Strangers Sympthon [1]

Stranger sympthon copy

Strangers Sympthon [1]

By: F

Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukai pairing dibawah tinggalkan ff ini. Dan diharapkan jika ingin copy paste, sertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!πŸ˜„

***

Β 

South Korea, 2020

Pagi hari yang cerah dimusim gugur, dedaunan yang jatuh dari pohonnya terlihat beterbangan seiring semilir angin yang berhembus membawa mereka mendarat dijalanan. Udara dimusim gugur kali ini cukup dingin, karena memang musim ini berdekatan dengan musim dingin. Para pejalan kaki terlihat hilir mudik dihadapanku. Berjalan seorang diri, maupun berpasangan. Ekspresi setiap orang yang melewatiku begitu beragam, ada yang sedih bagai seseorang yang baru saja putus cinta, ada yang bahagia bagai seseorang yang baru saja jatuh cinta, ada yang sedang menikmati hari libur dengan sang kekasih, sampai ada pula yang tengah bertengkar disini. Tepatnya di sebuah taman bermain.

Sayangnya, posisiku saat ini bukanlah di taman bermain itu. Melainkan, duduk nyaman disebuah bangku paling sudut didalam sebuah kedai coffee dengan jendela tembus pandang yang menyelimuti sekelilingnya. Aku seringkali datang kemari, bahkan hampir tiap hari hanya untuk merefreshkan pikiranku yang tak pernah berhenti berfikir. Kedai ini dekat sekali dengan universitas tempatku menuntut ilmu dan disalah satu jurusan disanalah aku mendapatkan ilmu. Specialist kedokteran.

Naega.. Lee Soonkyu Inmida.

Namun, karna cerita ini bermula dengan hadirnya sosok diriku bukan berarti cerita ini adalah tentangku. Justru, aku ingin membagi tentang sesuatu yang mungkin menarik untuk diketahui secara mendetail. Sekali lagi, cerita ini bukan tentangku, tetapi tentang seseorang yang sudah selama beberapa tahun ini tlah menjadi sosok yang sangat penting bagiku. Dia adalah T…

β€œ Sunny-ssi β€œ. Sejekap, lamunanku berhambur tak tentu arah saat menyadari bahwa seseorang memanggilku. Orang itu sudah berada dihadapanku dan kedua sudut bibirnya merekah lebar, ia melambaikan tangannya lalu duduk dihadapanku.

Terus terang, aku tidak seperti seseorang yang mampu melihat bagaimana attitude oranglain, maksudku, dari sekian orang didunia pasti ada saja orang yang mampu menilai seseorang dalam pertemuan pertama, bahkan dalam pertemuan itu seseorang bisa saja membaca pikirannya sehingga seseorang dapat menganalisis apakah orang itu adalah orang baik untuknya atau sebaliknya. Apa orang itu memiliki maksud tujuan yang jahat atau sebaliknya. Seperti itu kira-kira.

Hal seperti itu pasti selalu saja ada, kebanyakan orang yang seperti itu bermula dari ia yang selalu memperhatikan orang-orang yang dilihatnya. Ia tak banyak bicara, tetapi mata dan pikirannya bekerja keras. Ia bisa mengalisis sifat apa saja yang baik bahkan yang buruk sekalipun pada sosok itu.

Apa kalian takut dengan sosok yang mampu membaca pikiranmu, tak hanya itu, ia bahkan mengetahui semua yang ada pada dirimu. Otte? Bagiku, justru aku senang jika seseorang bisa mengetahuiku dengan baik. Sehingga orang itu mengetahui apa yang harus mereka lakukan dan tidak mereka lakukan dalam menghadapiku, namun tidak semua orang berlaku baik. Jika kau salah bergaul, maka kau bisa saja masuk dalam kubangan hitam yang tak pernah kau bayangkan.

β€œ Ohh.. Taeyeon-ssi, kau sudah datang? β€œ.

β€œ Ne, sejak kapan kau sudah ada disini? Apa aku terlambat? β€œ tanyanya yang terlihat menyesal

β€œ Aniya. Pada dasarnya, aku memang menyukai tempat ini. Jadi, lama atau tidaknya menunggumu, itu tak jadi masalah untukku. β€œ jawabku sambil tersenyum seiring kedua tanganku mendekap cup coffee milikku.

β€œ Jinja? Jadi, kau sudah lama menungguku? β€œ

β€œ Aniya! Geezz, Kim Taeyeon β€œ rengekku yang terdengar manja, membuatnya tertawa.

Kim Taeyeon. Dia adalah seorang gadis dari salah satu jurusan S-2 seni lukis di universitas yang sama denganku. Ia gadis muda yang sering disanjung banyak orang karna sifat, keterampilan, bakat dan kecerdasannya. Selain itu, ia adalah sahabatku. Pertemuan kami bermula saat aku dan dia sama-sama tengah melanjutkan studi S-1 diluar negeri, meskipun jurusan yang kami ambil berbeda tetapi dengan perbedaan lah Tuhan mempertemukan kami dan membuat kami menjadi lebih dekat. Terus terang, aku dan Taeyeon bukanlah berasal dari keluarga yang berada bahkan sejak kecil aku belum pernah melihat kedua orangtuaku. Aku berasal dari panti asuhan, sementara Taeyeon berasal dari keluarga sederhana yang beberapa tahun sebelumnya meninggalkannya karna sebuah kecelakaan laut.

Dan saat ini, aku membutuhkannya. Aku membutuhkan Kim Taeyeon agar aku dapat memulai kisahnya. Kisah menarik seperti apa yang kukatakan diatas sebelumnya.

β€œ Ini pesananmu, agashi β€œ

β€œ Gamsahamnida β€œ. Taeyeon berucap pada waiters seiring menganggukkan kepalanya, lalu perhatiannya beralih padaku. β€œ Jadi, apa yang sebenarnya ingin kau katakan? β€œ

β€œ Besok aku akan pergi ke Cali, maka dari itu aku butuh bantuanmu β€œ jawabku yang kemudian menyesap caramel machiato-ku

β€œ Cali?? Mengapa sangat mendadak? β€œ tanyanya dengan dahi yang mengkerut

β€œ Karna yang aku butuhkan selama ini berada disana, kau mungkin tak akan mengerti β€œ

β€œ Okay. Aku memang sama sekali tidak mengerti, jadi bisakah kau jelaskan tentang itu? β€œ

β€œ Aku akan menjelaskannya setelah kau setuju untuk membantuku dan ikut bersamaku β€œ

β€œ Oddiga? β€œ tanyanya penasaran. Bahkan yang sebelumnnya ia tengah bersandar santai dikursinya, seketika duduk tegak.

β€œ Kau akan mengetahuinya nanti β€œ jawabku santai dan membuatnya mengerang, itu sangat lucu. Mengepalkan kedua tangannya ke udara dengan mata yang terpejam, tak hanya itu, dahinya pun mengkerut. Gadis itu terlihat sangat gemas dengan jawaban kosong dariku.

β€œ Geurae~ lalu, apa yang bisa aku bantu? β€œ

β€œ Jadi kau bisa membantuku?? β€œ tanyaku antusias, lalu ia mengangguk pelan. β€œ Kalau begitu, kajja~ β€œ. Aku beranjak dari kursiku dengan cepat, mengabaikan kebingungan yang terlihat jelas diwajahnya.

Kurapikan barang-barangku, lalu menarik tangannya untuk keluar dari kedai. Awalnya dia panik dengan perlakuanku dan setelah aku menyadari tindakanku, buru-buru aku melepaskannya dan menyeringai seiring memperlihatkan aegyoku dihadapannya.

β€œ Ck.. jangan memamerkan aegyo itu didepanku! β€œ protesnya, tetapi aku tak peduli melainkan membalikkan tubuhku dan mencoba untuk melanjutkan langkahku yang sempat terhenti.

Tak lama kemudian, seseorang menghentikan langkah kami. Sosok itu berdiri didepanku dengan kedua tangan yang terbentang lebar.

β€œ Mwoya?? β€œ tanyaku kesal

β€œ Hyoyeon-ssi β€œ. Aku menoleh ke arah Taeyeon yang memanggil sosok itu

β€œ Ne, aku kesini karna aku membutuhkan alamat tempat tinggalmu, Sunny β€œ ujarnya yang berhasil membuat dahiku mengerut.

Kim Hyoyeon. Seorang gadis yang seumuran denganku dari salah satu jurusan programer di universitas yang sama denganku dan Taeyeon. Ia cukup terkenal karna keterampilan dan kecepatannya dalam menciptakan suatu programer yang sulit sekalipun, itu artinya Hyoyeon adalah gadis yang cerdas. Sayangnya, aku tidak terlalu mengenalnya seperti aku yang mengenal Taeyeon. Hyoyeon adalah gadis yang sangat menyebalkan, ia bahkan bisa menjadi rivalku sewaktu-waktu dalam bidang apapun. Sekalipun jurusan kami berbeda, tetapi gadis itu adalah gadis yang selalu ingin mengetahui rahasia dan kelemahan orang lain. Termasuk tentang dimana aku tinggal.

Aku tidak mengerti apa yang membuatnya dengan berani meminta alamat tempat tinggalku. Apa dia mencoba menstalking diriku?

β€œ What for? β€œ tanyaku penasaran

β€œ Aku hanya merasa, kau sangat misterius, Sunny-ssi β€œ jelasnya, β€œ C’mon kita ini teman β€œ sambungnya yang berhasil membuatku tersenyum mengejek.

β€œ Teman? Aku saja yang sahabatnya belum pernah diundang ke rumahnya β€œ gumam Taeyeon yang terdengar jelas ditelingaku.

Taeyeon benar. Aku tidak pernah membawa sahabat atau temanku ke rumah. Jadi, bagaimana bisa aku memberikan alamat tempat tinggalku pada gadis seperti Hyoyeon.

β€œ Teman katamu? Tidak kataku. Kau hanya ingin mencari sesuatu yang kau butuhkan untuk memuaskan rasa kepenasarananmu, bukan begitu? β€œ tanyaku sambil melipat kedua tangan didada

β€œ Ahh.. mattayo, kau sangat jenius, Sunny-ah. Jadi, bisakah aku mendapatkannya? β€œ tanyanya terus terang

β€œ Tidak! Jadi, pergilah. Karna sampai kapanpun, aku tak akan pernah memberikan alamat tempat tinggalku β€œ kataku, β€œ Ayo! β€œ. Aku menarik kembali lengan Taeyeon, lalu menyingkirkan Hyoyeon dari hadapanku sehingga kami bisa melewatinya dan masuk ke dalam mobilku.

Sudah 30 menit kulajukan kendaraan roda empatku ini dijalan raya. Menyusuri lenggangnya jalanan kota Seoul dalam keheningan yang menyeruak diantara aku dan Taeyeon. Hingga aku dapat melihat dari ekor mataku bahwa sesekali Taeyeon melirik ke arahku, sepertinya gadis itu penasaran kemana aku akan membawanya.

β€œ Apa ada yang ingin kau katakan, Taeyeon-ah? β€œ

β€œ Hm. Sangat. Aku tidak tahu apa yang sebenarnya kau inginkan, lalu kemana kau akan membawaku? Tidakkah ini sudah sangat terlalu jauh? β€œ

Aku terkekeh, β€œ Ini baru setengahnya, Taeng. β€œ

β€œ Mwo?? Ini sama saja seperti perjalanan ke pulau Jeju dengan pesawat terbang! β€œ

β€œ Geezz, kau sangat berlebihan, Taeng. Aku bahkan setiap hari seperti ini β€œ kataku sambil terus menatap jalanan.

β€œ Apa maksudmu? β€œ

β€œ Baiklah, aku akan memberitahumu sekarang. Kita sedang berada diperjalanan ke suatu tempat dimana aku tinggal β€œ

β€œ Kita akan kerumahmu?? Wae?? β€œ

β€œ Wae?? Haha.. kau terkejut karna pada akhirnya, aku membawamu ke rumahku? Ani. Bukan rumahku, aku hanya menumpang saja β€œ

β€œ Aishh, jinja! Soonkyu! Kau membuatku bingung! β€œ. Taeyeon menjambak rambut dengan kedua tangannya, hal itu membuatku tertawa.

Tenanglah. Aku pasti akan menjawab semua pertanyaan yang ada dikepalanya. Hanya duduk dengan tenang dan nikmatilah.

Setelah 50 menit melaju dijalan raya, aku membawa mobilku berbelok ke persimpangan jalan yang sepi. Masuk ke jalan kecil diantara pepohonan yang menjulang tinggi disekitarnya. Sekilas, aku melirik ke arah Taeyeon yang terlihat semakin kebingungan bahkan aku dapat melihat kegelisahannya yang terpancar diwajahnya.

β€œ Tenanglah, aku tidak bermaksud untuk menculikmu. Hanya saja, lewat jalan inilah aku bisa sampai ditempat kediamanku β€œ ungkapku

β€œ Geurae~ aku akan mencoba memahami semua ini. Aku percaya padamu β€œ

Kurang lebih 5 meter didepanku, aku melihat sebuah gerbang besar yang tinggi disana. berwarna coklat tercampur karat. Sesaat, kuhentikan laju mobilku.

β€œ A a apa yang terjadi? Mengapa kau menghentikannya? Dimana kediamanmu? β€œ tanya Taeyeon terbata-bata

β€œ Apa kau mulai takut? β€œ tanyaku menggodanya

β€œ Aniya! A a aku hanya penasaran saja β€œ elaknya.

β€œ Jja~ kau akan mengetahuinya sebentar lagi β€œ

Aku menekan salah satu tombol remote yang kuambil dari dashbord dan gerbang besar itupun membuka diri. Membiarkan kendaraanku masuk lebih dalam melewati rumput-rumput liar namun tertata rapi karna memang aku yang menatanya.

β€œ Tak banyak tumbuhan yang tertanam disini karna hampir semua dilingkungan ini hanya tertanam pohon besar yang tinggi β€œ ujarku, namun tak ada respon yang dilakukan Taeyeon.

Perlahan namun pasti, sebuah bangunan besar mulai terlihat dan mobilku berhenti tak jauh dari pintu utama bangunan tersebut.

β€œ Jja~ Taeyeon, segeralah keluar karna aku akan mengatakan maksud dan tujuanku β€œ ujarku seiring melepaskan seatbelt dan keluar dari mobil diikuti Taeyeon.

β€œ Sunny-ah. Kau yakin disini tempat tinggalmu? β€œ tanyanya dengan mulut yang menganga, ia memutar tubuhnya penuh dan menatapku tak percaya.

β€œ Ne, disinilah tempat tinggalku dan aku tidak tinggal sendiri β€œ kataku mantap sambil bersidekap diatas atap mobil cooper kesayanganku.

β€œ Siapa yang harus aku jaga dan temani? β€œ

β€œ Dia β€œ. Aku mengangkat jari telunjukku ke udara, ke arah dimana seseorang telah berdiri dibalik jendela bening yang kusam. Mengawasi kami dengan kedua matanya yang tajam.

Dia adalah Tiffany Hwang. Gadis misterius no. 1.

Dan cerita ini adalah tentangnya…. dan … Kim Taeyeon.

Taeyeon pov

Setelah menempuh waktu 50 menit dijalan raya, tiba-tiba Sunny membelokkan kendaraannya ke suatu tempat. Terus terang, aku sangat bingung, gelisah dan sangat penasaran sejak pembicaraan kami di kedai. Aku tidak tahu kemana arah pembicaraannya. Yang kutangkap hanya ia yang membutuhkan bantuanku.

Sebagai sahabatnya, aku mengenal baik tentang Sunny. Meskipun begitu, Sunny tetaplah sosok yang masih misterius dimataku. Aku tahu bagaimana kehidupannya dimasa lalu, tentang keluarganya yang tak pernah ia lihat, tentang kehidupannya dipanti. Tetapi sepertinya ada kehidupan lain yang terlewat olehku. Lebih tepatnya, Sunny tidak menceritakannya padaku termasuk dimana ia tinggal.

Dan sekarang, perasaanku semakin was-was karna kendaraannya membawaku masuk diantara pepohonan besar yang menjulang tinggi. Aku bahkan bisa merasakan hawa dingin disekitarku, padahal tak ada celah sedikit pun yang terbuka pada jendela dimobil Sunny ini. Situasi dan kondisi disekitar ini sangat mencekam, membuatku takut.

β€œ Tenanglah, aku tidak bermaksud untuk menculikmu. Hanya saja, lewat jalan inilah aku bisa sampai ditempat kediamanku β€œ ungkapnya yang membuat kerja otakku mulai berpikir keras.

β€œ Geurae~ aku akan mencoba memahami semua ini. Aku percaya padamu β€œ.

Ya, mungkin aku harus bersabar sedikit untuk mengetahui yang sesungguhnya. Aku percaya, pasti Sunny akan menjelaskan semuanya nanti.

Kurang lebih 5 meter didepanku, aku melihat sebuah gerbang besar yang tinggi disana. Berwarna coklat tercampur karat dan Sunny menghentikan laju kendaraannya. Mengapa perasaanku mendadak tak enak, tak ada yang buruk kan?

β€œ A a apa yang terjadi? Mengapa kau menghentikannya? Dimana kediamanmu? β€œ tanyaku terbata-bata. Shit. Aku paling tidak suka mendengar suaraku yang bergetar seperti ini, seolah aku ini pengecut kelas cumi.

β€œ Apa kau mulai takut? β€œ tanyanya menggoda. Ck.. dia menggodaku?

β€œ Aniya! A a aku hanya penasaran saja β€œ bantahku.

β€œ Jja~ kau akan mengetahuinya sebentar lagi β€œ

Sebentar lagi. Kata itu lagi yang selalu terlontar dari mulutnya. Lama-lama aku bisa muntah karna mendengar kata-kata itu terus menerus.

Kulihat Sunny menekan salah satu tombol remote yang diambil dari dashbord mobilnya dan gerbang besar itupun membuka diri. Membiarkan kendaraan yang membawa kami masuk lebih dalam melewati rumput-rumput liar namun tertata rapi.

β€œ Tak banyak tumbuhan yang tertanam disini karna hampir semua dilingkungan ini hanya tertanam pohon besar yang tinggi β€œ ujarnya, sepertinya ia mengetahui apa yang ada dibenakku.

Perlahan namun pasti, sebuah bangunan besar mulai terlihat. Bangunan itu memang sangat besar seperti mansion tetapi juga sangat tua, usang dan seperti tak layak dihuni. Aku tak dapat lagi menggambarkan apa yang kulihat saat ini, bangunan ini yang dikatakan Sunny adalah sebuah rumah?? Bahkan bangunan ini tak layak disebut rumah, melainkan rumah hantu! Benar! bangunan ini pasti berhantu.

Bagaimana Sunny bisa tinggal dirumah berhantu ditengah belantara hutan! Oh my god! Rasanya aku ingin pingsan saja dan disaat aku memilih ingin pingsan saja, tiba-tiba mobil Sunny berhenti tak jauh dari pintu utama bangunan itu setelah kami melewati sebuah kolam pancuran dengan air yang keruh tak terawat dikolamnya. Penuh dengan lumut, namun airnya tetap mengalir jernih dari mulut patung kuda yang sudah menghitam warnanya.

β€œ Jja~ Taeyeon, segeralah keluar karna aku akan mengatakan maksud dan tujuanku β€œ ujarnya seiring melepaskan seatbelt dan keluar dari mobil, lalu aku mengikutinya dengan cepat.

β€œ Sunny-ah. Kau yakin disini tempat tinggalmu? β€œ. Aku terhenyak dengan mulut yang menganga, setelah memutar tubuhku untuk menyapu keadaan disekitar dan menatap ke arahnya tak percaya.

β€œ Ne, disinilah tempat tinggalku dan aku tidak tinggal sendiri β€œ katanya mantap sambil bersidekap diatas atap mobil coopernya.

Dia tidak tinggal sendiri? Aku baru tahu soal itu, jadi dengan siapa Sunny tinggal?? Apakah dengan seorang pria? Wanita? Kakek? Nenek? Atau mereka adalah keluarga angkat Sunny? Mengapa dia tidak pernah bercerita padaku jika ia sudah mendapatkan keluarga angkat?

β€œ Siapa yang harus aku jaga dan temani? β€œ tanyaku penasaran

β€œ Dia β€œ. Sunny mengangkat jari telunjuknya ke udara, ke arah dimana seseorang telah berdiri dibalik jendela bening yang kusam dengan untaian akar dedaunan dari pohon-pohon besar yang menggantung. Mengawasi kami dengan kedua matanya yang tajam dan seketika bulu kudukku berdiri, merinding tak karuan seolah bahwa aku baru saja melihat sosok hantu yang sangat menakutkan.

Wajah itu, sungguh membuat jantungku berdegup kencang karna ketakutan. Rasanya kedua kakiku pun melemas dan kepalaku terasa berdenyut. Tolong katakan jika ini mimpi!

β€œ Taeyeon-ah, gwenchana?? β€œ. Sunny menepuk bahuku pelan dan entah mengapa tepukan itu justru membuatku terlonjak, mungkin karna aku terlalu takut.

β€œ G g gwenchana, nuguseyo? β€œ

β€œ Ahh.. dia adalah Tiffany Hwang β€œ jawabnya santai, bahkan kulihat kedua sudut bibirnya merekah.

Apa yang sebenarnya dilakukan Sunny?!

β€œ Apakah kau ingin mengetahui tentangnya? β€œ tanyanya

β€œ Bagaimana jika tidak? β€œ jawabku yang balik bertanya

β€œ Eyy.. tak mungkin. Kau harus mengetahuinya dengan begitu, semua yang kau jalani untuk menemani dan menjaganya selama aku pergi akan menjadi mudah β€œ

β€œ Tapi, mengapa ia terlihat menyeramkan? Dia bukan nenek sihir, kan? β€œ

β€œ Yah, Kim Taeyeon! β€œ. Aku terdiam, mengunci bibirku rapat-rapat saat Sunny mulai menajamkan matanya padaku. Mian, aku hanya tak percaya dapat menemukan tempat ini dan melihat orang itu.

β€œ Baiklah. Biar kuberi tahu. Tiffany Hwang. Dia adalah seorang gadis yang seumuran denganmu, mempunyai kulit putih yang pucat, warna bola mata yang biru dan bibir yang merah. Tempat ini adalah tempat miliknya, itu artinya sebelum aku tinggal disini, wilayah ini, rumah ini adalah kekuasaannya. Maka dari itu, jangan pernah menyentuh apapun dirumah ini. Kemudian, dia anti sosial kecuali padaku tentunya, tetapi memang pada dasarnya ia tidak banyak bicara melainkan kedua matanya yang tak pernah berhenti menganalisis setiap orang yang ia lihat–.. β€œ

β€œ Maksudmu? β€œ tanyaku tak mengerti

β€œ Jangan memotong perkataanku terlebih dahulu, Taeng β€œ. Sunny menyimpan jari telunjuk dibibirnya, menyuruhku untuk diam.

β€œ Arrasseo β€œ. Aku menghela nafas dan menunggu kelanjutan kalimatnya.

β€œ Tiffany memiliki sifat yang dingin, terlalu berterus terang bahkan kata-katanya seringkali menyakiti hati oranglain. Tiffany tidak pernah sakit, ia jarang bahkan hampir tidak pernah keluar dari rumah atau lingkungan sekitar. Ia menyukai tempat yang gelap, jadi jangan pernah memotong akar pohon dan dedaunan yang menggantung didekat kamarnya atau kau akan mati. Arasseo?? β€œ

β€œ Jangan katakan jika ia juga meminum darah sebagai makanan pokoknya β€œ gumamku

β€œ Kau pikir Tiffany vampire?? Ck.. sudah berapa sering kau menonton Twilight atau Blood?? β€œ

β€œ Aniya! Hanya saja, mengapa ia semenyeramkan itu dan bagaimana kau bisa nyaman tinggal bersamanya? β€œ

Kulihat Sunny tersenyum seiring berjalan menghampiriku, aku bahkan baru tersadar bahwa kami masih didekat mobil, berdiri tanpa rasa pegal.

β€œ Kau akan mengetahuinya nanti, sebentar lagi, mungkin β€œ.

Sebentar lagi?? Terus saja berkata seperti itu, Soonkyu, kau menyebalkan!

β€œ Jja~ sebaiknya, kita masuk ke dalam. Tenang saja, tak ada siapapun. Hanya aku dan Tiffany β€œ. Sunny merangkulku, mengajakku untuk masuk ke dalam. Sementara, kedua kakiku terasa kaku. Aku sungguh belum siap untuk masuk ke dalam kandang vampire, jika besok Sunny tidak ada maka… aku dan sosok itu yang berada disini!? Oh! TIDAK!

Sunny pov

Aku membuka lebar pintu utama rumah ini seiring pandanganku memandang ke arah Taeyeon yang berdiri dibelakangku tanpa suara. Aku sedikit merasa bersalah karna terlalu blak-blakan menceritakan sosok Tiffany, aku yakin pasti dia sangat ketakutan. Aku jadi ragu, apakah ia benar-benar akan membantuku atau bahkan berubah pikiran karna bagaimana pun kepergianku ke Cali sangat penting dan menyangkut tentang Tiffany.

β€œ Apa yang kau lakukan? β€œ. Aku terlonjak kaget dan spontan menghentikan langkahku saat kulihat Tiffany sudah berdiri dihadapanku. Tak ada ekspresi yang terlihat diwajahnya, semuanya hanya flat, tak lupa dengan suaranya yang dingin.

Aku terkekeh dan mencoba menetralisirkan kegugupanku, aku jamin Taeyeon dibelakangku pasti sangat terkejut.

β€œ Aku kembali β€œ jawabku sambil melambaikan tangan dihadapannya dan menggaruk kepala belakangku yang tak gatal.

β€œ Aku tahu β€œ katanya

β€œ Ahh.. Tiffany, kenalk–.. β€œ

β€œ Ke ruanganku β€œ ujarnya, lalu pergi lebih dulu meninggalkanku dan Taeyeon.

Aku menoleh ke arah Taeyeon yang menundukkan kepalanya, aku merasa tak enak dengannya. Haruskah aku mengantarnya pulang saja?

β€œ Taeyeon β€œ

β€œ Pergilah, aku akan menunggumu disini β€œ ujarnya

β€œ Gwenchana? β€œ tanyaku sambil menepuk pelan bahunya, lalu ia menatapku dan tiba-tiba kedua sudut bibirnya merekah lebar seperti ekspresi awal kami bertemu di kedai coffee sebelumnya.

β€œ Aku baik-baik saja! Jadi, dimana aku harus menunggumu? Disana?? β€œ tanyanya dengan semangat sambil menunjuk satu set kursi tamu. Sedikit lega melihat wajahnya tidak semuram sebelumnya.

Aku mengangguk dan tersenyum.

β€œ Gidaryo. Aku tak akan lama β€œ. Taeyeon mengangguk, lalu berjalan menuju kursi tamu dan duduk nyaman disana.

β€œ Good luck! β€œ. Gadis itu mengepalkan kedua tangannya ke udara, mencoba memberikan semangat. Dia pikir, Tiffany akan memakanku seperti singa apa? Atau dia pikir, Tiffany akan memarahiku habis-habisan? Bisa jadi, tapi aku tahu Tiffany tidak sampai akan membunuhku. Dia tidak akan membunuh orang yang telah ia selamatkan. Aku percaya padanya.

Taeyeon pov

Sunny membuka lebar pintu utama rumah ini seiring pandangannnya memandang ke arahku. Aku tahu, pasti Sunny mengetahui apa yang sedang kurasakan. Takut.

Pikiran dikepalaku berputar, bekerja dengan keras. Menimbang permintaan Sunny padaku. Apa aku harus benar-benar menerima permintaannya? Masalahnya, besok Sunny sudah harus pergi ke Cali sehingga tak ada waktu bagiku untuk mempertimbangkannya lagi.

Dan saat pintu belum terbuka sepenuhnya, aku sudah dapat melihat interior rumah ini begitu sangat klasik bagai rumah-rumah besar orang eropa pada jaman dulu. Tak ada yang berwarna, bahkan saat ditaman depan aku hanya melihat bunga mawar berwarna merah kehitaman. Ada apa sebenarnya dengan rumah ini? Seperti rumah kutukan saja.

β€œ Apa yang kau lakukan? β€œ. Aku terlonjak kaget dan spontan menghentikan langkahku saat kulihat gadis yang disebut-sebut Sunny sudah berdiri dihadapan Sunny dan aku. Tak ada ekspresi yang terlihat diwajahnya, semuanya hanya flat dan terkesan sangat dingin.

Aku gugup. Keringat dingin pun perlahan mulai keluar dari seluruh pori-pori ditubuhku. Darahku berdesir tak karuan, aku bahkan bingung darah berdesir yang kurasakan ini adalah perasaan apa? Tidak mungkin seperti beberapa buku novel yang kubaca bahwa jika kita jatuh cinta, rasanya darah yang mengalir ditubuh akan berdesir tak karuan. Aku bahkan sedang tidak jatuh cinta apalagi pada gadis dihadapanku ini. Ya. Ini hanya perasaan takut yang berlebihan.

Kudengar Sunny terkekeh, aku tak mengerti mengapa gadis itu masih bisa seperti itu. Dan tetap pertanyaan yang penting dariku adalah bagaimana Sunny bisa tinggal disini dan nyaman hidup bersamanya.

β€œ Aku kembali β€œ jawab Sunny sambil melambaikan tangan dihadapannya dan menggaruk kepala belakangnya.

β€œ Aku tahu β€œ katanya.

Omo! Jika suaranya tidak sedingin itu, mungkin akan terdengar sexy. Aish! Hentikan pikiranmu, Taeyeon.

β€œ Ahh.. Tiffany, kenalk–.. β€œ

β€œ Ke ruanganku β€œ ujarnya, lalu pergi lebih dulu meninggalkan kami.

Sunny menoleh ke arahku yang menundukkan kepala, rasanya aku tak kuasa untuk menatap wajah itu lebih lama. Tubuhku terasa sangat kaku dan tak bisa digerakkan, seolah ia sudah mengutukku

β€œ Taeyeon β€œ panggilnya.

Aku mendongak dan tersenyum kaku dihadapan Sunny. Aku masih sedang berusaha untuk menyembunyikan rasa takut ini. β€œ Pergilah, aku akan menunggumu disini β€œ ujarku mencoba untuk menenangkannya

β€œ Gwenchana? β€œ tanya Sunny sambil menepuk pelan bahuku. Aku lihat, sepertinya Sunny merasa tak enak denganku. Pancaran matanya terlihat sedih. Ya Tuhan! Bagaimana bisa aku membuat sahabatku sedih, aku tak ingin membuatnya sedih.

β€œ Aku baik-baik saja! Jadi, dimana aku harus menunggumu? Disana?? β€œ. Aku berusaha keras untuk terdengar girang seperti biasanya, aku tak ingin membuat Sunny sedih. Ne, aku tak ingin.

Sunny mengangguk dan kembali tersenyum. Ahh.. syukurlah..

β€œ Gidaryo. Aku tak akan lama β€œ. Aku mengangguk, lalu berjalan menuju kursi tamu dan duduk nyaman disana.

β€œ Good luck! β€œ. Untuk menghiburnya aku mengepalkan kedua tangan ke udara, mencoba memberikan semangat karna aku tidak tahu apa yang akan gadis dingin itu lakukan pada sahabatku. Bisa saja, gadis dingin itu tiba-tiba mengigit leher Sunny dan merubahnya menjadi vampire.

Duh.. sepertinya aku memang sudah terbawa cerita fantasy. Sunny sudah berkata, jika Tiffany sama sekali bukan vampire. Lalu, siapa gadis itu dan apa yang terjadi dengannya? Mengapa begitu misterius.

Aku terus memikirkan gadis dingin itu selama duduk disofa ini. Sesungguhnya, sofa ini enak diduduki. Pahatan kayunya indah, lalu empuk tetapi memandang ke sekeliling rumah ini rasanya berbeda. Udara disini sangat dingin, bahkan baru beberapa saat berada disini tubuhku bergetar saking dinginnya. Saat aku menyandarkan diri dikursi, pikiranku kembali menangkap kata-kata Sunny.

β€œ Besok aku akan pergi ke Cali, maka dari itu aku butuh bantuanmu β€œ

β€œ Bisakah kau membantuku, Taeyeon? β€œ

Sunny sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk mendapatkan bantuanku. Sunny juga adalah gadis yang baik dan bisa dipercaya. Selama aku mengenal beberapa orang hanya Sunny yang terbaik, ia selalu ada saat aku membutuhkannya. Lalu, saat ia membutuhkan pertolongan, haruskah aku menolaknya? Hanya dengan sebuah ketakutan yang tumbuh dalam diriku setelah melihat ini, haruskah aku mengurungkan niat untuk membantunya? Padahal selama ini aku merasa tidak takut dan tidak khawatir setelah ditinggalkan seluruh keluargaku dalam kecelakaan laut, kapal Ferry Seoul.

Aku orang yang berani. Ya. Kim Taeyeon adalah orang yang berani, maka dari itu aku tak akan menolak untuk membantu Sunny. Aku akan berusaha keras!

Lalu, apa yang harus aku lakukan? Tertidur? Bagaimana jika nanti saat aku terbangun, aku sudah tidak berada diduniaku? Haruskah aku bermain games saja? Baiklah, lebih baik aku bermain games saja untuk menyingkirkan rasa bosanku.

Sunny pov

Kuketuk pintu besar yang tinggi dihadapanku, perlahan aku membukanya dan menyembulkan kepala dari balik pintu.

β€œ Aku boleh masuk? β€œ. Tanpa mendengar jawaban dari sosok didalam sana, aku masuk ke dalam ruangan itu. Berjalan semakin dalam, hingga aku dapat melihat sosok gadis yang berdiri membelakangiku.

Ya. Tiffany. Gadis itu memandang keluar jendela.

β€œ Kali pertamanya aku melihatmu berani membawa seseorang ke sini β€œ ujarnya dingin seiring membalikkan tubuhnya sehingga kami saling berpandangan.

Kedua mata Tiffany yang berwarna biru terlihat menyala didalam ruangan gelap itu, melihatnya seperti itu membuatku gelisah sehingga tanpa sadar aku menggigit bibirku. Apa yang dikatakan Tiffany memang benar, kali pertamanya aku membawa seseorang ke rumah dan bagi Tiffany kehadiran orang asing didekatnya membuat hidupnya terancam.

β€œ Besok aku harus segera berangkat ke Cali, Fany unnie β€œ ungkapku dengan menambahkan sedikit aegyo untuk mencairkan suasana yang begitu mencekam diantara kami.

Mendengar panggilanku padanya sepertinya Tiffany terlihat terkejut, tetapi gadis itu mencoba untuk tetap tenang. Aku memang sewaktu-waktu menggunakan jurus aegyo andalanku untuk mendapatkan izin apapun darinya, jika aku sedang beruntung mendapatkan moodnya yang bagus maka aku akan berhasil.

β€œ Ada apa dengan panggilan darimu untukku? Sekali pun, kau mencoba beraegyo dihadapanku, aku tetap tidak menerima oranglain untuk datang apalagi tinggal disini β€œ ujarnya, detik selanjutnya Tiffany mendorong tubuhku hingga punggungku membentur rak buku dibelakang β€œ Wilayah ini milikku, aku tak ingin orang-orang tahu dengan tempat ini. Kau membuatku, membuat kita dalam bahaya! β€œ

β€œ F f fany-ah, geumanhae β€œ. Aku berucap lirih

Seketika, kekuatan kedua tangan dibahuku melembut dan pancaran matanya tak lagi bersinar tajam. Selalu seperti ini, sehingga yang kulihat darinya hanyalah pancaran kekhawatiran terhadapku.

β€œ Nan gwenchana. β€œ ungkapku, lalu kurasakan hembusan nafas lega diwajahku. β€œ Tapi, bagaimana kau tahu? β€œ tanyaku penasaran.

Ya. Aku selalu penasaran terhadapnya, mengapa ia selalu mengetahui semuanya. Dan aku tak pernah mendapatkan jawaban logis darinya. Ia selalu mengatakan β€˜jangan pernah menyembunyikan apapun, karna aku pasti akan mengetahui semuanya’, β€˜tanpa kau berucap padaku, aku dapat mengetahuinya. Jadi, jangan macam-macam denganku’.

Apa terdengar mengerikan? Bagiku tidak. Justru apa yang dikatakannya, sekalipun terdengar mengancam atau memberikan peringatan, itu semua memiliki makna tersendiri.

β€œ Bawa dia pergi dari sini β€œ ujarnya seiring membalikkan tubuhnya, berjalan menjauh dariku dan duduk dikursi kerja. Bersandar, lalu memejamkan kedua matanya.

β€œ Ani. Aku tak akan membawanya pergi, tetapi mulai besok, Kim Taeyeon akan menemanimu disini β€œ

β€œ Lee Soonkyu! β€œ. Ia beranjak dari tempat duduknya cepat dan memukul meja dihadapannya. Rahangnya mengeras dan kedua tangannya mengepal kuat. β€œ Sebelum kau hadir disini, aku sudah hidup sendiri. Jadi, jangan membawa orang lain kemari dengan alasan kau mengkhawatirkanku karna aku bisa mengurus diriku sendiri β€œ ujarnya membuatku sulit untuk menelan ludahku sendiri.

Terus terang, memang, tujuanku meminta bantuan Taeyeon karna aku mengkhawatirkannya. Aku tak ingin Tiffany seorang diri disini selama aku berada di Cali karna jika itu terjadi, aku hanya akan membuatnya menderita.

Tiffany, aku tidak bisa memberitahu keadaan yang sesungguhnya tentang gadis itu. Ada saatnya nanti aku membeberkan semuanya, mungkin setelah apa yang kudapatkan di Cali nanti.

β€œ Aku mohon jangan keras kepala. Aku melakukannya hanya untukmu, untuk kau yang telah banyak membantu dalam kehidupanku. Aku hanya meminta Taeyeon untuk menemanimu tanpa menyentuh apapun dirumah ini. Aku percaya padan–.. β€œ

β€œ Tapi aku tidak percaya pada siapapun. β€œ

Aku menghela nafas. Berurusan dengan Tiffany memang sangat sulit. Dia gadis yang benar-benar sulit dikendalikan, ia tidak pernah mempercayai oranglain karna jika mempercayai seseorang, kita justru akan terluka. Begitu katanya.

Aku mengelus wajahku, memijat pelipisku. β€œ Sekalipun padaku, kau tak percaya? β€œ tanyaku sambil menatapnya. β€œ Kau boleh tidak mempercayai siapapun, tetapi padaku saja, percayalah β€œ

β€œ Kau akan terluka, jika kau mempercayainya. Tentang apapun itu β€œ

β€œ Arrayo. Kau sudah sering mengatakannya. Biarlah, karna yang terluka adalah aku bukan kau. Jadi, mulai besok. Suka atau tidak suka, Kim Taeyeon akan tetap menemanimu selama aku tak ada. β€œ

Author pov

β€œ Lepaskan β€œ ucap Tiffany dingin dan mencoba menepis tangan Sunny dari lengannya. Tetapi, Sunny tidak melepaskannya melainkan menarik tangan Tiffany untuk ikut bersamanya. Berjalan keluar dari ruangan sebelumnya dan kembali ke ruang penerima tamu.

β€œ Aku akan melepaskannya setelah kau berjabat tangan dengan Taeyeon, bisakah kau hancurkan benteng esmu itu, huh? β€œ

β€œ Tak bisa. Jadi, lepaskan β€œ

β€œ Tiffany! β€œ. Sunny menghentikan langkahnya dan membuat Tiffany ikut menghentikan langkahnya. β€œ Apa kau ingin membuat darahku tinggi, huh? Aku bisa mati lebih cepat kalau seperti itu, apa kau ingin aku cepat mati?? β€œ

Seperti yang terjadi sebelumnya diruang kerja, sinar mata Tiffany yang mulanya terlihat dingin dan kejam perlahan menjadi melembut. Terlihat sekali bahwa Tiffany merasa sangat menyesal dengan perbuatannya.

β€œ Ikut aku, kau mau kan? β€œ tanya Sunny seiring merekahkan bibirnya, β€œ Hanya berjabat tangan, selanjutnya kau boleh melakukan apapun sesukamu. Yaksoke! β€œ

Tiffany diam. Itu tandanya, gadis itu menyetujui ucapan Sunny.

Mereka pun kembali melangkahkan kakinya menghampiri Taeyeon yang duduk dikursi tamu sambil memainkan ponselnya. Gadis itu terlihat asyik sampai melupakan bahwa sebelumnya ia ketakutan berada didalam rumah itu.

β€œ Taeyeon-ah β€œ. Seketika, Taeyeon berdiri dengan cepat dan kedua matanya membesar.

β€œ N n ne? β€œ tanyanya terbata-bata

β€œ Kalian belum berkenalan. Gadis ini Tiffany Hwang dan Tiffany, ini Kim Taeyeon. Mulai besok, Taeyeon akan menemanimu β€œ jelas Sunny.

Terlihat sekali bahwa saat ini Taeyeon tengah sibuk dengan pikirannya, ia juga terlihat kesulitan untuk menelan ludahnya. Lalu, susah payah Taeyeon menggerakkan tangannya. Mengulurkan tangannya dihadapan Tiffany yang tak berekspresi.

β€œ Kau tidak mengulurkan tanganmu? β€œ bisik Sunny yang terdengar jelas oleh ketiganya, tetapi Tiffany tetap diam. Gadis itu terus menatap kedua mata Taeyeon dan membuat Taeyeon ketakutan dengan tatapan yang didapatnya. β€œ Yah! β€œ

Terpaksa Sunny mengulurkan tangan Tiffany dihadapan Taeyeon, membalas uluran tangan gadis mungil yang tertawa gugup.

β€˜Mengapa tangannya dingin sekali? Aku bahkan seperti baru saja memegang bongkahan es salju’

Tak sampai 3 menit Tiffany dan Taeyeon saling berjabat tangan, gadis dingin itu dengan cepat menarik tangannya dan berjalan meninggalkan Sunny dan Taeyeon.

Sunny menghela nafas, ia sungguh merasa tak enak dengan sambutan dingin Tiffany pada Taeyeon. Bagaimanapun Taeyeon adalah gadis yang baik, tak seharusnya Taeyeon diperlakukan seperti itu.

β€œ Taeyeon-ah β€œ panggil Sunny seiring tersenyum kaku dihadapan Taeyeon.

β€œ Ne? Aku akan membantumu, Sunny. Kau tak usah khawatir β€œ ungkap Taeyeon yang berhasil membuat Sunny membelalakkan kedua matanya.

β€œ Jeongmal?? β€œ

Taeyeon mengangguk mantap dan tersenyum.

β€œ Kau adalah sahabatku satu-satunya. Kau sudah banyak membantuku, jadi saat kau membutuhkan bantuanku, mengapa aku tidak membantumu? Kita sama-sama saling membutuhkan jadi, jangan merasa tak enak β€œ jelas Taeyeon membuat hati Sunny terenyuh setelah mendengar ucapan Taeyeon.

Lalu, Sunny berhambur memeluk Taeyeon. Tanpa sadar ada sepasang mata tajam yang memperhatikan mereka dari jarak yang cukup jauh.

β€œ Apa kau sudah mengemas barang-barangmu? β€œ tanya Taeyeon setelah mereka melepaskan pelukan mereka.

β€œ Hampir selesai, kau ingin membantuku? β€œ

β€œ Mengapa tidak? Aku juga penasaran dengan kamarmu β€œ

β€œ Kalau begitu, ayo! Aku juga ingin memperlihatkan kamar untukmu nanti, kau mau kan? β€œ tanya Sunny sambil menggenggam tangan Taeyeon. Wajahnya terlihat bersinar ceria.

β€œ Aku akan tinggal disini? β€œ tanya Taeyeon

β€œ Hanya sementara saja, Taeyeon-ah β€œ.

Taeyeon terdiam, terlihat seperti tengah menimbang sesuatu.

β€œ Tetapi jika kau t–.. β€œ

β€œ Aniya. Mulai besok aku akan menginap disini β€œ. Sekali lagi, Sunny menyeringai lebar kegirangan.

β€œ Gomawo, Taeyeon-ah. Kali ini, aku berhutang padamu β€œ

β€œ Ani. Kita impas! β€œ ungkap Taeyeon membuat kedua gadis itu tersenyum senang seiring melangkahkan kaki mereka menaikki anak tangga menuju kamar Sunny.

***

β€œ Perhatikan semuanya. Untuk menjadi seorang detektif tidaklah mudah. Kalian dituntut untuk mengetahui seluruh informasi si target, tidak hanya pada umurnya saat ini melainkan dari sejak ia lahir. Dan sebagai detektif, ketelitian kalian harus berkali-kali lipat. Tidak mudah tertipu dan percaya pada oranglain atau pada sumber yang kalian dapatkan. Nah, aku akan menampilkan sesuatu dan kalian boleh menduganya, apa yang sebenarnya ingin aku paparkan pada kalian semua. Detektif β€œ ungkap seorang dosen pada beberapa mahasiswa yang hadir pagi itu.

Dibangku mahasiswa, seorang gadis yang mulanya hanya terus memandang keluar jendela, kini mengalihkan pandangannya ke depan. Ia memandang layar besar tak jauh dihadapannya dengan intens.

β€œ Zhuka Anderson β€œ gumamnya, namun karna situasi dan kondisi disana begitu sunyi maka suara gadis itu terdengar jelas oleh seisi kelas.

β€œ Yang mana yang kau sebut Zhuka Anderson, Seohyun? β€œ tanya gadis yang duduk disamping Seohyun bingung, lantaran gambar yang tertera didepan kelas dan dilayar laptopnya hanyalah gambar orang-orang yang terambil berlalu lalang disebuah taman musim gugur.

β€œ Sosok dibalik pepohonan itu β€œ jawab Seohyun dengan intonasi yang serius. Bahkan, gadis itu tak melihatnya dua kali untuk memastikannya

β€œ Kau benar, Seohyun-ssi. Sosok dibalik pohon itu adalah Zhuka Anderson meskipun tidak terlalu jelas gambar yang terlihat disini β€œ ungkap dosen bangga, β€œ Apa kalian tahu seperti apa sosoknya? β€œ sambung dosen itu

β€œ Sosok Zhuka Anderson, sampai sekarang tidak ada informasi yang real mengenainya. Entah dia seorang pria atau seorang wanita, yang jelas Zhuka Anderson seorang multitalent β€œ gumam Seohyun.

β€œ Tetapi yang kudengar, ia berasal dari Jerman, bangsawan Jerman dan ia seorang penyuka sesama jenis β€œ ujar gadis disamping Seohyun

β€œ Kau ada kemajuan, Yuri. Jadi, untuk bahan perkuliahan beberapa minggu ke depan, bisakah kalian mencari tahu tentang orang ini? Jika kalian mendapatkan informasi yang terkait secara lebih real, pasti akan menjadi berita paling besar sepanjang masa! β€œ ungkap sang dosen seiring merapikan barang-barangnya.

β€œ Tentu saja, karna sosok itu tlah lama tidak terangkat ke permukaan β€œ ujar Seohyun dan Yuri bersamaan.

β€œ Jadi, kita harus pergi ke Jerman? β€œ tanya gadis lain pada Yuri dan Seohyun

β€œ Itu hanya akal-akalanmu saja agar dapat berlibur, Hyuna-ssi β€œ ujar Yuri seiring beranjak dan merapikan bukunya, diikuti Seohyun. Kemudian, mereka keluar dari kelas dan menuju kantin universitas tersebut.

Kwon Yuri dan Seo Juhyun. Kedua gadis itu adalah sosok yang dipercaya kepolisian negara setempat untuk membantu mereka dalam menangani beberapa kasus yang tak dapat dipecahkan begitu saja, dan berkat profesi kedua gadis yang telah melewati jenjang bidang keilmuannya lebih lama, mereka berhasil mendapatkan banyak penghargaan. Seo Juhyun memiliki umur yang lebih muda dari Kwon Yuri, gadis polos yang sewaktu-waktu dapat berubah menjadi sangat serius jika menyangkut tentang profesinya sementara Kwon Yuri, gadis itu dapat diandalkan, kecepatan bekerjanya luar biasa hanya terkadang ia masih cukup polos dan sedikit lamban dalam berpikir.

β€œ Oii.. Yul, Hyunie! β€œ. Seorang gadis terlihat melambaikan tangannya ke arah kedua gadis yang baru saja masuk ke dalam kantin, mereka sama-sama melemparkan senyuman seiring Yuri dan Seohyun berjalan menghampiri sosok itu yang sudah menempatkan kursi dengan seorang gadis lain disampingnya.

β€œ Bagaimana kelasmu pagi ini, Soo? β€œ tanya Yuri pada Sooyoung

Choi Sooyoung. Seorang gadis ex politikus yang beberapa tahun sebelumnya memilih melanjutkan studi S-2 bussiness international di universitas yang sama dengan ketiga temannya. Menurut Sooyoung baik menjadi politikus atau pembisnis, keduanya sama-sama saling terikat apalagi dijaman yang sekarang ini. Namun, Sooyoung memilih meninggalkan kegiatan politikus dan merintis bisnis dibawah naungan ayahnya. Choi Sooyoung gadis yang baik, dermawan dan sering melakukan kegiatan amal bersama beberapa rumah sakit yang dibawanya.

β€œ Pagi yang membosankan, Yul β€œ ungkap Sooyoung yang tiba-tiba melemas

β€œ Bocah ini mengganggu kelas pagiku dengan mengirim pesan singkat dan menanyakan, dimana keberadaan Sunny. Ck.. dia pikir, Sunny kekasihku β€œ ujar Hyoyeon tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tab dikedua tangannya membuat Yuri dan Seohyun terkekeh

β€œ Tapi aku sungguh-sungguh mengkhawatirkannya. Apa hari ini dia sakit? β€œ tanya Sooyoung seiring menautkan kedua tangannya diatas meja.

β€œ Aigoo, Sooyoung kita mengkhawatirkan gadis pujaan hatinya β€œ ledek Yuri, β€œ Lalu apa yang sedang kau lakukan, Hyo? Kau terlihat serius sekali β€œ tanya Yuri yang beralih bertanya pada Hyoyeon membuat kedua temannya menaruh perhatian pada Hyoyeon.

β€œ Seo, bisakah kau membantuku? Aku penasaran sekali dengan sosok ini dan aku mendapat tugas dari dosenku untuk mencari tahu tentangnya β€œ ungkap Hyoyeon yang membuat Seohyun bergegas berpindah tempat dan duduk disampingnya.

β€œ Ohh… unnie, kita mendapatkan tugas yang sama β€œ ungkap Seohyun membuat Yuri yang tengah menikmati hidangannya bersama Sooyoung menghentikan lahapannya.

β€œ Maksudmu? β€œ tanya Yuri penasaran.

β€œ Hyoyeon unnie mendapatkan tugas yang sama yaitu mencari tahu tentang Zhuka Anderson. β€œ

β€œ Jeongmal?? β€œ tanya Yuri dan Hyoyeon bersamaan, sementara Sooyoung hanya dapat mengerutkan dahinya dan kembali melahap makananya.

β€œ Kalau begitu, kita bisa bekerja sama β€œ ujar Hyoyeon dan mendapatkan anggukkan mantap dari Seohyun dan Yuri. β€œ Geunde~ apakah kau tidak penasaran dengan Sunny, Soo? β€œ sambung Hyoyeon yang sekejap membuat Sooyoung menghentikan lahapannya dan memandang ke arahnya.

β€œ Wae? β€œ tanya Sooyoung bingung

β€œ Aku rasa Sunny sangat misterius. Dan aku pikir, ada yang sedang disembunyikannya β€œ

β€œ Bukankah Sunny unnie memang terkenal misterius? β€œ tanya Seohyun

β€œ Hm. Dan beberapa hari terakhir ini, aku sedang berusaha untuk melacak kediamannya dengan programer yang baru kuciptakan. Ohh.. kemarin aku melihatnya pergi dengan Kim Taeyeon β€œ

β€œ Kim Taeyeon!?? β€œ tanya Sooyoung tak percaya, diikuti Yuri yang membelalakkan matanya.

β€œ Ohh.. mereka terlihat sangat dekat sekali β€œ ungkap Hyoyeon sambil memandang lurus ke depan, seolah tengah mengawang-awang.

β€œ Woahh.. sainganmu berat, Soo β€œ

β€œ Baiklah, mengenai Sunny unnie itu cukup menarik untuk kita ketahui unniedeul. Bagaimana selagi kita mencari tahu tentang Zhuka Anderson, kita juga bisa mencari tahu tentang Sunny unnie?? β€œ tanya Seohyun, β€œ Apa Sooyoung unnie akan ikut bersama kami juga? β€œ

β€œ Tentu saja! Jangan ditanya lagi! Kita akan memulainya besok, bagaimana?? β€œ ujar Sooyoung dengan semangat

β€œ Jika kita bisa melakukannya hari ini, mengapa tidak? β€œ gumam Hyoyeon dengan pandangan kedua matanya yang tajam.

TBC

Author’s notes:

Tadaa~.. 6000 kata,

Special untuk chapter pertama dikasih yang panjang, semoga udah dapet pencerahan meskipun belum pada tahu kemana jalan ceritanya. Mungkin. Terus alurnya entah cepat atau lambat, hanya duduk dan nikmatilah, okay?

Kayaknya ini hal yang langka buat saya bisa nulis sebanyak 6000 kata dichapter pertama. Kalian bisa bayangkan untuk menulis cerita dengan 6000 kata bukanlah hal yang mudah, jadi mohon kebaikan hati kalian untuk melengkapi kolom komentar. Semoga awal chapter ini bisa menarik perhatian kalian, makasih, see you!

140 comments

  1. Awal yg sangat berkesan dan langsung bikin penasaran. Jangan2 fany si zhuka anderson itu, makanya fany gamau ada orang lain yg tinggal sama dia…gue sotoy amat, harap dimaklumi dah ya thor wkwkwkπŸ˜„

  2. KEREN…KERENNN… PENASARAN ABIISSS. aku curiga fany adalah zhuka anderson ituπŸ˜•
    pokoknya semoga author gak buntu pikirannya dan bisa cepat update chapter 2nyaπŸ™‚πŸ™‚πŸ˜€

  3. Waaaaahh ff baru ,dan….. saya suka saya sukaaaaaa πŸ‘.
    Penasaran sama taeny nantinya..
    Ah ini mah udh yakin yg dicarin hyoyeon & the genk itu tiffany ,semoga mereka gk jahat nantinya..

  4. Wahh awal yang menarik nih
    6000 kata daebak thor
    Aku pikir tadi fany itu vampire??
    Serem sama fany
    Misterius banget angkerr
    Kayanya zhuka itu fany deh?? Iyaa ga sih thor?? Wkwkwk
    Semangat buat chapter 2 yah

  5. masih belum mengerti dg jalan ceritanya dan sepertinya bergenre action dikarenakan ada detektive yg diperankan seo dan yul
    ditunggu next chapternya aja thor

  6. Cerita chapter pertama udah menarik..
    Zhuka Anderson, Tiffany Hwang, sunny sosok misterius yg kayaknya ada kaitan nya, bikin nebak2. Menarik!
    Gak sabar baca chapter selanjutnya

  7. Hmm untuk berspekulasi kalo zhuka itu fany kayanya terlalu cepet.. HAHA tapi jujur gue juga berpikiran sama xD semoga ga terlalu banyak konflik taeyeon tiffany deh ke depannya :p semangat, thor!

  8. Keren thor..
    Ff nya bgs,dan kata” sangat rapi.
    Bikin aku penasaran cerita nya…
    Zhuka itu antara fanny atau sunny ya..
    Fanny dingin kyk vampire dong..
    Iiih serem,tar taeng di mangsa dong.ckck..
    Di tunggu next part.
    Thanks.

  9. annyeong thor new reader hereπŸ™‚
    suny misterius orng.y,,,smpe” seohyun dkk mau nyelidikin dia….
    tifanny dingin bnget nih dsni,mdha”an taeng bsa than jgain pany.y…

  10. Waahhh,,Daebakk..
    Critnya kren thor..
    Pi msih pnsran bnget nih ma sosok tiffany,,pkek tnggal dihtan sgla lgi..hadehh..
    Trus sunny mw ke cali mw mncri tahu ttg jtidri tiffany ya..
    Mdah2an ja di chap slnjutnya da trbka sdkit dmi sdkit ttg jti dri tiffany..
    Lnjut thor..
    Hwaiting..:)

  11. Woooohhhh panjangggggg hahahaha ntar chap selanjutnya makin panjangin ya teh hihihihi

    Ini misterius semuaaaaa

    Muahahaha Taeng ketakutan tuh sebenernya hahaha terlalu berimajinasi hahaha

  12. kayaknya nih ceritanya serius banget bikin kening berkerut hehehe…
    fany si gadis misterus jangan2 dia itu zhuka anderson?
    jadi kasian sama tae yg diabaikan….

  13. ff ny cukup menarik wlpn agak rumit sepertinya. Tumben bgt disini fany kyk begitu.karakter ny? btw ini gak ada sica yaah thor😦 gw bacanya sampe.2x baru ngeh hahaha

  14. ternyata ini ff baru sofi toh hehe..
    ini genre horor kah ?
    tapi disni masih bingung sebenernya fany itu kenapa misterius banget ntah dia vampier bener kata taeyeon atau dia menyimpan rahasia,, terus sebenernya hyo dkk itu kenapa harus nyari tau tentang sunny apa karna dia aneh ?
    fany sama Zhuka Anderson apa ada hubungan nya ?

  15. Gue rasa zhuka anderson bukan ffany ato sunny tapi yang lain. Tiffany pasti punya suatu rahasia yg berhubungan dengan itu

  16. Tae unnie semoga sukses ya ngejaga fany unnie.a ..
    fany unnie misterius banget sih jangan2 yg zhuka anderson itu fany unnie ..
    cerita.a bkin penasaran menegangkan ..
    keren deh pkok.a

  17. Chap prtama udah bkin readr pensran banget suka ama cerita yg kyak gni penuh Mistery
    Hyo kepo banget ama khidupan sunkyu emang ntar lok udah tau mau ngapain ngana? #colekhyo
    Gmna ya nasib taeng ntar pas prtama tinggal bareng ama ppany psti si taeng mukenya pucet muluk tuhπŸ˜„ #dgeplakbabe

  18. Chap 1 bikin penasaran habis, tp alur crtnya bagus ~ kayaknya tae bs mencairkan es dlm diri phanu hahahahha …

  19. chapter pertma bkin pnasaran. dan itu hyo kok kepo amat si kkkk
    by the way gue reader baru dimari.
    salam kenal thor
    ijin ngobrak ngabrik wp lu yaaak kkk

  20. BKIn penasaran knpa sii panul nyembunyiin jati diri dia dan lbih milih tgl dimasion tgh hutan atau jgn2 dia yg lagi dibicarain sohyun & yuri?? Dan sebab sunny ke cali buat apa??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s