(Chaptered) Complicated ! *1

Title : (Chaptered) Complicated ! *1

Author:Β Adelayn Tiffany

Genre: Yuri, romance, Hurt, etc.

Main cast: Tiffany hwang, Kim taeyeon, Jessica jung, Kwon yuri

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan authornya. Saling menghargai yaaπŸ˜„

***

Tiffany pov

SeorangΒ  gadis tengah tertidur nyenyak, kepalanya tersimpan diatas lengan sang suami. Β Suaminya tak pernah berhenti mengelus kepala istrinya sambil memandangi wajah gadis disampingnya yang terlihat sangat bahagia dan cantik seperti malaikat. β€˜ Cantik seperti malaikat β€˜, itulah kata yang paling terindah dari suaminya bagi si gadis. Tak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka, kecuali hanya selimut tebal yang melindungi mereka dari terpaan AC yang terus menderu disepanjang malam.

β€œ Enghh.. β€œ. Si gadis menggeliat ketika dirasakan matahari masuk ke dalam jendela kamar mereka yang mewah dan mengusik tidurnya, hal itu membuat suaminya sedikit panik dan segera memeluk tubuh istrinya erat. Membalikkan tubuhnya menjadi saling berhadapan dan lagi, hal itu membuat si gadis tersenyum dalam tidurnya yang nyenyak membuat suaminya ikut tersenyum.

β€œ Miyoung~ah.. saranghaeyo β€œ. Ucap suaminya yang kemudian, mencium bibir tipis sang gadis dengan lembut.

β€œ Taetae.. β€œ. Aku terbangun dari mimpi indahku bersamanya, bukan.. itu bukan mimpi, tapi itu adalah hal yang biasa taetae lakukan padaku saat dulu. Saat kami tak sama-sama disibukkan dengan pekerjaan kami. Aku yang notabenenya seorang selebriti dan taetae seorang bisnis woman setelah beberapa tahun kami menikah, kami sangat jarang bertemu. Terkadang ketika aku berusaha untuk pulang lebih awal, taetae tak bisa seperti itu karna ia adalah seorang direktur diperusahaannya. Dia sama workholicnya sepertiku, mungkin bisa dibilang sekarang ini aku berada diposisi kedua daripada pekerjaannya yang sedang berada dipuncaknya. Dulu taetae selalu mementingkan diriku, tetapi sekarang berbeda. Aku merindukannya, merindukan sosok taetae disampingku yang selalu membuatku nyaman dan bahagia dipelukannya.

Bodoh!

Pagi-pagi begini sekarang aku menangis, menangisi ketidakhadiran keberadaannya malam ini diapartment kami. Apartment hadiah pernikahan ketiga kami, kemarin pagi aku mengusahakan diri untuk pulang kembali ke korea setelah melakukan pekerjaan dibeberapa negara bersama teman featuringku, jessica. jessica tak hanya menjadi teman duetku bernyanyi tetapi, ia sudah menjadi sahabatku yang sangat berharga bagiku. Aku sangat berusaha keras membujuknya untuk pulang ke korea, mengingat hari itu adalah hari jadi pernikahan aku dan taetae. Aku tak ingin meninggalkan moment itu apapun kondisiku saat ini, namun ketika aku pulang dengan membawa beberapa bingkisan untuknya ternyata apartment ini masih tetap sama seperti saat aku meninggalkannya untuk bekerja. Sepi, sunyi dan gelap.

Memikirkan hal itu membuatku semakin sedih dan aku tak harus berlarut-larut memikirkan hal semalam, aku harus mengerti akan kondisi taetae yang super sibuk lebih dariku. Aku percaya, taetae seperti itu pasti ada alasannya. Dan aku akan tetap menunggunya, mungkin hari ini aku bisa mengunjungi kantornya.

Aku segera beranjak dari tempat tidur, merapikan sedikit barang-barangku yang cukup membuat kamar ini terlihat seperti kapal pecah. Kemudian, segera masuk ke kamar mandi. Setelah 45 menit kemudian, aku keluar dari kamar mandi lengkap dengan pakaian casual namun tetap terkesan elegant.

***

Author pov

β€œ Merindukanku, eoh? β€œ tanya seorang gadis yang tengah bermanja ria dipelukan kekasihnya. Mereka saling berpelukan erat, sesekali bercanda tawa dan kembali melakukan hal yang lebih yaitu saling memuaskan satu sama lain. Tubuh mereka sudah benar-benar naked, hanya sebuah kain tebal yang menutupi tubuh mereka.

β€œ Sangat.. sangat merindukanmu sayang β€œ jawabnya sambil berbisik seduktif ditelinga sang gadis. β€œ Kau hanya merindukanku? Tak ada yang lain? β€œ tanya sang gadis tak yakin, membuat kekasihnya mengerutkan keningnya bingung. β€œ Maksudmu? Memangnya ada yang lain? Tentu saja hanya kau β€œ jawab sang kekasih yang kemudian, mencium lengkuk leher si gadis membuat si gadis kegeliaan sambil terkekeh. β€œ Bagaimana dengan istrimu? β€œ tanya di gadis, membuat kekasihnya berhenti mencium lekuk lehernya dan memandanginya bingung. β€œ Aku akan segera menceraikannya β€œ jawabnya singkat dengan mata yang terus menatap dalam kekasihnya.. bukan. Bukan kekasihnya, namun bisa saja dikatakan kekasih gelapnya. β€œ Waeyo?? tidakkah itu terlalu jahat? β€œ tanya si gadis sambil menelungkupkan kedua tangan diwajah kekasihnya. β€œ Itu yang kau mau bukan? Dan seharusnya kau juga menceraikan pasanganmu sica β€œ jawab sang kekasih. β€œ Arrasseo, aku akan melakukannya untukmu taeng. Jangan cemberut β€œ ucap sang gadis sambil menarik hidung kekasihnya, membuat kekasihnya gemas dan kembali mencium tiap inci tubuh gadisnya.

β€œ Shhh k-kim t-taeyeooonn, shit! β€œ desah jessica ketika, taeyeon menyesap salah satu dadanya dengan nafsu. Tangan taeyeon tak tinggal diam, dibiarkan tangan nakal kekasihnya bermain didaerah kewanitaan jessica hingga jessica menggelinjang kegelian dan terus mendesah tak karuan.

β€œ Oh my gosh, you go-od of t-th-his aahhh.. β€œ desah jessica sambil sesekali menjabak rambut taeyeon namun, hal itu malah membuat taeyeon semakin liar.

Disisi lain, seorang gadis tengah memperhatikan kedua yeoja yang tengah bercumbu didalam kamar pribadinya dari balik pintu kamar mereka yang sedikit terbuka. Tatapannya begitu sedih dan miris melihat istrinya yang sedang bercumbu panas dengan orang selainnya. Hatinya begitu hancur melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri dan Β mendengar semua percakapan mereka. setelah beberapa bulan ia ditinggalkan untuk bekerja diluar negeri dan ketika ia pulang dan merindukan istrinya, ia hanya diberikan hadiah yang membuat hatinya hancur berkeping-keping. Air mata pun tak bisa terbendung lagi dari kelopak matanya yang terlihat kelelahan karna sudah beberapa hari ia tak pulang, mengingat pekerjaannya sebagai seorang dokter disebuah rumah sakit seoul international.

Daripada ia harus terjatuh dihadapan kedua orang tersebut, cepat-cepat yeoja itu pergi dari balik pintu dan melemparkan diri diatas sofa. Memijat kecil keningnya yang terasa terus mengerut dengan rasa pening yang ia rasakan.

β€œ Sica~ah, apa yang harus aku lakukan? Apa kau tak puas dengan semua hal yang aku berikan padamu? Dan sekarang kau akan menceraikanku? Dimana sisi dirimu yang dulu sica? Aku merindukan sosokmu yang dulu, jebal.. β€œ gumamnya sambil terisak dalam diam.

***

Kecupan taeyeon turun kebawah, tepat ke selangkangan jessica. taeyeon menyesap penuh nafsu, hingga jessica benar-benar tak tau bagaimana cara ia bernafas. Desahannya semakin tak tertahankan, bahkan jessica benar-benar berteriak kenikmatan mendapat perlakuan yang err.. dari seorang gadis direktur perusahaan yang sangat besar dikorea dan lagi gadis yang mencumbunya ini adalah suami dari teman featuringnya bernyanyi sekaligus sahabatnya Tiffany Hwang. meskipun, ia sudah memiliki suami yang bernama kwon yuri dengan keprofesiannya sebagai dokter tetapi jessica tak munafik kalau ia juga mencintai suami orang terlebih suami orang itu adalah suami sahabatnya sendiri, temannya saat diperkuliahan. Tiffany adalah sahabat baik yang selalu bercerita segala kegundahan hati pada dirinya, awalnya jessica merasa seperti orang jahat yang tak tau malu baik pada suaminya maupun pada sahabatnya. Tetapi cinta itu buta dan kini ia benar-benar dibutakan oleh yang namanya cinta, bahkan ia sudah berani membawanya ke dalam apartment dirinya dan suaminya. Dan entah keberapa kalinya, ia melakukan hal itu bersama sang kekasih gelapnya.

β€œ Ahh.. ahhh.. ahhh.. a-a-ak-ku k-kelu-ar β€œ desah jessica sambil melemaskan jambakannya pada rambut taeyeon ketika akhirnya, ia mencapai puncak yang kesekian kalinya. Taeyeon melemparkan dirinya disamping jessica, nafas keduanya masih tersenggal-senggal terlihat dari dada mereka yang turun naik. Kemudian, terukir sebuah senyuman manis diwajah mereka yang kemudian saling berpandangan satu sama lain.

β€œ Saranghae β€œ ucap taeyeon sambil membenarkan posisinya dengan menghadap ke arah jessica. β€œ Nado saranghae.. β€œ jawab jessica sambil mengecup singkat bibir taeyeon lalu, mengelus pipi taeyeon lembut. β€œ Tidakkah kau harus ke kantor pagi ini? Mungkin saja tiffany sudah menunggumu disana β€œ tanya jessica dengan menggoda β€œ Sebenarnya aku masih ingin berada disini bersamamu, tetapi.. kau mengusirku? β€œ ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya. β€œ Yahh! jangan seperti itu, pergilah ke kantor. Kita akan bertemu lagi nanti, okay? β€œ tanya jessica yang kemudian, mengecup pipi taeyeon lembut. taeyeon pun mengangguk mantap dan segera beranjak dari tempat tidur untuk pergi ke kamar mandi.

45 menit kemudian, taeyeon keluar dari kamar mandi dan menemukan jessica yang kembali tertidur membuatnya menggelengkan kepala sambil tersenyum. Dihampirinya kekasihnya itu lalu, duduk disampingnya. Mengelus rambutnya lembut kemudian, mendaratkan ciuman dikening, pipi dan bibirnya singkat membuat jessica menggeliat.

β€œ Ireona sayang, aku harus berangkat sekarang β€œ ucap taeyeon sambil mengelus pipi jessica lembut, membuat jessica tersenyum manis. β€œ Aku akan mengantarmu sampai pintu β€œ jawab jessica sambil beranjak dari tempat tidur sambil meraih tangan taeyeon untuk membantunya. Mereka berjalan keluar kamar sambil terus berpelukan dan sesekali berciuman dengan sangat mesra, hingga keduanya berhenti didepan pintu. β€œ Kau yakin tak ingin sarapan terlebih dahulu? β€œ tanya jessica sambil mengelus bibir taeyeon dengan ibu jarinya. β€œ Sarapan hari ini dengan ciumanmu sudah cukup sayang β€œ jawab taeyeon sambil menyeringai dorky, membuat jessica gemas dan kembali mencium bibir kekasihnya dengan passionate. β€œ Pergilah, hati-hati dijalan sayang β€œ ucap jessica manis dan segera mendapat respon anggukan dari taeyeon. setelah taeyeon tak terlihat lagi dari pandangan jessica, jessica pun segera masuk ke dalam.

Ia berjalan ke pantry untuk mengambil air mineral dan meminumnya hingga habis. Ketika ia membalikkan tubuhnya, pandangannya terhenti ketika menemukan suaminya kwon yuri tengah berbaring diatas sofa dengan mata yang tertutupi oleh lengannya. Jessica berjalan menghampirinya sambil berjinjit agar tak terdengar langkah kakinya, tetapi yuri yang menyadari hal itu dan memang tak tertidur segera beranjak duduk. Membuat jessica yang mulanya ingin melakukan keisengan harus mengagalkannya ketika yuri terbangun.

β€œ Kau sudah bangun? β€œ tanya jessica sambil tersipu malu, β€œ Apa kekasih gelapmu sudah pulang? β€œ tanya yuri dingin, membuat jessica berhenti tersenyum dan malah terlihat kaku. β€œ Apa yang kau katakan? β€œ tanya jessica sambil mendudukan dirinya dipangkuan yuri, bergelayut manja pada suaminya yang dikiranya tak mengetahui apa yang sudah ia lakukan dengan suami orang sebelumnya. β€œ Kau pikir, aku tak tau apa yang sudah kalian lakukan diapartmentku huh?! β€œ tanya yuri dengan sedikit meninggikan suaranya, membuat jessica terkejut dan segera beranjak dari pangkuan suaminya tersebut. β€œ Apartmentmu?? Kau pikir ini hanya apartmentmu, huh?! β€œ tanya jessica yang juga meninggikan suaranya. setelah sekian lama mereka tak bertemu, perdebatan yang ke sekian kalinya pun kembali terjadi. β€œ Aku tau, ini sudah menjadi apartment kita.. itu artinya ini bukan hanya apartment milikku tapi juga milikmu, tidakkah kau bisa menjaga perasaanku?! Kalau kau melakukan hal itu selain denganku, lalu saat ini aku tuh siapamu?? Tidakkah kau masih menganggap aku ini sebagai suamimu eoh?! Kau pikir, aku tak tau semuanya.. tak tau apa yang kalian perbicangkan huh! β€œ. Kini yuri benar-benar murka terhadap istrinya yang berada dihadapanya sekarang. β€œ Kau mematai-matai kami?! β€œ tanya jessica geram β€œ Kau bilang mematai-matai?? Meskipun aku tidak tau parasnya seperti apa tetapi untuk apa aku memata-matai jika pada akhirnya, aku sendiri yang melihat semuanya didalam apartment ini! β€œ

Deg..

Jessica sudah benar-benar kehilangan kata-katanya saat ini, ia tak tau apa yang harus dilakukannya sekarang. Disatu sisi, ia masih belum ingin melepaskan suaminya sekarang tetapi disatu sisi taeyeon pun sama pentingnya untuk jessica.

β€œ Kau tak bisa bicarakan kan?! β€œ tanya yuri yang kembali berbicara. β€œ Sica, sebenarnya apa masalah yang telah kubuat padamu? Wae kau melakukan hal ini padaku? KauΒ  benar-benar sudah mengecewakanku! β€œ ucap yuri sambil melemparkan sebuah amplop berwarna coklat ke hadapan jessica. β€œ Lekas tanda tangani itu dan keluar dari apartment ini! β€œ ucap yuri yang kemudian, melangkahkan kakinya keluar dari apartment mereka.

***

Taeyeon pov

Disepanjang perjalanan aku tak berhenti tersenyum senang ketika mengingat kebersamaanku semalam dengan sica, ia benar-benar sangat manis dan menggemaskan memperlakukanku dengan sangat baik. Tak ada yang tau tentang hubunganku dengan jessica, seorang selebriti yang menjadi featuring fany bernyanyi sekaligus sahabatnya. Tak dapat dipungkiri, jessica adalah cinta pertamaku saat di awal perkuliahan. Entahlah, padahal aktivitasnya sama padat seperti istriku tiffany tetapi mungkin karna perasaanku yang tak pernah berubah pada sica, aku tetap mencintainya. Bahkan, aku sudah menyiapkan surat perceraian untuk istriku tiffany. Mianne.. aku benar-benar tak pernah memiliki niat untuk memperlakukan fany seperti ini, kalau saja sica tak harus menghilang secara tiba-tiba dan kembali hadir pula secara tiba-tiba mungkin tak akan seperti ini. Selama ini fany tak pernah mengecewakanku, justru akulah yang seringkali membuatnya kecewa. Perasaan tak rela ketika melihat air mata keluar dari pelupuk mata istriku untuk aku kurasakan, tetapi apa yang harus aku lakukan jika perasaanku ini akhirnya berlabuh hanya pada jessica. sudah beberapa cara aku lakukan untuk melupakan jessica dan fokus menjalani hubungan rumah tanggaku bersama tiffany, tetapi tak bisa padahal ia sama baiknya seperti sica yang memperlakukanku dengan baik. Memberikan semua yang aku inginkan dan aku butuhkan, namun hal itu terjadi tak lama sebelum tiffany disibukkan dengan keprofesiannya tak terkecuali aku. Tiffany cukup sering menghubungiku agar tak kehilangan komunikasi denganku tetapi, terkadang aku mengabaikannya dengan mencari alasan kalau aku sedang meeting. Dan terkadang, ketika tiffany memiliki waktu senggang dan meminta kami bertemu aku selalu mencari alasan padahal aku sedang bersama sahabatnya.

Tak disangka, aku sudah sampai dikantorku. Seorang petugas lobby membukakan pintu mobil untukku sambil tersenyum. β€œ Selamat pagi agashi β€œ sapanya ramah, membuatku tersenyum. Lalu, aku berjalan masuk dan beberapa karyawan menyapaku dengan sangat baik. Aku yang terkenal dengan keramahan tentu saja menanggapi semua karyawanku yang menyapa disepanjang jalan hingga aku berdiri didepan meja sekretarisku amber. β€œ Selamat pagi agashi, istrimu sudah menunggumu dari 1 jam yang lalu β€œ ucap amber, mengejutkanku.

Benar apa kata sica, tiffany ada dikantorku. Sial! Apa yang harus aku katakan padanya??

Sebelum aku masuk ke ruanganku, aku menarik nafas dalam dan mengeluarkannya secara perlahan. Kemudian, kuputar knop pintu dan langsung mendapat sambutan senyuman eye smilenya. Cantik.. Β β€œ Taetae.. β€œ panggilnya girang yang kemudian, memeluk tubuhku erat. Kurasakan kecupan singkat dibahu dan tekuk leherku, membuatku merinding tapi cukup menyenangkan. Ku pegang kedua pinggangnya yang sangat sexy, sungguh dia benar-benar sangat sexy inilah salah satu yang aku sukai darinya. β€œ Bogoshippo β€œ rengeknya setelah melepaskan pelukannya dariku, aku hanya tersenyum manis sambil mengelus kepalanya lembut. β€œ Kau tak meminta jatah morning kiss hari ini?? Kau tak merindukanku, huh? β€œ tanyanya bingung, membuatku gugup. sebenarnya aku sudah mendapatkannya dari sahabatmu fany~ah.. mianne..

β€œ Kau tak menjawab?? β€œ tanyanya, membuatku tersadar dan segera menganggukkan kepalaku mantap. Lalu tanpa persiapan apapun, ia segera mencium bibirku. Melumatnya hingga tanpa permisi lidahnya masuk ke dalam mulutku, aku yang sekali mendapat perlakuan hal itu tentu saja tak menyia-nyiakannya. Jika aku menyia-nyiakannya, fany pasti akan curiga. Maka dari itu, aku segera membalas perlakuannya yang sama. Mencium dan melumat bibirnya dengan nafsu. β€œ Kau benar-benar merindukanku, eoh? β€œ tanyanya disela-sela ciuman panas kami, sekali lagi aku mengangguk mantap dan segera menggendongnya dengan bridal style. Sebelum aku merebahkan tubuhnya diatas sofa, aku berjalan sebentar ke meja kerjaku tanpa melepaskan ciuman kami yang terus berpautan. Menekan salah satu tombol sambungan telepon pada sekretarisku.

Pip..

β€œ Am-ber..~ β€œ panggilku disela-sela ciuman

β€œ Ne, agashi? β€œ tanyanya yang terlihat ragu dan bingung, mungkin aktivitasku terdengar olehnya.

β€œ Jangan ada yang menganggu waktuku pagi ini β€œ ucapku sekilas melepaskan ciuman panas kami dan hal itu membuat tiffany memukul pelan bahuku sambil tersenyum sangat manis.

β€œ Ne, agashi β€œ jawab amber mantap.

Pip..

β€œ Tidakkah, aku terlalu berat sayang? β€œ tanyanya padaku sambil mengelus pipiku lembut, aku tersenyum dan merasa tak bisa bersabar lagi, aku segera mendudukkannya di atas meja. Kembali mencumbunya, mencium setiap inci tubuhnya dari balik baju yang masih membungkusnya. Desahan demi desahan terdengar dari mulutnya, aku merindukan desahannya. Dan aku benar-benar menggila ketika mendengar desahannya tersebut, beruntunglah aku sengaja mendesain ruanganku yang kedap suara sehingga tak masalah jika tiffany atau jessica berteriak kenikmatan ketika kami melakukannya dikantorku.

β€œ T-ttaee.. β€œ desahnya ketika aku menyesap lehernya nafsu dengan tangan kananku yang tak berhenti meremas buttnya dan tangan kiriku yang meremas dadanya, lalu kembali mencium bibir tipisnya. Kini, gilirannya yang meremas dadaku. Terasa sekali kerinduannya padaku terlihat dan terasa dari semua perlakuannya padaku saat ini. Kusadari dia semakin lihai memuaskanku, aku benar-benar dibuat gila olehnya.

β€œ Uhh.. fany~ah β€œ desahku ketika kurasakan tangannya menelusup kemeja kerjaku dan meremas dadaku dengan penuh nafsu, dengan satu hentakan. Aku membuka dress pendeknya dan itu sangat mudah untukku, sehingga kini aku bisa melihat tubuhnya yang sangat mulus hanya dengan menggunakan bra dan celana dalamnya yang berwarna pink. Kulihat perbedaan yang semakin membuatnya terlihat sexy, dadanya yang membesar sepertinya ia benar-benar menggunakan krim yang aku belikan untuknya. Membuatku senang hehehe..

β€œ Apa yang kau tunggu? β€œ tanyanya menggoda, membuatku menyeringai evil dan segera mendaratkan kepalaku dibelahan dadanya membuatnya terkekeh. Perlahan, kubuka kaitan branya lalu membuangnya ke sembarang arah kemudian tanpa aba-aba aku melahap salah satu dadanya. Menyesapnya, memainkannya dengan lidahku. Sekilas kulirik wajahnya, ia terlihat sesekali memejamkan matanya kenikmatan sambil menjambak rambutku. Digigitnya bibir bawahnya dan itu terlihat sangat sexy, membuatku tak sabar untuk kembali menciumnya.

2 jam berlalu, kami masih melakukannya bahkan kini gilirannya yang menggila melakukan hal yang sama padaku. Dan kuakui, aku speechles melihat perlakuannya yang err.. padaku. Apa seseorang mengajarkannya?? Karna sebelumnya hanya aku yang bisa membuatnya menggila..

Ia menyesap selangkanganku, bermain dengan lidahnya dan itu membuatku menggelinjang nikmat.. tangannya menahan tanganku membuatku frustasi. β€œ F-fany~ah.. ahhh.. na-ughty pp-anny!! Sshhh… a-ak-ku kel-luar uhhh.. β€œ

***

Author pov

Tiffany dan taeyeon membaringkan tubuh mereka disofa tak jauh dari meja kerja taeyeon, tak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka yang ada hanya mereka yang terus berpelukan erat. Pakaian mereka begitu berantakan dilantai namun, dengan cepat taeyeon mengambil blazernya yang terlempar diatas meja dekat sofa dan menutupi tubuh tiffany yang kedinginan dipelukannya. β€œ Gwenchana?? β€œ tanya taeyeon ketika melihat tubuh tiffany yang menggigil dipelukannya dengan mata terpejam. Tiffany mengangguk dan semakin mengeratkan pelukannya pada taeyeon. terlihat kebingungan pada diri taeyeon ketika melihat beberapa luka memar yang berada dikaki dan bahu tiffany. β€œ Fany~ah, kau yakin tak apa-apa?? Haruskah kita ke rumah sakit?? β€œ tanya taeyeon yang berusaha untuk melepaskan pelukannya dan pelukan tiffany dari tubuhnya tetapi, tiffany menahannya dan membuka matanya untuk menatap taeyeon. β€œ Apa yang perlu kau khawatirkan tae? Aku baik-baik saja β€œ jawab tiffany sekilas mencium bibir taeyeon.

β€œ Haruskah aku memberikan surat perceraiannya sekarang atas apa yang aku lakukan saat ini sebelumnya? Mencumbunya dengan penuh nafsu? Dan lagi aku baru menyadari ada beberapa luka memar ditubuhnya, waegeurae? β€œ batin taeyeon, kini perasaan dan pikiran taeyeon tak karuan. Antara menceraikan tiffany atau tidak, hal itu adalah pilihan yang sangat sulit untuknya terlebih ketika melihat beberapa luka memar ditubuh tiffany.

β€œ Taetae?? Tidakkah kau harus bekerja? sepertinya aku harus pulang, aku tak mau mengganggu waktu kerjamu β€œ ucap tiffany dengan mendongakkan kepalanya untuk menatap taeyeon. β€œ Ne, aku harus bekerja. mianne, miyoung~ah.. aku akan pulang kerumah secepatnya β€œ jawab taeyeon sambil mengelus kepala tiffany lembut kemudian, mendaratkan ciuman dipangkal kepala tiffany. Tiffany pun tersenyum sangat manis, kemudian beranjak mencari-cari pakaian yang berceceran dilantai akibat ulah byuntae. Melihat sikap tiffany yang kebingungan mengambil pakaiannya membuat taeyeon terkekeh. β€œ Waeyo? apa yang lucu byunkim? β€œ tanya tiffany yang segera mengenakan pakaiannya. β€œ Ani.. kau semakin sexy sayang β€œ jawab taeyeon sambil tertawa dorky β€œ Pakai pakaianmu tae, kau akan sakit nanti β€œ ucap tiffany yang kini sudah kembali rapi kemudian, memberikan pakaian kerja taeyeon pada suaminya. β€œ Wae kau terlihat semakin sexy? Apa kau menggunakan krim yang kubeli untukmu huh? β€œ tanya taeyeon yang tak menanggapi ucapan tiffany, lagi-lagi taeyeon terlihat konyol dengan seringaiannya. β€œ Pakai dulu, pabo! β€œ ucap tiffany, taeyeon pun menanggapinya dan kembali meraih pinggang tiffany untuk duduk dipangkuannya. β€œ Jawab aku β€œ ucap taeyeon. β€œ Ne, aku menggunakannya tiap hari. Kau puas? β€œ jawab tiffany sambil mencubit hidung taeyeon, membuat taeyeon kembali terkekeh dan segera mendaratkan ciuman singkat dibibir tipis tiffany. β€œ Baiklah, aku harus kembali bekerja. secepatnya aku akan pulang ke rumah, kau mengerti? β€œ tanya taeyeon dan langsung direspon anggukan oleh tiffany. Tiffany pun segera beranjak dari pangkuan taeyeon dan melangkah keluar dari ruangan suaminya.

***

Tiffany pov

Setelah sekian lama aku tak melakukan hubungan intim dengannya, akhirnya pagi ini kami melakukannya. Membahagiakan tetapi, ada yang membuatku bingung ketika kucium aroma pakaian dan tubuhnya. Harumnya terasa tak asing, bukan tak asing karna harum tubuh yang biasa aku rasakan padanya tetapi ada harum tubuh yang lain didirinya. Sepertinya aku pernah mencium bau harumnya selain didiri taetae. Entahlah aku tak peduli, yang jelas perkiraan tentang hubunganku dengan taetae yang semakin lenggang memenuhi pikiranku sekejap hilang begitu saja saat kurasakan sentuhannya semakin manis padaku. Senyuman terus terukir diwajahku meskipun sekarang aku sudah berada diperjalanan untuk kembali ke apartment, mudah-mudahan ia benar-benar akan pulang cepat. alangkah baiknya jika sebelum aku pulang ke apartment, aku sedikit membeli bahan-bahan makanan untuk aku hindangkan ketika taetae sudah pulang.

***

Author pov

Hari menjelang siang, taeyeon sudah menyelesaikan pekerjaannya dan bersiap untuk keluar dari kantor untuk makan siang bersama kekasih gelapnya, jessica. ia merapikan beberapa berkasnya yang masih berceceran diatas mejanya dan sekejap dirinya memikirkan tentang luka memar ditubuh tiffany. Ia menyandarkan tubuhnya sebentar untuk memikirkan hal itu dan ketika ia mengingat jessica, taeyeon segera beranjak dan mengambil blazernya. Siapa tau jessica yang menjadi teman featuring tiffany mengetahui hal tentang tiffany selama mereka bekerja diluar negeri. Karna bagaimana pun bad girlnya taeyeon, ia tetap mengkhawatirkan tiffany yang masih menjadi istrinya.

Taeyeon segera melangkahkan kakinya keluar dari mobil ketika ia sampai disebuah restoran kesukaannya dan tiffany yang kini menjadi restoran kesukaannya dengan jessica. ketika pintu restoran dibuka, terlihat senyuman manis yang terukir diwajah jessica. gadis itu melambaikan tangannya pada taeyeon dan taeyeon segera menghampirinya sambil duduk dihadapannya. β€œ Kau sudah menunggu lama? Mianne, hari ini aku cukup lelah menyelesaikan beberapa berkas yang belum kupelajari β€œ jelas taeyeon, membuat jessica terkekeh dan segera menggenggam tangan taeyeon. β€œ Gwenchanayo, aku mengerti sayang β€œ jawab jessica manis. Membuat taeyeon bernafas lega β€œ Taeng.. β€œ panggil jessica. β€œ Hmm? β€œ tanya taeyeon sambil mengangkat alisnya β€œ Pagi ini yuri melihat kita melakukan itu β€œ ucap jessica to the point membuat taeyeon yang sedang minum harus tersedak karna terkejut. β€œ Mwo?? Bagaimana bisa?? Lalu? β€œ tanya taeyeon khawatir β€œ Lalu dia melempar sebuah amplop coklat padaku? β€œ lanjut jessica, membuat taeyeon mengerutkan keningnya. β€œ Amplop coklat apa itu? β€œ tanya taeyeon β€œ Surat perceraian, taeng β€œ jawab jessica, membuat taeyeon terkejut bukan main β€œ Kau yakin?? β€œ tanya taeyeon tak percaya β€œ Tentu saja aku yakin taeng β€œ jawab jessica santai β€œ Lalu, apa kau sudah menandatanganinya? β€œ tanya taeyeon ragu β€œ Belum, maka dari itu pertemuan ini aku manfaatkan untuk membicarakan hal ini β€œ jawab jessica yang semakin mengeratkan genggamannya pada taeyeon. β€œ Hajiman sica, aku juga ada yang ingin aku tanyakan padamu β€œ ucap taeyeon yang kini bergantian, membuat jessica mengerutkan keningnya β€œ Tentang apa? β€œ tanya jessica. β€œ Tiffany β€œ jawab taeyeon. β€œ Tiffany? Waegeurae? β€œ tanya jessica bingung. β€œ Apa ada kecelakaan yang terjadi diluar negeri sebelumnya? β€œ tanya taeyeon yang semakin membuat jessica tak mengerti. β€œ Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan taeng?? Setauku tiffany baik-baik saja β€œ jawab jessica. β€œ Ahh.. kalau begitu terimakasih, sepertinya makan siangnya lain kali sica. Aku harus kembali ke apartmentku sebentar, oya.. pembicaraan tentang surat perceraian nanti kita sambung lagi. okay? β€œ ucap tayeeon tergesa-gesa yang segera beranjak dari tempatnya dan meninggalkan jessica yang masih terduduk ditempatnya dengan raut kebingungan.

***

Tiffany pov

Kuputar knop pintu apartment dengan satu tangan sambil membawa beberapa bungkus makanan yang nanti akan kuolah untuk makan malam aku dan taetae, setelah masuk ke dalam apartment aku berjalan menuju pantry dan menyimpan barang-barang tersebut diatasnya. Kurebahkan tubuhku diatas sofa, melepaskan beberapa aksesoris yang sebelumnya aku kenakan.

β€œ Kau sudah pulang, chagi? β€œ tanya seseorang yang tak asing lagi ditelingaku membuatku terkejut dan segera menoleh ke sumber suara. Aku membelalakkan mataku ketika menemukan dirinya dibelakangku, senyuman evil yang membuatku kembali ketakutan. Bagaimana ia tau kediaman yang selama ini aku tempati bersama taetae??

Aku beranjak dan berjalan mundur untuk menghindarinya tetapi, ia semakin mendekat padaku. β€œ Kau darimana chagi? Aku sudah menunggumu daritadi β€œ ucapnya sambil terkekeh. β€œ A-a-ap-pa yang k-kau lakukan disini, oppa? Dan lagi, c-chag-gi?? β€œ tanyaku gugup dan ketakutan β€œ Membawamu pulang, appa menunggumu! β€œ jawabnya yang segera mendorong tubuhku hingga membentur tembok dibelakangku. β€œ Akhh.. β€œ aku meringis kesakitan, dia oppaku. Oppaku yang sudah membunuh appaku, appa kami sendiri, akibat keobsesianya yang ingin menjadi direktur diperusahaan appa yang tak diikuti oleh appa. β€œ Appa menungguku?? Kau gila! Kaulah sudah membunuh appa, oppa! β€œ teriakku tepat diwajahnya.

Plakk..

Hening..

Ia menamparku, setelah ia memukul bahu dan kakiku saat diluar negeri dengan tongkat sekarang ia menamparku. Memang kekerasan yang dilakukan oppa padaku saat diluar negeri tak ada yang tau, jika ada orang yang menemui luka memar ditubuhku.. aku hanya mengatakan kalau aku terjatuh dikamar mandi. Tetapi, nyatanya semua ini perlakuan oppa kandungku sendiri. β€œ Mian.. aku tak sengaja β€œ jawabnya datar β€œ What the hell?! β€œ teriakku β€œ Ohh.. ya, maksudku tadi untuk membawamu pulang karna aku akan mengantarmu untuk bertemu appa β€œ ucap namja itu sambil tertawa evil β€œ Oppa! Micheosseo! β€œ

Plakk..

Ia menamparku lagi hingga kurasakan rasa sakit diujung bibirku, ku sentuh ujung bibirku dan kurasakan cairan darah.. β€œ Pulang! β€œ ucapnya sambil menarik lenganku keras, aku mencoba untuk menahan tarikannya untuk mengikuti langkahnya sekuat tenaga tetapi tenaganya yang berbanding jauh denganku tentu saja sangat kuat dirinya. β€œ Shiro oppa!! Apa yang kau mau dariku?! β€œ teriakku β€œ Aku ingin semua hartamu! Aku sudah muak hidup susah, kalau saja appa meninggal bukan karnamu. Aku masih bisa memperjuangkan kehidupanku pada appa! β€œ jawabnya dengan terus menarik lenganku β€œ Lalu, apa yang kau lakukan dengan semua harta appa yang sangat banyak itu oppa? Kau kemanakan semua itu?! β€œ tanyaku β€œ Tentu saja untuk bersenang-senang, kau pikir aku akan melanjutkan usaha appa huh?! jangan harap! β€œ jawabnya β€œ Kau! Napeun namja! Pabo! Tak berguna!!! β€œ teriakku murka, membuatnya berhenti menarikku. Tetapi lengannya semakin kuat menggenggam tanganku dan tanpa kutau, ia segera melempar tubuhku hingga aku tersungkur ke lantai dan punggungku membentur tembok β€œ Akhh.. appo! β€œ erangku dengan air mata yang mengalir dari pelupuk mataku. Kali ini, aku tak bisa bangun. Tubuhku sangat-sangat sakit akibat ulahnya, tatapannya kini terlihat sangat marah. Tiba-tiba kudengar ketukan pintu dari balik pintu apartment dan bunyi bel yang ditekan beberapa kali, hal itu membuat oppaku tersadar dan panik sedangkan aku mengerutkan kening tanpa menggerakkan sedikit tubuhku yang sangat linu. Entah apa yang oppa lakukan dibelakang apartment, hingga detik ini ia tak kembali lagi kehadapanku. Kucoba untuk beranjak dan membuka pintu apartment dengan perlahan, hingga akhirnya aku bisa beranjak meskipun tak berdiri sempurna. Kulangkahkan kakiku untuk membuka pintu apartment dan..

***

Taeyeon pov

Dengan tergesa, aku berjalan menuju mobilku untuk segera pergi ke apartmentku dan tiffany. Tetapi ponselku berdering, tanpa melihat siapa pemanggilnya aku segera menerima panggilan tersebut.

β€œ Yeoboseyo? β€œ

β€œ Yeoboseyo, agashi.. maaf mengganggu waktu anda, tetapi appa anda menunggu diruangan anda β€œ

β€œ Mwo?? Bagaimana bisa?? Tidakkah kau memberitahu kalau aku sedang makan siang? β€œ

β€œ Aku sudah mengatakannya, tetapi appa anda bersih keras ingin bertemu dengan anda β€œ. Aishh.. selama beberapa tahun tak bertemu dengan kedua orangtuaku, aku baru mendengarnya lagi kalau appa ingin bertemu. Keluarga kami memang sangat-sangat sibuk dan hal itu sangat diturunkan padaku.

β€œ Baiklah, aku akan segera ke sana β€œ

β€œ Ne β€œ

Klik..

Mungkin melihat fany di apartment bisa saat aku pulang nanti, lagipula kulihat schedule tiffany hari ini. Tak ada jadwal untuknya, jadi dimungkinkan tiffany tak akan pergi kemana-mana. Dan untuk sica? Aku akan menghubunginya setelah semuanya selesai, aku harap sica mengertikan kondisiku saat ini.

***

Author pov

β€œ Okshi, kediaman Tiffany Hwang agashi? β€œ tanya seorang yeoja dengan membawa tas hitam, tas tersebut terlihat seperti tas seorang dokter. β€œ Nuguseyo? β€œ tanya tiffany bingung. β€œ Aku Kwon Yuri inmida, dokter kepala memintaku untuk memeriksa kesehatan rutinmu β€œ jawab yuri dengan sopan, membuat tiffany bernafas lega. β€œ Silahkan masuk β€œ ucap tiffany dengan membuka pintu apartment lebar-lebar. Ketika tiffany membalikkan tubuhnya untuk mendampingi yuri masuk, tiffany meringis sambil memegang punggungnya. Hal itu, membuat yuri menaruh perhatian pada tiffany. β€œ Tiffany-ssi gwenchanayo? β€œ tanya yuri sambil memegang pinggang tiffany β€œ Akhh.. appo! β€œ ringis tiffany, membuat yuri terkejut. β€œ Ohh mian.. sepertinya kau benar-benar harus aku periksa. Apa kau bisa berjalan? β€œ tanya yuri khawatir dan segera mendapat anggukkan mantap dari tiffany. β€œ Silahkan duduk, Kau mau minum apa? β€œ tanya tiffany setelah memastikan yuri sudah duduk diatas sofa ruang tengah β€œ Air mineral saja sudah cukup untukku β€œ jawab yuri sambil tersenyum manis, membuat tiffany ikut tersenyum dengan memperlihatkan eye smilenya. Dan tanpa disadari, yuri terpesona dengan senyuman manis tiffany. Tiffany segera berjalan ke pantry dengan hati-hati, kemudian mengambil air mineral untuk yuri. β€œ Apa pemeriksaannya bisa kita mulai? β€œ tanya yuri yang tiba-tiba menatap dalam mata tiffany. β€œ Waeyo? β€œ tanya tiffany bingung, β€œ Aku sudah siap, tunggu apalagi? β€œ sambung tiffany. β€œ Chankman tiffany-ssi, apa kau baru saja bertengkar dengan seseorang? β€œ tanya yuri ragu β€œ Aniyo, waeyo? β€œ bohong tiffany β€œ Ujung bibirmu sobek dan lagi, aku lihat ada luka memar dibagian kaki dan bahumu β€œ jawab yuri yang begitu serius memperlihatkan luka-luka ditubuh tiffany. β€œ Ahh.. gwenchanayo, sebaiknya kau bisa melakukan hal yang lain β€œ elak tiffany. β€œ Baiklah.. tetapi, perlu kau tau tiffany-ssi.. sejauh apapun kau menutupi semua ini, jika dengan medis semuanya akan terketahui β€œ ucap yuri tegas, membuat tiffany diam memandanginya. Kemudian, yuri segera memeriksa kesehatan rutin tiffany, mengobati luka sobek diujung bibir yeoja dihadapannya. β€œ Sebelumnya, dokter kepala tak pernah mengutus seorang dokter yeoja kepadaku, apa kau orang baru? Sudah berapa lama kau menjadi dokter? β€œ tanya tiffany memecahkan keheningan β€œ Aku bukan dokter baru dirumah sakit, tetapi untuk bekerja seperti ini memang baru kulakukan β€œ jawab yuri sambil tersenyum manis tanpa membuyarkan konsentrasinya mengobati sudut bibir tiffany yang sobek. β€œ Ahh.. begitukah, sudah kuduga β€œ ucap tiffany sambil tersenyum namun, detik kemudian tiffany meringis karna senyumannya yang terlalu lebar membuat lukanya kembali terbuka. β€œ Yahh.. jika kau tau sudut bibirmu sobek, setidaknya kecilkan volume senyummu tiffany-ssi β€œ ucap yuri mencairkan suasana membuat keduanya terkekeh. Baru beberapa menit pertemuan mereka, tiffany dan yuri terlihat sudah sangat akrab bahkan kini mereka bisa bercanda tawa. Tetapi tak ada yang tau bahwa keduanya sudah memiliki pasangan masing-masing. β€œ Fany.. bisa kulihat punggungmu? β€œ tanya yuri dengan menggeserkan tubuh tiffany menjadi membelakanginya β€œ Ahh.. ne, tolong hati-hati β€œ jawab tiffany yang mulai meremas sofa yang didudukinya. Perlahan, yuri membuka pakaian tiffany mengingat tiffany menggunakan dress pendek. Tentu saja ketika dibuka, yuri bisa melihat pakaian dalam tiffany yang terlihat sexy. Hal itu, membuat yuri menelan ludah dan berusaha untuk tetap berkonsentrasi. Terlilhat warna kulit yang mulus dan hal itu memperlihatkan dengan jelas luka memar tiffany dibagian punggung yang membiru. β€œ Apakah ini sakit sekali? β€œ tanya yuri sambil menekan pelan luka memar tiffany, membuat tiffany meringis kesakitan sambil menggenggam erat sofa yang menjadi tempatnya duduk. β€œ Mian, mian.. sepertinya luka ini cukup serius. Kau harus berhati-hati fany~ah β€œ ucap yuri yang segera mengobati luka memar tersebut.

Tap.. tap.. tap..

β€œ Miyoung, aku pulang!! β€œ ucap taeyeon girang sambil berjalan masuk ke dalam apartmentΒ  namun, langkahnya terhenti ketika melihat tiffany dan yuri tengah berduaan. Terlebihi, yuri yang tengah mengobati luka memar tiffany dengan membuka belakang dress pendek tiffany membuat taeyeon salah faham. β€œ Taetae.. β€œ panggil tiffany girang, lalu yuri segera menoleh ke sumber suara taeyeon dan memperlihatkan senyuman manis pada taeyeon. namun,respon taeyeon terlihat sangat dingin dihadapan keduanya. β€œ Maaf.. sepertinya aku telah mengganggu waktu kalian β€œ ucap taeyeon dingin dan segera membalikkan tubuhnya untuk keluar dari apartment. β€œ Tae! β€œ panggil tiffany sambil mencoba beranjak tetapi, kembali ia rasakan linu pada punggungnya membuat tubuhnya hampir terjatuh jika yuri tak segera menangkap tubuh tiffany. β€œ Fany~ah gwenchanayo? β€œ tanya yuri khawatir β€œ Appo, jinja.. β€œ ringis tiffany dengan wajah yang berkeringat. β€œ Sebaiknya kau jangan banyak bergerak terlebih dahulu fany~ah β€œ ucap yuri sambil mengusap keringat yang mengucur dikening tiffany lembut. tiffany pun mengangguk mantap.

***

Taeyeon melemparkan tubuhnya disofa ruang tengah apartment pribadinya bersama jessica, ia mengerucutkan bibirnya dengan kedua tangan yang disilangkan didepan dadanya. Hal itu, membuat jessica gemas dan ikut melemparkan tubuhnya disamping taeyeon. β€œ Waeyo? gwenchana? β€œ tanya jessica dengan intonasi manja sambil menyandarkan kepalanya dibahu taeyeon, membuat taeyeon sekilas melirik ke samping kanannya kemudian tersenyum tipis. Hal itu membuat jessica mengerucutkan bibirnya. β€œ Aku tak suka senyuman tipis itu taeng β€œ rengek jessica, membuat taeyeon terkekeh dan kembali tersenyum β€œ Mianne, aku hanya kesal dengan fany β€œ jawab taeyeon yang kini mengelus kepala jessica lembut β€œ Wae, wae, wae?? β€œ tanya jessica penasaran β€œ Dia sudah berani berselingkuh dibelakangku β€œ jawab taeyeon seperti anak kecil β€œ Lalu apa bedanya dengan dirimu sayang? β€œ tanya jessica sambil terkekeh, membuat taeyeon tersadar dan tersenyum malu. β€œ Semua karnamu β€œ jawab taeyeon sambil mencubit pipi jessica β€œ Aish.. sakit tau! β€œ rengek jessica β€œ Hehehe.. mianne.. β€œ ucap taeyeon yang kemudian menelungkupkan kedua tangan diwajah jessica. β€œ Saranghae sica β€œ ucap taeyeon sambil tersenyum manis β€œ Nado saranghae taeng β€œ jawab jessica dengan imutnya. Kemudian, taeyeon pun mendaratkan ciuman dalamnya pada jessica. membuat jessica membalas perlakuannya.

***

Sementara diapartment taeny, tiffany sudah menyiapkan hidangan makan malam yang sudah ia olah dengan sangat baik. Berharap kalau taeyeon tetap pulang ke apartment dan ia akan segera menjelaskan semua kesalahfahaman tadi sore yang menyangkut dirinya dan yuri. sebenarnya yuri menawarkan diri untuk menemani tiffany malam ini, melihat kondisi luka memar dipunggung tiffany belum pulih tetapi tiffany yang ingin menjaga perasaan taeyeon memilih untuk tidak ditemani yuri dan menunggu suaminya sendiri diapartment mereka.

Tetapi hingga tengah malam tiba, taeyeon tak juga memperlihatkan batang hidungnya diapartment mereka. tiffany bersedih, seharusnya tadi sore ia memaksakan diri untuk menahan taeyeon pergi dan menjelaskan semuanya. Dengan begitu, mungkin sekarang ia bisa menikmati waktu berdua mereka seperti saat dimana mereka baru saja menikah. Sampai saat ini, tiffany masih duduk dimeja makan. Memandangi hidangan yang tersaji dihadapannya, hidangan tersebut pun kian mendingin namun tiffany tak berniat menyentuhnya sama sekali. Ia masih terus menunggu kedatangan taeyeon ditempatnya, masih berharap kalau taeyeon akan pulang. Tetapi harapannya sudah benar-benar hilang ketika waktu sudah menunjukkan pukul 3 pagi, dan hal itu membuat tiffany menangis. Menangisi kebodohannya yang tak bisa menjaga perasaan taeyeon, meskipun tiffany tak berselingkuh tetapi semua orang yang melihat dirinya dan yuri tadi sore pasti akan salah faham. Tak lama kemudian, tiffany pun terlelap dengan menelungkupkan kedua tangan diatas meja makan dan kepalanya yang tersimpan diatas kedua tangannya tersebut.

***

Taeyeon pov

03.00 KST

Aku terbangun dari tidur nyenyakku bersama sica, beranjak duduk dari tempat tidur untuk mengumpulkan seluruh kesadaranku. Kulihat wajah manis sica yang tertidur dengan nyenyak disampingku tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya, ani.. melainkan tubuh kami. Malam ini kami melakukannya lagi, setiap kami bertemu hubungan intim seperti ini tak pernah kami lewatkan. Kusingkirkan selimut yang menutupi tubuhku dan aku segera menggunakan bathrobe yang tak jauh dari tempat tidur. Kulangkahkan kakiku untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan diri. Setelah selesai dan telah menggunakan pakaian lengkap, aku menghampiri sica yang masih tertidur mengecup singkat kening juga bibirnya lembut. lalu meninggalkannya..

Aku memang masih marah terhadap fany, tetapi tidakkah aku sudah berjanji untuk pulang ke apartment? Lagipula aku juga sudah lama tak pulang kesana, waktuku aku habiskan dengan sica diapartment ini.

Setelah 30 menit menempuh perjalanan, akhirnya aku sudah memarkirkan mobilku digerasi dan bergegas masuk ke dalam apartment yang masih menyala terang. Kulangkahkan kakiku untuk masuk lebih dalam ke apartment dan langkahku terhenti ketika menemukan fany yang tertidur dimeja makan dengan beberapa hidangan yang sudah dingin dihadapannya. ada sedikit perasaan bersalah terlebih ketika melihat matanya yang sembab seperti habis menangis, tetapi suruh siapa ia berani bermain dengan oranglain diapartment ini sore kemarin. Tidakkah itu membuatku geram? Tentu saja iya! Meskipun aku juga berselingkuh tetapi aku tak pernah membawanya ke apartment kami, karna aku tau tempat ini adalah tempat pribadi kami tidak seperti sica.

Dengan perasaan ragu kugendong dirinya dengan bridal style dan hati-hati. Kudengar erangan yang keluar dari mulutnya terasa menyakitkan, sepertinya aku telah menyentuh salah satu yang menyakitkan dibagian tubuhnya membuatku mengerutkan kening kebingungan. Kubawa ia kedalam kamar kami dan merebahkannya diatas tempat tidur dengan perlahan, wajahnya memperlihatkan kesakitan membuatku khawatir. Kupandangi wajahnya dalam kemudian menuju tubuhnya dan kembali memandangi wajanya hingga pandanganku terhenti ketika melihat luka disudut bibirnya. Perlahan kusentuh luka tersebut dengan hati-hati dan langsung mendapat respon ringisan darinya membuatku bingung. Sebenarnya apa yang terjadi padanya hari ini? Sebelum kami bertemu dikantorku, aku tak melihat luka sobek itu diujung bibirnya yang kulihat hanya luka memar dikaki dan bahunya. Tidakkah ia baik-baik saja selama aku tak ada disampingnya?? Melihatnya seperti ini membuatku sakit..

β€œ Enghh.. taetae β€œ erangnya dalam tidurnya hingga terdengar isak tangis yang keluar dari mulutnya, membuatku terus memandanginya dengan raut kebingungan. Setelah tak terdengar lagi rengekkannya, aku beranjak dari sisinya. Mengambil beberapa berkas pekerjaanku dan memperlajarinya tak jauh dari tempat tidur, lalu pandanganku terhenti ketika melihat selembar amplop coklat yang berisi surat perceraian. Kuraih amplop tersebut sambil menimbang-nimbang, antara memberikan pada tiffany atau tidak. Lagipula alasan kemarin sore itu bisa aku gunakan jika ia banyak bertanya dan meminta penjelasan. Hening.. β€œ Taetae.. kajima, jangan tinggalkan aku. Aku takut.. β€œ rengeknya kembali dalam tidurnya, membuatku segera menoleh ke arahnya β€œ Ottokkae miyoung? β€œ gumamku.

***

Tiffany pov

β€œ Miyoung~ah, tetaplah dibawah sana sayang β€œ bisik seorang namja paruh baya yang berusaha bersikap tenang sambil duduk dikursi kerjanya

Brakk…

Seseorang membuka pintu ruang kerjanya dengan kasar sambil menyodorkan pelatuk ke hadapannya. Seorang namja yang memegang senjata api itu terlihat murka dan terus menatap tajam ke arah namja paruh baya itu.

β€œ Appa.. berikan semua surat-surat perusahaanmu padaku! β€œ pinta namja itu sambil berteriak, membuat namja paruh baya yang tak lain appanya tersenyum kecut. β€œ Aku tak bisa membayangkan jika perusahaan ini ada pada dirimu, lagipula surat-surat perusahaan sudah bukan milikku lagi. aku sudah memberikannya pada seseorang yang sudah kupercaya β€œ ucap namja paruh baya itu β€œ Mwo?! Kau berikan pada siapa semua urusan perusahaamu appa?! β€œ tanya namja itu murka. β€œ Daddy aku takut β€œ ucap yeoja kecil yang mencoba untuk keluar dari dalam meja kerja dan hal itu membuat namja paruh baya panik. Dikira namja dihadapannya bahwa appanya akan melakukan sesuatu padanya, tanpa pikir panjang namja itu meledakkan pelurunya dan tepat mengenai jantung namja paruh baya.

β€œ Appa!!! β€œ panggil si yeoja kecil histeris dan segera memeluk erat appanya sambil menangis. β€œ Appa!! Ireona.. jangan tinggalkan miyoung, jebal! β€œ pinta yeoja kecil dengan suara paraunya sedangkan, si namja yang sudah membuat appanya tak bernafas lagi terlihat sangat panik dan segera melarikan diri. β€œ Seseorang!! Help me!! β€œ teriak yeoja kecil β€œ APPA!!! β€œ panggil yeoja kecil itu terus menerus

β€œ Appa!! β€œ. Aku segera terbangun ketika mendapatkan mimpi yang sama lagi selama beberapa tahun terakhir ini. Kurasakan keringat dingin disekujur tubuhku, tanganku berkeringat dan bergetar hebat membuatku tak bisa membendung air mata yang sudah terkumpul dipelupuk mataku. Aku kembali memimpikan kejadian itu, kejadian dimana appa meninggalkanku untuk selama-lamanya. Aku menangis tersedu-sedu dan tiba-tiba tersadar kalau saat ini aku sudah berada didalam kamarku dengan taetae, siapa yang sudah memindahkanku semalam? Yang aku ingat, aku masih menunggu kehadiran suamiku dimeja makan. Mungkinkah ia sudah pulang?? Dengan perasaan yang kembali tenang dan senang, aku beranjak dari temat tidur dan segera membersihkan diri. Setelah semuanya kulakukan, aku keluar dari kamar dan menemukan sosok yang selalu kurindukan. Taetae.. dia tengah duduk disofa ruang tengah, salah satu tangannya tengah memegang tab dan tangan bebasnya memegang roti panggang sebagai sarapannya hari ini. Kulangkahkan kakiku untuk menghampirinya dengan senyuman yang terlukis diwajahku.

β€œ Taetae.. β€œ panggilku girang sambil mengalungkan kedua tanganku dilehernya, membuat dirinya berhenti mengunyah makanannya. Kulihat ia tak bergeming, bahkan ia sama sekali tak menoleh padaku. Setidaknya say hello atau good morning, tetapi ia sama sekali tak melakukannya membuatku sedih dan segera melepaskan kedua tanganku dari lehernya. β€œ Aku ingin memberikan ini padamu β€œ ucapnya memecahkan keheningan sambil menyodorkan selembar amplop coklat ke hadapanku, membuatku bingung. Kuputuskan untuk mengambil surat tersebut, kemudian menduduki tempat disebelahnya. Dibukakan amplop tersebut dan setelah dibaca, sontak mataku terbelalak kemudian beralih memandangi wajah dinginnya dengan tatapan tak percaya. β€œ Surat perceraian?? Apa maksudmu tae?? β€œ tanyaku bingung β€œ Aku ingin berpisah darimu β€œ jawabnya santai sambil menatap wajahku, kurasakan mataku memanas β€œ W-w-wae?? Apa semua ini karna kejadian kemarin sore?? ~.. β€œ tanyaku terputus β€œ Ne β€œ jawab taetae cepat, membuatku menutup mulut tak menyangka β€œ Tapi aku bisa menjelaskannya tae, semua itu hanya salah faham percayalah padaku β€œ jelasku tetapi, ia segera beranjak β€œ Tak perlu, semuanya sudah jelas. Lekas tanda tangani itu, aku tak bisa menunggu lama. Dan mianne, aku harus pergi ada rapat penting hari ini β€œ ucapnya, kemudian melangkah menjauh dariku. β€œ Taetae!! Ini semua salah faham!! Aku bisa menjelaskannya!! β€œ teriakku sambil beranjak dari tempatku, namun taetae tak menanggapiku. Membuat air mataku kembali mengalir dari pelupuk mataku, ini sungguh menyakitkan. Aku tak pernah ingin bermain hati dibelakangnya meskipun jarak memisahkan kita karna keprofesian masing-masing. Jinja, dia telah berubah sejak waktu yang lama. Ottokkae??

***

Yuri pov

Kulemparkan tubuhku ke atas kursi kerjaku, hari ini aku memilih untuk lembur dirumah sakit. Kembali teringat apa yang sedang terjadi dengan rumah tanggaku yang sudah diujung tanduk, memori kenanganku bersama sica kembali hadir dibenakku. Betapa bahagianya kami saat itu, aku memang bukan orang yang mengetahui banyak perubahan diluar sana. Bahkan, sampai sekarang yang kutau istriku adalah seorang penyanyi dan ia melakukan featuring dengan sahabatnya dimasa perkuliahan. Itu saja, aku tak tau siapa partner kerjanya. Aku juga tak tau siapa orang yang sudah merebut hatinya dariku. Ahh.. frustasi!! Aku benar-benar masih sangat mencintainya, jikalau sica mau meminta maaf padaku soal dirinya yang bermain hati dibelakangku mungkin saja aku bisa memaafkannya. Tetapi, sampai detik ini ia tak menampakkan dirinya dihadapanku. Setidaknya ia mengejarku sampai kesini, bahkan kupikir semalam ia telah menghabiskan waktunya bersama kekasih gelapnya. Terbukti ketika kuberanikan diri menghubungi telepon diapartment kami, tak ada sahutan apapun dari sana. Hal ini membuatku semakin sedih, sangat sedih melihat perubahannya yang sangat drastis. Aku tak tau tujuannya seperti ini, tapi aku tak berharap istriku melakukan suatu tujuan untuk mendapatkan apa yang ia inginkan. Aku percaya sica adalah yeoja yang sangat baik. Setidaknya kali ini, sica menjadi yeoja yang baik untuk orang lain.

Sign..

Kuputarkan kursi kerjaku hingga aku bisa memandang keluar jendela, memandangi danau yang tak jauh dari hadapanku. Indah..

#Flashback

β€œ Seobang.. β€œ panggil yeoja blonde manja sambil menggandeng tangan suaminya yang tengah membaca buku medisnya. β€œ Hmm? β€œ tanya suaminya tanpa mengalihkan pandangan dari bukunya, hal itu membuat yeoja blonde mengerucutkan bibirnya. β€œ Tidakkah kau melihatku sebentar? β€œ rengeknya manja, membuat suaminya tersenyum dan segera menghentikan aktivitasnya. Ditelungkupkan kedua tangan diwajah yeoja blondenya β€œ Ada apa sicababy? β€œ tanyanya dengan sangat manis β€œ Aku kesini karna untuk bertemu denganmu, menghabiskan waktu denganmu. Aku tau, kau sangat menyukai semua tentang medis sampai kau lupa dunia luar. Tapi, tak bisakah kau menoleh ke arahku sebentar?? β€œ tanyanya kesal, membuat suaminya kembali tersenyum manis. β€œ Mianne, jeongmal mianne.. i’ll promise sicababy, aku tak akan mengabaikanmu lagi. mianne.. β€œ jawab suaminya yang kemudian, mendaratkan ciuman singkat dikening yeoja blonde membuat istrinya tersenyum senang. β€œ Gomawo seobang, saranghae.. β€œ ucap yeoja blonde sambil memeluk erat suaminya β€œ Danau yang indah seobang β€œ sambungnya β€œ Ne, dan keindahan danau itu semakin lengkap dengan keberadaanmu disampingku β€œ jawab suaminya sambil mengelus kepala istrinya lembut β€œ Kau menggodaku seobang?? β€œ tanya yeoja blonde menggoda yang kemudian, memukul kecil bahu suaminya, membuat keduanya tertawa renyah

#Flashback end

Aigoo.. kupikir dengan aku memandang keluar jendela ini, aku bisa melupakan sejenak pikiran tentangnya. Ternyata cintaku padanya terlalu besar, yuri pabo!

Oh ya, hari ini aku harus memeriksa keadaan fany. Ahh.. aku juga baru ingat, kalau kejadian kemarin sore telah membuat dirinya dengan seseorang menjadi salahfaham. Aku menjadi merasa sangat bersalah, haruskah aku menghubunginya??

***

Jessica pov

11.30 KST

Aku terbangun dari tidur nyenyakku, dengan mata terpejam kuraba ke samping kananku tempat dimana taeng memelukku semalam. Tetapi tak ada, ia tak ada disampingku pagi ini. Pasti ia sudah berangkat bekerja, mengingat dirinya yang sedikit kesulitan membangunkanku dipagi hari membuatku terkekeh. β€œ Enghhh.. β€œ aku menggeliat dengan sangat malas, kemudian menguap dengan tenang. Setelah kuyakinkan bahwa kesadaranku sudah penuh, aku beranjak dari tempat tidurku dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai mandi lengkap menggunakan pakaianku, aku berajalan ke pantry meneguk sebotol air mineral dan pandanganku terhenti ketika melihat sepucuk kertas yang tertempel dikulkas.

Mianne.. jam 3 tadi, aku harus kembali ke apartment sebentar. Kita akan bertemu dikantorku siang ini okay sica?? Aku menunggumu, saranghae. Mmuaach..

~ Your Secret Admirer

Aku tertawa ketika membaca akhir katanya, secret admirer?? Jinja, dia mengingatkan aku pada beribu-ribu surat yang selalu aku terima dipagi hari didalam lokerku saat sebelum aku masuk kelas diperkuliahan dulu. Semua surat yang sangat manis, namun sayang yuri telah mengambil hatiku lebih dulu dibandingkannya.

Setelah membaca sepucuk kertasnya, aku segera meraih tas kecilku dan segera keluar dari apartment dengan tawa girang diwajahku. Aku akan segera bertemu dengannya!

***

Author pov

Terlihat taeyeon yang sedang berkutat dengan laptop dan berkas-berkas diatas meja kerjanya siang itu, beberapa kali ia mengerang sambil mengacak-acak rambutnya frustasi. Mengerjakan beberapa pekerjaannya siang ini membuatnya suntuk dan bahkan memuakkan dirinya, ditambah perasaannya yang kini entah ada dimana. Semuanya terasa hambar, ia tak tau apa yang sebenarnya ia rasakan. it’s so complicated! Tiba-tiba, ia mendengar pintu yang diketuk dengan nada yang sengaja dimainkan membuatnya bingung. Belum juga ia mengizinkan orang tersebut untuk masuk, orang dibalik pintu ruang kerjanya pun segera memperlihatkan sebagian tubuhnya dengan senyumannya yang sangat manis.

β€œ Sica?? β€œ panggil taeyeon ragu, membuat orag dibalik pintu itu memperlebar senyumannya dan segera masuk ke dalam ruangan tersebut girang. β€œ Ne, ini aku taeng. Waeyo?? β€œ jawabnya dengan balik bertanya sambil duduk dipangkuan taeyeon. dikalungkannya kedua tangan dileher taeyeon dan keduanya saling bertatapan dalam. β€œ Ada apa denganmu sayang?? Kau terlihat berantakan siang ini β€œ ucap jessica sambil mengelus pipi taeyeon lembut. β€œ Lihat itu.. aku benar-benar sangat muak melihat semuanya β€œ rengek taeyeon seperti anak kecil dan itu membuat jessica terkekeh kemudian, mencubit hidung taeyeon gemas. β€œ Tak bisakah kau hilangkan sedikit aegyomu itu taeng?? Aku ingin tau, apa kau juga seperti ini pada stephany? β€œ tanya jessica menggoda, membuat taeyeon terdiam. β€œ W-waeyo?? β€œ tanya jessica bingung yang melihat perubahan sikap taeyeon yang tibat-tiba diam ketika dirinya menyinggung soal tiffany dihadapan taeyeon. β€œ Aku sudah memberikan surat perceraian pagi ini padanya β€œ jawab taeyeon singkat, membuat jessica membelalakkan matanya tak percaya β€œ Jinja?? Lalu bagaimana?? β€œ tanya jessica penasaran β€œ Dia mencoba menjelaskan semua yang terjadi kemarin sore, tetapi aku tak menanggapinya dan segera pergi kesini β€œ jawab taeyeon yang kembali memandang wajah jessica. β€œ Sekarang bagaimana perasaanmu, huh? β€œ tanya jessica sambil mengelus bibir taeyeon dengan ibu jarinya lembut β€œ Molla.. β€œ jawab taeyeon sambil menggelengkan kepalanya. β€œ Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan sayang β€œ ucap jessica sambil menarik kepala taeyeon untuk masuk ke dalam pelukannya. β€œ Aku butuh energi baru untuk menyemangatiku hari ini, sica~ah β€œ rengek taeyeon dalam pelukan jessica β€œ Kau ingin penyemangat apa taeng? β€œ tanya jessica sambil melepaskan pelukannya dan menatap taeyeon, kemudian taeyeon menyeringai evil sambil melirik sekilas ke hadapannya tepat dimana dada jessica berada. β€œ Aku ingin.. β€œ. Jessica yang sudah tau kemana arah pembicaraan yeoja dihadapannya, segera memukul kecil bahu taeyeon. β€œ Byuntaeng! β€œ ucapnya sambil terkekeh

***

β€œ Shhh.. oohhh my! β€œ desah jessica ketika dirasakannya taeyeon menyesap kuat dadanya yang sudah tak berbungkus itu. taeyeon terlihat kehausan akan hal itu, bahkan mereka tak melihat keadaan mereka yang tengah melakukan hal itu diatas alat mesin fotokopi diruangan taeyeon. jessica terus mendesah tak karuan sambil sesekali menjabak rambut yeoja yag terus bergerilya didadanya atau pun sesekali menariknya agar tak cepat melepaskan apa yang sedang dilakukannya. β€œ Oh my gosh! Tae-eenngg β€œ. Kembali terdengar desahan jessica ditelinga taeyeon, ketika ia memainkan lidahnya didaerah kewanitaan jessica dengan kedua tangannya yang bebas bermain dibutt jessica. β€œ Ohh shit! β€œ ucap taeyeon ketika tak sengaja menekan salah satu tombol mesin fotokopinya, sehingga mesin itu mencetak butt jessica *LoL!

Sedangkan disisi lain, seseorang dengan mata yang berkaca-kaca. Ani.. bahkan orang itu sudah menangis dalam diamnya, terus memandangi kedua yeoja yang tengah melakukan hubungan intim diruangan tersebut. Tubuhnya bergetar hebat, air mata pun terus mengalir dari pelupuk matanya.

β€œ Apa yang telah kalian lakukan saat ini?! β€œ gumamnya sambil terus menggigit bibir bawahnya kuat-kuat

TBC

Well.. like what the named of title. β€œ Complicated! β€œ. Aku kembali hadir dengan membawakan ff yang gak kalah complicated! Kebayang kan kehidupan keempat tokoh diatas yang bener-bener rumit dibayangkan, baik taeyeon dan jessica.. disini keduanya benar-benar byun, terlebih like you know lah. Yang miris tiffany dan yuri hahaha..

Aku gak tau kelanjutan ff ini bakal dilanjut atau ngga, itu tergantung dari respon kalian semua, so.. see you later dan berharap ff ini berkelanjutan xixixi.. SAMPAI JUMPA ^^

72 comments

  1. tega bgt sih taengsic???

    apa mereka gk mikirin perasaan yulti??
    klo gtu dlu ngapain menikah coba klo hrs nyakiti pasangan msg2..
    ntar kena karma mewek lu..
    bsa2 yul sama fany jatuh cinta deh klo mereka ber2 sama2 disakiti pasangannya msg2..

  2. Aishhhh~
    nge NC mulu si taeng..udah sama jessica sama fany pula…Yurinya kapan???kasiankan Yuri sama fany diboongin sama taengsic..
    lanjut dah~

  3. Part 1 udah muter2 bikin mewekkkk gini. .
    Kasian pany am yul kalo gini mah. .hadeeeeeeeeehhhhh
    Taengsic malahh enak2an mulu hadoohhhhhhh

    #poorYulpany

    Semoga ttp taeny yulsic. .
    Jngn smpe ketukerrr heeeeehhh

  4. ughhh i hate taengsic πŸ˜’πŸ˜‘
    yah! tae lu serakah amat jdi orang jeti lu embat..
    huaaaa gua ga tega liat panny di duain sma tae thor, apalagi yul 😭
    awas nnti kena karma lu tae…
    oppanya panny gila harta euyyy….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s