Unbelievable 16

unb

Title : Unbelievable 16

Author: Adelayn Tiffany

Genre: Yuri, romance, etc.

Main cast: Tiffany hwang, Kim taeyeon, Jessica jung

Support cast: Find your self

Songlist : Taeyeon – Missing you like crazy

Jessica – That person, you

2 Am – Even if i die, i cant let you go

Note : cerita ini bergenre yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa😄

***

Author pov

“ Aku.. aku memang tiffany, tetapi aku bukan tiffany-mu miss. Maaf aku harus pergi “. Perlahan, tiffany melepaskan kedua tangan jessica yang melingkar diperutnya. “ Andweyo! Aku tak akan pernah melepaskanmu lagi, andwe! “ ucap jessica yang kembali memeluk tiffany semakin erat. “ Sshh.. bisakah kau melepaskan tanganmu dari perutku! “. Tiffany meringis ketika merasakan rasa sakit yang masih membekas diperutnya dengan melepas tangan jessica kasar. Hal itu, membuat jessica terkejut dan tersungkur ke tanah. “ Apa tiffany-mu sekasar ini, huh?? aku katakan padamu sekali lagi, i’m not your tiffany! “ ucap tiffany dingin tanpa menoleh ke arah jessica lalu, berjalan meninggalkan jessica seorang diri disana.

Mata jessica berkaca-kaca, ia tak menyangka sikap yeoja yang diduga adalah tiffany memiliki sikap yang lebih kasar dari tiffany hwang yang ia kenal sebelumnya. Namun, hal itu tak membuat jessica percaya begitu saja. Jessica masih sangat yakin, kalau yeoja itu adalah tiffany hwang-nya bukan tiffany adelayn.

“ Pasti ada sesuatu yang membuatnya seperti itu. But tiff, i really-really miss you so much “ gumam jessica dengan air mata yang mulai membasahi pipinya.

Disisi lain, salah seorang anak buah yuri dan junsu tersenyum evil melihat apa yang sedaritadi ia lihat. Ternyata dugaannya benar, kalau yeoja blonde yang dimaksudkan namja itu adalah jessica memiliki hubungan khusus dengan sosok yeoja yang selalu di awasinya. Tiffany hwang. Sebentar lagi, sesuatu akan terjadi pada kedua orang itu.

***

“ Yah! Ige mwoya?? “ tanya tiffany yang terus memberontak pada dua namja yang memeganginya erat. Hingga kedua namja itu pun berhenti dihadapan junsu dan yuri yang tengah menghibur dirinya sendiri, masih dengan tab-nya. “ Yuri~ah.. “ panggil junsu, membuat yuri menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah junsu bingung. “ Wae?? “. Junsu menunjuk tiffany dengan dagunya. “ Ohh.. fany~ah, kau sudah pulang?? “ tanya yuri girang sambil membenarkan duduknya. “ Cih.. bahkan kalian yang menyeretku keluar dari tempat bekerjaku secara paksa “ jawab tiffany sambil berdecih. “ Yah.. aku bertanya padamu baik-baik fany~ah, wae kau selalu kasar padaku? “ tanya yuri sambil mengerucutkan bibirnya. “ Geumanhae.. suruh dua namja ini melepaskan tangan mereka dari tanganku “ pinta tiffany, tanpa mengeluarkan suara yuri menyuruh dua namja itu melepaskan tiffany. melihat seperti itu, tiffany segera membalikkan tubuhnya untuk menaiki anak tangga dan  masuk ke dalam kamarnya. “ Tiffany hwang.. “ panggil seorang namja yang baru datang dan berhasil membuat tiffany menghentikan langkahnya.

“ Lee jang woo.. akhirnya kau datang, oppa “. Yuri berlari ke arahnya dan memeluk namja itu girang. “ Aisshh.. kau tak pernah berubah huh? ada sesuatu yang ingin aku beritahu tentang yeoja yang selama ini aku awasi atas perintahmu, nona kwon. “ ucap jang woo sambil memandang tiffany tajam. “ Waeyo?? “ tanya yuri penasaran. “ Rupanya, seseorang baru saja bertemu dengan kekasihnya “. Jang woo tersenyum tipis. “ Kekasih?? Nugu? “ tanya yuri bingung. “ Aishh.. kwon babo! Tentu saja tiffany hwang! “.

DEG..

“ Yah! Appo! “. Rengek yuri. Jang woo menjitak kepala yuri hingga yeoja itu meringis kesakitan. Tubuh tiffany menegang saat mendengar ucapan namja itu, tiffany pikir junsu, hyoyeon atau yuri yang mengatakan jika dia selalu diawasi 24 jam itu hanya sebuah embel-embel belaka agar dirinya takut namun ternyata semua itu benar. Membuat dirinya mulai mengeluarkan keringat dingin.

“ Andweyo.. mereka tak boleh tau, jika ada jessie disini “ batin tiffany.

Tiffany menoleh ke arah jang woo sambil memaksakan untuk tersenyum tipis. “ Penguntit, jika kau tak tau apa-apa. Diam saja, shut up you mouth! “ ucap tiffany yang kembali melangkahkan kakinya. “ Yah tiffany hwang! berhati-hatilah, jika sesuatu terjadi padanya karna ulahmu sendiri! “ teriak jang woo agar tiffany yang sudah berada dilantai atas bisa mendengar ucapannya.

Hening..

“ Apa kau yakin, tiffany bertemu dengan kekasihnya? “ tanya yuri penasaran sambil duduk ditempatnya lagi. “ Aku pikir seperti itu, bahkan yeoja itu sudah mengawasi tiffany dari kemarin “ jawab jang woo sambil memakan makanan ringan yang berada dihadapannya. yuri mengangguk mantap dan terlihat tengah berfikir dengan keras. “ Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?? “ tanya hyoyeon yang akhirnya membuka suara. “ Fokus saja dulu pada agen-agen kita, aku akan memikirkan apa yang selanjutnya kita lakukan. Dan jang woo.. tetaplah awasi tiffany hwang “ perintah yuri dan langsung mendapat respon anggukan dari jang woo juga semua anak buahnya.

***

Tiffany pov

Aku menutup pintu kamarku kasar, jinja hari ini benar-benar berhasil membuatku frustasi terlebih karna pertemuanku dengan jessie yang sangat tiba-tiba. Benarkah itu jessie?? jessica jung?? Bahkan, dia banyak berubah.

Kupejamkan mataku untuk mengingat kembali bagaimana pertemuan kami malam ini, benar-benar diluar dugaan dan lagi namja-namja busuk itu membangun image burukku didepan owner cafe dan para pelanggannya. Sial! Hanya aku yang harus pulang, mereka harus melakukan hal itu padaku?? Untung saja saat pertemuanku dengan jessie, aku bisa terlepas dari namja-namja busuk itu. sehingga mereka tak melakukan apapun pada jessie. tapi jang woo.. rupanya orang itu tak bisa disepelekan. Dia benar-benar bekerja dengan sangat baik. Ottokkae?? Apa yang harus aku lakukan jika jessie masih bersih keras untuk menemuiku?? Aku sama sekali tak ingin para mafia melakukan hal yang macam-macam pada jessie-ku, bagaimanapun perasaan benci yang aku rasakan tak sebanding dengan perasaan benciku pada anggota para mafia itu. bahkan, aku masih mencintainya. Aku merindukannya, aku hanya butuh waktu untuk menerima kenyataan jika pada akhirnya kami bertemu. Jessie mengenalku dan sebaliknya aku. Aku hanya butuh penjelasan darinya dalam 5 tahun terakhir ini.

***

Jessica pov

Aku sampai dirumah, kulihat krystal menghampiriku dengan raut wajah cemas. “ Eonnie.. kau baik-baik saja?? Ada apa denganmu? Kau terlihat berantakan “ ucap krystal sambil merangkul tubuhku. Aku menghela nafas dan menggelengkan kepalaku. “ Gwenchana, mungkin aku hanya lelah saja “. Aku duduk disofa dan bersandar disana. “ Beristirahatlah eonnie, aku akan menyiapkan minuman hangat untukmu “. Krystal segera beranjak dari sisiku dan berjalan menuju pantry.

Aku terdiam, mencoba mengulas pertemuanku dengan tiffany. bagaimana bisa dia mengatakan hal yang sangat kasar padaku? Tiffany pabo! yeoja itu selalu membuatku ingin menangis saja.

Perlahan, air mata keluar dari pelupuk mataku. Ottokkae?? Aku ingin tiffany-ku. Tak lama kemudian, aku mengingat sesuatu. Dengan cepat, aku merogoh saku celanaku dan mengambil ponselku lalu, menekan beberapa angka disana hingga terhubung oleh orang disana.

“ Jessica jung..? “

“ Siwon-ssi, oddiga?? “

“ Aku baru saja sampai diparis, kau dimana?? Apa ada sesuatu yang terjadi?? “

“ Sepertinya aku menemukan tiffany-ku “

“ Jinjayo?? Lalu bagaimana?? “

“ Dia tak mengakui dirinya adalah tiffany hwang dan menurut owner cafe tempat ia bekerja, nama tiffany bukan tiffany hwang tapi tiffany adelayn “

“ Tiffany adelayn?? Gomawo sica atas infonya, aku akan mencaritahu hal itu secepatnya. bersabarlah “

“ Ne, gomawo siwon-ssi “

“ Ne “

Klik..

Aku bernafas lega, akhirnya siwon mengerti apa maksudku. Pantas saja, tiffany sangat percaya padanya. Siwon maupun leeteuk bisa diandalkan, membuatku sedikit merasa tenang. “ Eonnie.. ini minuman hangatnya “. Krystal segera menghampiriku dan duduk disampingku sambil menyimpan minuman hangat dimeja. Aku tersenyum dan mengelus rambutnya lembut. “ Gomawo krys.. ohh besok kau sekolah? “ tanyaku penasaran. Dia mengangguk mantap. “ Aku berharap, tiffany eonnie mengantar sulli lagi besok “ ucapnya girang. Rupanya anak ini sudah tergila-gila pada kekasihku. Tiffany memang sangat keren, terlebih dengan penampilan barunya. Aku seperti memiliki kekasih seorang namja hehe..

“ Eonnie.. bagaimana bisa perubahan moodmu bisa begitu cepat berubah? “ tanya krystal menyadarkan aku kembali pada kenyataan. “ Huh? “ tanyaku bingung. “ Selepas kau pulang tadi, wajahmu ditekuk dan sekarang kau senyum-senyum sendiri. tidakkah itu menakutkan? “ tanyanya dengan ekspresi yang lucu, membuatku gemas. “ Jika aku memang menakutkan, apa yang akan kau lakukan huh?? aku akan memakanmu sebentar lagi “. Aku mencoba menakut-nakutinya hingga ia segera beranjak dan berlari dariku, membuatku tertawa lepas.

***

Author pov

“ Tiffany “ panggil yuri tanpa mengalihkan pandangannya dari koran yang tengah ia baca dipagi hari itu. Tiffany pun menghentikan langkahnya dan menoleh sekilas ke arah yuri. “ Jangan meremehkan kemampuan kami. Jika kau tak ingin sica menderita karna ulahmu sendiri, jangan pernah sekalipun kau menemuinya “ ucap yuri dingin yang kemudian, melipat korannya dan beranjak dari tempatnya. Yuri berjalan menghampiri tiffany dan mereka pun saling berpandangan. “ Ingat.. aku tak pernah main-main dengan kata-kataku “ yuri menepuk bahu tiffany, membuat tiffany terdiam. “ Sudah cukup kau membuatku menderita, jangan lagi membawa orang lain untuk menanggung semua ini “. Tiffany menepis lengan yuri dari bahunya. “ It’s up to you, miss hwang. “. Yuri kembali duduk di tempatnya dan memandang tiffany dengan senyuman evilnya.

“ Eonnie.. “ panggil sulli dari lantai atas namun, tiffany masih terus menatap yuri dengan tajam. “ Eonnie.. ayoo kita berangkat sekarang “ ajak sulli manja sambil menarik lengan tiffany, namun tiffany terlihat masih kesal pada yuri hingga sulli kesulitan untuk menarik tiffany keluar dari rumah tersebut. “ Lepaskan! aku bisa jalan sendiri “. Tiffany menepis tangan sulli dari lengannya lalu berjalan menghampiri pintu keluar, saat tiffany akan keluar ia berpapasan dengan eun hye yang baru datang dengan keranjang belanjaan ditangannya. Hal itu, membuat keduanya menghentikan langkah mereka. “ Fany~ah, aku membelikanmu sesuatu “. Eun hye menyodorkan sesuatu dihadapan tiffany dengan senyuman yang mengembang diwajahnya. Tanpa mengucapkan apapun, tiffany mengambil barang tersebut membuat eun hye senang namun ketika tiffany melewati tempat sampah yang tak jauh dari mereka dengan santainya tiffany membuang barang yang dibelikan eun hye ke dalam sana. “ Yah! Eonnie!! Ige mwoya?? “ tanya sulli tersinggung yang melihat hal itu. “ Jika kau mau, ambil saja barang sampah itu “ ucap tiffany tak peduli sambil terus berjalan. Membuat eun hye sedih, bahkan kini yeoja itu sudah menitikkan air matanya.

***

“ Good morning, tiffany eonnie “ sapa krystal girang saat ia melihat kembali tiffany yang mengantarkan sulli ke sekolah mereka. “ Morning “ jawab tiffany singkat. “ Ohh.. krys, kau tak diantar lagi oleh eonnie-mu?? “ tanya sulli sambil mencari-cari yeoja yang tak lain adalah jessica jung. “ Ohh.. jessica eonnie? “ tanya krystal, membuat tiffany terkejut. “ Ahh.. matta “ jawab sulli mantap. “ Dia baru saja pergi “ ucap krystal membuat tiffany bernafas lega, hampir saja pagi ini dia bertemu lagi dengan jessie-nya.

Tak lama kemudian, mobil yang cukup mewah berhenti didekat mereka. membuat ketiga yeoja itu menaruh perhatian pada mobil mewah tersebut. “ Krys.. kau meninggalk~.. “. Jessica keluar dari mobilnya dengan membawa tempat makan krystal yang tertinggal dimobilnya dan begitu melihat tiffany, ucapannya terputus begitu saja. Secara tidak langsung, kini tiffany dan jessica terlihat seperti tenggelam dalam dunia mereka. tak ada perbincangan yang terjadi diantara mereka, tetapi keduanya masih terus saling bertatapan dalam. “ Ehem.. “ sulli berdehem, menyadarkan kedua yeoja itu. “ Thankyou, eonnie “ ucap krystal yang segera meraih tempat makannya itu lalu, menyodorkannya dihadapan tiffany. “ Mwo? “ tanya tiffany bingung. “ Apapun yang aku bawa setiap pagi, ini semua untukmu “ jawab krystal sambil tersipu malu, membuat sulli menganga lebar. Namun, hal itu membuat tiffany sedikit gugup sambil sesekali melirik ke arah jessica yang memperlihatkan senyuman manisnya.

“ Makan saja untukmu, aku sudah makan pagi ini “ bohong tiffany. “ Geotjimal, eonnie. Kau bahkan, tak pernah makan dirumah “ ucap sulli, membuat jessica terdiam dan memandang tiffany bingung. Dalam hati tiffany, ia merutuki si yeoja muda yang benar-benar tak membantunya sama sekali. “ Really?? Oh my gosh, eonnie.. kau bisa sakit. Terimalah makanan ini, pagi ini aku membuatnya dibantu oleh jessica eonnie “ jelas krystal membuat tiffany tambah bingung dan terkejut.

Tiffany menghela nafas dan perlahan, menerima tempat makan krystal. “ Terimakasih, tetapi aku minta mulai besok kau tak perlu membawakan makanan untukku. Hari ini terakhir kalinya aku menerima bekal makananmu “ ucap tiffany, membuat krystal mengerucutkan bibirnya. “ Aku harus pulang “ sambung tiffany yang segera pergi dari ketiga yeoja itu.

“ Uljima.. dia hanya tak ingin merepotkanmu, krys “. Jessica meraih dagu krystal lalu, mengelus kepalanya lembut. “ Matta.. tiffany eonnie memang tak suka merepotkan orang lain “ sulli menambahkan. “ Kalau begitu, kalian belajarlah yang benar. Aku harus pergi “ pamit jessica dan langsung menaiki mobilnya.

***

Disebuah tempat duduk, dihadapan lapang sepak bola lingkungan sekolah tersebut, tiffany duduk disana. ia menyimpan tempat makan krystal dipangkuannya. Pagi itu, hari begitu sangat cerah sehingga tiffany memutuskan untuk sedikit bersantai disana yang terlihat sangat sunyi. Melihat tak ada siapa-siapa disana, tiffany menengadahkan kepalanya. Menatap langit-langit dengan senyuman yang mengembang diwajahnya, hingga pikirannya mengulas kembali pertemuannya dengan jessica beberapa menit yang. Lalu tiffany kembali membuka matanya dan termenung. Dalam pikiran tiffany, bagaimana dunia ini begitu sangat sempit sampai-sampai krystal pun mengenal sosok jessica. kekasihnya.. bahkan, pagi ini mereka membuatkan sarapan untuknya. Hal itu, membuat tiffany menatap tempat makan krystal yang masih berada dipangkuannya. Tiffany tersenyum melihat tempat makan itu, membayangkan bagaimana kedua yeoja itu begitu sibuk membuatkan sarapan ini untuknya.

Perlahan, tiffany membuka tutup tempat makan itu dan menemukan sandwich tuna kesukaanya. “ Terimakasih karna telah membuatkan sarapan pagi ini untukku… jessie “ gumam tiffany sambil tersenyum manis, lalu ia pun memakan sandwich itu dengan lahap.

Tak jauh dari tiffany, jessica duduk diantara kursi-kursi penonton yang kosong sambil memandang ke arah tiffany. Tempat duduk yang sejajar dibelakang yeoja dingin pemiliki eye smile itu, tentu saja hal itu tak disadari tiffany yang membelakanginya. Jessica terlihat tersenyum manis saat melihat tiffany yang begitu lahap memakan makanan yang ia buat bersama krystal pagi ini.

“ Pagi ini, aku melihat sosokmu yang sebenarnya dihadapanku tiff “ gumam jessica sambil tersenyum.

Tak lama kemudian, hujan turun dengan tiba-tiba dan begitu sangat deras padahal sebelumnya cuaca terlihat sangat cerah. Membuat kedua yeoja itu terkejut. Jessica terlihat panik dengan pakaiannya yang begitu cepat basah kuyup karna derasnya hujan, cepat-cepat jessica beranjak dari tempatnya dan mencari tempat berteduh. Namun, berbeda dengan tiffany. merasakan air hujan yang membasahi tubuhnya, ia malah semakin tersenyum senang. Bahkan, tiffany membiarkan telapak tangannya merasakan tetesan air hujan yang kian membuat dirinya sendiri kedinginan. Tiffany tak peduli akan hal itu, yang jelas dia benar-benar sedang ingin menikmati hujan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.

Dari tempatnya berteduh, jessica masih bisa terus memandang ke arah tiffany. ia melihat bagaimana tiffany tersenyum, bermain-main dengan air hujan. Membuat jessica terkikik melihatnya, merasa ada tarikan yang cukup kuat darinya. Jessica melangkahkan kakinya. Membiarkan air hujan kembali membasahi tubuhnya. Perlahan, jessica berjalan menghampiri tiffany. semakin dekat dan saat tiffany memutar tubuhnya yang masih asyik dengan dunianya, mata mereka bertemu. Hal itu, membuat keduanya terdiam dibawah derasnya hujan. Hingga tak lama kemudian, tiffany kembali pada sosoknya yang dingin. Tak ada senyuman manisnya yang terlihat diwajahnya ketika jessica berada dihadapannya. ketiga kalinya, tiffany bertemu dengan jessica tanpa kehendaknya.

“ Tiff.. “ panggil jessica ragu. Tiffany segera mengambil tempat makan krystal dengan terburu-buru dan mencoba melangkahkan kakinya untuk meninggalkan jessica. namun, ketika tiffany akan melangkahkan kakinya. Sosok jessica menahannya, membuat langkahnya terhenti. Dalam hatinya, tiffany berdoa dan berharap jika lee jang woo tak melihat ini semua. Karna pertemuan mereka pun tak pernah tiffany duga sebelumnya. “ Lepaskan “. Ucap tiffany dingin. “ Shireo. Aku tak akan melepaskanmu lagi~.. “ jessica menoleh ke arah tiffany dan mencoba menatap dalam mata kekasihnya itu, tetapi tiffany mengalihkan pandangannya ke arah yang lain sambil sesekali ia mengamati situasi diantara mereka. “ Tiff, aku tau kau adalah tiffany hwang. i miss you.. sudah beberapa tahun ini aku mencarimu. Ke seluruh penjuru dunia~.. “.

“ Dan selama itu, kau tak menemukanku?? Tidakkah kim taeyeon memiliki anak buah yang banyak?? Kemana anak itu?? kemana siwon dan leeteuk? Kemana duo shikshin?? Bahkan mereka sama sekali tak berguna! “. Tiffany emosi sehingga ia memotong ucapan jessica dan berbicara dengan nada yang kian meninggi. “ Itu karna yang kami cari adalah tiffany hwang, bukan nama yang kau gunakan sekarang..~ ”. tiffany berdecih. “ Apa kalian bodoh?? kalian pikir nama tiffany hwang hanya satu?? “ tanya tiffany yang kini berani menatap jessica dengan tatapannya yang menusuk, tak disadari hal itu membuat hati jessica sakit. Tatapan yang lebih mengerikan dari apa yang pernah ia lihat pada sosok tiffany hwang. “ Aniy~.. “. Tiffany menepis lengan jessica kasar “ Sudahlah, lebih baik kau pergi dari sini. “ ucap tiffany yang mencoba melangkahkan kembali kakinya, namun sekali lagi jessica menahannya. “ Andwe! Jebal.. jangan tinggalkan aku lagi “.

Hening..

“ Lepaskan aku. tiffany-mu bukan seorang anggota mafia kan?? Jadi aku pikir kau salah orang. Pergilah dari sini sekarang juga, sebelum anak buah bossku membunuhmu “ ucap tiffany dingin dan akhirnya, ia bisa terlepas dari penahanan jessica yang begitu terkejut saat mendengar wacana tiffany.

“ Tak mungkin, kau tak mungkin menjadi anggota mafia tiff. Andwe! “. Teriak jessica, menghentikan kembali langkah tiffany. tiffany melirik sekilas ke arahnya “ Apa sekarang kau akan menghubungi anggota kepolisian yang jenius dari inggris itu? kim taeyeon hwang untuk menangkapku?? Lakukan saja, jika ia bisa “. Tiffany tersenyum evil dan langsung meninggalkan jessica sendiri disana.

***

Jessica pov

“ Lepaskan aku. tiffany-mu bukan seorang anggota mafia kan?? Jadi aku pikir kau salah orang. Pergilah dari sini sekarang juga, sebelum anak buah bossku membunuhmu “

“ Tak mungkin, kau tak mungkin menjadi anggota mafia tiff. Andwe! “.

“ Apa sekarang kau akan menghubungi anggota kepolisian yang jenius dari inggris itu? kim taeyeon hwang untuk menangkapku?? Lakukan saja, jika ia bisa “.

Tubuhku ambruk. Dibawah guyuran hujan yang sangat deras ini aku menangis tersedu-sedu, aku tak mungkin salah dengar kan?? Secara tidak langsung tiffany mengatakan kalau ia adalah anggota dari mafia?? B-bagaimana bisa?? Tiffany-ku bukan seorang mafia, dia juga terlihat sangat berbeda saat berada dihadapanku. Matanya terlihat seperti menyimpan kemarahan yang sangat dalam padaku. Aku takut.. aku takut saat berhadapan dengannya. Aku takut tapi disisi lain, aku.. aku tetap menginginkannya tak peduli apa resiko yang akan aku dapatkan setelahnya. Aku hanya menginginkan dirinya. Ya tuhan.. aku mohon kembalikan dia padaku.

***

Tiffany pov

Perlahan, air mata keluar dari pelupuk mataku. Di bawah pohon yang rindang, aku berdiam diri. Menangis sambil terus memandang ke arahnya yang masih bisa kulihat. Maafkan aku jessie, aku sungguh-sungguh tak berniat melakukan hal ini padamu. Ingin rasanya, aku memelukmu tetapi apa yang harus aku lakukan jika mereka melihat pertemuan kita?? Aku hanya tak ingin jang woo, yuri atau junsu melakukan hal yang gila padamu. Cukup aku yang menderita, aku tak bisa melihatmu seperti ini. aku mohon jangan menangis seperti ini, jika kau mampu, lupakan aku!

Aku mencengkram kuat dadaku yang terasa sangat sesak ini, perlahan tubuhku ambruk. Hingga tak lama kemudian, aku melihat seseorang berdiri dihadapanku. Aku mendongakkan kepala untuk menatapnya. “ Kau akan sakit jika terus terkena air hujan seperti ini “ ucapnya, membuatku terdiam. Detik selanjutnya, ia berlutut dihadapanku. Menyamakan posisi kami sambil mencoba melindungi tubuhku dari guyuran hujan yang masih sangat deras. “ Aku tau, ini sangat berat untukmu eonnie. Tapi bisakah kau katakan saja pada kekasihmu, jika kau adalah tiffany-nya? “ tanyanya sambil menatapku. “ K-kau tau jessie?? “. Sulli mengangguk mantap. Eun hye eonnie, banyak bercerita tentang kehidupanmu tak terkecuali tentang yeoja itu.

“ Dan kau baru memberitahuku sekarang?? Sejak kapan kau mengetahui semua ini? “ tanya penasaran. “ Saat kemarin kau tak mengantarku ke sini, pertama kalinya aku melihatnya mengantar krystal dan kebetulan sica eonnie adalah pemilik rumah yang menjadi tempat krystal bekerja. dan aku mengetahui sica eonnie adalah kekasihmu, karna eun hye eonnie yang memperlihatkan fotonya. Tak hanya sica eonnie, kim taeyeon-mu. Aku sudah melihatnya. “ jelas sulli padaku. Yeoja muda yang bodoh! dia jahat sekali padaku, berpura-pura tak tau apa-apa tentangku.

Aku menjitak kepalanya, membuat sulli mengaduh sambil mengerucutkan bibirnya. “ Uljima eonnie.. aku tau kau yeoja yang kuat. Bahkan, beberapa kali kau dipukuli anak buah kakak iparku kau masih bisa hidup. Jangan terlalu kasar padanya, kau harus mengungkapkan semuanya meskipun secara perlahan. Aku akan membantumu, yakso “. Sulli tersenyum manis padaku. Aku berterimakasih padanya, karna meskipun aku berlaku kasar padanya tetapi ia masih begitu sangat baik padaku. “ Gomawo sulli~ah, tapi biarkan saja seperti ini dulu. Selama jang woo mengawasiku, aku harus berjaga jarak dengan jessie. tolong bantu aku, dia yeoja yang cukup keras kepala “. Detik selanjutnya, aku merasa kesakitan ketika yeoja muda yang manja ini mencubit pipiku. “ Yah! Appo! “. Ringisku, lalu ia tertawa. “ Apa bedanya, kau dengan dia?? Kalian sama-sama keras kepala dan jangan bilang kim taeyeon-mu juga sama keras kepalanya dari kalian “ ucapnya sambil terkikik. “ Tak lucu! Dan apa kau tak akan masuk kelas sekarang, huh? kau sudah merasa pintar?! “. Aku menjewer telinganya sambil beranjak, membuatnya ikut beranjak sambil mengaduh kesakitan. “ Lekas ganti bajumu dan belajar yang benar, arrasseo?! “. Aku melepaskan tanganku dari telinganya, lalu ia memukul kecil lenganku sambil mengerucutkan bibirnya. Dan selanjutnya, sulli pergi untuk masuk ke dalam kelasnya lagi.

Aku kembali membalikkan tubuhku untuk memandang ke arah jessie. dan aku menyernyit ketika melihat sosok yang familiar untukku. Choi siwon.. dia bersama jessie dengan payung yang melindungi mereka. cukup romantis dan melihat hal itu, malah membuatku kesal sendiri.

***

Author pov

Malam ini, seperti biasanya tiffany kembali bekerja disebuah cafe. Selama tiffany bekerja disana, lambat laun pelanggan cafe tersebut semakin bertambah. Owner cafe itu pun benar-benar mengacungkan ibu jarinya pada tiffany. dan sosok jessica, lagi-lagi yeoja itu masih terus mencoba menemui tiffany. hingga jang woo dan anak buahnya mengetahui hal tersebut, tiffany yang tak menyadari kehadiran jessica memilih untuk terus fokus pada pekerjaannya. Menghibur para pelanggan dengan kepiawaian bermain musiknya.

Dari balik beberapa pilar dicafe tersebut, jang woo dan anak buahnya mengawasi jessica. dengan cepatnya, jang woo mengirim pesan singkat dan tak lama kemudian sebuah pesan balasan pun diterimanya. Hingga detik selanjutnya, terlihat senyuman evil yang tersungging diwajah jang woo sambil memandang ke arah tiffany.

Tiffany telah selesai bekerja dan seperti biasanya, tiffany langsung mendapat gaji yang dibayar dimuka. Senyuman manis pun tak pernah hilang ketika mendapat hasil jerih payahnya. Tiffany berpamitan pada owner cafe dan beberapa pelayan didalam cafe tersebut, lalu ia berjalan keluar dari cafe dengan santai.

“ Tiff.. “. Tiffany menghentikan langkahnya ketika mendengar suara jessica dibelakangnya. Dalam hatinya, tiffany merutuki jessica yang benar-benar sangat keras kepala karna terus menemuinya. Dan detik ini juga perasaan tiffany mulai tak tenang. Sebelum ia berbalik, mata tiffany terlihat tengah mengawasi lingkungan disekitar mereka. mencari beberapa anak buah junsu atau yuri yang mencoba mengawasinya. “ Tiff.. jebal, kembalilah “ ucap jessica penuh harap. Tiffany tersenyum tipis dan mulai membalikkan tubuhnya sehingga mereka saling berhadapan. “ Yah! Nona, tidakkah kau mendengar ucapanku huh?? kau tak takut?? Kau pikir aku becanda dengan mengatakan bahwa anak buah bossku bisa membunuhmu sekarang juga?? “. Tiffany menatap mata jessica dalam sambil menghampiri jessica semakin dekat. Jessica yang melihat tatapan tiffany pun mencoba menghindar dengan berjalan mundur.

Greeppp…

Tiffany menarik lengan jessica kasar, hingga yeoja blonde itu meringis kesakitan. “ Katakan padaku, dimana mobilmu? “ tanya tiffany dingin sambil terus berjalan hingga keduanya berhenti didepan cafe tempat tiffany bekerja. mata tiffany mencari-cari mobil jessica yang sebelumnya ia lihat disekolah sulli dan krystal pagi ini. tak lama kemudian, seseorang menepuk bahu tiffany. membuat pemilik eyes smile itu menoleh ke arahnya dan membelalakka matanya.

“ Andweyo! Mereka benar-benar akan melakukan sesuatu pada jessie “ batin tiffany, ketika melihat jang woo dibelakangnya sambil tersenyum penuh arti. “ Tiffany, kita harus bicara “. Ucap jang woo. Tak disadari, ucapan jang woo membuat tiffany mengeluarkan keringat dingin disekujur tubuhnya dan hal itu disadari jessica yang tak mengerti dengan apa yang terjadi. Perlahan, tiffany menganggukkan kepalanya dan menelan ludahnya dengan susah payah. “ Tiff, kita juga harus bicara “. Ucap jessica ketika, tiffany akan kembali melangkah dengan sosok jang woo. Tiffany menoleh ke arah jessica “ Masuk ke dalam mobilmu sekarang “ ucap tiffany hanya dengan menggerakkan mulutnya tanpa mengeluarkan suara.

Jessica menganggukkan kepala dengan ragu. Sambil terus memandang tiffany yang mulai kian menjauh darinya, jessica masuk ke dalam mobilnya dan cepat-cepat menghubungi siwon.

“ Siwon~ah.. “

“ … “

“ Aku merasa ada sesuatu yang akan terjadi pada tiffany sebentar lagi, bisakah kau memastikan dirinya akan baik-baik saja?? “

“ … “

“ Ne, gomawo.. “

Klik..

Jessica bernafas lega sambil menyandarkan kepalanya dipunggung kursi. Ia menggigit bibirnya, menahan rasa gelisah yang membara dalam hati dan pikirannya tentang tiffany. sehingga jessica pun, memilih untuk menyalakan mesin mobilnya dan diam-diam mengikuti tiffany dari jauh yang masih terus berjalan bersama salah seorang namja yang tak jessica kenal. Jessica sengaja mematikan lampu mobilnya dan beruntunglah, mesin mobilnya tak terdengar menderu keras. Bahkan mesin mobilnya terdengar kedap suara.

Jessica menutup mulutnya dengan mata yang membesar dari dalam mobil, ketika melihat sosok tiffany yang didorong kasar hingga punggungnya menabrak dinding dibelakangnya oleh namja itu.

“ Tiffany hwang, sudah kubilang. Aku mengawasimu 24 jam, kau tak mendengarku huh?? “ tanya jang woo sambil menekan lengannya dileher tiffany, membuat tiffany sedikit sulit untuk bernafas. “ L-lepaskan! “. Tiffany mendorong tubuh jang woo, hingga berhasil sedikit menjauh dan melepaskan lengan dari lehernya. “ Dengar, semua ini bukan kemauanku! Dia yang terus mengejarku! Percayalah padaku.. “ jelas tiffany dengan nafas yang tersenggal-senggal. “ Ahh.. begitukah?? Bagaimana jika aku tak mempercayaimu?? “ tanya jang woo sambil terkekeh dan..

Bughh..

“ Shh.. “. Tiffany meringis kesakitan, ketika jang woo memukul perutnya. “ A-aku bilang, jangan pernah memukul perutku! “ ucap tiffany sambil mencengkram kuat perutnya yang sakit. “ Wae?? Apakah kurang sakit, huh?? harus kugunakan cara apa agar kau tak menemui yeoja itu?? “

Bughh..

Tiffany kembali mendapat pukulan, kali ini jang woo memukul wajah tiffany dan berhasil membuat mata tiffany berkunang-kunang. “ Geumanhae.. “. Ucap tiffany lirih namun, masih terdengar cukup jelas. Jang woo kembali tersenyum evil. “ Katakan padaku, bagaimana aku bisa membuatmu tersadar huh? “. Jang woo menjambak rambut tiffany, sehingga mereka berdua bisa saling bertatapan. Tiffany terlihat tak fokus karna pukulan yang mendarat dikepala dan wajahnya sebelumnya, sehingga yeoja pemilik eye smile itu mencoba mengerjapkan matanya untuk memperjelas penglihatannya. “ Kill me “ jawab tiffany sambil tersenyum evil.

Dengan gerakan cepat, tiffany mendorong tubuh jang woo dan memukulnya sekeras mungkin. Hingga beberapa namja yang ikut bersama jang woo menyerbu tiffany. satu persatu pukulan namja itu bisa tiffany halau dan membalas semua pukulan itu dengan semua pukulan tiffany.

Bughh..

Tiffany tersungkur ke tanah, ketika salah satu seorang namja memukul punggung tiffany dengan sebuah balok kayu. Dan detik selanjutnya, tiffany mengeluarkan darah dari pelipisnya seiring dengan pukulan-pukulan keras yang dilakukan beberapa namja itu.

“ Arrkkh~.. “. Tiffany terus meringis, ketika beberapa namja itu terus menendang tubuh tiffany yang kian ringkih. Hingga jessica yang terus melihat apa yang terjadi pada tiffany hanya bisa menangis dan mencoba menghubungi siwon untuk meminta pertolongan. Hingga tak lama kemudian, beberapa namja lain menghentikan aksi kekerasan yang dilakukan pada tiffany.

“ Who are you?? “ tanya jang woo menantang. “ You dont know me?? Oh my gosh, come on “. Ucap salah satu namja yang terlihat seperti ketua dari gank tersebut. Tak lama kemudian, sekumpulan namja itu membelah barisan hingga menampilkan seorang namja tinggi yang memiliki lesung pipi dengan tongkat baseball dibahunya. “ I’m choi siwon “.

Bughh..

Siwon dan beberapa namja itu segera memukul seluruh namja-namja yang begitu beringas pada tiffany sebelumnya, hingga jessica memberanikan diri keluar dari mobilnya dan berlari ke arah tiffany yang mulai kehilangan kesadarannya.

“ Tiff.. “. Jessica meraih tubuh tiffany ke dalam pangkuannya. Mata jessica terlihat berkaca-kaca karna melihat keadaan tiffany yang babak belur dengan darah yang mengalir dari pelipisnya. Perlahan, tiffany membuka sedikit matanya dan menatap jessica. “ J-jes-sie? “. Panggil tiffany lirih, hal itu membuat jessica senang karna pada akhrinya ia bisa mendengar tiffany memanggil namanya. Detik selanjutnya..

Bughhh…

“ SICA! “

TBC

47 comments

  1. what happen with sica?siapa yg pukul sica?smga JETI selamat and cpt bersatu trz blik ktmu taesun…tae kangen tu ma ppany…lnjut thor…soon…

  2. ini ff saia tunggu dari subuh baru nonggol jam segini..hahaa
    alhamdulillah..rada ‘jinak” pany nya…
    sica d pukul sapa??
    yuri kah??
    ayoooo jangan pisahin jeti lagi peliiiissss ;'(

  3. Ohhj my goshhhh….jessi knp?
    Jgn blg jessie di pukul…. yuri jahat sx..
    Tp kasian fany di pukul trz. Kpn JETI hdp bahagia klo g sering dipisahx.
    ╭(╯ε╰)╮ 

  4. sica knp ? dipukul jg ?
    siwon oppa tlg selamatkan jeti dong, mnt bantuan ma tae soo yoong aja biar geng mafia yuri tu ditangkap

  5. Wawww alurnya semakin mendekati klimakss…
    Andweee bau2 mau ending nihhh udah ketemuan begini :3
    Buat seasion 2nya dong hehe

  6. buset ne ff yg ku tunggu2 slalu buat gw penasaran..
    yuri ma anak buah nya kejam bgt sich…

    fany di pukul sica juga dipukul???

  7. Annyeong author…
    Sy new reader ni, slam kanal ya..

    Wah critanya seru dan menegangkan ni… bgitu banyak kekeresan yg bertebaran…hehehehehe *maksudlol?

    Sy minta ijin bca ff sblumnya ya thor……..?!

  8. Bner author yg satu ini,buat readers geregetan!!!!!
    Hadeuhh w lagi galau”nya gara” author riyu bikin fany mati di fanfictnya,ehh baca nie malah tambah nyesek,ya ampun knapa akhir” ini author” demennnnnnnnn banget jadiin fany pihak yg disakiti????

  9. T^T semakin complicated!! seruuuu nih. tinggal tunggu taeng cs datang ke paris terus menghancurkan klmpoknya yul. pastiii seruuu🙂 ditggu thor kelanjutannya

  10. daebaaaaakkkk kereenn thoorrr?? Lanjuttt buruannn,,,!! SICA kenapa tc? dipukul kah? semoga ndak kenapa napa? JETI Jjang..!!!

  11. #jitakin anak2 buahnya yuri😀
    Sumpeeehhh gregetttt d part2 Ɣƍ mendekati klimaks gini >_<

    Pany pany babak belurrr dech hadeeeeeehhhh
    Gk kebyang dech tiap hr kalo kena pukul mah ckckckck

  12. sedikit sakit ketika fany memperlakukan jessi seperti itu tapi aku tau itu untk keselamatan sica.

    Tapi sica terus ngotot jadi seperti itu kan author kau membuatku gila..

    Aku tarik ucpanku tentang suli yg munafik, aigo aku salah menilai dia gadis yg baik tapi untk eun hye aku tdk akan menariknya.

  13. miris bgt bcny krn jeti msh hrs berjuang utk bisa lps dr yuri.trutm jessica agr tak jd korbn sprti fany…
    omg smg mrk g ditngkp yuri…
    sungguh beruntung ad sulli yg ttp support fany..

  14. fiuh…. tbc di saat yg menegangkan.
    syukurlah siwon cepat datang. yuri and the gang, benar2 pengen aku hajar aja, terutama eun hye yeoja bodoh yg sdh membuat tiffy menderita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s