President Daughter and Him (18/?)

PDAH13

Title : President Daughter and Him (18/?)

Author: Adelayn_Tiffany

Genre: Gender bender, yuri, romance, action, sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang (Namja), Kim Taeyeon, Jessica jung, Krystal

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender dan yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!πŸ˜„

***

CTREKKK..

Β 

CTREKKK..

Β 

CTREKKK..

Β 

CTREKKK..

Β Senyuman pun tersungging diantara para petugas yang menangani mereka, melihat senyuman kelegaan terpancar dari para petugas membuat taeyeon menghela nafas dan detik selanjutnya..

Β 

BRUKKK!!

Β 

β€œ KIM TAEYEON!! β€œ

BRUKK..

Steve beranjak duduk, ia terbangun dari mimpi buruknya dan membuat keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya. Ia tak menyangka bahwa pagi ini harinya akan dimulai dengan dihadapkan mimpi yang buruk baginya. Wajah namja itu terlihat sangat pucat, pikirannya masih sibuk mencerna dan mengingat-ingat apa yang sebelumnya terjadi. Antara percaya tidak percaya, mimpi atau tidak bagi steve itu sangat menakutkan. Dan rupanya semua itu hanyalah mimpi, membuat namja itu bernafas lega..

β€œ Ugh, appo.. β€œ ringis Steve saat menyadari bahwa dahinya sakit membuat tangannya tergerak untuk mengelus dahinya itu, hingga tak lama kemudian suara erangan terdengar didekatnya membuat Steve tersadar dan menoleh ke sumber suara.

β€œ Kim taeyeon.. β€œ panggil Steve bingung ketika melihat yeoja itu terduduk dilantai sambil mengelus dahinya.

β€œ Aishh.. ini sangat sakit kau tau! β€œ ucap Taeyeon, seraya beranjak sambil terus mengelus dahinya yang terasa sangat sakit akibat benturan yang diterimanya. Namun, rupanya Steve tak mengerti sehingga namja itu hanya memiringkan sedikit kepalanya untuk mencerna semua kata-kata sosok yeoja dihadapannya itu.

β€œ Waegeurae?? Kau bermimpi, eoh? β€œ tanya Taeyeon kesal, β€œ Kau bermimpi seperti orang yang kesetanan. Seperti ini.. β€œ sambung yeoja itu sambil mempraktekkan apa yang ia lihat sebelumnya pada Steve, memejamkan kedua matanya dan berlari ditempat membuat Steve yang melihatnya menahan tawa.

β€œ Tadi kau seperti itu! β€œ ucap Taeyeon sambil menyidekapkan kedua tangan didepan dadanya.

β€œ Aku benar-benar seperti itu? β€œ tanya Steve yang kemudian tertawa sambil bertepuk tangan, membuat kedua matanya hampir menghilang dan hal itu membuat Taeyeon terdiam sekaligus bingung.

β€œ Mengapa kau tertawa?? Kau pikir itu lucu? β€œ

β€œ Ani.. hanya saja, itu seperti bukan aku β€œ jawab Steve yang masih tertawa, β€œ Lalu mengapa kau ada di lantai tadi? β€œ tanya Steve bingung, membuat sikap Taeyeon berubah menjadi gugup.

β€œ Waeyo? Dan kenapa aku merasa sakit disekitar dahiku? β€œ tanya Steve sekali lagi, seraya menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya dan berdiri didepan Taeyeon membuat yeoja itu harus sedikit menghindar dengan melangkah mundur.

β€œ I-itu karna kau yang bangun secara t-tiba-tiba β€œ jawab Taeyeon terbata-bata sambil terus melangkah mundur

β€œ Memangnya jika aku bangun tiba-tiba kenapa?? Apa jangan-jangan~.. β€œ ucap Steve yang sengaja digantungkan, seraya namja itu yang memenjarakan tubuh Taeyeon yang pada akhirnya bersandar pada dinding dibelakang yeoja itu. Didalam hatinya, Taeyeon banyak-banyak merutuki nasib sialnya dipagi hari yang harus merasa tak karuan mendapat perlakuan seperti ini dari sosok namja dihadapannya itu.

β€œ M-mwo?? J-jangan-jangan apa? Aku tak melakukan apapun padamu! A-aku hanya.. aku pikir kau kemasukan roh jahat, jadi aku hanya memastikan saja. Tetapi rupanya kau tiba-tiba bangun begitu saja, membuatku terkejut dan dahi kita berbenturan β€œ jelas Taeyeon gugup, membuat Steve tersenyum evil. Tetapi jauh didalam lubuk hati namja itu, Steve ingin sekali menertawakan ekspresi yang diperlihatkan yeoja dihadapannya itu. Bagi Steve ekspresi Taeyeon saat itu sangatlah lucu dan karna sudah terlanjur seperti ini, Steve akan menggunakan moment ini sebaik mungkin. Sangatlah penat jika hidup ini penuh dengan keseriusan, jadi tak ada salahnya kan sedikit mengerjai yeoja dihadapannya yang terlihat selalu serius itu.

Steve menepuk kedua tangannya yang masih memenjarakan tubuh Taeyeon pada dinding, membuat yeoja itu ketakutan terlihat dari kedua matanya yang langsung menutup begitu saja.

β€œ Kau berbohong padaku, Kim taeyeon? Aku bisa melakukan apapun, jika kau berani melakukan hal yang tidak-tidak padaku β€œ bisik Steve yang berhasil membuat bulu kuduk Taeyeon bergidik ngeri. Suasana diantara mereka menjadi hening. Perlahan, Taeyeon membuka kedua matanya dan menemukan mata bulan sabit yang memandangnya dalam.

β€œ Creep!! Aku tak pernah melihatmu segugup itu, Kim taeyeon dan itu sangat lucu β€œ ucap Steve yang kemudian terkekeh, membuat Taeyeon kesal dengan menajamkan kedua matanya.

β€œ Kau pikir itu lucu!? β€œ tanya Taeyeon dengan meninggikan suaranya, seraya mendorong tubuh Steve kasar untuk menjauh darinya. Hal itu, membuat Steve melangkah mundur. Detik selanjutnya, Taeyeon mengambil tas di atas tempat tidurnya dan mencoba meninggalkan Steve didalam kamar mereka tetapi dengan cepat Steve menahanya membuat langkah yeoja itu terhenti.

β€œ Chankman.. β€œ ucap Steve

β€œ Lepaskan tanganmu dari tanganku.. β€œ. Taeyeon mencoba menepis genggaman tangan Steve, tetapi namja itu tak melepaskannya.

β€œ Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu, jadi tunggu sebentar β€œ ucap Steve, membuat Taeyeon berhenti memberontak. Sangatlah langka jika Taeyeon yang biasanya tak mau mendengarkan apa yang diucapkan Steve, tiba-tiba memberikan kesempatan untuk namja itu bertanya padanya.

β€œ Jika kau diam, itu artinya kau mengizinkan aku untuk bertanya kan? β€œ tanya Steve ragu, β€œ Baiklah.. aku akan bertanya sekarang β€œ sambungnya.

β€œ A-ap-apakah kau dan jessie.. k-kembali b-bersama?? β€œ tanya Steve ragu dan terbata-bata, ia takut jika Taeyeon akan merasa tak nyaman atau bahkan marah jika dirinya menanyakan hal itu. Karna terus terang saja, apa yang terjadi didalam mimpinya itu membuat Steve cemas akan hubungan Taeyeon dan Jessica yang kembali bersama. Bagaimana pun sakit sekali rasanya, jika hal itu benar-benar terjadi pada dua yeoja itu.

β€œ Apa yang kau katakan? Dan bagaimana jika jawabannya adalah β€˜ya’? β€œ. Taeyeon menatap Steve dengan tatapan tajamnya, membuat namja itu terkejut. Jika itu benar-benar terjadi, apa Steve akan senang?? Haruskah?? Tetapi yang jelas meskipun diluar Steve terlihat bahagia untuk Jessica namun hal itu, tentu saja membuatnya sedih. Kesekian kalinya, ia kembali dikalahkan oleh seorang yeoja yang tak pernah melepas predikat yeoja cupunya didepan Sooyoung dan teman-teman.

Tanpa disadari, Steve menghela nafas. Tak ada kemungkinan jika kedua yeoja itu memang kembali bersama tetapi tak lama kemudian, Taeyeon lah yang kini terdengar menghela nafas.

β€œ Mungkin semuanya akan berakhir setelah pertemuanku dengan mr. jung hari ini β€œ ucap Taeyeon yang terdengar lirih, membuat Steve yang mulanya menundukkan kepala kini menatap Taeyeon bingung. β€œ Aku akan kembali secepatnya β€œ sambung Taeyeon, seraya melangkahkan kakinya meninggalkan Steve yang masih sibuk mencerna kata-kata Taeyeon.

Taeyeon keluar dari kamar, menutup pintu kamar itu rapat-rapat dan bersandar disana. perlahan, air mata mengalir dari pelupuk matanya. Pagi ini ia mendapatkan panggilan khusus dari Mr. jung, ya.. ketakutannya selama ini akhirnya akan ia jumpai juga. Pagi ini Mr. jung memintanya untuk datang ke Mansionnya untuk membicarakan hubungan Taeyeon dengan Jessica dan hal ini berhasil membuatnya takut, ia takut jika kehidupannya akan kembali saat dirinya yang hampir bunuh diri karna kehidupannya yang sangat-sangat menderita. Hingga isak tangis pun terdengar oleh Steve yang tengah menajamkan pendengarannya dibalik pintu yang sama dengan Taeyeon.

Namja itu menghela nafas dan merasa sangat bersalah pada Taeyeon. Melihat hal itu, mengingatkan Steve pada masa dimana ia masih berada disekolah menengah atas. Ia selalu menemukan orang-orang yang tak mampu itu menangis sendirian, entah karna biaya sekolah yang sangat mahal atau karna sahabatnya yang senang sekali menginjak-injak harga diri orang-orang yang tak mampu. Sejak dulu Steve memang selalu sangat perhatian pada orang-orang yang mendapatkan beasiswa dari perusahaannya termasuk Taeyeon.

Lagipula saat pertama Steve melihat dan mengenal Taeyeon, bagi namja itu Taeyeon adalah sosok yeoja yang menarik. Taeyeon orang yang baik dan cerdas bahkan seringkali, Steve mengisi waktu luangnya untuk sekedar berdiam diri bersama Taeyeon di perpustakaan atau ia hanya akan mengawasi Taeyeon dari jarak jauh. Tapi siapa yang bisa menduga jika kedekatannya dengan Taeyeon, pertemanannya dengan Sooyoung sering kali terjadi kesalahfahaman. Jadi hubungan yang tidak baik antara steve dan Sooyoung tak hanya karna Bora tetapi karna Taeyeon pula.

Detik selanjutnya, Steve mendengar suara seseorang yang sudah tak asing lagi baginya membuat namja itu berdiri tegap dan mencoba untuk tak mendengar percakapan yang terjadi diluar sana. tetapi tak dapat dipungkiri, jika Steve sangat penasaran dengan apa yang selanjutnya akan terjadi diluar sana.

β€œ Taeng? β€œ

β€œ S-s-sica.. β€œ panggil Taeyeon, seraya menghapus air matanya dengan cepat.

β€œ Waeyo? β€œ tanya Jessica yang masih menyimpan perhatian untuk Taeyeon, ya.. sampai saat ini pun Jessica masih memberikan perhatian pada yeoja itu meskipun perlakuan Taeyeon yang benar-benar sudah melukai hatinya. Tetapi Jessica tak pernah berniat untuk memutuskan tali persahabatan mereka, bagaimana pun didunia ini Taeyeon hanya hidup sebatang kara dan Jessica peduli padanya.

β€œ J-jessica.. β€œ. Taeyeon meraih kedua tangan Jessica, membuat yeoja blonde itu bingung β€œ Maafkan aku.. jebal.. bisakah kita kembali lagi seperti dulu?? Jinja, semua yang kau lihat itu hanya salah faham β€œ jelas Taeyeon yang sama sekali tak berubah untuk membuat Jessica tetap berada ditangannya.

β€œ Jinja, dia menggodaku sica~ah.. β€œ ucap Taeyeon yang mencoba meyakinkan Jessica, tetapi yeoja blonde itu tetap diam. Jessica tak bodoh, ia bisa melihat kebenaran yang sesungguhnya dari mata yeoja dihadapannya meskipun ucapannya tak seperti yang diharapkan. Maksudnya, Jessica ingin sekali mendengar ungkapan yang sesungguhnya dari Taeyeon jika ia benar-benar berselingkuh darinya karna jujur saja ucapan Taeyeon saat ini tidak seperti apa yang Jessica lihat dan yeoja blonde itu benar-benar sangat muak dengan hal itu.

β€œ Geumanhae taeng, aku tak ingin mendengar penjelasan itu. Kita sudah berakhir dan aku ingin kita hanya bersahabat. Kupikir appaku sudah menunggumu, lalu tunggu apa lagi? β€œ ucap Jessica yang mencoba mengalihkan pembicaraan, seraya melepaskan kedua tangan Taeyeon dari lengannya.

β€œ Tetapi sica~ah, setidaknya berikan aku kesempatan kedua. Aku benar-benar tak akan tergoda dengan rayuannya lagi β€œ

β€œ Berhenti menyalahkan oranglain taeng.. pergilah, appaku sudah menunggumu. Dan oh.. apa Steve ada didalam? β€œ tanya Jessica sambil tersenyum manis, membuat kening Taeyeon mengerut

β€œ Mengapa kau menanyakan orang itu? β€œ tanya Taeyeon dingin

β€œ Wae? Memangnya kenapa? β€œ jawab Jessica yang balik bertanya dengan polosnya

β€œ Kau menyukainya? β€œ

Β 

DEG

Tepat. Pertanyaan Taeyeon yang ditujukan pada Jessica benar-benar sangat tepat, membuat Steve yang rupanya masih nyaman mendengar perbincangan diluar sana semakin menajamkan pendengarannya. Dalam hati namja itu, ia banyak-banyak berharap jika Jessica akan mengatakan β€˜ Ya β€˜ kalau yeoja blonde itu mencintai Steve Hwang.

β€œ Menurutmu? Tak menutup kemungkinan bukan? β€œ tanya Jessica sambil menaikkan kedua alisnya, seraya memutar knop pintu kamar tersebut membuat Steve yang menyadari pintu kamarnya akan segera dibuka segera berlari ke dalam kamar mandi.

.

.

Jiyeon dan Seohyun masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup megah yang diduga adalah ruang kerja Woo bin hwang, bersamaan dengan itu Woo bin yang rupanya tengah berdiri dibalik rak-rak bukunya menyembulkan kepala untuk melihat kedua orang tersebut.

β€œ Heii.. kalian ada disini? β€œ tanya Woo bin ramah sambil berjalan ke meja kerjanya dan duduk dikursi kesukaannya. Namun kegirangan yang sebelumnya terpancar di wajah namja itu, seketika hilang begitu saja saat melihat raut wajah serius dari dua orang yeoja dihadapannya. β€œ Waeyo? β€œ sambung Woo bin penasaran

β€œ Ada satu produk yang ingin masuk ke dalam pasar kita, sir. β€œ ungkap Seohyun

β€œ Dan mereka benar-benar sangat merepotkan, mereka bahkan memaksa kami untuk mempertemukan dirinya denganmu β€œ tambah Jiyeon

β€œ Oya setertarik itukah mereka pada pasaran Hwang Group? Lalu bermaksud apa mereka ketika bertemu denganku? β€œ

β€œ Mereka akan menjelaskan produk mereka sendiri, sekaligus ingin memberikan salam penghormatan padamu. Mereka juga yang akan menentukan tempat dimana kita akan bertemu β€œ jelas Seohyun, membuat Woo bin semakin mengerutkan keningnya

β€œ Ahh.. membuatku penasaran, memangnya produk apa itu? β€œ tanya Woo bin

Tap.. tap.. tap..

Seketika sebuah kursi yang sebelumnya membelakangi orang tersebut, berputar membuat kedua orang itu saling berhadapan.

β€œ Ini berkas-berkas pekerjaanmu hari ini dan semua yang kau intruksikan sudah kami lakukan β€œ ungkapnya, membuat tuannya tersenyum senang sambil membuka berkas-berkas barunya

β€œ Good job, kita hanya tinggal menunggu dan menontonnya saja atas apa yang akan terjadi selanjutnya. Bukan begitu? β€œ

β€œ Ne..β€œ

β€œ Kerja yang baik, aku sudah sangat tidak sabar menanti hasil kerja kalian β€œ ucapnya sambil memperlihatkan senyuman evil. Hingga tak lama kemudian, sosok seorang namja keluar dari salah satu ruangan.

β€œ Ohh.. ada apa? β€œ tanya namja itu sambil membenarkan resleting celananya lalu, tersenyum manis sambil menghampiri orang yang masih nyaman duduk dikursinya.

β€œ Are you ready, honey? Β β€œ tanya orang itu dengan senyuman menggoda, membuat sang namja yang mengerti apa maksudnya ikut tersenyum penuh arti

β€œ Why not? Aku sudah tak sabar melihat produk kita bisa masuk ke pasaran Hwang Group β€œ ucap namja itu, seraya mengibaskan tangan didepan anak buahnya.. meminta orang itu untuk meninggalkan mereka. Detik selanjutnya, ia merasakan kedua tangan partnernya melingkar dilehernya. Deru nafas mereka terdengar jelas, tentu saja jarak wajah mereka hanya tinggal menyisakan beberapa senti lagi.

β€œ Kau membuatku bergairah lagi, sayang.. β€œ bisiknya, membuat sang partner tertawa. β€œ Kau tak bekerja? Tidakkah atasanmu akan mencarimu? β€œ sambungnya

β€œ I dont care β€œ jawabnya santai, seraya mengecup bibir sang namja hingga ciumannya berubah menjadi sangat agresif. β€œ Baby, i want you so–.. β€œ

β€œ Dengan senang hati β€œ. Namja itu langsung menggendong partnernya dengan bridal style dan memasuki sebuah ruangan di dalam sana.

β€œ Sekarang dimana orang-orang itu? β€œ tanya Woo bin dengan serius.

β€œ Mereka baru tinggal beberapa bulan di korea, sir β€œ jawab Seohyun

β€œ Baiklah, beri kabar pada mereka kalau aku menyetujui pertemuan ini β€œ ucap Woo bin, membuat Seohyun dan Jiyeon saling berpandangan

β€œ Kau yakin? β€œ tanya Seohyun dan Jiyeon serempak

β€œ Ne.. β€œ

.

.

β€œ Steve?? β€œ panggil Jessica sambil terus berjalan didalam kamar itu, mencoba mencari sosok namja yang beberapa menit ini tengah ia cari. Sedangkan, Steve yang rupanya tengah berada didalam kamar mandi hanya bisa berdiam diri didepan cermin. Salah satu tangannya memegang dadanya yang berdetak tak karuan..

β€œ Aku tak salah dengar kan?? β€œ gumamnya hingga detik selanjutnya, senyuman manis terukir diwajahnya. β€œ Aku masih memiliki kesempatan, yeahh β€œ.

β€œ Steve? Kau didalam?? β€œ tanya Jessica sambil mengetuk pintu kamar mandi, membuat Steve tersadar dan kebingungan dengan apa yang harus ia ucapkan pada yeoja blonde itu

β€œ N-ne.. aku ada disini. Gidaryo.. β€œ. Steve bergegas membersihkan dirinya dengan senyuman yang terus terukir diwajahnya. β€œ Gomawo, jessie β€œ gumamnya

Steve menghempaskan tubuhnya disamping Jessica, membuat yeoja blonde yang sebelumnya memfokuskan diri dengan majalah yang tengah dibacanya menoleh ke arah namja itu dan memperlihatkan senyuman manisnya.

β€œ Good morning, ice princess β€œ sapa Steve sambil mengacak rambut Jessica, namun detik selanjutnya yeoja blonde itu mengerucutkan bibirnya. β€œ Waeyo? β€œ tanya Steve bingung

β€œ Aku bukan ice princess, steve β€œ jawabnya, membuat Steve terkekeh.

β€œ You so beautiful and cute, jessie β€œ ungkap Steve yang benar-benar terlihat sangat tampan dengan rambutnya yang masih basah, membuat jessica terdiam sambil terus memandang paras tampan namja itu.

β€œ So cheesy, steve.. β€œ. Jessica terkekeh

β€œ Ada apa kau kemari, hm? β€œ tanya Steve penasaran

β€œ Ahh.. iya, aku hampir saja lupa. Bagaimana lukamu?? β€œ tanya Jessica sambil melihat beberapa memar diwajah Steve, akibat ulah Sooyoung kemarin malam.

β€œ Semua baik-baik saja, hanya masih sedikit nyeri β€œ jawab Steve sambil menggenggam tangan Jessica yang berada dipipinya.

β€œ Are you sure, steve hwang? β€œ tanya Jessica khawatir, β€œ Aku tak percaya padamu, come here β€œ. Jessica menarik lengan steve untuk lebih mendekat kepadanya, hingga detik selanjutnya yeoja itu mengeluarkan kota p3k dari balik sofa.

β€œ Uh-uh.. darimana kau mendapatkan itu? β€œ tanya Steve penasaran

β€œ Aku mengambilnya dari kamar hehehe.. β€œ jawab jessica, membuat Steve tertawa disela yeoja itu mengobati memar-memar yang masih terlihat membiru diwajah tampan Steve. Namun, tak lama kemudian suasana diantara mereka menjadi hening. Selama Jessica mengobati Steve, namja itu tak berhenti memandang paras cantik Jessica bahkan jauh didalam lubuk hatinya berkali-kali Steve menganggumi paras cantik yeoja dihadapannya itu.

Detik selanjutnya, tanpa disadari Steve mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica membuat yeoja itu terdiam dan bingung dengan apa yang akan terjadi. Melihat wajah namja tampan dihadapannya yang kian mendekat, membuat detak jantungnya tak karuan. Ia gugup dan bingung dengan apa yang harus dilakukannya, berbagai pikiran tentang Steve yang akan menciumnya pun semakin memenuhi pikirannya tetapi disisi lain Jessica tak ingin begitu percaya diri jika ia akan mendapatkan ciuman dari namja dihadapannya itu.

Namun tak dapat dipungkiri, jika detik selanjutnya yeoja itu menutup matanya erat. Menunggu sesuatu yang β€˜lunak’ nan β€˜lembut’ menempel dibibirnya tetapi, hal itu tak kunjung ia rasakan membuat kedua matanya kembali terbuka dan ia terkejut ketika menemukan jarak wajah antara dirinya dan Steve hanya berjarak beberapa centi saja.

β€œ Jessie, may i? β€œ tanya Steve ragu, hingga tak lama kemudian namja itu mendapatkan anggukan pelan dari yeoja dihadapannya sebagai respon atas izin apa yang dimaksud namja itu. Tak menunggu lama, Steve langsung menempelkan bibirnya dibibir Jessica. Kedua dari mereka begitu menikmati sentuhan yang begitu lembut, terlihat dari keduanya yang menutup kedua mata mereka. Tak hanya itu, senyuman manis pun terukir diwajah mereka tanpa melepaskan ciumannya.

 

β€œ Mian menunggu lama β€œ ucap Steve yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian casual-nya yang sangat elegant, membuat Jessica tersadar dari lamunannya dan langsung menolehkan kepalanya ke arah Steve. β€œ Ada apa kemari? β€œ tanya Steve sambil menghempaskan tubuhnya disamping Jessica

β€œ Aku hanya ingin memastikan jika keadaanmu baik-baik saja, by the way.. Good morning.. β€œ jawabnya sambil tersenyum manis, membuat Steve terperangah namun detik selanjutnya namja itu tersenyum dan mengacak-acak rambut Jessica.

β€œ Bagaimana malam pertamamu disini? Bora menyakitimu lagi, hm? β€œ tanya Steve yang sekejap membuat Jessica gugup. Mengapa Steve masih mengungkit-ungkit masalah kemarin, pikir yeoja blonde itu.

β€œ A-ani.. β€œ jawab Jessica terbata-bata, membuat Steve tak percaya dan justru memicingkan matanya pada jessica. Namja itu mencoba mencari kebenaran dengan menatap dalam kedua mata Jessica.

β€œ Y-yah! Apa yang kau lihat?? β€œ tanya Jessica sambil mencoba menghindari kontak mata dengan Steve.

β€œ Yah, aku sudah tau.. jessie.. aku mengenal bora cukup lama dan tentu saja, aku sudah tau sikap dan kelakuan yeoja itu β€œ ungkap Steve sambil tersenyum manis dan memandang lurus ke depan membuat Jessica yang melihat senyuman itu hanya bisa terdiam sambil sesekali ikut tersenyum.

β€œ Why you so Handsome, Steve hwang?? β€œ batin Jessica

β€œ Kau melamun? β€œ tanya Steve yang berhasil membuyarkan lamunan yeoja blonde itu–lagi

β€œ O-oh? M-maaf hehehe β€œ

β€œ Gwenchanayo.. Oohh.. apa kau sudah sarapan? Bagaimana jika kita sarapan bersama? β€œ tanya Steve yang langsung mendapat anggukan mantap dari Jessica sebagai responnya, melihat hal itu membuat Steve segera beranjak sambil meraih tangan Jessica.

β€œ Chankman.. β€œ. Jessica menahan steve, membuat namja itu menoleh ke arahnya dengan bingung

β€œ Ne? Waeyo jessie?? β€œ tanya Steve yang kembali duduk disamping Jessica

β€œ Lukamu, apa sudah di obati? β€œ tanya Jessica gugup. Ya.. yeoja itu gugup, jika lamunan yang sebelumnya terlintas dipikirannya terjadi olehnya dan Steve

β€œ Terimakasih atas perhatianmu, Jessie.. tapi aku baik-baik saja β€œ jawab Steve sambil tersenyum dengan sangat manis, membuat kondisi tubuh Jessica memanas. Steve pun tertawa dalam diamnya, saat melihat wajah yeoja dihadapannya memerah. β€œ Kajja.. β€œ. Steve meraih tangan Jessica untuk beranjak dan keluar dari kamarnya.

.

.

.

Taeyeon berjalan keluar dari Mansion’s Jung dengan ekspresi yang terlihat lemas, ia sudah bertemu dengan presiden korea a.k.a ayah dari Jessica Jung. Hubungannya dengan Jessica memang benar-benar sudah berakhir sekarang, tetapi Mr. jung begitu sangat berbaik hati untuk tetap membantu perusahaan Taeyeon. Hal itu sedikitnya bisa membuat Taeyeon bernafas lega, tetapi bagaimana dengan perasaannya terhadap Jessica?? Karna beberapa terakhir ini, ia tak bisa memastikan perasaan dirinya sendiri berlabuh pada siapa. Disatu sisi, ia lebih banyak menghabiskan waktunya bersama sekretarisnya tetapi selama beberapa hari terakhir ini pula ia tak mendapat kabar dari Hyuna karna dirinya yang belum kembali ke kantor karna pelatihan yang harus dijalaninya. Tetapi perasaan yang baru kini ia alami, bagaimana detak jantungnya yang berdegup dengan kencang saat ia bersama dengan Steve?? Ahh.. tidakkah perasaan Taeyeon ini membuat semua orang bingung?? Perasaannya masih begitu labil jika sudah menyangkut perasaannya sendiri.

Karna terus terang saja, melihat Steve yang kembali dekat dengannya membuat Taeyeon merasakan kembali dimana dirinya yang berada disekolah menengah atas. Saat tragedi Sooyoung menendang sepeda dihari pertamanya sekolah disana, hari-harinya dipenuhi dengan kejutan yang menyakitkan dari Sooyoung dan teman-temannya tetapi tidak dengan Steve yang jelas-jelas selalu berada disamping yeoja tinggi itu. Bahkan Steve yang sangat disegani banyak orang lebih sering menolongnya, ketika Sooyoung sudah berjalan lebih dulu darinya. Bagaimana tidak menarik perhatian banyak orang, jika namja itu selalu berusaha menolong orang yang kesusahan dan hal itu berhasil membuat Taeyeon jatuh hati padanya. Steve adalah cinta pertamanya namun, rupanya kedekatan steve dengannya membuat banyak pihak iri hingga kedekatan mereka pun terdengar oleh Sooyoung membuat Taeyeon harus mendapatkan perlakuan yang semakin menjadi-jadi dan itu pula sebabnya mengapa Taeyeon lebih membenci Steve dibanding apa yang sudah dilakukan namja itu padanya.

β€œ Taeyeon-ssi.. β€œ panggil seseorang, membuat Taeyeon membuyarkan lamunannya dan menoleh ke sumber suara.

β€œ Ohh, yul? β€œ ucap Taeyeon

β€œ Gwenchana?? Wajahmu pucat β€œ ungkap Yuri khawatir

β€œ Ahh.. jinjayo?? Gwenchanayo β€œ jawab Taeyeon sambil terkekeh

β€œ Kau sudah sarapan?? β€œ. Taeyeon menggelengkan kepalanya, lalu menyeringai dorky membuat Yuri tersenyum.

β€œ Kalau begitu, kebetulan sekali.. maukah kau sarapan bersamaku?? Aku yang akan mentraktirmu, tapi bukan direstoran mewah. Bagaimana Taeyeon-ssi? β€œ tanya Yuri ragu dan sedikit tersipu malu sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.

β€œ Hmm… gwenchanayo, a-aku harus–.. β€œ

β€œ Ayolahh.. jangan membuat dirimu seserius itu, kajja.. β€œ. Tanpa menunggu jawaban Taeyeon, Yuri segera meraih dan menarik taeyeon untuk ikut bersamanya.

β€œ Ini coffeemu, Taeyeon-ssi β€œ. Yuri memberikan coffee dan burger dihadapan Taeyeon, lalu yeoja itu pun segera meraihnya sambil tersenyum

β€œ Gomawo.. β€œ

β€œ Ne, cheonma. Perlu kubantu untuk membukanya, Taeyeon-ssi? β€œ tawar Yuri sambil mencoba untuk meraih kembali burger dari tangan Taeyeon

β€œ Ahh.. gwenchana, aku bisa send–.. β€œ

β€œ Biar aku yang melakukannya, seharusnya aku sudah membukakannya untukmu β€œ ucap Yuri yang langsung merebut dan membuka semua yang membungkus burger milik Taeyeon.

β€œ Yuri-ssi.. β€œ panggil Taeyeon

β€œ Ne? β€œ jawab Yuri, seraya menoleh ke arah yeoja itu sambil tersenyum membuat mata mereka bertemu.

β€œ Bisakah kau memanggilku dengan panggilan taeyeon saja? Tidak perlu se-formal itu.. β€œ ucap Taeyeon

β€œ Ahh.. b-baiklah, taeyeon… ssi β€œ jawab Yuri yang masih begitu canggung, jika ia melepaskan kata β€˜Nona’ untuk yeoja yang masih nyaman duduk disampingnya. Tak disadari, ucapan Yuri itu justru membuat Taeyeon terawa dorky.

β€œ Ahh.. kau benar, sepertinya aku benar-benar sangat serius selama ini sampai aku baru bisa tertawa lepas seperti sekarang ini β€œ ungkap Taeyeon sambil memandang ke arah Yuri disela-sela tawanya membuat pengawal Jessica itu gugup bukan main.

.

.

Steve mengambil tempat duduk disamping jendela besar restoran pelatihan yang memperlihatkan pemandangan indah di lingkungan pelatihan tersebut, namja itu tersenyum seraya mengambil sarapannya.

β€œ Kau memakan junk food lagi, Steve hwang! β€œ. Jessica merebut makanan itu dari tangan Steve dan duduk disamping namja itu sambil memberikan death glarenya, membuat Steve terkejut.

β€œ Tapi jessie–.. β€œ. Steve memutuskan ucapannya, saat death glare yang diperlihatkan Jessica semakin tajam mengarah padanya. β€œ A-arrasseo.. aku akan mengambil makanan yang lain β€œ ucap Steve seraya beranjak dari tempat duduknya menuju buffet Β makanan, membuat Jessica tersenyum puas.

β€œ So cute.. dan aku harap kau bisa memberiku waktu untuk memastikan perasaanku padamu, Steve β€œ batin jessica

β€œ Terimakasih sudah mengantarku, Yul β€œ ucap Taeyeon, saat pengawal Jessica itu sudah turun dari mobil dan berdiri dihadapannya.

β€œ Ne, cheonma.. lagipula, aku juga ada urusan disini. Tugasku untuk mengawal kedua putri presiden belum usai taeng β€œ jawab Yuri yang terlihat sudah akrab dengan β€˜mantan kekasih’ majikannya itu. Ya.. selama sarapan tadi, tak dapat dipercaya jika kedua dari mereka yang mulanya hanya diam-diam canggung.. lama kelamaan, Yuri bisa mencairkan suasana dan hal itu membuat hubungan mereka berkembang baik dengan cepat.

β€œ Kalau begitu, kajja.. kita masuk bersama β€œ ajak Taeyeon girang, membuat Yuri mengangguk mantap dan berjalan berdampingan dengan yeoja itu.

β€œ Taeyeon~ah β€œ panggil Yuri

β€œ Hm? β€œ

β€œ Kau terlihat lebih cantik, jika banyak tersenyum β€œ ungkap Yuri, membuat wajah Taeyeon memerah

β€œ G-gomawo β€œ jawab taeyeon sambil tersipu malu

Steve duduk disamping Jessica dengan mengerucutkan bibirnya, membuat Jessica yang menyadari kehadiran namja itu memandang ke arah Steve dan terkikik.

β€œ Kau marah padaku? β€œ tanya Jessica sambil menatap wajah Steve dengan hati-hati, β€œ Dan woow.. kimbab, kau sarapan kimbab Steve? β€œ sambung Jessica, namun namja itu tak meresponnya melainkan melahap kimbab tersebut dengan lahap dan mengunyahnya dengan ekspresi yang sulit diartikan membuat Jessica tertawa

β€œ Tak ada pilihan lain. You know, i dont like korean food β€œ ungkap Steve yang terus mengunyah makanan tersebut tanpa menelannya, membuat Jessica semakin ingin meledakkan tawanya.

β€œ Heyy.. kau harus membiasakan diri untuk memakan makanan korea, jika kau ingin menikah dengan putri presiden sepertiku β€œ ucap Jessica spontan hingga tak lama kemudian, yeoja blonde itu tersadar dan langsung menutup mulut dengan kedua tangannya, sedangkan Steve.. namja itu sudah terperangah sejak tadi hingga ia pun tersedak.

β€œ B-bbul, bbull.. β€œ. Jessica segera meraih air mineral dan memberikannya pada Steve, hingga detik selanjutnya diteguklah air mineral tersebut sampai hampir setengahnya oleh namja itu.

Steve bernafas lega seraya menaruh air mineral di atas meja, lalu ia menatap Jessica yang menundukkan kepalanya.

β€œ Kupikir pendengaranku masih normal, Jessie β€œ ucap Steve sambil meraih dagu Jessica agar namja itu bisa menatap paras cantik yeoja dihadapannya itu. β€œ Jessie, Apakah kau memberikanku kesempatan–.. β€œ

DUARRR…!!

Β 

PRAAANG!!!

Β 

Belum juga Steve menuntaskan ucapannya, restoran pelatihan itu meledak membuat Steve dan Jessica yang tengah berada didalam restoran tersebut terlempar keluar dari sana akibat tekanan ledakan tersebut. Teriakan histeris orang-orang yang melihat bagaimana reka kejadian yang sesungguhnya pun terdengar dimana-mana, membuat Krystal yang tengah menikmati waktu santainya sambil berdiam diri di taman pelatihan tersebut beranjak dari tempatnya dan berlari ke sumber suara.

Detik selanjutnya, putri kedua presiden korea itu terperangah saat melihat apa yang terjadi dihadapannya.

β€œ E-eonnie.. dimana dia?? Dia tidak sedang berada disana, kan?? β€œ gumam Krystal panik, seraya meraih ponsel dari saku bajunya dengan kedua tangannya yang bergetar.

Sedangkan, Taeyeon dan Yuri yang juga dekat dengan restoran pelatihan tersebut terlempar begitu saja hingga Taeyeon mendarat sempurna di atas tubuh Yuri.

β€œ Taeyeon~ah, gwenchana? β€œ tanya Yuri khawatir

β€œ Y-yul.. β€œ panggil taeyeon lirih, hingga detik selanjutnya Yuri melihat darah yang mengalir dari salah satu telinga yeoja di atasnya.

β€œ T-taeng! β€œ. Yuri panik saat taeyeon menutup kedua matanya dan tak sadarkan diri di pelukannya namun, ada hal lain yang lebih membuat pengawal Jessica itu terkejut bukan main. Ketidaksadaran taeyeon itu membuat Yuri merasakan sesuatu yang β€˜lunak’ mendarat dibibirnya. Taeyeon mendaratkan bibirnya dibibir Yuri.

.

.

.

Tap.. tap.. tap.. tap…

Derap langkah kaki berlari terdengar keras disepanjang koridor Mansion Hwang’s. Woo bin yang tengah berjalan bersama istrinya dikoridor tersebut pun, menghentikan langkahnya saat melihat Seohyun yang berdiri dihadapannya dengan nafas yang tersenggal-senggal.

β€œ Waeyo? Gwenchana, Seohyun-ssi? β€œ tanya Gyuri bingung, seraya melepaskan lingkaran tangan dari lengan suaminya dan beralih menepuk bahu Seohyun perlahan.

β€œ Maafkan aku, tapi aku harus memberitahukan kabar buruk ini padamu β€œ ucap Seohyun yang masih mengatur nafasnya

β€œ Okay, okay.. calm down, please β€œ. Gyuri mengerutkan dahinya sambil terus mencoba menenangkan yeoja dihadapannya itu perlahan, tak lama kemudian salah satu pintu kamar dikoridor mansion tersebut terbuka dan memperlihatkan Jinri yang baru keluar dari kamarnya dengan senyuman yang mengembang diwajahnya. Namun, senyuman itu hilang ketika melihat keseriusan yang terpancar dari tiga orang yang berdiri tak jauh darinya.

β€œ Waeyo? β€œ tanya Jinri bingung sambil menghampiri tiga orang tersebut.

β€œ Restoran pelatihan meledak β€œ ungkap Seohyun, membuat ketiga majikannya membelalakkan matanya

β€œ M-MWO?? β€œ tanya ketiga orang tersebut serempak

β€œ B-bagaimana dengan Steve?? β€œ tanya Woo bin khawatir

.

.

β€œ Ugh.. β€œ.

Steve dan Jessica terkapar ditanah dengan posisi jessica dibawah tubuh Steve. Tangan kiri Steve pun menyanggah kepala belakang Jessica sehingga kepala yeoja itu tidak membentur tanah. Mereka berdua terlihat baik-baik saja, terlihat dari keduanya yang masih sadar hanya saja terdapat beberapa luka kecil didahi jessica.

β€œ J-jessie.. gwenchana?? β€œ tanya Steve khawatir sambil mencoba untuk beranjak dengan meraih tubuh jessica untuk ikut beranjak bersamanya. Setelah itu, Steve langsung memeluk tubuh Jessica erat.

β€œ G-gwenchanayo, s-steve.. β€œ jawab jessica yang masih begitu shock didalam dekapan Steve.

β€œ Eonnie, oppa!!! β€œ panggil Krystal, membuat Jessica dan Steve menoleh ke sumber suara.

β€œ Eonnie, gwenchana?? Ohh.. dahimu β€œ ucap Krystal yang langsung memeluk kakaknya erat, membuat steve tersenyum.

β€œ Gwenchana, krys.. aku baik-baik saja β€œ jawab Jessica, seraya melepaskan pelukannya pada Krystal. Namun tak dapat dipungkiri jika tubuh Jessica terlihat lemah akibat apa yang baru saja terjadi, membuat steve langsung menahan tubuh yeoja itu agar tidak terjatuh.

β€œ Sebaiknya, kita tetap pergi ke ruang kesehatan Jessie. Kau harus diperiksa β€œ ucap Steve, membuat kedua yeoja itu menoleh ke arahnya

β€œ Bagaimana denganmu, oppa? Gwenchana?? β€œ tanya Krystal khawatir, membuat Steve senang. Sudah lama sekali namja itu tak melihat ekspresi khawatir yeoja yang lebih muda darinya itu padanya.. He’s so miss it badly.

β€œ Aku baik-baik saja, Sweety.. β€œ jawab Steve sambil mengelus kepala Krystal lembut, β€œ Kajja.. β€œ. Steve merangkul kedua yeoja dihadapannya itu, hingga Krystal dan Jessica pun berjalan didepannya.

Saat Steve sedang berjalan dibelakang Jung sister, ia merasakan pandangannya sedikit kabur dan buram membuatnya harus berkali-kali mengerjapkan matanya.

β€œ Jessie, krys.. β€œ panggil Steve lirih

β€œ Ne? β€œ.

Tanya Jung sister serempak sambil menoleh ke belakang.

BRUKKK!!

β€œ OPPA!! β€œ

β€œ STEVE!! β€œ

Jessica dan Krystal berhambur ke arah steve, meraih tubuh namja itu ke dalam pelukan Jessica.

β€œ OH MY GOSH, EONNIE!! β€œ teriak Krystal histeris, membuat Jessica bingung

β€œ W-wae, wae, wae?? β€œ tanya Jessica panik

β€œ O-oppa, ottokkae?? Gidaryo eonnie! β€œ ucap Krystal, seraya beranjak dan berlari mencari pertolongan. Sedangkan Jessica yang masih memeluk Steve hanya bisa bergumam, mencoba memberikan penguatan untuk Steve.

β€œ Steve, ireona.. β€œ ucap Jessica yang perlahan mengelus kepala belakang Steve, hingga gerakan tangan Jessica terhenti saat merasakan sesuatu yang lengket ditangannya. Dengan perasaan yang takut, perlahan Jessica meraih tangannya untuk ia lihat.

Detik selanjutnya, kedua mata Jessica membelalak saat melihat telapak tangannya yang dipenuhi oleh darah.

β€œ S-steve.. a-andwe!! S-steve ireona!!! β€œ ucap Jessica histeris dengan air mata yang mengalir dari pelupuk matanya Β 

β€œ Enghh.. β€œ. Taeyeon mengerang, saat dirasakan sebuah sinar menyilaukan pandangannya membuat seseorang yang senantiasa selalu berada disampingnya merespon hal itu dengan senyuman kebahagiaan.

β€œ Taeng kau sudah bangun?? Gwenchana? Mani appo? β€œ tanya Yuri yang terlihat sangat khawatir, hingga kesadaran Taeyeon pun sudah kembali sepenuhnya.

β€œ Y-yul?? Apa yang terjadi?? β€œ tanya Taeyeon yang mencoba untuk beranjak duduk, namun Yuri menahannya.

β€œ Kau harus istirahat taeng, kau baru saja pingsan dan telingamu mengeluarkan darah. Aku akan memanggil dokter terlebih dahulu, gidaryo.. β€œ ucap Yuri, seraya beranjak dari sisi Taeyeon. Tetapi yeoja itu menahan Yuri untuk pergi dari sisinya, membuat Yuri bingung.

β€œ Kau bisa memanggil dokter dari sana Yul β€œ ucap Taeyeon sambil menunjukkan tombol disamping ranjang rawatnya, membuat Yuri tersipu malu dan langsung menekan tombol tersebut. detik selanjutnya, suasana diantara mereka begitu hening bahkan kedua dari mereka bisa mendengar degup jantung masing-masing yang tentu saja membuat keduanya bingung tentang perasaannya termasuk Taeyeon. Didalam pikiran yeoja itu, ia sudah bingung akan perasaannya pada Jessica dan Hyuna, ia juga merasakan degup yang kencang saat bersama Steve. Haruskah ia merasakan hal yang sama pada Yuri??

Dengan cepat, Taeyeon menggelengkan kepalanya. Mencoba menghalau segala pikiran dan perasaannya yang masih begitu labil untuk memilih dari salah satu diantara mereka.

β€œ Waeyo?? β€œ tanya Yuri yang menyadari ke anehan yang terjadi pada yeoja yang masih nyaman berbaring di atas ranjang rawatnya, membuat taeyeon menoleh ke arahnya dan tersenyum manis.

β€œ Apa kau baik-baik saja, Yul? β€œ tanya Taeyeon sambil menggenggam tangan Yuri, membuat namja itu gugup

β€œ A-ak.. ne.. aku b-baik-baik saja, justru aku mengkhawatirkanmu taeng. β€œ jawab Yuri, tak lama kemudian pintu ruang rawat Taeyeon terbuka dan memperlihatkan seorang dokter dan suster yang berjalan menghampiri mereka berdua. Yuri yang masih berada disamping Taeyeon memilih untuk menyingkir, mencoba memberikan ruang privacy untuk sang dokter dalam memeriksa yeoja yang selama beberapa jam ini tak pernah ia tinggalkan.

.

.

Di dalam kesunyian sebuah ruangan yang serba putih, seseorang menundukkan kepalanya disamping ranjang rawat. Selama beberapa jam berlalu, ia menangis tersedu-sedu. Menangisi seseorang yang terkapar disampingnya dengan selang infus dan oksigen yang berharap bisa memenuhi rongga pernafasannya. Kepala seseorang yang terbalut kain kasa itu sebagai bukti nyata jika, orang kepala orang itu mengalami masalah yang besar.

Hingga tak lama kemudian, seseorang menghampiri orang yang masih terus menangis itu. Memeluknya dari belakang sambil sesekali mengecup kepala orang itu lembut.

β€œ Semua baik-baik saja, eonnie.. β€œ ucapnya, seraya berlutut dihadapan kakaknya itu. Meraih dagu kakak perempuannya agar menatapnya. β€œ Steve oppa akan segera sadar, dokter sudah mengambil serpihan kaca itu dikepalanya. Kita hanya menunggunya sadar, jadi berhentilah menangis dan berdoalah semoga steve oppa tak merasakan kesakitan yang lain setelah itu β€œ sambungnya sambil menghapus air mata yang terus mengalir dari pelupuk mata Jessica.

β€œ Aku akan pulang terlebih dahulu dan sulli bersama oppanya sedang berada diperjalanan, apa kau akan ikut pulang bersam–.. β€œ

β€œ Ani.. aku akan berada disini, pulanglah terlebih dahulu β€œ

β€œ Arrasseo, aku akan membawakan barang-barang yang kau butuhkan. Tapi kau juga harus istirahat eonnie, kau juga terluka. β€œ

β€œ Ini hanya luka kecil, Krys.. luka ini tak akan membuatku mati β€œ jelas Jessica, seraya menyentuh keningnya yang berbalut kain kasa kecil.

β€œ Kau keras kepala eonnie, kalau begitu tunggu aku dan uljima.. jebal β€œ. Jessica mengangguk saat Krystal memintanya untuk berhenti menangis, tak lama kemudian adiknya itu segera pergi dari kamar rawat Steve dan membiarkan Jessica sendiri yang menjaga namja yang masih tertidur dengan tenang diranjang rawatnya.

β€œ Steve, ireona.. β€œ bisik Jessica sambil memeluk namja itu dari samping, tanpa disadari air mata kembali mengalir dari pelupuk mata Jessica. Ia kembali menangis didepan dada bidang Steve, Jessica tak bisa membayangkan jika namja itu tak bisa ditolong karna mengalami pendarahan yang cukup banyak di kepalanya. Bahkan rasanya Jessica hampir tak bisa bernafas, saat dokter mengizinkan dirinya dan Krystal untuk mengikuti jalan operasi dalam pengambilan serpihan-serpihan kaca yang tertancap dikepala belakang namja itu. Yah.. meskipun kedua yeoja itu hanya bisa melihatnya dari layar monitor didalam ruang operasi, tetapi tetap saja hal itu membuat Jessica takut. Ia takut jika namja yang masih tak sadarkan diri itu tak bisa bertahan dan meninggalkannya.

β€œ Steve, ireona.. kau harus bangun. Aku takut.. β€œ ungkapnya, β€œ Jangan tinggalkan aku, bahkan aku belum mengatakan jika aku menerima perasaanmu padaku.. nado saranghae steve β€œ sambungnya, hingga suasana pun kembali sunyi dan tenang.

β€œ Gomawo, jessie.. β€œ. Jessica menengadahkan kepalanya dengan cepat, saat mendengar suara berat dari namja yang sudah memperlihatkan senyuman manis dihadapannya. Meskipun wajah Steve begitu pucat, tetapi aura diwajahnya bersinar begitu terang membuat jessica sedikit menyernyitkan kening guna memperjelas penglihatannya.

β€œ Steve.. β€œ. Jessica langsung berhambur memeluk namja itu erat, membuat Steve tersenyum senang sambil mengelus kepala Jessica lembut. β€œ Syukurlah kau sudah bangun, Mani appo?? β€œ tanya Jessica khawatir, seraya melepaskan pelukannya pada namja itu.

β€œ Hanya sedikit pusing, tetapi selebihnya aku baik-baik saja jessie β€œ jawab Steve sambil melepaskan masker oksigen kemudian, ia mengelus pipi Jessica lembut.

β€œ Kalau begitu, aku akan menghubungi dokter terlebih dahulu β€œ. Jessica mencoba melangkahkan kakinya untuk memanggil dokter tetapi steve menahannya, justru namja itu menarik jessica hingga tubuh yeoja blonde itu tertarik ke arah Steve dan tak sengaja membuat mereka berciuman.

Jessica membelalakkan matanya saat merasakan bibirnya mendarat dibibir steve, bahkan steve yang sudah menyangka hal ini akan terjadi memilih untuk memejamkan matanya dan membiarkan bibir mereka menempel seperti itu sementara waktu. Hingga detik selanjutnya, tak ada respon yang dilakukan Jessica, yeoja itu masih sibuk mengatur perasaannya yang entah pergi kemana. Yang jelas saat itu juga, Jessica merasakan kehadiran kupu-kupu yang memenuhi sekujur tubuhnya. Ia merasa tersengat listrik dengan volt yang sangat tinggi dan semakin tinggi, saat bibir steve mulai bergerak dibibirnya membuat kedua matanya terpejam.

Dengan perasaan yang bahagia, Steve memberanikan diri untuk mengulum bibir Jessica dengan lembut. Meskipun sebelumnya, Steve tak merasakan respon dari yeoja diatasnya itu tetapi tak lama kemudian akhirnya Jessica pun membalas ciuman mereka tak kalah lembut darinya. Bahkan sesekali, suara desahan yang tertahan terdengar jelas keluar dari mulut Jessica.

β€œ Oppa kita menemukan kamar stev–.. O-omo! β€œ. Jinri yang melihat lebih dulu aktivitas yang dilakukan oppanya dengan seorang yeoja yang sudah ia kenal, langsung menutup kembali pintu kamar rawat tersebut membuat Woo bin dan Gyuri yang baru tiba didekatnya kebingungan.

β€œ Waeyo? β€œ tanya Woo bin bingung sambil mencoba meraih knop pintu kamar rawat Steve tersebut

β€œ Andwe, andwe oppa.. kau tak boleh membukanya β€œ ucap Jinri yang mencoba menahan keinginan oppanya yang ingin masuk ke dalam kamar tersebut.

β€œ Yah, waegeurae Jinri~ah? β€œ tanya Gyuri sambil menjewer telinga yeoja itu, membuat Jinri meringis sambil mengikuti gerak tangan Gyuri ditelinganya

β€œ Yah, yah, yah.. eonnie.. appo! β€œ. Melihat hal itu, membuat Woo bin mendapat kesempatan untuk masuk ke dalam kamar rawat adiknya sambil terkekeh.

Belum lama Woo bin masuk ke dalam kamar rawat Steve, namja itu kembali keluar dengan wajah yang memerah membuat Gyuri yang melihat sikap suaminya semakin bingung.

β€œ Lepaskan jeweran itu dari telinganya, chagi.. kita harus pergi dari sini β€œ bisik Woo bin, seraya merangkul istrinya. β€œ Sepertinya kita akan benar-benar pergi ke eropa, sayang β€œ

β€œ Yah bagaimana dengan perusahaan appa, oppa β€œ protes Jinri sambil mengelus telinganya yang memerah

β€œ Seseorang akan menggantikanku dan kau, jinri.. aku akan mentraktirmu makan. Kajja.. β€œ. Woo bin menarik Jinri untuk ikut pergi bersamanya

β€œ Lalu, bagaimana dengan Steve oppa?? β€œ

β€œ Apa kau ingin diam terus disini dan mendengar suara desahan yang membuatmu terangsang?? β€œ

β€œ Jangan sampai oppa β€œ

β€œ Tentu saja, karna oppa tak akan menyediakan film blue Β sekalipun untukmu! β€œ

β€œ Yah oppa!! Tapi kan–.. β€œ

β€œ Kau boleh berdiam diri disini, selama yang kau mau tapi kau tak boleh terangsang β€œ

β€œ Memangnya kenapa? β€œ tanya Jinri polos, membuat langkah kaki oppanya terhenti dan namja itu menghela nafas.

β€œ Ciuman mereka sangat panas β€œ bisik Woo bin ditelinga yeoja itu, membuat wajah Jinri memerah. Lalu, Woo bin kembali berjalan sambil sesekali tertawa bersama gyuri. Meninggalkan adik bungsunya yang masih berusaha mencerna kata-kata sang oppa

β€œ Kau senang sekali mengerjai adikmu, oppa β€œ ucap Gyuri sambil mencubit kecil perut Woo bin, membuat namja itu tertawa dan melambaikan tangannya ke arah Jinri.

β€œ Yah, oppa!! Tunggu aku!! β€œ teriak Jinri yang sudah tersadar dari pikirannya, seraya berlari ke arah oppa dan kakak iparnya itu

β€œ Aku belum official dengan Krystal, aku bisa mati penasaran jika mendengar desahan mereka β€œ batin Jinri

TBC

71 comments

  1. tulisanmu makin kesini makin bagus author makin bisa ngubek2 perasaan pembaca. gak sabar sama kelanjutanya dan endingnya nanti >_<

  2. aigoooo. taeng, gimana sich ga tau perasaannya sendiri. dari pada ganggu hubungan jessi dan steve, lebih baik sama yuri aja.
    hahaha…. saudara yg pengertian, membiarkan saudaranya menikmati waktu romantis nya. kekkekek…..😁
    akhirnya jeti offical juga. πŸ’–πŸ’–

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s