One Night [5]

-You make me crazy-

Author: Fasya

Note : cerita ini bergenre Gender Bender. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya tinggalkan ff ini. Dan diharapkan jika ingin copy paste, sertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!πŸ˜„

***

Ting tong!

Tiffany mendengus kesal, ketika mendengar bel kediamannya berbunyi. Ia yang sedari tadi menyibukkan diri dengan paper di atas meja kerjanya, sontak menoleh ke sumber suara dan menyenyitkan keningnya dalam. Selain dikantornya, gadis itu tidak pernah menerima tamu lain yang datang ke kediamannya. Hal itu membuatnya bingung.

Lalu, Tiffany segera beranjak dari kursi kerjanya dan berjalan menghampiri pintu apartment. Meskipun tidak pernah ada tamu yang datang ke apartmentnya, tetapi Seohyun sebagai sekretarisnya seringkali datang tanpa diminta untuk memberikan laporan pekerjaan harian setiap ia tidak masuk ke kantor.

Tanpa memeriksa intercom disampingnya, Tiffany membuka pintu dan mendadak tubuhnya terlihat kaku. Gadis itu terkejut, saat melihat seseorang yang berdiri dihadapannya.

β€œ Taeyeon? β€œ. Harapan orang yang Tiffany bayangkan datang ke apartmentnya adalah Seohyun ternyata salah. Pria itu kini menatap Tiffany, ia memperlihatkan deretan giginya yang rapi dihadapan gadis itu. Lalu, Taeyeon melambaikan tangannya dan membuat Tiffany melihat sesuatu yang dibawa pria itu ditangannya.

β€œ H-hai. Mengganggu istirahatmu? β€œ. Tiffany masih cukup terkejut dengan kehadiran Taeyeon yang begitu tiba-tiba dihadapannya. Bahkan, Tiffany tak habis pikir darimana Taeyeon mendapatkan alamat kediamannya. β€œ Kau tidak mempersilahkan tamumu masuk kedalam? β€œ

β€œ O-ohh.. masuklah, maaf jika apartment ini begitu berantakan β€œ. Tiffany membalikkan tubuhnya, berjalan di depan Taeyeon. Sedangkan, pria itu mengikuti Tiffany dari belakang dengan kedua matanya yang terus menyusuri tiap sudut apartment Tiffany.

Perkataan Tiffany yang mengatakan apartment itu berantakan, sama sekali tidak seperti ucapan gadis itu. Bahkan, Taeyeon melihat apartment Tiffany terlihat sangat rapi, bersih dan harum. Terus terang, Taeyeon sangat menyukai seseorang dengan kepribadiannya yang rapi dan tertata. Mungkin Tiffany salah satunya.

β€œ Ohh.. ini, aku bawakan~.. β€œ

β€œ Katakan saja langsung padaku, apa yang membawamu kesini Kim Taeyeon? Kau terlihat seperti melupakan apa yang baru saja kau lakukan padaku kemarin β€œ ucap Tiffany yang berdiri dihadapan pria itu sambil berkacak pinggang, membuat tubuh Taeyeon membeku dan kegugupan yang hebat menyeruak dalam dirinya.

β€œ A-aku hanya ingin menjengukmu. Seohyun bilang, kau sakit dan sebelum aku kesini, Minho juga datang ke kantorku dan mengatakan bahwa kau sakit jadi.. β€œ

β€œ Jadi, kau kesini karna Seohyun dan Minho?? β€œ. Taeyeon kesulitan menelan ludahnya, saat melihat tatapan tajam dari gadis dihadapannya. Tiffany mencondongkan tubuhnya, sehingga Taeyeon sedikit menghindar ke belakang.

Dalam keadaan seperti itu, entah apa yang terjadi, pria itu justru salah fokus. Taeyeon bisa memandang wajah Tiffany yang begitu cantik, kulit putih seperti kapas, kemudian matanya menyusuri jenjang leher gadis itu lalu..

β€œ Berhenti memandang dadaku! β€œ. Tiffany tak lagi mencondongkan tubuhnya, ia justru melipat kedua tangan di dada. β€œ Kau tidak menjawab pertanyaanku, Taeyeon β€œ

β€œ Jinja! Aku hanya ingin menjengukmu… tapi.. aku juga butuh bantuanmu untuk menyelesaikan laporan kantor yang membuatku pusing. Bisakah? β€œ. Taeyeon menyeringai lucu dihadapan Tiffany, membuat Tiffany gemas ingin segera mencium bibirnya dan membawa pria itu ke dalam kamarnya. Tetapi, ia teringat dengan kata-kata pria dihadapannya kemarin.

β€œ Kau tau, aku tidak masuk ke kantor karna selangkanganku masih sangat sakit. Ini ulahmu yang memakanku tanpa ampun! Tidakkah hatimu merasakan sesuatu, huh?? β€œ. Tiffany sedikit meninggikan nada suaranya.

Soal selangkangan gadis itu yang masih sakit, sebenarnya hanya tipuan semata. Hari ini, Tiffany sama sekali tidak merasakan sakit pada area selangkangannya. Ia hanya sakit kepala akibat alkohol yang diminumnya semalam, jadi soal pagi tadi dengan Minho. Itu juga salah satu tipuannya, dibalik semua itu Tiffany sudah menjalankan rencananya. Dugaannya tentang Minho yang akan mampir ke kantor Taeyeon dan menyinggung sedikit tentangnya sesuai harapannya. Akhirnya, Taeyeon masuk ke dalam jebakan pertamanya untuk datang ke apartmentnya.

β€œ Arrayo, maka dari itu aku datang untuk menjengukmu β€œ ujar Taeyeon. Tiffany terdiam, ia tak lagi bersuara. Melainkan, kedua matanya terus memandang dalam sosok pria dihadapannya itu. β€œ Bisakah kau berhenti memandangku seperti itu? β€œ tanya Taeyeon tak nyaman

Tiffany membuang nafas, β€œ Kau ingin minum apa? β€œ tanya Tiffany seiring berjalan ke arah pantry, sedangkan Taeyeon tetap berdiri ditempatnya sambil memandang punggung Tiffany yang semakin menjauh darinya.

β€œ Tak usah repot-repot, susu coklat sudah cukup β€œ jawab Taeyeon sambil terkekeh, β€œ Boleh aku duduk disini? β€œ. Taeyeon menghampiri sofa didepan televisi, ia bisa melihat beberapa paper yang tersisa dimeja itu. Sepertinya, Tiffany lupa membawanya ke ruang kerja.

β€œ Jangan pernah menyentuh apapun dirumahku! β€œ. Tiffany merampas berkas itu dari tangan Taeyeon.

β€œ Mengapa berkas appa ada padamu? β€œ tanya Taeyeon yang sekilas membaca berkas itu sebelum Tiffany mengambilnya. Pria itu memicingkan matanya.

β€œ Bukan urusanmu β€œ jawab Tiffany cetus, seiring menyodorkan susu coklat yang hangat dihadapan Taeyeon.

Pria itu menerimanya, namun Taeyeon tidak langsung mengambil gelas susu coklat itu. tetapi, ia justru menarik tangan Tiffany bersama gelas susu coklatnya membuat wajah mereka berdekatan. Tak hanya itu, bahkan Taeyeon bisa melihat belahan dada Tiffany dihadapannya.

β€œ Hei.. meskipun berkas itu milik appaku, itu akan tetap menjadi urusanku β€œ bisik Taeyeon. Tiffany sedikit terkejut, namun sejurus kemudian gadis itu menyeringai lebar. Ia menjauhkan wajah mereka, lalu duduk dipangkuan Taeyeon seiring mengalungkan satu tangannya dileher pria itu.

β€œ Kau seperti kekasihku β€œ, Taeyeon mengangkat salah satu alisnya, bingung. β€œ Seorang kekasih, terkadang akan begitu agresif dengan semua urusan kekasihnya. Padahal, semua itu tak ada hubungannya dengan dia β€œ. Kini, giliran Tiffany yang berbisik ditelinga pria itu. Tiffany bahkan menggigit kecil cuping Taeyeon, membuat pria itu bergidik geli dengan darah yang berdesir mengalir ditubuhnya.

β€œ Ehem.. T-tiffany β€œ. Taeyeon semakin terlihat gugup dihadapan gadis itu, padahal sebelum pria itu benar-benar memutuskan untuk datang ke kediaman Tiffany. Berkali-kali Taeyeon mengendalikan dirinya untuk tidak seperti ini. Ia tak ingin masuk ke dalam pesona saudara angkatnya lagi, apalagi harus mengulang kejadian itu dengan menidurinya.

β€œ Waeyo, Taetae? β€œ. Suara husky milik Tiffany benar-benar membuat Taeyeon frustasi dalam hatinya. β€œ Kau bilang, selangkanganmu sakit. Apa tak masalah, jika dudukmu seperti ini dipangkuanku?”. Taeyeon memandang kedua kaki Tiffany yang melebar dipangkuannya, gadis itu bahkan melingkarkan kedua kakinya dipinggang Taeyeon.

β€œ Jika bermasalah, apa kau bisa menjadi painkillernya? β€œ tanya Tiffany dengan gerakan sensualnya. Sesekali, gadis itu mengecup kecil leher Taeyeon dan menyesapnya tidak terlalu kuat.

Taeyeon memejamkan kedua matanya. Ini akan menjadi urusan yang lebih panjang dihari ini dan jika dipikir-pikirβ€”ia seperti masuk ke dalam kandang macan. Rela menjadi santapannya, padahal ia sudah menolaknya dan tak ingin mengulangi kesalahannya lagi.

β€˜ Sial! Seharusnya aku tidak kesini!’

Taeyeon menyingkirkan Tiffany dari pangkuannya, ia beranjak dari sisi Tiffany dan merapikan pakaiannya. Jika ia tidak menyudahinya, sampai kapan hal ini akan terus berlangsung. Lalu, Taeyeon menarik nafas dalam dan menatap Tiffany disampingnya yang terlihat kebingungan dengan aksi tiba-tibanya.

β€œ Sepertinya kau sudah sembuh. Aku harus pergi, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Maafkan aku β€œ. Taeyeon mencoba melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Tiffany, tetapi langkahnya terhenti lantaran Tiffany menahannya.

β€œ Bagaimana dengan laporanmu? β€œ tanya Tiffany, β€œ Bukankah kau meminta bantuanku? β€œ. Ekspresi Tiffany kali ini terlihat memohon, ia seperti tidak ingin ditinggalkan oleh kekasihnya. Padahal, tak ada hubungan yang mengikat mereka. Hanya sebuah persaudaraan dan itu saudara angkat.

β€œ Apa kau sedang memohon padaku? β€œ. Taeyeon tersenyum tipis, β€œ Jika aku harus mendapatkan bantuanmu setelah kita mengulang kejadian malam itu, sepertinya aku tidak jadi saja. Aku akan mencoba mengurusnya sendiri. Sekali lagi maafkan aku dan semoga lekas sembuh sehingga kau bisa kembali bekerja β€œ sambung Taeyeon sarcastik seiring melepaskan tangan Tiffany dari lengannya, lalu pria itu segera keluar dari kediaman Tiffany.

β€œ Jinja! Apakah pria itu berkepribadian ganda, mengapa ia cepat sekali mengubah sifat dan perilakunya padaku! β€œ umpat Tiffany dengan kesal, β€œ Aku tak akan menyerah! Ingat itu, Kim Taeyeon! β€œ

.

.

β€˜Apa dia baru saja menjebakku??? Nyatanya, dia sama sekali tidak seperti orang sakit. Sekalipun selangkangannya yang sakit, tapi.. ugh! Aku benar-benar tertipu!’

Taeyeon melonggarkan dasi yang terasa mencekik lehernya. Keringat dingin mengalir deras diseluruh tubuhnya. Ia terus berjalan dengan perasaan yang campur aduk. Ia tak menyangka, bahwa apa yang terjadi beberapa menit lalu terasa berabad-abad dan hampir membuat ia kekurangan oksigen karna aksi Tiffany padanya.

Setelah ia duduk dibelakang kemudi, pria itu menenggelamkan kepala diantara kedua tangan yang disedekapkan di atas stir mobil. Kedua tangannya mengepal kuat. Dugaan ia ditipu oleh Tiffany semakin membuatnya kesal bukan main.

β€˜Paboya!’

Taeyeon memukul stir kendaraannya keras. Ia mengerang frustasi, beruntung kendaraannya kedap suara sehingga tidak ada satu orang pun yang mendengarnya. Ia tak bisa seperti ini terus, Kim Taeyeon harus melakukan sesuatu dan ia akan menemui ayahnya untuk meminta penjelasan atas hubungan keluarganya dengan Tiffany. Ia juga penasaran, mengapa ayahnya lebih percaya dan menyerahkan banyak hal tentang perusahaan pada gadis itu dibanding pada anak-anaknya sendiri.

Dengan keputusan yang sudah bulat, pria itu segera menyalakan mesin mobil dan melajukan kendaraannya. Menyalakan pemutar musik dengan volume yang tinggi, berharap adegan sebelumnya diapartment Tiffany bisa tenggelam oleh musik keras itu.

.

β€œ Aku ingin bertemu dengan appaku β€œ ucap Taeyeon setelah sampai dihadapan seorang gadis yang diduga sebagai sekretaris dalam perusahaan tersebut.

β€œ Mr. Kim sedang ada tamu, apa kau ingin menunggunya? Atau aku bisa menitipkan pesanmu padanya β€œ ucap sekretaris itu sopan dan gugup sekaligus, karna dalam keadaan seperti ini ia bisa melihat lebih jelas bagaimana anak pertama dari Mr. Kim yang seringkali dibicarakan orang karna ketampanannya.

β€œ Baiklah, aku akan menunggunya. Bisakah kau ambilkan air minum? Aku haus β€œ. Taeyeon menghapus peluh yang mengalir dipelipis dengan punggung tangannya, gerakan Taeyeon saat itu dimata sekretarisnya justru terlihat sangat seksi dan berhasil membuat gadis itu tersipu.

β€œ Ne, kau ingin minum apa? β€œ

β€œ Air mineral, cukup. Aku duduk disana β€œ. Sekretaris itu menganggukkan kepalanya mantap dan bergegas membuatkan minuman untuk Taeyeon, sedangkan pria itu memilih untuk melemparkan tubuhnya diatas sofa ruang tunggu.

Pandangannya memandang keluar jendela, berkali-kali ia menghela nafas dan melihat jam tangan dilengan kanannya hingga sekretaris appanya datang dan memberikan minuman untuknya.

β€œ Ohh.. siapa namamu? Lalu, apa kau tahu, apa yang sedang dilakukan appa dan tamunya? Mengapa lama sekali? β€œ tanya Taeyeon yang terlihat tak sabaran pada sekretaris appanya.

β€œ Namaku Hyomin, Mr. Kim Taeyeo–.. β€œ

β€œ Panggil aku Taeyeon β€œ

β€œ Ne? B-baiklah β€œ

β€œ Lalu, siapa orang didalam sana? β€œ tanya Taeyeon

β€œ Tamu didalam itu adalah Mr. Nickhun. Beberapa jam sebelumnya, ia memaksa masuk untuk bertemu Mr. Kim β€œ. Taeyeon menyernyitkan keningnya dalam, begitu mengingat dan mendengar nama Nickhun. Setahu pria itu, Nickhun adalah pria yang pernah ia temui di ruang meeting dan terlihat tidak memiliki hubungan yang baik dengan Tiffany. Hal itu justru membuat Taeyeon penasaran tentang apa yang dibicarakan mereka didalam sana.

β€œ Baiklah, terimakasih Hyomin β€œ. Taeyeon memperlihatkan senyuman manisnya, membiarkan Hyomin kembali mengerjakan pekerjaannya. Sementara itu, Taeyeon beranjak dari tempatnya dan berjalan mendekat pada pintu ruang kerja Kim Jaejoong yang kebetulan sedikit terbuka. Pria itu menajamkan pendengarannya dan berharap bisa mendengar pembicaraan didalam sana.

β€œ Aku rasa ini semua tidak adil, Mr. Kim. Mengapa 100% proyek yang Kim Enterprise miliki justru 80%-nya dilimpahkan pada Tiffany? Bisakah kau memberikanku kesempatan untuk memegang kendali atas beberapa persen proyekmu? β€œ. Taeyeon memicingkan matanya untuk melihat adegan didalam sana. Ia melihat, Kim Jaejoong justru terlihat seperti mengabaikan ucapan Nickhun dengan menandatangani beberapa berkas dihadapannya sambil tersenyum.

β€œ Nickhun-ssi, Tiffany layak memegang kendali atas proyek-proyek itu. Bahkan, Tiffany memiliki saham terbesar di perusahaanku ini. β€œ

β€œ Apa maksudmu? β€œ

β€œ Bukankah seharusnya kau lebih tahu daripada aku? Kalian sempat akan menikah, tetapi sayang sekali aku langsung tidak akan pernah mempercayaimu lagi setelah apa yang kau lakukan pada anak gadis angkatku β€œ

Nickhun terlihat tersinggung atas ucapan Jaejoong, air mukanya memperlihatkan kekesalan dengan kedua tangannya mengepal kuat.

β€œ Jadi kedatanganku kemari sangat sia-sia??? β€œ

β€œ Tentu saja, apalagi kau memaksa masuk ke dalam ruanganku. Kau tahu, aku sangat sibuk sekarang. Jadi, silahkan keluar dari ruanganku β€œ

β€œ Lalu, bagaimana dengan–.. β€œ

β€œ Kau ingin mendapatkan kesempatan kedua agar dapat memegang salah satu proyek dibawah kendali Tiffany? Mintalah pada gadis itu dengan baik-baik. Tiffany berhak memilih siapa saja yang akan turut andil dalam proyek-proyeknya, aku percaya pada gadis itu. β€œ

Kali ini, air muka Nickhun terlihat murka pada pria paruh baya dihadapannya. Ia ingin sekali melakukan sesuatu pada pria paruh baya itu, tetapi sekuat tenaga Nickhun menahan emosinya yang sebentar lagi akan meledak. Tanpa berucap sepatah kata pun lagi, pria itu membalikkan badannya meninggalkan ruangan itu.

Ketika Nickhun membuka pintu ruang kerja Jaejoong, pandangannya bertemu dengan Taeyeon yang sudah berdiri gugup disana. Tanpa saling menyapa, Nickhun menyenggol kasar bahu Taeyeon seiring pergi meninggalkan perusahaan tersebut.

β€œ Ohh.. Taeyeon~ah, kau ada disini? β€œ. Taeyeon menoleh ke sumber suara dan tersenyum saat Jaejoong menyambut anak pertamanya tanpa berniat meninggalkan kursi kerja pria paruh baya itu. Taeyeon berjalan semakin dalam, menghampiri appanya. β€œ Aku harap, kedatanganmu kemari tidak untuk membicarakan hal yang berat, Taeng. Hari ini, appa sibuk sekali β€œ ungkap Jaejoong sambil terus berkutat dengan berkas-berkasnya

β€œ Tapi appa, kedatanganku kemari karna ada hal yang ingin aku tanyakan padamu β€œ ucap Taeyeon, kali ini hubungan dua pria itu terlihat seperti hubungan keluarga, tidak seperti atasan dan bawahan.

β€œ Ohh.. Hyomin, apa ada berkas yang baru? β€œ. Jaejoong tersenyum ramah, saat sekretarisnya masuk ke dalam ruangannya, memberikan beberapa berkas baru untuk ditandatangani dan mengabaikan ucapan Taeyeon.

β€œ Appaaaa β€œ rengek Taeyeon seperti anak kecil

β€œ Apa yang kau lakukan, Kim Taeyeon? Tidakkah kau malu, disini ada seorang gadis yang melihat sikap kekanak-kanakanmu β€œ ungkap Jaejoong sambil terkekeh, sedangkan Hyomin hanya bisa kembali tersipu. Bagaimana pun, Taeyeon tak peduli dengan keberadaan siapapun diruangan appanya. Ia hanya ingin appanya menjelaskan hubungan mereka dengan Tiffany, hanya itu.

β€œ Luangkan sedikit waktumu untukku β€œ ucap Taeyeon

β€œ Ada saatnya nanti, Taeyeon. Appa benar-benar sibuk sekarang β€œ. Taeyeon mendengus, kali ini tak hanya pria hidung belang bernama Nickhun saja yang datang sia-sia ke kantor appanya. Tetapi, ia pun diperlakukan sama dengan Nickhun.

Tanpa berucap sepatah kata pun lagi, Taeyeon membalikkan tubuhnya. Tak peduli, jika sikapnya saat ini benar-benar tidak mencerminkan seorang direktur utama dibawah naungan Kim Enterprise. Yang jelas, ia benar-benar kesal dengan sikap Jaejoong yang lebih banyak meluangkan waktunya untuk pekerjaan dibanding pertanyaan penting bagi Taeyeon. Sementara itu, Kim Jaejoong yang memandang punggung anaknya semakin jauh justru menyeringai lebar. Ia menggelengkan kepalanya sambil menahan tawa karna kali pertamanya lagi, pria itu melihat aksi Taeyeon yang bertindak kekanak-kanakan. Terus terang, ia merindukan rengekkan Taeyeon yang seringkali mengalah untuk adiknya, Minho.

β€œ Appa akan menghubungimu, huuhh, Kim Taeyeoonn?? β€œ. Kim Jaejoong berucap sedikit lebih keras, agar Taeyeon mendengarnya. Lalu, kembali terkekeh dan mengucapkan maaf pada Hyomin.

***

β€œ Selamat atas pernikahanmu, Sikha β€œ ucap Taeyeon seiring berjabat tangan dengan sekretarisnya itu.

β€œ Terimakasih Taeyeon, aku sangat bahagia dengan kedatangan atasanku β€œ jawab Jessica sambil tersipu malu

β€œ Heyy.. singkirkan sebutan itu diantara kita disaat seperti ini. Ohh.. dimana pasanganmu? β€œ tanya Taeyeon penasaran dengan mempelai pria sekretarisnya itu

β€œ Sica! Lihat, aku membawa siapa β€œ ucap seseorang dibelakang Taeyeon dengan girang, kehadiran sosok itu membuat Jessica dan Taeyeon menoleh ke sumber suara.

β€œ Ahh ini suamiku, Taeng. Kwon Yuri. β€œ ucap Jessica bahagia, β€œ Dan siapa gadis cantik ini? β€œ tanya Jessica penasaran. Sementara itu, Taeyeon justru terdiam kaku ditempatnya begitu melihat sosok seorang gadis cantik disamping mempelai pria.

β€œ Dia sahabatku, baby. Tiffany Hwang β€œ.

Taeyeon dan Tiffany, pandangan mereka saling bertemu. Hari itu, penampilan Tiffany semakin bertambah cantik dari biasanya dan hal itu berhasil membuat Taeyeon tak mengedipkan matanya. Melihat sikap Taeyeon seperti itu, membuat Tiffany merasa puas.

β€˜Pria itu berhasil masuk kedalam pesonaku’ batin Tiffany

β€œ Hai, Jessie. Senang bertemu denganmu, pria ini sudah banyak menceritakan semua tentangmu padaku β€œ ungkap Tiffany sambil menunjuk Yuri dan mengabaikan sejenak sosok pria tampan dihadapannya itu.

Setelah menyadari tindakannya, Taeyeon meminta undur diri sejenak dari hadapan Jessica untuk mengambil minuman. Rasanya tenggorokkan pria itu tercekat saat melihat sosok Tiffany dihadapannya. Taeyeon juga tak habis pikir, mengapa Tiffany bisa berada dimana-mana. Jika ia tahu Tiffany akan hadir diacara pernikahan Jessica dan pasangannya, mungkin ia akan datang lebih cepat dan kembali lagi ke Korea. Namun, sayangnya acara pernikahan ini diadakan di Maldives, jadi akan sangat disayangkan jika ia langsung kembali setelah bertemu sekretarisnya.

Pria itu membuang nafas kasar sambil memandang lautan lepas yang tak jauh dari hadapannya, pemandangan senja saat ini sangatlah indah membuatnya ingin terus berlama-lama diam ditempatnya. Namun, seseorang hadir disampingnya. Ikut melakukan apa yang Taeyeon lakukan sambil menyesap minumannya.

β€œ Aku tak menyangka bahwa kita akan bertemu lagi β€œ ucap Tiffany tanpa memandang ke arah Taeyeon, tetapi memandang lurus jauh ke depan.

β€œ Hm β€œ

β€œ Wae? Apa kau menyesal karna telah hadir diacara pernikahan temanmu? β€œ. Kali ini, Tiffany memandang ke arah Taeyeon dan memperlihatkan senyuman manisnya

β€œ Jessica adalah sekretarisku dan mengapa kau juga hadir disini? β€œ jawab Taeyeon yang juga memandang ke arah Tiffany, sehingga pandangan mereka bertemu

β€œ Hey.. Yuri is my bestfriend β€œ. Taeyeon memutar bola matanya tak peduli dan kembali memandang ke depan.

β€œ Biar kutebak, pasti saat ini kau ingin sekali untuk cepat-cepat pulang. β€œ ucap Tiffany yang semakin dalam memandang kedua mata Taeyeon, β€œ Dan sepertinya, malam ini adalah malam terpanjang yang pernah kau lewati Taetae β€œ. Taeyeon menyernyitkan dahinya dalam, tak mengerti dengan apa yang dikatakan gadis itu.

Tiffany mendekatkan wajahnya pada telinga Taeyeon dan berbisik, β€œ Tolong periksa kembali nomor kamarmu dan jangan harap, kamar yang diberikan sekretarismu itu hanya untuk dirimu seorang. Kuberitahu padamu, bahwa ada seorang gadis yang tinggal dikamar itu juga β€œ. Tiffany menjauhkan wajahnya dari telinga Taeyeon dan memandang paras pria dihadapannya yang bersinar karna cahaya senja, gadis itu menyeringai lebar penuh arti. β€œ Sampai bertemu nanti, Kim Taeyeon β€œ

.

.

Taeyeon pov

Dentuman musik keras menggema disepanjang ruangan di hotel ini. Para tamu undangan pernikahan Jessica dan Yuri terlihat bersenang-senang, tetapi aku sama sekali tidak melihat sepasang suami istri yang baru menikah itu. Mungkin saja, mereka sudah sibuk dengan dunia mereka sendiri tanpa memperdulikan lagi tamu-tamunya. Dan terimakasih pada Jessica atas jamuannya, ini sangat menyenangkan.

Saat ini, aku bisa melihat para gadis seksi yang cantik menari dilantai dance. Mereka meliuk-liukkan badan, menggoda para pria lajang tetapi sayangnya aku sama sekali tidak tertarik dengan mereka. Bukan karna aku kembali menjadi pria penyuka sesama jenis lagi, hanya saja aku ingin menikmati hari ini dengan berdiam diri di meja bar. Meminum macam-macam vodka yang sudah lama tidak kucicipi lagi.

β€œ Hey.. mengapa minuman untukku begitu lama? β€œ tanyaku pada seorang bartender yang terlihat turut menikmati musik keras itu, lalu bartender itu memintaku untuk sedikit bersabar karna ia perlu mengaduk minumanku dengan campuran alkohol yang lain.

β€œ Jika kau haus, kau bisa meneguk minumanku β€œ ucap seorang gadis yang tiba-tiba datang dan duduk dipangkuanku, tentu saja hal itu membuatku terkejut. Namun, begitu aku mengetahui siapa gadis itu, rasanya aku ingin sekali melemparnya jauh dariku. Karna lagi-lagi, aku bertemu dengan Tiffany.

β€œ Bisakah kau tidak mengikutiku terus?? β€œ

β€œ Wow.. percaya dirimu tinggi sekali, Kim Taeyeon β€œ ucapnya yang bertambah gila dengan mengalungkan kedua tangannya dileherku. Damn! Pakaian yang digunakannya saat ini sangat hot! Aku bahkan, bisa melihat belahan dadanya dengan jelas dan ugh! Aku tak bisa mengungkapkan semua yang kulihat dengan kata-kata.

β€œ Yahh!! Aku ingin minumanku sekarang! β€œ protesku pada bartender dan pada saat itu juga, minumanku sudah siap. Aku baru saja akan meneguknya, tetapi Tiffany merebutnya dariku dan meminumnya dengan oneshoot sekaligus. Gadis itu benar-benar gila!

β€œ Ya tuhan, aku benar-benar haus. Mengapa kau merebutnya dariku!! β€œ protesku padanya, tetapi ia justru meledakkan tawanya. Sungguh! Ini sama sekali tidak lucu.

β€œ Aku sudah menawarkan minuman milikku, tetapi kau menolaknya padahal kau sendiri sangat haus. Mengapa gengsimu tinggi sekali, huh? β€œ

β€œ Bukan urusanmu! β€œ

β€œ Sikapmu seperti ini justru membuat aku semakin tertarik padamu, Kim Taeyeon β€œ bisik Tiffany seduktif, membuat aku kesulitan untuk menelan ludahnya.

Ohh tidak! Aku mohon, bantu aku mengendalikan hormonku ini. Aku tidak ingin lagi mendapat godaan dari gadis sepertinya, aku benar-benar tidak kuat melawannya. Ahh.. seseorang tolong aku!

β€œ Wae? Kau semakin haus? Wajahmu memerah, apa kau baik-baik saja? β€œ tanyanya khawatir.

Ya! Aku benar-benar haus karna tindakannya yang membuatku seperti kesulitan untuk bernafas.

Dan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, aku merebut gelas ditangannya dan meneguk habis minuman milik Tiffany. Aku tak peduli dengan gengsiku dan ledakkan tawanya yang terdengar jelas ditelingaku. Ia terlihat sangat puas dengan tindakanku saat ini. Jika ini adalah sebuah permainan, aku akan mengikuti permainannya!

Author pov

β€œ Kim Taeyeon, heyy.. β€œ. Taeyeon mengangkat kepalanya yang terasa pusing, ia menoleh ke sumber suara dengan mata yang berkunang-kunang. Beberapa kali pria itu mengerjapkan mata untuk memperjelas penglihatannya, tetapi hanya pandangan buram yang bisa dilihatnya. β€œ Berapa sloky yang kau minum, huh? Aku baru saja meninggalkanmu sebentar untuk menari, mengapa kau sudah mabuk seperti ini? β€œ tanya Tiffany yang kini sudah duduk disamping Taeyeon.

β€œ Aishh!!! Kau berisik sekali! Aku seperti ini karna dirimu! β€œ ucap Taeyeon yang benar-benar sudah dikuasai dengan alkohol

β€œ Why? Kau lucu sekali β€œ Tiffany tertawa dengan sangat cantik sambil menepuk kedua tangannya. β€œ Kajja β€œ. Tiffany berdiri dari tempat duduknya, menarik kedua tangan Taeyeon untuk turut beranjak dari tempatnya.

β€œ Oddiga? β€œ tanya Taeyeon yang tak mampu lagi untuk membuka matanya

β€œ Your room, kau benar-benar sudah mabuk β€œ jawab Tiffany santai

β€œ Ahh.. shireo! Aku tidak ingin diantar olehmu! Kau bisa saja memperkosaku! β€œ

β€œ Mwo?? Jangan gila, Taeyeon! β€œ. Tiffany memandang ke kiri dan kanannya, berharap suara Taeyeon tidak terlalu keras dan membuat orang memperhatikan mereka. β€œ Ppali, aku sudah sangat lelah β€œ sambung Tiffany, tetapi Taeyeon kembali menolaknya hingga seorang pria menghampiri mereka.

β€œ Biar kubantu, Nona β€œ ucap sosok itu dan Taeyeon yang masih bisa mendengar suara seorang pria didekatnya dengan senang hati menerima bantuan sosok itu dibanding Tiffany.

Dengan rasa kesalnya, Tiffany menyerahkan Taeyeon pada pria itu dan membiarkan dua pria itu berjalan lebih dulu. Sementara ia membayar semua minuman yang sudah dihabiskan Taeyeon sebelumnya.

β€œ Terimakasih β€œ ucap Tiffany pada sang bartender kemudian, melangkahkan kakinya meninggalkan club itu untuk menyusul Taeyeon.

Gadis itu berjalan dikoridor hotel yang cukup panjang. Ia tak menyangka, bahwa kedua pria itu berjalan lebih cepat dari dugaannya. Hingga 5 menit kemudian, Tiffany berdiri didepan pintu kamar suite room. Well, Tiffany dan Taeyeon memang ditakdirkan untuk menempati satu ruangan yang sama. Meskipun begitu, suite room itu memilih dua kamar yang berbeda. Jadi, sebenarnya tidak akan ada masalah yang terjadi pada mereka.

Kemudian Tiffany membuka pintu tersebut dan masuk lebih dalam untuk memeriksa keadaan Taeyeon. Namun begitu ia masuk ke dalam salah satu kamar disana, gadis itu membelalakkan matanya.

β€œ YAH!! APA YANG KAU LAKUKAN!?? β€œ

TBC

Tadaaa~… udah lama-lama update, gaje pula. Ahh.. gue tau, cerita ini udah bener-bener gak jelas, bikin bingung, etc. Forgive me, chapter selanjutnya bakal gue perbaiki. Makasih udah baca dan comment ya.

70 comments

  1. fany da dimana-mana yah kalo di sekitar taeng
    dannnn pastinya penampilan dan pesonanya sungguh” membuat taeng harus geleng” kepala untuk sadar dari jeratan fany yang super sexy and hot ^___^ kkkkk~
    ehh itu fany teriak kenapa? cowok itu gak errr ngapa”in taeng kan? *jangan sampe*
    penasaran apa yang direncanain ma mr. kim pasti ada sesuatu hmm….
    next chapnya jangan lama” yah thor, ditunggu~

  2. nah lho ngapain tuh taeyeon?
    emng susah ya pnya sodara yg sexynya kebngetn kyk panny, sukanya godain trus
    ok thor lanjut

  3. jangaan bilamg taeng lg *anuan* ama pria yg nganternya yah duh jangan jangan ampee,,oh ayolah taeng tiffany cm sodara angkat dan lu bisa macarin dy ahh ditunggu next chap nya

  4. Kemudian Tiffany membuka pintu tersebut dan masuk lebih dalam untuk memeriksa keadaan Taeyeon. Namun begitu ia masuk ke dalam salah satu kamar disana, gadis itu membelalakkan matanya.

    β€œ YAH!! APA YANG KAU LAKUKAN!?? β€œ

    *penasaran dengan apa yang dilihat Fany. Apa Taeyeon kembali lagi menjadi gay kah? Dipikiranku cuma ada Teyeon melakukan sesuatu dengan namja yang mengarnya tadi.
    hmmm…? Lanjut ke next chap.

    Fanficnya semakin keren, Thor.
    Fighting!πŸ˜€

  5. Hahaha
    Fany agresif banget ya.
    Seperti nya taeyeon harus kuat iman buat ngadapin fany.
    Itu kenapa kok bisa satu kamar, pasti ada sangkutannya sama mr.kim nih.
    Apa yg terjadi, kok tiffany teriak thor.
    Ok thor, semangat nulis dan berkaryanya.
    Izin baca chap selanjutnya.

  6. Si taeng mabok nggak mau diantar ppany coz tkut ntar dperkosa ppany eh malah kyaknya mau dperkosa namjaπŸ˜„

    Cie yulsic tau2 udah nikah ajaπŸ˜‰ dtunggu momonganya ya #plak
    Gue kira bkal ada taenysic thor trnyta sica udah dgebet ama yul baguslahπŸ˜„
    Ok lanjut ya thor fighting!!

  7. Di part ini tae nyebelin bwgd, kasian fany_ah, singkirin dulu ke gengsinya tae😦

    Sih nik ngulah terus, emang cocok tuh orang jd peran jahat, cz aq gak suka nik sm fany, gak serek liatnya_πŸ™‚ apa sih dibalik rahasia fanny bwt tae?

    Tetep semgat ia thorπŸ™‚

  8. hahahaπŸ˜€ tae masuk jebakn panny :v
    kirain gua bakal ada nc thor :v *plak
    ternyata ga ada :v
    nah loh panny knpa tuh ?/
    jngan bilang taeyeon sm tu namja… ?/ -_- andweee >_<

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s