S. K. Y [2]

taenyul

Title : S. K. Y [2]

Author: Fasya & Riyukarina

Genre: Gender Bender, Romance, Tragedy, etc.

Note : cerita ini bergenre gender bender. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!πŸ˜„

 

***

Tiffany Pov

Aku membuka mataku dan tersenyum melihatnya berada disampingku. Tertidur dengan wajah polosnya, melebihi polosnya seorang anak-anak. Lengannya ia relakan menjadi bantalan tidurku semalaman, memelukku dengan hangat dan nyaman. Aku sedikit bergeser mempersempit jarakku dengannya, menelusupkan kepalaku ke tengkuk lehernya dan memberikan kecupan ringan disana.

Aku teringat akan apa yang aku alami kemarin, dan ternyata aku tidur telalu lama hingga pagi menjelang.

β€œ Tae~… ” Lirihku. Dan dapat kurasakan bahwa tubuhnya bergerak. Kupikir, ia sudah terbangun sekarang.

β€œ O-oh, kau sudah bangun? ” Ujarnya dengan suara serak. Walaupun aku tak melihat wajahnya, tapi aku yakin dia tersenyum sekarang. Kurasakan kembali ia mempererat dekapannya ditubuhku, mengusap punggungku dengan lembut β€œ Apa yang kau rasakan? Masih pusing atau apa, katakan padaku… ”

Aku menengadah untuk menatapnya, dia tersenyum dan memberikan kecupan hangat dikeningku. β€œ Aku baik-baik saja, jika kau berada disisiku… ”.

Harus kuakui, aku memang sudah sangat menggantungkan hidupku kepada kekasihku ini, Kim Taeyeon. Tak peduli dengan ucapan-ucapan yang sering kudengar belakangan ini tentang Taetae, aku mengenalnya, yakin sangat mengenalnya, dan aku bisa merasakan ketulusannya. Jadi apa yang membuatku meragukannya lagi? Walaupun semua ucapan orang itu mungkin ada benarnya jika Taeyeon adalah pria matrealistis, tapi aku rela, rela memberikan semua yang aku punya untuknya. Karena harta bukanlah nomor satu, karena Taeyeonlah yang menjadi nomor satu dalam hidupku.

β€œ Cihh.. ”. Dia mencibir dilanjutkan dengan kekehannya β€œ Aku akan selalu berada disisimu, sayang~… apapun yang terjadi, aku akan tetap berada disisimu… menjaga dan merawatmu dengan baik.. jadi selama tiga hari kedepan, kau tidak boleh bekerja terlebih dahulu…okay… ”

β€œ Baiklah, kalau begitu kau pun tidak boleh bekerja selama 3 hari itu.. temani aku disini, hm? ”. Aku memberikan senyum merajukku padanya.

β€œ Hahahaha…. baiklah, kalau atasanku memberikan mandat seperti itu, aku bisa apa? ”

β€œ Ish.. Tae~ … aku bukan atasanmu. ”

β€œ Hehe…Ne….Ne….kau bukan atasanku, kau adalah Tiffany Hwang-nya Kim Taeyeon ”

Aku tak mengerti bagaimana bisa mereka menyebut Taeyeon sebagai seorang penjilat, bahkan Mr. Kim lah yang menyelamatkanku saat tragedi itu. Mereka sangat baik padaku, jika mereka penjilat, tentu saja mereka sudah mengambil hartaku sejak aku kecil dulu. Tapi Manager Kim tak melakukannya, yang dia lakukan hanya merawatku dengan baik.

Disinilah kisahku dan Taetae bermula. Memang aku mengenal Taeyeon tidak begitu lama seperti aku mengenal Yuri, kami bertemu saat Taeyeon kembali ke Korea setelah ia menyelesaikan Studinya di Jepang. Dia kembali karena di minta oleh manager Kim, untuk ikut menjagaku. Yah.. sekitar tiga tahun terakhir ini, sejak awal aku mengenal Taeyeon, dia menyenangkan, dia tak pernah berpura-pura didepanku, dia akan bilang suka jika ia memang suka, dia akan bilang tidak kalau memang ia benar-benar tidak suka. Dia terbuka denganku tentang masalah apapun, sampai masalah hati atau bahkan masalah ia dengan mantan kekasihnya. Hingga suatu saat aku memintanya untuk menjadi kekasihku saat aku mendapat kesempatan, lebih tepatnya saat Taeyeon telah putus dengan kekasihnya terdahulu, Jessica Jung. Jadi aku sudah mengenal betul siapa dia, tapi Yuri selalu berkata kasar tentang Taeyeon, dan aku tak suka, sampai kapanpun aku tak akan pernah percaya dengan ucapan Yuri, dia tak tahu bagaimana tulusnya, dan baiknya seorang Kim Taeyeon padaku.

Gomawoeo Taeyeon~aah.. Sungguh aku sangat mencintaimu, semoga kau selalu menjaga cintaku ini selamanya. Menjadikanku cinta pertama dan terakhirmu.

β€œ Nado saranghae… ” celetuknya. Aku memandangnya bingung, hingga kulihat ia terkekeh.

β€œ Hmm…kapan aku berkata saranghae? ”

β€œ Hatimu yang berkata, dan aku bisa mendengarnya…hahhahaa.. ”. bisik Taetae, seraya menunjuk dada tengahku dengan telunjuknya.

β€œ Iish..hahaha… ”. Dia selalu bisa membuatku blushing. Dan karna dia pula alasanku untuk bisa tersenyum dan tertawa sekeras ini. Dia alasanku dalam setiap nafas dalam hidupku setiap detik, setiap menit, melewati setiap jam hingga hari berganti bulan dan tahun.

Taeyeon bisa menjadi segalanya, bisa menjadi seorang Appa untukku, Umma, saudara, teman, dan juga kekasih. Dan aku bisa merasakan ketulusannya, cintanya dan kasih sayangnya terhadapku.

 

Author pov

β€œ Yuri… ”

β€œ Ohh… Appa…wae? ”. Yuri beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri sang Appa yang masuk keruangannya, mereka duduk disofa tamu yang tersedia tak jauh dari meja kerja pria tanned itu.

β€œ Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Tiffany? ” Tanya Mr.Kwon to the point.

β€œ Bagaimana apanya… ya seperti ini saja. Dia hanya melihat namja penjilat itu saja, dia tak melihatku sedikitpun… ”

β€œ Uhh, kau payah… dimana pesona β€˜penakluk wanita’ yang telah Appa turunkan, huh? ”

β€œ Iiish… appa, kau ini sudah tua. Masih saja merasa menjadi anak muda yang mudah mendapatkan pendamping, kau kemanakan ommaku huh? ”

β€œ Hahaha… biar umur appa sudah berkepala banyak sekalipun, tetapi karna appa punya putra yang tampan sejagat raya ini.. appa masih merasa sangat muda ”. Mr. Kwon menepuk bahu putranya itu berkali-kali, seraya tertawa puas. Lalu, ekspresinya kembali serius dengan tatapan dalamnya pada anaknya itu. β€œ Meskipun begitu.. cepatlah bertindak, jangan biarkan Tiffany jatuh ke tangan mereka… ”.

β€œ Khhhaaa…. butuh waktu lama untukku, Appa. Aku tak yakin, aku bisa merebut hati Tiffany dari Taeyeon. Tapi tenang saja, aku akan mencari cara agar Fany tidak terjatuh ke dalam ke jebakan bulus si Taeyeon.. ” Ujar Yuri penuh dengan emosi.

β€œ Kau harus pintar, Yul… kau harus benar-benar mencari cara agar Tiffany simpati kepadamu terlebih dahulu, lalu setelah ia semakin dekat denganmu, kau baru mencari kelemahan dan juga kebusukan dari Taeyeon dan Appanya yang sok suci itu.. ”. Kata Mr. Kwon dengan kilatan licik disudut matanya.

” Sabar saja Appa… aku akan tetap berusaha… ” Ujar Yuri, seraya memandang keluar jendela dengan tatapan matanya yang tajam.

 

Beep~beep~…

 

β€œ Chankman.. β€œ. Yuri kembali beranjak dari tempatnya, menghampiri meja kerja untuk mengambil ponselnya yang tergeletak disana.

” Ohh… ye Detektif Kim… — okay aku akan segera kesana… — baik… — Terimakasih atas bantuannya… “. Yuri mengakhiri panggilan tersebut, kemudian kedua sudut bibirnya merekah.

” Wae? “. Tanya Mr. Kwon.

” Akhirnya Detektif Kim bersedia membantuku untuk menyelidiki kasus pembantaian keluarga Hwang.. ” ungkap Yuri sambil tersenyum meledek

” Tapi itu sudah sangat lama, Yul… apa mereka mampu? ”

” Molla… buktinya Kim Hyoyeon mau membantu… tentunya setelah aku membayarlah lima kali lipat dari gajinya sebagai detektif… ”

β€œ Haha…yeah, orang-orang seperti mereka memang takluk dengan uang, uang dan uang..ckck… ”. Yuri mengangkat kedua bahunya

β€œ Kita lihat saja, sejauh mana kemampuannya..β€”Aku pergi sekarang, Appa.. β€œ

β€œ Baiklah… pergilah dan hati-hati dijalan ”

.

.

β€œ Apa? Iissh, lalu bagaimana? Sudah aku bilang, aku tidak bisa berangkat hari ini dan dua hari kedepan… urus semua dengan baik, aku tidak mau tahu… ”. Taeyeon menutup panggilan itu dengan kesal.

β€œ Tae~…waeyo? Ada urusan yang mendesakkah dikantor? ”

β€œ Tidak apa, jangan pikiran masalah kantor, yang penting sekarang ini adalah kau, sayang~… ”. Taeyeon menghampiri Tiffany yang sedang duduk disofa santainya yang cukup untuk dia dan Taeyeon berbaring.

β€œ Tapi jika itu benar-benar mendesak, pergilah, aku tak apa… ”. Ujar Tiffany, mencoba mengertikan posisi Taeyeon yang menjadi pengendali utama perusahaannya.

β€œ Tidak… biarkan saja, sekretarisku yang akan meng-handle semuanya untukku, untuk kita… ”. Taeyeon mengambil buah anggur hijau yang tak jauh di dekat mereka, lalu menyuapkannya ke mulut Tiffany.

Tiffany ingin sekali menghabiskan buah kecil itu karena ingin melanjutkan perkataannya, tetapi dengan keisengannya, Taeyeon terus menyuapi Tiffany saat yeoja itu hendak berbicara hingga beberapa kali.

β€œ Ya!! ”. Tiffany menutup mulut dengan tangannya sendiri, β€œ Geumanhae! Aku ingin bicara, Taetae β€œ

β€œ Hahhahaa… ”. Taeyeon hanya tertawa puas dengan seringain dork melihat kekasihnya merajuk.

β€œ Aku marah padamu, sekarang kau pergi saja kekantor! β€œ

β€œ Aigoo.. walaupun marah, Hwangie~ku ini tetap saja cantik.. ”. Goda Taeyeon dengan mencolek dagu Tiffany.

β€œ Iiisshhh—TAE—.. ”

β€œ Haha… tidak, sayang~… aku tidak akan meninggalkanmu hari ini… sesuai janjiku untuk merawatmu… ”. Taeyeon membingkai wajah Tiffany, lalu tersenyum padanya.

β€œ Tapi perusahaan juga membutuhkanmu, aku tidak boleh egois… pergilah dan cepat pulang… ”. Tiffany juga ikut membingkai wajah Taeyeon, lalu mengecupnya singkat.

β€œ Tapi–.. ”

β€œ Ssstttβ€”tidak ada tapi… ”

β€œ Kau sungguh tak apa aku tinggal? ”

Tiffany mengangguk mantap β€œ He’mm… nan gwenchana, Taetae ”

β€œ Baiklah, aku akan menyelesaikan tugasku dengan cepat dan segera pulang untukmu… gomawo sayang~… ” . Taeyeon beranjak, ia mengambil jas untuk menutupi t-shirt oblongnya. Ia hanya memakai baju casual, karena anggapannya hanya sebentar saja di kantor jadi ia tak perlu terlalu formal hanya untuk hari ini.

β€œ Sayang~ aku berangkat dulu… kau tidur saja ya… aku janji akan kembali sebelum kau membuka mata… ”. Taeyeon mengecup bibir Tiffany, sedikit menyesapnya kilat.

β€œ Ne… selesaikan saja dulu masalah dikantor… aku hanya perlu tidur agar tidak kesepian… ”. ungkapnya, membuat Taeyeon merasa sangat bersalah

β€œ Aigoo, Hwangie~ku… aku jadi merasa sangat~.. β€œ

β€œ Taetae~.. β€œ. Tiffany mempertajam tatapannya pada Taeyeon, meminta kekasihnya secara tidak langsung untuk tidak merasa bersalah karna meninggalkannya

β€œ Arrasseo, arrasseo.. sampai nanti sayang~… ”. Kini Taeyeon mengecup kening Tiffany lembut, membuat perempuan yang paling di cintai oleh Taeyeonnya itu tersenyum manis.

β€œ Hati-hati, sayang.. β€œ

Tiffany Pov

Well.. kali pertamanya, aku terjebak dikursi santai yang justru tak membuatku seperti nama tempat duduk itu sendiri. Santai. Sudah kukatakan berkali-kali, aku tak bisa untuk diam apalagi menunggu. Diam seorang diri di balkon kamarku, memandang langit cerah dengan awan putih dan kebiruan yang menjadi dasar langit tersebut. Warna itu justru mengingatkanku pada Taetae.. aigoo~ butuh waktu beberapa jam untuk melihat wujudnya lagi dihadapanku. Rasanya aku sudah sangat merindukannya. Bagaimanapun, perusahaan membutuhkannya dan secara tidak langsung aku pun turut membutuhkannya dalam perkembangan perusahaanku. Oleh karena itu, aku tak boleh egois dengan menahannya selama 3 hari berturut-turut untuk menemaniku di rumah yang sangat besar ini. Terus terang, rumah yang begitu sangat besar ini baru kurasakan sekarang. Saat aku benar-benar kesepian.

Baiklah, aku benar-benar tak bisa terus seperti ini. Diam atau bahkan tidur, bagai putri tidur yang tak tau malu karna sudah siangβ€”ia masih bermalas-malasan di tempat tidur. Demi membunuh waktu yang membosankan ini, aku memutuskan untuk berkeliling. Menyapa setiap pelayan yang entah ada berapa jumlahnya. Aku bahkan tidak pernah memperhatikan pegawai-pegawaiku dirumah. Semua sudah di urus oleh Manager Kim.

β€œ Selamat siang Agashi… ”. Sapa beberapa pelayan saat aku melewati mereka

β€œ Ne… ”. Aku tersenyum untuk menanggapi sapaan tersebut. Kulihat kebahagiaan terpancar diwajah mereka, saat aku merespon setiap sapaan mereka. Namun, adapula ekspresi keterkejutan di wajah beberapa pelayan yang lainnya. Wae? Apa aku tak boleh berkeliling di kediamanku sendiri? Ekspresi keterkejutan itu lebih terlihat, seperti mereka yang berada di desa kedatangan tamu atau artis untuk mengunjungi dan atau sekedar melihat situasi pedesaan tersebut. Bahkan, aku sempat mendengar bisikkan beberapa pelayan dibelakangku yang tak menyangka bahwa akulah pemilik mansion ini. Benar-benar terlihat seperti orang awam.

Aku tak peduli dengan bisikkan itu, lihat saja nanti. Mungkin sewaktu-waktu, aku bisa memecatnya karna membicarakan majikan mereka dibelakangnya. Merasa muak dengan apa yang terjadi sebelumnya, aku memilih kembali berjalan hingga sampailah aku di halaman belakang yang penuh dengan bunga. Tanpa sadar, kedua sudut bibirku tertarik lebar. Tersenyum melihat bunga-bunga indah bermekaran disana.

Rasanya saat ini aku tengah ber-nostalgia, mencoba kembali ke masa lalu, dimana taman ini menyimpan banyak kenangan indah bersama eomma. Eomma yang sedang menyirami bunga-bunganya dan aku yang tengah menemaninya atau sekedar membantunya sedikit-sedikit. Senyumku semakin melebar, tatkala melihat bayanganku sendiri disana. Bagai melihat ulasan video masa kecilku bersama eomma. Bernyanyi sambil menyiram bunga, atau sekedar memandang eomma yang tengah mengotori tangannya sendiri dengan pupuk-pupuk tanaman. Hingga ide nakalku hadirβ€”dan aku langsung beraksi dengan ikut mengotori tanganku, lalu membingkai wajah eomma dengan tangan kotorku itu. Aigoo~.. benar-benar sangat nakal, Tiffany kecil saat itu.

β€œ Umma… ”. Dengan Lirih aku memanggilnya, seraya memetik satu tangkai bunga mawar berwarna pink, warna kesukaanku. β€œ Aww… ”. Aishh.. ulah apalagi yang kuperbuat kali ini. Bagaimana di umurku yang menginjak 23-an ini, aku masih bersikap layaknya anak kecil yang tak tau bahwa bunga ini mampu melawan musuh dengan durinya. Jari-jariku ini limited edition, eomma dan appa juga pasti kesulitan membuat inci per inci tubuhku hingga berbentuk sempurna seperti ini.

β€œ Ssssh… aaww… ”. Dengan spontanitasku, aku menyesap jariku untuk menghentikan pendarahannya.

β€œ O-oh.. Nona Hwang… sedang apa anda disini? ”. Aku menoleh ke sumber suara dan menemukan seseorang yang di duga adalah tukang kebun di kediaman ini.

β€œ A-aku hanya ingin melihat taman ini saja, Ahjussi.. dan sepertinya kau merawatnya dengan baik… ”

β€œ Tentu saja, Nona… saya merawatnya dengan baik… ”.

Aku tersenyum dan membungkuk kepada Ahjussi itu β€œ Gamsahamnida Ahjussi… ”

β€œ Ahh, jangan seperti itu Nona.. itu memang tugasku… baiklah, selamat menikmati suasana disini, saya permisi dulu… ”

β€œ Ohh.. Ne… ”

.

Author pov

Tiffany masih berada di taman, ia kembali berjalan hingga menemukan sebuah ayunan kursi yang mampu menampung tiga orang saja disana. Ayunan itu di duga sudah ada sejak ia kecil dulu.

Perlahan Tiffany mengayunkannya sambil tersenyum senang, dia benar-benar merindukan masa-masa itu. Masa yang penuh dengan kebahagiaan. Tanpa sadar ia tak sengaja melihat sesuatu yang menarik perhatiannya β€œ Tempat apa itu…” Gumamnya, saat melihat sebuah bangunan yang terlihat seperti bangunan sebuah gudang. Namun tetap terlihat terawat, Tiffany tak pernah membiarkan satu tempat pun terlihat kumuh di rumahnya. Semuanya harus terlihat sempurna, meskipun ia tau bahwa tak ada yang tak sempurna di dunia ini kecuali sang Pencipta yang telah menciptakan banyak hal di dalam kehidupannya maupun di dalam hatinya.

Dan tepat saat itu juga, seseorang keluar dari sana β€œ Paman Kim?? ”.

Tiffany yang terlalu sibuk dengan urusannya diperusahaan, membuatnya tidak mau tahu urusan rumahnya. Ia sudah cukup lelah, mengurusi seluruh perusahaan peninggalan kedua orangtuanya. Tetapi kali ini berbeda, ia merasa dialah yang paling awam dirumahnya sendiri. Dan itu sangat memalukan, seperti saat iniβ€”dimana ia yang begitu penasaran akan tempat apa itu. Sebuah gudang biasakah? Atau apa…

Saat Tiffany hendak kesana, seseorang memanggilnya β€œ Fany~ahh… ”.

.

Seseorang berdiri di depan cermin, ekspresi wajahnya terlihat menyakitkan saat dengan perlahan orang itu menyentuh beberapa bagian diwajahnya. Hingga tak lama kemudian, ia berhasil membuka topengnya yang menyerupai kulit wajahnya sendiri dengan perlahan. Ia mendengus kesal melihat satu-satunya bekas luka yang membuatnya terus menerus mengucapkan sumpah serapah yang sangat menakutkan untuk orang yang telah membuatnya seperti ini.

β€œ Mengapa wanita itu bisa-bisanya datang ke taman, di saat tak biasanya ia seperti itu β€œ. Ia menyalakan kran air di wastafel, lalu membasahi wajahnya dengan perlahan. Takut-takut lukanya semakin sakit dirasakannya. β€œ Jika saja, tak ada satu pelayan pun disana. Aku bisa saja menselancarkan aksiku tanpa harus menunggu waktu yang lama lagi β€œ umpatnya pelan dengan kedua tangannya yang mengepal kuat.

.

β€œ Oh, Yul… ”.

β€œ Hey… apa kau sudah baikan? ”. Yuri memeluk Tiffany, tetapi Tiffany tidak sekalipun membalasnya. Ia hanya membiarkan kedua tangannya menggantung dipinggir tubuhnya sendiri, lalu tersenyum dengan sedikit dipaksakan. Yaa.. mungkin Yuri memang terlihat sedikit agresif, bahkan pria itu benar-benar protektif jika sudah menyangkut Tiffany.

β€œ Aku baik-baik saja, dan terimakasih untuk kemarin ” Ujar Tiffany seraya tersenyum, kali ini senyumannya terlihat sangat manis dan begitu tulus. Bagaimanapun juga Yuri selalu ada untuknya, saat dimana Taeyeon tak ada.

β€œ Ahh… tidak perlu sungkan, Fany~ah…β€”oh, ya.. aku membawa seseorang, dia ingin bertemu denganmu.. ”. Yuri menarik Tiffany untuk berjalan ke rumahnya kembali, sesekali Tiffany menoleh ke belakang, memandang tempat yang masih mengundang banyak pertanyaan di dalam benaknya itu.

β€œ Siapa Yul? ”

β€œ Hmm…lihat saja, okay~.. ”

 

 

β€œ Annyeonghaseyo Miss. Hwang.. ”. Seorang pria berjaket kulit berdiri dan memberi salam kepada Tiffany dengan sopan.

β€œ Oh, AnnyeonghaseyoNugusseyo? ”

β€œ Perkenalkan, aku Kim Hyoyeon… detektif yang akan mengusut kasus pembantaian keluargamu… aku tahu ini sulit, karena kasus itu terjadi sudah sangat lama, tapi ini adalah tantangan untukku… ”. Hyoyeon berkata dengan semangat yang membara.

β€œ Mwo? Yuri-ahh… apa maksudnya… jadi kau benar-benar akan melakukan ini? ”. Tiffany sedikit terkejut dan bertanya pada Yuri dengan intonasi sedikit marah.

β€œ Fany~ah, apa salahnya? Aku hanya ingin membantumu… apa kau tak mau mengetahui siapa yang telah membunuh kedua orang tuamu, hm? ”

β€œ Tidak Yul… terima kasih… ”. Tiffany membalikkan tubuhnya dan hendak meninggalkan mereka, tetapi Yuri menahannya dengan cepat.

β€œ Fany~ah.. Kenapa kau seperti ini… apa kau lebih mementingkan Kim Taeyeon daripada kedua orangtuamu, huh? Kau takut hmm… ”

β€œ Taeyeon? Ini tidak ada hubungannya dengan Taeyeon, Yul… aku tak suka kau mencampuri urusanku… lebih baik kau pulang saja, bawa temanmu itu… aku tidak akan pernah mau mengusut–.. ”

β€œ Fany~ahh… ”. Yuri berhasil membuat tubuh Tiffany kini menghadap padanya, membuat mereka saling berpandangan. Tiffany terlihat murka atas keputusan sepihak yang Yuri lakukan padanya.

β€œ Yul~ Jebal~… aku hanya tidak ingin mengingat tragedi itu lagi… itu benar-benar sangat mengerikan.. ”. Tanpa disadari, air mata mengalir dari pelupuk mata Tiffany.

Perempuan itu benar-benar tak ingin mengungkit-ungkit yang telah berlalu. Terlintas akan bayangan tragedi itu saja sudah membuatnya menderita, apalagi harus mengusutnya hingga tuntas. Rasanya Tiffany benar-benar tak kuasa untuk menjalaninya. Melihat hal itu membuat Yuri merasa sangat bersalah.

β€œ Memang apa saja yang kau lihat saat itu, Miss. Hwang? ”. Tiffany menaruh perhatian akan pertanyaan detektif Kim dan karena di dorong untuk mengingatnya, akhirnya bayangan itupun kembali terlintas dipikiran Tiffany.

Β 

β€œ Time to kill all of you, Hwang Family β€œ

Β 

Darah…..

Β 

β€œ Arrrkkkhhhhh!!!!!! β€œ

Β 

Darah …

Β 

Dan darah…. Tiffany merasa rumahnya menjadi danau yang berwarna merah. Warna darah yang bersumber dari darah kedua orang tuanya yang mati mengenaskan. Serpihan gucci yang berserakan membuat Tiffany bergidik ngeri, tak hanya itu.. Pecahan gucci yang sangat besar itu benar-benar terlihat jelas menancap di dada eommanya, lalu kepala appanya..

Tiffany menjerit dalam diamnya, tubuhnya bergetar hebat. Matanya hampir saja keluar dari pelupuk matanya, tak berkedip sedikit pun. Rasanya ada sesuatu yang mendorongnya dari dalam tubuhnya, ia merasa ingin muntah dan kepalanya pening.

Β 

β€œ Hoho.. rupanya si manis yang paling cantik ini bersembunyi disini, hm? β€œ.

 

Mommyyyy…

Daddddy….

Β 

β€œ Aaaaaaakhh….. ”. Jerit Tiffany histeris. Tubuhnya yang bergetar hebat meluruh ke lantai, duduk memeluk lututnya sendiri dengan erat. Pelukannya yang terlalu erat, membuat tubuhnya membekas merah karena aliran darahnya yang tak lancar. Wajahnya pucat pasi, keringat dingin membanjiri seluruh tubuhnya, kuku-kuku bukunya memutih dan Tiffany kembali menggingit bibirnya kuat hingga membuat darah segar mengalir dari bibir bawahnya.

β€œ Fany~ahh… Hyoyeon-ssi…. hentikan… ”. Yuri berlutut dihadapan Tiffany yang terlihat sangat kacau itu, ternyata usaha untuk membantu Tiffany tidak berjalan lancar. Yang ada keadaan sosok Tiffany yang belum kembali fit, terpaksa harus kembali drop karna ulahnya.

β€œ Hajimaaaa….hajimaa….!!! ”. Tiffany terus berteriak histeris tanpa berhenti meronta, ia seperti kembali ke masa itu. Masa dimana ia melihat kedua orang tuanya meninggal secara mengenaskan di depan mata kepalanya sendiri.

β€œ AaaAaaaaaa,,,, khhhh… khhh…. ”. Sakit, Tiffany merasa tubuhnya sangat sakit. Dia benar-benar ingin mengeluarkan sesuatu di dalam dirinya. Dia ingin muntah.. Nafasnya tersenggal-senggal, kedua matanya berkunang-kunang.

β€œ Fany!! Sadar…. sadarlah…”. Yuri mengguncangkan tubuh Tiffany untuk menyadarkannya, tetapi percuma hal itu sama sekali tidak berhasil. Tiffany sudah terlanjur masuk ke dalam memory gelap dan menakutkan itu.

Dan tepat saat itu juga Taeyeon kembali. Ia mendengar suara jeritan Tiffany, hal itu sontak membuat Taeyeon terkejut dan bergegas berlari masuk ke dalam rumah besar itu. Hingga tak lama kemudian, ia melihat Yuri yang sedang menangkupkan kedua tangannya diwajah Tiffany.

β€œ Tiffany! ”. Taeyeon menghampiri kekasihnya dengan ekspresi yang begitu khawatir dan panik sekaligus. Mendorong tubuh Yuri, hingga pria tanned itu terjungkal ke samping. β€œ Hey… hey.. sayang kau kenapa lagi, huh?? ”. Taeyeon berlutut dihadapan Tiffany, menangkupkan kedua tangannya di bahu kekasihnya itu.

β€œ ANDWEE!! Jangan…. ”

β€œ Fany~ahh ini aku… sadarlah…. ini aku Taeyeon… ”

β€œ Yuri-ssi.. sepertinya kita harus menghentikan dulu penyelidikan ini… ” ucap Hyoyeon yang terdengar jelas oleh Taeyeon.

β€œ Mwo!? Jadi, Tiffany seperti ini karena kau, Yuri!? β€œ Taeyeon beranjak dan berhadapan dengan Yuri. Ia terlihat murka atas tindakan pria dihadapannya itu pada kekasih tercintaya. β€œ Tidakkah kau lihat apa yang telah kau perbuat pada Tiffany, eoh!! Tidakkah kau gunakan otakmu terlebih dahulu sebelum bertindak, kau tega melihat Tiffany seperti ini hah!! Lama-lama dia bisa gila kalau kau terus memaksanya untuk mengingat kejadian itu kembali… ”. Lanjutnya dengan membentak, seraya mendorong tubuh Yuri untuk menjauh dari Tiffany.

Yuri hanya tertunduk lemas, ia pun tak mau melihat Tiffany yang sangat ketakutan seperti itu. Taeyeon kembali berlutut dan kini menangkupkan kedua tangannya diwajah Tiffany, menghapus peluh kekasihnya dengan penuh kasih sayang.

β€œ Fany~ahh… sayang~… sadarlah… ya Tuhan… ”. Taeyeon mendekap tubuh Tiffany yang semakin meronta-ronta dihadapannya. Bahkan, dibawah kesadarannyaβ€”berkali-kali Tiffany memukulnya tubuh Taeyeon cukup keras. Taeyeon tak peduli sekeras apapun Tiffany memukulnya, ia hanya ingin Tiffany berhenti meronta. Melihatnya seperti itu membuat Taeyeon menderita, bahkan tanpa disadari ia menitikkan air matanya hingga terjatuh di wajah Tiffany.

β€œ T-taaee~… AKKKHHH!!! β€œ. Inilah puncak kesakitan Tiffany, saat darah segar tak hanya mengalir dari luka gigitan di bibirnyaβ€”melainkan, darah segar mengalir dari kedua hidungnya membuat perempuan itu dengan perlahan kehilangan kesadarannya.

β€œ APPA!!!! Atau siapapun, tolong cepat panggilkan Dr.Lee!! ”

β€œ Bisakah kalian tidak membuatnya seperti ini? Ini sudah terlalu lama untuk kalian ungkit-ungkit lagi. Aku tak pernah melihat Tiffany dengan memorynya yang mengulas masa lalunya berkali-kali dalam waktu yang begitu singkat, seperti ini β€œ ungkap Dr. Lee, β€œ Terus terang, jika hal ini terus-menerus terlintas di benaknya. Tak dapat dipungkiri, hal ini justru malah membuat Tiffany melupakan semuanya. Dia akan amnesia β€œ lanjutnya, membuat Yuri terlonjak kaget. Sedangkan detektif Kim hanya terus memperhatikan dan mendengarkan penjelasan dari dokter Lee.

β€œ B-bagaimana bisa seperti itu?? β€œ

β€œ Karna kalian terlalu memaksakan kehendak, biarlah Tiffany mengingatnya secara perlahan. Percuma selama ini Tiffany melakukan theraphy, jika pada akhirnya keadaannya semakin memburuk. Dia bisa saja depresi.. β€œ.

β€œ M-maaf, maafkan aku β€œ gumam Yuri sambil tertunduk, lalu ia memandang ke arah dimana Tiffany terkapar ditemani sang kekasihnya yang terus berlutut disamping tempat tidur tersebut. β€œ Aku tak akan memaksakan kehendak, tetapi biarlah aku dan detektif Kim tetap mengusut masalah ini meskipun secara perlahan β€œ. Lanjut Yuri sambil menengadah untuk menatap Dr. Lee.

β€œ Terserahmu, Yuri.. aku hanya meminta satu hal padamu. Berhenti membuat Tiffany menderita seperti saat ini β€œ. Dr. Lee menghela nafas, lalu melangkahkan kakinya untuk pergi dari kamar Tiffany. Meninggalkan ke empat orang tersebut disana.

β€œ Yuri~ssi.. β€œ. Yuri menoleh ke sumber suara yang tak lain adalah suara dari detektif Kim yang berdiri disampingnya.

β€œ Ne? β€œ

β€œ Kita harus bicara, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan denganmu β€œ. Yuri menganggukkan kepalanya,

β€œ Kita bicara dikantorku saja, aku tak ingin penjilat itu mendengar pembicaraan kita β€œ ungkapnya, lalu berjalan selangkah dihadapan detektif Kim untuk keluar dari kamar tersebut.

***

Taeyeon Pov

Kupejamkan mataku, saat tak sengaja aku mendengar ucapan-ucapan yang berasal tak jauh dari belakangku. Rasanya kepalaku begitu penat dan hampir meledak dengan sempurna, jika aku tak menyadari tangan kekasihku yang berada di dalam genggamanku. Semilir angin yang berhembus melalu celah-celah jendela dikamar ini tak membuat pikiranku kembali jernih. Justru hal itu membuatku kesulitan untuk bernafas.

Aku tau, suara itu adalah suara Yuri. Dia benar-benar sudah keterlaluan, membuat Tiffany menderita seperti ini. Tidak cukupkah ia mencemoohku saat kami bertemu, lalu jika sudah cukupβ€”bisakah ia menghentikannya? Baiklah, ia bebas mencemoohku dengan mengatakan pada semua orang jika aku adalah penjilat ulung dalam memanfaatkan kekasihku. Terserah.. aku tak peduli, tetapi bisakah ia tidak membuat Tiffany menderita seperti tadi. Sungguh aku tak kuasa melihatnya. Menjerit histeris, meronta bahkan Tiffany melukai dirinya sendiri.

Dan sekarang aku melihatnya lagi, terkapar tak berdaya dengan wajah yang begitu pucat. Kali ini, salah satu tangannya terhujam jarum infusan disana. Kugenggam tangannya yang terus menerus terasa dingin, padahal aku sudah menggenggamnya erat. Mencoba memberikan kehangatan yang bersumber dari tubuhku untuk menghangatkannya. Tetapi apa yang kulakukan selama beberapa jam ini tak membuat tubuhnya atau setidaknya tangannya menghangat, hal itu membuatku khawatir.

Tak pernah sedikit pun, aku bergerak dari posisiku yang berlutut disamping tempat tidur. Menggenggam tangannya erat sambil sesekali mengecupnya. Dapat kurasakan, bahwa kedua lututku kini mungkin sudah mati rasa. Sampai-sampai, aku sulit menggerakkannya untuk sekedar berpindah posisi dengan duduk di tepi tempat tidur. Tetapi sekali lagi, aku tak peduli. Demi Tiffany, aku rela melakukan apa saja. Aku hanya ingin melihat Tiffany yang tersenyum manis dihadapanku, merajuk dengan ekspresi yang menggemaskan. Mendesah saat aku menyentuhnya dengan sangat lembut disetiap inchi tubuhnya. Aku ingin kondisinya kembali seperti sedia kala. Bukan yang seperti ini..

β€œ Fany~ah, ireona.. β€œ bisikku, seraya menyibakkan rambut yang menghalangi sebagian wajahnya. Bisa kulihat dengan jelas, bagaimana kedua matanya yang membengkak karna habis menangis. Bahkan, aku masih bisa mellihat air mata yang keluar dan mengalir dari sudut matanya. Sesekali kuhapus air mata itu dan mengecup bibirnya yang sobek akibat gigitannya sendiri.

Hingga tak lama kemudian, penantianku berakhir. Ia membuka matanya perlahan dan bergumam memanggil namaku.

β€œ Tae~.. β€œ. Aku tersenyum dan sekuat tenaga beranjak untuk berpindah posisi sehingga duduk di tepi tempat tidur. Mengecup keningnya lembut dan mendengarkan apa yang ingin ia katakan.

β€œ Ireona.. aku disini, sayang. Aku menepati janjimu untuk pulang sebelum kau membuka matamu lagi β€œ. Aku mengelus pipinya dengan sayang, tapi entah apa yang terjadi padaku. Tanpa sadar, air mata mengalir dari pelupuk mataku.

β€œ Uljima, Taetae~.. β€œ. Kurasakan tangannya bergerak dan menyentuh pipiku, lembut.

β€œ Aku tidak menangis, Hwangie~.. hanya ada debu yang masuk ke dalam mataku β€œ bohongku, β€œ Mani appo? β€œ. Kulihat, ia menggelengkan kepalanya lalu mengalungkan kedua tangannya dileherku. Ia tersenyum manis dan inilah yang kusukai darinya. Senyuman hangat yang menentramkan jiwaku.

β€œ Nan gwenchana, hanya saja bibirku~.. β€œ. Kucium bibirnya dengan lembut, menjilat luka dibibirnya tanpa berniat untuk semakin membuatnya kesakitan. Setelah cukup untuk mengobati rasa sakit dibibirnya, aku menghentikan ciumanku dan kembali memandangnya.

β€œ Apa masih sakit? Haruskah aku menciummu lagi? Aku siap melakukannya hanya untukmu, Hwangie~.. β€œ. Ia tersenyum dan menarik leherku, membuat jarak di antara kami semakin dekat.

β€œ Aku rela bibirku sobek, jika obatku adalah ciumanmu β€œ.

β€œ Eyy.. mana bisa seperti itu, tanpa harus kau melukai bibirmuβ€”aku akan menciummu setiap saat. Kau tau, aku sangat menderita melihatmu melukai dirimu sendiri, Fany~ah β€œ ungkapku, seraya memeluknya. Menyembunyikan wajahku diantara ceruk leher dan bantalnya.

β€œ Mianhae.. aku hanya merasa sangat ketakutan saat mengi~.. β€œ

β€œ Tidakkah kau mengingatku saja, saat memorymu menyuruhmu mengingat masa lalu? β€œ. Aku menarik kepalaku untuk menatapnya, lalu menenggelamkannya lagi dengan mendekapnya erat. β€œ Kau masih bisa mengingat yang lain daripada itu, mungkin kau bisa mengingat bagaimana cara kita berciuman atau lebih dari itu β€œ. Aku menyeringai dibalik pelukan kami dan bisa kupastikan, ia pasti tengah menajamkan tatapannya saat melihat ke-byunanku kembali merajalela disaa seperti ini. Terbukti seperti saat ini, ia mencubit perutku membuatku mengaduh kesakitan.

β€œ Appo, Miyoung β€œ rengekku sambil menarik kepalakuβ€”lagi, lalu bibirku spontan mengerucut.

β€œ Apa yang harus kulakukan untuk menghilangkan sifat byunmu, Kim Taetae? β€œ. Aku menyeringai dork, lalu mendekatkan diri ke telinganya untuk berbisik.

β€œ Mungkin kita bisa mengulang kejadian dimalam itu β€œ. Yeahh.. kejadian yang kumaksud adalah kejadian, dimana malam itu aku berhasil memilikinya seutuhnya. Merobek selaput daranya, hingga darah mengalir dari sana. Tak hanya itu, ia bahkan menggila dengan desahannya yang memanggil namaku. Saat itu, Tiffany benar-benar terlihat sangat sexy dibawah sinar rembulan yang begitu indah.

β€œ Jangan gila, Kim Taeyeon! Apa jadinya anakmu nanti, jika appany seperti ini, eoh? β€œ. Dia mencubit hidungku, lalu terkekeh β€œ Jja~.. sebelumnya pasti tak sedetik pun kau beranjak untuk meninggalkanku, sekarang aku sudah baik-baik saja. Alangkah baiknya, jika kau membersihkan tubuhmu Taetae. Kau pasti sudah sangat lelah sekali β€œ

β€œ Haruskah? Tanpa mandi, tubuhku tetap harum se-Hwangie tubuhmu β€œ

β€œ Berhenti menggoda, Taetae.. ppaliwa~.. β€œ

β€œ Arrasseo.. aku akan membersihkan tubuhku terlebih dahulu, tapi sebelumnya biar aku menghubungi kepala pelayan untuk mengantarkan makan malam untukmu β€œ

 

Author pov

Taeyeon meraih ponsel yang tersimpan dimeja samping tempat tidur, lalu mendial beberapa nomor singkat disana hingga panggilan tersebut tersambung.

β€œ Ini aku.. tolong bawakan makan malam untuk Tiffany–.. ne–.. terimakasih β€œ. Taeyeon mengakhiri panggilannya dan kembali menaruh perhatian pada Tiffany yang terlihat melamun.

β€œ Fany~ah, gwenchana? β€œ

β€œ Hm? N-ne.. nan gwenchana? β€œ

β€œ Ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku, sayang? Katakan saja.. β€œ. Tiffany menggelengkan kepalanya, mendadak ia menjadi pendiam membuat Taeyeon bingung. β€œ Baiklah, kalau begitu aku mandi dulu. Tak lama lagi, pelayan akan mengantarkan malam malam untukmu. Nanti aku akan menyuapimu, arrasseo? β€œ

β€œ Arrasseo, Tae Seobang.. β€œ. Tak lama kemudian, Taeyeon beranjak dari tepi tempat tidur untuk masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan, Tiffany memilih membalikkan tubuhnya sehingga ia bisa melihat pemandangan malam diluar kamarnya melalui jendela balkon yang terbuka lebar.

Ia tersenyum, saat menyadari bahwa ia memiliki boneka lucu pemberian kekasihnya yang tersimpan dihadapannya. Ia raih boneka itu, lalu memainkannya dengan lucu.

β€œ Taetae.. selalu merawatku dengan baik, aku bahagia bersamanya. Apa kau bahagia juga? β€œ Tiffany bertanya pada boneka itu yang sudah jelas tak akan pernah dijawab. Dan saat Tiffany akan kembali berucap, ia mendengar suara derap langkah kaki yang kian terdengar jelas ditelinganya.

β€œ Permisi, agashi.. aku hanya ingin mengantarkan makan malammu. Aku akan menyimpannya di meja β€œ ucap pelayan itu

β€œ Ne β€œ jawab Tiffany tanpa memandangnya.

Tanpa Tiffany sadari, pelayan itu kembali melangkahkan kakinya tanpa mengeluarkan suaranya. Ia melangkah menghampiri Tiffany yang berbaring membelakanginya, senyuman evil terlukis diwajahnya hingga saat ia akan melakukan sesuatu pada Tiffanyβ€”Taeyeon selesai membersihkan tubuhnya dan keluar dari kamar mandi.

β€œ YAH!! β€œ

TBC

 

126 comments

  1. Gedeg gwe sama sie tuyul dih senang bnget lihat panul kesakitan lw dket udh gwe jambak idung lu bang #toeltuyulπŸ˜€
    Gwe msih bingung kok yul mau bnget jatuhin taeng ye ? Emng iya taeng salah ?????? Kepo gwe
    Next chapt di tunggu yeπŸ™‚

  2. Yah mkin penasaran ÑΡ̲̣̣̣Μ₯Ξ΅Μ²Μ£Μ£Μ£Ξ΅Μ²Μ£Μ£Ξ΅Μ²Μ£. Spa β™ˆΒͺʼnĝ bunuh klga hwang..
    N apa β™ˆΒͺʼnĝ bunuh appa n omma fany kerja dΓ― rumah hwang?n apa β™ˆΒͺʼnĝ dilakukan appa tae dΓ― gudang..
    Mkin curiga,n apa ditektif hyo tahu sesuatu..
    Semoga tae bnar2 n tulus cintai fany..n mga tae gk ada sangkut paut dengan kematian appa n amma fany..
    Ditunggu jelanjutannya..
    Semangat n gomawo..

  3. yah apa????
    TBC nya gak tepat nih.. bikin penasaran aja…

    sebenernya yg jahat siapa sih?? antar mr.kim or mr.kwon???

  4. kok makin susah d tebak ya jalan ceritanya??
    kmrin curiga sma yul, skrg knpa fkiran taeng jg sbg pnjilat ya???
    itu strategi taeng kahh??? *mkir kerass*

  5. aku yakin di sini tae ga ada sangkut pautnya dgn kematian keluarga hwang, tapi ga tau deh kalo appanya tae itu… yang aku curigain itu para pelayannya fany deh apa tukang kebunnya itu?

    yul terobsesi banget sama fany dan juga pingin banget hancurin tae gitu,

  6. Wah Daebaaak thor keren ceritanya…
    makin penasaran moga ja tae nyelametin fany.

    mudah2an tae emang orang yg tulus
    sayang ma fany
    trus yuri hanya salah paham ama taetae

    thor satuin taeny thor
    ditunggu next chapnya thor
    buat author fightingπŸ˜„

  7. Annyeong.. New reader,tau WP lo dr Bangke..
    Waaaah.. Kolaborasix ketjeh abissss..
    Keren nihh,ada actionx asikk.. Sering2 maen ke WP ini..πŸ™‚
    Waaaah,kapo siapa pembunuh Hwang Fam..
    Duh,Yul disini kok karakterx jelek,suka mencemooh Tae ‘penjilat’ OMO.. Yul km sma Sica aja..
    Okeee,fighting buat ke-2 author..

  8. Yuri plies deh aku tau mksud kmu baik tp plis deh jgn mksain khendak dong kesanya jd situ pihak yg kliatan jhat huft…..
    pnsran sbenere siapa sih musuh kluarga hwang yg sbenere bkin gedek aje deh gue gethok lu!!!
    ntu pelayan mau ngapain ppany tuh taeng bruan lindungi ppany ppali!!!!
    ni cerita bner2 mnegangkan bnget deh ma bkin pnsran pnuh misteri, smoga detectv Kim Hyolo sgera mecahin kasusnya plak
    Dan aku hrap kluarga Kim tdk trlibat huft…..
    dtunggu lnjutanya ya duo author keceπŸ˜‰ kkkk fighting……

  9. haloo thor aku reader baru dri mlysia
    aku boleh minta pwnya we’ll be together 4 tdk?
    ok..itu saja thor..salam knal…

  10. Yul jahat nggk sih??
    Kasian jg ngeliat fany kaya depresi gtu😦
    Wahh,, siapa tuh yg nyamar jd pelayan di rumah fany?? Jangan sampe tiffany knp” yah..
    Di tunggu kelanjutan.a yah,, di tunggu jg breath chap 5.a..
    Hwataeng!!

  11. banyak pertanyaan dan teka-teki ttg kdpn tiffany dan jg orng2 disekitarnya
    termasuk yul dan tae
    knp jg yah yul selalu menganggap tae penjilat

  12. siapa sebenernya ya yg bunuh ortu tiffany,, plis jangan sakiti fany lagi, gak tega liatnya😦
    omo.. itu fany mao diapain semoga tiffany gak kenapa2.. untung ada taeyeon..

  13. Kayaknyaaa pembantaii itu Mr.Kim deh :3 ,,
    Sekalipun iyaaaa taetae gk ikut2an kan thorrr????,,

    Semogaaa taetae beneran sayank pany umma -_-
    Atiitt atiku kalo tae d bilang penjilat huuuhhhh

    Menegangkann ohhhhhhhh ,,

  14. Yuri sama appanya sama aja yah…berprasangka buruk aja…sumpah yuri malesin deh..liatkan fanynya jdi sakit lagi…utung ada taetae hihi

    Oh my god!!! Siapa sibrengsek itu,kenapa berkeliaran di mansion tiffany…oh andweeee!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s