The Winner (8/?)

the winner2a

Title : The Winner (8/?)

Author: Adelayn_Tiffany & @Karina_riyu

Genre: Gender bender, romance, action, etc.

Main cast: Tiffany hwang, Kim Taeyeon, Jessica jung, Kwon Yuri

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaaπŸ˜„

***

β€œ Yul~… ”

β€œ Gwenchana…aku tidak akan melakukan apapun terhadapmu, tanpa seijinmu… ” Yuri tersenyum tulus, Ya…dia benar-benar tulus, hatinya tetap menunggu Tiffany dengan sabar.

β€œ Bilang tidak jika memang hatimu berkata tidak…aku tidak suka kepura-puraan…karena pada dasarnya, hal yang tersulit bagi setiap orang adalah jujur pada diri sendiri… ”. Entah kenapa Tiffany merasa tersinggung dengan ucapan Yuri itu, apakah hatinya sedang berpura-pura ?

β€œ M-miian..Yul~… ” Tiffany menundukkan wajahnya.

β€œ Jangan meminta maaf terus.. ” Yuri menarik dagu Tiffany.

Yuri memang lelaki baik, dia selalu mengutamakan Tiffany, dia tidak mementingkan egonya, seperti beberapa saat yang lalu, dia memaklumi jika Tiffany tidak menerima ciumannya, yang pada dasarnya adalah hal yang wajar, seseorang mencium kekasihnya.

β€œ Gomawo Yul~… ”

Yuri tersenyum β€œ Kau juga terlalu banyak berterimakasih, aku ini kekasihmu…”. Tiffany melingkarkan tangannya ditubuh Yuri, dan memeluknya. Tak ada alasan untuk Yuri tidak membalasnya.

Tess~

β€œ Wow…Fany~ah..lihatlah..salju turun… ”. Yuri menegangkan jarak mereka dan Tiffany tersenyum, dia menengadahkan wajahnya, merasakan sensasi yang dingin setiap kali tetesan salju mengenai wajahnya.

β€œ Ini indah Yul~… ”. Riangnya, dia berlari ke tengah halaman dan berputar-putar, merentangkan tangannya.

β€œ Salju ini memang indah, dan semuanya sangatlah indah ketika kau bersama mereka… ” Gumam Yuri seraya memandang sisi Tiffany yang lain lagi, dia terlihat sangat kekanakan, tidak seserius jika sedang mengenakan jas putihnya.

.

.

.

β€œ Zzzzzhhh….zzzsssh.. ” Tiffany menggigil, sekarang mereka kembali ke dalam rumah, menghangatkan tubuh didekat perapian.

β€œ Kau ini..lihatlah…tubuhmu hampir saja membeku.. ”. Omel Yuri seraya menyelimuti tubuh Tiffany dan dilapisi oleh pelukannya.

β€œ T-ttaapi…aku suka.. ”.

β€œ Tapi kau bisa sakit, baby~….lihatlah…kita sudah diperapian, berselimut tebal, pelukanku, tapi kau masih menggigil.. ”. Omelan Yuri masih berlanjut.

β€œ Yaa~ itu tugasmu untuk menghangatkanku~… ”.

β€œ Baiklah…kalau itu maumu… ”. Yuri membuka jaket dan bajunya.

β€œ Kkkau mau aappaa?! ”

β€œ Sssttt… ”. Yuri menyuruh Tiffany untuk diam. Dan kini Yuri sudah telanjang dada, hingga Tiffany bisa melihat betapa indahnya tubuh kekasihnya itu. Yuri membuka selimut Tiffany, membuang jaket tebal Tiffany, kini dia hanya mengenakan t-shirt-nya saja.

β€œ Yuull– ”

β€œ Hahha…aku kan sudah janji…aku tidak akan melakukan apapun, tanpa seijinmu…aku hanya akan menghangatkanmu…ireowa..terbaring dan aku akan memelukmu… ”

.

β€œ Tubuhku lebih hangat dari api itu..bukan? ”. Kini Tiffany hanya memejamkan matanya, dia mulai hangat didekapan Yuri, bersentuhan langsung dengan tubuh Yuri yang menyalurkan kehangatan ketubuhnya.

Dengan posisi berbaring di sofa, Yuri memeluk tubuh dingin kekasihnya itu, dia bisa merasakan kembali nafas hangat Tiffany dilehernya. Dengan berselimut tebal Yuri terus berjaga.

β€œ Jaljja… ”. Yuri mengecup kening Tiffany, dan akhirnya diapun ikut terlelap bersama kekasihnya.

****

Dibelahan Russia lainnya, terlihat yeoja dan namja yang sedang duduk disebuah kedai ramyun sekaligus menikati ramyun hangatnya.

β€œ Huuuuaaa….Oppa…ini sangat enak…aku menyesal tidak pernah mencobanya sejak lama… ” Ujar sang yeoja yang terlihat sangat bahagia, walaupun makan malam disebuah kedai kecil.

β€œ Hahhaa…ini belum seberapa, jika kau terus bersamaku, kau akan mengenal makanan enak lainnya, tak selamanya enak itu harus mahal… ”.Β  Timpal namja tersebut.

β€œ Hahha…dasar kau shikshin…aku bisa gendut jika terus kau ajak makan,.. ”.

β€œ Hey…kau tak lihat, apa aku gendut? Tidak kan? Asal jangan malas olahraga saja… ”.

β€œ Aahh, kau benar, kau ini tukang makan, tapi tubuhmu sungguh seperti orang yang kurang gizi… ”.

β€œ MWOYA….iiisshh….mati kau sekali lagi menghinaku… ”.

β€œ Hahahahaha… ”

Mereka tertawa lepas, membuat pengunjung lainnya tersenyum. mereka begitu senang melihat keakraban anak muda itu, siapa lagi jika bukan Yoong dan Krystal.

β€œ Kau harus bertanggungjawab jika aku kenapa-napa,Oppaβ€” β€œ. Β Dumel Krystal yang sekarang berada dipunggung Yoong.

β€œ Salahmu sendiri, kau terlalu banyak makan ramyun-nya.. ”. Balas Yoong yang tidak mau disalahkan, Ya…semua ini adalah akibat dari pertaruhan mereka, siapa yang paling kuat dan banyak makan ramyun, dan tentu saja Yoong tak terkalahkan, tapi akibat dari itu, Krystal merasakan perutnya yang tak enak, hingga Yoong harus menggendongnya.

Mereka berjalan menelusuri trotoar yang kini sudah sepi, angin malam yang dinginΒ  membuat Krystal semakin erat memeluk leher Yoong, namja yang kini ia sukai, ya…dia memutuskan untuk mengakui pada dirinya sendiri, jika dia memang suka dan mungkin mulai mencintai namja yang mnggendongnya ini.

β€œ Yoong-Oppa… ”

β€œ Hmm… ”

β€œ Aku mencintaimu… ”. Bisik Krystal ditelinga Yoong.

Yoong hanya tersenyum mendengarnya β€œ Jinjja? ”

β€œ Ne, tapi aku tidak mengharuskanmu untuk menerimaku, aku hanya ingin mengaku saja…aku tahu kau hanya melihat satu yeoja saja…dan itu adalah Seohyun.. ”. Ujar Krystal.

β€œ Bagaimana perasaanmu terhadapku? ” Tanya Krystal lagi, karena pemuda yang menggendongnya itu hanya diam, berjalan dengan pandangan fokus ke depan.

β€œ Aku juga mencintaimu… ”

β€œ Iya,,,sebagai adik saja kan?? ”

Yoong tersenyum lagi β€œ Apakah kau semudah itu mengatakan cinta? Aiiisshh…kau ini perempuan…apa kau tidak punya malu? ” Ejeknya.

β€œ Hahaha…kenapa harus malu? Apakah mencintai seseorang itu dilarang? ”

β€œ Aku akan menjawab dengan jujur, tapi bukan sekarang,.. ”

β€œ Jangan memaksakan hatimu, Oppa…aku tidak apa-apa… ”

β€œ Ani…jangan khawatir, aku sudah biasa di tembak oleh yeoja…hahahhaa.. ”

β€œ Aiiisshh…kau makin besar kepala.. ”. Krystal membenturkan kepalanya dengan kepala Yoong, dengan lembut tentunya. Hanya bercanda.

Terkadang kita tidak merasakan atau lebih tepatnya belum merasakan cinta yang tulus disekeliling kita, karena kita sibuk mengejar cinta yang kita inginkan, sebuah cinta yang sedikit mengandung unsur obsesi ketika kita belum mendapatkannya. Tapi jika orang itu pintar, maka dia tidak akanΒ  menyia-nyiakan cinta yang ada untuknya, dan mulai menerima kehadirannya.

****

Dengan langkah yang bersemangat, kim Taeyeon keluar dari Airport. dia telah sampai di Rusia kembali.

β€œ Huuufftt… ” Dia membuka kaca mata hitamnya β€œ Fighting…sebelumnya aku adalah pembalap mobil, dan sekarang aku datang kesini sebagai pembalap cinta..haha.. ”. Taeyeon sangat bersemangat, dia mengenakan kacamatanya kembali dan berjalan untuk pergi.

Dia menaiki taxi untuk membawanya ke hotel, sebagai tempat sementara untuk dia beristirahat.

.

.

Yuri dan Tiffany memutuskan untuk pulang, mobilnya terhenti di trafict light dan tak sengaja Tiffany seperti melihat Taeyeon berada didalam taxi yang berhenti di samping mobil Yul.

β€œ Ya Tuhan…masih saja aku membayangkannya..sadarlah Tiff, dia tidak menganggapmu ada.. β€œ batin Tiffany.

β€œ Sayang~ kau kenapa? Kenapa wajahmu terlihat pucat…apa kau sakit..? ”. Yul menyentuh pipi dan dahi Tiffany dengan tangan bebasnya, karena tangan satunya memegangi stir.

β€œ Ani… Nan gwenchana… β€œ

****

β€œ Jesse~… ”. Hara masuk ke kamar teman masa kecilnya itu, dia melihat pemilik kamar tersebut sedang tertidur, tapi dia bukanlah tidur seperti biasa, semua ini akibat dari minum-minuman keras semalam, entah berapa botol yang dihabiskannya.

Hara sangat miris melihat teman masa kecilnya sekaligus namja yang dicintainya itu seperti orang gila, dia terus menyebut nama Tiffany.

β€œ Apakah wanita ini yang namanya Tiffany? ”. Hara membuka galery foto di ponsel Jesse dan semua dipenuhi oleh foto satu yeoja itu, yeoja yang pernah bertemu dengannya dibandara waktu ia baru sampai di Rusia.

β€œ Ennggghh… ”. Jesse menggeliat, dan matanya terbuka perlahan. Dia bangun dan duduk bersandar di headbed.

β€œ Hara-ya…aww…kepalaku pusing sekali.. ”. Jesse memegangi kepalanya.

β€œ Bodoh…siapa suruh kau banyak minum… ”. Hara malah menyalahkannya.

β€œ Yahh~ kenapa kau malah memarahiku,…katanya kau istriku, layani aku dengan baik…ambilkan minum kek, makan kek, atau apalah…ini malah jutek.. ” Jesse mengacak rambut blonde-nya dan mengusap wajahnya.

β€œ Istri mana yang tidak sakit hati melihat suaminya mabuk dan menyebut nama wanita lain didepan istrinya sendiri HAAHH??! Pabo! ”

β€œ Hahahahhaha…kita masih pantas ya…memainkan drama diwaktu kecil dulu?? ” Ujar Jesse setelah tertawa lepas.

β€œ Jesse.. ”

β€œ Hmm… ”

β€œ Apa kau benar-benar mencintai Tiffany? Kau tidak mencintai istrimu lagi?? ” Tanya Hara yang tiba-tiba mempelihatkan ekspresi seriusnya.

Jesse mengambil tangan Hara, lalu dia menggenggamnya. β€œ Hara-ya…aku sayang padamu, kau tidak bisa tergantikan oleh siapapun, kau adalah teman masa kecilku…dan sekarang … Ya…aku mencintai dia,. ” Tegas Jesse.

β€œ Tapi dia tidak mencintaimu Jesse… ” Hara meremas tangan Jesse.

β€œ Yaa…aku tahu, tapi semua belum berakhir….aku akan tetap berada didekatnya sebagai sahabat yang baik… ”. Jawab Jesse dengan memamerkan deretan gigi putihnya itu.

β€œ Aku mencintaimu Jesse, dan aku tidak akan rela kau tersakiti seperti ini…aku bisa melakukan sesuatu untuk membuat Tiffany menjadi milikmu..otte? ”

Jesse mengernyitkan sebelah alisnya β€œ Apa maksudmu…cinta tidak bisa dipaksa Hara-ya~…biarkan seperti ini saja, aku tidak suka kau melakukan hal-hal diluar jalur.. ”

β€œ Hmmm….baiklah… ”

β€œ Nah…begitu lebih baik, aku ingin tetap kau menjadi istriku yang manis…bukan istri yang macam-macam, hahahaha… ”

β€œ Iiisshh….aku istri yang teraniaya…hikkksss… ”

β€œ Hahahhaa… ”. Merekapun tertawa dengan drama konyol yang terus mereka lakukan.

β€œ Kajja, aku akan membuatkan sarapan yang lezat untukmu β€œ. Ajak hara sambil menarik lengan jesse untuk beranjak dari tempat tidurnya.

****

Ting~ Tung~…

Keesokkan harinya, taeyeon berada di rumah Tiffany. Tangannya dingin dan perasaannya begitu gelisah, tiba-tiba ia mendadak merasa tidak percaya diri.

Klleekk~

β€œ Ohh…Oppa…OPPPPA…TAEYEON OPPA!! ”. Seseorang yang membukakan pintu tersebut langsung menghambur kepelukan Taeyeon.

β€œ Omo…Hyunie~ .. ”. Taeyeon sedikit limbung karena gerakan cepat Seohyun yang tiba-tiba. Tapi dia bisa menyeimbanginya.

β€œ Oppa, aku sangat merindukanmu, kau pergi tanpa memberitahukanku…sungguh aku sangat kehilanganmu Oppa~.. ”. Kata Seohyun yang masih tetap memeluk Taeyeon.

β€œ Ne, Hyunie…mianatha.. ”

Dan tepat ketika taeyeon dan seohyun tengah seperti itu, Tiffany turun dari lantai dua. Dia terlihat terkejut melihat sosok Taeyeon disana, ternyata kemarin dia tidak salah lihat.. namja yang dilihatnya kemarin benar-benar Taeyeon.

Melihat yeoja yang menjadi tujuannya datang kesini berada didepannya, Taeyeon segera melepaskan pelukan Seohyun. Membuat Seohyun sedikit kecewa.

β€œ Ohh..heyy…Tiffany… ”. Sapa Taeyeon sedikit canggung.

β€œ Hey.. kau kapan datang? ” Balas Tiffany dengan senyum yang sebisa mungkin terlihat manis.

β€œ Hmm…kemarin…aku tiba disini.. ”. Jawab Taeyeon, dia mengusap keningnya yang sedikit basah karena keringat dinginnya.

β€œ Oppa, tinggal dimana? Kenapa tidak kesini saja langsung? ”. tanya Seohyun yang ikut bergabung dalam perbincangan.

Melihat Seohyun yang begitu lengket dengan Taeyeon, akhirnya Tiffany memutuskan untuk cepat-cepat pergi dari sana β€œ Aku berangkat dulu ya.. ”.

β€œ Ne, Unnie…hati-hati…—Oppa, kau bisa mengantarku kan? ”

Taeyeon tidak bisa seperti ini terus β€œ Lepas Seohyun, aku bukan supirmu.. ”. Pedasnya, sangat pedas di telinga Seohyun, dan juga hatinya yang tersasat-sasat oleh lidah Taeyeon.

β€œ Oppβ€”ppa… ”

Taeyeon menghiraukan Seohyun yang kini tengah berkaca-kaca. Dia malah mengejar Tiffany yang hendak masuk ke mobilnya.

β€œ Fany…tunggu.. ” Taeyeon menghalanginya, dia menutup kembali pintu mobil Tiffany.

β€œ Apa? ”

β€œ Aku…aku datang kesini karena aku ingin bicara denganmu… ” Ujar Taeyeon pada akhirnya.

β€œ Apa? ” Singkat Tiffany lagi.

β€œ Aku minta maaf.. ” Taeyeon menatap lembut mata Tiffany.

β€œ Aku sudah memaafkanmu.. ” Tiffany mengerjapkan matanya agar cairan bening itu tidak terjatuh.Β Β  β€œ Sudahkan?? Jadi tolong biarkan aku pergi, aku harus cepat-cepat ke rumah sakit..pasienku menungguku.. ”. Tiffany menyingkirkan tangan Taeyeon yang berada di pintu mobilnya.

β€œ Andwe, andwe. Jebal.. tunggu, aku belum selesai bicara fany~ah.. ”

β€œ APALAGI…HAH?! ” Jerit Tiffany yang kini sudah menitihkan airmatanya. Dia tak kuasa menahannya. Dia merasakan sakit, bahkan lebih sakit hanya karena melihat wajah Taeyeon yang kini sudah berada dihadapannya.

β€œ Fany~ahh… ”. Taeyeon hendak memeluk tubuh Tiffany yang bergetar, dia menangis, menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

BUUUGGH—

β€œ Untuk apa kau datang….kau terlambat..KIM TAEYEON.. ”

β€œ Y-YURI– ”. Tiffany terkejut ketika Yuri sudah duduk diatas perut Taeyeon dan mencengkram kerah pakaiannya, dia hendak memukul wajah Taeyeon untuk kedua kalinya.

β€œ Yuri…hajiima…HAJIMA… ”

Yuri menatap tajam Tiffany, nafasnya memburuh, matanya terasa panas. Dia akhirnya berdiri dan menghempaskan tubuh Taeyeon ke tanah beraspal itu.

β€œ WAE?! KAU MASIH MENGHARAPKANNYA, HAH??! ”. Yuri berteriak didepan wajah Tiffany.

β€œ Untuk apa kau memintaku untuk menjadi kekasihmu, memintaku untuk membantumu mencintaiku?! BAGAIMANA BISA KAU MENCINTAIKU, JIKA HATI DAN PIKIRANMU HANYA ADA DIA?! AAARRGHH!! ”

Tiffany menundukkan kepalanya, dia menangis. Yuri benar, semua yang dikatakan Yuri benar.

β€œ Yul~… ”

β€œ AKU YANG MEMELUKMU SEPANJANG MALAM, TAPI KAU MALAH MEMANGGIL NAMANYA DALAM TIDURMU!! Sakkkittt…Fany~ahh…sakiitt…disini sakkkiitt… ”. Yuri mengusap airmatanya yang jatuh. Dia meremas dadanya kasar.

β€œ Yul~… ”. Tiffany tidak tahu harus bagaimana, dia mencoba meraih Yuri, tapi namja itu melangkah mundur.

Sedangkan Taeyeon hanya terdiam menatap Yuri dan Tiffany. Dia mencoba memahami situasi itu.

β€œ Yul, jebal…maafkan aku…akk-akku… ” Tiffany berhasil memeluk Yuri, dia memeluknya sangat erat, tidak membiarkannya terlepas walaupun Yuri terus mencoba melepaskannya. Yuri merasakan jika kemejanya telah basah karena airmata Tiffany.

β€œ Khhhhh…. ”. Yuri menghela nafas beratnya, dia melepaskan tangan Tiffany yang melingkar di tubuhnya.

β€œ Sudahlah… ”. Yuri berjalan menuju motornya kembali, Tiffany pun mengejarkan.

β€œ Yul…jangan pergi…jebal.. ”

β€œ Urus saja dia….dia terluka bukan? ” Yuri memakai helmnya dan langsung menstarter mogenya, melesat dengan kecepatan tinggi.

.

.

Disisi lain, seseorang mengawasi drama itu sejak awal. β€œ Saatnya bekerja.. ”. Dia menyalakan mesin mobilnya dan segera mengejar Yuri. Dia mengambil jalan lain, dengan kecepatan tinggi akhirnya setelah beberapa menit kemudian, dia sudah berada dijalan yang sama dengan Yuri, tapi orang itu berada di sisi arah yang berbeda dengan yuri. Yuri melajukan motornya dari arah selatan, sedangkan mobil tersebut dari arah utara..

β€œ Good bye… ”. Ucapnya dan langsung mengambil jalan lurus, hingga kini mereka saling berhadapan. Dari jarak yang lumayan dekat, karena terkejut Yuri akhirnya oleng ketika mobil tersebut terang-terangan menabraknya.

BRAAAAKKKK…

Tubuh yuri terlempar cukup jauh hingga puluhan meter dari motornya.

β€œ Aaahhhkhh… ”. Yuri terjatuh dengan kepalanya yang menyentuh jalan terlebih dahulu. Dia merasakan sakit yang teramat sangat. Hingga detik selanjutnya, namja itu tak sadarkan diri.

.

.

β€œ Mian, jika ini akan terasa sakit β€œ ucap tiffany yang mencoba mengobati luka taeyeon dengan matanya yang terus menatap ke arah dimana luka taeyeon berada, luka sobek disudut bibir namja itu berhasil membuat taeyeon meringis kesakitan.

Tak ada perbincangan yang terjadi diantara mereka, suasana begitu canggung dan masih terkesan tegang. Taeyeon terus memandang tiffany secara intens, ingin rasanya ia memulai perbicangan dengan yeoja yang berada dihadapannya. menanyakan apa yang telah terjadi selama ia tak ada dan menanyakan perasaannya yang ternyata tersimpan rapi diddalam pemilik eyes smile itu hanya untuknya.

β€œ Fany~ah β€œ panggil taeyeon, namun tiffany tak bergeming. Yeoja itu justru semakin berkonsentrasi dengan obat-obatan disampingnya.

β€œ Aku sudah selesai mengobatimu, kim taeyeon. maaf aku harus pergi, mungkin kita akan bertemu dilain waktu β€œ ucap tiffany yang segera beranjak dari hadapan taeyeon.

β€œ Hajiman, fany~.. β€œ

β€œ Jebal taeyeon, mengapa kau datang ketika semua sudah seperti ini??! Aku harus pergi.. β€œ. Tiffany membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan taeyeon seorang diri.

β€œ Fany~ah, mianhae.. tapi aku mencintaimu β€œ gumam taeyeon sambil terus menatap punggung tiffany yang semakin menjauh darinya. Detik selanjutnya, taeyeon menghela nafas. Perasaannya benar-benar berantakan. β€œ Kim taeyeon pabo! inilah akibatnya.. tapi bagaimana pun, aku tak boleh menyerah begitu saja β€œ. Taeyeon segera pergi meninggalkan kediaman tiffany yang sempat ia huni.

Disisi lain, seseorang mengawasinya sambil tersenyum evil.

***

Tap.. tap.. tap…

Seorang namja tengah duduk dikursi ruang kerjanya, memutar kursinya hingga menghadap pada jendela besar pemisah ruangannya dengan jalanan dibawah sana yang begitu sudah disibukkan dengan berbagai aktivitas. Namja itu memejamkan matanya dengan tenang, disalah satu tangan namja itu terdapat gelas dengan minuman wine yang tak banyak lagi. senyuman manis menghiasi pagi hari cerahnya saat itu, entahlah perasaan pagi ini membuatnya tak berhenti untuk tersenyum hingga detik selanjutnya, sebuah tangan menyentuh tubuhnya. Lebih tepatnya meraba bahunya dengan lembut sampai orang itu akhirnya, mendaratkan buttnya dipangkuan namja itu.

β€œ Apakah seorang direktur macam kau, selalu meminum wine dipagi hari hmm? β€œ tanyanya sambil melingkarkan kedua tangan dileher namja itu, membuat namja itu dengan perlahan membuka matanya dan tersenyum dengan sangat manis.

β€œ Ada angin apa kau kesini hara~ya? Bukankah, kau dan krystal sudah merencanakan untuk pergi bersama? Menghabiskan uangku… β€œ

β€œ Heyy.. namja tampan, jangan kira aku akan menghabiskan uangmu. Aku juga punya uang sendiri, weekkk~.. β€œ. Jesse terkikik melihat hara yang menjulurkan lidah dihadapannya.

β€œ Wae? Bukankah, kau istriku? Chagi? Hahaha, kau membuatku gila β€œ. Jesse memeluk tubuh hara, membiarkan kepalanya tersimpan aman dibahu yeoja itu.

β€œ Waeyo?? β€œ tanya hara sambil mengelus kepala belakang jesse dengan lembut

β€œ Ani.. β€œ jawab jesse yang kemudian, melepaskan pelukannya dan menatap hara. β€œ Kau boleh menggunakan uangku, jika kau mau. Tak usah sungkan, hara~ya. Kau sahabatku, tapiiii… kau juga harus menjaga dongsaengku β€œ sambung jesse yang kemudian mencubit hidung hara

β€œ Well.. jadi, kau menyuruhku untuk menjadi baby sister dongsaengmu?? β€œ

β€œ Apa boleh buat chagi? Anggap saja, krystal adalah anak kita hahaha.. khah, aku harus segera meeting β€œ ucap jesse sambil menggendong hara untuk berdiri dari hadapannya, lalu namja itu meneguk habis winenya dan merapikan pakaian kerjanya.

β€œ Biar aku yang merapikannya β€œ. Hara menarik dasi yang melingkar sempurna dileher jesse, adegan mereka ini benar-benar terlihat seperti sepasang suami istri. Setelah dasi yang melingkar dileher jesse sudah rapi, dengan kilat hara mengecup pipi namja itu dan tersenyum manis.

β€œ Thankyou.. β€œ

β€œ Your welcome, baby. Kalau begitu.. bolehkah~.. β€œ

β€œ Andwe! β€œ jawab jesse sambil berjalan cepat, namja itu juga sudah tau kemana arah pembicaraan hara yang merayunya untuk bisa ikut dalam meetingnya pagi ini.

β€œ Jebal.. aku ingin ikuuuttt β€œ rengek hara

β€œ Aisshh, shireo!! β€œ

β€œ Jebaaaal… β€œ

β€œ YAH!! β€œ

.

.

~ Rusia International Hospital…

Beberapa petugas medis terlihat begitu sangat sibuk ketika sebuah ambulance telah sampai dihadapan unit gawat darurat rumah sakit tersebut. Petugas ambulance itu segera membuka pintu belakang dan menarik blankar yang membawa seorang namja dengan darah yang masih segar memenuhi wajah dan tubuhnya. Beberapa paparazi pun rupanya telah berada disana dan mencoba mengambil gambar sosok namja itu yang sudah tak sadarkan diri itu. beberapa keamanan mencoba mengamankan situasi pada saat itu, hingga blankar yang membawa namja itu pun berhasil dilarikan ke ruang tindakan.

Disisi lain, tiffany tengah berjalan disepanjang koridor sambil membawa berkas-berkasnya yang menumpuk. Namun, pandangannya terlihat sangat kosong hingga akhirnya ia berhenti didepan pintu ruangannya. Sebelum tiffany membuka pintu ruangannya, yeoja itu menghela nafas panjang berharap ketika ia telah membuka ruangannya semua masalahnya dan dunianya telah berubah. Menjadi lebih baik dibanding masalah dan kejadiannya yang telah ia lewati pagi ini.

Dengan perlahan, tiffany memutar knop pintunya untuk membuka ruangannya itu. dia berjalan masuk ke sana, rupanya semuanya tidak berubah. Perasaannya tak karuan, dia begitu sangat bersalah pada yuri tapi disisi lain, bagaimana dengan taeyeon? perasaanya pada namja itu?

Tiffany duduk dikursi kerjanya, memijat pelipisnya yang terasa menyakitkan kepalanya dipagi hari yang sebenarnya sangat cerah itu. namun, hal itu tak berlangsung lama ketika telepon diruangannya berdering.

β€œ Sepertinya, orang-orang tidak menyukaiku untuk berlama-lama tenggelam pada masalah pribadiku sendiri β€œ sindirnya pada telepon yang terus berdering dimeja kerjanya. Dengan cepat, ia segera menerima panggilan itu.

β€œ Yeoboseyo? β€œ

β€œ … β€œ

β€œ M-MWO??! β€œ. Tiffany melepaskan gagang teleponnya dan segera beranjak dari tempatnya ketika mendengar informasi yang disampaikan oleh orang diseberang sana. Dadanya terasa sesak hingga yeoja itu tak menyadari bahwa air matanya keluar begitu saja dari pelupuk matanya.

β€œ Wae, selalu kau yang mendapatkan musibah seperti ini k-kkwon y-yuwrie β€œ

.

.

Dengan langkah yang tergesa-gesa, tiffany berlarian dikoridor. Perasaan panik, gelisah, marah pada diri sendiri berada dalam benaknya. Setelah menerima panggilan dari salah satu suster yang bekerja dirumah sakit tempatnya memegang kendali, yeoja itu telah menyalahkan dirinya sendiri. kwon yuri mengalami kecelakaan yang hebat pagi ini, semua ini karna masalah apa jika bukan karna perasaan tiffany yang belum bisa melepaskan seorang kim taeyeon dan memutuskan untuk mencintai yuri hanya untuk pelariannya.

β€œ Tiffany, bodoh, bodoh, bodoh!!! β€œ. Sambil terus berlari, berkali-kali tiffany memukul kepalanya sendiri dengan air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya. Hingga detik selanjutnya, ia sudah berada didepan sebuah pintu ruang tindakan. Ketika ia mencoba untuk masuk ke dalam sana, salah seorang suster menghalanginya.

β€œ Yah! Aku harus masuk! kwon yuri membutuhkanku! β€œ ucap tiffany dengan panik

β€œ Maaf nona, keadaannya sangat kritis. Lagipula, sudah ada dokter hyorin yang telah menanganinya β€œ

β€œ Aku tak peduli, biarkan aku masuk!! jebal… β€œ ucap tiffany yang perlahan nada suaranya memohon

β€œ Suster, tolong bantu aku. pasien muntah darah β€œ ucap dokter yang begitu serius menangani yuri, siapa lagi kalau bukan dokter hyorin. Hal itu menarik perhatian tiffany dan suster dihadapan tiffany. dengan sekilas, tiffany membaca name tag suster dihadapannya itu.

β€œ Perawat Nicole, biarkan aku masuk atau tidak mulai besok.. aku akan memberhentikan kau! β€œ ancam tiffany dengan terpaksa, mendengar ucapan tiffany suster itu terkejut bukan main dan spontan menyingkir dari hadapan tiffany sehingga dengan cepat tiffany berlari membantu dokter hyorin yang kewalahan disana.

β€œ Dokter tiffany β€œ panggil hyorin terkejut ketika melihat kehadiran kepala rumah sakit itu yang sudah berada disisi yuri, tepat diseberang dokter hyorin berdiri.

β€œ Biarkan aku membantumu β€œ. Mendengar ucapan tiffany, dokter hyorin pun langsung menganggukkan kepalanya mantap.

.

.

Seorang yeoja tengah menghabiskan waktunya ditaman, tepatnya dibawah pohon rindang yang begitu lebat. Setidaknya keberadaanya dibawah pohon rindang ini, bisa membuat perasaannya sedikit terhibur mengingat udara saat itu benar-benar menyegarkan paru-parunya yang terasa sesak ketika menerima perlakuan pertama kalinya dari seseorang yang berhasil membuat hatinya tersayat-sayat.

Tak jauh darinya, seorang namja mencoba berjalan mendekati yeoja itu. ekspresinya pagi itu terlihat sangat cerah dengan dikedua tangannya yang membawa minuman hangat untuk ia nikmati bersama yeoja yang sebentar lagi akan ia hampiri.

β€œ Seo~.. O-omo, gwenchana? β€œ tanya namja itu dengan khawatir ketika melihat mata seohyun seperti habis menangis, hal itu membuat seohyun cepat-cepat menutup wajahnya.

β€œ Yahh.. jangan tutup wajahmu seperti itu β€œ. Namja itu segera menyimpan kedua minuman disampingnya dan mencoba membuka tangan seohyun yang menutup wajah yeoja itu. dengan perlahan, seohyun membuka kedua tangannya dan menunduk.

β€œ Yoongie.. β€œ

β€œ Waeyo, seo? Kau habis menangis? Gwenchana?? β€œ. Tanpa mendengar jawab seohyun, detik selanjutnya yoong merasakan bahwa tubuhnya terasa sangat hangat. Seohyun memeluknya dan membasahi kemeja namja itu. dengan perasaan yang setengah gugup, yoong mencoba mengangkat tangannya. Mengelus lembut kepala seohyun yang telah membuatnya jatuh cinta pada yeoja itu.

β€œ Menangislah, jika itu akan membuat hatimu lega. Aku akan berada disisimu β€œ ucap yoong. Namja itu tak berani menanyakan apa yang sebenarnya tengah terjadi pada seohyun, yang bisa ia lakukan sekarang adalah mencoba menenangkan yeoja itu.

.

Ditempat lain..

Sebuah taksi berhenti tepat dihadapan sebuah cafe yang sudah menjadi kebiasaannya datang kesana, ketika memiliki waktu yang senggang. Dengan beberapa pelayanan yang baik, salah seorang pelayan itu membawanya ke salah satu tempat favoritenya.

β€œ Apakah kau ingin memesan yang lain? β€œ tanya pelayan itu dengan sopan.

β€œ Tidak, seperti biasa saja β€œ

β€œ Baiklah, kalau begitu mohon tunggu beberapa menit lagi β€œ. Namja itu tersenyum dan mengangguk. Detik selanjutnya, ia menghela nafas sambil memandang keluar jendela yang sudah begitu ramai dengan hilir mudik pejalan kaki. Kini, pikirannya kembali mengulang apa yang sebelumnya terjadi pagi ini. sudut bibirnya yang telah sobek dan tiffany yang masih begitu marah padanya, beberapa kali dia merutuki dirinya sendiri. menyesal atas apa yang ia lakukan saat, ia mencoba menolong tiffany ketika diculik oleh beberapa kawanan saat dilondon pada saat itu.

β€œ Kalau saja, aku tak mengatakan hal itu.. tapi, apa yang terjadi jika aku tak mengataka hal itu?! aishh.. serba salah! β€œ gumamnya yang kemudian, mengambil tab dari dalam tasnya untuk melakukan pesan elektronik pada sahabatnya dilondon sana, siapa lagi kalau bukan sunny.

Namun, ketika ia membuka halaman depan yahoomail beberapa berita terpampang disana. dimana berita kecelakaan pagi ini yang memakan korban seorang korban pembalap terkenal kwon yuri. matanya membelalak ketika membaca berita itu, bahkan kini ia sudah berdiri dari tempatnya hingga pelayan yang baru datang untuk mengatarkan pesanannya pun kebingungan.

β€œ Sorry, i pay it now. Aku harus pergi sekarang, terimakasih.. β€œ ucap taeyeon yang segera keluar dari cafe itu dengan tergesa-gesa.

.

.

1 jam telah berlalu, beberapa suster sesekali menghapus keringat dipelipis kedua dokter yang tengah menangani namja yang masih begitu lemah. Bahkan beberapa kali, tiffany hampir saja kehilangan keseimbangannya karna begitu shock melihat kondisi yuri yang sangat buruk dimatanya. Hingga beberapa menit kemudian, semuanya telah selesai. Semua suster telah menggantikan kerja kedua dokter untuk memindahkan yuri ke ruang VVIP ICU dirumah sakit tersebut.

Tiffany hanya bisa terdiam, ketika beberapa suster menarik blankar yang membawa yuri menjauh darinya. Melihat hal itu, cepat-cepat hyorin merangkul tiffany. mencoba menenangkan teman seperjuangannya itu.

β€œ Fany~ah, gwenchan~..? β€œ

β€œ Apakah dia akan baik-baik saja, hyorin? β€œ tanya tiffany dengan pandangan matanya yang kosong. β€œ Dia tidak akan koma kan? β€œ sambung tiffany dengan suaranya yang bergetar

β€œ Ne, kwon yuri mengalami koma β€œ

TBC

Holaaa.. mian, baru update sekarang. Semalam, gw terpaksa dibawa ke ugd karna penyakit gw kambuh hehe..

Bagaimana kelanjutannya?? Gw cuman bisa ngakak baca komen2 kalian, dan gw juga minta maaf karna belum bisa balesin komen2 kalian. Gw harap, kalian gak berhenti kasih komen sebagai support untuk gw. Makasih..

88 comments

  1. part ini bener” bikin sedih yuri hiks hiks T.T
    kasian bgt sih dirimu udh sakit hati skrg malah kena celaka mulu
    gk tau hrs ngomong apa lg?

  2. sedih bgt baca part ini, yuri hiks hiks T.T
    gk tau deh hrs ngomong apalagi
    setelah sakit hati krn hanya dijadiin pelarian skrg yul malah kena celaka lg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s