(Chaptered) Complicated ! *5

Title: (Chaptered) Complicated ! *5

Author: Adelayn Tiffany

Genre: Yuri, romance, Hurt, etc.

Main cast: Tiffany hwang, Kim taeyeon, Jessica jung, Kwon yuri

Support cast: Find your self

***

Taeyeon pov

Tengah malam ini aku masih berdiam diri didepan mansion yang begitu mewah dan megah, beberapa namja bertubuh tegap berkeliaran dibalik gerbang mansion itu. perasaanku tak henti-hentinya memikirkan tiffany, terbayang kondisi seperti apa yang sebelumnya aku lihat dikediaman orangtuanya. Akankah ia baik-baik saja?? Mengapa yuri dan sooyoung tidak membawa fany ke rumah sakit??

Ya tuhan.. aku berdoa padamu, aku sungguh-sungguh memohon padamu kalau tiffany akan baik-baik saja dan berikanlah kesembuhan untuknya. Aku ingin melihat senyuman manisnya lagi. Aku benar-benar tak tenang..

Drrttt…. drrrttt..

Ponselku berdering membuatku terkejut dan segera melihat nama pemanggil dilayar ponselku. Ternyata sica, ia menghubungiku. Cih.. apa dia sudah merasa kesepian dan butuh teman untuk menemaninya sekarang??

Aku hanya berperan sebagai pemuas nafsu duniawinya dan menjadi dompet berjalan baginyanya selama ini?? Mengingat tentang sica membuat darahku kembali naik. Aku tak menerima panggilan tersebut, aku memutuskan untuk menyimpan ponselku didashbor mobil dan terus mengawasi mansion tak jauh dariku.

Dari tempatku memandang, bisa kulihat bagaimana sosok tiffany saat ini yang benar-benar memiliki kekuasaan, harta dan tahta. Sekali lagi, aku baru menyadari bahwa aku begitu bodoh menyia-nyiakan keberadaannya yang begitu tulus mencintaiku. Aku tak memikirkan soal materi, tetapi aku memikirkan perasaannya.

Kemudian aku kembali Sejenak untuk memikirkan sica. Sebenarnya aku tak peduli jika sekarang ia sedang gelisah menunggu kepulanganku, tetapi aku akan mencoba mengirim pesan singkat padanya. Setidaknya aku melakukan itu agar sica berhenti mencoba menghubungiku, aku sama sekali tidak ingin diganggu siapapun saat ini.

Setelah selesai, kumatikan ponselku dan kembali menyimpannya didashbor. Kembali aku menatap lurus ke depan namun, ada sesuatu yang menarik perhatianku. Aku seperti melihat seseorang dibalik pohon tak jauh dariku. Seseorang berperawakan tinggi dengan memakai topi hingga menutupi sebagian wajahnya, membuatku mengerutkan kening. Nuguya??

***

Jessica pov

Sudah beberapa kali aku mencoba menghubungi taeng, tetapi tak ada tanggapan darinya. Bahkan sekarang ponselnya tak aktif, membuatku khawatir dan gelisah. Apakah dia baik-baik saja?? Jika benar, kenapa taeng tak menerima panggilanku?? Sesuatu pasti terjadi padanya.

Tak lama kemudian, terdengar pesan masuk pada ponselku. Dan ternyata dari taeng.

Maaf sica, malam ini aku tak pulang. tenang saja, tak ada yang terjadi. Hanya saja masih ada pekerjaan yang harus aku selesaikan

Setelah membaca pesan itu, ada perasaan lega dalam benakku. Aku pikir, sesuatu terjadi padanya. Aku sangat-sangat mengkhawatirkannya, sungguh! Dan soal pesan suara yang telah kuterima sebelumnya, aku masih gelisah. Aku takut taeng mengetahuinya, jika seperti itu apa yang harus aku lakukan?? Bahkan, aku sama sekali belum mendapatkan kembali debutku yang tiba-tiba diputuskan begitu saja oleh pihak management fany. Aisshh.. membuatku frustasi!

Dan kemana si kwon babo itu?? dia bilang akan menghubungiku secepatnya, hingga tengah malam seperti ini tak ada satu pun pesan atau panggilan darinya. Wae semua orang tak ada yang menemaniku malam ini? Tidak taeng atau pun yuri!

***

Author pov

Sooyoung menggenggam tangan dingin tiffany yang begitu lemah dengan infusan yang menusuk punggung tangannya dan tiffany masih tak sadarkan diri. Yuri telah memindahkan tiffany dari ruangan medis ke kamar yang telah disediakan sooyoung untuk tiffany sendiri. kamar yang begitu mewah dan sangat luas dengan interior khusus yang didesain oleh arsitek ternama didunia. Tatapan sooyoung pada tiffany begitu kosong, matanya berkaca-kaca bahkan sesekali air mata mengalir dari pelupuk matanya membuat yuri yang juga sedaritadi berada didekat keduanya iba.

“ Semua akan baik-baik saja soo “ ucap yuri sambil mengelus punggung sooyoung lembut. “ Aku berharap begitu “. Sooyoung tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya dari tiffany. Suasana kembali hening, yang ada hanya suara dercikan air yang menetes dari labu infusan tiffany. “ Boleh aku bertanya? “ tanya yuri memecahkan keheningan.

Kali ini sooyoung menatap yuri yang duduk disampingnya dan mengangguk mantap. “ Kenapa saat aku kerumah orangtua tiffany, aku tak melihat pelayan yang biasa aku temui? Bukankah banyak pelayan yang bekerja disana? kemana mereka? “ tanya yuri penasaran. Sooyoung tersenyum tipis. “ Aku yang membawa mereka semua ke rumah ini. Sebenarnya, aku ingin menyiapkan suatu kejutan besar untuk fany dengan langkah utama membawa semua pelayan dari sana ke rumah ini yang telah aku dan orangtuanya siapkan~~.. “. Yuri mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan sooyoung. “ Apa maksudmu? “ tanya yuri.

Sooyoung menarik nafas panjang sebelum kembali melanjutkan ucapannya. “ Sebelum appa tiffany meninggal, appanya telah menulis surat wasiat dan memberikannya pada appaku yang juga berprofesi sebagai pengacara. Didalam surat wasiat itu, meskipun tiffany memiliki seorang kakak laki-laki tetapi appanya telah memberikan seluruh warisannya pada tiffany. Dan  untuk oppanya, itu bagaimana tiffany. Yang jelas, tiffany yang memegang seluruh kekayaan orangtuanya~~.. “. Yuri masih bingung “ Chankmann.. tiffany memiliki seorang kakak laki-laki?? “ tanya yuri. sooyoung mengangguk “ Namja yang kau pukul dikediaman orangtuanya adalah oppanya tiffany. Si bodoh itu benar-benar sudah gila, mencoba memperkosa dongsaengnya sendiri “ jawab sooyoung. “ MWO?? Jadi namja itu?? “. Yuri membelalakkan matanya tak percaya. Sooyoung kembali mengangguk mantap. “ Bisa kulanjutkan kembali yuri-ssi? “ tanya sooyoung yang langsung mendapat respon anggukan dari orang yang bertanya. “ Mengapa appanya tiffany memberikan seluruh warisannya pada tiffany, bukan pada oppanya? Karna beberapa hari sebelum appa tiffany meninggal, oppanya telah berubah. Si bodoh itu begitu gila dan terobsesi dengan semua kekayaan appanya, maka dari itu appa tiffany memberikan semuanya pada tiffany~~.. “. Hening.. sooyoung mencoba menata pikirannya yang sedang berantakan karna pikirannya saat ini hanya tertuju pada kesembuhan tiffany. “ Maka dari itu melihat tiffany kembali ke rumah karna permasalahannya dengan kim taeyeon, secara kebetulan rumah yang baru aku bangun ini untuk tiffany telah siap dihunikan. Aku mencoba memberikan kejutan dengan membawanya ke kediaman ini sekaligus memberitahukan padanya, bahwa dia adalah pewaris kekayaan appanya yang sangat besar ini. Dia pasti tak menyangka dan bahagia. Tetapi, aku dan pelayan-pelayan disini tak pernah menduga kalau si bodoh itu akan pulang lebih cepat dari biasanya. seharusnya aku tak membawa seluruh pelayan ke rumah ini sebelum fany pulang, mungkin hal itu tak akan terjadi padanya. Ini semua salahku “. Sooyoung merutuki dirinya sendiri, berbagai cacian keluar dari mulutnya untuk dirinya sendiri membuat yuri sedih dan segera memeluknya dari samping. “ Berhentilah menyalahi dirimu sendiri atas apa yang terjadi hari ini, semua ini bukan salahmu. Ini kecelakaan “ ucap yuri yang mencoba menenangkan sooyoung.

“ Enghh…. “. Dalam ketidaksadarannya, tiffany merintih kesakitan. Membuat kedua yeoja yang sedang berpelukan itu langsung menaruh perhatian pada tiffany bahkan, sooyoung terlihat panik. “ F-fany~ah.. “ panggil sooyoung khawatir sedangkan, yuri segera beranjak untuk memeriksa keadaan tiffany. “ Sshh.. engghhh.. “. Tiffany kembali mengerang dengan memperlihatkan raut wajahnya yang terlihat menyakitkan. Gambar degup jantung tiffany yang tak menentu terlihat jelas dilayar monitor samping tempat tidur tiffany membuat yuri sedikit panik. “ Soo.. tolong buat fany sedikit lebih tenang “. Sooyoung mengangguk mantap, tetapi sebenarnya didalam pikirannya ia tak tau apa yang harus dia lakukan untuk menenangkan tiffany kecuali menggenggam erat tangan sepupunya itu. “ Fany~ah, bertahanlah “ gumam sooyoung dengan nada sedih sambil mengelus kepala tiffany yang dibalut perban disekeliling kepalanya. Beberapa  jam kemudian, erangan pun tak terdengar lagi dari mulut tiffany bahkan kedua yeoja yang menjaganya malam itu telah tertidur pulas dikanan kiri tiffany.

***

Taeyeon mengerutkan keningnya ketika melihat seseorang yang tak jauh didekat mobilnya masih berdiam diri dibalik pohon, hal itu membuat taeyeon penasaran sehingga ia memutuskan untuk keluar dari mobil dan menghampiri orang tersebut.

“ Nuguseyo? “ tanya taeyeon yang sudah berada dibelakang orang itu sambil menepuk bahu orang yang tak bisa ia kenali parasnya, tubuh orang itu lebih tinggi dari taeyeon. ketika taeyeon menepuk bahunya, orang itu terlihat gugup namun hal itu tak membuatnya segera membalikkan tubuhnya untuk menghadap pada taeyeon.

Tak ada jawaban dari orang itu, membuat taeyeon semakin bingung. “ Permisi.. apa kau mendengar~~… “ tanya taeyeon sekali lagi, satu detik kemudian orang itu mendorong tubuh taeyeon hingga terjatuh dan melarikan diri. “ Yahh!!! “ panggil taeyeon yang berusaha beranjak untuk mengejarnya, tetapi orang itu begitu cepat melarikan diri.

“ Siapa orang itu, aneh sekali dan sangat mencurigakan “ gumam taeyeon sambil beranjak berdiri yang akhirnya memutuskan untuk kembali masuk mobil dan mengemudikannya meninggalkan mansion mewah dihadapannya.

***

~ Keesokkan harinya..

Tiffany pov

Cahaya yang begitu terang menusuk mataku membuatku menyernyit sejenak, membiasakan daya tangkap mataku yang masih begitu buram dengan keadaan sekitar yang terlalu berlebihan. Aku bernafas beberapa kali memastikan diriku sendiri bahwa aku telah kembali, kembali dari mimpi-mimpi gelap yang sangat menakutkan. Aku terbangun dengan selang infus yang menusuk kulit punggung telapak tanganku namun, menit berikutnya aku merasakan sakit yang luar biasa pada kepalaku dan ketika kupegang kepalaku, aku merasakan sesuatu yang mengelilingi kepalaku. Bukankah ini perban? Yang gila saja, apa yang terjadi sebelumnya? Aku bahkan tak bisa mengingat apa-apa. “ Shhh.. “. Aku meringis kesakitan sambil memegangi kepalaku ketika merasakan sakit yang hebat pada kepalaku.

Mataku kembali buram, namun aku masih bisa melihat beberapa pelayan yang tak tau darimana mereka datang mungkin karna ruangan ini begitu besar. Mereka berlarian ke arahku, sesekali aku mengerjap-ngerjapkan mataku. Sungguh ini sangat menyakitkan. “ Fany~ah.. “. Suara yang familiar terdengar olehku, seperti suara yuwrie??

“ Y-yuwrie~ah?? akkhh.. “. Aku kembali merasakan kesakitan hingga terasa olehku, sebuah pelukan mendarat ditubuhku. Hangat dan tenang, seolah ketika merasakan pelukan ini rasa sakitku seketika pergi begitu saja. “ Gwenchana?? Mani appo?? “. Suara lain kembali kudengar, kubuka mataku dengan perlahan dan menemukan sooyoung disamping kananku.

“ Appo.. shh.. “ jawabku, “ Ottokkae yul?? Dokter yang akan membantumu sebentar lagi akan tiba “ ucap sooyoung. “ Tenanglah fany~ah, bertahan sedikit lebih lama “ ucapnya yang semakin kurasakan eratan pelukannya padaku, aku mengangguk lemah dan memilih untuk terus memejamkan mataku agar aku tak merasa kesakitan.

***

Author pov

Tiffany terdiam didalam pelukan yuri, sooyoung yang berada diantara mereka pun menaruh perhatiannya sambil sesekali tersenyum penuh arti. “ Apa fany baik-baik saja ketika didalam pelukanmu?? Atau dia kembali tertidur?? “ tanya sooyoung menggoda, membuat wajah yuri memerah karna malu dan gugup. “ M-mwoya?? Fany kembali tertidur, terlihat dari nafasnya yang sudah beraturan dibanding sebelumnya “ jawab yuri gugup, “ Kalau begitu kembalikan posisi fany seperti semula, sepertinya kau nyaman sekali memeluk fany seperti itu “. Sooyoung terkekeh, membuat yuri salah tingkah dan segera membaringkan tubuh tiffany. “ Aishh kau menyebalkan.. aku keluar dulu sebentar “. Yuri beranjak dari sisi tiffany dan berjalan meninggalkan kedua saudara sepupu itu.

Kini, pandangan sooyoung pun kembali tertuju pada tiffany. Matanya kembali berkaca-kaca. Sooyoung meraih tangan tiffany, menyimpan tangan kecil itu dipipinya. “ Apa kau baik-baik saja?? Aku mengkhawatirkanmu, fany~ah.. ireona “ gumam sooyoung yang kemudian, mengecup punggung tangan tiffany. “ Sepertinya kau sudah merasa nyaman dengan yuri, tidakkah kau merasakannya? Apa kau sudah bisa melupakan suamimu? Kim taeyeon? “ gumam sooyoung sambil tersenyum dengan menyibakkan rambut tiffany yang menghalangi sebagian wajah cantiknya itu. “ Aku akan sangat senang jika kau mau membuka kembali hatimu untuk seseorang, mungkin yuri? “. Dikecuplah kening sepupunya itu dengan lembut dan penuh dengan kasih sayang. “ Lekas sembuh, aku ingin melihat senyuman manismu lagi. saranghaeyo fany~ah.. “ ucap sooyoung lirih dan segera beranjak dari sisi tiffany untuk keluar dari kamar tersebut.

***

Yuri pov

Aku berjalan sedikit cukup jauh hanya untuk keluar dari ruang kamar tiffany, bahkan ini terlihat lebih besar dari apartmentku. Aku tak menyangka, seperti inilah sosok tiffany. Yeoja yang terlihat sederhana dengan sifatnya yang patut dicontoh.

Perasaanku begitu tak karuan ketika kami berpelukan, bahkan sooyoung menemukan wajahku yang memerah saat memeluk tubuhnya yang kurus. Kuakui, aku benar-benar bahagia saat menemukannya telah sadar namun perasaan khawatir tak pernah lepas dariku saat ini apalagi setelah melihat tiffany yang terlihat sangat kesakitan maka dari itu aku segera memeluknya, mencoba memberikan ketenangan. Dan kulihat ia memilih untuk memejamkan matanya saat didalam pelukanku, hingga beberapa menit kemudian bisa kurasakan nafasnya yang menerpa leherku, hangat dan teratur. Ia kembali tertidur.

Aku berjalan menyusuri koridor rumah mewah tersebut hingga akhirnya aku bertemu dengan kepala pelayan dan seseorang dibelakangnya, membuatku mengerutkan kening. “ Yuri-ssi.. dokter yang diminta sooyoung agashi sudah tiba “. Kepala pelayan itu memperkenalkan orang yang ia bawa padaku. “ Yuri inmida “ ucapku memperkenalkan diri sambil tersenyum dan mengulurkan tanganku dihadapan dokter tersebut. “ Nickhun inmida “. Ia membalas uluran tanganku sambil tersenyum. “ Kau bisa ikut aku, kebetulan beberapa menit yang lalu fany tersadar. Sepertinya kita harus memeriksa ulang keadaan tiffany “. Aku mengajaknya untuk ikuti masuk ke kamar tiffany hingga aku bertemu dengan sooyoung yang terlihat akan keluar kamar. “ Ohh.. apa dia dokternya? “ tanya sooyoung padaku sambil menunjuk nickhun, aku mengangguk mantap. “ Kalau begitu cepatlah periksa fany dengan teliti “. Aku pun kembali menganggukkan kepala dengan menggiring nickhun untuk semakin mendekat pada tiffany diikuti sooyoung.

Setelah 1 jam lebih memeriksa tiffany, akhirnya hasil pun keluar. Tiffany tak hanya mendapatkan retak tulang dirusuknya, tetapi dikaki kanannya juga dan menyebabkan dia harus beristirahat lebih lama demi menyembuhkan retak dikakinya itu. ketika, aku dan nickhun memberi tahukan hasil itu pada sooyoung. Bisa kulihat, sooyoung begitu teramat terkejut dan sedih sama sepertiku yang sebelumnya sudah mengetahui ini bersama nickhun. Tetapi, aku dan nickhun memberikan penguatan pada sooyoung kalau semua akan baik-baik saja.

***

Author pov

13.00 KST

Beberapa hari ke depan ini sooyoung memutuskan untuk menjaga tiffany dikamar pemilik eye smilenya itu, ia mencancel semua pekerjaan atau pun pertemuan yang seharusnya ia wakilkan atas nama grup hwang. selama sooyoung menjaga tiffany, ia tak henti-hentinya memandang, menggenggam maupun mengelus kepala sepupunya dengan lembut. sedangkan yuri harus kembali ke rumah sakit terlebih dahulu mengingat bahwa dirinya berprofesi sebagai dokter dan memiliki tanggung jawab yang besar untuk pasien-pasiennya.

Dan kini, sooyoung tengah tertidur dengan menelungkupkan kedua tangan dipinggiran tempat tidur dan menyimpan kepala diatasnya. Posisi tidur yang akan membuat tubuhnya kesakitan, tetapi ia tak peduli. Semua ini ia lakukan untuk menjaga sepupunya yang sangat ia sayangi.

Perlahan, tangan tiffany bergerak dalam genggaman sooyoung. Mata indahnya perlahan-lahan terbuka sepenuhnya. Sooyoung yang masih begitu pulas dalam tidurnya tidak menyadari hal itu dan itu membuat tiffany merasakan kehadiran seseorang disampingnya. Ditengoklah ke samping kanan tempat tidur, tempat dimana sooyoung berada membuat senyuman manis terlukis diwajah tiffany. “ Soo.. ireona “ bisik tiffany yang terlihat masih lemah. “ Enghh.. “. Sooyoung menggeliat dan segera memposisikan tubuhnya menjadi benar-benar duduk. Mata mereka bertemu, tetapi sooyoung masih tak sepenuhnya sadar dari kantuknya. “ Mwo?? Kau sudah bangun?? “ tanya sooyoung membelalakkan matanya yang akhirnya tersadar bahwa sepupunya ini telah kembali sadar dan bahkan kini tiffany tersenyum manis padanya. “ Mani appo?? “ tanya sooyoung khawatir membuat tiffany tersenyum namun, satu detik kemudian terdengar erangan kecil dari mulut tiffany sambil memegang perutnya. “ Wae wae wae?? “ tanya sooyoung. “ Aniyo.. gwenchanayo. Sejak kapan kau berada disampingku soo?? Dan dimana aku sekarang? Sepertinya tempat ini begitu asing bagiku dan ini bukan rumah sakit. Kenapa keadaanku seperti ini? “ tanya tiffany bertubi-tubi, membuat sooyoung sedikit kewalahan menjawab seluruh pertanyaannya. “ Oke.. satu-satu stephany, kau membuatku bingung untuk menjawab semua pertanyaanmu sebanyak itu “ rengek sooyoung, membuat tiffany kembali tersenyum dan mengangguk.

Sooyoung menarik nafas dalam. “ Sudah beberapa hari ini kau tak sadarkan diri, kau membuatku khawatir nona. Apa tidurmu nyenyak huh? menyebalkan. Dan ya.. kau benar, ini bukan tempat yang kau benci. Rumah sakit?? Tentu saja, sebagai sepupu yang baik aku mengetahui hal itu. kita berada dirumahmu.. “ jelas sooyoung. “ Maksudmu?? “ tanya tiffany bingung ketika, mendengar tempat ini adalah rumahnya. “ Hmm.. haruskah aku menceritakannya sekarang? Ini bukan waktu yang tepat untuk memberitahukan semuanya, yang jelas semua ini milikmu sekarang “ jawab sooyoung. “ Aniyoo.. katakan padaku, aku tak mengerti soo “ ucap tiffany, membuat sooyoung terdiam cukup lama dengan menatap mata sepupunya. Pikiran sooyoung kini sedang bekerja dengan extra, antara mengatakannya semuanya sekarang dengan resiko kesehatan tiffany menurun atau menundanya sampai kesehatan tiffany benar-benar pulih. Karna terus terang ucapan nickhun dan yuri yang mengatakan ‘jangan membuat tiffany berfikir sedikit lebih keras terlebih dahulu’ terus terngiang-ngiang dikepala sooyoung.

“ Tetapi, jika hanya menceritakan yang sebenarnya tentang surat wasiat appanya tidakkah berlebihan jika kesehatan tiffany menurun? “ batin sooyoung

“ Soo.. kau melamun? “ tanya tiffany sambil melambaikan tangannya didepan wajah sooyoung yang menatapnya kosong. “ Ahh.. ne.. “ jawab sooyoung yang akhirnya tersadar dengan apa yang terjadi saat ini. “ Hmm.. apa kau lapar? Aku yakin kau pasti sangat lapar, kau harus makan fany “. Sooyoung mengalihkan pembicaraan dan segera beranjak dari sisi tiffany untuk memanggil kepala pelayan. “ Kau mengalihkan pembicaraan soo “. Ucap tiffany dengan menahan sooyoung, membuat sooyoug segera menoleh ke arahnya dan terdiam. “ Katakan padaku, biar aku tak kebingungan seperti ini soo “. Tiffany menarik sooyoung untuk kembali duduk disampingnya, lalu tiffany membenarkan posisinya menjadi duduk dengan sedikit ringisan yang keluar dari mulutnya. “ Arro.. aku akan menceritakan semuanya~~.. “. Terlihat sooyoung kembali mengambil nafas dalam sebelumnya menceritakan semuanya, sedangkan tiffany telah siap untuk mendengarkan semua yang akan keluar dari mulut sepupunya itu.

Selama 1 jam, sooyoung menceritakan semuanya dari awal hingga akhir, hingga selama sooyoung menceritakan semua harta warisan yang diberikan pada tiffany. Tiffany hanya bisa membelalakkan matanya terkejut, bahkan menganga lebar. “ Kau bercanda kan soo?? Mana mungkin appa melakukan semua itu? “ tanya tiffany sambil terkekeh. “ Tidakkah kau melihat keseriusan diwajahku fany? “. Sooyoung menatap mata tiffany dalam dan serius, membuat tiffany yang sebelumnya terkekeh kini kembali terdiam. “ Tidakkah rumah ini berlebihan? Aku tak biasa seperti ini “. Tiffany menunduk. Tiffany benar-benar terkejut dengan perubahan didalam kehidupannya yang begitu drastis. “ Tidakkah kau sebagai artis juga selalu diperlakukan berlebihan dengan managermu, fany~ah? apa bedanya denganku yang kini menjadi pengacara perusahaan sekaligus managermu? Setelah kau sembuh, kau juga harus mempimpin perusahaan appamu “ jelas sooyoung, membuat tiffany mendongakkan kepalanya untuk menatap sepupunya itu. “ Aku takut.. ~~ “. Sooyoung mengerutkan keningnya ketika mendengar kata takut keluar dari mulut tiffany, karna selama sooyoung menjadi sepupu tiffany satu-satunya hal yang ditakutkan tiffany hanyalah serangga. “ Mworago?? Apa aku tak salah mendengar? Apa yang kau takutkan fany~ah?? “ tanya sooyoung. “ Aku takut tak bisa menjadi pemimpin yang baik diperusahaan appa, aku juga tidak mengusai pekerjaan appa soo.. “ jawab tiffany sambil menunduk. Sooyoung pun tersenyum dan meraih dagu tiffany lembut. “ Kau tak usah khawatir, aku akan selalu bersamamu. Yakso.. “. Sooyoung memeluk tubuh tiffany dengan penuh kasih sayang sambil mengelus punggung tiffany. “ Sebaiknya kau isi perutmu itu, aku ingin kau sembuh secepatnya “ ucap sooyoung sambil mencubit hidung tiffany, membuat tiffany tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

***

Tap… tap.. tap..

Dengan penampilan yang berantakan, taeyeon berjalan masuk ke dalam apartmentnya. Melempar blazer ke atas sofa dan melemparkan diri disana, hingga tak ia sadari bahwa jessica tengah menyibukkan diri dipantry. “ Kau sudah pulang taeng? “ tanya jessica sambil melirikkan matanya ke arah taeyeon kemudian, tersenyum dengan sangat manis. Namun, taeyeon terlihat dingin dan memilih memejamkan matanya membuat jessica bingung.

Jessica berjalan menghampiri taeyeon dengan hidangan lezat yang sengaja ia masak untuk kekasihnya itu, jessica duduk ditepi sofa. “ Taeng.. cobalah sedikit masakanku, aku membuatkan ini untukmu. Cobalah.. “. Jessica mengguncangkan tubuh taeyeon sambil tersenyum senang namun, tak ada jawaban yang keluar dari mulut taeyeon.

“ Taeng.. kau ini kenapa sih?? “ tanya jessica yang kini sudah kehilangan kesabarannya ketika melihat tingkah taeyeon yang sangat aneh padanya. Namun, sekali lagi taeyeon tak menjawabnya. “ TAENG!! “.

Praang!!!

Hidangan yang tersimpan diatas kedua tangan jessica terlempar cukup jauh dan berantakan dilantai. Secara spontan, taeyeon beranjak cepat dan menepis hidangan itu. membuat jessica terkejut bukan main. “ AKU SEDANG LELAH! TAK BISAKAH KAU MELIHATNYA HUH? “. Taeyeon berteriak dan segera pergi dari sisi jessica menuju kamar mereka berdua.

Jessica yang masih shock hanya bisa terdiam dengan menatap lurus dan kosong. Ia tak menyangka taeyeon akan melakukan hal ini padanya, membuat hatinya sakit dan tak terasa butiran krystal keluar dari pelupuk matanya. Jessica menangis.

***

Taeyeon pov

Aku masuk ke dalam kamarku dengan perasaan kesal. Sebenarnya apa untungnya aku seperti ini? Jika dia sama sekali tak menyadari kesalahannya padaku. Sica hanya berfikir kalau aku tak mengetahui niat sesungguhnya ia bersamaku. Betapa bodohnya kau kim taeyeon! Seharusnya, aku tak kembali kesini hari ini. Aku sampai melupakannya kalau aku masih memiliki apartment bersama fany. Lebih baik aku kesana.

Aku keluar dari kamar dan menemukan sica yang tengah menangis disofa ruang tengah, aku hanya berdiri sebentar kemudian melewatinya dengan perasaan dingin. “ Taeng~.. “ panggil sica, membuat langkahku terhenti. “ Waegeurae?? Tidakkah kau menyadari, kalau kau telah melukai perasaanku eoh?? “ tanyanya dengan meninggikan suaranya. aku tersenyum kecut ketika mendengarnya. Cih.. bahkan dia lebih melukai perasaanku yang begitu tulus mencintainya dan rela meninggalkan seseorang yang begitu sangat mencintaiku, hanya untuknya.

Aku tak menoleh sedikit pun ke arahnya dan memilih untuk melanjutkan langkahku untuk keluar dari apartment. “ Taeng!! Kembali!! “ teriaknya nyaring membuatku semakin tak kuat untuk berlama-lama disana.

***

Jessica pov

Ya tuhan.. ada apa dengannya?? Kenapa sikapnya dan perilakunya padaku berubah drastis, bahkan ia terlihat seperti bukan taeng yang kukenal. Taeng yang kukenal tak mungkin melemparkan hidangan yang sengaja aku buat ini ke lantai meskipun ia tengah kelelahan.

Hatiku rasanya sangat sakit mendapatkan perlakuan kasar darinya, selama aku berhubungan dengannya taeng tak pernah bersikap kasar padaku. Tapi kali ini, dia benar-benar berubah!

Aku menangis tersedu-sedu, kejadian sebelumnya selalu terngiang-ngiang dikepalaku. Membuatku semakin sakit dan terus menangis tanpa henti, apakah sesuatu terjadi padanya??

***

Author pov

“ Anyeeooong.. “. Yuri menghampiri tiffany dan sooyoung yang sedang menghabiskan waktu bersama ditepi kolam renang outdoor dengan girang. “ Yuwrie.. “ panggil tiffany girang dan segera memeluk yuri, membuat yuri kembali gugup dengan wajah yang memerah. Sooyoung yang melihatnya seketika, terkekeh. “ Waeyo? “ tanya tiffany sambil melepaskan pelukannya dari yuri yang menyadari ada yang aneh pada sooyoung. Sooyoung segera menghentikan tawa kecilnya “ A-ani.. “ jawab sooyoung sambil menggelengkan kepalanya. Dibelakang tiffany yuri menjulurkan lidahnya pada sooyoung, membuat sooyoung mengerucutkan bibirnya. “ Kemarilah, kami baru saja menikmati pemandangan didepan sana “. Tiffany menarik yuri untuk duduk disampingnya dan menunjuk pemandangan gunung yang indah dihadapan mereka. yuri pun tersenyum manis dan duduk disamping tiffany. “ Bagaimana keadaanmu? Apa ada sesuatu yang merasa tak enak ditubuhmu? “ tanya yuri yang langsung mendapat respon gelengan kepala dari tiffany. “ Apa kau sudah makan? “ tanya yuri. “ Kau banyak tanya kwon babo, lalu gunanya aku disini apa? “. Sooyoung menjitak kepala yuri, membuat tiffany tertawa sedangkan yuri mengerucutkan bibirnya sambil mengelus kepalanya yang terkena jitakan sooyoung. “ Sudahlah, kalian terlihat kekanak-kanakkan. Mengingatkanku pada~.. “. Tiffany menggantungkan kata-katanya ketika mengatakan tingkah kedua orang didekatnya yang kekanak-kanakan itu. “ Mengingatkanmu pada siapa fany~ah? “ tanya yuri penasaran sedangkan, sooyoung yang mengetahui maksud tiffany yang mengatakan bahwa tingkahnya yang kekanak-kanakan seperti taeyeon memilih untuk diam dan memandang tiffany dalam. “ Ani.. maksudku tingkah kekanak-kanakan kalian seperti anak taman kanak-kanak “ jawab tiffany sambil tersenyum dengan menatap yuri, membuat yuri ikut tersenyum sambil mengelus kepala tiffany. Sedangkan sooyoung terlihat mengerutkan keningnya.

“ Ada apa dengannya? “ batin sooyoung

***

Taeyeon berjalan memasuki apartmentnya taeny. Tiap langkah yang ia lakukan terasa sangat berarti baginya, saat ia membuka pintu apartmentnya berbagai kenangan yang manis terngiang-ngiang dikepalanya.

#Flashback

“ Taetae.. turunkan aku, jebal.. “. Taeyeon menggendong tiffany dengan bridal style selepas mereka merayakan pesta pernikahan mereka. dikedua wajah mereka terlihat senyuman kebahagiaan yang terpancar disana, baik taeyeon maupun tiffany. “ Waeyo?? “ tanya taeyeon yang tak memperdulikan permintaan tiffany dan terus menggendongnya hingga ruang tengah. “ Aku berat tae.. “ jawab tiffany tersipu malu. “ Kau sama sekali tak berat miyoung “ ucap taeyeon yang akhirnya mendudukkan tiffany diatas sofa ruang tengah dan mereka saling bertatapan dengan lengan tiffany yang masih mengalung sempurna dileher taeyeon. “ Jinjayo?? “ tanya tiffany tak percaya, “ Geurom.. hanya sedikit lebih.. WOW “ bisik taeyeon diikuti tawa ahjummanya, membuat tiffany memukul kecil bahunya sambil memeluk taeyeon karna malu.

 #Flashback end

Taeyeon menyentuh setiap inci sofa yang sekarang ia duduki, merasakan setiap kenangan yang terngiang dikepalanya sambil memejamkan matanya. Perlahan, air mata keluar dari pelupuk matanya. Kenangan tiffany baginya lebih indah dari apa yang ia lakukan bersama jessica, taeyeon kembali menyesali semuanya.

Lalu taeyeon beranjak dari sofa dan melangkahkan kakinya ke pantry untuk mengambil air mineral. Tetapi, pandangannya terhenti ketika melihat sebuah kertas yang menempel didepan lemari es. Di ambilah sepucuk kertas berwarna pink itu :

Taetae.. terimakasih atas semua yang telah kita lalui bersama. Aku sangat memahamimu yang begitu menginginkan kita berpisah. Kau telah menemukan kembali cinta pertamamu bukan?? Apakah kau bahagia sekarang? Semoga seperti itu, karna aku tak akan memaafkanmu jika suatu saat kau tak bahagia bersama jessie. semoga kalian bahagia. Tetapi, sebelumnya ada satu hal yang ingin aku katakan padamu. Aku bahagia karna sempat memilikimu, maka dari itu perasaanku tak akan pernah berubah padamu taetae. Aku selalu mencintaimu, selamat tinggal. Jaga dirimu baik-baik untukku..

~ Tiffany Hwang

Taeyeon meremas dadanya dengan kuat, mencoba menahan rasa sesak didadanya sambil menggigit bibir bawahnya. Kini perasaan taeyeon semakin sakit. “ Bisakah kita kembali lagi miyoung? “ gumam taeyeon yang membiarkan air matanya yang terus mengalir deras dari pelupuk matanya. “ Mianne, jeongmal mianne.. “. Taeyeon semakin menangis tersedu-sedu.

***

Kini ditepi kolam renang outdoor itu hanya menyisakan yuri dan tiffany. Sooyoung telah meninggalkan keduanya dari 1 jam lalu, karna ada beberapa urusan penting yang harus segera ia urus dan lagi melihat keadaan tiffany yang tidak mengkhawatirkan. Sooyoung bisa pergi seperti itu.

Selama itu yuri dan tiffany banyak berbincang-bincang, bercanda dan tertawa bersama hingga tak disadari tiffany telah tertidur didalam dekapan hangat yuri. Yuri tersenyum sangat manis ketika melihat wajah tiffany ketika tertidur. Melihat tiffany seperti itu, bagaikan melihat seorang malaikat yang cantik dengan kemurahan hatinya. Yuri mendekap semakin erat tubuh tiffany, ketika merasakan semilir angin yang cukup kuat menerpa mereka. Bahkan, berhasil membuat tiffany terbangun dari tidurnya. “ Enghh.. aku tertidur?? “ tanya tiffany dengan suara kantuknya, yuri hanya tersenyum dan mengelus kepala tiffany. “ Seharusnya kau tidur dikamar bukan didalam dekapanku, fany~ah. tidakkah membuat badanmu tak nyaman? Huh? “. Yuri membenarkan duduknya. “ Apa kau merasa keberatan yuwrie? “. Tiffany mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah yuri. “ Ani.. aku sama sekali tak keberatan, kalau kau mau.. kau bisa kembali tertidur “ jawab yuri yang kembali membukakan kedua tangannya untuk mendapatkan tubuh tiffany kembali. “ Kau yakin? “ tanya tiffany yang segera mendapat respon anggukan dari yuri. ketika tiffany mencoba untuk kembali ke dalam pelukan yuri, yuri segera menutup kedua tangan tersebut membuat tiffany bingung. “ Tapi tidak disini nona hwang, kau bisa mendapatkannya diruanganmu. Udara saat ini tidak begitu baik untuk kesehatanmu, kajja.. aku akan menggendongmu.. “. Yuri segera memposisikan tubuhnya dengan berlutut membelakangi tiffany, membuat tiffany terkekeh dan segera naik ke punggung yuri. “ Jja~~.. piggy back “. Yuri berucap girang dan segera membawa tiffany masuk ke dalam mansion mewah menuju kamar tiffany.

Beberapa pelayan terlihat begitu senang, ketika melihat kedekatan tiffany dan yuri seperti itu. disisi lain, beberapa pelayan yang menjadi mata-mata sooyoung melaporkan hal tersebut sehingga dilain tempat dimana sooyoung berada bisa terlihat senyuman yang tersungging diwajahnya. “ Soo.. gwenchana?? “ tanya assistantnya bingung, ketika menemukan senyuman manis sooyoung ketika saat menghadiri meeting bersama beberapa staff perusahaan hwang. “ A-a.. g-gwenchana “ jawab sooyoung gugup dan kembali mencoba memfokuskan diri pada apa yang terjadi dihadapannya.

***

Hari demi hari hubungan tiffany dan yuri semakin bertambah dekat, namun berbanding terbalik dengan hubungan taeyeon dan jessica. semenjak kejadian taeyeon melempar makanan yang dibuat jessica untuknya, taeyeon tak pernah kembali lagi ke apartmentnya bersama jessica. padahal sudah beribu-ribu kali jessica menghubunginya, tetapi taeyeon tak menanggapinya. Hal itu semakin membuat jessica menderita, belum lagi jessica memiliki beberapa masalah berhubungan dengan debutnya. Jessica harus secepatnya mendapatkan uang agar bisa kembali debut, namun apa yang terjadi antara dirinya dan taeyeon menjadi penghalang dirinya untuk mendapatkan kesempatan debutnya kembali. Sedangkan keseharian taeyeon, selalu diisi untuk memata-matai tiffany. Berbagai cara taeyeon lakukan agar ia bisa mendapatkan informasi tentang tiffany. Taeyeon juga tau, kalau hubungan tiffany dan yuri semakin dekat dan berhasil membuatnya cemburu bukan main.

“ Permisi.. “. Seorang yeoja menghampiri taeyeon yang tengah berada diatas pohon untuk melihat ke dalam mansion mewah dihadapannya itu dengan menggunakan teropongnya. Taeyeon terkejut dan segera menoleh ke sumber suara, sosok yeoja yang cantik dan manis tersenyum padanya membuat taeyeon membalas senyumannya itu. “ Ada yang bisa kubantu? “ tanya taeyeon. “ Ani.. hanya saja, dari beberapa hari yang lalu kau selalu saja berdiam diri disini dengan teropongmu. Apa kau bukan seorang penguntit?? “ tanya yeoja itu polos, “ Mwo?? Penguntit?? Aniyoo… “ bantah taeyeon, “ Lalu? Untuk apa kau seperti ini dari beberapa hari yang lalu? “ tanya yeoja itu penasaran. “ Aku sedang mengawasi seseorang “ jawab taeyeon yang kembali menggunakan teropongnya untuk melihat ke mansion dimana tiffany berada.

“ Seseorang?? Kau mencintainya? “ tanyanya lagi dan langsung mendapat respon anggukkan dari taeyeon. “ Apa kau membutuhkan suatu pertolongan? Kulihat, sepertinya kau begitu ingin sekali masuk ke sana “. Yeoja itu kembali berucap dengan memberikan penawaran tersebut yang membuat taeyeon segera menoleh ke arahnya dan langsung turun dari pohon dengan girang “ Tetapi bagaimana aku bisa ke sana? “ tanya taeyeon bingung “ Kau tak melihat profesiku eonnie? “. Yeoja itu tersenyum kembali.

Taeyeon menatap yeoja yang berada didekatnya dengan sebuah sepeda ontel dengan beberapa tas yang tersampir dibelakang jok sepedanya. “ Kau seorang penjual susu segar? Siapa namamu? “ tanya taeyeon ragu. “ Ne, aku penjual susu segar. Seohyun inmida.. Orang didalam mansion sana sudah menjadi pelangganku baru-baru ini “ jawab seohyun sopan dan ramah “ Lalu, bagaimana aku bisa kesana setelah mengetahui profesimu? “ tanya taeyeon. “ Kau bisa menggantikanku untuk masuk kesana eonnie, lalu temui seseorang yang sejak beberapa hari kau perhatikan itu. Bilang saja kalau kau adalah eonnieku “ jawab seohyun. “ Kau yakin semua ini akan berhasil? “. Seohyun mengangguk ketika mendengar ucapan taeyeon, “ Gunakanlah topi ini. Oya, selain susu segar aku juga selalu mengantarkan buket bunga yang cantik kepada mereka. menurut pelayan yang sudah kukenal, seorang majikannya yang begitu cantik menyukai beberapa bunga dan aku juga yang akan selalu menyimpan bunga pesanan dikamarnya yang begitu mewah. Yeoja itu memiliki eye smile yang cantik, sayangnya aku belum pernah bertemu dengannya dan mengetahui namanya. Mungkin orang yang kau maksud dia bukan? “ tanya seohyun, membuat taeyeon mengangguk mantap dan tersenyum sangat manis. “ Gomawo seo.. aku tak tau bagaimana caranya bisa menemuinya. Bantuanmu sangat berarti bagiku “ ucap taeyeon sambil mengelus kepala seohyun lembut. “ Ohh.. aku kim taeyeon inmida “. Taeyeon berhenti mengelus kepala seohyun dan membungkukkan sedikit tubuhnya didepan seohyun. “ Ne, eonnie.. lekaslah pergi kesana, karna ini sudah jamnya aku untuk berada disana. aku akan menunggumu disini, semoga kau berhasil bertemu dengannya “. Seohyun berucap girang dengan menyemangati taeyeon yang sudah beberapa hari ini selalu ia perhatikan.

Taeyeon mengangguk dan segera menaiki sepeda seohyun, menghampiri beberapa namja yang berjaga digerbang mansion tiffany. Setelah memberikan sedikit keterangan, akhirnya gerbang pun terbuka dan taeyeon segera masuk ke dalamnya.

***

Taeyeon pov

Kuhentikan laju sepeda milik seohyun didepan loby mansion, terlihat beberapa pelayan yang berdiri diambang pintu. Apakah pekerjaan pelayan-pelayan disini hanya menyambut seseorang yang baru datang seperti ini??

Perasaanku semakin tak karuan ketika menginjak satu lantai didepanku, perasaan gugup yang menggebu-gebu menjalari seluruh tubuhku. Keringat dingin pun mengalir dari pelipisku, membuatku harus sesegera mungkin menghapusnya.

Kuberanikan diri untuk berjalan lebih dekat pada pelayan-pelayan tersebut, tetapi mereka terlihat biasa saja. Bahkan mereka begitu sopan mempersilahkan aku untuk masuk, pelayanan yang sangat baik. Apakah fany yang mengajarkan pelayan-pelayan ini semua??

Dengan perasaan ragu, aku semakin masuk ke dalam rumah mewah itu sambil membawa beberapa susu segar dengan sebuket bunga berwarna pink yang cantik. Ahh.. rasanya, aku seperti tak tau bagaimana caranya bernafas kembali.

“ Permisi “. Seorang yeoja paruh baya menghampiriku dengan ramah, aku pun menyapanya dengan sopan. “ Apa kau menggantikan yeoja itu?? Kemana seohyun? Apa dia sakit? “ tanyanya. “ A-aniyo.. dia baik-baik saja, hanya saja ada beberapa urusan yang harus segera ia urus. Aku kakaknya “ jawabku sambil tersenyum gugup, membut yeoja paruh baya itu mengangguk mantap “ Baiklah, kau bisa segera masuk ke dalam kamar majikanku. Kamarnya dilantai atas kedua dari ujung koridor itu “ jelas yeoja paruh baya. “ Ne, aku akan segera kesana “ jawabku sambil tersenyum dan segera melangkahkan kakiku untuk menaiki anak tangga, menuju kamar tiffany.

Ketika aku sudah sampai didepan pintu kamar tiffany, kuketuk pintu itu dengan pelan hingga terdengar bunyi bip dari samping pintu. “ Ahjumma? Wae kau tak langsung masuk saja? “. Mendengar suaranya yang husky, membuatku lega dan tenang. Aku merindukan suaranya, jinja. “ Maaf.. aku bukan dia, aku yeoja penjual susu segar dan yeoja yang membawakan sebuket bunga tiap harinya padamu “ ucapku yang sepertinya telah membuat tiffany terkejut. “ Ohh.. silahkan masuk “ jawabnya.

Aku segera masuk ke dalam kamarnya yang, jinja! Ini sangat besar, ya tuhan fany fany tiffanyku apa yang kau tempati sekarang ini sebanding dengan sifatmu yang baik hati dan terpuji. Kau pantas memilikinya..

Aku berjalan semakin dalam, hingga bisa kulihat sebuah televisi flat yang menyala menempel didinding yang tak jauh dariku. Namun, aku masih belum menemukannya disana, mungkin karna terhalang beberapa rak dengan interior mewah yang menyekat ruangan tersebut. “ Apa kau sudah didalam? “ tanyanya entah darimana, namun aku merasakan suaranya bersumber dari depan televisi. Aku mencoba melangkahkan kaki untuk lebih dekat dengannya, setidaknya aku bisa melihat parasnya yang kini aku rindukan.

Kulihat sosok tiffany tengah bersantai disofa depan televisi dengan beberapa majalah disampingnya, ia juga sedang membacanya dengan senyuman yang terlukis diwajahnya membuatku senang. Namun, ada hal yang mengejutkanku dan membuat keringat dingin semakin mengalir dengan deras ditubuhku. Aku melihat disamping kirinya terdapat kursi roda, pikiranku ketika melihat kursi roda itu menjadi tak karuan. Apakah tiffany baik-baik saja?? Dia tidak lumpuh kan??

***

Tiffany pov

Sudah beberapa hari ini kesehatanku berangsur-angsur membaik hanya saja, kakiku masih begitu linu untuk kulatih sedikit demi sedikit untuk berjalan. Hari ini sooyoung dan yuri tak ada dirumah, tinggalah aku dan ahjumma yang selalu menemaniku setiap saat dan hari ini aku memutuskan untuk bersantai dikamarku yang sangat luas dengan berdiam diri didepan televisi dengan beberapa majalah kesukaanku.

Ketika ahjumma sudah keluar dari kamarku beberapa menit yang lalu, kudengar suara ketukan dari pintu kamarku. membuatku sedikit mengerutkan kening karna merasa aneh, jika itu ahjumma tidakkah biasanya ia selalu masuk tanpa kusuruh? Melihat keadaanku yang tak memungkinkan untuk berjalan jadi, aku memutuskan untuk menekan salah satu tombol dimeja samping sofa. Menghubungkanku pada orang diluar kamarku. “ Ahjumma? Wae kau tak langsung masuk saja? “ tanyaku santai sambil terus melihat-lihat isi majalah fashion dikedua tanganku “ Maaf.. aku bukan dia, aku yeoja penjual susu segar dan yeoja yang membawakan sebuket bunga tiap harinya padamu “ ucapnya membuatku terkejut, aku pikir orang diluar sana ahjumma ternyata memang bukan. Jelas saja kalau orang itu harus mengetuk terlebih dahulu sebelum masuk kamarku “ Ohh.. silahkan masuk “ jawabku.

Hening.. kurasakan suasana kembali hening, aku kembali berkonsentrasi pada majalah fashionku dengan televisi yang terus menyala didepanku. Kurasakan derap langkah tenang yang semakin dekat namun tak terdengar begitu jelas ditelingaku. “ Apa kau sudah didalam? “ tanyaku sambil tersenyum namun, pandanganku tetap tertuju pada majalah. Tak lama kemudian, bisa kulihat dari sudut mataku seorang yeoja dengan perawakan yang tak terlalu tinggi. Ia menggunakan topi yang berhasil menutup parasnya yang berhasil membuatku penasaran, tetapi aku hanya bisa tersenyum ketika melihat kegugupan yang terlihat dari pergerakannya. “ Maaf nona, kau ingin aku menyimpan bunga ini dimana? “ tanyanya memecahkan keheningan, membuatku menoleh ke arahnya tetapi ia terlihat menghindari kontak mata denganku membuatku bingung. “ Hmm.. kau bisa mengganti bunga lili dipinggir televisi itu dengan bungamu “ jawabku sambil tersenyum dan kembali menatap majalah tetapi, sebenarnya mataku mengikuti pergerakannya. Sungguh, aku benar-benar tak bisa melihat parasnya seperti apa.

“ Bagaimana dengan susu segar ini? “ tanyanya lagi. “ Tidakkah seharusnya kau bawa susu segar itu ke dapur? “ tanya yuri pada yeoja itu yang baru saja masuk ke dalam kamarku, membuatku menoleh ke arahnya dan tersenyum senang. “ Yuwrie.. “ panggilku girang, lalu menit berikutnya aku bisa merasakan pelukan hangat ditubuhku. Tak seperti biasanya, ada perasaan canggung dan gugup yang tak menentu saat aku mendapatkan pelukannya hari ini. Atau mungkin semua perasaan itu terjadi karna ada orang lain yang hadir diantara kami, jadi aku merasa sedikit canggung.

***

Taeyeon pov

Ya tuhan.. apa waktuku ini tak tepat, cepat atau lambat aku pasti ketahuan saat ini juga kalau sedikit saja aku memperlihatkan wajahku didepan kwon yuri. dan lagi.. mereka berpelukan?? Kalian berhasil membuatku cemburu! Aigoo.. dan fany?? Tidakkah kau merasakan kehadiranku didekatmu?

“ Baiklah, aku akan membawanya ke dapur “. Aku mencoba untuk meninggalkan mereka. “ Chankman ~~… “. Aku menghentikan langkahku, ketika yuri berucap. “ Melihat dari gerak gerikmu, sepertinya aku pernah melihatmu. Apakah kita pernah bertemu sebelumnya? “ tanyanya membuatku terkejut, seperti mendapat sambaran petir dikepalaku ketika mendengar ucapannya. Kucoba untuk mengendalikan kegugupanku yang semakin tak karuan. “ A-an-ani.. aku bahkan baru pertama kali ke sini untuk menggantikan dongsaengku sementara waktu ini “ bantahku sopan dengan menoleh ke arahnya yang tengah duduk disamping fany namun, topi yang kupakai kubuat semakin menutup wajahku. “ Yuwrie~ah, aku ingin minum susu dibawah “ ucap tiffany, membuatku menoleh ke arahnya.

Ia tersenyum sangat manis pada yuri, meskipun sebelumnya aku juga melihat senyuman manisnya sambil membaca majalah tetapi perasaanku sangat panas ketika ia juga memberikan senyuman eye smile yang kusukai darinya pada oranglain. “ Chankman.. siapa namamu? “. Kali ini aku mendapatkan pertanyaan dari tiffany, membuat otakku berfikir sedikit lebih keras untuk mencari nama yang bagus untukku. “ Hmm.. kau bisa memanggilku yeon “ jawabku asal. Bisa kulihat lagi senyuman manis tersungging diwajahnya, membuatku senang. “ Bisakah kita keluar sama-sama? Aku juga ingin segera meminum susu segar yang kau bawakan untukku “ ucapnya, membuatku tersenyum dan mengangguk mantap. “ Kalau begitu kajja.. “ ucap yuri yang dalam sekejap menghilangkan senyumanku. Yuri menggendong tiffany dengan bridal style, lalu mendudukkan fany diatas kursi roda dan mendorongnya. Aku menjadi mengkhawatirkan keadaan tiffany, pikiran negatif pun hadir dikepalaku tentang kakinya.

“ Kajja.. “. Tiffany melewatiku dan sekilas menyentuh tanganku untuk ikut bersama mereka, ya tuhan.. aku benar-benar merindukannya. Dengan anggukkan mantap, aku segera mengikuti mereka dari belakang dan terus memandang tiffany yang sesekali bercanda tawa dengan yuri dihadapanku.

Apa kau bahagia dengannya fany? Jika aku memintamu kembali, apakah kau mau menerimaku lagi?

 

TBC

53 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s