Unbelievable 9

Title : Unbelievable 9

Author: Adelayn Tiffany

Genre: Yuri, romance, etc.

Main cast: Tiffany hwang, Kim taeyeon, Jessica jung

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaaπŸ˜„

***

Author pov

Udara divilla kian menghangat seiring matahari yang menampakan dirinya dan berhasil menyilaukan penglihatan orang-orang yang masih berada dizona aman, tepatnya ditempat tidur mereka termasuk tiffany dan jessica.

Semalam hal tak terduga terjadi pada mereka, jessica dengan senang hati memeluk tubuh tiffany bahkan mengelus perut yeoja itu. mencoba membuat yeoja yang berada didalam dekapannya berhenti meringis kesakitan disela-sela tidurnya yang terlihat tak nyenyak membuat jessica pun ikut tak bisa tertidur. Meskipun terlihat aneh mereka bisa seperti itu tetapi hati jessica malam itu benar-benar tergerak untuk menjaga dan merawat yeoja yang selalu menjadi teman berdebatnya setiap kali mereka bertatap muka.

Dan ketika 1 jam sebelum matahari menampakkan dirinya, tiffany dan jessica akhirnya bisa tertidur nyenyak hingga mereka tak menyadari bahwa sunny sudah mengetuk pintu kamar mereka berkali-kali. β€œ Fany~ah.. sica~ah!! ireona.. kita harus sarapan, kami sudah berkumpul ditaman. Kami tunggu yaa.. β€œ ucap sunny yang sedikit mengeraskan suaranya agar kedua insan itu mendengarnya dan itu berhasil mengusik tidur tiffany.

***

Tiffany pov

Aku terbangun dari tidurku yang tak nyenyak, dan kudengar sunny dan yang lain sudah menunggu kami ditaman untuk sarapan bersama. Aku terkejut ketika menemukan tangan yeoja yang menjadi teman debatku berada diatas perutku, membuatku gugup. Tiba-tiba, aku merasa darahku naik membuat wajahku memerah karna menatap wajah jessie ketika tertidur. Aku bisa melihat wajah polosnya seperti apa jika ia sedang tertidur, tidak seperti sikapnya yang menyebalkan. Aku tersenyum dan beranjak duduk, menyingkirkan tangan yeoja itu tanpa berniat mengusik tidurnya yang kutau tak nyenyak karna aku yang merengek semalaman. Kupijat kecil pelipisku yang sedikit berdenyut mungkin efek dari vodka semalam, bagaimana bisa hanya meminum 10 gelas kecil saja aku bisa seperti itu. padahal saat ada yoon eun hye eonnie, aku bisa meminumnya lebih dari itu.

Haruskah aku memeriksakan ginjalku?? Shireo! Itu artinya aku harus datang ke rumah sakit?? Jangan gila, bau obat-obatan disana bisa-bisa membuatku mati.

β€œ Nghh.. β€œ. Mataku langsung tertuju ketika jessie mengerang. Dia akan terbangun?? Apa yang harus aku lakukan?? Kenapa jantungku berdegup kencang seperti ini?? ya tuhan.. apa yang harus aku lakukan?? Berpikir ppali!!

***

Jessica pov

Aku mengerang ketika sebuah sinar menyilaukan penglihatanku, membuatku harus terbangun padahal aku masih mengantuk dan butuh tambahan waktu untuk menghilangkan rasa kantukku ini. namun, detik selanjutnya sinar yang berhasil menyilaukan penglihatanku meredup membuatku membuka mata dan terkejut begitu melihat sebuah tangan yang mencoba menghalangi sinar matahari dari pandanganku. β€œ T-tiff?? β€œ. Seketika, aku tak lagi merasa kantuk dan langsung beranjak duduk. β€œ W-waeyo?? β€œ tanyanya terbata-bata. Apa sekarang dia tengah gugup?? wajahnya lucu sekali..

Aku menggelengkan kepala sebagai jawaban. Ya tuhan, suasana diantara kami terlihat sangat canggung sekali. β€œ Sebaiknya kau segera membersihkan tubuhmu, sunny sudah memanggil kita untuk bergabung bersama yang lain ditaman β€œ ucapnya dengan ekspresi yang berbeda bahkan sikapnya pagi ini terkesan jauh dari dirinya yang sebelumnya. Kasar dan cetus meskipun, sikap dinginnya masih bisa kurasakan apalagi berada digunung. Lengkap sudah..

Sebelum aku beranjak dan pergi ke kamar mandi, aku masih penasaran dengan keadaannya. Karna wajahnya masih terlihat pucat, apa dia masih merasa kesakitan? Jinja, semalam anak itu berhasil membuatku khawatir. Terus meringis bahkan, menitikkan air mata menahan rasa sakit yang dirasakannya membuatku tak berpikir panjang untuk langsung mengelus perutnya dengan perlahan.

β€œ Apa yang kau tunggu? Ppali.. β€œ tanyanya sambil menyilangkan kedua tangan didadanya, cih.. tak lama lagi, dia akan kembali menyebalkan. β€œ Arro.. menyingkir β€œ. Aku mencoba menyingkirkan tiffany dari hadapanku. β€œ Yah.. kau bisa pergi kesana β€œ. Tunjuknya kesal. β€œ Shireo, aku mau lewat sini maka dari itu menyingkir β€œ jawabku, membuatnya mendengus kesal dan segera beranjak dari tempat tidur dan duduk disofa. Aku menjulurkan lidahku padanya lalu berlari ke kamar mandi. Hehe..

***

Author pov

Jessica keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah. Ia menemukan tiffany yang tengah berbicara pada seseorang diteleponnya, ia terlihat sangat sopan menjawab semua pertanyaannya sambil memandang keluar jendela dengan pemandangan danau yang indah. Sesekali ia tersenyum dengan sangat manis, membuat jessica terdiam melihatnya.

β€œ Mengapa dia menyembunyikan senyuman manisnya seperti itu? tiffany jauh lebih cantik jika dia tetap tersenyum.. β€œ Batin jessica.

Ada satu hal yang membuat jessica kembali mengkhawatirkan tiffany, tangan tiffany tak henti-hentinya mencengkram dibagian perutnya. β€œ Ne ahjussi, aku baik-baik saja. Jaga dirimu baik-baik, aku akan menghubungimu lagi dan ohh.. aku akan menitipkan salammu pada taetae β€œ. Tifffany memperlihatkan eye smilenya, kemudian senyuman itu begitu cepat menghilang darinya ketika ia terkejut ketika melihat jessica yang sudah berada tak jauh darinya. Setelah percakapannya selesai, tiffany menatap jessica dengan tatapan bingung. β€œ Wae? β€œ. Tiffany beranjak dari sofa dan berjalan melewati jessica. β€œ Tiff β€œ. Jessica menahan tiffany, membuat langkah pemilik eye smile itu terhenti. β€œ Bagaimana keadaanmu? Apa perutmu masih sakit? Gwenchana? β€œ tanya jessica yang memborong banyak pertanyaan. Tiba-tiba tiffany tersenyum membuat jessica gugup. β€œ Gwenchanayo jessie.. aku baik-baik saja β€œ. Tiffany mengulurkan tangannya dihadapan jessica, membuat jessica bingung. β€œ Gomawo β€œ ucap tiffany sambil tersenyum, membuat jessica ikut tersenyum dengan sangat manis.

***

β€œ A-yo ma sist.. β€œ. Taeyeon memperagakan ala hip hopnya ketika tiffany baru memperlihatkan dirinya dari semuanya namun ketika merasa ada yang salah dengan tiffanynya, taeyeon terdiam. Jessica sudah lebih dulu berada disana dan tengah menikmati sarapannya sambil sedikit berbincang-bincang dengan duo shikshin, seohyun dan juga yuri. β€œ Selama pagi, kalian sudah sarapan? β€œ tanya tiffany sambil duduk ditempat yang tersisa disamping bora dan jessica. semuanya serempatk mengangguk. β€œ Kau ingin sarapan apa? β€œ tanya bora yang sangat perhatian pada tiffany. β€œ Fany~ah.. apa kau sakit? β€œ tanya taeyeon membuat semuanya menaruh perhatian pada tiffany, membuat tiffany diam dan tak sengaja mata tiffany dan jessica bertemu. Tiffany gugup untuk menjawab pertanyaan taeyeon, bagaimanapun ia tak ingin taeyeon mengkhawatirkannya. β€œ Ne, apa kau sakit fany~ah? kau terlihat pucat β€œ sambung sunny.

β€œ A-aniyo.. β€œ. Tiffany mengelak dengan gugup. β€œ Gwenchanayo β€œ sambungnya, membuat yang lainnya bernafas lega tapi tidak dengan taeyeon. justru ia semakin memicingkan matanya ke arah tiffany. β€œ Apa aku harus memeriksamu setelah sarapan nanti? β€œ tanya bora sambil mengelus pipi tiffany. β€œ Tak perlu, aku baik-baik saja β€œ jawab tiffany sambil tersenyum, tepatnya memaksakan tersenyum untuk menghilangkan kegugupannya.

β€œ Kau berbohong miyoung β€œ batin taeyeon

β€œ Taengoo… aaa~.. β€œ. Sunny menyodorkan buah-buahan didepan mulut taeyeon, karna kesal terhadap tiffany yang tak jujur padanya.. taeyeon langsung melahap buah-buahan tersebut hingga giginya membentur garpu. β€œ Yah.. taengoo~ah, waegeurae? β€œ tanya sunny bingung. Taeyeon menyilangka kedua tangan didadanya dan menggelengkan kepalanya sambil terus menatap tiffany, membuat tiffany hanya bisa terdiam sedangkan jessica yang menyadari hal itu hanya bisa mengalihkan perhatian pada makanannya.

β€œ Persediaan makanan kita sudah habis, bagaimana hari ini kita keluar dan berpencar untuk membeli bahan makanan untuk makan malam nanti? β€œ. Tanya sunny, membua semuanya kembali menaruh perhatian pada satu hal. β€œ Geurom.. seperti itu lebih baik β€œ. Sooyoung mengangguk mantap. β€œ Kalau begitu kita bisa membagi-baginya sekarang β€œ ucap yuri. β€œ Dan kelompok disesuaikan dengan rommate saja β€œ. Semua mengerti. β€œ Lalu aku sendiri?? β€œ tanya sooyoung sambil menunjuk dirinya sendiri, membuat yoona menyeringai lebar. β€œ Aku melupakanmu, eonnie β€œ. Sooyoung mengerucutkan bibirnya. β€œ Kau bisa pergi denganku dan bora-ssi β€œ sahut yuri, membuat sooyoung kembali tersenyum dan menjulurkan lidahnya pada yoona.

Setelah semuanya selesai sarapan, mereka turun menuju gerasi. Memilih kendaraan yang memang tersimpan rapi digerasi untuk mereka pakai hari itu.

Sooyoung, yuri dan bora menaiki mobil hummer, pasangan yoonhyun dengan mobil pw keluaran terbaru, pasangan taesun dengan mobil porsche dan pasangan jeti menaiki mobil lamborgin. Pada saat itu juga, mereka berpencar mencari keperluan untuk makan malam mereka nanti.

Disepanjang perjalanan, taeyeon terdiam sambil terus mengemudikan mobilnya. Pikirannya mengulang bagaimana keadaan tiffany saat sarapan hari ini, terlihat pucat dan ia tak melihat cahaya yang biasa bersinar dimata tiffany membuat taeyeon khawatir. β€œ Taengoo.. gwenchana? β€œ tanya sunny memecahka keheningan dan berhasil membuyarkan lamunan taeyeon. taeyeon melirik sekilas lalu, tersenyum. meraih tangan sunny dan menggenggamnya erat. β€œ Aku hanya mengkhawatirkan tiffany, sayang β€œ jawabnya. β€œ Waeyo? bukankah dia bilang, dia baik-baik saja? β€œ tanya sunny bingung. Taeyeon menggelengkan kepalanya. β€œ Aku tau dia berbohong β€œ ucap taeyeon yang terus memandang lurus ke depan. β€œ Haruskah aku menanyakan tentang tiffany pada jessica? bukankah mereka pasangan rommate? β€œ tanya sunny membuat taeyeon tersadar. Ia baru menyadari bahwa jessica adalah teman sekamar tiffany β€œ Kau pintar sekali sayang, aku bahkan melupakannya. Bantu aku yaa β€œ. Taeyeon melirik sekilas ke arah sunny lalu memperlihatkan deretan giginya yang putih.

***

Tiffany memarkirkan mobilnya dilapangan yang cukup luas, tepatnya ditempat parkir pasar tradisional setempat. Dirinya dan jessica mendapat tugas untuk membeli beberapa buah-buahan segar untuk cuci mulut mereka nanti malam, setelah tiffany mematikan mesin mobilnya keduanya keluar dari mobil dan berjalan ke arah penjual-penjual yang cukup banyak. β€œ Apa kau bisa melakukan negosiasi?? β€œ tanya tiffany ragu sekaligus memecahkan keheningan diantara mereka yang terlihat masih kaku. β€œ Negosiasi?? Bahkan kita bukan sedang bekerja diperkantoran, kita hanya menawar suatu barang dipasar. Kenapa bahasamu kaku sekali β€œ jelas jessica yang terus berjalan. Tiffany berhenti melangkah β€œ Apa perkataanku begitu kaku? β€œ gumam tiffany bingung. β€œ Yah! Cepat kemari! β€œ. Jessica memanggil tiffany dan sontak membuat yeoja pemilik eye smile itu langsung berlari ke arah jessica.

Setelah 2 jam mencari buah-buahan sambil menyesuaikan dengan harganya, akhirnya mereka mendapatkan banyak buah-buahan. Awalnya tiffany membawa semua buah-buahan ke dalam keranjang yang mereka bawa tanpa melihat harganya hal itu, membuat jessica kesal dan membuat tiffany harus terpaksa mengembalikan buah-buahan itu lagi ke tempatnya.

Mereka berjalan keluar dari pasar tradisional dengan beberapa bungkus buah-buahan dikedua tangan mereka, jessica menghela nafas panjang karna melihat jarak mobil yang cukup jauh dari tempat mereka berdiri. β€œ Jja~.. β€œ. Ucap tiffany yang mencoba terus berjalan, namun ia tersadar bahwa jessica tak lagi mengikutinya. β€œ Jessie.. β€œ panggil tiffany sambil mencari-cari lalu, tiffany menoleh kebelakang dan melihat jessica yang kelelahan. Tiffany menghela nafas sebelum menghampiri jessica. β€œ Kau lelah? β€œ tanya tiffany ragu. β€œ Tentu saja, selain aku mendapat tugas membeli buah-buahan. Aku juga harus mengurus anak bocah yang sungguh merepotkan β€œ jawab jessica, membuat tiffany bingung. β€œ Anak bocah? Dimana?? β€œ tanya tiffany sambil mencari-cari anak kecil yang dikatakan jessica.

β€œ Bocah itu ada dihadapanku! β€œ. Celetuk jessica, membuat tiffany terdiam dan memandang datar wajah jessica. β€œ Kau menyebalkan β€œ. Gumam tiffany kesal, membuat jessica memutar bola matanya. β€œ Kalau begitu tunggu disini dan jaga barang-barang semuanya β€œ. Tiffany langsung meninggalkan jessica. β€œ Yah!! Tiffany hwang! kau mau kemana?? β€œ teriak jessica kesal.

Tak lama kemudian, jessica membelalakkan matanya ketika melihat tiffany yang membawa sepeda yang cukup panjang. Jessica pikir, tiffany akan menjemputnya dengan mobil tetapi apa yang dia lihat sekarang ini?? dengan senyum bodohnya, tiffany membawa sepeda yang cukup panjang dan hanya cukup untuk 2 orang kehadapan jessica. β€œ Apa otakmu tertular oleh otak taeyeon?? β€œ tanya jessica dengan wajah dinginnya. β€œ Dan sejak kapan kau jadi lebih dingin dariku, jessica jung? Cepat naik, aku ingin berjalan-jalan dulu sebentar sebelum kita pulang β€œ jelas tiffany, membuat jessica menganga. β€œ Jangan gila tiffany, kau mau jalan kemana?? bahkan kita berada didepan sebuah lapangan parkir yang luas β€œ ucap jessica.

β€œ Naik dulu saja, bodoh. kau akan tau jika kau mengikuti ucapanku untuk naik! β€œ. Jessica menstandarkan sepedanya. β€œ Lalu bagaimana dengan barang-barang ini?? β€œ tanya jessica. β€œ Tentu saja dibawa β€œ. Tiffany langsung mengangkut barang-barang itu ke dalam keranjang didepan sepeda. Dan mereka pun segera naik, cukup kesulitan sebenarnya mengayuh sepeda dengan dua orang yang sama-sama keras kepala dan tak mau mengalah. Yang satu begitu girang ketika menaikinya dan terus mengayuh, yang satu lagi tak ingin mengayuh dan terlihat mengerucutkan bibirnya.

Bagi jessica, mengayuh sepeda membuat dirinya lelah. Namun, rasa lelah itu akhirnya terbayar dengan apa yang mereka temukan tak jauh dari lapang parkir pasar tradisional. Sebuah danau yang indah dan hal itu berhasil membuat jessica kembali girang. Semilir angin menerpa tubuh keduanya yang akhirnya mengistirahatkan diri ditempat duduk dengan pemandangan danau yang indah. β€œ Wuaahhh.. indahnya β€œ. Jessica membuka kedua tangannya, menengadahkan kepalanya sambil terpejam. Sedangkan, tiffany hanya bisa duduk diam ditempatnya sambil tersenyum karna melihat kelakuan jessica yang kekanak-kanakan.

***

β€œ Sunny~ah.. belikan aku susu β€œ rengek taeyeon sambil mendorong trolley-nya dibelakang kekasihnya yang terus mencari barang-barang yang selanjutnya akan mereka beli. β€œ Kau selalu mendapatkannya ketika bersamaku β€œ jawab sunny biasa saja sambil terus berjalan, membuat taeyeon nyengir kuda. β€œ Pokoknya kita harus membeli susu, kau juga harus meminumnya. Lambat laun, susu yang biasa aku minum akan habis sendirinya jika kau tak mengisi ulang kembali β€œ jelas taeyeon. keduanya benar-benar sudah sangat terbiasa dengan topik pembicaraan tersebut dan beruntunglah swalayan saat itu tak begitu ramai. β€œ Jangan banyak bicara taenggoo.. membeli hal itu bukan tugas kita β€œ. Sunny menggandeng lengan taeyeon untuk menyamakan jalan mereka. taeyeon mengerucutkan bibirnya dan hal itu disadari sunny yang langsung memandangnya. β€œ Arrasseo.. kita akan membelinya β€œ ucap sunny yang kemudian, mengecup singkat bibir taeyeon membuat taeyeon menyeringai bahagia.

***

β€œ Tiff..~ β€œ. Jessica menoleh ke belakang dan tak menemukan tiffany disana, diam-diam tiffany meninggalkan jessica ke suatu tempat membuat jessica bingung dan memilih duduk dibangku itu. β€œ Kemana lagi anak itu? β€œ gumam jessica kesal.

Puk..

Jessica menoleh ke belakang ketika bahunya ditepuk dan menemukan dua buah ice cream yang menutupi parasnya, dari tubuh dan bentuk tangannya orang itu adalah tiffany.

β€œ Tada~.. β€œ. Tiffany membuka dua ice cream itu sehingga menampilkan wajah dan senyumnya yang menawan, membuat jessica terdiam. Jessica mengagumi senyuman itu.. tiffany melemparkan tubuhnya disamping jessica, memberikan salah satu ice cream pada yeoja disampingnya. β€œ Ambil ini, kau bilang kau lelah. Taetae bilang, saat kita lelah dan memakan ice cream. Rasa lelah itu akan langsung hilang begitu saja β€œ jelas tiffany sambil menyodorkan ice cream pada jessica, jessica pun mengambil ice itu.

Tiffany tersenyum sambil membuka bungkusan plastik ice creamnya, lalu memakannya dengan imut membuat jessica yang melihatnya terlihat semakin terdiam bahkan tersenyum. β€œ J-jess~.. β€œ. Tiffany menggantungkan ucapannya ketika menangkap basah jessica yang tengah memandanginya, ceoat-cepat jessica mengalihkan pandangannya ke arah lain. β€œ Waeyo? β€œ tanya tiffany bingung sambil menatap jessica. melihat tak ada respon dari yeoja yang berada disampingnya, tiffany kembali menatap lurus ke danau sambil memakan ice creamnya.

Hening..

β€œ Jessie.. β€œ panggil tiffany memecahkan keheningan dan kembali dengan raut wajahnya yang serius. Jessica menoleh dan selanjutnya tiffany menoleh, membuat kedua mata mereka bertemu. β€œ Gomawo dan bertemanlah denganku β€œ ucap tiffany, membuat jessica terkejut bukan main. β€œ Ne?? β€œ. Jessica tersenyum tipis β€œ Kau aneh sekali, bukankah sejak awal kita sudah berteman hanya saja kau belum ingin mengakuiku β€œ. Tiffany kembali tersenyum β€œ Terimakasih sudah mengakuiku menjadi temanmu sejak awal β€œ jelas tiffany, suasana kembali kaku dan tak ada yang memulai kembali perbincangan diantara mereka. hingga jessica pun mengumpulkan kekuatannya untuk kembali memulai perbincangan. β€œ Tiff β€œ.

Tiffany menoleh dan menaikan kedua alisnya tanda ia mengatakan β€˜ada apa?’. β€œ Wae kau tak mengatakan pada taeyeon bahwa semalam perutmu sakit dan kenapa kau tak membiarkan bora memeriksamu? β€œ. Lagi-lagi tiffany tersenyum.

β€œ Aku tak ingin membuat semua orang khawatir termasuk taetae. Tapi semalam aku sudah membuatmu khawatir, bukankah itu lucu?? Maafkan aku jessie dan aku harap, kau tak memberitahukan hal ini pada taetae. Jangan katakan kalau aku merasakan kesakitan pada ginjalku, aku tak ingin taetae merasa bersalah dengan itu. β€œ jawab tiffany. β€œ Arro.. aku mengerti dan aku tak akan memberitahukan hal ini pada taeyeon β€œ. Jessica mengelus punggung tangan tiffany lembut, membuat tiffany gugup.

Tiba-tiba seorang namja kecil menghampiri mereka. β€œ Noona, bolehkah aku meminta tanda tangan dan berfoto bersama dengan kalian?? Kau tiffany noona dan jessica noona kan? β€œ ucap namja itu polos, membuat tiffany dan jessica terkejut. β€œ Bagaimana kau tau?? β€œ tanya tiffany yang langsung menggendong namja kecil yang imut itu dipangkuannya. β€œ Kalian terkenal dan aku sangat menyukai tiffany noona β€œ. Namja kecil yang imut itu langsung memeluk tiffany dengan bahagia, membuat tiffany tertawa.

β€œ Tiffany.. wae kau berubah drastis, melunak secara tiba-tiba?? Apa kau tau kalau aku benar-benar sangat menyukai senyumanmu itu?? Kupikir, aku mulai… jatuh cinta padamu β€œ batin jessica yang tak pernah melepaskan pandangannya dari wajah tiffany.

***

Hari mulai sore, semuanya sudah berkumpul kembali divilla. Pasangan yoonhyun, bora dan soori lebih dulu sampai kesana sedangkan, pasangan taesun dan jeti setelahnya. Ketika bahan makanan sudah siap dipantry bora, seohyun, sunny dan jessica langsung berkutat disana. sedangkan yang lainnya memilih untuk bersantai sambil memainkan game yang berhasil membuat villa itu begitu sangat berisik. Sesekali jessica melirik ke arah tiffany yang terlihat ceria disamping taeyeon yang selalu diolok-olok oleh soori dan yoona dan ketika tiffany menyadari seseorang tengah memperhatikannya, tiffany menoleh ke sana dan cepat-cepat jessica mengalihkan pandangannya ke ara lain membuat tiffany tersenyum.

β€œ Waeyo? β€œ tanya taeyeon sambil memandang ke arah para yeoja yang berada dipantry. β€œ Aniyo.. wae??. Tiffany memberikan back hug dengan gemas pada taeyeon. β€œ Kalian sudah memutuskan untuk berteman dengan baik? β€œ tanya taeyeon menggoda. Sepulang mereka dari luar, taeyeon sudah menyadari perkembangan hubungan tiffany dan jessica yang membaik. β€œ Mwoya.. β€œ. Tiffany mencoba menyembunyikan kegugupannya dari taeyeon, tetapi hal itu tak berpengaruh sehingga taeyeon tertawa puas membuat semuanya menaruh perhatian padanya. β€œ Cebol yang gila β€œ celetuk sooyoung, membuat taeyeon mengerucutkan bibirnya.

Setelah 1 jam menunggu, akhrinya makan malam pun telah siap dihidangkan. Sooyoung dan yoona terlihat bersemangat menyambut makan malam tersebut. Semuanya berkumpul dimeja makan dan menyantap makan malam mereka bersama-sama. β€œ Bagaimana masakan kami?? β€œ tanya sunny kepada taeyeon dengan penasaran. β€œ Aku mengakui kehebatanmu sayang. Berbeda dengan tiffany β€œ jawab taeyeon sedikit menyindir tiffany yang selalu hampir membuat dapur dirumah hwang bersaudara terbakar karna ulahnya yang mencoba untuk memasak. β€œ Yah! Kim taeyeon! β€œ sahut tiffany dengan memberikan death glarenya yang mengerikan, membuat taeyeon langsung menyembunyikan wajahnya dipelukan sunny. β€œ Cih.. anak itu benar-benar sudah idiot apa? β€œ celetuk sooyoung β€œ Yah! Waegeurae?? Kalau kau iri, cari saja yeoja yang berhasil membuatmu jatuh cinta. Sayangnya kau hanya mncintai makanan! β€œ. Taeyeon menjulurkan lidahnya, membuat semuanya tertawa melihat perdebatan itu.

β€œ Makanlah dengan perlahan β€œ. Bora membersihkan sisa makanan disekitar bibir tiffany dengan lembut, membuat jessica yang berada disamping tiffany sedikit risih. β€œ Ehem.. β€œ. Jessica pura-pura terbatuk, membuat tiffany menoleh ke arahnya. β€œ Minum ini β€œ. Tiffany mengulurkan air mineralnya pada jessica. β€œ Gomawo β€œ. Jessica mengangguk dan langsung meneguknya hingga habis. Hal itu, membuat pasangan taesun tersenyum penuh arti.

Setelah makan malam, seperti biasa mereka semua menghabiskan waktu diruang tengah sambil menonton televisi dan kali ini semuanya sepakat untuk menonton film horror. Ketika film tersebut berjalan, perlahan raut wajah semuanya menjadi lebih serius. Hingga adegan difilm tersebut pun kian menegang dan..

β€œ AAAARRRGGHHHH… β€œ. Semuanya berteriak. Mereka dikejutkan oleh beberapa ponsel milik mereka yang berbunyi.

β€œ Yah!! Bagaimana bisa kita dipermainkan dengan bunyi ponsel seperti ini β€œ celetuk sooyoung yang sama terkejutnya. β€œ Dan kau terjebak ke dalamnya, bodoh! β€œ. Ucap taeyeon sambil meraih ponselnya yang tersimpan dimeja tak jauh darinya, disusul yoona dan tiffany. seiring yang lain kembali menonton film horor itu taeny dan duo shikshin membaca pesan singkat yang masuk.

β€œ ARRGGHHH β€œ. Jessica berteriak yang spontan memeluk tiffany dari samping ketika, melihat hantu difilm tersebut. β€œ Ya tuhan! Jessica jung, kau mengejutkan kami β€œ. Ucap sunny sambil mengelus dadanya, sedangkan tiffany hanya menatap jessica bingung. β€œ Gwenchana jessie?? jika kau penakut tak seharusnya kau menonton itu β€œ. Tiffany menggenggam tangan jessica erat, mencoba memberikan ketenangan lewat itu. namun, hal itu malah membuat jantung keduanya semakin berdegup sangat kencang. Tetapi tiffany kembali terfokus pada ponselnya dan sepertinya duo shikshin, taeyeon juga tiffany mendapatkan pesan yang sama. Sehingga ketika mereka membaca kembali pesan tersebut, keempatnya mengerutkan kening mereka.

Datanglah ke kantor sekarang dan siapkan team kalian. Kalian harus kembali beroperasi, kami menemukan markas salah satu mafia international. Kalian harus menangkap semuanya.

Duo shikshin dan taeny saling berpandangan. Kepala kepolisian menghubungi mereka, sebuah hal yang cukup menguras tenaga mereka harus kembali mereka rasakan. tugas yang cukup berat dan bisa saja merenggut nyawa mereka.

Keempat orang itu saling menganggukkan kepalanya dan langsung beranjak dari tempatnya, membuat yang lain memandang ke arah mereka kebingungan. β€œ Guys.. sebaiknya kita pulang malam ini β€œ. Ucap tiffany dan mendapat anggukan mantap dari ketika orang dibelakangnya. β€œ Bangunlah, kita harus pulang sekarang β€œ. Taeyeon mengulurkan tangannya pada kekasihnya dan membantunya beranjak dari tempatnya. β€œ Waeyo? β€œ tanya bora penasaran. β€œ Kepala kepolisian menghubungi kami, jadi kami harus ke sana secepatnya β€œ jelas sooyoung, membuat semuanya mengangguk mantap dan bergegas mengepak barang-barang mereka.

***

β€œ Apa kau akan kembali beroperasi? β€œ tanya jessica memecahkan keheningan diantara dirinya dan tiffany sambil mengepak barang-barang mereka dikamar. β€œ Hmm.. mianne, membuat waktu liburan menjadi terganggu β€œ. Jawab tiffany tanpa menoleh ke arah jessica, jessica tersenyum. ia mengerti bagaimana profesi tiffany, taeyeon, sooyoung dan yoona. β€œ Aku mengerti, semoga sukses β€œ ucap jessica, membuat tiffany menoleh ke arahnya dan tersenyum. β€œ Gomawo β€œ.

TBC

Well.. siapkan diri kalian, chapter selanjutnya sepertinya akan ada adegan action. Semoga cepet update yaa.. maaf belum bisa balas comment kalian satu persatu. Happy Sunday ^^

56 comments

  1. awakward….. hahah…… jessi ada2 aja padahal dia bisa turun dari ranjang lewat si samping nya, tapi dia malah mau turun lewat di samping tiffy, ckckc….
    moment jeti udah sediktit romantis. heheh… Cinta udah mulai tumbuh. hihihihi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s