President Daughter and Him (19/?)

PDH_1

Title : President Daughter and Him (19/?)

Author: Adelayn_Tiffany

Genre: Gender bender, yuri, romance, action, sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang (Namja), Kim Taeyeon, Jessica jung, Krystal

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender dan yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!πŸ˜„

 

***

Cppp..

Suara decakan seperti itulah yang menjadi akhir dari ciuman yang begitu dalam dan berhasil membuat kedua tubuh mereka memanas. Seraya melepas ciumannya, jessica menjauhkan wajahnya dari wajah namja tampan dibawahnya. Steve menghapus bibir Jessica yang cukup basah karna ulah namja itu dengan ibu jarinya lalu, tersenyum manis.

β€œ So? Hubungan apa yang selanjutnya terjadi diantara kita? β€œ tanya Steve memecahkan keheningan tanpa melepaskan pandangannya dari Jessica, membuat yeoja blonde itu gugup dengan wajahnya yang semakin memerah

β€œ I-itu.. hubungan kita tidak begitu penting sekarang, steve. Kita fokuskan pada kesehatanmu terlebih dahulu, kau tau–.. β€œ

β€œ Akkhh.. appo! β€œ ringis Steve, seraya memeluk tubuh Jessica erat membuat yeoja blonde itu panik dengan kondisi Steve yang sudah terbilang menjadi kekasihnya itu.

β€œ S-steve, gwenchana?? β€œ. Melihat respon yeoja blonde itu, membuat Steve tersenyum dibalik pelukan Jessica. Sebenarnya Steve hanya berpura-pura meringis, hingga tak lama kemudian namja itu kembali mengaduh kesakitan..

β€œ O-ottokkae?? β€œ tanya Jessica khawatir dan juga panik

β€œ A-aku akan semakin sakit, jika kau tak memperjelas hubungan kita β€œ ucap Steve mengarang alasan yang tak masuk di akal sambil sedikit melirik ke arah Jessica, detik selanjutnya kepanikan itu hilang dari yeoja blonde. Bahkan kepanikan Jessica itu berubah menjadi tatapan tajam yang mengarah pada Steve, merasakan apa yang selanjutnya akan terjadi.. Steve memilih menarik tubuhnya dari pelukan Jessica dan terkekeh.

β€œ M-mian.. aku–.. β€œ

β€œ Kau!! Bagaimana kau masih bisa mengerjaiku disaat seperti–.. β€œ

β€œ Mianhae.. β€œ. Steve menarik tubuh Jessica hingga jarak mereka kembali begitu dekat, wajah namja itu sedikit memelas. Mencoba meminta permohonan maaf pada yeoja blonde itu, β€œ Maafkan aku chagi~ah β€œ bisik Steve, seraya tersenyum manis membuat death glare Jessica menghilang dan kembali tergantikan dengan wajah Jessica yang berubah menjadi warna merah padam.

β€œ Jangan membuatku khawatir lagi, kau tau bagaimana diriku yang benar-benar menderita saat tau kondisimu sebelumnya. Hm? β€œ ungkap Jessica, seraya mengambil salah satu alat disamping ranjang rawat tersebut untuk ia tekan. Detik selanjutnya, sandaran ranjang rawat Steve bergerak ke atas. β€œ Bersandarlah, wajahmu masih sangat pucat. Kau sudah banyak mengeluarkan darah.. β€œ sambung Jessica dengan tatapan matanya yang begitu sendu, tetapi Steve hanya bisa tersenyum dengan matanya yang sayu.

β€œ Gomawo.. β€œ ucap Steve tanpa melepaskan genggaman tangannya pada kekasihnya itu

β€œ What for? β€œ tanya Jessica bingung

β€œ For accept me to be your boyfriend β€œ jawab Steve, membuat Jessica tersenyum manis. β€œ I love you, jessie β€œ

β€œ I Love you too, Steve Hwang β€œ. Jessica memeluk tubuh Steve, mengistirahatkan kepalanya dibahu namja itu sambil sesekali menghirup harum tubuh Steve yang selalu membuat Jessica merasa tak ingin jauh dari namja itu.

β€œ Steve.. β€œ panggil Jessica tanpa melepaskan pelukannya dari Steve

β€œ Hm? β€œ tanya Steve yang memejamkan kedua matanya namun, salah satu tangannya yang tidak tertancap infusan mengelus kepala belakang Jessica lembut.

β€œ Aku harus memanggil dokter untukmu, maukah kau menungguku? β€œ. Jessica melepaskan pelukannya dan memandang Steve dengan ekspresi memelas.

β€œ Tanpa kau panggil, mereka pun akan segera datang kemari Jessie β€œ jawab Steve sambil tersenyum, membuat Jessica kebingungan

β€œ Bagaimana bisa? β€œ. Steve hanya mengangkat kedua bahunya, hingga tak lama kemudian benar saja.. dokter dan suster berhambur masuk ke dalam ruang rawat membuat Jessica langsung beranjak berdiri dan mempersilahkan dokter untuk memeriksa kondisi tubuh kekasihnya itu.

.

.

Disebuah museum tua dikorea, beberapa rombongan mobil berjalan disana. Tak lama kemudian, rombongan mobil itu berhenti dan memperlihatkan sosok Woo bin yang baru saja keluar dari mobil, saat Jiyeon membukakan pintu mobil untuknya.

Dengan penjagaan yang sama ketatnya dengan penjagaan dari kelompok orang yang begitu keras ingin menemuinya, Woo bin berjalan menaiki anak tangga di dampingi Jiyeon yang terus berada disampingnya. Tak lupa pula, salah satu orang dari kelompok orang diseberang sana mendampingi Woo bin.

Tap.. tap.. tap.. tap..

Suara derap langkah kaki berlari terdengar bergema disana, membuat Woo bin dan Jiyeon begitu jeli merespon tindakan yang terjadi di sekitar mereka.

β€œ Wuaahh.. Woo bin hwang, akhirnya kita bertemu juga!! β€œ ucap seorang namja yang begitu girang, seraya memeluk tubuh Woo bin. Tetapi dengan cepat, Jiyeon mendorong tubuh namja itu dari Woo bin karna melihat ketidaknyamanan yang diperlihatkan Woo bin dengan sambutan yang ia terima berlebihan dari namja asing itu.

β€œ O-opps.. sorry β€œ ungkap namja itu sambil menutup mulut dengan kedua tangannya

β€œ Apa yang membuatmu ingin sekali bertemu denganku.. chingu? β€œ tanya Woo bin ragu, saat menyebutkan kata β€˜chingu’ pada namja itu. Detik selanjutnya, namja asing itu terkekeh membuat bulu kuduk Woo bin maupun Jiyeon merinding. Pasalnya, kekehan namja itu bukan kekehan biasa yang selalu dilihat Woo bin maupun Jiyeon tetapi kekehan namja itu terkesan memberikan aura kegelapan yang sewaktu-waktu bisa membuat nafas komisaris Group Hwang itu habis secara Cuma-Cuma.

β€œ Tidakkah kalian menikmati jamuanku terlebih dahulu? β€œ tawarnya sambil mempersilahkan Woo bin untuk duduk, melihat hal itu Woo bin pun ingin menghargainya dan langsung menerima tawaran namja itu dengan duduk dikursi. Setelah duduk dikursi yang sudah disediakan, namja itu tertawa girang dan duduk diseberang Woo bin. Cukup jauh sebenarnya, jarak tempat duduk Woo bin dan orang itu tetapi mereka tetap bisa saling berhadapan.

β€œ Katakanlah sekarang, aku sedang tak memiliki waktu banyak β€œ ucap Woo bin, membuat orang itu menaikkan salah satu alisnya dan kembali terkikik.

β€œ Arrasseo, pemuda komisaris sepertimu memang tak memiliki banyak waktu untukku. Tetapi aku tetap menghargai kedatanganmu.. baiklah, aku akan menjelaskan produkku β€œ ungkap orang itu dengan besar kepala, seraya beranjak dan menaikkan jari telunjuknya ke udara. Hingga tak lama kemudian, salah seorang dari bagiannya menghampiri dan memberikan suatu benda yang terlihat seperti mainan.

β€œ Ini adalah sebuah permainan yang mampu membuat seseorang semakin cerdas β€œ

β€œ Oya? Aku baru mendengarnya jika sebuah permainan bisa membuat seseorang semakin cerdas, itu artinya tanpa aku harus belajar.. aku akan cerdas setelah memainkan permainan itu?–.. β€œ

β€œ Geurom, tentu saja. β€œ respon orang itu yang dengan lancang memutuskan ucapan Woo bin yang belum selesai, membuat anak pertama dari keluarga Hwang itu semakin tak nyaman.

β€œ Tidakkah itu masuk akal? Itu tindakan yang bodoh β€œ ucap Woo bin sarcastic, membuat orang itu menggeram dalam diamnya.

Setelah melihat orang yang besar kepala dihadapan Woo bin, namja itu yang mulanya memiliki niat baik untuk menerima produk orang tersebut. tiba-tiba menarik niatnya kembali, karna perasaan Woo bin mengatakan bahwa jika ia bekerja sama dengan orang itu justru perusahaannya akan hancur. Mengapa Woo bin bisa merasakan hal itu, karna pada dasarnya seorang pemimpin itu memiliki feeling yang kuat, hal itu pun di dapat dari pengalaman-pengalamannya terdahulu dan Woo bin tak ingin mengulangi kesalahannnya lagi.

β€œ Baiklah, aku sudah tau produkmu itu β€œ ucap Woo bin, seraya beranjak dari tempat duduknya dan membenarkan jasnya membuat orang itu gelagapan karna ia sama sekali belum menjelaskan semuanya. Tentu saja disamping gelagapannya, namja itu begitu sibuk mengembalikan ketenangannya lagi karna sudah dibuat kesal oleh Woo bin.

β€œ Kau tak ingin melihat mainan ini bekerja secara langsung? β€œ tanya orang itu sambil tersenyum evil, membuat Woo bin yang mencoba meninggalkan tempat pertemuan mereka menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah orang itu sambil menyernyitkan keningnya.

β€œ Apalagi? Aku sudah melihat produk dan tujuanmu itu sendiri β€œ ucap Woo bin

β€œ Kau tau, jika kau meremehkan permainan ini. Maka yang terjadi, mainan ini akan–.. β€œ

Β 

DUARR!!

 

β€œ Meledak β€œ sambung orang itu perlahan, ani.. tapi lebih seperti mengeja kata Me-Le-Dak membuat kedua mata Woo bin dan Jiyeon membelalak saat melihat produk orang itu hancur lebur di depan mata kepala mereka sendiri.

.

.

Selama Woo bin menjalankan pekerjaannya, Jinri dan Gyuri menghabiskan waktu mereka disebuah restoran didekat rumah sakit yang ditempati Steve hwang. Tentu saja, rumah sakit disamping restoran tersebut adalah salah satu asset dalam Hwang Group. Mereka bebas masuk kesana kapan pun mereka mau, bahkan Hwang group bisa saja menjadikan rumah sakit tersebut menjadi sebuah tempat bermain untuk mereka jika mau. Seperti sosok Woo bin dimasa lalu yang menjadikan rumah sakit tersebut sebagai tempat untuk merayakan ulangtahunnya, namja yang terlihat galak, sadis dan tak punya perasaan itu rupanya masih memiliki hati yang begitu besar. Saat umurnya sudah beranjak dewasa, biasanya seseorang yang berulangtahun dengan derajat Hwang group selalu merayakan pesta ulangtahunnya secara besar-besaran tetapi berbeda dengan Woo bin. Namja itu memilih merayakan ulangtahunnya dengan anak-anak kecil yang hanya diberikan kesempatan singkat untuk hidup didunia ini karna itu pula ia bertemu dengan Gyuri.

Mereka saling menyukai saat pandangan pertama, dimana saat itu Gyuri adalah sosok seorang desainer handal yang mengalami kecelakaan kecil saat ia bekerja sehingga yeoja itu harus pergi ke rumah sakit dan bertemu dengan Woo bin yang begitu mempesona dengan senyuman yang berhasil membuat hati Gyuri tergetar untuk membuka hatinya yang telah lama tertutup.

Jinri tertawa terbahak-bahak saat mendengar cerita kakak ipar dengan kakaknya dimasa lalu, sesekali yeoja itu bertepuk tangan atau bahkan tertawa tanpa mengontrol suaranya yang berhasil membuat beberapa orang menaruh perhatian padanya membuat kakak iparnya malu.

β€œ Yah! Aku tak akan bercerita lagi jika kau tertawa seperti itu, jinri~ah β€œ ucap Gyuri sambil menepuk lengan adik iparnya itu

β€œ Hahaha.. habisnya, cerita kalian itu sangat lucu. Lalu setelah menikah, hal apa yang kalian lakukan terlebih dahulu? β€œ tanya Jinri penasaran sambil menopang dagu di atas meja, membuat Gyuri gugup

β€œ Kau masih kecil! Masih banyak yang harus kau lewati untuk mencapai bahtera rumah tangga, arrasseo?? β€œ

β€œ Aishh.. eonnie, aku kan sangat penasaran sekali. Apa kalian juga mendesah seperti steve oppa dan-.. β€œ

β€œ Heyy.. anak kecil, sepertinya pembicaraan kita sudah terlalu jauh. Jadi, aku harus pulang dan mengerjakan beberapa perusahaan kecil ayah mertua. Bye bye.. β€œ pamit Gyuri, seraya beranjak dan berjalan ke luar restoran membuat Jinri bingung dan juga ikut keluar mengejar kakak iparnya.

β€œ Eonnie!! Bagaimana dengan sebutan 69?? β€œ tanya Jinri dengan suara lentangnya, membuat Gyuri membelalakkan mata dan langsung berlari ke arah Jinri lalu menutup mulut yeoja itu.

β€œ Ymm!! Aapppaaammnhhhh yaaaanggg kauppp lakβ€”nnnnnnnnnnn!!! Lep—pas!!!!! β€œ teriak Jinri didalam bekapan Gyuri, membuat beberapa pengawal keluarga Hwang terkikik

β€œ Jinri~ah.. darimana kau mengetahui hal itu!? β€œ bisik Gyuri dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya, membuat Jinri terdiam

β€œ Memangnya itu apa?? Aku saja tidak mengerti soal itu β€œ ungkap Jinri polos, membuat Gyuri terperangah

β€œ Anak nakal! β€œ. Gyuri mendorong kepala Jinri dengan jari telunjuknya, membuat kepala yeoja yang lebih muda darinya itu terdorong ke belakang lalu Gyuri segera meninggalkannya sendiri bersama pengawal-pengawal keluarga Hwang.

β€œ Memangnya kenapa? Aku kan hanya membacanya dari buku yang tersimpan di rak buku Woo bin oppa, Steve oppa juga mempunyainya satu sedangkan Woo bin oppa memiliki 3 tingkat buku yang menjelaskan gaya 69 membuatku pusing memahaminya β€œ gumamnya

β€œ Mwo? 69?? β€œ tanyanya, membuat Jinri langsung menoleh ke sumber suara

β€œ Ital~yaa.. β€œ panggil Jinri manja, seraya memeluk Krystal lalu mengecup pipi yeoja itu singkat namun Krystal masih terdiam ditempatnya dan memandang lurus ke depan. β€œ Waeyo? β€œ tanya Jinri bingung

β€œ 69, matta.. aku baru mengingat kata didalam buku itu β€œ gumam Krystal yang terdengar jelas oleh Jinri

β€œ Apa maksudmu?? β€œ tanya Jinri semakin bingung

β€œ Aku menemukan sebuah buku dikamar sica eonnie dan isi didalamnya, penuh dengan kata 69. Apa kau mengerti soal itu Sulli~ah? β€œ. Krystal menatap Jinri dengan penuh penasaran, hingga detik selanjutnya gelengan cepat diperlihatkan Jinri pada Krystal membuat kedua yeoja itu tertegun. Mereka sibuk mencerna kata 69 yang sampai detik itu juga membuat mereka penasaran

β€œ Sepertinya, kita harus browsing untuk mendapatkan jawaban soal itu ital~ya. Kajja.. β€œ. Jinri menarik lengan Krystal untuk pergi ke suatu tempat dengan begitu bersemangat

β€œ Bagaimana dengan Sica eonnie dan Steve oppa? β€œ tanya Krystal sambil menghentikan langkah mereka

β€œ Mereka masih saling desah mendesah β€œ jawab Jinri tanpa memperdulikan yeoja dibelakangnya yang terdiam untuk mencerna ucapan yeoja itu.

β€œ Desah mendesah?? Ahh.. kita juga harus tau bagaimana caranya seperti itu, sulli~ah β€œ. Krystal berlari mengejar Jinri, lalu merangkulnya dengan girang.

β€œ Beri aku ciuman dulu β€œ pinta Jinri sambil mencondongkan bibirnya pada Krystal. Jinri yang berniat bercanda namun, candaannya itu justru membuatnya merasa tersengat aliran listrik yang begitu besar. Tentu saja, siapa yang menduga jika candaannya itu menjadi kenyataan. Kenyataan bahwa Krystal menciumnya, tepat dibibirnya meskipun sekilas tetapi hal itu berhasil membuat wajah Jinri memerah bukan main.

.

.

Secara bersamaan, Jessica dan Yuri keluar dari kamar rawat yang rupanya bersebelahan. Mata mereka bertemu dan itu membuat Yuri langsung memberikan penghormatan pada majikan-nya sedangkan Jessica hanya menyernyitkan keningnya bingung atas kehadiran pengawalnya disana.

β€œ Apa sesuatu terjadi? Mengapa kau bisa ada disini, Yul? β€œ tanya Jessica penasaran

β€œ A-a.. i-itu.. h-hm..–.. β€œ

β€œ Mwo? Waegeurae? Kerabatmu ada yang sakit? β€œ

β€œ N-ne.. kerabatku s-sakit β€œ jawab Yuri terbata-bata yang tak tau harus menjawab apa pada Jessica selain membenarkan ucapan yeoja dihadapannya itu. β€œ Dan bagaimana denganmu, Jessica-ssi? β€œ

β€œ Ohh.. Steve, ia terluka saat.. ahh.. apa kau sudah tau jika restoran pelatihan meledak?? β€œ tanya Jessica yang langsung menerima respon anggukan dari Yuri. Tentu saja namja itu tau, karna saatΒ  itu ia dan Taeyeon berada disana. β€œ Steve terluka karna ledakan itu β€œ sambung Jessica

β€œ Jinjayo?? Apa dia baik-baik saja sekarang?? β€œ tanya Yuri khawatir

β€œ Steve baik-baik saja, dia sudah sadar β€œ jawab Jessica sambil tersenyum senang, membuat Yuri memiringkan kepalanya untuk mencerna atas apa yang sudah terjadi antara majikannya itu bersama sahabatnya.

β€œ Apa kalian sud–.. β€œ

β€œ Okshii, ap–.. β€œ. Ucap seseorang yang berhasil membuat Yuri dan Jessica menoleh ke sumber suara. Melihat orang tersebut, membuat Jessica tak sadar bahwa ia sudah mengepalkan kedua tangan yang menggantung disamping tubuhnya.

β€œ Anyyeonghaseyo Jessica-ssi β€œ sapa orang itu gugup, seraya membungkukkan tubuhnya dihadapan Jessica tetapi yeoja blonde itu tak meresponnya melainkan mengeraskan rahangnya. Jessica masih begitu kesal dengan apa yang ia lihat beberapa hari yang lalu antara Taeyeon dan orang itu.

β€œ Untuk apa kau kemari? β€œ tanya Jessica dingin, membuat orang itu semakin gugup sedangkan Yuri hanya bisa mengawasi kedua yeoja itu dengan was-was.

β€œ A-aku ingin menjenguk atasanku β€œ jawabnya terbata-bata, membuat Jessica mengerutkan dahinya. β€œ Aku ingin menjenguk Taeyeon-ssi, dia adalah korban ledakan restoran pelatihan Hwang group β€œ jelas sekretaris Taeyeon itu

β€œ Ohh.. itu dia kamarnya, aku permisi dulu β€œ

Β 

DEG

 

Yuri terlonjak kaget, saat mendengar ucapan yeoja dengan sebuket bunga didepan Jessica itu. Ia tak menyangka akan bertemu dengan seseorang yang mengenal Taeyeon padahal, ia sudah mengatakannya pada Jessica bahwa ruangan disamping kamar rawat Steve adalah kerabatnya.

Melihat sekretaris Taeyeon yang melengos melewati mereka, Jessica menaruh perhatiannya pada Yuri. Seolah mengerti apa yang sedang dipikirkan Jessica, yuri langsung menghadap padanya dan membungkukkan tubuhnya.

β€œ M-maafkan aku.. ruangan itu memang ruang rawat taeyeon-ssi β€œ ungkap Yuri yang begitu merasa bersalah karna telah berbohong pada putri presiden, Yuri yakin pasti setelah ini ia akan langsung dipecat oleh Jessica.

Tetapi dugannya salah, setelah ia kembali berdiri tegak dihadapan Jessicaβ€”yeoja blonde itu justru memperlihatkan senyuman manisnya membuat Yuri bingung.

β€œ Yah, kau tak usah sungkan-sungkan mengatakannya padaku jika kau sedang melakukan pendekatan dengan Taeyeon β€œ

β€œ M-mwo?? β€œ

β€œ Aku mendukungmu, tetapi sebelum itu.. kau harus merebutnya dari wanita itu. Aku memiliki perasaan yang tak baik jika taeng selamanya akan berada disisi yeoja itu β€œ ungkap Jessica yang kemudian, menepuk bahu Yuri.

β€œ Kwon Yuri, Fighting!! Anyyeong.. β€œ. Jessica melambaikan tangannya lalu, kembali masuk ke dalam ruang rawat Steve. Meninggalkan Yuri yang masih terkejut dengan respon yang dilakukan Jessica padanya.

 

 

Jessica berjalan ke dalam ruang rawat Steve, ia duduk disamping ranjang kekasihnya yang kembali memejamkan matanya karna pengaruh obat yang diberikan dokter padanya. Steve masih begitu lemah untuk sadar begitu cepat selepas operasi pengangkatan serpihan kaca dibelakang kepalanya, maka dari itu dokter memberikan obat tidur sekaligus painkiller untuk Steve.

Didalam keheningan yang kembali hadir diantara mereka, Jessica meraih tangan dingin kekasihnya dan mencoba menghangatkannya dengan menempelkan tangan yang cukup besar itu ke pipinya. Sesekali yeoja blonde itu juga mengecup tangan Steve yang begitu harum karna parfum Steve yang masih menempel disana.

β€œ Get well soon, baby β€œ. Jessica mengelus pipi Steve lembut, hingga kepala namja itu bergerak dan terlihat semakin nyaman dalam mimpinya yang entah seperti apa– yang jelas selama Steve tertidur Jessica senantiasa berada disampingnya. Menunggu namja itu membuka kembali kedua matanya dan memberikan senyuman manisnya pada Jessica.

Tak lama kemudian, pintu ruang rawat Steve terbuka kasar dan memperlihatkan seorang yeoja yang terlihat panik dan khawatir.

β€œ S-steve, gwenchana?? β€œ tanyanya sambil menghampiri Steve, membuat Jessica beranjak berdiri dan menekan salah satu tombol untuk memanggil seorang petugas keamanan atau siapapun itu.

β€œ Yah.. bora~ya.. β€œ panggil Sooyoung yang juga baru tiba dikamar itu, melihat sikap bora yang terlampau khawatir melihat keadaan Steve membuat Sooyoung langsung menghampiri dan memback hug adik keduanya.

β€œ Yah, eonnie.. lepaskan!! β€œ

β€œ Y-yah, yah, yah.. ige mwoya, kenapa kau seperti ini. Steve sedang istirahat β€œ. Sooyoung terus mencoba menahan kepanikan bora yang benar-benar terlihat sangat berlebihan, membuat Jessica mengerutkan keningnya kesal. Tentu saja siapa yang tidak kesal, jika ada seseorang yang mengusik waktu istirahat kekasihnya.

β€œ Jika kalian hanya ingin membuat kegaduhan disini, sebaiknya kalian keluar β€œ ucap Jessica, membuat Sooyoung dan Bora terdiam dan menoleh ke arahnya.

β€œ Kau mengusirku?? β€œ tanya Bora tersinggung sedangkan, sooyoung hanya menajamkan matanya ke arah Jessica.

β€œ Ne, secara tidak langsung aku mengusirmu. Wae?? Kau tak terima?? Ini adalah rumah sakit bukan tempat terbuka yang bisa menampung teriakanmu β€œ jawab Jessica dengan ekspresi flat-nya, membuat Bora semakin kesal

β€œ Bora~ya.. sudahlah, aku sudah bilang kita tak perlu kemari. Kajja kita pulang β€œ. Sooyoung mencoba membawa bora keluar dari kamar rawat itu sebelum sesuatu yang besar terjadi antara adiknya dan putri presiden.

β€œ Tapi eonnie.. Steve oppa–.. β€œ. Suara bora semakin menjauh dari ruangan steve, membuat Jessica bernafas lega.

β€œ Maaf telah mengusik waktu istirahatmu, sayang.. β€œ bisik Jessica ditelinga Steve, lalu mengecup pipi kekasihnya lembut

 

 

β€œ Yah, eonnie!! Kita baru saja sampai disini, tetapi mengapa kau malah membawaku keluar!? β€œ

β€œ Karna kau merepotkan bora~yah! β€œ bentak Sooyoung spontan, membuat Bora terdiam dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.

Menyadari sikapnya yang sudah berlebihan pada adiknya, Sooyoung merasa sangat bersalah sehingga ia segera meraih tubuh Bora ke dalam pelukannya.

β€œ Maafkan aku, tapi aku juga sama khawatirnya denganmu. Aku mengkhawatirkan Steve, tetapi setidaknya sudah ada seseorang yang menjaganya dan itu membuatku lega β€œ ungkap Sooyoung sambil mengelus kepala Bora lembut, ia juga memperlihatkan senyuman manisnya. Tanpa disadari, Sooyoung begitu sangat merindukan sahabatnya. Merindukan sosok Steve yang selalu memperlakukannya dengan sangat baik.

β€œ Apa itu artinya, kau tak lagi mendukungku untuk kembali pada Steve?? β€œ tanya Bora sambil menengadahkan kepalanya untuk menatap Sooyoung.

β€œ Apa kau benar-benar mencintai Steve, Bora~ya? β€œ

.

.

Yuri keluar dari restoran rumah sakit dengan membawa sebungkus makanan serta minumannya, senyuman manis pun terukir diwajahnya. Sesekali namja itu memandang ke bungkusan yang dibawanya.

β€œ Semoga dia menyukainya β€œ gumamnya, tak lama kemudian namja itu sudah berada didepan pintu kamar rawat Taeyeon dan membukanya.

β€œ Taeng ak–.. β€œ. Seketika, makanan yang dibawa Yuri terjatuh. Namja itu terperangah melihat adegan yang membuatnya merasa sulit bernafas. Sebenarnya adegan itu hanya ciuman panas yang biasa dilakukan Taeyeon bersama sekretarisnya, tetapi bagi Yuri hal itu benar-benar berhasil membuat lehernya terasa tercekik sampai habis.

β€œ Y-yul β€œ panggil Taeyeon, seraya menyembulkan kepala dari balik tubuh Hyuna.

β€œ O-ohh.. maaf mengganggu, aku akan kembali lagi nanti β€œ ucap Yuri dengan senyuman yang terlihat dipaksakan kemudian langsung balik kanan dan keluar dari kamar taeyeon dengan keringat dingin yang mengalir disekujur tubuhnya, namja itu berkali-kali menghela nafas sambil duduk dikursi tunggu yang berada disepanjang koridor rumah sakit.

β€œ Ohh.. makanannya?? β€œ tanya Yuri pada dirinya sendiri saat menyadari bahwa makanan yang sebelumnya ia bawa tak ada ditangannya lagi.

 

β€œ Hyuna~ah, mianhae.. tapi aku ingin beristirahat sekarang β€œ ungkap Taeyeon dengan memperlihatkan senyuman manisnya, tetapi jauh dilubuk hati yeoja ituβ€”Taeyeon merasa sangat bersalah pada Yuri. Entahlah.. melihat Yuri memergoki dirinya yang tengah berciuman dengan sekretarisnya membuat hatinya langsung gundah gulana.

β€œ Arrasseo.. aku akan pulang sekarang, mungkin besok aku akan kembali lagi untuk menjemputmu hm? β€œ. Taeyeon menganggukkan kepalanya dan detik selanjutnya, yeoja itu mendapatkan kecupan singkat dibibirnya dari sang kekasih sebagai salam perpisahan sementara mereka.

β€œ Lekas sembuh, saranghae.. β€œ ucap Hyuna yang kemudian, meninggalkan Taeyeon sendirian dikamar rawatnya.

.

.

β€œ Enghh.. Jessie.. β€œ. Steve mengerang kesakitan, terlihat dari raut wajahnya dengan kerutan didahinya. Namja itu masih terpejam dan terus bergumam memanggil nama kekasihnya, membuat Jessica yang tengah menghabiskan waktu dengan membaca majalah disofa langsung berlari ke arah Steve.

β€œ I’m here, steve β€œ. Jessica menggenggam tangan Steve, mencoba untuk memberikan kekuatan untuk kekasihnya. Namun respon yang didapat dari namja charming itu justru malah membuat Jessica khawatir, pasalnya genggaman Steve yang berada dalam genggaman Jessica mencengkram tangan yeoja blonde itu dengan kuat.

β€œ Appoo–.. β€œ ringis Steve tanpa membuka kedua matanya, membuat kedua mata Jessica berkaca-kaca.

β€œ Aku akan memanggil dokter terlebih dahulu, hm? β€œ. Jessica mengelus kepala Steve yang terbalut perban dengan lembut, detik selanjutnya erangan yang keluar dari mulut Steve tak terdengar lagi justru dengan perlahan kedua namja itu terbuka hingga kedua mata mereka bertemu.

β€œ Kau bangun, mani appo? β€œ tanya Jessica tanpa berhenti mengelus kepala kekasihnya lembut.

β€œ Appo β€œ jawabnya lirih

β€œ Aigoo.. ottokkae? β€œ ucap Jessica, seraya memeluk tubuh Steve. β€œ Gidaryo, aku akan memanggil dokter terlebih dahulu. Hm? β€œ. Jessica melepaskan pelukannya dan menatap paras tampan kekasihnya yang begitu pucat

β€œ Kajima, gwenchanayo.. nan gwenchana.. β€œ ungkap Steve yang tak ingin ditinggalkan Jessica

β€œ Kekasihku manja sekali, hmm.. β€œ goda Jessica, membuat Steve terkekeh

β€œ Ice princess.. β€œ panggil Steve, seraya mengelus pipi Jessica lembut.

β€œ Hm? β€œ

β€œ You wanna sleep wih me? β€œ

β€œ Here?? β€œ tanya Jessica sambil menunjuk ranjang rawat

β€œ Yap, here.. aku tau kau sangat lelah menungguku β€œ

β€œ Of course, i’m so sleepy β€œ jawab Jessica yang langsung memposisikan diri di atas ranjang rawat, tepatnya disamping Steve. Steve yang melihat sikap kekasihnya terkikik dan begitu sangat gemas sehingga ia langsung memeluk tubuh Jessica erat.

β€œ Mengapa kau begitu sangat lucu, jessie?? β€œ bisik Steve sambil tersenyum, membuat Jessica geli

β€œ Karna aku Ice Princess-nya Prince Charming. You wanna built the snowmaa~ann?? β€œ canda Jessica. Seketika Steve meledakkan tawanya, kelucuan yang terjadi diantara mereka membuat Steve hampir tak merasakan kesakitannya lagi dikepalanya. Mungkin obat mujarab yang sesungguhnya dibutuhkan oleh Steve adalah kebahagiaan yang dilalui oleh seseorang yang sangat dicintainya, Jessica Jung..

Cklekk..

Tap.. tap.. tap..

β€œ Jessie.. β€œ bisiknya lembut dengan posisinya yang sudah memback hug Jessica, tetapi yeoja blonde itu tak meresponnya. β€œ Chagi~ah, ireona.. tidakkah kau merindukanku? β€œ

Detik selanjutnya, tubuh yeoja itu bergerak malas menghadap kekasihnya tanpa membuka kedua matanya. Jessica mengerang dan justru semakin mendekatkan diri pada pemilik tubuh yang hangat itu, memeluk tubuh itu erat hingga berhasil menyembunyikan wajahnya diceruk leher Steve.

Ini sudah ke-14 harinya semenjak Steve keluar dari rumah sakit, namja itu kembali beraktivitas seperti biasanya bersama Woo bin. Dan soal pelatihan yang seharusnya dilakukan selama beberapa bulan, hal itu harus dihentikan karna Woo bin tak ingin sesuatu yang sama akan terjadi lagi.

β€œ Just a minute, steve β€œ ucap Jessica dengan suara kantuknya

β€œ Hey.. kau harus bersiap-siap, tidakkah kau ingat hari apa ini dan apa yang akan kau lakukan hm? β€œ. Mendengar ucapan kekasihnya, membuat Jessica membuka kedua matanya dan menengadahkan kepala untuk menatap Steve.

β€œ Today is Sunday, everyday is Sunday for me steve. So, it’s time for sleep β€œ jawab Jessica yang kembali menyembunyikan wajahnya diceruk leher Steve

β€œ Aigoo.. Sleephead, hari ini Krystal melakukan pertunjukan Ice Show. Remember?? Dan kau yang mengiringinya β€œ ucap Steve sambil memainkan rambut panjang Jessica.

β€œ Ahh.. kau benar, Krys mianhae.. β€œ gumam Jessica yang terdengar jelas oleh Steve, membuat namja itu terkekeh. Lalu dengan malasnya, Jessica beranjak duduk dan menggucek matanya sedangkan Steve yang tak pernah melepaskan pandangannya dari setiap pergerakan yang dilakukan kekasihnya hanya bisa terdiam dan menganggumi kelucuan yeoja dihadapannya itu.

β€œ Bersiaplah, aku akan menunggumu dibawah β€œ ucap Steve sambil mengelus kepala Jessica lembut dan tak lupa, namja itu juga tak pernah menghilangkan sedikit pun senyuman manisnya dihadapan Jessica. Saat Steve akan beranjak dari tempat tidur, Jessica menahannya dan memperlihatkan bibirnya yang dikerucutkan membuat Steve bingung.

β€œ Waeyo?? β€œ

β€œ Aku membutuhkan penyemangat untuk bisa sampai pintu itu β€œ jawab Jessica sambil menunjuk pintu kamar mandi yang tak jauh dari mereka.

β€œ Morning kiss, hm? β€œ. Jessica mengangguk dan tersenyum malu, hingga tak lama kemudian yeoja itu sudah mendapatkan apa yang ia mau. Steve mencium bibir Jessica dengan penuh kelembutan, tak hanya ciuman biasaβ€”Jessica membuat ciuman itu menjadi Passionate kiss sehingga kepala mereka bergerak ke kanan dan ke kiri.

β€œ Hmm~.. β€œ desah Jessica, seraya mengalungkan kedua tangannya dileher Steve karna ciuman mereka semakin panas. Steve pun tak menyadari bahwa morning kissnya akan berdampak seperti saat ini, hingga detik selanjutnya namja itu mencoba menyudahi semuanya dengan menghentikan ciumannya tetapi tak bisa.

β€œ Jessie.. β€œ ucap Steve disela-sela ciuman Jessica yang semakin tak bisa dikontrol

β€œ Just a moment, Steve. Jebal.. β€œ rengek Jessica yang mencoba mencium bibir Steve kembali, tetapi namja itu menghindarinya dengan menatap Jessica bingung.

β€œ Heyy.. Jessie, waegeurae?? β€œ. Steve menangkupkan kedua tangannya diwajah Jessica, membuat yeoja blonde itu menatapnya dengan kedua mata yang berkaca-kaca. β€œ Jessie, waeyo? β€œ tanya Steve sekali lagi, seraya menghapus air mata Jessica yang sudah keluar dari pelupuk mata yeoja itu tetapi Jessica menggelengkan kepalanya dan langsung berlari memasuki kamar mandi.

β€œ Ada apa dengannya? β€œ gumam Steve bingung

.

.

β€œ Habiskan sarapanmu, Steve β€œ ucap Mr. jungΒ  sambil menuangkan jus jeruk ke dalam gelas untuk kekasih anak pertamanya itu, sedangkan Steve hanya bisa tersenyum dan mengangguk sebagai ucapan terimakasih pada calon mertuanya itu.

Tak lama kemudian, suara derap langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar oleh dua namja yang tengah menikmati sarapannya.

β€œ Maaf, sir β€œ. Mr. Jung menoleh ke sumber suara dengan senyuman yang terukir diwajahnya, namun senyuman itu tak berlangsung lama setelah melihat ekspresi Yuri sebagai pengawal khusus anak pertamanya.

β€œ Jessica-ssi tak ada dikamarnya β€œ ungkap Yuri, membuat Steve menoleh ke arah namja itu dan terkejut bukan main sedangkan Mr. Jung hanya bisa menyernyitkan keningnya.

β€œ Bagaimana bisa? β€œ tanya Mr. Jung bingung

β€œ Kami lengah, sir. Tetapi rupanya, Jessica-ssi membawa mobil sport-nya β€œ jawab Yuri sambil menundukkan kepalanya

β€œ Gwenchana, Yul. Mr. Jung aku pamit lebih dulu, mungkin kita akan melakukan sarapan bersama lagi lain kali β€œ ucap Steve, seraya beranjak dari tempat duduknya. Mr. Jung pun menganggukkan kepalanya, meskipun didalam kepalanya namja paruh baya itu masih mencerna apa yang tengah terjadi pada anak pertamanya dipagi hari itu.

 

β€œ Yul.. kita bertemu dikampus β€œ ucap Steve sambil menepuk bahu sahabatnya, Yuri pun mengangguk mantap dan bergegas masuk ke dalam mobil bersama rombongan pengawalnya.

β€œ Jessie, ada apa denganmu? β€œ tanya Steve pada dirinya sendiri, seraya masuk ke dalam mobil Sport Jaguar-nya, detik selanjutnya mobil yang dikendarai Steve sudah melaju dijalanan.

Selama diperjalanan, tak ada yang dipikirkan Steve kecuali tentang Jessica. Hal ini terjadi setelah ke anehan yang terjadi pada kekasihnya pagi ini, semuanya masih menjadi puzzle bagi namja itu. Dan tak dapat dipungkiri selama Steve menikmati sarapannya bersama Mr. Jung sambil menunggu kekasihnya turun pikirannya juga berantakan, bahkan seringkali Mr. Jung membuyarkan lamunan namja itu disepanjang perbincangan mereka.

Β 

Flashback

β€œ Heyy.. good morning, Steve hwang. Bagaimana kabarmu dan keluargamu? β€œ tanya Mr. jung saat melihat Steve menuruni anak tangga. Dengan kegirangan yang terpancar diwajah Steve, namja itu mempercepat langkahnya dan langsung memeluk tubuh namja paruh baya itu setelah sampai dilantai dasar.

β€œ Aigoo.. kau mirip sekali dengan ommamu, Steve β€œ ungkap Mr. Jung sambil menepuk kepala Steve pelan, jika dilihat-lihat Mr. Jung benar-benar terlihat sudah menganggap Steve seperti anaknya sendiri. Namja paruh baya itu begitu memperlakukan Steve dengan baik dan Mr. Jung tak bohong jika wajah Steve begitu mirip dengan ommanya.

β€œ Kami semua baik-baik saja, Mr. Jung β€œ jawab Steve yang tidak meninggalkan sikap sopannya pada namja paruh baya itu

β€œ Yah! Panggil aku ahjussi, Steve β€œ

β€œ Tapi, aku merasa tak enak jika memanggil β€˜ahjussi’ didepan para pengawalmu Mr. Jung β€œ ungkap Steve, membuat Mr. Jung tertawa sambil menggelengkan kepalanya

β€œ Ahh.. arrasseo, arrasseo.. tetapi lambat laun kau harus membiasakan memanggilku ahjussi atau bahkan lebih tetapi–.. β€œ

β€œ Tetapi?? β€œ tanya Steve penasaran

β€œ Kemarilah Steve, ada yang ingin aku bicarakan padamu. Sambil sarapan, bagaimana menurutmu? β€œ. Steve mengangguk mantap seraya merasakan rangkulan Mr. jung dibahunya yang membawa dirinya untuk duduk dikursi makan dan entah apa yang terjadi tiba-tiba suasana diantara mereka pun berubah menjadi sedikit serius. Hal itu, membuat Steve gugup bukan main.

β€œ Aku tau, kau pasti belum mendengarnya β€œ ungkap Mr. Jung, membuat Steve mengerutkan keningnya tak mengerti

β€œ Apa maksudmu, a-ahjussi? β€œ tanya Steve ragu yang telah membuat Mr. jung sedikitnya terkekeh karna mendengar panggilan untuknya yang begitu ragu untuk dilontarkan oleh namja itu

β€œ Kau tau, tragedi ledakan restoran pelatihan dibawah perusahaanmu telah membuat beberapa masalah terjadi akhir-akhir ini bukan? β€œ. Ya.. ucapan Mr. Jung benar, banyak sekali masalah yang terjadi akhir-akhir ini dari nilai saham yang berkurang, protes sana sini bahkan ada yang berani memfitnah Hwang Group karna ledakan yang terjadi dianggap sengaja bla.. bla.. bla.. tetapi jika dilihat, bagaimana hal itu bisa disengaja jika Steve Hwang pun menjadi korban ledakan itu. Itulah sebabnya, mengapa Woo bin tak melanjutkan pelatihan tersebut. Sekali lagi, Steve mengangguk pelan dan menunggu apa yang selanjutnya akan dilontarkan namja paruh baya itu.

β€œ Dan kini.. rakyatku benar-benar tengah geram dengan hal itu, Steve. Aku tak tau apa yang akan terjadi, jika mereka mengetahui hubunganmu dengan anakku apalagi jika kalian memutuskan untuk menyudahi masa lajang kalian dengan menikah cepat. Tapi perlu kau ketahui, aku tak masalah dengan hal itu. Dalam kata lain, aku tetap menyetujui hubungan kalian tetapi untuk sementara ini kalian tak bisa menikah cepat seperti keinginanku dengan kakakmu β€œ jelas Mr. Jung membuat Steve tersenyum tipis sambil mengeluarkan keringat dingin disekujur tubuhnya.

β€œ A-ap-apakah Jessie tau hal ini? β€œ tanya Steve ragu

β€œ Dia sudah jauh-jauh hari mengetahui hal ini Steve, aku seringkali menemukan dirinya menangis dikamarnya tiap malam. Aku pikir hal ini sangat mengganggunya, karna aku pun tau kalau anakku itu sangat mencintaimu β€œ

 

β€˜ Mengapa Jessie tak pernah mengatakan hal itu padaku?? β€˜ pikir Steve.

Namja itu terus memandang lurus ke depan sambil terus mengemudikan mobilnya, pikirannya mencoba untuk mencari jalan keluar untuk hal itu karna jujur saja masalah perusahaannya pun masih ia dan hyungnya untuk coba selesaikan. Sangatlah sulit mengembalikan issue baik tentang semuanya, ia dan Woo bin bahkan sudah bertanggung jawab atas semua yang telah menjadi korban ledakan pada saat itu tetapi ada satu hal yang begitu sulit untuk dipecahkan bagi Steve dan Woo bin. Siapa yang berani melakukan ledakan Bom itu dipelatihannya??

Tak lama kemudian, namja itu menghentikan kendaraannya diparkiran. Ia keluar dari sana, ketika seohyun dan beberapa rombongan pengawalnya sudah mengerumuni mobilnya.

β€œ Acara baru saja dimulai β€œ ucap Seohyun sambil mendampingi Steve

β€œ Apa ada Jessie disana? β€œ tanya Steve yang sekilas melirik Seohyun. Yeoja itu pun mengangguk mantap, padahal jauh didalam pikirannya assistant Steve itu terlihat bingung dengan apa yang terjadi. Pasalnya Jessica yang dilihatnya beberapa jam yang lalu, terlihat memilih membawa mobil pribadinya padahal ia tau bahwa Steve pergi pagi-pagi sekali karna untuk menjemput kekasihnya itu.

β€˜ Mungkin mereka sedang ada masalah β€˜ Batin Seohyun

.

.

Terdengar suara piano yang mengalun begitu indah, jari jemari Jessica begitu lembut menekan setiap tuts piano ditambah dengan tarian Krystal bersama partnernya yang tak henti-hentinya membuat Jinri menggerutu kesal. Pasalnya, partner Krystal saat ini bukan lagi Key melainkan Choi minho. Mengejutkan bukan? Tentu saja, itu bahkan diluar dugaan semua orang. Tetapi mau tak mau, Jinri harus menerimanya karna Minho pun adalah satu-satunya penari cadangan untuk menggantikan penari asli yang tak bisa hadir karna alasan tertentu yang memang darurat dan hal itu memberikan keuntungan yang sangat besar untuk Minho yang begitu mencintai Krystal. Sedangkan Krystal, ia mencoba untuk bersikap profesional untuk kali ini. Di dalam hati Jinri, yeoja itu berkali-kali merutuki dirinya sendiri yang tak bisa bermain ice skating. Jika saja ia bisa, bisa saja partner Krystal saat ini bukan rivalnya melainkan dirinya sendiri.

Sesekali Krystal yang tengah menari pun, melirik ke arah Jessica yang begitu fokus dengan permainannya. Ada sedikit kesedihan yang terlihat diwajah eonnienya itu dan melihatnya, membuat Krystal ikut sedih. Setelah itu, Krystal menoleh ke arah penonton dan melihat Jinri mengerucutkan bibirnya. Tanpa diduga hal itu membuatnya terkikik..

β€œ Apa yang kau tertawakan, tolonglah lebih fokus β€œ bisik Minho sambil terus mencoba menguasai tarian mereka, mendengar hal itu sekejap Krystal menghentikan kekehannya dan mencoba kembali fokus. Tetapi fokusnya hilang begitu saja, saat menyadari kehadiran seseorang selain Jinri atau pun Jessica.

β€œ Oppa β€œ gumam Krystal girang sambil melambaikan tangannya ke arah Steve, membuat namja itu yang memilih untuk berdiri tersenyum manis dan menggerakkan bibirnya dengan mengatakan. β€˜Aku datang untukmu, jadi bersemangatlah!! β€˜

Tak lupa pula, Steve mengepalkan kedua tangan dan mengangkatnya ke udara sambil berkata β€˜ Fighting!!! β€˜. Hal itu membuat Krystal semakin bersemangat.

Entah terlalu bersemangat atau Krystal tak kembali fokus lagi, beberapa menit tariannya yang masih berlangsung tiba-tiba yeoja itu jatuh membuat para penonton dan Jessica menaruh perhatiannya. Tentu saja Minho, Steve dan Sulli pun tercengang melihat hal itu.

Dengan cepat, Steve berlari ke atas stage di ikuti Jinri dengan khawatir. Saat Jessica yang mencoba untuk menghampiri Krystal untuk menolongnya, Steve lebih dulu berada disisi adiknya sehingga yeoja blonde itu mengurungkan niatnya dan memilih melihat mereka dari tempatnya berdiri.

β€œ Krys, gwenchana?? β€œ tanya Steve khawatir sambil menyentuh salah satu kaki yeoja yang lebih muda darinya itu

β€œ Oppa, appo.. β€œ ringis Krystal saat dirasakan salah satu kakinya begitu sakit

β€œ Yah! Apa kau tak melakukan pemanasan terlebih dulu, eoh? β€œ tanya Minho geram, membuat Jinri beranjak dan berdiri dihadapan namja itu.

β€œ Jangan mencoba membentaknya, bodoh! β€œ

β€œ Yah, apa urusanmu!? β€œ balas Minho

β€œ Y–.. β€œ

β€œ Jinri, geumanhae.. kita harus membawa Krystal ke rumah sakit β€œ ucap Steve yang mencoba meleraikan perdebatan kecil diantara dua orang itu, seraya menggendong Krystal bridal style. Sekilas namja itu melirik ke arah Jessica yang hanya bisa mematung dengan tatapan kosongnya, hal itu membuat Steve sedih dan namja itu berjanji pada dirinya sendiri sesudah ini ia harus benar-benar menyelesaikan masalahnya dengan Jessica.

Tok.. tok.. tok..

β€œ Jessie, kau di dalam? β€œ tanya Steve ragu yang kemudian, kembali mengetuk pintu kamar Jessica perlahan. Namun, tak ada jawaban yang terdengar dari dalam sana membuat namja itu perlahan memutar knop pintu kamar tersebut dan masuk ke dalam dengan derap langkah kaki yang begitu tenang.

Ia menghela nafas setelah melihat Jessica yang berdiri membelakanginya sambil memandang keluar jendela, Steve memejamkan matanya sekejap membayangkan bagaimana tatapan kekasihnya yang pasti kosong saat ini hal itu membuatnya kembali menghela nafas dan kembali melangkahkan kakinya untuk menghampiri yeoja blonde itu.

β€œ Jessie.. β€œ. Steve memeluk Jessica dari belakang, hal itu dapat dirasakan Steve bahwa Jessica terkejut dengan kehadirannya. β€œ Gwenchana? Apa kau sedang tak enak badan, baby? β€œ sambung Steve sambil sesekali menghirup aroma khas tubuh Jessica lewat bahu yeoja itu.

β€œ Aku baik-baik saja, bagaimana dengan Krystal? β€œ tanya Jessica dingin namun, hal itu justru membuat Steve tersenyum penuh arti.

β€œ Semua baik-baik saja, 2 hari lagi ia sudah boleh pulang. Dan kau tenang saja, Jinri yang akan merawatnya. Hmm.. β€œ

β€œ Syukurlah, aku lega. Apa kata dokter? β€œ

β€œ Hanya kram tetapi jika tidak cepat dibawa ke rumah sakit pada saat itu, adik kita itu bisa saja kesulitan untuk berjalan β€œ ungkap Steve yang kini justru mencium tengkuk Jessica

β€œ Steve β€œ

β€œ Hmm? β€œ

β€œ Ani.. β€œ jawab Jessica, membuat Steve menghentikan aksinya dan memilih untuk memutar tubuh yeoja blonde itu untuk menghadap padanya. Steve menangkupkan kedua tangan diwajah Jessica, meminta yeoja itu untuk menatap matanya yang begitu bening dan sangat mengaggumkan.

β€œ Aku mencintaimu Jessie, apa yang harus aku lakukan agar kau tak seperti ini lagi. Aku tau banyak hal yang tengah kau pikirkan saat ini, hmm? Kau khawatir dengan hubungan kita, bukan?? Rakyat korea?? Dan menikah?? β€œ.

Jessica menghela nafas dan memilih menundukkan kepala, Steve benar-benar mengetahui isi kepalanya. Hal itu membuatnya tersentuh dan membuatnya menangis.

β€œ Heyy.. uljima, baby. Semua akan baik-baik saja, I’ll promise β€œ. Steve menghapus air mata yang mengalir deras dari pelupuk mata Jessica dan mengecup lembut kening yeoja itu.

β€œ Justru dengan keadaan seperti ini, kita harus menjadikan ini sebagai sumber kekuatan baru kita. Kita akan bisa melewatinya bersama-sama, Jessie.. kau berusaha, aku juga. Kita akan menunjukkan pada semua orang kalau kita layak mendapatkan restu dari rakyat-rakyatmu, kita hanya membutuhkan waktu untuk itu semua. Bersabarlah, sayang.. β€œ. Steve mengelus kepala Jessica lembut dan menarik tubuh yeoja itu ke dalam dekapannya, mendekapnya dengan hangat dan membiarkan tangisan kekasihnya itu meledak didalam dekapannya.

β€œ A-aku mencintaimu Steve, j-j-jeongmal s-saranghae β€œ ucap Jessica terbata-bata disela-sela isak tangisnya

β€œ Arrayo, nado saranghae Jessie β€œ

~ Tiga minggu kemudian..

Akhirnya semua issue sudah dikembalikan seperti semula, tetapi rakyat korea masih belum bisa menerima kenyataan bahwa anak presiden mereka memiliki hubungan dengan pewaris kedua Hwang Group. Bahkan, seringkali rakyat-rakyat melakukan demokrasi didepan gedung parlemen atau gedung pusat dimana Hwang Group beroperasi dan hal itu benar-benar membuat pasangan Steve dan Jessica cukup sedih. Namun, Steve mendorong keras usahanyaβ€”ia yang mulanya putus asa kembali bersemangat dan berusaha sehingga bisa memberikan motivasi untuk kekasihnya pula untuk terus berusaha mempertahankan hubungan mereka ditengah-tengah pertentangan yang terjadi selama beberapa minggu terakhir ini. Tak hanya dukungan dari diri mereka sendiri yang didapat, mereka pun mendapat dukungan dari orang-orang terdekat termasuk Woo Bin dan Mr. Jung.

β€œ Hati-hati dijalan hyung, hubungi aku tiap kau berkunjung ke suatu tempat disana. kau pasti akan sungguh merepotkan β€œ candanya, seraya memeluk Woo bin erat. Membuat namja yang lebih tua dari Steve itu terkikik sambil mengacak-acak rambut Steve.

β€œ Aku hanya berlibur sebentar, Steve. Aku titipkan perusahaan, Jinri dan semuanya β€œ. Steve mengangguk pelan, meskipun tak dapat dipungkiri kedua matanya berkaca-kaca.

β€œ Jinri~.. β€œ

β€œ Oppaaa~.. β€œ rengek Jinri yang langsung berhambur memeluk kakak pertamanya dan menangis didalam dekapan Woo bin

β€œ Yah, mengapa kau sesedih itu? β€œ tanya Woo bin bingung, tetapi Jinri hanya bisa terisak dan menggelengkan kepalanya. β€œ Ingat, jangan coba-coba membuntutiku. Arrasseo?? β€œ

β€œ Waeyo? β€œ tanya Jinri seraya menengadahkan kepalanya dengan tatapannya seperti anak kucing

β€œ Karna liburan ini akan menjadi bulan madu kami β€œ bisik Woo bin yang kemudian tersenyum evil, membuat Jinri terperangah.

β€œ Kalau begitu aku benar-benar ikut!! β€œ

β€œ Yah!! β€œ

β€œ Arrasseo.. β€œ ucap Jinri lesu, membuat Woo bin tertawa.

β€œ Oppa dan aku tak akan lama, belajarlah yang baik dan bantu Steve oppa menyelesaikan pekerjaan perusahaan. Jangan banyak bermain, kau mengerti Jinri? β€œ tanya Gyuri seraya menyibakkan rambut yang menghalangi paras cantik Jinri, Jinri pun mengangguk mengerti.

β€œ Dan Jessica.. β€œ

β€œ Ne? β€œ. Jessica yang terus berada disamping Steve menoleh ke arah pasangan Woo bin dan Gyuri bergantian.

β€œ Kutitipkan dua adikku padamu, aku sangat mengandalkanmu Jessica-ssi β€œ ungkap Woo bin, sedangkan Gyuri hanya bisa langsung memeluk yeoja blonde itu dengan erat.

β€œ Hati-hati eonnie.. β€œ

 

 

Sudah 1 jam setelah kepergian Woo bin dan Gyuri ke Eropa dan kini, Steve memilih membawa Jessica ke suatu tempat tanpa sepengetahuan yeoja blonde itu. Steve ingin sekali memberikan suatu kejutan pada kekasihnya sedangkan, Jinriβ€”yeoja itu sudah mengundurkan diri lebih dulu dari mereka.

β€œ Kita mau kemana Steve? β€œ tanya Jessica bingung, melihat Steve tak kunjung menghentikan kendaraannya. Bahkan, jalanan yang tengah mereka lalui bukan arah ke kantor Steve atau bahkan ke rumah kepresidenan melainkan bandara. Steve tak menjawab, ia hanya bisa tersenyum dengan pandangannya yang terus memandang lurus ke depan membuat Jessica kesal dengan mengerucutkan bibirnya.

β€œ Kau boleh mengerucutkan bibirmu sekarang, sayang. Tapi jangan harap setelah ini kau terus seperti itu β€œ ucap Steve, membuat Jessica begitu penasaran. Tak lama kemudian, mobil yang membawa mereka berhenti beberapa pengawal termasuk Yuri sudah menyambut mereka. Steve dan Jessica keluar dari mobil setelah para pengawal membukakan pintu untuk mereka berdua.

β€œ Pesawat sudah siap, sir ” ungkap Seohyun sopan

β€œ Thankyou, seo β€œ jawab Steve ramah dan segera meraih tangan Jessica untuk berjalan berdampingan dengannya. β€œ Kajja, chagi~ah.. kau akan sangat senang setelah melihat apa yang ingin kutunjukkan padamu nanti β€œ ucap Steve seraya memeluk tubuh Jessica gemas sambil berjalan.

 

Setelah satu jam Steve dan Jessica menempuh perjalanan ke pulau Jeju, akhirnya mereka sampai. Kepenasaran Jessica semakin besar, ketika melihat kendaraan super mewah sudah siap menyambut mereka didepan bandara disana. Di dalam hati dan pikirannya, Jessica tak henti-hentinya bertanya-tanya dengan semua yang terjadi hari ini. Menurutnya ini semua sangat aneh dan begitu tiba-tiba.

 

β€œ TADAAA~~~… β€œ seru Jinri, Krystal dan Steve serempak di ikuti tepuk tangan yang banyak dari para pengawal. Senyuman kebahagiaan terlukis di setiap wajah disekitar mereka, bahkan kini kedua mata Jessica sudah berkaca-kaca. Tentu saja siapa yang tidak berkaca-kaca, jika pasalnya bahwa Steve, Jinri dan Krystal rupanya telah diam-diam menyiapkan suatu kejutan untuknya.

Terlebih kejutan tersebut sebenarnya diberikan Steve untuknya dengan bantuan kedua adiknya itu. Kejutan apa?? Kejutan inilah yang belum diungkapkan sang penulis, namun tak perlu merasa khawatir karna kejutan itu hanyalah sebuah rumah megah yang didesain dengan arsitektur eropa modern yang dipadukan dengan nuansa pantai dan tak pernah menghilangkan kesan elegantnya karya Jinri dan Krystal. Meskipun hasil karya ini milik dua yeoja itu, tetapi Steve tetap memasukkan salah satu arsitektur terkenal untuk mengawasi kedua yeoja tersebut saat bekerja mendirikan rumah itu.

β€œ Bagaimana tanggapanmu, sayang? β€œ bisik Steve tanpa melepaskan dekapannya ditubuh Jessica

β€œ S-so Beautiful, Steve β€œ jawab Jessica yang sudah mengeluarkan air matanya

β€œ This is for you, baby β€œ. Sekejap Jessica menoleh ke arah Steve dengan keterkejutannya, Waeyo? β€œ sambung Steve

β€œ Kau sedang tidak bercanda kan, Steve? β€œ. Steve tertawa mendengar ucapan kekasihnya itu, lalu memeluk jessica

β€œ Aku tak pernah main-main jika bersangkutan denganmu, Jessie β€œ jawab namja itu dengan membiarkan dagunya mendarat dibahu Jessica. Melihat apa yang terjadi pada dua orang itu, membuat semua orang memilih untuk meninggalkan mereka termasuk Jinri dan Krystal. Bahkan, dua orang itu sudah berlari bertelanjang kaki menuju pantai yang begitu indah dihadapan mansion milik Steve dan Jessica itu.

Jessica melepaskan pelukannya dari Steve dan memandang namja itu tak percaya.

β€œ Ohh.. come on, baby. Waeyo?? Apa kau tak suka? β€œ. Jessica menggelengkan dan semakin terisak, membuat Steve kembali membawa tubuh Jessica ke dalam dekapannya.

β€œ Kau senang, hm? Nado.. dan rumah ini benar-benar untukmu, baby. Dengan keberadaan rumah ini, kita bisa leluasa untuk menghabiskan waktu berdua. Tak ada paparazi atau pun siapapun, kita hanya berdua dan para pengawal β€œ

β€œ Para pengawal hanya boleh berada diluar! β€œ ucap Jessica disela-sela isak tangisnya, membuat Steve terkikik dan melepaskan pelukannya. Lalu, meraih dagu Jessica agar ia bisa melihat mata sembab kekasihnya.

β€œ Uljima, hm.. β€œ

β€œ I Love you, Steve.. Really love you β€œ

β€œ I Love you more, baby β€œ jawab Steve, seraya memperlihatkan eye smilenya. Perlahan, wajah mereka pun semakin mendekat hingga detik selanjutnya bibir mereka saling bersentuhan. Jessica mengalungkan kedua tangannya dileher Steve seraya, Steve yang menyimpan kedua tangannya dipinggang Jessica. Namja itu menyesap lembut bibir Jessica, melakukan β€˜Passionate Kiss’ yang berhasil membuat yeoja blonde itu melayang dan mendesah tertahan. Beberapa pengawal yang sedang berjaga dan melihat hal itu pun, begitu gugup sehingga para pengawal memilih untuk berjaga sedikit lebih jauh dari pasangan tersebut.

β€œ I want you, Steve β€œ

 

β€œ Permisi, ohh.. m-maaf β€œ. Yuri yang tak tau dengan apa yang tengah dilakukan dua orang itu di tengah rumah terkejut bukan main, bahkan kini ia merasa sangat bersalah karna telah mengganggu waktu majikannya. β€œ Maafkan aku, jeongmal β€œ sambung Yuri sambil tertunduk, membuat Steve tersenyum gugup sambil menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal sedangkan Jessica hanya mengerucutkan bibirnya sebal.

β€œ G-gwenchana yul.. ohh.. ada apa? β€œ tanya Steve penasaran

β€œ Malam ini ada festival film dan ini kartu undangan untuk kalian β€œ jawab Yuri sambil memberikan kartu undangan pada Steve

β€œ Aku tak ingin per–.. β€œ

β€œ Kita akan pergi, kau siapkan saja kendaraan untuk kami β€œ sambar Steve tanpa melepaskan tangannya dari mulut Jessica yang terus mengungkapkan sesuatu yang tak jelas. Setelah melihat Yuri pergi dari hadapan mereka, Jessica menggigit keras tangan besar milik Steve membuat namja itu mengerang dan segera melepaskan tangannya dari bibir mungil kekasihnya yang cukup berbahaya.

β€œ Yah, Jessie! β€œ. Jessica tak menanggapi rintihan kekasihnya, ia memilih membelakangi Steve dan memandang keluar jendela.

β€œ Apa!? Aku bilang aku tak ingin pergi! β€œ

β€œ Tapi, Jessie.. undangan ini–.. β€œ

β€œ Tak ada tapi-tapi-an, Steve. Aku tetap tak akan pergi! β€œ ucap Jessica sekilas menoleh pada Steve lalu, kembali memandang keluar jendela dengan perasaan yang mulai merasa bersalah pada kekasihnya itu.

β€œ Jessie, ada apa denganmu ohh? β€œ tanya Steve, seraya membalikkan tubuh Jessica sehingga kini mereka berhadapan. β€œ Jessie, moodmu beberapa hari ini benar-benar buruk hm? Wae kau mudah marah? Kau ingin aku melakukan apa untukmu? Aku akan melakukannya, yakso β€œ sambung Steve sambil meraih dagu Jessica sehingga namja itu dapat menatap dalam kedua mata kekasihnya itu.

β€œ Aku bilang, aku menginginkanmu Steve bukan datang ke acara itu β€œ jawab Jessica lirih, membuat Steve tersenyum

β€œ Heyy.. aku sudah menjadi milikmu, apa yang perlu kau khawatirkan lagi hm? β€œ

β€œ Bukan itu, bodoh! β€œ

Β 

PLETAKK–!!

 

 

β€œ Aww.. appo, yah.. kenapa kau kasar sekali, Jessie?? Kau sudah menggigitku dan sekarang kau juga memukul kepalaku! Kau menyebalkan! β€œ protes Steve, seraya membalikkan tubuhnya dan mencoba meninggalkan Jessica tetapi dengan cepat yeoja blonde itu menahannya dengan memeluk Steve dari belakang. Ia terkekeh dan bergumam sesuatu dibalik punggung lebar Steve.

β€œ Aku tak bisa mendengarmu β€œ ungkap Steve yang masih mengerucutkan bibirnya

β€œ Mianhae.. β€œ

β€œ … β€œ

β€œ Steve Hwang, jeongmal mianhae–.. β€œ

β€œ Aku terima permintaan maafmu, sekarang lepaskan kedua tanganmu dari perutku β€œ ucap Steve cetus. Tetapi Jessica menggelengkan kepalanya dan justru semakin mengeratkan back hug-nya. β€œ Apa lagi, Jessie? β€œ tanya Steve bingung

β€œ Maafkan aku Steve, jebal.. β€œ rengek Jessica dihadapan Steve

β€œ Aishh.. sekarang dia memamerkan puppy eyes-nya, menggemaskan β€œ batin Steve

CHU–..

Jessica mengecup singkat bibir Steve, hingga detik selanjutnya Steve tersenyum senang. Itu artinya ia tak lagi marah pada kekasihnya dan itulah yang di inginkan Jessica.

β€œ Seperti itu kan lebih baik, sayang β€œ ucap Jessica sambil mengelus pipi Steve lembut

β€œ Tapi, gigitanmu itu sangat sakit baby β€œ rengek Steve manja

β€œ Jeongmal?? β€œ. Jessica segera meraih tangan kanan Steve dan melihat masih ada bekas gigitannya disana, hal itu membuatnya semakin merasa bersalah.

β€œ Mianhae, Steve.. ahh.. aku jahat sekali menggigit kekasihku sendiri β€œ gumam Jessica yang terdengar jelas oleh Steve, membuat namja itu tersenyum sambil terus memandangnya.

β€œ Sudahlah, tak apa-apa dan ohh ya.. ~ β€œ ucap Steve yang sengaja menggantungkan kata-katanya, membuat Jessica penasaran

β€œ Ada apa? β€œ

β€œ Soal.. kau ingin menginginkanku.. kau bisa mendapatkannya nanti malam, karna aku juga menginginkanmu sayang β€œ bisik Steve dengan senyuman manisnya, membuat sekujur tubuh Jessica menegang dan gugup bukan main.

 

TBC

75 comments

  1. Yeyeyeyeyey ff yg gw tunggu2 akhirnya nongol juga..
    Gw bru nyadar pany ternyata klo dapet couple tuh yg byun ya..taengsic tuh terkenal dengan byunnya dan pas ketika couple dengan pany yg agresif..
    Waaaaaa gw tunggu nc’y jeti deh hahaha..
    Gw laghe fokus ke moment2 sweetnya jeti deh..

  2. Hahahahahahh jessi lsg gundah gulana mikirin kta kta trkhir steve,,,,,, bukanya kmu yg mnta jessi,,, hahahah
    Faighting yul dapetin tae dan jauhkan tae dri hyuna
    Ohya Steve jgn lupa jauhin dulu pengawal pengawalmu biar ga ngeganggu,,, biar jessinya gga cemberut lagi,,,,

  3. jeti bnr2 sweet dah…tp yg d teaser dlu apa bnran kjdian sica d tggal steve lama?lagian knp c rakyat ga suka sica ma steve nikah?lnjut y thor…

  4. siap2 dah chap slanjutnya diprotect ini brtebaran NC tu next chap.
    ciyehh…..jeti sweet abiz dech. truz kisahx taeri gmna eon ?? siapa sich dalangnya yg bkin rusuh ni ??
    ngakak pas jinri n krys bngung soal 69,pke mo dbrowsing sgla ntar jgn2 klo udah taw mo dpraktekin jg ?? hahaha
    eon dah smbuh bneran ?? jga kshatannya ne…

  5. gw penasaran gimana reaksi jungli begitu tau arti dari “69” next chapter spertinya ada NC dari jeti dan gw juga berharap moment taeri lebih di banyakin

  6. wah makin penasaran banget nih siapa sih dalang semuanya ..
    dan kayanya chap berikutnya ada yg …. ya thor hahaha
    thor bikin taeri bersatu aja deh thor, biar taeng ngerasain jadi cewe normal gtu :p

  7. Sekian lama..aku menunggu~~~~
    Akhirnyaaa…….
    Next chap nc..huwaaaawwww…..
    Key tiba2 g hadir…minho biang keladinya hahahaa…
    Hasekkk…moment jeti nya kelepek kelepek..hahaa
    Cm itu momen taeyul nya jleb bgt..kasian yuri..diliat dr gerak gerik nya kaianya tae jg suka sama yul..hahaha
    Tp klo udh gini nc lgsg inget ff sblmnya yg drable..deuhh..

  8. horeeeee
    next ad NC ya kakak???
    diabetes dah baca moment jeti. bkin mrinding pula akakaka

    cieee yul lg usaha dptin taeng, cm hrs langkahin hyuna dlu yul. sabar yullll u.u

  9. akhirnyaaa update juga~
    baru pmbukaannya aja udah ngebahas 69
    itu mreka browsing beneran? astaga..
    mreka masih polos..
    aigooo jessie gwa kira nangis karna apa, ternyata gara2 rakyat toh~
    wow steve ngasih rumah utk jessie? heol!
    etdah disini banyak amat “ciumannya” heol gwa juga mau dong *kecup JungSis* kekeke~

  10. luar biasa,,update jg lu thor
    udah mapir tiap hari tiap jam gw nengokin ni ff,,
    harapan gw buat next chap smoga tmbah byk moment jeti nya,,nc nya boleh jg dech
    hehehe
    keep spirit thor

  11. Akhirnya update jg.
    Akhirnya moment jeti terpenuhi jg. Justru next chap hrs NC, cz ini yg plg ditggu’. *^▁^*

    Thx God cz Author Soffie yg cantik udh sembuh o(^^o) (o^^)o(*^﹏^*)

  12. akhirnya nii ff update jugaa stlh skian lama,, stave sma jessie mkinn lengket aja niihhh,,dann sii taeng udah g kdgrn lagii wkwk

  13. yg byun jessie nih…
    saking ngebetnya pengen bareng steve
    tyuz tangan steve jd korban
    wah jeti mkin sweet and hot aj nih
    moga gak ada mslh lg deh
    Dan Yul lekaslah dptkan cintax taeyeon

  14. Ahhh akhirnya update jga bener2 udah nunggu2 banget nih ff hehehe
    Jiiaaahhh jungli kali benar2 polos banget sih dan apakah kalian udah dpt jwbnnya hasil dari searching kalian hahahaha
    Aawwww steve sama jessi kalian bgtu romantis…

  15. Oh my goshhhhhhhh haawwwwttt haawwwwtttt haaawwwtttt… Ini yang di tunggu2 hahaha akhirnya bisa liat jeti bermesraan hahahaha…. Sumpah baca ini dari awal udah kaya tomat busuk kkk~ so sweet :-*:-*

    Kayanya bakal ada NC nih hihihi jangan PHP loh thor.. Next~~

  16. Akhirx nie ff update jga…
    Senangx ngeliat jeti bahagia jessica byun jga terxta tpi steve jga sih kekeke…
    Trus hubngan yultae gimna knpa nggak ada kbrx..

  17. akhirnya update juga unn~~
    ahhhh aku ketawa ketawa sendiri kkkkk~
    ital sama jinri bikin aku ngakak itu bahas 69 apaan wkwk desah mendesah.. hahaha

    tapi perasaan aku ga enak soal Woo bin sama Gyuri, bakal ada sesuatu yg terjadi..

    stevsic bikin diabetes… cieee jessie pingin steve apaan tuh ya wohohoh.

    1. Hahahahaahha… haii, kita ktmu lg *loh
      Hahaha 69 ya? Angka kpuasan batin itu ahahaha
      Woo bin sm gyuri aman dsni sm author lg makan batagor ckckck
      Hormon jessie lg kaga bs dikontrol wakakak

      1. wahahaha *bighug* kepuasan batin haha lol makan makan kok ga ngajak ngajak ya

        hormonnya sica apa hormonnya unnie yg ga bisa di tahan *kabur

  18. buset dah baru pacaran udah di kasih rumah benar2 gaya holang kaya..
    krystal ma jinri ne lucu ma polos bingit masak ngebahas 69 dasar

  19. waahh akhirnya update jg… kau sakitt author ?? hmmptt semoga cepat sembuh dan terus mendapatkan inspirasi menulis… cepetan update lg yah aku penasaran dngn kelanjutan hubungan taeng dan yuri serta siapakah seseorang yg jahat itu ???

  20. Kyaaa apa yg akan trjadi????
    OMG…
    Hahaha..sweet banget.malah yul ganggu ckckckc..
    Jngan ampe mreka trpisah ya thor..ak udd nunggu FF ini lamaa :3

  21. Akhirnya ff ini terbit jga .. ^_^
    Sweet banget JeTi, tpi Jessie ko agresif gtu sih ..
    Dan Steve pun meleyani nya, di tunggu kelanjutannya n moga cepet sembuh dan bener” Fit yah Thor .
    Semangat terus ..

  22. thor,,,g mao tanya umur jinri n krystal (di dalam FF ini not real) berapa si??? bahkan ada reader author yg d sini d bwh umur tao apa itu 69,hahahaha
    ngakak liad 2 anak itu ampe mao browsing,tao2 munculnya 69 itu zodiak cancer,hahaha
    ketahuan wonbin n steve punya buku 69 3 n 1,jessica punya juga tepok jidat
    gemes gregetan ama jeti,feelny dapat
    jika next chapter ada NC n d protek jgn ksg prtnyaan yg ssh y thor

  23. yuuuhhuuu jeti jadian… ^^ kasian taengpa, sabar yaa taengpa. semoga dapat yg lebih baik.πŸ˜€
    steve disini romantis abiis, namja tampan penuh surprise. Jangan2 kalo ngelamar jessie lebih heboh daripada sekedar kasih rumah mewah.

  24. YEYYYY FINALLY UPADATE HAHA JESSIE AGRESIF BANGET SUMPAH WKWK NEXT CHAPTER NC YA THORRR~~ DITUNGGU KELANJUTAN NYA HEHE /capslock mahal gak jebol/

  25. Ahhh akhirnya update juga . Setelah sekian lama aku menunggu untuk kedatanganmu #DiguyurAir hahaha

    Ini apaa maksud nya yg terakhirnya ? Ada NC kah ? Ada yadong2an kah ? Ada anu2an kah ? Ada main suntik2an kah ? *author pov : udah cukup iya ntar ada yadong2annya lo ama gw* #PLAAKK , hahaha peasee V

    Aisshh ada aja rintangan merek untuk bahagiaa , tapi sweet banget mereka lanjutkan thor hehe

  26. yeesss! habis ini ada NC wkkkkkkπŸ˜„
    ini kenapa si jessie steve makin manis aja? ehmmm penasaran nih sm taeyeon en yuri… hahahahaha… kayaknya kau ada firasat buruk sma si woobin. tapii ya lihat next chap deh

  27. Yeeeaayyy steve and jessie jadian juga.. UlalaπŸ˜€
    Mereka berdua sweet bgt sihh,,, :-*
    Gue harap rakyat korea bisa merestui hubungan steve and jessie.. Amiiinnn
    Waduh next chap ada apa nih?? hahaha
    Di tunggu kelanjutan.a yah?? Btw jgn lama”,,
    Hwataeng!!!

  28. Ahh JeTiiii semakin tergila2 krn mereka makin maniss ^_^
    Wew sepertinya selanjutnya bakal ada “N”ext “C”hap nih >.<
    ayo ayo segera lanjutkanπŸ˜€ ditunggu author-nim ~^^

  29. Orang yg ng bom tuh tempat ribet amat-_-“.. Urusanny sama rakyat korea pula.. Hubungan jeti makin rumit ajah :((.. Ditunggu banget chap selanjutnya wakakaka~ :d

  30. Waaduuh ini mah kayaknya .. Yg nyambung sama FF oneshoot yg waktu itu yaa ?? OHH TIDAAAK STEVE JANGAN TINGGALKAN JESSIE/*GajeModeOn

  31. Scandal dimana2 aigooooooooooooo
    Makinnn ribettt ajaaa ni hubungan jeti :3

    Tuh jugaa yultae adaaa apaaa hayoooooooπŸ˜€

    Ice princess agresiiifffffff kaliii dahπŸ˜€ kekekekekekekek

    Kereeeeennnn2 thorrrr (y)

  32. ehm… ehm…. jessi ~ yg menginginkan steve, hahaha……
    aigoo… anak kecil, krylli… yg pengen tau 69 ?.
    emang, 69 itu apa ya..?.
    jeti… co cuwet….πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜„

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s