(Chaptered) Everyone Love Her 17

Title : (Chaptered) Everyone Love Her 17

Author:Β Adelayn Tiffany

Genre: Yuri, romance, etc.

Main cast: Tiffany Hwang, Jessica Jung, Kim taeyeon, Kwon Yuri

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff iniπŸ˜„

***

Tiffany pov

Aku terjatuh.. ini bagaikan jatuh ke dasar laut yang dalam, sangat dalam namun tetap tenang.

#Flashback

Byurr…

Seorang yeoja kecil terjatuh ke dasar laut ketika parasutnya tak bisa dibuka, ia meronta-ronta mencari pertolongan ketika kakinya tak bisa bergerak karna kram. Rasa sakit menjulur tubuhnya, kedua orang tuanya tenggelam bersama sebuah pesawat ke dasar laut tinggalah dirinya yang berusaha keras untuk bertahan hidup.

β€œ O-om-ma β€œ panggilnya tenang, ketika seluruh tubuhnya sudah masuk ke dalam laut. Perlahan, matanya terpejam dengan senyuman manis diwajahnya. Sudah selama 45 menit ia tenggelam, tetapi entah darimana yeoja itu masih bisa bertahan meskipun tubuhnya semakin lemah dan semakin tenggelam.

#flashback end

β€œ Miyoung~ah, kau harus bertahan sayang β€œ.

Suara ini, aku mengenalnya. Suara yang selama ini aku rindukan, suara seseorang yang tak pernah berhenti mencintai dan menyayangi semua anak-anaknya, pemilik senyuman yang membuatku terpesona setiap melihatnya. Omma..

β€œ O-omma.. β€œ panggilku, ketika melihat sosok omma disampingku sambil tersenyum dengan eye smilenya

Detik berikutnya aku mulai sulit untuk bernafas, beberapa menit yang seperti kematian ini aku berusaha kembali untuk menggerakkan kakiku. Aku tau, aku masih bisa berenang hanya perasaan traumaku lah yang menyebabkan aku ketakutan untuk mencobanya kembali. Aku memekik, berusaha bertahan namun hanya membuat mataku berkunang-kunang. Aku mencoba untuk menggapai segala arah agar aku bisa naik ke atas dan menghirup udara bebas.

Hingga ku dengar suara seseorang yang menjatuhkan diri ke dalam air cukup keras, lalu merasakan cengkraman yang kuat dilenganku. Telingaku tidak lagi mampu untuk mendengar apapun, pandanganku pun kian kabur, hanya menatap siluet-siluet itu bergerak. Semua berbaur, hingga berakhir pada satu titik. Yaitu kegelapan..

Tiffany pov end

***

Normal pov

Brukk..

β€œ Fany~ah, ireona.. β€œ panggil yuri setelah berhasil membawa tiffany keluar dari kolam renang, kini jessica dan semua orang mengeliling tiffany yang tak sadarkan diri.

β€œ Fany eonnie, ireona β€œ panggil seohyun sambil menangis dipelukan yoona sedangkan, sooyeon terlihat merasa bersalah dengan apa yang sudah ia lakukan.

β€œ Yuri~ah, beri fany nafas buatan ppali! β€œ pinta sunny, dengan cepat yuri memberikan pertolongan pertama pada tiffany namun tubuh tiffany tak meresponnya. Sekujur tubuhnya kini begitu pucat dan dingin

β€œ Ohh sial.. apa yang harus aku lakukan sekarang? Haruskah aku melarikan diri?? Tidak mungkin! β€œ batin sooyeon gelisah

β€œ Jika sesuatu terjadi pada tiffany, aku akan membunuhmu sooyeon palsu! β€œ batin jessica

β€œ Menyingkirlah, biar aku yang menanganinya β€œ ucap jessica sambil menyingkirkan yuri sedikit kasar, lalu segera memberi nafas buatan pada tiffany. Yuri terlihat terkejut dengan perlakuan jessica padanya, kini jessica terlihat lebih panik dibanding yuri dan sunny atau pun yang lainnya.

β€œ Tiff, ireona.. ppali.. ireona.. jebal.. β€œ ucap jessica khawatir sambil terus menekan bagian dada tiffany agar air yang masuk ke dalam tubuh tiffany bisa keluar dan tiffany bisa bernafas.

β€œ Sunny~ah.. ini β€œ teriak sooyoung sambil berlari dengan membawakan tabung oksigen yang tidak terlalu besar untuk tiffany

β€œ Ahh.. gomawo soo β€œ jawab sunny dan langsung direspon anggukan oleh sooyoung

β€œ Fany~ah ireona!! β€œ panggil yuri frustasi

β€œ Ottokkae?? β€œ tanya sooyeon khawatir

β€œ Kalau bukan karna kau, tiffany tak akan seperti ini! β€œ ucap sunny sambil menajamkan matanya, β€œ Sica, ottokkae?? β€œ lanjut sunny dengan bertanya pada jessica yang masih terus berusaha

β€œ Tiffany, bernafaslah aku mohon.. β€œ ucap jessica yang kini sudah mengeluarkan air mata dari pelupuk matanya

5 menit kemudian..

Uhukkk…

Akhirnya, tiffany terbatuk dan mengeluarkan sedikit air dari dalam mulutnya membuat semua orang bernafas lega. Matanya perlahan terbuka, meskipun tak terbuka penuh.

β€œ O-om-ma β€œ panggilnya, kemudian perlahan matanya kembali menutup dan akhirnya tak sadarkan diri dipangkuan jessica.

β€œ Sunny~ah, tolong oksigennya β€œ pinta jessica, dengan cepat sunny memakaikan masker oksigen diwajah tiffany. β€œ Sudah cukup banyak air yang masuk ke dalam tubuhnya β€œ sambung jessica dengan spontan memeluk tubuh tiffany yang dingin.

β€œ Kalau begitu sebaiknya, kita segera membawa fany ke kamarnya dan menghangatkan tubuhnya. Ppali.. β€œ ucap yuri diikuti anggukkan semuanya. Dengan cepat, yuri, sooyoung dan yoona menggendong tiffany. Diikuti seohyun dan sooyeon untuk masuk ke dalam rumah, ketika jessica akan melangkahkan kakinya sunny menahannya.

β€œ Jessica-ssi β€œ panggil sunny

β€œ Ne? β€œ tanya jessica kebingungan

β€œ Bisakah kita bicara sebentar? β€œ

β€œ Sekarang? β€œ

β€œ Ne.. β€œ

β€œ Baiklah.. β€œ

***

Yuri pov

Pertama kalinya, aku benar-benar melihat bagaimana adikku tiffany mencoba bertahan hidup didalam kolam renang didalam rumah kediaman kami sendiri setelah apa yang sudah ia lewati dimasa lalu. Trauma yang hebat menyebabkannya tak bisa melakukan apa-apa ketika ia sudah berada didalam kolam renang, jangankan untuk memasukkan sedikit kepalanya ke dalam kolam renang. Menyentuh airnya saja, bisa membuat tubuhnya bergetar hebat. Untung saja, ia masih bisa menahan dirinya untuk tak mengingat trauma itu saat ia melihat air kolam renang itu sendiri.

Melihatnya terjatuh karna seekor serangga yang disodorkan olehΒ  sooyeon, membuatku berkeringat dan panik. Tentu saja, serangga jenis apapun dongsaengku tetap takut terhadapnya. Apalagi, ketakutannya bertambah ketika harus terjatuh ke kolam renang. Membuat seluruh tubuhku menegang dan dengan cepat, aku meluncur ke dalam kolam untuk menolongnya. Aku masih ingat, ketika aku akan menarik tubuhnya. Ia tersenyum dan perlahan, matanya terpejam hingga akhirnya tak sadarkan diri. Perasaan takut, aku rasakan ketika aku sudah membawanya keluar dari kolam dan tak mendapatkan dirinya tersadar cukup lama bagiku. Hingga aku dibuat terkejut oleh perlakuan perawat jessica jung yang menyingkirkan aku dari sisi tiffany cukup kasar, kalau saja aku tak memiliki perasaan khusus padanya mungkin saja aku bisa memecatnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Tetapi, kulihat ia lebih khawatirnya dariku maupun yang lain. Dan lagi, ia telah berhasil menolong dongsaengku untuk kembali bernafas meskipun tiffany kembali menutup matanya karna terlalu banyak meminum air.

β€œ Bagaimana ahjussi? β€œ tanyaku khawatir pada lee soo man, setelah selesai memeriksa tiffany

β€œ Benar, apa kata jessica. tiffany sudah cukup banyak meminum air, tetapi aku berharap.. secepatnya tiffany akan kembali sadar β€œ. Mendengar jawabannya, membuatku sedikit bernafas lega.

β€œ Aigoo.. ottokkae, eonnie?? β€œ tanya dongsaeng terakhirku sambil menatapku khawatir. Aku baru tersadar, bahwa aku memiliki satu dongsaeng lagi yang sama khawatirnya sepertiku. Dongsaeng yang aku dan tiffany sayangi, selain omma dan appa.. dialah harta paling berharga untuk aku dan tiffany. Mengingat kekasih seohyun yang sedari tadi sudah pamit untuk bekerja, aku segera mendekap hangat tubuh dongsaengku.

β€œ Ahh.. terimakasih ahjussi β€œ

β€œ Ne, yuri-ssi.. aku harus segera kembali. Aku akan memberikan resep obat pada sooyoung dan sunny β€œ

β€œ Ne, gamsahamnida β€œ

β€œ Aku pergi, jaga dongsaengmu baik-baik β€œ

β€œ Ne, hati-hati ahjussi β€œ

Aku menatap ke arah sooyeon yang hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya didekat kami, perasaan marah terasa dirongga dadaku. Aku tak habis pikir dengan apa yang sudah ia lakukan pada tiffany, pagi ini ia terlihat terus menerus menginginkan perhatian tiffany dan mengabaikan diriku yang semalaman memeluk tubuhnya hingga tertidur.

Yuri pov end

***

Normal pov

β€œ Jessica.. aku minta maaf β€œ ucap sunny sambil menundukkan kepalanya

β€œ Ne? Waeyo? β€œ tanya jessica kebingungan

β€œ Aku sudah mengetahuinya dari tiffany kemarin, bahwa kau adalah jung sooyeon. Aku sangat senang mendengarnya dan kau tenang saja, aku akan merahasiakan hal ini seperti yang fany katakan padaku β€œ jawab sunny sambil mendongakkan kepalanya untuk menatap jessica, kemudian tersenyum manis

β€œ Ahh.. ne.. gomawo lalu, untuk apa kau meminta maaf padaku? β€œ

β€œ Saat di amerika itu.. aku minta maaf karna sudah berlaku kasar padamu, apa kau mau memaafkanku? β€œ

β€œ Aigoo.. agashi, bahkan aku sudah melupakannya. Gwenchanayo.. β€œ jawab jessica santai

β€œ Wae kau jadi memanggilku dengan sebutan agashi?? Sebelumnya, aku sudah merasa nyaman dengan kau yang memanggil namaku β€œ

β€œ Apa aku sudah berbuat salah? Mianne β€œ ucap jessica terkekeh

β€œ Ne.. panggil aku sunny dan aku harap kita bisa menjadi teman yang baik β€œ jawab sunny sambil merangkul jessica

β€œ Ne, dengan senang hati β€œ ucap jessica sambil tersenyum manis

β€œ Oya, aku juga akan menceritakan semuanya. Termasuk kenapa tiffany tak bisa berenang, kau pasti tadi terkejut melihat tiffany yang tak bisa berenang β€œ ucap sunny sambil melangkahkan kaki mereka untuk masuk ke dalam rumah

***

β€œ Bagaimana keadaannya? β€œ tanya jessica yang baru datang.

β€œ Kau darimana?? β€œ tanya yuri sambil menoleh ke belakang, tempat dimana jessica berdiri

β€œ Sunny memintaku untuk menemaninya sebentar β€œ jawab jessica tanpa mengalihkan pandangannya dari tiffanya yang masih terkapar tak sadarkan diri dihadapannya

β€œ Lalu kemana sunny sekarang? β€œ tanya yuri yang kembali menatap tiffany

β€œ Sooyoung memanggilnya, katanya mereka harus membeli obat untuk tiffany β€œ jawab jessica

β€œ Ahh.. kalau begitu, tolong jaga fany. Kami akan keluar terlebih dahulu β€œ ucap yuri sambil beranjak dan merangkul seohyun

β€œ Ne β€œ jawab jessica sambil tersenyum manis

β€œ Sooyeon, kita perlu bicara β€œ ucap yuri dingin, membuat sooyeon semakin gelisah sambil mengikuti langkah yuri dan seohyun dari belakang. Kini, tinggalah jessica dan tiffany yang berada didalam kamar tersebut.

***

Seohyun pov

Aku melangkahkan kakiku keluar dari kamar fany eonnie, ada perasaan tenang begitu sica eonnie berada didekat fany eonnie. Entahlah, sejak pertama bertemu dengannya aku sudah menduga kalau sica eonnie adalah sooyeon eonnie. Bukan seperti yeoja yang kini, mengikuti aku dan yuri eonnie keluar dari kamar fany eonnie. Orang yang mengaku sooyeon ini, terlihat orang jahat dimataku. Apalagi, ketika melihat dirinya yang terus menerus mengambil perhatian fany eonnie, terlihat sangat jelas di pagi ini.

β€œ Seo.. kau pergi duluan β€œ ucap yuri eonnie dan segera mendapatkan anggukan yang mantap dariku.

Aku pun, segera meninggalkan mereka. Ingin rasanya aku melihat yuri eonnie memarahi sosok yang selama ini ia cintai diam-diam dibelakangku ataupun fany eonnie dihadapannya itu. Wae aku mengetahuinya?? Meskipun, aku terlihat polos. Fany eonnie dan yuri eonnie lah yang mengajarkan aku semuanya, mulanya aku terlihat polos dan bodoh karna mudah ditipu oleh banyak orang tapi setelah kedua dari mereka membimbingku. Aku mengerti, bagaimana hidup ini. Terlebih ketika orang-orang mengetahui status kami dalam grup hwang ini. Dan kini, kedua diantara mereka yang tak jauh dariku pun pasti tak menyadari kalau aku tengah mengawasi mereka dari balik dinding pemisah koridor depan kamar fany eonnie dengan koridor depan kamarku. Entahlah selama ini, aku banyak berdoa agar yuri eonnie memiliki sifat dingin seperti fany eonnie yang tak mudah mempercayai seseorang hingga melewati batasnya. Tapi, sifat yuri eonnie seperti eomma yang terlalu memperlihatkan sisi baiknya. Bahkan, aku menyadari perbedaan jung sooyeon asli dengan jung sooyeon yang kini berhadapan dengan yuri eonnie. Aku tak habis pikir dengan yuri eonnie..

Seohyun pov end

***

Normal pov

(Hening..)

β€œ Apa yang ka~~.. β€œ

β€œ Mianne.. β€œ ucap sooyeon yang segera memutuskan ucapan yuri sambil menundukkan kepalanya, tak lama kemudian sooyeon menatap wajah yuri dengan mata yang berkaca-kaca

β€œ Mianne, jeongmal mianne.. β€œ

β€œ … β€œ

β€œ Aku tak berniat untuk melukai tiffany dan aku juga tak menyangka akan seperti ini, mianne.. β€œ

Yuri menghela nafas panjang, lalu memeluk sooyeon.

β€œ Arrasseo.. aku tau, kau tak pernah berniat mencelakai fany. Mianne.. β€œ ucap yuri santai segera dengan memaafkan yeoja didalam pelukannya sambil mengelus rambut sooyeon, membuat sooyeon tersenyum evil.

Disisi lain, seohyun yang belum masuk ke dalam kamarnya.. diam-diam masih terus memperhatikan mereka dan terkejut ketika menemukan seringaian evil diwajah sooyeon.

β€œ Dia orang jahat, ini tak bisa dibiarkan! β€œ gumam seohyun kesal yang semakin yakin, bahwa sooyeon didalam pelukan yuri itu memiliki maksud tersebunyi pada keluarganya

***

Jessica pov

Aku duduk ditepi ranjang sambil terus memandangi wajah tiffany yang memucat, lalu menyibakkan rambut yang menghalangi sebagian wajahnya. Suhu tubuhnya sangat panas, bibir tipisnya mengering dengan warna biru yang masih belum berubah karna kedinginan.

Stephany hwang.. kedua kalinya, aku melihatmu terkapar seperti ini. Menyakitkan.. tetapi, lebih menyakitkan ketika mengetahui penyebabmu yang tak bisa berani mencoba untuk berenang lagi. Padahal dulu, kau selalu memaksaku untuk belajar berenang bersamamu. Namun, sampai saat ini pun aku masih takut untuk berenang jika tak ada dirimu disampingku, karna kaulah pelindungku. Semua itu hanya karna trauma yang terjadi saat kecelakaan udara yang kau lalui dimasa lalu, aku mengetahuinya dari sunny. Sunny menceritakan semuanya padaku tentang kehidupanmu selama aku tak ada disampingmu, membuatku sakit. Kini, aku sudah tau penyebab kenapa kau selalu memanggil ommamu saat kau tengah tertidur atau pun tengah kesakitan. Karna traumamu yang tak pernah bisa hilang dari kepalamu dan terus memutar ulang kejadian yang kau alami dimasa lalu. Sungguh aku tak bisa membiarkan dirimu yang selalu merasakan kesakitan itu, ingin rasanya membawamu lari dari traumamu itu meskipun nanti kau akan menolaknya tetapi aku akan berusaha mengeluarkan dirimu dari traumamu itu. i’ll promise, tiff…

Kugenggam tangannya, berharap ia bisa merasakan kehadiranku disisinya. Tetapi, aku benar-benar tak tahan dengan suhu tubuhnya yang sangat panas. Dengan cepat, aku mengambil termometer dan pengompres agar suhu tubuhnya bisa membaik. Lalu, aku segera membantunya untuk meminum air mineral sebanyak-banyaknya. Mengendalikan suhu ruangannya mungkin juga akan berpengaruh pada kondisinya, agar tiffany bisa merasa lebih nyaman. Setelah aku melakukan semuanya, aku kembali lagi ke sisinya sambil menggenggam tangannya.

β€œ Sshhhh.. β€œ

Tiffany mengerang ketika kutekan pengompres dikeningnya, membuatnya menggenggam tanganku erat.

β€œ Sssttt.. tidurlah.. β€œ ucapku sambil menghapus keringat dipelipisnya

β€œ O-mm-a.. k-ka-jima β€œ ucap tiffany dalam tidurnya, membuatku semakin iba terhadapnya

β€œ Tidurlah sayaang.. aku bersamamu, lekas sembuh.. β€œ ucapku yang kemudian, mencium punggung tangannya yang kurus.

Jessica pov end

***

Normal pov

Jessica terbangun dari tidurnya ketika sinar matahari menyinari matanya sangat terang, membuatnya terusik dan menggeliat malas sambil mencoba menutupi tubuhnya dengan selimut. Namun, belum juga ia mencoba untuk menghalangi sinar matahari padanya. Tiba-tiba, matahari yang terang itu seketika meredup membuat jessica yang masih memejamkan matanya terpaksa harus membuka matanya yang berat.

β€œ Omo! β€œ ucapnya terkejut, ketika melihat tiffany memperlihatkan senyuman eye smile dengan wajah yang masih pucat dihadapannya. Dan jessica lebih terkejut, ketika melihat jarak wajah mereka yang sangat berdekatan.

β€œ Yaahh.. Kalau kau terus menghindariku dengan memundurkan tubuhmu itu, kau akan terjatuh β€œ ucap tiffany lemas dan benar saja, jessica hampir saja terjatuh jika tiffany tak segera menarik tubuh jessica. Namun, hal itu membuat mereka berpelukkan dan membuat jessica gugup.

β€œ W-waeyo?? β€œ tanya tiffany kebingungan

β€œ A-an-ni t-tiff.. tetapi, b-bisa-kah k-kau m-melepaskan peluk-kanmu?? β€œ jawab jessica terbata-bata, membuat tiffany tersenyum lalu mengecup kening jessica lembut

β€œ Good morning, jessie β€œ ucap tiffany sambil tersenyum sangat manis, membuat jessica membuka mulutnya lebar-lebar karna terpesona.

β€œ … β€œ

β€œ Aigoo.. kalau kau tidak cepat-cepat menutup mulutmu yang menganga itu. Aku akan menciummu! β€œ ucap tiffany kesal lalu, membuka selimut yang menutupi tubuh mereka sambil mencoba untuk beranjak.Β  membuat jessica tersadar dan segera menutup mulutnya.

β€œ Yahh!! Kau mau kemana?? β€œ tanya jessica sambil menahan tiffany, membuat tiffany menoleh ke arah jessica

β€œ Kau merusak moment romantis dipagi hari ini, jessie.. menyebalkan! β€œ jawabnya yang segera beranjak dan mencoba menyeimbangkan tubuhnya yang terlihat masih sempoyongan.

β€œ Kajima~.. β€œ ucap jessica sambil menahan tiffany, membuat tiffany menoleh padanya yang masih berbaring diatas tempat tidur.

β€œ Mianne.. β€œ ucap jessica

β€œ … β€œ

β€œ Kemarilah, kau masih belum sehat β€œ

β€œ Kau yakin? β€œ

β€œ Yakin apa? β€œ tanya jessica kebingungan

β€œ Yakin, bukan alasanmu untuk bermalas-malasan dipagi hari dengan menyuruhku kembali berbaring diatas tempat tidur β€œ jawab tiffany sambil duduk ditepi tempat tidur

β€œ Aishh.. kau menyebalkan! β€œ ucap jessica kesal, membuat tiffany terkekeh

***

Tiffany pov

Aku merasa tak nyaman dengan tubuhku, semuanya terasa sakit dan pusing. Kucoba untuk membuka mataku dan menemukan jessie yang tertidur pulas disampingku sambil terduduk. Melihatnya seperti ini selain memiliki perasaan yang bahagia, disisi lain aku juga merasa kasihan padanya. Semalaman ia sudah menjagaku dengan baik, bahkan saat ia tertidur pun.. jessie tak melepaskan genggaman tangannya padaku.

β€œ Gomawo.. jessie β€œ ucapku sambil mengelus kepalanya lembut, kemudian dengan kekuatanku yang masih terbilang lemah. Aku mencoba memindahkan tubuhnya untuk tidur disampingku tanpa mengusik tidurnya dan itu berhasil, ia sama sekali tidak terusik dengan perpindahannya. Sekali lagi, aku memandang wajah damainya ketika tidur. Menyibakkan rambut yang menghalangi sebagian wajahnya yang cantik dengan dukungan pantulan sinar rembulan dimalam hari ini, hingga matahari telah menampakkan dirinya aku masih memandanginya. Dan kurasakan dirinya mulai terusik oleh matahari yang menyinarinya pagi ini, membuatku tersenyum melihat geliatan-geliatan malasnya sampai akhirnya ia tersadar bahwa aku melindunginya dari sinar matahari dan membuatnya terbangun.

Kulihat kegugupan yang terlihat diwajahnya ketika menemukan jarak wajah kami yang berdekatan, jangankan dirinya.. aku sendiri cukup terkejut, apalagi ketika aku berhasil menarik tubuhnya yang hampir terjatuh sehingga kami berpelukkan. Untuk menghilangkan rasa gugupku, aku memilih untuk beranjak dan beralasan padanya kalau ia merusak moment romantis yang biasa aku baca dinovel-novel picisan. Sebenarnya, aku bukan hanya beralasan tetapi aku juga ingin mencoba mempraktekkan apa yang sudah aku baca disetiap novel yang aku simpan ditempat tersembunyi. Ketika aku beranjak, aku merasa pening dikepalaku mungkin akibat aku terlalu banyak meminum air saat itu. Beruntunglah dengan cepat, jessie menahanku dan memintaku untuk kembali ke sisinya.

Tiffany pov end

***

Normal pov

β€œ Hari ini, kau mau kemana sayang?? β€œ tanya yoona kepada seohyun dengan wajah yang berseri-seri sambil terus mengemudikan mobil sportnya

β€œ Rahasia yoongie.. yang jelas, makan siang nanti kau harus datang ke restoran milik fany eonnie. Arrasseo?? β€œ

β€œ Tentu saja, aku tak sabar untuk menunggu jam makan siang β€œ jawab yoona girang

β€œ Kalau begitu, turunkan aku didepan sana yaa β€œ ucap seohyun sambil menunjuk jalanan pejalan kaki didaerah gangnam

β€œ Arrasseo, seo baby β€œ

Setelah yoona menurunkan kekasihnya dijalanan gangnam, ia kembali melajukan mobilnya menuju perusahaan otomotif milik hwang grup. Sedangkan dengan senyuman yang tak berhenti mengembang diwajahnya, seohyun menyusuri pertokoan elite didaerah tersebut. Ia berencana untuk membeli sesuatu untuk yoona hari ini dan akan ia berikan pada jam makan siang nanti.

β€œ Aigoo.. apa yang harus aku beli untuk yoona? β€œ gumam seohyun sambil menimbang-nimbang, antara masuk ke dalam toko perhiasan, aksesoris atau mobil.

β€œ Mobil.. dia sudah punya, perhiasan?? Bahkan, kami memiliki cincin, gelang dan kalung couple tapi jam tangan?? β€œ ucap seohyun pada dirinya sendiri β€œ Matta.. aku belum pernah membeli jam tangan untuknya, lebih baik aku membelinya sekarang β€œ sambung seohyun girang lalu, segera memasuki toko aksesoris.

45 menit kemudian, seohyun keluar dari toko tersebut dengan menggandeng tas belanjaannya. Dan pandangannya terhenti ketika melihat seorang yeoja yang familiar baginya, membuat langkah kakinya memilih untuk mengikuti yeoja tersebut. Dengan cepat, ia berjalan dan sedikit berjaga jarak dari yeoja tersebut yang tak lain adalah sooyeon. Sooyeon terlihat tengah berbelanja banyak barang dan ketika seohyun melihat sooyeon membuka dompetnya, bisa terlihat sooyeon menggunakan kartu hwang grup untuk membayar semua belanjaannya.

β€œ Pasti yuri eonnie yang meminjamkannya β€œ gumam seohyun kesal, kemudian sooyeon kembali melangkahkan kakinya ke toko yang lainnya. Sebenarnya, seohyun masih ingin mengikuti sooyeon tetapi ia tersadar bahwa sebentar lagi waktu jam makan siang. Ia sudah berjanji pada yoona dan janji harus ditepati, maka dari itu dengan cepat ia melangkahkan kakinya berlawanan arah dengan sooyeon.

Disisi lain, ketika seohyun membelakangi sooyeon.. seulong dan kwanghee hadir didekat sooyeon untuk menjemput yeoja itu.

β€œ Pabonika! Apa kau tak melihat keadaan sekitarmu terlebih dahulu, eoh? β€œ tanya seulong sambil menjitak kepala sooyeon

β€œ Waegeurae?? β€œ tanya sooyeon kebingungan

β€œ Kekasih yoona, mengikutimu β€œ jawab kwanghee dingin sambil terus memandang punggung seohyun

β€œ Pabo! β€œ ucap seulong pada sooyeon

β€œ Mwo?! Yyah..! Aku membeli banyak barang ini karna permintaan kalian! Aku bahkan tak membeli banyak pakaian, ini semua salah kalian β€œ protes sooyeon

β€œ Geumanhae!! β€œ ucap kwanghee tanpa menoleh pada sooyeon, β€œ Kita lakukan rencana selanjutnya β€œ sambung kwanghee pada kedua orang tersebut, membuat seulong kegirangan.

***

β€œ Yoongie, anyyeong.. β€œ ucap seohyun, segera menghampiri yoona yang sudah duduk ditempat exclusive restoran tersebut dengan nafas yang tersenggal-senggal.

β€œ Seo.. gwenchanayo? β€œ tanya yoona khawatir

β€œ Ne, gwenchanayo.. apa kau sudah menungguku cukup lama? β€œ tanya seohyun sambil duduk dihadapan yoona

β€œ Ani.. aku juga baru datang, kupikir kau lah yang akan datang lebih dulu dibandingku β€œ jawab yoona sambil terkekeh

β€œ Ahh.. mianne, ne β€œ

β€œ Ne, ohh.. aku juga sudah memesan makanan favorit kita β€œ

β€œ Jinjayo? β€œ

β€œ Ne.. oya, aku masih penasaran dengan rahasiamu itu β€œ ucap yoona sambil menaikkan alisnya, ketika melihat tas belanjaan seohyun

β€œ Ahh.. aku hampir melupakannya.. β€œ

β€œ Mwoya? β€œ tanya yoona kebingungan

β€œ Happy aniversary!!! β€œ ucap seohyun girang sambil memperlihatkan jam tangan couple yang elegant, membuat yoona terkejut dan membelalakkan matanya. Yoona tak menyangka, bahwa seohyun masih mengingat tanggal aniversary mereka. karna sebenarnya, yoona juga ingin mengatakan sesuatu pada seohyun menyangkut pekerjaannya sebagai hadiah aniversary mereka.

β€œ Wuaahhh.. kyeopta!! β€œ puji yoona sambil bertepuk tangan

β€œ Kau mau yang mana, sayang? ” tanya seohyun

β€œ Yang mana pun itu, aku akan memakainya β€œ jawab yoona sambil tersenyum dan segera mencium punggung tangan seohyun

β€œ Gomawo, sayang β€œ ucap yoona

β€œ Cheonmaneyo.. β€œ jawab seohyun

β€œ Gomawo.. β€œ ucap yoona sekali lagi, membuat seohyun kebingungan

β€œ Wae kau mengatakan terimakasih lagi?? β€œ tanya seohyun kebingungan

β€œ Gomawo, berkat kau.. jabatanku naik drastis. Sekarang, jabatanku menjadi desain otomotif diperusahaan fany eonnie β€œ

β€œ Ne?? Berkatku?? β€œ tanya seohyun terkejut

β€œ Ne, siapa lagi?? β€œ

β€œ Aku tak melakukan apa-apa sayang, jinja. β€œ jawab seohyun sambil mengelus pipi yoona lembut

β€œ Jeongmal?? β€œ

β€œ Ne, mungkin fany eonnie yang melakukan hal itu. kalau bukan fany eonnie, siapa lagi? berterimakasihlah padanya β€œ jawab seohyun sambil tersenyum manis dan lalu segera melahap makan siangnya, ketika hidangan baru saja tiba dihadapan kedua orang tersebut.

β€œ Fany eonnie yang melakukannya?? β€œ batin yoona bingung

***

Jessica pov

Setelah berdebat dan berceloteh konyol dengannya dipagi hari ini, akhirnya dengan ancaman yang membuat perutku berolahraga cukup keras dipagi ini. Tiffany menenggelamkan kepalanya ditekuk leherku, aku merasa memiliki anak jika seperti ini. Mengelus rambutnya yang harum dan halus, mengecup singkat pangkal kepalanya tanpa melepaskan pelukanku darinya. Aku sudah sangat merindukan moment ini, dimana biasanya aku yang selalu meminta perhatian dan bermanja ria padanya. Tetapi, ketika ia jatuh sakit tanpa ia minta.. aku pasti selalu melakukan hal ini padanya dimasa lalu. Membuat kedua omma kami terkekeh dan kemudian, mengambil gambar kami secara diam-diam dan berakhir oleh kelakuan yuri pabo yang sangat menjengkelkan.

Aku sangat menikmati masa lalu kami, baik bersama hyunnie maupun kwon pabo itu. dia benar-benar menjengkelkan, tapi aku tau dibalik menjengkelkannya itu dia begitu sangat baik dan khawatir terlebih ketika menemukanku yang tersandung batu karna kelakukannya sendiri. itu sangat lucu..

β€œ Apa kau sedang tertawa? β€œ tanyanya, membuatku tersadar dan segera menundukkan kepala untuk menatap wajahnya yang terpejam

β€œ Bagaimana kau tau?? β€œ

β€œ Ketika aku memejamkan mata saja, aku bisa merasakannya β€œ

β€œ Jinja, bagaimana kau mengetahuinya?? β€œ

β€œ Tentu saja dari gerak perutmu itu, pabo! β€œ jawabnya yang segera membuka matanya dan menjitak kepalaku, membuatku mengerucutkan bibir dihadapannya.

β€œ Mianne.. β€œ ucapnya, yang kini membuat mata kami bertemu. β€œ Apa yang sedang kau pikirkan? β€œ sambungnya

β€œ Hanya mengenang masa kecil kita β€œ

β€œ Kau merindukan kenangan kita? β€œ

β€œ Hmm.. β€œ jawabku sambil mengangguk

β€œ Nado.. β€œ jawabnya sambil tersenyum dan melemparkan pandangannya keluar jendela

β€œ Sekarang apa yang kau rasakan? β€œ tanyaku dan segera mendapat gelengan kepala darinya, merasa tak yakin dengan jawabannya. Aku segera menempelkan punggung tanganku dikeningnya, ya tuhan.. sedari tadi aku mengelus dan memeluk tubuhnya mengapa baru sekarang aku merasakan tubuhnya yang sangat sedikit berangsur baik dari semalam.

β€œ Masih demam.. β€œ gumamku

β€œ Hanya pusing biasa β€œ ucapnya tenang sambil tersenyum padaku

Setelah sooyoung dan beberapa pelayan datang ke kamar tiffany dengan membawakan sarapan untuk kami, kini tinggalah aku dan tiffany yang berada didalam kamarnya. Aku mengambil semangkuk bubur yang terhidang diatas meja dan duduk ditepi tempat tidur.

β€œ Kau harus makan dulu, tiff.. β€œ ucapku, yang segera mendapat respon tatapannya yang tajam. Aku tau, sejak dulu tiffany tak menyukai makanan ini. Baginya, bubur ini hanyalah santapan yang menyedihkan bagi orang yang sakit, rasanya terasa hambar dan memuakkan.

β€œ Aisshh.. aku tak mau makan bubur, singkirkan itu dariku β€œ ucapnya sambil menutupi wajah dengan selimutnya.

β€œ Stephany hwang.. bagaimana kau akan sembuh, jika kau tak mau memakan bubur ini. Setidaknya, makanlah sedikit lalu minum obatnya β€œ

β€œ Shiro!! β€œ

β€œ Ahh.. apa kau tak ingat, banyak pekerjaan yang kau tinggalkan. Tak maukah kau segera mengurusi itu semua? β€œ bisikku dengan menggodanya, sebenarnya aku sengaja melakukan ini. Mengodanya sedikit lebih seduktif ditelinganya

β€œ Err.. β€œ ucapnya yang segera membuka selimut dan menatapku tajam

β€œ Apa kau sedang mencoba menggodaku? β€œ tanyanya kesal

β€œ Ani.. hanya mencoba untuk~ β€œ

Chu ~

Entah keberanian darimana, aku mencium bibirnya singkat. Dan kulihat wajahnya memerah, suhu tubuhku pun terasa naik ke ubun-ubun membuat perutku dikelilingi kupu-kupu yang indah. Aww… ini sungguh gila jessica jung!

β€œ Aww.. kalian terlihat mesra sekali β€œ ucap seseorang yang tak jauh dibelakangku, membuatku kesal. Aku sudah menyadari dan mengenali suara itu, suara sooyeon palsu yang membuat aku dan tiffany menoleh ke arahnya.

β€œ Bagaimana keadaanmu? β€œ tanyanya sambil menghampiri kami dan berusaha menyingkirkan aku sedikit kasar dari samping tiffany, agar ia bisa duduk disana. aku yang menyadari statusku disini, hanya bisa menyingkir darinya sambil memegang mangkuk berisi bubur untuk tiffany.

β€œ Gwenchana.. β€œ jawab tiffany lemah sambil tersenyum tipis dan sesekali melirik ke arahku. Kulihat, tiffany merasa tak enak dengan perlakuan kasar sooyeon padaku. Meskipun, sebelumnya sooyeon menyingkirkan aku dengan sekuat tenaga agar tak terlihat oleh tiffany. Tapi, aku yakin tiffany melihatnya. Kalau ia tak melihatnya, untuk apa ia memasang wajah yang tak nyaman padaku.

β€œ Mianne, aku tak bermaksud melakukan hal itu padamu β€œ rengeknya manja

β€œ Jessie, berikan aku sesendok bubur β€œ pinta tiffany yang mengabaikan ucapan sooyeon, membuatku tersenyum senang dan segera menyendokkan bubur itu ke dalam mulutnya yang sudah menganga. Tetapi, ketika aku akan menyuapkan bubur ke dalam mulutnya. Sooyeon mencoba merebut sendoknya dariku, namun aku memegang kuat sendok tersebut dari tanganku sehingga ia tak mudah merebutnya dariku.

β€œ Biarkan aku yang menyuapinya β€œ ucap sooyeon sambil tersenyum so manis padaku, namun aku tak memberikannya justru aku semakin mengeratkan genggaman tanganku pada sendok ini. Membuat tiffany kebingungan melihat kami berdua.

β€œ Ini sudah menjadi kewajibanku, sooyeon-ssi yang terhormat β€œ ucapku dengan penuh penekanan ketika menyebutkan kata terhormat padanya, membuat tiffany terkekeh.

β€œ Apa yang kau tertawakan, tiff? β€œ tanya sooyeon pada tiffany

β€œ Biarkan jessica yang menyuapiku, sooyeon~ah.. dia benar, itu sudah menjadi kewajibanya sebagai perawatku β€œ ucap tiffany sambil tersenyum

β€œ Andwe.. biar aku saja yang melakukannya!! β€œ ucap sooyeon yang merebut kasar mangkuk ditanganku

Prraaang!!!

Aisshhh.. apa yang aku takutkan akhirnya terjadi, mangkuk yang sebelumnya berisi penuh bubur untuk tiffany ditanganku kini bertebaran dilantai. Hancur bersama serpihan mangkuk yang pecah karna ulah sooyeon palsu ini, aku benar-benar tak habis pikir dengan perlakuannya!

Dan kini, beberapa orang pelayan berlarian masuk ke dalam kamar tiffany dan terkejut melihat apa yang terjadi dihadapan mereka.

Hening.. hanya keheningan yang kini terjadi diantara kami.

β€œ Tiffany-ss~~.. omo!! Apa yang terjadi?? β€œ tanya sooyoung begitu masuk ke dalam paviliun tiffany

β€œ Keluar kalian semua β€œ ucap tiffany dingin

β€œ … β€œ

Tak ada sahutan atau pun pergerakan yang terjadi diantara kami, bahkan aku pun sama sekali tak memiliki keberanian untuk meninggalkannya. Aku merasa sangat bersalah, kalau saja aku membiarkan sooyeon merebut mangkuk itu dari tanganku. Mungkin semua ini tak akan terjadi, tetapi semua ini bukan hanya salahku.

β€œ AKU BILANG, KELUAR KALIAN SEMUA!! Jebal.. β€œ teriaknya dengan suara yang bergetar dan perlahan nada suaranya menjadi memohon.

Maafkan aku..

Aku benar-benar merasa sedih melihatnya seperti itu, maafkan aku tiff..

Akhirnya, kami semua pun keluar dari kamarnya. Dan beberapa pelayan membereskan serpihan-serpihan mangkuk yang berserakan dilantai. Dan setelahnya, mereka tak berani mengusik ketenangan tiffany yang mencoba bersikap lebih tenang dengan memejamkan matanya.

TBC

Belum terjadi konflik yaa?? Tenang, itu sengaja.. dan jalan ceritanya memang lamban bgt dari yang biasa aku buat. Sebenarnya bisa aja dipercepat, tapi yang ada jadi aneh ceritanya. Mending dinikmati dulu aja kali yaa, karna aku juga sedang menikmati cerita-cerita ini. Oyaa.. sebelumnya minta maaf, baru mempost ff lanjutannya sekarang. Kemarin-kemarin, aku sakit dan lagi terserang virus viki prasetyo jadi tak ada keharmonisasi pikiran yang membuat kontroversi hati dan kudeta sehingga membuat labil ekonomi *Apa sih!!

Okee.. sekian cuap-cuapnisasinya, terimakasih.. bye-bye..

32 comments

  1. pasti sooyeon palsu merencanakan sesuatu yg lebih gila setelah seohyun mengetahui sesuatu😦
    makin greget setiap chapternya…

  2. Tu si sooyeon palsu kyaknya ga sedang mnglami labil ekonomi deh..bukti nya bisa blanja2 pake uang kluarga hwang.
    #lol
    wah,lama ga update un.akhirnya update juga yeayyy…
    Argghhh..
    Sooyeon plsu nyari msalah mulu nih…

  3. annyeong…

    Yuri gampang percayaan dan pemaaf banget yah ga kaya Tiffany dan Seo yg dingin😦 jadi dia deh yg jadi sasaran empuk buat dimanfaatin ma SooYeon palsu😦

  4. Awwww.. Jeti kiss nih. Walau disatu pihak ajah nih:/
    Ckck. Pengen deh, segera mungkin tuh sooyeon ‘palsu’ ketahuan.:/
    Hmm.. Oke emang lambat yaw alurnya? Hehe. Tapi, suka agar gak ‘aneh’ entar pas ending nya :pv

  5. akhirny, hyunnie udh mmgang bukti ttg sooyeon palsu. tnggal blg sm panny n yul aja.
    biar yul sdar n tau klo sooyeon itu plsu.

    oke, lnjut kakπŸ™‚

  6. Hai soy tk apakan gue kommentnya langsung lonct dpart iniπŸ˜›
    konflik mau dtang ya asekkk ^_^
    ok sip q tunggu kelanjutannya soy,!πŸ˜€

  7. Akhirnya salah satu ff favorite ku ada lanjutannya juga,itu sooyeon palsu bikin kesel aja huhh pengen w tendang kali yah!

    Ditunggu kelanjutannya hwaitaeng!!

  8. akhirnya update juga hehee..siap thor saya bakal nikmatin ceritanya hehehe…smga authornya g sakit lagi biar updatenya cepet :p

  9. Skit y Thor?? Sdh smbuh lum skrg?? Cb pgil prwat Jessica Jung, biar cpet smbuh.. Eh klo Sicababy prwaty, ane jg mw pura2 atit aaahh wkwkwk.. Majuuu

  10. issshh, sooyeon palsu itu bener2 deh ngeselin. Bias gue harus ngalah gara2 dy.. sabar ya sica oenn, seohyun pasti akan membongkar semuanya. karna hyunni sangat2 pintar.. hehe

  11. Sooyeon gadungan berulah β„“Ξ±gΞΉ hadeeehhhhhh
    #seretsooyeonceburinkekaliπŸ˜€

    Taetaeku kemanaaa wkwkwkwkwkwkwk
    Apakaahhh dsini taetae jdi peran pendamping saja hadeeeehhh

    But tetappp kereeeeeennnn thooorrrrrrr

  12. Smpetnya sooyeon plsu blnja,,dsaat dia bru sja mmbuat tiffany sprti itu..
    Pkek acra gnggu moment jeti lgi..ish,,bkin ksel ja..
    Kan jdi mrah fany nya..

  13. part ini mkin seru krn udh mulainpsg aksi. skrg semuany kcuali yuri mmbiarkn keadaan sprti biasa krnntak ingin tmbulkn curiga bgi sooyeon plsu.
    sk am momentny JeTi yg lengket bgt.^^

  14. isshh… yuri pabo, kenapa dia mudah sekali memaafkan sooyeon palsu. padahal dia hampir saja membunuh tiffy.
    jessi yg sabar ya… tiffy ga bermaksud marah sama kamu ko’. tiffy lagi kesal karna sooyeon palsu ngeganggu moment romantis kalian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s