(Chaptered) Complicated ! *6

Title: (Chaptered) Complicated ! *6

Author: Adelayn Tiffany

Genre: Yuri, romance, Hurt, etc.

Main cast: Tiffany hwang, Kim taeyeon, Jessica jung, Kwon yuri

Support cast: Find your self

Taeyeon pov

Setelah aku melakukan semua pekerjaan seohyun didalam mansion mewah milik tiffany ini, aku segera keluar. Setidaknya melihatnya tersenyum dengan sangat manis, mampu membuatku sedikit lega dan mungkin bahagia apalagi aku akan semakin bahagia jika senyuman itu tercipta hanya untukku. Tetapi aku sadar, saat ini aku bukan seseorang yang penting lagi untuk fany namun suatu saat aku pasti akan mendapatkannya lagi. pasti!

Kulangkahkan kakiku untuk keluar dari mansion ini dengan santai. “ Chankman.. “. Langkahku terhenti ketika seseorang menghentikan langkahku. Kubalikkan tubuhku namun, topi yang kugunakan masih tetap kuusahakan untuk menutupi sebagian parasku. “ Aku tau, siapa dirimu~.. “

DEG

Sekali lagi, aku merasa tersambar petir yang sangat hebat dari seorang kwon yuri yang sudah familiar olehku dengan suaranya. keringat dingin kembali kurasakan mengalir deras dari pelipisku, membuat tubuhku sedikit bergetar dan perasaanku yang tak karuan gugupnya.

“ A-ap-apa maksudmu? “ tanyaku gugup. “ Ada apa denganmu? Tubuhmu terlihat bergetar, apa kau sedang sakit? Aku hanya baru sadar, kalau ternyata kau bukan yeoja yang mengantar susu segar dan buket bunga kesukaan fany tiap harinya. Kau orang baru? “ tanyanya, membuatku bernafas lega. “ Ne, aku memang orang baru. Aku eonnienya, dongsaengku sedang ada keperluan. Jadi hari ini aku menggantikannya “. Aku tersenyum canggung didepannya. “ Ahh.. kalau begitu, ini.. “. Yuri mengulurkan sebuah kertas kecil berwarna pink dihadapanku. Ingin rasanya menoleh untuk menatapnya dengan memberikan pertanyaan ‘ apa maksudnya’, tetapi jika aku melakukan hal itu tentu saja aku pasti ketahuan olehnnya. “ Fany memintamu untuk kembali besok dengan membawakan pesanannya, semua pesanannya ada didalam kertas itu. lakukan yang benar ne.. “. Seperti mengetahui semua isi pikiranku, yuri menjelaskan semua isi didalam kertas berwarna pink tersebut. Setelahnya, yuri pergi meninggalkanku sambil tersenyum.

Akhirnya, aku bisa kembali lagi ke rumah ini hanya untuk bertemu dan melihat tiffany. Aku akan membawanya kembali ke dalam kehidupanku, promise!

***

Yuri pov

Rasanya sudah tak asing lagi dengan yeoja pengantar susu segar dan buket yang biasa datang kemari. Meskipun, aku sudah mendengar ucapannya kalau yeoja itu adalah eonnie yeoja yang biasa mengantarkan tiap paginya. Aku masih merasakan perasaan yang benar-benar tak asing lagi darinya. Ukuran tubuhnya, kulitnya.. benar-benar mirip kim taeyeon. haruskah aku mengatakan hal ini pada sooyoung agar ia mencari tahu tentang yeoja itu? Mungkin bisa kupertimbangkan..

Aku melangkahkan kakiku ke tempat ruang makan utama, tempat dimana tiffany tengah menikmati sarapannya sambil bercanda tawa dengan ahjumma. Melihatnya seperti ini, membuatku senang. Senyumnya, tawanya, riangnya. Terkadang mengingatkan aku pada sica.

Apa kabar dengannya saat ini?? Sudah beberapa hari yang lalu, aku mencoba untuk menghubunginya tetapi tak ada tanggapan darinya. Bahkan seringkali aku mendapatkan ponselnya yang tak aktif, membuatku khawatir juga merindukannya. Jujur saja, meskipun saat ini aku begitu dekat dengan tiffany tetapi tiffany tak pernah menganggapku lebih dari seorang sahabat. Namun, terkadang sikap kekanak-kanakan atau manjanya seringkali membuat para pelayan bahkan sooyoung menaruh perhatian pada kami dan mengatakan bahwa kami memiliki hubungan special. Pada awalnya, aku juga berharap seperti itu. tetapi tidak dengan tiffany, rasanya ia sedikit berbeda. Ia tak ingin bersamaku karna suatu hal. Apa mungkin karna kim taeyeon, mantan suaminya itu. Tapi, sekali lagi ia tak pernah menyinggung-nyinggung soal kim taeyeon lagi semenjak kecelakaan didalam kediaman kedua orangtuanya itu.

Sudah beberapa kali juga aku mencoba mencari sica, ketika aku memiliki waktu senggang dari pekerjaanku menjaga tiffany dan beberapa pasienku dirumah sakit. Sooyoung memintaku untuk menjadi dokter pribadi tiffany, dan menjaganya hingga tiffany benar-benar sembuh total.

“ Yuwrie.. kau sudah memberikan kertas kecil padanya? “ tanya tiffany sambil memperlihatkan eye smilenya, membuatku ikut tersenyum dan semakin mendekatkan diri padanya. Dengan otomatis, ahjumma yang sebelumnya menemani tiffany dengan berdiri disampingnya kini menyingkir dengan perlahan. “ Kau sudah menyelesaikan minum susu segar dan sarapanmu, huh? “ tanyaku sambil mengelus kepalanya lembut, lalu ia mengangguk mantap sambil tersenyum. “ Aku sudah memberikannya dan sepertinya, besok ia akan kembali lagi “. Aku mengambil sapu tangan diatas meja dan menghapus sebagian sisa makanan disekitar bibirnya. “ Err.. kau tak usah melakukan hal ini padaku. Tanganku baik-baik saja yul “. Tiffany segera meraih sapu tangan itu dari tanganku lalu, menghapusnya sendiri membuatku terkekeh. “ Kau harus kembali istirahat, kau tau kan sooyoung benar-benar menginginkanmu untuk segera mengurus perusahaan appamu? “. Tiffany mengangguk namun, terlihat bibirnya yang dikerucutkan membuatku bingung. “ Wae? “ tanyaku, membuatnya menatapku. “ Haruskah aku melakukannya yul? “ tanyanya membuat keningku berkerut. Ada apa dengannya, tidakkah ketakutannya ini sudah berlebihan? “ Waegeurae? Apa yang kau takutkan?? “ tanyaku penasaran, lalu ia menggelengkan kepalanya. “ Kau benar, aku harus kembali beristirahat. Apalagi sore nanti, kau harus kembali memastikan bahwa kakiku akan baik-baik saja “ ucapnya, membuatku menganggukkan kepala. “ Good girl, kajja.. “. Aku mendorong kursi rodanya, meninggalkan ruang makan utama.

***

Author pov

Taeyeon mengayuh sepeda ontel milik seohyun mendekat ke gerbang mansion tersebut hingga, gerbang yang megah itu terbuka dengan otomatis ketika melihat serombongan mobil mewah yang juga akan masuk ke dalam mansion. Namun, taeyeon tak memperdulikannya yang jelas dia sudah cukup puas untuk hari ini karna telah bertemu dengan tiffany meskipun dengan melakukan penyamaran yang hampir saja diketahui oleh yuri.

Disisi lain, sooyoung yang tengah menatap keluar jendela mobil limousine tersebut merasakan hal yang begitu familiar ketika mobilnya melewati yeoja yang sedang mengayuh sepedanya keluar dari mansion. Hingga merasakan suatu hal yang mengganjal, sooyoung segera meminta supirnya untuk berhenti mendadak. “ Stop! “. Ketika mobil tersebut berhenti sooyoung segera membuka pintunya tergesa dan mencoba untuk memanggil taeyeon. tetapi, taeyeon tak mendengarnya sehingga ia terus berjalan mengayuh ontelnya semakin jauh dari sooyoung.

“ Bukankah yeoja itu terlihat seperti seorang kim taeyeon? “ gumam sooyoung sambil mengerutkan keningnya. Setelah cukup lama berdiri diluar mobilnya, sooyoung kembali masuk ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya hingga berhenti didepan lobby mansion mewah tersebut.

Terlihat ahjumma yang sudah tersenyum didepan pintu mansion mewah tersebut, menyambut kedatangan sooyoung dengan girang layaknya seorang ibu. “ Kau sudah pulang sooyoung-ssi? “ tanya ahjumma sambil tersenyum manis ketika sooyoung keluar dari mobilnya dan menghampiri ahjumma. Sooyoung mengangguk sambil tersenyum, kemudian memeluk ahjumma. Membuat ahjumma terkejut dan kebingungan dengan sikap sooyoung yang begitu tiba-tiba, bagi sooyoung ahjumma sudah seperti ommanya yang sudah lama meninggal beberapa tahun yang lalu. Tentunya berbeda jauh dengan omma tiffany yang lebih dulu meninggalkan mereka. “ Sooyoung-ssi? Gwenchana? “ tanya ahjumma bingung. Sooyoung melepaskan pelukannya lalu, menatap ahjumma. “ Ahjumma, apa fany sedang istirahat? “ tanya sooyoung dengan memperlebar matanya. “ Ne, dia baru saja ditemani yuri di dalam kamarnya “ jawab ahjumma. “ Ahh.. yuri sudah pulang ternyata. Kalau begitu ahjumma~.. “. Sooyoung menggantungkan kata-katanya, membuat ahjumma mengerutkan keningnya penasaran. “ Ne? “ tanya ahjumma. “ Buatkan aku makanan, aku sangat lapar. Assistantku itu benar-benar membuat hari ini begitu sibuk hingga ia sama sekali tak mengizinkanku menyentuh makanan yang lezat “. Sooyoung merengek sambil menunjuk pada seorang yeoja berambut coklat sebahu yang lebih pendek darinya tengah mengobrol dengan beberapa pelayan didekat mobil. Merasa tengah dibicarakan, yeoja itu menoleh ke arah sooyoung lalu memasang death glarenya. “ Aigoo.. kau sangat menakutkan sunny, bagaimana fany bisa mempekerjakanmu sebagai managernya “ ucap sooyoung. “ Diam kau soo! “. Yeoja itu berucap dan semakin menatap tajam ke arah sooyoung, membuat sooyoung mengerucutkan bibirnya dan beberapa pelayan tertawa melihat tingkah mereka.

Setelah sekian lama sooyoung mengetahui kalau tiffany memiliki seorang manager bernama sunny dan pertama kali sooyoung melihat wujud asli seorang sunny, sooyoung telah jatuh cinta padanya. Ia juga berencana untuk memperkerjakannya sebagai seseorang yang akan mengurus semua hal tentang tiffany, tak hanya menjadi manager didunia entertaint tetapi semuanya. Dan benar-benar suatu kebetulan ketika tuhan mempertemukan mereka berdua dengan tiffany yang memutuskan untuk tinggal dikediaman kedua orangtuanya.

Sooyoung masuk ke dalam mansion mewah tersebut diikuti oleh ahjumma kemudian, sunny menyusulnya. “ Heyy broo.. kau sudah pulang ternyata “. Yuri menyapa sooyoung sambil menuruni anak tangga dengan girang. “ Yahh.. ada apa denganmu hari ini? Terlihat kekanak-kanakan sekali “ sindir sooyoung, namun tak diindahkan yuri. “ Dimana fany? “ tanya sunny. “ Sejak kapan dia begitu mudah untuk tertidur, dia mirip sekali dengan sica “. Yuri berhenti didepan kedua orang tersebut. “ Berhenti menyebut nama itu didepanku, aku sangat muak mendengarnya “ ucap sunny sinis, membuat yuri mengerutkan keningnya. Sedangkan sooyoung hanya mengangkat kedua bahunya dan kembali berjalan. “ Waegeurae? “ tanya yuri penasaran. “ Yeojamu itu benar-benar menusuk fany dari belakang dan sangat dalam, apa kau tak merasakannya, eoh?? “ jawab sunny yang sedikit emosi. “ Yahh! mungkin dia khilaf, give a chance for her just one more time. Tak ada salahnya bukan? Aku juga berada disisi tiffany, tetapi aku akan mencoba memberikannya kesempatan “.

Hening..

Sepanjang mereka berjalan beriringan ke ruang keluarga tak ada yang berani mengangkat suara lagi. “ Yahh! mengapa suasananya menjadi aneh seperti ini? Come on guys, aku butuh hiburan. Bunny, bisakah kau hilangkan sejenak kerutan dikeningmu itu huh? “. Sooyoung menggoda sunny dengan mencolek dagunya. “ Mworago?? Bunny?? Sejak kapan namaku berganti dengan nama yang aneh “ ucap sunny cetus, membuat yuri terkekeh.

***

Taeyeon pov

Didepan sebuah halte tak jauh dari apartmentku dan tiffany, aku terduduk diam sambil membuka isi dompetku. Sudah beberapa minggu ini aku tak lagi bekerja, persediaan uangku pun semakin menipis atau mungkin kini bisa terhitung berapa lama lagi aku akan bertahan hidup tanpa sepeser pun uang didalam dompet ini. Sangat malang sekali hidupku ini.

Sudah kucoba untuk mencari pekerjaan baru ke perusahaan-perusahaan besar di seoul tapi, tak ada yang bersedia menarikku bekerja diperusahaan mereka. semua ini tak lain karna perintah appa dan tentu saja atas persetujuan bossnya dari grup hwang. menyedihkan sekali hidupku saat ini. Haruskah aku membuka beberapa private disebuah sekolah-sekolah? Atau mungkin, aku bisa saja menjadi seseorang yang bekerja seperti seohyun. Mengantarkan susu segar atau mungkin koran tiap paginya pada pelanggan-pelanggan? Bisa kupertimbangkan!

“ Taeng~..”. seseorang memanggilku ragu membuatku terkejut dan langsung menoleh ke sumber suara. “ Hyo? “ panggilku tak percaya, setelah sekian lama tak bertemu dengannya akhirnya aku melihatnya. “ Apa yang kau lakukan disini? “ tanyanya bingung membuatku tertawa dorky sambil mengusap kepala belakangku yang tak bermasalah. “ Molla.. aku hanya berdiam saja disini “ jawabku konyol, membuatnya menggelengkan kepala. “ Kau tidak bekerja? “ tanyanya yang kini sudah berada disampingku. “ Aku belum mendapatkan pekerjaan lagi, hyo “ jawabku sambil menundukkan kepala. Tak lama kemudian, aku melihat sebuah uluran tangan hyo dibawah dengan menyelipkan sebuah kartu yang tak bisa kulihat jelas karna tertutup oleh celah-celah jarinya. “ Datanglah besok ke kantor, aku akan mempekerjakanmu kalau kau mau “. Aku mendongakkan kepala ketika mendengar ucapannya, kulihat ia tersenyum manis. “ Apa sekarang kau sedang meremehkanku karna sudah tak bisa bekerja lagi diperusahaan besar, eoh? “. Tiba-tiba, emosiku memuncak saat mendengar ucapannya. Entahlah perasaanku jauh lebih sensitif jika seperti ini “ Heyy.. jangan salah faham dulu, aku hanya ingin membantumu. Tetapi jika kau tak mau, tak apa. Kau bisa menyimpan kartu namaku itu hingga suatu saat kau membutuhkanya. Anggap saja kartu namaku itu sebagai, kartu permintaanmu “. Ia mengelus kepalaku namun, dengan cepat aku menangkis tangannya dari kepalaku. “ Arro.. sebaiknya aku segera pergi “. Hyoyeon kembali menyentuh kepalaku namun, kali ini ia juga mengacak-acak rambutku membuatku frustasi!

Kupandangi kartu namanya dengan baik, tulisan-tulisannya yang dahulu akulah yang memiliki kartu nama yang seperti ini dan juga jabatannya. Appa benar-benar telah membuangku, tak ada kabar apapun darinya setidaknya ia masih memperhatikanku meskipun tak secara langsung.

Tak lama kemudian, busway pun datang. Aku segera menaikinya dan memilih duduk dikursi paling ujung busway ini. Ketika aku melewati para penumpang, mereka terlihat menatapku dengan ekspresi yang tak bisa ku artikan. Kalau saja aku tak terkenal, aku tak akan seperti sekarang yang dipandang aneh oleh orang-orang. Dulu aku terlalu sombong karna kekayaan appa dan memiliki tiffany yang sebenarnya aku campakkan. Dunia ini begitu kejam.

***

Author pov

“ Lalu apa yang sekarang akan kalian lakukan? “ tanya yuri disela-sela melahap makan siangnya bersama sunny dan sooyoung. “ Aku tergantung dari si shikshin ini “ jawab sunny tak peduli. “ Kau masih suka makan banyak juga soo?? Ya tuhan.. untung saja kau terlahir dari keluarga kaya “. Yuri terkekeh. “ Apa maksudmu shikshin dengan keluarga kaya? “ tanya sooyoung yang bersiap menjitak yuri, tetapi sunny sudah memberikan death glare padanya membuat ia mengurungkan niatnya. “ Uangmu tak akan pernah habis hanya untuk membeli makanan yang banyak tiap harinya, itulah yang aku syukuri “ jawab yuri dan benar-benar mendapat tatapan tajam dari sooyoung sekarang. “ Geumanhae.. aku pusing mendengarnya “. Rengek sunny. “ Arroo.. arroo, mianne bunny “. Sooyoung mencoba meredam kekesalan assistantnya itu, hubungan mereka selalu seperti itu. seperti anjing dan kuncing.

“ Kapan kau akan memeriksa kaki fany lagi? “ tanya sooyoung yang kembali pada topik pembicaraan. “ Sehabis makan siang ini hingga sore “ jawab yuri sambil membersihkan sisa makanan disekitar bibirnya dengan sapu tangan yang sudah tersedia. “ Selama itu? “ tanya sunny. “ Tiffany yang memintanya, aku tak bisa menolak “ jawab yuri yang kemudian, meminum air mineral. “ Apa dia akan baik-baik saja? Bukankah fany juga masih ragu untuk memimpin perusahaan appanya? “ tanya sooyoung. “ Tidak lagi soo.. kali ini fany benar-benar akan melakukannya “ jawab yuri membuat sooyoung bernafas lega dan tersenyum senang. “ Sebaiknya aku segera ke kamar tiffany, kini giliran dia yang harus makan siang “. Yuri beranjak dari tempatnya setelah mendapat anggukan mantap dari sooyoung dan sunny. Lalu ia meninggalkan ruang makan dan menaiki elevator untuk sampai dilantai atas.

Yuri berjalan dengan santai sambil sesekali memainkan ponselnya, bertukar pesan dengan dongsaengnya yang mencoba membantunya untuk menemukan keberadaan jessica.

Bagaimana? Apa kau sudah menemukan keberadaan sica?

Belum, yang kudengar baru-baru ini dia sibuk dimanagementnya. Mungkin hari ini aku akan memeriksanya terlebih dahulu.

Arrasseo.. aku selalu menunggu kabar baik darimu, yoong.

Dongsaeng yuri adalah seorang detektif, baru-baru ini yuri tersadar bahwa sudah beberapa lama ini sooyoung mempekerjakan dongsaengnya untuk menjadi detektif keluarga hwang. Dan berkat bantuan sooyoung pula lah setelah sekian lama tak bertemu atau pun berkomunikasi dengan dongsaengnya itu, yuri dan yoona kembali berkomunikasi. Sungguh jika ia tak bertemu dengan tiffany dan yang lainnya, yuri akan tetap menjadi orang yang benar-benar disibukkan oleh dunianya sendiri.

Disisi lain…

“ Sica.. cobalah untuk membuat lagumu sendiri “ ucap produser pada jessica yang terlihat berantakan. Sudah beberapa hari ini, jessica memutar otaknya. Mencoba melakukan hal-hal baru yang bisa ia lakukan untuk tetap bereksistensi di industri hiburan. Tetapi pikirannya sulit untuk bergerak, yang ada hanya pikiran yang tertuju pada taeyeon dan yuri.

Sudah berkali-kali jessica mengacak-acak rambutnya frustasi dengan mata yang sembab karna sering menangisi kepergian taeyeon dari sampingnya dan juga karna ia merasa sangat kesepian. Ia ingin sekali memanggil yuri untuk menemaninya tetapi, ponselnya rusak karna tak sengaja terendam air kopi saat ia benar-benar tak bisa membedakan tempat ponsel yang biasa tersimpan didepan meja kerjanya dengan gelas kopi yang sedang ia nikmati disamping meja kerjanya. Dan sampai saat ini, jessica tak memiliki waktu hanya sekedar membeli ponsel baru.

“ Sica~ah, waegeurae?? Apa kau masih hidup? Kau begitu menakutkan “. Ucap seorang namja yang baru saja selesai dengan schedulenya dan duduk disamping jessica. “ Hentikan donghae, aku sedang tak ingin becanda! “. Jessica membentak namja itu dan kembali menatap kertas kosong dihadapannya dengan sebuah pena yang sama sekali belum ia sentuh. “ Heyy.. ada apa denganmu? Aku hanya ingin mencoba membantumu, apa itu salah? “ tanya donghae sambil mengelus kepala jessica lembut

Hal itu, membuat jessica merasakan sedikit perhatian dari orang-orang yang selama ini mendiamkannya karna mereka iri akan keberhasilan debutnya bersama tiffany. Jessica menoleh ke samping, memandang mata namja itu dengan tatapan yang tak bisa diartikan. “ Waegeurae? Mianne.. selama ini aku begitu disibukkan dengan scheduleku, hingga tak bisa memperhatikan dongsaengku “. Donghae menyibakkan rambut yang menghalangi sebagian wajah jessica. mereka memang bukan saudara kandung, tetapi jessica ataupun donghae sudah menganggap keduanya layaknya seperti kakak beradik. Namun, tetap saja meskipun jessica beranggapan seperti itu perasaan cinta didalam diri donghae perlahan tumbuh subur untuk jessica.

“ Bolehkah aku memelukmu? “ tanya donghae sambil tersenyum, tanpa menjawab pertanyaan tersebut jessica langsung memeluk donghae erat dan menangis didalam pelukannya. “ Menangislah ketika kau memang ingin menangis, tetapi jangan terlalu lama. Kau bisa menjadi monster sungguhan “ ucap donghae ketika merasa jessica sudah terlihat sedikit lebih tenang dan bisa dirasakan olehnya, bahwa jessica tersenyum ketika mendengar ucapannya.

***

“ Fany~ah.. kau sudah bangun? “. Yuri mendekatkan diri pada tiffany dan berucap didekat telinga tiffany yang masih merebahkan diri ditempat tidurnya, membelakangi yuri. perlahan, mata cantik milik tiffany terbuka dengan sangat indah dan membuat yuri tersenyum. Inilah yang yuri sukai dari sosok tiffany, matanya yang indah ketika terbuka dari tidurnya dan begitu mudahnya membangungkan sosok tiffany tidak seperti jessica. “ Hmm.. yuwrie.. ”. tiffany berucap dengan suara kantuknya sambil menggucek matanya seperti anak kecil. “ Kau lama sekali, aku hampir kembali tertidur lagi “ rengek tiffany yang kini membalikkan tubuhnya menjadi menghadap pada yuri. “ Mianne.. “. Hanya kata itu yang bisa yuri ucapkan pada tiffany disertai dengan senyumannya. “ Tadinya aku mencoba untuk meraih kursi roda yang tak jauh itu, tetapi aku takut untuk melangkah tanpa pengawasanmu. Aku takut harus jatuh dan memberikan waktu istirahat yang lebih lama lagi, aku bosan kalau harus berlama-lama disini “. Tiffany merengek membuat yuri tersenyum dengan sangat manis sambil mengelus kepala tiffany lembut. “ Setelah makan siang, aku akan membantumu untuk kembali melancarkan langkah kakimu. Bersabar yaa.. “. Yuri memeluk tubuh tiffany dengan hangat membuat tiffany merasa nyaman.

Setelah menghabiskan makan siangnya, tiffany melakukan teraphy rutinnya bersama yuri dan juga nickhun ditaman mansion yang luas. Berbagai candaan dan tawa mengiringi teraphy, tiffany terlihat bahagia dengan perlakuan kedua dokter tersebut. Yuri yang selalu mendampingi tiffany tak pernah berniat untuk melepaskan diri dari hadapan tiffany, menjaganya agar tetap berdiri dan terus melangkah. Sesekali yuri menangkap tubuh tiffany yang akan terjatuh dihadapannya, membuat sooyoung dan sunny yang memperhatikan mereka dilantai atas hanya bisa tersenyum senang.

“ Haruskah aku menjodohkan mereka? “ tanya sooyoung memecahkan keheningan dan membuat sunny langsung menoleh ke arahnya. “ Jangan gila, soo. Bahkan tiffany tak terlihat memiliki perasaan yang sama dengan yuri sebelumnya. Fany hanya menganggap yuri sebagai sahabatnya, lagi pula yuri yang sudah menyadari perasaannya yang tak akan terbalas oleh tiffany. Ia akan kembali pada jessica “ jelas sunny. “ Aishh.. kau bawel sekali, aku hanya senang melihat mereka seperti itu. huh.. Lebih baik aku tidur “. Sooyoung segera melangkahkan kakinya ke tempat tidur dan bersiap memasuki gerbang mimpi. Sedangkan sunny terlihat memainkan ponselnya dengan wajah yang serius.

Kim taeyeon mendapat penawaran bekerja diperusahaan yang dulu ia mimpin oleh sepupunya, kim hyoyeon.

***

Keesokkan harinya..

Tiffany pov

Aku baru saja menghabiskan sarapanku dengan ditemani ahjumma, sooyoung dan yuri sedang tak ada dirumah pagi ini. Mereka berdua sedang memiliki jadwal yang membuat mereka sangat sibuk, maka dari itu aku hanya bisa ditemani oleh ahjumma.

“ Ahjumma.. aku ingin menikmati udara ditaman, bolehkah aku ke sana? “ tanyaku ragu membuat ahjumma tersenyum. “ Tentu saja fany-ssi.. hari ini keadaan taman akan semakin segar “ jawab ahjumma, membuat keningku berkerut. “ Bukankah setiap hari keadaan taman selalu segar? “ tanyaku bingung. “ Sooyoung-ssi menyetujui adanya pegawai baru dimansion ini, dan orang itu bekerja sebagai tukang kebun. Khusus untuk memelihara kebun kecilmu fany-ssi “ jelas ahjumma, membuat mataku berbinar-binar “ Jinjayo?? Aku jadi tak sabar untuk bertemu dengan pegawai itu “. Aku tersenyum senang dengan menepuk kedua tanganku. “ Tetapi, dia sedikit misterius “ ucap ahjumma, membuatku terdiam. “ Ada apa dengannya? Tidakkah sooyoung sudah melihatnya? “ tanyaku. “ Belum, yeoja penjual susu segar itu merekomendasikannya. Maka dari itu sooyoung mempercayainya “ jawab ahjumma, membuat otakku berfikir keras.

Setelah cukup lama aku memikirkan yeoja misterius yang dikatakan ahjumma, aku segera membawa diri ke luar untuk pergi ke kebun pribadiku. Bisa terlihat diluar rumah kaca milikku berbagai macam bunga-bunga yang cantik tumbuh dengan sangat indah, membuatku terus tersenyum. Lalu, tiba-tiba pandanganku tertuju pada sosok seorang yeoja yang menutupi wajahnya dengan topi dan membelakangiku. Ia tengah menyirami bunga-bunga sambil tersenyum manis bahkan sesekali ia bernyanyi. Suaranya sangat merdu, membuatku terpesona. Kucoba memberanikan diri untuk terus masuk ke dalam rumah kaca tersebut, rasanya begitu familiar dan tak lama kemudian aku tersadar bahwa yeoja itu seperti yeoja yang kemarin mengantarkan susu segar dan sebuket bunga indah untukku.

“ Bukankah kau yeon? “ tanyaku ragu, membuat yeoja itu terkejut dan segera membalikkan tubuhnya dengan menghadap padaku. “ Yahh!!!~.. “. Aku berteriak sambil mencoba menutupi wajahku ketika merasakan semburan air mengenai wajah dan tubuhku. “ O-omo.. mianne.. ya tuhan, mianne agashi “. Ia segera menutup saluran air itu kemudian menghampiriku. Ia menghapus air yang mengalir diwajahku dengan sapu tangannya, membuatku terdiam dan aku bisa melihat pancaran matanya yang sedikit terlihat olehku. Sangat mengagumkan, pancaran matanya sangat indah dan berhasil membuat hatiku tenang bahkan lebih dari itu.

***

Author pov

“ Sekali lagi, aku minta maaf “. Ucap taeyeon yang terus membersihkan air yang mengenai wajah tiffany. Sesekali taeyeon, menuruni topinya ketika menyadari bahwa tiffany mencoba untuk terus menatapnya. Ingin rasanya taeyeon berhenti menyamar seperti ini, tetapi jika ia membuka penyamarannya ia belum bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Taeyeon takut, kesempatan bisa melihat tiffay secara dekat ini akan semakin sulit. Dia bisa menjadi seorang tukang kebun dimansion tiffany, dipagi hari pun itu sudah menjadi mukjizat baginya karna siangnya taeyeon akan bekerja diperusahaan appanya menjadi seorang office girl.

Hyoyeon memang membantu taeyeon untuk mendapatkan pekerjaan, awalnya hyoyeon menempatkan taeyeon menjadi assistantnya tetapi heechul appa tak mengizinkannya. Justru taeyeon diminta menjabat sebagai office girl, bukan untuk apa-apa melainkan heechul ingin taeyeon merasakan bagaimana rasanya menjadi bawahan. Tetapi, kali ini demi bertahan hidup taeyeon tak bisa membantah. Ia akan menerima apapun yang diperintahkan oleh atasannya nanti. Benar-benar kehidupan taeyeon yang berubah dengan sangat drastis.

Ketika taeyeon terus membersihkan wajah tiffany, tiba-tiba tiffany menyentuh tangan taeyeon membuat taeyeon menghentikan aktivitasnya. Taeyeon terlihat sangat gugup. “ Gwenchana, aku baik-baik saja “. Tiffany melepaskan tangan taeyeon dari wajahnya namun, tetap mencoba untuk terus menemukan wajah taeyeon. “ Maaf.. sekali lagi maafkan aku agashi, aku sudah sangat lancang padamu “ sesal taeyeon. detik selanjutnya, taeyeon menemukan senyuman eye smile yang ditujukan tiffany padanya membuat taeyeon semakin gugup dengan wajahnya yang memerah.

“ Katakan padaku kalau kau yeon? “ tanya tiffany ragu dan tak langsung mendapat jawaban dari taeyeon, membuat tiffany penasaran.

“ A-a.. aku..hmm..~.. “

TBC

48 comments

  1. kasian jga klo liat taeyeon kaya gitu nasibnya… ga tega euyy😀
    mga Yul cepet ktemu sica baby…

    Next chap Fighting🙂

  2. akhrny taeng punya ksempatan utk dkt ama fany walo pun nyamar. Tks author. Tp miris bgt hdp taeng. Haha. Yuri cpt kmbli ke sica. Temuin dia. Ajak kmbli jd istri lu. Hahaha

  3. Yuri dn Soo lebih pekah ne di banding Fany….si pengantar susu itu TaeTae lu fany ahh….hebat bnget ya Taeyeon nyamarnya mpe Fany gk sadar gitu….
    ^^

    Smoga Taeny cepet bersatu….

  4. eah TBC yg sngt tidak tpat😦
    ehmt kasian jg taeng jdi office girl..hmpit ajja ketauan penyamaran taeyeon..
    Soosun moment ^_^

  5. Ah terimakasih kak sofie uda update😀
    Ceritanya keren kak (y) chapter depan bakal ada drama kan ?
    Di tunggu kelanjutannya kak😀

  6. Ah terimakasih kak sofie uda update😀
    Ceritanya keren kak (y) chapter depan bakal ada drama kan ?
    Di tunggu kelanjutannya kak😀.

  7. Wih authornya update cepet asyik… 😀
    Taeyeon eonni bener2 mau memperjuangkan tiffany eonni buat kembali,,sampe mau jadi tukan kebon sama OG… #fightingtaeyeoneonni \^_^/
    Authornya jessica eonni nta dikit bingit,,kenapa dy ga memperjuangkan yuri eonni lagi aja sih kaya taeyeon eonni?? Udah tau taeyeon eonni dah ga peduli lagi…

    Authornya jadi ini kembali lagi menjadi taeny dan yulsic yah??
    Authotnya update cepet lagi yah… ^_^
    Gomawoyo

  8. Aq wakilin aja ya tae..
    ”a..aa..aku taeyeon..mantan suami mu,mw kah kw kmbali padaku”
    #plokk

    ”ne”
    knpa jd ane yg hebring…
    Wahahahahah..
    Awkward bnget pasti tu si tae..moga2 ppany lngsung ngenalin deh

  9. panny g sdar y klo tae nyamar.
    tp soori udh sdkt sdar klo pngntar susu itu kim taeyeon -.-
    ayoo taeng ngaku aj, mmpung b2 sma panny😀

    sica btuh belaian n ksh syang kynya.
    yul sgeralah temui dy.
    ngkak lah gegara sica g bsa bedain tmpt hp sma cngkir kopi😀

  10. Hahaha w seneng tae menderita,itu masih belum cukup sama penderitaan fany,w pengen sampe si tae bener” bisa merasakan sakit hati fany,enak aja dia klau langsung di maafin!😄
    Dan untuk jessica nikmatin aja deh😄
    Itu nasibnya oppa fany gimana?

  11. wah klo kyk gini sih, ending2nya kayaknya bakalan taeny yulsic. tp tiba2 ada khadiran donghae kok jadi ada feeling yulsic pnya terpaan baru. yulsic balikan aja thor, buatlah sica berubah baik dan kmbali sama yul. biarkan taeny bersatu. hehee

  12. semoga taeny baikan lgi..
    tz yulsic jga bersatu lg..
    gk tega aq liat jeti kyk gtu..
    taengsic terlalu mikirin hal duniawi padahal gk selamanya hal2 duniawi itu bsa membuat mereka nyaman tiap hari.. ada kalanya mereka hrs mikir kedepannya..
    padahal org2 yg disekitarnyalah yg bsa membuat hidupnya lbh berharga^^

  13. Taetae terpuruk ni heeehh. .
    Fighting taetae. .pany pany ntr pasti kembali padamu hihihihihihihi

    Nice part ni thor (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s