United Kingdom

United Kingdom

By: F

Dont copy paste without my name!

***

 

Suara nyaring yang memekikkan telinga baru saja terdengar keras tepat diatasku. Sebuah pesawat yang telah lepas landas pergi menyusuri keindahan awan dipagi hari yang cerah. Sementara senyumanku kini merekah lebar lantaran mimpiku untuk menginjakkan kaki di negara ini akhirnya tercapai.

United Kingdom (UK) atau Negara Inggris merupakan negara yang berbentuk kerajaan konstitusional, disebut juga United Kingdom atau Britania Raya. Penduduk Inggris tahun 1988 berjumlah 56.80 juta jiwa, dan sekarang sudah mencapai 80,2 juta jiwa, sekitar 75% tinggal di kota-kota. Imigrasi menyebabkan Inggris dihuni oleh berbagai bangsa. Pemerintah menetapkan undang-undang yang membatasi jumlah imigran, karena banyaknya arus penduduk yang datang ke Inggris menimbulkan masalah, seperti masalah pengangguran, pendidikan, kekurangan perumahan, hingga masalah rasial. Selain itu, Inggris merupakan negara industri terkemuka di Eropa di samping Jerman Barat. Hasil industri yang utama adalah tekstil, baja, kereta api, alat elektronik, alat pertanian, kimia dan mainan anak-anak. Industri berat terpusat di daerah penambangan bijih besi dan batubara yang disebut “The black country” dengan pusatnya Birmingham dan Sheffield.

Sayangnya, kedatanganku kemari tidak untuk berlibur, merugikan mereka apalagi membuat masalah. Aku hanya ingin menimba ilmu, melanjutkan studiku untuk mendapatkan gelar master atau mungkin doktor. Sejak kecil aku memang sudah sangat mengagumi negara ini dan aku bersyukur kepada Tuhan karna memberikanku beasiswa pendidikan disalah satu universitas terbaik di negara ini.

College of Robert Gordon University, adalah tujuan utamaku setelah sampai di negara ini. Universitas ini memiliki reputasi yang luar biasa dalam keunggulan sistem pengajarannya, selain itu Robert Gordon University adalah universitas pertama di Inggris dengan lulusan siap kerja dan saat ini menjadi Universitas Terbaik versi The Sunday Times Scottish.

Kalian tau, di Negara ini memiliki dua musim. Musim dingin dan musim lebih dingin, mungkin terdengar lucu tetapi sungguh meskipun saat ini bukan musim dingin tetapi cuaca di Negara ini berhasil membuat bulu kudukku merinding dengan arti lain yaitu dingin. Kuhembuskan udara hangat yang bersumber dari dalam mulutku untuk menghangatkan kedua tanganku, hingga kulihat traffic lamp sudah menunjukkan bahwa pejalan kaki diperbolehkan untuk menyebrang.

Beberapa taksi sudah terlihat dihadapanku, para supir taksi itu terlihat tenang duduk dikursi pengemudi tanpa khawatir dengan setoran mereka perharinya jika ternyata tidak ada satu pun penumpang yang meminta jasa mereka. Aku jadi teringat pada beberapa artikel yang kubaca, bahwa orang-orang di Inggris tidak banyak seperti orang-orang yang sering kutemui di negaraku. Maksudku orang Inggris terkesan pendiam, jikalau pun saling menyapa mereka hanya akan bicara seperlunya. Jadi, inilah awal kehidupanku di negara ini? Tetap bertahan didalam bentengku yang selalu tertutup.

 

Kini aku sudah berada dilokasi tujuan pertamaku, calon universitas tempatku menimba ilmu. Aku berjalan dikoridor universitas ini, kedua mataku tak berhenti memandang ke arah lain. Aku tercengang dengan arsitektur universitas ini, kampus yang spektakuler dan modern ini terletak di bantara sungai Dee, dikelilingi oleh tepian yang berumput dan pepohonan. Garthdee hanya 15-20 menit dari pusat kota degan rute bus langsung.

Aku tidak tau apa yang harus kuucapkan lagi untuk menggambarkan semua yang kulihat saat ini, mungkin sekarang lebih baik aku segera menyelesaikan urusanku terlebih dahulu untuk memberitahu pada staff bahwa aku sudah sampai disini. aku terus menyusuri kampus ini dengan sisi kanan dan kirinya penuh dengan jendela bening, sinar matahari menembus jendela itu hingga membuat tubuhku menghangat.

Setelah menghabiskan waktu beberapa menit, akhirnya aku menemukan student information. Rasa gugup mulai menjalar diseluruh tubuh, pasalnya ini pertama kali aku mengaplikasikan bahasa inggris yang sudah lama kupelajari dan terus terang bahasa inggrisku sangat buruk.

E-excuse me “. Kulihat, seorang wanita paruh baya dengan kacamata bertengger dihidungnya sekejap menghentikan pekerjaannya dan menoleh ke arahku. Tubuhnya sedikit besar, tatapannya tajam dan ia tidak tersenyum! Tentu saja membuatku semakin bertambah gugup. Ingin rasanya aku kembali pulang, masuk ke kamar favoritku dan bersembunyi dibalik selimut tebal. Apa yang harus aku lakukan setelah ini, oh tidak!

“ Yes? “

M-m-my name is Kim Taeyeon, i-i want–..

Ahh.. miss Kim, aku tau kau pasti datang kemari hari ini. Aku sudah mendengar kabarnya bahwa kau telah sampai, here your formulir register “. Aku menghela nafas lega, tidak perlu aku berucap panjang lebar ternyata Ahjumma ini sudah mengetahuinya.

Ehh.. chankmann, dari mana ia tau kedatanganku??

Wait, darimana kau mengetahui–.. “

Wait a minute, please.. yeah.. oh yes, your here? Ok, i’ll wait “. Aku mendengus, ia memintaku untuk menunggu sebentar karna ada panggilan yang harus ia terima saat itu juga. “ Miss. Kim, lebih baik kau segera isi formulir tersebut “ ungkapnya yang membuat aku mengangkat wajahku.

Baiklah, soal ia tau kedatanganku atau tidak bukan terlalu penting untuk kuketahui. Justru itu lebih baik dan memudahkan diriku.

Aku menggeser tubuhku hingga kulihat ada sebuah tempat yang memang disediakan untuk melengkapi berkas-berkas yang nantinya akan masuk ke dalam arsip calon kampusku ini. Dengan konsentrasi penuh, aku mulai mengisi semua persyaratannya hingga kudengar suara seorang gadis. Aku tidak memperhatikannya, aku hanya mendengarnya sekilas lalu kembali mengerjakan semuanya. 30 menit kemudian, aku berikan berkas itu pada wanita paruh baya dan pergi meninggalkan mereka.

Aku kembali berjalan, kali ini aku memutuskan untuk berbelok ke kanan. Dimana aku keluar dari bangunan sebelumnya dan berjalan diantara bunga dan rerumputan hijau. Pepohonan yang terdapat disekitar itu membuat suasana menjadi segar dengan semilir angin yang berhembus menerpa wajahku, namun tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang aneh. Suasana hening disekitarku tentu membuatku mendengar derap langkahku, tetapi suara derap langkahku ini tidak seperti suara sebelumnya. Ini seperti ada seseorang yang mengikutiku entah siapa.

Kemudian, aku menghentikan langkahku dan dalam sekejap tak ada suara aneh lagi. Apa aku baru saja berimajinasi seolah ada seseorang yang mengikutiku? Tidak mungkin, karna saat ini suara itu kembali terdengar. Penasaran dengan sesuatu yang terjadi dibelakangku, aku segera membalikkan tubuhku dan berteriak histeris!

Tubuhku terdiam kaku, kedua mataku membesar karna terkejut. Bukan karna ada hantu kerajaan dimasa kolonial Inggris terdahulu tetapi aku melihat seorang gadis yang kini berdiri beberapa inci dari hadapanku. Senyuman lebar terlukis diwajahnya dan berhasil membuatku terpesona.

Excuse me, your bag.. “. Aku memandang ke arah tasku, dimana lengan pakaian gadis itu terikat dengan gantungan kunci milikku yang telah usang.

“ O-ohh.. i’m sorry, i dont k–..

It’s okay, aku baik-baik saja tetapi bisakah kau membantuku melepaskan ini semua? Aku seperti seorang penguntit yang berjalan mengikutimu dari belakang sedaritadi “ ungkapnya membuatku tanpa sadar terkekeh, namun dengan cepat aku menutup mulutku dan menemukan kedua matanya yang memandangku bingung

“ Okee.. aku minta maaf sekali lagi, Miss?? “

“ Tiffany. Namaku Tiffany Hwang “

“ Ahh.. Miss Tiffany Hwang “. Aku membantunya untuk terlepas dari gantungan kunci milikku dan tak sampai menghabiskan waktu 5 menit, gantungan kunciku sudah melepasnya

“ Terimakasih, anyway kau bisa memanggilku Tiffany “. Kini pandangan kami bertemu, ia tersenyum manis ke arahku hingga kedua matanya bergerak membentuk sebuah kepala jamur. Itu sangat lucu dan menggemaskan. “ Miss?? Kau mendengarku?? “

“ Ahh.. ya, T-tippany “

“ No, but T-i-f-f-any “

“ Ahh.. ya ppany! “. Kulihat ia membuang nafas, aku pikir aku telah membuatnya kesal. “ Maafkan aku, aku sungguh agak kesulitan untuk menyebutkan namamu “

“ Nah, tak apa. Bukankah kau baru saja mengisi formulir daftar ulangmu? “

Yes, you know it? “

“ Aku melihatmu tadi disana, sepertinya kau orang baru disini “

“ Ya, kau benar. Soal tadi, aku minta maaf. Aku tak menyangka gantungan kunciku bisa membuat masalah juga “. Aku kembali terdiam saat melihat ia terkekeh sambil menutup mulut dengan salah satu tangannya. Mengapa gadis ini terlihat menggemaskan dimataku?

“ Well, mengingat kau orang baru disini. bagaimana jika aku temani kau berjalan-jalan? “. Ia mengangkat kedua alisnya, seolah tengah bertanya sesuatu selain ucapannya. “ Aku tidak tau namamu, jadi siapa namamu miss? “. See, ternyata dia penasaran dengan namaku.

“ Kim Taeyeon “

“ Kau orang Korea?? “

“ Wah, bagaimana kau tau? “

“ Ibuku orang Korea juga “

Jinja?? “. Sekali lagi, aku berterimakasih kepada Tuhan karna membawaku menemukan seseorang yang rupanya memiliki hubungan dengan negara asalku. Terimakasih..

“ Bagaimana? “. Aku kembali tersadar atas ajakan jalan-jalannya.

“ Baiklah, karna kau memaksa dan aku juga senang dipaksa olehmu. Aku setuju! “. Ia menepuk bahuku pelan lantaran mendengar ucapanku.

Kami pun berjalan beriringan, melakukan perbincangan ringan untuk sekedar mengetahui masing-masing dari kami. Semoga ini adalah awal yang baik untukku berteman dengan orang sepertinya dinegara yang tak banyak bicara ini.

“ Kim Taeyeon, apa kau tidak keberatan jika aku harus mampir ke kediamanku terlebih dahulu? Aku lupa membawa sesuatu “ ucapnya tanpa membuyarkan konsentrasinya mengemudi.

Yes, please

“ Okee.. mari kita berbelok sebentar “ ucapnya seiring membelokkan stirnya ke kanan dan tak lama kemudian, kami sampai didepan sebuah apartment dengan gedung yang sangat tinggi.

Tunggu dimana kami saat ini?? Bukankah gedung apartment ini adalah Hyde Park?? Tidak. Gedung ini bukan hanya apartment biasa, tetapi penthouse! Dan sekarang aku mengetahui sisi lain dibalik kehidupan gadis yang baru saja aku kenal, gadis ini bukan gadis biasa tetapi ia terlahir menjadi gadis yang serba kecukupan. Sejak melihat mobil yang dikendarainya pun, aku sudah menyadari tentangnya. Wahh.. sungguh beruntung Tiffany Hwang.

“ Heyy.. Taeyeon-ah, ayoo ikut denganku “. Aku tersadar dari lamunanku dan bergegas mengikutinya masuk ke dalam lift.

 

“ Apa kau ingin ice cream? “. Aku yang sedang duduk santai disofa dekat pantrynya dengan cepat langsung bersorak girang, gadis itu sepertinya mengenalku yang senang sekali dengan ice cream. Tentu saja tawaran itu tidak akan aku tolak, aku pasti menerimanya. Sehingga aku langsung mengangguk mantap dan mengikutinya dengan duduk di kursi makan.

Here.. let me put on your glass “. Tiffany menuangkan ice cream itu ke dalam 2 gelas, satu untukku dan satu untuknya. Lalu kami duduk dikursi dan menikmati pemandangan indah diluar jendela dihadapan kami.

“ Kau beruntung sekali mendapatkan pemandangan seindah ini, Tiffany “

“ Ne, kau benar. Aku seringkali berdiam diri disini hanya untuk memandang pemandangan dihadapan kita ini. Melihat bukit-bukit hijau yang indah membuat mataku lebih segar “ jawabnya, “ Kau tinggal dimana? “. Ia menoleh ke arah ku sambil melahap ice creamnya

“ Aku belum tau, kau lihat kan, aku masih membawa barang-barangku “ tanyaku santai dan entah apa yang membuatnya kembali tertawa

“ Jika kau mau, kau bisa tinggal bersamaku “

Mwo?? “. Saat itu juga, sendok mungil yang bergantung dimulutku jatuh diatas meja. Namun, tak membutuhkan waktu lama untuk menyadarkanku. Aku langsung tertawa dan membuatnya kebingungan. “ Ini sangat aneh, mengapa kau baik sekali padaku? “

“ Karna kau adalah temanku “

“ Teman? Apa kau yakin? Tetapi–.. “

Wae? Apa kau tidak ingin menjadi temanku?? “

“ Tidak, bukan begitu. Aku senang mengenalmu, menjadi temanmu. Hanya saja, bagaimana jika ternyata aku ini memiliki motif jahat padamu. Apa kau tidak khawatir menerima orang asing begitu saja tinggal dirumahmu? “.

Ia terlihat mendengus dan memainkan sendok ice creamnya, “ Aku tidak pernah seyakin ini sebelumnya. Ini pertama kalinya aku memiliki teman “. Aku kembali tercengang dengan ucapannya, apa aku tak salah dengar??

“ Kau tau, aku sangat hati-hati memilih teman. Seringkali aku tertipu dengan kebaikan orang-orang padaku, namun saat aku melihatmu.. sepertinya kau tidak memiliki motif yang kau katakan sebelumnya. “

Aku tertawa, “ Energi positifmu terhadapku tinggi sekali nona “. Ia menoleh ke arahku dan menyernyitkan dahi, “ Aku tidak sebaik yang kau pikirkan. “

Me too “ ungkapnya, “ Maka dari itu, karna kita sama-sama bukan orang baik. Tinggalah disini, aku hanya hidup sendiri. Banyak kamar yang kosong dan sangat disayangkan, jika kau membuang-buang uang sakumu hanya untuk menyewa sebuah flat. Kau tau, biaya hidup disini sangat mahal. Jika kau tinggal disini, kau tidak perlu membayar uang sewa. Kau hanya perlu membuatkanku makanan setiap hari hehe.. “

“ Kau tidak bisa memasak?? “. Ia menganggukkan kepala dan mengerucutkan bibirnya, membuatku tertawa dalam diam. Entah sudah keberapa kalinya, aku menganggumi semua ekspresi dan sikap gadis disampingku ini.

“ Bagaimana? “

“ Baiklah, karna seperti yang aku bilang sebelumnya. Aku senang sekali dipaksa oleh gadis sepertimu, aku akan tinggal disini. Kau senang?? “

“ Tentu saja! Dengan begitu, aku tidak merasa kesepian lagi. Terimakasih Taetae!! “. Ia berseru girang seiring menggandeng lenganku dan menyimpan kepalanya dibahuku membuatku tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh. Degup jantungku seolah diketuk dengan sangat keras hingga terbuka lebar.

Pertanda apa ini???

 

Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, kini kami sudah berada disalah satu tempat wisata di Inggris. Tiffany membawaku The Cotswold. Dimana, The Cotswolds mengacu pada berbagai perbukitan di selatan tengah Inggris, kisaran utama mencapai 330 meter (1083 kaki) di ketinggian pada titik tertinggi. Daerah ini dikenal untuk desa-desa yang dibangun dari batu, kota-kota bersejarah, dan rumah megah dan kebun. The Cotswolds adalah tempat wisata di Inggris yang sangat populer, apalagi jaraknya tidak terlalu jauh dan bisa ditempuh dari London dan beberapa pusat perkotaan Inggris lainnya.

Demi seorang Kim Taeyeon, Tiffany rela membawaku jalan-jalan ke tempat seindah ini. Dan pertama kalinya mendapatkan perlakuan hal ini di negara ini, aku merasa terharu. Aku pikir, selama aku akan tinggal disini—aku tak akan memiliki teman, jangankan seperti itu sepertinya untuk bersosialisasi saja susah tetapi nyatanya kehadiran Tiffany telah membuatku bahagia. Dia tidak hanya bisa menjadi temanku, tetapi juga seseorang yang senantiasa selalu berada disampingku seperti saat ini.

Kami tengah bersantai dibawah pohon rindang, memandang perbukitan dibawah kami. Itu tandanya, keberadaan kami berada tepat dipaling atas. Kami juga bisa melihat sebuah danau dengan air yang bersih, burung-burung bernyanyi melengkapi hari pertama di Inggris yang cerah ini.

Aku menoleh ke samping kanan dan menemukan sosok Tiffany tengah memejamkan kedua matanya. Bibirnya tak pernah berhenti tersenyum, menandakan bahwa gadis ini sedang bahagia atau mungkin selalu bahagia. Aku membenarkan letak posisiku, menampu kepalaku dengan satu tangan membuatku seolah tengah bersantai sambil memandang paras wajah Tiffany yang sangat cantik.

Sejak aku merasakan sesuatu yang aneh dengan kedekatan kami, degup jantungku tak pernah bekerja dengan normal lagi. Jantungku berdegup dengan cepat, apalagi saat melihat Tiffany tersenyum dengan memperlihatkan senyuman mushroomnya dihadapanku. Duniaku seolah berwarna cerah, indah bersama awan yang terbentang indah.

“ Fany-ah “ panggilku

“ Hm? “. Ia masih memejamkan kedua matanya, tetapi alisnya terangkat. Gadis itu seolah merasa tersilaukan dengan cahaya matahari dibalik dedaunan rindang pada pohon diatas kami. Tak ingin membuatnya terganggu dengan sinar itu, aku segera menghalanginya dengan telapak tanganku yang disimpan tak jauh didepan kedua matanya. Setidaknya cahaya matahari itu tidak terlalu menyilaukan pandangannya.

“ Apa kau percaya pada cinta pandangan pertama? Dan kau tidak perlu membutuhkan banyak waktu untuk menyadarinya “. Dengan perlahan, ia membuka kedua matanya. Adegan itu terasa begitu lambat, bergerak slow motion hingga aku dapat melihat kedua matanya yang cantik terbuka dan memandang ke arahku.

“ Aku percaya, apa kau pernah mengalaminya? “. Kini, Tiffany tak lagi berbaring terlentang. Melainkan gadis itu mengikuti posisiku, menampu kepalanya dengan satu tangan dan membuat kami saling berpandangan.

“ Aku sedang mengalaminya “

Jinja?? Bagaimana mungkin? Ini pertama kalinya kau ada di Inggris, kau bahkan sudah mengalami itu?? Bagaimana nantinya?? “

I’m not a player at all. Aku juga tidak menyangka akan seperti ini “

Let me know, who is he? “ tanyanya yang terlihat sekali penasaran, ekspresi penasarannya begitu menggemaskan.

Not he, but i’ts you. “. Aku mengelus pipinya lembut, “ I love you, Tiffany Hwang. Kau tau, saat aku melihatmu.. senyuman manismu menggetarkan hatiku. Kau telah mengetuk hatiku yang sudah lama tertutup rapat hingga terbuka lebar untukmu. “.

“ Aiihh.. so cheesy Taetae! Mengapa aku harus menunggumu begitu sangat lama agar kau mengatakan hal ini padaku?? Aku tak tahan lagi jika harus berakting seperti ini lebih lama lagi. Aku sudah sangat merindukamu, kau tau!! “. Aku meledakkan tawaku seiring ia yang memelukku erat, mungkin kalian akan menyenyitkan dahi karna tak mengerti dengan apa yang terjadi diantara kami.

Jika kalian ingin tahu, sebenarnya kami sudah menjadi sepasang kekasih yang sudah bertunangan sejak 5 tahun yang lalu. Dan kedatanganku kemari memang untuk melanjutkan studi master dan doktorku, jika perlu aku akan hidup disini bersama dengan gadisku. Tiffany Hwang, seorang pemilik Tiffany & Co yang sangat kucintai sepenuh hati.

Will you marry me, Tiffany Hwang?? “ bisikku ditelinganya

I do, Kim Taeyeon

FIN

Hehehe.. nyengir gaje, segaje fanfictnya. Gaje yah, gaje? Iyah, gaje banget! Ini cuman buat selingan aja sih sebenarnya, memang gak romantis malah bikin pusing. Iya kan? Haha..

Jadi intinya, udah dijelasin dibawah yah? jadi udah paham kan? Yaudah, kalau udah cukup sekian dan terimakasih. Dan soal fanfict one night? Kalian bisa baca lanjutannya hari senin, udah gw atur kok schedulenya. Terimakasih udah mampir dan baca fanfict diatas, sampai jumpa ^^

 

37 comments

  1. Oh my! Aku kena tipu,
    Saat si tae ngungkapin perasaannya, aku lgsung mikir gini, ;kok cepet bget;
    Pas bc ke bawah dikit, ;masuk jebakan;
    Haha,,,
    Ff lu selalu keren thor, dan seperti biasa banyak pelajaran sejarahnya,.
    Lumayan buat nambah pengetahuan, hehe,,
    Aku tunggu ff mu yg laen, terutama OneNight,,

  2. wahahaha gua ngerti. jadi itu cuma acting, pas registrasi, sih ahjumma itu tau dr tiffany, nah dr situ taeny mulai acting wkwk pinter ye author

  3. Sempet heran, mereka baru kenal kok langsung nyebut itu cinta sih? ehhh ternyataaaa nggak taunya uda pacaran 5 tahun, jd adegan dr awal td sandiwara dong u.u Baiklah ditunggu west javana nya kak fasya.. Anyeong ^^

  4. Hahaha kejebak gw, gw kira emang baru pertama ketemu eh ternyata udah 5 tahun pacaran.
    One night nya ditunggu yah thor😀

  5. Ya ampun Ka … Ga sweet dri mna nya ,, ini sweet ko .. apalagi pas si Taeyeon nyatain perasaan nya .. ^^
    Emng si Fanny yg bsa bikin si Taeyeon kelepek” .. Hahaha
    oh iya … Kta” di sini banyak yg gue ga tau ,, so ini lumayan buat pengetahuan tentang negara UK .. Thanks Ka ..
    Semangat terus ^_^

  6. bacanya dh serius eh endingnya kyk gtu. Tpi goodjob thor buat readers penasaran dulu:)) aksen inggrisnya campur sama koreaXD

  7. bnr” dah berfikir nie first mite’nya taeny
    eeeh ternyata mlh dah tunangan ja…
    wkwkwkwkwk
    keren thor, taeny so sweeet

  8. gw cengo biz bc ff ni!!!!!
    agak g’mudeng, tw emank otak gw ja zg gi lmot ye?????!!!!kwkwkwkwkk
    one nightnya slalu d tunggu thor, gomaomao!!!!!

  9. pas baca scene terakhirnya langsung senyum2 sendiri haha. ohmygod ternyata taeny udah saling kenal dan malah udah tunangan, cengo deh cengo😀 jadi ngerasa sedikit tertipu xD tapi gue ngerti kok thor ceritanya, tenang aja haha

    ditunggu one night nya :3

  10. Ini kerenn bangett.. Manis banget deh seriusan. Tadinya aku pikr, kok bisa Tiffany langsung percaya buat tinggal sama org yang belum satu hari dy kenal. Ternyata,,,
    Mereka sudah pacaran lima tahun? Astaga, udh bingung2, tauna endingnya bikin ngefly gitu..
    Tap ya, emang mrk bisa nikah? kan GirlXgirl?
    Iya-iyain aja deh,, buat TaeNy, apa sih yg ga bisa.. hahaha

  11. anyeong… thor, gue reader baru disini, sebenernya sih udalama gue ngubek2 wp lu, tpi gue kaga tau caranya koment gimana, jadinnya kepaksa siders deh hehe, gue suka cerita2 lu thor apalagi saat lu translet cerita asiafanfic , its awesome, salam kenal and terus berkarya ya thor…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s