(Chaptered) Everyone Love Her 2

“ Panggil saya yuri “ pinta yuri tanpa mengalihkan pandangannya dari tiffany sambil menggenggam tangan tiffany erat.

“ Ne? “ tanya jessica terkejut

“ Tolong panggil saya yuri, kwon yuri “ jawab yuri yang segera menoleh ke arah jessica, membuat jessica mengangguk mantap.

“ Ak-ku jessica “ ucap jessica memperkenalkan diri

“ Baiklah, sekarang apa yang akan kau lakukan pada adikku? “ tanya yuri sambil menyilangkan kedua tangan didadanya

“ Saya akan membersihkan tubuh nona tiffany, karna keringat dingin terus keluar dari tubuhnya “

“ Kalau begitu, aku akan membantumu “

“ Hajiman.. “

“ Wae? “

“ Ani.. “ jawab jessica sambil tersenyum manis pada yuri

“ Senyuman yang manis “ batin yuri yang terpesona dengan senyuman jessica

“ Chakmann.. apa kau sebenarnya ingin melihat tubuh adikku?? “ tanya yuri yang menahan jessica untuk memulai membasahi kain handuk untuk me-lap wajah tiffany.

“ MWO?? “

Title : (Chaptered) Everyone Love Her 2

Author: Adelayn Tiffany

Genre: Yuri, romance, etc.

Main cast: Tiffany Hwang, Jessica Jung, Kim taeyeon, Kwon Yuri

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini😄

WAJIB DIBACA!!

Aku kasih tau lebih jelas lagi yaa karakter-karakter cast ff ini. Biar kalian g bingung, jadi pihak tiffany, yuri sama seohyun ini. Selalu menjaga imagenya baik pada keluarganya apalagi sama orang yang tidak dikenal.

Tiffany: Jaim, dingin, kasar, perfeksionis, tidak peduli pada orang disekitarnya tapi, sebenarnya tiffany itu lemah lembut, peduli pada semua orang terutama pada orang yang tidak mampu, pekerja keras, royal, penyayang, rendah hati.

Yuri: Jaim, emosinya labil, kadang baik kadang dingin, easy going (Dia bisa saja mencontoh sikap tiffany dan kadang mencontoh sikap seohyun yang suka clubbing atau pun bermain hati dengan orang yang berhasil menarik perhatiannya. Sikapnya g jauh dari ff bad girl sebenarnya) baik hati. Semenjak mengetahui penyakit yang dimiliki tiffany, yuri akan menjadi orang yang berusaha menjadi kakak yang terbaik untuk adik-adiknya.

Seohyun: Jaim, manja, senang berhura-hura, shoopingholic, sering dimanfaatkan oleh teman-temannya karna statusnya yang terlahir dari keluarga yang kaya raya, tapi sebenarnya dia baik hati, penurut dan menyayangi kakak-kakaknya.

Jessica: ceroboh, sleepyhead, perhatian, polos, baik hati.

Taeyeon: dorky, pelindung bagi jessica, dewasa, murah senyum dan pekerja keras.

Sunny: seorang model yang baik, selalu memberikan perhatian pada keluarga tiffany.

Okee segini dulu, kalau ada yang kurang nanti menyusul hehe ..

Dont copy paste without my name, dont bashing also.. warning typo tersebar dimana-mana, jangan lupa tinggalkan jejak kalian, so happy reading ^^

***

“ Omo.. kau serius sekali, aku hanya becanda agashi “ ucap yuri terkekeh ketika melihat ekspresi jessica yang begitu serius menanggapi ucapannya.

“ Ohh.. aku pikir, kau benar-benar menuduhku yang tidak-tidak “ jawab jessica sambil tersipu malu dan tetap terlihat gugup

“ Hajiman, kau hanya perlu me-lap wajah, kaki dan tangannya. Biar tubuhnya aku saja yang kerjakan “ ucap yuri

“ Waeyo? Ini sudah menjadi pekerjaan para perawat nona “

“ Yah! Panggil aku yuri jangan panggil aku nona, aku merasa tidak nyaman dengan panggilan seperti itu dari seorang suster sepertimu “

“ Ada apa dengan suster seperti-ku, y-yuri? “ tanya jessica kebingungan

“ Karna kau salah satu suster yang berhasil menarik perhatianku “ batin yuri sambil tersenyum

“ Pokoknya kau hanya perlu me-lap apa yang aku katakan tadi. Tiffany tak suka tubuhnya disentuh oleh sembarang orang “ jelas yuri membuat jessica mengangguk mengerti.

“ Baiklah, kalau begitu aku akan mengerjakannya “ jawab jessica yang segera melakukan tugasnya. Sedangkan, yuri memilih duduk disofa dengan sooyoung dan sunny yang masih tertidur pulas disana.

Puk…

Yuri melemparkan koran ke arah sooyoung..

“ Omo.. “ ucap sooyoung terkejut, membuatnya segera bangun dan menemukan seringaian jahil yuri dihadapanya.

“ Omo.. nona yuri “ panggil sooyoung sambil mengerjapkan matanya tak menyangka, disusul dengan sunny yang terbangun dari tidurnya dan segera membungkukkan tubuhnya dihadapan yuri sambil tersenyum.

“ Sudah lama aku tak bertemu kalian “ ucap yuri kepada kedua yeoja dihadapannya.

“ Ne, kau baru saja tiba yul? “ tanya sunny

“ Ne, gomawo.. kau dan sooyoung telah menemani dongsaengku “

“ Itu sudah kewajiban saya, nona “ jawab sooyoung tersipu malu

“ Aku sudah tau “ ucap yuri singkat, membuat sunny terkekeh dan sooyoung yang terlihat gondok

“ Aku hanya bercanda soo “ ucap yuri sambil menepuk bahu sooyoung.

“ Kau pasti lelah, yul.. kebetulan aku akan pergi sekarang. Karna ada beberapa schedule yang harus aku kerjakan “

“ Secepat itu, sunny? “

“ Ne, mianne.. secepatnya aku akan kembali “ jawab sunny yang segera beranjak dari tempatnya dan berpamit pada yuri dan sooyoung.

“ Hati-hati dijalan nona soonkyu! “ ucap sooyoung sambil terkekeh meskipun, mendapatkan tatapan tajam dari sunny. Setelah sunny pergi dari ruang rawat tiffany, kini tinggalah sooyoung, yuri dan jessica didalam sana.

“ Permisi, saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya seperti apa yang anda minta “ ucap jessica formal dihadapan yuri yang tengah menyibukkan diri dengan Ipad ditangannya.

“ Ohh.. kau sudah menyelesaikannya? Kalau begitu kau boleh keluar, terimakasih “ ucap yuri sekilas menoleh ke arah jessica dan kembali menyibukkan diri dengan ipadnya, jessica pun membungkukkan tubuhnya dan segera melesat pergi dari hadapan yuri dan sooyoung.

“ Apa ada sesuatu yang kau butuhkan, nona? “ tanya sooyoung yang segera beranjak dari tempatnya

“ Aku lapar, tolong belikan aku makanan soo. Kau juga pasti sangat lapar “ pinta yuri yang dengan cepat, mendapat respon anggukan dengan seringaian senyuman manis sooyoung dihadapan yuri

“ Aku akan segera kembali, nona “ jawab sooyoung yang segera melesat keluar dari ruang rawat tiffany

***

Jessica pov

Aku sudah selesai mengerjakan pekerjaanku sebagai suster untuk me-lap tubuh pasien terhormat kami yang bernama tiffany. Wajahnya terasa familiar untukku, dia cantik dengan bibir yang tipis dan setelah ku-lap, wajahnya terlihat lebih segar namun demamnya  belum juga turun. Malang sekali nasibnya.. aku berjalan menghampiri yeoja yang bernama yuri untuk memberitahu bahwa aku sudah selesai, rasanya aku cukup segan padanya. Terlebih ketika aku mengetahui bahwa yeoja itu adalah kakak dari tiffany.

“ Permisi, saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya seperti apa yang anda minta “ ucapku sopan dihadapannya yang tengah menyibukkan diri dengan Ipad ditangannya.

“ Ohh.. kau sudah menyelesaikannya? Kalau begitu kau boleh keluar, terimakasih “ jawabnya yang sekilas menoleh padaku sambil tersenyum dan kembali menatap layar ipadnya, aku pun segera membungkukkan tubuh dan segera melesat pergi dari hadapannya dan seorang yeoja disampingnya.

Baru saja aku keluar dari ruang luxury beberapa suster senior memanggilku, membuatku menghentikan langkah kaki ini.

“ Jessica-ssi.. “

“ Ada apa eonnie? “ tanyaku yang segera menghampirinya

“ Apa kau baru saja dari kamar rawat luxury itu? “

“ Ne, waeyo? “ tanyaku penasaran, mereka terlihat sangat kegirangan begitu tau aku baru saja keluar dari ruang rawat luxury

“ Apakah kau bertemu dengan yeoja berambut hitam dengan kulit yang coklat didalam sana?? “. Yap.. pembicaraan mereka tertuju pada sosok seorang yeoja bernama yuri yang baru saja kutemui.

“ Ne, dia yuri?? Waeyo? “

“ Matta.. hajiman, bagaimana kau mengetahui namanya?? “ ucap suster senior itu girang dan dengan cepat mengerutkan keningnya ketika menyadari aku yang mengetahui sosok seorang yuri

“ Tentu saja semua orang pasti mengenalnya, pabo! “ jawab salah satu teman suster seniorku itu, jujur saja.. aku benar-benar tidak tau orang-orang yang berada diruang rawat luxury itu kecuali yeoja yang bernama sunny. Karna dia cukup sering ke rumah sakit ini untuk bertemu dengan dokter lee soo man

“ Memangnya kenapa? “ tanyaku polos, sungguh aku tak mengerti dengan beberapa orang hari ini.

“ Jadi kau tak tau siapa yeoja itu?? “ tanya suster senior tak menyangka, aku pun mengangguk mantap karna yang aku tau yeoja yang sakit itu bernama tiffany dan yeoja berambut hitam, berkulit coklat bernama yuri

“ Ya tuhan jessica-ssi, besok-besok seringlah membaca berita harian dikoran disetiap pagi “ nasihat suster seniorku, sebenarnya aku masih tak mengerti apa yang sedang dikatakannya. Membaca berita harian dikoran selalu aku lewatkan, tentu saja.. aku selalu terlambat bangun dipagi hari. Bagaimana bisa aku menyempatkan diri untuk membacanya, mereka lucu sekali.

“ Kalau begitu kami duluan “ pamit suster senior itu girang, wajah mereka lebih cocok seperti suster-suster yang sering bergosip. Yang ada hanya membuang-buang waktuku saja, ketika suster seniorku pergi.. aku masih bisa mendengar bisikkan-bisikkan mereka yang membicarakan yuri.

“ Yah! Dia cantik sekali, berwibawa tak jauh dari sosok adiknya tiffany “ bisik suster senior itu

“ Ne, aku sangat mengangguminya. Dia yeoja yang hebat dan berbakat “ bisik salah satu suster yang berbeda

Wae hari ini aku banyak mendengar nama yang tak asing lagi ditelingaku, apa aku pernah mendengar nama tiffany?? Rasa-rasanya, aku pernah mendengar nama itu disuatu tempat. Dimana ya? Sambil memikirkan nama tiffany, aku berjalan santai dikoridor rumah sakit yang melenggang.

Tap.. tap.. tap…

Aku masuk ke dalam ruang istirahat, terlihat hyoyeon yang tengah bermanja ria bersama kekasihnya nicole. Hyoyeon membaringkan tubuhnya disofa dengan kepalanya yang disimpan dipangkuan kekasihnya. Mereka terlihat bahagia dengan candaan-candaan mereka yang berhasil membuatku ikut tertawa. Namun, rasa keingintauanku terhadap kedua yeoja yang tinggal diruang rawat luxury itu semakin besar. Hingga aku tak bisa bertahan untuk menanyakannya pada hyoyeon, siapa tau dia tau soal hal ini.

“ Hyo.. “ panggilku disela-sela candaan kami

“ Ne? “ jawab hyoyeon sambil menoleh ke arahku

“ Sebenarnya, pasien kehormatan kita itu siapa?? Bukankah selain keluarga hwang tak ada lagi pasien kehormatan kita?? “ tanyaku kebingungan, kulihat hyoyeon membelalakkan matanya begitu mendengar pertanyaanku padanya.

“ Wae? “ tanyaku polos

“ Jadi dari saat kau masuk hari ini, kau masih tidak tau kalau pasien kehormatan kita itu siapa?? “ tanya hyoyeon, diikuti tawa kecil nicole

“ Ne, nugu? “

“ Ya tuhan sica, tentu saja pasien kehormatan kita itu salah satu dari keluarga perusahaan hwang grup. Tiffany hwang miyoung “ jawab hyoyeon dengan jelas dan penuh dengan penekanan.

“ Yap.. yeoja yang memiliki penyakit asma itu bernama tiffany hwang, jessica-ssi. Pemilik perusahaan hwang grup terbesar didunia “ ucap nicole yang menambahkan jawaban kekasihnya.

“ NE?? Jadi, yeoja yang memuntahkan semua isi perutnya pada seragam putihku adalah tiffany hwang miyoung, pemilik perusahaan hwang grup?? “ tanyaku tak percaya, diikuti anggukan mantap nicole dan hyoyeon

“ Lalu, yuri, yuri itu? dia eonnienya?? Wae mereka tak memiliki marga yang sama? “ tanyaku asal

“ Hush.. kau jangan sembarangan memanggil nama itu tanpa disertai panggilan nonanya, mereka sangat dihormati dan disegani kau tau itu? Dan kedua orang tuanya sejak lahir memang tak menampilkan marga hwang pada anak pertama dan terakhirnya. Mereka hanya menampilkan marga mereka pada anak kedua mereka “

“ Wae?? “

“ Mana aku tau, aku bukan orangtua mereka sica “ jawab hyoyeon datar. Aku pun, mengangguk mantap. Tak disangka yeoja yang terbaring lemah diruang luxury itu adalah pemilik perusahaan hwang grup dan tak disangka pula, dulu aku hanya bisa menontonnya lewat televisi bersama taenggo tapi sekarang aku bisa melihatnya secara langsung yeoja yang super sibuk itu.

“ Omo!! “ ucapku ketika meraba lengan kananku dan tak menemukan jam tangan kesayangan almarhum omma.

“ Waeyo sica, yyah! Kau mengagetkan kami “ keluh hyoyeon

“ Aku melupakan jam tanganku “ jawabku panik

“ Dimana kau meninggalkannya? “ tanya nicole

“ Luxury, ne.. ruang perawatan luxury tidak salah lagi “ gumamku yang segera berlari keluar dari ruangan peristirahatan suster

Jessica pov end

***

Tiffany pov

Dingiin.. sangat dingin dan lagi, kepalaku begitu berat sekali. Dengan susah payah aku mencoba membuka mataku..

“ Ngghhh.. “ erangku ketika merasakan pening dikepalaku, aku berusaha untuk membenarkan posisi tubuhku dengan beranjak duduk.

“ Kau sudah bangun? “ tanya seorang yeoja yang tak asing lagi untukku, ia membelakangiku dan melemparkan pandangannya keluar jendela kamar rawatku. Kulihat dari pantulan sosok dirinya dijendela, ia tersenyum ke arahku sambil menyilangkan kedua tangan didadanya.

“ Yuw-riee?? “ panggilku ragu sambil menyernyitkan keningku, ketika mataku masih mengabur.

“ Sudah berapa lama kau seperti ini fany~ah? “ tanyanya yang terdengar mengkhawatirkanku, aku merindukan perhatian orang-orang kesayanganku tak terkecuali dirinya. Mataku berkaca-kaca ketika mendengar suaranya lagi, sosok yuri yang mencerminkan sikap appaku.. tak disangka, air mataku jatuh dari pelupuk mataku dan mengalir di pipiku.

“ Sampai kapan kau terus-terusan menyiksa dirimu sendiri? Kau bosan hidup, sehingga kau memforsir dirimu sendiri huh??? “ tanyanya yang sedikit meninggikan suaranya sambil membalikkan tubuhnya, sehingga kini mata kami pun saling bertemu. Kulihat, matanya berkaca-kaca ketika menatapku yang benar-benar terasa menyedihkan bagi diriku sendiri. Aku tak ingin menjawab semua ucapannya, jika aku ikut merecoki ucapannya yang ada situasinya semakin tak bagus. Jadi, aku memutuskan untuk diam dan mendengarkan semua ucapannya sambil menunduk.

“ Fany~ah, jika kau terus-terusan menjadi workholic yang ada omma dan appa akan kecewa padamu jika kau terus-terusan menyiksa dirimu sendiri dengan mengerjakan seluruh pekerjaanmu yang tak pernah habis-habisnya setiap hari! Kau merepotkan! “ ucapnya sambil menghapus air matanya kasar dan segera pergi meninggalkanku sendiri disini. Aku hanya menarik nafas panjang saat dia meninggalkanku. Aku tau dibalik ucapannya yang bisa membuat hati seseorang tersakiti, sebenarnya dia sangat mengkhawatirkan aku. Ucapannya tak seperti apa yang sebenarnya ia inginkan, ucapannya yang seperti itu tak berpengaruh untukku. Aku sudah cukup kuat melawan semua cacian atapun yang lainnya.

“ Ohh.. jam tangan siapa ini? “ gumamku, aku menemukan jam tangan usang dengan kaca yang sudah retak. Jika diketuk sekali lagi tepat dilayarnya dengan ketukan kecil, bisa saja kaca ini langsung pecah.

Tiffany pov end

***

Normal pov

Jessica berlari kecil dan tak sengaja ia menabrak seseorang..

Brukk…

“ Apa yang kau..~ “ ucap yuri yang sedikit meninggikan nada suaranya namun, ketika melihat orang yang menabraknya adalah jessica ucapannya tak dilanjutkan kembali. Yuri memilih pergi dari hadapan jessica dengan tergesa-gesa, hal itu membuat jessica kebingungan.

“ Ada apa dengannya? Matanya sembab. hmm.. ahh, lebih baik aku segera mengambil jam tangan omma “ batin jessica kebingungan dan begitu sadar tujuannya, dengan cepat ia masuk ke dalam ruang luxury.

“ Sudah dijaman modern seperti ini, seseorang masih menggunakan jam tangan ini? Ini sudah sangat usang sekali, tapi jam tangan ini cukup unik “ gumam tiffany sambil tersenyum dan terus memandangi jam tangan mungil yang usang.

“ Omo! “ ucap jessica terkejut ketika melihat tiffany yang sudah terbangun dari tidurnya. Kedatangan jessica juga telah mengejutkan tiffany, dengan cepat tiffany menyembunyikan jam tangan usang yang ia temukan sebelumnya.

“ Miannata, nona karna saya sudah mengganggu waktu anda “ sesal jessica sambil membungkukkan tubuhnya

“ Ada apa? “ tanya tiffany dingin dengan mengalihkan pandangannya keluar jendela dihadapannya

“ Saya meninggalkan suatu barang berharga dikamar anda sebelumnya, apa anda melihat barang itu? Jam tangan dengan model lama “ jelas jessica

“ Maksudmu ini? “ tanya tiffany dengan memperlihatkan jam tangan usang yang ia temukan diranjangnya. Sikap tiffany pada jessica terlihat benar-benar dingin

“ Ohh.. ituu “ ucap jessica yang kini, melupakan sikap formalnya dihadapan tiffany

“ Bolehkah aku mendapatkannya? “ tanya jessica sambil memperlihatkan puppy eyesnya

“ Andwe.. “ jawab tiffany singkat

“ NE? Tapi itu punyaku “ ucap jessica yang segera menghampiri tiffany

“ Ini sudah menjadi milikku, karna aku yang menemukannya “ jawab tiffany

“ Aishhh.. tak ada cara lain, selain merebut jam tangan omma darinya “ batin jessica

“ Kembalikan, itu milikku “ ucap jessica yang mencoba merebut jam tanganya dari tiffany, tetapi dengan cepat tiffany menghalau tangan jessica yang mencoba mengambil jam tangan ditangannya

***

Yuri berjalan santai dikoridor rumah sakit, dia terlihat kebingungan dengan apa yang harus dia lakukan untuk mengekspresikan sikapnya pada adiknya tiffany bahwa meskipun dirinya terlihat dingin tetapi sebenarnya ia sangat mengkhawatirkannya. Yuri terlihat sangat menyesal karna telah membentak tiffany yang padahal ia tau bahwa tiffany sama lemahnya seperti dirinya. Kuat diluar tapi lembek didalam. Yuri menyalahkan pengasuh kecil mereka yang membuat kedua saudara dan dirinya sendiri menjadi sosok seorang yang lebih memilih menjaga imagenya dibanding terbuka satu sama lain.

“ Kwon Yuri agashi, kakak dari tiffany agashi? “ panggil namja paruh baya yang berhasil menghentikan langkah yuri

“ Ne? “ tanya yuri yang segera menoleh ke arahnya

“ Bisakah anda ikut ke ruangan saya? “

“ Ohh.. ne.. “ jawab yuri yang segera mengikuti langkah dokter dihadapannya untuk pergi ke ruang kerjanya.

“ Silahkan duduk “ pinta dokter tersebut, terlihat tulisan ‘Lee soo man’ didepan meja kerjanya. Yuri pun segera duduk dihadapan lee soo man

“ Sebelumnya saya minta maaf karna tiba-tiba memanggil anda “

“ Ne, gwenchayo, apa kau yang menangani adikku? “

“ Ne, saya yang menanganinya “

“ Ada apa? Bagaimana keadaannya? Maaf saya belum sempat mencari anda, dok “

“ Ohh.. gwenchanayo. Sebelumnya saya ingin bertanya “

“ Ne, silahkan “

“ Apa tiffany agashi memiliki penyakit anemia? “

“ Anemia?? Setau saya, tiffany memiliki riwayat asthma dan maag. Waeyo? “

“ Ne, kalau soal hal itu saya sudah mengetahuinya. Hmm.. jadi anemia ini, anda belum mengetahuinya? “

“ Ne.. “

“ Kalau begitu saya beritahu, supaya anda bisa menjaga adik anda. Setelah saya teliti kesehatan adik anda kemarin, selain tiffany agashi memiliki penyakit asthma dan maag.. beliau juga memiliki anemia “

“ Mwo?? Bagaimana bisa? “

“ Ini terjadi karna pola makannya yang salah, tidak teratur dan tidak menyeimbangkan kecukupan sumber gizi yang dibutuhkan didalam tubuhnya, beliau juga mudah mengalami penurunan kondisi fisik terlihat dari sesak nafas yang dideritanya. Mungkin anda bisa melihat lebih jelasnya sendiri, saya hanya meminta anda untuk mengingatkan tiffany agashi untuk tidak terlalu memaksakannya mengerjakan yang berat baik bagi pikirannya maupun yang lainnya. Karna terpacunya sesak nafas akibat tiffany agashi mengalami stress, tolong jangan menganggap mudah tentang penyakit yang diderita tiffany agashi “

“ … “. Yuri terdiam mendengar penjelasan dokter yang membuat rahangnya mengeras, tangannya mengepal dan ia menggigit bibir bawahnya untuk membendung air matanya yang sudah tertahan dipelupuk matanya.

“ Apa kau mengerti yuri agashi? “

“ N-ne.. kalau begitu saya permisi “

“ Biar saya antar “. Mereka pun segera beranjak dari tempatnya dan keluar dari ruangan dokter lee soo man. Kebetulan lee soo man akan memeriksa tiffany kembali, sehingga mereka pun jalan beriringan dan sesekali melakukan perbincangan kecil.

***

Jessica pov

“ Yah! Itu milikku, kau tak seharusnya mengaku-ngaku itu milikmu! “ ucapku yang terus berusaha mengambil jam tanganku dari tangannya

“ Andwe, andwe.. ini sudah menjadi milikku. Suruh siapa kau meninggalkannya, dengan kau meninggalkannya disini berarti kau sudah tak membutuhkannya lagi “ jelasnya yang terus menghindar dari tanganku yang mencoba meraih jam tangan usang milik omma. Sembarangan sekali orang itu yang mengatakan kalau aku sudah tak membutuhkannya lagi, aku bukan tak membutuhkannya tapi aku lupa meninggalkannya.

“ Yah! Kembalikan, itu sangat penting untukku!! “ geramku yang tak sengaja mendorong tubuhnya, membuat tubuhnya hilang keseimbangan dan terbaring diatas ranjangnya sendiri. Beruntunglah ranjang rawatnya berukuran king size jadi ia tak jatuh ke lantai, tetapi ia menarik tubuhku menyebabkanku ikut tertarik.

“ O-omo! “ ucap kami bersamaan, ketika mendapatkan kami yang terjatuh bersama-sama dengan posisiku diatas tubuhnya. Aku terkejut bukan main..

“ Aakkkhhh… “ ringisnya yang sudah memeluk tubuhku dan infusannya yang terlepas dari punggung telapak tangannya. Awalnya aku tak menanggapi ringisan sakitnya, karna tiba-tiba kejadian ini mengingatkanku pada seseorang yang pernah mengisi hari-hariku dimasa lalu dengan bahagia.

#Flashback

~ Los Angeles
Disebuah taman bermain dekat kelas mereka, dua sosok yeoja tengah menghabiskan waktu bersama. Mereka terlihat tertawa bersama sambil bercanda-canda bahagia.

“ Cantik “ batin yeoja yang memiliki senyuman eye smile yang sedaritadi memandangi  yeoja berambut blonde tak jauh darinya

 “ Jessie.. “ panggil seorang yeoja yang memiliki senyuman eye smile itu pada yeoja berambut blonde

“ Mwo? “ tanya yeoja blonde yang menghentikan aktivitasnya mengambil beberapa daun yang berjatuhan dari atas pohon. Kedua yeoja ini memiliki hobby yang unik yaitu mengoleksi daun-daun yang menurut mereka aneh dan unik dan saat ini, mereka sedang mencari daun-daun itu untuk menambahkan koleksi daun mereka.

“ Lihat, aku menemukan daun yang berbentuk unik lagi “ jawab yeoja ber-eye smile itu sambil menunjukkan daun berbentuk bintang dihadapan yeoja blonde

“ Oh my god, tiff.. itu indah sekali, aku ingin melihatnya “ ucap yeoja blonde yang mencoba meraih daun unik itu dari tangan yeoja ber-eye smile

“ Andwe! Kau selalu ceroboh dan aku tak ingin daun ini kenapa-kenapa. Ini daun koleksiku hari ini, kau bisa merusaknya jika kau memegang daun ini “ jelas yeoja ber-eye smile itu

“ Ayolahh.. tiff, hanya sebentar! “ rengeknya manja yang terus mencoba meraih daun itu

“ Andwe, andwe, andwe.. “ ucap si eye smile yang mencoba menghindari sahabatnya itu sambil tertawa, tetapi sikap ceroboh si yeoja blonde itu kembali hadir ditengah-tengah mereka. Yeoja blonde itu tersandung batu dihadapannya dan menyebabkan tubuhnya kehilangan keseimbangan. Melihat sahabatnya juga seseorang yang sudah disukai beberapa tahun terakhir oleh yeoja ber-eye smile tersebut akan jatuh, dengan cepat yeoja ber-eye smile mengorbankan dirinya untuk menahan tubuh yeoja blonde yang akan terjatuh ke lantai. Sehingga, yeoja blonde itu terjatuh tepat diatas tubuh yeoja ber-eye smile

“ Omo “ ucap yeoja blonde terkejut

“ Yah! Lihat, kau ceroboh lagi! “ ucap yeoja ber-eye smile sambil menjitak pelan yeoja blonde

“ Hehe.. mian “ jawab yeoja blonde terkekeh

#Flashback end

“ Tak bisakah kau bangun dari tubuhku? “ tanyanya dengan kesal, namun aku masih terdiam dan memandangi wajahnya. Ani.. dia bukan orang yang selama ini aku rindukan, orang ini terlalu kasar berbuat hal ini padaku. Tapi tatapannya seperti tatapan stephany.

Jessica pov end

***

“ OMO!! Jessica-ssi!! “ panggil dokter lee soo man panik yang baru masuk dan mendapati jessica terjatuh diatas ditubuh tiffany dengan infusan tiffany yang terlepas. Menyebabkan darah segar yang mengalir cukup banyak dari punggung tangan tiffany, hal itu juga mengejutkan yuri yang segera berlari menghampiri keduanya.

“ Yah! Apa yang sudah kau lakukan? “ tanya dokter yang segera menyingkirkan tubuh jessica kasar dari atas tubuh tiffany

“ Dokter, bersikap lebih baiklah padanya “ ucap yuri sambil menangkap tubuh jessica yang hampir terjatuh, membuat tiffany menaruh perhatiannya pada yuri dan jessica

“ O-omo, miannata dokter “ sesal jessica sambil menunduk dan berbungkuk

“ Suster jessica selalu ceroboh yuri agashi “ jawab dokter tanpa mengalihkan pandangannya dari punggung telapak tangan tiffany

“ Aisshh.. “ ringis tiffany yang kesakitan karna infusannya terlepas begitu saja dari punggung tangannya

“ Sekali lagi saya minta maaf dokter, saya minta maaf nona tif-fany “ ucap jessica menyesal dan terlihat ragu ketika memanggil nama tiffany

“ Wanita ceroboh yang sama sepertinya, benar-benar ceroboh “ batin tiffany sambil tersenyum dalam diamnya

TBC

Gimana chap kedua ini?? Mesti monoton dan masih bikin kalian gak ngerti ya? sebenarnya ff ini memang kubuat cukup rumit yang akan menyebabkan butuh beberapa chapter yang banyak dalam menyelesaikan (endingnya). Yang jelas, dari chap ini.. jessica udah tau kalau pasien diruang luxury itu tiffany yang menjabat sebagai pemilik perusahaan hwang grup dan yuri sebagai kakak tiffany, baru itu. dan lagi, yuri udah tau keadaan tiffany yang penyakitan. Tinggal bikin dia intropeksi biar gak jaim, terus tiffany yang diam-diam kasih senyuman dalam diamnya untuk jessica. apalagi, sisanya menyusul hehe.. see you next chap, mian kalau gaje dan membosankan *bow

46 comments

  1. Hmm.. Okey,, mskipun msih chap awl yg agk mmbingungkan, gw brharap chap kdepan ada moment taeny & yulsic,,😉

  2. Akankah kisahny jd jeti ?
    Hmmmmm
    Smoga aja mereka cuma sahabatan
    Hehehehehehhe
    Tae ny cepet cepet ketemu fany dong biar jd taeny😀

  3. Tuh maksudnya hyo apa ya??seo ma yuri g pake marga hwang,jangan2 yul ma seo tuh emang bukan anak kandungnya keluarga hwang..
    Waaah moment jeti flashback’y suka banget..
    Meski itu pany seenak jidatnya aja langsung ngaku barang orang jadi milik dia..ckckck

  4. annyeong…

    ahh pantesan aja Jessica selalu terlihat merasa familiar ma ppany,ternyata ini toh alasannya karena dulu nya mereka pernah saling mengenal😀

  5. kya,, kyakx pairing jeti dlu, hbs itu br deh taeny ama yulsic😀 wkwkwk scenex seo blum ada wkwk,oh ia, happy 6th anniversary SNSD!!

  6. kayanya pairing antara jeti dan yulsic ya ?
    hmm…jadi jeti pernah dekat ya dulu ? *asal*
    gsw aja buat tiffany🙂

  7. Oooh,, sdikit lbh mudeng skrg. . . .hehehehe. . .waaah, apa coba itu fany ngaku2 itu jam udh mlik dia,hehehe moduskah itu fany eonni?hahaha. . .lanjuuutkan. . .

    Keep spirit. . .

  8. Masih belun ngerti sih thor hehe.
    Tapi, udah ada flashback. Jadi, ydah tahu kalu jeti pernah deket. Bener gak? #plakk
    Ahh. Member soshi laen bakal nyusul kan? Hehe :p

  9. sepertinya jessica dicintai 2 yeoja yaitu tiffany dan yuri sehingga rumor ini jeti ato yulsic.
    sedangkan taeyeon, itu saya blm berani pastikan taeyeon dg siapa.
    ku tunggu lanjutan dan hwaiting.

  10. wah jeti udh mulai nih.
    trnyata sica itu org yg d cari panny kah?
    ahhhh yul jg kyny suka sma sica dehh.

    panny pnyakitny mlah tmbah anemia huhuhu
    poor panny😦

  11. Kayaknya bakalan muter2 ini epep. .
    Tp asyiiiikkkk heeeehhh

    Taetae blum keluarrrr😄

    Taeeetaeeeeee cepaatttt keluarrrrr woyyyyyyyyyy😀
    #plaaakkkkkk

  12. Ini nanti jadinya YulSic atau JeTi ya?
    Masa lalu Jessica dan Tiffany…
    Banyak keraguan…
    Gue baru tau kalo mag sama anemia itu penyakit parah…
    bukannya anemia kalo hb nya naik udah sembuh tu anemianya

  13. Pasti tiffany emang stephany..mrka da prnah jmpa sblumnya,,pi knpa pda g’ ingat gtu..
    Aduuhh,,hati2 atuh mbak jessie,,kan ksian fany ksaktan gtu..

  14. jd igt drama yong pal yg mn hny org2 pnting yg ditmptkn scr khusus ktk berobat n ini berlku utk fany yg notabene ny chaebol.
    pertemuan yg unik nih antr Jeti n sm2 jg berkesan dihati mrk. jgn2 ntr cinta segitiga nih….

  15. jessi ceroboh, kasian kan tiffy nya kesakitan lagi. tiffy bukan nya orang paling kaya Raya ya?. masa jam jadul dan rusak mau di ambil juga, itu kan kenangan dari omma nya jessi.
    hmm… seperti nya mereka sahabat masa kecil, tapi kok pada ga inget ya. mereka berdua masih, mengira2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s