Breath (3/?)

breath

Title : Breath (3/?)

Author: Adelayn_Tiffany

Genre: Gender bender, yuri, romance, action, sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang (Namja), Jessica jung

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender dan yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!๐Ÿ˜„

***

โ€œ Sulli~ah.. โ€œ rajuk Krystal sambil memainkan rambut panjang kekasihnya yang duduk dihadapannya dengan manja, membuat Jinri yang sedari tadi memandangnya hanya bisa tersenyum dan mendengarkan seluruh ucapan yang keluar dari orang yang sangat dikasihinya itu.

Sudah lebih dari 10 menit, mereka menghabiskan waktu bersama selagi pesanan makan siang mereka belum datang. Selama itu pula, banyak hal yang telah dibicarakan oleh sepasang kekasih itu. Entah dari aktivitas individual tiap harinya, maupun Jinri yang selalu menyinggung-nyinggung hal โ€˜dewasaโ€™ dihadapan Krystal. Berkal-kali Krystal mencubit pipi Jinri, jikalau yeoja itu membicarakan hal dewasa yang terlalu frontal atau bahkan Krystal langsung membekap mulut kekasihnya dengan warna wajahnya yang berubah menjadi begitu merah padam. Hal itu, membuat Jinri tertawa puas dan mengecup pipi kekasihnya lembut.

โ€œ Jangan membicarakan hal dewasa disini, Sulli~ah.. bagaimana jika mereka mendengarnya isshh.. โ€œ ucapnya yang kemudian mengerucutkan bibirnya, detik selanjutnya Jinri menyeringai dan mengelus kepala Krystal lembut.

โ€œ Biarkan mereka mendengar perbincangan kita yang bersifat dewasa. Anggap saja, mereka tengah mendengarkan dosen sex-siologi hahahaha.. โ€œ

โ€œ Aisshh.. mana ada mata kuliah sex-siologi?? โ€œ. Krystal kembali mencubit pipi Jinri, membuat yeoja itu mengerang kecil sambil mengikuti gerak tangan kekasihnya yang menarik pipinya.

โ€œ Aahh.. ahh.. appoo..! โ€œ

โ€œ Yah!! Jangan mendesah!! โ€œ bisik Krystal malu

โ€œ Kalau begitu, lepaskan ital~yaaa.. mianhae.. mianhae.. โ€œ rengek Jinri seperti anak kecil.

Tak lama kemudian, seorang pelayan menghampiri mereka dengan membawakan pesanan keduanya sehingga perbincangan yang sebelumnya dilakukan oleh mereka pun teralihkan dengan hidangan yang kini sudah tersaji dihadapan keduanya.

โ€œ Waahh… cantiknyaaa โ€œ ucap Jinri saat melihat hidangannya dengan mata yang berbinar-binar membuat Krystal yang melihatnya hanya bisa tersenyum. โ€œ Kemarikan.. โ€œ. Tanpa permisi, Jinri meraih hidangan Krystal membuat adik dari Jessica Jung itu bingung.

โ€œ Y-ya–.. โ€œ. Krystal terdiam, saat melihat sikap Jinri yang tak jauh berbeda dari Steve. Ya.. Krystal yang juga sudah lama mengenal Steve, tau betul bagaimana sikap namja itu dan ternyata Jinri sama saja. Memang pada dasarnya Jinri dan Steve adalah kakak beradik, maka sedikit lebihnya perilaku mereka sama saja. Tak jauh berbeda, sama seperti saat ini.. ketika Jinri dengan kegirangan yang terpancar diwajahnya tengah memotong steak milik kekasihnya. Memotongnya dengan begitu rapi, agar Krystal tak kesulitan lagi untuk memakan makanan itu. Hal itu sama seperti yang dilakukan Steve, jika mereka tengah makan bersama.

โ€œ Ital~yaa.. โ€œ. Krystal tersadar dari pikirannya dan kembali berfokus pada yeoja dihadapanya sambil tersenyum manis. โ€œ Gwenchana? Ayoo.. makanlah โ€œ lanjut Jinri yang kemudian, mengelus kepala Krystal lembut.

โ€œ Gomawo.. โ€œ. Krystal beranjak dari tempatnya dan sedikit membungkukkan tubuhnya dihadapan Jinri, mendekatkan wajahnya ke wajah kekasihnya itu. Hal itu, tentu saja membuat Jinri bingung sekaligus gugup bukan main.

โ€œ M-mwoya? โ€œ

โ€œ Youโ€™re so sweet, baby. See you tonight.. โ€œ. Bisik Krystal ditelinga Jinri dengan nada suaranya yang sangat menggoda, membuat Jinri kesulitan untuk menelan ludahnya sendiri.

.

.

Jessica terpaku atas apa yang terjadi dihadapannya saat ini. Mata itu, mata kekasihnya sekejap terbuka dengan sangat sempurna. Saling mempertemukan pandangan mereka, pandangan yang penuh dengan kerinduan yang sangat mendalam. Baik Jessica maupun, Steve.. keduanya sama-sama bisa melihat kerinduan itu dari sinar mata yang mereka perlihatkan.

โ€œ J-Jessie.. โ€œ gumam Steve yang terdengar jelas oleh Jessica, detik kali ini semuanya terasa berbeda dan terkesan kaku. Kali pertamanya, mereka bertemu kembali dan bukankah sangatlah wajar jika apa yang dirasakan oleh keduanya begitu kaku serta gugup? Tentu saja, karna terlalu kaku bahkan sampai detik ke sekiannya tak ada pergerakan yang mereka lakukan. Keduanya masih saling berpandangan yang perlahan, tatapan dari mereka itu menghangat hingga senyuman manis mengembang, baik diwajah Jessica maupun Steve.

โ€œ I miss you, Jessie โ€œ ungkap Steve sambil mengelus pipi Jessica lembut, sedetik kemudian tubuh Steve terlonjak saat Jessica memeluknya erat. Sangat erat, hingga terdengar isak tangis lembut dari balik dekapan kekasihnya sendiri. Hal itu, membuat Steve tersenyum sekaligus merasa sangat bersalah karna telah meninggalkan Jessica cukup lama.

โ€œ Uljima, Jessie.. mianhae.. โ€œ. Steve melepaskan pelukan mereka dan bergegas menghapus jejak air mata Jessica dengan ibu jarinya, lalu memandang kedua mata Jessica lembut. โ€œ Kemarilah โ€œ lanjutnya yang bergegas beranjak duduk, dan meraih tubuh Jessica untuk duduk disampingnya.

โ€œ I miss you too, Steve.. miss you so much โ€œ. Jessica kembali memeluk Steve dari samping, menenggelamkan kepalanya diceruk leher kekasihnya yang kini mengelus kepala belakangnya lembut.

โ€œ Arrayo, Jessie.. aku tau kau selalu merindukanku, aku minta maaf karna telah membuatmu menunggu lama, hm.. โ€œ ucap Steve, membuat Jessica melepaskan kembali pelukan mereka dan menengadahkan kepalanya untuk menatap Steve.

โ€œ Aniya.. aku akan selalu menunggumu, berapa lama pun itu. 10 hari, 10 minggu, 10 bulan, 10 tahun atau bahkan, 10 abad pun. Aku akan menunggumu, aku hanya ingin bersamamu, hanya kau yang aku inginkan. Hidup bersamamu sampai akhir hayatku.. โ€œ. Steve mencubit lembut kedua pipi Jessica dengan kedua matanya yang perlahan berbentuk seperti sebuah jamur.

โ€œ So cheesy, Jessie โ€œ. Steve menempelkan hidungnya di hidung Jessica, lalu digerakkannya membuat Jessica tersipu.

โ€œ Aku akan melakukan apapun untukmu, Steve.. jinja! Hanya satu permintaanku, jangan tinggalkan aku. Aku benar-benar akan melakukan apapun untukmu โ€œ

โ€œ Eyy.. Jessie.. waegeurae?? Gwenchana, tugasmu hanya tunggu aku dirumah. Karna aku akan bekerja mendapatkan penghasilan yang cukup untukmu, untuk kita, untuk masa depan kita. Aku janji, aku tak akan meninggalkanmu lagi. Menderita hm? โ€œ. Jessica menganggukkan kepalanya pelan, kedua matanya masih berbinar-binar sehingga Steve mengecup keningnya lembut sebelum akhirnya meraih tubuh kekasihnya itu untuk masuk ke dalam dekapannya lagi.

 

 

โ€œ Pantas saja, kau terlihat kehilangan berat badanmu sayang. Aku sangat sedih, saat melihat kondisimu seperti ini โ€œ ucap Jessica yang tengah berbaring sambil berpelukan di atas sofa bersama Steve.

Selama Steve menceritakan semuanya, saat namja itu di Amerika untuk menaikkan kembali pamor dan saham perusahaan keluarganya yang berada di ambang kehancuran. Jari-jari Jessica tak henti-hentinya bergerak diwajah Steve. Memeriksa wajah kekasihnya dengan menyusuri tiap inci wajah tampan Steve, takut-takut ada salah satu bagian yang cacat atau bahkan tertinggal di negara paman Sam itu.

โ€œ Aku tak masalah dengan berat badanku.. yang penting, aku bisa segera menyelesaikan pekerjaanku dan kembali ke Seoul untukmu. Aku merindukanmu, baby.. โ€œ. Steve memeluk tubuh Jessica gemas, membuat yeoja blonde itu terkikik. โ€œ Aku juga cukup sedih, karna bukan aku saja yang kehilangan berat badanku. Kau juga.. โ€œ lanjut Steve, sekilas melirik ke arah Jessica lalu kembali menyamankan dagunya di atas kepala kekasihnya.

โ€œ Mianhae, Jessie.. aku tak akan pernah bosan untuk mengatakan hal itu berulang kali padamu โ€œ

โ€œ Gwenchana, Steve.. yang penting, sekarang kita sudah bersama kembali, hm.. โ€œ

โ€œ Ne.. I love you, Jessica Jung โ€œ

โ€œ I love you too, Steve Hwang โ€œ. Tak lama kemudian, Jessica mengecup singkat bibir Steve dan tersenyum manis. โ€œ Kalau begitu, hari ini kau harus pulang ke rumah kita โ€œ sambung Jessica dengan girang.

โ€œ Rumah kita? โ€œ. Steve mengerutkan dahinya, membuat Jessica mengerucutkan bibirnya lucu

โ€œ Jeju, meskipun rumah itu kau berikan untukku. Tetapi bagiku, rumah itu adalah rumah kita. Jadi.. pulanglah โ€œ rajuk Jessica seraya memainkan dasi milik Steve yang melingkar sempurna dileher kekasihnya itu.

โ€œ Kau yakin? โ€œ

โ€œ Kau yakin? Mengapa kau bertanya seperti itu? aku tak mengerti, Steve โ€œ

โ€œ Maksudku, apa kau tak ingin memiliki apartment disini? Aku bisa membelinya untuk kita, jadi kau tak perlu jauh-jauh pulang ke jeju โ€œ. Jessica menggelengkan kepalanya pelan. Demi tuhan, dalam lubuk hati Steve paling dalamโ€”melihat kelakuan Jessica dihadapannya itu membuatnya semakin gemas. Jessica sangat lucu, pikirnya.

โ€œ Kalau pada akhirnya, kau membeli apartment disini.. mengapa kau membangun rumah yang sangat megah di jeju untukku? Untuk kita? Lebih baik uang untuk membeli apartmentnya kau masukkan ke dalam tabunganmu. โ€œ jawab Jessica, โ€œ Anggap saja, uang itu untuk modal kita menikah nanti โ€œ bisik Jessica ditelinga Steve, membuat namja itu terdiam dan blushing.

โ€œ Jessie.. โ€œ. Sekejap, Steve beranjak duduk dan menatap kekasihnya dengan tatapan yang tak bisa di artikan. Steve terlihat terkejut hingga ia kesulitan menggerakkan bibirnya untuk mengatakan apa yang ingin ia katakan.

โ€œ Wae? โ€œ. Jessica memandang Steve bingung

โ€œ K-k-kau akan menikah denganku? โ€œ tanya Steve yang spontan membuat Jessica menggelakkan tawanya saat itu juga. โ€œ Terakhir yang kud–.. โ€œ

 

CHU

 

Jessica melingkarkan kedua tangannya dileher Steve, ia mencium bibir kekasihnya dengan sangat lembut. Seakan memberikan jawaban atas apa yang Steve katakan. Dengan perilaku yang Jessica lakukan pun, Steve mampu mencerna semuanya dengan baik hingga disela-sela ciuman mereka senyuman manis terukir di wajah mereka berdua.

Hari ini adalah hari yang terbaik bagi Steve dan Jessica. Keduanya berharap, bahwa inilah awal mulanya hubungan mereka kembali diperjuangkan.

 

 

Beberapa rombongan mobil berhenti tepat disamping pesawat pribadi namja yang kini sudah membukakan pintu penumpang hingga memperlihatkan Jessica yang menerima uluran tangan dari kekasihnya. Disepanjang perjalanan mereka menuju airport, senyuman manis tak pernah hilang dari wajah keduanya. Kemesraan yang tercipta dengan sendirinya, membuat orang-orang disekitar mereka seolah seperti terlahir kembali ke dunia. Rupanya, hari itu tak hanya berwarna untuk sepasang sejoli Jessica dan Steve. Tetapi berwarna pula bagi karyawan-karyawan mereka.

โ€œ Hati-hati dijalan, hubungi aku jika kau sudah sampai disana, hm? โ€œ. Steve mengelus pipi Jessica, di susul anggukkan mantap dari yeoja blonde itu.

โ€œ Berjanji padaku untuk pulang lebih cepat, karna aku akan selalu menunggumu โ€œ ungkap Jessica sambil memperlihatkan jari kelingkingnya dihadapan Steve.

โ€œ Pulang lebih cepat? Kalau begitu, kajja kita pergi sama-sama โ€œ. Jessica menahan langkah Steve yang mencoba melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam pesawat dihadapan mereka.

โ€œ H-huh?? Aniyo.. kau tak boleh melupakan pekerjaanmu karnaku. Kau harus memenuhi kewajibanmu dulu, Steve โ€œ ucap Jessica, โ€œ Sebanyak apapun pekerjaanmu dikantor, kau tak boleh lagi bekerja selama 24 jam. Mulai saat ini, kau harus membiasakan diri untuk pulang ke rumah karna seseorang menunggumu โ€œ sambungnya, membuat kedua mata Steve hampir menghilang di wajahnya karna tersenyum mendengar penuturan kekasihnya yang sangat cheesy baginya.

Sedetik kemudian, Steve menarik tubuh Jessica untuk masuk ke dalam dekapannya. Ia mengecup lembut pangkal kepala Jessica dan melepaskan pelukannya untuk memandang kekasihnya itu dalam.

โ€œ Aku akan berusaha pulang lebih cepat, tetapi jika sampai pukul 9 aku belum pulang juga.. tidurlah lebih awal, hm? Aku janji, aku akan pulang ke jeju untukmu โ€œ. Jessica mengerucutkan bibirnya dihadapan Steve, membuat namja itu merasa sangat bersalah.

โ€œ Jessie.. mianhae.. โ€œ

โ€œ Arrasseo, tak perlu meminta maaf. Aku mengerti, kalau begitu aku pergi sekarang. Kau juga harus kembali ke kantor โ€œ. Steve mengecup singkat bibir Jessica dan mengelus kepalanya lembut.

โ€œ Ne, hati-hati dijalan. I love you, Jessie.. โ€œ

โ€œ I love you too, see you.. โ€œ. Jessica melangkahkan kakinya masuk ke dalam pesawat di ikuti pengawal wanitanya, selama Jessica berjalan hingga memperlihatkan dirinya dibalik jendela pesawat, Steve senantiasa memandangnya sambil tersenyum bahagia.

โ€œ Sir, waktunya untuk kembali โ€œ ucap Seohyun sopan, hingga Steve baru menyadari bahwa waktu berjalan sangat cepat. Padahal rasanya, ia baru beberapa menit saja bertemu dengan kekasihnya itu.

โ€œ Ne, kajja.. โ€œ. Steve bergegas masuk ke dalam mobil dan tak lama kemudian, mobil yang membawanya melaju di jalanan Seoul. โ€œ Apa jadwal selanjutnya, Seo? โ€œ tanya Steve sambil memandang sosok asisstantnya yang duduk dikursi depan.

โ€œ Tak ada meeting atau pun pertemuan dengan client, hanya saja bukankah kau ingin pulang lebih cepat seperti apa yang di inginkan Jessica-ssi? Aku akan membantumu untuk menyelesaikan berkas-berkas hari ini โ€œ jelas Seohyun, membuat Steve merasa sangat puas dengan senyuman yang semakin mengembang diwajahnya.

โ€œ Ne, tapi sebelum kembali. Aku ingin mengunjungi Kim Corp โ€œ

.

.

โ€œ Silahkan masuk โ€œ. Ucap seorang namja setelah membuka pintu sebuah ruangan yang di duga adalah ruangan otopsi. Dengan perlahan, Taeyeon melangkahkan kakinya ke dalam sana di ikuti Luna dan beberapa jajaran kepolisian.

Setelah mendengar kabar tentang Hyuna, Taeyeon menyempatkan diri dengan datang ke rumah sakit untuk memastikannya sosok mayat yang ditemukan dan di duga adalah Hyuna itu. Sehingga kini, Taeyeon sudah berdiri di depan sebuah loker besar yang mampu menampung beberapa jasad disana.

Tak lama kemudian, sang petugas membukanya dan menarik keranda didalam loker tersebut. Hingga detik selanjutnya, Taeyeon membelalak saat melihat bahwa sosok yeoja yang terbaring dihadapannya itu memang Hyuna. Tubuhnya yang sangat kurus dengan warna tubuhnya yang membiru, benar-benar membuat Taeyeon tak kuat untuk berlama-lama melihatnya. Sehingga dengan cepat, Luna meminta sang petugas untuk memasukkan jasad itu kembali.

โ€œ Taeyeon~ssi โ€œ panggil Luna khawatir, saat melihat Taeyeon yang masih terbujur kaku disampingnya. โ€œ Gwenchana? Yeoja itu benar sekretarismu yang dulu kan? โ€œ lanjutnya.

Taeyeon mengangguk berkali-kali dan spontan menggenggam lengan Luna dengan tangan yang bergetar.

โ€œ K-keluar.. a-aku ingin keluar โ€œ ucap Taeyeon terbata-bata, ia terlihat benar-benar ketakutan setengah mati. Merasakan apa yang dirasakan Taeyeon, cepat-cepat Luna membawa atasannya itu untuk keluar dari ruangan di dampingi petugas kepolisian.

โ€œ Tolong urus masalah ini, Luna-ssi. Aku butuh udara segar.. โ€œ ucap Taeyeon yang sekuat tenaga mengendalikan ketakutannya, karna terus terang saja jasad Hyuna benar-benar sangat mengenaskan hanya saja karna jasad Hyuna sudah lama terapung di lautan maka luka-luka yang seharusnya terlihat, tidak begitu jelas. Ditambah perubahan warna ditubuh mantan sekretarisnya itu benar-benar berhasil membuat Taeyeon bergidik ngeri.

โ€œ Ohh.. Taeyeon~ssi.. โ€œ. Taeyeon menghentikan langkahnya, begitu Luna memanggilnya. Ia menoleh bingung pada sekretarisnya itu, sedetik kemudian Luna sudah berada dihadapan Taeyeon lagi dengan sebuah berkas ditangannya.

โ€œ Ini berkas kerja sama perusahaanmu dibawah naungan Hwang Group, kau bisa memeriksanya. Dan besok kau ada pertemuan dengan Steve Hwang โ€œ jelas Luna membuat Taeyeon mengangguk perlahan.

โ€œ Aku akan datang, jadi tolong persiapkan semuanya Luna-ssi โ€œ jawab Taeyeon mantap, tak lama kemudian yeoja mungil itu kembali melangkahkan kakinya untuk kembali ke perusahaannya.

 

 

Taeyeon berlari kecil di sepanjang koridor yang menghubungkan ke ruang kerjanya, sesaat setelah pegawainya memberikan informasi bahwa Steve Hwang datang ke perusahaannya dan menunggunya. Setelah Taeyeon sampai di depan pintu ruangannya, yeoja itu mencoba mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal. Hingga tak ingin membuat tamunya menunggu lama, yeoja itu bergegas masuk ke dalam ruangannya dan menemukan seorang namja yang tengah duduk santai sambil membaca sebuah buku yang tersedia. Bahkan, mendengar seseorang masuk ke dalam ruangan tersebut, Steve menoleh ke sumber suara dan tersenyum manis membuat Taeyeon gugup.

โ€œ Mian, menunggu lama โ€œ sesal Taeyeon, seraya menghampiri Steve dan duduk di sofa yang sama dengan namja itu.

โ€œ Aniyo, gwenchana.. lagipula, aku kemari dengan sangat mendadak โ€œ ungkap Steve sambil menyimpan buku bacaannya dan berfokus pada yeoja yang kini duduk disampingnya. โ€œ Kau berlari, hm? โ€œ

โ€œ Ne, setelah aku mendengar bahwa kau mengunjungi dan menungguku.. aku segera berlari ke sini. Sekali lagi, aku minta maaf karna tidak menyambutmu dengan ba–.. โ€œ

โ€œ Minumlah.. โ€œ. Steve menyodorkan gelas minumannya yang masih utuh dihadapan Taeyeon, membuat yeoja itu terdiam dan memandang Steve bingung.

Tak lama kemudian, dengan ragu Taeyeon menerima gelas tersebut dan meminumnya secara perlahan namun habis sekaligus. โ€œ Lihat.. kau sangat berkeringat โ€œ sambung Steve sambil menghapus peluh di wajah Taeyeon dengan sapu tangan merah mudanya.

โ€œ G-gomawo โ€œ ucap Taeyeon terbata-bata, terus terang Taeyeon merutuki dirinya sendiri karna berkata dengan terbata-bata. โ€œ Ohh.. apa yang membawamu kesini, Steve-ssi? โ€œ tanya Taeyeon mengalihkan pembicaraan sekaligus mencoba mencairkan kegugupan yang ia rasakan.

โ€œ Ahh.. aku hanya ingin melihatmu saja, kau baik-baik saja? โ€œ jawab Steve seraya melipat sapu tangannya dan memberikannya pada taeyeon, โ€œ Kau bisa menggunakannya lain kali โ€œ sambung Steve yang bermaksud membicarakan sapu tangan yang ia berikan pada Taeyeon itu.

โ€œ N-ne, sekali lagi terimakasih. Dan aku baik-baik saja โ€œ. Sekali lagi, Taeyeon terbata-bata saat mendapatkan perhatian kecil yang Steve berikan padanya. Sungguh, pesona Steve benar-benar membuat Taeyeon tak tau apa yang harus ia lakukan. Pesona Steve membuatnya, seolah terhipnotis begitu saja. Tetapi tidak dengan hatinya, Taeyeon hanya tersentuh dengan setiap pergerakkan yang dilakukan namja itu padanya.

โ€œ Tetapi, sepertinya kau sedang sibuk mengerjakan sesuatu diluar pekerjaan perusahaanmu Taeng โ€œ ucap Steve, membuat Taeyeon tersadar dari lamunannya dan mencoba fokus pada apa yang di ucapkan namja itu.

โ€œ H-huh.. itu.. aku–.. aku bingung, harus menceritakannya padamu atau tidak โ€œ. Taeyeon terkekeh sambil mengelus tengkuk lehernya dengan malu.

โ€œ Just say it, aku akan mendengarkannya. Dan jika kau membutuhkanku, aku akan membantumu โ€œ ucap Steve sambil menepuk bahu Taeyeon.

โ€œ Sebenarnya, aku sedang mengusut sebuah masalah yang menyangkut mantan sekretarisku. Beberapa hari yang lalu, aku mendengar bahwa Hyuna menghilang dan saat aku meminta Luna untuk mencari tau dengan bantuan polisi.. Hyuna ditemukan tewas dengan terapung dipesisir perbatasan lautan Korea selatan dan Korea utara โ€œ ungkap Taeyeon, membuat Steve mengerutkan keningnya dalam

โ€œ Apa yang membuatnya seperti itu? Seseorang membunuhnya? Atau sebuah kecelakaan? โ€œ

โ€œ Semua masih dalam otopsi petugas kepolisian dan pihak rumah sakit, tetapi yang kulihat sepertinya seseorang membunuhnya โ€œ. Mendengar ucapan Taeyeon, membuat Steve tersadar akan sebuah pesan singkat yang ia terima 2 hari yang lalu.

โ€˜ Perhatikan kondisi kesehatannya, meskipun dia bukan kekasihmu. Kuharap, kau bisa menjaganya dengan baik ha.. ha.. ha.. โ€˜

โ€œ Steve.. gwenchana?? โ€œ tanya Taeyeon bingung, saat melihat Steve yang mendadak diam. Tak lama kemudian, Steve tersadar dan memandang Taeyeon khawatir.

โ€œ Taeng.. berjanji satu hal padaku โ€œ

โ€œ Mwoya? Waeyo? โ€œ

โ€œ Tolong jaga dirimu baik-baik, jaga kesehatanmu dan perhatikan makanan yang kau makan, hm? Jebal.. โ€œ

โ€œ Arasseo.. โ€œ jawab Taeyeon seraya mengangguk mantap. Namun, jauh dilubuk yeoja mungil itu tersimpan banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada Steve tentang pesan namja itu sendiri.

โ€œ Kalau begitu, aku harus segera kembali. Ingat, jaga kesehatanmu. Jika makanan yang akan kau makan tidak meyakinkan, jangan dimakan! โ€œ. Steve beranjak berdiri, lalu mengelus kepala Taeyeon sebelum akhirnya namja itu meninggalkan ruangan Taeyeon.

โ€œ Dia sangat aneh โ€œ gumam Taeyeon

.

.

Terdengar suara derap langkah kaki tenang yang masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup besar. Hingga suara itu hilang, saat orang itu berdiri dihadapan seorang namja yang tengah bersandar di headbed tempat tidurnya sambil membaca sebuah buku.

โ€œ Kau membawa kabar baik? โ€œ tanyanya tanpa mengalihkan pandangannya dari bukunya.

โ€œ Ne.. besok yeoja itu memiliki pertemuan dengan Steve Hwang โ€œ. Sekejap namja yang tengah membaca buku itu menghentikan aktivitasnya dan memandang โ€˜suruhanโ€™-nya sambil menyeringai bahagia.

โ€œ Kita akan mendapatkan dua sekaligus? Bukankah itu bagus, jika kau melakukannya tanpa kegagalan? โ€œ ucapnya

โ€œ N-ne.. aku akan berusaha untuk melakukannya tanpa kegagalan โ€œ

โ€œ Bagaimana dengan jasad Hyuna? โ€œ

โ€œ Mereka sedang melakukan otopsi dan siang tadi, Kim Taeyeon mengunjungi rumah sakit yang menangani otopsi tersebut. โ€œ. Si namja mengepalkan kedua tangannya, saat mendengar penuturan suruhannya tentang Taeyeon.

โ€œ Ahh.. mengapa aku harus berurusan dengan seorang yeoja juga. Dia benar-benar menjengkelkan โ€œ gumam namja itu sambil melemparkan bukunya ke lantai, membuat suruhannya terkejut dan menundukkan kepalanya.

โ€œ Dengar.. kau harus benar-benar membunuh yeoja itu tanpa jejak! Jika kau meninggalkan jejak setelah membunuh yeoja itu, kupastikan kau akan mati ditanganku. Arrasseo!? โ€œ

โ€œ N-n-ne.. โ€œ

.

.

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam, Jessica menyibukkan dirinya di pantry bersama para pelayannya. Mengetahui bahwa Steve akan pulang ke Jeju dengan cepat, semangat Jessica untuk membuat makan malam yang lezat untuk kekasihnya sangat besar. Berbagai perbincangan dan candaan ringan dilakukan Jessica dan para pelayannya, Jessica benar-benar terlihat bahagia malam itu.

Hingga semua hidangan sudah selesai, para pelayan menyimpan seluruh hidangan tersebut di atas meja makan saat waktu sudah menunjukkan pukul setengah 9 malam.

โ€œ Jja.. semua sudah selesai, terimakasih atas bantuan kaliaan โ€œ seru Jessica kepada pelayannya, โ€œ Kalian sudah bisa istirahat โ€œ sambungnya sambil bertepuk tangan.

Tak lama kemudian, para pelayan undur diri dengan sopan untuk meninggalkan Jessica seorang diri di ruang tengah. Sehingga tugas Jessica saat ini hanya menunggu kepulangan kekasihnya sambil bersantai di depan televisi. Penampilannya sudah benar-benar cantik, harum dan sudah dipastikan saat Steve melihatnya, namja itu yang sebelumnya lelah pasti kembali bersemangat dan bahagia. Namun harapannya untuk Steve pulang cepat tidak ia dapatkan, bahkan hingga waktu menunjukkan pukul 11 Jessica masih belum merasakan kehadiran kekasihnya itu.

Beberapa kali Jessica menguap dan hampir saja tertidur di sofa, namun sekuat tenaga yeoja blonde itu menahan hasrat ingin tidurnya. Ia benar-benar ingin menunggu kekasihnya pulang. Hingga tak lama kemudian, suara derap langkah kaki dari lantai atas terdengar membuat Jessica menoleh ke sumber suara dan mengembangkan senyumannya saat melihat Steve tengah menuruni anak tangga sambil tersenyum ke arah Jessica.

Jessica bisa melihat kelelahan diwajah namja itu, hingga Jessica bergegas menghampiri Steve dan memeluknya erat.

โ€œ Akhirnya, kau pulang juga โ€œ ungkap Jessica dibalik pelukan Steve, membuat salah satu tangan Steve tergerak untuk mengelus lembut rambut Jessica.

โ€œ Sudah kubilang, tidur dengan cepat jika aku tak kunjung pulang pada jam 9 malam Jessie.. โ€œ ucap Steve, seraya melepaskan pelukan mereka. โ€œ Mianhae.. aku pulang terlambat, pekerj–.. โ€œ

โ€œ Aniyoo, gwenchanayo.. kajja.. kau pasti sangat lelah โ€œ. Jessica menarik lengan Steve untuk duduk disofa depan televisi, lalu yeoja itu duduk dipangkuan Steve dengan manja. Dengan sendirinya, Steve memeluk tubuh Jessica. Menghirup harum tubuh Jessica yang memabukkan pikirannya.

โ€œ Kau sangat harum, Jessie.. โ€œ ungkap Steve seraya mengecup kecil bahu Jessica lembut, membuat Jessica bergidik geli dan terkikik

โ€œ Apa kau sudah makan? โ€œ tanya Jessica yang menarik tubuhnya dari Steve agar ia bisa memandang dalam kedua mata kekasihnya yang kelelahan. Steve menggelengkan kepalanya perlahan sambil mengerucutkan bibirnya lucu, membuat Jessica gemas dan mengecup bibirnya singkat.

โ€œ Aku ingin minum, bisakah kau ambilkan untukku? โ€œ pinta Steve

โ€œ Anything for you, baby.. kau ingin minum apa? โ€œ. Jessica mengelus pipi Steve lembut dan berakhir membenarkan anak rambut kekasihnya itu.

โ€œ Hmm.. aku ingin minum, air liurmu โ€œ jawab Steve sambil mengeringai lucu

โ€œ Eyyy.. itu menjijikan, Steve! โ€œ

โ€œ Menjijikan?? Aniyaa.. jika itu menjijikan, aku tak akan pernah mau menciummu โ€œ ungkap Steve sambil mencium tengkuk leher Jessica, membuat yeoja blonde itu mencoba menahan desahan yang ingin keluar begitu saja saat Steve berhasil menggoda letak sensitif dilehernya.

โ€œ Y-yah! i-i-itu berbeda!! โ€œ. Spontan Jessica menjambak dan menarik rambut belakang Steve, membuat namja itu berhenti menselancarkan godaannya dan di gantikan menjadi ringisan kecil yang keluar dari mulut Steve.

โ€œ O-omo.. mian, mian, mian.. mani appo?? โ€œ tanya Jessica panik

โ€œ Di awal kita bersama lagi, kau sudah berani menjambakku begitu keras hm? โ€œ. Steve mengelus kepala belakangnya sambil mencondongkan wajahnya dihadapan Jessica.

โ€œ Mianhae, aku tak sengaja.. kau benar-benar berhasil menggodaku. Ottokkae?? โ€œ rajuk Jessica yang hampir terlihat seperti ingin menangis, membuat Steve tak kuasa untuk melihat kekasihnya seperti itu.

โ€œ Aku menggodamu, karna kau memang sangat menggoda Jessie. Sudah.. jangan mengerucutkan bibirmu seperti itu, hm? Aku baik-baik saja โ€œ

โ€œ Arro.. kalau begitu, aku akan mengambilkan minum dan mempersiapkan makan malam juga untukmu. Aku hanya perlu menghangatkannya lagi โ€œ. Jessica beranjak dari pangkuan Steve dan melangkahkan kakinya ke pantry.

โ€œ Kau memasak untukku? Daeebakk.. โ€œ. Steve menepuk kedua tangannya bahagia, saat tau kekasihnya menyiapkan makan malam untuknya.

 

 

โ€œ Makanan sudah siaap–.. โ€œ. Jessica menghentikan langkahnya, saat melihat kekasihnya yang terlelap di sofa selagi menunggu dirinya menyiapkan makan malam. Melihatnya seperti itu, membuat Jessica memandang sedih pada Steve. Jessica menyimpan nampan makanannya dan duduk ditepi sofa sambil memandangi wajah kekasihnya, salah satu tangannya tergerak untuk mengelus kepala namja itu dan perlahan berakhir mengelus pipi Steve lembut.

โ€œ Steve.. ireona.. sebaiknya kau tidur dikamar, sayang โ€œ bisik Jessica, hingga tak lama kemudian Steve membuka kedua matanya yang berat dan menyadari dirinya bahwa ia tertidur.

โ€œ O-ohh.. Jessie, mian.. aku tert–.. โ€œ. Jessica menyimpan jari telunjuknya dibibir Steve

โ€œ Kajja.. kita pindah โ€œ ucap Jessica sambil menarik kedua lengan Steve untuk beranjak

โ€œ Arrasseo.. โ€œ. Dengan cepat, Steve dan Jessica beranjak dari sofa dan berjalan ke kamar mereka dengan lengan Steve yang melingkar dileher Jessica dari belakang. Kekantukkannya benar-benar menguasai dirinya, hingga tak lama kemudian akhirnya mereka telah sampai dikamar dan Jessica membaringkan tubuh Steve di atas tempat tidur.

โ€œ A-aku harus membersihkan tubuhku dulu, Jessie โ€œ ucap Steve dengan suara kantuknya

โ€œ Aniya, gwenchana.. kau sudah benar-benar lelah, Steve. Tidurlah.. โ€œ. Jessica mengecup pipi Steve dan kembali mengelus kepala namja itu lembut. โ€œ Jalja, saranghae.. โ€œ bisik Jessica yang terdengar bagaikan musik penghantar tidur bagi Steve.

Pagi telah datang, angin berhembus berhasil membuat gorden-gorden di dalam kamar pasangan sejoli Jessica dan Steve menari-nari disana. Tak lupa kicauan burung bernyanyi menyambut kehadiran pasangan tersebut yang baru saja pulang dari mimpi indah mereka. jessica membuka kedua matanya perlahan, saat sinar matahari menyilaukan pandangannya. Namun sinar itu sekejap hilang begitu saja dan terasa teduh, hingga ia membuka kedua matanyaโ€”Jessica tau siapa yang telah membuat pandangannya kembali teduh.

โ€œ Good morning, Jessie โ€œ. Jessica tersenyum manis dan semakin mendekatkan tubuhnya pada namja itu. Inilah penantian yang selalu ia inginkan selama beberapa tahun terakhir ini, membuka mata di setiap ia bangun dan menemukan kekasihnya yang selalu mendampinginya setiap saat.

โ€œ Tidurmu nyenyak, Steve? โ€œ tanya Jessica yang semakin menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Steve. Deru nafas yeoja blonde itu berhasil membuat Steve kegelian dan mendapatkan sensasi yang sudah lama ingin ia rasakan sekaligus.

โ€œ Hm.. thanks for you, chagi.. โ€œ. Steve mengecup pangkal kepala Jessica dan memeluknya gemas. โ€œ Apa kau merasa tak nyaman dengan bau tubuhku? Semalam aku belum membersihkan tubuhku, Jessie โ€œ sambung Steve, hingga tak lama kemudian Jessica menggelengkan kepalanya dan menengadah untuk menatap kekasihnya.

โ€œ Parfummu menempel dikulitmu, lagipula aku menyukai harum tubuhmu โ€œ jawab Jessica sambil tersenyum manis, โ€œ Apa hari ini kau akan sibuk lagi? โ€œ tanya Jessica, membuat Steve berfikir

โ€œ Hm.. tapi aku berharap hari ini tak sesibuk hari-hari sebelumnya โ€œ jawab Steve sambil menyeringai, โ€œ Karna aku juga ingin menghabiskan waktu lebih lama malam ini denganmu โ€œ. Steve mengedipkan salah satu matanya dan mengecup bibir Jessica singkat.

โ€œ Aku akan menunggumu โ€œ bisik Jessica yang kemudian, menggigit kecil telinga Steve membuat namja itu bergidik geli dan tertawa renyah.

.

.

โ€œ Tolong masukkan obat ini ke dalam minuman yeoja yang sedang duduk didekat jendela sana โ€œ pinta seseorang yang sedaritadi mengawasi yeoja mungil yang tak lain adalah Taeyeon pada pelayan cafe tersebut.

Tak lama kemudian, pelayan itu menganggukkan kepalanya dan bersiap untuk menselancarkan aksinya. Dan tak lama setelah pelayan itu memberikan minuman pada Taeyeon, Steve datang hingga yeoja mungil itu yang tadinya akan meneguk minumannya berubah pikiran dengan menyimpan gelasnya kembali di atas meja.

โ€œ Mian, menunggu lama. Entah apa yang tengah terjadi dengan hari ini, jalanan seoul sangat padat โ€œ ungkap Steve sambil duduk di depan Taeyeon.

โ€œ Gwenchanayo.. kali ini kau yang berlari, Steve? โ€œ sindir Taeyeon sambil menyeringai dorky, membuat Steve tertawa renyah.

โ€œ Yeahh.. berapa jam kau menungguku? โ€œ

โ€œ Berapa jam?? Aku bahkan baru beberapa menit disini โ€œ bohongnya, padahal Taeyeon sudah berada di sana 1 jam yang lalu mengingat Steve adalah atasannya jadi ia tak ingin terlambat dalam pertemuannya. Sebenarnya, pertemuan mereka di adakan di perusahaan Steve. Namun namja itu memilih untuk bertemu diluar dengan alasan bahwa Steve jenuh berada diperusahaannya, sehingga Taeyeon mau tak mau harus menyetujui keinginan namja itu.

โ€œ Kau ingin minum apa? โ€œ tanya Taeyeon

โ€œ Apa saja, tapi minuman itu sepertinya lebih segar โ€œ. Tanpa permisi Steve meraih gelas Taeyeon yang tak jauh dihadapannya, lalu meneguknya hingga habis membuat Taeyeon terperangah.

โ€œ Yah!! itu minuman kesukaanku!!! โ€œ rengek Taeyeon seperti anak kecil sambil menepuk lengan namja yang kini menyeringai puas melihat aksi sahabatnya itu.

โ€œ Kau bisa memesannya kembali โ€œ ungkap Steve seraya mengacak-acak rambut Taeyeon gemas.

Ditempat yang sama, seorang yeoja yang di duga adalah owner cafe tersebut keluar dari persembunyiannya yang tak lain adalah ruang kerjanya dan menghampiri seseorang yang terlihat menyembunyikan dirinya dibalik koran yang sama sekali tak dibacanya.

โ€œ Yoongie~ya!! โ€œ panggil yeoja itu girang

โ€œ Ssstt.. โ€œ. Sooyoung membekap mulut yeoja itu, hingga detik selanjutnya pukulan kecil yang bertubi-tubi didapatkannya.

โ€œ Bunny.. jangan memanggil namaku begitu keras โ€œ bisik Sooyoung

โ€œ W-waee.. l-lepas-kaan โ€œ. Tak lama kemudian, Sooyoung tak lagi membekap mulut yeoja itu. Yeoja yang sudah lama menjadi kekasihnya. โ€œ Wae?? โ€œ sambung Sunny sambil menajamkan penglihatannya pada Sooyoung.

โ€œ Lihat, orang itu.. โ€œ. Tunjuk Sooyoung, hingga kekasihnya itu mengikuti arah telunjuknya.

โ€œ O-ohh.. o-omo.. bukankah dia, oppanya Krystal? โ€œ

โ€œ Krystal?? โ€œ

โ€œ Ne, dulu Krystal pernah bekerja disini dan bilang bahwa namja itu adalah oppanya โ€œ

โ€œ Steve Hwang hanya oppa angkatnya! โ€œ

โ€œ Ahh.. mattayo, nama namja itu Steve. Lalu, bagaimana dengan Krystal? โ€œ

โ€œ Tidakkah kau memiliki televisi?? Yah!! krystal adalah adik kandung Jessica Jung. Anak kedua presiden Seoul! โ€œ. Ungkap Sooyoung seraya mendorong kepala Sunny dengan telunjuknya, membuat Sunny memberikan death glarenya.

โ€œ Lalu, apa masalahnya? โ€œ tanya Sunny sambil menyilangkan kedua tangan didadanya.

โ€œ Steve adalah atasanku sekaligus sahabatku dimasa dulu. Aku tak ingin dia mengetahui kehadiranku โ€œ

โ€œ Wae?? โ€œ

โ€œ Aishh.. kenapa kau bawel sekali? Pokoknya tidak mau! โ€œ jawab Sooyoung yang bergegas melahap makanannya, membuat Sunny memutar bola matanya sebal.

โ€œ Hajiman–.. โ€œ ucap Sunny yang menggantung saat melihat seseorang yang misterius duduk tak jauh dari Steve, namun Sooyoung tak menanggapinya melainkan sibuk dengan makananya.

โ€œ Sooyoungie.. โ€œ

โ€œ Hm? โ€œ respon Sooyoung tanpa mengalihkan pandangannya dari hidangan dihadapannya.

โ€œ Lihat.. โ€œ. Sunny menarik lengan Sooyoung berkali-kali, membuat shikshin itu geram dan mengikuti apa yang di inginkan Sunny.

โ€œ Waeugeuraeee?? โ€œ

โ€œ Lihat itu, pabo! Tidakkah ada sesuatu yang aneh dengan orang itu? sangat misterius โ€œ ungkap Sunny, hingga Sooyoung mencoba menganalisa keadaan atau sekedar membaca bahasa tubuh orang misterius tersebut.

โ€œ Dia tengah mengawasi Steve dan … Kim Taeyeon? โ€œ

 

 

โ€œ Jadi seperti ini cara kerjasama proyek yang akan kau tangani, Taeng? โ€œ. Steve memandang sekilas ke arah Taeyeon dan kembali memfokuskan diri pada berkas ditangannya.

โ€œ Ne, disana juga kau bisa melihat perjanjian dan keuntungan-keuntungan perusahaan dimasa depan โ€œ jelas Taeyeon sambil tersenyum senang.

โ€œ Bagus, aku menyukai cara kerjamu. Pertahankan, Taeng โ€œ. Taeyeon menerima berkasnya kembali dari tangan Steve, โ€œ Ohh.. Taeyeon~ah.. apa kau tau, catering yang bagus di seoul? Aku membutuhkannya malam ini โ€œ sambung Steve, membuat Taeyeon mengerutkan keningnya

โ€œ Kau akan membuat sebuah acara? โ€œ. Steve mengangguk mantap sambil tersenyum manis.

โ€œ Acara kecil.. hanya sebuah dinner bersama dengan Jessie โ€œ

โ€œ Ahh.. jadi hubungan kalian sudah baik-baik saja?? Daebaakk.. โ€œ. Taeyeon menepuk kedua tangannya dengan senang dan tertawa renyah, membuat Steve ikut tertawa. Namun, sesuatu terjadi pada penglihatannya. Steve merasa penglihatannya begitu buram dan berkunang-kunang. Taeyeon yang menyadari ada yang salah pada diri Steve langsung bertanya pada namja itu.

โ€œ Steve, gwenchana? โ€œ tanya Taeyeon khawatir, seraya menggenggam tangan Steve. Berkali-kali Steve mengerjapkan matanya dan menepuk dadanya, ada rasa sakit yang dirasakan namja itu. namun, sekuat tenaga Steve menyembunyikan kesakitannya itu dari Taeyeon.

โ€œ Aniyaa.. gwenchana, sepertinya aku hanya kurang tidur saja โ€œ elak Steve sambil tersenyum manis

โ€œ Kau yakin? โ€œ tanya Taeyeon yang masih tak yakin dengan apa yang terjadi pada Steve.

โ€œ Nan gwenchana, Taeng.. โ€œ. Steve membalas genggaman tangan Taeyeon, mencoba meyakinkan yeoja dihadapannya itu bahwa ia tak apa-apa. โ€œ Oya, soal catering.. bisakah kau menghubunginya atau kau bisa memberikan nomor kontaknya pada Seohyun. Agar ia bisa segera menghubunginya โ€œ sambung Steve

โ€œ Arro.. tetapi nomor kontaknya ada dimobilku. Haruskah aku mengambilnya sekarang, kau tunggu saja disini โ€œ ucap Taeyeon yang mencoba beranjak dari tempatnya, namun Steve menahannya.

โ€œ Kita pergi sama-sama, kajja.. โ€œ. Steve menarik tangan Taeyeon, membawa tangan mungil itu ke dalam genggaman tangan Steve seraya mereka yang melangkahkan kakinya keluar dari cafe.

Tak lama setelah Steve dan Taeyeon keluar dari cafe, orang yang sedaritadi mengawasi kedua orang itu beranjak dari tempatnya. Berjalan keluar cafe seperti apa yang dibayangkan Sooyoung maupun Sunny yang ternyata sedaritadi mengawasi namja misterius tersebut.

โ€œ Ada hal yang tak beres, Bunny. Aku harus memeriksanya, kau tetaplah disini. Arrasseo! โ€œ. Sooyoung beranjak dari tempatnya dan mengikuti kemana perginya namja misterius itu secara diam-diam.

 

โ€œ Dimana kau menyimpan mobilmu, Taeng? โ€œ tanya Steve yang sekali lagi mengerjapkan kedua matanya untuk memperjelas penglihatannya. Beruntung, ia berjalan didepan Taeyeon sehingga yeoja mungil itu tak memberikan pertanyaan yang sama pada Steve.

โ€œ Diseberang jalan, kajja.. โ€œ. Kini giliran Taeyeon yang menarik lengan Steve, membawa yeoja itu berjalan dihadapan kekasih dari Jessica Jung itu. Hingga tak lama kemudian, kedua dari mereka mencoba untuk menyebrangi jalan saat lampu pejalan kaki memperlihatkan warna hijau. Namun, detik selanjutnya baik Steve dan Taeyeon melihat sebuah mobil yang bergerak cepat ke arah salah satu dari mereka hingga keduanya membelalak saat detik-detik dimana mobil itu akan menerjang tubuh mereka. Apakah ini adalah akhir dari hidup mereka??

โ€œ ANDWE!!! โ€œ

 

CKIITTTT

 

BRUKKK

 

TBC

83 comments

  1. Wahhh … Bru bsa lgi bca ff nih. Ternyata banyak yg ketinggalan ..๐Ÿ˜ฆ
    Sorry nih Ka Soffie bru bsa komen lgi .. ^_^
    Dan itu siapa yg ketrabrak ???
    JeTi saling melepas rindu nih ….
    Di tunggu kelanjutannya
    Semangat terus

      1. Eh,, aku boleh minta pw president daughter and him yg part 20 ga, soalnya aku blum bca .. ^_^

  2. slm kenal thor
    sica ama steve temu kangen nih? smoga aja soosun brhsil nyari pnjhatnya tuh n’ smoga taeng sma steve gak jadi ktabrak

  3. What…?? Apa yg trjadi ini ? Sumpah ni ff bnyak teka tekix bikin deg2n bgt…
    Siapa sbnerx yg jd dalang ini…
    Knp gw curiga ma luna yee yg jd sruhan pnjhatx ??
    Semoga taeng atopun steve g knp2.

  4. salam kenal thor
    baru jg steve sama sica bersama masa hrz pisah lg sih
    apakah steve dan taeyeon bneran ketabrak
    di tunggu chap selanjutnya

  5. Aihh akhirnya~
    Wadoh ini JungLi knapa jadi rusak gini ya… gara2 69 waktu itu..
    Co cweet ya JeTi kkk~โ™ฅ
    Woaahh yang diketabrak pas sooyoung kan? Hahaha pasti tebakan gwa bener~ *pede

  6. Jeti bertemu juga๐Ÿ˜€ .
    Ini si misterius ngicar taeng dulu entar terakhir – akhir nya steve -_- .
    Baca di akhir jangan sampai dah ada yang ketabrak … moga” aja soyoong sempet nyelamatin .

  7. seengganya ada soosun yg mengetahui orang jahat itu.. berharap cepat ketahuan pelakunya siapa.. dan apa yg bakalan terjadi sm steve dan taeng itu

  8. jeti sweet amat yak.
    smoga tak trjadi apa” ama taeny.
    seengak’a ada soosun yg mgkin entar jd pnyalamat’a taeny.

    lnjutkan thor

  9. annyeong…

    yaaah ko tebeceh sich fie
    kan pengen tau siapa yg ketabrak
    taeyeon kah apa steve apa justru syoo..

  10. Oh noooooooooooo !!!!! Jangan sampe steve oppa kenapa2 TT.TT kasihan yang udah nungguin di rumah [re;jessie]

  11. Huaahh..akhirnya update juga nih ^^
    Udah lama g update,sampe lupa mampir kesini hehehe
    Masih penasaran siapa yg jd jahat disitu O.o klo jd ketabrak bkal rame nih haha๐Ÿ˜€

  12. itu steve n taeng g ktabtak kan? steve mnyelamatkan taeng ke bahu jalan kan ke 2ny? *wish u.u

    jetiny sweet, tpi kuranggggg kak๐Ÿ˜ฆ

  13. gw kutuk siapapun yang mau nyelakain taeny,,, ihh padahal udahh senang banget pas jeti udah bahagia lagi eh? ini malah kemungkinan besar steve diracuni dan masuk rumah sakitt,, omegahh mirisnyaa…

  14. Hadooh si jungli byun couple nih kecil2 juga hahaha

    Itu foto steve mirip kim woo bin dah haha
    Jeti makin manis aja i like๐Ÿ˜€
    Endingnya knapa itu ? Hadooh selalu tbc menganggu . Moga2 aja ga ada yg ketabrak .

  15. Oh tuhaaan baruuu ajjja steve n jessie mw mulai lagiehhhh udah adaaa gangguan lagiii,,, itu smoga kucing yg ketabrak bukan steve ataupun tae,,,, soo akan jd pahlawan sepertinyaaa. Axixixxiix

  16. Huaaaaa taeny ada yg ngarah tuh..
    Waaaaa harus bener2 hati2..itu siapa yg serempet???
    Kyknya soo bakal cari tau juga deh diam2 yg ngarah steve…yeyeyeye
    ahirnya nongol laghe ni ff hehehe udah kangen banget masalahnya..

      1. .-. Duh thanks’-‘)/ tapi ngomong dari semua ff lu thor udah gue baca termasuk ff duet Bareng bang riyu. Tapi selanjutnya dan sebelumnya gue ga tau pwnya. Abis di protek sih. Yang gue tau yang ada di password doang. Cara dapetinnya gimana? Sorry gue jarang komen ya

  17. Jeti sudah bertemu ciee cieee, so sweet nya pasangan muda ini :3

    Orang yg mau ngebunuh taeny itu orang suruhannya tylor kwon ato beda lagi?:/

    Itu yg ketabrak taeny ato cuma steve ato cuma taeng??kalo sampe Steve sica kasian, belom lama ketemu tapi Steve udah kecelakaan u,u

  18. Haiii thorrr…
    Aku jadi penasaran nih kelanjutannya…
    Bakalan TaeNy ato JeTi yaah ?? ^^
    Thorr…sehat selaluu yaa…
    Jangan ampe masuk UGD lagiii…
    Semangatt thorrr ^^

      1. Haiii Thorr…i have some pictures for u… i think it will be for ur another new chap… do u want ?? ^^
        Ur welc thor…^^ semangattt…

  19. thor thor,,, jeti baru kmbli sweet 1 ari aja sdh bkin kmbli lgi steve kecelakaan,kasian crita cinta jeti,bnyk bgt tantangan untuk bersatu???? doakan next chapter bukan steve yg ketabrak dh,teayeon or sooyoung aja,wakaka

  20. wah posternya keren thor ..
    udah donk thor satuin jeti kasian amat dia berdua ..
    sumpah ya ni ff konflik nya makin mumet aja thor ampe bingung ngira2 spa yang jahat ..

  21. Sorry thor, ru bs coment lg. Tll sibuk, spt steve. “ฬฎ wkยฐwk (โ€ฒโ–ฝ`) wkยฐwk ”
    Tp menegangkan jg, apa lg liat ekspresi tae saat ngeliat mayatnya hyuna.
    So sweet ( โ—ฆห˜ ะท(โ—ฆ’ฺบห‰โ—ฆ)~โ™ก banget adegannya Jessi + Steve melepas kerinduan.

  22. Akhir.a jeti bersatu lagi,, akh aku seneng banget thor!! Bikin mereka ttp mesra yah thor๐Ÿ™‚
    Tae jgn sampe jatuh cinta sama steve yah,,
    Itu siapa yg masukin obat ke dalam gelas tae? Itu obat apa? Itu siapa yg ketabrak thor??
    Akh penasaran!!! Di tunggu kelanjutan.a yah..
    oy,, aku blm baca yg well be together 2,3,4 blm sempet thor mianhae.. Nanti aku bakalan baca,, btw minta pw yg part 4 dong biar nanti bisa langsung baca semua.a.. Kirim ke kakaotalk aku yg kemaren yah thor.. Gomawo,, ^^
    Hwataeng!!

  23. buseet daaah author hobby bener yah sama adegan2 tabrakan gitu hhahaaa…
    saia paling suka pembahasana sex-siologi..bwhahahahahaa

  24. brt baikny jeti udh bsm lg bhkn lngsung berlovely dovely๐Ÿ’ž
    msh saja org misterius itu lncarkn aksiny, sprtiny steve hrs bnr2 waspada…
    smg tae n steve bisa slmt…

  25. nah lo siapa yg di tabrak ?. steve dan taeyeon kah?. bagaimana kondisi steve dia baru aja meminum racun yg seharus nya di minum taeyeon.
    cobaan apalagi ini. jessi yg sabar ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s