Presiden Daughter and Him (8/?)

PDH3

Title : Presiden Daughter and Him (8/?)

Author: Adelayn_Tiffany

Genre: Gender bender, yuri, romance, action, sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang (Namja), Kim Taeyeon, Jessica jung, Krystal

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender dan yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!!😄

 

***

Drrrttt… drrttt…

Steve merogoh saku celananya saat ponselnya bergetar panjang, tanda sebuah panggilan masuk disana. Senyuman manis pun merekah diwajahnya saat melihat siapa pemanggil tersebut, membuat jessica yang melihat ekspresi kebahagiaan di wajah steve disampingnya berhenti memperlihatkan senyuman manisnya.

“ Yeobseyo?? “ ucap steve girang

“ … “

“ Yeoboseyo?? “ ucap steve sekali lagi. Kali ini kerutan didahi namja itu terlihat jelas oleh jessica yang masih terus memandangi steve

“ Krys?? Are you there?? “

“ O-op-ppa~.. “ panggil yeoja itu lirih membuat sikap steve yang sebelumnya hanya mengerutkan keningnya, kini menjadi tegang

“ G-gwenchana?? Oddiga?? “

 

“ Aaarrrrkkkhhhhh!!!!!!!!!!!!!!! “.

 

“ KRYS, GWENCHANA???!! KRYS?? “

***

 

“ Aku pulang.. “ ucap taeyeon sambil berjalan masuk ke dalam apartment mewah miliknya, melemparkan barang-barangnya ke sembarang arah dan melemparkan tubuhnya di atas sofa ruang tengah.

“ Kau sudah pulang, taeng? “ tanya hyuna yang baru keluar dari kamarnya bersama taeyeon. Yeoja itu tersenyum manis dan menghampiri kekasihnya, meraih kepala taeyeon untuk berada dipangkuannya.

“ I’m so glad to know you here tonight, baby “ ucap taeyeon sambil memejamkan kedua matanya tenang

“ Tentu saja, kau milikku dan aku selalu menjadi milikmu taeng “ jawab hyuna yang kemudian, mengecup singkat bibir yeoja dorky itu

“ Bagaimana denganmu hari ini?? “ tanya hyuna sambil mengelus kepala taeyeon lembut. Mendengar pertanyaan hyuna, membuat taeyeon tersadar akan sesuatu. Detik selanjutnya, taeyeon membuka matanya dan beranjak duduk dengan memandang wajah yeoja disampingnya.

“ Waeyo?? Gwenchana?? “ tanya hyuna bingung.

“ Aku hampir saja mati! “ ungkap taeyeon, membuat hyuna mengerutkan keningnya tak mengerti. “ Sica sangat peka dengan perubahan yang terjadi padaku. Bahkan, ia juga menyadari bahwa harum tubuhku berbeda “

“ Kau menggunakan parfumku, eoh? “ tanya hyuna sambil mengelus pipi taeyeon tanpa melepaskan pandangan mereka, perilaku mereka pun membuat taeyeon tak bisa untuk tak memandang bibir yeoja dihadapannya yang menurut yeoja dorky itu sangat sexy.

“ Aku melupakan parfumku yang tertinggal dikantor, hyuna~ah “. Hyuna terkikik lalu, mencubit pipi taeyeon gemas.

“ Pantas saja jessica seperti itu padamu. Tetapi.. apa kita akan seperti ini terus, taeng?? “

“ Maafkan aku.. tapi, aku akan berusaha untuk mencari jalan keluar untuk kita semua. Arrasseo?? Kau mau menungguku kan?? “. Hyuna mengangguk sambil tersenyum manis, membuat taeyeon lega dan segera memeluk tubuh yeoja dihadapannya itu erat.

“ Taeng.. “ panggil hyuna sambil melepaskan pelukan mereka.

“ Ne? “

“ Hara mendapatkan informasi lagi tentang steve hwang “ jawab hyuna, membuat taeyeon bersemangat.

“ Apa itu?? “

“ Sepertinya, steve hwang dan sosok yeoja yang selama ini tinggal bersama namja itu ada hubungannya dengan jessica jung “ jelas hyuna, membuat taeyeon tak mengerti.

“ Maksudmu?? Aku tak mengerti hyuna~ah.. “

“ Sebelumnya, aku pernah menyelidiki ini dan aku mencoba untuk mengikuti namja itu yang memiliki waktu jam makan siang bersama seseorang. Bersamaan itu, secara kebetulan jessica jung juga makan disalah satu cafe yang sama dengan mereka. Dan entahlah apa yang terjadi, yeoja yang tengah bersama steve menghampiri jessica dan.. ada sesuatu yang terlihat dari wajah keduanya. Ahh ini sangat rumit, aku akan langsung bicara pada intinya saja.  Kau bilang, jessica memiliki adik perempuan. Dan kau juga bilang, sampai sekarang.. jessica masih belum menemukan sosok dongsaengnya, aku benar kan?? “. Taeyeon mengangguk mantap.

“ Aku dan hara sedang menyelidiki seluruh informasi steve hwang menyangkut yeoja itu dan dugaan kami, yeoja yang bernama krystal itu memiliki hubungan dengan jessica “

“ Ohh.. jadi yeoja yang tinggal bersama steve hwang itu bernama krystal?? “

“ Ne.. yeoja itu kuliah di universitas Abraham Alexander dan ia juga bekerja di cafe Lee “

“ Kalau begitu, aku ingin menemuinya besok. Tolong atur jadwalku, hyuna~ah “

“ Jinja?? Kau yakin?? Jika itu maumu, aku akan menjadwalkannya.. “

.

.

Steve membelalakkan matanya dan segera beranjak dari tempatnya saat mendengar teriakan krystal di seberang sana, membuat jessica pun ikut beranjak dengan cemas.

“ KRYS!! JAWAB AKU!!! “

“ Arrkkkhhh.. oppa!! ………. SERANGGA!!!!!!!!! “ teriak krystal histeris, membuat steve menghela nafas lega dan tersenyum.

“ Aigoo.. krys, kau hampir membuat jantungku lepas dari tempatnya. Kau bisa keluar dari sana dan mintalah bantuan pada nona seohyun “ jelas steve sambil tersenyum ke arah jessica, mencoba memberitahu yeoja blonde itu bahwa tak ada yang terjadi pada yeoja diseberang sana membuat jessica bernafas lega dan kembali duduk di atas pasir putih itu.

“ Nona, biar saya usir serangga itu “ ucap seohyun yang terdengar oleh steve, membuat steve kembali tersenyum sambil melangkahkan kakinya untuk sedikit menjauh dari jessica.

“ A-a-arrasseo eonnie.. lebih baik aku keluar, kau selesaikan monster itu “ ucap krystal yang segera keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga. “ Oppa, kau masih disana?? “ sambung krystal yang kembali fokus pada pembicaraan diponselnya bersama steve.

“ Ne, aku disini. Wae?? Gwenchana?? “

“ Gwenchanayo hehehe.. tetapi ada sesuatu~.. “

“ Apa itu?? “ tanya steve penasaran

“ Hari ini dosen pembimbing merekomendasikanku untuk ikut serta dalam acara ice show ballerina bulan depan “

“ Jinja?? Woaahh.. daebakk, kalau begitu kau harus giat berlatih krys “

“ Ne, oppa dan menurut sulli.. acara itu akan sangat meriah karna akan ada seseorang yang sangat penting ikut serta dalam acara tersebut sebagai pengiring pianonya “

“ Wow.. itu sangat bagus, krys. Aku jadi penasaran untuk segera melihat penampilanmu nanti. Tapi.. “

“ Apa, oppa?? “

“ Tetap perhatikan kondisimu, sweety “

“ Arrasseo, oppa. Kalau begitu aku putuskan lebih dulu panggilannya, kulihat seohyun eonnie sudah mengeluarkan serangganya. Lagipula, maksud tujuanku menghubungimu hanya untuk itu hehehe.. good night and i miss you “

“ Night, i miss you too “

Klik..

 

Entah sudah yang keberapa kalinya, steve menghela nafas lega. Kepanikan sebelumnya, berhasil membuat kedua tangannya berkeringat dan juga bergetar.

“ Gwenchana? “ tanya jessica yang kini sudah berada dibelakang namja itu, membuat steve segera membalikkan tubuhnya.

“ Gwenchanayo.. mian, membiarkanmu menunggu lama jessie “

“ Ne “ jawab jessica singkat “ Lagipula, aku sudah ingin masuk ke dalam “ sambungnya, membuat namja itu menganggukkan kepalanya. Tetapi detik selanjutnya, tiba-tiba hujan turun dengan sangat deras membuat kedua orang itu terkejut bukan main.

Cepat-cepat, steve membuka jasnya dan menyimpan jas tersebut di atas kepala mereka berdua. Awalnya jessica menolak tetapi dengan cepat, steve meraih tubuh jessica untuk masuk ke dalam jasnya dan berlari dari sana.

 

 

“ Aigoo.. hujannya sangat deras sekali “ ucap steve sambil menutup jendela bergeser rapat-rapat. “ Kau basah kuyup, jessie? “. Steve memeriksa tubuh jessica dengan seksama kemudian, berjalan meninggalkan yeoja blonde itu begitu saja membuat jessica bingung.

Detik selanjutnya, steve kembali dan tanpa permisi.. namja itu segera mengeringkan rambut basah jessica, membuat yeoja blonde itu terdiam.

“ Kau bisa masuk angin jika tak cepat-cepat dikeringkan, setelah ini mandilah dengan air hangat. Aku baru saja mengisi bathub dengan air hangat dan aromatheraphy “ ungkap steve yang terus fokus dengan mengeringkan rambut jessica.

“ Ne, gomawo “ jawab jessica yang hampir terdengar berbisik, namun ucapan jessica itu terdengar jelas oleh steve dan membuat namja itu tersenyum manis.

 

 

Steve masuk ke dalam kamar mandi di dalam kamarnya, ia berdiri didepan cermin dengan tatapan matanya yang terlihat sendu. Perlahan, ia membuka pakaian atasnya dengan hati-hati. Sesekali namja itu meringis kesakitan, saat kain pakaiannya itu menyentuh bahu kanan yang sebelumnya mendapat tepukan yang keras dari jessica.

“ Shit! “ gumam namja itu sambil memperjelas sesuatu dibahu lewat cermin dihadapannya. Sebuah luka memar yang sebelumnya tak pernah terlihat kini, berwarna kebiruan setelah mendapatkan tepukan keras dari jessica membuat namja itu teringat akan sesuatu yang tak pernah bisa dilupakan olehnya.

Seorang namja tingkat 3 sekolah menengah atas berdiri didepan seorang namja yang sudah cukup dewasa dengan menundukkan kepalanya. Namja tingkat 3 itu terlihat tegang dan cukup ketakutan, melihat hyungnya yang tengah membelakangi tubuh namja itu sambil mengetuk-ngetuk tongkat baseball kesayangan hyungnya.

“ Aku dengar.. kau berselingkuh dari bora, hm? “ tanya namja itu dengan suara bassnya memecahkan keheningan diantara mereka. Suasana itu pun, kian menegang bahkan terkesan mencengkam membuat namja tingkat 3 itu bergidik ngeri.

“ KAU BODOH!! “

 

BUGGHH–..

 

“ Akkh–.. “. Namja tingkat 3 sekolah menengah itu pun meringis kesakitan dengan mendaratkan kedua lututnya dilantai, saat tongkat baseball itu mendarat sangat keras dibahu kanannya.

“ Apa itu sangat sakit untukmu, steve?? “ tanya namja itu yang kini sudah berdiri tepat didepan namja tingkat 3.

“ G-geumanhae, h-hyung. Aku tak pernah berselingkuh darinya, percayalah.. “ jelas steve dengan suaranya yang bergetar, bersamaan dengan itu air mata mengalir dari pelupuk matanya.  

 

BUGGHH–..

 

Sekali lagi, namja dewasa itu memukul bahu kanan steve dengan tongkat baseballnya.

“ Akkh!–.. “. Kini, steve tengkurap dilantai. Hyungnya tak mendengar penjelasan tersebut.

“ Ini balasan yang setimpal untukmu, karna mempermalukan keluarga dengan membatalkan pertunangan kalian secara sepihak! Dan ini tiketmu untuk esok hari, amerika menunggumu “ ucap namja dewasa itu sambil melemparkan tiket penerbangan seoul-amerika pada steve.

Mengingat kejadian saat itu, membuat air matanya perlahan keluar begitu saja dari pelupuk matanya. Tanganya bergerak perlahan, menyentuh bahu kanannya dengan hati-hati.

“ Wae.. kau lebih memilih mendengar ucapan yeoja itu dibanding aku hyung? Padahal aku tau, selama ini kau selalu menjadi pendengar yang baik untukku dan adik bungsu kita. Aku bahkan banyak meniru gaya dan sikapmu, menjadi orang baik dan tetap tersenyum meskipun ini sangat menyakitkan “

 

 

Jessica keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut basahnya dengan handuk kering. Ia berjalan santai hingga duduk ditepi tempat tidur, diraihlah ponselnya dan terlihat beberapa pesan dan panggilan masuk disana. Dengan sentuhan kecil dipermukaannya, jessica berhasil membaca beberapa pesan yang masuk dan semuanya berasal dari kim taeyeon.

 

From: Kim Taeng

Chagi~aahhh.. aku baru saja sampai, bagaimana denganmu?? Apa semua pengawalmu telah berhasil menemukan kekasihku ini, eoh?? Kekekekeke.. jangan lupa makan malam dan istirahat yang cukup, chagi~ah.. saranghae :*

 

Jessica tersenyum manis setelah membaca pesan singkat calon tunangannya itu dan ketika jessica akan membalasnya, sebuah panggilan masuk dengan nama sosok yeoja dorky itu pun langsung terpampang jelas dilayar ponselnya.

“ Taeng “

“ Chagi~aahh.. kenapa kau mengabaikan semua pesan singkatku, eoh?? Kau juga tidak mengangkat panggilanku “ rengek taeyeon

“ Mian, aku baru saja selesai mandi. Wae?? “

“ Ahh.. arrasseo, kau pasti sangat lelah sekali hm? “

“ Ne.. “

“ Ohh.. aku menghubungimu karna ada sesuatu yang ingin kusampaikan “

“ Apa itu?? “

“ Setelah kau menyelesaikan urusanmu dijeju nanti, aku ingin kita fitting baju untuk acara pesta pertunangan kita. Bagaimana menurutmu?? “

“ Apa kau sudah membicarakannya dengan appa?? “

“ Ne, aku baru saja menghubungi mr. Jung dan beliau menyetujuinya “

“ Arrasseo jika seperti itu “

“ Ne, cepatlah pulang. Aku banyak-banyak merindukanmu “

“ Nado, bye bye.. “

Klik..

 

Jessica menghela nafas sambil memandang ke luar jendela yang tak jauh darinya, ia kembali memikirkan nasibnya. Nasib pertunangannya bersama taeyeon, jujur saja sekali lagi jessica masih belum siap dengan pertunangan tersebut. ia juga sebenarnya menyimpan keraguan pada sosok taeyeon, jessica sadar jika pertunangan mereka tidak didasari cinta yang dalam tetapi akan lebih baik jika dirinya dan taeyeon saling mencintainya. Tetapi yang dirasakannya ini sangat berbeda jauh bahkan, seringkali jessica menemukan harum tubuh calon tunangannya itu berbeda dengan parfum yang selalu ia belikan untuk yeoja dorky itu. Dengan kata lain, jessica curiga bahkan sosok calon tunangannya itu memiliki seseorang selainnya dan taeyeon akan benar-benar menjadikan pertunangan mereka hanya sebatas pekerjaan. Tentu saja itu menyakitkan untuk jessica, sudah cukup ia hidup dibawah pengawasan para pengawal yang sama sekali tak membuatnya bebas. Jessica memiliki cara hidupnya sendiri, bahkan tak hanya jessica yang seperti itu. Semua orang pun memiliki cara hidup mereka masing-masing, memiliki impian tentang kehidupan bahagia dengan seseorang dimasa depan nanti. Tetapi takdir jessica berbeda, ia harus seperti ini. Kehilangan sosok adik dan omma sudah cukup baginya, tetapi jika harus kehilangan cinta?? Ia tak~..

Tok.. tok.. tok..

Jessica tersadar dari lamunan dan pikirannya, saat pintu kamarnya diketuk.

“ Jessie?? Apa kau  belum tidur?? “ tanya orang dibalik pintu itu, siapa lagi jika itu bukan steve

“ Masuklah “. Detik selanjutnya, jessica bisa melihat sosok seorang namja dari balik pintu yang tersenyum sambil membawa minuman disalah satu tangannya.

“ Kau baru selesai mandi? “ tanya steve sambil berjalan menghampiri jessica “ Apa tak apa-apa jika aku  kemari?? “ sambungnya ragu, melihat ekspresi diwajah steve membuat jessica tersenyum.

“ Waeyo?? Apa ada sesuatu diwajahku?? “ tanya steve bingung sambil meraba wajahnya

“ Aniyo, waeyo?? “ tanya jessica sambil meraih tangan steve untuk duduk dihadapannya.

“ E-eh? “. Steve terkejut melihat sikap yeoja dihadapannya ini berubah drastis padanya.

“ Wae? “ tanya jessica bingung “ Untuk apa kau kesini?? “ sambungnya

“ Ini.. “. Steve mengulurkan segelas coklat hangat dihadapan jessica, membuat yeoja itu terdiam bingung

“ Minumlah, ini akan menghangatkan tubuhmu. “ jelas steve sambil tersenyum manis, jessica yang masih terkejut memilih diam tanpa mengambil minuman dihadapannya itu. “ Tenang.. aku tak memberikan racun apapun ke dalam minuman ini, cobalah “ steve meraih tangan kanan jessica untuk meraih gelas tersebut.

“ Nah.. selagi kau menikmati susu coklatmu, aku akan membantumu “ ucap steve girang

“ Apa yang akan kau lakukan?? “ tanya jessica bingung

“ Kau membawa hair dryer?? “. Jessica yang tengah mencoba susu coklat itu hanya mengangguk sebagai responnya.

“ Dilaci make up “. Steve mengangguk dan segera mengambil hair dryer tersebut lalu, kembali lagi dan berdiri dibelakang jessica. “ Yah! Apa yang akan kau lakukan?? “ tanya jessica dengan kerutan didahinya.

“ Membantumu, mengeringkan rambut “ jawab steve sambil merapikan kabel-kabel hair dryer yang berantakan. Tak lama kemudian, hair dryer pun menyala dan steve segera mengeringkan rambut jessica membuat yeoja blonde itu tersenyum dengan sangat manis.

 

( Hening.. )

 

“ Jessie.. “ panggil steve memecahkan keheningan

“ Hm? “. Jessica menghabiskan susu coklat hangat yang baru ia teguk didalam mulutnya.

“ Boleh aku bertanya sesuatu? “ tanya steve hati-hati sambil terus mengeringkan rambut yeoja blonde itu

“ Apa itu? “ tanya jessica penasaran

“ Ada apa denganmu, saat diskusi tadi? “

“ H-huh? “. Tiba-tiba, jessica merasa sangat gugup dengan pertanyaan steve “ A-ani.. “

“ Sesuatu mengganggu pikiranmu? “ tanya steve lembut, memberikan kesan yang tenang saat jessica mendengar setiap ucapan dan suara dari namja itu. Dengan ragu, jessica mengangguk pelan.

“ Kau merindukan dongsaengmu?? “. Mendengar ucapan namja itu, membuat jessica segera menoleh ke belakang. Hal itu membuat pandangan mereka bertemu, cukup lama hingga akhirnya keduanya tersadar dan steve langsung mematikan alat pengering rambut tersebut.

“ Bagaimana kau mengetahuinya?? “ tanya jessica penasaran, tetapi namja yang kini sudah membiarkan kedua lututnya mendarat dilantai hanya bisa tersenyum manis.

“ Semua pengawal banyak membantuku, termasuk kwon yuri “ jawab steve namun, sebenarnya steve mengetahui perihal jessica bukan dari para pengawal atau pun kwon yuri. Steve bukan orang bodoh, saat dimana perpindahannya bersama krystal ke seoul tak akan lama lagi.. namja itu banyak-banyak mencari informasi tentang seluruh keluarga presiden serta jajarannya.

“ Menyakitkan, hm? “ tanya steve menatap kedua mata jessica dalam dan mendengar ucapan steve itu, membuat mata jessica berkaca-kaca. Bahkan, yeoja blonde itu sudah menitikkan air matanya. Pada akhirnya, ada seseorang yang mengerti perasaannya yang begitu merindukkan sosok dongsaengnya.

Disisi yang berbeda, steve yang melihat kedua mata yeoja blonde itu terlihat sangat tercengang dalam diamnya. Pasalnya kedua mata jessica yang sebelumnya ia lihat dipantai tadi tidak sejelas ini karna saat melihat kedua mata yeoja blonde itu, seolah steve melihat sosok krystal disana dan tanpa diketahui siapapun, selama steve berada diruang rahasia didalam kamarnya. Selama itu pula, ia mencoba mencari tau tentang keluarga krystal dan satu hal yang steve hubungkan sosok krystal dengan putri presiden itu adalah rasa penasarannya terhadap krystal dan jessica saat pertemuan pertama mereka disaat makan siang disalah satu cafe di seoul.

Steve dengan mengorbankan banyak waktu istirahatnya dimalam hari terus mencari tau tentang itu semua, tentang bagaimana sosok putri presiden itu yang rupanya kehilangan dongsaeng kesayangannya. Tak sulit bagi steve untuk mencari tau tentang hal tersebut, mengingat banyak cerita yang dibicarakan krystal padanya saat dulu dan cerita yang tersaji di dalam salah satu web kepresidenan itu sudah cukup bagi steve.

Steve kembali dalam dunianya, sosok jessica kini tengah menutup wajah dengan kedua tangannya. Yeoja blonde itu menangis, membuat steve segera memeluknya sambil meraih gelas ditangan yeoja itu untuk disimpan di atas meja samping tempat tidur jessica.

“ Uljima.. “

“ A-aku p-pinjam sebentar bahumu “ ucap jessica disela-sela isak tangisnya

“ Arrasseo.. kau boleh meminjamnya semaumu “. Steve berpindah tempat dengan duduk disamping jessica namun, kedua tangannya tak melepaskan pelukannya pada yeoja blonde itu. Mencoba memberikan penguatan sekaligus, mencoba untuk menenangkan yeoja blonde itu.

“ Jessie.. apa kau benar-benar kakak kandung krystal?? “ batin steve

 

Steve masuk ke dalam apartmentnya bersama seorang yeoja kecil yang berada digendongannya, yeoja kecil itu terus terisak dengan menenggelamkan kepalanya dibahu steve.

“ Kita sampai sweety “ bisik steve, yeoja kecil itu pun menengadahkan kepalanya

“ D-dimana aku, oppa?? “ tanyanya disela-sela isak tangisnya sambil melihat ke sekeliling ruangan

“ Apartmentku, kau bisa tinggal disini sampai kita bisa menemukan keluargamu lagi “. Steve mendudukkan yeoja kecil itu disofa dan cepat-cepat, namja itu mengambil segelas air mineral dan mengulurkannya dihadapan yeoja kecil itu “ Minumlah, kau pasti kehausan “.

Yeoja kecil itu mengangguk mantap dan segera meneguk air mineral itu sampai habis, membuat steve tersenyum manis sambil mengelus kepala yeoja kecil itu lembut.

“ Siapa namamu?? “

“ S-soo jung “

“ Nama yang bagus, kau bisa memanggiku steve oppa. Brother.. atau apapun itu “ ucap steve yang mencoba menghibur yeoja kecil itu dengan gaya hip hopnya dan itu berhasil membuat soojung tersenyum

 

Suatu hari..

Soojung mulai tumbuh dengan baik, ia sudah bersekolah ditingkat sekolah menengah pertama. Dan dipagi hari itu, seperti biasanya.. steve dan soojung menyiapkan sarapan untuk mereka dengan candaan dan tawa yang terus terdengar dipantry.

“ Oppa.. “ panggil soojung

“ Ne? “ tanya steve sambil terus menimbun beberapa sayuran dengan daging didalam roti

“ Aku ingin mengubah namaku “. Mendengar ucapan soojung, membuat steve terkejut dan menoleh ke arahnya

“ Wae?? “

“ Aku pikir teman-temanku banyak menjauhiku karna nama koreaku “

“ Chankman.. sudah berapa lama itu terjadi soojung?? “

“ Saat pertama kali aku memutuskan untuk bersekolah kembali, bahkan jika kau tau.. teman-temanku selalu membullyku saat aku masih taman kanak-kanak dan tak ada yang mengetahui hal itu termasuk eonnieku “

“ Ya tuhan, soojung~ah. Mengapa kau tak mengatakannya padaku, kau pasti menderita hm? “ steve menyimpan semua alat-alat dapurnya dan menangkupkan kedua tangannya diwajah soojung.

“ Maka dari itu, izinkan aku untuk mengubah namaku oppa “. Soojung menundukkan kepalanya, hingga detik selanjutnya steve bisa merasakan air mata yang keluar dari pelupuk mata yeoja itu.

“ Uljima.. kau tak akan mendapatkan perlakuan seperti itu lagi, kita akan mengubah namamu secepatnya “. Steve memeluk soojung, membiarkan yeoja itu menangis dalam dekapannya. “ Nama apa yang kau inginkan? “ tanya steve setelah melepaskan pelukannya dan menatap kembali yeoja dihadapannya.

“ Krystal.. “ jawab soojung mantap

“ Okay.. aku akan mengurus semuanya, kau tenang saja yaa. Kembali lah tersenyum “. Steve menarik kedua sudut bibir soojung hingga membentuk senyuman manis

“ Gomawo, oppa “

“ Cheonmaneyo.. “

 

Waktu sudah menujukkan pukul 2 dini hari dan jessica tertidur disamping namja itu dengan posisi terduduk. Menangis membuat yeoja itu lelah dan akhirnya tertidur, sedangkan steve masih terjaga. Selama itu, ia terus memikirkan krystal dan jessica berulang kali. Bahkan namja itu tak sadar, bahwa ia sudah menggenggam salah satu tangan jessica. Mengelusnya lembut dan itu membuat jessica semakin tertidur nyenyak.

Perlahan, steve menoleh ke samping kirinya dimana jessica menyandarkan kepala dibahunya. Menyisir setiap inci wajah yeoja itu, kedua mata, hidung, dan berakhir dengan memandangi bibir jessica.

“ Kau sangat mirip dengan krystal, tetapi ada satu hal yang belum aku ketahui tentang adikmu jung sooyeon. siapa nama dongsaengmu? “ gumam steve

***

~ 08.00 AM

Tap.. tap.. tap…

“ Anyyeonghaseyo, sir “ sapa jiyeon pada sosok namja yang tengah duduk membelakanginya.

“ Bagaimana acara diskusi kemarin? “

“ Aku tau, pertanyaanmu bukan mengarah pada diskusi itu oppa “. Jiyeon tersenyum manis dengan ucapannya yang tidak formal pada namja yang lebih tua darinya itu, membuat namja itu memutar kursinya hingga mereka saling berpandangan.

“ Dasar bocah. Kau dan jinri sama saja “ ucap namja itu sambil terkekeh dan membenarkan letak duduknya.

“ Kemarin aku bertemu dengan steve oppa “

“ Lalu?? “ tanya namja itu yang kini kembali pada ekspresi keseriusan diwajahnya

“ Dia menyuruhku pulang dan tidak berkeliaran disekitarnya “ jawab jiyeon sambil mengerucutkan bibirnya, membuat namja itu tersenyum

“ Kau berkeliaran disana bukan untuknya, tapi kau berkeliaran didekatnya karna untukku. Jadi lakukan saja pekerjaanmu sebagai tangan kananku, jiyeon~ah “

“ Arrasseo oppa.. dan ini informasi yang aku dapatkan tentang steve oppa, krystal dan putri presiden “. Namja itu segera membuka amplop coklat yang tersimpan di atas mejanya dan segera membaca berkas-berkas tersebut.

“ Aku sudah melakukan beberapa penyelidikkan termasuk sample rambut krystal dan jessica jung “ jelas jiyeon, membuat namja itu tersenyum senang.

“ Hmm.. jadi kedua yeoja itu adalah kakak beradik?? “

“ Ne.. “

“ Aku tak pernah membayangkan jika kau bisa sepintar ini jiyeon~ah. Aku tak menyesal memperkerjakanmu, gomawo “

“ Anything for you, sir “

.

.

~ Beep beep..

Bel apartment berbunyi, membuat krystal yang tengah menyantap sarapannya sekilas menoleh ke arah pintu apartment dan tanpa disuruh lagi dengan cepat seohyun menghampiri pintu tersebut.

“ Nona krystal.. “ panggil seohyun yang kini berdiri disamping krystal dengan sopan

“ Ne “

“ Seseorang menjemputmu “

“ NE?? “. Krystal mengerutkan dahinya dan segera menoleh ke belakang, detik selanjutnya yeoja itu terkejut sambil membekap mulut dengan kedua tangannya.

“ Sulli!! “ panggil krystal tak percaya.

“ Anyyeong krys.. “. Sulli melambaikan tangannya sambil tersenyum manis

“ B-bagaimana kau bisa mengetahui keberadaanku?? “

“ Tidak sulit, tidurmu nyenyak? “ tanya sulli sambil duduk dikursi makan, sedangkan krystal masih berdiri ditempatnya. Masih dengan tatapannya yang tak percaya.

“ Yah! Waegeurae? “ tanya sulli bingung “ Lanjutkan sarapanmu “. Sulli meraih tangan krystal untuk duduk lagi dikursinya.

“ Untuk apa kau kemari?? “

“ Menjemputmu “ jawab sulli yang terus memadang ke arah krystal sambil tersenyum dengan sangat manis, membuat krystal gugup

“ Kau tinggal sendiri, disini?? “ tanya sulli sambil beranjak dari tempatnya dan berjalan-jalan dilantai dasar itu

“ Ani.. aku bersama oppaku, tetapi ia sedang ada pekerjaan diluar kota “ jawab krystal yang kemudian, melahap sandwich terakhirnya.

“ Hmm.. apa kau sudah selesai sarapan? “. Sulli kembali ke samping krystal dan menundukkan kepalanya untuk melihat wajah yeoja yang masih nyaman duduk dikursi makan, membuat jantung krystal berdegup lebih cepat dari biasanya.

“ N-ne.. kajja “. Krystal beranjak dari tempatnya, bersamaan dengan itu sulli meraih tangan krystal dan membawa yeoja itu keluar dari apartment tersebut.

.

.

Jessica menuruni anak tangga dengan senyuman yang mengembang diwajahnya, entahlah pagi ini perasaannya sangat bahagia.

“ Good morning, jessie “ sapa steve girang yang tengah menyibukkan diri dipantry

“ Morning.. “

“ Bagaimana tidurmu?? “

“ Nyenyak, bagaimana denganmu? “ tanya jessica sambil duduk dikursi makan

“ Aku tak tidur, hehe “ jawab steve sambil terkekeh namun, pandangannya tetap mengarah pada beberapa cangkir dihadapannya. Membuat jessica mengerutkan keningnya

“ Waeyo? “

“ No problem, i think just insomnia “ jawab steve dengan intonasi inggrisnya yang sangat lucu, membuat jessica terkekeh. “ Drink it, tea mint. I made it “. Steve menyimpan segelas cangkir tea di depan jessica. “ I drink it, too “ sambung steve sambil menunjukkan cangkir miliknya dan duduk didekat jessica.

 

( Hening.. )

 

“ Kulihat hari ini adalah hari terakhir kita di jeju “ ucap jessica memecahkan keheningan.

“ Hm.. i see “. Steve menyimpan cangkirnya dan memotong roti menjadi beberapa bagian “ Dan kita akan ke suatu tempat “ sambung steve yang kemudian, menukarkan roti miliknya dengan roti jessica yang sebelumnya terhidang dihadapan yeoja blonde itu.

“ Yah! Mau kau apakan sarapanku?? “ tanya jessica yang mencoba merebutnya kembali, namun steve menghindari tangan jessica.

“ Makan saja sarapan itu, aku sudah memotongnya agar kau mudah memakannya “ jelas steve, membuat jessica menatap sarapannya

“ Arrasseo, gomawo.. “ jawab jessica sambil tersenyum manis dan mulai melahap sarapannya

“ Kita akan dijemput yuri, 1 jam lagi “

“ Ne, kita akan pergi ke vihara?? “

“ Ne, mereka sedang melaksanakan suatu acara. Dan suatu kehormatan bukan, jika kita bisa hadir disana “. Jessica mengangguk mantap

“ Ne, meskipun aku bukan konghuchu tapi aku menghargai mereka “ ucap jessica yang kini terlihat lebih baik lagi dalam menghadapi sosok namja dihadapannya.

“ Tentu saja, semua orang harus saling menghargai jessie. Dengan bergitu, hidup akan bahagia dan semakin bermakna “. Steve tersenyum pada jessica yang terus memandangnya kagum.

Suasana kembali hening, hanya suara deburan ombak dan burung bernyanyi yang terdengar diantara mereka. Keduanya masih saling berpandangan.

“ Maafkan aku~.. “. Steve mengelus sudut bibir jessica lembut, membuat jessica gugup bukan main. “ Ada daun mint disana “ jelas steve sambil memperlihatkan eye smilenya

 

 

“ Silahkan.. “. Ucap salah seorang biksu pada jessica dan steve, mereka berjalan memasuki vihara yang sangat besar nan megah dengan pengawalan yang ketat. “ Jika berkenan, kalian bisa mengikuti adat istiadat kami dalam mengucapkan doa didepan ini “ jelas biksu tersebut.

“ Tentu saja.. suatu kebanggaan untuk kami “ ucap steve sambil tersenyum, membuat jessica membelalakkan matanya. Pasalnya, jessica memang ingin pergi kesana tetapi yeoja blonde itu terlalu malas jika harus mengikuti peraturan vihara tersebut yang harus memanjatkan doa dengan lidi-lidi harum yang dibakar.

Lalu, biksu tersebut memberikan beberapa lidi pada steve dan jessica namun sebelumnya lidi-lidi tersebut sudah dibakar.

“ Apa kami sudah bisa melakukannya? “ tanya steve

“ Ne, silahkan. Panjatkan doa apa saja, niscaya doamu akan terkabul “ jelas biksu itu sopan

“ Jinjayo?? “ tanya steve tak percaya.

“ Kau bisa langsung melakukannya, aku akan mencontohkannya pada kalian “ jawab biksu yang segera berdiri didepan steve dan jessica. Steve bersiap untuk meniru apa yang dilakukan biksu itu, tetapi melihat sikap jessica yang ogah-ogahan membuat steve meraih tangan yeoja blonde itu.

“ Mwo?? “ bisik jessica kesal

“ Do it “

“ Shireo! “ jawab jessica. Perdebatan mereka terus berlangsung selama beberapa menit tanpa mengeluarkan suara kedua insan tersebut.

“ Jika kau melakukannya, aku akan memberikanmu hadiah “ bisik steve

“ Apa itu? “

“ Kau akan tau nanti “ jawab steve “ Jebal.. “ sambung steve yang sedikit memohon

“ Arrasseo “. Dengan mengerucutkan bibirnya, akhirnya jessica mengikuti ucapan steve untuk memanjatkan doa dan itu membuat steve senang. Sehingga steve segera memejamkan kedua matanya dan berdoa namun, bibirnya terus mengukir senyuman yang indah. Jessica yang sudah lebih dulu memanjatkan doa dengan beberapa lidi dikedua tangannya, menoleh ke samping kirinya dan menemukan sosok steve.

Tanpa disadari, yeoja blonde itu terdiam. Menganggumi paras tampan milik steve dengan senyuman indahnya.

“ Sepertinya.. aku menyukaimu “ bisik jessica ditelinga steve

 

“ E-eh?? “

 

TBC

 

96 comments

  1. oalah..emg..y…si Neng nih hhmmm bikin pgn cubit aj ^^V
    kok steve bisa kecolongn gituby….ampe org lain justru th lbh dl klo krys n sica kk n adik yg pisah,.,…
    asik…jeti makin dkt n steve perhatian bgt bhkn sica udh blg klo sk am steve..asa.,.^^

  2. aishh krys bikin jantungan aja, kirain kenapa-napa, ternyata hanya gara2 ada serangga. ckckck… ngeganggu moment jeti aja.
    pst….. jessi, kamu bikin steve ga konsen berdoa nya. kekekeke…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s