A Difference

Author: F

Note : cerita ini bergenre Gender Bender. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya tinggalkan ff ini. Dan diharapkan jika ingin copy paste, sertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!πŸ˜„

***

A different

Perbedaan. Berbeda. Sama saja.

Bagiku perbedaan adalah rambu-rambu lalu lintas menuju sebuah kemuliaan. Manusia diciptakan dengan penuh kemuliaan, itu nyata dan tertera disetiap kitab agama. Jika perbedaan ada disisi manusia, itu artinya perbedaan juga merupakan bagian dari paket kemuliaan tadi.

Dalam hidup kita pasti akan menemukan sebuah perbedaan. Seperti duniaku dan dunianya. Duniaku yang hanya dipenuhi semua tentangnya dan dunianya yang dipenuhi kehidupan jauh dari duniaku. Dikelilingi gadis cantik, kedudukan tinggi dan itu artinya lingkungannya tak dapat mungkin kujamah. Tetapi dalam perbedaan kita pasti menemukan sebuah kebaikan, jika kita menginginkannya.

Tuhan menciptakan jutaan kacamata. Perbedaan adalah pilihan untuk memilih sebuah kacamata yang kita sukai. Kita belajar lebih banyak dari orang yang berbeda pendapat daripada orang yang selalu sependapat dengan kita. Tugas kita adalah mencari keuntungan dari setiap perbedaan. Jika kita melakukannya, kita akan menjadi manusia yang sejati.

Jika Tuhan tidak menciptakan perbedaan, maka kita tak akan pernah belajar sesuatu. Perbedaan diciptakan agar kita berusaha lebih dalam mencintai sesama. Jika kalian membenci perbedaan, kalian sejatinya membenci seluruh manusia karna semua manusia diciptakan berbeda, tak ada yang sama bahkan anak kembar sekalipun.

Sama halnya denganku dan dirinya. Kami berbeda. Sangat. Bahkan, posisi kami saat ini sangat jauh. Aku yang hanya mampu duduk di tempat kesukaanku; dibawah pohon, seiring membiarkan lantunan musik menggema dikedua telingaku sambil mengunyah permen karet dan memandang ke arahnya yang terlihat melebarkan senyumannya dikelilingi gadis-gadis cantik yang datang berhambur padanya.

Aku terkekeh seorang diri, mengingat sosok apa diriku. Aku hanya seorang gadis kelas 3 menengah atas yang terlahir yatim piatu dan warisan seadanya, hoby memakan permen karet dimana pun aku berada. Aku juga seorang pecundang, karna mencintainya diam-diam dan hanya mampu memandangnya dari jarak jauh. Sementara pria itu, aku tak dapat berucap untuk menggambarkan sosoknya. Dia sempurna, meskipun aku tahu bahwa tak ada yang tak sempurna. Tetapi bagiku, dikedua mataku, Kim Taeyeon adalah sosok pria yang sempurna. Ia pria yang luar biasa, tinggal dirumah yang besar, diantar-jemput dengan sebuah mobil mewah dan..

β€œ Taeyeon-ah, kajja β€œ.

Dan seorang gadis cantik yang selalu berada disampingnya.

Aku menghela nafas dan mengalihkan pandanganku ke arah lain, rasanya suhu tubuhku meningkat panas saat melihat gadis itu menarik lengan Taeyeon dan menggandengnya berjalan disepanjang koridor kelas. Mereka terlihat bahagia, semua itu terlihat jelas dan selalu terekam didalam memori kepalaku.

Ingin rasanya aku mengungkapkan kata-kata yang bersumber dari perasaanku padanya, apalagi mengingat bahwa 2 tahun belakangan ini aku selalu satu kelas dengan Kim Taeyeon. Kami saling mengenal, saling menyapa dikala kami bertemu tetapi saat aku mengingat perbedaan yang terjadi padaku dan dirinya. Rasanya aku menciut dan lebih memilih menghindarinya sebaik mungkin. Aku pecundang, ya. Memang. Aku bodoh, katakan saja begitu karna aku tak mampu memanfaatkan peluang yang kudapatkan selama 2 tahun belakangan ini.

Sebenarnya bukan rahasia umum lagi jika Taeyeon dan gadis itu adalah sepasang kekasih. Dan aku bukan type pengganggu hubungan oranglain, hingga aku harus merebut Taeyeon dari gadis yang selalu berada disampingnya. Itu pula yang menjadi alasanku memilih duduk nyaman disini, memandangnya dari jauh daripada berdekatan dengannya dan memiliki maksud jahat untuk memutuskan hubungannya dengan gadis itu.

Kim Taeyeon dan Irene.

Keduanya sama-sama memiliki karakter tersendiri, yang gadis begitu anggun, yang pria begitu tampan serta berwibawa dan haruskah aku mengatakannya, jika mereka…. serasi.

Ugh! Rasanya ada beribu belati yang menusuk jantungku, hingga rasanya aku tak dapat bernafas dengan baik. Sudah sering batinku mengatakan bahwa aku harus menyerah untuk mendapatkan hatinya, tetapi apa daya melepasnya sama saja dengan aku yang membiarkan diri ini mati secara perlahan.

Menderita karna tak bisa melihat senyuman manisnya, tawanya, keramahannya dalam menyambut setiap orang yang berpapasan dengannya. Dorongan ingin memilikinya lebih kuat dibanding untuk menyerah. Aku yakin Tuhan maha adil, aku hanya perlu berjuang dan bersabar lebih lama lagi untuk mendapatkannya. Setidaknya, aku harus membuatnya melihat ke arahku terlebih dahulu dan itu cukup.. sulit.

Aku harus bersaing dengan gadis-gadis cantik disekelilingnya yang siap perang dan menendangku hingga aku tak dapat meraihnya. Ironis sekali. Aku bagai daun layu yang berguguran. Tak berharga dan tak ada yang akan memperdulikanku.

Dan saat ini, detik ini, aku beranjak berdiri. Mengepalkan kedua tangan ke udara dengan tekad yang gigih bahwa aku akan berjuang lebih baik lagi! Melepaskan predikat pecundangku untuk mendapatkan Kim Taeyeon!

 

Plakk!

 

β€œ Sshh.. β€œ. Aku menoleh saat merasakan tamparan yang cukup keras dikepalaku, memandangnya dengan kedua mata yang tajam. Sungguh sangat tidak sopan mengganggu ritual gadis yang tengah memantapkan tekadnya untuk mendapatkan sesuatu yang telah menjadi bagian dalam impiannya.

β€œ Aku mencarimu kemana-mana, ternyata kau disini! Dan kau terlihat bodoh dengan kepalan kedua tanganmu diudara, Fany-ah β€œ

β€œ Aishh.. Lee soonkyu! β€œ. Aku mendengus kesal karna sahabatku ini benar-benar, ugh!

β€œ Yah! Sunny, Lee sunny! β€œ. Koreksinya, sejak ia lahir, ia tak menyukai nama koreanya. Itu katanya. Aku bahkan tidak mengerti jalan pikirannya tentang nama yang ia dapatkan dari kehendak orangtuanya.

β€œ I dont care! β€œ. Aku melangkahkan kedua kakiku, berjalan selangkah lebih dulu dibandingnya yang terlihat kesulitan untuk menyamakan langkahnya denganku. Siapa suruh kakinya pendek, itu membuatnya susah.

β€œ Kau memandangnya dari jarak jauh lagi, Fany-ah? β€œ. Sekejap, aku menghentikan langkahku dan menatapnya. Gadis itu mencoba menggodaku dengan seringaian nakalnya, oh tidak! Setelah ini, aku pasti akan menemukan aegyo diwajahnya.

β€œ Aku akan mengunci kepalamu diketiakku, jika kau tak berhenti menggodaku β€œ

Ia tertawa, β€œ Kau pikir aku takut? Lagipula, ketiakmu harum–.. β€œ. Ia tak melanjutkan kalimatnya, ketika aku semakin menajamkan kedua mataku seolah tak lama lagi aku akan membakarnya hidup-hidup. β€œ Arrasseo, arrasseo.. karna mengingat sebentar lagi bel mata pelajaran pertama akan dimulai, aku akan berhenti menggodamu β€œ ujarnya seiring menarik lenganku.

β€œ Tetapi kau sangat lucu setiap aku menyinggung-nyinggung soal Kim Taeyeon, Fany-ah! β€œ

β€œ Yah, Soonkyu! β€œ

β€œ Aaaaaaaahhhh.. arra, arraaa.. β€œ. Dia berlari terbirit-birit, meninggalkanku dibelakangnya dengan wajah yang memerah.

Ahh.. jeongmal! Gadis itu selalu tahu cara menggodaku.

.

.

β€œ Hai, Tiffany β€œ. Aku tersenyum kaku saat Taeyeon menyapaku disaat aku melewati bangkunya dipaling depan, lalu aku berusaha untuk terus berjalan melewatinya untuk sampai bangkuku dipaling belakang tetapi entah mengapa rasanya kedua kakiku ini terasa membeku. Hingga tak lama kemudian, aku merasa tubuhku tertarik ke belakang.

β€œ Fany-ah.. β€œ. Aku menoleh ke sumber suara dan menemukan tangan Taeyeon menarik lenganku, berkali-kali aku memandang ke arah tangannya ditanganku dan menatap wajahnya. Darahku seolah berdesir, semilir angin tiba-tiba menerpa kami dan membuat effect yang luar biasa pada Taeyeon. Wajah tampannya terlihat sangat bercahaya. Oh, Tuhan! Aku bagai melihat tokoh drama-drama ditelevisi yang sering kutonton bersama dengan Sunny.

β€œ Fany-ah! β€œ

Seketika, aku kembali tersadar dengan apa yang sedang kuhadapi sekarang. Kulihat sepertinya Taeyeon kebingungan dengan sikapku karna perlahan dahinya mengerut dalam.

β€œ Gwenchana? β€œ tanyanya dengan nada yang terdengar khawatir. Apa aku baru saja mendengar seperti itu? Kedua telingaku tidak salah tangkap β€˜kan?

β€œ Eh? N-ne, aku tak apa. Apa ada sesuatu yang ingin kau katakan? β€œ tanyaku terbata-bata, lalu aku melihat ia menghela nafas dan senyuman kembali merekah lebar diwajahnya.

β€œ Sepulang sekolah nanti kita akan bertemu lagi β€˜kan? β€œ

Kini giliranku yang mengerutkan dahi bingung, kapan kami membuat sebuah janji untuk bertemu lagi? Apa pertemuan sepulang sekolah nanti adalah sebuah kencan? Oh, tidak mungkin. Itu pasti hanya sebuah harapanku saja.

β€œ A-apa yang kau katakan? Apa kita memiliki janji untuk i itu? β€œ

β€œ Bukankah kau masuk ke club baseball? Sepulang sekolah nanti adalah jadwal latihan club baseball dan kau tidak lupa β€˜kan, jika aku salah satu pemain disana β€œ ujarnya yang langsung membuatku merasa mendengar ledakan petir tepat diatas kepalaku.

Aku baru ingat, karna paksaan dari Sunny untuk ikut dalam ekstrakulikuler disekolah. Aku terpaksa memilih satu club dari sekian ekstrakulikuler secara acak dan aku tak menyangka bahwa ternyata Kim Taeyeon adalah pemain club tersebut.

Aku memang pengagum rahasia Taeyeon, aku mengetahui semua yang Taeyeon lakukan. Tetapi saat itu, entah mengapa aku seolah melupakan di club mana Taeyeon bergabung. Jika kami satu club, apa artinya semua ini? Takdir? Atau peluang?

β€œ Fany-ah β€œ panggilnya lagi yang membuatku kembali tersadar, β€œ Kau melamun lagi, jadi? β€œ

β€œ J jadi? Aahh.. aku akan datang, n-ne.. kita akan bertemu lagi β€œ

β€œ Kalau begitu sampai jumpa nanti! β€œ. Ia berseru girang sambil melambaikan tangannya dihadapanku, sementara aku masih tak mampu mengungkapkan apa-apa melihat betapa tampan dan lucunya pria itu.

Tak lama kemudian, guru datang dan pelajaran dimulai.

Seperti biasa aku duduk dibangku belakang dekat jendela, disisi kananku Sunny terlihat mencoret-coret sesuatu dibukunya. Hampir sebagian kelas ini tidak memperhatikan apa yang guru sampaikan, termasuk aku yang sibuk memandang sosok Taeyeon dari belakang. Pria itu terlihat menundukkan kepalanya, seperti tengah menyibukkan diri dengan sesuatu. Aku tak tahu karna aku hanya melihatnya dari belakang.

Inilah aktivitasku setiap harinya didalam kelas. Masuk saat bel berbunyi, duduk dibangku kesukaanku dan sepanjang pelajaran aku hanya memandangnya sambil sesekali tersenyum saat menemukan sesuatu yang lucu terjadi padanya. Tak sekalipun guru menegurku mengingat tak hanya aku yang seperti ini dan siswa dikelasku pun tak sedikit, jadi mungkin sang guru memaklumiku yang tengah dimabuk asmara oleh Kim Taeyeon.

Hingga bel pulang sekolah berbunyi, kami semua spontan berdiri memberikan salam pada sang guru dan bergegas pulang. Tapi, aku teringat akan kata-kata Taeyeon sebelumnya bahwa ada jadwal latihan baseball setelah ini. Maka dari itu, aku segera balik kanan dan berjalan menuju ruang loker olahraga. Sunny sudah pulang lebih dulu mengingat bahwa ia memiliki setumpuk pekerjaan bersama ayahnya yang konglomerat, itulah satu perbedaan lagi yang terjadi dalam persahabatan kami.

Sunny sudah terlahir dari keluarga konglomerat, sementara aku tidak. Tetapi itu semua tak jadi masalah untuk kami, bahkan Mr Lee sudah menganggapku seperti anaknya sendiri. Itu suatu keberuntungan bagiku ditengah-tengah kesederhanaannya kehidupanku.

Aku segera mengganti pakaianku dan bergegas turun ke lapangan, melihat sudah banyak siswa yang hadir disana. Bahkan, sebagian orang sudah mulai latihan dan bermain dengan yang lain.

β€œ Sampai kapan kau akan berdiri disini, Fany-ah? β€œ. Aku menoleh ke sumber suara dan menemukan sosok Taeyeon yang sudah berdiri disampingku sambil tersenyum. Kedua matanya memandang lurus ke depan, lalu detik selanjutnya beralih memandangku sambil membenarkan letak topinya. Pria ini tak hanya tampan, tetapi jika dilihat-lihat, Kim Taeyeon memiliki tampang cute juga seperti anak menengah pertama hehe…

β€œ Heyy! Apa kau benar-benar tak apa? β€œ. Kali ini, aku merasakan kedua tangan Taeyeon berada dibahuku. Memutar tubuhku hingga kami saling berhadapan dan berpandangan.

β€œ Aku tak apa, hanya sedikit bingung β€œ ujarku karna tak tahu harus berkata apa dengan jarak kami yang begitu dekat ini

β€œ Apa yang kau pikirkan? β€œ

β€œ Aku hanya tak tahu bagaimana cara bermain b b baseball β€œ. Kali ini aku berucap jujur karna pada dasarnya, aku sama sekali tidak mengetahui bagaimana cara bermain baseball. Sementara Taeyeon, dia adalah ketua club ini. Sudah jelas, ia pasti ahli bermain olahraga ini.

Ia tersenyum manis, β€œ Kau tak usah khawatir, aku akan membantumu. Kau hanya perlu percaya padaku, kau bisa β€˜kan? β€œ

Aku menganggukkan kepala pelan.

β€œ Taeyeon-ah! β€œ. Sekejap, aku memejamkan kedua mataku saat mendengar suara panggilan itu lagi. Suara Irene yang berhasil mengganggu momentku dengan Taeyeon.

Kulihat, Taeyeon tak lagi mendekatkan wajahnya untuk melihat wajahku. Ia menoleh ke sumber suara dan melambaikan satu tangannya ke udara sambil tersenyum.

Membuatku berpikir, apakah Irene benar-benar membuatnya bahagia, huh? Kim Taeyeon, katakan sesuatu untuk perasaanku yang semakin tumbuh untukmu.

 

 

β€œ Nah, kau bisa memegangnya seperti ini β€œ ujarnya sambil memperlihatkan bagaimana cara ia memegang tongkat baseball dihadapanku. Sudah 5 menit yang lalu, kami memulai latihan. Setiap senior memegang satu junior untuk dilatih dan aku yang baru saja masuk saat ini terpaksa harus dilatih dengan baik.

Sesuai dengan kata-katanya, Taeyeon melatihku. Ia memberikan pengarahan yang baik dan mudah kupahami, sesekali aku melirik ke arah para junior yang terlihat iri dengan apa yang kudapatkan dari Taeyeon. Taeyeon begitu sabar melatihku, ia tak pernah memperlihatkan emosi kesalnya jika aku selalu melakukan kesalahan yang sama.

β€œ M maafkan aku β€œ ucapku terbata-bata, ia menatapku dan tersenyum manis.

β€œ Tak apa, aku tahu kau sedang berusaha untuk tidak melakukan kesalahan lagi. Lagipula, kau baru β€˜kan. Jadi tak usah khawatir β€œ ujarnya, β€œ Kita berlatih lagi ya? β€œ

Aku mengangguk mantap dan perlahan melebarkan kedua sudut bibirku diwajah. Taeyeon kembali melatihku bagaimana mengayunkan tongkatnya ke udara sehingga aku dapat memukul bolanya, distep ini aku selalu melakukan kesalahan terus menerus hingga bola yang terlempar ke arahku hampir saja mendarat diwajahku jika Taeyeon tak memukul bola itu untukku.

β€œ Jja, seperti ini. Coba lemparkan lagi bolanya Dongwook! β€œ pintanya seiring memposisikan tubuhnya dibelakang tubuhku, menarik tubuhku untuk menghimpit ditubuhnya.

Tubuhnya yang begitu gagah mendekapku membuatku merasa nyaman. Tak lama kemudian, ia menggenggam kedua tanganku yang memegang tongkat baseball hingga kurasakan degup jantungku tak lagi seirama.

Dugeun dugeun dugeun..

Dongwook pun melemparkan bolanya ke arah kami.

β€œ Perhatikan bola itu baik-baik dan pastikan kau bisa memukulnya dengan keras β€œ ujarnya ditelingaku.

Aku mengangguk mantap seiring memicingkan kedua mataku, gerak bola itu terasa sangat lambat hingga aku dapat merasakan suhu tubuh Taeyeon ditubuhku. Nghh.. perasaan apa ini, aku mohon jangan sampai suara degup jantung ini terdengar olehnya saking kami terlalu dekatnya.

 

Tang!!!

 

Dengan cepat, aku merasakan tanganku mengayun, memukul bola itu hingga keluar arena dan membuatku terdiam. Mengapa saat aku memukul bola, moment itu begitu cepat hingga akhirnya Taeyeon melepaskan kedua tangan dari tanganku dan bernafas lega.

β€œ Kita berhasil, Fany-ah! β€œ. Aku masih terdiam, sementara ia sudah mengepalkan kedua tangan ke udara dan melompat-lompat kegirangan. Riuh tepuk tangan terdengar dilapangan. Lalu mengapa sampai saat ini aku masih juga diam? Aku hanya kecewa, benar-benar kecewa karna momentku dengan Taeyeon berjalan begitu cepat tidak seperti lamanya bola itu bergerak ke arahku.

β€œ Apa aku memukulnya?? β€œ tanyaku datar

β€œ Tentu saja, kau melakukannya dengan baik. lihat! Mereka bahkan kesusahan menangkap bolanya haha.. β€œ ujarnya dan sekejap, aku merasakan apa yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya. β€œ Kerja yang bagus! β€œ. Taeyeon memelukku dan menepuk punggungku pelan, lalu ia melepaskan tubuhku dan menatapku sambil tersenyum.

β€œ Kau hanya perlu berlatih sesering mungkin, aku akan mengikutsertakan dirimu didalam lomba. Jadi berjuanglah! β€œ. Ia mengacak rambutku dengan seringaian dorknya, membuat wajahku panas dan sudah jelas pasti memerah.

***

Waktu berjalan begitu cepat, demi jam, menit, dan detik yang kuhabiskan hanya untuk memperhatikannya dari jauh terasa berjalan begitu saja. Seperti biasanya mulai dari aku bangun tidur, mempersiapkan diri, keluar rumah, pergi ke sekolah menggunakan sepeda pixie pink kesukaanku, aku seringkali berhenti sejenak beberapa blok dari flatku berada.

Kenapa?

Karna dari sinilah aktivitasku memperhatikan Kim Taeyeon bermula. Tempat tinggalnya denganku memang searah dan hanya berbeda beberapa blok saja.

Dari posisiku saat ini, aku dapat melihat sebuah mobil sudah siap didepan rumah mewah dilingkungan ini, hingga pintu gerbang itu terbuka dan memperlihatkan sosoknya dan… Irene. Mereka terlihat berpamitan pada seseorang, kemudian masuk ke dalam mobil tanpa melepaskan gandengan tangan gadis itu pada Taeyeon. Aku curiga bahwa selama ini mereka tinggal satu atap, karna jika itu terjadi apalah artinya aku selama ini yang mengharapkan seorang pangeran dari negeri dongeng itu.

Betapa irinya aku pada Irene karna bisa setiap saat memegang tangan Taeyeon yang kurasakan begitu lembut dan berotot, bahkan kejadian saat ia melatihku masih terngiang dikepalaku. Ahh.. begitu menyenangkannya berada dalam dekapan Kim Taeyeon, dada bidangnya begitu lapang dan hangat.

Apa aku terdengar berlebihan dan … pervert?

Sebaiknya aku bergegas berangkat sekolah, karna kulihat kendaraan yang membawa Taeyeon dan Irene sudah pergi melewatiku.

Kuayunkan kedua kakiku sekuat tenaga, tak peduli dengan jauhnya perjalanan yang kutempuh untuk mencapai sekolah tempatku menimba ilmu. Hanya dengan sepeda aku dapat mencapai sekolahku mengingat jarang sekali kendaraan umum yang lewat ke wilayah ini.

Hingga 30 menit kemudian, aku sampai di sekolah dan menemukan Sunny yang sudah berdiri didepan gedung sekolahan sambil tersenyum padaku. Aku turun dari sepeda dan menyimpannya ditempat yang sudah tersedia.

β€œ Morning, Sunny β€œ sapaku sambil tersenyum

β€œ Morning, Tiffany β€œ ucapnya yang terdengar ceria, sahabatku ini memang selalu ceria. β€œ Bagaimana latihan baseballmu? β€œ tanyanya seiring kami berjalan menyusuri koridor kelas.

β€œ Sudah banyak kemajuan, aku bahkan akan diikutsertakan dalam lomba nanti β€œ ungkapku yang membuatnya terkejut dan melompat-lompat kegirangan.

β€œ Jeongmal?? Semua ini berkat bantuan Kim Taeyeon β€˜kan? β€œ tanyanya berseru girang membuatku dengan cepat menutup mulutnya agar semua orang tak mengetahuinya, sudah cukup aku dipandang tak enak oleh junior di club. Aku tak ingin justru semua orang menatapku seolah ingin membunuhku.

β€œ Kecilkan suaramu, please β€œ. Sunny mengangguk mantap berkali-kali dan aku segera melepaskan tanganku dimulutnya, β€œ Dan ya, Taeyeon banyak membantuku. Aku sangat berterimakasih padanya β€œ ungkapku pelan

β€œ Lalu? β€œ tanyanya yang membuat aku menatapnya bingung

β€œ Lalu, apa? β€œ

β€œ Perasaanmu padanya? Kau sudah mengungkapkannya? β€œ tanyanya penasaran

β€œ Aku tak yakin, Sunny-ah β€œ ungkapku

β€œ Kenapa? β€œ

Sudah 5 hari aku ikut dalam latihan baseball bersama yang lain mengingat bahwa aku akan diikutsertakan dalam lomba, selama itu pula kedekatanku dengan Taeyeon berjalan semakin baik. Disaat istirahat sejenak, aku dan Taeyeon seringkali berbincang-bincang ringan. Ia sangat easy going dan enak diajak bicara, ia juga pria dengan selera humor yang tinggi sampai-sampai berhasil membuatku tertawa terpingkal-pingkal. Selama itu pula, para juniorku selalu memandangku tak enak dan saat aku merasakan hawa seperti itu Taeyeon seolah mengetahui isi didalam kepalaku.

β€œ Kau khawatir dengan mereka? β€œ tanyanya seiring menatapku yang duduk disisinya. Aku mengangguk pelan dan menggigit bibirku. β€œ Tenang saja, mereka tak akan menyakitimu karna aku ada disampingmu. Mereka hanya iri padamu karna bisa berbincang-bincang denganku β€œ

β€œ Lalu mengapa kau mau berbincang-bincang denganku, itu sangat tidak adil bagi mereka β€œ ungkapku dan entah mengapa justru membuatnya terkekeh

β€œ Aku tak membatasi siapapun yang ingin dekat denganku, Fany-ah. Aku akan dengan senang hati menerima topik apapun dari mereka, hanya saja sepertinya permasalahan yang ada bukan ada padaku tetapi mereka. Aku tak tahu, apa yang membuat mereka ragu untuk dekat denganku β€œ

β€œ Mungkin karna kau dan mereka berbeda, sama seperti aku dan dirimu β€œ gumamku

β€œ Apa? β€œ tanyanya yang membuatku terhenyak karna tak sadar bahwa Kim Taeyeon tengah berada disampingku.

β€œ Aniya, mungkin karna kau sudah memiliki seorang kekasih jadi mereka ragu untuk dekat denganmu β€œ ungkapku dengan spontan menutup mulutku. Aish, mengapa aku bisa ceroboh seperti ini.

β€œ O oh–.. β€œ

β€œ Kim Taeyeon β€œ panggil seseorang yang sekejap membuat kami menoleh ke sumber suara

β€œ Ya, Dongwook? β€œ tanya Taeyeon

β€œ Irene mencarimu β€œ jawabnya membuatku lemas. Lagi-lagi gadis itu.

Tak lama kemudian, Taeyeon beranjak berdiri dan menepuk bahuku.

β€œ Aku akan kembali lagi β€œ ujarnya. Aku mengangguk pelan dan membiarkan pria pujaanku berjalan menjauhiku untuk menghampiri seorang putri dari kerajaan lain.

Tetapi entah apa yang terjadi, hatiku sudah sakit melihatnya menghampiri seorang gadis dan mataku menkhianatiku yang terus memandang punggungnya hingga aku dapat melihat mereka yang berpelukan.

Bagaimana aku bisa mengungkapkan perasaanku ini padanya jika mereka memang sepasang kekasih.

β€œ Sekalipun mereka sepasang kekasih, Taeyeon tetap harus mengetahui isi perasaanmu padanya, Fany-ah. Jika tidak, itu justru membuatmu menderita β€œ ujar Sunny sambil mengelus punggungku lembut.

β€œ Hm, aku akan mencobanya β€œ

β€œ Itu bagus! β€œ

β€œ Fany-ah, good morning! β€œ. Aku menoleh ke sumber suara dan menemukan Taeyeon yang melambaikan tangannya ke arahku dan Sunny. β€œ Morning, Sunny β€œ

β€œ Morning, Taeng. Sebaiknya aku ke kelas duluan β€œ ujar Sunny yang seolah mengerti dengan memberikan waktu untuk kami

β€œ Bagaimana tidurmu semalam? Nyenyak? β€œ

β€œ Ne, bagaimana denganmu, Taeyeon? β€œ

β€œ Mungkin karna aku lelah, tidurku nyenyak sekali β€œ ungkapnya girang, aku tersenyum lebar melihat betapa bahagianya pria itu pagi ini. β€œ Ohh.. jangan lupa, sepulang sekolah nanti latihan lagi β€œ

β€œ Tentu saja! Aku tak akan membawa team kita kalah dipertandingan nanti β€œ kataku yang tertular semangatnya

β€œ Itu bagus! Dan siang nanti, apakah kau mau makan siang denganku, Fany-ah?? β€œ

β€œ N ne?? β€œ. Aku terhenyak begitu mendengar ajakannya untuk makan siang bersama, apa ini artinya??

β€œ Ayolah.. kita ini teman, kita harus sering-sering menghabiskan waktu bersama untuk kekompakan kita dipertandingan nanti β€œ

β€œ B b baiklah β€œ.

Ingat! Kita ini teman, teman, teman, teman.. satu kata itu terus berputar dikepalaku. Apalah aku ini hanya seorang teman baginya jadi jangan berharap, Tiffany.

 

 

Sudah waktunya jam makan siang, semua siswa berkumpul disatu kantin dan selama aku sampai dikantin dengan duduk disamping Taeyeon semua siswa memperhatikanku. Mereka membicarakanku dengan Taeyeon hingga suara didalam kantin ini seperti sebuah sengatan lebah yang riuh.

β€œ Aku tak menyangka bahwa kau membawa bekal makan siang β€œ ujarnya sambil melihat isi didalam kotak makananku.

β€œ Ya, aku seringkali membawa makan siangku sendiri dan–.. β€œ

β€œ Duduk dibawah pohon taman sekolah, kan? β€œ

β€œ Bagaimana kau tahu? β€œ

β€œ Itu terlihat dari sini β€œ ujarnya sambil menunjuk jendela bening dihadapanku.

Aku terdiam, itu artinya selama aku memandangnya dari bawah pohon sambil memakan makan siangku, ia melihatku?? Tidak mungkin! Aku akan malu jika itu terjadi!

β€œ Apa aku boleh mencoba makan siangmu? Sepertinya lebih enak dibanding makanan ini β€œ ucapnya menyadarkanku.

β€œ Silahkan β€œ. Aku menyodorkan kotak makananku padanya, lalu dengan seringaian kebahagiaan ia mengambil satu kimbab dari kota makananku dan melahapnya.

β€œ Ini enak, cobalah makananku β€œ. Ia mengambil satu dimsum dari piringnya dan menyodorkannya ke depan mulutku, apa ia baru saja mencoba menyuapiku? Apa aku tak salah lihat?

β€œ Ayo, katakan aaa~ β€œ. Dengan ragu, aku melahap makanan darinya dan kurasakan wajahku memanas.

Ya Tuhan, adegan ini adalah sebagian mimpi dan harapanku dengannya.

β€œ Chankman, nah.. β€œ. Ia menghapus sisa makanan disetiap sisi bibirku dengan tissue lembut seiring tersenyum manis, lalu Taeyeon mengelus kepalaku.

Aku tak pernah membayangkan, jika aku akan mendapatkan perlakuan yang baik dari pria dihadapanku ini. Aku tak salah mencintai orang karna Taeyeon adalah pria yang cukup romantis dan seringkali menolong sesama.

Tapi semua harapan untuk memilikinya tak berlangsung lama hinggap dalam diriku. Karna disaat aku memiliki kesempatan berdua dengannya disuatu malam setelah aku selesai bekerja part timeβ€”disaat itu pula aku datang ke tempat dimana kami akan bertemu dan menemukan Taeyeon mencium Irene.

Hujan yang sebelumnya turun rintik-rintik, kini membawa rombongannya mendarat dibumi. Hujan turun dengan deras, membasahi tubuhku yang memandang mereka dari jarak yang terbilang hanya beberapa langkah lagi untuk dapat berdiri didepan Taeyeon. Aku sudah sangat bahagia memiliki kesempatan untuk mengungkapkan perasaanku, melihat kedekatan kami selama ini begitu mengandung arti yang sangat dalam hingga aku berharap lebih padanya. Tetapi apa yang kulihat didepanku ini telah melukai hatiku.

Tanpa sadar, air mataku mengalir dari pelupuk mata. Tercampur dengan air hujan yang terus turun membasahi bumi. Aku tak kuasa lagi untuk melihat adegan dramatis didepanku, sehingga aku segera membalikkan tubuh dan pergi meninggalkan mereka. Berjalan menuntun sepeda sepanjang jalan dikeheningan malam yang mencekam.

Memandang tenangnya air laut disisi kiriku sampai aku menemukan sebuah taman yang sunyi. Aku memutuskan untuk duduk disatu bangku dan terdiam memutar memori yang kulihat sebelumnya. Taeyeon mencium Irene.

Sejak awal aku sudah berharap banyak pada pria itu, seharusnya aku menyerah saja tetapi apa daya, aku masih penasaran dengan hubungan mereka dan menganggap bahwa mereka hanya sekedar teman atau sahabat meskipun pada kenyataannya semua orang tahu bahwa Taeyeon memiliki hubungan khusus dengan Irene.

Air mata kembali mengalir dari pelupuk mataku, aku terisak, mencoba menghapus air mata yang tak kunjung berhenti hingga tanpa sadar seseorang telah duduk disatu bangku denganku.

β€œ Rupanya taman ini terasa cukup sunyi jika dimalam hari, berbeda sekali jika disore hari β€œ ungkapnya dan aku tak peduli. Aku masih sibuk menata serpihan hati yang telah pecah karnanya.

β€œ Apakah kau pernah merasakan jadi seseorang yang merasa terbatasi ruang dan waktunya? Ia memiliki hidupnya sendiri, tetapi seseorang seolah menghalangi jalannya. β€œ

β€œ Tolong jangan ganggu aku, aku ingin sendiri β€œ ungkapku karna sungguh, kehadirannya itu justru telah mengusik ketenanganku

β€œ Aku hanya ingin menceritakan kisah seseorang yang memiliki cinta idamannya, tetapi orang itu tak dapat meraihnya karna seseorang menghalangi jalannya β€œ

β€œ Aku tak peduli! β€œ. Tak sengaja aku membentaknya dan menatapnya tajam, tetapi dikegelapan malam itu aku sama sekali tak mampu melihat wajahnya. Dedaunan dan pohon yang menjulang tinggi disekitar menghalangi sinar rembulan dimalam hari. Apalagi dengan kepalanya yang tertutup oleh topi hoddie miliknya.

β€œ Tetapi dengan begitu kau mampu memahami apa yang sebenarnya terjadi, Fany-ah β€œ

Aku terhenyak begitu mendengar ia memanggilku, ia tahu namaku.

β€œ Siapa kau? β€œ tanyaku

β€œ Aku adalah tokoh kisah yang ingin aku ceritakan padamu, maukah kau mendengar kisahku? Aku janji, aku akan memberitahumu siapa aku sebenarnya β€œ

Aku terdiam. Ingin rasanya aku mengabaikannya dan pergi begitu saja dari sini, tetapi sesuatu dalam diriku berkhianat. Aku tak bisa menolaknya karna sepertinya orang ini tak memiliki siapapun untuk bercerita, dari suaranya ia seperti tengah dilanda kesedihan yang mendalam sama sepertiku.

β€œ Biar kusimpulkan, jika kau menyetujui untuk mendengar kisahku ”

Baiklah, aku tak dapat berbuat banyak selain mendengarnya bicara. Semoga aku dapat mengendalikan perasaanku ini untuk tidak lagi mengingat memori tentang Taeyeon dan Irene.

β€œ Aku adalah orang yang masih berstatus lajang, tak ada yang mengikatku. Aku terlahir dari keluarga sederhana, ibuku bekerja menjadi seorang assistant rumah tangga disalah satu kediaman diwilayah ini. Aku seringkali membantu ibuku bekerja selepas pulang sekolah dan pulang ke rumah dilarut malam. Selama ibuku bekerja dirumah majikannya, aku seringkali diminta untuk menemani anak semata wayang mereka. hingga kami beranjak dewasa, hubungan kami semakin dekat. Aku sudah menganggapnya sebagai sahabat sekaligus adik karna umurku lebih tua darinya dan satu-satunya anak dari ibuku. Tetapi tidak dengannya, aku tahu sahabatku ini memiliki perasaan yang lebih dari sekedar sahabat untukku. Ia sering mengungkapkannya, tetapi aku selalu menolaknya dan mengatakan bahwa aku hanya ingin kami menjadi seorang sahabat. Sampai akhirnya ia bilang tak masalah asal ia bisa terus berada disampingku dan sejak saat itu, kami semakin dekat bagai lem. Itu menguntungkan baginya, tetapi tidak denganku. Aku merasa menjadi pihak yang dirugikan karna pandangan orang padaku bahwa aku adalah kekasihnya, aku bahkan memiliki seseorang yang sudah lama kucintai tetapi karna kedekatanku dengan sahabatku membuatku dengannya berjarak. Ak–.. β€œ

β€œ Chankman, mengapa rasanya aku tak asing mendengar suaramu β€œ ungkapku yang baru tersadar setelah membiarkan orang disampingku berkicau, suaranya sangat familiar, seperti.. jangan bilang!

β€œ K k kim T t Taeyeon?? β€œ ucapku sambil menatapnya

β€œ Ne, ini aku β€œ ujarnya seiring menurunkan topi hoddienya dan saat ini aku bisa melihatnya. Melihat paras tampannya yang bercahaya dengan sinar rembulan seadanya.

β€œ B b bagaimana kau bisa–.. β€œ

β€œ Aku mengikutimu, aku selalu mengawasimu dari jarak jauh, Fany-ah β€œ

β€œ Tapi kau baru saja–.. β€œ

β€œ Maafkan aku karna telah membuatmu salah faham. Aku tahu bahwa sebelumnya kau datang ke taman dekat dengan tempatmu bekerja, maafkan aku karna kau harus melihat–.. β€œ

β€œ Jangan kau teruskan lagi, Taeyeon-ah β€œ. Rasanya aku ingin menangis lagi, bagaimana mungkin ini bisa terjadi?

β€œ Kau harus mengetahuinya bahwa apa yang terjadi ditaman sebelumnya hanya salah faham saja β€œ

β€œ Kenapa? Kenapa aku harus mengetahuinya? β€œ tanyaku dengan sedikit emosi

β€œ Karna aku tak ingin orang yang kucintai pergi meninggalkanku β€œ

Aku terdiam. Tak percaya dengan apa yang kudengar dengan kedua telingaku, aku tak ingin berharap banyak jika orang yang ternyata dicintainya adalah aku. Tolong hentikan itu sekarang dalam pikiranku, hatiku telah hancur berkeping-keping. Jangan buat aku berharap lagi, Tuhan.

β€œ Gadis yang kucintai adalah kau, Tiffany Hwang β€œ ucapnya, kali ini terdengar sangat jelas bersama dengan namaku. β€œ Aku sudah lama memperhatikanmu, aku tahu jika kau adalah gadis penjual susu segar setiap pagi menggunakan sepeda pixie pinkmu, kau sangat menyukai pink. Kau suka sekali mengunyah permen karet, kau selalu memperhatikanku dibawah pohon taman sekolah. Tanpa sadar selama kau memperhatikanku, aku pun memperhatikanmu, Fany-ah. Percaya padaku. β€œ

Aku memandangnya, menatap kedua matanya dalam. β€œ Lalu Irene? β€œ tanyaku ragu

β€œ Kami hanya bersahabat dan soal kejadian ditaman sebelumnya, sebenarnya aku hanya sedang mengobati luka dipipinya karna ia terjatuh saat aku mencoba melarikan diri dari kejarannya. Kau tahu, ia ingin sekali ikut denganku untuk bertemu denganmu ditaman. β€œ

Kurasakan, kedua mataku memanas. Aku ingin menangis. Menangis bahagia karna mendengar kenyataan sesungguhnya.

β€œ K k kau bisa mengajaknya β€œ ucapku setengah tak rela

β€œ Aku tak akan mengajaknya, aku tahu apa yang kau rasakan. Aku juga ingin mengatakan sesuatu yang penting padamu β€œ

β€œ Apa? β€œ

β€œ Aku mencintaimu β€œ

Aku terkekeh mendengarnya, tak mungkin. β€œ Kau sedang bercanda denganku?? β€œ

β€œ Apa aku terdengar seperti itu? β€œ tanyanya dengan intonasi yang terdengar serius.

β€œ Aku tak percay–.. β€œ

Kedua mataku membelalak saat merasakan sebuah benda lunak mendarat dibibirku, Kim Taeyeon menciumku membuat kedua pipiku merona ditengah kegelapan malam. A a aku tak kuasa mendengar degup jantungku yang berdegup kencang dan sepertinya aku mendengar suara degup jantung yang lain lagi. Suara itu sama sepertiku dan berasal darinya.

Tak banyak kata yang mampu kudeskripsikan tentang perasaan apa yang kurasakan saat ini, hanya satu kata. Bahagia.

Tak lama kemudian, aku memejamkan kedua mataku. Menikmati lumatan lembut dibibir yang membuatku mabuk kepayang seiring dirinya yang semakin menekan tengkuk leherku untuk memperdalam ciuman kami. Setelah beberapa menit saling bercumbu, akhirnya kami mengakhiri semuanya dengan saling bertatapan dalam.

β€œ Kau bisa mempercayaiku, kan? β€œ. Kulihat dikedua matanya tak ada keraguan didalamnya, ia tulus mencintaiku dan terlihat berharap bahwa aku mempercayai perasaannya. β€œ Maafkan aku karna membuatmu menderita selama ini β€œ sambungnya seiring menghapus air mata yang tanpa sadar kembali mengalir dari pelupuk mataku. Katakan saja, jika aku cengeng karna aku tak peduli.

Air mataku ini sesuai dengan usahaku selama ini untuk mendapatkan Taeyeon. Aku harus bertahan mati-matian dalam kecemburuan, aku harus bertahan begitu memori dipikiranku mengulang apa yang Taeyeon lakukan dengan Irene. Saling berpelukan, bercanda tawa dan aku tak bisa mengatakan yang lain lagi.

Kemudian, kurasakan ia menghapus air mata dikedua pipiku dengan ibu jarinya.

β€œ Aku mencintaimu, Fany-ah β€œ ungkapnya sambil tersenyum dengan kedua mata yang terlihat berkaca-kaca, β€œ Will you be my girlfriend?? β€œ

 

 

β€œ Fany-ah β€œ panggilnya girang seiring mengayuh sepedaku dijalanan yang lenggang ini, sementara aku duduk didepannya. Bersandarkan dadanya yang bidang

β€œ Hm? β€œ

β€œ Gomawo karna telah menerima permintaanku untuk menjadi kekasihku β€œ

β€œ Kau senang? β€œ

β€œ Tentu saja, siapa yang tak senang memiliki kekasih yang cantik sepertimu. Aku sudah sangat mengagumimu sejak aku melihatmu mengunyah permen karet saat pertama kali mata pelajaran berlangsung disekolah β€œ ungkapnya sambil terkekeh.

Aku tak menyangka bahwa ia adalah stalker ulung yang pernah ada. Aku tak pernah menyangka dibalik ketidak pekaannya, actingnya yang seringkali membuatku cemburu pada setiap gadis didekatnya tersimpan perhatian yang besar untukku.

β€œ Kau tahu, banyak rintangan yang kulewati seorang diri untuk bertahan menunggumu melihat ke arahku, Kim Taeyeon β€œ

β€œ Termasuk tentang perbedaan? β€œ tanyanya. Aku mengangguk, sementara ia justru tertawa. β€œ Jika kau memang ingin men-stalk-ku, sebaiknya jangan setengah-setengah. Lagipula, aku pikir tidak semuanya kau tahu tentangku β€œ ujarnya yang membuat dahiku menyernyit

β€œ Apa maksudmu? β€œ tanyaku bingung sekilas melirik ke atas untuk menatap wajahnya yang berseri

β€œ Kau tidak tahu kan, jika tempat tinggalku yang sesungguhnya adalah di flat tepat disampingmu β€œ

β€œ Kau berbohong! β€œ

β€œ Aniya hahaha.. β€œ

β€œ Ahhh.. mengapa aku tidak pernah menyadarinyaaaa!! Pantas saja tetanggaku itu sangat aneh dan jarang terlihat, ternyata tetanggaku adalah kau! β€œ. Aku mengayun-ayunkan kedua kakiku yang menggantung, membuat sepeda yang kami tumpangi bergoyang hingga Taeyeon perlu menyembangkannya dengan susah payah.

β€œ Yah, yah yah!! kita bisa terjatuh! β€œ

β€œ Jika aku tahu sejak awal, aku tak harus merasakan betapa hancurnya hatiku β€œ ungkapku pelan

β€œ Kau tenang saja, karna aku akan membuatkan hati yang baru untukmu. Untuk perjalanan kisah cinta kita yang baru saja akan dimulai β€œ ucapnya yang berhasil membuat hatiku berbunga-bunga.

 

Kita memang diciptakan dengan bentuk yang berbeda. Tapi kita juga diciptakan dengan potensi yang sama, sehingga derajat kita menjadi sejajar. Kehidupan tak akan seindah sekarang jika manusia hanya mampu melihat satu jenis warna. Jika manusia hanya 1 ras, satu warna kulit, bentuk muka yang sejenis, maka kehidupan akan menjadi tidak menarik lagi. Dan dengan perbedaan yang mengangkat derajat kita menjadi sejajar, aku mendapatkannya. Mendapatkan sosok Tiffany Hwang yang sudah lama kucintai.

– Kim Taeyeon –

Β 

Sejatinya tak ada yang merugikan dari sebuah perbedaan, yang ada hanyalah keuntungan yang bisa dipetik, jika kita mau merenunginya. Tidak ada yang salah dengan perbedaan. Yang bermasalah adalah keegoisan kita dalam memandang perbedaan. Sementara, pelajaran yang hanya kuambil dari apa yang kudapat darinya yaitu, β€˜Jika aku ingin men-stalk-nya, jangan setengah-setengah’ karna jika aku sudah mengetahui semua tentangnya, sebuah perbedaan tidak akan membuatku menghindarinya.

– Tiffany Hwang –

END

 

Author’s notes:

Ketawa gaje kekeke.. fanfict macam apa ini! haha..

Well, tujuan adanya fanfict ini cuman ingin mengingatkan lagi tentang sebuah perbedaan. Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kata-kata perbedaan yang aku tuangkan didalam cerita ini, dan ini adalah salah satu fanfict request-an untuk Karina_Riyu.

Sorry bang, gw gak bisa bikin fanfict sesuai keinginan lu yang romantis, sweet. Ugh! Itu jauh banget feelnya dari mood gw bikin fanfict ini, tapi gw cuman bisa bikin fanfict oneshoot ini dengan tema perbedaan. Jangan dilihat dari moment Taenynya yang minim dan gaje, tapi mungkin ada makna dibalik isi dalam fanfict ini.

70 comments

  1. Woooooo menyenangkan melihat TaeNy berbahagiaaaaaaaaπŸ˜„ *fangirling*
    sorry thor itu maksud judulnya “a difference” kali yah? sumpah plot twistnya bikin ngikik wkwkwk ternyata dia anak pembantu.. lanjut ^^

  2. whooa, author udh update lagi,, bgus thor ceritanya, gw bner2 kaget pas tau ternyata taeyeon itu anak pembantu xD .. o ya thor, ff one night nya kapan dilanjut ? gw smpe jamuran nungguinnya -_-

  3. ciyeee tippachan jualan susu ciyee susu apa tuh hayo/? *slapped*
    unyu dah thor ceritanya ;;)
    one night sama west javana sama atu nya lagi ditunggu ya thorrrr

  4. waahhh aku emang lebih nyaman baca ff yg buat kamu sendiri.. selain dr gaya bahasanya yg enak alurnya juga jelas ketimbang terjemahin ff orang lain

  5. akhirnya taeny happy ending….
    semuanya keren thor mulai tema,tulisan n gaya bhsanya bgus q suka….
    keep writing FAIGHTING….!!!
    WP yg stunya lgi juga dilanjutin donk thor…q lgi kngen jeti nich…

  6. Wooo kerenn thorrr wkwkwkw
    Akhirnya happy endingg seneng liat nyaa
    Ternyata tae anak pembantu yaampun
    Fany kasian di tipu juga hahaha pdhl tae sma irene cuman sahabat
    Lagi thor crita kek gni hahahaaa
    Lanjut

  7. Waaaaah stand applause buat thor F bener2 ngikutin alurnya tuh benr2 banyak makna yg di dapet klo di pahami..
    Apalagi castnya taeny makiin mantap..
    Kirain bner taeng tuh horang kayah ternyata wekwew daah.. Dan sama stalker mau pany ataupun taeng..

  8. yakin gue tertipu sama cerita di awal
    kirain irene beneran pacarnya tae
    seneng bgt liat taeny bersatu
    jadi ikut bahagia,,hahaha….

  9. waah tae anak pembatu , n ternya tae uga suka fany dri awal hemm
    jd pda saling ngutit diem”wkwkwk
    taeny sllu manieeees

  10. Kerenn thor ceritanya..makin bagus loh penyampaian bahasanya,mudah dimengerti..ditunggu karya selanjutnya..yg one night kpn lanjutannya thor..tks…

  11. Ahh senangnya bayangin mereka bedua happy, btw tae ternyata anak pembantunya irene toh? uda mikir macem2 td dikira malah kembarannya irene haha.. oke kak fasya sebenernya klo kakak buat ni oneshotnya 3 taun yg lalu mungkin gw bisa ngerubah takdir gw ama doi yg gw demenin ya, malah curhat lol ditunggu karya2 lainnya, sukses skripsinya. anw, masih nunggu west javana juga nih ^^

    1. Hahaha.. g nyangka kan klo taeng anak assistant rmh tangga ortunya irene hahaha
      dan 3 tahun lalu *mikir* gw ngapain saat itu ya? yg jelas strange tulisan gw mesti msh ky anak SD yg baru bljr ngarang cerita hahahaha.
      Mksh yaaa dan be patient πŸ˜‰

  12. so sweet manis bingo keren bgt thor hahaha,,,
    suka dgn kata2 takdir atau peluang!!keren
    fan u tuh kesekolah buat belajar tau bukan buat liatin taeyeon??aigoo segitu cinta nya kah fan u ma taeyeon??
    ia bnr fan u berlebihan dan pervert haha
    keren thor sering2 ya bikin bgni genben sweet taeny
    sad angst juga boleh tp happy ending
    one night always d tunggu thor gomawooo

  13. Ternyata taeng sama kaya pany, anak orang yg tk punya
    mement taeny biar dikit to gw suka banget, ternyata taeny suka memperhatikan satu sama lain

  14. Ka.. Kta siapa ini aneh bin geje,, ngga ini sweet buangettt.. Beneran loh ini mh,, gue selalu suka sama cerita yg ringan tpi makna nya itu loh dalemm.. Kerenn.. ^^
    Di awal uddh aga was” kalo bakalan terjadi drama,, eh.. Ternyata Tae ama Irene cman sahabatan.. Fany nya jga sih kalo nge-stalk jgn setengah” .. Hehehe
    Semangat terus ^_^

    1. Kata gw pan hahahahahaha… abis dsni lbh byk mendeskripsikan keadaan, perasaan tiffany. Moment taenynya seupil hahaha..
      syukurlah klo trnyata berkesan yee, mksh jg udh sering mampir dan commnt πŸ˜„

  15. Awalnya aku kira bakal kayak cinta cowok kaya – cewek miskin macem didrama… eh… ternyata…πŸ˜€
    Dan maknanya “nyes” banget, thorπŸ™‚ Jadi, ditunggu ff lainnya ya thor… Tetep semangat!πŸ˜€

  16. awalnya di kira emg taeyeon ank org kya tapi engga nyangka ternyata ank pembantu, sweet ko thor ini ceritanya taeny

  17. Yahooo, bahagia itu sederhana dengan ngeliat taeny moment atau taeny ketawa bareng2 itu udah sebuah kebahagian buat gue eaaa wkwkwk *lebay

    Suka sama jalan cerita dari fanfict ini. Ternyata taeng yg selama ini dikagumin fany malah ngekagumin fany juga ahayyy. Perbedaan itu indah ternyata…sweetaeny❀

  18. Aku malah suka banget lho cerita yang seperti ini! Tidak super romantis memang, tapi wajar. Sy sebenarnya agak bosan melihat kisah cinta orang kyaXmiskin kayakXkaya, padahal dunia kan gak semanis itu. Pas baca ini kerasa feelnya karena tae buka org kaya, begitupun Fany, dan mereka bersatu, itu wajar dan penuh perjuangan! Aku suka sekali inii!!

  19. wah,.. jujurnya awalnya bingung gitu pas bacanya thor.. apa otak gua yg lagi eror yh… btw, gue seneng baget,. akhirnya taeny jadian..
    tp satu yg gue penasaran bgt,.. irene siapa sih thor,.. jangan marah yh,.. jangan2 nama maya autjor yh,.. ya kepikiran bg riyu aja yg sering masukan namaya di ff bikininnya,.. jawab ya thor.. thnks…

  20. Aaakkk ini udah so sweet loh thor, keren TaeNy nya, banyak moment yg tak disangka dan banyak maknanya, ngefeel bgt thor… ditunggu karya lainnya~

  21. Cieeeee cieeeee yg ternyata saling menyukai satu sama laiinnn,cieeeeee #toelTaeny.yaampun kalian cute banget d cerita ini,keyen thor.ceritanya ringan tp asyikkkk

  22. Trnyta taeng anak pmbantu toh..dan irene hanylah anak mjikannya..
    Fany smpek skit hati gtu liat irne ma taeyeon,,pdhal mrka kan cma shbtan..
    Dan trnyta taeyeon jga ska ma fany..tetanggaan lgi..hihihi
    sma2 ska men- stalk orng..:D

  23. Aaaaaaahhhhh ini sweetttt banget lah aaahhhhh arrrrrrrrrgggggghh *teriak gaje* muahahaha diabetes dah ah cinta sejati tak melihat perbedaan.. Dibalik perbedaan ada persamaan *apa ini*

  24. Fany emang gak bakat jadi stalker, hahaha.. stalker macam apa yg gak tau tentang targetnya, ckckck.. mungkin taeyeon terlalu pandai untuk bersembunyi.. ff ini tetap sweet kok..

  25. Tiffany penjual susu thor ?/
    Susu yah :v hahaha
    Ternyata tae anak pembantu toh ? :v
    Gua kra ank orng kya thor
    Gak sia2 panny jd stalker ya cintanya terbalskanπŸ™‚
    Oke lnjut yg lain ffnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s