Breath (2/?)

breath-1

Title : Breath (2/?)

Author: Adelayn_Tiffany

Genre: Gender bender, yuri, romance, action, sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang (Namja), Jessica jung

Support cast: Find your self

 

Note : cerita ini bergenre gender bender dan yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!πŸ˜„

 

***

Taeyeon keluar dari penerbangan Seoul-Jeju Island, langkahnya yang santai mengantarkan dirinya keluar dari bandara. Tak lupa, cuaca yang begitu sangat cerah membuatnya harus menggunakan kacamata hitam padahal bulan ini cuaca masih begitu dingin sehingga sinar matahari tak menerpa wajah cantiknya cukup kuat. Setelah yeoja itu sudah berada diluar bandara, sebuah mobil mewah berhenti didepannya. Senyuman pun mengembang diwajahnya, saat salah seorang yang diduga supir dari mobil yang disewanya menghampirinya.

β€œ Kim Taeyeon-ssi? β€œ. Taeyeon mengangguk sambil tersenyum ramah, β€œ Ini kunci mobilmu β€œ sambung sang supir, seraya memberikan kunci mobil tersebut pada Taeyeon.

β€œ Gamsahamnida, ahjussi. Aku tak akan lama β€œ ucap Taeyeon yang langsung membungkukkan sedikit tubuhnya sebelum bergegas masuk ke dalam mobil.

Hari ini, Taeyeon merasa sedikit terbebas dari kepenatan pekerjaan dikantornya. Terbebas dari kursi panas yang biasa ia rasakan diruangannya ataupun setumpuk berkas yang selalu ada dimejanya. Meskipun begitu, kedatangannya ke pulau Jeju bukan untuk berlibur. Taeyeon tetap bekerja, hanya saja pekerjaannya ini cukup mudah. Hanya meminta sebuah tanda tangan dari sang maestro bisnis sejagat raya dunia ini. Steve Hwang.. ya, kedatangannya ini hanya untuk meminta sang komisaris untuk menandatangani salah satu berkas perjanjian yang penting.

Hingga 30 menit perjalanan berlangsung, akhirnya Taeyeon menghentikan laju mobilnya di depan sebuah gerbang yang sangat megah. Sebelum ia keluar dari kendaraannya, Taeyeon mencoba membaca ulang alamat yang ia dapatkan dari sekretarisnya perihal keberadaan Steve. Hingga tak lama kemudian, seseorang mengetuk kaca mobilnya membuat yeoja itu terlonjak kaget.

β€œ O-omo!!–.. β€œ. Taeyeon menoleh ke luar jendela dan bernafas lega, saat melihat siapa orang yang telah mengetuk jendela mobilnya. Sedetik kemudian, Taeyeon menurunkan jendela mobilnya.

β€œ Seohyun~ah, kau mengejutkanku! β€œ ungkap Taeyeon, membuat Seohyun tersenyum.

β€œ Maaf karna telah membuatmu terkejut, apa kau ingin bertemu dengan Steve? β€œ. Taeyeon mengangguk mantap.

β€œ Oddiga?? β€œ tanya Taeyeon penasaran.

β€œ Beliau ada didalam, mungkin ia sedang bertemu dengan Jessica-ssi β€œ jawab Seohyun, β€œ Kau bisa masuk sekarang, Taeyeon-ssi β€œ sambung Seohyun yang kemudian, pergi ke salah satu tempat untuk membukakan gerbang megah itu.

β€œ Ahh.. jadi mereka tinggal bersama disini. Kenapa aku baru tau? Haha β€œ ucapnya pada diri sendiri, seraya menjalankan kembali mobilnya sambil melambaikan tangannya ke arah Seohyun.

Setelah taeyeon sampai di depan sebuah pintu masuk kediaman rumah yang sangat besar itu, ia menghentikan kendaraannya dan keluar dari mobil seraya merapikan pakaiannya. Senyuman manis mengembang diwajahnya, di ikuti gerak langkah kakinya yang perlahan akan masuk ke dalam sana. Namun, tiba-tiba ia merasakan tarikan kuat pada lengannya. Membuat tubuh Taeyeon terhuyung dan tertarik entah kemana.

 

Jessica pov

PRAAANG..!!!

Mendengar suara pecahan dari lantai atas, aku bergegas melepaskan pelukan Tyler dan berjalan menaiki anak tangga. Entahlah, mendadak perasaanku menjadi tak enak. Hingga tak lama kemudian, aku sudah berada dilantai atas dan terperangah melihat apa yang terjadi dihadapanku.

Gucci itu!! Gucci kesukaan Steve, mengapa bisa berakhir seperti itu??

Dengan cepat, aku menghampiri salah satu Gucci yang sudah berakhir dilantai dengan serpihan-serpihan yang sudah berserakan disana. Aku juga kembali terperangah saat melihat beberapa bercak darah disana, membuatku gelisah dengan menggigit bibir bawahku.

β€œ Oh my gosh! Jessica what happen? β€œ.

Aku tak menanggapi pertanyaan Tyler, pikiranku hanya berfokus pada gucci ini. Tidakkah seseorang baru saja dari sini? Tentu saja, tidak mungkin gucci ini jatuh tiba-tiba. Tanpa angin apalagi tanpa hujan yang menerjangnya, tetapi yang masih terus aku pikirkan adalah.. siapa orang itu?? Aku mencoba untuk meraih salah satu serpihan gucci yang terdapat bercak darah disana, namun Tyler menahanku.

β€œ Sica, dont touch it! Biar pelayan yang membereskannya β€œ. Aku memang tak berniat membereskannya, aku hanya ingin melihat bercak darah itu yang seketika membuat pikiranku tertuju pada Steve. Tidak mungkin, jika Steve datang sepagi ini kan? Tetapi tak ada yang tak mungkin, apalagi sosok kekasihku yang bisa datang kapan saja ia mau. Jika benar Steve.. apa dia melihat, andwe! Ini tidak boleh terjadi, hal sebelumnya yang dilakukan Tyler dan aku bisa membuatnya salah faham.

Dengan cepat, aku beranjak dan meninggalkan Tyler keluar dari mansion. Meninggalkan namja itu yang terus memanggil-manggilku dan kuyakin, ia pasti sangat bingung dengan sikapku saat ini. Aku tak peduli..

 

Author pov

Jessica mempercepat langkahnya, rasanya ia ingin cepat-cepat sampai di depan mansion dan segera menemukan siapa orang yang baru saja datang kesana. Namun, belum juga Jessica sampai di depan rumah megah itu. Sesuatu terjadi..

Brukk!

β€œ O-omo, Jessica-ssi β€œ. Tanpa sengaja, Jessica menabrak tubuh kecil seseorang yang baru pertama kali mampir ke mansion tersebut.

β€œ T-taeyeon?? β€œ panggil Jessica ragu, hingga detik selanjutnya Jessica melihat senyuman manis mengembang diwajah sahabatnya itu. β€œ Kau kembali? β€œ tanya Jessica terkejut

β€œ Hmm.. seperti yang kau lihat, tapi apa yang sebenarnya terjadi? kau terlihat terburu-buru?? β€œ. Sekejap, pertanyaan Taeyeon menyadarkan Jessica akan sosok kekasihnya.

β€œ Ahh.. apa kau melihat Steve sebelumnya?? β€œ tanya Jessica penasaran, membuat Taeyeon menyernyitkan keningnya.

β€œ Setauku, aku tak berpapasan dengan Steve. Justru aku datang kemari untuk bertemu dengannya, menurut assistantnya Steve sedang berada disini β€œ jawab Taeyeon sambil menggesek kedua tangannya yang terasa dingin, entahlah rasanya begitu gugup saat menjawab pertanyaan Jessica perihal Steve.

β€œ Kau yakin, Taeng? β€œ tanya Jessica sekali lagi

β€œ Aigoo.. apa kalian belum bertemu lagi?? β€œ tanya Taeyeon yang bermaksud mengalihkan pembicaraan, sedetik kemudian Jessica menganggukkan kepalanya dan menunduk sedih membuat Taeyeon memandangnya sendu.

β€œ Bersabarlah sedikit lagi, aku yakin dia akan menemuimu. Steve sudah berusaha keras menyelesaikan pekerjaannya di Amerika selama ini hanya untuk kembali padamu β€œ ungkap Taeyeon, membuat Jessica memandang ke arahnya dengan kedua mata yang berkaca-kaca.

β€œ Jessica β€œ panggil Tyler yang sudah berada dibelakang Jessica, membuat Taeyeon memandang ke sumber suara dan mengerutkan keningnya.

β€œ Nugu? β€œ bisik Taeyeon penasaran

β€œ Tyler Kwon β€œ jawab Jessica datar, seraya bergegas menghapus jejak air matanya yang akhirnya mengalir dari pelupuk mata yeoja blonde itu.

β€œ Sebaiknya kau pergi, Tyler. β€œ ucap Jessica, seraya membalikkan tubuhnya sehingga ia dan Tyler pun kini saling berhadapan

β€œ But, i need you now β€œ jawab Tyler dengan ekspresi memelas

β€œ Apa yang kau butuhkan, Tyler. Katakan sekarang β€œ

β€œ I can’t β€œ

β€œ Wa–.. β€œ

β€œ Wae? Aku pikir tak ada yang ingin kau bicarakan, sebaiknya kau segera pergi. Ada yang lebih penting dibanding sica eonnie mendengarkan ceritamu, Tyler Ahjussi β€œ. Ketiga orang itu menoleh ke sumber suara yang ternyata berasal dari sosok Krystal yang sudah berdiri tak jauh dari mereka, hingga detik kemudian yeoja itu melangkahkan kakinya semakin mendekat ke arah Jessica.

β€œ Kenapa setiap aku kemari, aku selalu melihat ahjussi itu β€œ bisik Krystal pada Jessica dan kembali memandang Tyler dengan ekspresi yang tak suka.

β€œ Aku tau, kau menaruh perasaan pada Sica eonnie. Kau pikir aku bodoh? Dan aku pikir, kau juga tak bodoh! Jelas-jelas Sica eonnie sudah dimiliki oleh Steve oppa, tapi kau masih berani mendekati eonnieku bahkan datang kemari sesuka hatimu eoh??? Apalagi steve oppa sudah kembali, bagaimana jika ia melihat hal ini? Cih.. kau akan senang melihat kakakku bertengkar dengan Steve oppa, eoh?? β€œ. Krystal semakin meninggikan suaranya, membuat Jessica cukup ketakutan melihat sikap adiknya yang jarang terlihat marah seperti saat ini. Sedangkan Taeyeon hanya mengamati apa yang tengah dilihatnya saat ini, sesekali ia juga memandang jam tangannya dan menoleh ke belakang.

β€œ Ok.. itulah yang ingin aku katakan padamu, Jessica. Aku mencintaimu, aku harap kau bisa memikirkan hal ini. Aku bisa lebih membahagiakanmu dibanding kekasihmu yang sudah lama meninggalkanmu itu β€œ ungkap Tyler yang kemudian, melangkahkan kakinya untuk keluar dari mansion Jessica dan Steve.

β€œ Persetan dengan kata-katam–.. β€œ

β€œ Krys.. β€œ. Jessica menggenggam tangan Krystal erat, mencoba meredam kemarahan adiknya yang semakin naik ke puncak ubun-ubunnya.

β€œ Tyler.. β€œ panggil Jessica, membuat langkah namja itu terhenti. Lalu Tyler pun menoleh ke arah Jessica dan tersenyum penuh arti. Panggilan Jessica padanya, membuat namja itu senang dan berharap lebih.

β€œ Sebelumnya aku ucapkan terimakasih karna kehadiranmu selama ini disisiku, terimakasih karna kau selalu ada untukku. Steve memang sudah lama meninggalkanku seorang diri disini tapi, aku percaya padanya. Ia akan selalu mencintai diriku, sebaliknya aku. Maka dari itu, aku tak pernah menerimamu untuk menggantikan posisi Steve dihatiku. Aku bahkan berusaha untuk tidak memberikan harapan apa-apa untukmu, tetapi kau selalu pintar mencari kesempatan untuk mendapatkan apa yang kau inginkan. Sekali lagi terimakasih Tyler, tetapi mianhae.. sampai kapanpun, aku akan tetap mencintai kekasihku yang sudah lama meninggalkanku beberapa tahun terakhir ini β€œ ungkap Jessica cukup jelas, membuat rencana Tyler yang sudah tersusun rapi itu hancur berantakan. Sebanyak apapun rencana yang dibuatnya untuk mendapatkan putri pertama Presiden Seoul itu, pada akhirnya hanya sebuah penolakkan yang ia terima.

.

.

β€œ Sesuatu terjadi? β€œ tanyanya memecahkan keheningan di antara mereka, membuat Taeyeon sekilas melirik ke arahnya dan kembali memandang jalanan dihadapannya tanpa membuyarkan konsentrasinya.

β€œ Hmm.. rupanya selama ini, seseorang berusaha merebut kekasihmu Steve Hwang β€œ jawab Taeyeon yang kemudian tersenyum manis. Sedangkan, namja yang sedaritadi duduk disamping Taeyeon kini terlihat terkejut. β€œ Wae? β€œ lanjut Taeyeon yang kemudian, menghentikan laju kendaraannya disalah satu taman yang cukup sepi.

Kedua dari mereka pun saling berpandangan, ekspresi yang diperlihatkan Steve pada Taeyeon benar-benar berhasil membuat Taeyeon bingung. Yeoja itu tak bisa melihat arti dari tatapan namja itu.

β€œ Haruskah kita keluar? Aku juga harus mengobati lukamu itu, Steve-ssi β€œ

 

Steve Pov

Di taman yang sepi ini aku terdiam, duduk seorang diri ditemani semilir angin sejuk yang menerpa tubuhku. Berkali-kali aku menghela nafas saat memoriku memutar kembali apa yang terjadi di mansion sebelumnya. Tak sengaja aku memecahkan sebuah Gucci disana, tubuhku hampir tak bisa digerakkan sebelum akhirnya aku mendengar derap langkah yang terdengar semakin jelas ditelingaku. Hingga akhirnya, aku berhasil menggerakkan kedua kakiku dan pergi dari sana.

Namun, belum juga aku sampai luar.. aku melihat Taeyeon yang baru saja akan berjalan masuk ke dalam, dengan cepat aku menarik tubuhnya ke tempat yang lebih sepi dan aku memintanya untuk mengalihkan perhatian Jessie selagi aku bersembunyi darinya. Hingga akhirnya, ia setuju dan masuk lebih dalam ke mansion. Aku benar-benar beruntung kali ini, jika saat itu aku bertemu dengan Jessie dan orang yang memeluknya itu. Apa yang harus kulakukan?

Jadi, aku memilih untuk bersembunyi dan perlahan berjalan keluar mansion sampai Seohyun menghampiriku dengan sedikit berlari. Sekali lagi, aku beruntung karna tak membawa mobil kemari. Aku hanya meminta Seohyun untuk menghentikan taksi saat masih dihotel tadi pagi.

Seohyun menghampiriku dengan ekspresi yang khawatir, ia juga menanyakan apa yang terjadi dengan lenganku. Namun, hanya senyuman saja yang aku perlihatkan padanya. Aku pikir luka yang tergores oleh gucci kesayanganku, bukan luka parah dan aku bisa mengobatinya sendiri. Tetapi sampai sekarang, luka ini.. sangat lucu sekali.

Hingga 30 menit kemudian, aku melihat sebuah mobil asing keluar dari gerbang. Sekilas aku melihat siapa orang yang mengemudi itu dan ternyata namja yang sebelumnya pernah aku temui, jika tak salah namja itu bernama Tyler Kwon. Namja yang hadir di acara Jung Ahjussi, ia juga yang terlihat seperti menyindir sepatu yang kugunakan. Aku tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, ada apa dengan sepatu yang Jessie berikan padaku.

Jangan-jangan!!

Dengan cepat, aku membuka sepatu yang kugunakan ini dan melihat siapa yang telah membuat sepatu yang kudapat dari Jessie ini. Dan ternyata.. nama namja itu tertulis disepatu ini. Jadi dari sepatu ini, Jessie mengenalnya? Mengapa ia tak pernah mengatakannya padaku, setidaknya ia bercerita jika dia bertemu dan memiliki teman baru yang bernama Tyler Kwon. Ia juga seharusnya bilang, kalau sepatu ini ia dapat dari namja itu.

Mengingat Jessie, membuatku semakin merindukannya. kapan aku bisa menemuinya, apa mereka sudah meresmikan hubungannya?? Jika iya, apa yang harus kulakukan? Melepaskannya atau mungkin memintanya kembali atas apa yang telah aku lakukan pada Jessie. Meninggalkannya lebih dari satu tahun hanya untuk sebuah pekerjaan.

 

Puk!!

 

Aku terlonjak saat merasakan tepukan dibahuku, membuatku langsung menoleh ke arah tepukan itu dan menemukan tangan Taeyeon disana. ia tersenyum dan duduk disampingku dengan sebungkus plastik putih yang aku tak tau isi didalamnya.

β€œ Apa selama aku pergi membeli obat-obatan, kau melamun terus Steve-ssi? β€œ tanyanya di ikuti tawa renyahnya, membuatku tersenyum sambil memandang wajahnya yang cantik. Ya.. Taeyeon memiliki wajah yang cantik, senyumannya juga tak kalah cantik.. jauh jika dibandingkan dengan Taeyeon yang dulu. Aku lebih menyukai Taeyeon yang seperti ini dibanding Taeyeon yang penuh dengan ke iri-an didalam hatinya, inikah hasil yang sahabatku perbuat, Kwon Yuri?

β€œ Tak hanya itu, disepanjang perjalanan juga kau lebih banyak diam β€œ lanjutnya yang membuatku tersadar

β€œ Karna kau juga lebih banyak diam dan memandang lurus ke depan, Taeng β€œ. Taeyeon memandangku dan menggaruk kepala belakangnya yang kutau tidak gatal, tapi sikapnya itu benar-benar lucu. Pertama kalinya, aku melihat sosok Taeyeon yang seperti ini. Ia kembali mengeluarkan banyak barang yang dibelinya dari bungkus tersebut, perban, alkohol, air mineral, coffee dan lain-lain.

β€œ Banyak sekali barang yang kau beli, siapa yang akan menghabiskannya? β€œ tanyaku sambil terus mengikuti pergerakan tangannya.

β€œ Kau.. β€œ

β€œ Naega?? Alkohol dan perban itu juga harus aku makan?? β€œ

β€œ Aishh.. maafkan aku sebelumnya, tetapi sebagai komisaris mengapa kau sangat bodoh? Aku tak mungkin memintamu untuk meminum alkohol! Ini.. tinggal kau pilih, kau mau air mineral atau coffee β€œ. Taeyeon menyodorkan kedua minuman itu dihadapanku, membuatku terlihat bodoh. Benar juga apa yang dikatakannya, ia bisa saja menyuruhku meminum alkohol tapi aku bisa langsung menuntutnya karna mencoba membunuhku.

β€œ Jadi apa yang terjadi selama aku tak ada disana sebelumnya, mengapa kau lama sekali keluar dari kediaman kami β€œ tanyaku, kembali pada topik yang sebelumnya masih menggantung di antara kami.

β€œ Ahh.. darimana aku harus bermulai? Hmm.. sebelumnya, apa kau melihat seorang namja di tempatmu dan Jessie? β€œ

β€œ Maksudmu, Tyler Kwon? β€œ

β€œ Kau mengenalnya?? β€œ tanya Taeyeon yang terlihat terkejut saat aku mengetahui nama namja itu.

β€œ Sebelumnya, di acara Jung Ahjussi. Kami sempat bertemu β€œ jawabku, membuatnya mengangguk pelan β€œ Tapi, aku tak tau hubungan yang terjadi antara Jessie dan namja itu β€œ lanjutku, membuat Taeng menyernyitkan keningnya lalu terkekeh. Kali ini, giliran aku yang mengerutkan kening karna bingung melihat perubahan ekspresinya.

β€œ Sebaiknya, mulai sekarang kau harus menjaga kekasihmu itu Steve. Seseorang mencoba merebutnya darimu β€œ ungkap Taeyeon, membuatku lemas. Apa aku sudah terlambat? β€œ Tyler Kwon, namja itu menyimpan perasaan pada Sica dan karna kehadiran Krystal akhirnya semuanya terungkap β€œ lanjut Taeng, membuatku memandang terkejut. Krystal datang ke mansion?? Kenapa aku tak melihatnya.

β€œ Lalu, apa yang Jessie katakan?? β€œ tanyaku penasaran

β€œ Kau ingin tau? Kau terlihat penasaran sekali sepertinya β€œ ungkapnya, membuatku kesal dan ingin menjitak kepalanya karna telah berani membuatku menunggu

β€œ Aishh.. jangan membuatku menunggu, Taeng β€œ

β€œ Apa yang kau tunggu?? Jelas-jelas ada yang sudah menunggumu dibanding jawaban yang akan keluar dari mulutku. β€œ ungkap Taeyeon, membuatku terdiam dan mencoba mencerna semua kata-kata yang keluar dari mulutnya. β€œ Jika kau ingin mengetahui apa yang Sica katakan, tanyakan saja pada kekasihmu bagaimana perasaannya. Apa perasaan Sica masih ada untukmu atau tidak sama sekali. Lakukan apa yang harus kau lakukan sebelum semuanya terlambat, memintanya kembali atau tidak mendapatkannya sama sekali. Itu pilihanmu, Steve-ssi β€œ jelas Taeyeon, membuatku mengerti. Ya.. aku tau, apa yang harus aku lakukan. Meminta Jessie untuk kembali padaku.

β€œ Kau mengerti maksudku, Steve-ssi? β€œ tanyanya, membuatku tersadar dan kembali berfokus padanya.

β€œ Ne, aku mengerti. Terimakasih Taeng, jika pagi ini tak ada dirimu. Aku tak tau, apa yang harus aku lakukan β€œ jawabku sambil tersenyum dan entah apa yang telah kulakukan, spontan aku mengelus kepalanya lembut membuatnya terdiam dan memandangku dengan air muka yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Jujur saja, aku cukup gugup dan merutuki tanganku yang tiba-tiba bergerak untuk mengelus kepalanya.

β€œ Yah.. apa yang kau lakukan, eoh? β€œ tanyanya dengan ekspresi yang lucu, membuatku buru-buru menarik tanganku dan terkekeh gugup

β€œ Mian, ini terjadi begitu saja β€œ

β€œ Hanya Yuri yang boleh mengelus kepalaku β€œ gumamnya yang terdengar jelas ditelingaku, membuatku tersenyum. Ternyata yeoja ini masih memikirkan sosok sahabatku, aku menjadi sangat bersalah padanya. Maafkan aku Taeng.. karna tragedi saat itu, Yuri harus terkena imbasnya juga. Semua ini pasti ada hubungannya dengan keluarga kami.

β€œ Jja~.. sudah selesai β€œ

β€œ Huh? β€œ. Aku baru tersadar bahwa ia baru saja selesai mengobati luka ditanganku, hingga detik selanjutnya aku melihat bahwa salah satu tanganku sudah terbalut perban putih disana. Sangat rapi..

β€œ Cih.. kau bahkan tak menyadari apa yang aku lakukan pada tanganmu ini, eoh. Pak komisaris?? β€œ ledeknya, membuatku memicingkan mata ke arahnya.

β€œ Kau sedang berbicara tidak formal padaku, Kim Taeyeon. Eoh? β€œ. Aku mencubit hidungnya gemas, membuatnya mengaduh dan hal itu sangat lucu. Namun, dengan cepat Taeng menghentikan aksiku dengan memegang tanganku serta meraihnya ke dalam genggamannya. Kami saling berpandangan, sekejap aku melihat tatapan matanya yang terlihat menyorotkan sinar kekhawatiran padaku.

β€œ Ada apa Taeng? β€œ tanyaku bingung

β€œ Aku harap kau bisa menjaga dirimu dengan baik, Steve-ssi β€œ jawabnya membuatku tak mengerti

β€œ Apa maksudmu? Aku tak mengerti β€œ. Aku terkekeh gugup

β€œ Aku ingin bertanya padamu, bolehkah? β€œ. Aku mengangguk pelan dan menunggu pertanyaan yang akan keluar dari mulutnya.

β€œ Apa kau pernah merasa tertekan akan sesuatu? β€œ. Aku menyernyitkan kening saat mendengar pertanyaannya, demi tuhan aku tak mengerti apa maksud pertanyaannya. Apa aku pernah merasa tertekan akan sesuatu??

Aku terkekeh menanggapi ucapannya, β€œ Apa yang sebenarnya ingin kau tanyakan, Taeng? Aku tak mengerti, jinja! β€œ ungkapku, membuatnya menghela nafas

β€œ Steve-ssi.. saat di amerika waktu itu, aku tak sengaja melewati ruanganmu dan kebetulan saat itu pintu ruanganmu tidak tertutup dengan rapat. Aku menemukan seseorang yang tengah berbicara denganmu sangat serius dan itu berhasil membuat air mukamu berubah menjadi tegang. Maaf jika aku lancang, tetapi aku mendengar dengan jelas bahwa ia mengancammu β€œ jelas Taeyeon, membuatku terkejut. Perlahan, aku merasakan keringat dingin mengalir disekujur tubuhku.

 

flashback

Los Angeles…

Di salah satu ruang kerja dengan pintu yang sedikit terbuka,terlihat dua orang namja yang tengah berbicara serius dalam dunia mereka. salah satu diantaranya tengah duduk dengan ekspresi tegangnya, sedangkan satu namja yang lainnya membiarkan kedua tangannya mendarat di atas meja kerja namja dihadapannya. Menampu tubuh tingginya dihadapan namja itu, padahal si namja sudah mempersilahkan orang itu untuk duduk. Namun ia enggan untuk menempatkan kursi duduk dihadapan si namja. Orang itu terlihat menakutkan dibanding namja yang sedaritadi berusaha untuk setenang mungkin dimeja kerjanya sendiri.

β€œ Steve Hwang, kau tak ingin membantu usaha satu rasmu ini? Yah.. kita ini sama-sama orang korea, bukankah sesama orang korea sudah kewajiban kita untuk saling tolong menolong. Huh? β€œ.

Orang yang tengah di ajak bicara orang itu rupanya adalah Steve Hwang, seorang komisaris dalam beberapa perusahaannya yang sangat besar. Ia menengadahkan kepalanya untuk melihat namja dihadapannya, lalu tersenyum manis.

β€œ Aku tau, kita sama-sama orang korea. Tetapi, aku tak bisa menerima produkmu berkeliaran dipasarku. Karna produkmu benar-benar sangat berbahaya β€œ

β€œ H.. ha-ha-ha.. apa kau bilang? Berbahaya? Bahkan, kau belum saja melihat barang dari produk yang kami keluarkan β€œ

β€œ Aku memang belum melihatnya, tetapi setidaknya hyungku sudah pernah melihatnya dan itu sangat berbahaya β€œ ungkap Steve yang tak sengaja melihat kedua tangan namja yang berdiri dihadapannya itu mengepal kuat, hal itu cukup membuatnya gelisah dan gugup. Sungguh suasana diruang kerjanya ini, mendadak begitu tegang hingga ia bisa mencium aroma kematian jika hal ini tak cepat-cepat diselesaikan.

β€œ Maafkan aku, sungguh aku mohon maaf padamu karna tak bisa memenuhi keinginanmu untuk masuk ke dalam pasarku. Tetapi jika kau ingin tetap produkmu beredar dipasarku, tolong ikuti prosedur yang sudah ditetapkan oleh perusahaanku β€œ

Brakk..

Orang itu menggebrak meja kerja Steve, membuat namja pemilik wajah charming itu terlonjak kaget namun sekali lagiβ€”Steve mencoba bersikap tenang.

β€œ Kau baru saja menolak kami, eoh!? β€œ teriaknya tepat dihadapan Steve, membuat namja itu hanya bisa memejamkan matanya yang kemudian menatap orang itu kembali sambil tersenyum. Sungguh, Steve adalah orang yang cukup ramah untuk menghadapi client yang seharusnya bisa ia tendang dari dunia pembisnisan.

β€œ Aku sudah mengatakan, aku minta maaf. Kau bisa mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan. Aku akan menunggumu memperbaiki seluruh produkmu, jika kau mau. Tak ada bahan peledak yang ada didalam setiap mainan yang kau ciptakan. Kau bisa? β€œ

β€œ Steve Hwang, kau tau.. pada siapa kau berhadapan sekarang? Kelak, kau akan menyesal! β€œ

Tanpa mengeluarkan sepatah kata apapun lagi, orang itu bergegas meninggalkan Steve. Meninggalkan sosok komisaris yang memandangi punggungnya yang bergerak menjauh dengan ekspresi yang begitu sendu.

Setelah orang itu mencapai pintu ruangan, ia tak sengaja melihat seorang yeoja yang berdiri dibalik pintu ruangan Steve. Bersandar pada dinding koridor dan menoleh, saat akhirnya yeoja itu menyadari kehadiran sosok orang itu didekatnya. Detik selanjutnya, si yeoja tersenyum gugup namun respon yang didapat dari orang itu hanya tatapan tajam yang sangat menusuk. Membuat yeoja itu bergidik ngeri, hingga akhirnya orang itu segera pergi dari sana dengan derap langkah yang begitu cepat. Meninggalkan sosok yeoja yang memandang punggungnya dengan ekspresi kebingungan, serta kecurigaan yang sangat mendalam.

Aku tak menyangka, bahwa Taeyeon mengetahui hal itu. Padahal aku berusaha menyembunyikan hal itu dengan baik dari orang-orang. Ya.. saat itu orang dari perwakilan perusahaan H#2 menemuiku, ia tetap memaksa pasarku untuk menerima produk mainan yang jelas-jelas berbahaya untuk anak-anak yang membelinya.

Aku memang belum pernah melihat bagaimana cara kerja mainan itu beroperasi, tapi setidaknya Jiyeon mengatakan bahwa ia dan Hyung pernah melihatnya dan itu sangat berbahaya karna menimbulkan ledakan pada mainan tersebut. Itu sama saja, aku menanamkan bom disetiap mainan produk perusahaan itu dipasarku. Itu benar-benar sangat berbahaya, sehingga tanpa pikir panjang lagi. Aku menolaknya namun, perwakilan perusahaan itu terus mendesakku dan mengancam apapun padaku. Sampai..

Ddrrrtttt… dddrrttt…

Ponselku bergetar, membuatku tersadar dan bergegas meraih ponselku dari saku celana. Setelah melihat ada pesan singkat yang masuk, aku bergegas membukanya dan membaca dengan perlahan. Kulihat dari ekor mataku, Taeng tengah memperhatikanku. Ia juga terlihat menyimpan banyak tanya, saat melihat diriku yang membaca pesan singkat yang masuk dengan serius.

From: Unknown

Seorang yeoja bersamamu, hm? Rupanya yeoja itu mengetahui hubungan kita, Steve-ssi. Perhatikanlah yeoja itu tentang kesehatannya, semoga ia sehat selalu

Β 

Author Pov

β€œ Sesuatu terjadi, Steve? β€œ tanya Taeyeon penasaran karna melihat ekspresi Steve yang tegang, perlahan Steve memandang Taeyeon dengan wajah yang memucat.

β€œ S-seseorang tengah mengawasi kita, T-taeng β€œ ungkap Steve terbata-bata, membuat Taeyeon terkejut dan mencoba mencari sosok yang tengah mengawasi mereka. namun, dengan cepat Steve menahannya.

β€œ Jangan mencarinya β€œ ucap Steve sambil menggenggam kuat kedua tangan Taeyeon, tangannya terlihat bergetar hebat membuat Taeyeon tak kuasa melihat Steve yang seperti ini.

β€œ Sudah kuduga, mengapa kau kuat sekali menyimpan hal ini sendirian Steve-ssi β€œ

β€œ Jangan banyak bicara, sebaiknya kita pergi dari sini. Aku bisa menghandlenya, jadi jaga rahasia ini. Hanya kau dan aku saja yang mengetahui hal ini, arasseo Kim Taeyeon? β€œ. Taeyeon mengangguk dan detik selanjutnya, ia merasakan tarikan yang Steve lakukan pada tubuh mungilnya. Membawanya untuk masuk ke dalam mobil dan bergegas pergi dari sana.

Sudah dua hari lamanya, Jessica menunggu kedatangan kekasihnya. Namun, selama itupula ia tak melihat sosok Steve yang datang untuk menemuinya. Hal itu, tentu saja membuatnya sedih. Terlihat dari sosoknya yang kini tengah berdiri dihadapan jendela yang cukup besar sambil memandang keluar jendela, butiran krystal mengalir dari pelupuk matanya membuat beberapa pelayan yang melihatnya turut sedih atas apa yang dirasakan Jessica. Beruntung, selama dua hari itu Krystal senantiasa menemani kakak satu-satunya itu. Seperti apa yang ia lakukan sekarang, tanpa pengetahuan Jessicaβ€”krystal memeluk tubuh yeoja blonde itu dari belakang. Memeluknya erat dengan menghantarkan energi hangat dari tubuh yeoja yang lebih muda dari kakaknya itu pada Jessica, backhug yang dilakukan Krystal pun salah satu bentuk penguatannya pada Jessica untuk tetap bersabar. Menunggu sang kekasih yang akhirnya, datang untuk yeoja blonde itu.

β€œ Eonnie.. β€œ panggil Krystal sambil membenamkan wajahnya dibelakang leher Jessica, membuat yeoja blonde itu tersadar dan menikmati moment mereka yang sedikitnya telah membuat Jessica tenang dan nyaman.

β€œ Hm? β€œ

β€œ Uljima.. β€œ ucap Krystal, seraya mengayun-ayunkan tubuh Jessica yang berada dalam dekapannya. Hal itu, rupanya membuat Jessica tersenyum manis dan mengelus sepasang tangan mungil yang tersimpan di atas perutnya.

β€œ Apa kau yakin, Steve akan menemuiku disini? β€œ tanya Jessica, sekilas melirik ke arah adik kesayangannya. Detik selanjutnya, sebuah anggukkan mantap ia dapatkan dari Krystal.

β€œ Steve oppa pasti akan menemuimu, cepat atau lambat. β€œ

β€œ Tapi, bagaimana jika Steve melihat Tyler yang tengah memelukku saat itu? Bukankah hal itu, membuatnya salah faham? Bukan tidak mungkin, jika ia tak akan kembali mencoba menemuiku lagi β€œ ucap Jessica yang semakin menerawang jauh ke depan, β€œ Aku sangat takut kehilangannya, Krys. I miss him β€œ lanjutnya.

Sedetik kemudian, Krystal mengecup kecil bahu Jessica dan membawa tubuh kakaknya itu untuk menghadap padanya. β€œ Aku benar-benar tak bisa membuatmu seperti ini terus eonnie, kajja.. β€œ. Krystal mengenggam tangan Jessica, menariknya untuk pergi bersamanya. Meninggalkan pulau jeju dan pergi ke seoul untuk mempertemukan kakaknya dengan calon kakak iparnya.

Hingga satu jam perjalanan yang kedua kakak beradik lakukan, akhirnya mereka telah sampai di Seoul. Tepatnya, kini mereka sudah berdiri didepan sebuah gedung perkantoran yang sangat besar. Tempat dimana, baik Jinri maupun Steve menghabiskan waktunya untuk pekerjaan-pekerjaan mereka.

β€œ Kajja eonnie, persiapkan dirimu untuk bertemu dengan Steve oppa. Apa kau senang? β€œ tanya Krystal sambil menoleh ke arah Jessica yang berdiri disampingnya, semenjak kedua yeoja itu keluar dari mansion. Baik Krystal maupun Jessica, tak berniat melepaskan genggaman tangan mereka yang masih saling bertautan.

β€œ Gomawo, Krys.. kau sudah banyak membantuku. I love you.. β€œ. Jessica mengecup singkat pipi Krystal, lalu keduanya tersenyum sebelum senyuman Krystal semakin merekah lebar saat melihat sosok kekasihnya yang sudah menyambutnya di depan pintu masuk sambil membuka kedua tangannya lebar. Memintanya untuk masuk ke dalam dekapan hangat sang kekasih..

β€œ Ital~yaaaa… β€œ

β€œ Sulli!!! β€œ panggil Krystal girang bukan main dan langsung berlari, menghambur kepelukan sang kekasih membuat Jessica yang melihatnya tersenyum manis. Sesungguhnya, ia sangat iri pada pasangan adiknya itu. Mereka terlihat sangat manis saat bersama, ia menginginkan hal yang sama dengan kekasihnya. Steve Hwang..

.

.

Tap.. tap.. tap…

β€œ Haaakhh.. hah.. hah.. β€œ. Dengan nafas yang tersenggal-senggal, Luna sebagai sekretaris Taeyeon berhenti berlari saat ia sudah berada di depan meja kerja atasannya. Hal itu, tentu saja membuat Taeyeon mengalihkan perhatiannya pada sosok yeoja itu. Memandangnya dengan ekspresi yang kebingungan dan penasaran.

β€œ Waeyo, Luna-ssi? β€œ

β€œ I-ini.. a-aku baru saja mendapatkan hasil penyelidikan yang kau minta menyangkut sekretaris lamamu. Hyuna.. β€œ ungkap Luna, seraya menyodorkan beberapa lembar berkas dihadapan atasannya itu. Masih dengan nafasnya yang tersenggal-senggal. β€œ Disini dikatakan, Hyuna tewas dengan sangat mengenaskan. Dan tubuhnya ditemukan ditepian pantai Korea utara β€œ lanjutnya membuat Taeyeon yang masih membaca berkas itu menyernyitkan keningnya.

β€œ Bagaimana bisa?? β€œ gumam Taeyeon yang terdengar jelas oleh Luna.

β€œ Beruntung, kita menyusut atas hilangnya sekretarismu itu. jika tidak, pihak kepolisian benar-benar tidak tau akan tindakan kriminal seperti ini. Selanjutnya, pihak polisi juga akan mengusut hal ini dengan pemeriksaan lebih lanjut β€œ jelas Luna

β€œ Ini benar-benar sangat aneh, mengapa hidup Hyuna berakhir sangat teragis seperti ini β€œ ucap Taeyeon yang tak habis pikir dengan apa yang terjadi pada mantan kekasihnya itu.

.

.

Cklekk..

β€œ Silahkan masuk, Jessica-ssi β€œ ucap Seohyun, setelah membukakan pintu ruang kerja Steve.

β€œ Sica eonnie, fighting!! β€œ ucap Jinri dan Krystal serempak sambil mengangkat kedua tangan mereka ke udara, benar-benar pasangan yang ceria dan kompak membuat Jessica kembali merekahkan senyuman manisnya.

β€œ Gomawo, aku akan masuk sekarang β€œ. Krystal dan Jinri mengangukkan kepala mereka mantap, lalu kedua yeoja itu melambaikan tangan mereka. Mengantarkan sosok Jessica yang perlahan namun pasti melangkah masuk ke dalam ruang kerja Steve yang cukup besar itu.

Setelah Jessica sudah benar-benar masuk, Seohyun menutup kembali pintu ruang kerja Steve dan menunggu atasannya itu diluar. Sedangkan, pasangan Krystal dan Jinri memilih untuk menghabiskan waktu berdua dengan pergi keluar gedung perusahaan Hwang Group tersebut.

Kembali pada sosok Jessica yang masih terus melangkahkan kakinya diruang kerja Steve, melangkah diruang kerja kekasihnya itu bagaikan melangkah disebuah auditorium megah. Sangat besar dan seolah tak memiliki ujung dalam ruangan tersebut, hingga tak lama kemudian langkah Jessica terhenti saat menemukan sosok Steve yang tengah berbaring sambil memejamkan kedua matanya di atas sofa yang cukup besar. Terlihat sekali, bahwa namja itu cukup kelelahan.

Jessica sudah menduga, bahwa selama dua hari ini Steve pasti tak pulang ke rumah dan memilih berkutat dengan pekerjaannya diruangan yang besar ini. Hal itu, membuat Jessica menghela nafas dan menghampiri namja itu. membiarkan kedua lutut Jessica, mendarat sempurna dilantai. Tepat disamping Steve. Memandang wajah kekasihnya yang tertidur saja sudah membuat Jessica bahagia apalagi, jika kedua dari mereka saling bertemu.

Perubahan fisik yang terjadi pada Steve memang sangat berubah drastis, tubuh Steve yang kini mengurus ditambah terdapatnya bulu-bulu yang tumbuh liar disekitar dagu namja itu membuat Jessica memandangnya sendu. Hingga tanpa disadari, perlahan tangan Jessica tergerak untuk mengelus kepala kekasihnya lembut. Membenarkan anak-anak rambut Steve yang terlihat menghalangi mata indah namja itu yang selalu membuatnya terpesona. Akhirnya, Jessica bisa menatap kekasihnya dengan kedua mata kepalanya sendiri. She’s really miss him so bad..

Detik selanjutnya, jessica terdiam karna terkejut. Ia terpaku atas apa yang terjadi dihadapannya saat ini. Mata itu, mata kekasihnya sekejap terbuka dengan sangat sempurna. Saling mempertemukan pandangan mereka, pandangan yang penuh dengan kerinduan yang sangat mendalam. Baik Jessica maupun, Steve.. keduanya sama-sama bisa melihat kerinduan itu dari sinar mata yang mereka perlihatkan.

β€œ J-Jessie.. β€œ

.

.

Seorang namja tengah memandang lurus dengan tatapannya yang tajam dan menusuk dikursi kerjanya. Berkali-kali ia mengepalkan kedua tangannya, hal itu memperlihatkan si namja benar-benar murka atas apa yang dilaporkan anak buahnya beberapa saat yang lalu. Ia menghela nafas dan menengadahkan kepalanya untuk menatap anak buahnya yang hanya bisa diam sambil menundukkan kepalanya.

β€œ Jadi, kau belum melenyapkan orang itu??! kenapa kau bodoh sekali, eoh!?? β€œ bentaknya, membuat anak buahnya terlonjak kaget serta ketakutan. β€œ Aku bilang, bunuh Hyuna tanpa meninggalkan jejak apapun pada sosoknya. Apalagi bangkai tubuhnya!!! Apa kau tuli, eoh!?? β€œ lanjutnya, seraya melemparkan sebuah buku tebal ke arah tubuh anak buahnya itu.

β€œ M-maaf, s-sir. A-aku benar-benar tak menyangka hal ini akan terjadi, padahal aku sudah membuangnya sangat jauh β€œ

β€œ Pabonikka!!! Dan lagi, mengapa hal ini bisa di usut? β€œ gumam namja itu yang terdengar jelas oleh anak buahnya, sehingga detik selanjutnya anak buahnya itu menengadahkan kepalanya untuk memandang atasannya.

β€œ Kim Taeyeon yang mengusutnya β€œ

β€œ Jinja? Daebakk.. β€œ. Namja itu menyandarkan tubuhnya dan tertawa evil sambil menepukkan kedua tangannya, lalu kembali duduk tegak β€œ Rupanya.. yeoja itu sudah memancing ikan di air keruh. Kalau begitu, kita mulai dari yeoja itu β€œ lanjutnya di ikuti seringaian evil yang sangat menakutkan.

 

TBC

56 comments

  1. Huwahuwahuwaaaaaaaa,,, finally jeti ketemuuuuu hahahaahahahahahahahahahahahah,,,,
    Tae takecare,,
    Jungli kompak selaluuuuu,,,,, pasangan cute n funny
    YESS!! Akhirnya si parasit tertendang muheheheheh,,,,

    Author mw pwnya yg wee’ll be together. Nyaaaa. Yayayay

    1. Ciee… ada yg giraaang. Gpp sok girang aja, asal jgn jd tante girang yah hehehe..
      Bcnda loh, bcanda..
      Klo mau pw mention twit atau inbox fb. Ke email g mngkin aku bls benernya juga

  2. Aahhh akhirnya steve sama sica ktemu jga senangnya hahaha
    Haduhhh seriusan deh itu jungli bener2 cute and sweet banget deh hehehe

    Seriusan deh nih ff bener2 bikinpenasaran soalnya ceritanya ga gampang ditebak
    Ditunggu kelanjutannya…fighting!!!

  3. Yeee…. jeti ketemu… asyikkkkk…..
    aduhhh… itu org siapa pula… mw bunuh taeng kek nya… hadehhhhh….bahaya nih…
    lanuit thor….

  4. Hohoho jessie nolak tyler, MAKAN TUH. Yeeeeee steve ama jessie akhirnya ketemu~ kkkkkk
    Trus tuh orang siapa sih? Kepo ini…
    Thor banyakin moment JungLi yah? Tapi jgn moment nonton yadong lagi tu anak dua… nanti lebih byun dari taeng lagi…

  5. Lhoh lhoh lhoh apa yg maw dlkuin ma taeng tu wah wah wah bahaya ini.
    Jeti akhirx ktmu juga tp dah trlnjur tbc itu.
    Dasar tyler trlalu brharap bgt dptin sica untung da ice princess kdua yg nggagalinx. Krys klo dah mrah ngalah2in sica.mantap dah…

  6. owh noooo taeng dlm bahaya… moment taeng sm steve sweet jg tp awas jngn2 ada rasa lg nanti ??
    jinkrys momentnya kurang

  7. akhirnya jeti ktmu…tp msh bnyk mslah yg hrus d selesaikan…salah paham….smga jeti cpt blik romantis…lnjut thor..

  8. taeng dalam bahaya sedangkan yg akan lindungin taeng ga ada
    penasaran siapa orang yg akan celakain taeng dan yg mengancam steve?????lanjut thor

  9. yaeh akhirnya diupdate jugaπŸ™‚
    asek jeti dah ketemu hihihi
    tapi kasian tae ada yang mau jahat ama dia.
    eh thor si tylor ngapa ngeselin bngt sih
    makin dan semakin complicated banget ni ff bikin pusing hahahhaaa
    tapi ditunggu banget chap selanjutnyaπŸ™‚

  10. Ehm siip jeti ketemu tpi belum jelas laghe..
    Ok taeng harus bener2 jaga2 ada yg mau ngarah tuh..
    Hyuna metong pasti ada sebab sebelum2nya..
    Siip siip nunggu moment jeti’y..itu tyler bener2 ganggu moment deh..

  11. annyeonghaseyoo,, thor..
    lama baru koment, cz tll byk pekerjaan. wkwkkwkwk….

    Jeti akhirnya ktm lagi. n’ taeyeon dlm bahaya.. hmmmmm……
    banyakin doong moment JETI, aq udh lama g liat n’ baca moment JETI. wkwkwkwk
    td i2 si Tyler pengen ta lempar ke laut. ngeselin banget si Tyler.

  12. Cepet pertemukan jeti dong thor,, gk tega liat.a.. Dua”.a udh kangen banget tuh 5 thn gk ketemu..😦
    Tyler cepet sana pergi jauh dari kehidupan jeti,, lo udh tau jawaban sica apa jd jgn ganggu hubungan jeti lg..
    Gue berharap taeng n steve bakalan baik” aja..
    Di tunggu kelanjutan.a yah thor..
    Hwataeng!!

  13. huwaa taetae dalam bahaya,
    akhirnya jeti ketemu jg,
    duuh jungli suka sama mereka kmpakπŸ˜€
    aku mau follow wp ini gimana ya? biar tau kalo update

  14. jahhh taeng dlm bahaya nihhh…
    org itu mw ngabisin taeng jg stlh hyunah? andweeeee u.u

    cieee jeti udh ktmu. bsok tinggal kissing lnjut tindih menindih ya kak *ehhhπŸ˜€
    yg pnting lanjut deh kak

  15. ah kgn bgt pngn lhat psngan jeti yg romantis dan bkn yg lgi melankonis bgni. . .kmblikan jeti gue yg unyu2 hih,hehehe.
    Tpi tuh sbnr’a cpa c orng ko jht bgt.

  16. oh my taengo dalam bahaya.. steve jga taeng ya jangan ampe taeng knp2 u.u

    cieeee yg sweet sweet lagiπŸ˜€ #lirikjeti

    ohh ya salam kenal ya kak adel.. emmm klw boleh tau nama fb kak adel apa? ntar klw minta pw jadi gampang hehe ^^

  17. OMG..ketinggalan jauh kelanjutan jeti nyaa…..
    kirain pas jessi ngmng sama tyler steve msh ada..eh tau nya…
    waduuh baby taeng dalam bahaya..turunkan yuri dari surga!!!!\bwhahahaaa strz😦

  18. wah byk ff yg diprotect tp krn nc gw nunda tuk mnt ke authornya.

    yey akhrnya jeti ketemu
    moga ada moment sweetnya
    kasian tae dalam bahaya,hanya steve yg bs lindungi tae, meski dikit tp ada moment taeny jg tuh
    gomawo thor

  19. sekali lg sukses bikin q bergidik ngeri bgmn ush org utk ambisiny mmpu halalkn sgl cara….
    q lht sih org dlm sndiri…yg ingin mnfaatkn ush steve utk lncrkn ushny….
    huff steve bnr2 slh phm,smg bs cpt selesai…

  20. aishh…!!! siapa sich penjahat misterius itu?. kenapa dia sampai membunuh hyuna?.
    gawaat kim taeyeon dalam bahaya.
    akhirnya steve dan jessi bertemu. akan ada sweet moment lagi nich! hehehe…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s