(Oneshoot) Venice

Krystal_Jessica

Title : (Oneshoot) Venice

Author: Adelayn_tiffany & Noviana

Genre: Family, sad, etc.

Main cast: Jung Sooyeon, Jung Soojung

Support cast: Find your self

Note : Diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa😄

***

~ Hari ini…

Semilir angin sore berhembus membawa kesejukan serta kedamaian. Dengan langkah perlahan, seorang yeoja tengah berjalan menyusuri jalan setapak melewati deretan makam-makam yang dingin. Di pemakaman kecil inilah tempat semua saksi hidup beristirahat meninggalkan sejuta kenangan indah bagi orang yang mencintainya.

Yeoja berkemeja putih itu tampak membawa serangkai bunga mawar putih dan sebuah amplop putih di tangannya. Kebanyakan tanah di pemakaman memang sedikit lembab, sehingga sepatu yang ia kenakan terlihat bertanah di ujungnya. Namun hal itu tak dirisaukan olehnya. Langkahnya kemudian terhenti di sebuah pemakaman berkeramik putih. Di nisannya terukir sebuah nama “ Soojung ”.

***

~ Venice..

60 hari sebelum hari ini…

“ Serius eonnie, kita pergi ke Venice? ” yeoja yang lebih muda darinya bersorak girang sambil berlonjak-lonjak di atas sofa. Gadis 19 tahun ini hampir saja jatuh terpeleset saking gembiranya.

Eonnie yeoja itu mengembangkan senyum lebar melihat tingkah konyol adiknya itu. krystal, yeoja yang berumur 19 Tahun itu bernama krystal. Ia memang sangat mendambakan untuk bisa pergi ke Venice. Sebuah kota kecil yang terletak di Negara Italia.

“ Jja~.. sekarang lebih baik kau siap-siap berkemas barang-barangmu lalu istirahat. Eonnie tak ingin besok kau malah kelelahan. Karena besok kita mau berangkat kemana…? ” tanya jessica menggoda sambil mencolek hidung mancung dongsaengnya.

“ VENICE…!!! ” jawab krystal semangat, lantas mendaratkan sebuah ciuman sayang di pipi kanan jessica. Kemudian krystal beranjak pergi ke kamarnya dengan berlari-lari kecil. Jessica memperhatikan dongsaeng kesayangannya itu dari belakang sampai yeoja itu menghilang masuk ke kamarnya.

~ Esoknya…

Setelah melalui perjalanan kurang lebih 14 jam dan sempat transit di beberapa Negara, akhirnya jessica dan krystal merasakan atmosfer keindahan Kota Venice. Sinar kebahagiaan adik kakak ini tak bisa dipungkiri dari raut wajah mereka. Rasa penat setelah melalui perjalanan panjang musnah seketika, tak berbekas sama sekali. Mereka saling merangkul, saling berpandangan dan tersenyum.

Setelah meletakkan barang-barang mereka di penginapan. Jessica dan krystal tampak tak sabar ingin segera menelusuri setiap celah di kota yang terkenal dengan julukan “ The City of Water ”, bahkan beberapa media Eropa menyebut Venice sebagai “ Undoubtedly The Most Beautiful City Built by Man ” dan “ Europe’s Most Romantic Cities ”. Bagi jessica ini adalah kali keduanya dia ke Venice, dulu waktu sekolah menengah jessica pernah kesini bersama pamannya. Meskipun begitu, bisa pergi ke Venice bersama adiknya jauh lebih istimewa.

“ Jalan-jalan yuk eonnie,” ajak krystal tidak sabar.

“ Memangnya kau tak lelah, krys? ” tanya jessica lembut sambil mengelus rambut krystal yag tergerai indah.

“ Tidak, ayo eonnie,” paksa krystal sambil menarik-narik lengan jessica. yeoja berambut blonde itu pun tersenyum melihat tingkah ceria adik perempuannya itu, baginya kebahagiaan krystal adalah segalanya. Jessica lalu bergegas menggantungkan kameranya di leher. Momen seperti ini memang suatu hal wajib untuk diabadikan.

Perjalanan dimulai dengan menyusuri Kanal Grande yang membelah kota Venice. Kanal Grande inilah yang menjadi jalanan utama dan pusat transportasi air. Di Venice segala jenis transportasi dipusatkan di atas kanal-kanal seperti perahu, gondola serta bus air.

Suasana kota semakin terlihat berbeda dengan bangunan-bangunan khas Eropa, mulai dari bangunan gaya bizantium, gotik, renaissans hingga baroque yang memperlihatkan sebuah nilai seni yang tinggi indah berjejer rapi di sekitar kanal. Tak salah kalau Venice dikenal sebagai salah satu kota terindah di dunia. Tampaknya jessica begitu asik mengabadikan setiap sudut bangunan yang memiliki nilai arsitektur tinggi itu. Sesekali krystal memasang gaya bak foto model di tepian kanal, tak mau kalah jessica juga mengeluarkan jurus bak photographer handal.

Cuaca di Venice kali ini begitu mendukung. Dengan membawa selembar peta kecil, jessica mengajak krystal untuk menyusuri jalanan kecil Venesia yang berliku-liku seperti labirin. Sambil menikmati setiap sudutnya, jessica membelikan es krim khas Italy yaitu Gelato untuk krystal. Jessica dan krystal memilih rasa pistachio yang rasanya sungguh yummy.

Setelah puas menyusuri jalanan kota Venice. Jessica mengajak krystal ke kawasan Piazza San Marco. Piazza San Marco ini adalah sudut yang paling penting karena merupakan alun-alun utama Venesia. Bangunan yang kental dengan aksitektur romawi ini dipenuhi dengan ratusan burung-burung merpati yang jinak. Krystal selalu bertingkah jahil, dia hobi sekali mengusir kerumunan merpati yang sedang berkumpul dengan tiba-tiba berlari tepat di tengah merpati itu bercengkrama. Jessica yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya dan terus mengabadikan setiap momen kebahagiaan adiknya itu.

“ Kita makan dulu yuk sekalian istirahat untuk mengumpulkan banyak tenaga lagi. setelah itu baru kita lanjutkan kembali jalan-jalannya. Memangnya kau tak lapar, krys? ” tanya jessica. Krystal pun lalu mengelus perutnya, dan ternyata cacing di perutnya memang sudah memberontak dari tadi hanya saja tak terasa saking asiknya menikmati indahnya Venice.

Jessica menggandeng tangan krystal menuju sebuah restoran yang berada persis di pinggir sungai. Sengaja jessica mengajak makan di restoran itu, tujuannya tak lain agar bisa menikmati pemandangan dari kapal-kapal dan gondola yang hilir mudik melewati sungai. Lalu jessica memesan spaghetti seafood untuk krystal dan dirinya.

“ Eonnie aku ingin naik itu,” pinta krystal sambil menunjuk salah satu gondola yang sedang membawa dua orang turis.

“ Iya, nanti ya adikku sayang. Sekarang kamu fokus dulu untuk menghabiskan makananmu, jangan celingukan kayak gitu yang ada nanti kau malah salah suap bukannya masuk ke mulut malah nyasar ke hidung,” kata jessica.

Krystal mengangguk tapi tetap saja dia tak mau berhenti celingukan memperhatikan setiap gondola yang hilir mudik di sungai. Pandangannya telah jatuh cinta pada Venice semenjak krystal menonton sebuah tayangan televisi yang menyuguhkan kecantikan “ The City Of Water ” ini.

Disini semua serba indah, segalanya mempesona. Venice mempunyai keindahan yang langka, siapapun yang pernah ke Venice pasti mempunyai kerinduan untuk kembali lagi ke kota ini. Sepertinya krystal juga begitu, hatinya bak kutub utara dan Venice adalah kutub selatannya selalu ada daya tarik yang tak bisa dicegah.

Selesai makan, akhirnya jessica mewujudkan keinginan krystal. Yeoja blonde itu menyewa sebuah private gondola yang hanya dinaiki oleh mereka berdua. Gondola mulai berjalan menyusuri kanal sungai kecil.

“ Kau tau, para masyarakat disini percaya bahwa pasangan yang berciuman di atas gondola tepat di bawah jembatan artistic disana~.. ” jessica menahan ucapannya terlebih dulu untuk menunjuk sebuah jembatan diikuti pandangan Krystal. “ Pada saat matahari terbenam cinta mereka pasti akan kekal selamanya. ”

“ Aku berharap bisa kesini lagi dengan pasanganku kelak, ” Krystal tersenyum. Dalam hatinya, jessica mengaminkan harapan adiknya itu.

Setelah naik gondola jessica dan krystal melanjutkan perjalanannya kembali. Tak tampak rasa penat di mata mereka.

“ Krys, apa kau tau.. jembatan apa ini? ” jessica meyandarkan punggungnya di tepian jembatan.

Krystal menggelengkan kepalanya. “ Molla ”

“vJembatan ini namanya Bridge of Sigh atau jembatan keluh kesah. Karena disinilah setiap tahanan melihat dunia luar untuk terakhir kalinya sebelum memasuki ruang tahanan yang gelap,”

Krystal terdiam sepertinya ada sesuatu yang tiba-tiba tersirat dalam logikanya. “ Eonnie, boleh aku bertanya? ”

“ Tanya apa? ” tanya jessica dengan santai, sepertinya yeoja blonde itu tidak menyadari perubahan air muka krystal yang kini tampak sayu.

“ Eonnie mengajakku ke sini untuk apa? Bukankah ini belum waktunya untuk aku liburan? ” tanya krystal yang tampak sedang memandang jauh kearah lajunya air.

“ Aku hanya ingin mewujudkan keinginanmu, bukankah kau ingin sekali pergi kesini? Anggap saja ini adalah hadiah ulang tahunmu. Jadi, ketika kau ulang tahun, eonnie tak punya hutang kado lagi. Kamu cuma tinggal traktir eonnie makan jjamyeon? Waeyo? ” jessica menoleh kearah krystal. Dan yeoja blonde itu baru menyadari keceriaan adiknya, kini telah hilang membuat jessica menatap serius adiknya.

“ Apa karena eonnie belum tentu bisa memberikan kado saat hari ulang tahunku karena mungkin hari itu aku sudah tak ada? ”

Jessica tercekat. Dia memandang adiknya iba, lalu memeluknya erat. Tanpa sadar darah segar mengalir dari hidung krystal. Krystal mimisan lagi.

***

~ 67 hari sebelum hari ini, 7 hari sebelum Venice …

Di balkon rumah sakit itu, tampak kemesraan kakak adik yang saling berpelukan. Sudut mata mereka sama-sama mengeluarkan bulir air mata. Adik kakak ini sepertinya telah mendengarkan sebuah kabar teramat buruk.

“ Wae kau tak pernah bilang padaku jika kamu sakit, krys? ”. jessica menatap tajam wajah krystal. Ada beban tergores di matanya.

“ Gwenchanayo eonnie, aku baik-baik saja ”. Krystal mencoba menenangkan jessica, tetapi sebenarnya dia juga mencoba menenangkan dirinya sendiri.

“ Apa yang kau bilang tak apa-apa, krys? Dokter bilang, Kanker otak stadium 4 ” Mata jessica berair dan tak lama kemudian, air mata itupun terjatuh dari pelupuk matanya.

***

~ Venice, hari untuk selamanya…

Jung Soojung.

Perlahan nama itu diusap dengan tangan lembut jessica dari dedaunan dan bunga kamboja yang jatuh di atasnya. Rumput liar yang tumbuh dibersihkan dan taburan bunga mawar kini menghiasi makam beku itu. Rangkaian bunga mawar putih yang dibawanya diletakkan tepat di atas nama adik perempuannya yang kini telah tiada. Waktu memang begitu cepat berputar. Tapi sayangnya waktu enggan untuk berbalik ke belakang. Semua yang telah berlalu, memang harusnya berlalu. Semua yang tiada memang harusnya tak ada. Semua akan ada hikmah terbaiknya jika percaya. Dan jessica percaya akan hal itu.

“ Krys.. eonnie ingin memberikan kabar bahagia padamu. Akhirnya eonnie bisa dapatkan beasiswa seni di Venice, ”. Amplop putih yang digenggamnya ternyata adalah surat undangan beasiswa ke Venice. “ Dan sekarang eonnie akan tinggal di kota impianmu. Mengenang setiap keceriaanmu dan mengukir indah namamu di setiap sudut Venice. Berbahagialah kau disana krys, doaku selalu menyertaimu dan selalu ingatlah.. bahwa eonnie selalu mencintai dan menyayangimu. Selamanya, love you baby jung.. saranghae.. ”

~ FIN ~

30 comments

  1. Yah sad ending cerita@..
    Jung sister..
    (T_T)
    Ditunggu hiks..hiks.. Ff hiks..hiks..
    Lainnya hiks..hiks..
    (Msih terbawa suasana saat bca@)..
    Hiks..hiks..

  2. sediiih..
    biarlah kenangan indah itu selalu ada di hati,selama nafas berhembus kau akan selalu ada di ingatan..

  3. gimana rasa nya punya adik?. dan menjadi seorang kakak perempuan?..
    fie ff mu benar2 buat ku sedih. saat cerita tentang, ibu yg mengajari anak nya. lalu ff yg judul nya hero, dan sekarang yg ini.
    baru aja aku selesai baca ff jeti yg sad ending, eh sekarang malah nemu yg lebih menyedihkan. 😢 hiks… hiks…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s