The Winner (2/?)

the winner

Title : The Winner (2/?)

Author: Adelayn_tiffany & @Karina_riyu

Genre: Gender bender, romance, action, etc.

Main cast: Tiffany hwang, Kim taeyeon, Jessica jung, Kwon yuri

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa😄

***

Seorang yeoja berparas cantik, berhati malaikat, tidak pernah begitu selektif jika soal tolong menolong orang, bahkan yeoja itu begitu beruntung bisa menolong orang lain yang membutuhkan pertolongannya. Senyum…senyum…dan senyum yang selalu ia perlihatkan kepada setiap orang, jadi tak khayal jika dia dikelilingi orang-orang yang sangat mengagumi kepribadiannya. Orang-orang yang sayang dan bahkan mencintainya, sebut saja mereka adalah pria-pria terlanjur tampan.

 

Seperti Jesse Jung, seorang pria terlanjur tampan pertama yang berdarah Amerika-Korea ini menetap dan telah menjadi warga Negara Rusia sejak kecil, ditambah profesinya yang berjabat sebagai Presiden Direktur di Jung Corp. Dia terkenal tidak mempunyai ‘otot zigomatik mayor’, kehilangan otot pada wajah manusia ketika tersenyum, tapi semua itu dipatahkan begitu saja oleh Tiffany karena wanita itulah.. Jesse bisa membuktikan pada yeoja itu bahwa ia juga bisa tersenyum layaknya namja-namja normal lainnya. Tersenyum dengan sangat manis hanya untuk Tiffany seorang.

 

Pria terlanjur tampan kedua adalah Kwon Yuri, siapa yang tak kenal dengan pembalap yang satu ini. Disamping mahir di dalam circuit, dia juga paling mahir mengambil hati para wanita. Tetapi hanya satu wanita yang bisa mengalihkan dunianya, dia selalu menyebutnya ‘My extraordinary’s world’. Tak ada yang lain, hanya dia… Tiffany Hwang. Ibarat kata, kemanapun Yuri menjelajah keseluruh dunia pada akhirnya, dia akan pulang.. pulang ke rumahnya dan itu adalah Tiffany Hwang.

 

Kedua pria itu selalu berlomba-lomba untuk memenangkan hati Tiffany. Apakah mereka tidak lelah? mungkin tidak ada dalam kamus kehidupan mereka, tak akan pernah lelah untuk mendapatkan hati Tiffany. Tapi takdir mereka berada ditangan Tiffany, siapa yang akan menjadi pemenang yang sebenarnya? Hanya Tiffany dan tuhan lah yang tahu.

 

Tapi, dua tahun belakangan ini, mereka semakin gencar dan terus berusaha lebih giat karena muncul satu lagi pria terlanjur tampan, hmm…no..no…dia lebih tepat dikatakan imut, semua orang pasti akan menganga ketika melihat namja itu dan berkata ” Hah? Really? ” ketika mengetahui usianya yang tidak pantas untuk wajah imutnya.

Dia adalah Kim Taeyeon, seorang namja yang beruntung karena Tiffany telah menolongnya, menjadi tempat berlindungnya, menjadi pegangannya disaat dia kehilangan arah. Ia mengalami cedera pada otaknya sehingga membuat dirinya terkena amnesia temporer, bisa cepat juga bisa lama ingatannya akan kembali seiring berjalannya waktu.

Dan sesuai permintaan Ayah Taeyeon dan appanya sendiri, akhirnya Tiffany tetap mengijinkan namja itu tinggal di rumahnya bersama Seo Joo hyun.. Adik angkat Tiffany. ingat.. adik angkat tiffany. Sekali lagi, tiffany membantu orang lain tanpa pamrih. Dia merawat, mendidik dan menganggap yeoja yang lebih mudah darinya itu sebagai adik kandungnya sendiri. Bahkan sekarang dia menyekolahkan Seohyun disalah satu universitas terkenal di Moskow, Ibu kota Rusia, di Fakultas Kedokteran, sama seperti dirinya dan semua biaya yang keluar untuk menyekolahkan seohyun, seluruhnya ditanggung oleh tiffany. Hasil keringatnya sendiri.

 

Nahh…bagaimana tidak tiffany disukai oleh banyak orang, Jika sifatnya bak malaikat seperti itu. Tentu saja semua orang begitu banyak berharap memiliki seseorang yang sama seperti tiffany.

.

.

.

.

.

“ Kim taeyeon-ssi, hmm.. mr. kim “.

“ Ohh.. “. Taeyeon yang baru selesai menerima panggilan telepon langsung menolehkan kepalanya begitu seseorang memanggilnya dengan sopan. Ia tersenyum dengan sangat imut dan langsung menghampiri seorang manager ski resort tempat dirinya yang baru saja menghabiskan waktunya untuk bermain dengan snowboardnya.

“ Ini kunci mobil anda, kami baru saja selesai mencuci mobilnya “

“ Ahh.. really? Thankyou.. “

“ Your welcome “ jawab manager itu sambil tersenyum dan mencoba melangkahkan kaki untuk meninggalkan taeyeon, namun dengan cepat taeyeon menahannya.

“ Wait.. what time is it? “

“ 9 o’clock “

“ Ahh.. thankyou “. Manager ski itu pun mengangguk dan kembali melangkahkan kakinya.

“ Pasti seo sudah pergi ke kampus, mungkin aku bisa bertemu dengannya nanti siang. Lebih baik aku sarapan disini saja “ gumam taeyeon yang kemudian kembali memperlihatkan senyum imutnya lalu, melangkahkan kakinya ke dalam restaurant ski resort itu.

.

.

.

.

.

Hari mulai siang, begitu banyak orang yang keluar masuk rumah sakit. Para staff, dokter dan suster yang mengambil jatah istirahat mereka memilih menghabiskan waktu mereka disalah satu cafe atau bahkan kantin di sekitar rumah sakit. Namun, tidak dengan tiffany hwang. ia terlihat masih begitu nyaman berada ditempat duduknya sebagai direktur ‘Rusia international hospital’ itu.

 

Ccckiiiiiitttt….

 

Dua orang bermobil dan bermotor memarkirkan kendaraan mereka secara bersamaan dan berdampingan.

” Yah!!..kau ini bodoh huh..tak bisa membaca rambu itu? Ini adalah tempat parkir khusus mobil…sedangkan motor itu disana…Playul.. ” Gerutu pria berdasi kepada pria berjaket kulit itu. Jesse Jung dan Kwon Yuri.

” Iiisshh…berhenti memanggilku itu…dan terserah kau saja mau bicara apa, pria cantik…hahaha…” Balas yuri yang segera turun dari motornya dan berlari meninggalkan pria cantik itu.

” Yah….kau licik…!! “. Sebenarnya Jesse tidak suka berlari jika tidak menggunakan kostum yang sesuai, seperti pakaian olahraga misalnya. Tetapi sekali lagi…apapun akan dia lakukan untuk Tiffany dan tidak akan membiarkan pria player itu menang darinya.

 

Dan sebenarnya yuri bukanlah seorang penjahat cinta, hanya saja dia terlalu ramah dan tidak bisa menolak wanita yang memintanya untuk sekedar menemaninya jalan, dan itu tidak hanya dengan satu atau dua wanita saja. Dan semua yang dilakukannya tak sengaja tersorot oleh media atau para fansnya yang tak sengaja melihat kehadirannya bersama wanita lain di tengah-tengah mereka, hingga terciptalah image player untuk seorang pembalap motor tertampan yang berwajah asia itu. yuri memiliki banyak teman wanita, lagipula apa salahnya menghabiskan bersama dengan teman-teman wanitanya??

” Fany~ah…. ” Panggil yuri dengan mesra sambil bersandar dipinggir pintu ruangan yeoja pemilik eye smile itu. Yeoja yang dipanggilnya pun menoleh dan menghentikan gerakan penanya, lalu tersenyum dengan memperlihatkan eye smilenya ” Yuwrie~… ”

Yuri berjalan mendekatinya, lalu duduk di kursi depan meja kerja dokter cantik itu.

” Kajja kita makam siang… “. Yul mengulurkan tangannya di hadapan tiffany, berharap yeoja itu mau pergi dengannya sebelum si pria cantik itu datang.

“ Haha…dasar pria cantik, kemayu…lari tapi merangkak…sampai sekarang belum sampai juga…” Batin Yuri.

Terkadang mereka itu aneh, ketika mereka tidak bersama, pasti Yuri maupun Jesse merasa kehilangan. Tetapi, saat mereka bersama menghampiri tiffany, keberadaan mereka justru menjadi semakin menyenangkan bahkan menantang.

” Ohh.. come on~ Fany~ah…kau tak boleh memforsir tenagamu seperti itu karna bagaimanapun, kau juga butuh mengisi ulang tenagamu…Kajja, Baby~… “. Rayunya lagi, tapi Tiffany hanya tersenyum.

” Ya~ kenapa hanya tersenyum..? “. Yuri mengayunkan tangannya yang berada diatas berkas-berkas milik tiffany.

” Yul~….aku masih banyak kerjaan, aku tak ada waktu untuk keluar. Ditambah lagi akhir-akhir ini jumlah pasien meningkat…sungguh aku tidak suka mempunyai banyak pasien.. ”

Yuri mengerucutkan bibirnya ” Kenapa kau tidak suka mempunyai banyak pasien.. bukankah itu menjadi suatu keuntungan? Bukan hanya untukmu tapi juga untuk rumah sakit yang kau mimpin ini ”

” Ya tuhan.. yul, bagaimana kau bisa mengatakan hal seperti itu. aku tak ingin mendapat keuntungan jika harus melihat orang-orang kesakitan. Karena aku tidak suka melihat orang sakit… ”

” Oh…my GOD…you are so something~…my exraordinary’s world…Tiffany Hwang…kenapa kau selalu membuatku jatuh cinta setiap hari kepadamu huh…sihir apa yang kau gunakan untuk memikat pria tampan sepertiku..” Puji Yuri pada yeoja itu sekaligus pada dirinya sendiri.

” Hahaha… “. Tiffany tertawa lepas sambil menepuk kedua tangannya, yuri memang selalu bisa membuatnya tertawa dengan ucapannya yang cheesy.

 

Cklleeekkk~

 

” Hello girl…. “. akhirnya, Jesse sampai di ruangan tiffany dengan sedikit keringat yang membasahi pelipisnya namun keringatnya tidak membuat namja itu kehilangan ketampanannya. Justru keberadaan keringat dipelipisnya, membuat namja itu semakin err..

” Hello Jesse…kau membawa apa? ” Tanya tiffany pada jesse yang segera masuk ke ruangannya sambil menenteng sebuah kantong plastic ditangannya.

” Aku tahu kau pasti sibuk dan aku juga tahu kalau kau tidak punya waktu untuk makan diluar…so? Aku membawakan makan siang untukmu, ayo kita makan dulu…” Jesse meletakkan kantong yang berisi makanan kesukaan tiffany di atas meja tamu, lalu dia berjalan mendekati tiffany. Menuntun yeoja pemilik eye smile itu untuk berdiri dan mendudukannya di sofa, tak lupa pula jesse tersenyum evil kepada Yuri. Dan tentu saja yuri yang melihat pemandangan yang tak indah baginya itu, begitu kesal seraya menggertakkan giginya. Fine.. Kali ini dia lah yang kalah.

Jesse membuka makanannya lalu memberikannya pada tiffany, yuri yang tak mau kalah segera duduk disamping tiffany. Sehingga tiffany pun kini berada ditengah-tengah kedua namja itu.

” Fany~ah kau tega sekali membuatku kelaparan… ” rengek yuri

” Hmm… “. tanpa banyak bicara lagi, yuri langsung membuka mulutnya ” Aaa~… ”

” Yah!!! ” Bentak Jesse.

Dengan senang hati tiffany menyuapkan makanan pertamanya pada yuri. Yuri tersenyum sombong kearah Jesse dan sekarang Jesse lah yang menggertakkan gigi rapi nan putihnya itu.

” Jesse…kenapa kau tak makan…cepatlah makan, kau pasti sedang sibuk jug kan? ” tanya tiffany

” Arrasseo~.. ” Jawab Jesse lesu. Melihat respon yang keluar dari mulut jesse, hal itu membuat yuri tertawa keras didalam hatinya.

” Ahh.. Fany~ah, aku baru saja mendapat pesan dari coach Leo dan aku harus kembali latihan..” Ujar Yuri setelah membuka dan membaca pesan singkat didalam ponselnya.

” Ohh…jinjayo? Ya sudah…pergilah… ”

” Ne, kalau begitu beri aku vitamin… “. Yuri merentangkan tangannya, meminta hug dari Tiffany.

Tiffany tersenyum lalu melingkarkan tangannya dengan sempurna ditubuh besar Yuri.

” Thanks, Baby~…mmuaahhh… “. Yuri mengecup singkat pipi kiri Tiffany lalu, tersenyum senang.

” YAH!!! Kau mencari kesempatan dalam kesempitan! Enyahlah dari hadapanku.. ppali! Hush! ” Gerutu Jesse sambil menarik lembut tubuh Tiffany agar terlepas dari pelukan Yuri.

” Iiisshh kau sirik saja…sini…sini… apa kau juga ingin aku cium..? huh? ”

” YAH!! ” Jesse mencoba menghindar dengan melangkah mundur, ketika Yuri mendekat ke arahnya.

” Hahahhaha…. “. Yuri tertawa lepas lalu, segera meninggalkan ruangan tiffany. namun, detik berikutnya yuri membalikkan tubuhnya lagi ” Ahhh…aku lupa…Fany~ah.. I love you..”

” I hate you too.. ” Sahut Jesse dingin.

” Yaah!! ”

” Ya tuhan, sudahlah…kalian ini bertengkar terus, yuri~ah…hati-hati dijalan ya…thank you… ”

 

Ya….selalu seperti itulah jawaban Tiffany ketika Yuri berkata I love you…dia akan selalu menjawab Thank you!… tapi Yuri tak pernah menyerah. Perlahan tapi pasti, dia bergerak santai dan akan menelusup ke hati Tiffany, seperti hacker yang menelusup ke situs resmi suatu Negara, sangat santai tapi tepat sasaran. Right ?

Yuri pun segera pergi dari ruangan tiffany dan menyisakan jesse dan pemilik ruangan itu.

” Bagaimana pekerjaanmu, jesse? ” tanya tiffany disela-sela makan siang mereka

” Hmm.. membosankan ” jawab jesse singkat

” Waegeurae, hm? “. tiffany menyentuh tangan jesse yang tersimpan di atas meja

” … Tiff~.. ”

” Mwo?? Waegeurae, jesse? ”

” Haruskah kita merencanakan liburan bersama?? ”

” Mwo?? ”

” Waeyo? ” tanya jesse ” Jangan bilang.. aku sibuk jesse, bagaimana aku bisa meninggalkan banyak pekerjaan hanya untuk liburan ” sambung jesse sambil meniru gaya bicara tiffany, membuat tiffany terkikik.

” Yah.. jangan begitu… tapi semua itu benar, hehe ”

” Cih.. kebiasaaan “. jesse mengerucutkan bibirnya sambil melahap makananya dengan kesal

” Jesse.. makannya pelan-pelan, kau bisa tersedak nanti “. ucap tiffany sambil membersihkan sisa makanan yang berantakan disekitar bibir jesse dengan lembut. hal itu, membuat jesse yang sebelumnya kesal dengan mengerucutkan bibirnya kini kembali tersenyum manis.

 

 

” You’re so stupid!! Kau bilang Kim taeyeon sudah mati?? Tapi apa? Dia sehat dan baik-baik saja di Moskow..! “. bentak seseorang dengan murka kepada algojo yang dulu telah mencelakaan taeyeon.

“ So sorry.. kami tak menyangka bahwa sekarang dia masih hidup, bahkan ia baik-baik saja “

“ Kalian itu banyak mengelak!! “

“ Tetapi, tuan. Kim taeyeon bukan seorang gumiho kan?? Seharusnya dia mati saat itu, tetapi dia seperti memiliki nyawa cadangan “ ucap salah satu namja bodoh dengan polos itu dihadapan bossnya. Membuat bossnya melemparkan pena hingga mendarat sempurna dikepala namja itu.

“ Jangan bawa-bawa cerita legenda negara koreamu dihadapanku! Karna aku sama sekali tak mengerti dengan itu semua, bodoh! “

“ Ahh.. mianne.. uppss.. i mean, sorry sir “

“ Bodoh! pergi dari hadapanku sekarang!! “ teriaknya, sehingga dengan cepat beberapa anak buahnya itu segera meninggalkan boss diruang kerjanya.

“ Bagaimanapun, kim taeyeon tak boleh kembali ke arena balapan! “ gumamnya sambil memperlihatkan smirk yang menakutkan

.

.

.

.

.

Seorang pria imut berkaca mata itu bersandar di samping mobil sport bmw putihnya, dia menunggu seseorang keluar dari salah satu kelas di dalam gedung dihadapannya itu.

1 menit..

3 menit..

” Taeng Oppa… “. dengan refleks, namja itu menoleh ke sumber suara dan menemukan yeoja yang memanggilnya dengan girang, lalu namja itu tersenyum seraya melambaikan tangannya.

” Kau sudah selesai? ” Tanya namja itu pada yeoja yang kini menghentikan langkah dihadapannya yang tak lain adalah Kim Taeyeon.

” Ne, aku sudah selesai…gomawo sudah bersedia menjemputku, oppa “. seohyun tersenyum senang kemudian, memeluk tubuh taeyeon dengan erat.

” Iiisshh…kau ini, setiap hari mengucapkan terimakasih terus…haha..kajja kita pulang.. “. Kini tugas taeyeon adalah menjemput Seohyun, dia tak pernah merasa keberatan jika setiap hari menjemput nona muda itu. Mengingat tak ada pekerjaan yang mengikatnya dan juga ayahnya yang belum mengijinkan dirinya untuk kembali ke London sebelum kasus pembunuhan berencana yang dilakukan oleh orang yang tak dikenal terkuak sehingga semuanya akan kembali normal.

Meskipun, jauh didalam lubuk hatinya.. taeyeon ingin sekali kembali ke negara asalnya. Ia ingin sekali mengingat memory-nya yang hilang, mungkin dengan kembali dirinya kesana.. ia bisa mengingat sedikit demi sedikit ingatannya, ketika berada dirumah atau pergi ke beberapa tempat yang pernah dikunjunginya disana. tentunya dari salah satu tempat disana, salah satunya pasti memiliki kenangan indah didalam memorynya.

 

” Oppa..bisakah kita mampir ke restoran dulu, aku lapar… ” tanya seohyun yang baru saja akan membuka pintu mobil taeyeon.

” Okay.. kajja ” jawab taeyeon sambil tersenyum dan langsung masuk ke dalam mobilnya.

 

” Hyunie~.. “. Seohyun mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam mobil, ketika seseorang memanggilnya. Lalu, ia menolehkan kepalanya ke sumber suara.

” Ohh…Yoongie…ada apa? ”

Dengan nafas yang tersenggal-senggal karna sehabis berlari, yoong menunduk dan tangannya bertumbuk pada lututnya dihadapan seohyun.

” Ahh…itu..hhmm….apa kau mau pulang? “. Yoong bertanya dengan sedikit ragu sambil terbata-bata.

” Iya, aku mau pulang…hari ini kuliahku hanya 4 jam saja… ” Jawab Seohyun ramah.

” Baiklah…hati-hati dijalan… “. Entah mengapa, semua ucapan yang sudah Yoong persiapkan untuk Seohyun buyar seketika ketika berhadapan langsung dengan gadis itu, gadis manis, polos, cantik, calon Dokter pula…dan dia menaruh hati padanya.

” Ne, gomawo… “. setelah seohyun masuk ke dalam mobil, detik selanjutnya mobil itu meninggalkan yoong yang masih berdiri ditempatnya. Memandang mobil itu hingga tak terlihat lagi.

” Huuffft…bodoh…bodoh…bodoh… “. Yoong memukuli kepalanya sendiri setelah meratapi kepergian Seohyun bersama pria itu lagi, dia tak pernah bisa menanyakan siapa pria itu sebenarnya…kenapa dia menjemput Seohyun setiap hari.

” Hey…Yoong Oppa, bisa-bisa kau bodoh sungguhan jika terus mengucapkan kata itu pada dirimu sendiri… ” Celetuk seseorang, membuat yoong terdiam. Entah mengapa padahal ini adalah negara rusia. Tetapi begitu banyak orang keturunan Korea disana. detik selanjutnya, yoong menghela nafas ketika menemukan seseorang dibelakangnya.

” Iiiisshhh…kau lagi…mau apa? ” Yoong berjalan menghindari gadis itu.

” Aku akan terus membuntutimu sampai kau mau mengantarkan aku melihat Yuri-Oppa latihan…ayo~ “. ucap orang itu yang malah bergelayut manja dilengan Yoong.

” YAH!! Krys…kau kan bisa pergi sendiri kesana… ”

” Iiihh…kalau aku bisa, aku sudah melakukannya sejak dulu…kau kan tahu, hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ke race latihannya Yuri-Oppa… ”

 

Krystal adalah junior yoong di kampus, dia anak baru dan langsung akrab dengannya, aahh…lebih tepatnya Krystal yang mengakrabkan dirinya pada Yoong. Walaupun Yoong tak kalah tampan dari kakaknya, ditambah lagi profesi sampingannya sebagai model dibeberapa majalah fashion pria, tapi tetap saja.. Yoong tidak pernah menang dari Yuri dalam urusan wanita. Jika saja orang tau yoong adalah adik dari Kwon Yuri, pasti orang itu.. terutama para wanita akan mendekatinya, bukan karena dia suka atau naksir kepada Yoong, melainkan tujuan mereka yang minta diperkenalkan kepada Yuri, sungguh itu membuatnya tersisihkan.

Tapi walaupun seperti itu, Yoong tidak pernah membenci kakaknya. Dia tidak pernah mempermasalahkannya.. yang menjadi permasalahannya sekarang adalah dia tidak suka orang-orang yang memanfaatkannya hanya untuk kepentingan pribadi mereka sendiri, yaitu berusaha dekat dengan Yuri melalui jembatan, yang tak lain adalah Yoong.

Dan salah satunya adalah Krystal, mahasiswa seni music semester awal itu selalu membuntuti Yoong, entah darimana dia tahu jika Yoong adalah adik dari seorang Kwon Yuri.

” Oppa…apa kau tak berpikir…jika saja kau mau mengantarkanku sejak dulu, pasti sejak itu juga aku tidak akan mengganggumu lagi… “. ucap krystal yang sebenarnya sedang merasuki pikiran Yoong.

” Huuuffftt…baiklah…ayo aku antarkan kau kesana…mungkin Hyungku sedang latihan sekarang.. “. Pasrah Yoong pada akhirnya.

Krystal kegirangan dan langsung memeluk Yoong ” Thanks…Oppa.. ”

.

.

.

.

“ Yul~.. “. Panggil salah satu staff, ketika yuri baru saja menyelesaikan latihannya.

“ Heyy.. buddy, whats up yo~..? “ tanya yuri dengan bergaya hip hop sambil menghampiri staff itu dan memberikan helmet padanya.

“ Adikmu “ jawabnya sambil mengangkat kedua alisnya

“ Ohh.. dia kembali lagi? “

“ Ne, kali ini dia membawa seseorang “

“ Seseorang?? Nugu, nugu?? “

“ Seorang yeoja dan yeoja itu sangat cantik. Apa jangan-jangan yeoja itu kekasih adikmu?? “

“ Yoona berpacaran?? Tak mungkin?? “

“ Kenapa tidak mungkin?? Lihat saja sendiri. selama kau latihan tadi, mereka mengamatimu dari atas sana “. Staff itu menunjuk ke lantai dua, dimana ruangan itu dipenuhi jendela bening sehingga baik yuri maupun yoona dan krystal bisa melihat keluar dengan jelas.

Yuri yang melihat yoona dari bawah tengah berdiri di atas sana, segera melambaikan tangannya dengan senyum manis diwajahnya. Hal itu membuat krystal kegirangan bukan main.

“ Kyaaa, oppa!! Y-yuri oppa! Oh my gosh!! “. Ucap krystal sambil melompat-lompat kecil dan menarik-narik lengan yoong, membuat namja itu merasa tak nyaman. Risih lebih tepatnya.

“ Yahh, oppa. Waegeurae? “

“ … “

“ Kau marah padaku?? “ tanya krystal menggoda sambil mencari wajah yoong yang ditekuk.

“ Ani “ jawab yoong singkat

“ Aigoo.. jinja, aku akan menepati janjiku untuk tak lagi mengganggumu setelah ini. “

“ Jeongmal?? “ tanya yoong yang kini menatap wajah krystal. krystal mengangguk mantap sambil tersenyum. “ Arrasseo.. “ ucap yoong yang memperlihatkan senyum tipisnya. Tak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka dan memperlihatkan sosok yuri. membuat kedua orang yang sudah berada diruangan itu menoleh ke arahnya.

“ Kyaa, oppa!!! “. Krystal segera berlari ke arah yuri dan memeluk erat tubuh six pack itu erat, membuat yuri kebingungan dan memandang ke arah yoong. Seolah, meminta penjelasan dengan apa yang tengah terjadi dihadapannya. yoong hanya bisa mengangkat bahunya dan duduk di atas sofa.

Krystal melepaskan pelukannya dan menemukan yuri yang tersenyum canggung padanya, masih dengan kebingungan yang mengusai pikirannya.

“ Yuri oppa, aku.. krystal inmida.. junior yoong oppa dikampus. Aku penggemarmu!! Kya!! “. Krystal kembali memeluk tubuh yuri dengan girang, membuat yuri terkekeh melihat itu semua terutama melihat yoong yang mengerucutkan bibir sambil menyilangkan kedua tangan didadanya.

“ Senang bertemu denganmu, krys? “ ucap yuri ragu sambil melepaskan pelukan krystal tanpa menyinggung perasaan yeoja itu. “ Me too.. “ jawab krystal.

“ Ohh.. rupanya kau berkeringat oppa, kajja “. Krystal menarik lengan yuri untuk duduk di atas sofa, sehingga krystal berada ditengah-tengah yoona dan yuri. lalu, krystal mengambil sesuatu dari dalam tasnya dan mengeluarkannya dengan cepat. “ Biar aku yang membersihkan keringatmu, oppa. Kau pasti sangat bekerja keras untuk pertandingan selanjutnya “ ucap krystal sambil membersihkan keringat yuri dipelipis namja itu dengan sapu tangannya.

“ Ahh.. gomawo, krys. Tapi kau tak perlu repot-repot seperti ini “ ucap yuri sambil menghentikan pergerakan tangan krystal diwajahnya, otomatis tangan yuri memegang tangan krystal dan hal itu membuat darah krystal berdesir. Degup jantungnya yang tak beraturan, membuat krystal gugup.

“ Biarkan saja, hyung. Dia yang menginginkannya, kau tak boleh menolaknya “

“ Ne benar apa kata yoong oppa “. Krystal kembali membersihkan keringat diwajah yuri sambil tetap berusaha mengendalikan rasa nervousnya

“ Kalau kau menolak, ia akan terus menggangguku “

“ Ne ben~.. Mwo?? Aniyooo.. kalau yang itu tidak benar oppa “ elak krystal membuat yuri terkikik.

“ Apa kalian sepasang kekasih?? “ tanya yuri menggoda membuat yoong tersentak dan langsung menatap yuri dengan pandangan ‘what-the-hell’.

“ Yoong oppa bukan typeku, oppa. Tapi oppa-lah typeku “ jawab krystal kembali dengan kegirangan diwajahnya sambil memeluk yuri

“ Mwo??! Yah! Kau juga bukan typeku, arrasseo! “

“ Hahaha.. Yah, yah, yah.. kalian jangan bertengkar lagi “

“ Dia yang mulai! “

“ Aniyoo oppa jangan dengarkan dia “

“ YAH!!! “

 

 

 

 

 

 

~ 23.00 PM

Tiffany memarkirkan mobil sport mercedes benz berwarna pink miliknya diantara mobil sport milik seohyun dan juga taeyeon. dengan wajah yang kelelahan, ia keluar dari mobil dengan setumpuk berkas yang belum selesai ia kerjakan dikedua tangannya. Seperti inilah kebiasaan tiffany, pergi dipagi hari dan pulang larut malam dan terkadang, ia selalu membawa perkerjaannya ke rumah sehingga tak aneh jika ia dijuluki miss workholic. Bahkan, kebiasaannya yang workholic ini sempat mengkhawatirkan seohyun dan kedua sahabatnya siapa lagi kalau bukan jesse jung dan kwon yuri. sedangkan kim taeyeon?? ia terlihat biasa saja. Mungkin menurut taeyeon, jika itu yang membuat tiffany nyaman, apa yang harus dilakukannya? Ya mungkin seperti itulah gaya hidup tiffany hwang, pikirnya.

Dengan perlahan, tiffany memutar knop pintu rumah dan masuk dengan sedikit mengendap-ngendap agar dirinya tak mengusik beberapa penghuni rumah tersebut karna kedatangannya. Setelah, ia mengganti sepatu dengan sandal rumah ia kembali berjalan hingga terdengar suara televisi yang masih menyala.

“ Kau baru pulang?? “

“ Ohh.. taeyeon “. Tiffany terkejut ketika menemukan sosok namja imut itu yang masih berada didepan televsi.

“ Biar kulihat~.. “ ucap taeyeon yang kemudian, melihat jam tangan yang melingkar sempurna dilengannya. “ Ya.. ini sudah seharusnya kau tiba jam segini di rumah “ sambungnya, membuat tiffany terkekeh malu dan kembali melangkahkan kakinya untuk duduk disofa ruang tengah.

“ Dan~~.. kau mulai terbiasa membawa pekerjaanmu ke rumah “ ucap taeyeon ketika melihat tiffany yang membawa setumpuk berkas dari sudut matanya namun, pandangan matanya tetap lurus ke depan televisi.

“ Hehe.. well, bagaimana pun berkas-berkas ini harus kupelajari. Ohh.. jangan bilang itu seohyun?? “ tanya tiffany ketika melihat seorang yeoja yang tertidur dipangkuan taeyeon

“ Ya.. dia bilang, dia ingin menunggumu pulang. aku tak mungkin membiarkannya menunggumu sendirian, hingga akhirnya sambil menunggumu datang kami memutuskan untuk menonton televisi bersama  sampai-sampai dia tertidur seperti ini “ jelas taeyeon sambil mengelus lembut kepala seohyun.

“ Jinjayo.. aigoo.. mianne, seohyun~ah dan gomawo tae “. Taeyeon langsung menoleh ketika mendengar tiffany memanggilnya dengan sebutan ‘tae’, jujur saja.. biasanya tiffany bersikap terlalu sopan padanya dengan memanggil ‘taeyeon’ tapi baru kali ini, taeyeon mendengar panggilan tiffany padanya dengan panggilan ‘tae’. Terus terang, hal itu membuat taeyeon nyaman karna selama ini dengan panggilan ‘taeyeon’ namja itu merasa tetap menjadi seorang tamu bagi tiffany meskipun sudah beberapa tahun ia tinggal dirumah pemilik eye smile itu. taeyeon hanya ingin tiffany menganggapnya sebagai teman, seperti apa yang diminta yeoja pemilik eye smile itu saat dia masih dalam masa pemulihan di rumah sakit.

“ Ohh.. apa aku melakukan kesalahan?? “ tanya tiffany khawatir

“ A-ani.. gwenchana.. apa kau sudah makan malam? “

“ Hehe.. belum “. Tiffany menundukkan kepalanya.

“ Aigoo.. bagaimana kau belum makan malam sampai jam segini. Bukankah kau seorang dokter?? Bagaimana bisa, jika seorang dokter justru malah sakit “

“ Heyy.. aku juga seorang manusia yang sewaktu-waktu bisa saja sakit, tae. Gwenchana, aku baik-baik saja “. Tiffany beranjak dari tempatnya “ Lebih baik, aku membangunkan seo untuk melanjutkan tidurnya di kamarnya. “ sambung tiffany yang mencoba membangunkan seohyun.

“ Chankman.. ~ “. Tiffany menghentikan pergerakan tangannya dan menoleh pada taeyeon dengan kebingungan, membuat mereka saling berpandangan.

“ Jangan bangunkan dia, biar aku yang membawanya ke kamarnya “

“ Ne?? B-baiklah, sekali lagi terimakasih “. Tiffany menarik tangannya lalu, melangkahkan kaki untuk menaiki anak tangga. Berjalan memasuki kamarnya dengan wajah yang semakin suntuk. Selanjutnya, giliran taeyeon yang menaiki anak tangga dengan menggendong seohyun ala bridal style untuk dibawa ke dalam kamar yeoja yang lebih muda darinya itu.

Setelah berada didalam kamar seohyun, taeyeon membaringkan tubuh yeoja itu di atas tempat tidur. Menyelimuti tubuh seohyun dengan selimut tebal. “ Selamat malam, seo “. Taeyeon tersenyum manis sambil mengelus lembut kepala yeoja itu, kemudian segera keluar dari kamar itu. detik selanjutnya, perlahan seohyun membuka matanya. Memandang ke arah pintu kamarnya yang sudah menutup lalu, tersenyum dengan sangat manis.

.

.

.

.

.

Tok.. tok.. tok..

Tiffany baru saja membersihkan tubuhnya, sambil keluar dari kamar mandi.. Tangannya tak henti-hentinya mengacak rambutnya yang basah. Mencoba mengeringkan rambutnya sendiri dengan handuk. Mendengar suara ketukan pintu, ia segera berjalan ke arah pintu kamarnya dan memutar knop pintu tersebut sehingga detik selanjutnya ia menemukan taeyeon yang tersenyum manis dibalik pintu itu.

“ Ohh tae, waeyo?? “

“ Aku menunggumu dibawah “ jawab taeyeon membuat tiffany kebingungan. Saat tiffany akan bertanya lagi, taeyeon sudah pergi dari hadapannya.

“ Waeyo?? apa ada sesuatu yang penting? “ batin tiffany

Setelah merapikan rambutnya, tiffany segera keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga. Dari posisinya yang tengah menuruni anak tangga, ia bisa melihat taeyeon yang tengah menyibukkan diri dipantry, membuat tiffany semakin bingung.

“ Tae, waeyo?? “ tanya tiffany yang kini, sudah berada tak jauh dibelakang taeyeon.

“ Ta~da~.. “. Taeyeon membalikkan tubuhnya sambil memperlihatkan makanan yang siap dihidangkan. Sebenarnya makanan itu hanya beberapa roti panggang yang disajikan dengan bentuk unik.

“ Ige mwoya?? “

“ Kau bilang, kau belum makan. Jadi aku memutuskan untuk membuatkan roti panggang isi selai strawberry untukmu. Jangan bohong jika kau tak lapar. Aku tau, kau pasti sangat lapar karna seharian bekerja. “ jelas taeyeon sambil tersenyum manis dan segera menghidangkan makanan itu di meja makan, membuat tiffany speechles.

“ Whoaa.. daebakk.. gomawo.. kalau begitu, bagaimana kalau kita makan bersama-sama?? “ tanya tiffany girang sambil duduk ditempatnya. Namun, taeyeon menggelengkan kepalanya.

“ Waeyo? ada apa dengan roti ini?? apa kau memasukkan sesuatu? “. Tiffany mencoba memeriksa roti panggang itu namun, dengan cepat taeyeon menepuk kecil tangan tiffany yang tengah membalik-balikkan roti panggang buatannya.

“ Yah.. mwoya?? Kau pikir aku menaruh racun disana, eoh? “

“ Bisa jadi, habisnya kau tidak mau makan roti ini bersamaku “

“ Aniyo.. yah.. roti itu aku buat khusus untuk miss. Workholic. Lagipula, aku sudah makan bersama seo tadi. “

“ Arrasseo, kau boleh tidur sekarang “ jawab tiffany lesu

“ Kau mengusirku?? Cih.. tidak sopan sekali “. Taeyeon menggerutu sambil mengerucutkan bibirnya. Lalu, namja itu mengambil susu yang baru ia buat dipantry dan mencoba melangkahkan kakinya meninggalkan tiffany.

“ Chankman.. tae “. Taeyeon menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah tiffany.

“ Mwo? “ tanyanya kesal

“ Mianne.. jika kau tak keberatan, maukah kau menemaniku?? “

 

TBC

 

holaaa.. i’m back. bersama rekan author saya, abang riyuuu.. kyaaa *jeritjeritalakrystal ckckckck.. well, gw cmn mau bilang. bagi kalian yang g suka jesse jd cwo. g ush repot2 baca . tp klo gw nih yee.. mau itu gender bender atau yuri, khayalan gw tetp bayangin mereka itu cwe semua. bedanya, kali ini yang biasanya jessie jadi cwenya didunia genre ‘peryuri-an’. diff sekarang, dia jd gentle. lagian klo genrenya kayak gini, memudahkan gw bikin NC-nya nanti wakakakakakk. yaudah deh yaa.. yu dadah babayyy..

59 comments

  1. Sbenarnya siapa sih yg ingin bunuh taeng saingan balap dia ya? Ampek sgitunya pngen taeng end
    Yulsic plis deh brtengkar mluk krjaanya, ppany jd cew idol ya jd rebutan abis emang sulit sih buat ngindarin auranya mbak jamur😉

  2. Kyaaaaaaaa
    Kereeeeeeeeeennnn sekaliiii laaaahhh thorrrr. .

    Semogaaa endnya taeny laaahhh😀

    Yul am jessie udah kyk kucing rebutan ikan asinn aja wkwkwkwkwk

  3. yaelah ini yuri ama jesse berantem mulu dah, unik bgt kelakuan mrk utk dptin tiffany
    tiffany ampe pusing trs”n liat mrk kya tom & jerry
    seo kya yg suka yah ama taeng, soal’y pas taeng tinggalin kamar seo langsung senyum mngkn ada rasa spesial seo utk taeng
    org misterius yg jahatin taeng mngkn kah ada hubungan’y dgn persaingan balapan, bnr” jd ancaman bgt tuh org
    awal’y blm terbiasa sma sica yg jd namja tp msh bisa dptlah bayangan jesse yg tampan kya di foto atas hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s