Unbelievable 6

Title : Unbelievable 6

Author: Adelayn Tiffany

Genre: Yuri, romance, etc.

Main cast: Tiffany hwang, Kim taeyeon, Jessica jung

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaaπŸ˜„

***

β€œ Apa yang terjadi taeng? β€œ tanya bora bingung sambil terus mengikuti langkah taeyeon melewati para pengunjung yang begitu panik dan ketakutan. Hingga mereka berhenti dan kembali bersembunyi dibalik pilar club. Taeyeon memenjarakan tubuh bora dan menatap mata yeoja yang berada dihadapannya itu dalam. β€œ Kau ingin selamat kan? β€œ tanya taeyeon sambil sesekali melirik namja-namja yang mengerikan itu, mereka mulai melangkahkan kakinya. Jika taeyeon belum juga keluar dari sana, cepat atau lambat ia akan segera tertangkap oleh mereka. β€œ Tentu saja, aku tak mau mati ditempat ini. kau harus menyelamatkanku, jebal.. β€œ. Bora memohon dan langsung memeluk tubuh taeyeon erat. Taeyeon tersenyum tipis. β€œ Kita tak akan mati ditempat ini, jika kau mengikuti caraku β€œ ucap taeyeon membuat bora segera melepaskan pelukannya. β€œ Lakukan sekarang taeng.. β€œ.

***

Dipilar yang sama namun berjarak dengan taeyeon itu tiffany melakukan hal yang sama. Tiffany memenjarakan tubuh jessica yang bergetar dengan keringat dingin disekujur tubuhnya. β€œ Apa yang kau lakukan hingga namja-namja yang mengerikan itu mencari kalian?? β€œ tanya jessica kesal. Tiffany diam dan memilih untuk mengawasi sekelompok namja yang kini memutuskan untuk berpencar. Perlahan namun pasti, sekelompok orang itu tak lama lagi akan melihatnya hingga akhirnya tiffany menatap jessica dalam. β€œ Mwo? β€œ tanya jessica bingung. β€œ Bisahkah kau melepaskanku? Aku cukup sesak β€œ sambungnya. β€œ Jessica jung.. β€œ panggil tiffany dengan tatapan menusuk, membuat jessica terdiam. β€œ Sebelumnya aku minta maaf, sebenarnya aku sama sekali tak ingin melakukan hal ini pada yeoja yang selalu merepotkanku. Tapi aku peduli padamu, aku tau kau sama sekali tak ingin mati ditempat yang menurutmu mengerikan ini. tapi kita harus melakukannya β€œΒ  jelas tiffany membuat jessica menyernyitkan keningnya tak mengerti. β€œ Apa maksudmu?? β€œ. Tanpa menjawab pertanyaan jessica, tiffany langsung melumat bibir jessica kasar membuat mata jessica membesar karna sangat terkejut. Jessica mencoba memberontak tetapi kekuatan tiffany saat itu cukup kuat, justru tiffany terlihat semakin liar melumat bibir si yeoja berambut blonde itu sampai tiffany tak memberikan kesempatan untuk jessica menghirup nafas. Tiffany semakin memperdalam ciuman dibibir jessica sambil menggiring jessica keluar dari balik pilar, hingga akhirnya jessica berhenti memberontak saat menyadari bahwa mereka telah berhasil melewati namja-namja yang mencoba mencari hwang bersaudara itu. β€œ Cih.. dalam keadaan seperti ini, kalian masih bisa melakukan hal ini! β€œ ucap salah seorang kelompok namja yang melewati mereka. tiffany hanya bisa tersenyum evil, justru ini yang terpaksa dia lakukan untuk bisa keluar dan melarikan diri dari mereka.

β€œ Sepulang ke rumah nanti, aku harus menemui taetae β€œ batin tiffany

***

β€œ Ahh.. t-taeng.. shh β€œ. Bora mendesah ketika taeyeon menciumi jenjang lehernya dengan kedua tangannya yang liar sambil terus mencoba berjalan keluar dari beberapa pilar yang sempat mereka singgahi untuk bersembunyi dan pada akhirnya mereka dapat keluar dari club. Sesekali taeyeon harus sedikit berpura-pura menggoda bora dengan menyembunyikan wajahnya dibelahan dada yeoja sexy itu ketika sekelompok namja-namja itu melewatinya, sehingga namja-namja itu mengira kalau mereka berdua sibuk melakukan sex disaat keadaan seperti itu dan hal itu tak mungkin dilakukan oleh hwang bersaudara. Taeyeon harus banyak-banyak bersyukur karna sekelompok namja bodoh itu benar-benar sangat bodoh sampai mereka tak menemukan dirinya. Dan lagi dia juga harus banyak berterimakasih karna mendapat izin melakukan hal itu pada β€˜mantan kekasih’ tiffany.

Ketika cahaya lampu dari luar club sudah menyinari penglihatan mereka, taeyeon menarik bora keluar dari sana dan kembali bersembunyi diantara samping club dengan bangunan yang lain. Sunyi.. meskipun keberadaan mereka tak jauh dari jalanan yang begitu ramai dengan orang-orang yang berlalu lalang dijalanan sana tetapi, keadaan lingkungan disekitar mereka benar-benar sunyi hingga keduanya bisa mendengar deru nafas mereka yang masih tersenggal-senggal karna tubuh mereka yang begitu terhimpit. Taeyeon menghela nafas panjang dan tak sengaja, pandangan kedua yeoja itu bertemu. Bora tersenyum nakal dihadapan taeyeon sedangkan, taeyeon hanya membalas senyuman nakal itu dengan senyuman evilnya. β€œ Gomawo.. kau sudah menyelamatkanku dari club kalian yang sudah menjadi sebuah tempat seperti neraka sekarang β€œ ucap bora sambil menyapu bibir taeyeon lembut. β€œ Dan kelakuan nakalmu tadi, benar-benar diluar dugaanku. β€œ lanjutnya, membuat taeyeon terkekeh. β€œ Terimakasih kembali bora-ssi, desahanmu membuatku bergairah. Tetapi sayangnya, kita belum berlari cukup jauh dari mereka. mungkin saja, sebentar lagi mereka menemukan kita. sebaiknya kita segera pergi dari sini secepatnya β€œ jelas taeyeon sambil memastikan bahwa keadaannya sudah aman untuk mereka pergi dari sana.

***

Setelah 45 menit mereka beradu ciuman yang panas untuk bisa lepas dari sekelompok namja yang tak dikenal itu, akhirnya tiffany dan jessica keluar dari club. Kedua nafas mereka tersenggal-senggal dan mereka terus berlari tanpa melepaskan genggaman tangan jessica yang berada dalam genggaman tangan tiffany. hingga mereka merasa sudah berlari cukup jauh dan mereka sudah merasa aman, jessica melepaskan tangan tiffany dengan kasar membuat tiffany terkejut dan menghentikan langkahnya. β€œ Wae? β€œ tanya tiffany bingung.

Plakkk!!

Tiffany terdiam, ketika dirasakannya tamparan yang cukup keras mendarat dipipi kirinya. Sudah dipastikan bahwa pipinya saat ini pasti sudah berubah warna menjadi sangat merah. Perlahan, tiffany memberanikan diri untuk menatap yeoja yang sudah berani menamparnya. β€œ Itukah cara kau menyelamatkanku, eoh?? β€œ tanya jessica yang semakin mendekatkan diri pada tiffany dengan memperlihatkan ekspresi yang menantang. β€œ Dan kau berhasil!! Bagaimana kau bisa melakukan hal ini padaku?! β€œ teriaknya didepan wajah tiffany yang spontan langsung terpejam mendapat teriakan yang lantang dihadapannya. Tiffany kembali membuka matanya dan terkejut ketika melihat salah seorang sekelompok namja yang tak jauh dari mereka mencoba menghampiri dirinya dan jessica. Tanpa menjawab pertanyaan jessica, tiffany kembali melumat bibir jessica. Dan detik selanjutnya, jessica mendorong tubuh tiffany kasar membuat tiffany hampir terjatuh. Ingin rasanya jessica memaki tiffany namun, dengan cepat tiffany memotongnya. β€œ Mereka mencoba mencari aku dan taeyeon sampai kesini β€œ jelas tiffany datar. Jessica menoleh ke belakang untuk memastikan jika ucapan tiffany bukan hanya alasan dan ternyata ucapan tiffany benar. Saat jessica kembali untuk menoleh ke tempat dimana tiffany berdiri, yeoja itu sudah berjalan meninggalkannya. Mata jessica berkaca-kaca, ia menyapu bibirnya dan meringis kesakitan ketika merasakan sudut bibirnya yang sakit. Jessica pun tak bisa lagi membendung tangisnya sehingga tubuhnya ambruk dengan berlutut ditanah.

β€œ Bagaimana ia bisa mengambil ciuman pertamaku β€œ batin jessica

Sedangkan, tiffany yang terus berjalan segera meraih ponsel dari dalam tasnya untuk menghubungi seseorang. β€œ Jemput dia, aku akan pulang secepatnya β€œ ucapnya yang langsung memutuskan panggilannya.

β€œ Mianne, jessica jung β€œ batin tiffany yang langsung memasuki salah satu pertokoan yang tak jauh darinya.

***

Tiffany pov

Aku sampai dirumah, melempar mogeku seenaknya dan berjalan masuk ke dalam rumah. Rupanya hal itu membuat para pelayan panik tapi, aku tak peduli.. yang aku cari saat ini adalah taeyeon. dimana dia?? Seharusnya dia sudah pulang, jauh sebelum aku datang. Kulihat seohyun berlari ke arahku dengan kekhawatiran yang terlihat diwajahnya. β€œ Eonnie.. β€œ panggilnya. β€œ Dimana taeyeon? β€œ tanyaku dingin. β€œ Taeyeon e-onnie..~ β€œ jawabnya terbata-bata dan dengan cepat aku memotong ucapannya. β€œ Tak perlu dijelaskan β€œ. Aku segera menaiki anak tangga dan meninggalkan seohyun yang masih berdiri dibelakangku. Aku tau dimana taeyeon berada..

Dengan langkah cepat, aku berjalan dikoridor lantai atas dan berhenti tepat didepan sebuah kamar berpintu berwarna biru. Kuputar knop pintu kamar itu dan berjalan memasukinya untuk mencari sosok kim taeyeon. β€œ Taetae! β€œ panggilku kesal karna tak menemukan keberadaannya didalam kamarnya sendiri. kulangkahkan kakiku untuk menghampiri meja bar dan sepertinya langkahku kesana hanya sia-sia, aku hanya menemukan gelas kecil diatas meja bar dengan minuman vodka yang terisi penuh didalamnya. Dengan sekali teguk kuhabiskan minuman itu. Hingga akhirnya aku terjebak dimeja bar, memilih untuk duduk disana sambil memainkan gelas kecil yang sudah kosong kuhabiskan itu. Kemana anak itu?

Tiba-tiba ulasan-ulasan yang terjadi beberapa jam sebelumnya terlintas dikepalaku. Bagaimana jessica yang menampar keras pipiku, tatapan tajamnya yang berair setelah mendapat ciuman yang kedua kalinya dariku. Membuatku frustasi dan lagi aku semakin bertambah frustasi ketika mengingat berbagai percakapanku dengan duo shikshin yang sudah terbebas lebih dulu dari club itu dengan memberitahukan padaku bahwa taeyeon pernah menolong jessica dan membunuh seorang namja yang mencoba memperkosa yeoja bodoh itu. jadi itu alasannya kenapa taeyeon membawa jessica ke sini dan dia menjadi buronan orang-orang itu, kenapa dia tak menceritakannya padaku? Bodohnya pula aku yang tak menanyakan asal usul jessica pada saat itu.

Tak lama kemudian, suara derap langkah kaki yang tenang terdengar ditelingaku. Aku segera menoleh ke sumber suara itu dan menangkap tubuh kecil yang sudah tertawa dorky padaku sambil mengeringkan rambutnya yang basah. β€œ Miyoung.. kau ada disini? β€œ. Ia berjalan santai ke arahku sedangkan, aku hanya terus menatapnya tajam. β€œ O-omo.. kau menghabiskan vodkaku β€œ rengeknya sambil merebut kasar gelas kecil dari tanganku. Dia mulai kekanak-kanakan. Aku tetap diam dan kali ini aku beranjak dengan berdiri dihadapannya.

Praang..

Aku menepis gelas kecil itu dari tangannya membuatnya terkejut. β€œ Miyoung.. w-waegeurae? β€œ tanyanya terbata-bata. Detik selanjutnya aku mendorong tubuhnya hingga membentur dinding, taeyeon ketakutan. Bagaimana bisa dia terlihat ketakutan seperti itu padaku?? Se-menyeramkan itukah aku dihadapannya?? sepertinya begitu.. aku terus menatapnya tajam. β€œ M-miyoung~.. β€œ. Setelah lama memandangnya, aku segera memeluknya erat dan terisak dibahunya. β€œ Pabonika! Bagaimana kau bisa sampai tega tak memberitahuku kalau kau membunuh salah satu dari mereka karna untuk menolong jessica jung, eoh? β€œ tanyaku disela-sela isak tangis, kurasakan taeyeon bernafas lega. β€œ Aku bisa saja kehilanganmu kalau saja mereka berhasil menemukanmu saat itu β€œ sambungku yang kemudian melepaskan pelukanku dan menatapnya. Dia tersenyum manis, sangat manis sambil menyibakkan rambut yang menghalangi sebagian wajahku. β€œ Jika kau mengkhawatirkanku, kau tak perlu mendorongku sekasar itu. Itu menyakitkan untukku, kau tau?? β€œ ucapnya. β€œ Aku pikir kau akan membunuhku β€œ sambungnya sambil terkekeh, membuatku menggelengkan kepala. β€œ Jja~.. β€œ ajaknya sambil menarik tanganku untuk kembali menghampiri meja bar. Kami duduk disana sambil terus berpandangan, mencoba berinteraksi dengan pandangan kami hingga akhirnya ia kembali tersenyum. β€œ Maafkan aku miyoung, karna tak memberitahukan hal itu padamu. Jeongmal mianne.. aku hanya tak ingin kau mengkhawatirkanku, kau tau kan aku ini Kim taeyeon Hwang! salah satu dari keluarga hwang yang bisa melakukan apa saja yang aku mau β€œ. Jelasnya membuatku tersenyum. β€œ Kau sombong sekali taetae β€œ celetukku membuatnya tertawa dorky. β€œ Sekali lagi aku minta maaf miyoung, maafkan aku yaa? β€œ rengeknya seperti anak kecil, membuatku gemas. β€œ Sebagai gantinya, kau boleh meminum vodka satu gelas lagi. ottokkae?? β€œ tawarnya sambil menuangkan vodka itu ke dalam gelas kecil yang baru. Setelah ia selesai menuangkannya, dengan cepat aku meneguknya sampai habis. β€œ Yah!! Kau curang! Kau kan belum menjawab iya atau tidaknya tawaranku! β€œ teriaknya lucu, membuatku ingin tertawa tetapi kuurungan niat itu karna aku masih menyernyitkan keningku ketika rasa panas dari efek vodka itu masih terasa ditenggorokkanku.

β€œ Kalau begitu aku juga mau satu gelas saja β€œ gumamnya yang mencoba kembali menuangkan vodka ke dalam gelas kecil itu lagi. β€œ Yah, kim taeyeon! apa kau mau mati?? β€œ. Cegahku sambil menatapnya tajam, lalu ia mengerucutkan bibirnya. Aku tau maksudnya, ia akan mematuhi ucapanku untuk tidak meminumnya. β€œ Good girl, kajja.. aku akan mengeringkan rambutmu β€œ. Ucapku sambil mengelus kepalanya lembut. Kini giliranku yang menariknya untuk duduk ditempat tidurnya.

***

Author pov

Tiffany mengambil hair dryer yang tersimpan disalah satu laci disamping tempat tidur taeyeon dan ia segera mengeringkan rambut orang yang sangat disayanginya dengan baik. β€œ Ahh.. seperti itu miyoung~ah β€œ. Taeyeon tersenyum senang, ketika tiffany melakukan pengeringan yang baik pada rambutnya. β€œ Apa ini sangat menyenangkan miss dorky? β€œ tanya tiffany sambil terus mengeringkan rambut taeyeon. β€œ Geurom.. kau jarang melakukan hal ini padaku β€œ jawab taeyeon sekilas melirik pada tiffany dan kembali memperlihatkan deretan giginya yang putih sambil mengayun-ayunkan kakinya. β€œ Maka dari itu, setelah ini kau harus membayarku miss kim β€œ ucap tiffany sambil terkekeh, membuat taeyeon menoleh ke arahnya dan menyeringai evil membuat tiffany terdiam. β€œ W-wae?? β€œ. Taeyeon mendekatkan dirinya pada tiffany, membuat tiffany bingung dan mencoba menghindarinya. β€œ Bagaimana jika aku membayarnya dengan ini? β€œ tanya taeyeon yang langsung mendaratkan kedua tangannya dipinggang tiffany dan mulai menggelitiknya membuat tiffany berteriak kegelian, meronta-ronta memohon ampun sehingga kedua hwang bersaudara itu tertawa bersama-sama.

***

Jessica pov

# Flashback

Setelah tiffany meninggalkan jessica sendiri dijalanan yang cukup sepi, tak lama kemudian sebuah mobil yang cukup mewah berhenti dihadapan jessica. Jessica masih merasa ketakutan dengan apa yang sebelumnya terjadi, didalam hatinya jessica banyak berdoa dan berharap kalau orang yang berada didalam mobil itu bukan salah satu sekelompok namja yang mengerikan. Detik selanjutnya, pintu kemudi mobil itu terbuka dan memperlihatkan seorang namja tinggi dan juga tampan dengan pakaiannya yang begitu rapi berjalan mendekatinya.

Jessica takut, ia ketakutan.. jika namja itu akan menculiknya. Sehingga, dengan perlahan jessica melangkah mundur. Dan sepertinya namja itu menyadari pergerakannya, sehingga namja itu memilih untuk menghentikan langkahnya dan tersenyum manis pada jessica. Senyuman yang manis dan hangat tetapi, jika senyuman yang didapatkan jessica dari orang yang tak dikenal tentu saja hal itu membuat jessica merinding. β€œ Jessica jung?? β€œ tanya namja itu ragu. β€œ A-a-apa y-yang k-kau mau dariku?? β€œ tanya jessica terbata-bata dan terus melangkah mundur. β€œ Tenanglah, aku bukan orang jahat. β€œ jelasnya. Jessica menggelengkan kepalanya β€œ Bagaimana aku tau, jika kau benar-benar bukan orang jahat?? β€œ tanya jessica dengan lantang. Namja itu mencoba melangkahkan kakinya kembali untuk menghampiri jessica. β€œ Jangan mendekat!! Jebal.. β€œ. Ucap jessica lirih dan namja itu kembali menghentikan langkahnya. β€œ Aku choi siwon. Tiffany menghubungiku untuk menjemputmu, kau harus pulang karna keadaan malam ini sungguh tak aman bagi yeoja sepertimu β€œ jelasnya, membuat jessica bernafas lega. Tetapi selanjutnya, jessica kembali terdiam. Bagaimanapun, ia tak boleh semudah itu mempercayai namja itu karna membawa-bawa nama tiffany. β€œ Shireo!! Kau berbohong! Aku tak percaya padamu! β€œ teriak jessica, membuat siwon menghela nafas panjang. β€œ Yeoja ini benar-benar keras kepala. benar apa kata fany β€œ gumam siwon yang kemudian, kembali memberanikan diri untuk berjalan cepat ke arah jessica.

Jessica ketakutan, ia mencoba berlari namun dengan cepat siwon menarik lengan jessica dan menggendongnya sehingga jessica meronta-ronta minta diturunkan. Tetapi, siwon tetap menggendongnya dan membawanya ke dalam mobil. Hingga mereka pun pergi dari sana.

#Flashback end

Dan sekarang, aku tengah meringkuk didalam selimutku dengan mata yang sembab. Sudah 1 jam lebih, seohyun maupun pelayan yang lain mengetuk pintu beberapa ratus kali, membujukku untuk membuka pintu kamar. Tetapi, aku sama sekali tak beranjak dari tempatku. Berlebihan memang tapi kejadian ini benar-benar baru kudapatkan, aku benar-benar tak rela jika tiffany lah yang mengambil ciuman pertamaku.

Pikiran dan benakku terus mengulang semua kejadian yang sebelumnya terjadi, mengulang bagaimana tiffany menarikku untuk bersembunyi dibalik pilar club, menciumku kasar untuk menghalau sekelompok namja yang mencari hwang bersaudara itu sampai ia menciumku yang kedua kalinya karna salah satu sekelompok namja itu menaruh curiga pada kami. Aku sudah mengerti apa maksud dari semua yang dia lakukan saat itu, semua itu hanya untuk kami. Agar kami bisa melarikan diri dari sekelompok orang yang mencoba menerkam hwang bersaudara, tetapi wae?? Wae ia harus melakukan salah satu cara dengan menciumku??

ITU CIUMAN PERTAMAKU!! AARRRGGGHHH!!!

Teriakku sekeras mungkin dibalik bantalku yang cukup tebal. Membuat orang-orang yang sebelumnya sudah tak terdengar lagi diluar kamarku, kini kembali mengetuk-ngetuk pintu kamar lagi. mianne seo.. malam ini aku benar-benar ingin sendiri.

***

Taeyeon pov

Aku memeluk tubuh orang yang sangat kusayangi, mengelus kepalanya dengan lembut sambil sesekali mengecup pangkal kepalanya. Aku tersenyum ketika kembali mengingat canda tawa yang sebelumnya kami lakukan bersama, hingga akhirnya ia kelelahan dan tertidur nyenyak dipelukanku. Tiffany hwang..

Padahal aku sudah melakukan tindakan kriminal yang ke sekian kalinya dengan membunuh orang, tetapi ia sama sekali tak marah padaku. Aku pikir sikapnya tadi yang kasar hingga mendorong tubuhku ke dinding, itu akan menjadi terakhir kalinya aku bisa melihatnya. Dia terlihat seperti ingin memakanku hidup-hidup, atau bahkan langsung membunuhku seperti apa yang akan aku lakukan ketika seseorang berani membuatku marah. Namun, nyatanya itu tidak berlaku padanya.

Tiffany hwang yang selalu bersamaku adalah tiffany hwang yang memiliki hati selembut kapas, selalu peduli padaku, mengkhawatirkanku bahkan ia berusaha menjadi pelindung untukku. Pasti si duo shikshin itu yang memberitahukan semuanya padanya, fany pasti akan semakin mengkhawatirkanku jika seperti itu. aku tak ingin melibatkan suatu masalah yang kubuat sendiri dengan membawa-bawanya ke dalam lingkaran permasalahanku.

Kurasakan nafasnya yang teratur menerpa leherku dengan kedua tangannya yang begitu melingkar sempurna ditubuhku. Membuatku nyaman dan semakin membuatku kagum akan keindahan ciptaan tuhan ini, fany sangat cantik.

Ddrrrttt… drrrttt…

Mode ponsel yang kubuat bergetar itu, menghentikan aktivitasku memandangi tiffany. dengan hati-hati salah satu tanganku meraih ponsel yang tersimpan dimeja samping tempat tidurku, rupanya sebuah panggilan masuk dari orang yang menjadi tangan kananku. Dengan cepat, aku menerimanya.

β€œ Taeyeon-ssi β€œ

β€œ Ne, ini aku. Wae teuki-ssi? β€œ. Tanyaku yang sedikit berbisik, agar aku tak mengusik tidur tiffany.

β€œ Oddiga?? Wae kau berbisik seperti itu? ohh.. Kami sudah mendapatkannya β€œ. Aku tersenyum evil ketika mendengar ucapan orang yang menjadi tangan kananku ini.

β€œ Tiffany sedang tidur didalam pelukanku dan Berapa yang kau dapatkan? β€œ

β€œ Satu, dan kupastikan kau tak akan kecewa dengan apa yang aku dapatkan untukmu β€œ

β€œ Jinjayo?? β€œ

β€œ Geurom.. β€œ

β€œ Kalau begitu 15 menit lagi, aku sudah berada disana. gidaryo.. β€œ

β€œ Arrasseo… hati-hati, kami menunggumu nona muda β€œ

Klik..

Aku semakin menyeringai evil sambil menggenggam erat ponselku. Kerja leeteuk sebagai tangan kananku sangat memuaskan. Aku dan tiffany memang sama-sama memiliki orang-orang yang kami jadikan sebagai tangan kanan kami, tiffany mempekerjakan siwon sebagai tangan kanannya sedangkan aku leeteuk. Sebaiknya, aku bergegas ke sana tanpa mengusik tidur tiffany.

***

Author pov

Seorang namja sudah memperlihatkan senyuman manisnya didepan sebuah rumah kecil yang jauh dari penduduk setempat, ketika sebuah mobil sport Porche Cayman S berhenti didepannya. Tak lama kemudian, taeyeon keluar dari mobilnya dan memperlihatkan deretan giginya yang putih sambil melambaikan tangannya. Namja itu terlihat semakin girang dengan menghampiri taeyeon. β€œ A-yo, taengoo.. apa kabar?? Bagaimana kau bisa melepas dirimu dari nona hwang?? β€œ tanya namja itu menggoda, membuat taeyeon terkekeh. β€œ Apa aku terlihat seperti sedang melarikan diri untuk melakukan misi sendiri, huh? Pabo teuki! β€œ. Taeyeon menjitak kepala leeteuk membuat keduanya tertawa.

β€œ Ahh.. kau kesini karna merindukan orang yang menjadi tangan kananmu kan?? β€œ tanya leeteuk percaya diri sambil mendampingi taeyeon yang mulai melangkahkan kakinya. β€œ Tentu saja tidak! Kau ini percaya diri sekali β€œ jawab taeyeon dengan candanya. β€œ Arro.. maka dari itu, aku akan memperlihatkannya padamu β€œ. Leeteuk dengan senang hati membuka salah satu pintu yang terbuat dari besi dan membawa taeyeon ke dalamnya.

Didalam ruangan tersebut begitu sangat lembab dan gelap. β€œ Duduklah dengan tenang dan lihatlah apa yang akan kau lihat setelahnya β€œ. Leeteuk membawa taeyeon untuk duduk dikursi yang sudah tersedia kemudian, ia ikut duduk disamping taeyeon. β€œ Nyalakan lampunya β€œ pinta taeyeon dengan menggerakan telunjuknya. Seketika ruangan yang sebelumnya begitu sangat gelap kini terlihat sangat terang. Hal itu menyilaukan penglihatan taeyeon dan seseorang yang sudah berdiri tak jauh dihadapannya dengan kedua tangan dan kaki yang terikat dengan rantai baja. Tubuh orang itu berkeringat cukup banyak dan bercampur dengan darahnya sendiri, taeyeon tersenyum evil sambil menatap orang itu tajam.

β€œ Ini datanya β€œ. Leeteuk memberikan beberapa lembar kertas pada taeyeon dan taeyeon pun segera mengambilnya. Membaca profile orang tersebut dibantu leeteuk. β€œ Kang-in~.. β€œ ucap leeteuk. β€œ Dia namja yang menarik pelatuknya ke langit-langit club. Dan dia pula yang menghancurkan acaramu malam ini dengan menanyakan siapa yang telah membunuh saudaranya yang bernama donghae. Donghae.. namja yang mencoba memperkosa temanmu, jessica jung. Dan namja itu, termasuk dalam kelompok mafia kelas international. Sayangnya dia bukan big bossnya β€œ jelas leeteuk. β€œ Jinjayo?? Wuahh.. daebak.. salah seorang mafia international begitu berani menampakkan dirinya dimuka umum? β€œ puji taeyeon bertepuk tangan sambil beranjak dari tempatnya. Perlahan, taeyeon melangkahkan kakinya mendekati kang-in yang terus menatapnya dengan kedua mata yang sudah babak belur.

β€œ Apa kau tak tau, siapa aku sebenarnya?? Apa pentingnya saudaramu itu, huh??! bahkan dia lebih rendah daripada binatang! β€œ ucap taeyeon sambil menjambak rambut kang-in dengan keras, membuat namja itu meringis kesakitan. Kang-in terdiam. β€œ Siapa yang membuatmu memberanikan diri menampakkan diri dimuka umum, huh?? β€œ tanya taeyeon yang kembali menjambak rambut kang-in. Lagi-lagi namja itu diam. Taeyeon menoleh pada leeteuk dan seperti mengetahui apa maksud tatapan taeyeon pada leeteuk, leeteuk beranjak dari tempatnya dan menghampiri taeyeon. β€œ Sedaritadi, namja itu tak menjawab pertanyaan yang aku tujukan. Maka dari itu dia seperti ini, babak belur β€œ ucap leeteuk. β€œ Cih.. kau cukup setia pada kelompokmu. Dengar.. aku tak pernah main-main dengan ucapanku. Aku akan benar-benar membunuh orang yang berhasil membuatku marah dan selagi aku masih berbaik hati, jawab siapa yang telah menyuruhmu memberanikan diri untuk menampakkan diri didepan umum dan mencari hwang bersaudara?!!! β€œ. Teriak taeyeon dengan lantang. Kang-in menggelengkan kepalanya, rupanya namja itu tetap tak ingin memberitahu siapa yang telah menyuruhnya melakukan hal itu, membuat taeyeon geram.

β€œ TAK BERGUNA!! β€œ teriak taeyeon sambil mendorong kepala kang-in kasar. Dengan gerakan cepat, taeyeon mengambil senjata api yang tersimpan rapi dipinggir sabuk celana leeteuk dan menarik pelatuk tersebut ke arah kang-in.

DORRR…

DORRR…

DORRR…

Setelah yang kesekian kalinya taeyeon melakukannya, semua orang yang melihat kejadian tersebut sangat terkejut. Taeyeon benar-benar menembak namja itu tepat dikepala dan dua dadanya, hingga namja itu seketika tewas ditempat.

β€œ Senjata yang bagus β€œ. Ucap taeyeon datar sambil menatap pistol ditangannya. β€œ Ini punyamu, terimakasih karna telah menyediakan games yang menyenangkan malam ini β€œ. Taeyeon kembali memperlihatkan deretan giginya dihadapan leeteuk sambil menyerahkan pistol tersebut pada pemilik sebenarnya, namun si pemilik sebenarnya itu masih terdiam karna masih cukup terkejut dengan pergerakan taeyeon yang begitu cepat dalam membunuh namja itu.

β€œ Yahh! jangan berlebihan seperti itu, seharusnya kau sudah terbiasa dengan hal ini β€œ. Taeyeon menepuk bahu leeteuk, membuat leeteuk tersadar dari lamunannya. β€œ Kau tau kan, kalau aku memang benar-benar tak main-main dengan ucapanku. Maka dari itu, kau juga harus berhati-hatilah.. jangan sampai membuatku marah, arrasseo? β€œ tanya taeyeon dan langsung mendapat anggukan mantap dari leeteuk. β€œ Kembalikan jasadnya pada kelompoknya, biar mereka yang urus semuanya β€œ ucap taeyeon yang begitu sangat berani sambil tersenyum evil.

TBC

Gw sadari.. ff chap ini tak serapi chap sebelumnya. Entahlah.. mungkin aku lelah, tetapi chap selanjutnya gw usahain untuk sedikit lebih rapi. Sedikit yee.. dan terimakasih untuk silent reader, banyak-banyak berdoa yee semoga chap selanjutnya atau setiap ff yang gw buat gak gw protect. Dan banyak berdoa juga, meskipun ff diprotect silent readers bisa mendapatkan pwnya. *ketawaevilbarengtaeyeon

Ingat ucapan taeyeon β€œ … aku tak pernah main-main dengan ucapanku. Aku akan benar-benar membunuh orang yang berhasil membuatku marah dan selagi aku masih berbaik hati, (perlihatkan diri kalian..!) β€œ.

Hahayy… bye bye *bow

50 comments

  1. Aih..moment jeti,.kiss…
    Asikk.
    Ya walapun sica tak mnginginkan nya..wahahahah
    moga2 ending nya jeti..suka ama ni couple..dua sifat yg berlainan tp slalu asik buat diikuti..
    Sama kyak di everyone love her..
    Kkkkkk..
    Hem..ga sabar nggu next chap nya
    taengQ dah apdet un..hwaiting.

  2. Annyeong reader baru..salam kenal~
    Bingung mau komen apa..#hehehehe..
    oke…itu si tae sama pany sodaraan ya??#dari mana aje gue..??hari gini belum tau..ahahahahha..maklum reader baru..belum baca part-part sebelumnya masih rada bingung sama ff ini.
    Tapi kasihan banget itu fany kena gampar jessica..tapi lumayan lah dapet kiss sama jessia sebelum kena gampar..terus apalagi tuh si tae??..hmm,,bisa aja dia berlindung dengan menggunakan bora..#bora??bora sistar??
    Si tae sadis bener..jangan-jangan dia punya kelainan jiwa??#sok tau deh gue .
    Oke..ditunggu kelanjutannya…

  3. wew udah update banyak banyak aja langsung baca sekaligus … oh saudara nya dongahe itu kang in ._.
    Apa junsu termasuk kelompok mafia juga ? soalnya tadi baca ff part sebelumnya ada suruhan .

  4. Taeng sungguh tll sadis…
    Moment jeti nya kurang. Kasian fany ditampar sm jessi. Tp aq tetap berharap endingnya jeti aja.
    Wkwkwkwk…. lanjut thor! Ditunggu next chap.

  5. AnnyeongπŸ™‚

    aku reader baru
    Lebih tepatnya aku Silent ReadersπŸ˜€

    aku mau tobat thorr
    maaf yah sebelumnya karena sering mengendap2 di WP muπŸ˜€

    izinkan aku menjadi anak baik yah thorrr *halah Bahasanye -_-

    bolehkah ?

  6. tae mank sifatnx gituu yaaa lo marah main tembak z aq tkt dia bkl kena karmaa
    pengen bgt taeny couple piy kya’a mnjurus jetidal wave
    daebbak acara kiss2’a love tae kissin’ bora scene hhhe
    next chap yaaa author ssi

  7. tae mank sifatnx gituu yaaa lo marah main tembak z aq tkt dia bkl kena karmaa
    pengen bgt taeny couple piy kya’a mnjurus jetidal wave
    daebbak acara kiss2’a love tae kissin’ bora scene hhhe

  8. Taeng berulah lagi nih:/ nanti Ppany sedih lagi😦
    Huhu JeTi kiss noh haha. Dan tae juga sama bora ckck -_-
    Pangalihan yang ehemπŸ˜›

  9. oowwww
    jeti kisseuan.
    tapi panny kena gmapar sica krna udh ambil first kiss nya. poor panny u.u
    tp kyny panny udh mlai nyimpen rasa buat sica deh itu.

    bora taeng so hot. sma2 nakal akakaka
    tp taeng klo lg mrah serem bnerr dah ahhh.
    tp suka kok taeng yg bgtuπŸ™‚
    lanjut ya kakπŸ™‚

  10. Aduh jesi beneran udik atuhlah ga kuat, di cium tiffany gitu ti ppa ni manusia cantiknya berlebihan gitu dia marah ckck
    Seringaian evil taeng udah kebayang lah sama foto dia pas di fansign kemarin, serem tapi menghipnotis
    Tuh kan fany kenapa kepikiran sica mulu sih?segerakan taeny jeng jeeenngg

  11. aduh neng bora smpt2 ny gmg gtu igt taengunnie ad sunny unnie ma fany unnie yg menunggu
    kyk ny jeti mulai ad kmjuan hehehe hwaiting unnie bwt lnjtin ff ny

  12. Kesempatan dalam kesempitan buat hwang bersaudaraπŸ˜€
    Taebor begituu menikmati. .
    Tp engga untuk jeti kekekekekekekekek
    Pany pany dapat tato 5 jari dech dr sica baby >_<

    Ishhh cee kid. .ckckckckck
    Anak kecilll yeee maennya tembak2an muluπŸ˜€πŸ˜„

  13. Aigo taeyeon bener – bener memanfaatkan kesempatan untuk mencumbu bora..ketahuan sunny kau bisa habis taeyeon hwang haha…sica berlebihan banget deh fanykan cuma cium doang tidak seperti byuntaeng itu yang mencumbu bora..tapi fany juga tega kenapa ninggalin sica kan kasian, tak bertanggung jawab…tae serem amet ya ckck

  14. ucpn tae cool bgt, dingin….
    ini awl dr konflik yg ad nih krn udh brni n mw berhdpn dgn hwangs…
    omo fany kisseu sica,..hot bgt lo..ampe sica shock krn itu ciuman prtmny…
    q rasa bntr lg big bossny mncil tp nyamar..

  15. seandai yg di tarik hwang bersaudara di tukar, pasti beda ending nya. pasti jessi bersedia melakukan hot kiss dgn taeyeon karna taeng akan menjelaskan kenapa mereka harus melakukan hot kiss. dan sedangkan tiffy dan bora, pasti berakhir di ranjang ukuran king size. wkwkwk….πŸ˜„
    taeng benar2 keren langsung main dorr, dorr… dorr. . hahahh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s