Deaf [3]

Deaf [3]

By: InfinityPenguins

Translator by: F

Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya tinggalkan ff ini. Dan diharapkan jika ingin copy paste, sertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!πŸ˜„

***

Di sekolah Taeyeon menghindari Tiffany dan itu menyakitkan bagi Tiffany.

Jika Tiffany selalu mencoba untuk mendekati Taeyeon, gadis mungil itu justru selalu berusaha keras mencari cara agar ia bisa menjauh dari Tiffany. Tiffany kebingungan, apa yang telah ia lakukan pada Taeyeon hingga membuat gadis itu seperti ini? pikir Tiffany.

Tak ada.

Tiffany tidak melakukan kesalahan apapun, tetapi Taeyeon telah dibutakan oleh kebenciannya pada ommanya Tiffany. Sangat dibutakan hingga ia tidak menyadari bahwa Tiffany tidak dapat melakukan apapun tentang kecelakan tempo lalu.

Tiffany pov

Aku duduk disamping Taeyeon dan sekilas ia menoleh ke arahku sebelum mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Hatiku sakit. Menohok ke dalam relung hatiku yang paling dalam.

Aku menghela nafas sebelum memperhatikan guru didalam kelas. Setelah pelajaran berakhir, Taeyeon beranjak berdiri dengan cepat. Aku merapikan semua barang-barangku dan mengikutinya.

Aku mengangkap tangan dan menariknya disaat tak ada seorang pun yang memperhatikan kami. Lalu dia menatapku dengan marah, β€œ Apa!? β€œ

β€œ Mengapa kau menghindariku? β€œ tanyaku padanya

β€œ Terserahku, sekarang lepaskan aku! β€œ ujarnya seiring mencoba melepaskan genggaman tanganku dilengannya.

Namun, aku menggenggamnya kuat. β€œ Aku akan melepaskannya, membiarkanmu pergi setelah kau memberikan alasan yang jelas mengapa kau menghindariku. Sebelum itu, aku tak akan membiarkanmu pergi dariku β€œ. Taeyeon berhenti memberontak dan menatap kedua mataku. Aku terdiam ketika melihat sinar matanya yang terlihat begitu sedih dan menyakitkan.

β€œ Apa kau tahu siapa saja yang mengalami kecelakaan mobil itu? β€œ tanyanya lirih, bahkan hampir berbisik.

Aku menggelengkan kepala, β€œ Daddy tidak pernah menceritakannya padaku β€œ

β€œ Ibumu telah membunuh keluargaku! β€œ ujarnya marah.

Aku tercengang, tidak mungkin!

β€œ Dia membunuh ayahku, adikku β€œ sambungnya seiring air mata mengalir dari pelupuk matanya. Aku mencoba untuk menghapus air mata itu, tetapi ia menepis tanganku kasar.

Menyakitkan. Aku kembali menatapnya.

β€œ Bagaimana semua ini bisa berhubungan denganku? β€œ tanyaku setelah kurasakan tepisan keras dan kasar darinya ditanganku.

Tetapi ia tak berkata.

β€œ Kau tahu ini sangat menyakitkan, Taeyeon β€œ

Dia menatapku dalam, β€œ Apa?? Menyakitkan? β€œ

β€œ Ketika kau dihindari seseorang yang kau cintai, itu sangat menyakitkan, Taeyeon β€œ ungkapku dengan suara yang lirih, beruntung ia masih dapat mendengar suaraku hingga kulihat kedua matanya membesar.

β€œ Tiffany β€œ. Ia memanggilku.

Aku melepaskan genggaman di tangannya dan membalikkan tubuhku seiring menutup wajahku dengan kedua tangan. Aku tidak dapat merasakan dan mendengar apapun selama beberapa menit. Lalu, aku merasakan dekapan hangat yang berhasil membuat degup jantungku berdegup kencang, aku tahu itu pasti Taeyeon.

β€œ Kau mencintaiku? β€œ tanyanya.

Aku mengangguk dan masih tidak berniat untuk menatapnya.

β€œ Tetapi, aku tidak bisa mendengar β€œ bisiknya.

Kemudian, aku memutuskan membalikkan tubuhku untuk menatapnya, β€œ Lalu, kenapa jika kau tidak bisa mendengar? β€œ

Dia menghela nafas, β€œ Dan aku adalah seorang gadis.. β€œ

β€œ Aku tidak peduli jika kau seorang gadis β€œ

β€œ Daddymu pasti tidak akan merestui β€œ

Terus terang aku bahkan melupakan daddy. Pernyataan Taeyeon mungkin ada benarnya juga. Daddy mungkin tidak merestui hubunganku dengan Taeyeon.

β€œ Tetapi jika kau mencintaiku juga, aku akan memperjuangkannya β€œ ucapku dengan suara lembut sambil menatap kedua matanya dalam.

Ia mengelus pipiku dengan tangan hangatnya.

β€œ Aku juga mencintaimu β€œ ujarnya dengan berani.

Aku tersenyum lebar seiring Taeyeon menarik tubuhku hingga jarak tubuh kami kini tinggal beberapa inchi lagi. Kami saling berciuman lembut, tenang dan intim.

.

.

Author pov

Hari ini adalah hari dimana Taeyeon akan meminta restu ommanya untuk hubungan Tiffany dan gadis itu. Ia duduk berdampingan bersama Tiffany dan bersebrangan dengan ommanya.

β€œ Omma β€œ. Taeyeon mengambil nafas dalam-dalam.

Mrs. Kim menatap ke arah Taeyeon khawatir. β€œ Ada apa, nak? Apa kau baik-baik saja? β€œ

Taeyeon mengangguk, β€œ Ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu β€œ

Mrs. Kim mengangguk dan menunggu kalimat selanjutnya yang akan keluar dari mulut anaknya.

β€œ Aku berpacaran dengan Tiffany β€œ. Akhirnya Taeyeon mengungkapkan semuanya seiring menggenggam tangan Tiffany dengan erat dan memperlihatkannya pada Mrs. Kim.

Mrs. Kim terdiam sesaat untuk mencerna semua yang terjadi saat ini sebelum akhirnya tersenyum. Taeyeon dan Tiffany terkejut dengan reaksi tersebut.

β€œ Nan gwenchana, Taeyeon-ah. Selama itu membuatmu bahagia dan tidak akan menjadi masalah bagi Tiffany untuk membuatmu bahagia β€œ ujar Mrs. Kim sambil tersenyum

Kedua gadis itu melompat kegirangan dan langsung berhambur memeluk Mrs. Kim.

.

.

β€œ Tae, kapan kita akan mengatakannya pada daddy? β€œ tanya Tiffany yang tengah berbaring diatas tempat tidur bersama Taeyeon.

Taeyeon mengangkat kedua bahunya, β€œ Mollayo, kapan kau menginginkannya? β€œ

β€œ Besok? β€œ

Taeyeon tersenyum dan memandang ke arah Tiffany, β€œ Jika itu membuatmu bahagia, ayo kita lakukan besok β€œ

Tiffany tersenyum dan mencium Taeyeon lembut.

***

β€œ Daddy, ada hal penting yang ingin katakan padamu β€œ ujar Tiffany pelan

Mr. Hwang mengangguk mantap, β€œ Ada sesuatu juga yang ingin aku katakan padamu β€œ.

Tiffany duduk bersama Taeyeon, β€œ Baiklah, kau bisa mengatakannya duluan β€œ ungkap Tiffany.

β€œ Kau akan menikah β€œ jawab Mr. Hwang dengan jelas

Kedua gadis itu membelalakkan kedua mata mereka.

β€œ Tetapi, dad, aku masih sekolah! β€œ bantah Tiffany

β€œ Aku mengerti, tetapi setelah kau lulus nanti, kau akan menikah β€œ jelas Mr. Hwang

β€œ Why? β€œ ucap Tiffany lirih, Taeyeon mengelus tangan Tiffany yang berada dibawah meja, menggenggamnya erat.

β€œ Tiffany, ini untuk pekerjaan daddy. Jika kau menikahi pria itu, aku bisa mendapatkan apa yang kau inginkan β€œ. Mr. Hwang mencoba menjelaskannya lagi

β€œ Tetapi aku tidak ingin menikah dengan siapapun! Tidak peduli bagaimana berlimpahnya kekayaan dan ketampanan pria itu β€œ. Teriak Tiffany

Taeyeon semakin menggenggam tangan Tiffany, mencoba untuk meredam amarah kekasihnya dan hal itu membuat Tiffany tersadar sehingga ia menatap genggaman tangan mereka.

β€œ Mian β€œ ucap Tiffany dan dengan cepat direspon anggukkan dari Taeyeon

β€œ Tiffany mengapa kau mempersulit semua ini? β€œ. Mr. Hwang menghela nafas

β€œ Daddy, tidakkah kau mengatakan bahwa kau ingin aku menemukan cinta yang sesungguhnya? β€œ tanya Tiffany.

Mr. Hwang mengangguk, β€œ Tetapi itu membuatnya sangat lam–.. β€œ

β€œ Aku sudah mendapatkan apa yang kau inginkan dariku. I found my true love β€œ

Mr. Hwang terlihat terkejut, β€œ Really? Siapa pria itu? β€œ

β€œ Dia seorang gadis β€œ ucap Tiffany

Hening.

β€œ Kau… berpacaran.. dengan seorang GADIS!?? β€œ tanya Mr. Hwang tak percaya.

Tiffany mengagguk, tidak berniat membalas teriakkan daddynya.

β€œ Aku tidak ingin kau menyukai sesama jenis didalam rumah ini! β€œ ujarnya dengan berani dan marah.

Tiffany tak bisa menahan lagi seiring air mata mengalir dari pelupuk matanya. Ia beranjak berdiri dari tempatnya dan menatap tajam ke arah Mr. Hwang.

β€œ Jika mommy masih berada disini, dia pasti tidak peduli dengan siapa aku berpacaran selama itu membuatku bahagia. Jika mommy masih hidup, semua ini akan sangat baik bagiku. Jika mommy masih hidup kau tak akan sedingin, dan seegois seperti ini! β€œ ungkap Tiffany dengan suara yang bergetar.

Mr. Hwang mengangkat salah satu tangannya, mencoba untuk menampar pipi anak gadisnya. Tiffany menutup kedua matanya dan menunggu tamparan itu. Tetapi tamparan itu tak kunjung datang.

Ia membuka kedua matanya dan melihat Taeyeon memeluk Mr. Hwang untuk menghentikan aksinya.

β€œ YAH! GADIS KECIL, lepaskan aku! Bagaimana kau bisa ikut campur dalam urusanku! β€œ. Mr. Hwang berteriak pada Taeyeon.

Tiffany melihat air mata diwajah daddynya.

β€œ Stephanie Hwang Miyoung! Jangan pernah kau membawa-bawa ibumu dalam urusan ini! β€œ ujar Mr. Hwang

Tiffany tetap diam, seiring Taeyeon menggenggam tangan Tiffany.

β€œ Jika kau berhubungan dengan seorang gadis, kau tidak akan masuk dalam daftar keluarga Hwang lagi! Aku akan mencoretmu dari daftar keluarga dan kau bisa tinggal dijalanan! β€œ

Tiffany tercengang dan menatap kedua mata Mr. Hwang dengan sangat emosional.

β€œ Baiklah, kau bisa mencoretku dari daftar keluarga, setidaknya aku akan bersama seseorang yang sudah jelas-jelas mencintaiku. Tidak seperti seseorang yang lebih mementingkan perusahaannya dibandingkan ANAKNYA! β€œ. Tiffany berteriak disaat kata-kata terakhir yang keluar dari mulutnya.

Sebelum tiffany pergi, ia menatap Mr. Hwang β€œ Aku bertaruh bahwa mommy pasti sangat kecewa saat ini, kau mengusir anakmu. Beliau pasti sangat sedih dengan cara kau memperlakukanku yang jelas-jelas adalah darah dagingmu sendiri. Selamat tinggal Mr. Hwang β€œ ucap Tiffany lirih lalu berjalan keluar rumah.

Mr. Hwang menitikkan air matanya, β€œ Mianhae, Stephanie.. Mianhae, Miyoung.. aku hanya ingin yang terbaik untukmu β€œ.

Setelah kedua gadis itu keluar dari rumah keluarga Hwang, Tiffany hampir saja menjatuhkan dirinya dan Taeyeon langsung menangkap tubuh gadis itu. tiba-tiba, Tiffany mulai terisak dibahu Taeyeon.

Taeyeon yang terkejut dengan apa yang terjadi pada Tiffany hanya bisa memeluknya erat, Taeyeon tak kuasa untuk mendengar kekasihnya menangis tersedu-sedu seperti saat ini.

β€œ Daddy mencoret aku dari daftar keluarga Hwang hanya karna aku mencintaimu β€œ isaknya. Taeyeon mengelus lembut punggung Tiffany, mencoba menenangkan kekasihnya. β€œ Kemana aku akan pergi? β€œ sambung Tiffany dengan isak tangis yang perlahan mulai melembut.

Taeyeon melepaskan pelukannya dan menatap kedua mata Tiffany.

β€œ Kau akan tinggal bersamaku β€œ jawab Taeyeon

β€œ Aku tak ingin merepotkanmu, Tae β€œ isak Tiffany

Taeyeon menarik tubuh Tiffany sehingga tak ada jarak diantara mereka, tangan Taeyeon tergerak untuk menangkup diwajah Tiffany. Menghapus air mata gadis eyes smile itu dengan lembut.

β€œ I love you dan aku tidak akan membiarkanmu tidur dijalanan. Kau sama sekali tidak merepotkanku β€œ ujar Taeyeon, β€œ Kau mengerti? β€œ

Tiffany mengangguk perlahan. Taeyeon tersenyum manis sebelum mencium pipi Tiffany, meraih tangan Tiffany dan menguncinya dengan tangannya.

β€œ Geurae~ jja, kita pulang β€œ

.

.

Dua orang gadis terlihat berbaring diatas tempat tidur bersama-sama, lampu kamar itu dimatikan dan pintunya pun tertutup.

β€œ Taeyeon-ah β€œ panggil Tiffany

β€œ Hmm? β€œ

Tiffany memiringkan tubuhnya sehingga ia bisa melihat punggung Taeyeon, β€œ Aku tak bisa tidur β€œ keluhnya

Merasakan tubuh Tiffany bergerak menghadap punggungnya, lalu Taeyeon memutuskan untuk membalikkan pula tubuhnya sehingga mereka saling berhadapan. Taeyeon menyadari apa yang harus ia lakukan sehingga gadis itu tersenyum penuh arti dan memeluk pinggang Tiffany, menarik tubuh kekasihnya untuk masuk ke dalam dekapannya.

Tiffany terkejut dengan sentuhan Taeyeon yang tiba-tiba ditubuhnya, kedua gadis itu menggunakan pakaian tipis dan pendek karna memang pada saat itu udara disana sedikit panas.

Taeyeon memutuskan untuk menjahili Tiffany seiring tangannya mengelus lengan Tiffany. sangat lembut hingga berhasil membuat bulu kuduk Tiffany merinding. Taeyeon tersenyum. Sedangkan Tiffany mengerucutkan bibirnya lucu.

Taeyeon berlanjut menyentuh lengan dan kaki Tiffany, mengelusnya lembut hingga Tiffany menghentikan Taeyeon dan mencium leher Taeyeon. Itu bermulai dari ciuman singkat dileher, lalu berlanjut lebih jauh lagi.

β€œ Tif.. Fany-ah β€œ. Taeyeon mendesah saat Tiffany berhasil menyentuh sisi sensitif kekasihnya. Tiffany tersenyum, gadis itu menyukai bagaimana Taeyeon memanggilnya.

Tiffany menarik diri dan menatap Taeyeon, β€œ Panggil aku seperti tadi lagi β€œ

β€œ Tiff? β€œ tanya Taeyeon ragu dan Tiffany menggelengkan kepalanya.

β€œ Fany? β€œ

Tiffany tersenyum lebar.

Taeyeon membalas senyuman Tiffany dan mencium dahi kekasihnya. β€œ Itu sudah cukup untuk saat ini, selamat malam, Fany β€œ

Taeyeon memeluk kekasihnya, sementara Tiffany menyembunyikan wajahnya diceruk leher Taeyeon.

 

 

Taeyeon terbangun dari tidur nyenyaknya saat ia mendengar suara isak tangis yang datang dari gadis dipelukannya. Taeyeon membuka penuh kedua matanya dan melihat Tiffany memunggunginya, Taeyeon mengguncangkan pelan tubuh Tiffany.

β€œ Berbalik lah β€œ pinta Taeyeon.

Tiffany terisak seiring gadis itu mengikuti permintaan Taeyeon untuk menatapnya, namun kedua tangan Tiffany menutup rapat wajah gadis itu. Taeyeon menurunkan kedua tangan Tiffany dari wajah kekasihnya. Taeyeon mengelus pipi Tiffany lembut dan menghapus air mata Tiffany.

β€œ He’s going disown me β€œ isak Tiffany. Taeyeon memeluk Tiffany erat, membawa tubuh mereka untuk saling berdekatan.

β€œ Shh β€œ bisik Taeyeon

Tiffany terus terisak, sementara Taeyeon tak berhenti mengelus punggung Tiffany untuk menenangkan gadis itu. Setelah tangis Tiffany mulai mereda, Taeyeon memandang wajah Tiffany.

β€œ Fany-ah, uljima β€œ ujarnya sambil memandang kedua mata Tiffany dalam. Tiffany mengangguk pelan. β€œ Fany, aku tak ingin melihatmu bersedih β€œ sambung Taeyeon, namun Tiffany tak berucap apapun melainkan menggenggam tangan Taeyeon yang menangkup diwajahnya.

β€œ Jika kau merindukan daddy.. β€œ Taeyeon menggantungkan kalimatnya, membuat Tiffany penasaran. β€œ Maka kau harus melakukan apa yang ia inginkan β€œ sambung Taeyeon dengan berat hati

β€œ Tidak! β€œ. Tiffany dengan mantap menolaknya dengan keras.

β€œ Fany-ah, dengarkan aku β€œ ujar Taeyeon, namun Tiffany menggelengkan kepalanya.

β€œ Aku tidak akan menikah dengan seseorang karna kemauannya. Jika ia peduli padaku sebagai putrinya, maka dia akan datang dan meminta maaf padaku, tidak dengan cara lain β€œ

Taeyeon menghela nafas sebelum mendekatkan tubuhnya pada Tiffany, menyembunyikan wajahnya diceruk leher Tiffany.

β€œ Terserah padamu, Fany β€œ bisik Taeyeon

Tiffany mendaratkan dagunya dibahu Taeyeon, tak ada jarak diantara mereka seolah tubuh mereka menempel begitu saja. Itu semua karna mereka memang cocok untuk bersama, sehingga kesempurnaan hadir diantara mereka.

.

.

Taeyeon terbangun lagi karna suara isak tangis, kali ini hari telah pagi maka ia bisa melihat dengan jelas. Ia membalikkan tubuh Tiffany hingga menghadap padanya. Taeyeon tercengang saat melihat bagaimana sosok kekasihnya yang begitu pucat dan kedua mata Tiffany bengkak.

β€œ Fany-ah β€œ panggil Taeyeon sambil menghapus air mata kekasihnya dan satu tangan lain merengkuh tubuh Tiffany.

β€œ Tae, aku merindukannya β€œ ujar Tiffany.

Taeyeon tidak mengatakan apapun, tetapi gadis itu menarik tubuh Tiffany semakin dalam untuk ia rengkuh.

β€œ Shh.. Fany-ah β€œ ujarnya sedih, karna ini sangat menyakitkan melihat gadis yang dicintainya menangis terus menerus.

Tiffany sedikit merasa tenang setelah mendengar suara Taeyeon dan Taeyeon merasakan pakaiannya basah namun ia tak peduli.

Tiffany melepaskan diri dari Taeyeon dan menatap kekasihnya. Taeyeon menangkupkan kedua tangan diwajah Tiffany, mengelusnya lembut.

β€œ Fany-ah, kau sangat merindukannya, bukan begitu? β€œ

Tiffany mengangguk seiring memejamkan kedua matanya, menikmati belaian lembut yang Taeyeon lakukan dikedua pipinya.

β€œ Apa kau menangis sepanjang malam? β€œ tanya Taeyeon dan Tiffany mengangguk lagi.

β€œ Fany, kenapa kau tidak membangunkanku? Aku akan menenangkanmu β€œ ujar Taeyeon sedikit emosi karna Tiffany tidak membangunkannya.

β€œ Tae, aku tidak ingin mengganggumu β€œ jawab Tiffany seiring air mata mengalir dari pelupuk matanya lagi

Taeyeon menghela nafas, β€œ Baiklah, baiklah, berhenti menangis Fany-ah. Aku tidak menyukainya β€œ. Tiffany menggigit bibirnya untuk menghentikan rasa ingin menangisnya dan tidak menimbulkan suara isak tangis.

Taeyeon tersenyum dan mengelus hidung Tiffany, β€œ Itu lebih baik, sekarang mari kita pergi ke sekolah, ok? β€œ

Tiffany mengangguk dan kedua gadis itu beranjak dari tempat tidur, lalu bersiap untuk pergi ke sekolah.

.

.

Taeyeon memandang ke arah Tiffany yang duduk disampingnya, Tiffany menyandarkan kepalanya diatas meja dan tertidur.

Taeyeon menghela nafas, β€˜Aish, gadis ini pasti menangis semalaman dan tidak tidur’

Tiffany terlihat tidak nyaman berada diposisi tidur seperti itu, sehingga Taeyeon memutuskan untuk mengangkat kepala Tiffany perlahan dan menyimpannya dibahunya. Beruntung gerakannya itu tidak membuat Tiffany terbangun dan guru pun tidak menangkap aktivitas Tiffany didalam kelas saat itu.

Bel kelas telah usai pun berdering keras membuat Tiffany mengerang.

β€œ Fany-ah, ireona, kau tidur selama kelas berlangsung β€œ ujar Taeyeon dan berhasil membuat Tiffany duduk tegak.

β€œ Mengapa kau tidak membangunkanku!? β€œ

Taeyeon menyernyit, lantaran suara keras yang bersumber dari Tiffany membuat telinganya berdenging.

β€œ M-mianhae, Taeyeon-ah β€œ ujar Tiffany menyesal

Taeyeon menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis, β€œ Gwenchana, jja~ kita ke kelas selanjutnya β€œ

.

.

Setelah semua mata pelajaran dilewati bersama, kini waktunya mereka pulang dan saat mereka diluar gedung sekolah, Tiffany melihat kendaraan Mr. Hwang terparkir dilapangan sekolah, tentu saja bersama dengan pemiliknya. Mr. Hwang.

Taeyeon mengunci tangannya dengan Tiffany, membuat Tiffany memandang ke bawah dan menatap Taeyeon.

β€œ Kau bisa kembali ke rumah, kau tahu? Jika kau sangat merindukannya, maka lakukan apa yang diinginkannya β€œ ujar Taeyeon dengan berani, namun jauh didalam lubuk hati Taeyeon ia sama sekali tidak menginginkan Tiffany untuk meninggalkannya.

Tiffany gamang.

Ia melihat Mr. Hwang melambaikan tangannya ke arah Tiffany dan Taeyeon melihatnya.

β€œ Aku mencintainya, tetapi aku juga mencintaimu β€œ ungkap Tiffany dengan tangannya yang masih bertautan dengan Taeyeon.

Taeyeon menghela nafas, β€œ Beliau adalah ayah kandungmu, sementara aku tidak ada hubungan darah apapun denganmu β€œ

Tiffany terdiam.

β€œ Tiffany, jika kau benar-benar merindukannya, kau boleh menikahi pria itu, aku akan baik-baik saja β€œ ujar Taeyeon lembut seiring tautan tangan mereka yang mulai terlepas.

Tiffany melihat Taeyeon meruntuhkan bentengnya, menyerah untuk memperjuangkannya dan itu membuatnya menderita.

β€œ Kau sama sekali tidak ingin berjuang untukku? β€œ tanya Tiffany emosi

β€œ Apa? β€œ jawab Taeyeon yang justru balik bertanya seperti orang bodoh yang kebingungan.

β€œ Kau hanya akan membiarkanku pergi? β€œ tanya Tiffany

Taeyeon mengangguk perlahan, β€œ Aku melakukannya karna aku tidak ingin melihatmu menangis terus menerus sepanjang malam karna merindukannya. Kebahagiaanmu adalah prioritasku sekalipun harus berpisah darimu β€œ

Kedua mata Tiffany berkaca-kaca, ia sangat tersentuh dengan kata-kata Taeyeon. Tiba-tiba sebuah ide hadir didalam pikiran Tiffany. Taeyeon menatap Tiffany bingung.

β€œ Aku hanya akan menikahinya untuk 4 bulan, setelah itu aku akan meninggalkannya dan pergi bersamamu β€œ jelas Tiffany

β€œ Tetapi kau harus menciumnya saat pernikahan nanti β€œ jawab Taeyeon

Tiffany menggelengkan kepalanya, β€œ Tak masalah, aku akan membuat pria itu mencium pipiku atau sesuatu yang lain β€œ

Taeyeon menghela nafas, β€œ Baiklah, mari kita katakan pada daddy β€œ

Merasa bahagia, Tiffany menggenggam tangan Taeyeon erat seiring berlari menghampiri Mr. Hwang. Pria paruh baya itu terlihat tersenyum lebar, lalu dahinya menyernyit saat ia melihat genggaman kedua gadis muda dihadapannya.

β€œ Aku akan menikah dengan pria itu β€œ ucap Tiffany.

Mr. Hwang terkejut hingga ia sulit mengatakan sesuatu dan kedua matanya membesar.

β€œ Tetapi setelah 4 bulan, aku akan bercerai dengannya β€œ sambung Tiffany

Mr. Hwang terdiam, ia memikirkan kata-kata anak gadisnya.

β€œ Baiklah β€œ ungkapnya

β€œ Tetapi, aku masih bersama Taeyeon β€œ ujar Tiffany sambil mengangkat tautan tangan mereka ke udara, memperlihatkan hal itu pada Mr. Hwang.

Mr. Hwang menghela nafas, β€œ Baik, selama kau menikah dengan seorang pria β€œ

Tiffany tersenyum dan memeluk Taeyeon yang terkejut, tetapi selanjutnya Taeyeon membalas pelukan Tiffany.

***

Taeyeon bernafas berat, ia sangat gugup saat melihat Tiffany berjalan menuruni anak tangga. Terus terang, Taeyeon sama sekali tidak tersenyum. Kenyataannya adalah pernikahan ini bukanlah hal yang diinginkannya karna disinilah Tiffany, menikahi seorang pria.

Tiffany berhenti melangkah dan berdiri dihadapan pria itu, Choi Minho. Pria itu tersenyum bahagia.

Tiffany menjauh dari pria itu, ia tidak menyukai Minho berdekatan dengannya. Semua orang terlihat bergembira saat mereka mulai membacakan janji pernikahan tentang saling mencintai satu sama lain.

β€œ I do β€œ ujar seseorang dengan percaya diri, hal itu membuat Tiffany tersadar.

β€œ Dan apa kau, Stephanie Mi–.. β€œ

Tiffany menghentikan kalimat itu dengan mengangkat salah satu tangannya, meminta pria itu untuk tidak melanjutkan kata-katanya.

β€œ Aku tak ingin melakukan hal ini karena aku yang menginginkannya, aku akan membaca hal ini ketika aku ingin membacanya dengan sepenuh hati β€œ ungkap Tiffany dengan jelas

Taeyeon menyeringai lebar, sementara mempelai pria menganga karna terkejut dengan apa yang ia dengar.

β€œ Kau boleh mencium pasanganmu β€œ

Moment itu pun akhirnya tiba, moment yang berhasil membuat kedua gadis frustasi. Taeyeon dan Tiffany.

Kedua gadis itu saling berpandangan dan Tiffany mencoba menenangkan Taeyeon lewat bahasa matanya. Taeyeon mengangguk seiring mempelai pria mulai mendekatkan wajahnya, Tiffany juga melakukannya membuat Taeyeon tanpa sadar mengepalkan kedua tangannya.

Taeyeon baru saja akan mengatakan sesuatu ketika bibir mereka akan bertemu, namun Tiffany langsung memalingkan wajahnya ke arah lain dan mengedipkan salah satu matanya pada Taeyeon membuat Minho mencium pipi Tiffany.

Taeyeon tak bisa menahan untuk tidak tertawa, sehingga ia tertawa lepas melihat apa yang telah Tiffany lakukan sementara Minho menatap tajam ke arahnya.

Tiffany terkekeh, sama halnya dengan semua tamu undangan, bahkan beberapa orang diantara mereka mulai tertawa terbahak-bahak. Hal ini membuat Minho marah dan segera turun dari atas stage untuk melakukan ritual selanjutnya yaitu bertukar cincin.

Setelah bertukar cincin. Tiffany berjalan menghampiri Taeyeon, melepaskan cincinnya dan menggunakannya dijari Taeyeon.

Semua orang tercengang, tetapi Taeyeon menjaga cincin itu dan tersenyum pada Tiffany.

Tiffany membalas senyuman Taeyeon sebelum ia mencium kekasihnya, membuat semua orang terkejut bukan main.

TBC

Β 

Β 

Β 

65 comments

  1. Kangen bwgd sm tae.. ketawanya tae yg dulu sudah ilang saat ini.. sudah berubah dgn tahun tahun sblumnya😒😒😒😒
    TAENY momment sllu ada di dunia nyata mrk dan tentunya di dunia ff😊😊.. love I so much more TAENY bias qu^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s