar aja
    ntuh si fanny udh bs ngeliat ato gak sih, pensran bngt

  14. gue selalu ngikutin nh ff tiap chap selalu bkin penasaran,, authorny daebak lah ,,, ditunggu next ny kalo di proteck kasih clue yah dan jangan susah2 plis fighting

  15. wowww,, anyeong thor,, maaf baru nongol lagi hehe..
    soalnya baru selesei interview hehe
    hmm, jadi selama ini ppany ga buta ?
    hm hmmm
    ditunggu next chaptnya thor

  16. makin penasaran dengan alur ceritanya yg semakin menegangkan . bytheway aku new reader diwp ini thor. salam kenal ne thor dan sekalian mau izin ngoprek2 wp mu hahaha

  17. Aq new reader.
    cerita ini sangat menarik. Tidak hanya cerita nakalanya tiffany ke taeyeon, tp misteri diantara mereka bikin ketagihan trus baca ceritanya.

    Tiffany masih aja nakal pengen nonton film sama tae segala hahahaha
    cepat update y thor… udh g sabar

  18. Omo,, untuk apa si nikon ke kantor taeng. Awas aja kalau berbuat jahat lagi.
    Itu tiffany sebenarnya bisa ngelihat ya thor, kok bisa main sulap sama irene dan bisa ngeliat ruangan nya yg berntakan.
    Penasaran banget sama kelanjutan ceritanya.
    Semangat nulis dan berkaryanya thor.
    Di tunggu karya selanjutnya, terutama one night. Hehe

  19. tiffany tidak buta kan thor??? lalu sebenarnya irene anak sapa si??? seneng bgt bca ff anda tidak nysel fans ama karya anda,setiap x bikin penasaran ama tiap chapternya,
    semangat untuk karya kedepannya thor

  20. Lah dlu pas ama taeng doi masih gadis kan? Eh ni tau2 ada yg mnggil umma?! Jgn2 ppany oprasi selaput dara!!O_o #mulaisotoy

    Oh jd slama ini ppany pura2 buta, mngkin agar dia tau sbenarnya musuh doi siapa aja yah resikolah ya jd orang penting jd bnyak yg pngen ngejatohin โ”’(โŒฃห›โŒฃ)โ”Ž yg tabah and kuat aja buat neng ppany

    Tae yg giat ya buat dapetin ppany nya and jgn brpkiran yg iya2 dlu ntar mlah ksalahan

    Thor ceritanya makin mnarik and penuh tnda tanya jg sih pa lg ni dtmbah irene tuh anaknya siapa?

    buat author โ”Œโ”(โ€ขห‹oหŠโ€ข)โ”Œโ””ฬฎSฮตฮตโ™รฅยชร nGษ‘ษ‘ลฆ “ฬฎ buat nulis ff nya fighting (เธ‡’ฬ€โŒฃ’ฬ)เธ‡

  21. cieeee… taeny so sweetnya >_<
    panny udh jinak sekarang :v
    panny pura2 buta bwt ngehindar dri teror yg sering dia terima ya thor ??
    next chapter ditunggu ya thor…
    gua suka sma alur ceritanya…๐Ÿ™‚
    keep writing and fighting thor๐Ÿ˜€

  22. Thor , aku sedih sekarang tiff buta
    Sebenernya gw lebih suka waktu tiff sama tae berantem tiap ketemu .. lucu mereka
    Cepet update ya thor , Tengkyu

  23. Konflik banyak banget thorr ampe pusing๐Ÿ˜ฐ
    Tujuan fany pura” buta apa coba..
    Teruss ada irene,auty hubungannya ama fany apa cobaa
    Moga happy ending dahh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s