Presiden Daughter and Him (16/?)

PDAH13

Title : President Daughter and Him (15/?)

Author: Adelayn_Tiffany

Genre: Gender bender, yuri, romance, action, sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang (Namja), Kim Taeyeon, Jessica jung, Krystal

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender dan yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!πŸ˜„

 

***

BRUKK–…

Β 

β€œ O-omo! β€œ ucap orang itu yang secara spontan menarik tubuh jessica dan berhasil masuk ke dalam dekapannya.

β€œ Hiks… β€œ. Mendapat dekapan dari orang asing, rupanya tak membuat jessica peduli. Hatinya benar-benar sudah hancur berkeping-keping.

β€œ Uljima.. β€œ ucap orang itu membuat jessica tersadar dan dengan cepat menengadahkan kepalanya untuk menatap orang itu.

β€œ S-st-steve?? β€œ

β€œ Hyuna~yah, menyingkir dariku! β€œ ucap taeyeon panik sambil menggunakan bathrobenya

β€œ Taeyeon~ah, biarkan saja dia. Apapun yang kau lakukan sekarang padanya, semua akan sia-sia. Dia tak akan mendengarmu β€œ ucap hyuna sambil menahan taeyeon

β€œ Aish! Lepaskan! Aku harus mendapatkannya sekarang juga! β€œ. Taeyeon menepis tangan hyuna kasar dan segera bergerak cepat keluar dari apartment mereka. Namun tak lama setelah ia keluar dari apartment, langkah taeyeon terhenti saat melihat sosok namja yang sudah tak asing lagi berdiri tak jauh dihadapannya sambil memeluk jessica.

β€œ Sica! β€œ panggil taeyeon, membuat kedua insan itu melepaskan pelukannya dan menoleh ke arahnya dengan terkejut.

 

BRUUGH–..

 

β€œ Taeng!!! β€œ teriak jessica, ketika melihat taeyeon yang berhasil melayangkan kepalan tangannya pada sosok namja yang dengan senang hati memeluk tubuh jessica hingga namja itu tersungkur.

β€œ Yah, waegeurae erika kim? β€œ tanya steve bingung, seraya menghapus bercak darah yang mengalir dari sudut bibirnya

β€œ Berhenti memanggil nama di masa laluku, bodoh! β€œ ucap taeyeon yang begitu geram sambil mencoba memukul sosok steve kembali

 

BRUUGH–..

 

β€œ Yah! Kim taeyeon! β€œ teriak jessica dengan lengkingan suaranya yang parau sambil menarik tubuh taeyeon agar menjauh dari steve.

β€œ Shh–.. β€œ ringis steve

β€œ Sica~ah.. β€œ. Panggil taeyeon yang kembali menaruh perhatian pada jessica. β€œ Aku bisa menjelaskan semuanya–.. β€œ

β€œ Apa yang akan kau katakan padaku!? Semua sudah jelas, kim taeyeon! Kau itu jauh lebih bodoh dibanding steve! β€œ

β€œ M-MWO!?? β€œ

β€œ Wae?? Apa kata-kataku kurang jelas?? Kau itu jauh lebih bodoh dibanding steve dan aku akan ikut terbodohi olehmu jika pertunangan kita akan tetap dilaksanakan!! β€œ bentak jessica, membuat taeyeon geram sehingga tanpa pemikiran lebih lanjut lagi taeyeon sudah menaikkan salah satu tangannya. Mencoba untuk menampar yeoja blonde itu, tetapi dengan cepat steve menahan pergerakan tangannya membuat kedua mata taeyeon dan steve saling bertemu. Pertemuan empat mata ini sangat terasa tegang dan dingin, hal itu semakin membuat jessica khawatir sambil terus menangis.

β€œ Bisakah kau selesaikan masalah kalian dengan baik-baik tanpa kekerasan seperti ini?? β€œ tanya steve

β€œ Ini bukan urusanmu, enyahlah dari hadapanku β€œ jawab taeyeon dingin sambil mencoba menepis genggaman tangan steve, tetapi kekuatan taeyeon dan steve sangatlah berbeda. Sehingga sekuat apapun tenaga yang dimiliki taeyeon pada akhirnya, ia akan tetap kalah dengan kekuatan seorang namja.

β€œ Tapi ini akan menjadi urusanku, jika kau berani menyakiti jessie β€œ ungkap steve sambil tersenyum manis lalu, melepaskan genggaman tangannya pada lengan taeyeon. β€œ Kajja, sebaiknya kita pergi dari sini jessie.. β€œ ucap steve sambil merangkul tubuh jessica dan meninggalkan taeyeon yang masih terperangah dengan apa yang di lihat dihadapannya.

β€œ Yah, sica!! Kita belum selesai!! β€œ teriak taeyeon kesal, seraya melepaskan sepatunya dan detik selanjutnya sepatu itu melayang mengenai kepala belakang steve. Hal itu membuat steve dan jessica menghentikan langkah mereka.

β€œ Shh.. β€œ ringis steve sambil mengelus kepala belakangnya dan melirik sekilas ke arah taeyeon, sedangkan jessica terkejut bukan main sambil memandang taeyeon dengan death glare-nya. β€œ Kenapa yeoja itu kasar sekali β€œ gumam steve yang terdengar jelas oleh jessica. Ingin rasanya jessica berbalik dan membalas apa yang dilakukan taeyeon pada steve tetapi, steve begitu cepat menahan yeoja blonde itu. Meminta jessica untuk tidak menanggapi apa yang sudah taeyeon lakukan sebelumnya..

β€œ Jangan lakukan apapun, lebih baik kita pergi dari sini sekarang juga. β€œ. Jessica mengangguk perlahan dan mengikuti apa kata steve, kembali berjalan tanpa menanggapi apa yang yeoja dorky itu lakukan hal itu tentu saja membuat taeyeon semakin kesal bukan main.

β€œ Yah!! Micheosseo!!! β€œ teriak taeyeon frustasi.

.

.

β€œ S-steve, o-odiga?? β€œ tanya jessica parau dan membiarkan steve membawa dirinya.

β€œ Kau punya apartment disini kan? Kita ke apartmentmu, kau perlu menenangkan diri β€œ jawab steve sekilas melirik ke arah jessica dan kembali melangkahkan kakinya.

β€œ Memangnya kau tau yang mana apartmentku? β€œ tanya jessica

β€œ Aku tak tau, justru aku baru saja akan menanyakan hal itu padamu β€œ jawab steve seraya menghentikan langkahnya dan memandang ke arah jessica, β€œ Berjalanlah lebih dulu, aku akan mengikutimu β€œ sambungnya, membuat jessica menganga. Meskipun keadaannya jessica benar-benar sedang sedih tetapi ingin sekali ia tertawa dengan apa yang baru saja steve katakan, ditambah ekspresi polos namja itu yang mengatakan bahwa ia tak tau yang mana apartment jessica.

Hingga tak lama kemudian, kedua orang itu berhenti didepan salah satu pintu apartment yang terletak di sudut koridor. Ani.. lebih tepatnya kedua dari ujung koridor tersebut.

β€œ Jessie, kau yakin apartmentmu yang ini? β€œ tanya steve, membuat jessica menoleh ke arahnya dan menatap namja itu bingung.

β€œ Maksudmu? Tentu saja.. ini adalah apartmetnku, aku pemiliknya steve β€œ

β€œ Tapi–.. disamping apartmentmu itu adalah apartmentku β€œ

β€œ N-ne?? β€œ

 

 

Setelah merundingkan apartment mana yang akan mereka singgahi, akhirnya kedua insan itu masuk ke dalam apartment jessica. Dan diruang tengah lah kini, mereka duduk disofa dengan jessica yang mengobati luka sobek pada bibir steve. Perhatian jessica benar-benar sangat fokus mengobati luka sobek dibibir tipis namja itu, berkali-kali steve meringis tetapi jauh didalam lubuk hatinya namja itu ingin sekali berteriak bahwa dia senang dan sedang diobati yeoja cantik yang dicintainya. Tetapi itu tak mungkin terjadi, steve pasti akan di anggap orang gila jika seperti itu. Namun kenyataan membuktikan, bahwa jessica telah berhasil membuatnya gila.

β€œ Heyy.. uljima β€œ ucap steve yang kembali melihat butiran krystal mengalir dari pelupuk mata yeoja dihadapannya itu, membuat steve menangkupkan kedua tangan diwajah jessica.

β€œ Mianhae.. β€œ ucap jessica sambil menundukkan kepalanya, membuat steve bingung

β€œ Waeyo?? β€œ

β€œ … β€œ

β€œ Jessie, lihat aku.. β€œ pinta steve sambil meraih dagu jessica dengan perlahan, membuat mata mereka saling bertemu. β€œ Gwenchana? β€œ tanya steve khawatir, detik selanjutnya jessica menggelengkan kepalanya.

β€œ Apa yang sebenarnya telah terjadi, hm? β€œ

β€œ Hikss.. d-dia bermain d-dengan s-sekretarisnya–.. β€œ. Steve yang mengerti apa maksud jessica langsung meraih tubuh yeoja itu untuk ia dekap, mencoba untuk kembali menenangkannya.

β€œ Arrayo, sudah jangan dilanjutkan lagi.. β€œ ucap steve sambil mengelus kepala jessica lembut. Selama beberapa menit, mereka terus seperti itu hingga tak lama kemudian tangisan jessica mereda dan itu membuat steve bernafas lega.

β€œ Ini sudah larut malam, jessie.. kau harus tidur β€œ ucap steve yang sedikit melonggarkan pelukannya dan memandang jessica, β€œ Lihat wajah cantikmu jadi membengkak seperti ini, aigoo.. uljima, berhenti menangis β€œ sambung steve yang kembali menangkupkan kedua tangan diwajah jessica, menatap kedua mata yeoja blonde itu dalam.

β€œ Kau sudah lama menangis, sekarang kau harus tersenyum. Aku ingin melihatmu tersenyum lagi.. β€œ ungkap steve sambil tersenyum dengan sangat manis, seraya menarik dua sudut bibir jessica ke atas membuat yeoja blonde itu memperlihatkan senyuman tipisnya. β€œ Jja–.. kau harus tidur, pergilah ke kamarmu. Sebentar lagi aku akan pulang, aku tak ingin mengganggu–.. β€œ sambung steve terputus

β€œ Kajima β€œ

β€œ Ne? β€œ

β€œ Kajima, aku ingin kau menemaniku malam ini. Bisakah?? β€œ tanya jessica dengan kedua matanya yang kembali berkaca-kaca

β€œ Ahh.. arro, arro.. aku tak akan pergi kemana-mana dan berhenti menangis, jessie.. jebal β€œ jawab steve yang merasa sangat berat meninggalkan yeoja blonde itu sendirian disana sambil menarik jessica untuk beranjak dari sofa dan pergi ke kamar tidur yeoja blonde itu.

β€œ Jalja.. β€œ ucap steve, seraya menyelimuti yeoja blonde itu hingga batas lehernya. β€œ Kau bisa memanggilku kapan saja, aku ada diluar hm β€œ sambungnya sambil tersenyum dan mengelus pipi jessica, sadar tidak sadar sikap steve selama ia berada di apartment jessica berhasil membuat yeoja blonde itu terpesona. Steve benar-benar tau bagaimana cara memperlakukan seorang yeoja, membuat wajah jessica selalu memperlihatkan warna merah yang merona. Tetapi dalam keadaan seperti ini, steve yang menyadarinya mencoba untuk mengabaikan sejenak hal itu. Yang steve pikirkan hanyalah mencoba membuat jessica tenang dan tak menangisi apa yang sudah terjadi antara jessica dengan taeyeon.

Detik selanjutnya, steve melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar jessica sedangkan jessica hanya bisa menatap punggung namja itu yang semakin menjauh.

β€œ S-steve.. β€œ panggil jessica, membuat steve menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahnya.

β€œ Ne? β€œ

β€œ Bisakah kau menemaniku disini? A-aku–.. β€œ

β€œ Apa kau yakin? β€œ tanya steve ragu

β€œ Hm, temani aku disini β€œ jawab jessica yang hampir terdengar seperti berbisik, membuat steve menghela nafas dan berjalan menghampiri yeoja blonde itu. Steve meraih kursi dan menempatkannya disamping tempat tidur, tetapi jessica menggelengkan kepalanya membuat namja itu bingung. Detik selanjutnya, jessica menepuk tempat disampingnya.. meminta steve untuk berbaring disampingnya. Hal itu membuat steve berfikir ulang, bagaimana pun rasanya canggung jika ia duduk atau berbaring disamping jessica. Apalagi keberadaan mereka sedang didalam kamar yang tertutup, steve takut sesuatu terjadi atau apapun itu sehingga mereka melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukan.

β€œ Ppali, aku membutuhkanmu jebal.. temani aku β€œ ucap jessica yang terdengar akan menangis lagi, membuat steve tak tega dan pasrah dengan melakukan apa yang di inginkan jessica.

β€œ Aku sudah berada disampingmu, sekarang tidurlah β€œ ucapnya sambil menoleh ke arah jessica yang terus memandangnya dari samping, tetapi tak ada respon dari jessica. Yeoja itu malah kembali memeluk steve dan menumpahkan tangisannya lagi didepan dada bidang namja itu.

Didalam pikiran jessica saat ini, ia benar-benar menyesal juga merasa bodoh karna membiarkan dirinya menjadi boneka perusahaan appanya, membiarkan dirinya dijodohkan oleh appanya pula. Jessica juga berpikir, taeyeon lebih dalam menipunya dibanding steve yang hanya menyembunyikan jati dirinya sendiri dan itu pun hanya sesaat. Karna pada akhirnya, steve pun memberitahukan kepada semuanya siapa dirinya sebenarnya.

β€œ Jessie, geumanhae.. kau harus istirahat β€œ ucap steve khawatir sambil mengelus kepala jessica yang masih terus terisak

β€œ Mianhae.. jeongmal mianhae β€œ ucap jessica disela-sela isak tangisnya, β€œ Seharusnya aku tak semarah itu padamu, bahkan yang seharusnya kubilang penipu adalah taeng bukan kau β€œ sambungnya, membuat steve tersenyum

β€œ Arro.. sudah, sudah.. tidur sekarang, hm? Berhenti menangis β€œ

~ Keesokkan harinya..

Jessica terbangun dari tidurnya, ia menyernyitkan keningnya saat merasakan sinar matahari yang berhasil menyilaukan pandangannya. Ia melihat pintu balkon kamarnya terbuka, membuat gorden dikamarnya terbang mengikuti hembusan semilir angin yang begitu menyejukkan dipagi hari itu.

Detik selanjutnya, jessica merasa melihat seorang namja yang tengah berdiri membelakanginya. Kedua tangannya dimasukkan ke dalam saku celana, membuat jessica segera mengerjapkan matanya yang masih terasa tak jelas.

β€œ Steve.. β€œ panggilnya, membuat namja itu menoleh dan memperlihatkan senyuman manisnya. β€œ Kau masih disini? β€œ tanya jessica, tetapi namja itu tak menjawabnya melainkan terus tersenyum hingga kedua matanya hampir saja menghilang.

β€œ Steve.. β€œ panggil jessica sekali, yeoja blonde itu benar-benar kebingungan melihat sosok steve yang tak merespon ucapannya hingga air matanya pun kembali mengalir dari pelupuk matanya.

 

β€œ Jessica-ssi.. jessica-ssi β€œ. Jessica terbangun dari tidurnya saat mendengar panggilan itu.

β€œ Y-yul.. β€œ

β€œ Maafkan aku karna telah mengganggumu, tetapi kita harus segera pergi. Kau akan terlambat untuk sampai di tempat pelatihan nanti β€œ ungkap yuri

β€œ Dimana steve? β€œ tanya jessica penasaran

β€œ Steve?? Aku tak melihatnya saat aku masuk ke apartmentmu, jessica-ssi. Tetapi aku menemukan secarik kertas ini di ruang tengah β€œ

Dengan cepat, jessica meraih dan membaca isi dalam secarik kertas itu.

Maafkan aku karna pergi tanpa mengucapkan apa-apa padamu, tidurmu terlalu nyenyak untuk ku ganggu. Malam telah berganti pagi, aku berharap kau tak terus menerus terbawa oleh keadaan sehingga kau harus terus menangisi apa yang telah terjadi malam sebelumnya. Bukankah kau akan ikut pelatihan hari ini?? Kita akan bertemu disana, sampai jumpa ^^

  1. A.Β Β Β Β  A Steve Hwang

 

Jessica tersenyum dengan sangat manis, setelah membaca isi dari secarik kertas itu membuat yuri menatapnya sambil tersenyum manis.

β€œ Jessica-ssi β€œ panggil yuri, membuat jessica menoleh ke arahnya.

β€œ Bolehkah aku memberikan saran padamu? β€œ

β€œ Saran apa itu? β€œ

β€œ Jika kau mencintai seseorang, perjuangkanlah dia. Jangan biarkan ia menunggu lama, karna jika kau melakukan hal itu cepat atau lambat ia akan dimiliki oranglain β€œ ungkap yuri sambil tersenyum manis, β€œ Aku akan menunggumu diluar β€œ sambung yuri yang segera meninggalkan jessica sendiri dikamarnya, mendengar apa yang yuri ucapkan sebelumnya membuat jessica berpikir akan sosok steve.

Tak dapat dipungkiri, bahwa ucapan yuri memang benar.. selama ini jessica menggantungkan sosok steve dan justru memilih taeyeon yang selama ini terus menerus membohonginya.

.

.

.

10.00 KST

Semua pengusaha muda bahkan pewaris perusahaan dibawah hwang group berkumpul disebuah tempat pelatihan yang sangat mewah, masing-masing dari mereka diantar dengan menggunakan beberapa mobil mewah berbeda dengan steve dan jinri. Mereka justru di antar menggunakan helikopter pribadi keluarga hwang..

Kehadiran mereka disana tidak lain untuk mempererat relasi antar perusahaan dan belajar bersama bagaimana perkembangan perusahaan dimasa depan dengan berbagai teknologi yang kian canggih sepanjang tahun ini.

Dan kini, waktunya mereka berbagi kamar. Meskipun lokasi pelatihan sangat mewah tetapi, mereka tidak dianjurkan memiliki kamar masing-masing. Belajar menjadi orang yang rendah hati dan memiliki sifat terpuji lainnya termasuk dalam pelatihan disana, maka dari itu satu kamar yang akan ditempati mereka berisikan dua orang dan tanpa mengenal ras atau pun gender.

β€œ Eonnie.. dimana kamarmu? β€œ bisik krystal sambil sesekali memperhatikan seseorang yang tengah memberikan arahan untuk mereka di atas stage. β€œ O-omo.. chankman, ada apa dengan matamu?? β€œ

β€œ Waeyo?? Gwenchanayo.. aku dikamar 006, memangnya kita akan terpisah?? β€œ

β€œ Kau yakin?? Yah! Jangan berbohong padaku, bagaimana pun aku sudah tau tentang apa yang terjadi denganmu semalam β€œ

β€œ Kalau tau, mengapa kau bertanya lagi?? β€œ

β€œ Ehemm.. β€œ. Kedua yeoja itu terdiam kaku, ketika orang yang tengah mengarahkan semua pengusaha muda itu menaruh perhatiannya pada mereka. Ani tak hanya orang itu melainkan semua orang..

β€œ Ya tuhan.. kedua kalinya aku dipermalukan oleh adikku sendiri β€œ gumam jessica malu

β€œ Mianhae eonnie.. β€œ ucap krystal sambil terkekeh, melihat krystal dan jessica sudah tak berbincang-bincang lagi.. orang itu pun kembali melanjutkan arahannya didepan semua orang

β€œ Yah, memangnya kita tak akan sekamar? β€œ Bisik jessica

β€œ Sepertinya begitu eonnie, aku ada dikamat 010 β€œ jawab krystal yang juga berbisik

β€œ Aishh.. jeongmal?? β€œ tanya jessica tak percaya sambil merebut lembaran kertas yang digenggam krystal, β€œ Ahh.. benar, kita akan berpisah. Ottokkae?? β€œ sambung jessica lemas

β€œ Banyak-banyaklah berdoa, semoga kau mendapatkan rommate yang menyenangkan β€œ ejek krystal, seraya menjulurkan lidahnya membuat jessica mendengus kesal.

 

 

Setelah berdiri cukup lama sambil mendengarkan berbagai arahan serta sambutan. Akhirnya, semua pengusaha muda dibubarkan dan diperbolehkan beristirahat dikamar yang sudah disediakan, steve membalikkan tubuhnya di ikuti jinri.

β€œ Steve!! β€œ panggil seseorang yang langsung berhambur memeluk tubuh steve, membuat namja itu terkejut dan gugup. Dan rupanya, adegan itu membuat semua orang menaruh perhatiannya pada steve termasuk krystal dan jessica.

β€œ B-bora, lepaskan β€œ pinta steve sambil mencoba melepaskan kedua tangan bora yang melingkar sempurna dilehernya.

β€œ Shireoyo, aku merindukanmu.. tidakkah kau merindukanku juga?? β€œ tanya bora sambil tersenyum menggoda, tetapi perilakunya itu sama sekali tidak membuat steve tergoda tetapi justru semakin mendiamkannya membuat bora mengerucutkan bibirnya.

β€œ Yah, eonnie.. lepaskan kedua tanganmu dari oppaku β€œ ucap jinri sambil mencoba melepaskan kedua tangan bora dari leher oppanya itu

β€œ Shireoyo!! β€œ ucap bora dengan nada suara yang sengaja dikeraskan, membuat beberapa orang disana mulai membicarakan bora dan steve.

Sekali lagi, steve tidak menanggapi itu justru namja itu malah menaruh perhatiannya pada jessica yang juga memandang ke arahnya. Detik selanjutnya, steve memandang bora dengan tatapan dinginnya lalu melepaskan tangan yeoja itu dengan sekuat tenaga.

β€œ Yah! Steve! β€œ Panggil bora kesal, saat namja itu melangkahkan kakinya untuk meninggalkannya tetapi hanya beberapa langkah saja.. langkah steve terhenti. Ne.. namja itu berhenti tepat dihadapan jessica dan krystal, perlahan steve membungkukkan sedikit tubuhnya hingga mencondongkan dagunya untuk menatap wajah jessica lebih dekat membuat seseorang kebakaran rambutnya atau jenggot dan semacamnya.

β€œ Matamu masih bengkak, jessie.. apa sampai pagi kau masih menangis juga?? β€œ tanya steve sambil tersenyum manis, membuat semua orang terperangah sedangkan jinri hanya bisa terkekeh dan menjulurkan lidahnya dihadapan bora lalu menghampiri steve dan dua yeoja didekat oppanya.

β€œ A-apa yang kau lakukan, s-steve? β€œ tanya jessica terbata-bata dengan degup jantungnya yang berdetak sangat cepat, membuatnya gugup bukan main.

β€œ Apa kalian sudah sarapan?? Bagaimana jika kita sarapan bersama?? β€œ tanya steve pada semua orang

β€œ Nee~.. β€œ seru semuanya

β€œ Kalau begitu, mari kita ke kantin β€œ ajak steve, seraya meraih tangan jessica untuk berjalan bersamanya sedangkan jinri meraih tangan krystal membuat kedua yeoja itu senang. Tak dapat dipungkiri, jinri dan krystal benar-benar sangat senang melihat kedekatakan dua orang yang berjalan dihadapan mereka.

Semua orang keluar dari ballroom itu dan hanya menyisakan bora, sooyoung dan taeyeon yang memandang tajam punggung steve dan jessica yang semakin menjauh.

β€œ Apa kau merasa menyesal sekarang bora~ya? β€œ tanya sooyoung dengan nada sarcastic, membuat bora menoleh ke arahnya dan menatap tajam eonnienya sendiri. β€œ Untuk apa kau mengejarnya, jika dia telah melukaimu. Kau ini aneh sekali β€œ sambungnya yang tidak mengetahui masalah sebenarnya yang dilakukan sang adik pada mantan sahabatnya itu, hingga tak lama kemudian yeoja itu segera pergi meninggalkan adiknya.

β€œ Aishh.. mengapa kau menyebalkan eonnie β€œ gerutu bora sambil menyidekapkan kedua tangan didadanya, hingga detik selanjutnya bora menyadari kehadiran seseorang selainnya disana.

β€œ Yah! Kau!! Apa yang kau lakukan disini? β€œ tanyanya kasar sambil memandang pada orang tersebut, membuat orang itu tersadar dan menoleh ke arahnya dingin

β€œ Kau pikir ballroom ini milikmu β€œ celetuk taeyeon yang segera pergi dari sana

β€œ Yah!! Apa kau bilang!? β€œ teriak bora kesal

.

.

β€œ Oppa.. β€œ panggil jinri girang disela-sela makannya

β€œ Hm? β€œ tanya steve sambil menoleh ke arahnya sambil tersenyum

β€œ Ani.. hahaha.. β€œ jawab jinri sambil tertawa puas saat memorinya mengulang kembali apa yang sebelumnya ia lihat pada oppa dan mantan kekasihnya diballroom.

β€œ Yah, apa yang kau tertawakan sulli~ah β€œ ucap krystal sambil menyikut kecil lengan yeoja disampingnya itu, membuat jinri menutup mulut dengan kedua tangannya. Sedangkan jessica, hanya bisa menatap kedua yeoja yang lebih muda dihadapannya itu dengan tatapan datarnya.

β€œ Makan makananmu, jessie. Sedaritadi kau hanya memainkannya saja β€œ ucap steve sambil memandang ke arah jessica sambil tersenyum.

β€œ Oppa cobalah makananku β€œ ucap krystal sambil menyodorkan pasta dihadapan steve, melihat itu dengan senang hati steve melahapnya.

β€œ Ital~ya… aku juga mau, aaa–… β€œ rengek jinri, membuat steve terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.

β€œ Apa kau juga mau mencoba makananku? β€œ tanya jessica ragu pada steve, membuat namja itu berhenti mengunyah makanannya. Tak hanya steve, bahkan krystal dan jinri yang mendengar hal itu langsung terdiam seperti patung dengan posisi krystal yang tengah menyodorkan makanannya untuk jinri.

β€œ A-apa yang kalian lihat? β€œ tanya steve terbata-bata pada krystal dan jinri

β€œ A-ahhh.. aniyoo~.. β€œ jawab krystal dan jinri serempak, β€œ Silahkan, silahkan.. lanjutkan lagi β€œ ucap jinri yang segera melahap makanan yang disodorkan krystal padanya

β€œ Ahh.. anak baik β€œ ucap krystal pada jinri sambil mengelus kepala yeoja itu yang sesekali melirik ke arah steve dan jessica dengan kekehannya.

β€œ B-bolehkah aku mencicipinya? β€œ tanya steve

β€œ Hm, bukalah mulutmu β€œ jawab jessica sambil menyodorkan makanan itu, membuat steve langsung melahapnya dengan senang. β€œ Bagaimana? β€œ sambung jessica penasaran

β€œ Hmm.. not bad, ini enak β€œ ungkap steve sambil memperlihatkan eye smilenya, membuat jessica ikut tersenyum.

Disisi lain, sikap kedua orang itu kembali membuat taeyeon geram. Terlihat dari kedua tangannya yang dikepal kuat-kuat..

β€œ Apa yang harus aku lakukan?? Aku tak mungkin membuat sica semakin jauh dariku, aku harus segera memperbaikinya. Aku harus melakukannya! β€œ batin taeyeon

.

.

Jessica masuk ke dalam kamar yang akan ditempatinya selama beberapa minggu itu sambil membawa barang-barangnya, ia tersenyum ketika melihat bagaimana suasana kamarnya yang cukup megah dan besar itu. Detik selanjutnya, ia menyadari bahwa didalam kamar itu hanya ada dirinya sendiri bahkan yeoja itu berharap jika ia tak memiliki rommate selama disana tetapi dugaannya salah karna tak lama kemudian seseorang masuk ke dalam sana dengan setumpuk barang-barangnya.

β€œ Ini kamar 006, bukan? β€œ tanyanya pada jessica yang memandangnya penasaran

β€œ N-nugu? β€œ

β€œ Ahh.. aku choi bora, sepertinya kita akan menjadi sepasang rommate β€œ jawabnya sambil tersenyum senang, seraya menghampiri jessica untuk berjabat tangan. Secara tidak langsung kedatangan bora disana telah berhasil membuat jessica lemas, pada akhirnya yeoja blonde itu tidak sendiri. Β β€œ Chankman.. sepertinya, aku pernah melihatmu β€œ ungkap bora sambil menyernyitkan keningnya

β€œ Aku jessica jung β€œ ucap jessica sambil tersenyum manis

β€œ Ani, maksudku.. ahh~.. kau adalah yeoja yang ditarik steve saat diballroom itu kan?? β€œ

β€œ N-ne.. β€œ jawab jessica, seketika air muka bora berubah sangat drastis seraya meninggalkan yeoja blonde itu dalam kebingungan.

β€œ Kau! β€œ tunjuk bora pada jessica dengan tatapan tajamnya, β€œ Jangan dekat-dekat padaku! β€œ sambungnya yang semakin melangkahkan kakinya didalam kamar tersebut, membuat jessica terperangah.

β€œ Ige mwoya? β€œ tanya jessica pada dirinya sendiri

.

.

β€œ Whoaa.. aku tak menyangka kalau kita akan sekamar ital~ya β€œ ucap jinri girang sambil tertawa senang dan memeluk krystal yang duduk ditepi tempat tidur bersamanya, membuat tubuh mereka terhempas ditempat tidur. Seketika mata mereka bertemu dengan krystal yang masih menertawainya. Hal itu rupanya, membuat jinri memandangi mata indah krystal yang sesekali terpejam membuat jinri tersenyum.

β€œ Kyeopta β€œ ungkapnya, membuat krystal berhenti tertawa dan memandang jinri bingung

β€œ H-huh? β€œ

β€œ Kau cantik β€œ ucap jinri sambil menyibakkan rambut krystal yang berhasil menghalangi paras cantik yeoja itu

β€œ G-gomawo.. β€œ jawab krystal gugup

β€œ Apa kau senang menjadi roomateku, krys? β€œ tanya jinri yang semakin dalam memandang kedua mata yeoja dihadapannya itu

β€œ Hm, aku sangat senang β€œ jawab krystal sambil tersenyum dengan sangat manis, membuat mereka jadi saling berpelukan hingga tak lama kemudian kedua dari mereka malah tertidur pulas.

.

.

Tap.. tap.. tap..

Steve berjalan santai disepanjang koridor sambil sesekali mencari-cari kamar dengan nomor yang sesuai dengan lembaran kertas ditangannya, berkali-kali ia menghela nafas karna sampai sekarang ia masih kesusahan mencari kamarnya. Hingga tak lama kemudian, namja itu berhenti didepan sebuah kamar dengan pintu yang berwarna biru. Ia menyernyitkan alisnya saat melihat disamping pintu itu terdapat namanya dan seseorang.

β€œ Steve hwang daann-… KIM TAEYEON?? MWO?? β€œ tanya steve tak percaya, β€œ Ini benar-benar kamarku?? Tidakkah hyung menempatkan aku satu kamar dengan namja lagi, mengapa harus bersama kim taeyeon?? Oh my gosh! β€œ ucapnya pada diri sendiri, seraya meraih knop pintu tersebut dan diputarlah secara perlahan.

Didalam hati steve, ia banyak-banyak berdoa jika dialah yang pertama kali berada dikamar tersebut. sehingga ia bisa mempersiapkan apa yang harus dilakukannya saat ia bertemu dengan sosok yeoja yang masih menjadi kekasih jessica itu. Perlahan, steve menyembulkan kepalanya ke dalam kamar, kedua matanya waspada, melirik ke kanan dan ke kiri.

β€œ Apa yang sedang kau lakukan?? β€œ tanya seseorang yang berhasil membuat tubuh steve terdiam kaku, perlahan namja itu memutarkan tubuhnya sehingga ia bisa melihat siapa orang yang berdiri dibelakangnya.

β€œ Sampai kapan kau akan berdiri disitu? Menyingkir dari sana, aku ingin segera beristirahat β€œ ucapnya, seraya menyingkirkan tubuh steve dari hadapannya dan berjalan meninggalkan namja itu yang masih berdiri di ambang pintu.

β€œ Aigoo.. nasib baik sedang tidak berpihak padaku β€œ gumam steve sambil menghela nafas yang akhirnya memasuki kamarnya itu. Saat mereka berdua masuk ke dalam kamar mereka, steve harus menahan tawanya ketika melihat sosok yeoja yang berdiri tak jauh darinya sedikit menganga melihat bagaimana kamar yang mereka dapatkan.

Bahkan, ruangan tidur itu tidak pantas disebut kamar tidur. Melainkan ruang perpustakaan kota yang sangat luas, tetapi bagi steve ruangan itu lebih kecil dari kamarnya.

β€œ Syukurlah, kita juga tidak membagi tempat tidur β€œ celetuk taeyeon sambil menyeringai dorky, membuat steve segera melihat apa yang berhasil membuat yeoja dorky itu tertawa senang.

Dilihatnya dua buah tempat tidur king size yang bersembrangan dengan furniture yang elegant, hal itu pun membuat steve bernafas lega dan duduk di salah satu tepi tempat tidur itu sambil melempar barang bawaannya. Detik selanjutnya, suasana dikamar itu begitu sangat sunyi seraya kim taeyeon yang sedari tadi belum selesai mengelilingi kamar tersebut.

β€œ Taey–.. β€œ

β€œ Jangan bicara padaku! β€œ ucap taeyeon yang langsung memutuskan ucapan steve tanpa melepaskan pandangannya pada sebuah lukisan yang diduga sangat mahal dan sedikit mengeraskan suaranya, agar terdengar oleh namja itu.

β€œ Tapi–.. β€œ

β€œ Aku bilang jangan bicara padaku, anggap saja kita tidak satu kamar! β€œ. Sekali lagi taeyeon memutuskan ucapannya, tetapi kali ini yeoja itu melirik steve dan memandangnya sangat tajam membuat steve sedikit sulit untuk menelan ludahnya sendiri.

β€œ Arrasseo, kalau begitu.. aku akan menggunakan kamar mandinya lebih dulu β€œ ucap steve yang segera beranjak dan berjalan masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan taeyeon hanya memutarkan bola mata sebagai responnya.

 

 

β€œ Yahh.. ahjussi, bisakah kau hentikan pekerjaanmu itu!? Kau membuat kupingku sakit! β€œ gerutu taeyeon pada namja paruh baya yang tengah menyibukkan diri diluar lantai atas kamar tersebut dengan menyembulkan kepalanya keluar jendela, membuat steve yang baru keluar dari kamar mandi memandang taeyeon bingung.

β€œ Waeyo? β€œ tanya steve sambil menghampiri taeyeon tanpa berhenti mengeringkan rambut basahnya, tetapi yeoja itu tak menanggapinya dan justru terus menatap ke atas. Melihat hal itu, membuat steve penasaran dan ikut menyembulkan kepalanya keluar

β€œ Apa yang kau lihat, kim taeyeon? β€œ

β€œ Yah! Kau menghalangi pandangan–.. ku.. β€œ protes taeyeon yang perlahan memelankan suaranya dan menatap gugup dagu steve yang terlihat aliran air yang mengalir dari pelipis ke dagu namja itu, memberikan kesan sexy yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Hal itu berhasil membuat wajah taeyeon memerah, tetapi taeyeon sangat bersyukur ketika ia masih begitu gugup melihat paras tampan steve.. sosok namja itu masih terlihat begitu penasaran dengan apa yang dilihat yeoja yang lebih pendek darinya itu diluar sana.

β€œ Apa yang–.. β€œ. Steve memutuskan ucapannya, saat matanya bertemu dengan mata milik yeoja dihadapannya. Mereka hampir saja membuat suasana menjadi hening, sebelum akhirnya taeyeon memecahkan keheningan.

β€œ Khah! β€œ ucapnya yang kembali kasar sambil mencoba menyingkirkan tubuh steve dengan mendorong dada bidang itu, tetapi taeyeon segera menarik kedua tangannya lagi. Tiba-tiba dia benar-benar merasa gila berdekatan dengan namja charming itu..

β€œ Yah.. aku mau lihat! β€œ ucap steve yang mencoba menyembulkan kepalanya lagi keluar

β€œ Tak perlu kau lihat, khah! β€œ ucap taeyeon

β€œ Waeyo?? Chankman.. jangan-jangan–… β€œ.

β€œ Mwo?? Mwoya?? β€œ tanya taeyeon dengan mencondongkan dagunya dihadapan steve

β€œ Kau.. memasang cctv?? β€œ tanya steve ragu, membuat taeyeon terperangah

β€œ Jangan gila! β€œ jawab taeyeon kesal yang segera membalikkan tubuhnya untuk pergi meninggalkan steve, tetapi karna kecerobohannya yeoja itu tiba-tiba tersandung oleh kakinya sendiri membuat tubuh taeyeon tidak seimbang.

Β 

GREEPPP–…

 

Taeyeon membelalakkan matanya, ketika melihat jarak wajahnya dengan namja diatasnya hanya beberapa inchi saja. Dan perlahan namun pasti, ia merasa ada yang aneh dengan perasaannya. Jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya dan wajah charming steve berhasil membuat mata taeyeon tak berkedip.

β€œ Aku mendapatkanmu, miss kim β€œ ucap steve dengan memperlihatkan eye smilenya, β€œ Lain kali hati-hati, perhatikan jalanmu β€œ sambungnya sambil membawa tubuh taeyeon untuk berdiri tegap lagi, tetapi taeyeon tak meresponnya. Ia masih sibuk dengan pikiran dan hatinya..

β€œ Gwenchana? β€œ tanya steve yang sedikit membungkukkan tubuhnya untuk menatap paras taeyeon, tetapi taeyeon justru semakin menundukkan wajahnya. Mencoba untuk menyembunyikan parasnya yang berubah sangat merah. β€œ Heyy.. erika kim–.. β€œ

β€œ Yah!! Jangan panggil aku dengan sebutan itu!! β€œ teriak taeyeon, membuat steve terlonjak kaget. Detik selanjutnya, taeyeon meninggalkan sosok namja itu yang masih kebingungan

β€œ Ada apa dengan nama itu? β€œΒ  tanya steve dengan nada suara pelan

β€œ Nama itu telah membuatku dibully habis-habisan oleh temanmu! β€œ ungkap taeyeon yang mendengar ucapan namja itu, membuat steve langsung membalikkan tubuhnya untuk berhadapan dengan taeyeon.

β€œ … β€œ

β€œ Kalian telah membuatku menderita, termasuk kau β€œ ucap taeyeon yang kini, kedua matanya berkaca-kaca

β€œ Naega? β€œ

β€œ Ne, kau! Meskipun saat itu kau tidak pernah membullyku bahkan kau selalu menemaniku di perpustakaan, tetapi kau tetap saja bagian dari mereka! Kau tak pernah merasakan bagaimana menderitanya aku, orang kaya! β€œ jawab taeyeon dengan nada sarcastic-nya lalu, segera membalikkan tubuhnya dan meninggalkan steve yang mematung ditempatnya.

Steve yang melihat reaksi dari sosok taeyeon dengan ungkapannya itu, membuat steve berfikir dan kembali memutar memorinya dimasa lalu. Dimana steve, sooyoung dan teman-teman satu kelompoknya yang begitu populer dan banyak dipuja-puja para gadis ataupun pria seringkali membully orang-orang yang tidak mereka sukai.

Flashback

~ James high school

Sebuah sekolah menengah atas yang sangat menjanjikan untuk putra-putri para pengusaha yang disekolahkan disana, sekolah mewah dengan fasilitas yang lengkap, berpredikat teratas international dibawah group naungan sebuah perusahaan terkemuka didunia. Meskipun seperti itu, tak banyak siswa yang bisa masuk ke sana dan sekolah itu pun menerima sedikit beasiswa bagi siswa yang tak mampu.

Keriuhan terdengar diloby sekolah tersebut, ketika beberapa mobil mewah berhenti disana. Satu persatu pemilik mobil mewah itu keluar dari sana, salah satunya seorang yeoja yang memiliki postur tubuh tinggi yang cantik.

β€œ Dimana calon suamiku, eonnie? β€œ tanya yeoja yang lebih muda pada yeoja tinggi setelah orang itu keluar dari mobilnya.

β€œ Dia baru datang β€œΒ  jawabnya sambil menunjuk helikopter yang tengah mendarat tak jauh dari hadapan mereka dengan dagunya, membuat adiknya itu menyeringai bahagia dan segera menghampiri helikopter tersebut.

β€œ Yah, bora-ya! β€œ panggil yeoja tinggi itu, tetapi adiknya mengabaikannya

Melihat helikopter yang baru saja mendarat, membuat keriuhan disekolah itu semakin menjadi. Beberapa siswa perempuan justru berteriak histeris, saat melihat sosok namja yang menggunakan kacamata hitamnya keluar dari helikopter.

β€œ Hei.. selamat pagi β€œ sapa namja itu girang sambil sesekali melirik ke arah sang kekasih yang bergelayut manja dilengannya.

β€œ Hm.. hari ini kau datang dengan helikopter, steve. Besok kau akan datang dengan apa lagi? β€œ tanyanya sambil menyikut lengan sahabatnya itu

β€œ Bagaimana jika aku datang dengan kuda?? β€œ

β€œ Haha.. jangan gila! β€œ

β€œ Waeyo?? Tidakkah itu keren? β€œ tanya steve yang meminta jawaban dari sang kekasih yang sangat dicintainya

β€œ Apa yang kau bilang keren, oppa?? Aku bahkan, akan langsung menjauhimu β€œ

β€œ Aigoo.. bukankah kau memang selalu seperti itu β€œ celetuk steve

β€œ Hahah.. jja~.. Semuanya sudah lengkap, kajja.. β€œ ajak sooyoung, β€œ Chankman.. β€œ tahan sooyoung saat mereka baru saja akan masuk ke dalam loby gedung tersebut.

β€œ Wae? β€œ tanya steve penasaran

β€œ Sepeda jelek punya siapa itu? β€œ tanya sooyoung bingung sambil menopang kakinya di atas batang sepeda lalu, didoronglah cukup keras sepeda itu membuat seseorang panik dengan langsung berhambur untuk menarik sepedanya yang sudah terlempar begitu saja ke tanah.

β€œ Jangan, aku mohon jangan–.. β€œ

β€œ Ohh hey.. kita bertemu lagi, erika kim.. selamat pagi dan hari ini ternyata kau membawa harta usangmu, huh? β€œ tanya sooyoung sambil mendekatkan diri pada yeoja yang lebih pendek darinya, membuat yeoja itu ketakutan sedangkan siswa yang lain hanya harap-harap cemas melihat itu semua. Berbeda dengan steve yang terlihat iba, hingga detik selanjutnya namja itu bergerak. Mencoba untuk membantu erika kim menarik sepedanya kembali, tetapi sooyoung menahannya.

β€œ Apa kau ingin menjadi budaknya, huh? β€œ tanya sooyoung pada steve, membuat namja itu menoleh ke arahnya.

β€œ Justru jika kau seperti ini, kau hanya akan menjadi budaknya dimasa depan nanti. Bersikaplah lebih baik, soo.. β€œ bisik namja itu yang mencoba bergerak kembali, tetapi sooyoung tak melepaskan steve.

β€œ Lebih baik kita pergi dari sini sekarang β€œ ucap sooyoung, seraya menarik sahabatnya itu untuk pergi meninggalkan erika kim. Setelah steve berjalan lebih dulu, sooyoung melangkah mundur dan memandang sosok erika kim dengan tatapan mengejek.

β€œ Kita belum selesai, danshin! β€œ ucapnya dengan nada sarcastic, β€œ Urus anak ini β€œ perintah sooyoung pada dua temannya lagi tanpa sepengetahuan steve.

Β 

BRUGHH–..

PRANNNGG!!!

Steve tersadar dari pikirannya saat mendengar suara yang keluar dari kamar mandi, membuat dirinya langsung berlari ke depan pintu kamar mandi.

β€œ Taeyeon???!! β€œ

 

TBC

55 comments

  1. jngn2 endingnya taeny lg.. gak apa2 sih.. aku pnya firasat akhirnya jd taeng jatuh cinta sm steve tp jadinya taengsic gara2 steve knp2 gtu or mungkin taeny gara2 keduanya saling cinta dr dlu.

    ayo dong thor lanjutannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s