President Daughter and Him (17/?)

PDAH13

Title : President Daughter and Him (17/?)

Author: Adelayn_Tiffany

Genre: Gender bender, yuri, romance, action, sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang (Namja), Kim Taeyeon, Jessica jung, Krystal

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender dan yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!πŸ˜„

 

***

Bora melemparkan tubuhnya di atas tempat tidur king size dikamar tersebut, wajahnya berseri-seri dan menganggap tak ada siapa-siapa disana termasuk jessica yang beberapa kali ini menghela nafas melihatnya. Detik selanjutnya, yeoja blonde itu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

β€œ Yah! Kau! β€œ. Jessica menghentikan langkahnya saat mendengar suara keras dibelakangnya, membuatnya menoleh ke sumber suara.

β€œ Mwo? β€œ tanya jessica datar

β€œ Aku yang akan menggunakan kamar mandi terlebih dahulu, minggir! β€œ ucap bora sambil menyingkirkan tubuh yeoja blonde dihadapannya itu cukup keras, membuat jessica terkejut. Tetapi detik selanjutnya, bora terjatuh ke lantai dan berhasil membuat jessica terkikik.

β€œ Yah!! β€œ teriak bora sambil menatap tajam ke arah jessica

β€œ Mian, aku tak sengaja β€œ jawab jessica tanpa wajah berdosa lalu, melangkahkan kakinya menghampiri sofa dan duduk disana. β€œ Jangan lama-lama, kita masih memiliki aktivitas setelah ini β€œ sambung jessica tanpa menoleh ke arah bora dan kembali terkikik saat mengingat bagaimana bora yang menyebalkan itu terjatuh akibat ulah jessica. Sehingga dengan perasaan kesal dan sambil menggerutu, bora beranjak dan segera masuk ke dalam kamar mandi dengan menutup pintu cukup keras.

β€œ Lihat saja nanti! β€œ gumam bora saat sudah berdiri didepan cermin

.

.

β€œ Taeyeon!??? β€œ panggil steve sambil mengetuk pintu kamar mandi berkali-kali, terlihat sekali kekhawatiran yang terukir diwajah steve saat orang yang dipanggilnya tak kunjung menyahut. Hingga tak lama kemudian, steve mendengar ringisan yang berasal dari dalam kamar mandi.

β€œ Kim taeyeon, gwenchana?? β€œ tanya steve sekali lagi, β€œ Boleh aku masuk?? β€œ sambungnya

β€œ Aishh.. bagaimana bisa seperti ini β€œ ucap taeyeon yang terdengar jelas oleh steve

β€œ Yah! Jawab aku, jangan membuatku khawatir! Aku masuk ya.. β€œ ucap steve, seraya membuka pintu kamar mandi secara perlahan. β€œ O-omo! β€œ. Steve terkejut, saat melihat sosok taeyeon meringis dilantai dengan serpihan kaca yang sudah berserakan dimana-mana. Beruntunglah jika taeyeon masih menggunakan pakaian lengkap, sehingga tak ada serpihan kaca yang melukai tubuhnya dan juga steve tak harus membelalak malu jika taeyeon tak menggunakan pakaiannya. Dengan cepat steve menghampirinya dan mensejajarkan tubuh mereka dengan membiarkan kedua lututnya mendarat sempurna dilantai.

β€œ Gwenchana?? Apa yang terjadi?? β€œ tanya steve sambil membantu taeyeon untuk beranjak duduk

β€œ A-aakkhh, appo.. β€œ ringis taeyeon, saat steve menarik salah satu tangannya.

β€œ Chankman.. tanganmu terkilir? β€œ. Steve segera melihat salah satu tangan taeyeon itu, menatap satu urat ditangan taeyeon yang menimbul dengan serius.

β€œ Apa itu sangat serius?? β€œ tanya taeyeon spontan dan penasaran sambil menatap wajah steve dengan kerutan didahinya.

β€œ Whoaa.. kau baru saja bertanya padaku?? Daebakk.. kau cepat sekali menghilangkan sikap kasarmu padaku β€œ ucap steve sambil bertepuk tangan dan tertawa, membuat taeyeon tersadar dengan tindakannya. Ya.. steve benar, sebelumnya kan yeoja dorky itu sangat kasar pada steve tetapi saat ini berbanding terbalik. Hingga detik selanjutnya, taeyeon gugup dan kembali dingin.

β€œ Khah! β€œ ucap taeyeon yang mencoba untuk beranjak berdiri sambil mendorong tubuh steve, sehingga namja itu terdorong ke belakang.

β€œ Yah! Kau baru saja memperlihatkan dirimu sendiri, mengapa kau harus dingin lagi sekarang. Padahal tadi itu, kau sangat lucu β€œ ungkap steve yang masih membiarkan kedua lututnya mendarat dilantai, membuat taeyeon terdiam membelakanginya.

β€œ Tak usah repot-repot mengkhawatirkanku, aku tak butuh itu! β€œ ucap taeyeon yang segera keluar dari kamar mandi sambil memegang tangan kanannya yang kesakitan.

β€œ Yah!! Lalu bagaimana dengan serpihan ini?? Dan.. chankman.. tidakkah kamar mandi ini terlalu harum?? β€œ tanya steve sambil melihat serpihan kaca yang berceceran dilantai kamar mandi dengan bingung

β€œ Cih.. dia lucu sekali. Tentu saja, kamar mandi itu harum. Parfumku jatuh, pabo! β€œ gumam taeyeon yang sudah berada diluar kamar mandi, senyuman tipis terukir diwajah yeoja itu.

β€œ Yah, kim taeyeon! Kau hanya harus memanggil tukang pijit untuk membenarkan tanganmu itu β€œ ucap steve yang sedikit berteriak, agar orang yang di tujunya mendengar ucapannya.

.

.

Cklekk..

Jessica menoleh saat mendengar suara pintu terbuka yang berasal dari kamar mandi, hingga tak lama kemudian yeoja blonde itu melihat sosok bora yang keluar dari sana sambil mengeringkan rambutnya yang basah.

β€œ Akhirnya, keluar juga β€œ ucap jessica sambil tersenyum senang lalu, beranjak dari kursi dan berjalan menuju kamar mandi.

β€œ Hati-hati, didalam gelap β€œ celetuk bora, saat mereka berpapasan. Hal itu membuat jessica kebingungan sambil terus masuk ke dalam kamar mandi yang jauh dari kesan gelap, sedangkan dibelakang yeoja blonde itu bora tersenyum evil.

Perlahan, jessica membuka seluruh pakaiannya dan berdiri dibawah shower yang mengeluarkan air hangat yang berhasil membuat tubuhnya relaks. Sesekali yeoja blonde itu bersenandung merdu hingga tak lama kemudian..

Β 

JEPP–..

 

β€œ Kyaaaa!!!! β€œ teriak jessica dengan lengkingan dolpinnya, saat lampu didalam kamar mandi itu padam membuat bora yang berdiri dibalik pintu kamar mandi tertawa terbahak-bahak.

β€œ Yah!! Bora! Aku tau ini ulahmu, nyalakan lampunya! Aku tak bisa melihat semua yang ada disini!! β€œ teriak jessica yang segera meraih bathrobe untuk ia gunakan, lalu mencoba meraba tiap dinding sampai ia berdiri didepan pintu kamar mandi.

Clekk..

Clekk..

β€œ Yah, yah, yah!! Ige mwoya?? Kenapa pintunya terkunci!? Yah bora!! β€œ ucap jessica panik sambil terus mencoba memutar knop pintu kamar mandi, membuat bora semakin tertawa gila.

β€œ Tunggu saja disana sampai aku kembali setelah makan malam selesai, bye bye.. hahaha.. β€œ ucap bora yang perlahan mulai menjauh meninggalkan kamar tersebut.

β€œ Yah!! Bora!! Ini sangat tidak lucu! Aku takut gelap!!! β€œ teriak jessica hingga tak terasa, air mata mengalir dari pelupuk matanya. Tubuhnya perlahan ambruk dibalik pintu kamar mandi itu dengan menekukkan dan mendekap erat lututnya.

β€œ A-aku takuutt.. β€œ gumamnya dengan suara yang bergetar, β€œ Buka pintunya, aku mohon! Somebody, help me!!! β€œ

.

.

Malam telah tiba, semua pengusaha muda termasuk jinri, krystal, keluarga choi dan taeyeon tengah menikmati makan malam mereka di kantin dengan makanan yang lezat dan mahal.

β€œ Bagaimana roomate-mu?? β€œ tanya sooyoung pada bora disela-sela makan malamnya, membuat adik bungsunya menaruh perhatian pada kakak keduanya.

β€œ Ne, noona.. apa roomate-mu menyenangkan? β€œ tanyanya penasaran

β€œ Diamlah, minho-ya. Aku sama sekali tidak tertarik membahas tentang roomate β€œ jawab bora kesal

β€œ Waeyoo? β€œ tanya sooyong dan minho serempak dengan kekehan mereka.

β€œ Roomate-ku putri pertama presiden β€œ

β€œ Mwo?? β€œ tanya kedua orang itu, seraya meledakkan tawanya

β€œ Hahaha.. aku pikir, kau akan sekamar dengan steve mungkin β€œ ucap sooyoung

β€œ Itu yang aku harapkan, tetapi kau lihat sendiri apa yang kudapatkan sekarang β€œ

β€œ Hahaha.. noona, nasib baik sedang tidak berpihak padamu. Dan kudengar, orang itu adalah roomate steve hyung β€œ. Tunjuk minho pada taeyeon yang duduk dengan beberapa pengusaha muda yang lain, membuat kedua kakaknya menoleh pada apa yang ditunjukkan adik bungsu choi itu.

β€œ Erika kim?? β€œ tanya sooyoung tak percaya

β€œ Aniyoo.. yeoja itu bernama kim taeyeon, noona-ya β€œ

β€œ Aishh.. sama saja! β€œ ucap sooyoung sambil menjitak kecil kepala adik bungsunya itu.

Disisi lain, jinri dan krystal tengah menikmati makan malam mereka sambil bercanda tawa. Sesekali mereka saling memandang lalu, tersenyum manis membuat minho yang sesekali melihat itu semua kesal. Menggemaskan memang tetapi apa selanjutnya hubungan jinri dan krystal akan terus seperti itu?? Tidak.. diam-diam, jinri telah menyiapkan sesuatu dan semua ada waktunya. Ada waktu untuk jinri meminta kejelasan tentang hubungannya bersama krystal, adik bungsu steve hwang itu hanya perlu memastikan bahwa krystal benar-benar memiliki perasaan yang sama sepertinya.

β€œ Sulli~ah–.. β€œ

β€œ Kry–.. β€œ. Panggil mereka serempak, β€œ Kau duluan.. β€œ lanjut krystal

β€œ Eonnie-mu tak makan malam?? Sepertinya, aku tak melihatnya disini β€œ ungkap jinri sambil mencari-cari sosok jessica disana, hal itu membuat krystal ikut bersikap seperti jinri.

β€œ Hm.. aku baru saja akan menanyakan hal itu, lalu bagaimana dengan steve oppa?? Aku juga belum melihatnya disini β€œ

β€œ Ahh.. sore tadi, oppa keluar dulu sebentar. Woo bin oppa memanggilnya, tetapi seharusnya ia sudah ada disini β€œ jelas jinri, β€œ Sebaiknya kita habiskan dulu makan malam kita, jika sampai kita selesai kedua kakak kita belum ada disini. Bagaimana kalau kita mencarinya? β€œ sambung jinri, hingga tak lama kemudian krystal mengangguk mantap sebagai jawabannya.

 

β€œ Yah choi minho! β€œ panggil sooyoung yang melihat ke anehan pada sosok adik bungsu disampingnya itu, tetapi minho tak menanggapinya melainkan terus memandang ke arah jinri dan krystal yang terlihat sangat akrab. Dengan perlahan, sooyoung mengikuti apa yang tengah dilihat minho dan ia langsung menjitak kepala adiknya cukup keras.

β€œ Yah, noona! Appoo!! β€œ ringis minho sambil mengelus kepalanya

β€œ Apa kau menyukai salah satu dari mereka?? Jangan bermimpi, minho! Noona tak akan membiarkan adik terakhirku ini berhubungan dengan mantan sahabatku. Cukup bora saja β€œ jelas sooyoung, membuat minho menoleh ke arahnya dan menatapnya dengan tatapan β€˜waeyo??’

β€œ Pokoknya tidak boleh dan sekarang habiskan makananmu, kalau tidak biar aku saja yang menghabiskannya β€œ ucap sooyoung yang mencoba meraih makanan minho dengan semangat.

β€œ Aishh!! Andweyo! β€œ ucap minho yang kemudian, mengerucutkan bibirnya

.

.

β€œ Aigoo.. bagaimana aku bisa terlambat seperti ini β€œ gumam steve yang segera menutup pintu kamarnya dengan taeyeon, baru saja ia kembali dari kediamannya karna panggilan woo bin dan kini ia baru saja mengganti pakaian formalnya.

Dengan langkah yang terburu-buru, steve berjalan disepanjang koridor yang begitu sangat sunyi hingga dikoridor terakhir langkahnya terhenti. Ia merasa mendengar sesuatu yang begitu samar dari salah satu kamar disana.

Dengan keberanian yang besar steve berjalan menghampiri pintu kamar tersebut, menempelkan telinganya hingga keningnya semakin mengerut ketika mendengar suara itu. Suara tangis sesegukkan yang membuatnya merasa sangat pilu.. perlahan namun pasti, tangannya tergerak untuk mengetuk pintu kamar tersebut. didalam hatinya, ia berdoa jika tak ada masalah yang terjadi didalam kamar itu. Tetapi jika tak ada masalah, lalu suara siapa itu?

Tok.. tok.. tok..

β€œ Ada orang didalam? β€œ tanyanya hati-hati, seraya memutar knop pintu kamar tersebut. β€œ Ahh.. tidak dikunci, apa tak masalah jika aku masuk ke dalam kamar ini? β€œ tanyanya pada diri sendiri, tetapi meskipun begitu steve sudah masuk ke dalam kamar tersebut.

Dengan langkah yang sedikit mengendap-endap, steve mendekat ke arah sumber suara.

β€œ O-omo! Apa yang kau lakukan disini?? β€œ tanya seseorang yang membuat steve langsung membalikkan tubuhnya, sehingga detik selanjutnya steve melihat sosok seorang yeoja yang sudah berdiri dengan mulut yang terbuka. Yeoja itu adalah salah satu pengusaha muda yang mengikuti pelatihan disana.

β€œ O-ohh.. mian, aku merasa mendengar tangisan dari kamar ini. Aku pikir tak ada orang disini, jadi aku masuk untuk memastikan semua baik-baik saja. Maafkan aku.. β€œ jelas steve sambil membungkukkan tubuhnya, membuat situasi diantara mereka menjadi canggung.

β€œ N-ne, a-aku memang menangis tadi β€œ

β€œ Ahh.. jinja? Gwenchana? β€œ

β€œ N-ne, g-gwenchanayo β€œ jawab yeoja itu gugup karna begitu terpesona dengan ketampanan steve hwang

β€œ S-syukurlah.. kalau begitu, aku permisi β€œ pamit steve yang langsung berhambur keluar dari kamar tersebut dengan helaan nafas panjang.

β€œ Stupid steve! β€œ gumamnya sambil mengetuk kepalanya sendiri, ia tak pernah menyangka bahwa namja charming itu akan masuk ke dalam kamar orang dan memastikan hal aneh seorang diri. Bagaimana jika orang yang berada didalam kamar itu, berniat jahat padanya dengan menjebaknya. Bagaimana pun ucapan woo bin beberapa jam yang lalu masih terus terngiang-ngiang dikepala steve, bahwa seseorang yang benar-benar tengah berada di atas akan menemukan banyak rintangan yang datang padanya. Jadi, berhati-hatilah..

Tak lama kemudian steve merasa mendengar kembali suara tangisan yang berhasil membuat langkahnya kembali terhenti. β€œ Yah! Suara tangisan siapa lagi itu? β€œ tanyanya yang sama sekali tidak merasa ketakutan, karna jika dipikir-pikir hanya ada dirinya sendiri yang berada di koridor panjang tersebut dengan suasana yang sunyi dan hanya terdengar semilir angin malam yang berhembus semakin melengkapi situasi yang mencengkam disana.

β€œ Haruskah aku kembali memasuki kamar orang lain?? Jika seseorang memergokiku lagi, apa yang harus kulakukan?? Mereka tidak akan mencurigaiku yang macam-macam kan?? β€œ gumamnya, seraya mendekat ke sumber suara. β€œ Ahh.. tidak dikunci lagi, kenapa orang-orang disini tidak suka mengunci pintunya. Ini memudahkan seseorang sepertiku masuk ke dalam kamar mereka, ehh.. β€œ

Perlahan namun pasti, steve masuk ke dalam kamar yang tak kalah besarnya dari kamar dirinya dan taeyeon.

β€œ Somebody, help me!! β€œ ucapnya lirih, membuat steve semakin mendekatkan diri ke sumber suara dan mengerutkan keningnya.

β€œ Sepertinya aku mengenal suaranya β€œ gumamnya, hingga detik selanjutnya namja charming itu membelalakkan matanya saat sudah berada didepan sebuah pintu didalam kamar tersebut. β€œ Jessie!!?? β€œ panggilnya

β€œ S-steve?!! Kau diluar?? Nyalakan lampunya dan buka pintu ini, aku takuutt!! β€œ

β€œ Arro.. gidaryo! β€œ jawab steve yang langsung menekan salah satu tombol yang tak jauh dari sana. setelah itu, steve langsung membuka kunci pintu tersebut..

 

Cklekk..

β€œ Jessie! β€œ panggil steve yang langsung membungkus tubuh jessica dengan selimut yang sempat ia raih dari tempat tidur, tubuh yeoja itu bergetar hebat. Beruntunglah tubuh jessica sudah dibalutkan bathrobe putih yang tersedia didalam sana.

β€œ S-steve!! β€œ panggil jessica yang langsung memeluk tubuh steve erat, membuat namja itu khawatir

β€œ Gwenchana, gwenchana.. semua baik-baik saja, aku disini hm.. β€œ ucap steve yang mencoba menenangkan jessica dengan pelukan dan sentuhan lembut dipunggung yeoja blonde itu. β€œ Jja~.. kita keluar dari sini β€œ sambung steve, seraya menggendong jessica untuk keluar dari kamar mandi dengan bridal style.

Di dudukkanlah jessica di atas tempat tidur, sedangkan steve berlutut dihadapan yeoja blonde itu. Menangkupkan kedua tangan diwajah jessica, lalu menghapus air mata yang terus mengalir dari pelupuk mata yeoja blonde itu lembut.

β€œ Apa yang terjadi, hm?? Siapa yang melakukan hal ini, katakan padaku β€œ ucap steve tenang, membuat suasana hati jessica pun menjadi terasa tenang dan aman. Tak lama kemudian, jessica menggelengkan kepalanya sebagai respon atas pertanyaan steve. β€œ Arro, aku tak akan memaksakanmu untuk menjawab pertanyaanku. Semua sudah baik-baik saja, jadi berhenti menangis. Kau pasti belum makan malam kan?? Sebaiknya, kau bergegas ganti baju. Aku akan menunggumu diluar β€œ sambung namja itu sambil tersenyum manis, serayaΒ  beranjak dari hadapan jessica tetapi jessica menahannya dengan menggenggam tangan steve erat.

β€œ Waeyo? β€œ tanya steve sambil menoleh ke arah jessica bingung

β€œ Jangan tinggalkan aku, aku takut.. β€œ ungkap jessica dengan kedua mata yang berkaca-kaca, membuat steve tersenyum.

β€œ Aku tak akan meninggalkanmu, aku hanya menunggmu diluar. Tak mungkin kan, jika aku melihatmu mengganti pakaianmu disini?? Tidakkah kau malu, hm?? Aku bukan seorang yeoja yang bisa melihat tubuh sesama yeoja sepertimu, aku seorang namja β€œ jelas steve sambil mengelus kepala jessica, membuat yeoja blonde itu tersipu malu bahkan terlampau malu membuat wajahnya memerah.

.

.

Alunan instrument yang terdengar dari restoran pelatihan membuat suasana disana terlihat semakin elegant, beberapa pelayan berjalan ke sana kemari dengan membawa beberapa minuman untuk para pengusaha muda yang meminta minumannya di isi kembali. Tetapi ketenangan yang tercipta didalam kantin itu tak berlangsung lama, setelah sooyoung menarik taeyeon untuk duduk dihadapannya bersama minho dan bora.

β€œ Yah, danshin.. bagaimana kau bisa sekamar dengan steve hwang, eoh?? β€œ tanya sooyoung sambil menopang dagu dihadapan taeyeon, membuat tubuh taeyeon bergetar ketakutan.

β€œ Ne, seharusnya akulah yang sekamar dengan steve bukan kau β€œ sambar bora

β€œ Noona.. apa kau tak bisa bicara? β€œ tanya minho cetus sambil menatap yeoja yang lebih tua dihadapannya itu jijik.

β€œ Yah!! β€œ

PRAAKKK..

Merasa tak ada jawaban dari orang dihadapannya, sooyoung menyenggol makanan taeyeon hingga piring itu terbalik dan mengotori pakaian taeyeon.

 

Cklekk–..

β€œ Selamat dataaang.. β€œ sambut beberapa pelayan yang berdiri didepan pintu restoran pelatihan dengan girang, saat steve dan jessica memasuki ruangan makan yang megah itu. Tentu saja, hal itu membuat beberapa pengusaha muda menaruh perhatiannya pada dua insan tersebut termasuk krystal dan jinri yang terlihat mengembangkan senyuman manisnya.

β€œ Eonnie.. β€œ panggil krystal sambil melambaikan tangannya pada jessica yang tak melepaskan lingkaran tangannya dilengan steve, sedangkan steve hanya memperlihatkan senyuman ramahnya pada setiap pelayan yang telah menyambutnya.

β€œ Steve mereka disana β€œ ucap jessica

β€œ Nugu? Yang telah mengurungmu dikamar mandi? β€œ tanya steve yang tak tau apa yang dimaksud yeoja blonde disampingnya.

β€œ Aishh.. aniyooo.. krystal dan sulli, itu mereka β€œ jawab jessica yang kini menunjuk kedua yeoja yang lebih muda darinya itu yang duduk tak jauh dari mereka.

β€œ Ahh.. aku pikir, kau akan memberitahuku siapa yang berani mengurungmu dikamar mandi tadi β€œ ucap steve yang kemudian, menghela nafas.

β€œ Waeyo? β€œ tanya jessica bingung

β€œ Ani, sebelum kita bergabung bersama mereka. Sebaiknya kita ambil makanannya terlebih dahulu, kajja.. β€œ. Steve segera meraih tangan jessica untuk ia genggam dan menariknya untuk berjalan ke arah buffet makanan.

Setelah mereka mengambil beberapa makan malamnya, steve dan jessica berjalan menghampiri meja yang ditempati kedua adiknya itu. Namun, sebelum sampai dihadapan kedua yeoja yang lebih muda darinya.. steve menghentikan langkahnya, membuat jessica bingung.

β€œ Steve, waeyo? β€œ tanya jessica yang ikut menghentikan langkahnya

β€œ Aku ingin burger β€œ jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari buffet yang memperlihatkan makanan cepat saji tetapi, sebenarnya ada yang lebih menarik perhatian steve dibanding burger. Tepatnya dibalik buffet makanan cepat saji itu..

Saat steve mencoba melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah buffet tersebut, jessica menahannya membuat steve menoleh ke arahnya.

β€œ Junk food tidak baik untuk kesehatanmu, steve β€œ ucap jessica lembut, membuat steve tersenyum manis.

β€œ Kau perhatian sekali padaku, Tetapi–.. β€œ ucap steve dengan seringaian kebahagiaan diwajahnya

β€œ Apa kau benar-benar menginginkannya, hm? β€œ. Steve mengangguk seperti anak bayi, saat jessica menanyakan hal itu dengan tatapan matanya yang begitu teduh. β€œ Baiklah, jika itu maumu. Ambilah.. β€œ sambung jessica yang langsung melempar pandangannya ke arah lain, namun sebenarnya yeoja itu cukup kesal karna steve tak mendengar ucapannya.

β€œ Apa kau marah? β€œ tanya steve ragu

β€œ Marah? Untuk apa aku marah, bahkan kita tidak memiliki hubungan yang lebih dari pertemanan. Aku tak punya hak untuk menghalangi keinginanmu β€œ jawab jessica, β€œ Aku duluan β€œ sambungnya, seraya melangkahkan kakinya meninggalkan steve yang masih mematung ditempatnya sambil memandang punggung jessica yang semakin menjauh sambil tersenyum tipis.

β€œ Benar, kau benar jessie. Hubungan kita hanya sebatas pertemanan saja, meskipun aku sudah mengungkapkan perasaanku padamu β€œ gumam steve yang kemudian, berjalan menuju buffet makanan cepat saji itu.

 

β€œ Eonnieee… β€œ panggil jinri dan krystal serempak dengan girang, saat jessica duduk dihadapan mereka sambil tersenyum manis.

β€œ Anyyeoong.. bagaimana makan malam kalian? β€œ tanya jessica sambil mengambil sumpitnya

β€œ Sangat lezat.. ohh–.. mana oppaku, eonnie? β€œ tanya jinri bingung

β€œ Dia–.. β€œ

Β 

PRAANG!!

 

Suara keras itu berhasil membuat semua orang yang berada direstoran luxury itu menoleh ke sumber suara dan suasana menjadi mencengkam, saat sooyoung dan steve saling berhadapan. Kedua tatapan mata sooyoung memperlihatkan kebencian dan kemarahan yang sangat mendalam pada sosok namja yang berdiri dihadapannya dengan ekspresi yang santai namun pandangan matanya tajam dan menusuk hingga ke dalam relung hati setiap orang yang melihatnya. Tentu saja hal itu, membuat orang-orang yang paling didekatnya menjadi tegang termasuk kim taeyeon.

Pasalnya perang dingin kali ini terjadi, karna sosok steve yang menghentikan tindakan sooyoung yang terus membully taeyeon sampai steve harus melempar mangkuk yang sedaritadi menumpahkan sayuran hangat oleh sooyoung diatas kepala taeyeon.

β€œ Kali ini kau sangat keterlaluan, choi sooyoung β€œ ucap steve penuh dengan penekanan

β€œ Ini bukan urusanmu, steve hwang yang terhormat! β€œ jawab sooyoung keras namun, hal itu tak membuat steve emosi justru namja itu kini menaruh perhatiannya pada taeyeon yang masih duduk ditempatnya.

β€œ Kim taeyeon, apa kau akan selamanya disitu? β€œ tanya steve, membuat taeyeon terlonjak kaget dan menoleh ke arah steve ragu. Hanya memandangnya dengan tatapan yang sulit di artikan, disisi lain steve melihat sebuah luka dalam lewat mata yeoja itu. Disisi yang lain lagi, namja itu juga melihat bahwa yeoja itu kuat menghadapi apa yang ada dihadapannya namun tetap saja steve bukan orang yang apatis. Meskipun hubungan steve dan taeyeon tidak berjalan baik, tetapi steve tetap peduli pada taeyeon. Ya.. peduli, sebatas teman saja.

β€œ Ireona β€œ ucap steve, namun taeyeon tetap diam. β€œ Ireona β€œ. Sekali lagi, steve berucap namun kali ini steve meraih tangan taeyeon dan memaksanya untuk beranjak berdiri. Hingga detik selanjutnya, steve mendaratkan pantatnya pada bangku yang sebelumnya ditempati taeyeon. Hal itu membuat semua orang terkejut, termasuk sooyoung, bora dan minho.

β€œ Apa yang kau lakukan, hyung? β€œ tanya minho bingung dan sedikit panik

β€œ Yah, steve.. ige mwoya?? Ireona! β€œ ucap bora khawatir. Melihat hal itu pun, membuat suasana semakin panas apalagi saat melihat air muka sooyoung yang terlihat semakin murka pada sosok namja yang duduk ditempat taeyeon sebelumnya.

β€œ Biarkan dia hidup dengan tenang dan damai. Sebagai gantinya, biar aku yang menanggungnya, silahkan kau lakukan apa yang ingin kau lakukan. Dan bukannya kau benci padaku, huh?? Bukankah inilah saatnya yang tepat untukmu, chingu?? β€œ tanya steve santai sambil mendongakkan kepalanya untuk menatap mantan sahabatnya itu.

Detik selanjutnya, sooyoung memperlihatkan smirknya. Smirk yang sangat menakutkan, membuat jessica segera beranjak dari tempatnya dan menghampiri keributan yang terjadi tak jauh darinya, diikuti krystal dan jinri.

 

BUUGGHH!!!

 

β€œ Eonnie!! β€œ teriak bora histeris, di ikuti pengusaha muda lainnya saat sooyoung berhasil mendaratkan kepalan tangan yang tertahan sedari tadi diwajah namja charming itu membuat steve tersungkur ke lantai.

Dengan kekehannya, steve menghapus darah yang mengalir dari sudut bibirnya dan berdiri dengan santai.

β€œ Hanya itu yang bisa kau lakukan? β€œ tanya steve dengan nada yang sarcastic. Merasa amarahnya semakin memuncak saat steve meremehkannya, sooyoung kembali mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.

β€œ Geumanhae.. β€œ ucap jessica, membuat semua orang kini beralih menaruh perhatian padanya. β€œ Geumanhae.. ini adalah restoran pelatihan bukan arena tinju, tuan dan nona yang terhormat β€œ sambung jessica sambil menyidekapkan kedua tangan didadanya.

β€œ Yah! Mengapa kau bisa ada disini!? β€œ tanya bora terkejut, saat melihat jessica yang tidak melewati jam makan malamnya.

β€œ Waeyo?? Kenapa kau sekaget itu? β€œ tanya steve yang menaruh perhatian pada respon bora saat menyadari keberadaan jessica diantara mereka.

β€œ A-ani.. β€œ jawab bora terbata-bata

β€œ Kau yang menguncinya dikamar mandi? β€œ tanya steve tepat sekali, membuat bora terlonjak kaget dengan pertanyaan tersebut.

β€œ Mwo?? Kau dikurung dikamar mandi eonnie? β€œ tanya krystal dan jinri serempak pada jessica, tetapi yeoja blonde itu hanya diam.. jessica tak menyangka bahwa ucapan steve benar-benar sangat tepat.

β€œ Lebih baik semuanya bubar. Dan kau kim taeyeon! Ikut aku! β€œ ucap jessica sambil menarik taeyeon dari kerumunan, membuat steve yang melihatnya hanya bisa menghela nafas. Ada perasaan kecewa saat melihat jessica yang lebih menarik taeyeon dibandingnya, tetapi namja itu kembali berfikir.. sangatlah wajar jika seorang yeoja berlaku seperti itu pada sang kekasihnya, toh.. hubungan kedua yeoja itu benar-benar belum putus sepenuhnya. Bahkan, kemungkinan besar jessica bisa saja memberikan kesempatan kedua jika taeyeon memberikan penjelasan yang masuk di akal pada jessica dengan mengelak perselingkuhan yang dilakukan dengan sekretarisnya itu.

β€œ Oppa, gwenchana?? β€œ tanya krystal khawatir

β€œ Gwenchanayo, kajja.. jinri, krys.. β€œ

Pagi telah tiba, steve keluar dari kamarnya menuju suatu tempat. Padahal pagi itu cuaca disana sangat cerah dan segar, tetapi perasaan steve tidak seperti cuaca saat itu. Bahkan, steve terlihat murung. Malam tadi, ia tinggal sendiri dikamarnya. Entahlah apa yang terjadi antara jessica dan taeyeon tetapi, perasaannya mengatakan bahwa mereka sudah kembali bersama. Tentu saja, dugaannya itu membuat moodnya tak bisa dikompromi. Down..

Tak lama kemudian, ia memasuki ruangan yang diduga adalah gym. Ia berjalan melewati beberapa alat olahraga dan berhenti di depan treadmill. Dinyalakannya mesin itu dan ia mulai berlari kecil dengan pikirannya yang entah pergi kemana. Ia hanya bisa memandang lurus keluar jendela dengan tatapan kosongnya padahal pemandangan diluar sana sangatlah indah.

Detik selanjutnya, seorang yeoja menggunakan treadmill disampingnya. Wajahnya terlihat berseri-seri, baik steve maupun yeoja itu sama-sama tidak menyadari kehadiran sosok lain didekat mereka. Keduanya sibuk dengan pikiran-pikiran mereka, tetapi hal itu tak berlangsung lama hingga salah satu dari mereka membuka suara.

β€œ Bagaimana malammu, kim taeyeon? β€œ tanya steve tanpa menoleh ke arah yeoja itu yang terus tersenyum manis sambil terus berlari di atas treadmill.

β€œ Baik dan alangkah baiknya, jika malam ini aku juga bisa menikmati malamku tanpa dirimu dikamar β€œ

β€œ Waeyo?? β€œ tanya steve yang kini menoleh ke arah yeoja itu bingung

β€œ Karna aku tak ingin sekamar denganmu, steve hwang β€œ

β€œ Tapi, semua ini sudah di atur. Tidak bisakah kau menerimanya saja? β€œ

β€œ Kalau begitu, aku bisa tidur bersama sica lagi malam ini β€œ celetuk taeyeon seraya terkekeh, membuat suasana menjadi hening dan steve terdiam.

β€œ Apakah kau benar-benar ingin aku keluar dari kamarmu? β€œ tanya steve memecahkan keheningan, membuat taeyeon menoleh ke arahnya.

β€œ Hm, bisakah? β€œ. Taeyeon mengangguk dan balik bertanya sambil memperlihatkan senyumannya.

β€œ Baiklah, aku akan keluar dari kamarmu. Tetapi.. β€œ

β€œ Tetapi?? β€œ

β€œ Aku tak akan kalah begitu saja β€œ

β€œ Maksudmu, kau akan keluar dengan beberapa syarat?? β€œ

β€œ Hm.. β€œ

β€œ Syarat apa itu? β€œ

β€œ Terserah padamu, jika aku kalah.. aku akan keluar dari kamar kita, tetapi jika kau yang kalah.. menyerahlah β€œ

β€œ Arro, kalau begitu bagaimana jika kita lomba lari di treadmill ini? β€œ tanya taeyeon yang sekilas melirik ke arah steve, β€œ Jika salah satu dari kita berhenti terlebih dahulu, dia kalah β€œ sambung taeyeon yang menjelaskan cara permainan mereka yang sederhana.

β€œ Deal, dimulai dari sekarang? β€œ tanya steve dan taeyeon langsung mengangguk mantap.

 

 

Disebuah ruangan besar, beberapa pengusaha muda berkumpul disana karna pagi ini panitia pelatihan disana sudah menyiapkan beberapa materi untuk disampaikan kepada para pengusaha muda termasuk choi bersaudara, jessica dan krystal.

β€œ Noona~ya.. gwenchana? β€œ bisik minho yang duduk disamping kakak keduanya, ia melihat eonnienya tak bersemangat pagi ini.

β€œ Badanku pegal-pegal, minho~ya β€œ jawabnya, β€œ Aku juga mengantuk β€œ sambungnya

β€œ Waegeurae?? β€œ tanya minho penasaran

β€œ Semalam, aku tidur dengan sooyoung eonnie dan tidur anak itu benar-benar berantakan. β€œ

β€œ Ada apa dengan rommate-mu? β€œ tanya minho sambil terkekeh, melihat noonanya yang benar-benar terlihat kelelahan

β€œ Aishh.. jangan ungkit orang itu dihadapanku, aku harus memberinya pelajaran! β€œ ucapnya kesal, membuat minho kembali terkekeh dan menggelengkan kepalanya.

 

 

β€œ Eonnie.. β€œ panggil krystal setengah berbisik, saat melihat sosok kakaknya yang tak berhenti tersenyum ditengah-tengah materi yang tengah disampaikan oleh pembicara mereka didepan sana.

β€œ Hm? β€œ jawab jessica sambil menoleh pada krystal

β€œ Gwenchana? Apa yang terjadi padamu? β€œ tanya krystal bingung

β€œ Aku dan taeyeon, hubungan kami kembali membaik β€œ jelas jessica sambil tersenyum senang

β€œ Mwo? Bagaimana bisa?? Bukankah hubungan kalian tinggal di ujung tanduk?? β€œ

β€œ Aku salah faham, semalam ia sudah menjelaskannya padaku β€œ

β€œ Dan kau percaya padanya?? β€œ

β€œ Me–.. β€œ

 

DUAARR!!

 

Semua orang yang mendengar bunyi keras itu langsung terdiam dan menatap ke atas langit ruangan kelas yang cukup besar itu termasuk choi bersaudara, krystal dan jessica. Suara tersebut berasal dari lantai atas dan detik selanjutnya, sang pembicara berhambur keluar ruangan dengan tergesa-gesa.

β€œ Waegeurae?? β€œ tanya beberapa orang disana, menyebabkan suasana ruangan yang sebelumnya sunyi kini menjadi riuh. Keriuhan itu membuat sooyoung, jessica dan krystal beranjak dari tempatnya.

β€œ Waegeurae, eonnie? β€œ tanya bora bingung

β€œ Sepertinya ada sesuatu yang terjadi β€œ gumam sooyoung yang terdengar jelas oleh beberapa orang disana termasuk jessica, tak lama kemudian sooyoung melangkahkan kakinya keluar dari sana dengan langkah kaki yang terbirit-birit.

 

 

β€œ Waegeurae? β€œ gumam taeyeon yang terdengar jelas oleh steve, saat mereka sama-sama mendengar suara keras tersebut tetapi steve lebih memilih fokus pada apa yang tengah dihadapinya.

β€œ Apa kau masih bisa bertahan, kim taeyeon? β€œ tanya steve sekilas melirik ke arah taeyeon sambil tersenyum

β€œ Tentu saja, aku tak akan kalah darimu β€œ jawab taeyeon sambil terus berlari, padahal kedua dari mereka sudah mengeluarkan banyak keringat disekujur tubuhnya. Menit demi menit, mereka lewati.. kelelahan mulai terasa diantara mereka, taeyeon semakin lelah dan hampir saja terjatuh jika steve dan menahannya dengan menarik lengan taeyeon.

β€œ Gwenchana?? Atur nafasmu dengan baik, hirup perlahan dan keluarkan lewat mulut. Lakukan seperti itu β€œ ucap steve dengan terus berlari sambil memandang ke arah taeyeon, taeyeon pun mengangguk dan mengikuti apa kata steve. Menyiksa diri memang, tetapi demi perjanjian sebelumnya mereka berusaha untuk tetap bertahan. Detik selanjutnya, tak hanya taeyeon yang hampir jatuh tetapi steve pun melakukan hal yang sama.

β€œ Jangan berhenti berlari!! β€œ teriak seseorang yang begitu sangat familiar ditelinga steve, orang itu menahan tubuh steve untuk tak jatuh dan justru memintanya terus berlari di atas treadmill membuat taeyeon dan steve menoleh ke sumber suara sambil terus berlari. β€œ Jangan berhenti berlari β€œ ucapnya lirih, membuat kedua orang itu bingung

β€œ W-w-waegeurae?? β€œ Tanya taeyeon terbata-bata, saat melihat orang itu.

β€œ Seseorang menanamkan bom disemua treadmill dipelatihan ini, salah satu pengusaha lain menjadi korbannya. Jadi aku harap kalian bisa bertahan.. β€œ jelasnya, membuat steve dan taeyeon terkejut bukan main.

β€œ S-sooyoung~ah.. b-benar begitu?? Ottokkae?? β€œ tanya steve panik, β€œ Yah!! Lakukan sesuatu! β€œ sambung namja itu, detik selanjutnya beberapa orang berhambur ke dalam ruangan tersebut termasuk jessica, krystal dan jinri yang baru datang.

β€œ Oppa!! Bertahanlah!! β€œ teriak jinri dengan mata yang berkaca-kaca

β€œ Kami sudah menghubungi penjinak bom, sebentar lagi mereka tiba β€œ ungkap yuri yang bertindak sebagai keamanan sementara dipelatihan tersebut

β€œ Taeyeon~ah, bertahanlah.. jebal.. β€œ ucap jessica lirih, membuat steve yang mendengarnya semakin terasa menyesakkan. Tak lama kemudian, beberapa petugas berhambur ke dalam ruang gym. Kedua orang yang terus berlari di atas treadmill itu sekuat tenaga bertahan dan terus berlari, perlahan wajah mereka kian memucat. Sesekali pula, kedua dari mereka saling memandang satu sama lain sedangkan orang-orang yang berdiri dibelakang mereka terlihat sangat cemas.

β€œ Kim taeyeon, kau harus bertahan β€œ ucap steve sambil sesekali mengerjapkan pandangannya yang mulai kabur.

β€œ Yah, steve hwang. Ingat.. jika kau kalah, kau harus keluar dari kamar kita β€œ ucap taeyeon yang bermaksud untuk menyemangati steve hwang dengan caranya sendiri, mendengar ucapan taeyeon membuat steve tersenyum dan mengangguk mantap.

β€œ Aku tak akan menyerah β€œ

 

1 jam..

Semua petugas masih sibuk mengurus treadmill kedua orang itu, mereka sangat hati-hati dalam mengerjakannya. Suasana pun semakin menegang saat melihat taeyeon dan steve yang terlihat seperti mayat hidup yang masih menginginkan kehidupan.

β€œ Berapa lama lagi ini? β€œ tanya steve lirih

β€œ Apa aku akan mati konyol seperti ini β€œ tanya taeyeon, membuat steve melirik ke arahnya.

β€œ Tidak akan, kita harus bertahan taeyeon β€œ jawab steve

 

2 jam..

β€œ Ottokkae?? Apa yang harus kita lakukan??? β€œ tanya sooyoung khawatir, meskipun sooyoung sangat membenci steve tetapi bagaimana pun yeoja itu masih memiliki hati. Jika tidak, untuk apa sooyoung harus repot-repot menahan tubuh steve. Jika ia benar-benar orang jahat, yeoja itu akan membiarkan steve jatuh dan mati tepat dihadapannya karna bom yang meledak untuk mantan sahabatnya itu.

β€œ Yah, kenapa kalian hanya memperlihatkan ekspresi wajah cemas saja?? Kita harus melakukan sesuatu untuk mereka, ani.. untuk steve β€œ ucap sooyoung, membuat jinri, krystal, jessica dan adik-adiknya menoleh ke arahnya.

β€œ Haruskah kita bernyanyi mr. mr yang dibawakan girls generation untuk menyemangati mereka?? Atau mungkin back hug?? β€œ

β€œ Kita tak mungkin mem-back hug mereka, eonnie β€œ jawab jinri

β€œ Europe?? Bagaimana kita menyanyikan lagu girls generation europe saja?? β€œ

β€œ Bahkan kita ada dikorea bukan di eropa β€œ celetuk krystal sambil menyidekapkan kedua tangan didepan dadanya

β€œ Lalu apa yang harus kita lakukan?? β€œ tanya sooyoung frustasi

β€œ Ahh.. eonnie, aku tau!! β€œ ucap bora, membuat semuanya memandang ke arahnya.

β€œ Kita nyanyikan lagu sistar saja, give it to me~.. oh baby give it to me~.. β€œ ucap bora sambil meniru gaya dance sistar di depan mereka, membuat jessica terkekeh.

β€œ Yah apa yang kau tertawakan? β€œ tanya bora tersinggung, saat melihat jessica menertawakannya namun sebenarnya tak hanya jessica yang seperti itu.. semua orang yang melihat bora meniru dance girlband sistar itu berhasil membuat semua orang terkekeh.

.

.

Awan cerah tak lagi secerah apa yang dilihat steve dan taeyeon pagi itu, bahkan warna awan diluar sana kini telah merubah menjadi ke orange-orange-an, selama beberapa jam mereka tak berhenti berlari bersamaan dengan petugas penjinak bom yangΒ  terus berusaha menghentikan bom di dalam treadmill dua orang tersebut. orang-orang yang sebelumnya mempermasalahkan lagu apa yang harus mereka nyanyikan untuk menyemangati kedua orang itu justru sudah memberikan dampak kecil pada steve dan taeyeon. Sebelumnya mereka memang bersemangat, bahkan kedua dari mereka ikut bernyanyi tetapi lambat laun kelelahan benar-benar menguasai kedua dari mereka. Lagu Set me free yang dibawakan oleh taeyeon SNSD menjadikan latar backsound yang sangat miris untuk steve dan taeyeon. Akankah mereka mendapatkan kebebasan?? Ataukah mereka akan berhenti sampai disini??

CTREKKK..

Β 

CTREKKK..

Β 

CTREKKK..

Β 

CTREKKK..

Senyuman pun tersungging diantara para petugas yang menangani mereka, melihat senyuman kelegaan terpancar dari para petugas membuat taeyeon menghela nafas dan detik selanjutnya..

 

BRUKKK!!

 

β€œ KIM TAEYEON!! β€œ

 

Dan pada akhirnya, apa yang terjadi?? semua akan terjawab dichap selanjutnya!

 

TBC

67 comments

  1. jadi hubungan teangsic udah baikan, bagaimana taeyeon meyakinkan jessi, ampe jessi memaafkan taeyeon?.
    wahhh… ada penjahat di cerita ini?. siapa ya… mistery cast nya?.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s