Long Distance Relationship

Long Distance Relationship

Author: F

Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukai pairing JeTi tinggalkan ff ini. Dan diharapkan jika ingin copy paste, sertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!πŸ˜„

***

Disuatu pagi yang cerah, semilir angin berhembus diantara gorden disisi jendela yang sengaja kubuka lebar-lebar. Tak seharusnya dihari secerah ini waktu yang kuhabiskan hanya untuk berdiam diri didalam kediamanku. Terbaring diatas sofa berwarna putih diruang santai, bermalas-malasan seorang diri tanpa seorang pun disini.

Musim telah berganti, suara kicauan burung terdengar ramai diantara pepohonan diluar jendela. Menenangkan, tetapi disisi lain aku merasa sedih lantaran ketenangan ini hanya bisa kurasakan seorang diri tanpa hadirnya seseorang.

Aku menghela nafas, kembali menggerakkan jari telunjukku diatas keyboard laptop kesayanganku. Kedua mataku bergerak mencari sesuatu yang menarik perhatianku, hingga akhirnya aku terdiam. Membaca setiap kata yang tertera dilayar laptopku.

Allkpop got an exclusive look at Girls Generation upcoming Korean MV and single β€œCatch Me If You Can” (Allkpop, 2015).

Kubaca seluruh rentetan kalimat berita itu, hingga dioption terakhir kedua mataku menangkap berita lain dan spontan aku membukanya.

Girls Generation’s Tiffany will be taking the lead as the host of new Mnet show called ’Heart a Tag’. Dont miss it! (Allkpop, 2015).

Tanpa sadar, aku menggigit bibirku, kedua mataku pun terasa panas. They said, β€œDont miss it”. And i always miss her, my sunshine as a lovely girlfriend. Tiffany Hwang.

Sekejap, kuteringat dalam lamunan. Rasa sentuhan jemari tanganmu, kuteringat walau telah pudar. Suara tawamu, sungguh ku rindu.

Disuatu kondisi yang sunyi, terlihat sepasang kekasih yang tengah mengistirahatkan tubuh mereka diatas singgasananya. Awan gelap dimalam hari itu, perlahan mulai berubah, berganti dengan hadirnya sang matahari yang mulai menunjukkan sosoknya. Hangat.

Salah seorang dari kedua gadis disana terlihat masih terjaga sepanjang malam, penyakit insomnianya selalu melanda tanpa tahu situasi dan kondisi. Namun, itu semua tak jadi masalah. Bahkan memang pada dasarnya gadis itu tak berniat untuk tidur, karna bagaimana bisa ia menutup kedua matanya sementara didalam dekapannya terdapat seorang bidadari cantik yang turun dari istana musim dingin milik putri elsa, Frozen.

Ia biarkan tangan kirinya menjadi bantalan untuk sang kekasih, sementara tangan kanannya tak pernah berhenti menyentuh, membelai setiap inci wajah bidadari dengan jari jemarinya. Lembut.

Semalam wajah bidadari itu tersinarkan cahaya rembulan yang indah, dan saat ini wajah itu tersinarkan cahaya matahari yang cerah hingga berhasil membuat tidurnya terusik. Perlahan, bidadari itu membuka kedua matanya dan saat kedua matanya menangkap sosok refleksi kekasihnya yang tengah tersenyum menyambutnya, kedua sudut bibirnya pun merekah lebar. Tak terkira dan tak bisa digambarkan bagaimana bahagianya ia karna bisa melihat kekasihnya lagi saat ia membuka matanya dipagi hari.

β€œ Good morning, B, Baby β€œ. Sentuhan jemari itu sekejap terhenti dipipinya dan detik selanjutnya, Jessica mendapatkan morning kiss yang manis dibibirnya.

Jessica tersenyum, ia sudah bahagia dengan kehadiran kekasihnya dipagi hari dan sekarang ia mendapatkan kebahagiaan yang lebih dari itu sekalipun hanya sebuah kecupan singkat dibibirnya. Bagi Jessica, kebahagiaan kecil itu sudah mewakili kebahagiaan dalam mimpinya.

β€œ Kau tidak bisa tidur, lagi, Tiff? β€œ. Jessica bergerak perlahan, semakin masuk ke dalam dekapan hangat Tiffany. Menyembunyikan wajahnya yang memerah diceruk leher Tiffany.

β€œ Hm, as always. You know me so well β€œ. Tiffany mengelus punggung Jessica dan mengecup pangkal kepala gadis itu dengan sayang.

β€œ Your habit, sooo bad β€œ. Tiffany terkekeh, seiring mengecup bahu Jessica yang terekspos dibalik selimut tebal yang menyelimuti tubuh mereka.

β€œ Kau lupa membuatkanku susu coklat tadi malam β€œ ujar Tiffany hingga berhasil membuat Jessica menjauhkan tubuh mereka sejenak dan menatap Tiffany dengan rasa bersalah.

β€œ Mianhae! Aku melupakannya! Oh my god! I’m sorry, Tiff β€œ ucap Jessica sambil menangkupkan kedua tangan diwajah Tiffany.

Tiffany tersenyum manis. Sangat manis hingga kedua matanya ikut tersenyum pada gadis dihadapannya.

β€œ Gwenchanayo, its not your fault. Tak seharusnya aku datang padamu ditengah malam, aku telah mengganggu waktu istirahatmu, Jess β€œ

β€œ Aniya! Kau sama sekali dan tak pernah menggangguku. Kau datang tepat waktu, Tiff. Coz i miss you badly! Jinja! β€œ

Sekali lagi, Tiffany tersenyum dan terkekeh melihat betapa lucunya Jessica dimatanya. Gadis itu kembali menarik tubuh Jessica ke dalam dekapannya, mencium harum rambut Jessica yang begitu memabukkanya.

β€œ I miss you too, Jessie. I love you β€œ bisiknya lembut dan berhasil membuat hati Jessica berbunga-bunga

β€œ Love you more β€œ

 

 

β€œ Tiff β€œ panggil Jessica disela-sela aktivitas mereka yang tengah bersantai di atas sofa.

Tiffany duduk dibelakang Jessica, sementara Jessica menyibukkan diri dengan ponselnya sambil menyandarkan kepalanya didada Tiffany dan membiarkan Tiffany melingkarkan kedua tangan ditubuhnya untuk memegang dan membaca majalah dihadapan mereka.

β€œ Hm? β€œ

β€œ Kemarin sepupuku datang bersama keponakanku yang kecil, lihat foto ini β€œ ungkap Jessica sambil memamerkan sebuah foto pada Tiffany dan Tiffany pun terpaksa harus menghentikan bacaannya untuk memberikan perhatian pada kekasihnya.

β€œ Kyaaaa.. betapa lucunya anak ini β€œ. Tiffany memeluk Jessica erat untuk mengungkapkan rasa gemasnya pada salah satu keponakan kekasihnya itu.

β€œ Kau tahu, dia tidur dikakiku β€œ

β€œ Omo! Waeyo? β€œ

β€œ Mungkin karna dia kelelahan dan dia menguasai tempat tidur kita. Tidur kesana kemari hingga berhasil membuatku pusing β€œ

β€œ Lalu? Jangan bilang kau tidur dilantai, Jessie β€œ

β€œ Aniya. Aku hanya menariknya ke dalam dekapanku, lalu sekejap tidurnya menjadi diam β€œ

β€œ I’m envy with you, kau sudah bisa mengendalikan anak kecil, hm? β€œ

β€œ Aku tak hanya bisa mengendalikan anak kecil, aku juga bisa mengendalikanmu β€œ bisik Jessica membuat Tiffany terdiam, menutup mulutnya rapat dengan kedua pipi yang memerah. Kemudian Tiffany berdehem untuk menetralisirkan kegugupannya, membuat Jessica terkikik.

β€œ Lalu kau tidak menciumnya? β€œ

β€œ Aku melakukannya, mencium dua matanya, hidungnya, kedua pipinya, lalu bibir.. β€œ. Tiffany membelalakkan matanya mendengar penuturan Jessica yang terdengar sangat santai.

β€œ Kemudian, dagunya, turun ke bawah, terus turun, turun lagi, lalu… β€œ

β€œ Lalu?? Yah! Jessie, jangan bilang kau memperkos–.. β€œ

β€œ Dia menendangku, Tiff! Menendangku!! β€œ. Seketika, Tiffany meledakkan tawanya. Bahkan kedua matanya telah mengeluarkan air mata karna terlalu lama tertawa, ditambah ekspresi Jessica yang terlihat mengerucutkan bibirnya.

β€œ Aigoo.. so funny! Apa kau benar-benar melakukannya, Jess? β€œ tanya Tiffany disisa tawanya sambil menghapus air mata dikedua sisi matanya

β€œ Aniya. Aku hanya mengarang cerita soal itu β€œ ujar Jessica datar dan tanpa ekspresi, membuat tawa Tiffany sekejap hilang

β€œ Aish! Jung Jessica, are you kidding me!? β€œ. Tiffany beranjak dari sofa, membiarkan Jessica terlentang tiba-tiba diatas sofa dengan ledakkan tawanya.

Β 

β€œ Apa yang sedang kau buat, sweety β€œ bisik Jessica seiring memeluk tubuh Tiffany dari belakang. β€œ Cupcake? β€œ

β€œ Hm. Untuk dessert dinner kita, Jessie. Apa kau menyukainya? β€œ tanyanya sekilas melirik ke arah Jessica kemudian kembali melanjutkan aktivitasnya menghias beberapa cupcake buatannya.

β€œ Aku selalu menyukai semua buatanmu. Tapi aku tidak suka jika kau sering membuat cupcake di dorm bersama Sunny atau Taeyeon β€œ ungkap Jessica seiring mengerucutkan bibirnya membuat Tiffany yang mendengarnya terkekeh

β€œ Kau cemburu? β€œ tanya Tiffany yang tiba-tiba membalikkan tubuhnya sehingga mereka saling berhadapan, kemudian Tiffany menangkupkan kedua tangan dibahu Jessica.

β€œ A a aniya! β€œ jawab Jessica gugup hingga tak lama kemudian, Jessica bisa melihat sebuah smirk diwajah Tiffany membuat gadis itu semakin gugup.

Lalu, Tiffany menempelkan sesuatu dibibir Jessica dan wajah gadis itu perlahan mendekat padanya.

β€œ Yah!! A a apa yang akan kau lakukan? β€œ tanya Jessica terbata-bata

β€œ Ada cream dibibirmu β€œ ungkap Tiffany santai lalu tersenyum penuh makna, hingga akhirnya bibirnya mendarat dibibir Jessica.

Jessica membelalakkan matanya karna terkejut dengan aksi Tiffany yang begitu tiba-tiba, ia tak menyangka bahwa Tiffany bisa bercanda konyol dengannya seperti ini. Selanjutnya, Jessica bisa merasakan bibir Tiffany bergerak pelan dibibirnya. Menciumnya, menyesapnya hingga membuat Jessica bergairah dan mendesah kecil seiring membalas setiap perlakuan Tiffany padanya.

Ting!

Suara oven yang terdengar ditelinga mereka menghentikan aksi ciuman yang terkesan begitu lama itu. Tiffany menghapus sisa cream disisi bibir Jessica dengan jemarinya, lalu gadis itu tersenyum manis karna melihat Jessica blushing dihadapannya.

β€œ Your lips, sooo sweet β€œ ungkap Tiffany, β€œ Bisakah kau menyiapkan meja makannya? β€œ. Jessica mengangguk patuh seperti anak kecil membuat Tiffany gemas dan mengecup singkat pipinya. β€œ I love you, Jessie β€œ

Hari mulai beranjak malam, aku masuk ke dalam penthouseku, membuka jendela dan membiarkan udara malam masuk memenuhi ruangan ini. Kulemparkan tubuhku diatas sofa dan memandang langit diluar jendela. Tanpamu langit tak berbintang, tanpamu hampa yang kurasa.

Seandainya jarak tiada berarti, akan kuarungi ruang dan waktu dalam sekejap saja. Seandainya sang waktu dapat mengerti, takkan ada rindu yang terus mengganggu, kau akan kembali bersamaku.

Terbit dan tenggelamnya matahari, membawamu lebih dekat. Denganmu langitku berbintang, denganmu sempurna kurasa.

β€œ Terimakasih atas makan malamnyaaaa~.. β€œ seru Tiffany dan Jessica secara bersamaan, senyuman manis tak pernah sirna dari wajah mereka. Sungguh, betapa bahagianya mereka dengan kebersamaan ini. Untuk dapat melihat satu sama lain sangat sulit bagi mereka, terhalang oleh pekerjaan dan profesi mereka masing-masing. Maka saat ini, mereka akan benar-benar memanfaatkan moment ini dengan baik.

β€œ Mengapa kita tidak menikmati dessertnya dibalkon? β€œ tanya Tiffany dengan ekspresi kebahagiaan yang terlukis diwajahnya

β€œ Sepertinya memang akan sangat menyenangkan, haruskah kita kesana sekarang? β€œ

β€œ Tentu saja! Kajja! β€œ. Tiffany mengambil dessert miliknya ditangan kiri, sementara tangan kanannya menarik tangan Jessica untuk masuk ke dalam genggamannya. Sama halnya yang dilakukan Jessica, namun Jessica mengambil wine ditangan kanannya dan menerima genggaman tangan Tiffany ditangan kirinya.

Mereka duduk berdampingan dikursi ayunan, memandang ibu kota Seoul yang berwarna dengan lampu-lampu dibawah mereka. Malam telah larut, tetapi kondisi lalu lintas dibawah sana masih terlihat ramai.

Tiffany menyimpan makanannya dimeja, kemudian ia berlari ke dalam dan kembali dengan membawa sebuah selimut berwarna pink dikedua tangannya.

β€œ Tada~.. aku membawakan selimut untukmu. Kau akan terserang flu nanti β€œ ungkap Tiffany sambil menyelimuti tubuh Jessica dengan selimutnya, membuat Jessica hangat.

β€œ Gomawo β€œ ucap Jessica dengan sangat manis.

β€œ Your welcome, baby β€œ. Tiffany meraih tubuh Jessica untuk ia dekap. Keheningan pun menyeruak diantara mereka. Keduanya sangat menyukai keheningan seperti itu, tenang dan damai juga hangat.

Sesekali, Jessica melahap dessert buatan Tiffany sementara Tiffany memilih menikmati winenya.

β€œ Apakah rasanya begitu enak sampai kau begitu lama untuk menghabiskannya, Jessie? β€œ tanya Tiffany yang kemudian mengecup singkat pangkal kepala Jessica. Sedaritadi Jessica telah menarik perhatiannya, lantaran Jessica memakan dessertnya begitu perlahan dan sedikit demi sedikit.

β€œ Kau tidak tahu?? β€œ. Jessica menatap Tiffany dan membuat Tiffany bingung

β€œ Apa maksudmu? β€œ

β€œ Makanan ini sangat lezat dan nikmat, Tiff. Cobalah.. β€œ. Jessica menyodorkan sendok yang telah terisi cupcake diatasnya, lalu mendekatkannya dibibir Tiffany agar bisa dilahap kekasihnya.

Tiffany pun melahap dessert itu tanpa mengalihkan perhatiannya dari wajah Jessica yang begitu sangat cantik karna tersinarkan cahaya rembulan dimalam hari.

β€œ Bagaimana? β€œ tanya Jessica penasaran. Seolah dessert itu adalah buatannya, bukan buatan Tiffany.

β€œ Ini sangat enak β€œ jawab Tiffany sambil tersenyum manis, Jessica menghapus sisa dessert disisi bibir Tiffany dengan ibu jarinya. Lalu mereka saling berpelukan lagi.

β€œ I’m so happy, you know? β€œ ujar Jessica manja, seiring menenggelamkan wajahnya diceruk leher Tiffany.

β€œ I know it. I’m so happy too β€œ ungkap Tiffany sambil mengelus bahu Jessica lembut, β€œ Lihat awan malam itu β€œ sambung Tiffany seiring menunjuk ke arah awan malam diatas mereka, sementara satu tangannya menggenggam tangan Jessica.

β€œ Jessie, Did you know? Sesungguhnya aku tak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi, tetapi jika harus kuberitahu perasaan apa yang selalu kurasa, setiap denganmu langitku berbintang, dan denganmu sempurna kurasa. Keberadaanmu disisiku telah berubah segalanya. Thanks for all, Jessie. Terimakasih karna kau telah hadir melengkapi hari-hariku sekalipun kita tak bisa sering bertemu layaknya sepasang kekasih pada umumnya. Aku memang tak sempurna, tetapi dengan kehadiranmu disisiku. Seolah semua itu sudah cukup dan kaulah yang membuatku sempurna β€œ

β€œ Kekekek.. so cheesy, Tiff. β€œ

β€œ I am β€œ ujar Tiffany, membuat kedua dari mereka tertawa bersama diiringi canda tawa yang datang silih berganti.

Dan disinilah aku saat ini. Duduk dikursi ayunan, menggerakkan benda mati ini secara perlahan dengan kekuatan kakiku seiring memeluk diriku sendiri dari hembusan angin malam yang begitu dingin. Aku menggigit bibir bawahku, mencoba menahan rasa tangis karna mengingat semua tentangnya. Tentang kami.

Seandainya jarak tiada berarti, akan kuarungi ruang dan waktu dalam sekejap saja. Seandainya sang waktu dapat mengerti, takkan ada rindu yang terus mengganggu, kau akan kembali bersamaku.

Akhirnya, kupejamkan mata. Membiarkan bulir air mata mengalir keluar dari pelupuk mataku. Kerinduan ini sungguh sangat menyiksaku, menohok hatiku hingga aku sulit bernafas. Sampai kapan aku harus bertahan dengan kerinduan ini padanya, aku menginginkannya saat ini. Aku menginginkan kehadirannya disampingku, mendekapnya hangat diiringi canda tawa atau bahkan kata-katanya yang selalu terdengar chessy dan menggelikan ditelingaku. I need her. So much!

β€˜I miss you, Tiff’

Β 

Β 

Β 

β€œ Jessie β€œ. Jessica terdiam kaku ditempatnya, ia tak berniat membuka kedua tangan yang menutupi wajahnya. Ia merasa mendengar suara Tiffany, tetapi disisi lain ia tak ingin terlalu berharap dengan kehadiran sosok gadis itu. Tiffany tak mungkin datang disela kesibukannya yang luar biasa. Mungkin karena ia terlalu merindukan sosok itu, ia menjadi berhalusinasi. Pikir Jessica.

β€œ Jessie, kau tidak merindukanku? Aku kembali untukmu β€œ ujarnya. Kali ini, Jessica mendengar suaranya lagi. Bahkan terdengar sangat jelas dan nyata, sehingga Jessica memilih untuk memastikannya sendiri dengan memandang ke arah seseorang yang ternyata sudah berdiri tak jauh darinya. Senyuman manis merekah lebar diwajah sosok itu.

β€œ Tiffany! β€œ. Jessica beranjak dari tempatnya dan berhambur memeluk Tiffany erat. β€œ Aku pikir, aku hanya berhalusinasi karna terlalu merindukanmu β€œ ungkap Jessica disela isak tangisnya, dibalik pelukan mereka Tiffany tersenyum sangat manis seiring mengelus punggung Jessica lembut.

β€œ I miss you too, Jessie. I love you. I’m here right now, then stop crying. Kau akan semakin menggemaskan jika menangis β€œ ujar Tiffany sambil tertawa

END

Β 

Author’s notes:

Thanks to Raisa, LDR.

Fanfict ini memang terinspirasi dari lagunya raisa, dan setelah sekian lama penulis hanya memposting cerita dengan cast Taeny. Kali ini, izinkan penulis untuk mempost karyanya dengan cast yang berbeda. This’s Jeti.

Well, pasti banyak yang gak suka dengan pairing ini disini. Tetapi, tujuan penulis hanya ingin menyajikan suatu hiburan untuk kalian. Thanks untuk readers yang sudah berlapang dada ((((dada)))) untuk membaca fanfict diatas.

Mungkin ini terkesan absurd, tak apa yang penting murni hasil ide sendiri to? Maaf belum bisa balas semua komentar kalian, tetapi komentar kalian udah penulis baca semuanya. Sekali lagi terimakasih atas antusias kalian, penulis sangat berapresiasi sekali. Tunggu posting cerita selanjutnya yaa, have a nice day ^^

29 comments

  1. THor ni ff w bgt.. LDR itu bikin w uring2an.. cinta ku berat d ongkos.. hahaha

    Sweet bgt c Jeti.. semangat thor

  2. Wahhh… LDR yah.. Meskipun jauh mereka tetep saling mengisi.. ^^
    Uddh lama ga bca ff JeTi… Keren Ka..
    Semangat terus ^_^

  3. Daaah sangat jarang cari ff jeti,pas buka ff ini kirain taeny pas tw ternyata jeti jadi q langsung ke kolom coment z soalnya blum dapet feel laghe semenjak waktu yg nnoh..klo udah siap n dapet feelnya q akan baca n nikmati seperti ff jeti lainnya..

  4. Mereka unyu banget , tiffanny nya soo sweet banget . Jadi hbungan mereka terpisah jarak n waktu , sm kaya hubungan gw hahaha
    Kata siapa jarang ada yg suka pairing jeti , gw rasa banyak yg suka pairing ini termasuk gw . Di tunggu ff jetinya lagi thorπŸ˜€

  5. Duhh jeti LDR-an. Meskipun jauh dimata tapi tetep dihati kan wkwkwk. Udah Jessie jangan galau, udah dateng tuh pujaan hatinya. Seneng dah :p haha

  6. Nice banget ff nya. Romantis banget
    Oh iya, aku new reader.
    Aku suka banget ff kamu soal JeTi. Ini pairing favoritku. Ff kamu yang JeTi
    1. Unbelievable
    2. Queen of seoul
    3. Everyone love her

    aku udah baca. Aku selalu suka karakter Tiffany hehr

    Terus buat JeTi ya hehe

    Semangat

  7. lho ini ff jeti di post dsni jg…aku suka jeti…sukaaaa bgt…ah syukurlah tiff menyempatkan wktu buat jessie…klo ga si jessie bkal nangis trus tu smalaman..ya kan jess?????

  8. thanks buat jetinya thor q kangen nich ma ff jeti apalgi realnya….wlaupun LDR tp klow udah ketemu mkin lengket n ttp sweet…dah jessie jngan galau lgi tuch tiffanymu udh dteng….

  9. annyeong
    LDR yang mnyiksa bnget tu bwat sica,,,tp snang kn kekasih trncta bnr2 dtang,,jd bkan hlusinasi,,,puas2sin dech hlngkan tu rsa kngen ny hahahahha,,,,
    pas dech ff nya ringan dan enak aj bca nya,,,dpat kok feel nya,,,aplgi bwat yg mnjlnkan LDR#plakkkkkk,,hahahahaha
    Ok siiiiip
    Ttap smngattttt cuy
    Gomaomao,,,

  10. I love JETI. ceritanya sedikit beda dari yang lain, dan pastinya dengan Tiffany yg mendominasi disini itu lebih menarik tuk dibaca. hehe,, mendominasi disini bukan berarti ya, jangan yadong dulu.. hahaha

  11. entah knp skrg lbih suka bca ff jeti skrg feel nya sllu dpt n sdih mnrut gua pda gua ank taeny,gua kgen ama jeti moment,trus nulis ff jeti ya thor cuman di ff lu jeti ny bnyk

  12. oh god….. so sweet…..!!! ampe aku yg ngebaca ikut berbunga2 ga berhenti tersenyum seperti orang gila yg sdg jatuh Cinta. hahahahh…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s