One Night [2]

-Meet up-

Author: Fasya

Note : cerita ini bergenre Gender Bender. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya tinggalkan ff ini. Dan diharapkan jika ingin copy paste, sertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!πŸ˜„

***

β€œ Darimana kau mengetahui itu semua, Fany~ah? β€œ

β€œ Kau tau, sudah sejak lama aku mengawasimu. Kau memiliki otak yang cerdas tetapi, mengapa kau memutuskan untuk lebih mencintai seorang pria dibandingkan wanita. Apa kenikmatan ini tak cukup untukmu? β€œ

β€œ Ugh! F-fany~aah.. k-k-kau m-membangunkan~.. β€œ

β€œ Wae? Kau memanggilku? Mengapa kau tak menjawab pertanyaanku? Nikmatilah malam ini, aku jamin.. tak akan ada yang kau sesali β€œ

β€œ B-bagaimana jika appa~.. β€œ

β€œ Heyy.. bukankah kau bilang, kau mencintaiku? Dan ada apa dengan appa? Appa Kim akan lebih senang jika anak semata wayangnya adalah pria normal bukan seorang pria penyuka sesama jenis. Kau mengerti, Kim Taeyeon? Just feel it tonight! β€œ

β€œ Enghh.. β€œ. Aku terbangun dari tidur nyenyakku saat kurasakan sinar matahari berhasil menyilaukan pandanganku, perlahan kubuka kedua mata dan memandang langit-langit kamar yang tak pernah berubah.

Kuraba samping kananku, berharap aku menemukan seseorang yang sudah memuaskanku semalaman tanpa henti. Namun, harapan itu hilang saat tak kurasakan kehadirannya disisiku sehingga aku langsung bergegas duduk sambil mencari keberadaannya disekitar kamarku. Tak ada tanda-tanda kehadirannya disini, bahkan kamarku terlihat lebih rapi dari sebelumnya.

Aku menghela nafas dan mengusap wajahku kasar, sampai saat aku akan beranjak dari tempat tidurβ€”aku menemukan secarik kertas disamping meja tempat tidur, dengan sebuah tulisan indah tentunya.

β€˜ Good morning, saudara angkat sekaligus kekasihku. Jangan lupa, hari ini kau ada meeting dengan komisaris serta jajarannya dan berdoalah semoga kita bisa bertemu disana. Kim Tiffany Hwang, nama yang indah ;)) β€˜

β€œ Kim Tiffany Hwang? Apa dia benar-benar saudara angkatku? Aishh jinja! Aku benar-benar bisa gila! β€œ

Aku bergegas turun dari tempat tidur dan sekilas, ekor mataku menangkap sebercak darah yang ada di seprai tempat tidurku. Aku meringis, mengerang dan mengaduh dengan semua kekacauan yang kulakukan sendiri sambil mengacak rambutku frustasi.

β€œ Tuhaaann!! Bisakah aku menarik kembali ungkapan cintaku padanya!! Bagaimana aku bisa mencintai saudara angkatkuuuu, ANDWEEE!!! β€œ

β€œ Selamat pagi, Kim Taeyeon β€œ. Aku menoleh ke sumber suara dan menemukan seorang wanita yang sudah duduk dikursi makan dengan beberapa hidangan dihadapannya. Ia tersenyum manis seperti biasanya dan aku bergegas menghampirinya untuk duduk tak jauh darinya sambil mengancingkan kancing kemeja kerja dikedua lenganku.

β€œ Kau membawakan sarapan untukku lagi, Sica? β€œ tanyaku tanpa memandangnya, melainkan memandang hidangan dihadapanku dengan beberapa koran di atas meja

β€œ Ne, aku yakin kau pasti belum sarapanβ€”sama seperti hari-hari sebelumnya. β€œ.

Ya.. membawakan sarapan setiap pagi sudah menjadi kebiasaan Jessica, sekretarisku. Sebenarnya, aku merasa tak enak jika harus merepotkannya terus. Tetapi, Jessica mengatakan tak masalah soal itu. Lagipula, apartmentnya dengan apartmentku tak terlalu jauh. Hanya beberapa blok saja dari koridor apartment ini.

Aku tersenyum manis, seraya meraih alat-alat makan yang siap kugunakan. Kulihat, ia juga mulai bergerak mengikutiku tanpa menghilangkan senyuman manis diwajahnya.

β€œ Semalam, aku tak melihatmu mengikuti acara hingga selesai. β€œ. Sekejap, aku menghentikan pergerakan tanganku yang tengah mengambil beberapa makanan dan menatap Jessica seperti patung.

Rasanya, seluruh organku terasa kaku. Apa yang harus aku katakan padanya? Haruskah aku mengatakan, bahwa aku tergoda oleh salah seorang wanita di bar? Atau haruskah aku mengatakan jika aku mengantuk dan memutuskan untuk pulang lebih cepat?

β€œ Tuan Kim Taeyeon? Kau mendengarku? β€œ

β€œ A-ahh.. aku hampir saja lupa, bukankah kita memiliki meeting bersama komisaris? β€œ tanyaku seraya mengembalikan alat-alat makan ditempat semula, mencoba mengalihkan perbincangan kami.

β€œ N-ne, t-tapi.. meeting ak~.. β€œ

β€œ Lebih baik kita berangkat sekarang, kita tak tau bagaimana keadaan lalu lintas hari ini β€œ. Aku menariknya untuk beranjak dari tempat duduk dan keluar dari apartment, hanya inilah yang bisa kulakukan saat ini. Semoga diperjalanan nanti, tak ada topik perbincangan tentang pesta dibar semalam. Sungguh, aku merasa stuck ditempat jika mengungkit soal semalam.

.

.

Author Pov

β€œ Selamat pagi, miss β€œ. Salah seorang wanita yang diduga berprofesi sebagai sekretaris menyembulkan kepalanya dibalik pintu ruang kerja Ceo perusahaan tersebut.

Ia tersenyum manis, seiring perlahan masuk ke dalam ruangan hingga berdiri di depan meja atasannya.

β€œ Hello, Seohyun.. selamat pagi. Sepertinya seseorang sedang bahagia pagi ini, hm? β€œ ungkapnya tanpa menghentikan pekerjaannya dalam menandatangani beberapa berkas yang menumpuk dimejanya.

β€œ Ne, cuaca yang cerah membuatku bahagia miss β€œ

β€œ Mengapa kau senang sekali memanggilku dengan sebutan β€˜miss’? β€œ tanyanya seraya menghentikan pergerakan tangannya, kali ini atasan sekretaris itu memandangnya. Hal itu, membuat Seohyun gugup.

β€œ A-aku tak mungkin memanggil namamu langsung–.. β€œ

β€œ Setidaknya, kau bisa memanggilku β€˜unnie’ jika kita sedang berdua β€œ

β€œ Tapi–.. β€œ

β€œ Seohyunnie.. β€œ panggil atasannya dengan suara yang terdengar imut

β€œ Ne? β€œ

β€œ Apa rapat sudah akan dimulai?? Aku bahkan belum menyelesaikan semua pekerjaan ini β€œ ungkapnya sambil kembali disibukkan dengan berkas-berkasnyaβ€”lagi.

β€œ Ahh.. ne, unnie.. aigoo.. aku begitu canggung memanggilmu seperti itu ketika kita sedang bekerja β€œ rengek Seohyun, membuat atasannya terkikik dan sekilas memandang wanita yang lebih muda darinya itu.

β€œ Arrasseo, lakukan apa yang ingin kau lakukan. Tapi, aku tetap ingin kau tidak memanggilku seformal sebelumnya ketika kita sedang berdua β€œ. Seohyun mengangguk mantap sambil tersipu, lalu menyimpan beberapa lembar berkas lagi diatas meja atasannya. Detik selanjutnya, atasan itu kembali menghentikan pekerjaannya. β€œ Berkas apalagi ini, Hyunie? β€œ

β€œ Hasil pekerjaan tuan, Kim Taeyeon. Mr. Kim menginginkan dirimu untuk memeriksa pekerjaan tuan Taeyeon β€œ

β€œ N-naega?? Appa?? Aisshh.. mengapa harus aku! β€œ Umpatnya, membuat Seohyun terkekeh

β€œ Karna hanya dirimu yang selama ini bisa di andalkan Mr. Kim, Tiffany unnie β€œ. Tiffany menghela nafas sambil menyandarkan diri di punggung kursi kerjanya, lalu perlahan bibirnya mengerucut lucu.

β€œ Geurae.. aku akan segera memeriksanya setelah rapat selesai, sekarang tolong bantu aku berdiri. β€œ

β€œ Waegeurae? Gwenchana, unnie? β€œ tanya Seohyun khawatir, seraya melangkah mendekat ke arah Tiffany

β€œ Seseorang memakanku tanpa henti semalaman dan ini membuatku sedikit linu β€œ jawabnya, membuat Seohyun menyernyitkan keningnya.

β€œ Aku tak paham dengan apa yang kau bicarakan, unnie. β€œ ucap Seohyun, setelah berhasil membuat Tiffany beranjak dari tempat duduknya

β€œ Aku tak memintamu untuk memahami soal itu, kau masih sangat cukup polos rupanya nona Seohyun β€œ ungkap Tiffany seraya mengacak-acak rambut sekretarisnya itu, lalu melangkahkan kakinya keluar ruangan. Meninggalkan wanita yang lebih muda darinya itu merengek seperti anak kecil.

β€œ Unnieeee~.. β€œ

.

.

Suara derap langkah kaki tenang terdengar disepanjang koridor perusahaan, senyuman menghias diwajahnya yang cantik. Tiffany terus berjalan didampingi sekretarisnya, menyusuri lorong yang panjang dan cukup mewah hingga langkahnya terhenti saat ia menemukan sebuah pintu bertuliskan β€˜Meeting room’.

Sebelum ia memutar knop pintu ruangan tersebut, seohyun lebih dulu melakukannya untuk Tiffany. Membuka pintu itu dan mempersilahkan Tiffany untuk masuk, wanita yang lebih tua dari Seohyun itu hanya bisa tersenyum manis dan mengucapkan terimakasih sebelum akhirnya Tiffany membungkukkan sedikit tubuhnya dihadapan beberapa orang yang telah hadir disana.

β€œ Selamat pagi, Mr. Kim β€œ sapanya formal dihadapan sang komisaris, namun sedetik kemudian wanita itu langsung berhambur memeluk Mr. Kim. Hal itu, membuat Mr. Kim meledakkan tawanya di ikuti seringaian kebahagiaan dari orang-orang disana.

β€œ Betapa lucunya dirimu, Tiffany β€œ ungkap Mr. Kim setelah melepaskan pelukan mereka, Tiffany tersipu dengan kedua pipinya yang merona. β€œ Dengan begini, lengkap sudah. Putraku juga sudah hadir bersama kita β€œ sambung Mr. Kim seraya menunjukkan sosok putranya yang duduk tak jauh darinya.

Mendengar hal itu, kedua mata Tiffany langsung menangkap sosok itu. Sosok Kim Taeyeon yang terlihat duduk tak jauh darinya dengan bahasa tubuh yang sedikit tak tenang. Tiffany menyeringai dan bergegas menempatkan diri untuk duduk disamping Mr. Kim.

β€˜ Kau terlihat gugup, Kim Taeyeon β€˜.Tiffany memperlihatkan senyuman manisnya yang menggoda sebagai satu trik godaannya pada Taeyeon. Diam-diam, Tiffany melihat pria itu sedaritadi memperhatikannya dari ujung rambut hingga kaki jenjangnya.

β€œ Sungguh, melihat kedekatan mereka.. membuatku frustasi! β€œ batin Taeyeon yang sibuk dengan dugaan dalam pikirannya tentang appanya dan juga gadis yang semalam dicumbuinya.

Meeting pun dimulai, selama kegiatan itu berlangsung Taeyeon tak henti-hentinya menaruh perhatian pada Tiffany. Tiffany yang lebih banyak bicara di depan pun sesekali memandang ke arah Taeyeon dan tersenyum ketika menyadari jika pria yang semalam memperkosanya setelah mendapatkan izin darinya begitu pervert.

Disisi lain tak dapat dipungkiri, sosok perempuan yang begitu cerdas dihadapannya itu membuat perasaan Taeyeon tak karuan. Degup jantungnya berdegup semakin kencang, sampai-sampai ia takut jika seseorang mendengar suara degupan jantungnya. Sedangkan, Mr. Kim yang menyadari hal tersebut memilih untuk menjentikkan jarinya hingga salah seorang pengawal menghampirinya.

β€œ Ne, ada apa tuan? β€œ bisik pengawal itu

β€œ Apa kau tau, apa yang terjadi diantara mereka? Mengapa putraku begitu gugup, sedangkan Tiffany terlihat menggemaskan? β€œ

β€œ Aku tidak tau, tuan. Aku akan mencari tau hal ini β€œ

β€œ Arrasseo, aku menunggu info yang kau dapat tentang kedua anakku ini β€œ

β€œ Ne β€œ

Waktu telah berlalu, semua orang termasuk Mr. Kim telah pergi dari ruang meeting kecuali Tiffany yang tengah merapikan berkas-berkas presentasinya. Ia terlihat lelah dan sesekali mengerang, ketika angin yang berhembus lewat celah-celah jendela, menerbangkan berkas-bekasnya hingga berceceran dilantai.

Saat Tiffany akan mengambil berkas-berkas itu, tiba-tiba ia melihat sepasang sepatu dihadapannya. Sepatu yang bersih dan mengkilap, lalu Tiffany pun tersenyum seraya menengadahkan kepalanya untuk melihat sosok orang di atasnya itu. Namun, senyuman itu mendadak hilang seketika saat melihat bahwa orang yang ia duga bukanlah orang yang berada dihadapannya sekarang.

β€œ Nick-khun–.. β€œ

Brukk

Tubuh Tiffany terdorong kasar hingga membentur dinding cukup keras, membuatnya mengerang kesakitan.

β€œ Tiffany Hwang, Bisakkah kau berbagi sedikit denganku, hm? β€œ

β€œ A-ap-apa maksudmu? β€œ

β€œ Kita sama-sama tau, jika kita adalah seorang pemimpin utama dibawah naungan Kim Enterprise. Tapi, bisakah kau tak terlalu rakus dalam mengambil proyek-proyek dalam perusahaan eoh? β€œ. Nickhun mengeratkan genggaman kedua tangannya dibahu Tiffany

β€œ A-ap-ppo.. yah! β€œ. Tiffany mendorong tubuh pria dihadapannya itu kasar, wajah Tiffany memerah karna menahan emosi yang membara di dadanya. β€œ Sejak kapan kau peduli dengan proyek-proyekmu?! Wae? Apa kau sudah tidak punya uang untuk berfoya-foya dengan kekasih-kekasih murahanmu, eoh?? β€œ

β€œ Brengs–.. β€œ

β€œ Ohh.. Fany~ah, rupanya kau disini, sayang β€œ. Taeyeon berjalan masuk ke ruang meeting, menghampiri Tiffany dan Nickhun yang terdiam seiring menoleh ke sumber suara.

Tiffany menghela nafas dan merasa bersyukur dalam hatinya, karna Taeyeon datang tepat waktu. Sejurus kemudian, wajah Tiffany yang mulanya berantakan menjadi berubah dengan cepat dan ceria.

β€œ My boo!! β€œ. Tiffany berseru, seiring menyambut pelukan Taeyeon membuat Nickhun mendengus kesal dengan kedua tangannya yang terlihat mengepal kuat.

Dibalik pelukan Tiffany pada Taeyeon, perempuan itu tersenyum evil. Ia pasti telah berhasil membuat pria yang bernama Nickhun itu kesal bukan main.

β€œ Chankman.. nuguseyo?? β€œ. Taeyeon melepaskan pelukan mereka dan bertanya pada Nickhun, sedangkan Tiffany masih bergelayut manja dengan kedua tangan yang dikalungkan dileher Taeyeon.

β€œ Naega?? Kau tak tau siapa ak–.. β€œ

β€œ Ahh.. sejak kapan perusahaan ini mempekerjakan orang kasar sepertimu β€œ ucap Taeyeon santai, pria itu seperti mencoba menyulutkan api yang baru diantara ia dan pria dihadapannya. β€œ Kajja.. β€œ. Taeyeon meraih tangan Tiffany untuk ia genggam, lalu mereka berjalan melewati Nickhun. Namun, langkah mereka terhenti saat Nickhun meraih tangan Tiffany agar gadis itu tetap tinggal.

β€œ Kau tidak berhak mengambil gadisku β€œ. Taeyeon tersenyum mengejek, lalu menoleh ke arah Nickhun. Ia berjalan menghampiri pria itu dan melepaskan genggaman Nickhun pada tangan Tiffany yang begitu erat.

β€œ Bagaimana aku tidak berhak mengambilnya, jika gadis ini adalah calon pendampingku dimasa depan. Jadi, enyahlah dari hadapan kami, Nickhun-ssi β€œ.

Setelah Taeyeon menyelesaikan kalimatnya, genggaman Nickhun pada tangan Tiffany pun akhirnya bisa terlepas seiring Taeyeon yang membawa Tiffany keluar dari ruang meeting tersebut.

β€œ KALIAN YANG AKAN ENYAH DARI HADAPANKU!! PERSETAN DENGAN KALIAN!!! β€œ

TBC

99 comments

  1. Masih agak bingung, jadi disini ceritanya tippa jadi saudara angkatnya taeng? Tapi kenapa perasaan gua mr.kim itu kaya jodohin mereka. Ahh mungkin cuma perasaan aja .haha
    Untuk taeng nyelametin tippa dari si NK! Tambah seru nihπŸ™‚

  2. sayang nih blm bs baca yg part 1, tp gak pa2 lah
    itu gmn mr.kim bs jadiin panny anak angkat?
    tuh sebnrnya taeny udh pacran ato gmn sih?
    trus si nikon apanya panny?haduh rumit nih

  3. Do you need unlimited articles for your site ?
    I am sure you spend a lot of time posting
    articles, but you can save it for other tasks, just search in google: kelombur’s favorite tool

  4. Annyeonghaseo… salam kenal.:D

    walaupun ga baca chap 1, tp bisa nangkep apa yang telah trjadi di chap 1. Fanficnya yang ini keren Thor.
    Penyusunan kata-katanya bikin ga bosen dan seolah-olah melihat kejadian tersebut di depan mata kita.

    keren Thor… semangat! aku baca next chapter.πŸ™‚

  5. Nickhun yang terbuang.. Ckckckck
    Penasaran sama chapter 1, tapi serius aku takut Appa mereka tahu hubungan TaeNy dan ditentang padahal sdh terlanjur jattuh cinta.
    Berat pasti rasanya..
    Semoga kisah mereka berakhir bahagia..
    #prayforTaeNy

  6. Halo thor readers baru disini.
    Maaf langsung komen di chap 2, habisnya chap 1 di proteksi. Hehe
    Pertama kali aku baca cerita ini seru thor.
    Itu si taeng kasian galau. Haha
    Itu si khuntil kasar banget sih ama fany. Bikin kesel aja.
    Ok thor, semangat nulis dan berkarya nya.
    Izin baca chap selanjutnya ya.

  7. Taeng ampek dag dig dug gtu ngeliat pesona mpok ppanyπŸ˜„

    Jiah ada kampret dsini mna ngasarin nyokap gue lg untung babe taetae datang jd ppany lom di apa2in syukurlah :3

    Smoga mr. Kim ngrestuin hbungan mreka brdua plis jgn pisahin mreka Kim appa Puhleasss >,< lanjut thor cus~Β»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s