(Oneshoot) Goodbye

Title : (Oneshoot) Goodbye

Author: classifiedsone

Indonesian Translate: Adelayn Tiffany

Genre: Yuri, angst, etc.

Main cast: Tiffany Hwang, Kim taeyeon.

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre yuri. Ff ini saya ambil dari asian fanfiction dan mencoba untuk menterjemahkan, menambahkan atau pun mengurangi isi ff tersebut demi keberlangsungan cerita yang dapat dimengerti oleh semua readers. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini😄

Dont copy paste without the named, dont bashing also.. warning typo tersebar dimana-mana, jangan lupa tinggalkan jejak kalian, so happy reading ^^

***

Selamat tinggal

Sebuah kata singkat yang bertabrakan (?) dengan apa yang diinginkan. Waegeurae? Kami begitu sangat bahagia, kami memiliki semuanya, sebuah apartment mewah, uang, tetapi yang terpenting adalah kami. Kami memiliki cinta dan kasih, wae kau harus pergi dan meninggalkanku sendiri disini? Kucoba untuk move on, aku selalu mencobanya tetapi aku tak bisa. Aku tau, kamu sangat menginginkan hal itu.

Ketika pertama kali kau menatapku, jantungku berdegup kencang.

Ketika pertama kali kau berjabat tangan denganku dan mengatakan namamu sambil tersenyum sangat manis. Membuatku tak pernah melepaskan pandanganku darimu..

Ketika pertama kali kau memelukku, aku merasa nyaman

Ketika pertama kali kau meminta kita untuk melakukan pinky promise, aku merasa gugup

Ketika pertama kali kau menciumku, aku percaya bahwa aku telah jatuh cinta padamu

Dan ketika kita membuat cinta yang tulus, kita menjadi satu.

Aku tidak bisa melupakan sama sekali, saat dimana kau meninggalkanku. Dengan otomatis air mata mengalir dari pelupuk mataku, seluruh tubuhku merasakan sakit, tak bisa membiarkan makanan masuk ke dalam tubuhku lagi. aku tak bisa melakukan apa-apa lagi. wae?? Wae?? Waegeurae?!

Hari itu adalah tanggal 12 september, hari yang sangat buruk untukku bahkan hari itu tidak hanya dikatakan buruk tetapi sangat mengerikan ketika selama beberapa tahun kita lewati bersama diam-diam kau menyembunyikan penyakitmu dariku dan ketika kita menghabiskan waktu bersama pada hari itu tiba-tiba, kau pingsan membuatku harus membawamu ke rumah sakit. Kanker.. itu yang dokter katakan padaku.

Aku duduk ditepi ranjangmu, menggenggam tanganmu erat takut jika kau meninggalkanku, kau mungkin akan menghilang terbang ke langit. Kutatap wajahmu agar aku merasa sedikit lebih tenang ditengah-tengah perasanku yang sudah putus asa. Sangat pucat.. bagaikan hantu jika kau melihatnya sendiri lewat cermin pink yang selalu kau bawa, kupandangi bibir tipismu. Dan kulihat keningmu berkerut, mungkin kau tengah bermimpi buruk. Kupandangi punggung lenganmu yang kurus hingga memperlihatkan tulangnya dan terdapat selang infus yang tertanam disana aku tersenyum saat mengingat bagaimana kita saling menunjukkan ibu jari kita ketika kita bertengkar  karna sebuah kebosanan.

Aku berhenti bermimpi sampai akhirnya, aku kembali pada kenyataan yang tengah aku jalani dan perlahan melihat kedua matamu terbuka. Dengan lemah, kau tersenyum padaku dan mencoba mengatakan sesuatu. Kucoba untuk mendekatkan telingaku agar aku bisa mendengar ucapanmu dipagi hari yang cerah ini.

“ Good morning, t-tae-t-tae “ ucapmu, membuatku tersenyum dan segera mengecup keningmu. Lalu, kau mengangkat tangamu dan mengelus kelopak mataku membuatku terpejam beberapa saat untuk merasakan kerinduan sentuhan tanganmu yang begitu lembut.

“ Matamu terlihat lelah, kim taeyeon “ ucapmu sambil tersenyum manis, membuatku ikut tersenyum ketika mendengar kau memanggil nama lengkapku

“ Jika ini untukmu, tak jadi masalah meskipun harus memiliki mata panda dengan lingkaran hitam dibawah kelopak mataku “ jawabku, membuatnya terkekeh tetapi, selanjutnya tawanya yang kecil membuatnya terbatuk. Dengan cepat, aku mengambil sebotol air mineral dan membukanya untukmu. Tanpa banyak bicara, kau segera meminumnya.

“ Kemarilah “ pintamu setelah menyimpan botol minuman diatas meja samping ranjang rawatmu, lalu kau pun berpindah sedikit sampai akhirnya tempat itu cukup untuk tubuhku. Kupeluk tubuhmu erat dan kau menenggelamkan kepalamu dileherku, kupejamkan mataku saat kurasakan pipiku menyentuh kepalamu. Harum rambutmu tak pernah berubah, sangat harum.

“ Tidurlah, aku tau kau sangat lelah tae “ bisikmu, perlahan kurasakan mataku terpejam dan tak lama kemudian tertidur pulas.

Setelah satu jam berlalu, akhirnya aku terbangun dari tidurku yang nyenyak dan aku menemukanmu yang masih tertidur dipelukanku. Aku merasa ada yang aneh ketika melihatmu yang masih tertidur seperti itu, membuatku gelisah. Lalu, seorang suster menghampiri untuk memeriksamu. Kubiarkan ia memeriksamu, ketika suster itu sedang memeriksamu.. tiba-tiba aku melihat raut wajahnya yang khawatir sambil mengangkat bahunya dihadapanku.

“ Sepertinya dokter harus segera memeriksanya sekarang “ ucapnya padaku, membuatku takut.

Dokter pun datang, aku memutuskan keluar ruangan untuk memberikan sebuah privasi pada mereka. tak lama kemudian, dokter keluar dari ruangan dengan ekspresi yang tak bisa diartikan

“ Aku pikir, kini tibalah waktunya. Kau harus bersiap “ ucapnya sambil menarik nafas panjang, membuat hatiku sakit.

Ini mungkin akan menjadi yang terakhir aku bisa melihatnya, aku menangis dan menangis ditengah kakiku yang semakin bergetar. Ini bagaikan separuh jiwaku pergi, kami sudah berjanji satu sama lain, bahwa kami akan selamanya bersama. Wae?? Waegeurae??

Aku tau, aku harus menjadi orang yang kuat untuknya. Dengan sisa kekuatanku, kuputar knop pintu untuk melihat wajahnya yang cerah lebih jelasnya sangat pucat.

“ Hey.. “ panggilku sambil tersenyum pahit

“ Keadaanku semakin memburuk bukan? Dan tibalah saatnya.. “ ucapmu to the point, kucoba untuk menguatkan diriku sendiri untuk tak menangis dihadapanmu. dengan cepat, aku mengambil kursi dan duduk disampingmu. Kugenggam tanganmu dan mengecupnya lembut, lalu mencium bibirnya. Kubenarkan letak ponimu untuk membuatmu terlihat lucu sekaligus untuk menghiburmu. Itu berjalan dengan baik, terlihat dari sunggingan (?) senyum diwajahmu.

Seperti satu jam yang lalu, kau terlihat semakin melemah dan melemah.

“ Taetae.. “ bisikmu, suaramu terdengar sangat lembut ditelingaku. Kucoba untuk tidak membiarkan air mata ini mengalir dari pelupuk mataku

“ Ne, miyoung~ah? “ jawabku dengan suara yang sedikit parau

“ Berjanjilah satu hal.. “

“ Apapun itu “ jawabku sambil terus mencoba mendengar semua ucapanmu dengan baik tetapi, genggaman tanganku semakin mengerat.

“ Jangan terus menangisi kepergianku… aku tak ingin melihat itu. carilah seseorang, cintailah dia, besarkanlah anak-anakmu bersamanya. Selamanya dengannya dan yang terpenting, jagalah dia dengan baik. Aku ingin melihat itu.. bisakah kau melakukannya untukku? “. Kini, aku tak bisa menghentikan air mata yang sudah keluar dari pelupuk mataku tanpa permisi.

“ M-miyoung~ah, u-uljima.. “

“ Sshh.. berjanjilah padaku? “ ucapnya sambil menangis, kurasakan ia menggengggam tanganku sangat erat.

“ Aku berjanji miyoung, aku berjanji.. “ jawabku dengan pemikiran yang positif sambil mengangguk mantap

“ Good “ jawabnya sambil tersenyum manis. Dia memejamkan matanya, dengan cepat kuhapus air mataku dan terus memandang wajahnya.

“ Taeyeon~ah.. “

“ Hmm?? “

“ I love you so much..

 

 

Forever..

 

 

And always..

 

 

 

Good-bye… “

 

I love you too tiffany, saranghae selalu dan selamanya. Kujaga janjiku dan aku akan mencoba melakukannya hanya untukmu.

END

19 comments

  1. Annyeong
    bru mampir lgi hehe
    huuwaaa T.T
    k tga bgt si bikin ma taeny
    tae jangan sedih ea khan masih ada aku Hehehe
    FIGHTING k~~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s