President Daughter and Him (22/22)

PDAH13

Title : President Daughter and Him (22/22)

Author: Adelayn_Tiffany

Genre: Gender bender, yuri, romance, action, sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang (Namja), Kim Taeyeon, Jessica jung, Krystal

Support cast: Find your self

 

Note : cerita ini bergenre gender bender dan yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!πŸ˜„

 

***

β€œ Sepertinya seseorang sedang menyibukkan diri β€œ Sindir Woo bin yang sudah berada di ambang pintu antara kamar dan ruang kerja Steve, membuat namja yang tengah menyibukkan diri dengan pekerjaannya menoleh ke sumber suara dan tersenyum.

β€œ Aah.. hyung, sejak kapan kau ada disana? β€œ tanya Steve sambil membereskan berkas-berkasnya dengan rapi.

β€œ Itu tak penting.. β€œ jawabnya, seraya berjalan memasuki ruang kerja adiknya itu dan duduk di sofa. β€œ Apa kau akan bermalam disini, Steve? β€œ tanyanya sambil mengelus sandaran sofa dengan jari telunjuknya.

β€œ Haruskah aku bermalam disini? β€œ tanya Steve yang justru balik bertanya sambil melemparkan tubuhnya di sofa yang berbeda dengan Woo Bin.

β€œ Jika kau bermalam disini, bagaimana dengan kekasihmu?? β€œ. Woo bin memandang Steve sambil tersenyum menggoda, membuat Steve menghela nafas dan membuangnya secara perlahan.

β€œ Salahkah jika aku masih merasa sangat kecewa dengan penolakannya, hyung? Aku tak munafik dengan mengatakan β€˜tak apa’ atau mungkin β€˜baiklah’, aku tetap merasakan kecewa hyung. Rasanya sangat sakit, melebihi rasa sakitku ketika bora memfitnahku dihadapan kalian β€œ ungkap Steve sambil menundukkan kepalanya, detik selanjutnya Woo bin membenarkan letak duduknya dan mengelus bahu Steve lembut.

β€œ Kau tak salah.. aku mengerti dan itu sangatlah wajar. Set your free, bersabarlah dan jangan putus asa. Aku tak pernah memintamu untuk menyerah, tapi bebaskan semuanya. Mau sampai kapan kau akan seperti ini? Perjalananmu masih panjang, tetaplah memperlakukan kekasihmu dengan baik seperti yang biasa kau lakukan padanya. β€œ

β€œ Tapi hyung–.. β€œ

β€œ Steve.. jika kau tetap berada disamping kekasihmu, lambat laun rakyat korea yang selalu 24 jam mengamati perkembangan setiap detik pada negara ini termasuk panutannya akan berfikir tentangmu. Kau mengerti maksudku? β€œ. Steve menganggukkan kepalanya pelan, lalu menyandarkan tubuhnya sambil memijat pelipisnya secara perlahan.

β€œ Kau masih labil rupanya, Steve β€œ

β€œ Yah! Mwoya?? β€œ. Steve langsung merespon ucapan Woo bin yang berniat menggodanya dengan sangat serius, membuat Woo bin meledakkan tawanya.

β€œ Mengapa kau seserius itu, huh?? β€œ. Woo bin menggelengkan kepalanya, seraya beranjak dari tempatnya. β€œ Jangan lupa, besok kau dan aku harus hadir di acara Jung ahjussi β€œ ucap Woo bin sambil menepuk bahu Steve dan bergegas pergi dari ruang kerja Steve.

Tak lama kemudian, Steve tersenyum begitu menyadari bahwa sebelumnya ia benar-benar begitu sangat serius menanggapi obrolannya dengan Woo bin. Namun tiba-tiba, senyuman yang sebelumnya tersungging diwajahnya perlahan memperlihatkan senyuman kepedihan. Steve merogoh saku jasnya hingga akhirnya memperlihatkan sebuah kotak cantik yang di dalamnya terdapat berupa cincin berlian yang sangat indah.

β€œ Mianhae, aku belum sempat memberikanmu pada Jessica. Maukah kau berjuang bersama-sama denganku? β€œ ucapnya sambil terus memandang cincin indah itu.

 

 

β€œ Anyyeonghaseyo, Steve-ssi β€œ sapa para pelayan yang sudah berdiri di depan mansion Steve dan Jessica di pulau Jeju

β€œ Ne, kalian sudah boleh beristirahat β€œ

β€œ Tapi, Steve-ssi–.. β€œ sanggah Seohyun, membuat Steve menoleh ke arahnya. β€œ Kau belum makan malam β€œ sambung Seohyun sambil menundukkan kepalanya

β€œ Ahh.. itu, aku sedang tak ada nafsu makan. Jadi tak masalah, kau juga sudah bisa beristirahat Seohyun~ah β€œ jawab Steve sambil tersenyum manis, lalu kembali melangkahkan kakinya memasuki mansion megah itu.

Dengan wajah yang cukup lelah, Steve berjalan menuruni anak tangga dan duduk di depan televisi. Ia menghela nafas, seraya mengambil ponsel dari saku celananya. Tangannya tergerak menekan beberapa nomor disana dan langsung menempelkan ponsel tersebut ke telinganya.

β€œ Yul.. β€œ

β€œ … β€œ

β€œ Hm, ini aku.. ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu β€œ

β€œ … β€œ

β€œ Ahh.. kau masih ada dilokasi acara? Kalau begitu nanti kuhubungi kembali β€œ

β€œ … β€œ

β€œ Nan gwenchana, hm.. arro, tolong jaga Jessie dengan baik β€œ

β€œ … β€œ

β€œ Haha.. gomawo.. β€œ

Klik..

Steve mengakhiri panggilannya dan menyimpan ponselnya di atas meja. β€œ Mengapa sulit sekali bertanya, jika Jessie akan pulang kemari atau tidak β€œ gumamnya, β€œ Baiklah.. apapun yang terjadi, aku akan menunggunya pulang β€œ sambungnya yang kemudian, meraih remote televisi untuk membunuh kebosanannya.

.

.

Tepuk tangan yang meriah bergemuruh sebagai akhir dari acara lelang pakaian yang di desain khusus dari beberapa desainer ternama, Jessica dan Krystal beranjak dari tempatnya untuk segera meninggalkan lokasi acara.

β€œ Jessica-ssi β€œ. Sekejap, Jessica dan Krystal menoleh ke sumber suara yang berada dibelakang mereka.

β€œ Ohh.. Tyler Kwon β€œ panggil Jessica, membuat Krystal yang melihat dua orang itu menyernyitkan keningnya.

β€œ Nice to meet you, see you next time β€œ ucap Tyler Kwon sambil tersenyum manis, hingga detik selanjutnya Jessica menganggukkan kepala sebagai respon atas ucapan namja itu.

β€œ Nice to meet you too dan terimakasih atas sepatu yang kau berikan secara Cuma-Cuma, saat bertemu kembali aku harus mentraktirmu β€œ jawab Jessica, membuat Tyler tertawa dan mengangguk mantap.

β€œ Dengan senang hati, Your Majesty β€œ

β€œ Jangan berlebihan, Tyler β€œ ucap Jessica dengan tatapan tajamnya yang menurut Tyler lucu, hingga sedetik kemudian namja itu terkikik dan menepuk bahu Jessica lembut. Krystal yang sedaritadi memperhatikan kedua orang tersebut terlihat sangat terganggu dengan sikap Tyler pada Jessica.

β€œ Eonnie, kita harus pergi sekarang β€œ. Krystal meraih tangan Jessica dan membawa yeoja blonde itu pergi dari hadapan Tyler.

β€œ Siapa dia, eonnie? β€œ tanya Krystal dingin

β€œ Tyler Kwon, salah satu desainer yang mengikuti acara malam ini β€œ jawab Jessica santai

β€œ Ahh.. jadi sepatu itu adalah hasil rancangannya?? β€œ. Jessica mengangguk mantap, membenarkan ucapan adiknya.

β€œ Sepatu itu bagus dan akan sangat bagus, jika Steve yang memakainya β€œ ucap Jessica sambil menoleh ke arah Krystal dan tersenyum manis.

β€œ Tapi… aku tak pernah melihatmu seakrab itu dengan orang yang baru kau kenal, eonnie. Apakah tidak terlalu berlebihan, jika dia memberikan sepatu buatannya secara Cuma-Cuma padamu? β€œ

β€œ Apa maksudmu, Krys. Aku tak mengerti, kajja.. masuklah β€œ. Jessica sedikit mendorong tubuh Krystal untuk masuk ke dalam mobil, melihat semakin banyaknya paparazi yang mengambil gambarnya malam itu.

β€œ Akan kemanakah kita malam ini, Jessica-ssi? β€œ tanya Yuri yang siap menjalankan kendaraan yang akan membawa mereka

β€œ Ahh.. oddiga? Haruskah aku ke Jej–.. β€œ

β€œ Ahh.. tak lama setelah acara akan segera selesai, Steve menghubungiku–.. β€œ

β€œ Apa dia menanyakanku?? β€œ tanya Jessica antusias

β€œ Dia hanya berpesan untuk menjagamu dengan baik β€œ jawab Yuri sambil memandang kaca spion tengah, sedetik kemudian bibir yang dikerucutkan terlihat dibibir Jessica membuat Krystal terkikik dalam diamnya

β€œ Jadi kau mau pulang kemana, eonnie?? Ini sudah larut malam β€œ

β€œ Aku mau pulang ke rumah appa saja β€œ jawabnya sambil menyidekapkan kedua tangan di dadanya. β€œ Mengapa dia tidak menghubungiku β€œ gumam Jessica kesal yang terdengar jelas oleh Krystal dan Yuri membuat kedua orang itu hanya bisa terkekeh.

Yuri pun segera mengendarai mobil tersebut, membawa kedua putri presiden kembali ke tempat peristirahatan kepresidenan. Dengan tenangnya Jessica memandang keluar jendela, memperlihatkan berbagai sinar lampu jalan dimalam hari. Sama seperti yang dilakukan Steve, Kini namja itu tengah memandang keluar jendela mansion. Menikmati sinar rembulan yang menerangi bumi, hingga wajah namja charming itu bisa terlihat jelas lewat pantulan cahaya di jendela.

Menunggu kepulangan Jessica seorang diri di mansion seperti ber-abad-abad rasanya, sudah beberapa kali namja itu menghela nafas. Kembali duduk, lalu berdiri lagi. Membaca buku, kemudian menghela nafas lagi hingga akhirnya namja itu pun tertidur di sofa di depan televisi yang terus menyala.

β€œ Selamat pagi, dad β€œ sapa Jessica yang kemudian, mengecup pipi Mr. Jung singkat. Sedangkan Krystal memilih untuk langsung duduk dikursi makan tak jauh dari Mr. Jung.

β€œ Sudah lama aku tak sarapan bersama kalian β€œ ucap Mr. Jung sambil tersenyum senang seraya memandang kedua putrinya yang sangat ia sayangi.

β€œ Nado, appa. Dan aku sangat merindukan moment ini, apalagi sekarang Krys akan selalu bersama kita β€œ jawab Jessica ceria, sedangkan Krystal hanya memfokuskan diri dengan sarapannya. β€œ Yah, Krys! Tidakkah kau menanggapi obrolan kita?? β€œ. Jessica menoleh ke samping kanannya, menatap adik kesayangannya yang terlihat tidak tertarik dengan obrolan mereka.

β€œ Aku sudah terbiasa makan sendiri, atau makan berdua bersama Steve oppa β€œ jawab Krystal dengan ekspresi datarnya, membuat Jessica menghela nafas. β€œ Ahh.. aku juga sekarang lebih senang makan denganmu, eonnie.. β€œ sambung Krystal sambil tersenyum manis ke arah Jessica lalu, kembali melahap sarapannya tanpa merasa bersalah pada appanya yang sudah tersenyum miris melihat respon anak keduanya yang masih marah padanya.

β€œ Krystal.. β€œ panggil Mr. Jung lembut, membuat Jessica menghentikan makannya dan menyenggol lengan Krystal membuat yeoja yang lebih muda dari Jessica itu menoleh ke arah kakaknya, lalu menaikkan kedua alisnya.

β€œ Wae? β€œ tanyanya

β€œ Appa sedang memanggilmu, tidakkah kau menanggapinya? β€œ ucap Jessica yang sedikit berbisik

β€œ Ahh.. naega? Waeyo? β€œ tanya Krystal sambil menunjuk dirinya sendiri di depan appanya.

β€œ Kau masih marah pada appa? β€œ

β€œ … β€œ

β€œ Krys–.. β€œ. Panggilan Jessica terputus, saat mendengar derap langkah kaki cepat yang perlahan semakin terdengar jelas hingga sedetik kemudian seseorang sudah berdiri disamping yeoja blonde itu.

β€œ Kwon Yuri, waegeurae?? β€œ tanya Jessica penasaran

β€œ Sebelumnya, aku minta maaf karna mengganggu waktu sarapan kalian. tapi, Jessica-ssi.. β€œ jawab Yuri yang menggantung, membuat ketiga orang itu semakin penasaran

β€œ Waeyo?? Apa ada sesuatu yang terjadi? β€œ. Kini, giliran Krystal yang bertanya.

β€œ I-itu.. Seohyun bilang padaku, jika S-steve bermalam di p-pulau J-j-jeju d-dan s-semalaman ini d-dia men-n-nunggum-mu β€œ

β€œ MWO?? JINJAYO?? β€œ. Spontan Jessica beranjak dari kursinya dan memandang Yuri tak percaya. β€œ O-ott-tokkae?? β€œ tanya Jessica yang langsung merasa bersalah, seraya memandang Krystal dan Mr. Jung secara bergantian.

β€œ Pergilah, kau harus segera kembali ke sana β€œ ucap Mr. Jung sambil tersenyum manis. Jessica pun menganggukkan kepala dan menarik Yuri untuk pergi dari hadapan Mr. Jung dan Krystal.

β€œ Sica eonnie β€œ panggil Krystal, membuat Jessica menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara di ikuti Yuri. β€œ Jangan lagi membuat Steve oppa kecewa β€œ sambung Krystal, membuat Jessica mengangguk mantap. Namun tak lama kemudian, Jessica menyadari sesuatu dan berlari kecil ke arah Krystal.

β€œ Gomawo, baby β€œ. Jessica memeluk adik tersayangnya, kemudian mengecup singkat pipi Krystal. β€œ See you tonight β€œ sambung Jessica sambil tersenyum manis.

β€œ Ne.. hati-hati dijalan β€œ. Melihat kelakuan kedua putrinya yang begitu saling menyayangi membuat Mr. Jung tersenyum senang.

.

.

Dipagi hari yang cerah ini, terlihat seorang namja yang tengah memutar-mutar selembar kertas undangan ditangan kanannya. Tangan kirinya memegang sebuah gelas yang berisikan wine yang sesekali diteguknya, hingga tak lama kemudian seorang yeoja menghampirinya. Pakaian tidurnya sangat minim dan gerakannya saat duduk disamping namja itu sedikit erotis. Setidaknya sikap yeoja itu berhasil menarik perhatian namja itu.

β€œ Kau sudah bangun, hm? β€œ tanyanya sambil mengelus pipi sang namja yang tak berhenti tersenyum licik, β€œ Ige mwoya? β€œ sambungnya penasaran saat melihat selembaran kertas ditangan sang namja sambil mengalungkan salah satu tangannya dileher namja itu.

β€œ Sebuah undangan kehormatan dari sang Presiden β€œ jawab namja itu yang kemudian, tertawa puas.

β€œ Kau senang sekali, hm? β€œ

β€œ Tentu saja, bahkan undangan ini salah satu faktor pendukungku untuk melakukan sesuatu nanti β€œ ungkapnya, membuat sang yeoja menyernyitkan keningnya. β€œ Ahh.. kudengar, Hyoyeon baru saja datang ke sini hm? β€œ

β€œ Ne, aku akan menemuinya hari ini. Bolehkah? β€œ

β€œ Pergilah dan lekas pulang setelah semua selesai, arrasseo?? β€œ. Si yeoja tersenyum senang dan mendaratkan ciuman lembut dibibir sang namja, membuat namja itu tersenyum disela-sela ciuman French Kiss mereka.

β€œ I’ll be there, Hwang! β€œ batin namja itu

.

.

β€œ Steve! β€œ. Jessica membuka pintu kamar Steve dilantai atas dan menemukan kekasihnya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan sebuah handuk yang menutupi sebagian tubuhnya. Memperlihathan abs-nya yang mengkilap karna effect habis mandinya. Mereka pun akhirnya saling bertemu pandang dan Steve merasa sedikit gugup dengan pertemuan mereka setelah apa yang terjadi kemarin.

β€œ …. tetaplah memperlakukan kekasihmu dengan baik seperti yang biasa kau lakukan padanya. β€œ

β€œ O-ohh.. Jessie, kau datang β€œ. Steve tersenyum manis hingga kedua matanya berbentuk bulan sabit, seraya salah satu tangannya yang tengah mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk kering. Sedetik kemudian, tubuh Steve terlonjak ke belakang saat Jessica memeluk tubuhnya erat membuat namja itu kebingungan.

β€œ J-jessie.. waegeurae?? Tubuhku masih basah β€œ

β€œ Aku tak peduli, jika tubuhmu masih basah. Aku hanya ingin kau memaafkanku, maafkan aku Steve.. β€œ jawabnya dibalik pelukannya yang belum ia lepaskan dari tubuh Steve. Steve tersenyum manis dan melepaskan pelukan Jessica, menatap kedua mata Jessica dalam dengan kedua tangannya yang ia tangkupkan diwajah yeoja blonde itu.

β€œ Untuk apa, hm? Kau tidak melakukan kesalahan, jessie–.. β€œ

β€œ Aniya, aku salah karna telah membuatmu menunggu semalaman hingga kau tertidur di sofa huh? Jinja, jeongmal mianhae Steve β€œ sanggah Jessica dengan kedua mata yang tak lama lagi akan mengeluarkan butiran krystal dari pelupuk matanya. Dan benar saja, detik selanjutnya Jessica mengeluarkan air matanya membuat Steve bergegas menghapus air matanya itu dan mengecup kening Jessica penuh sayang.

β€œ Uljima.. gwenchanayo, jessie. Nan gwenchana β€œ ucap Steve sambil memandang Jessica kembali. Namun, Jessica yang masih sangat merasa bersalah memilih untuk kembali memeluk kekasihnya itu erat. Mencium harum tubuh Steve yang begitu segar dan memabukkan.

β€œ Geurae~.. tapi lain kali hubungi aku, jika kau menungguku β€œ ucap Jessica didalam dekapan Steve, membuat namja itu hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil mengelus kepala belakang Jessica lembut. β€œ Saranghae.. β€œ. Jessica melepaskan pelukannya lagi dan memandang Steve dalam

β€œ Nado saranghae, jessie β€œ jawab Steve yang tak pernah menghilangkan senyuman manisnya, sedetik kemudian Jessica mencium bibir Steve. Dan Steve pun membalas perlakuakn Jessica dengan melumat bibir mungil kekasihnya lembut. β€œ Biarkan aku menggunakan pakaianku terlebihi dahulu, jessie β€œ sambung Steve disela-sela ciuman mereka, hingga tak lama kemudian mereka pun menghentikan ciumannya dan saling menempelkan dahi keduanya.

β€œ Aku ingin menghabiskan seluruh waktuku hari ini denganmu, Steve β€œ

β€œ Geurae, anything for you jessie.. gidaryo, hm? β€œ. Jessica menganggukkan kepalanya dan bergegas keluar dari kamar Steve.

 

β€œ Aaaa~.. β€œ. Jessica menyodorkan sesendok nasi dihadapan Steve yang tengah memotong sarapannya, melihat tingkah Jessica yang ke kanak-kanakan dengan sesekali memainkan sendok bagaikan pesawat terbang hanya bisa tersenyum dan bergegas melahap suapan itu. Lalu, Steve mengelus kepala Jessica lembut.

β€œ Giliranmu, princess β€œ ucap Steve, seraya menyodorkan sarapan miliknya dihadapan Jessica dan langsung dilahap yeoja blonde itu. β€œ Mashita?? β€œ tanya Steve penasaran, karna pasalnya sarapan hari ini dibuat oleh Steve. Meskipun sederhana, tetapi jika seorang namja yang memasaknya terlihat lebih istimewa apalagi jika Steve yang membuatnya. Sama seperti pandangan Jessica yang berkali-kali memuji sarapan buatan Steve.

β€œ Makanan ini benar-benar semakin enak, jika yang menyuapinya adalah orang yang sangat dicintai.. β€œ jawab Jessica, membuat Steve terkikik

β€œ Kau mencoba menggodaku, eoh? β€œ. Steve menyentil hidung Jessica pelan, membuat Jessica tersenyum malu. β€œ Hari ini kita akan kemana, hm? β€œ sambung Steve sambil melahap sarapannya.

β€œ Molla, kemana pun asal bersamamu β€œ jawab Jessica, β€œ Ohh.. tidakkah kau juga hadir di acara pertemuan kenegaraan appa?? β€œ sambung Jessica dengan antusias, hingga membuat Steve menghentikan kunyahannya sebentar.

β€œ O’ohh.. aku dan hyung akan menghadirinya, wae? β€œ jawab Steve yang kembali melahap makanannya

β€œ Kalau begitu, datanglah bersamaku! β€œ ucap Jessica girang, membuat Steve menghela nafas dan membersihkan mulutnya dengan sapu tangan.

β€œ Jika kita pergi bersama di acara penting seperti itu, tidakkah bermasalah jessie? β€œ

β€œ Waegeurae?? Memangnya selama ini–.. β€œ

β€œ Rakyatmu. Di sana pasti banyak paparazi yang akan menyorot banyak pihak. Termasuk kita β€œ. Sekejap suasana di antara mereka menjadi begitu hening.

β€œ Kau takut dengan publik? Jika begitu, apa kau berniat meninggalkanku?? β€œ

β€œ N-ne??? A-aniya, bukan seperti itu jessie β€œ bantah Steve, β€œ Ahh.. sepertinya aku salah bicara–… β€œ

β€œ Ani, kau tak salah bicara. Perkataanmu keluar begitu saja dari lubuk hatimu sendiri β€œ ungkap Jessica, β€œ Aku bisa melihat dan merasakannya β€œ sambung Jessica, membuat Steve menghela nafas dan merutuki kesalahannya atas ucapannya itu.

β€œ Jessie.. β€œ. Steve meraih salah satu tangan Jessica, menggenggamnya erat dan mengelusnya dengan lembut. β€œ Jessie, lihat aku.. maafkan aku atas ucapan tadi. Aku tak bermaksud apa-apa, aku hanya merasa tak enak mendengar pendapat-pendapat buruk dari publik tentangmu jika mereka melihat kita jalan bersama. Inilah alasannya mengapa aku memutuskan untuk memiliki rumah disini bersamamu, agar kita bisa leluasa untuk menjalankan aktivitas bersama jessie β€œ jelas Steve dengan hati-hati

β€œ Kenapa kau selalu lebih memikirkanku terlebih dahulu, huh? Padahal tak hanya aku yang mendapat kritik dari publik–.. β€œ

β€œ Aku tak peduli, bagaimana publik mencemoohku. Aku hanya ingin berfokus padamu, karna aku sangat mencintaimu jessie β€œ sambar Steve

β€œ Gomawo.. maafkan aku juga Steve, karna telah menolak–.. β€œ

β€œ Ahh.. gwenchanayo β€œ. Sambar Steve kembali sambil tersenyum dengan sedikit dipaksakan, karna kekasihnya menyinggung kembali apa yang dilakukannya kemarin. Karna terus terang, jika harus mengingat perihal kemarin. Hati Steve masih tak mampu menutupi luka karna penolakkan itu. β€œ Lekas habiskan makananmu, hm.. β€œ ucap Steve sambil mengelus pipi Jessica lembut

.

.

β€œ Yuri.. β€œ panggil Taeyeon yang sedikit berbisik, membuat namja itu menoleh dan mencari asal suara tersebut. Tak lama kemudian, Yuri tersenyum senang saat melihat Taeyeon yang perlahan menunjukkan dirinya dari balik pohon yang tak jauh dari Yuri. Sehingga dengan langkah yang sedikit terbirit-birit Yuri menghampirinya dan langsung memeluknya gemas.

β€œ Taengoo.. bogoshippo!! β€œ ungkap namja itu seraya melepaskan pelukannya dan memandang kedua mata Taeyeon dalam.

β€œ Nado bogoshippo.. kau tak menjawab pesan singkatku pagi ini, menyebalkan! β€œ. Taeyeon mengerucutkan bibirnya dengan sangat lucu, membuat Yuri terkikik dibuatnya.

β€œ Mianhae.. tadi pagi aku sedikit kewalahan dengan pekerjaanku, tapi.. bicara soal itu, bagaimana kau bisa sampai ke mansion ini?? Darimana kau mengetahuinya? β€œ

β€œ Nah.. rupanya pacar baruku ini belum mengenal pasangannya dengan baik β€œ ledek Taeyeon, membuat namja itu yang giliran mengerucutkan bibirnya. β€œ Tentu saja, aku mencari tau sendiri dengan bantuan Jung ahjussi sebenarnya hehehe β€œ sambungnya membuat Yuri tertawa yang kemudian, merangkul kekasih barunya itu gemas.

β€œ Kau semakin hari semakin cantik, taeng β€œ ungkapnya, membuat Taeyeon spontan menoleh ke arahnya dan terdiam. Wajahnya tiba-tiba memerah dan itu berhasil membuat Yuri kembali meledakkan tawanya.

β€œ Aiisshhh.. kau membuatku blushing, ahjussi! β€œ rajuk Taeyeon sambil memegang kedua pipinya

β€œ Mwo, ahjussi?? Aigoo.. aku tak pernah melihatmu semanis ini, taeng. Jinja! Kau lebih sering menggoda dan menjahili mantan kekasihmu β€œ ucap Yuri yang kemudian, berbisik saat namja itu membawa-bawa nama Jessica didalam perbincangan mereka.

β€œ Karna Sica sangat asyik di ajak becanda, sedangkan kau?? β€œ

β€œ Wae denganku?? β€œ

β€œ Kau yang selalu membully-ku! β€œ

β€œ N-NE?? Aku membully-mu?? Aniya… β€œ

β€œ Aku tak peduli, pokoknya kau harus ikut bersamaku hari ini! β€œ. Taeyeon menarik tangan Yuri sehingga dengan tarikkan yang dilakukan Taeyeon, membuat Yuri terbawa kasar.

β€œ O-oddigga?? β€œ

β€œ Fitting baju β€œ

β€œ MWO!?? β€œ

.

.

β€œ Tidakkah kau kedinginan, baby~..? β€œ tanya Steve yang terus memfokuskan diri mengendarai mobil sport-nya yang sengaja dibuka atapnya sedangkan, tangan kanannya terus menerus merasakan kehangatan tangan Jessica yang melingkar dilengannya itu.

β€œ Kau yang menghangatkanku, sayang β€œ jawab Jessica sekilas menoleh ke arah Steve dan kembali menyandarkan kepalanya dibahu namja itu. β€œ Buka mulutmu β€œ sambung Jessica sambil menyodorkan satu buah kapsul didepan mulut Steve, membuat kepala namja itu sedikit menghindar ke belakang.

β€œ Itu apa?? β€œ

β€œ Igo, vitamin.. β€œ

β€œ Aishh.. shireo! β€œ

β€œ W-wae?? β€œ. Jessica membenarkan letak duduknya sehingga menghadap pada Steve dan memandang namja itu bingung.

β€œ Aku tak suka, sejak dulu aku begitu anti untuk meminum obat vitamin β€œ jelas Steve sekilas menoleh ke arah Jessica

β€œ Tapi, baby~.. lihatlah warna vitaminnya β€œ ucap Jessica, membuat Steve melihat ke arah vitamin yang berada di atas telapak tangan Jessica.

β€œ Pink??? β€œ

β€œ Hm, pink. Your favorite color, hm? β€œ

β€œ Pahitkah?? β€œ

β€œ Aigoo.. mana ada vitamin yang rasanya pahit?? β€œ

β€œ Ishh.. ada Jessie, makanya aku bertanya. Siapa tau, vitamin ini salah satu dari mereka. β€œ

β€œ Ya tuhan, Steve.. kenapa kau kekanak-kanakan sekali, hm? Jika vitamin ini pahit, lihatlah aku.. vitamin itu akan terasa sangat manis jika kau memakannya sambil memandangku β€œ jawab Jessica sambil tersipu malu, membuat Steve meledakkan tawanya dan menggelengkan kepalanya.

β€œ Kau sangat pintar, baby. Aaa~.. β€œ. Dengan senyuman kebahagiaannya, Jessica menyodorkan vitamin itu kembali didepan mulut Steve hingga sedetik kemudian namja itu melahap vitaminnya dan mengemutnya lucu. Membuat Jessica yang melihatnya begitu gemas, saking gemasnya sampai-sampai yeoja itu langsung mengalungkan kedua tangan dileher Steve dan mengecup singkat bibir namja itu.

β€œ Saranghae.. β€œ ucapnya, membuat Steve tersenyum manis hingga matanya berbentuk bulan sabit.

 

β€œ Jessie, kita sudah sampai β€œ ucap Steve setelah mematikan mesin mobilnya, dan melirik ke samping. Dimana Jessica tertidur dengan kepalanya yang tersimpan dibahu namja itu.

Cukup lama Steve memandang wajah Jessica yang begitu tenang dan damai dalam tidurnya, bahkan sesekali Steve mengelus pipi yeoja itu lembut. Beruntunglah atap mobil Sport Steve kembali di tutup, sehingga apa yang dilakukannya pada Jessica tak bisa dijadikan tontonan banyak orang. Kini tangan kanannya tergerak untuk meraih tangan Jessica yang melingkar dilengannya, menggenggamnya sehingga hangat tubuhnya bisa tersalurkan pada Jessica lewat genggaman tangan mereka.

β€œ Tidakkah cincin yang ku siapkan kemarin cukup di jarinya? β€œ gumam Steve sambil memperhatikan jari kecil Jessica. Mengukur-ukur jari tersebut dengan kedua matanya yang sesekali memandang tajam dan mengangguk-angguk. β€œ Aigoo.. haruskah kita menghabiskan waktu hari ini hanya dengan menunggumu bangun, Jessie β€œ sambungnya lagi yang kemudian, memandang keluar jendela dimana Steve bisa melihat bentuk-bentuk karang yang begitu besar tak jauh dihadapannya. Ia juga bisa melihat beberapa kuil yang berdiri begitu kukuh, hal itu mengingatkan dirinya pada acara orang-orang budha yang pernah dikunjungi dirinya dan Jessica saat pertama kali bekerja dipulau Jeju.

.

.

β€œ T-taeng.. sebenarnya untuk apa kita kesin–.. β€œ

β€œ Jangan banyak bicara! Yang kau lakukan hanya ikuti apa kataku β€œ. Taeyeon menyimpan jari telunjuknya didepan bibir Yuri, membuat namja itu terdiam gugup. Sedetik kemudian, Taeyeon menarik kembali Yuri untuk masuk ke dalam salah satu butik di pulau Jeju itu.

β€œ Anyyeonghaseyoo~.. β€œ sapa pemilik butik saat kedua orang itu masuk ke dalam sana.

β€œ Aku ingin melakukan fitting pakaian untuk namja ini β€œ ucap Taeyeon tanpa basa basi, dengan senang hati pemilik butik itu pun menunjukkan jalan agar mereka mengikutinya dari belakang.

β€œ Taeng.. untuk apa sih? β€œ

β€œ Kita akan pergi ke acara besar Presiden, kau harus tampil dengan sangat baik. Arrasseo?? Aku tak mau melihat kekasihku sama seperti bodyguard lainnya. Kau itu berbeda dari mereka β€œ

β€œ Apa bedanya aku dengan mereka, buktinya aku memang seorang pengawal kepresidenan β€œ. Yuri dan Taeyeon duduk di sofa yang sudah tersedia, seraya menunggu sang pemilik butik memperlihatkan koleksi pakaian formal untuk Yuri.

β€œ Tentu saja berbeda, kau kekasihku sedangkan mereka?? Mereka bukan apa-apa untukku β€œ jawab Taeyeon datar dan cukup polos, membuat Yuri terperangah dan kemudian menarik kepala Taeyeon dengan kaitan tangannya dileher yeoja dorky itu.

β€œ Aishh!! Yeojachinguku benar-benar yahh.. β€œ

β€œ Ahhh.. Y-Yuri-ah, appo!! β€œ rengeknya sambil menepuk-nepuk tangan Yuri, membuat namja itu meledakkan tawanya dan segera menghentikan aksinya.

β€œ Bagaimana dengan sekretarismu? β€œ tanya Yuri, membuat Taeyeon berhenti tertawa dan terdiam. β€œ Wae?? Kau belum memutuskannya?? β€œ sambung Yuri penasaran

β€œ Tidakkah kau menyadari sesuatu diwajahku? β€œ ucap Taeyeon yang balik bertanya, membuat Yuri menyernyitkan keningnya dan memandang wajah Taeyeon dengan teliti.

β€œ O’ohh.. ini kenapa??? β€œ tanya Yuri dengan ekspresi yang berubah menjadi khawatir saat melihat luka kecil di sudut bibir Taeyeon.

β€œ Aishh.. kau baru menyadarinya sekarang β€œ. Taeyeon mendorong kepala Yuri dengan jari telunjuknya, sehingga kepala namja itu terdorong kebelakang.

β€œ Yah, jawab dulu pertanyaanku β€œ

β€œ Ini karna ulah sekretarisku. Saat aku memintanya untuk mengakhiri hubungan kita, tanpa persiapan apa-apa aku mendapatkan tamparan yang keras disini β€œ jelasnya sambil menunjukkan luka disudut bibirnya dan sedikit meringis membuat Yuri memandangnya dengan pedih.

β€œ Mianhae, seharusnya aku tak memintamu untuk menjadi kekasihku β€œ

β€œ Aishh.. bicara apa kau itu, hm? Lupakan, okay? β€œ

β€œ Arrasseo, sekali lagi aku minta maaf dan terimakasih padamu sayang~.. β€œ. Yuri mengecup bibir Taeyeon, dan menjilatnya perlahan bagian sudut bibir Taeyeon yang terluka. Mencoba menyembuhkan luka tersebut.

Karna menurut apa yang banyak dikatakan orang, setitik ludah mampu menyembuhkan luka apapun. Itu juga yang dilakukan omma Yuri atau pun omma Taeyeon saat mereka terjatuh. Kedua ibu dari mereka itu selalu mengoleskan ludahnya ditempat dimana mereka terluka. Tetapi tetap saja, ludah tak mampu menyembuhkan hati seseorang yang sudah tersakiti.

Hingga tak lama kemudian, ciuman mereka berubah menjadi sangat dalam tanpa menghilangkan kelembutan disetiap kecupan dan lumatan-lumatannya.

.

.

β€œ Enghhh.. β€œ. Jessica menggeliat, seraya bangun dari tidurnya. Ia menguap dengan matanya yang masih terbuka setengahnya, namun ia merasa asing dengan keberadaannya sekarang. Dilihatnya kesamping tempatnya, tak ada lagi Steve yang menemaninya membuat yeoja itu bertanya-tanya.

β€œ Steve.. β€œ panggilnya yang kemudian, merogoh ponsel didalam saku celananya dan menghubungi namja itu tetapi ponsel Steve tak aktif membuat Jessica mengerang. Detik selanjutnya, Jessica memutuskan untuk keluar dari mobil meskipun udara diluar pasti akan sangat dingin dibanding di dalam mobil.

Saat keluar dari mobil, pandangannya langsung tertuju pada sosok namja yang tengah tersenyum dan tertawa dengan beberapa anak kecil yang mengelilinginya untuk meminta balon darinya. Namja itu adalah Steve, melihat hal itu membuat Jessica tersenyum manis dan segera menghampiri mereka.

β€œ Steve, rupanya kau ada disini β€œ ucapnya, membuat Steve menoleh ke arahnya dan tersenyum manis.

β€œ Jessie, akhirnya kau bangun. Bermain bersama mereka sangat menghibur β€œ ungkap Steve hingga kedua matanya hampir tenggelam karna senyuman kebahagiaannya, membuat Jessica semakin bahagia.

β€œ Jadi karna mereka, kau rela meninggalkanku? β€œ tanya Jessica yang langsung mengerucutkan bibirnya, mencoba untuk berpura-pura cemburu pada anak-anak kecil itu dan itu berhasil.

β€œ Aigoo.. aniya, kemari.. bergabunglah bersama kami β€œ. Steve menarik Jessica ke dalam kerumunan anak-anak kecil yang silih berganti meminta balon berulang-ulang kali, detik selanjutnya mereka pun menghabiskan waktu bersama. Terkadang mereka berlari-larian bersama, keadaan mereka saat ini lebih terlihat seperti seorang guru dan murid-murid taman kanak-kanaknya. Sedangkan orangtua anak-anak kecil tersebut hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka, sekaligus terlihat senang dengan keserasian Steve dan Jessica yang saling membantu dan menghibur satu sama lain. Hingga pada saatnya kini, mereka menerbangkan balon-balon love tersebut ke udara. Senyuman manis tak pernah hilang dari wajah mereka, terlihat sangat bahagia. Sesekali pula Jessica melirik ke arah Steve yang rupanya menyukai anak kecil, membuat Jessica berfikir perihal kemarin. Rasa bersalah pun kembali ia rasakan.

β€œ O-oohh.. salju turun β€œ ucap anak-anak kecil yang langsung berlarian untuk menghampiri orangtua mereka.

β€œ Y-yah, yah.. hati-hati.. nanti kalian jatuh β€œ ucap Steve khawatir, membuat Jessica terkikik dan langsung memeluknya dari samping.

β€œ Bagaimana jika aku yang terjatuh? β€œ tanya Jessica sambil memandang namja tampan yang lebih tinggi darinya itu.

β€œ Kau tak akan jatuh, aku tak akan membiarkanmu terjatuh. Aku ada disampingmu, untuk melindungimu β€œ jawab Steve yang kemudian, menggesekkan hidungnya dengan hidung Jessica membuat yeoja blonde itu tersipu. β€œ Kajja, sebaiknya kita masuk ke dalam mobil. Tanganmu sudah sangat dingin β€œ. Steve mendekap tubuh Jessica untuk masuk ke dalam mobil.

 

β€œ Jessie, apa kau bosan? β€œ tanya Steve yang tak melepaskan back hugnya dari tubuh Jessica. Sudah 1 jam lamanya, hujan salju terus turun. Keadaan tersebut, membuat mereka tak bisa pergi kemana-mana karna tentu saja jalanan akan sangat licin. Jadi yang bisa mereka lakukan hanya berdiam diri dikursi belakang dengan saling memberikan kehangatan dengan saling berpelukan.

β€œ Sedikit, membuatku mengantuk β€œ jawabnya yang kemudian, menguap membuat Steve tersenyum dan meraih dagu yeoja blonde itu membuat mata mereka bertemu.

β€œ Kau mau bersabar lebih lama lagi kan? β€œ. Jessica mengangguk mantap dan tersenyum, lalu menyimpan kepalanya didada Steve sehingga yeoja itu bisa mendengar dengan jelas bagaimana degup jantung Steve yang berdegup tenang.

β€œ Aku menyukai suara ini β€œ ungkap Jessica yang kemudian, menengadahkan kepalanya untuk menatap Steve.

β€œ Dan aku suka moment ini, Jessie. Rasanya, aku ingin waktu berhenti dan membiarkan kehangatan ini selalu kita rasakan di setiap detik dan menitnya β€œ ucap Steve sambil tersenyum

β€œ Jessie–.. β€œ. Detik kemudian, Jessica membiarkan Steve mengulum bibirnya lembut. Melumat dan menghisapnya dengan kedua mata mereka yang terpejam.

Sekali lagi, keberadaan mereka saat ini sangat memberikan keuntungan untuk mereka. Karna pasalnya, tak ada lagi siapapun disekitar mereka. Hanya mobil Steve dan keberadaan mereka didalam mobil yang tidak akan terlihat karna kaca film mobil tersebut yang gelap.

Detik selanjutnya, decakan-decakan keluar dari mulut mereka. Steve membawa tubuh Jessica untuk duduk di atas pangkuannya tanpa menghentikan ciuman mereka, kemudian Jessica pun mengalungkan kedua tangannya dileher Steve membuat ciuman mereka semakin dalam.

Dengan gerakan perlahan, kedua tangan Steve bergerak menelusuri setiap inci tubuh Jessica hingga berhasil membuat Jessica menggelinjang dengan desahan tertahannya.

β€œ I want you, Jessie β€œ ucap Steve disela-sela ciumannya yang perlahan turun ke leher jenjang Jessica, ditambah kedua tangannya yang sudah masuk ke dalam pakaian Jessica dan tersimpan di kedua gundukan yeoja itu.

β€œ Hmmphh.. d-d-do i-it β€œ

Ttkk!

Dengan sedikit sentuhan, Steve berhasil melepaskan kaitan bra Jessica sehingga dengan cepat namja itu melempar ke sembarang arah bra hitam berenda itu.

β€œ A-ahh.. S-steve β€œ

.

.

β€œ Memutar β€œ pinta Taeyeon seraya tangannya yang meminta Yuri yang kini berdiri dihadapannya dengan pakaian tuxedo yang sangat elegant untuk berputar. Lalu yeoja itu terdiam, terlihat tengah berfikir membuat Yuri penasaran

β€œ Ottokkae?? Kenapa kau malah diam? β€œ

β€œ Maukah kau berganti lagi dengan pakaian yang lain? Pakaian itu terlihat terlalu bagus β€œ candanya

β€œ M-mwo?? Yah! β€œ

β€œ Aniyaa.. aku hanya bercanda, ganti lagi yang lain. Aku tidak suka coraknya β€œ ungkap Taeyeon tenang dan kembali memandang majalah dipangkuannya, membuat Yuri mendengus dan segera mengganti pakaiannya.

β€œ Mian, aku bukannya tak suka tetapi tuxedo itu lebih pantas untuk dipakai saat pernikahan kita nanti β€œ gumam Taeyeon sambil tersenyum manis

 

β€œ Taeyeon~ah.. lihat yang ini β€œ ucap Yuri yang sudah siap dengan pakaian selanjutnya, Taeyeon pun dengan cepat menoleh dan tersenyum dorky.

β€œ Wuahh.. imutnya.. seperti pelayan β€œ ungkap Taeyeon yang mulanya girang dan langsung merubah ekspresinya dengan sangat datar, karna melihat Yuri yang menggunakan kemeja putih dengan rompi bercorak. Percis seperti pelayan pengantar minuman, membuat Yuri kembali terperangah dan ingin sekali menjitak kepala kekasihnya itu.

β€œ Aishh.. sampai kapan aku harus mengganti pakaian lagi?? β€œ protes Yuri

β€œ Sampai aku menemukan pakaian yang pantas untuk namja yang tampan sepertimu, Kwon Yuri β€œ jawab Taeyeon sambil menyeringai lucu, membuat Yuri blushing.

β€œ A-arrasseo.. aku akan kembali lagi, pastikan pakaian selanjutnya adalah pakaian terakhir dan kau menyukainya. β€œ ucapnya tegas membuat Taeyeon mengangkat kedua bahunya sambil menjulurkan lidahnya didepan Yuri.

Tibalah saatnya, dimana Kilatan-kilatan yang bersumber dari para paparazi berhasil menyilaukan beberapa petinggi-petinggi negara yang hadir di acara yang selalu di adakan oleh Presiden Korea setiap tahunnya. Beberapa jajaran pembisnis yang mampu mengembangkan negara tersebut pun hadir disana termasuk Woo Bin Hwang yang datang bersama assistantnya Jiyeon Park.

Tak lama kemudian, sebuah mobil Limosin berhenti didepan red carpet dan memperlihatkan pasangan Jessica dan Steve. Woo Bin yang masih berdiri tak jauh dari mereka hanya bisa tersenyum melihat sikap Steve yang benar-benar memperlakukan Jessica dengan baik.

β€œ Hyung.. jangan jauh-jauh dariku, aku cukup gugup β€œ ungkap Steve sambil berbisik, membuat Woo Bin terkikik dan mengangguk mantap.

β€œ Berjalanlah lebih dulu bersama kekasihmu itu, sayang sekali Gyuri tak bisa hadir bersamaku β€œ ucap Woo Bin, sehingga giliran Steve yang terkikik dibuatnya membuat Jessica yang sedaritadi melambai-lambaikan tangannya bagaikan Misseu Korea menaruh perhatiannya pada mereka.

β€œ Waeyo? β€œ tanyanya penasaran, membuat kedua namja bersaudara itu terdiam dan menggelengkan kepalanya cepat.

β€œ Geurae~.. Mari oppa, kita masuk β€œ ajak Jessica

Di dalam ballroom yang sangat besar nan megah itu, beberapa tamu tengah menyantap hidangan yang tersedia. Ada lagi beberapa tamu yang memilih untuk berdiskusi atau bahkan hanya menyapa orang-orang yang dikenalnya, hal itu pun dilakukan Steve dan Woo Bin yang tengah berbincang-bincang dengan Mr. Jung. Sedangkan, Jessica memilih untuk menikmati minumannya sambil sesekali memastikan keamanan yang berjalan dengan sangat ketat.

β€œ Hello, Princess.. β€œ sapa seseorang dibelakang Jessica, membuat yeoja blonde itu menoleh ke sumber suara dan terkejut.

β€œ Heyy.. Tyler, kau ada disini juga? β€œ

β€œ Seperti yang kau lihat, senang bertemu denganmu lagi Jessica-ssi β€œ ungkapnya yang mencoba meraih tangan Jessica untuk ia kecup, namun belum juga tangannya meraih tangan Jessicaβ€”ia sudah mendapatkan tangan mungil di dalam genggamannya, membuat namja itu menengadahkan kepalanya untuk melihat pemilik tangan mungil tersebut.

β€œ Nice to meet you too, ahjussi β€œ ucap Krystal sambil tersipu, membuat Tyler terdiam dan sedikit tersinggung karna Krystal memanggilnya β€˜ahjussi’. Sedangkan, Jessica hanya bisa terkikik dan kembali memperlihatkan sikap cool-nya. β€œ Wae?? Aku juga putri Presiden, tidakkah kau menyapaku juga? β€œ sambung Krystal

β€œ O-ohh.. i’m sorry, because you’re so beautiful β€œ ungkap Tyler yang kemudian, mengecup singkat punggung tangan Krystal. β€œ Bolehkah aku menyambutmu juga, Jessica-ssi? β€œ tanya Tyler, mencoba meminta persetujuan untuk mengecup punggung tangan yeoja blonde itu, Jessica pun mengangguk sambil tersenyum manis.

β€œ Hello.. Steve Hwang, inmida β€œ. Steve menjabat tangan Tyler, tak lupa dengan senyuman manis yang mengembang diwajahnya.

β€œ Dan aku.. Kwon Yuri β€œ ucap Yuri yang juga menjabat tangan Tyler setelah Steve melepaskannya.

β€œ Wow.. banyak sekali pendampingmu, Jessica-ssi β€œ ungkap Tyler yang begitu speechless dan putus asa, saat menyadari orang-orang yang tak membiarkan dirinya memberi sambutan pada yeoja blonde itu. β€œ Dan.. wow.. sepatu yang indah β€œ sambung Tyler saat melihat sepatu rancangannya yang digunakan Steve.

β€œ Ne, tentu saja.. kekasihku yang memberikannya padaku β€œ jawab Steve terus terang

β€œ Maksudmu, jessica-ssi adalah kekasihmu? β€œ tanya Tyler sambil tersenyum mengejek

β€œ Ne? β€œ tanya Steve dan Jessica serempak, membuat Yuri dan Krystal menyernyitkan keningnya karna melihat di antara ketiga orang tersebut terlihat aneh.

β€œ Ben-.. β€œ

 

PRAAANG–!!

Β 

PRAAANG–!!

Β 

β€œ AARRGGHH!!! β€œ

Β 

PRAAANG–!!

Β 

Sekejap suasana didalam ballroom tersebut yang sebelumya tenang dan nyaman berubah menjadi sangat riuh, ketika melihat kaca-kaca besar di dalam ballroom itu pecah beberapa kali. Yuri yang begitu sigap, langsung berlari untuk melindungi Presiden, membawa pemimpin negara itu untuk keluar dari ballroom dengan pengamanan yang ketat. Sedangkan, Steve yang juga terkejut dengan apa yang terjadi memilih untuk mendekap Jessica dan Krystal seraya meninggalkan Tyler Kwon yang terdiam ditempatnya tanpa jawaban yang jelas dari Steve tentang pertanyaannya.

Tak lama setelah itu, Yuri kembali lagi ke dalam ballroom. Menghampiri Steve dan kedua yeoja didekapan Steve.

β€œ Yuri!! β€œ panggil Steve, β€œ Tolong bawa mereka, aku harus mencari hyung terlebih dahulu β€œ pinta Steve sambil memberikan kedua yeoja yang sangat disayanginya itu.

β€œ Tapi, steve! β€œ ucap Jessica sambil menahan namja itu

β€œ Aku akan segera menyusulmu secepatnya β€œ ucap Steve yang langsung bergerak cepat, mencari Woo Bin.

Steve berjalan dengan tergesa-gesa, mencari sosok hyungnya yang baru saja ia tinggalkan sebentar. Namun sosok Woo Bin tak terlihat olehnya, beberapa kali orang-orang yang panik menabrak tubuhnya sampai-sampai ia hampir terjatuh jika tak bisa menyeimbangkan kembali tubuhnya. Setelah merasa hyungnya itu sudah tak ada diballroom, namja itu bernafas lega karna akhirnya Woo Bin bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari situasi ini.

Pecahan-pecahan jendela kembali terdengar, teriakan-teriakan histeris pun semakin menggema didalam ruangan tersebut. Namun, ada satu yang membuat telinganya berfokus pada suara dan panggilan yang dilontarkan seseorang. Dengan cepat, Steve membalikkan tubuhnya dan sekejap ia mematung dengan kedua matanya yang membelalak.

β€œ Woo Bin-ssi!! Bertahan!!! β€œ

β€œ T-taeyeon, h-hyung!! β€œ. Steve berhambur menghampiri kedua orang itu, membuat Taeyeon menoleh ke arah Steve.

β€œ Woo bin-ssi tertembak β€œ jelas Taeyeon panik, sedangkan Steve yang melihat luka tepat di dada Woo Bin itu hanya bisa memandangnya takut dengan wajahnya yang memucat.

β€œ H-hyung.. bertahanlah, aku mohon β€œ ucap Steve lirih seraya mencoba menghentikan darah yang terus keluar dari dada namja yang lebih tua dari Steve itu.

β€œ Aku akan segera menghubungi ambulance β€œ ucap Taeyeon seraya beranjak dan tanpa menoleh ke arah Taeyeon, Steve mengangguk lemah. Ia tak tau apa yang harus dilakukannya, selain menggenggam erat tangan hyungnya yang masih berusaha untuk bertahan dengan air mata yang terus mengalir dari sudut matanya.

β€œ Hyung, kau pasti kuat! Bertahanlah! β€œ

Β 

DUAARR–!!!i

β€œ AWAS!!! β€œ

 

Kembali dirasakan suasana didalam ballroom yang kini benar-benar hening, bahkan seolah-olah waktu terasa terhenti. Mendengar suara tembakan yang membuat telinganya berdenging, membuat kedua mata Steve mencari-cari sumber tersebut. hingga ia menemukan sosok sahabatnya yang terkulai lemas dipelukan Taeyeon.

β€œ YURI!!! β€œ panggil Taeyeon dan Steve serempak. Dengan sisa kesadarannya, Yuri membuka kedua matanya meskipun tak membuka sepenuhnya. Setidaknya ia masih bisa melihat wajah kekasihnya yang begitu mengkhawatirkannya dengan air mata yang mengalir deras dari pelupuk matanya. Yuri tersenyum manis dan mencoba menghapus jejak air mata Taeyeon dengan sisa kekuatannya.

β€œ Uljima.. β€œ

β€œ W-wae, k-kenapa kau menjadi seperti ini?? β€œ tanya Taeyeon dengan suara yang tercekat dan terus menangis.

β€œ Kau sangat berharga untukku, aku tak ingin seseorang melukai kekasihku β€œ jawab Yuri terbata-bata

β€œ Hajiman~.. β€œ

β€œ T-taeng.. gomawo.. β€œ

β€œ Aishh!! Jangan banyak bicara, jebal.. ambulance pasti sedang dalam perjalanan. Aku mohon bertahan β€œ

β€œ M-m-mian.. sa-rang-hae.. β€œ. Sedetik kemudian, kedua mata Yuri terpejam rapat membuat Taeyeon menangis histeris. Sedangkan, Steve yang melihat hal tersebut hanya bisa menundukkan kepalanya seraya air matanya yang mengalir dari pelupuk matanya. Kemudian, menatap Woo bin yang sudah tak sadarkan diri lebih dulu.

β€œ H-hyung.. bisakah kau bertahan lebih lama lagi?? β€œ tanya Steve lirih

 

***

β€œ Yeobooo!!!!! β€œ teriak Gyuri histeris dengan air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya, bahkan matanya sudah membengkak karna terus menerus menangis. Jinri dan Krystal mencoba memberikan kekuatan pada yeoja itu, meskipun tak dapat dipungkiri jika Jinri juga menangis tersedu-sedu.

Steve menundukkan kepalanya di depan batu nisan yang bertuliskan Woo Bin Hwang dan Kwon Yuri. Air mata terus mengalir dari pelupuk matanya, tak berbeda jauh dengan Taeyeon. Yeoja itu terus menangis sambil memeluk batu nisan Yuri, kekasih singkatnya yang begitu sangat ia cintai. Sedangkan Jessica yang hadir di antara mereka, lebih mencoba memberikan penguatan pada yeoja dorky itu daripada Steve.

Tak penting jika harus mempermasalahkan apa yang dilakukan Jessica pada Taeyeon dan juga pada kekasihnya sendiri yang sama-sama tengah berkabung. Yang jelas didalam pikiran Steve saat ini, namja itu ingin sekali menyusut kejadian penembakan yang dilakukan 2 hari yang lalu pada hyungnya dan pada sahabatnya. Ia juga ingin menyusut apa yang menyebabkan ambulance yang membawa kedua namja yang sangat berharga baginya bisa mengalami kecelakaan hingga menyebabkan kedua mobil tersebut masuk ke jurang.

Sedetik kemudian, kedua tangan Steve mengepal kuat membuat Jessica yang melihatnya memandang kekasihnya itu begitu sendu sambil tangannya yang tak berhenti mengelus punggung Taeyeon.

Berbagai kenangan manis bersama Woo Bin terlintas dibenak Steve, kenangan itu terus berputar dikepalanya membuat tubuhnya berguncang karna membiarkan kembali air mata keluar dari pelupuk matanya.

β€œ Setiap orang memiliki ceritanya masing-masing didalam kehidupannya. Ada berbagai rintangan pula yang mereka lewati, tetapi rintangan yang sangat besar akan terjadi pada pasangan yang sangat sabar dan tetap berusaha Steve β€œ. Woo bin memandang Steve dengan tatapan dalam, tak lupa dengan senyuman manisnya yang diturunkan almarhum Mr. Hwang padanya membuat Steve melihat jelas sosok figur appanya pada Woo bin.

β€œ Dan inilah rintangan yang ada didalam kehidupanmu, kau bisa merasakan bagaimana rasanya mendapatkan penolakkan yang halus dari kekasihmu untuk menikah. Aku memang selalu mengawasi adik-adikku, meskipun rintangan didalam pekerjaan kita lebih besar dari ini. Tapi aku cukup mengerti jika aku berada didalam posisimu dan Jessica. Bisakah kau lebih bersabar dari ini? Aku tau, kau bisa melakukannya karna dirimulah satu-satunya yang bisa bersabar lebih lama didalam keluarga kita Steve. Omma menurunkannya padamu, omma juga yang menurunkan senyumannya yang bisa membuat anak-anaknya tenang setiap melihatmu tersenyum. Semua ada waktunya, tuhan telah memiliki rencana lain untuk menyatukan kalian. Aku percaya itu.. β€œ

β€œ Kau dan Jinri adalah kebanggaanku, kalian adalah harta yang paling berharga dari apapun untukku. Kelak.. jika aku tak ada lagi di dunia ini, tolong jaga Gyuri dan calon aegyaku β€œ. Woo bin meraih tubuh Steve untuk masuk ke dalam dekapannya, hingga detik selanjunya Steve tersadar akan sesuatu

β€œ A-aegya?? β€œ. Steve melepaskan pelukan mereka dan memandang Woo bin tak percaya

β€œ Kami batal liburan, karna Gyuri sudah hamil β€œ

β€œ Jeongmal?? β€œ tanya Steve dengan suaranya yang melengking

β€œ Aishh.. mengapa kau harus memperlihatkan suara lengkinganmu, Steve β€œ. Woo bin menutup kedua telinganya, membuat Steve terkekeh

β€œ Mian, mian.. tapi aku bahagia mendengarnya hyung. Aku turut bahagia β€œ. Steve kembali memeluk Woo bin dengan senyuman ceria yang kini mengembang diwajahnya.

β€œ H-Hyung.. β€œ gumam Steve lirih, bersamaan dengan turunnya hujan yang begitu deras membasahi tubuh mereka. Dengan cepat, para pengawal kepresidenan, Seohyun dan Jiyeon membukakan payung untuk para majikan mereka. β€œ A-aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuk kita semua, menjaga Gyuri noona dan aegyamu β€œ

***

1 minggu kemudian..

Steve dan Jinri masuk ke dalam ruang meeting perusahaannya dengan pakaian formal yang begitu rapi di dampingi Seohyun dan Jiyeon dibelakangnya, berbagai petinggi perusahaan hadir bersama dengan jajaran mitra yang sudah bekerja sama dengan perusahaannya sejak lama. Disana juga telah hadir Taeyeon yang hanya memperlihatkan senyuman tipis dengan kedua matanya yang berkaca-kaca, lalu telah hadir Sooyoung dan Bora. Hingga langkahnya terhenti saat Steve melihat salah satu perwakilan yang di duga dari perusahaan H2#.

β€œ Silahkan duduk Steve-ssi β€œ ucap Seohyun sopan, membuat Steve bergerak perlahan untuk duduk ditempat yang biasa Woo Bin tempati di ikuti Jinri yang duduk disamping oppanya.

β€œ Baiklah, Steve-ssi sebagai wakil dari komisaris sudah hadir disini. Meeting hari ini bisa kita mulai β€œ ucap Seohyun dan langsung mendapat respon anggukkan dari semua orang. Terkecuali dari seseorang yang terus memperlihatkan senyuman evilnya pada Steve, membuat Steve membalas kembali tatapannya dengan berusaha untuk bersikap tenang.

Dan rupanya tak hanya Steve yang menaruh perhatian pada orang tersebut, Jinri, Taeyeon, dan Sooyoung pun menyadari hal itu. Membuat ketiga orang tersebut memendang Steve dan orang misterius itu secara bergantian.

β€œ Bagaimana menurutmu, Steve-ssi? β€œ tanya Seohyun, membuat Steve tersadar dan menoleh ke arahnya dengan bingung

β€œ H-huh?? Apa yang baru saja dibicarakan? β€œ tanya Steve

β€œ Melihat saham yang terus menurun, kami membutuhkan kejelasan tentang perusahaan yang sebelumnya dipimpin oleh Woo Bin-ssi ini. β€œ jelas Jiyeon sopan, membuat Steve menganggukkan kepalanya.

β€œ Dalam arti lain, kami membutuhkan penerus Woo Bin-ssi secepatnya β€œ tambah salah seorang petinggi membuat Steve terlonjak kaget, pasalnya Steve masih belum siap jika harus menggantikan posisi hyungnya dalam perusahaan besar mereka. Bukanlah hal yang mudah memimpin perusahaan besar dengan anak perusahaan yang tersebar diberbagai wilayah dipenjuru dunia tersebut. Mendengar hal itu membuat Steve mengeluarkan keringat dingin disekujur tubuhnya.

β€œ Kami ingin, Steve Hwang untuk menggantikan posisi Woo Bin-ssi β€œ pinta salah satu petinggi yang lain, β€œ Dan Jinri Hwang yang duduk dikursi CEO β€œ sambung orang itu yang berhasil membuat kakak beradik Hwang gugup bukan main.

 

END

Anyyeonghaseyo.. long time no see hahahaha… maklum, aku sedang melawan moodku yang berubah-ubah. Entahlah dengan chapter ini, mungkin gaje, gak dapet feelnya dan lain-lain. Typo juga pasti bertebaran dimana-mana dan satu lagi. Untuk judul President Daughter and Him.. Di akhiri sampai chap ini yaa, cerita selanjutnya akan berlanjut di cerita β€œ BREATH β€œ, kalian pasti tau fanfict yang satu itu kan? Pasti dan harus tau.. hehehe.. so, tunggu kelanjutan fanfict ini. See you ^^

 

68 comments

  1. kirain beneran bakal tamat disini ceritanya…
    what?? serius yuri mati????
    deuuhh….
    steve labil..iyah da dy mah ababil hhaha…
    kasian iih anaknya woobin..πŸ˜₯

  2. Pffft ..masalah apalgi ini….
    Ksian bgt taeng pdahal bru jdian sbntar ma yul uda dtggalin….
    N steve tggung jwabx kdepan mlah smkin brat.pfft…

  3. aigoo😱😱 yuri gw mokat😭😭 hoho
    dah mw endπŸ˜’πŸ˜’ gpp deh ada ff buru😁😁 jeti lgi kan sofieπŸ˜‰πŸ˜‰ hehe

  4. akhirnya update juga~
    wkwkw steve ababil~
    MWOYA! kok yul ama woo bin mati??
    kasian sumpah yul mati taeyeonnya gimana & woo bin mati gyuri ama anakny gimana?

    END? tapi masih dilanjutin toh.. kaget~
    di tunggu BREATHnya sofie~ yeeeyeee semangka~~

  5. Wahhh .. Akhirnya End jga nih ff. Aku kira end nya cman nyampe sana, tpi ternyata ada kelanjutannya ..
    Kasiah banget Tae, bru aja jadian, eh .. udah di tinggalin sma Yuri.
    Dan utk Steve,, dia mh suka labil yah orangnya. Tpi suka ko ceritanya Ka ..
    Di tunggu ff selanjutnya.
    Semangat terus Ka .. ^_^

  6. penasaran sapa pelaku penembakan
    kasian taeng bru jg pacaran eh d tinggal mati…
    itu tyler kwon pny maksud pa siiii modus bgt….
    d tunggu ff breath’a

  7. Waaaaa disaat nongol end bener2 kaget ternyata masih lanjut dengan berbeda judul..
    Steve tuh labil abis ya ternyata..
    Taeng kasian,pacarnya metong..jangan2 itu ulah hyuna laghe..ok sangat di tunggu dari sekarang yg breath’y hehehe..

  8. Aduh sya msih rada aneh klo bca taeri apalagi taeyeon yg jdi cewekx walaupun sbnerx klopun yuri yg jdi cewekx bklan ttp aneh tpi knpa yul mesti mti sih trus siapa dong yg bkalan jgain jessica dan sya pnsaran bnget sbnerx siapa tuh orang yg dndam bnget sama kluarga Hwang itu jga si tyler kwon modus bnget sma jessica..
    Ditunggulah ff breathx…

  9. Ah yul sm woobin mati? Aah kasian banget tae sm gyuri. Semoga aja hubungan Jessie sm Steve tetep lancar. Di tunggu next fanfic nya. Hehehhe

  10. Yey breath ditunggu unnie ^^
    itu taeng kesian yaa bru pacaran sma yul langsung mati hahahaa
    lanjut lanjut lanjut

  11. ini udah END atau blm sih ?? breath itu masih lanjutan cerita ini ??? aku bingung karena cerita ini masih ngegantung, masih blum tahu penjahatnya sebenarnya siapa ???

  12. yaaahhh,,, crtny sdh end,crtny gantung bgt,qmn slnjutny taeyeon yg d tglin yuri n jeti???? woo bin meninggal ga tao sapa pelakuny lgi,thor???

  13. Kaget banget pas ngliat tulisan END gede” bold pula @@.. Untungny msih ad ff baru breath wkwk. Yul napa harus meninggal… No.. Tae sapa sapa donk? T-T…

  14. Aku kira cerita.a bnran end,, trnyta blm.. Alhamdulillah!!πŸ˜€

    Steve jgn kecewa lagi yah,, kasian jg sica tuh..
    Yultae jadian,, tp knp jadian.a cuma bntr thorπŸ˜₯πŸ˜₯ Knp yul n woobin harus meninggal??πŸ˜₯πŸ˜₯
    Kasian gyuri n taeng..
    Semoga steve bisa menemukan siapa yg udh ngebunuh yul n hyung.a..
    Di tunggu kelanjutan.a yah!!
    Hwataeng!!

  15. mianhe thor baru sempet nongol lagi hehehe, ehhh udha end aja ?? yaelahh ngegantung banget nih ff .. ahhahaha chap sebelum2nya rada2 bikin ngakak dan sakit hati kkkk.. sakit hatinya itu pas steve ditolak jessi, omegah tak terduga bangeett T_T

  16. annyeong thor…
    yakin niih udah end??berasaa g pengen slsesaii nii crtaa pengennya lanjuutt trsssss smpe chap ke 1000 kyk sinetron2 indo gtu :v
    tp w rada sad thor sii kwon mati hikkss taeng jdi sndirikan…hikss
    ok ditunggu klanjutan breath nyaa..

  17. ini bkn akhir dr crt justru awl crt yg sbnrny…..
    sukses bikin q merinding n galau….krn g bs byngin ap yg akn steve hdpi stlh khlgn 2 org yg sgt mndkg n berpngruh, yuri n woo bin.
    steve hrs tegar, steve skrg adl pelindung org2 yg dicintainy…..krn musuh yg sbnrny sdh muncul n siap hncurkn khdpn steve n org2 yg dicintainy..
    utk Neng daebak….πŸ‘

  18. baru aja aku ngucapin selamat untuk yultae, yul udah pergi untuk selama nya, meninggalkan tae yg baru aja merasakan kebahagian yg sesungguh nya bersama yuri.
    seperti jeti harus di jauh kan diri pantai jika membawa mobil dgn cuaca yg dingin. karna selalu berakhir dgn hot time. wkwwkwk….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s