Late Night Invitation (1/2)

tumblr_mjgijsO90n1r9nqtyo1_500

Title : Late Night Invitation (1/2)

Author: lightwafesurfer (http://www.asianfanfics.com/story/view/401803/1/late-night-invitation-jessicajung-jeti-romance-snsd-tiffanyhwang)

Indonesian Translate: Tiffany Adelayn

Genre: Yuri, romance, etc.

Main cast: Tiffany Hwang, Jessica Jung.

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre yuri. Ff ini saya ambil dari asian fanfiction dan mencoba untuk menterjemahkan, menambahkan atau pun mengurangi isi ff tersebut demi keberlangsungan cerita yang dapat dimengerti oleh semua readers. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini๐Ÿ˜„

Dont copy paste without the named, dont bashing also.. warning typo tersebar dimana-mana, jangan lupa tinggalkan jejak kalian, so happy reading ^^

***

~ Discovery ~

Malam ini seperti malam biasanya bagi tiffany yang berprofesi sebagai bartender. ia membersihkan beberapa gelasnya dimeja bar dengan tenang, sesekali ia menaruh perhatian pada apapun yang ia lihat. Malam itu masih begitu pagi menurutnya, melihat waktu di jam tangannya yang baru menunjukkan pukul 8 malam. Alunan musik yang โ€˜sedikitโ€™ lembut terdengar dari jukebox.

ย 

ย 

Seorang yeoja muda duduk disisi lain dari meja bar tersebut. Memiliki wajah yang sangat cantik. Dia memiliki sepasang mata yang berwarna coklat, bicara soal itu tak sedikit dirinya telah membuat orang-orang menaruh perhatian padanya. Karna penampilan dan kecantikannya memang menarik perhatian setiap orang. Orang itu terlihat bercahaya dibawah sinar cahaya yang menyinarinya. Dia baru saja memandang bartender disana dan hal itu membuat dirinya terpaku pada sosok bartender itu.

Dia tersenyum pada dirinya sendiri. keingintahuannya tak pernah menghasilkan perasaan yang baik.

Tiffany tau seseorang menaruh perhatian padanya. Namun, perlahan ia mengalihkan pandangannya dan merasakan perasaan yang aneh. Degup jantung yang berdebar-debar.

So Beautiful ~. Pikirnya

Seperti sebuah magnet, sosok orang itu begitu sangat cantik. Tiffany tak pernah tau, memperhatikan seseorang yang tengah meminum minumannya itu membuat dirinya terpesona. Bartender muda itu merasakan keanehan pada dirinya sendiri, ia seperti merasakan dirinya sendiri terjatuh. Tiffany dibuat keheranan jika perempuan itu memang nyata adanya.

Bartender pun akhirnya menuangkan kembali minuman ke dalam gelas perempuan itu. tiffany terlihat begitu gugup ketika melihat perempuan itu perlahan namun pasti menenggakkan kepalanya dan menegak habis minuman di dalam gelas kecilnya dalam satu tegukkan. Itu cukup terlihat innocent tetapi keduanya tau maksud dari itu semua, sesuatu yang lebih.

Tiffany bisa merasakan perutnya yang mengerat. Siapa kau??

Perempuan itu tersenyum pada dirinya sendiri dan menyimpan gelasnya diatas meja bar. Dia beranjak dari tempatnya dan mengambil bill. Uang bukanlah apa-apa sekarang. Dia hidup dengan kemewahan, dia bisa mendapatkan apa yang ia mau. Tetapi, malam ini dia ingin sesuatu yang berbeda. Dia ingin seseorangย  yang bisa bersamanya malam itu.

Dia simpan bill itu diatas meja. derap langkah kakinya terdengar sejalan dengan langkahnya yang menjauh dari meja bar tersebut.

Percaya diri. Terus melangkah tanpa henti. Dengan begitu sangat menggairahkan.

Bunyi โ€˜klikโ€™ terdengar ketika pintu bar itu menutup dan tiffany menghela nafas panjang, dia tak pernah tau jika ia begitu terpesona dengan sosok perempuan itu. dia mengambil bill tersebut dan berharap jika perempuan itu memberikan sedikit tip untuknya. Well, tak ada tip yang diharapkannya dan tiffany seharusnya kecewa tetapi nyatanya ia tak kecewa. Kebingungan tergambar jelas diwajah cantiknya ketika ia telah selesai membaca tulisan tangan pada lembar bill itu.

Sebuah undangan.

ย 

Iโ€™m ready to drive

—–

~ Something About Us ~

Tiffany tak mempertimbangkan lagi, ia menerima undangan tersebut. Rupanya wanita itu menuliskan alamat dibawahnya.

Malam selanjutnya, tiffany mengunjungi alamat itu dan menemukan dirinya yang berdiri di depan sebuah club. Nama club itu adalah samctum2000 dan seperti namanya, tempat tersebut terlihat sangat elegant cocok untuk orang-orang yang memiliki kedudukan yang tak lain adalah orang-orang kaya. Tempat itu dipenuhi hingar bingar musik yang tak pernah berhenti. Dance floor pun terlihat dipenuhi orang-orang yang tak habis-habisnya menari, seperti tak ada hari esok. Beberapa lampu mewarnai club itu bersamaan dengan suara musik keras yang bergemuruh.

Tiffany melangkahkan kakinya melewati keramaian orang disana. bau parfum mahal dan asap rokok membuatnya pusing dan sebenarnya memang benar-benar membuatnya sangat pusing.

Tiffany menghentikan langkahnya dengan tiba-tiba, ketika ia menemukan wanita yang pernah ia lihat dimalam sebelumnya. Tubuh wanita itu terlihat sangat bergirah dan mempesona seperti dirinya yang berjalan ke arah seorang wanita didalam mimpinya. Musik didalam sana terdengar semakin keras dan lampu-lampu yang membuatnya pusing semakin menggila seperti lampu-lampu tersebut begitu marah namun, tiffany bisa melihat senyuman manis diwajah wanita itu. dia berada ditengah-tengah keramaian dengan semuanya yang terjadi sampai pada akhirnya, ia bisa mendengar wanita itu tertawa. Terlihat dari bahasa tubuh wanita itu.

Wanita itu terlihat tengah berbicara dengan seorang pria muda dan tiffany segera menyela perbincangan itu dengan kehadirannya.

โ€œ Hey โ€œ

Tiffany menunggu dengan sabar ketika wanita itu mengalihkan perhatiannya dari pria yang tengah berbicara padanya. Hal ini baru 24 jam yang lalu sejak ia bertemu wanita itu di barnya tetapi tiffany tidak merasa melihat wanita itu yang terlihat sudah berumur. Tiffany menjangkau tangan wanita itu untuk memastikan bahwa wanita itu tak akan menghilang. Tetapi wanita itu tak menghilang, wanita itu memang seorang manusia dan dia tersenyum seperti senyuman yang kemarin tiffany lihat.

Wanita itu permisi untuk meninggalkan pria muda dan membuat tiffany terkejut bukan main adalah karna melihat pria itu yang tunduk tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Tiffany menyimpan bill semalam di atas meja, dihadapan wanita itu.

โ€œ Iโ€™m tiffany โ€œ

โ€œ Anyyeong tiffany โ€œ

โ€œ Kau meninggalkan ini dibar kemarin. Apa yang kau inginkan? โ€œ

โ€œ Aku tak pernah berfikir kalau kau akan mengatakan hal ini โ€œ

Tiffany memperlihatkan smirknya, mengejek.

โ€œ Kau menyantumkan alamatnya dibawah sini, miss. Tentu saja itu terlihat jelas, kalau kau menginginkan sesuatu dariku โ€œ

Wanita itu mengambil kertas bill dan memperlajarinya beberapa detik. Lalu, ia memandang ke arah tiffany dan sebaliknya tiffany pada wanita itu. wanita itu sangat menghargai dan menyimpan kesan pada tiffany, memandang sosok tiffany dengan seksama.

Melihatnya seperti itu, tiffany baru saja mengingatkan dirinya sendiri untuk bernafas.

โ€œ Aku menginginkan sesuatu darimu. Can you drive? โ€œ

Meskipun suara ucapan wanita itu terdengar begitu saja ditelinganya, tiffany menyadari bahwa wanita dihadapannya ini memandangnya dengan tatapan yang begitu sangat menggairahkan dan hal itu membuat tiffany sulit untuk menelan ludahnya sendiri.

โ€œ Kemana kau akan pergi? โ€œ

Wanita itu mendekatkan bibirnya ditelinga tiffany dan deru nafasnya berhasil menggelitik leher tiffany.

โ€œ Apartmentku โ€œ

——-

~ You Know My Name ~

ย 

โ€œ So, siapa namamu? โ€œ. Akhirnya tiffany memecahkan keheningan setelah 20 menit berlalu tanpa perbincangan apapun yang terjadi di antara mereka. keduanya tengah berada didalam mobil yang masih terus dikemudikan tiffany menuju apartment wanita itu, keduanya tak ada yang berani bicara sebelum akhirnya tiffany yang memulainya terlebih dahulu.

Tiffany melirik sekilas melalui sudut matanya. Wanita itu terlihat begitu asyik memandang keluar jendela yang memperlihatkan indahnya kota seoul.

โ€œ Untuk apa? โ€œ

โ€œ Karna aku sudah mengatakan siapa diriku. Jika kita ingin melakukan ini, tidakkah seharusnya kita mengetahui nama kita satu sama lain? โ€œ

Wanita itu tertawa.

โ€œ Tentu saja aku punya nama, tetapi untuk apa aku mengatakannya padamu? Dan apa maksudmu tentang ini? โ€œ

Tiffany dibuat keheranan olehnya. dia memilih untuk kembali memfokuskan diri memandang jalanan didepan, tiffany tidak terlalu peduli bagaimana wanita disampingnya itu bermain dengan kartunya sendiri.

Perlahan, tangan wanita itu di simpan diatas paha tiffany. tangan lembutnya dengan berani meraba paha tiffany seperti tengah menggambarkan sebuah peta map disana namun, pandangannya masih keluar jendela menangkap pemandangan diluar sana. Ia sesekali menekan paha tiffany, membuat tiffany sedikit bingung juga gugup. wanita itu memastikan tubuh tiffany gemetaran ketika tanganya semakin dekat ke inti didalam dress wanita bartender itu. tiffany.

Dan tiffany sangat benci untuk bermain sendiri seperti itu. dia tidak akan membiarkan bidadari disampingnya itu melakukan hal โ€˜ituโ€™. dengan cepat, ia mengenyampingkan mobil yang jauh dari pandangan orang-orang. Dia mematikan mesin mobil dan mencengkram kuat stir. Kedua matanya terperjam dengan mulutnya yang sedikit terbuka untuk menarik nafasnya yang mulai tersendat-sendat karna ulah wanita disampingnya.

Dia memandang ke arah wanita itu yang tersenyum puas. Tiffany membenci senyuman itu. ia ingin menangkap senyuman cantik itu dengan bibirnya. Dia bisa melakukannya? Tidak! Pastinya ia ingin melakukan itu. apa yang dirasakannya tak bisa lagi dijelaskan oleh kata-kata.

โ€œ Ini bukan apartmentku โ€œ. Wanita itu membenarkan duduknya dan meraih tangannya kembali dari paha tiffany, harapan tiffany wanita itu pasti akan membuatnya bingung lagi seperti sebelumnya. Sekali lagi, wanita itu tak terlalu peduli dengan tatapan tiffany.

โ€œ Apa yang kau mau dariku?? โ€

Wanita itu mengangkat bahunya sambil tersenyum evil. Tiffany tidak menyalakan lampu didalam mobil tersebut. Hanya sebuah penerangan jalanan yang menyinari mereka.

โ€œ Sesuatu yang berbeda, tidakkah kau berfikiran hal yang sama? โ€œ

โ€œ Tidak untukku โ€œ

Dengan berani, wanita itu meraih dagu tiffany. menangkupkan wajah tiffany dengan kedua tangannya, membuat kedua dari mereka bisa merasakan deru nafas satu sama lain.

โ€œ Kau sudah berani? โ€œ tanya tiffany. ia ingin berkata seperti biasanya tetapi saat ini yang terdengar dari suaranya adalah suara husky yang mungkin akan membuat wanita dihadapannya sekarang ini cukup bergairah. Wajah wanita itu kini terlihat berwarna orange karna pantulan cahaya dari lampu luar, seperti berada didunia fantasy.

Tiffany berfikir, kalau ini semua memang fantasy. Mungkin sebentar lagi ia akan terbangun karna suara alarm yang biasa membangunkannya. Tetapi tiffany sadar, semua ini kenyataan. Dia bisa merasakan tiap sentuhan yang dilakukan wanita itu padanya, diwajahnya.

โ€œ Sentuhlah fany โ€œ. Dengan berani, wanita itu menekan bibirnya dikelopak mata tiffany bersamaan dengan perasaannya yang gugup.

Tiffany mencoba meraih-raih udara ketika wanita itu melingkarkan kedua tangan dilehernya. Semuanya terasa panas, tiffany merasakan dirinya seperti terbakar. Seperti apa yang dilakukan wanita itu yang terus menciumi leher tiffany, wanita eye smile itu terlihat menggigit bibir bawahnya agar desahannya tak keluar dari mulutnya.

Perlahan, sentuhan lembut wanita itu turun ke rahang tiffany. turun.. turun.. dan jari-jarinya akhirnya mendarat diselangkangan tiffany. tangannya perlahan meraba-raba ke bawah hingga tiffany sendiri tak tau bagaimana caranya ia bisa kembali meraih-raih udara. Kemudian, gerakan tangan wanita itu langsung membuat dirinya sendiri bisa melihat bagaimana putihnya paha tiffanyย  dan dia mencium paha tiffany dengan gerakan slow motion. Nice and easy.

Tiffany menengadahkan kepalanya, menatap langit-langit. Dirinya tak pernah membayangkan akan melakukan hal ini disini sebelumnya. Dia takut, tetapi dia sadar jika dia menginginkan ini juga. Tiffany sadar jika ia ingin merasakan sentuhan lebih dari wanita yang masih sibuk dibawahnya.

Keduanya masih tak banyak bicara ketika wanita itu dengan cepat mengunci bibir tiffany dengan ciuman-ciumannya yang kian memanas, tak ada yang bisa menghentikannya ketika lidah wanita itu meminta akses masuk ke dalam mulut tiffany. mengabsen deretan gigi wanita yang berprofesi sebagai bartender itu.

Merasa mereka perlu menghirup udara, wanita itu melepaskan ciuman panasnya pada tiffany. membuatnya bisa melihat keringat yang mengucur dikening tiffany. bibirnya yang sexy hanya berjarak beberapa inchi dari tiffany.

Tiffany menutup kedua matanya, nafasnya tersenggal-senggal dengan wajah yang sedikit memerah. Kedua tangannya sudah mendarat sempurna dipinggang wanita itu.

โ€œ I can show you more โ€œ. Bisik wanita itu

โ€œ Your name! โ€œ ucap tiffany bersamaan dengan responnya yang begitu cepat dan tak mau kalah dengan sedikit memundurkan kepalanya, tetapi wanita itu kembali menariknya hingga jarak wajah diantara mereka kembali berdekatan.

โ€œ Jessica, iโ€™m jessica โ€œ bisiknya saat ia melepaskan ciuman dibibir tiffany. kedua tangan wanita itu kembali melingkar dileher tiffany, memeluknyaย  sebelum akhirnya wanita itu menggigit kecil telinga tiffany dengan sangat menggairahkan.

” Pastikan desahanmu itu akan keluar nanti, tiffany.. ”

TBC

Well.. ini ff selingan, selingan mengembalikan mood dan selingan dari hiatus yang gak jelas. Semoga pada ngarti yee.. chap selanjutnya, gw protect! See you soon.. ^^

80 comments

  1. huaaa…ketinggalan jauh soal wp ini๐Ÿ™‚
    kakak re-run aja ya ? gpp kan *wink*
    itu jessjung maunya apa sih ma tiffany ?

  2. euhmt.. bru tau ada ff JeTi mesum?? dua2nya sma2 byun..hadeuh
    eonnie,,ff nya ga kalah keren sma tetangga hhehe ,,bru kali ini bca FF yg couple nya JeTi,,trs ada byun nya lagi..hhehe gomawo udh ngijinin jlan2 di wp nya ^_^

  3. wanjeeerrr.. jess mendominasi. gue jarang baca ff jeti. jarang nemu jg dan skali nemu dapetnya yg panas anget2 kek gini ><

  4. ouch!, jessi, naughty girl. pandangan nya kemana, tangan nya menjelajah kemana?, ckckck bikin tiffy ga bisa menghirup udara dgn benar. hehehe…. dasar pervert. lol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s