The Winner (3/?)

the winner

Title : The Winner (3/?)

Author: Adelayn_Tiffany & @Karina_riyu

Genre: Gender bender, romance, action, etc.

Main cast: Tiffany hwang, Kim Taeyeon, Jessica jung, Kwon Yuri

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaaπŸ˜„

***

Taeyeon tersenyum manis sambil terus memandang yeoja yang terlihat begitu fokus memakan makan malam dihadapannya. tak ada perbincangan yang terjadi diantara mereka, itulah yang membuat Taeyeon tersenyum ditambah karna melihat sikap si yeoja dengan kepalanya yang terus menunduk sambil melahap makanannya sedikit-sedikit.

β€œ Bagai~.. O-omo.. kau mengejutkanku β€œ. Ucap Tiffany yang akhirnya memutuskan untuk mendongakkan kepala untuk memulai perbincangan namun, yang terjadi ia malah terkejut karna menemukan namja yang berada dihadapannya tersenyum dan terus memandang ke arahnya. Tiffany mengelus dadanya sambil menghirup nafas dalam dan mengeluarkannya secara perlahan.

β€œ Haha.. waegeurae?? β€œ

β€œ Jinja, kau berhasil mengejutkanku kim Taeyeon β€œ

β€œ Hahaha~.. aku tak pernah melihat orang yang sangat berkonsentrasi dengan makanannya sepertimu itu, aigoo.. β€œ ucap Taeyeon yang kemudian, meneguk susu coklat hangatnya.

Hening…

β€œ Bagaimana ingatanmu?? β€œ tanya Tiffany yang kembali memecahkan keheningan diantara mereka

β€œ Baik-baik saja. Aku masih tak bisa mengingat apa-apa selain, appa dan semua artikel yang mengatakan bahwa aku adalah pembalap β€˜racing race’ yang kau perlihatkan padaku. β€œ

β€œ Aku harus memeriksamu lagi β€œ

β€œ Aniyoo.. gwenchanayo, aku nyaman seperti ini hehehe β€œ

β€œ Bagaimana bisa kau mengatakan nyaman jika sebagian ingatanmu masih menjadi kepingan puzzle untuk dirimu sendiri β€œ

β€œ Setidaknya, meskipun aku tak mengetahui bagaimana aku sebelumnya tapi semua orang mengenalku termasuk penggemar-penggemarku salah satunya di london β€œ

β€œ Aku tidak mengenalmu β€œ ucap Tiffany singkat

β€œ Jeongmal?? Kau akan menyesal nantinya, jika pura-pura tak mengenaliku β€œ ucap Taeyeon menggoda sambil mencolek pipi Tiffany.

β€œ Ishh.. mwoya β€œ. Tiffany mencoba menghindari tangan Taeyeon yang ingin terus menggodanya. Hingga akhirnya, Taeyeon pun menarik kembali tangannya dan bersidekap di atas meja.

β€œ Habiskan makananmu, ini sudah dini hari. Apa kita tak akan tidur, huh?? aku bahkan sudah menguap beberapa kali β€œ. Tiffany terkikik mendengar ucapan Taeyeon dan kembali melahap makanannya.

β€œ Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang?? Musim dingin akan segera berakhir dan kau tak mungkin bisa menyibukkan diri dengan snowboardmu β€œ

β€œ Kau benar, musim dingin akan segera berakhir. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan, banyak sekali orang yang memintaku untuk kembali ke arena balapan β€œ

β€œ Lalu?? Apa masalahnya? β€œ

β€œ Masalahnya, appa belum memberikanku jawaban bahwa aku boleh atau tidaknya kembali ke arena balapan….. Haruskah aku masuk ke team olahraga baseball?? β€œ

β€œ Mwo?? Jangan gila, kim Taeyeon. kau itu kurang β€˜tinggi’ untuk masuk ke dalam team baseball β€œ

β€œ Yahh!! kau meremehkanku, eoh?? Asal bicara saja β€œ ucap Taeyeon sambil mendengus kesal lalu, meneguk habis susu coklatnya

β€œ Bagaimana jika kau menjadi seorang model?? β€œ

β€œ Uhuukkk!!! β€œ

β€œ W-waw, wae, wae? β€œ tanya Tiffany yang segera membantu Taeyeon untuk meraih air putih yang tak jauh dari mereka. dengan cepat, Taeyeon meneguk air putih itu hingga habis dan menghela nafas panjang.

β€œ Hwang miyoung.. β€œ geram Taeyeon sambil menatap tajam mata Tiffany

β€œ Yah! Jangan panggil nama koreaku! β€œ

Pletakkk..

β€œ Awww.. β€œ

.

.

~ Keesokkan harinya…

β€œ Good morning, oppa β€œ. Sapa Krystal girang yang kemudian, mencium kedua pipi oppanya yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya tengah duduk dimeja makan dengan koran di kedua tangannya.

β€œ Morning, krys β€œ. Krystal mengambil beberapa helai roti yang sudah diberi beberapa selai disana dan menyimpannya disebuah kotak makan yang lucu, hal itu mengundang perhatian oppanya.

β€œ Waegeurae?? Apa kau tak akan sarapan bersama oppa pagi ini?? β€œ

β€œ Ne, hari ini Jesse oppa sarapan sendiri yaa. Ital sibuk banyak-banyak β€œ

β€œ O-omo.. ada apa dengan lidahmu?? Apa lidahmu terkilir?? Mengapa gaya bicaramu seperti itu, eoh? β€œ

β€œ Hahaha.. Jesse oppa, pabo! β€œ

β€œ Mwo?? Yah!! Mwoya, pagi ini kau aneh sekali β€œ

β€œ Ne, aku memang aneh setelah bertemu dengan oppa pembalap. Bruumm.. bruumm β€œ jawab Krystal sambil meniru gaya seorang pembalap motor dihadapan Jesse, membuat Jesse menyernyitkan keningnya tak mengerti. β€œ Jja~.. aku pergi oppa, saranghae β€œ sambung Krystal sambil memberikan ciuman hangat dipipi oppanya lagi dan berlari ke dalam mobil yang sudah siap membawanya.

β€œ Yah.. ada apa dengan dongsaengku?? β€œ gumam Jesse yang masih tak mengerti melihat perubahan yang terjadi pada dongsaengnya.

.

.

β€œ Anyyeong oppa β€œ

β€œ Ehh.. krystal?? β€œ. Yuri membalikkan tubuhnya dan terkejut ketika melihat sosok Krystal yang sudah berada dibelakangnya. Pagi ini seperti biasanya, Yuri disibukkan dengan aktivitas latihannya dalam mempersiapkan pertandingan selanjutnya. Dengan keringat yang mengalir dari pelipis hingga ke lekuk lehernya, memberikan kesan yang sexy dan err.. tak bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi.

Krystal tersenyum dengan sangat manis dan memperlihatkan sekotak makanan lucu dihadapan namja itu. β€œ Time for breakfast, oppa β€œ ucap Krystal girang, Yuri tersenyum manis yang kemudian mengelus kepala Krystal lembut membuat yeoja itu semakin kegirangan. Bisa dilihat, padahal mereka baru saja bertemu kemarin tetapi melihat hubungan keduanya seolah mereka sudah mengenal jauh dari beberapa hari yang lalu atau bahkan dalam waktu yang lama. Semua ini karna baik Yuri dan Krystal yang begitu easy going.

β€œ Gomawo krystal, kajja.. β€œ. Yuri merangkul Krystal untuk duduk ditempat yang tak jauh dari motornya berdiri.

β€œ Yul, ini minumanmu dan ini untuk yeoja cantik yang sudah pagi-pagi datang kemari β€œ ucap salah satu staff sambil menyimpan minuman di atas meja.

β€œ Gamsahamnida β€œ jawab Krystal sopan, sedangkan Yuri hanya tersenyum. staff itu pun segera undur diri sehingga menyisakan Yuri dan Krystal disana.

β€œ Oppa.. cobalah β€œ. Krystal membuka kotak makanan itu dan menyodorkannya pada Yuri.

β€œ Arrasseo, aku akan mencobanya β€œ. Yuri segera mengambil roti itu dan melahapnya hingga detik selajutnya, salah satu ibu jarinya terangkat dihadapan krystal. β€œ Mashita.. gomawo β€œ sambungnya.

β€œ Makanlah yang banyak oppa, mianne.. aku hanya membawa roti saja β€œ

β€œ Aigoo.. gwenchanayo, justru aku yang harus berterimakasih karna kau sudah mau datang pagi-pagi kemari dan membuatkanku sarapan β€œ

β€œ Cheonmaneyo, aku juga senang melakukannya untuk oppa β€œ

β€œ Aku jadi terharu, hehe.. apa kau sudah sarapan?? β€œ

β€œ Belum, wae? β€œ tanya Krystal polos, membuat Yuri menghentikan gerakan mulutnya yang sebelumnya tengah mengunyah makanannya itu dengan melihatkan ekspresi datarnya.

β€œ Waegeurae?? Kenapa kau hanya diam melihatku sarapan saja, huh? kau sendiri belum sarapan, ya tuhann.. β€œ

β€œ Ak~.. β€œ. Yuri langsung menyuapkan roti ke dalam mulut krystal, sehingga Krystal berhenti mengoceh.

β€œ Buka mulutmu dan habiskan roti itu β€œ. Dengan mengerucutkan bibirnya, Krystal patuh dan menghabiskan roti itu membuat Yuri tersenyum senang.

.

.

β€œ Eonnie.. β€œ. Tiffany mendongakkan kepalanya ke sumber suara. Terlihat Seohyun yang tengah menuruni anak tangga bersama Taeyeon dengan girang sambil bergandengan tangan, tepatnya Seohyun lah yang melingkarkan tangannya dilengan Taeyeon. Tiffany yang sebelumnya sudah disibukkan dengan pekerjaannya dipagi hari hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis melihat kedua orang itu salah satunya Seohyun.

β€œ Selamat pagi, eonnie β€œ sapa Seohyun yang akhirnya, berdiri dihadapan Tiffany. Taeyeon yang berada disampingnya hanya bisa menaikkan kedua alis sambil menyeringai dorky.

β€œ Selamat pagi, seo.. Taeyeon β€œ

β€œ Eonnie, pagi ini kau tak usah mengantarku ke kampus~.. β€œ

β€œ W-wae?? β€œ

β€œ Aku belum selesai bicara eonnie.. aku akan diantar Taeyeon oppa, tidak apa-apa kan?? β€œ. Tiffany terdiam lalu, menoleh ke arah Taeyeon seolah meminta jawaban bahwa Taeyeon memang benar-benar akan mengantar Seohyun ke kampus.

β€œ Ne, kebetulan aku memang akan keluar β€œ. Tiffany menghela nafas. β€œ Baiklah, hati-hati dijalan β€œ ucap Tiffany

β€œ Ohh.. eonnie belum mau pergi ke rumah sakit?? β€œ tanya Seohyun yang baru saja akan melangkahkan kakinya untuk meninggalkan Tiffany.

β€œ Morning.. β€œ

β€œ Ohh.. Jesse β€œ panggil Tiffany girang, ketika menemukan Jesse yang sudah berada tak jauh darinya, Seohyun dan Taeyeon. otomatis, Taeyeon dan Seohyun pun menoleh ke arah Jesse.

β€œ Jesse oppa β€œ panggil Seohyun sambil tersenyum.

β€œ Anyyeong seo, kau sudah mau pergi ke kampus? β€œ tanya Jesse dengan mengabaikan Taeyeon yang berada disamping Seohyun, namun hal itu tak terlalu dijadikan masalah untuk Taeyeon. ia tetap berdiri ditempatnya dan memandang Jesse dengan ekspresi yang biasa saja.

β€œ Ne, oppa.. kalau begitu aku pergi dulu, fany eonnie kami pergi yaa β€œ pamit Seohyun sambil melambaikan tangannya tanpa terus melepaskan gandengan tangannya dari Taeyeon. Tiffany pun mengangguk mantap dan membalas lambaian tangan Seohyun lalu, menghela nafas panjang.

β€œ Waegeurae?? β€œ tanya Jesse sambil melemparkan tubuhnya disamping Tiffany, lalu merangkulnya.

β€œ Tak ada β€œ jawabnya singkat dan kembali menyimpan jari-jarinya di atas keyboard laptopnya.

β€œ Heyy.. geumanhae, tidakkah kau istirahatkan dulu pikiran dan jari-jarimu ini hmm? β€œ. Jesse menghentikan pergerakan tangan Tiffany dengan meraih tangan pemilik eye smile itu, hal itu membuat Tiffany terdiam dan menoleh ke arahnya dengan ekspresi yang bingung.

β€œ Mwoya? β€œ

β€œ Lihat, pagi ini aku membawakan sesuatu untukmu β€œ. Jesse merogoh saku celananya hingga, memperlihatkan sebuah kotak kecil yang lucu lalu ia membukanya. β€œ Aku sengaja membelikan ini sebelum ke sini, khusus untuk dokter cantik sepertimu β€œ sambung Jesse sambil mengambil jepitan rambut yang lucu dengan beberapa berlian kecil yang mengelilingi aksesoris tersebut.

β€œ Ini benar-benar untukkku?? Tidakkah ini berlebihan, Jesse?? Gwenchana, kau tak perlu membelikan barang semahal ini β€œ. Tiffany mencoba menolak pemberian Jesse namun, Jesse segera menggelengkan kepalanya.

β€œ Ani.. aku tak peduli, baik ini barang mahal atau tidak. Aku ingin kau memakainya, karna jepit ini sangat cocok untukmu hanya itu tidak lebih. Pakailah, jebal.. β€œ. Tiffany terlihat menimbang-nimbang untuk menerima pemberian Jesse β€œ Ayoo.. apa mau aku pakaikan, hm? β€œ tanya Jesse hingga detik selanjutnya, terlihat senyuman manis yang terukir diwajah Tiffany.

β€œ Tolong pakaikan untukku Jesse β€œ. Jesse pun terlihat kegirangan karna akhirnya, Tiffany tak menolak hadiah kecilnya sehingga dengan cepat ia memakaikan jepit rambut yang cantik itu dirambut Tiffany. β€œ Jja~.. kyeopta β€œ puji Jesse, membuat Tiffany tersipu malu

β€œ Gomawo, Jesse β€œ ucap Tiffany yang langsung memeluk Jesse erat dan hangat.

β€œ Cheonmaneyo, aku senang melakukannya untukmu tiff β€œ. Jesse mengelus lembut punggung Tiffany dengan senyuman yang tak pernah hilang dari wajahnya. β€œ Jja~.. apakah kau sudah siap untuk pergi bekerja?? kau akan terlambat jika tak melepaskan pelukanmu dariku β€œ ucap Jesse menggoda, membuat Tiffany segera melepaskan pelukannya dan memukul kecil dada Jesse. Jesse terkikik dan segera membantu Tiffany untuk merapikan berkas-berkasnya.

.

.

β€œ Jja~.. kita sudah sampai β€œ ucap Taeyeon seraya mematikan mesin mobilnya.

β€œ Gomawo, oppa β€œ

β€œ Ne, tak masalah. Chankman~.. β€œ. Taeyeon buru-buru keluar dari mobil dan berlari untuk membuka pintu bagian Seohyun. Hal itu membuat Seohyun tersipu malu sambil keluar dari mobil Taeyeon.

β€œ Belajar yang baik, seo.. jika kau membutuhkan sesuatu, hubungi oppa. Dan seperti biasanya, nanti siang oppa akan menjemputmu. Arrasseo? β€œ. Taeyeon mengelus kepala Seohyun dengan lembut dan senyuman manis nan imut itu tak pernah menghilang dari wajah Taeyeon.

β€œ Ne, oppa.. sekali lagi, gomawo β€œ. Seohyun memeluk Taeyeon erat sambil tersenyum senang dan detik selanjutnya, ia melepaskan pelukannya dan menatap mata Taeyeon dalam.

β€œ Wae?? β€œ tanya Taeyeon bingung namun, dengan cepat Seohyun menggelengkan kepalanya. β€œ Arrasseo, kalau begitu oppa pergi dulu β€œ ucap Taeyeon yang mencoba kembali melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam mobil.

β€œ Oppa~.. β€œ. Taeyeon menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah Seohyun

Chu~…

Taeyeon terdiam terpaku, ketika mendapatkan ciuman singkat dari Seohyun dipipinya. Dan Seohyun yang sudah berlari dari tempatnya, terkikik melihat Taeyeon yang masih terlihat terkejut karna ulahnya.

β€œ Hati-hati, oppa β€œ. Ucap Seohyun yang sedikit berteriak agar terdengar oleh Taeyeon.

Disisi lain, seseorang tersenyum evil ketika sudah mendapatkan beberapa gambar sasarannya. Lalu detik selanjutnya, ia meraih ponsel dari saku celananya dan menghubungi seseorang.

β€œ Aku sudah mendapat banyak gambar tentang kim Taeyeon dan beberapa orang yang selama ini tinggal bersamanya β€œ

β€œ … β€œ

β€œ Secepatnya, aku kirimkan gambar-gambar ini untukmu β€œ

β€œ … β€œ

β€œ Ne.. β€œ

Klik..

Disisi yang lain lagi tak jauh dari Taeyeon maupun Seohyun, seorang namja yang melihat hal itu dari balik pohon hanya bisa memandang dengan perasaan yang tak bisa diartikan. Hancur, sakit hati dan sesak dirasakan olehnya sehingga perlahan salah satu tangannya terangkat untuk meremas dadanya yang terasa sesak. Menyedihkan memang, tetapi apa yang bisa dilakukannya??

β€œ Yoong oppa β€œ. Dengan refleks, namja itu membalikkan tubuhnya dan berusaha bersikap biasa saja.

β€œ Ohh.. kau, ada apa lagi?? β€œ tanya Yoong yang segera melangkahkan kakinya untuk pergi dari balik pohon, hal itu mengundang pertanyaan dari krystal.

β€œ Waegeurae?? Sepertinya moodmu pagi ini tidak baik β€œ

β€œ Moodku memang selalu tidak baik jika aku bertemu denganmu β€œ cetus Yoong

β€œ Yahh! kau jahat sekali, oppa β€œ

β€œ Kalau aku memang jahat, wae eoh?? β€œ

β€œ Aku akan tetap membuntutimu, wleeee… β€œ ucap Krystal yang segera berlari untuk menghindari namja itu

β€œ Yah!! Geumanhae! β€œ

β€œ I dont care, oppa β€œ ucap Krystal sambil menjulurkan lidahnya

.

.

.

Tiffany merasakan kepalanya yang berdenyut “Iiisshh…” Dia bersandar di sandaran kursinya, memejamkan matanya sejenak mengistirahatkan syarafnya.

Pulang malam menjadikan Tiffany kurang tidur, disamping memeriksa dan mengecek kondisi pasiennya, Tiffany juga mengurusi masalah administrasi rumah sakit, dia selalu megecek data-data hingga mencapai keakuratan, mengingat dia juga menjabat sebagai kepala rumah sakitnya.

Rasa lelah yang teramat sangat, membuatnya terlelap begitu saja dikursinya. Dan beberapa menit kemudian seseorang masuk ke ruangan Tiffany. Bisa dikatakan dia adalah seorangΒ  stalker, karena setiap hari selalu mengganggu Tiffany, entah pada waktu pagi, waktu siang saat jam istirahatnya ataupun saat Tiffany pulang. Dia adalah Kwon Yuri, perasaannya kepada Tiffany sungguh tidak main-main, tapi sayang….Tiffany belum juga merasakan rasa yang sama dengan apa yang Yuri rasakan.

” Ya Tuhan…kau ini bandel sekali sih…tubuh lelah tapi tetap menguras tenaga hingga akhir, dan lihatlah…sekarang kau tertidur disaat bekerja huh… ” Yuri berbicara dengan Tiffany yang masih terlelap dikursinya. Pria yang berprofesi sebagai pembalap itu berjalan mendekatinya dan dengan perlahan dia menelusupkan tangannya dibawah paha dan punggung Tiffany, lalu mengangkatnya dan merebahkan tubuh lelah itu di sofa tamu, setidaknya tempat itu lebih nyaman dari pada di kursi.

Yuri melepas jaketnya dan diletakkan di atas tubuh Tiffany sebagai pengganti selimut. Yuri menatap intensΒ  wajah cantik didepannya, sedangkan dirinya duduk di kursi pasien yang ditariknya dari meja kerja Tiffany. Hari ini Yuri telah selesai latihan dan besok adalah pertandingannya. Jadi coach tidak memforsir tenaganya sampai malam dan hanya sampai jam 12 saja. Memberikan kesempatan Yuri untuk mengunjungi wanita yang dirindukan di setiap harinya.

Agar tidak diganggu oleh siapapun, Yuri berinisiatif untuk menuliskan sesuatu di atas kertas dengan tertulisan ‘DON’T DISTURB’ Β dan dia tempelkan di depan pintu ruangan Tiffany. Alhasil, tidak ada satu orangpun yang mengganggunya, sesekali Tiffany juga harus memperhatikan dirinya, bukan hanya memperhatikan orang lain.

~Beberapa jam kemudian..

Tiffany menggeliat, dia merasakan tubuhnya yang lebih ringan, tidak seberat sebelumnya, dia membuka matanya dan mencoba memahami keadaan sekitar.

” Omo…jam berapa ini?? “. Tiffany langsung terduduk dan melirik ke arah jam dindingnya. ” What? Jam 7 malam? Ya Tuhan…aku tertidur terlalu lama… “. Saat Tiffany beranjak barulah dia menyadari jika ada sebuah jaket yang tersimpan diatas tubuhnya, dan lagi seingatnya tadi siang dia tidur di kursi, tapi kenapa dia berada di sofa?

” Ahh..Yuri.. ” Ucap Tiffany ketika mengamati jaket itu dan tercium parfum Yuri disana.

” Hey..manis…kau sudah bangun? “. Yuri masuk ke dalam ruangan itu dengan membawa kantong plakstik berwarna putih dengan label nama sebuah restoran. ” Aku membawakan makanan, Kajja kita makan dulu… “. Yuri menggoyangkan kantong plastik itu seraya tersenyum dorky.

” Sejak kapan kau disini? ” Tanya Tiffany kepada Yuri yang kini sibuk membuka kemasan makanannya.

” Sejak siang tadi…sejak kau tertidur dikursi.. “. Senyumnya lalu memberikan makanan untuk Tiffany. ” Jja~..makanlah…kau pasti lapar, karena sejak tadi siang tidak makan.. “. Tiffany tersenyum dengan perhatian Yuri, walaupun dia hidup sendiri, tapi dia tidak kekurangan kasih sayang, banyak orang-orang yang menyayanginya. Dan dia sangat bersyukur atas itu.

” Gomawoyo…Yul~… ”

” Cheonma….–selamat makan…. ”

.

.

Ddrrtt…ddrrt…

Tiffany mengambil ponselnya yang bergetar diatas meja, dengan cepat dia segera membuka pesan singkat itu.

—–

Unnie….aku akan pulang terlambat….

aku ingin menonton bersama Taeyeon Oppa

^_^

Bye : Seohyun

——

Tiffany menghembuskan nafasnya lalu tersenyum ikhlas.

” Nuguya…? ” Tanya Yuri.

” Ohh..Seohyun… ”

” Yuri-ah…sudah lama aku tidak naik motormu, maukah kau mengajakku berkeliling? ”

” Mwo? Wuhuuuu….dengan senang hati, Princess…. “. Girang Yuri, dia sangat bahagia karena bukan dia lagi yang merengek meminta Tiffany bersamanya, malah Tiffany yang memintanya sendiri.

Setelah merapikan berkas-berkas kerjanya, Tiffany dan Yuri menuju ke pelataran parkir. Dan tidak sengaja mata mereka tertuju pada sebuah mobil mewah yang diketahui milik Jesse Jung. Dan benar saja, sang pemilik keluar dari mobilnya.

” Ya!! Apa-apaan ini.. “. Jesse melepaskan genggaman Yuri di tangan Tiffany.

” Ya!! Kau yang apa-apaan…datang-datang lalu seenaknya saja menggangguku dan gadisku… “. Β Yuri meraih tangan Tiffany lagi lalu menggenggamnya.

” Ciihh…sejak kapan hah…Tiffany itu milikku… ” Jesse menarik Tiffany sedikit keras hingga tubuhnya tertabrak dengan tubuh Jesse.

” Aww… ”

” YA!!…kau kasar sekali.. ” Geram Yuri.

” Ahh…mianhae Tiff…kau tak apa.. ” Jesse memegang kedua bahu Tiffany dan memeriksa keadaannya.

” Tidak kah kalian lelah seperti ini terus?? “. Tiba-tiba Tiffany berekspresi sangat serius, matanya semakin berkata.

” Tiff, maafkan aku.. “. Sesal Jesse, dia menyesal telah berbuat tanpa berpikir akan menyakiti wanita yang dicintainya itu.

” Cukup.. “. Β Yuri mendorong tubuh Jesse hingga dia mundur beberapa langkah.

Yuri merangkul Tiffany dan membawanya menuju motornya yang terparkir tak jauh dari tempat Jesse.

” Tiffany….maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk membuatmu marah.. “. Jesse berjalan menyamping dengan tetap mencoba berbicara dengan Tiffany yang berwajah sendu itu.

” JESSE GUMANHAE… ” Teriak Yuri.

” Jesse…aku tidak marah, tapi aku mohon, biarkan aku pergi dengan Yuri.. ” Ujar Tiffany.

” Huufftt…geurae… “. Jesse mengalah dan membiarkan Tiffany pergi dengan Yuri sesuai permintaannya ” Yul- bawa motornya hati-hati… ” Pesannya.

” Kau pikir aku tidak bisa menjaganya… “. Β Yuri salah tangkap lagi.

” Yul~… ” Tiffany meremas tangan Yuri , memintanya untuk menghentikan semua ini.

” Ne..mianhae.. ”

” Ya sudah, aku pulang dulu… ” Jesse pamit dan kembali ke mobilnya lagi.

Yuri melepaskan jaket kulitnya lalu memakaikan ke tubuh Tiffany.

” Yul….kau kan yang didepan…kenapa malah aku yang memakai jaket? ”

” Tubuhku sudah kebal dengan angin malam, kau lebih membutuhkan ” Yuri tersenyum setelah selesai memakaikan jaketnya ditubuh tiffany. ” Kajja… ”

” Gomawo.. ”

” Ne..-Pegangan yang erat, nahh…peluk aku seperti ini… “. Β Yuri menarik tangan Tiffany dan melingkarkan tangan kecil yeoja itu di perutnya.

” Dasar kau… ”

” Hahaha…ini kan demi keamanan.. ” Alasan Yuri.

Bruummm…Brummm….

” Berangkat……. “. Yuri melajukan motornya dengan kecepatan sedang, dia merasakan Tiffany bersandar penuh dipunggungnya, dan itu membuat Yuri senang, karena itu menandakan jika Tiffany nyaman bersamanya.

β€œ Fany~ah…sebenarnya aku tahu, kau bukan marah kepada Jesse, tapi kau seperti ini setelah menerima pesan dari Seohyun, bukan? β€œ Β Batin Yuri. β€œ Aku terlalu mengenalmu, Fany~ah..entah apa isi pesan dari Seohyun tadi β€œ

” Yul-…bawa aku seperti saat kau berada di arena balapan.. ”

” Jeongmal…? Kau tak takut…? ”

” Ani…aniya..ppali… ”

” Okay…your wish.. “. Yuri meningkatkan kecepatan motornya dan meliuk-liuk seperti di arenanya.

” HAHAHA….OH MY GOD…YURI-AAHHHH….AAAAAA…. ” Tiffany menjerit sangat keras tepat ditelinga Yuri.

” Iiisshh…kau menjerit tepat ditelingaku… ” Gerutu Yuri sambil menurunkan kecepatannya kembali.

” Hahahaa….mian…ini sungguh menyenangkan Yul,.. ”

Yuri tersenyum karena bisa membuat Tiffany melupakan kesedihannya, entah itu apa.

” Fany~ah…kau mau kemana? ”

” Aku tidak tahu…terserah kau saja… ”

” Ya sudah, kalau terserah aku, kita ke rumahku saja…hehe… ”

” Boleh.. ”

Yuri heran dan bingung, biasanya jika Tiffany diajak kerumahnya, pasti dia akan menolak, tapi sekarang dengan mudahnya dia menerima tawaran Yuri.

.

.

Sekarang, mereka telah sampai di halaman rumah Yuri.

” Kajja…kita masuk…jika kau tidak ingin pulang, dengan senang hati aku mengijinkanmu untuk menginap dirumahku..hehe.. ”

” Iiisshh… “. Tiffany memukul lembut lengan Yuri.

” Anjosseo…aku akan membuatkan coklat hangat untukmu… ”

” Ne,. “. Tiffany duduk di sofa ruang tengah rumah yang cukup mewah itu, terdapat lemari kaca yang besar sebagai penyekat antara ruang tamu dan ruang tengah ini, jadi dari ruang tamu masih bisa tembus pandang ke dalam.

” Igo…minumlah… ” Yuri duduk disamping Tiffany setelah memberikan secangkir coklat hangat.

” Thanks Yul.. ”

” Aah…kau kebanyakan berterimakasih.. ” Ucap Yuri seraya mengelus kepada Tiffany. Untuk membunuh kesunyian, Yuri menyalakan televisinya dan memilih channel yang dirasanya bagus.

” Fany~ah…boleh aku meminta sesuatu padamu? ” Tanya Yuri.

” Apa? ”

” Datanglah besok ke pertandinganku, agar aku lebih bersemangat… and finally…i’m the winner..ahaha.. “. Yuri kembali bersikap lucu dan membuat Tiffany tertawa.

” Ne, akan aku usahakan… “. Tiffany menyimpan cangkirnya di atas meja.

” Aku mengharapkan kedatanganmu…sungguh… “. Yuri menggenggam tangan Tiffany dan menatap intens ke dalam mata indah milik dokter cantik itu.

Entah channel apa yang Yuri pilih, tepat saat itu juga mengalun sebuah lagu yang romantis, membuat suasana semakin hangat. Β Mereka masih saling menatap dengan tatapan Yuri yang penuh akan cinta pada pemilik eye smile itu. Dan entah dorongan dari mana, Yuri bergerak sangat lambat tapi pasti semakin dekat dengan wajah Tiffany, Tiffany hanya diam, dia tidak bisa berkutik, seolah ia seperti tersihir oleh pesona seorangΒ  Kwon Yuri. Hingga saat jarak bibir mereka tinggal berjarak satu centi, tiba-tiba Tiffany melengos hingga akhirnya Yuri hanya mengecup pipi Tiffany.

‘ Iiiisshh…apa yang kau lakukan Yul…pabo.. ‘ Rutuk Yuri dalam hati.

” Ehmm…Fany~ah…mianhae… ” Kata Yuri seraya menjauhkan posisinya dari Tiffany.

” Ehmm…Aku ingin pulang Yul… ” Tiffany berdiri dan berjalan keluar.

” Huufff…bodoh….bodoh…bodoh… “. Yuri memukuli kepalanya sendiri. Setelah itu dia mengejar Tiffany untuk mengantarnya pulang.

.

.

Yuri sampai di rumah Tiffany, dan secara bersamaan dengan Β Seohyun yang baru pulang.

” Unnie… ”

” Ohh…Hyunie…kau sudah pulang… ”

” Ne, Unnie juga baru pulang hmm…bersama Yuri-Oppa… ”

” Annyeong, Oppa..”

” Ne, Annyeong Hyunie… ”

” Yul…gomawo ” Tiffany memberikan jaket Yuri kembali.

” Ne,.. ” Yuri membalas dengan senyumnya.

Dan saat itu juga Yuri paham sekarang, apa yang terjadi pada Tiffany… semua berhubungan dengan seorang pemuda asal London itu, Kim Taeyeon.

Dan saat itu juga, Yuri merasakan hatinya seperti tersayat-sayat oleh silet.Β  Benda kecil tapi mampu menghabiskan darah seseorang.

———————

BRUMMM….BRUUMMM…..

SampaiΒ  pagi ini, suasana hati YuriΒ  masih sama seperti semalam, gundah gulana, walaupun begitu dia tetap harus menjalani pertandingannya, dan dia juga harus tetap menjadi juaranya.

Jika semalam Yuri menginginkan Tiffany datang untuk memberikan semangat untuknya, sekarang dia malah berharap jika Tiffany tidak akan datang. Dia takut malah akan menjadiΒ  bertambah buruk suasana hatinya.

BRUMMM….BRUUMMM…..

Lampu berubah hijau dan Yuri langsung menarik gasnya. WUUUUUUSSSSSHHHH…… melesat dan langsung berada diposisi pertama.

Tapi beberapa menit kemudian posisinya tergantikan menjadi yang kedua, ketiga, keempat..

” Iiisshh….dia kenapa sih,,” Rutuk Leo, sang coach yang memantau Yuri di layar LED dalam ruangan khusus team-nya.

Yuri menepi dan mengganti ban-nya, dan disaat itu juga Leo menghampirinya ” YA!! KENAPA STAMINAMU MENURUN…AYO YUL…KAU PASTI BISA… ” Seru Leo.

Yuri melaju lagi dan sebisa mungkin untuk tidak mengecewakan pelatih dan juga teamnya, yang sudah bekerja keras selama ini.

.

.

.

” YEAAHHHH…. ” Teriak Leo dan semua kru teamnya dengan bangga. ” HAHA…AKU TAHU DIA BISAAA… ” Teriaknya lagi karena keberhasilan Yuri meraih posisi pertamanya.

Yuri berdiri di podium nomor satu dan menerima tropi, dengan senyum yang sedikit dipaksakan tentunya.

Dia mengocok dan melepaskan tutup bir dan menyemprotkannya ke temannya yang berada diposisi dua dan tiga, serta orang-orang didepannya.

Hatinya semakin hancur ketika melihat Tiffany datang dengan Kim Taeyeon.

” Yuri-ah….selamat ya….kau memang hebat.. ” Tiffany memeluknya setelah memberikan ucapan selamatnya.

” Ne, gomawo Fany~ah… ”

” Hey…Yul…selamat ya.. ” ucap Taeyeon dan Yuri hanya meresponnya dengan anggukan serta senyum kecilnya saja.

” Aku ganti baju dulu ya… ”

” Ohh..Ne.. ”

.

.

.

” Cepat eksekusi dia… ”

” Baik, Boss.. ”

” Ayo….jalan.. “. Orang itu menyuruh supir menjalankan mobilnya.

Klek..klek… dia telah menarik pelatuknya dan siap untuk melepaskan pelurunya.

Pada saat itu, posisi Taeyeon sedang di parkiran dan tak jauh darinya, Tiffany ada bersamanya.

Penjahat itu membuka pintu geser mobilnya ketika berada didepan Taeyeon. Β Pada posisinya, Taeyeon tidak menyadari akan bahaya yang mengancamnya. Tapi ada seseorang yang menyadari itu.

” TAEYEON—-AWASSS…. ” Tiffany berlari dan berdiri didepan Taeyeon yang hendak membuka pintu mobilnya.

” Fany-ahh… ”

DOOOOORRRRRR….

.

.

.

.

” Aaaakggghh….khhhaaa…. ”

BRUUUGGG…

” YURI-AH… ”

Yuri terjatuh dipelukan Tiffany. Ya…bukan hanya Tiffany yang menyadari itu, Tiffany memang memasang tubuhnya untuk Taeyeon. Tapi Yuri tidak akan pernah membiarkan terjadi hal buruk pada wanita yang dicintainya, sehingga Yuri berlari cepat untuk melindungi Tiffany, dan tepat pada waktunya saat peluru itu mengudara . Saat itu juga yuri sampai didepan Tiffany dan peluru itu tepat melesat di punggung sebelah kirinya.

TBC

69 comments

  1. tiffany pasti punya perasaan sama taeng, bnr kata yuri sikap’y berubah stlh dpt pesan dr seo
    yoong jg ternyata punya perasaan sma seo tp seo suka sma taeng
    yul dan jesse suka tiffany tp fany suka ama taeng kn?
    aduh rumit” trs gmn perasaan taeng, ni org msh blm kasih ada tanda” sinyal cinta sih…
    bener” bikin rumit soal masalah percintaan para cast
    sedih bgt jd yul walaupun hati’y terluka dia tetep pengen bahagiain tiffany, ampe rela korbanin nyawa dia demi seorg tiffany
    aku dukung tiffany ama yul moga mrk berjodoh dsni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s