Breath (1/?)

breath-1

Title : Breath (1/?)

Author: Adelayn_Tiffany

Genre: Gender bender, romance, action, sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang, Jessica jung

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender dan yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!πŸ˜„

***

β€œ Jessie! Ireona!! β€œ. Perlahan, kedua mata itu terbuka dan detik selanjutnya bahkan kedua mata itu membelalakkan matanya.

~ Breath

5 Tahun kemudian…

 

Tap.. tapp.. tap..

Seseorang berjalan dengan santainya memasuki padang rumput yang cukup luas, dengan adanya pepohonan besar disekitarnya menjadikan suasana disana begitu hening dan sejuk bersamaan semilir angin yang menyibakkan sebagian rambut yang menghalangi paras cantiknya. Senyuman kebahagiaan pun tersungging diwajahnya dengan sesekali menghirup harumnya bunga mawar ditangan kanannya, demi seseorang dia rela meng-cancel beberapa pekerjaan penting yang menyangkut dengan perusahaannya.

Hingga langkahnya terhenti saat, ia menyadari bahwa inilah tempat yang sebenarnya sudah lama ingin ia tuju. Senyuman diwajahnya semakin berkembang indah, seraya dirinya yang membiarkan salah satu lututnya mendarat sempurna ditanah.

β€œ Annyeonghaseyo.. aku kembali untukmu. Apa kau senang? Sudah lama sekali kita tak bertemu, aku sangat merindukanmu β€œ ucapnya sambil memeluknya dari belakang, tak lama kemudian ia membenarkan letak tubuhnya sehingga berada disampingnya. β€œ Aku tak akan pernah bosan untuk mengatakan bahwa aku tak pernah menyangka bahwa kau akan meninggalkanku secepat ini, Yul. Sudah lebih dari setahun aku tak menjengukmu, ahjussi~.. β€œ. Taeyeon tersenyum yang kemudian terkekeh saat mengingat panggilannya pada Yuri saat itu, seraya menyimpan salah satu bunga terbaik yang baru saja ia beli di atas pusaran Yuri.

β€œ Ahh.. aku juga ingin menceritakan sedikit apa yang selalu mengganggu pikiranku disela-sela pekerjaanku yang menumpuk akhir-akhir ini, Yul. Ini bermula saat dimana kami semua mengantarmu dan Woo Bin-ssi ke sini ”

Flashback

β€œ Taeng.. kajja, kita harus pergi disini. Tubuhmu sudah basah kuyup, kau akan sakit. Dan Yuri pasti sangat sedih melihatmu seperti ini β€œ ungkap Jessica sambil mengelus punggung Taeyeon lembut

β€œ Pergilah lebih dulu, Sica. Setidaknya, biarkan aku sendiri. Ada sesuatu yang ingin kuucapkan pada Yuri sebagai salam perpisahan kami hari ini β€œ. Taeyeon mengelus batu nisan Yuri yang terus ia pandangi, membiarkan sosok sahabatnya memandang ke arahnya dengan pilu. Hingga sedetik kemudian, Taeyeon merasakan pergerakan Jessica yang mencoba mengikuti kemauannya.

Perlahan, beberapa orang yang mulanya mengelilingi kedua pusaran Yuri dan Woo Bin mulai pergi dari sana. termasuk keluarga Hwang serta jajarannya, selama proses pemakaman tersebut. tak banyak yang dilakukan kedua orang yang benar-benar tengah diuji oleh apa yang tengah terjadi saat ini. Taeyeon dan Steve, kedua dari mereka terlihat sekali sangat terpukul.

Apalagi pasalnya, kematian Yuri dan Woo Bin sangatlah janggal. Rasanya tragedi beberapa hari yang lalu adalah tragedi yang terencana dengan baik.

β€œ Yuri~ah β€œ. Panggil Taeyeon dengan suaranya yang tercekat, air mata pun masih mampu keluar dari pelupuk matanya. Namun, sekuat tenaga Taeyeon menahan air matanya bahkan dengan cepat yeoja itu menghapus air matanya kasar dan tersenyum miris.

β€œ Rasanya tuhan tak adil padaku.. sesingkat itu tuhan mengambil kedua orangtuaku dan sekarang, tuhan pun mengambilmu dariku. Aku jadi berfikir pada diriku sendiri, apa semua ini juga bagian dari kesalahanku? Jika iya, maafkan aku.. sehingga, kau yang harus menjadi korban atas kesalahanku selama aku hidup di dunia ini. Tak ada yang bisa kulakukan lagi, selain melepasmu. Kau tau, jika kita mencintai sesuatu.. kita harus tau bagaimana caranya agar kita bisa melepasnya. Kwon Yuri, doaku menyertaimu. Semoga kau bahagia ditempat sekecil ini dan kau tak perlu khawatir, aku akan sering-sering berkunjung untukmu. Aniya.. kedatanganku bukan karna aku yang masih tak bisa melepasmu tetapi, aku akan sering-sering merindukanmu. Bagaimanapun aku sangat mencintaimu, terimakasih atas segala pengorbanan yang kau lakukan untukku selama ini. Selamat tinggal β€œ.

Taeyeon mengecup lama batu nisan tersebut, lalu segera beranjak dan pergi dari pusaran Yuri. Hingga salah satu tangannya tergerak untuk merogoh saku blazer hitamnya dan mengeluarkan ponsel miliknya. Dengan hujan yang masih mengguyur disore hari itu, Taeyeon dengan cepat menekan beberapa nomor yang dihafalnya dan menghubungi nomor tersebut.

β€œ Yeobseyo, aku membatalkan acara wedding yang sudah kurencanakan sebelumnya. Dan soal tuxedo kemarin, biar aku membelinya saja. Kau bisa mengantarkannya ke–.. β€œ. Taeyeon menggantungkan kata-katanya, saat melihat dua orang namja yang berdiri tak jauh darinya. Kedua namja itu terlihat sangat misterius, berdiri dibalik pohon sambil membincangkan sesuatu yang tak dapat ditangkap jelas oleh Taeyeon. Hingga dengan ketajaman matanya, Taeyeon mencoba memperjelas semua yang dilihat sampai ia bisa melihat ada segurat senyuman evil diwajah salah satu namja itu. Kedua tangan namja itu pun saling merekat sambil sesekali memainkan cincinnya yang digunakan di jari telunjuknya.

Tak lama kemudian, Taeyeon terkejut saat melihat namja itu yang akhirnya menyadari kehadirannya. Hingga ponsel Taeyeon terjatuh. Dengan cepat, Taeyeon mengambil kembali ponselnya dengan gugup dan bergegas meninggalkan tempatnya sambil mencoba meneruskan perbincangannya dengan orang diseberang sana. Padahal Taeyeon tau, jika orang diseberang sana sudah tak berada dalam sambungannya karna sikapnya yang terlalu lama menggantungkan kata-katanya.

β€œ Aishh.. aku harus menghubunginya lagi β€œ gumam Taeyeon setelah sampai dikursi kemudi dan menyidekapkan kedua tangan didepan stir mobilnya. β€œ Siapa orang itu? β€œ tanyanya pada diri sendiri.

β€œ Aku juga tak menyangka bahwa memoriku begitu hebat karna masih bisa mengingat hal yang janggal disaat terakhir kali aku meninggalkanmu disini. Kau tau.. pertama kalinya aku bercerita padamu tentang orang misterius itu dan aku pernah melihatnya lagi setelah 1 minggunya kau meninggalkanku dan ada satu hal yang membuatku penasaran. Tatapan matanya yang begitu tajam dengan senyuman penuh arti yang ia perlihatkan pada Steve, bagiku itu sangatlah janggal dan mengerikan. β€œ ungkap Taeyeon, karna terus terang sampai kapanpun jika Taeyeon mengingat hal ituβ€”dirinya akan merasa sangat gelisah dan bergidik ngeri.

Disisi lain, tanpa Taeyeon ketahui.. seseorang tengah mengawasinya dari balik pohon rindang yang tak jauh darinya. Senyuman evil pun mengembang diwajahnya, hingga akhirnya orang itu merogoh saku celananya, mengambil sebuah kamera dan mengambil satu gambar yang tak lain adalah gambar Taeyeon.

β€œ Aigoo.. tidakkah kau merasa suasananya sedikit berubah, Yul? β€œ tanya Taeyeon yang akhirnya merasa tak nyaman dengan situasi yang terjadi saat itu, situasi yang berhasil membuat bulu kuduknya bergidik ngeri. β€œ Kau tidak akan bangun dan menakut-nakutiku kan?? β€œ. Taeyeon beranjak berdiri dan memandang pusaran Yuri gugup, lalu dengan cepat ia menoleh ke segala arah. Taeyeon menyadari, jika seseorang tengah mengawasinya tetapi ia tak tau siapa orang itu.

β€œ Yul, lindungilah aku.. kalau perlu, keluarlah dari pusaranmu.. ani, ani.. aishh.. se-sepertinya aku harus kembali Yul. Jaga dirimu baik-baik, aku akan kembali lagi β€œ. Taeyeon mengelus batu nisan Yuri lembut dan bergegas pergi dari sana.

.

.

Jessica membuka kedua matanya dengan nafasnya yang tersenggal-senggal, ia juga sedikit terlonjak saat mendengar suara seseorang yang sudah sangat ia rindukan selama ini. Namun sedetik kemudian, ia menghela nafas saat menyadari seseorang yang sudah berada disampingnya dengan ekspresi yang begitu khawatir. Suara itu bukan suara milik namja dihadapannya. Mereka berbeda..

β€œ T-tyler β€œ panggilnya, seraya mencoba beranjak duduk di atas tempat tidurnya. Dengan cepat, namja keturunan inggris-korea itu membantu Jessica untuk bersandar di Headbed.

β€œ Are you okay? Kau demam.. tubuhmu juga kurus, padahal kita baru saja bertemu beberapa har–.. β€œ

β€œ I’m okay, Tyler. What’s going on? β€œ tanya Jessica penasaran

β€œ Aku hanya mengkhawatirkanmu, Jessica β€œ jawab Tyler seraya menyibakkan rambut Jessica yang menghalangi paras cantik yeoja blonde itu, tetapi dengan cepat Jessica menghentikan pergerakan tangan Tyler dan menepis lembut tangan namja itu.

Memang tak dapat dipungkiri, hubungan Jessica dan Tyler sejak perkenalan pertama mereka berlangsung dengan baik. Bahkan berkembang pesat, saat Jessica mulai merasa kesepian tanpa kehadiran seseorang yang selalu berusaha membagi waktunya untuk yeoja blonde itu. Tyler memang selalu ada setiap Jessica membutuhkan perhatian lebih, atau sekedar menemaninya berjalan-jalan. Tetapi harus kalian ketahui, bahwa Jessica hanya menganggap Tyler sebagai temannya, no more.

Tyler meraih tangan Jessica dan menggenggamnya, β€œ Mengapa kau tak kembali saja ke seo~.. β€œ.

β€œ Eonnie!!~.. β€œ panggil Krystal yang baru saja datang dan berhenti berlari saat melihat adegan tersebut, membuat yeoja itu menyernyitkan keningnya. Sehingga dengan cepat, Jessica melepaskan tangannya dari genggaman Tyler.

β€œ What’s going on? β€œ tanya Krystal yang merasa terganggu dengan kehadiran Tyler di kamar eonnienya. β€œ Kau tau, kamar ini tidak hanya milik Sica eonnie. Untuk apa orang asing sepertimu masuk ke dalam kamar ini? β€œ celetuk Krystal dengan pertanyaan yang menusuk.

β€œ Krys..~.. β€œ

β€œ Khah! β€œ. Ucap Krystal, hingga tak lama kemudian Tyler memilih mengikuti apa kata yeoja yang lebih muda darinya itu. Jujur saja, Tyler cukup segan dengan Krystal. Aura yang dimiliki Krystal untuk melindungi Jessica selama kekasih eonnienya tidak ada mampu membuat namja keturunan dua negara itu memilih untuk mengalah. Sehingga dengan cepat, Tyler beranjak dari sisi Jessica. β€œ Tunggu apalagi? Keluar dari kamar ini, ada sesuatu yang harus aku katakan pada Sica eonnie β€œ sambung Krystal seraya duduk disamping Jessica

β€œ Arasseo.. aku akan menunggu diluar β€œ. Tyler melangkahkan kakinya untuk segera pergi dari kamar itu.

β€œ Tidak usah menunggu diluar, lebih baik kau pulang β€œ. Mendengar ucapan Krystal, membuat namja itu menghentikan langkahnya dan menghela nafas.

β€œ Kakakmu sedang sakit, Krystal. Aku menemukannya pingsan dipesisir pantai 30 menit yang lalu β€œ ungkap Tyler yang mencoba menjelaskan mengapa ia ingin tetap menemani Jessica.

β€œ I can handle, just go away! β€œ

β€œ Krys, bersikaplah sedikit lebih sopan padanya β€œ bisik Jessica, namun terdengar jelas ditelinga Tyler membuat namja itu tersenyum karna merasa mendapat respon yang baik dari Jessica.

β€œ Untuk apa aku bersikap baik pada orang yang memiliki maksud terselubung β€œ. Celetuk Krystal sekali lagi dan kali ini, Krystal berhasil membuat kedua tangan Tyler mengepal kuat. β€œ Ahh.. tak perlu marah, jika orang itu bukan kau. Ahjussi.. β€œ. Krystal melirik ke arah Tyler dan tersenyum mengejek, lalu kembali memandang Jessica dengan tatapan datarnya.

Merasa sudah sangat geram, akhirnya Tyler kembali melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar tersebut.

β€œ Kau keterlaluan, Krys.. β€œ ungkap Jessica

β€œ Aniya.. aku akan melakukan apapun untuk menjaga eonnieku sendiri β€œ. Krystal menyentuh pipi Jessica, mengelusnya lembut. β€œ Gwenchana?? Kau demam, eonnie β€œ sambung Krystal khawatir

β€œ Aniya, nan gwenchana.. Apa yang membawamu kesini, Krys? β€œ tanya Jessica, seraya meraih tangan adiknya untuk ia genggam

.

.

Terlihat sebuah mobil sport melaju kencang di jalanan pulau Jeju yang begitu lenggang. Atap mobil itu dibiarkan terbuka sehingga semilir angin yang menghembus menerpa wajahnya dan berhasil membuat rambutnya berantakan, namun hal itu tak jadi masalah selama ia masih bisa mendapatkan waktu untuk bisa kembali ke negara dimana ia mendapatkan seseorang yang sampai sekarang masih ia cintai. Tak lama kemudian, mobil sport mewah itu memasuki perantaran parkir sebuah taman dengan pemadangan lautan Jeju yang membentang luas. Ia menghentikan laju kendaraannya dan keluar dari sana, seraya membuka kacamata hitamnya. Lalu, ia menyidekapkan kedua tangan di dada sambil memandang sebuah gereja megah dihadapannya yang sempat ia datangi bersama kekasihnya–.. dulu.

 

Steve pov

Aku menghirup nafas dalam sambil memejamkan kedua mataku. Udara ini tak pernah berubah, masih sama dan membuatku mabuk akan kenangan indah bersamanya. Sudah setahun lebih aku meninggalkan pulau ini, meninggalkan Seoul karna urusan pekerjaanku yang tak kunjung usai. Aku juga telah meninggalkannya, meninggalkan kekasihku yang sangat aku cintai. Jessica Jung. Mianhae..

Banyak hal yang tak pernah kubayangkan selama aku jauh darinya, menyakitkan dan sangat menderita. Aku bagaikan seorang namja yang tak bertanggung jawab, meninggalkan seseorang tanpa memberikan kabar apapun padanya. Aku sudah berusaha untuk memberikan kabar atau sekedar ingin mendengar suaranya, tetapi sekali lagi semua karna pekerjaanku. Tak ada yang mengerti bagaimana menderitanya aku saat dihadapkan pekerjaan-pekerjaan berat yang sebelumnya belum pernah aku tangani, bertemu dengan klien-klien penting dari berbagai negara. Belum lagi, setiap harinya aku juga dihadapkan oleh petinggi-petinggi perusahaan yang selalu menekanku untuk melakukan hal ini dan itu.

Saat aku melakukan meeting pertamaku di amerika, awalnya aku terlihat bodoh dihadapan semua orang, didepan Sooyoung, Bora bahkan Taeyeon yang turut andil dibawah naungan perusahaan Hwang Group. Bahkan, beberapa petinggi ada yang langsung menolak kehadiranku dengan meninggalkan ruang meeting begitu saja.

Hingga akhirnya, tinggalah aku sendiri diruang itu. Merenung dan memikirkan apa yang harus aku lakukan. Banyak sekali urusan yang memenuhi kepalaku, perusahaan, perihal kecelakaan tentang hyung dan Yuri. Aku benar-benar merasa sangat bodoh, padahal kutau aku adalah lulusan terbaik s3 di amerika.

Cukup sulit bagiku untuk beradaptasi, aku bahkan tak memiliki waktu tidur yang cukup. Terkadang aku merajuk pada Seohyun maupun Jiyeon agar memberikanku waktu untuk beristirahat, tapi apa daya? Pergerakkanku kini tengah di awasi petinggi-petinggi perusahaan bahkan parlemen.

Namun, aku ingat apa yang selalu Jessie katakan padaku. Kalau aku mampu untuk menangani perusahaan keluargaku dengan baik, tak ada yang perlu dikhawatirkan karna bagaimana pun doanya selalu menyertaiku. Berapa pun kilometer yang membuatku terpisah dengannya, Jessie mengatakan bahwa aku mampu, mampu dan mampu untuk melewati segala rintangan dan cobaan yang menghadangku atau bahkan menghadang hubungan kami. So cheesy, ucapannya tak jauh beda dengan Woo Bin hyung.

Brukk…!!

Aku tersadar dari pikiranku, saat merasakan sepasang tangan mungil melingkar diperutku. Sehingga dengan cepat, aku berbalik dan tersenyum senang.

β€œ Aigoo.. uri Minhyuk, kau sudah mendapatkan apa yang kau inginkan sekarang hm? β€œ. Aku mengelus kepalanya lembut, melihat sosok namja kecil yang tampan dan lucu dihadapanku. Ia memiringkan kepalanya lucu, seolah tengah mencerna ucapanku sehingga tak lama kemudian ia menganggukkan kepalanya. β€œ Kau sangat lucu, aigooo.. β€œ sambungku yang langsung memeluknya gemas hingga ia merengek karna pelukanku yang terlalu erat ditubuh mungilnya.

β€œ Y-yaaahhh.. Uncle, lepaskan akkuuu β€œ. Aku tertawa mendengar suara imutnya dan bergegas menghentikan pelukan gemasku pada tubuhnya. β€œ Ikut aku β€œ ucapnya sambil menarik lenganku untuk ikut bersamanya ke arah mobil van yang terparkir tak jauh dari mobilku.

β€œ Yah, Minhyuk~ya.. waegeurae? β€œ tanyaku bingung namun, anak kecil itu tak menjawabku melainkan terus menarikku hingga berhenti disamping mobil van tersebut. Dengan cepat, seorang supir dan aku membukakan pintu mobil untuknya. Tak lupa, aku juga membantunya sedikit dengan menggendongnya karna ia terlihat kesusahan menaiki mobil Van StarCraft Saga itu membuatku semakin gemas padanya.

β€œ Ini.. β€œ ucapnya seraya menyodorkan sebungkus ice cream dihadapanku, tetapi aku hanya bisa memandangnya tak percaya.

β€œ Jadi ini yang kau mau selama diperjalanan tadi? Sampai-sampai kau memutuskan untuk tidak ikut denganku, melainkan meminta supir untuk mengantarmu membeli ini? β€œ tanyaku sambil memandang supir dan Minhyuk secara bergantian.

β€œ Tuan muda ingin sekali membeli ice cream, dia bilang.. ice cream bisa membuat suasana hati menjadi lebih baik β€œ ungkap sang supir padaku, membuatku kembali memandang Minhyuk yang menaikkan kedua bahunya sambil memakan ice creamnya.

β€œ Anak yang pintar, gomawo Minhyuk~ya. Aku akan memakannya bersamamu sekarang, bagaimana? β€œ. Aku kembali mengelus kepalanya lembut, lalu mengambil ice cream dari tangannya sambil duduk disampingnya.

β€œ Uncle, apa yang membuatmu ingin pergi ke sini? β€œ tanyanya yag tiba-tiba dengan dialek yang sangat lucu, membuatku tersenyum.

Tentu saja siapa yang merasa tak gemas jika melihat sosok anak kecil berumur 5 tahun yang sudah bersikap seolah layaknya orang dewasa, dia adalah salah satu sosok anak yang memiliki kecerdasan yang tinggi. Sehingga ia akan benar-benar bertanya saat pertanyaan memenuhi kepalanya. Tak aneh, jika Minhyuk mudah belajar dan beradaptasi dengan baik.

β€œ Uncle ingin menemui seseorang β€œ jawabku sekilas melirik ke arahnya, lalu kembali memakan ice creamku

β€œ Who’s? Kau belum menikah, Uncle β€œ celetuknya, membuatku terdiam dan bergegas menoleh ke arahnya. Hingga bisa kulihat, ia menyeringai dan terkekeh.

β€œ Dari mana kau mengetahui kata-kata itu? β€œ

β€œ Aunty Jinri hehehe.. β€œ. Ya tuhan, Jinri benar-benar bisa meracuni pikiran anak ini setiap saat. Meskipun kini Jinri menjabat sebagai CEO diperusahaan, tetapi anak itu masih bisa mengerjai anak kecil dengan memberikan segala informasi yang ditanyakan anak kecil sepolos Minhyuk.

β€œ Uncle.. β€œ panggilnya antusias, membuatku kembali tersadar.

β€œ Hm? β€œ tanyaku, seraya melahap sendok terakhir ice creamku

β€œ I Miss mommy, already.. bisakah kita pulang sekarang? β€œ. Aku tersenyum dan kembali memandang ke arahnya.

β€œ Anything for you, we’ll be at mommy place soon β€œ jawabku seraya membersihkan sisa-sisa ice cream disekitar bibirnya.

β€œ Let’s go home β€œ ucapku pada supir, β€œ Aku akan mengikuti kalian dari belakang β€œ sambungku, yang bergegas keluar dari mobil.

β€œ Ne, sir β€œ

β€œ Uncle, just follow behind me yaa β€œ ungkap Minhyuk yang sedikit berteriak sambil melambai-lambaikan tangannya, membuatku semakin gemas padanya. Terus terang, semua yang aku rindukan kini ada pada dirinya.

Dengan cepat, sang supir menutup kembali kedua pintu mobil yang terbuka lebar. menyalakan mesin mobil dan membawa Minhyuk pergi dari pandanganku, setelah menghela nafas aku memutuskan untuk kembali ke dalam mobil. Namun, sebelum aku benar-benar masuk ke dalam mobilβ€”aku merasa seperti ada seseorang yang tengah mengawasiku. Entah siapa, padahal jika di lihat saat ini hanya ada aku seorang di perantaran parkir ini. Setelah memastikan semua baik-baik saja, aku segera masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana.

 

Author pov

Beep.. beep..

Taeyeon baru saja menekan salah satu tombol pada telepon di atas meja kerjanya, seraya pandangannya yang berfokus pada beberapa lembaran kerja yang tersaji dihadapannya. Sesekali ia mengacak-acak rambutnya frustasi karna dirasakan pekerjaannya yang semakin hari tak dapat ia kontrol, semakin banyak dan itu berhasil membuat kepalanya pusing.

β€œ Ne, agashi? β€œ

β€œ Luna-ssi, bisakah kau bawakan lembar pengesahan yang harus kutanda tangani selanjutnya? β€œ. Taeyeon menghela nafas dan merutuki dirinya sendiri sambil bersandar dikursi kerjanya kasar, pada akhirnya ia tak bisa berhenti bekerja. Apalagi setelah Yuri meninggalkannya, tak ada siapapun yang mampu mengalihkan dunianya dari pekerjaannya. Justru dengan bekerja, Taeyeon bisa membunuh sedikitnya kerinduan yang mendalam pada Yuri tanpa harus datang ke pusaran kekasihnya itu.

Tak lama kemudian, suara derap langkah kaki terdengar di dalam ruangan Taeyeon.

β€œ Luna-ssi, kau membawa apa yang aku inginkan? β€œ tanya Taeyeon sambil memandang sekretaris yang sudah berdiri dihadapannya dengan sopan.

Ya.. seperti yang dilihat, sekretaris Taeyeon tak lagi Hyuna yang sempat menjadi kekasihnya itu. Setelah Taeyeon meminta mengakhiri hubungannya dengan yeoja itu, Hyuna marah dan memutuskan untuk mengundurkan diri. Awalnya Taeyeon sangat menyesal karna baginya Hyuna adalah sekretaris yang bisa ia andalkan, namun tak ada yang lebih penting baginya selain Yuri dan pekerjaannya. Masih banyak yang bisa ia andalkan tanpa harus kehilangan orang-orang yang begitu besar mencintainya seperti Yuri, namun pada akhirnya Yuri pun meninggalkannya. Hingga ia dihadapkan kembali dengan pekerjaan yang mengharuskan dirinya tinggal bertahun-tahun lamanya di Amerika, akhirnya Taeyeon menemukan pengganti Hyuna sebagai sekretarisnya yang lebih bisa ia andalkan seperti Luna.

β€œ Hanya sebagian pengesahan yang kubawa, lembar pengesahan yang lainnya aku tak tau dimana sekretarismu yang dulu menyimpannya β€œ ungkap Luna sambil menyerahkan beberapa berkas di atas meja Taeyeon, hal itu membuat Taeyeon menyernyitkan keningnya.

β€œ Mungkin kau bisa menghubungi Hyuna–.. β€œ

β€œ Aku sudah melakukannya, bahkan aku berinisiatif untuk datang ke kediamannya. Tetapi~.. β€œ. Luna menggantungkan kata-katanya, seraya menggigit bibir bawahnya dengan gugup.

β€œ Wae, ada apa? β€œ tanya Taeyeon penasaran

β€œ Rupanya.. mantan sekretarismu itu sudah lama menghilang β€œ

β€œ MWO?? β€œ

.

.

Cklek~..

β€œ Mommyyy!! β€œ. Dengan kegirangan yang terpancar diwajahnya, Minhyuk berlari memasuki salah satu kamar hotel yang begitu mewah se-pulau Jeju itu. Langkah kaki kecilnya membuat larinya terasa begitu jauh hingga akhirnya ia memeluk seorang yeoja yang di duga adalah mommy-nya.

β€œ Aigoo.. uri Minhyuk~ya β€œ. Yeoja itu memeluk gemas anak semata wayangnya dengan senyuman manis yang mengembang diwajahnya, membuat Steve yang melihatnya hanya bisa tersenyum hingga memperlihatkan mata bulan sabitnya.

β€œ Sejak dia turun dari mobil, Minhyuk berlari begitu girang β€œ ungkap Steve yang kini sudah berdiri di dekat kedua orang itu, membuat sang yeoja memandang ke arahnya dan tersenyum.

β€œ Aigoo.. kenapa kau harus berlari huh? Kau masih bisa berjalan sampai sini, bagaimana jika kau terjatuh? β€œ tanya yeoja itu sambil mengelus kepala putranya lembut

β€œ Karna aku begitu sangat merindukanmu, mommy. Aku tak akan jatuh, Uncle menjagaku dengaaan baik β€œ jawabnya, membuat yeoja itu tertawa. β€œ Ini untukmu, mommy β€œ sambung Minhyuk, seraya memberikan sebuah ilalang cantik pada mommy-nya.

β€œ Untukku? Wuahh.. gomawo, you so romantic baby. Just like your appa β€œ. Sang yeoja menerima ilalang cantik dari putranya itu dan kembali memeluknya gemas sambil memandang Steve yang tak berhenti memperlihatkan senyuman manisnya dihadapan mereka.

β€œ Mommy, aku ingin menonton televisi. Sekarang waktunya Jim Jam β€œ ungkap Minhyuk girang, seraya melepaskan pelukannya dan bergegas berlari ke depan televisi untuk menonton serial kartun kesukaannya.

β€œ Gomawo.. β€œ ucap yeoja itu pada Steve, sedetik kemudian Steve meraih tubuh yeoja yang lebih tua darinya itu untuk masuk ke dalam dekapannya.

β€œ Seharusnya akulah yang mengucapkan hal itu padamu, noona. Kau tau, sikap dan perilaku hyung banyak kudapatkan pada diri Minhyuk. Dia duplikat hyung dan dengan kehadiran Minhyuk saat ini, aku merasa kehadiran hyung didekatku begitu nyata. Kalian memiliki anak yang begitu cerdas dan tampan. β€œ ungkap Steve yang kemudian, melepaskan pelukan mereka dan memandang Gyuri yang masih tetap cantik. β€œ Aku juga berterimakasih padamu, karna kau telah mendukung dan menguatkanku selama kita berada di Amerika β€œ sambung Steve sambil tersenyum

β€œ Itu sudah bagian dari kewajibanku sebagai noonamu, Steve β€œ. Gyuri mengelus pipi Steve lembut sambil memperlihatkan senyuman manisnya. Jika dilihat, tak dapat dipungkiri jika kedua dari mereka terlihat sangat serasi. Mereka bagaikan pasangan suami istri, namun tetap saja ada batasan-batasan tertentu yang nyatanya apa yang terjadi di antara mereka hanyalah sebatas adik dan kakak ipar. Yang jelas semenjak kepergian Woo Bin, Steve benar-benar menjaga Gyuri dan Minhyuk yang saat itu masih berada di dalam kandungan kakak iparnya itu dengan baik.

β€œ Ohh.. aku baru ingat, bagaimana denganmu hari ini? Apa kau sudah menemui Jessica? β€œ tanya Gyuri penasaran

β€œ Jessie?? β€œ ucap Steve ragu, membuat Gyuri menyernyitkan keningnya bingung. β€œ Aku belum menemuinya, rasanya begitu gugup dan takut sekaligus noona β€œ sambung Steve yang kemudian, menundukkan kepalanya

β€œ Waeyo, Steve?? Bukankah kau sangat merindukannya? β€œ tanya Gyuri sambil meraih dagu namja itu, sehingga mereka kembali berpandangan

β€œ Rasanya aku begitu jahat karna telah meninggalkannya bertahun-tahun seorang diri tanpa kabar apapun yang aku berikan padanya, ottokkae? β€œ. Kedua mata Steve terlihat berkaca-kaca, memang terasa menyakitkan untuk dirinya sendiri dibanding perasaan Jessica yang masih terus menunggu kehadirannya. Perasaan bersalah pada yeoja blonde itu semakin memuncak dalam diri Steve hingga dadanya terasa sakit dan sesak.

Meninggalkan seseorang yang sangat dicintainya benar-benar membuatnya menderita, apalagi Jessica? Steve merasa menjadi orang yang jahat karna harus meninggalkan Jessica untuk pekerjaannya yang kini sudah kembali stabil dan memiliki nilai saham yang tinggi. Terpaksa meninggalkan Jessica membuat Steve bisa mengembalikan kondisi perusahaan keluarganya yang sempat dalam ambang kehancuran.

β€œ Kau sudah melakukan pekerjaanmu dengan baik, Steve. Kini giliran kau yang harus mengembalikan kondisi hati dan perasaanmu bersama Jessica. Besok pergilah, temui dia. Aku yakin, Jessica pasti akan sangat senang dengan kedatanganmu β€œ

β€œ Baiklah.. Akan kulakukan, noona. Gomawo.. β€œ

Jessica pov

Aku membuka kedua mataku dan tersenyum saat merasakan kembali udara yang begitu sejuk dengan angin lembut yang menerpa tubuhku, sinar matahari pun menyinariku dengan baik. Entahlah yang biasanya aku akan terganggu dengan β€˜kebisingan’ yang terjadi di setiap pagi, kali ini aku sangat merindukan hal ini. Dengan cepat, aku beranjak duduk dan merentangkan tangan seraya menguap menyambut pagi yang begitu cerah.

Aku sudah mendengar apa yang Krystal katakan kemari, aku sudah menyangka hal ini pasti terjadi dan semuanya akan kembali lagi sama seperti apa yang aku harapkan. Steve, kekasihku.. Krystal bilang, Steve sudah kembali. Jinri pula yang mengatakannya, itu artinya cepat atau lambat ia juga akan menemuiku. Kembali menemaniku disetiap hari yang sempat terlewati tanpa kehadirannya disisiku, kuharap pula kali ini tak ada pekerjaan rumit yang Steve tangani lagi. Aku selalu merasa menderita saat melihatnya yang terus menerus berkutat dengan selembaran kertas di atas mejanya, entah itu dikantornya maupun dirumah. Bahkan perhatiannya benar-benar teralihkan oleh pekerjaannya, hingga ia tak menyadari bahwa tubuhnya juga butuh perhatian. Itulah yang membuatku merasa sangat menderita.

Dan mengapa aku tak marah karna ditinggalkan Steve selama lebih dari 1 tahun? Apa kalian pikir, hal ini di inginkan olehku atau mungkin Steve? Aku percaya, Steve juga tak menginginkan hal ini terjadi. Tetapi jika Steve tak meninggalkanku untuk memperjuangkan perusahaan keluarganya yang sudah dibangun cukup lama itu, apa yang akan terjadi? mungkin tak masalah baginya, tapi bagiku.. itu justru malah membuatku menderita. Membiarkan Steve kesulitan, belum lagi gunjang-ganjing orang-orang yang akan membicarakannya. Aku akan terlihat seperti orang jahat jika menjadi egois padanya.

Lebih baik, aku harus banyak-banyak bersyukur mulai sekarang. Karna pada akhirnya, penantianku berakhir. Dan semua akan kembali seperti semula.

Sedetik kemudian, aku beranjak dari tempat tidur dan bergegas membersihkan diri.

 

β€œ Anyyeonghaseyo, Jessica-ssi β€œ sapa para pelayan ketika aku sudah menginjak lantai dasar, tentunya dengan senyuman yang mengembang. Rasanya aku sudah lama tak tersenyum seperti ini, membuat aku terlihat beda saat melihat para pelayanku yang juga terlihat bahagia melihatku pagi ini.

β€œ Sepertinya hari ini kau bahagia sekali, Jessica-ssi β€œ ungkap salah satu pelayan, seraya menyiapkan sarapan dihadapanku.

β€œ Tentu saja, setelah kalian menemaniku sarapan. Bisakah aku meminta bantuan kalian lagi? β€œ tanyaku, membuat beberapa pelayan terkikik.

β€œ Waeyo? β€œ tanyaku bingung

β€œ Jessica-ssi, mengapa kau terlihat kaku untuk memberikan perintah pada kami. Tentu saja, kami akan melakukan apapun yang kau minta β€œ jawab pelayan sambil tersenyum, membuatku tersipu. Benar apa katanya, biasanya aku yang selalu meminta ini dan itu tanpa bertanya β€˜ bolehkah β€˜ atau apapun itu.

β€œ Baiklah, tolong bersihkan mansion ini. Aku ingin mansion ini terlihat sangat bersinar, bersih dan nyaman saat Steve datang β€œ ungkapku, membuat para pelayan yang mendengarnya terdiam dan memandangku tak percaya. β€œ Waeyo? β€œ tanyaku

β€œ Steve-ssi kembali?? β€œ. Aku mengangguk pelan, hingga sedetik kemudian pelayan wanita di yang mulanya sibuk dengan menyiapkan dan membersihkan sebagian disekitarku bergegas berlarian entah kemana. Mereka terlihat panik mendengar kedatangan Steve, membuatku bingung.

β€œ Ada apa dengan mereka? β€œ. Aku memandang chef yang terkikik melihat hal itu.

β€œ Tidakkah kau tau, Jessica-ssi~.. β€œ

β€œ Mwoya?? Katakan padaku, ppali! β€œ

β€œ Arrasseo.. aku pikir kau tau, jika para pelayan wanitamu itu menganggumi tuan Steve β€œ

β€œ M-MWO?? Jeongmal?? β€œ

.

.

Terlihat seorang namja yang tengah menyesap kopi hangatnya, pandangannya lurus keluar jendela. Sesekali namja itu menghela nafas yang kemudian, meneguk kembali kopinya. Hingga tak lama kemudian, sentuhan lembut dibahunya membuat ia tersadar dan bergegas memandang ke arah tangan yang masih tersimpan dibahunya.

β€œ Mian menunggu lama β€œ ungkap orang itu, seraya duduk di depan meja kerja namja itu.

β€œ Gwenchana β€œ. Namja itu tersenyum, lalu menyimpan cangkir kopinya di atas meja.

β€œ Aku tak menyangka, kau begitu ahli menyembunyikan sesuatu. Kau mampu menghilangkan jejaknya, seolah ia tak pernah hidup di dunia ini β€œ ungkapnya yang kemudian, terkikik sambil menggelengkan kepalanya. β€œ Padahal kau tau, partnermu itu sudah lama berada disisimu. Tapi dengan mudahnya, kau – HWAKKK–.. melenyapkannya β€œ sambungnya dengan gerakan dan ekspresi yang speechless, membuat namja itu terkekeh.

β€œ Justru dengan ia yang selalu berada disisiku, membuatku mudah untuk melenyapkannya. Itu hukumannya karna berani berselingkuh dibelakangku β€œ. Namja itu kembali menyesap kopinya, mengirup aroma kopi itu dengan baik.

Sedetik kemudian, seorang namja lain memasuki ruangannya. Ia terlihat segan dengan namja itu, hingga sebuah bungkukkan tubuh diterima sang namja.

β€œ Selamat pagi, maaf mengganggu waktumu sir β€œ ungkapnya sopan, β€œ Yeoja itu.. Aku melihatnya lagi β€œ. Seketika, si namja spontan menoleh ke arahnya. Mendadak, tubuhnya menegang dengan salah satu tangan yang tengah memegang cangkir itu bergetar.

β€œ Waegeurae? β€œ tanya orang yang masih nyaman duduk ditempatnya bingung, sedetik kemudian si namja mencoba bersikap kembali tenang seraya menyesap kembali kopinya.

β€œ Aniya, gwenchanayo.. β€œ jawab si namja sambil tersenyum pada orang itu.

β€œ Jinjayo? Kalau begitu, apa yang akan kau lakukan sekarang? Sudah lama kau tak menampakkan dirimu, apa kau sedang melakukan sesuatu yang lebih penting dari ini? β€œ

β€œ Ne, ada sesuatu yang lebih penting daripada mengurus hal ini. Sesuatu yang penting itu mampu meraih apa yang ingin aku capai β€œ

β€œ Rencana apa yang sebenarnya akan kau lakukan? β€œ

β€œ Membunuh seseorang β€œ jawabnya penuh dengan penekanan, membuat orang itu seketika terdiam berbeda dengan seorang namja yang diduga anak buahnya yang masih berdiri menunggu intruksi atasannya. β€œ Tolong awasi yeoja itu, jika ternyata kehadirannya mampu menghambat semuanya. Bunuh yeoja itu β€œ sambung si namja dengan pandangannya yang lurus dan menusuk.

β€œ Ne, saya mohon undur diri β€œ ucap anak buahnya yang bergegas keluar dari ruangan atasannya, menyisakan kedua namja disana dengan keheningan dan situasi yang cukup menegangkan.

.

.

Jessica mengambil sebuah gucci yang sudah lama tersimpan rapi disamping sofa di ruang tengah, seluruh pekerja dimansion tersebut tengah bekerja bakti merapikan dan membersihkan rumah yang begitu besar itu. Tak terkecuali Jessica.. meskipun para pelayannya mampu membersihkan mansion tersebut, rasanya ia sangat bosan jika hanya duduk menunggu kedatangan kekasihnya yang entah jam berapa namja itu memperlihatkan batang hidungnya dihadapan Jessica. Sehingga ia memutuskan untuk ikut membersihkan sebagian barang yang mampu ia bersihkan, senyuman tak pernah hilang diwajahnya. Bayangan tentang dirinya dan Steve yang begitu manis memenuhi kepalanya, Jessica merindukan perlakukan manis dan romantis yang biasa Steve lakukan padanya. Ia benar-benar merindukan kekasihnya, sentuhannya dan perhatiannya.

Tak lama kemudian, sepasang tangan menutupi kedua matanya membuat pandangannya begitu gelap. Dengan perlahan, Jessica menyimpan kembali Gucci itu dengan hati-hati lalu meraba sepasang tangan itu dengan senyuman yang semakin merekah lebar. hingga ia tersadar, bahwa sepasang tangan itu bukan milik Steve. Senyuman yang sebelumnya merekah diwajahnya pun, seketika hilang.

β€œ T-ty-tyler? β€œ panggil Jessica ragu

β€œ Ahh.. bagaimana kau bisa tau? β€œ. Sepasang tangan itu, akhirnya terlepas. Tyler membalikkan tubuh Jessica pelan, hingga kedua dari mereka pun saling berhadapan. β€œ Aigoo… aku merindukanmu, Jessica-ssi β€œ. Sambung Tyler yang langsung memeluk Jessica gemas, membuat yeoja blonde itu merasa sedikit tak nyaman.

β€œ T-tyler.. l-lepaskan β€œ pinta Jessica

β€œ Huh? Waeyo?? Aku kan merindukanmu β€œ tanyanya tanpa melepaskan pelukannya dari tubuh Jessica

β€œ Tapi~… β€œ

β€œ Biarkan dulu seperti ini, hm? Aku membutuhkanmu saat ini β€œ

 

Disisi lain, seseorang yang baru saja datang dengan membawa setangkai bunga cantik seketika menghentikan langkahnya. Senyuman yang sebelumnya terlihat diwajahnya pun langsung lenyap begitu saja, saat ia melihat adegan yang tak jauh dihadapannya itu. Sakit.. itu yang ia rasakan sekarang, rupanya ketidakhadirannya selama ini tak membuat yeoja blonde itu kesepian. Bahkan, anggapannya.. Jessica terlihat baik-baik saja tanpa kehadirannya karna seseorang telah menggantikan sosoknya. Melihat dua orang yang tak jauh dari hadapannya, membuatnya semakin sakit. Sakit karna keduanya terlihat nyaman saat bersama.

Hingga tak lama kemudian, tanpa disadari setangkai bunga cantik itu jatuh seraya dirinya yang memilih untuk membalikkan tubuhnya. Ia tak kuat jika harus melihat adegan itu lebih lama lagi, hatinya sudah semakin sakit. Akan lebih sakit, jika ia terus mengamatinya sampai mereka berhenti berpelukan.

β€œ Semoga kau bahagia, Jessie β€œ gumamnya yang kemudian, bergegas melangkahkan kakinya untuk keluar dari mansion tersebut. Namun, sesuatu terjadi.. Entah apa yang dilakukannya, sedetik kemudian ia tak sengaja menyenggol sebuah Gucci sehingga suara keras yang berasal dari benda mati yang terjatuh itu membuat Jessica dan Tyler menaruh perhatiannya sambil mencari sumber suara yang diduga berasal dari lantai atas ruang tamu mansion tersebut.

β€œ Nuguseyo?? β€œ

 

TBC

66 comments

  1. huwaaaaaa akhirnya ;A;
    hampir aja gwa mati penasaran sama kelanjuta ff president daughter and him~
    yaahhh gw kira yul masih idup tau2nya tae cuma meluk batu nisan
    itu siapa sih? yg pengen ngebunuh seseorang?
    siTyler kamvret-.- bikin steve salah paham aja!
    please pertemukan jessi ama steve

  2. Akhir.a update jg dengan judul yg baru,, yeeeaayyy \:-D /
    Steve pergi.a lama bft sampe 5thn,, kasian jessie..😦
    Itu lg knp tyler pake meluk” jessie sgla,, pasti yg ngeliat steve tuh.. aakkkhhh😦
    Baru jg jeti mau ktmu lg knp hrs ada halangan lg,,😦
    Kira” siapa yah yg ngebunuh yul n woobin??
    Di tunggu kelanjutan.a yah?? Btw,, jgn lama” update.aπŸ™‚
    Hwataeng!!

  3. Update dengan judul baru tetapi masih dengan ketegangan yg sama. Pfft…..kpan ya ni ff g bkin deg-degan bacanya.
    Tiap part da misterinya,sapa sich dalang dibalik semuanya ini ?? Kasian pan kluarga hwang aplgi steve n jessie g bsa brsatu2, dtmbah lgi taeng yg khilangan yul scepat itu.
    Ya wes lah gw manut author aje dah g bsa nbak2 gw d ff ni pnuh kjutan bgt….
    Mantap pokoknya,asal happy ending dah ntar…
    Dtggu next chap eon..

  4. Iikkhhh ga sukaaa tyler parasit,,, trs sicca gpnya sikap,, mana sicca yg dlu yg tegas , parasit itu siapanya sicca sihh,,,
    Aaaahhhhhhu sosad steveee,,, aku selalu di pihakmu,,, tenang aku akan fooging iti si parasit,,,,
    Hmmmm thoorrrr part prtama udah giniiii😦
    Please jgn trlalu bnyak drama antara sicca dan steve. Thoooorrrr

      1. Kesiaan thoooor udah 5taun mrka pisaah masaaa,,, #nangissambilmeluksteve
        Aku akan selalu padamu stevee :*,,

  5. Waaaaa curiga hyuna di bunuh kyknya wkwkwkwk
    waaa taeng harus hati2 takut di bunuh tuh ma orang jahat..
    Hmm awal yg salah paham buat hubungan jeti..
    Dateng2 steve mw romatis eh di ganggu ma tyler..ehem cepet2 nih tanggung jawab perasaannya kyknya authornya heheheh

  6. Akhirnya ada kelanjutan jga dari ff president daughter and him bener2 ff yg aku tunggu2 kelanjutan ceritanya
    Aiissshhh pasti si tyler tau tuh klo steve mau dateng makanya dia sengaja meluk sica supaya steve salahpaham…

  7. duh gara2 tylor steve jadi salah paham kn
    padahal hampir aja dia bisa ketemu jessie😦
    thor critanya makin complicated banget rada puyeng mikirin siap yg jahat saking bnyknya hahaha
    ditunggu kelanjutannya..

  8. ini sapa sih Villainnya penasaran… Hyuna mati ya?

    aduh penasaran tingkat dewa nih ma cerita ini… baru awal udah kayak gini gimana pas di tengah2

  9. yaealah tyler kwek kwek npa sih bsa lolos casting di ff ni. .haha
    Hum trnyta yuri mati ya?
    Dan knpa hbngn jeti kgk harmonis n mlh runyam smga steve gak slah pahm deh.

  10. Aishhh knpa tyler mesti datang sih jdix kan steve jdi salah paham gitu smoga aja jessica liat klo steve dtng dan bsa jelasin smua ke steve…

  11. Hadeuhhh .. Pasti si Tyler sengaja deh. Soalnya dia udah tau bakal datang si Steve .. #Sotoy
    Tuh kn jdi salah paham jdi nya .. Mga aja Jessie bsa ngejelasin kejadiannya …
    Di tunggu kelanjutannya .
    Semangat terus Kak ^_^

  12. Taeng malang banget nasipnya😦 itu siapa yg selingkuh? Taeng? Jessica? Steve? Aghhhh
    Tyler bikin kacaaauuu, lempar batu juga loooo. Steveeee sabaaaarrr. Taeng gak selingkuh kok. Eh salah, maksudnya jessi gak selingkuh.
    Huahahaa maklum Thor kangen Taeny. Tapi sofie sama bangke udh mau luncur ff baru taeny. Aduuuhhh cakep banget *potong tumpeng*

  13. itu tyler nempel mulu ma jessi bkin greget deh
    tuh kn jd kya gini salah paham
    itu sapa si yg jht yg bunuh yuri ma hyung’a steve

  14. annyeong…

    kenapa juga tyler tiba2 dateng pake peluk2 segala lagi
    kan steve jadi salah paham..

    semoga jeti bisa melewati semuanya..
    dan bisa bareng2 lagi..

  15. Annyeong thor i’m the new ini ff pertama yang aku baca disini izin baca ff nya yah thor. Kasian jessie di tinggal steve lama banget.
    Di tunggu next chapter thorπŸ˜€

  16. wah author bawa lanjutan President Daughter and Him walaupun judul nya breath…
    kasian sica di tinggal sama steve mulu giliran mau bersatu malah ada salah paham sama es teler. lanjuuuutπŸ˜€

  17. Yeahh akhirnya ada sequel nya President Daughter and Him ,, *treak” gaje*
    ishh tuh si tyler nyebelin bgt ya orgnya ,,, eh siapa sih yang mau bnuh seorang yeoja ?? Apa tae yg akan d bunuh ??
    Masih penasaran sma kelanjutannya next ya eonn

  18. Kyaaa…. tyler sialan….
    kan jdi cemburu si steve…. kasian steve… bru pulang udah sakit hati…
    lanjut thor….

  19. akhirnya ada kelanjutannya jg.. tp ending bikin nyesek.. ayo thor cepet update lanjutannya.. dr awal aku udah curiga klo hyuna ada hubungannya dngn penjahat itu tp kenapa sampai sekaranh blum dikasih tahu jg nama penjahat itu ??

  20. Ya…..steve patah hato nich
    Main lansung pergi aj si steve…ketahuan kan ma jessi
    Gi mna tuch reaksi si jessi???? Penasaran
    Lanjuuutttt

  21. aiisshhh pdhal mrka sdkt lagi bkln ktmu lho,,gara2 sii tyler cabul sii stave salah sangkahh kann aaarrrgggggg tyler perusakkk suasanaaa huusshhhh… >_<

  22. baru baca..dan langsung sesek gini…hadeuuhhh…
    sediiihhhhhhh aaakkkk….
    untuk beberapa chap ke depan kudu siap mental nih bacanya..πŸ˜₯
    taeng bakal kerja sama bareng steve nih kaia nya hahaa..
    semoga yuri bangkit dari kubur *amin* hahaa

  23. steve jgn pergi…
    jgn biarin jessica sma tyler. tyler jg sok gntng , sok prhtian.
    pdhl da udang d blik bakwan
    ahhhh
    mkin rmit ja thor..
    jd pnasrn siapa yg udh bnuh yuri sm woon -bin..
    ni psti da hbgnnya sm msa lalu woon-bin dn gyuri.
    lnjut lah thor

  24. Demi steve!!!
    Oh MY!
    #rasa.ny g bsa ngucapin apapun
    #sumpah rasa.nya gue mau ngbunuh thu si tukang jait TAIL0R(?)
    *asah jarum(?)
    SICA E0NNI !!!
    Knpa kmu mau dgtu.in nak(?)
    JINJJA!!!
    Gue g trima!!
    Pk0k.ny chap dpan dn strusnya si TAIL0R hrus ilang dr muka bumi#angkt spanduk
    dem0 k auth0r.ny!

  25. maaf thor krn telat bc ffmu
    tp gpp kan thor yg penting gw melewatkannya meski belakangan baca

    hm jdinya steve salah paham kan
    badai jeti gak prnh berkhr pdhl lg kangen ma moment jeti or taeny saat ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s