Breath (4/?)

breath

Β Title : Breath (4/?)

Author: Adelayn_Tiffany

Genre: Gender bender, yuri, romance, action, sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang (Namja), Jessica jung

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender dan yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!πŸ˜„

***

Jessica membuka almari pakaian Steve, ia mencoba merapikan sebagian pakaian kekasihnya disana sambil bersenandung riang. Hingga pergerakkan tangannya terhenti ketika ia menemukan pakaian kemeja berwarna merah muda milik Steve yang dibelikannya, senada dengan dasi kupu-kupu disana. Kemeja yang sangat imut, pikir Jessica.

Jessica meraih gantungan kemeja tersebut dari rak baju, lalu memeluknya senang. Kemejanya itu benar-benar masih terlihat sangat baru dan ia bisa menghirup harum parfum Steve yang tak pernah berubah sampai saat ini. Parfum yang Jessica pilihkan hanya untuk kekasih tersayangnya.

Hingga derap langkah kaki terdengar mendekat ke arahnya, membuat Jessica menoleh ke sumber suara dan tersenyum manis.

β€œ Eonnie, apa yang kau lakukan? Tersenyum sendiri seperti orang gila β€œ ungkapnya yang justru membuat Jessica semakin menyeringai bahagia.

β€œ Ital~ya–.. β€œ

β€œ Mwo?? Ital?? Yah, mengapa kau mengambil julukan yang selalu Sulli berikan hanya untukku, huh? β€œ protes Krystal sambil mengerucutkan bibirnya, membuat Jessica tertawa sambil menutup mulutnya.

β€œ Jika dipikir-pikir, panggilan itu lucu sekali. Aku jadi menyukai panggilan Jinri padamu β€œ

β€œ Andweyo!! Kau tak boleh menggunakan panggilan itu, hanya Sulli yang boleh memanggilnya β€œ. Krystal memberikan death glare pada Jessica

β€œ Arrasseo, aku tak akan menggunakannya. Hanya sesekali, haha.. β€œ

β€œ Ish!! Kajja.. kita harus pergi sekarang. Kau sudah siap kan? β€œ. Krystal menarik lengan Jessica untuk pergi dari dalam kamar tersebut

β€œ Y-yah! Chankman, aku belum menyimpan kemeja ini ke tempat semulaa, yah!! β€œ. Krystal melepas tangan Jessica kesal

β€œ Eonnie, pabo! β€œ

β€œ Mwo?? Yah! kau tidak sopan! β€œ

β€œ Kau yang tidak sopan, karna membuatku menunggu lama. Kau bilang, kau ingin pergi ke Wedding Boutique? β€œ

β€œ Ne, ne.. mian, mian.. chankman, okay? Eonnie hanya perlu mengembalikan pakaian ini saja β€œ. Dengan cepat, Jessica menaruh kembali kemeja merah muda itu di dalam almari dan merangkul adik tersayangnya keluar dari kamar.

β€œ Aku sudah tak sabar untuk melihat-lihat pakaian pernikahan β€œ ungkap Jessica sambil tersenyum bahagia, membuat Krystal yang melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah kakaknya ikut bahagia.

.

.

β€œ Silahkan masuk β€œ ucap seorang sekretaris pada seseorang yang akan menemui atasannya itu, hingga namja yang sebelumnya membelakangi pintu masuk dengan memandang keluar jendela, memutarkan kursinya.

β€œ Noona!! β€œ. Sekejap namja yang dikenal memiliki senyuman evilnya beranjak dan berlari ke arah yeoja itu, memeluknya erat. β€œ Noona, bogoshippo β€œ ungkap namja itu sambil memperlihatkan smirk-nya dibalik pelukan hangat mereka.

β€œ Nado bogoshippo.. aku tak sengaja lewat perusahaanmu dan dipikir-pikir, kita sudah lama tak bertemu. Bagaimana kesehatanmu? Apa darah tinggimu sering kumat lagi? β€œ tanyanya seraya melepaskan pelukan mereka dan duduk di sofa tamu.

β€œ H-huh.. terkadang kambuh, tapi aku baik-baik saja β€œ jawabnya yang turut duduk di sofa yang sama.

β€œ Bagaimana usahamu? Kulihat, perusahaan mengalami penurunan β€œ ucap yeoja itu datar, seraya mengambil selembaran kertas yang di duga berkas perkembangan perusahaan namja itu di depannya. β€œ Kau masih sulit mencari pasarmu? β€œ sambungnya yang kini memandang namja dihadapannya.

β€œ H-hm.. banyak yang menolak produkku, bantu aku sekali lagi noona β€œ. Yeoja itu tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya.

β€œ Aku sudah membuka akses untukmu sejak dulu, tetapi kau tidak memikirkan lebih detail tentang barangmu. β€œ

β€œ Bagaimana pun, produk yang kita jual adalah sebuah senjata noona. Cukup sulit untukku mencari cara untuk menyelamatkan produk-produkku β€œ

β€œ Itu yang kumaksud, aku memintamu untuk berfikir mencari cara untuk itu. Aku akan sibuk mulai kembali ke sini, jadi urus dirimu sendiri. Tapi, harus kau tau.. kalau aku selalu mengawasimu. β€œ. Yeoja itu bergegas beranjak dari tempatnya dan mulai melangkahkan kakinya, meninggalkan namja yang masih terdiam ditempatnya. Namun, tak lama kemudian yeoja itu menghentikan langkahnya dan menoleh sekilas ke belakang. β€œ Ahh.. lebih baik tarik mundur produk senjata mainan yang kau perjual belikan untuk anak-anak, produk senjata hanya perusahaan jual untuk keperluan senjata kenegaraan. Dengar.. aku bisa saja memecatmu, jika kau tak becus menghandle perusahaan appa β€œ ucapnya, setelah itu dia tak lagi memperlihatkan dirinya lagi di ruangan itu.

Berkali-kali namja itu menghela nafas dan mengerang frustasi. β€œ Bagaimana kau bisa hidup enak, sedangkan adikmu kesusahan disini! β€œ geramnya sambil mengepalkan kedua tangannya.

Drrrtt… drrttt… drrtt…

Merasakan getaran pada ponsel disaku celananya, namja itu segera merogoh sakunya dan menerima panggilan yang masuk disana.

β€œ Yeobseyo.. β€œ

β€œ … β€œ. Sekejap air mukanya yang kesal, berubah menjadi kebahagiaan hingga tawa evil menggelegar diruangan tersebut.

β€œ Kerja bagus! Aku tak sabar mendengar berita kematiannya β€œ

β€œ Hajim–.. β€œ

Klikk..

Tanpa mendengar ucapan suruhannya diseberang sana, namja itu sudah mengakhiri panggilannya dan duduk santai ditempatnya sambil tertawa puas. Pandangannya menerawang jauh, lalu kembali terkekeh.

β€œ Aku berharap, Steve Hwang-lah yang mati! β€œ

.

.

Mendengar suara benturan keras di jalanan seoul itu, banyak orang yang menaruh perhatiannya dengan berkumpul di bahu jalan. Tempat dimana dua orang yeoja dan namja yang tak lain adalah Steve dan Taeyeon terlempar cukup keras akibat mobil yang bergerak ke arah mereka. Sampai akhirnya, Taeyeon dan Steve terkapar dengan lumuran darah disekujur tubuh mereka.

β€œ Hubungi 119, ppali!!! β€œ teriak salah satu orang pejalan kaki panik, namun suara orang-orang itu tak terdengar oleh Steve maupun Taeyeon. Mereka tengah berusaha untuk menahan semua kesakitan, hingga perlahan kedua dari mereka membuka matanya yang sangat berat dan buram, kemudian saling berpandangan.

Steve berusaha menggerakkan tangan kanan dengan sisa tenaganya untuk menggenggam tangan Taeyeon erat. Mencoba memberikan penguatan pada yeoja mungil itu, padahal dirinya sendiri merasakan kesakitan yang sangat hebat dibagian kepalanya.

β€œ B-b-ber-t-tahanlah.. β€œ ucap Steve kesusahan

β€œ M-m-mereka menginginkan-ku ma-t-ti β€œ. Taeyeon menitikkan air matanya, seraya membalas genggaman tangan Steve dilengannya.

” A-a–.. “. Steve terbatuk dan memuntahkan darah dari mulutnya membuat Taeyeon membelalakkan matanya saat mendapatkan cipratan darah Steve di wajahnya. Tak hanya itu, orang-orang yang mengerumuni mereka semakin panik. Bersamaan dengan suara sirine ambulance yang mulai terdengar ditelinga Steve dan Taeyeon, perlahan keduanya kehilangan kesadaran sepenuhnya.

 

β€œ Steve-ssi.. Steve-ssi, ireona.. kita sudah sampai β€œ. Sekejap Steve terlonjak bangun dari tidurnya, keringat dingin mengalir disekujur tubuhnya saat menyadari bahwa ia baru saja terbangun dari mimpi buruknya yang sangat menyeramkan hingga Seohyun yang melihatnya kebingungan dan bergegas mengambil air mineral untuk namja itu.

β€œ O-o-oddigayo? β€œ tanya Steve terbata-bata, seraya meraih botol air mineral yang Seohyun berikan padanya dengan tangan yang bergetar.

β€œ Bermimpi buruk? Kita baru saja sampai di tempat tujuan untuk bertemu dengan Kim taeyeon. Jalanan di Seoul hari ini sangat padat β€œ jawab Seohyun sopan yang kemudian, membuka pintu mobil penumpang itu lebih lebar agar udara segar masuk menerpa dan menyegarkan Steve.

Steve menganggukkan kepalanya, ia meraih sapu tangan merah muda di saku jasnya. Lalu, ia menghapus peluh di dahinyaβ€”masih dengan tangan yang bergetar.

β€œ Tarik nafas, Steve-ssi. Lalu, keluarkan secara perlahan β€œ ucap Seohyun yang tidak secara langsung meminta Steve untuk melakukan apa yang diucapkan, sehingga detik selanjutnya Steve mengikuti saran Seohyun dan bergegas keluar dari mobilnya.

Steve meraih tangan Seohyun dan menggenggamnya erat, membuat Seohyun terdiam bingung dengan raut wajah yang tak bisa di artikan.

β€œ Semoga hari ini baik-baik saja. Dan tolong persiapkan dinner terbaik untukku dan Jessie β€œ. Ucap Steve, yang dengan cepat direspon anggukan canggung oleh Seohyun.

Steve melangkah cepat memasuki cafe tersebut, saat kendaraan yang dikendarai Seohyun melaju kembali dijalanan Seoul. Ia tersenyum ketika dengan mudah menemukan Taeyeon yang tak jadi meminum minumannya dan memilih melambaikan tangannya ke arahnya, hingga Steve bergegas menghampiri Taeyeon dan duduk dihadapannya.

β€œ Mian, menunggu lama. Entah apa yang tengah terjadi dengan hari ini, jalanan seoul sangat padat β€œ ungkap Steve.

β€œ Gwenchanayo.. kali ini kau yang berlari, Steve? β€œ sindir Taeyeon sambil menyeringai dorky, membuat Steve tertawa renyah.

β€œ Yeahh.. berapa jam kau menungguku? β€œ

β€œ Berapa jam?? Aku bahkan baru beberapa menit disini β€œ bohongnya, padahal Taeyeon sudah berada di sana 1 jam yang lalu mengingat Steve adalah atasannya jadi ia tak ingin terlambat dalam pertemuannya.

Steve terdiam, saat merasakan dejavu dengan apa yang di dapatkannya saat ini. Sedikitnya ia masih mengingat mimpi singkatnya selama diperjalanan kemari, didalam benak namja itu tersimpan banyak pertanyaan. Apakah mimpinya itu akan menjadi kenyataan? Dan tujuan mimpi buruk itu hadir adalah untuk memberitahunya, tidakkah begitu?

β€œ Steve?? ” panggil Taeyeon, membuat Steve tersadar dan membuyarkan lamunannya. ” Kau ingin minum apa? β€œ lanjut Taeyeon

β€œ O-oh.. Apa saja, tetapi mendadak aku mudah kehausan seperti ini. Bolehkah aku meneguk minumanmu? β€œ. Tanpa permisi Steve meraih gelas Taeyeon yang tak jauh dihadapannya, lalu meneguknya hingga habis membuat Taeyeon yang belum menjawab ucapan namja itu terperangah.

β€œ Yah!! itu minuman kesukaanku!!! β€œ rengek Taeyeon seperti anak kecil sambil menepuk lengan namja yang kini menyeringai puas melihat aksi sahabatnya itu.

β€œ Kau bisa memesannya kembali β€œ ungkap Steve seraya mengacak-acak rambut Taeyeon gemas.

Tak dapat dipungkiri, Steve benar-benar tak mengelak bahwa apa yang dilakukannya sama dengan apa yang ia lakukan di dalam mimpi namun ia tak menyadari bahwaΒ  seseorang tengah mengawasi Steve dan Taeyeon dengan duduk di sudut cafe tersebut. Orang itu tengah menikmati sarapannya sambil tersenyum evil, hingga tak lama kemudian seorang yeoja yang tak terlalu tinggi menghampiri orang misterius itu dengan sopan.

β€œ Permisi, perkenalkan.. naneun Lee Sunkyu-inmida, owner cafe ini. β€œ ucapnya yang berhasil menghalangi pemandangan orang itu ke arah Steve dan Taeyeon. β€œ Ini pesananmu dan jika berkenan aku memintamu untuk menanggapi rasa pada minuman yang kau pesan. Terimakasih β€œ sambungnya yang kemudian, izin undur diri dari hadapan namja misterius tersebut.

β€œ Aishh.. orang itu menganggu konsentrasiku β€œ gumam namja itu, seraya meneguk minumannya. Detik selanjutnya namja itu beranjak dari tempatnya dan memuntahkan minuman tersebut. β€œ Yah!! minuman apa ini!? β€œ teriaknya yang berhasil membuat semua orang menaruh perhatian pada namja itu tak terkecuali Taeyeon dan Steve yang sebelumnya tengah membicarakan pekerjaan mereka.

Dan didalam keadaan seperti itu, seseorang sudah berdiri disamping meja Taeyeon dan Steve dengan nafas yang tersenggal-senggal.

β€œ S-soo?? Bagaimana k-ka–.. ?? β€œ. Steve terkejut, sedangkan Taeyeon hanya terdiam terpaku sambil memandang Sooyoung yang berdiri disampingnya

β€œ Khah!! Kita keluar! β€œ

β€œ NE? β€œ tanya Taeyeon dan Steve serempak, β€œ Oddiga? β€œ sambung Steve bingung

β€œ Kau tau, jika orang itu sedari tadi mengawasi kalian! β€œ ungkap Sooyoung yang sedikit berbisik, seraya menarik lengan Steve dan Taeyeon untuk beranjak. Sekilas Taeyeon dan Steve menoleh ke arah apa yang Sooyoung tunjukkan dan bergegas pergi dari sana dengan terburu-buru.

 

β€œ Yah!! sebenarnya, apa yang kau tuangkan didalam coffee ini, huh!? β€œ

β€œ Mian, aku hanya mengantarkan pesananmu. Kau memesan Americano bukan? β€œ. Sunny berucap dengan hati-hati

β€œ Jadi minuman ini Americano? Mengapa sebegini pahit, aishh!! β€œ. Ungkap namja itu, seraya membersihkan mulutnya dengan meneguk air mineral.

Lalu orang miterius itu memandang ke tempat Steve dan Taeyeon berada namun, rupanya targetnya sudah tak ada ditempatnya, membuatnya bingung. β€œ Kemana mereka!? Aishh!! β€œ gumamnya yang bergegas pergi dari cafe tersebut setelah membayar seluruh bill-nya.

Dan saat namja misterius itu keluar dari cafe, ia menghubungi seseorang. β€œ Aku kehilangan mereka, tetap lakukan sesuai rencana! β€œ

Dibalik jendela cafe tersebut, Sunny tersenyum puas seraya menekan 3 angka diponselnya. 119.

β€œ Ada seorang namja misterius baru saja keluar dari cafe-ku, ia menggunakan pakaian hitam, kacamata hitam, topi dan mengincar seseorang β€œ ungkap Sunny pada orang diseberang sana yang tak lain adalah petugas kepolisian, sekaligus sahabatnya. Dengan anggukan dan senyuman yang semakin mengembang, akhirnya Sunny mengakhiri panggilannya.

Flashback

Dipagi hari yang cerah, sooyoung memilih duduk disebuah cafe milik kekasihnya sambil membaca berita harian. Dan tempat duduknya itu terletak di center ruangan cafe. Asap yang mengepul dari cangkir dihadapannya, membawa harum coffee yang menggiurkan bagi penikmatnya. Hingga tak lama kemudian, kekasihnya menghampiri sambil tersenyum manis.

β€œ Youngie~ya.. aku baru saja membuatkanmu sarapan. Kau bisa menunggu sedikit lebih lama kan, sayang? β€œ. Sooyoung tersenyum manis, seraya menganggukkan kepalanya lalu mengelus kepala kekasihnya lembut. Hingga tak lama kemudian, bunyi bel berdenting tanda seorang pengunjung masuk ke dalam cafe tersebut. bunyi dentingan bel itu, membuat Sooyoung dan kekasihnya menoleh ke sumber suara.

β€œ Selamat pagi dan selamat datang β€œ sambut kekasih dari Sooyoung itu girang, namun balasan yang di dapat dari pengunjung itu tak sesuai harapannya. Bahkan, pengunjung itu sama sekali tak melihat mereka melainkan semakin menutupi wajahnya dengan topi yang digunakannya. Padahal orang itu sudah menggunakan kacamata hitamnya, membuat Sooyoung menyernyitkan keningnya.

β€œ Mau kemana? β€œ tanya Sooyoung, seraya menahan lengan kekasihnya yang mencoba untuk melayani pengunjung tersebut.

β€œ Aku akan melayani konsum–.. β€œ

β€œ Kau memiliki karyawanmu, biarkan mereka yang melayaninya. Lebih baik, kau duduk bersamaku. Jja~.. β€œ. Sooyoung menarik tubuh mungil kekasihnya itu sampai duduk disampingnya, lalu Sooyoung merangkulnya dan mengecup pipi kekasihnya singkat. β€œ Keadaan di cafe masih sangat sepi, jadi biarkan kita seperti ini dulu. Kau pasti akan sangat sibuk nantinya. Saranghae, Bunny.. β€œ bisiknya, membuat Sunny menggelakkan tawanya geli

β€œ Arrayoo.. nado saranghae β€œ.

Menit, demi menit mereka lewati bersama. Semakin siang, orang-orang datang dan pergi dari cafe milik Sunny itu. Namun, berbeda dengan namja misterius yang masih menyamankan diri di tempatnya. Hal itu mengundang kepenasaran Sooyoung dan Sunny, terlebih saat Sooyoung melihat sosok yeoja yang sering dibully saat mereka sekolah di menengah atas memasuki cafe Sunny dan duduk tak jauh darinya dan namja misterius tersebut.

β€œ Kim Taeyeon? β€œ gumam Sooyoung yang terdengar jelas oleh Sunny

β€œ Kau mengenalnya, Youngie? β€œ tanya Sunny, seraya menyodorkan sandwich di depan mulut kekasihnya. Sooyoung melahap makanan itu dan mengangguk mantap.

β€œ Dia yeoja yang aku ceritakan padamu itu. yeoja yang sering aku bully β€œ ungkapnya dengan mulut yang masih terisi penuh dengan makanan.

β€œ Habiskan dulu makananmu, Youngie~ya β€œ. Sunny membersihkan sekitar bibir Sooyoung dengan ibu jajrinya, membuat Sooyoung tersipu dan mengelus kepala Sunny lembut.

Lalu, entah karna mereka tak memiliki pekerjaan yang lain baik Sooyoung dan Sunny kembali memandang ke arah namja misterius itu lagi yang kini terlihat tengah memandang ke arah Taeyeon sambil memperlihatkan smirknya.

β€œ Apa pikiranku sama denganmu, Youngie? β€œ tanya Sunny sambil menatap Sooyoung dan kekasihnya pun membalas tatapannya sambil menyernyit. β€œ Orang itu sedang mengawasi orang yang sering kau bully itu kan? β€œ. Sambung Sunny dengan suara yang pelan.

β€œ Haruskah kita menghubungi pihak berwajib? β€œ. Kini, giliran Sooyoung yang bertanya.” Tetapi, kita belum mendapatkan bukti yang cukup jelas bunny~ya β€œ.

β€œ Ne, kau benar. Lebih baik, kita amati dulu saja. Bagaimana? β€œ. Sooyoung menganggukkan kepalanya mantap, seraya meneguk minumannya.

Hingga tak lama kemudian, namja itu memanggil seorang pelayan dan mengatakan sesuatu yang tak bisa mereka cermati dengan baik.

β€œ Ohh.. Bunny~ah, nanti malam aku ingin mengajakmu makan malam. Apa kau ada waktu? β€œ . Sooyoung menoleh ke arah Sunny sambil tersenyum manis, sedangkan Sunny hanya bisa membalas tatapan kekasihnya sambil memainkan rambut harum milik Sooyoung.

β€œ Oddiga? β€œ

β€œ Rahasia, aku yakin kau pasti sangat menyukainya β€œ. Sooyoung mengecup singkat bibir Sunny, membuat keduanya tersenyum senang.

β€œ Arrayo, kita pergi makan mal–.. ohh.. bukankah itu Steve Hwang? β€œ. Sunny menunjuk seorang namja yang baru saja datang ke cafenya dan duduk dimeja yang sama dengan Taeyeon, membuat Sooyoung langsung menoleh ke arah apa yang Sunny tunjuk.

β€œ Mattayo, dia Steve Hwang. Ternyata mereka memiliki pertemuan disini β€œ gumam Sooyoung yang masih memandang ke arah Steve dan Taeyeon yang terlihat akrab

β€œ Memangnya kenapa, kau cemburu? β€œ tanya Sunny penasaran

β€œ Ne? Aniyo.. aku pikir, Steve sedang jenuh dengan kondisi ruangannya β€œ jawab Sooyoung sambil terkekeh

β€œ Kenapa kau tak mencoba untuk berada disisinya sebagai sahabatnya lagi, huh Youngie? β€œ. Sooyoung menoleh ke arah Sunny dengan terkejut dan ia memilih kembali memandang ke arah Taeyeon dan Steve.

β€œ Belum waktunya–.. ” ungkap Sooyoung yang menggantung, ” karna kini orang misterius itu mengawasi kedua dari mereka Bunny!! β€œ sambung Sooyoung dengan meredam keterkejutannya dihadapan Sunny, saat melihat namja misterius itu yang semakin terlihat mengerikan dengan tatapan serta senyumannya ke arah dua orang yang dikenalnya.

β€œ Jinja! Ada yang tak beres disini, ottokkae?? β€œ . Sooyoung bingung antara diam atau melakukan sesuatu untuk menyelamatkan dua orang tersebut. Sunny meraih tangan Sooyoung dan menggenggamnya erat, mencoba menenangkan kekasihnya itu.

β€œ Aku akan mengalihkan perhatiannya dan saat itu juga, kau harus membawa mereka keluar dari sini. Arrasseo Youngie? β€œ

β€œ Hajim–.. β€œ. Sunny mengecup bibir Sooyoung untuk menghentikan kebawelan kekasihnya itu.

β€œ Jika kau belum bisa menjadi sahabat Steve lagi, setidaknya kau masih memliki kesempatan untuk menyelamatkan mereka. β€œ.

Sunny menyimpan kembali ponselnya di dalam saku celana dan menghela nafas. β€œ Aku harap.. kau bisa menyelamatkan sahabatmu itu, Sooyoungie β€œ.

 

 

Dengan derap langkah berlari, baik Sooyoung maupun Steve menggenggam kuat tangan Taeyeon. Membawa yeoja itu untuk berlari sedikit lebih cepat, sebelum orang yang mengincar Taeyeon dan Steve itu melihat mereka. Namun, dugaan mereka itu terjadi juga. Si namja misterius itu berlari mengejar mereka, hingga Taeyeon semakin panik.

β€œ S-soo.. kemana kita harus pergi?? β€œ tanya Steve bingung

β€œ Mobil, aishh.. mobilku dibelakang cafe. Dimana mobilmu, Steve? β€œ tanya Sooyoung panik

β€œ Seohyun.. β€œ. Mendengar penuturan kedua namja tersebut, tanpa permisi giliran Taeyeon yang menarik lengan kedua namja tersebut membuat Steve dan Sooyoung bingung.

β€œ Taeng, oddiga?? β€œ

β€œ Yah, danshin! β€œ

β€œ Aishh!! Aku membawa mobil, ppaliwa! β€œ ungkap Taeyeon yang mencoba melangkahkan kaki untuk menyebrangi jalan saat lampu pejalan kaki memperlihatkan lampu hijau. Namun, detik selanjutnya baik Steve dan Taeyeon melihat sebuah mobil yang bergerak cepat ke arah salah satu dari mereka hingga keduanya membelalak saat detik-detik dimana mobil itu akan menerjang tubuh mereka.

Taeyeon kehilangan keseimbangan tubuhnya dan..

β€œ ANDWE!!! β€œ.

.

.

β€œ ANDWE!!! β€œ. Spontan jessica berteriak dengan lengkingan suaranya, ketika pelayan butik tersebut tak sengaja menjatuhkan rak pakaiaan pengantin yang tak jauh dari hadapannya. Hal itu membuat Krystal yang tengah melihat-lihat sekeliling, menoleh ke sumber suara dan menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas.

β€œ Redam teriakkanmu itu, eonnie! Kau bisa membuat telinga orang-orang disini berdarah β€œ celetuk Krystal seraya melemparkan tubuhnya di atas sofa yang sama dengan Jessica. Menyadari spontanitasnya, Jessica bergegas membekap mulutnya sendiri dan tersipu.

β€œ Mian, mian.. aku benar-benar tak sadar hehehe.. β€œ ucapnya yang kemudian, merangkul Krystal dengan gemas membuat adik satu-satunya itu mengerang sambil memukul kecil lengan Jessica. β€œ Coba aku periksa telingamu, berdarah atau tidak?? Tidak kan? Jadi jangan berlebihan! β€œ. Sambung Jessica seraya mengerucutkan bibirnya lucu, hingga Krystal tak bisa menahan untuk tidak mencium pipi Jessica singkat. Setelah itu, Jessica kembali tersenyum senang dan mengelus pipi Krystal lembut.

β€œ Jelek β€œ celetuk Jessica

β€œ Aww… jelek.. β€œ. Ledek Krystal, membuat Keduanya tertawa bersama sampai akhirnya pelayan butik tersebut siap memperlihatkan seluruh koleksi gaun pernikahan mereka.

β€œ Kajja.. cobalah gaun yang kau sukai, eonnie.. β€œ. Krystal beranjak dari tempatnya dan menarik kedua tangan Jessica untuk beranjak dari sofa.

β€œ Ne, jangan lupa ambil gambarnya nanti. Aku ingin memperlihatkannya pada Steve β€œ. Krystal mengangguk mantap sambil merapikan poni Jessica.

β€œ Anything for you, sica β€œ

 

 

Sebuah tirai yang sebelumnya tertutup rapat kini terbuka lebar, memperlihatkan sosok Jessica yang sangat cantik dengan gaunnya membuat Krystal yang melihatnya menyeringai bahagia.

β€œ Neomu Kyeopta, eonnie β€œ ungkap Krystal, seraya mengambil gambar Jessica dan memperlihatkannya pada yeoja blonde itu.

β€œ Bagaimana menurutmu? β€œ tanya Jessica penasaran

β€œ Not bad β€œ. Krystal memandang gaun itu dari atas sampai bawah, β€œ Tetapi kau harus mencoba keseluruhan terlebih dahulu. Baru kau putuskan sendiri, setelah aku mengambil gambarnya β€œ. Jessica mengangguk dan tersenyum senang, seraya membalikkan tubuhnya untuk mencoba kembali gaun pengantin yang lain.

β€œ Cepat menikah eonnie, setelah itu.. aku akan menyusulmu β€œ gumam Krystal yang kemudian tertawa sendiri sambil kembali duduk ditempatnya.

β€œ Krystal-ssi.. β€œ panggil Seohyun yang sudah berada disisi Krystal

β€œ Yah!! kau mengejutkanku, Seo eonnie! β€œ. Krystal mengelus dadanya, setelah ia terlonjak ke belakang saat menyadari kehadiran Seohyun yang tiba-tiba. Seohyun tak tahan untuk tidak terkekeh melihat respon Krystal yang sangat lucu padanya.

β€œ Mianhae.. aku tak tau, jika kau akan seterkejut ini β€œ ungkap seohyun sopan

β€œ Ne, Gwenchanayo eonnie. Waegeurae? β€œ. Seohyun menyerahkan beberapa berkas dihadapan Krystal, hingga detik selanjutnya Krystal mengambilnya dan membaca berkas tersebut.

β€œ Ada beberapa tawaran dari media, mereka mengajakmu dan Jessica untuk ikut reality show mereka β€œ jelas Seohyun selagi Krystal membacanya.

β€œ Jinjayo? Daeebak.. baiklah, aku akan mendiskusikannya dengan eonnie nanti. Ohh.. apa kau tak mendampingi Steve oppa? β€œ.

β€œ Ohh.. beliau sedang melakukan pertemuan dan aku diminta menyiapkan dinner hari ini untuk beliau dan Jessica-ssi β€œ

β€œ Dinner?? Oddiga?? β€œ

β€œ Dirumah sepertinya, Krystal-ssi. Aku hanya akan memesan beberapa makanan catering β€œ jawab Seohyun yang juga terlihat bingung dengan tempat yang cocok di steel di mansion untuk dinner Steve dan Jessica.

β€œ Tenang saja, aku akan membantumu eonnie.. membantumu lewat doa ya β€œ bisik Krystal yang kemudian tertawa renyah, hal itu spontan membuat Seohyun memperlihatkan sisi dirinya yang sebenarnya. Mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil.

.

.

BRUKK

Semua orang pejalan kaki terperangah dengan pemandangan yang mereka lihat setelah mobil itu melarikan diri. Mereka melihat seorang namja yang sudah terkapar tak bernyawa dijalanan itu, darah mengalir deras disekujur tubuhnya membuat orang-orang tak berani berlama-lama memandang orang itu.

Berbeda dengan ketiga orang yang rupanya selamat dari maut yang mencoba merenggut nyawa mereka. Sebelumnya saat mobil bergerak cepat ke arah Taeyeon, Steve menarik kuat tubuh yeoja itu yang selangkah dihadapannya. Hingga akhirnya baik Steve dan taeyeon terlempar ke bahu jalan bersama dengan tubuh Taeyeon yang mendarat sempurna di atas tubuh Steve.

β€œ Steve!! β€œ. Sooyoung menghampiri Steve dan Taeyeon dengan nafas yang tersenggal-senggal, β€œ Mianhae.. β€œ. Sooyoung merutuki dirinya yang benar-benar terlambat bergerak untuk menolong kedua dari mereka, karna jika saja Steve tidak mengambil tindakan tak dapat dipungkiri bahwa sahabatnya dan Taeyeon akan tertabrak.

Steve mengerjapkan pandangannya yang terasa buram dan berkunang-kunang. Benturan keras yang terjadi oleh tubuh Taeyeon ke dadanya, membuatnya sesak hingga ia terbatuk-batuk. Namun Taeyeon yang masih berada di atas tubuh Steve tidak bergerak sedikit pun, membuat Sooyoung khawatir.

β€œ Yah! danshin!! β€œ panggil Sooyoung, seraya tangannya yang tengah menekan beberapa tombol diponselnya untuk menghubungi ambulance.

β€œ Taeyeon~ah.. ireona.. β€œ ucap Steve khawatir, ia menyibakkan rambut yang menghalangi wajah Taeyeon namun yeoja mungil itu tetap tak bergerak. Steve bergegas membalikkan tubuh Taeyeon dengan hati-hati dan menyadari bahwa yeoja mungil itu sudah tak sadarkan diri.

Steve dan Sooyoung bergegas memeriksa seluruh tubuh Taeyeon, namun tak ada luka apapun yang disana.

β€œ Aku pikir.. ia pingsan karna shock. Aku sudah menghubungi tenaga medis, apa kau baik-baik saja Steve? β€œ. Sooyoung membiarkan kedua lututnya mendarat di tanah dan memandang Steve khawatir.

β€œ Ani, gwenchanayo. Sebaiknya kau temani Taeyeon sampai rumah sakit. Aku akan mengejar mobil itu, aku sempat melihat nomor kendaraannya β€œ. Dengan perlahan, Steve menyerahkan Taeyeon pada Sooyoung dan berlari meninggalkan kedua orang tersebut.

β€œ Steve! β€œ panggil Sooyoung, membuat langkah Steve terhenti dan menoleh ke arahnya. β€œ Kunci mobilku! Kau membutuhkannya! β€œ sambungnya, seraya melemparkan kunci mobilnya ke arah Steve dan dengan tepatβ€”Steve menangkap kunci tersebut dan tersenyum manis sebelum ia kembali berlari meninggalkan mereka.

β€œ Semoga kau berhasil! β€œ gumam Sooyoung

.

.

β€œ Aku telah membunuhnya, sir. Ia gagal menjalankan rencana dirinya sendiri β€œ ungkap namja yang memperlambat laju kendaraannya, seraya menghubungi atasannya

β€œ … β€œ

β€œ Ne, biar aku yang menggantikannya mulai sekarang. Aku akan bersembunyi terlebih dahulu dari keadaan ini β€œ jawabnya yang tak sengaja melihat ke arah kaca spion tengah dan menemukan sosok Steve yang duduk dikursi kemudi mobil yang berada dibelakangnya. β€œ Salah satu target mengikutiku, Aku akan menghubungimu lagi β€œ

Klik..

Si pengemudi tersenyum saat melihat sosok Steve yang kesulitan untuk menyusul dan menghentikan laju mobilnya, ia terkekeh dan semakin asyik memainkan mobilnya. β€œ Rupanya, dia cepat tanggap juga β€œ gumam namja itu sambil memperlihatkan smirknya dan mempercepat kembali laju kendaraannya. β€œ Kita lihat, sampai mana ia bisa mengejarku β€œ.

 

Steve semakin menekan gasnya dalam, saat mobil dengan nomor plat yang dihafalnya menambahkan kecepatan. Ini benar-benar sangat misterius, bagaimana bisa yang seharusnya mobil itu menabrak Taeyeon sekejap beralih menabrak orang yang sama misteriusnya seperti pengemudi kendaraan dihadapannya.

Jika orang itu menabrak namja misterius yang mengejarnya hingga tewas ditempat, itu artinya ada sebuah rahasia yang tidak ingin diketahui siapapun. Itu tujuan Steve, mengapa ia memilih mengejar kendaraan itu daripada menemani Taeyeon ke rumah sakit. Karna bagaimana pun, Sooyoung bisa melakukannya dengan baik.

Waktu berjalan dengan cepat, Steve masih kesulitan untuk menyusul kendaraannya. Arus lalu lintas di Seoul hari ini benar-benar tak bisa di ajak kompromi. Hingga ia merasakan ponselnya bergetar berkali-kali, Jessica menghubunginya.

Steve bimbang, antara menerima panggilan tersebut selagi ia sedang dalam keadaan seperti itu atau mengabaikannya terlebih dahulu. Bagaimanapun jika Steve berhasil menangkap pengemudi misterius tersebut, ia bisa langsung menyerahkannya pada polisi dan biar polisi yang mengurus semuanya.

Namun, diluar dugaannya.. tak lama kemudian, mobil pengemudi itu berbelok ke kanan. Melawan arus yang membuat mobil-mobil dihadapannya menekan klakson mereka tanda protes dan sialnya, Steve mengikuti pengemudi misterius itu dengan melawan arus. Steve benar-benar ahli dalam menempelkan mobilnya di belakang mobil sang pengemudi misterius.

Tak lama kemudian, si pengemudi misterius kembali berbelok ke kiri. Menghindari laju satu arah dan Steve masih bisa mengikutinya, menyusuri gang-gang sempit dan keluar di jalan raya yang cukup lenggang. Si pengemudi misterius yang selangkah dihadapan Steve tentu langsung memanfaatkan kesempatan untuk menekan habis gasnya, hingga Steve yang kembali merasakan matanya buram dan dadanya yang terasa tertekan terbatuk-batuk. Hal itu, membuatnya sulit berkonsentrasi dan memilih menghentikan mobil Sooyoung dibahu jalan.

Steve bergegas keluar dari mobil dengan langkah gontai, ia mencoba meraih-raih udara untuk memenuhi rongga udaranya yang terasa sangat hampa. Rasanya ia benar-benar kesulitan untuk bernafas, bahkan untuk menggerakkan tangannya saja sangat sulit. Hingga tak lama kemudian, ia merasakan darah segar mengalir dari hidungnya.

.

.

β€œ Ige mwoya?? β€œ tanya Sunny yang kini tengah berada di ruangan cctv cafenya. Ia baru sadar bahwa seseorang telah menyamar menjadi salah satu pelayannya dan pelayan itu adalah orang yang melayani namja misterius. Pelayan itu juga terlihat memasukkan sebuah serbuk ke dalam salah satu minuman sebelum akhirnya, minuman itu diberikan kepada Taeyeon.

β€œ Jadi, ada dua tersangka disini β€œ ucap seorang petugas yang sedaritadi ikut mengawasi aktivitas di dalam cafe beberapa jam yang lalu. Sunny mengangguk mantap dan semakin mengerutkan keningnya dalam.

β€œ Chankman, Kyuhyun-ssi.. β€œ. Sunny menggantungkan kata-katanya, sampai akhirnya ia tersadar akan sesuatu. β€œ O-omo! Steve Hwang meneguk minuman itu sampai habis! β€œ sambungnya dengan mata yang membelalak.

β€œ Kau yakin, Sunny-ssi? β€œ. Sunny mengangguk mantap, β€œ Aku melihatnya sendiri, kalau Steve meminum minuman milik Taeyeon hingga habis β€œ ungkap Sunny yang seketika panik sekaligus.

β€œ Kita harus memastikan keadaan Steve Hwang baik-baik saja β€œ. Kyuhyun baru saja akan bergerak, sebelum seorang petugas kepolisian yang lain menghampirinya dengan nafas yang tersenggal-senggal.

β€œ Lapor Kyuhyun-ssi, tersangka misterius yang di duga mengincar korban telah tewas akibat tabrak lari. Tak ada korban yang lain, hanya saja yeoja yang bernama Kim Taeyeon tak sadarkan diri ditempat β€œ

β€œ MWO?? β€œ

.

.

β€œ Mengapa Steve tak menerima panggilanku? β€œ Gumam Jessica yang terdengar jelas oleh Krystal, membuat adiknya itu menoleh ke sumber suara dan tersenyum.

β€œ Mungkin oppa sedang sibuk.. yang penting, kita sudah mengambil gambar keseluruhan gaun yang kau coba hari ini β€œ ucap Krystal, mencoba menenangkan Jessica yang terlihat gelisah.

β€œ Tetapi setidaknya ia menerima panggilanku dan berucap sepatah atau dua kata saja. Aku merindukannya β€œ. Rajuk Jessica sebal

β€œ Jangan kekanak-kanakan, eonnie.. kajja kita pulang. Hari sudah sore.. aku akan menemanimu sampai Steve oppa pulang, jja~.. β€œ. Krystal mengulurkan tangannya untuk menerima tangan Jessica didalam genggaman tangannya.

Krystal merangkul Jessica yang masih terlihat gelisah akan kekasihnya, mendekap hangat tubuh yeoja blonde itu seraya mereka yang keluar dari sana.

β€œ Geumanhae, eonnie.. mungkin kau bisa menghubunginya lagi nanti. Jangan sampai kekesalanmu merusak moodmu hari ini β€œ bisik Krystal yang kemudian tertawa renyah, membuat Jessica menoleh ke arahnya dan mengundang tanya.

β€œ Apa yang kau tertawakan? Apa ada yang lucu? Tak ada yang lucu, Krys β€œ ungkap Jessica yang kemudian, masuk ke dalam mobil di ikuti Krystal.

β€œ Memang tak ada yang lucu, hanya saj–.. β€œ. Tiba-tiba, ponsel Jessica berdering tanda panggilan masuk diponselnya. Jessica menyeringai bahagia saat melihat nama yang terlihat dilayar ponselnya.

β€œ Steve!! β€œ ungkap Jessica girang. Tak lama kemudian, Jessica menerima panggilan tersebut.

β€œ Stev–.. β€œ

β€œ Jessie.. o-oddiga? β€œ. Sekejap, Jessica terdiam saat mendengar suara Steve yang terasa berat ditelinganya.

β€œ Steve, gwenchanayo? β€œ tanya Jessica ragu

β€œ N-ne, g-gwenchanayo.. m-mian, aku tak bisa menjemputmu. Khhah..”

β€œ Oddiga?? Terjadi sesuatu?? β€œ. Kini, Jessica dikuasai kepenasarannya sehingga tak hanya Jessica yang penasaran. Krystal pun ikut penasaran, saat melihat air muka Jessica yang terlihat khawatir

β€œ Aku akan pulang secepatnya, hati-hati dijalan β€œ

Klik..

β€œ Steve!! Yeobseyo! YAH! Steve Hwang!! β€œ. Panggil Jessica khawatir, saat steve memutuskan panggilan mereka dengan cepat. Kali pertamanya, namja itu berlaku seperti itu pada Jessica.

β€œ Eonnie, gwenchana?? β€œ tanya Krystal penasaran

β€œ Bisakah kau hubungi Seohyun dan tanyakan, apa yang terjadi pada Steve? Perasaanku tak enak, Krys β€œ ungkap Jessica dengan kedua matanya yang berkaca-kaca. Krystal mengangguk dan bergegas menghubungi assistant calon kakak iparnya itu.

Disepanjang perjalanan menuju airport, jessica terlihat sangat gelisah. Berkali-kali ia mencari posisi duduknya yang enak, namun mendadak posisi itu sulit ia dapatkan. Hingga Krystal yang melihatnya kebingungan untuk membantu yeoja blonde itu dalam mendapatkan kenyamanannya di dalam mobil mereka.

β€œ Eonnie.. tenanglah, semua akan baik-baik saja. Eoh? Seohyun eonnie bilang, beberapa menit yang lalu Steve oppa menghubunginya dan bilang bahwa ia akan pulang sendiri. Bahkan, Seohyun eonnie sendiri sudah ada di Jeju saat ini β€œ. Krystal menggenggam tangan dingin Jessica dan dibalas kuat oleh kakaknya. Respon Jessica itu semakin membuat Krystal khawatir karna Krystal tau bahwa tangan kakaknya akan sangat dingin jika yeoja blonde itu benar-benar tengah gelisah akan sesuatu. β€œ Tetaplah bersugesti positif, bahwa semua akan baik-baik saja eonnie β€œ bisik Krystal, hingga direspon anggukan pelan dari Jessica.

 

 

Waktu menunjukkan pukul 9 malam, selama itu pula semua yang di inginkan Steve akan acara dinnernya bersama Jessica selesai dipersiapkan. Saat Jessica pulang, ia cukup speechless karna acara dinner yang tak disangka-sangka sengaja dibuat oleh Steve tengah dipersiapkan. Namun, bukan berarti kegelisahan akan Steve sirna begitu saja.

Hingga tak lama kemudian, baik Jessica, Krystal maupun Seohyun mendengar suara derap langkah kaki dari lantai atas. Mereka melihat sosok Steve yang berjalan menuruni anak tangga sambil tersenyum manis, tetapi ketiga yeoja itu melihat sesuatu yang berbeda dari diri Steve. Namja itu tampak pucat pasi, sehingga Jessica bergegas menghampirinya dan Steve langsung memeluk tubuh Jessica erat.

β€œ Mianhae.. kali ini aku pulang terlambat lagi β€œ ucap Steve lirih, seraya merasakan bobot tubuhnya yang semakin berat dan nafas yang kembali terasa sakit didadanya.

β€œ Steve, gwenchana? Tubuhmu sangat dingin β€œ ungkap Jessica yang mencoba melepaskan pelukan mereka, namun Steve menahannya dan semakin erat memeluk kekasih tersayangnya. Ia tak ingin memperlihatkan kesakitannya dihadapan Jessica. Tetapi, sekuat apapun Steve menyembunyikan kesakitannya. Jessica akan tetap merasakannya.

β€œ Khahh.. kkhaahh.. a-ap-ppo β€œ ringis Steve dengan ekspresi yang sangat menyakitkan, meskipun yeoja blonde itu tak melihat ekspresi kesakitan dari Steve. Tetapi, hal itu berhasil membuat Jessica khawatir bahkan air mata yeoja blonde itu keluar begitu saja tanpa permisi.

β€œ Steve oppa!!! β€œ. Panggil Krystal panik, saat melihat darah segar keluar dari hidung namja itu. Tubuh Steve meluruh ke lantai dan mendaratkan kepalanya dipangkuan Jessica yang senantiasa cepat tanggap atas apa yang terjadi pada kekasihnya.

β€œ Seo eonnie!! β€œ. Seohyun mengangguk, saat Krystal memanggilnya. Ia sudah tau maksud dari panggilan Krystal, sehingga dengan cepat ia menghubungi petugas medis dan beberapa pengawal beserta pelayan yang tengah bertugas.

β€œ Steve! I-ireona!! β€œ ucap Jessica sambil menghapus darah segar dari hidung kekasihnya bersamaan dengan air mata Jessica yang jatuh diwajah Steve. β€œ Bagaimana bisa sampai seperti ini, waegeurae?? β€œ

” J-jess–.. “. Jessica membelalakkan matanya, saat merasakan darah segar mengenai wajahnya. Steve terbatuk dan memuntahkan darah dari mulutnya, namja itu juga terlihat kesulitan bernafas membuat Jessica ketakutan setengah mati.

β€œ Andwe, andwe.. Steve, kau harus bertahan! J-jebal!! β€œ. Jessica mengguncangkan tubuh Steve dan memeluknya erat, β€œ KRYSTAALL, HELP ME!! β€œ panggil Jessica histeris.

Β 

TBC

62 comments

  1. kayanya kak sofie cocok juga jadi teka teki .
    ternyata steve mimpi dan sica teriak karna hal lain .
    di akhir – akhir selalu membuat penasaran haha .

  2. baca ini siang2 sambil makan baso berasa mandi keringat karena tegang mikirin apa yg bakalan terjadi sm mereka

  3. Wahh .. makin rumit yah …
    Selalu membuat reader penasaran nih ..
    Ditunggu kelanjutannya
    Semangat terus Ka ^_^

  4. Steve !! Jangan mati dl. Baru aja balik sama jessie. Masa uda mau ditinggal lg si jessie. Kasian kanπŸ˜₯

      1. Btw thor. Si steve d poto mirip woobin. Sama” kece. Hahahahaha. Lanjut deh thor. Hhahaha.
        Thor. Kalo mau minta pw well be together lewat sms bisa ga ? Twitter gw d protect jd gabisa bales. Kalo bisa gw kasi nomernya. Hahahaa

  5. Ni emang niat bunuh steve n taeng..tapi steve gimana kabarnya nih??udah muntah darah segala..
    Aduuh itu yg jahatnya harus di bejek2 dulu kyknya bru aja di matiin..

  6. Sumpah pensaran sama orng yg pengen ngebunuh taeyeon sama steve..
    Steve knpa lgi itu kok dia bsa sampai mntah darah jgn smpailah steve knpa napa..

  7. Authooorr jebal jgj buat steve menderita,,,
    Aaaagghhh sialan tuh org pngen gw bejek bejek tuh org” yg misterius katanya,,

  8. Soosun ceritanya jadi pahlawan nih buat Steve sama taeyeon, acikidaww haha. Penjahatnya siapa sih yaampun, tyler kwon kah si tua dari Goa hantu-_-

    Steve bertahan jangan mati dulu, kan mau nikah sama jessie. pokoknya mah Steve sama Jessie mesti nikah abis itu punya anak wkwkwk

  9. rpny itu hanya mimpi steve aja but mimpi jd nyata,untung sooyoung dkit mao brubah sft n tolong 2 shbat lamanya,tapi minuman teayeon d kasih obat apa??? knp steve stlh minum minuman tersebut bukan langsung tumbang mlh masih bisa tahan ampe pulang k rmh jeju,steve yg kuat pst dpt brthan,yg kuat steve
    hwaiteang

  10. steve sbnarny pnya pnyakit dr awal g sih? apa emg gegara mnuman yg d teguk buat ngelindungin taeng???
    smga steve gpp dah…
    taeng dlm bahaya bgt itu u.u

  11. Wah2
    trnyta dejavu t0h
    g nyangka kirain steve ma taeng bneran mati!
    Alhamdulilah trnyta msh hdup#pr0k3x
    s00sun q cnta pda kalian~
    brkat kalian taeng ma steve g jdi mati
    kalian emg bner2 shabt ptak umpet(?) sjati#hahahaha

  12. Semoga steve gpp,,πŸ˜₯πŸ˜₯
    Selamatkan steve thorπŸ˜₯πŸ˜₯
    Semoga orang misterius itu dan suruhan.a cepet ketahuan siapa.. Please buat jeti bahagia thor😦

  13. steve kracunan minuman itu kah??

    sumpah ni ff bkin gw tegang aja pas ngebaca’a.. dan bner” rumit abis dah masalah’a.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s