Unbelievable 11

Title : Unbelievable 11

Author: Adelayn Tiffany

Genre: Yuri, romance, etc.

Main cast: Tiffany hwang, Kim taeyeon, Jessica jung

Support cast: Find your self

Songlist : Taeyeon – Missing you like crazy

Jessica – That person, you

2 Am – Even if i die, i cant let you go

Note : cerita ini bergenre yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa😄

***

Author pov

Didalam salah satu bangunan tua, disalah satu daerah para mafia berkumpul. Mengepak barang-barang mereka untuk segera pergi dari negara itu, keberadaan mereka disana sudah tak aman. Dan mereka pun diperintahkan pergi secepatnya oleh big boss.

Disudut ruangan yang cukup besar itu seorang yeoja menjatuhkan dirinya ke lantai. Ia menangis sambil menggigit bibir bawahnya. “ Chagi.. gwenchana?? “ tanya namja itu sambil memeluk tubuh yeojanya yang bergetar hebat. “ Junsu~ah, f-fany.. a-aku~.. “. Namja itu semakin mengeratkan pelukannya “ Gwenchana, gwenchanayo.. aku bersamamu chagi “. Junsu mencoba menenangkan yoon eun hye yang terlihat masih sangat shock dengan tatapan kosongnya.

Tap.. tap.. tap..

“ Kalian sudah pulang? ohh ada apa dengan kekasihmu, junsu~ah “. Tanya big boss dengan santainya. “ Dia salah tembak “ jawab junsu singkat, lalu big boss itu pun berlutut dilantai. Menyamakan posisi mereka. “ Gwenchanayo.. kau tak perlu sampai seperti ini eonnie “. Big boss menggenggam tangan yoon eun hye, mencoba memberikan penguatan pada calon istri sahabatnya itu. lalu big boss itu kembali beranjak. “ Hyo, junsu.. jemput dia, kita akan membawanya.. siapkan alat transportasi udara. Kita akan menggunakan itu “. Junsu dan hyoyeon pun, mengerti apa yang dimaksudkan oleh big boss mereka. “ Chagia~ah.. apa kau ingin ikut denganku? Atau kau pergi dengan dia saja? “ tanya junsu sambil menunjuk big bossnya. “ Kajima~.. jangan tinggalkan aku “. Yoon eun eun hye, semakin mengeratkan genggaman tangannya pada junsu. “ Bawa saja dia bersamamu “. Junsu mengangguk mantap dan segera membantu yoon eun hye beranjak dari lantai.

***

“ Fany~ah bertahanlah! “. Taeyeon dan beberapa petugas medis menggiring ranjang yang membawa tiffany itu menyusuri koridor rumah sakit. Beberapa kali tiffany memuntahkan darah dari mulutnya hingga memenuhi masker oksigennya. Taeyeon tak berniat melepaskan genggaman tangannya pada tiffany dan ia terus berbisik ditelinga pemilik eye smile itu, memberi penguatan meskipun dirinya sendiri pun begitu sangat terpukul melihat keadaan tiffany yang sangat menderita itu. hingga mereka berhenti didepan ruang tindakan dan petugas medis segera membawa tiffany masuk ke dalam, taeyeon yang tak pernah berniat meninggalkan tiffany mencoba untuk ikut masuk namun beberapa suster menahannya. “ Anda tidak boleh masuk taeyeon-ssi, kau bisa melihatnya dari luar “ ucap suster itu sopan. “ Tapi.. fany membutuhkanku! “. Taeyeon mencoba menyingkirkan suster itu namun, petugas yang lain ikut membantu suster itu. “ Kami mohon, tunggulah diluar. Kami harus segera menangani pasien “. Ucap salah satu perawat namja.

“ Taeng.. “ panggil bora sambil berlari ke arah taeyeon dengan menggunakan jas dokternya. Taeyeon menoleh ke sumber suara. “ Ahh.. itu dokternya “ ucap salah satu suster dihadapan taeyeon. taeyeon memeluk bora kemudian dengan cepat melepaskannya. “ Selamatkan fany, jebal.. “. Taeyeon memohon dengan air mata yang tak berhenti mengalir dari pelupuk matanya. Bora mengangguk mantap dan langsung masuk ke dalam ruang tindakan. Taeyeon pun mengalah dan memilih mengawasi tiffany dari luar ruang tindakan, taeyeon bisa melihat bagaimana bora dan beberapa suster yang terlihat begitu sangat panik menangani tiffany didalam sana.

“ Fany~ah, bertahanlah jebal “ gumam taeyeon lirih.

Tak lama kemudian, terdengar derap langkah kaki beberapa orang yang semakin dekat ke arah taeyeon. taeyeon menoleh ke arah mereka. “ Sica “ panggil  taeyeon lirih. “ Taeng, tiffany oddisseo? “ tanya jessica panik dan mendapat anggukan mantap dari seohyun dan duo shikshin. Taeyeon kembali memandang ke dalam jendela dihadapannya, seolah memberitahukan pada semuanya bahwa tiffany berada didalam sana. Semuanya pun langsung berdiri didepan jendela yang menjadi pemisah antara mereka dengan tiffany. jessica terkejut sambil menutup mulutnya ketika melihat tiffany disana, perlahan air matanya keluar begitu saja dari pelupuk matanya.

“ Jangan katakan kalau itu tiffany, taeng “ gumam jessica yang tak ingin mempercayai sosok orang yang baru menjadi kekasihnya itu terkapar lemah tak berdaya diseberang sana. Taeyeon menggenggam tangan jessica erat. “ Tapi orang itu memang miyoungku “ jawab taeyeon dengan suara yang bergetar. “ Tiffany eonnie “. Seohyun menangis dan dengan senang hati yoona membawa seohyun ke dalam dekapannya, sedangkan sooyoung hanya menatap kosong ke arah tiffany.

***

Tiffany pov

Dalam menit-menit yang terasa abadi dalam hidupku. Aku mendengar keriuhan itu, harum yang begitu santar, obat-obatan rumah sakit. Aku dapat mengenalinya. Aku mengerang kesakitan ketika merasakan rasa sakit didaerah perutku yang semakin memanas.

Kubuka sedikit mataku, pandanganku kabur dan buram. Namun dapat menangkap siluet-siluet itu. raut-raut kecemasan dan kepanikan dari wajah orang-orang yang berada diatasku. Detik selanjutnya, aku merasa aku akan kembali terhisap dalam kubangan hitam. Kegelapan yang sama seperti sebelumnya. Kucoba untuk tetap pada kesadaranku, namun itu sangat sulit. Taeyeon.. aku butuh taeyeon. dimana dia?? Jangan bawa aku ke dalam kubangan hitam lagi, aku mohon tuhan.

***

Author pov

Tiffany bergumam tak jelas dengan raut wajah yang sangat kesakitan, beberapa suster menempelkan beberapa kabel ditubuh tiffany untuk menjaga keadaan tiffany agar tetap stabil. Perlahan yeoja pemilik eye smile itu membuka sedikit matanya, menangkap siluet-siluet yang berada diatasnya. Hingga kepalanya terkulai ke samping dan menemukan orang-orang yang sangat disayanginya. Mereka semua terus memandangnya dari luar jendela dengan berlinang air mata, ada perasaan lega saat tiffany melihat mereka semua terutama taeyeon dan jessica. dua orang yang sama-sama berharga untuknya, hingga detik selanjutnya tubuh tiffany kembali mengejang. Tiffany terlihat kehabisan udara, lehernya mencekat hingga urat-urat lehernya terlihat. Tiffany mencoba menggapai-gapai udara yang sangat sulit ia dapatkan, hingga taeyeon dan jessica semakin panik melihatnya dengan berteriak histeris diluar sana.

“ Dokter kondisi pasien semakin menurun! Tubuh pasien mengejang, pasien juga banyak mengeluarkan darah! “ ucap salah satu perawat yang memeriksa mesin pengukur denyut jantung disebelah ranjang tiffany yang melemah.

“ Semakin melemah! “

“ Andwe, andwe.. fany~ah, ireona! Kau harus bertahan, fany~ah “. Ucap bora sambil terus menangani tiffany. Mencoba mengambil peluru yang tertanam ditubuh pemilik eye smile itu.

“ Semakin melemah 100/80, dokter! “

“ Andweyo! Fany! “. Detik selanjutnya, bora berhasil mencapit peluru itu dan membawanya keluar dari tubuh tiffany. “ Sial.. ginjal fany “ gumam bora sambil menghapus keringat dikeningnya. “ Perawat cepat ambil satu labu golongan darah o dengan rhesus negatif! “ perintah bora.

“ Stock o rhesus negatif kosong, dokter “. Bora semakin panik. “ Cepat ambil peralatan. Kita mulai menjahit! Dan siapkan donor ginjal yang baru dan ruang operasi, secepatnya! “ perintahnya. “ Ne “.

Dengan gerakan cepat, bora menjahit luka tiffany.

“ Uhukk!! ”. kesekian kalinya, tiffany memuntahkan darah dari mulutnya hingga mengenai wajah bora. “ Dokter! “. Suster terlihat terkejut dan langsung membersihkan wajah bora. “ Gwenchana.. urus saja tiffany “ ucap bora yang kembali fokus menjahit perut tiffany.

Setelah beberapa jam menangani tiffany, akhirnya bora keluar dari ruang tindakan. Membuat semua orang yang berada diluar ruang tindakan itu menaruh perhatian pada bora. Taeyeon dan jessica yang sedaritadi saling menguatkan menghampiri bora dengan khawatir. “ B-bagaimana keadaan tiffany? apa dia baik-baik saja?? Tidak terjadi apa-apa padanya kan?? “ tanya taeyeon. jessica yang berada disamping taeyeon hanya bisa terus menangis tersedu-sedu.

“ Tiffany dalam keadaan yang sangat kritis, dia belum sadarkan diri. Dia banyak mengeluarkan darah dan ginjalnya~.. “. Bora menggantungkan kata-katanya sambil menunduk “ Ada apa?? Ada apa dengan ginjalnya?? Katakan padaku! “ taeyeon mengguncang-guncangkan tubuh bora. “ Peluru itu mengenai ginjalnya, kita harus mencari ginjal baru dalam 2 jam ini. jika tiffany belum mendapatkan ginjal baru, aku tak tau apa yang terjadi selanjutnya. Dan aku butuh darah secepatnya “. Semuanya tercengang mendengar penjelasan bora. Tubuh taeyeon bergetar hebat, detik selanjutnya giliran jessica yang langsung tak sadarkan diri. Seohyun dan duo shikshin langsung membawa jessica ke ruang unit gawat darurat.

“ Geotjimal! Katakan kalau tiffany akan baik-baik saja! “ teriak taeyeon dengan air mata yang tak ada habisnya. “ Tenang taeng.. ia pasti akan baik-baik saja, jika kita berhasil mendapatkan donor ginjal yang baru secepatnya “ jelas bora. Kemudian, terlihat beberapa suster yang mendorong ranjang tiffany untuk keluar dari ruang tindakan. Memperlihatkan sosok tiffany yang benar-benar terkapar sangat lemah dengan wajah yang sangat pucat. “ Fany! Fany ireona! “. Taeyeon menghampiri ranjang tiffany, menggenggam tangan dingin tiffany erat. tak ada respon yang diberikan tiffany, taeyeon terus mencoba membangunkan yeoja eye smile itu. “ Taeng.. sadarlah! “. Bora menarik lengan taeyeon, hingga beberapa suster itu semakin membawa tiffany menjauh dari taeyeon. “ Kau bisa mengambil darahku untuk tiffany. golongan darah kami sama “. Ucap taeyeon. “ Ne, tinggal menunggu ginjal baru untuk tiffany “. Bora mengangguk mantap dan membawa taeyeon untuk menyusul tiffany ke ruang ICU.

***

Taeyeon pov

Aku berjalan memasuki ruang intensif. Dari saat kuputar knop pintu ruangan itu, aku sudah bisa melihat miyoung-ku terkapar diranjangnya. Beberapa kabel menempel ditubuhnya, wajahnya sangat pucat pasi membuat air mataku kembali mengalir. Kucoba untuk semakin mendekatkan diri ke arahnya, semakin mendekat ke arahnya kakiku terasa semakin berat. Aku meraih kursi dan menyimpannya disamping ranjang tiffany, mencoba duduk sambil menggenggam tangannya yang dingin.

Wae?? Wae harus tiffany yang tertembak? Wae tidak aku saja?? Dan lagi.. ginjalnya. Mereka sudah membuat ginjalnya hancur, padahal dia begitu sangat memperdulikan kesehatannya. Tak pernah dia membiarkan ginjalnya hancur, tapi mereka menghancurkannya dengan mudah. Dan kenapa semua itu harus terjadi padamu miyoung??

Aku menelungkupkan kedua tanganku diatas ranjangnya, menenggelamkan kepalaku disana dan mulai menangis. Aku cengeng.. ya aku memang cengeng jika ini menyangkut dengan orang yang sangat kusayangi, miyoungku. Aku benar-benar tak pernah membayangkan hal seperti ini sebelumnya dan ini benar-benar membuatku terpukul.

Dan tak lama kemudian, kurasakan belaian lembut dikepalaku. Membuatku terkejut dan mendongakkan kepalaku untuk melihat apa yang terjadi. Dia tersenyum, tiffany membuka matanya dan tersenyum lemah dihadapanku. Jeongmal, sudah kuduga kalau dia akan baik-baik saja. Tiffany akan cepat terbangun dan menyambutku dengan senyuman manisnya dan itu pun terbukti.

“ T-t-tae.. “. Panggilnya susah payah dan detik selanjutnya ia mengerang dengan raut wajah yang sangat kesakitan membuatku panik dan langsung menekan tombol darurat. “ Miyoung, mani appo? Ottokkae?? “. Aku beranjak dari tempatku untuk menekan tombol darurat sekali lagi, tetapi dia menahanku. “ B-biarkan s-seperti ini dulu “ ucapnya pelan membuatku terdiam dan kembali duduk disampingnya. Memasang telingaku baik-baik dengan ucapan selanjutnya yang akan keluar dari mulutnya.

Hening..

“ T-tae.. a-apa aku masih bisa bertahan?? Apa aku masih bisa melihatmu lagi? “ tanyanya memecahkan keheningan diantara kami, membuatku kembali menitikkan air mata dihadapannya. “ Uljima.. “. Tiffany menghapus air mata dengan sisa tenaganya. Aku meraih tangannya dan membiarkan tangan dinginnya berada dipipiku. “ Seperti itu lebih baik “. Tiffany tersenyum ketika melihat seukir senyuman tipis diwajahku. “ Jangan bilang, kalau kau tak bisa melihatku lagi. kau akan sembuh miyoung, aku berjanji padamu. Kalau kau akan sembuh “. Aku semakin mengeratkan genggaman tanganku padanya. “ Tapi, hatiku berkata lain tae.. sesuatu yang besar terjadi padaku “. Aku menggelengkan kepalaku sambil memaksakan tersenyum dihadapannya. “ Kau baik-baik saja, kau harus sembuh untukku. Untuk kami dan untuk jessie-mu “ bisikku ditelinganya. “ K-kau sudah tau? “ tanyanya yang kembali tersenyum sangat manis. “ Apa yang tidak kuketahui tentangmu, miyoung? “. aku mencolek hidungnya. “ Tae kemarilah.. “ pintanya. Ia memintaku untuk naik ke atas ranjang rawatnya. Aku pun mengikuti keinginannya, duduk ditepi kasur sambil memeluk tubuhnya erat. “ Jika kau merasa sakit lagi, katakan padaku “. Dia mengangguk dan menggenggam tanganku erat. “ Tae.. “ panggilnya. “ Hmm? “ tanyaku kemudian, mengecup pangkal kepalanya. “ Berjanjilah satu hal “.

Aku terdiam. Kenapa suasananya menjadi lebih sendu dari sebelumnya, apa fany tak bisa bertahan lagi?? “ Mwoya, miyoung?? “ tanyaku yang sekali lagi mencoba tersenyum. “ Jebal, berjanjilah satu hal tae.. “. Mendengarnya seperti ini membuat aku bertambah sedih. Aku menghela nafas panjang dan mengikuti kemauannya. “ Mwoya? “. Tiffany mendongakkan sedikit kepalanya untuk menatapku. “ Tolong jaga jessie untukku.. aku.. aku telah membuatnya lama menunggu, pasti yeoja bodoh itu mengerucutkan bibirnya. Tae ~.. sshh.. “. Aku memeluknya semakin erat. “ Jangan banyak bicara. Kau akan sembuh dan aku akan menjaga sica. Yakso.. sekarang tidurlah “ ucapku dan langsung mendapat respon anggukkan dari tiffany.

Tak lama kemudian, bora dan beberapa suster membuka pintu ruangan sedikit kasar membuatku terkejut. “ Taeyeon~ah, t-tiffany sadar?? “ tanya bora tak sabar, aku mengangguk sambil tersenyum. “ Taeyeon, turunlah sebentar dari sana. Aku harus memeriksa tiffany “ jawabnya panik membuatku bingung. Ada apa dengannya, kenapa rumit seperti ini. tanpa berniat mengusik tidur tiffany, aku turun dari ranjang dengan perlahan. Melihat penanganan selanjutnya yang dilakukan bora dan beberapa suster disana. lalu, salah satu suster menggelengkan kepalanya, membuat keningku berkerut. “ Wae? “ tanyaku bingung. “ Denyut nadi tiffany melemah, taeng “ jawab bora tanpa mengalihkan pandangannya dari tiffany, membuatku terkejut. Bagaimana bisa?? Baru saja dia tersenyum padaku dan berbincang-bincang bersama.

“ Tidak mungkin.. ”. aku melangkah mundur sambil menggelengkan kepalaku berkali-kali. “ Siapkan ruang operasi sekarang! Dan donor ginjalnya?? “. Bora menatap satu persatu suster dihadapannya. “ Semua sudah siap dokter “ ucap salah satu perawat yang baru masuk ke dalam ruang rawat tiffany, membuat bora tersenyum lalu menoleh padaku. “ Tenangkan dirimu taeng.. tiffany pasti akan baik-baik saja “ ucapnya sambil tersenyum. aku hanya bisa diam menatap kosong ke arah bora dan tiffany.

***

Jessica pov

Aku membuka mataku dan menemukan seohyun yang tertidur disampingku. Ada apa ini?? kenapa aku berada disini?? Bagaimana dengan fany?? Aku harus melihatnya, aku benar-benar ingin berada disampingnya.

Dengan langkah gontai aku turun dari ranjangku tanpa mengusik seohyun. Dengan sedikit mengendap-ngendap aku kembali ke ruang dimana tiffany ditangani, tetapi ketika aku kesana ruangan itu sudah kosong. Hingga kulangkahkan kembali kakiku untuk mencari ruang tiffany, setelah beberapa menit memutari koridor rumah sakit akhirnya aku menemukannya. Dia dirawat diruang intensif, saat aku mencoba memutar knop pintu ruang rawatnya. Aku bisa melihat jelas dari jendela pintu, melihat sosok tiffany yang sudah tersadar dan tengah berbicara dengan taeyeon. dia yeoja yang hebat, aku semakin percaya bahwa kekasihku itu akan cepat sembuh. Namun, menit selanjutnya aku bisa mendengar obrolan kedua insan itu yang semakin jelas ditelingaku tak jauh dihadapanku.

“ Jebal, berjanjilah satu hal tae.. “.

“ Mwoya? “.

“ Tolong jaga jessie untukku.. aku.. aku telah membuatnya lama menunggu, pasti yeoja bodoh itu mengerucutkan bibirnya. Tae ~.. sshh.. “.

“ Jangan banyak bicara. Kau akan sembuh dan aku akan menjaga sica. Yakso.. sekarang tidurlah “.

Kekasihku yang bodoh. Dalam keadaan seperti ini, dia masih bisa menitipkan aku pada taeng?? Dia pikir aku ini anak kecil apa??

Tiffany bodoh! kau membuat air mataku kembali mengalir.

Tak lama kemudian, aku mendengar derap langkah kaki berlari. Dan aku menoleh ke sumber suara dan terlihat bora bersama beberapa suster dibelakangnya. “ Jessica.. “ panggil bora, membuatku bingung. “ Wae? “. Bora mencoba mengendalikan nafasnya yang masih tersenggal-senggal. “ Ini sudah 2 jam, aku khawatir dengan keadaan tiffany “. Bora mencoba masuk ke dalam kamar tiffany. “ Lalu, bagaimana dengan donor ginjalnya?? “ tanyaku penasaran. Bora menggelengkan kepala dan menyingkirkan aku secara perlahan lalu, masuk ke dalam.

Tubuhku bergetar hebat mendapat respon gelengan kepala dari bora. Apa itu artinya.. andweyo! Tiffany tak akan mati dan meninggalkanku! Detik berikutnya, tubuhku ambruk dan aku kembali menangis tersedu-sedu dikoridor rumah sakit. Aku tak peduli bagaimana orang-orang memandangku saat ini.

***

Author pov

“ Semua pasti akan baik-baik saja “ gumam sunny terus menerus sambil memeluk tubuh jessica. Putri inggris itu baru datang beberapa menit sebelum taeyeon dan tiffany masuk ke dalam ruang operasi, pekerjaan diluar negeri yang menyebabkan sunny terlambat datang ke rumah sakit.

Dan sekarang lampu operasi itu menyala, taeyeon yang akan menyalurkan darahnya pada tiffany ikut masuk ke dalam. Hal itu menguntungkan taeyeon, karna selain ia mendonorkan darah untuk tiffany. taeyeon juga bisa melihat keberlangsungan operasi tiffany.

Eoryeodo apeun geon ttok gata

Sesangeul jal moreundago apeungeol moreujin anha

 

Beberapa suster menempelkan lebih banyak lagi alat medis pada tubuh tiffany bahkan, kali ini tiffany mendapatkan oksigen tambahan dari selang yang masuk ke dalam mulutnya. Taeyeon yang juga sudah membaringkan tubuhnya disalah satu ranjang disamping tiffany hanya bisa menyernyitkan keningnya saat melihat tiffany, membayangkan kesakitan yang dirasakan tiffany dengan  berurai airmata. “ Bora~ah.. “ panggil taeyeon lirih. “ Ne? “. Bora mendekatkan telinganya pada taeyeon. “ Biarkan aku menggenggam tangan tiffany “ pinta taeyeon, membuat bora menghela nafas panjang lalu menganggukkan kepalanya. Menyetujui keinginan taeyeon, bora mendekatkan taeyeon pada tiffany. dan taeyeon pun berhasil menggenggam tangan tiffany erat.

Operasi pun dimulai seiring dengan bertambahnya lampu sorot yang dinyalakan dalam mendukung pembedahan itu. bora mengambil pisau bedah dan menatap taeyeon sebentar, meminta penguatan. Taeyeon mengangguk mantap dan tangan bora pun bergerak ke arah perut tiffany yang sudah tak terhalangi apapun.

Gwaenchana jil georago wae geojitmareul hae

Ireohke apeun gaseumi eotteohke shwipge natgesseo

Neo eobshi eotteohke salgesseo geuraeseo nan

Perut halus itu pun mendapat guratan yang dalam dari pisau bedah yang bora kendalikan. Darah mulai keluar dan membasahi permukaan perut tiffany. sebuah alat dipasang disisi kanan dan kiri perut tiffany untuk menariknya ke arah yang berlawanan, membuat bagian dalam perut tiffany  dapat terlihat dengan jelas oleh bora.

Bora dan beberapa perawat bekerja sama dalam operasi tersebut. Dan beberapa suster yang lainnya bergantian menghapus peluh dipelipis bora yang terlihat sangat serius melakukan pembedahan.

Satu jam.. dua jam..

Jugeodo mot bonae naega eotteohke neol bonae

Garyeo geodeun tteonaryeo geodeun nae gaseum gochyeo nae

Apeuji anhke na saragal surado itge

Andwindamyeon eochapi ussal geo

Jugeodo mot bonae

Amuri niga nal milchyeodo kkeutkkaji butjabeul geoya

Eodido gaji mothage

Jeongmal gal georamyeon geojitmareul hae

Naeil dashi manna jago useu myeonseo bojago

He eojijan mareul nong damirago animyeon nan

Waktu terus berlalu dan belum ada tanda-tanda operasi itu akan selesai. Taeyeon terlihat sangat gelisah melihat semua itu didepan matanya, didalam hatinya taeyeon tak berhenti berdoa.

“ Dokter, denyut nadi semakin lemah “ ucap salah satu perawat yang memeriksa mesin denyut jantung tiffany, membuat taeyeon terkejut.

“ Semakin lemah 80/70 “

“ Tiffany.. bertahan.. jebal “. Bora terus berusaha menyatukan ginjal yang baru dalam tubuh tiffany.

“ Bora “ panggil taeyeon panik. Bora pun terlihat mulai panik, ia masih terus berusaha mengerjakan semuanya dan tidak terburu-buru. Hal ini benar-benar membutuhkan ketenangan dan kesabaran.

“ Terus menurun, 70/70 “.

Labu itu pun sudah terisi hampir penuh. “ Salurkan darahku pada tiffany ppali! “. Ucap taeyeon yang menyuruh perawat untuk melakukan transfusi pada tiffany. lalu, dengan susah payah taeyeon beranjak duduk dan mengawasi perkembangan tiffany.

“ Dokter, pasien sudah kehilangan kesadaran “

Jugeodo mot bonae naega eotteohke neol bonae

Garyeo geodeun tteonaryeo geodeun nae gaseum gochyeo nae

Apeuji anhke na saragal surado itge

Andwindamyeon eochapi ussal geo

Jugeodo mot bonae

“ Andwe! Fany~ah.. “ panggil taeyeon. saat jahitan sudah menutupi luka besar itu, jantung tiffany tak merespon. Detak jantung itu menghilang hampir 30 detik lamanya. Bora memberikan pertolongan pertama dengan memompa dada tiffany dengan tekanan tangannya. “ Ireona. Tiffany! kita berhasil, kau bisa sembuh. Bangunlah jebal! “.

Mata itu masih terpejam, selang yang berada dimulut tiffany rupanya tidak membantu tiffany untuk bernafas. “ Tiffany! kumohon ireona! Kita berhasil! Kau akan sembuh dan sica menunggumu “. Ucap taeyeon tanpa mengusik petugas medis dan bora didepannya. “ Keluarkan “. Pinta bora yang meminta sebuah alat pengejut jantung, suster pun langsung memberikannya pada bora. Detik selanjutnya, tubuh tiffany tersentak ketika pengejut jantung itu ditekan didadanya. Memacu jantungnya untuk kembali berdetak.

Geu manheun shiganeul hamkke gyeokkeot neunde

Ijewa eotteohke honja sallan geoya

Geureohken mothae nan mothae

“ TIFF !! “. Jessica meremas dadanya yang terasa sesak. Ia sulit bernafas.

“ Sica, gwenchana?? “. Tanya sunny khawatir yang terus memeluk jessica. “ S-sunny~ah.. tiffany. apa dia baik-baik saja?? “. Jessica menahan air matanya yang sudah mengumpul dan siap menetes dari pelupuk matanya. Dadanya terasa semakin sesak dan itu menyakitkan. “ berdoalah.. semua pasti akan baik-baik saja “. Sunny semakin mengeratkan pelukannya pada jessica, ia juga sama khawatirnya dengan jessica mengingat kekasihnya sedang membantu sosok orang yang disayanginya didalam sana.

Jugeodo mot bonae, jeong mallo mot bonae, naega eotteohke neol bonae

Garyeo geodeun tteonaryeo geodeun nae gaseum gochyeo nae

Apeuji anhke na saragal surado itge

Andwin damyeon eochapi mossal geo

Jugeodo mot bonae (2 AM – Even if i die, i cant let you go)

“ Ada denyut, sangat lemah dokter! “

“ Tiffany bangunlah, kau yeoja kuat! Ireona.. ireona!! “ ucap bora.

“ Semakin menguat, tekanan darah masih sangat rendah “

“ Jessica menunggumu, fany~ah “ bisik taeyeon pada dirinya sendiri.

“ Final 70/60, dokter “. Bora menoleh ke arah taeyeon yang terlihat dengan keringat dinginnya. Mata kedua yeoja itu bertemu, bora tersenyum ke arah taeyeon. membuat taeyeon bernafas lega.

***

Lampu merah didepan ruang operasi pun padam setelah hampir lima jam menyala. Bora dan taeyeon keluar untuk menemui semuanya. “ Taeng, bora, bagaimana keadaan tiffany? dia baik-baik saja kan?? Apa aku bisa menemuinya sekarang?? Apa operasinya berjalan lancar? “ jessica memborong banyak pertanyaan pada bora. Taeyeon dan bora saling berpandangan. “ Kami hampir kehilangan tiffany untuk beberapa saat “ sahut taeyeon sambil mengusap wajahnya yang terlihat kelelahan. “ Apa maksud kalian?? Kalian tidak sedang membohongiku kan?? “ jessica dan semua orang disana mulai terpancing emosinya.

“ Tiffany kehilangan detak jantungnya beberapa saat, tapi ia sudah kembali. Dan operasi berhasil “. Bora menambahkan. “ Tiffany masih sangat lemah, ia akan dibawa ke ruang inap sebentar lagi “ ucap taeyeon yang kemudian menoleh ke dalam ruang operasi dan menyernyitkan keningnya, ketika melihat suasana didalam ruang operasi yang terlihat sangat sunyi. Hal itu membuat semuanya menaruh perhatian pada taeyeon. “ Ada apa taeng? “ tanya sunny bingung. Taeyeon melangkahkan kakinya untuk melihat lebih jelas ke dalam ruang operasi itu. “ B-bora.. “ panggil taeyeon hampir tak bersuara. Bora memandang taeyeon bingung. “ Wae?? “ tanyanya. “ Dimana semua perawat? Bukankah mereka semua ada didalam sebelumnya?? “ tanya taeyeon ragu. Ketika taeyeon menyadari sesuatu, ia langsung berlari ke dalam ruang operasi dengan panik diikuti bora dan yang lainnya.

“ TIFFANY!! “

TBC

50 comments

  1. wow …. tiffany tertembak …. kayak ny pernh baca di bgian bora menyemangti fany untuk sadar~ itu mirip sama ff yg pernh ku bca ~~ eh Jeti udah pacran ternyta

    Ada apa dengan tiffany ? #PENASARAN

  2. mwoya unnie!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ppalli update jebal😦

  3. author please please please kasih aku pw unbelivable chap 10, mamaf klu aku ga komen d tiap chapnya soalnya aku jrg bgt bka wpnya tiap x buka udah byk yg baru jdi aku komennya d yg plg baru, klu author brknan kash aku pw ini no tlpn aku 0813120451080

  4. Aaaakkkk….sial….taeng kecolongan lagi..atuhlah…chap ini g ada moment jeti sama sekali..jd pelissss sembuhi panynya….hahahaa maksa x)

  5. Tiffany diculik ? Andwaeeeee….
    Huaaa😥 jangan culik tippaneh😥
    Tante jung kamu pasti kuat.
    Taeng perhatian banget nget nget ke tippaneh,
    Hyoyeon, junsu, eun hye jahat !!!!
    Yuri kemana ? Kwon pabo menghilang.

  6. Anjirrr perasaan w khawatir banget pas operasi,apalagi pas fany ngilang,pleace jangan buat fany end T_T

    Karna sebuah ff tidak akan menarik lagi jika tidak ada fany😦

  7. Ishhhh pany kemnaaa??
    D bawa kaburrrr am perawat2 itu??
    >_<

    Chapterrr Ɣƍ bikin deg degan hadeeeeeehhhhhhh
    Semoga pany pany cepat sembuh

  8. thor aku komen part 10nya disini ya, soalnya gak bsa hee.

    10. Haha lucu banget jeti ngejar si prince sampai jatoh hihi.

    Kyaaaaaa jeti jadian ahhhhkkkhirnya thor mereka bersatu juga, aku excited banget.
    Andwe, andwe thor? Fany gak boleh mati, dia blm merasakan cintanya sica, oh ayolah.

    Apakah wanita itu si pengkhianat eunhye,siapapun itu tae akan membunuh kalian yang melukai miyoungnya PASTI.

    11. Ternyata benar kan wanita itu si pengkhianat eunhye dasar sialan.

    Oh thor pleas jebal, selamatkan fany dia gak boleh mati andwe..seneng bngt pas denyut nadi fany kembali bekerja tapi ada apa iv kemapa semua ruster tak ada.

  9. haru..mngharukn bgt pas fany blg ke tae utk jaga jessie…
    sumph nih part bikin tegang!! krn fany berkali-kali anfal….
    oh my God jgn…jgn…fany diculik krn rnc kmrn oleh si big boss…
    hhmm q kok ngrasa “big boss” ini org yg dkt dgn org2 skitar klrg hwangs y…..penasaran….
    SiNeng Fie daebak👍

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s