Breath (6/?)

breath

Title : Breath (6/?)

Author: Adelayn_Tiffany

Genre: Gender bender, yuri, romance, action, sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang (Namja), Jessica jung

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender dan yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!πŸ˜„

***

2 Bulan kemudian

Dikeheningan pagi yang terasa abadi, semilir angin berhembus lewat celah-celah jendela kamar. Seorang gadis terlihat semakin nyaman di alam mimpi indahnya, hingga tak menyadari bahwa ada seseorang yang sedaritadi mengawasinya, menjaga tidurnya dalam diam. Menatapnya dengan cahaya yang teduh, sesekali orang itu tersenyum ketika melihat kekasihnya tersenyum dalam tidurnya.

Tak lama kemudian, dengan perlahan orang itu mendekat ke wajah kekasihnya hingga akhirnya mengecup lembut bibir gadisnya itu. β€œ Kau mencoba membangunkan putri salju, hm? β€œ. Orang itu sekejap membuka lebar matanya karna terkejut dan pandangan mereka bertemu. Lalu, orang itu tersenyum manis seraya menjauhkan wajahnya kembali.

β€œ Hm, sleeping beauty β€œ. Orang itu kembali mendaratkan bibirnya di bibir kekasihnya, kali ini tak hanya kecupan yang ia berikan melainkan ciuman serta lumatan hangat dan penuh kelembutan. Menyesapnya dengan perlahan, hingga gadisnya tak menyangka bahwa orang itu bisa memperlakukan ia lebih lembut dari biasanya.

β€œ I miss you, Sulli-ah β€œ ungkap Krystal disela-sela ciuman mereka, bahkan kini kedua tangan perempuan itu sudah melingkar di leher Jinri Hwang.

β€œ I miss you too, Krys. I’m so sorry β€œ. Krystal menghentikan ciuman mereka dan memandang Jinri bingung, ia mengusap bibir kekasihnya yang basah karna saliva mereka.

β€œ Untuk apa kau meminta maaf? β€œ. Tanpa menjawab pertanyaan Krystal, Jinri segera memeluk tubuh hangat kekasihnya erat. Kedua matanya terpejam dan ia menggigit bibir bawahnya, rasanya Jinri ingin menangis karna tak memiliki banyak waktu untuk mengurus hubungan mereka, termasuk tak memiliki banyak waktu untuk Krystal. β€œ Gwenchana? Kau menangis? β€œ tanya Krystal sambil tersenyum seraya mengelus lembut punggung kekasihnya itu.

β€œ I wanna see your smile, bukan melihatmu menangis dalam diam seperti ini, Sulli-ah β€œ ungkap Krystal. Ia mendorong tubuh Jinri perlahan, hingga ia beranjak duduk di atas tempat tidurnya. Dihapusnya air mata yang keluar dari kedua pelupuk mata gadis dihadapannya itu.

β€œ S-sorry β€œ. Krystal mengecup bibir Jinri lalu, tersenyum.

β€œ Aku mengerti, ada banyak urusan yang harus kau tangani diluar sana. Aku mengerti profesimu, sayang. Kau dan oppa sama-sama memiliki tanggung jawab yang sangat besar diperusahaan kalian. Jadi jangan meminta maaf, aku disini memahamimu dan menunggumu. As always, baby β€œ.

Jinri tersenyum dan mengucapkan syukur dalam hatinya, hubungan ia dan Krystal mengalami kemajuan yang sangat pesat. Dulu dalam hubungan mereka, keduanya selalu lebih banyak bercanda dan saling mengolok-olok tetapi seiring berjalannya waktu seperti inilah jadinya mereka. menjadi pasangan yang lebih saling mengerti, memahami dan dewasa.

β€œ Gomawo β€œ. Krystal mengangguk seraya tersenyum manis menanggapi ucapan kekasihnya, lalu kedua dari mereka kembali berciuman. Ciuman kerinduan yang teramat itu, menjadikan morning kiss yang begitu berhasil membuat keduanya melayang dalam dunia impian. Penuh dengan kebahagiaan yang membuat hati mereka berbunga-bunga.

β€œ Hmmp.. β€œ. Satu erangan terdengar keluar dari mulut Krystal, saat ciuman Jinri turun ke leher gadis itu. krystal menengadahkan kepalanya, memberikan akses yang lebih mudah untuk Jinri mengeskplor jenjang leher Krystal yang begitu harum dan lembut.

Tak hanya itu, kedua tangan Jinri pun mulai beraksi. Menyusuri setiap lekuk tubuh Krystal sambil sesekali menggoda kekasihnya itu. Sedangkan Krystal, ia hanya perlu menikmati perlakuan kekasihnya sepagi ini pada tubuhnya. Menjambak sedikit rambut Jinri adalah salah satu respon bahwa ia menikmatinya dan meminta lebih.

30 menit sudah mereka melakukan foreplay, hingga akhirnya kedua dari mereka naked dengan sempurna. Hanya balutan kain tipis yang menutupi tubuh mereka, pakaian Jinri yang sebelumnya terlihat rapi kini sudah berserakan di lantai. Tempat tidur Krystal pun tak serapi sebelumnya, bahkan seprainya pun sudah terlihat tak terbentuk seperti sebelumnya. Erangan demi erangan serta desahan menggema dikamar anak kedua dari Presiden Korea Selatan itu, peluh pun telah bercampur pada tubuh keduanya.

Krystal tak pernah berhenti menggelinjang diikuti dengan desahan, jambakan yang ia lakukan pada rambut kekasihnya saat Jinri menyesap dan memainkan lidahnya dengan lembut pada klitoris Krystal itu. Jinri pun menusuk lubang V milik Krystal dengan lidahnya begitu liar. Menyiksa adik dari Jessica Jung yang semakin mendesah tak tertahan karna perlakuan Jinri yang begitu membuat Krystal melayang tinggi di udara.

β€œ H-huuuh, Su-l-li-aaahhh~ enghh, m-mo-reeee!! AAHH!! β€œ. Jinri tersenyum dan perlahan memasukkan sesuatu di dalam milik Krystal dan juga miliknya. Kedua matanya terpejam nikmat sambil duduk diantara selangkangan Krystal.

β€œ Ugh! T-tidakkah ini terlalu dalam, Krys? β€œ tanya Jinri ragu, Krystal menggelengkan kepalanya dan mencoba beranjak duduk hingga kedua mata mereka kembali bertemu dengan jarak yang begitu dekat.

β€œ Turn on β€œ ucap Krystal, Jinri mengangguk dan kembali melumat bibir Krystal seraya salah satu tangannya menekan satu tombol pada alat yang telah menusuk kewanitaan keduanya. Suara getaran yang teredam pun kini terdengar diantara mereka, keduanya berteriak nikmat dibalik ciuman mereka yang semakin panas. Bahkan getaran itu membuat mereka meminta lebih, hingga keduanya dengan perlahan mulai menggerakkan pinggul mereka.

Sekali lagi, getaran itu membuat intensitas bercinta mereka semakin panas dan liar, terlihat dengan posisi yang kini telah berubah. Krystal menjadi lebih agresif dari sebelumnya dan itu membuat Jinri terpukau.

.

.

β€œ Biar saya bantu, sir β€œ ungkapnya seraya membantu tuannya mengenakan pakaian jasnya. Senyuman manis menghias diwajah tuan itu sebagai ucapan terimakasih atas bantuannya. β€œ Jangan lupa untuk meminum obatnya, semuanya sudah saya siapkan dimeja makan. Setelah itu-.. β€œ

β€œ Arrayo, kau tenang saja. β€œ. Orang itu sekejap menundukkan kepalanya karna merasa lancang dengan banyak bicara pada tuannya dipagi hari yang cerah ini. Sehingga, terciptalah keheningan di antara mereka.

Disaat orang itu tengah menundukkan kepalanya, pria dihadapannya itu justru tersenyum manis dan sedikit mengintip apa yang sedang dilihat oleh wanita dihadapannya.

β€œ Gwenchanayo, Seohyun-ah? β€œ.

β€œ O-omo!! β€œ. Seohyun yang melihat perlakuan pria dihadapanya secara tiba-tiba, sontak terkejut dan hampir berteriak bahkan perempuan itu hampir saja terjatuh jika tuannya tidak segera menahan tubuh yang cukup mungil dari tubuhnya itu.

β€œ Ya tuhan, Seohyun-ssi. Ada apa denganmu? β€œ

β€œ A-aniya, a-aku.. aku selalu gugup denganmu, sir. As always β€œ

β€œ Ya? β€œ

β€œ Ani, aku harus mempersiapkan yang lainnya untukmu. Sebaiknya, kau segera sarapan dan menemui calon wanitamu β€œ. Mendengar kata β€˜calon wanitamu’ dari mulut Seohyun, membuat pria itu mengembangkan senyumannya.

β€œ Geurae, aku keluar duluan β€œ. Seohyun menganggukkan kepalanya dan memandang tuannya hingga sosok itu tak terlihat lagi oleh pandangannya. Setelah itu, Seohyun menghela nafas lalu bergegas merapikan kamar tersebut dan melanjutkan tugasnya.

Disisi lain, Jessica yang masih nyaman ditempat tidurnya terlihat sama sekali tidak berniat untuk beranjak dari sana. Untuk membuka matanya saja pun terasa berat, akhir-akhir ini penyakit sleepyheadnya itu semakin menggila. Hingga terdengarlah suara ketukan pintu dibalik kamar tidurnya.

Tok.. tok.. tok..

β€œ Jessica-ssi, kami sudah menyiapkan semuanya. Waktunya anda bangun dan bersiap β€œ. Ungkap kepala pelayan, namun sekali lagi wanita yang masih nyaman ditempatnya itu sama sekali tak ingin bergerak. Tetapi ia teringat akan sesuatu yang membuatnya sekejap langsung beranjak duduk ditempatnya.

β€œ Oh.. yeah! Rasanya, ini seperti mimpi! β€œ ungkapnya excited, seraya melompat dari tempat tidur dan berlari memasuki kamar mandi dengan keceriaan penuh diwajahnya.

30 menit kemudian, Jessica telah siap dengan segalanya. Ia terlihat semakin cantik dilengkapi dengan balutan pakaian yang digunakannya, cocok dengan cuaca pagi ini yang cerah.

Ia bergegas keluar kamar dan menuruni anak tangga, sampai ia bertemu dengan kepala pelayan yang sudah memperlihatkan senyuman kebahagiaan padanya.

β€œ Kau terlihat cantik, nona β€œ. Ungkap kepala pelayan, membuat Jessica tersipu.

β€œ Thankyou, apa mobilnya sudah siap? β€œ

β€œ Tentu saja, kami sudah menyiapkan segalanya nona. Lekaslah pergi, jangan sampai terlambat β€œ

β€œ Of course! Aku sudah sangat merindukannya! β€œ ungkap Jessica dan bergegas melangkahkan kakinya.

β€œ Chankmann, nona. Habiskan dulu minumanmu, kau harus ingat ada janin di dalam kandunganmu itu β€œ. Jessica menjentikkan jarinya, lalu membalikkan tubuhnya untuk menghadap pada pelayan. Ia mengambil minuman dari tangan pelayan itu dan meminumnya sampai habis dengan sekali teguk.

β€œ Ahh.. aku hampir melupakanmu, nak. Maafkan mommy β€œ ucap Jessica setelah menghapus sisa minuman disekitar bibirnya, lalu mengelus perutnya yang belum terlihat begitu besar. β€œ Terimakasih atas perhatianmu, aku pergi β€œ lanjut Jessica.

 

Jessica Pov

Kulangkahkan kedua kakiku untuk masuk ke dalam mobil dan iring-iringan mobil yang membawaku pergi pun segera melaju dijalanan. Sudah 2 bulan lamanya, aku menghabiskan waktuku seorang diri. Kembali kesepian tanpa kehadiran kekasihku, Steve Hwang.

Setelah tragedi yang terjadi pada Steve, aku terpaksa mengizinkan para medis membawa kekasihku ke negara mereka. Dan kenapa aku tak mendampinginya? Karna inilah alasannya. Alasan bahwa aku mengandung anak dari kekasihku sendiri. Awalnya aku tak percaya dengan kabar yang dokter katakan padaku. Aku pikir selama aku menjaga Steve dirumah, aku hanya mengalami pusing biasa dan mual karna masuk angin. Dan setelah Steve memintaku untuk memeriksakan diri, hasil inilah yang kudapatkan. Berita baik ditengah situasi yang semakin memburuk karna kondisi Steve yang semakin menurun.

Aku hampir kehilangannya lagi, rasanya jantungku pun ikut berhenti ketika melihat dan mendengar erangan kesakitan yang keluar dari mulut kekasihku. Setiap harinya, ia selalu memuntahkan banyak darah. Tiap hari pula, dokter mencari tambahan darah untuknya. Sangat memprihatinkan, sedangkan polisi tak henti-hentinya mencari sang pelaku yang sudah membuat kekasihku seperti ini. Aku sudah mengatakannya berkali-kali, bahwa aku tak akan membiarkan orang yang telah membuat kekasihku menderita melarikan diri. Aku akan membuat orang itu menyesal dengan menjebloskan dia ke dalam penjara.

Dan hari ini adalah hari yang sangat istimewa untukku, aku sudah menunggu hari ini tiba. Kalian akan tau, apa yang membuat hari ini menjadi istimewa untukku. Tak lama kemudian, mobil yang membawaku berhenti di depan sebuah restoran amerika dan salah seorang bodyguard membukakan pintu mobil untukku.

Aku tersenyum dan bergegas keluar dari mobil. Sepertinya, aku terlalu pagi untuk sampai sini. Restoran dihadapanku terlihat masih cukup sepi, hanya beberapa orang saja yang berada di dalam sana. Tetapi lebih baik datang lebih awal daripada terlambat.

β€œ Aku pikir, lebih baik kalian kembali ke rumah. β€œ ujarku

β€œ Ada apa nona? Kami akan menunggumu disini seperti biasanya β€œ

β€œ Aniya, tak apa. Seseorang akan mengantarku pulang, kau tak usah khawatir β€œ

β€œ B-baiklah, hubungi kami jika kau membutuhkan sesuatu β€œ

β€œ Tentu saja β€œ. Aku tersenyum pada mereka yang sudah mengantarku, lalu aku segera memasuki restoran dan memilih tempat duduk dengan view indah. Menunggu kedatangannya dengan pemandangan seperti ini semakin membuatku nyaman.

 

Author pov

Dengan derap langkahnya, ia terlihat berusaha untuk tidak menimbulkan suara. Berjalan mendekati wanita blonde yang duduk nyaman dihadapannya, sampai akhirnya ia berhasil menutup kedua mata wanita itu dengan kedua tangannya. Ia tersenyum bangga, bahkan terkekeh kecil hingga terasa kedua tangan wanita itu terangkat dan meraba tangan yang menutupi pandangannya.

β€œ Jessica, I miss you β€œ bisiknya, membuat Jessica menyernyitkan keningnya. β€˜ Not him β€˜ pikirnya.

β€œ N-nuguseyo? β€œ tanya Jessica ragu. Perlahan, kedua tangan itu terlepas dari mata Jessica dan ia bisa melihat siapa orang itu.

β€œ Hello, Jessica. How are you? β€œ sapa orang itu dengan senyuman yang mengembang diwajahnya.

β€œ Ohh.. hai, Tyler! β€œ. Jessica beranjak dari tempatnya dan berjabat tangan namun yang terjadi, Tyler justru menarik tubuh Jessica ke dalam dekapannya dan memeluk wanita itu erat. Jessica terdiam dan merasa tak nyaman dengan serangan yang tiba-tiba seperti ini. β€œ Eng.. Tyler, can you-.. β€œ

β€œ Ehem.. Good morning β€œ sapa seseorang yang membuat kedua mata Jessica membesar, seraya melepaskan diri dari pelukan Tyler. Tyler terdiam dan stuck ditempat saat melihat siapa orang yang kini berada dihadapannya saat ini. β€œ Long time no see, mr. Tyler Kwon β€œ lanjutnya sambil tersenyum tipis.

Keheningan pun menyeruak diantara mereka. Jessica yang merasakan suasana berubah menjadi tak nyaman hanya bisa harap-harap cemas. Ia tak ingin sesuatu terjadi di antara mereka dan sepagi ini. Ia banyak berdoa semoga tak ada prasangka-prasangka buruk yang memenuhi pikiran sosok dihadapannya itu.

Jessica hanya ingin bergegas memeluknya dan tak ingin melepaskannya lagi.

β€œ Senang bisa bertemu denganmu lagi, Steve-ssi. Ada apa dengan tubuhmu? Terakhir kita bertemu, tubuh dan wajahmu tidak setirus itu β€œ ungkap Tyler, sedikit mengejek. Tetapi, sosok dihadapannya terlihat santai dengan kedua tangan yang berada disaku kanan dan kiri celananya.

β€œ Aku baik-baik saja, ohh.. bisakah kau kembalikan calon wanitaku? Aku sudah lama merindukannya β€œ. Steve menarik lengan Jessica sampai ia bisa memeluk tubuh wanita itu dengan satu tangannya. β€œ Thankyou, semoga harimu menyenangkan, Tyler β€œ lanjut Steve

Tyler mendengus kesal lalu, membalikkan tubuhnya untuk meninggalkan pasangan tersebut. tetapi, langkahnya terhenti saat Steve memanggilnya.

β€œ Tyler, wait. β€œ. Pria itu menoleh dan memandang Steve tak suka. β€œ Aku akan lebih bahagia, jika kau datang di acara pernikahan kami yang akan diselenggarakan minggu depan. Aku harap, kita bisa bertemu kembali β€œ

Tyler mendecak dan kembali tersenyum mengejek, β€œ Dengan senang hati β€œ jawabnya dengan segala penekanan dalam hatinya. Rasanya ia baru saja di injak-injak dihadapan wanita yang ia cintai oleh sosok Steve, setelah itu ia bergegas pergi dari hadapan Jessica dan Steve. Tinggalah pasangan Jessica dan Steve yang terlihat bahagia dengan pertemuan mereka kembali.

β€œ Good morning, princess β€œ. Steve tersenyum senang, masih memeluk kekasihnya dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya mengelus rambut Jessica yang begitu lembut. Jessica menyembunyikan wajahnya di dada bidang Steve, rasanya wanita itu ingin menangis melihat kenyataan yang terasa bagai mimpi bisa melihat kekasihnya saat ini.

β€œ Steve, I miss you sooo much β€œ. Jessica melingkarkan kedua tangannya pada tubuh Steve yang kurus. β€œ Kau kehilangan banyak berat badan, Steve. I’m so sick to hear that β€œ

β€œ Aku tak ingin mendengar dan melihatmu menangis sepagi ini, Jessie. Aku sudah kembali β€œ ucap Steve, lalu mengecup pangkal kepala Jessica. β€œ Duduklah β€œ. Steve mendudukkan Jessica dan berlutut dihadapan wanita itu. β€œ Kau semakin cantik, bagaimana dengan calon anakku disini? β€œ tunjuk Steve lalu, mengelus perut Jessica lembut. Melihat hal itu, membuat Jessica tersipu dan mengelus kepala Steve.

β€œ Kami baik-baik saja β€œ

β€œ I miss you, baby β€œ ungkap Steve dengan mata yang berbinar, Jessica menyimpan kedua tangan dikedua pipi Steve. Mengelusnya lembut.

β€œ I miss you too, kau benar-benar terlihat tirus Steve β€œ . steve tersenyum seraya menghapus air mata yang mengalir dari pelupuk mata Jessica.

β€œ Setelah aku pulang dan bertemu denganmu, lambat laun aku akan kembali seperti sedia kala. Aku akan terlihat lebih keren dan-.. β€œ

β€œ Jangan terlalu percaya diri! Huh.. jika kau semakin keren, banyak wanita yang menginginkanmu. Aku tak ingin seperti itu β€œ ungkap Jessica dengan suara yang semakin mengecil, bahkan hampir berbisik namun semua itu terdengar jelas oleh Steve.

β€œ Tak akan, tak ada yang bisa memisahkan kita. Hari ini kita akan mencari cincin pernikahan, okay?? Lets go β€œ. Steve menarik tubuh Jessica dengan hati-hati, lalu mengajaknya keluar dari restoran sambil terus memeluknya. Jessica bahagia dengan ini, selalu bahagia dengan setiap perlakuan kekasihnya itu.

β€œ Kau tak pernah berubah β€œ ungkap Jessica seraya mencubit pipi Steve gemas.

β€œ I know β€œ ucap Steve percaya diri, membuat Jessica semakin gemas padanya. Steve bergegas membawa Jessica masuk ke dalam mobilnya, membantu memasang seatbelt dan memastikan bahwa Jessica akan baik-baik saja selama perjalanan mereka. terlihat seperti akan perjalanan jauh, tetapi sebenarnya mereka hanya akan pergi ke mall untuk mempersiapkan pernikahan mereka.

Sebelum Steve menjalankan mobilnya, ia meraih sesuatu dari kursi belakang dan memberikannya pada Jessica. Melihat tempat makan yang begitu imut dipangkuan Jessica itu, membuat kekasihnya terkekeh dan menggelengkan kepalanya.

β€œ Kau menyiapkan hal ini untukku? β€œ

β€œ Ani, itu untuk anak kita β€œ jawab Steve terus terang seraya menjalankan mobilnya, mendengar jawaban Steve, membuat Jessica mengerucutkan bibirnya. Sebenarnya, Steve sengaja membuat Jessica seperti itu. ia sangat rindu menggoda kekasih tersayangnya itu. β€œ Aku hanya becanda, sayang. Tentu saja itu untukmu, perutmu baru kau isi dengan segelas jus saja. Itu tidak cukup untuk anak kita β€œ jelas Steve tanpa memandang Jessica karna ia perlu berkonsentrasi mengemudi.

Detik selanjutnya, Jessica menyeringai bahagia dan langsung membanjiri pipi kanan Steve dengan kecupannya.

β€œ Jeomal Saranghaeyo, Steve! β€œ

Steve tersenyum senang, ia meraih tangan kiri Jessica untuk ia genggam sepanjang perjalanan. Pagi itu, mereka benar-benar sangat bahagia menjalani hari yang akan mereka jalani bersama. Semoga mereka akan tetap seperti itu selama-lamanya.

 

END or TBC??

44 comments

  1. Yah .. jgn end sekarang donk Ka .. Tanggung JeTi nya belum nikah .. ^^
    Wahhh .. Krys ternyata uddh gede yah ,, tpi coba ajja sulli nya di jadiin Amber ,, pasti lbih pas ..
    Knapa selalu ada orng itu sih ngerusuh mulu hubungan Jessie ..
    Saemangat terus ^_^

  2. Jangan End dulu , pengen liat si kerak telor termehek2 dulu ngeliat jessica nikah sm steve . Hahaha

    Ahh jungli sudah tidak polos lagi . Untuk kali ini gw menyukai TBC jd gw pilih TBC aja wakakaakaa

  3. TBC aja dulu thor,jeti harus nikah dulu dan sica sampai melahirkan steve junior dan yg penting pelaku yg ingin membunuh steve dan taeyeon belum tertangkap

  4. Annyeong,,,,,,
    Hahahahahahaha snng nya hti author kmbli lg mmbwa ff yg bnr2 d tunggu,,,,,,
    jngn end thor jeti blm nikah,,kwon kw blm mti mndrta krna cmbru,,,,,pnjhat nya jga blm ktngkap,,,tae2 jga blm ad psngan,,,,jungli jg lg msra2 nya tu,,,biarkan jeti bhgia dlu chingu smpai hwang junior lahir,,,,,,
    Ttp smngt dech,,,,,,next nya dtnggu,,,,,,
    Gomawo,,,,

  5. hwihh awalnya hot bikin susah napas kkkk
    TBC lah thor, Jeti blm nikah, anaknya blm lahir blm gede, anaknya blm nikah, blm ngash cucu ke mereka, terus aja terus haha

  6. emmppphhh pagi2 pada romantis ya apalagi duo maknae udah olahraga aja ditempat tidur… tbc dong thor kan penjahatnya belum ketangkep

  7. Duhh jinri sama krystal udah berani yaa haha
    Mposs tuh si Taylor dipermalukan muahaha
    TBc aja thor kan sica nya belom hamil dan lagi pula pelaku yg menyebabkan Steve menderita belom ditangkep juga. Taylor kebongkar dulu kedoknya terus abis itu dipenjara deh, kalo bisa bikin hidupnya dia menderita semenderitanya org menderita muahahah /smirk/

  8. T_T akhirnya update, missed you so much.
    Adoooohhg gwa baca pagi2 yg dingin jadi pagi yang hot gara2 JungLi astage, pembukaan yang mancabπŸ˜„
    Huhuu Tyler masih aja rusu gedeg bgt gwa u,u
    HARUS TBC GK BOLEH END DLU SOALNYA MASIH GANTUNG.

  9. Jungli udagh gede yach sekarang
    Jeti makin sweet ja nich jangan dulu end thor jeti blum nikah sica juga belum ngelahirin terus misteri orang yang nyelakain steve juga masih blum ketangkep

  10. Akhirnya update,, udah lupa2 ingat lgi ma nih ff,, i miss this ff so much ohmygod….

    Wuouuu jungli udah berani,, panas panas panas haha

    Ehh jangan tbc dlu kak, masih ngegantung banget, lagian pelaku ny jg belom ketahuan…

  11. Wah ini satu2nya ff JeTi yg ditunggu2 akhirnya diupdate juga..
    Agak2 lupa sama ceritanya nih, jangan di endingin dulu ya, soalnya masih gantung ._.
    Btw unn fasya buka wp baru khusus JeTi ya? abis ini mo lanjut kesana deh, see you there~ ^^

  12. kalo END di mari berasa gantung atuh masih banyak tekateki yg belum terpecahkan siapa pelaku yg mau membunuh taeyeon yg nyelakain steve uh hehehe

    pokoknya lanjut sampe semua terselesaikan hehehe sampai si junior lahir kekeke yayayaya

  13. wah klo end ngegantung banget ceritanya. Taeyeon gimana kabarnya tuh? kayanya author uda mulai bosen ya nulis ini… Semangat ya thor…

  14. Akhirnya update juga nih ff,, aduuh kangen banget gue.. jungli udh berbuat jauh tuh,, ckckckc
    steve and sica jg makin mesra aja nih setelah lama tidak bertemu.. Semoga kebahagiaan selalu menyertai mereka berempat.. Amiinnn
    Jangan END dulu thor,, steve and sica kan blm nikah,, jg yg ngeracunin steve jg kan blm ketemu..

  15. Kya akhirny muncul juga nih ffnyπŸ˜€ semoga stev sm sica bahagia tuh sulli ma krystal ngapain dirnjngπŸ˜€ keren ffny mau minta pw lewat twitter boleh mb sofie

  16. wah lama gak mampir ini ff update juga heheehe lama sekali thor ni ff ..
    akhirnya jeti bisa bahagia juga dan bakal ada little hwang yg bakal hadir hehehe gak sabar baca prt end nya thor ☺

  17. Wahhh akhirnya ini ff selesai juga sejak sekian lama menunggunya haha mau baca tapi males karna blom selesai haha…. boleh tau gak cara dapetin pw next chapnyaπŸ˜€ masih tergolong hoobie diwp ini hahah :p

  18. wow!!! krylli sexy time huh!?. apa ga di pake tu gaya 69 nya? hahahahah…….
    akhirnya steve dan jessi akan menikah juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s