(Chaptered) Everyone Love Her 18

Title : (Chaptered) Everyone Love Her 18

Author:Β Adelayn Tiffany

Genre: Yuri, romance, etc.

Main cast: Tiffany Hwang, Jessica Jung, Kim taeyeon, Kwon Yuri

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff iniπŸ˜„

***

Jessica pov

Setelah tiffany meminta semua keluar dari kamarnya, aku masih diam dikoridor depan kamarnya. Tentunya si sooyeon palsu ini juga masih berada disampingku, tak ada pembicaraan yang kami lakukan. Hening. Dia terlihat gelisah sambil menggigit-gigit jarinya.

β€œ Aissshhh! Kalau saja, kau membiarkan aku mengambil alih pekerjaanmu semuanya tak akan seperti ini! Kau tau?! β€œ teriaknya kesal. Cih, dia gila! Kalau saja ia tak mengaku-ngaku sebagai diriku justru itu lebih baik!

Aku menoleh dan menatap tajam matanya, membuatnya segera terdiam. Terdiam canggung dengan mengalihkan perhatiannya ke arah lain..

β€œ Wae? Bisa kau ulangi lagi, apa yang baru saja kau katakan sooyeon-ssi?? β€œ tanyaku dingin.

β€œ Kau!~.. β€œ. Dia menunjukku dengan tampang kesal, β€œ Menyebalkan! Lihat saja nanti! β€œ. Setelah mengatakan hal itu, dia segera pergi sambil menggerutu membuatku kebingungan. Aku tak mengerti jalan pikirannya, mungkin dia lelah. Aku tak peduli. Yang aku pikirkan adalah tiffany, karna tiffany belum sembuh total akibat ulang si sooyeon palsu itu kemarin.

β€œ Apa yang kau lihat? β€œ tanya yuri yang sudah berada dihadapanku, membuatku terkejut dan sontak melangkah mundur. β€œ Hey.. hey.. waegeurae? β€œ. Yuri mencoba menghampiriku dengan kebingungan.

β€œ Sejak kapan kau ada dihadapanku yuri-ssi? β€œ. Bodoh! Pertanyaan macam apa itu, jessica jung! Kegugupan mulai mendera diriku lagi, ketika yuri berada dihadapanku. Jantung ini berdegup kencang, bahkan kupikir suara degup jantung ini bisa saja terdengar olehnya. Membuat panas disekujur tubuhku naik.

β€œ Gwenchana? β€œ. Dia semakin mendekatkan dirinya lalu, menempelkan punggung tangannya dikeningku membuatku semakin gugup. β€œ O-omo.. kau benar-benar sedang tak baik-baik saja sica β€œ. Ucapnya sambil menarik tangan kananku.

Darah..

Ya tuhan, bahkan aku tak menyadari jika tangan kananku kini sudah mengeluarkan darah. Mungkin ini akibat dari mangkuk yang aku dan sooyeon jatuhkan sebelumnya.

β€œ Mani appo?? β€œ tanya yuri khawatir. Aku menatapnya, baru kali ini aku mendapat perlakuan yang cukup membuatku terdiam darinya. β€œ Kajja.. aku akan mengobati lukamu β€œ. Dia menarik tanganku, entahlah saat itu juga aku merasa terhipnotis dengan semua yang dilakukannya padaku. Bahkan sekarang, aku tidak menyadari bahwa aku sudah berada disebuah ruangan yang tak jauh besar dari kamar tiffany. Aku terdiam ditempatku berdiri, ketika yuri tengah sibuk mencari sesuatu didalam lacinya. Aku baru sadar, kalau aku sedang berada didalam kamarnya.

β€œ Heyy.. kau sedang menunggu apa?? β€œ. Ucapannya menyadarkanku kembali pada kenyataan. β€œ N-ne? β€œ. Sial! Wae aku tergagap menjawab ucapannya, aigoo..

β€œ Kemarilah sica, aku akan mengobatimu β€œ. Dia menepuk tempat tidurnya sambil tersenyum, sebenarnya ada apa denganku? Aku bagai tersihir dengan semua perlakuannya. β€œ Aigoo.. kau susah sekali jika diminta untuk datang padaku β€œ. Dia menarik lenganku lagi dan mendudukkan aku ditempat tidurnya, diikuti dengan dirinya. β€œ Kau tau, kau bisa saja terinfeksi jika tidak cepat-cepat mengobati lukamu ini perawat jung β€œ. Dia mengambil tangan kananku dan segera merawat lukaku dengan baik. Selama yuri mengobati lukaku, aku hanya bisa memandangnya. Aku baru lihat, keseriusan diwajahnya ketika merawat luka seseorang. Membuatku tak sadar, bahwa aku sedari tadi sudah tersenyum padanya.

β€œ Apa sekarang, kau sedang tersenyum padaku perawat jung? β€œ tanyanya, membuatku terkejut dan segera mengalihkan perhatianku pada yang lain. β€œ A-aniyoo.. β€œ. Aku gugup dengan wajahku yang kembali memerah. Kudengar, ia terkekeh tanpa mengalihkan pandangannya dari telapak tangan kananku.

***

Yuri pov

β€œ Jja~.. sudah selesai, bagaimana menurutmu? β€œ. Kutatap wajahnya yang kutau sedari tadi sica terus memandangiku. Aku tak mengerti juga jalan pikiranku, tiba-tiba merawatnya dengan baik. Ya.. memang seharusnya aku merawat lukanya itu, tak mungkin kalau aku harus berpura-pura tak melihat luka ditangan kanannya. Tapi, saat aku tau tangan kanannya tengah terluka sepertinya ia tak menyadarinya.

β€œ Sica.. β€œ. Aku memanggilnya dan dia masih tak bergeming.. setelah beberapa saat kemudian, β€œ Ahh.. mianne, terimakasih yuri-ssi β€œ. Akhirnya, ia tersadar dari lamunannya. Ada apa dengannya? Ia terlihat tidak baik-baik saja sama sepertiku yang sebenarnya begitu gugup berada didekatnya, baik wajahku atau pun wajahnya kini sama-sama memerah. Hening..

β€œ Apa yang sebelumnya terjadi? β€œ tanyaku pada sica. β€œ Tiffany marah β€œ jawabnya lemas, membuatku bingung. β€œ Apa yang terjadi? β€œ. Tanyaku sambil terus memandang dalam matanya. β€œ Aku dan sooyeon tak sengaja memecahkan mangkuk berisi bubur untuknya, pagi ini β€œ. Dia menundukkan kepalanya, lalu ku dengar nada suaranya terlihat bergetar. Apa dia mencoba menangis karna kejadian itu? mendengar suaranya bergetar seperti itu, membuatku tak nyaman. Ada perasaan yang gelisah, khawatir atau pun tak rela.

Kutelungkupkan kedua tanganku diwajahnya. Sikapku kini benar-benar tak bisa ku mengerti oleh diriku sendiri. aku hanya benar-benar tak bisa melihatnya seperti itu dihadapanku. β€œ Semua akan baik-baik saja β€œ. Aku berucap sambil tersenyum padanya. Matanya benar-benar berkaca-kaca sekarang, lalu ia mengangguk. β€œ Kemarahan fany jangan sampai kau masukkan ke dalam hati, semua akan baik-baik saja. Percayalah padaku β€œ. Aku menghapus air mata yang kini sudah keluar dari pelupuk matanya. Dia mengangguk dan tersenyum tipis padaku, membuatku lega. Suasana kembali hening, sungguh lebih hening dari sebelumnya. Kami saling berpandangan satu sama lain. Kurasakan jantungku berdetak semakin kencang hingga sulit ku kendalikan, hingga tak terasa aku mendapatkan kekuatan yang hebat. Mendekatkan wajahku padanya. Semakin dekat, dekat dan.. menciumnya. Tak lama kemudian, sica mendorongku kasar.

Plakkk..

Ia menamparku.

β€œ Kau! Yeoja macam apa kau itu?! β€œ. Sica beranjak dari sampingku dan berlari meninggalkanku. Dan aku disini hanya bisa terdiam sambil memegang pipiku yang begitu linu mendapat tamparan darinya.

β€œ Mianne sica~ah, sepertinya.. aku sudah jatuh cinta padamu β€œ

***

Tiffany pov

Setelah dia yang menyebabkan aku terjatuh ke kolam renang dan merebut sarapanku hari ini, apalagi yang akan dia lakukan padaku?? Aku sudah cukup baik terhadapnya, apa yeoja itu tak memiliki pikiran yang lebih rasional dari ini? Kontroversi hati!

Hening..

Aku baru sadar, kalau kini jessica tak ada disampingku. Aku juga baru sadar, kalau aku baru saja membentak semua orang yang tadi berada dikamarku. Entahlah, yeoja yang mengaku sooyeon itu benar-benar membuat emosiku naik setengah mati. Baru saja ia meminta maaf padaku tentang perlakuannya, sekarang dia melakukan kesalahan lagi. tidakkah dia menyadari, kalau perlakukannya merugikan banyak orang?! Dan sesulit itukah sooyoung mencari tau kebenaran tentang yeoja itu?

Aku juga jadi merasa bersalah pada jessie, sooyoung dan beberapa pelayanku pagi ini. Membuatku frustasi..

Aku mengacak-acak rambutku dengan frustasi, menghela nafas panjang dan segera meraih ponselku di atas meja samping tempat tidur. Lalu, kulihat beberapa email masuk dan aku segera membukanya.

Stephany hwang..

Bertemulah sekali lagi denganku. Aku menjamin perkembangan perusahaanmu akan semakin pesat jika kau menggunakan jasa perusahaanku. Dan kau akan menyesal nantinya jika menolak tawaranku ini! Oya, kudengar kau terjatuh ke kolam renang. Lain kali, hati-hati nona hwang.

~ Kwanghee

Terjatuh dari kolam renang?? Bagaimana ia tau, kalau aku terjatuh ke kolam renang?? Cih! Orang ini kembali mencoba memenangkan tender dengan cara licik. Dia pikir, aku takut dengan ucapannya?? Jangan harap!!

Aku mengabaikan emailnya. Menekan beberapa angka pada ponsel layar sentuhku untuk menghubungi seseorang.

β€œ Y-yeoboseyo? β€œ. Isakan tangis dan suara yang bergetar kudengar dari seberang sana, membuat keningku berkerut.

β€œ Jessie? gwenchana? β€œ

β€œ N-ne? Gwenchana, w-waeyo? β€œ. Sepertinya ada yang tak beres terjadi padanya, membuatku khawatir.

β€œ Bisakah kau ke kamarku? aku membutuhkanmu β€œ

β€œ Ahh.. ne, apa kau merasa sakit lagi?? β€œ. Suaranya kini terlihat mengkhawatikanku, membuatku tersenyum.

β€œ Gwenchanayo, datanglah.. aku menunggumu β€œ

β€œ Ne.. β€œ

Klik..

Tak lama kemudian, aku mendengar suara langkah kakinya yang tenang. Kupejamkan mata ini untuk menikmati tiap hentakan kakinya ke lantai. Tenang dan berhasil membuatku gugup. tempat tidurku bergerak, merasakan kehadirannya disampingku.

β€œ Gwenchana? β€œ tanyanya khawatir sambil mengelus lembut pipiku, membuatku tersenyum dan membuka mataku. Namun, pandanganku terhenti begitu melihat tangan kanannya yang dibalut oleh perban. β€œ Chankmann, jessie~~ ”. aku meraih tangan kanannya hati-hati. β€œ Y-yahh.. waeyo? β€œ. Ia mencoba menarik tangan kanannya dariku, tetapi aku berhasil menahannya. β€œ Yyahhh.. appo β€œ. Ia meringis dan terus mencoba menarik tangannya dariku. β€œ Waegeurae? β€œ. Aku menatapnya untuk menunggu jawaban atas pertanyaanku tadi. Namun, jessie diam. β€œ Kau menangis? β€œ. Aku menelungkupkan kedua tanganku diwajahnya. Memandangnya dalam, menatap matanya yang sendu dan kecewa. Aku tak bisa melihatnya seperti ini, dengan cepat aku memeluk tubuhnya.

Kurasakan sesuatu yang aneh terjadi padanya.

Harum tubuhnya yang berbeda,

seperti ada harum tubuh lain yang tertinggal ditubuh jessie.

dan harum tubuh yang lain ditubuh jessie ini sangat familiar bagiku.

Seperti harum tubuh yuwrie..

Namun dengan cepat, ku halau pikiran negatifku terhadapnya. Memeluknya semakin erat sambil mengelus punggungnya untuk menenangkannya.

Hening..

Hanya bunyi kicauan burung bernyanyi pada saat itu.

β€œ Mianne.. β€œ. Aku mengelus rambutnya lembut sambil sesekali mengecup pangkal kepalanya. dia menggeleng sambil terus menenggelamkan kepalanya ditekuk leherku. β€œ Seharusnya, aku yang meminta maaf padamu tiff β€œ. Ia semakin mengeratkan pelukan padaku. Ini membuatku bingung..

β€œ Apa yang sebenarnya terjadi? β€œ. Aku melepaskan pelukanku darinya lalu, menatap matanya dalam.

β€œ Obsseo.. β€œ. Ia tersenyum tipis. Tersenyum yang terlihat dipaksakan, aku tak menyukai senyuman itu. β€œ Ada apa denganmu dan tanganmu, sayang? β€œ. Aku meraih tangan kanannya, mengecupnya lembut dan menyimpan tangan kananya dipipiku. β€œ Hanya tergores serpihan kaca β€œ. Jessie tersenyum. Kali ini, ia tersenyum tulus dan manis. β€œ Karna mangkuk bubur itu, bukan? β€œ. Aku mengkhawatirkannya, sungguh.. β€œ Gwenchanayo sayang.. jjaa~ kau harus kembali istirahat β€œ. Ia membantuku untuk merebahkan kembali tubuhku yang sebelumnya tetap terduduk dengan bersandar pada sandaran tempat tidur. β€œ Jessie.. β€œ. Aku memanggilnya, begitu ia mencoba untuk beranjak dari sisiku. Ia menoleh dan menatapku dengan raut wajah kebingungan. β€œ Pulanglah, kau harus beristirahat β€œ. Pintaku, ia tersenyum dan kembali mengelus pipiku lembut. β€œ Kau mengusirku? β€œ. Dia menatapku bingung. β€œ Ani.. hanya saja, aku tau kau kurang tidur setelah semalaman menjaga diriku. Jadi aku ingin, kau pulanglah dan beristirahat β€œ jelasku. β€œ Kau tenang saja, tiff.. aku sama sekali tidak seperti apa yang kau katakan. Aku akan tetap disini β€œ. Ia menggenggam tanganku erat sambil tersenyum. β€œ Kalau begitu, bisakah kau tetap disampingku? Setidaknya sampai aku tertidur pulas didalam pelukanmu β€œ. Jessie kembali tersenyum tulus dan sangat manis. β€œ Anything for you, tiff β€œ. Jessie segera memposisikan tubuhnya disampingku lalu, memelukku erat. β€œ Tidurlah β€œ. Jessie mengelus kepalaku lalu mencium keningku lembut. hangat dan nyaman, hingga berhasil membuatku tertidur pulas.

***

Author pov

Yuri termenung didalam kamarnya, memandang keluar jendela. Seharian ini dirinya memutuskan untuk berdiam diri dikamarnya. Terlebih, setelah apa yang sudah ia lakukan pada jessica. menciumnya tanpa permisi. Padahal, ia baru tersadar kalau ia sudah jatuh cinta pada perawat jessica jung. Tapi, ia membuat kesalahan.

Sama halnya dengan jessica yang masih terus memeluk tubuh tiffany. Memeluknya erat sambil mengelus kepala yeoja pemilik eye smile itu tanpa henti. Sesekali mengecup pangkal kepalanya dan kembali mengelusnya, membuat pemilik eye smile itu merasa sangat nyaman. Namun, tanpa tiffany ketahui… kini jessica tengah dilanda kekecewaan terhadap yuri. orang yang telah mencium bibirnya tanpa permisi. Jessica memandang wajah tiffany yang terlihat damai dalam tidurnya, β€œ Stephany.. yuri baru saja menciumku β€œ. Jessica berucap dengan suara yang bergetar. β€œ Aku tak menyangka, ia akan melakukan hal itu padaku. Aku tak mengerti apa maksudnya tapi, aku benar-benar gugup saat berada didekatnya β€œ. Jessica mengecup pangkal kepala tiffany. β€œ Aku merasakan kecewa padanya namun, disisi lain ada perasaan yang tak bisa ku mengerti tentang perasaanku saat aku bersamanya. menurutmu, apa aku sudah jatuh cinta padanya? β€œ. Hening.. β€œ Jika aku jatuh cinta pada yuri.. bagaimana denganmu? β€œ sambungnya.

***

Yuri keluar dari kamarnya setelah mendapat panggilan dari seseorang, ia terlihat terburu-buru. Yuri berlari melewati paviliun ruang tengah atas dan menemukan sooyoung, seohyun dan yoona tengahΒ  bercanda tawa.

β€œ Soo.. β€œ. Merasa dirinya terpanggil, sooyoung menoleh pada yuri. β€œ Ne? β€œ. Yuri menghampiri sooyoung sambil menggunakan blazernya. β€œ Aku akan bertemu klien diclub, jika ada sesuatu yang penting menyangkutku. Hubungi aku β€œ. Sooyoung menganggukkan kepalanya, meskipun jauh didalam kepala dan isi hatinya ia bingung dengan perkataan yuri. β€œ Hyunnie, yoong.. eonnie pergi dulu β€œ. Yuri berpamit dan segera melangkahkan kakinya meninggalkan ketiga yeoja tersebut.

β€œ Bertemu klien diclub?? Apa bisa seperti itu, eonnie? β€œ tanya seohyun kebingungan pada sooyoung. Sooyoung membenarkan ucapan seohyun, rasanya sangat aneh jika bertemu klien di club. Karna selama sooyoung bekerja untuk tiffany dalam hwang grup, tiffany tak pernah bertemu dengan klien disebuah club sepenting apapun itu.

***

Yuri pov

Aku melangkahkan kaki keluar rumah dan segera melajukan mobilku ke jalan raya. Aku baru sadar, kalau aku sudah memiliki janji dengan seorang klien bernama kwanghee. Aku memang belum pernah bertemu dengannya sebelumnya, karna jadwalku yang padat. Tapi, aku telah mempelajari proposal yang ia kirim padaku. Kulihat, ia ingin sekali memenangkan tender proyek yang aku buat. Lagipula, ketika aku mendengar tempat dimana kita bertemu.. aku segera menyetujuinya, mengingat kalau aku tengah dilanda kebingungan saat ini. Selama diperjalanan, pikiranku tak berhenti memikirkan sica. Kejadian aku yang menciumnya saat itu terus berputar dikepalaku. Memutar ulang tangannya yang mendarat tepat dipipiku yang kurasa masih begitu linu untuk dirasakan.

30 menit kemudian, aku telah sampai didepan club didaerah gangnam. Cukup mewah dan ramai. Beberapa namja bertubuh besar menjaga pintu masuk club tersebut, membuatku sedikit bergidik ngeri. Kutarik nafas dalam-dalam, merapikan kemejaku dan berjalan memasuki club tersebut dengan santai.

Hingar bingar terdengar sangat keras ditelingaku, aku tersenyum setelah berada didalam club ini. Aku baru sadar, kalau aku sudah lama tak masuk ke tempat seperti ini. Tempat yang biasa menjadi pelarianku ketika aku tengah sedih, gundah seperti saat ini. Kulihat situasi yang terjadi dihadapanku, beberapa orang tengah asyik dengan dunia mereka sendiri. beberapa orang ada yang dengan santai melakukan adegan liar disudut-sudut ruangan, membuatku tersenyum tipis dan melanjutkan kembali untuk melangkahkan kakiku. Tiba-tiba, seseorang menepuk bahuku dan dengan sekejap aku menoleh ke arahnya. Seorang namja yang cukup tinggi, berambut pirang dengan senyuman yang cukup baik.

β€œ Apa kau yuri-ssi? β€œ tanyanya ragu sambil tersenyum. β€œ Ne, aku yuri. nuguseyo? β€œ. Tanyaku balik, kulihat ia memperlihatkan kegirangannya. β€œ Sudah kuduga, kau pasti yuri-ssi. Aku kwanghee, senang bertemu denganmu β€œ. Ia berucap girang sambil menyodorkan tangannya dihadapanku. Aku pun tersenyum dan menjabat tangannya. β€œ Kalau begitu, kau bisa ikut aku β€œ. Dia menarik lenganku dan membuatku mengikuti langkahnya ke suatu ruangan. β€œ Silahkan duduk β€œ. Aku duduk dihadapannya, kulihat ia sendiri. β€œ Kau sendiri? β€œ tanyaku. β€œ Tentu saja, memangnya aku harus bersama siapa? β€œ. Dia terkekeh sambil mengisi gelas kosong dengan sebuah minuman bening yang kutau itu ada minuman beralkohol. β€œ Untukmu β€œ. Ia menyodorkan gelas itu padaku, membuatku tak bisa menolak gelas yang sudah ia berikan padaku. Aku tak meminumnya. β€œ Oh ya, aku minta maaf karna telah mengajakmu bertemu tempat seperti ini untuk membicarakan pekerjaan β€œ. Sesalnya, membuatku tertawa kecil. Keadaannya santai, sangat santai hingga tak sampai beberapa menit aku sudah merasa bisa beradaptasi dengannya. Orang yang terlihat easy going dan memiliki humor yang tinggi, membuatku tak sadar telah meminum minuman beralkohol yang sebelumnya hanya aku pegang. Kami sedikit bercanda lalu, kembali membicarakan tentang pekerjaan. Tentang tender dan lain-lainnya, mendengar penjelasan yang membuatku semakin yakin dan percaya padanya bahwa perusahaanku akan berkembang sangat pesat jika bekerja sama dengan perusahaannya. Tetapi, selama perbincangan yang kami lakukan.. kami tak berhenti untuk minum. Hingga kurasa hawa panas menguasai tubuhku, pandanganku memburam. Ucapanku pun kian merancau tak jelas, sesekali membuatnya terkekeh.

***

Author pov

β€œ Begitulah yuri-ssi, aku bisa saja mengangkat perusahaanmu setinggi langit β€œ. kwanghee berucap setelah meneguk habis minumannya. β€œ Bagaimana menurutmu, yuri-ssi? β€œ. yuri terdiam, dirinya tengah mencoba memperjelas penglihatannya. Yuri sudah benar-benar mabuk sekarang. β€œ Yuri-ssi?? Apa kau baik-baik saja? β€œ. Kwanghee menatap yuri bingung, namun didalam hatinya kwanghee merasa puas dengan apa yang ia lihat saat itu juga. β€œ A-ahh.. n-ne, sic-ca.. β€œ jawab yuri tak sadar. Membuat kwanghee terkejut dan disisi lain, tersenyum evil. β€œ Sepertinya, kau sedang ada masalah. Bisa kutau? β€œ. Kwanghee memancing yuri, dia tau kalau yuri tengah memanggil perawat yang bekerja untuk tiffany. β€œ A-aahh.. k-kau benaarrr! Aku.. se-dang jatuh cinta! Tapi, aku melakukan kesalahan padanya β€œ. Kwanghee semakin terkekeh melihat kebodohan seorang yeoja dihadapannya. β€œ Biar kutebak, apa yeoja itu bernama jessica? β€œ. Yuri mengangguk mantap sambil memperlihatkan ibu jarinya. β€œ Ahhh.. aku mengerti. Lalu, bagaimana dengan proyeknya? Apa kau setuju?? β€œ. Kwanghee mencoba memasang kupingnya sedekat mungkin pada yuri, berharap mendapatkan jawaban yang ia harapkan. Ketika yuri, mencoba menjawabnya. Tiba-tiba, pintu terbuka dengan kasar.

Brakk!!

β€œ Tiffany-ssi β€œ panggil kwanghee terkejut. Setelah itu segurat senyuman evil terlukis diwajahnya. Tiffany segera menghampiri yuri yang tengah tertawa tak jelas karna mabuk. β€œ Apa yang kau lakukan pada kakakku?! β€œ. Tiffany berteriak cukup keras, hingga memenuhi ruangan tersebut. β€œ Akhirnya, kita bertemu juga nona besar. Sungguh sulit aku menemuimu, akhirnya kau datang juga β€œ. Kwanghee terkekeh sambil menyuguhkan sebotol minuman lagi. β€œ Duduklah sebentar dan nikmati situasi ini β€œ ucap kwanghee, membuat tiffany menggelengkan kepalanya. β€œ Micheosseo!! Kau pikir, kau bisa mendapatkan apa yang kau mau dengan memanfaatkan kakakku, eoh?! Tidak akan kwanghee! Kau sangat picik! β€œ. Ucapan tiffany sangat masuk ke dalam hati kwanghee. Membuat kwanghee beranjak dari tempatnya dan menggeram. β€œ Jaga bicaramu nona hwang! apa yang kau maksud picik?! Justru seseorang yang dekat denganmulah yang perlu kau bilang picik! β€œ ucap kwanghee yang berhasil membuat kening tiffany berkerut. β€œ Apa maksudmu?! β€œ. Kwanghee tersenyum evil. β€œ Aku akan memberitahumu, jika kau menyetujui proposalku β€œ jawab kwanghee puas. β€œ Jangan harap! β€œ. Tiffany membopong tubuh yuri untuk keluar dari ruangan tersebut. β€œ Nona hwang! β€œ. Kwanghee berhasil menghentikan langkah tiffany dan membuat tiffany menoleh padanya. β€œ Aku tak main-main dengan ucapanku! β€œ ancamnya, membuat tiffany berdecih. β€œ Kau pikir aku takut?! Jangan harap kwanghee!! β€œ jawab tiffany yang segera meninggalkan ruangan tersebut.

β€œ Sial!! Lihat saja, tak lama lagi kau akan mendapatkan masalah yang sangat besar! β€œ batin kwanghee sambil mengepalkan kedua tangannya.

***

Tiffany membawa yuri masuk ke dalam mobil sportnya. Memasang seat belt untuk yuri dan dirinya.

β€œ Enghh.. sica-ah.. β€œ. Yuri merancau, membuat tiffany terdiam tak mengerti. β€œ Kita akan pulang, yul β€œ. Tiffany segera menyalakan mesin mobilnya. β€œ Kajima~.. sica-ah β€œ. Lagi-lagi, yuri merancau tak jelas. Tiffany menyernyitkan alisnya disepanjang jalan. Yuri tak berhenti merancau saat diperjalanan pulang. Kadang yuri bernyanyi-nyanyi dengan mengubah lyric lagunya menjadi nama jessica seluruhnya. Hingga membuat tiffany frustasi dan menghentikan mobilnya. β€œ Aishh.. ada apa denganmu, yul?? β€œ tanya tiffany kesal. β€œ Yyahh.. lajukan mobilmu, fany~ah β€œ rengeknya, namun tiffany tetap diam dan memandang kakaknya tajam. Sekali lagi, yuri tertawa kecil. β€œ Apa kau tak tau?? β€œ. Yuri bertanya disela-sela tawanya. β€œ Perawatmu, benar-benar menggemaskan! β€œ. Yuri menepuk tangannya girang, membuat tiffany memutar bola matanya dan kembali melajukan mobilnya. β€œ Aku sudah tau, jessie menggemaskan. Pabo! Kau benar-benar sudah mabuk berat yul β€œ. Tiffany terus berkonsentrasi mengemudikan mobilnya.

Tak lama kemudian, mereka pun sudah sampai dikediaman hwang. tiffany mematikan mesin mobilnya. Melepas seatbeltnya namun, ketika ia akan melepaskan seatbelt milik yuri. yuri terbangun dan mengejutkan tiffany dengan menggenggam tangan dongsaengnya erat. β€œ Yyah! Waegeurae?? β€œ. Tiffany terkejut dan mencoba melepaskan genggaman tangan yuri. β€œ Yahh! Bukankah kau ingin tau, wae aku seperti ini. Huh? β€œ ucap yuri. β€œ Kau tau.. β€œ sambungnya. β€œ Aku tak tau yul, yang ku tau. Kalau kau tengah mabuk β€œ jawab tiffany yang sudah membuka seatbelt yuri. tiffany membuka pintunya dan mencoba keluar dari mobilnya. β€œ Aku sedang jatuh cinta β€œ. Ucapan yuri berhasil menahan tiffany untuk beranjak dari kursinya. β€œ Jatuh cinta pada perawatmu… jessica jung β€œ.

Deg..

Tiffany menoleh ke arah yuri. ia terdiam mendengar apa yang telah keluar dari mulut kakaknya. Lalu, tiffany terkekeh. β€œ Kau sedang mabuk, yul β€œ. Tiffany kembali mencoba keluar dari mobilnya. β€œ Kau tau fany~ah, kakakmu ini seorang pecundang yang tak bisa berterus terang mencintai seseorang. Hanya dengan seperti ini, aku bisa mengungkapkan semuanya β€œ. Nada suara yuri kini, terdengar serius. Tiffany keluar dari mobilnya, menutup keras-keras pintunya. Matanya berkaca-kaca, tubuhnya bergetar mendengar ucapan yuri.

Lalu, tiffany mengambil ponselnya dan menekan beberapa tombol untuk melakukan panggilan.

β€œ Yuri didalam mobilku soo, bawa dia ke dalam kamarnya. Dia tengah mabuk β€œ. Setelah mengatakan hal itu, tiffany memutuskan panggilannya. Ia berjalan menghampiri mogenya yang terparkir tak jauh darinya. Dinyalakannya mesin motornya tersebut dan segera melajukannya ke jalan raya.

***

Tiffany pov

Aku sampai dikantorku, duduk dikursi kerja sambil mengalihkan pandanganku keluar jendela. Mengingat semua yang aku dengar hari ini. Aku mendengar semua ucapannya. Semua ungkapan perasaan jessie saat aku berpura-pura tertidur didalam pelukannya. Jadi itu masalahnya, mengapa wajahnya ditekuk dihadapanku. Aku juga tak menyangka, yuri telah mencium jessie. yuri pabo! Bisa-bisanya dia mencium jessie tanpa mengutarakan perasaannya yang jelas padanya, tentu saja itu membuatnya terkejut. Seharusnya kau berhenti bersikap layaknya pecundang yang tak bisa mengutarakan perasaanmu, kau bukan anak kecil lagi. dan berhentilah mengutarakan perasaanmu dengan cara mabuk-mabukan. Jika orang tolol kwanghee itu mendengar ocehanmu ini, bisa saja ia semakin memanfaatkanmu! Aigoo.. wae kau pabo sekali, jika sudah merasakan jatuh cinta seperti ini?? Untung saja tak lama jessie meninggalkanku untuk pulang. Aku bangun dan menemukan sooyoung, hyunnie dan yoona dipavilun tengah. Mereka memberitahuku kalau kau pergi ke club untuk bertemu seorang klien, dari situ perasaanku sudah tak tenang. Hal ini sudah aku duga, demi apa yang ingin dicapai orang tolol itu. dia bisa saja melakukan cara lain untuk mendapatkan proyek itu.

Mengingat yuri dan jessie, membuatku tersenyum. Hubungan masa kecil mereka layaknya anjing dan kucing ternyata, kini menimbulkan perasaan yang kedua dari mereka sulit mengartikannya. Yuri memang telah jatuh cinta pada jessie, tetapi jessie belum menyadarinya atau bahkan ia sudah menyadarinya hanya saja ia masih belum yakin atas perasaannya pada yuri. Lalu bagaimana dengan perasaanku??

Ahh.. Mollayo.. aku tak tau, perasaan gugup masih aku rasakan saat bersamanya. tak pernah sekalipun, aku muak berada disampingnya. Justru, jessie membuatku semakin nyaman berada disisinya. Menghiasi hari-hariku yang sebelumnya hampa tanpa kehadirannya. Sedih kurasakan setelah mendengar ungkapan keduanya, tetapi disisi lain.. aku menyayangi mereka.

Tiffany pov

***

Author pov

β€œ Shhh.. β€œ. Tiffany mengerang sambil memegangi perutnya. Semalaman ini tiffany tak berhenti bekerja diruangannya, membereskan semua pekerjaannya yang sempat tertunda karna kesehatannya. Dirinya begitu asyik dengan dunianya sendiri hingga tak terasa sudah ada ribuan miscall yang masuk ke dalam ponselnya yang dibiarkan bergetar begitu saja di atas meja.

β€œ Yyahh! Tiffany hwang! β€œ. Yeoja pendek berambut blonde itu sudah berdiri dihadapan tiffany sambil berkacak pinggang. Tiffany mendongakkan kepalanya untuk menatap yeoja yang sudah berdiri dihadapannya. segurat senyuman bodoh tersungging diwajah pemilik eye smile tersebut. β€œ Sunny~ah β€œ. Tiffany memanggilnya girang sambil menarik tangan sunny. β€œ Kau mengkhawatirkanku! Aku sudah berkali-kali menghubungimu, pabo! Aku pikir keadaan kesehatanmu semakin menurun. Setelah kulihat ternyata kau tengah asyik dengan dunia kerjamu yang gila itu! β€œ. Sunny mengomel membuat tiffany menutup telinganya rapat-rapat. β€œ Yahh! Dengarkan aku! β€œ ucap sunny sambil mencoba melepaskan kedua tangan tiffany dari telinganya. β€œ Geumanhae.. bogoshippo.. β€œ. Tiffany memeluk pinggang sunny erat, hal itu membuat sunny kebingungan sambil memandang kepala tiffany yang sudah tersembunyi didepan perutnya. β€œ Waegeurae? β€œ. Sunny menyadari ada yang tak beres terjadi pada sahabatnya. Namun, jawaban yang didapat hanyalah gelengan mantap dari tiffany. Sunny mengelus kepala tiffany lembut, membiarkan pemilik eye smile tersebut terus memeluknya. Sunny sungguh sudah mengenal tiffany, sesuatu tengah terjadi pada sahabatnya itu. hening.. yang terdengar hanyalah percikan air dari akuarium besar diruangan tiffany. β€œ Sunny~ah β€œ. Tiffany memanggil sahabatnya ditengah pelukannya yang masih melingkar sempurna. β€œ Hmm? Gwenchana? β€œ. Sunny menundukkan kepalanya untuk menatap kepala tiffany yang masih tenggelam dalam pelukannya itu. β€œ Perutku sakit β€œ. Tiffany merengek sambil semakin mengeratkan pelukannya pada sunny. β€œ Jinjayo?? Perlukah kita pergi ke rumah sakit? β€œ. Sunny terlihat khawatir, ketika melihat rengekan tiffany seperti ini. Karna tiffany tak biasanya merengek kesakitan seperti ini padanya. β€œ Andwe.. aku tak mau pergi ke sana β€œ jawab tiffany sambil mendongakkan kepalanya untuk menatap sunny. β€œ Kau berkeringat, fany~ah.. kajja. Sebaiknya, kau rebahkan tubuhmu terlebih dahulu disofa β€œ. Sunny membantu tiffany untuk beranjak dari tempatnya, memapah sahabatnya hingga sofa yang tak jauh dari mereka. β€œ Tidurlah dipangkuanku β€œ. Sunny menepuk pahanya yang sudah tersedia dengan bantal yang bisa membuat tiffany merasa nyaman. Tiffany pun, mengangguk sambil segera merebahkan tubuhnya. Kepalanya dibiarkan tersimpan dipangkuan sunny. Dipejamkanlah matanya. β€œ Mani appo? β€œ. Sunny meraih tangan tiffany yang berkeringat dingin. β€œ Appo.. β€œ. Tiffany meringis kesakitan. Tanpa diminta, sunny langsung mengelus perut tiffany yang sakit. Mengelusnya pelan dengan tangan kirinya yang dibiarkan mengelus kepala tiffany lembut.

β€œ Sakit maagnya kembali kambuh β€œ batin sunny yang terus memandangi wajah tiffany yang terpejam dipangkuannya

***

β€œ Shhh… β€œ. Jessica meringis dalam tidurnya, membuat taeyeon yang tengah membaca bukunya diruang tengah harus menengok ke arah yeoja yang sudah tertidur dipangkuannya. β€œ Sica~ah.. β€œ. Taeyeon memanggil jessica, mencoba membangunkan tidurnya. Namun, dengan cepat diurungkan kembali niat untuk membangunkan jessica. Jessica mengeluarkan banyak keringat dari tubuhnya. Taeyeon menempelkan punggung telapak tangannya dikening jessica, membuat taeyeon terkejut. β€œ Kau demam sica~ah β€œ. Taeyeon segera menggendong tubuh jessica ke dalam kamar pemilik ice glare itu, merebahkannya di atas tempat tidur. Kembali keluar mengambil pengompres didekat pantry dan kembali lagi ke sisi jessica. β€œ T-taeng.. β€œ. Jessica mengigau, memanggil taeyeon lirih. β€œ Stephany.. β€œ. Taeyeon menghentikan gerak tangannya ketika mendengat igauan jessica. ia langsung menggenggam tangan jessica erat. β€œ Apa kau sedang ada masalah? β€œ. Taeyeon memandang jessica dengan perasaan iba. Mungkin mendengar igauan yang keluar dari mulut jessica dengan memanggil nama selainnya masih bisa ia terima, tetapi melihatnya tersiksa seperti itu dihadapannya. membuatnya sakit..

Taeyeon segera menempelkan handuk basah dikening jessica. β€œ Engghhh.. β€œ. Jessica kedinginan, membuat taeyeon menaikan selimut tebal pada tubuh jessica hingga menutupi lehernya.

***

Drrtt.. drrttt…

Ponsel tiffany bergetar, membuat sunny yang masih memandangi wajah tiffany yang sudah tertidur pulas dipangkuannya mengalihkan perhatiannya pada ponsel yang tergeletak dilantai. Tiffany tak sengaja menjatuhkan ponselnya. Sunny mengambil ponsel tersebut dan membaca siapa pemanggil tersebut.

β€œ Yuri.. β€œ gumam sunny. Baru saja sunny akan menerima panggilan tersebut, ponsel tiffany berhenti bergetar. Tak lama kemudian, giliran ponsel sunny yang berdering. Sunny menerima panggilan tersebut setelah melihat nama yang tertera dilayar ponselnya.

β€œ Yeoboseyo? β€œ

β€œ … β€œ

β€œ Ne.. aku sedang berada dikantor tiffany β€œ

β€œ … β€œ

β€œ Dia baru saja tertidur, tadi ia mengeluh perutnya sakit. Sepertinya maagnya kambuh β€œ

β€œ … β€œ

β€œ Ne.. β€œ

Klik..

Sunny menghela nafas panjang sambil meletakkan kembali ponsel tiffany dan dirinya diatas meja. Ia mengelus lembut kening tiffany yang berkerut.

β€œ Bermimpi buruk, huh? β€œ gumam sunny. β€œ Berhentilah menutupi semua kesakitan yang tengah kau rasakan fany~ah, berhentilah memperlihatkan bahwa kau baik-baik saja. Aku tau, sesuatu tengah terjadi padamu. Aku ingin menjadi sahabat yang berguna untukmu, jebal.. β€œ. Sunny menghapus air mata yang jatuh dari sudut mata tiffany. Mengecup kening sahabatnya penuh perasaan dan kembali mengelus kepalanya.

***

Jessica pov

Kurasakan matahari menyilaukan penglihatanku. Setelah pandanganku terasa jelas, aku beranjak duduk dan terkejut begitu menemukan taeng yang tertidur disampingku. Menelungkupkan kedua tangannya untuk menjadi penompang kepalanya. β€œ Taeng.. β€œ. Aku menggoyangkan tubuhnya pelan. β€œ Ne? β€œ. Dengan cepatnya ia bangun, berbeda jauh sekali sepertiku yang sulit dibangunkan. β€œ Bagaimana keadaanmu? β€œ. Ia terlihat khawatir. Aku segera menepis tangannya yang mencoba menyentuh keningku. β€œ Waeyo? β€œ tanyaku bingung. β€œ Semalam kau demam, biarkan aku memeriksa kondisimu β€œ. Ia segera menempelkan punggung tangannya dikeningku. β€œ Masih sedikit demam β€œ gumamnya. β€œ Aku tak apa-apa, taeng.. β€œ. Aku tersenyum padanya, membuatnya terdiam kaku. β€œ Wae? β€œ tanyaku bingung. Ia menggelengkan kepalanya. β€œ Lebih baik, hari ini kau beristirahat dulu dirumah. Aku pikir, tiffany juga pasti akan mengizinkanmu untuk istirahat hari ini β€œ. Ia mengelus pipiku lembut, membuatku tersenyum senang. β€œ Aku baik-baik saja, semua ini berkatmu. Gomawo.. β€œ. Aku memeluknya, membiarkan kami berpelukan cukup lama. Ia mengelus rambutku lembut, membuatku nyaman. β€œ Waeyo? gwenchanayo? β€œ tanyanya. Aku menggelengkan kepalaku dan semakin mengeratkan pelukanku padanya. β€œ Aku tau sica~ah, kau masih belum mau cerita padaku? β€œ. Aku terkejut dan segera melepaskan pelukan. β€œ Apa yang kau tau?? β€œ. Ia tersenyum dan mencubit hidungku. β€œ Pabo! β€œ. Ia menjulurkan lidahnya, beranjak dari sisiku dan berjalan keluar kamar. β€œ Yyahh! Jelaskan apa maksudmu! β€œ. Aku mengejarnya, memberikan back hug ketika kami berada didepan pantry. Mendengar kekehannya, membuatku bingung. Tangannya semakin lihai, memainkan alat-alat dapur dengan beberapa bahan dihadapannya. β€œ Taeeeng.. apa yang kau tau?? Katakan padaku β€œ. Aku merengek sambil terus memeluknya dari belakang. β€œ Kau itu payah sekali, hanya karna masalah cinta kau bisa sampai demam seperti semalam β€œ.

Cinta?? Kenapa tiba-tiba, dia membicarakan soal cinta??

β€œ Yyahh! Bahkan kau belum pernah merasakan cinta, bagaimana kau bisa mengatakan hal itu taeng β€œ. Aku menggodanya sambil terkekeh. Sekilas, ia melirikku lalu kembali terkekeh. β€œ Wae?? Wae kau malah tertawa? β€œ tanyaku kesal. β€œ Lepaskan pelukanmu, seseorang tengah memperhatikan kita sica~ah. kalian bisa salah faham nanti β€œ.

Kata-katanya, membuatku bingung. β€œ Apa maksudmu taeng?? Selama ini, kita hanya tinggal berdua β€œ tanyaku bingung. β€œ Tidak dengan semalam, sica~ah. lepaskan ppali.. β€œ jawabnya. β€œ Apa sih maksud~.. β€œ. Kubalikkan tubuhku setelah melepaskan back hug dari tubuh taeng. Aku melihatnya.. melihat orang yang memenuhi pikiranku dengan kehadiran dirinya. Kwon yuri..

***

Yuri pov

Sekejap.. kami saling bertukar pandang.

Mata kami bertemu, kulihat wajahnya memerah.

Dan kegugupan kembali aku rasakan.

Wajahnya terlihat masih pucat setelah semalam kulihat keadaannya membuatku merasa ikut merasakan kesakitannya, ini semua karnaku.

β€œ Kalian tak saling menyapa?? β€œ. Suara taeyeon menyadarkanku dari kenyataan, bahwa sedari tadi tak ada percakapan atau sapaan yang keluar dariku ataupun sica. β€œ Kalia tak mungkin tak saling mengenal bukan? β€œ. Gestur pembicaraanya terlihat tengah menggodaku atau pun sica, membuatku semakin gugup. β€œ Apa yang kau lakukan disini, yul? β€œ. Ia bertanya dingin sambil duduk dikursi makan. β€œ A-a-ak-aku.. β€œ. Sial! Aku tergagap tiap ingin menjawab pertanyaannya. β€œ Biar aku yang menceritakannya, yul β€œ. Taeyeon menyelamatkanku, beruntunglah aku. β€œ Kemarilah, kita sarapan bersama β€œ. Taeyeon mengajakku bergabung bersamanya dan sica, aku pun segera bergabung bersama mereka. β€œ Harap memaklumi keadaan kami yang sederhana β€œ ucap taeyeon sambil tersenyum. β€œ Gwenchanayo.. aku menikmatinya β€œ jawabku. β€œ Lalu? β€œ. Sica kembali melayangkan pertanyaan. β€œ Baiklah.. aku akan menceritakannya padamu β€œ. Taeyeon mempersiapkan dirinya setelah mengoles beberapa roti dengan berbagai rasa selai, lalu memberikannya pada sica dan aku. β€œ Biar aku saja yang menceritakanya, taeng β€œ. Aku menahannya untuk menceritakan. Aku sudah menjadi seorang pecundang karna telah mencuri ciuman sica, aku tak ingin memperburuk judgement pecundang pada diriku. Kutarik nafasku dalam-dalam sambil mencoba menatap wajah jessica, tetapi wajahnya terlampau dingin tanpa ekspresi. Membuatku bergidik ngeri.

β€œ Semalam.. aku kemari. Mencarimu, karna ingin meminta maaf atas apa yang aku lakukan kemarin padamu. Aku mengkhawatirkanmu setelah kejadian itu, pikiranku tak berhenti memikirkamu. Setelah aku kesini, taeyeon menyambutku dan mengatakan kalau kau tengah demam. Sebelum aku memutuskan untuk pulang, aku melihatmu terlebih dahulu. Dan ketika aku akan pulang, hujan turun dengan deras~.. β€œ

β€œ Kau bisa pulang dengan mobilmu, yul β€œ. Sica memotong perkataanku. β€œ Sica, dengarkan dia terlebih dahulu β€œ. Taeng berucap sambil mengelus kepala sica lembut, membuatku iri. β€œ Aku kesini menggunakan motor, sica~ah β€œ jawabku. Kulihat ia mengangkat alisnya tanpa mengalihkan pandangan dari roti ditangannya. β€œ Aigoo.. kalian terlalu kaku, lebih baik aku bersiap untuk pergi bekerja β€œ. Taeng beranjak dari tempatnya dan meninggalkan kami sambil tertawa dorky. β€œ Yahh!! β€œ. Sica berteriak kesal dan itu semakin terlihat sangat lucu.

Jinja.. ini semakin membuatku gugup!

***

Author pov

Sunny terbangun dari tidurnya, dan menemukan dirinya yang berganti tempat dengan tiffany. Jika semalam tiffany tertidur dipangkuannya, kali ini dirinya sendiri yang tertidur dipangkuan tiffany yang tengah serius memainkan tab dikedua tangannya. Tiffany terlihat tak menyadari bahwa sunny sudah terbangun dari tidurnya dan tengah memandangnya dari bawah. β€œ Berapa lama kau tertidur? β€œ. Tiffany menoleh ke sumber suara dengan terkejut. β€œ Kau sudah bangun? Selamat pagi.. β€œ. Ia tersenyum manis, memperlihatkan eye smilenya pada sunny. Lalu, kembali menatap layar tabnya itu. sunny melipat kedua tangan didadanya dan terus menatap tiffany dari bawah, ia sama sekali tak berniat untuk beranjak dari pangkuan tiffany. Kali ini, tiffany menyadari tatapan sunny. Membuat kepalanya menunduk dan mata mereka saling bertemu. β€œ Mwo? β€œ tanya tiffany. β€œ Aku bilang, berapa lama kau tertidur? β€œ. Sunny segera bangkit dan menatap tajam tiffany. β€œ Hanya 2 jam β€œ. Tiffany kembali menatap layar tabnya.

β€œ Aigoo.. kau menyebalkan. Lebih baik, aku segera~.. β€œ

β€œ Kajima~.. β€œ. Tiffany menahan sunny untuk bangkit dari tempatnya dan itu mengejutkan sunny. β€œ Waeyo? apakah perutmu sakit lagi? β€œ. Sunny kembali terlihat khawatir. β€œ Ani.. hahaha.. pulanglah, kulihat kau sangat lelah β€œ. Tiffany mengelus kepala sunny lembut sambil memperlihatkan eye smilenya, membuat sunny menggelengkan kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya.

***

β€œ Sica~ah.. dengarkan aku dulu β€œ. Yuri terus mengikuti jessica dengan menggunakan mogenya. β€œ Berhenti, mengikutiku yul! β€œ. Jessica terus berjalan dan meninggalkan yuri yang akhirnya terdiam. Yuri gagal mendapat jawaban permintaan maafnya pada jessica, sedangkan jessica terus berjalan sambil tersenyum puas. β€œ TIDAKKAH KAU HARGAI KERJA KERAS ATAS PERMOHONAN MAAFKU DAN MENGHARAGAI PERASAANKU YANG TELAH JATUH CINTA PADAMU?? β€œ. Yuri berteriak, membuat orang-orang pejalan kaki menaruh perhatian padanya. Tak hanya padanya, tapi juga pada jessica. mendengar ucapan yuri, jessica menghentikan langkahnya. Ia terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar.

DEG

β€œ Yuri pabo! Dia membuatku malu!! β€œ batin jessica gugup, ketika semua orang kini benar-benar menaruh perhatian padanya.

TBC

Next chap>>

β€œ Kalian!! Terimakasih!! β€œ

β€œ Hahaha.. gomawo sica!!! β€œ

β€œ Kau terlihat lebih pendiam dari biasanya β€œ

β€œ Aku sedang sibuk β€œ

β€œ Tangkap mereka!!!! β€œ

β€œ Eonnie.. β€œ

Brakkkk!!

β€œ Sica eonnie!! β€œ

β€œ MWO??!! β€œ

Β β€œ Kita lihat.. sampai mana mereka bisa mencari kedua yeoja ini tanpa bantuan apapun! β€œ

β€œ Tiff.. β€œ

β€œ Tolong hubungi bantuan, kerahkan semua pengamanan!! β€œ

β€œ Aaaakkkkhhhhhh!!!!!!!!! β€œ

β€œ Maafkan aku β€œ

β€œ Angkat tangan!! β€œ

β€œ Aku sangat menyayangimu, aku juga sangat mencintaimu.. bahkan aku mampu membuatmu bahagia, namun.. ada yang lebih pantas berada disampingmu untuk selamanya. β€œ

β€œ Berbahagialah.. Jagalah dia untukku karna mencintainya adalah hal yang terindah yang pernah aku rasakan β€œ

Puk..puk..

Β β€œ Dialah kebahagiaanku β€œ

END

43 comments

  1. Yahhh… Aq pikir ceritax sih Jeti. -.-
    Ujung’x sih yulsic >.<

    Aq senagx si Jeti aja. Tp next chap ditunggu y thor.
    Gomawo

  2. wah moment yulic niiiih…next chap bakalan seru kaianya…semoga next chap nya panjaaaaannnggg…
    aaaaaahh masih 50-50 nih yulsic atau jeti😦

  3. Ahhh sumpeh w pengennya jeti,yulsic udah kebanyakan bertebaran dimana”,klau jeti susah dicarinya!

    Fany kasiannya dirimu,udah sakit,trauma trus tar apalagi nih? T_T my fany

  4. sbnrnya sica suka Yuri yah?
    Kirain cintanya hanya tuk fany
    wah bakal sad end kah?
    Makin menegangkan aj nih crtnya
    apakah akan brkhr dgn Yulsic?
    Smoga sj JeTi gw suka JeTi dan mereka bs brsatu, please yah thor!
    Dtggu lnjtnya
    Semangat!

  5. JeTi JeTi JeTi…!!!!!

    Semoga prasaan jessie ke yul cuman sesaat,cause gx mungkinkan cinta dri kecil langsung ilang dan diganti orang lainπŸ˜„

  6. thor, gue dapet banget feelnya JeTi. walaupun gue yulsic shipper, tp gue harap endingnya JeTi bahagia dan bersama. ditunggu chap berikutnya thor ^^

  7. kyakx next chap udah endπŸ˜€
    keren crita.. 2 post t’akhr blum smpt koment,, sumpeh tgas skolah gue bnar2 uh. tp nnt aku bkalan koment kok kakπŸ™‚

  8. everyone love u author ssi
    Sukaaa bgt ff inii
    jetii ok taeny ok taengsic ok 2ny jg ok
    I’m fanytastic
    Love ppany so much ^^
    Love author ssi too yg dah bkin
    Super daebbak ff

  9. Makin samar-samar aja ni pairing nya..
    Kyaknya ga mgkn jeti deh?
    Taeny lbh ga mgkn..
    Atau ga ada pairing??
    Arrghhhh..
    Cpat update thor…

  10. emmm yul udh jtuh cinta sms sica?
    trus panny?
    kyny panny bkal mrelakan sica bersama yul.
    scara panng emg udh tau dr kecil yul suka dgn sica, cm sica yg tdk mnyadari.

    bwt next chapter kyny kwanghee bkal culik sica kahh?

  11. antar Yulsin n Jeti,,,,
    fanny baik bgt sih ama sica n sica jg baik ama fanny,,,,,
    tp lebih seneng ma Yulsic,,,,
    hadeeeehhhh next chap bikin penasaran…
    Lanjutkan.

  12. maksudnya author nyempilin kata “kontroversi hati” kayanya demam bahasanya vicky ya ? hahaha
    so…apa yg akan dilakukan jessjung setelah yuri menyataan cintanya ?
    penasaran chapter depanπŸ™‚

  13. Wih soy yulsic pa jeti nih..πŸ™‚
    ya wslh trserah authornya ja mau jeti atau yulsic,yg q hrapin moga happy endong aje ye!πŸ˜‰

  14. Ohh my god ohh my noo ohh my wowwww

    #korban sinetron
    #plakkkkπŸ˜€

    DAEBAK thorrr. .
    Niceeee Chapterrrrrr. .

    YULSIC kah??TAENY gmn kn mrka gk adaa moment heehh??

  15. Sica sbnarnya ska ma fany tw yuri ih…
    Ishh,,ksian bnget fany nya..dia da ckup mndrita,,eh mlah dtmbai dngan sikap sica yg kyak gni..

  16. bimbang, marah, galau itu sm2 dirasakn yulsic ttg hati mrk. bhkn fany jg udh mngethui apnyg tjdi. skrg yg dibutuhkn ad satu kjdian yg akn buka semuany baik hati n niat jht siyeon plsu cs. lht teaser ny psti seru….

  17. waaahhhh bagaimana ini ?, yulsic kah? ANDWEEEEEE……. .
    huuuuhh mau baca part selanjut nya aku jadi dag dig dug, takut2 ending nya bukan jeti. malah jadi RF. ?.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s