(Chaptered) Secretly Married with her 7

Title : (Chaptered) Secretly Married with her  7

Author: Heartyheart (http://www.asianfanfics.com/story/view/479324/secretly-married-with-her-taeny-yulsic)

Indonesian Translate: Adelayn Tiffany

Genre: Yuri, etc.

Main cast: Tiffany Hwang, kim taeyeon, Yulsic.

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre yuri. Ff ini saya ambil dari asian fanfiction dan mencoba untuk menterjemahkan, menambahkan atau pun mengurangi isi ff tersebut demi keberlangsungan cerita yang dapat dimengerti oleh semua readers. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini😄

Dont copy paste without the named, dont bashing also.. warning typo tersebar dimana-mana, jangan lupa tinggalkan jejak kalian, so happy reading ^^

***

Tiffany pov

“ Good morning baby “ ucapnya ketika ia merasakan gerakan ranjang kami karnaku

“ Morning too, taetae “

Kulihat matanya masih terpenjam dengan baik tetapi, sebuah senyuman tergambar diwajahnya yang cantik dan manis. Kubelitkan jari tanganku diantara jari-jari tangannya, kulihat tangannya dan tak menemukan cincin pernikahan kami. Aku tak tau kalau semenjak kami menikah ia tak menggunakan cincin pernikahan kami.

“ Taetae.. “

“ Hmm.. “ jawabnya tanpa membuka matanya

“ Wae, kau tak menggunakan cincin pernikahan kita? “ tanya dengan nada yang sedih

“ Hmm.. itu disini “ jawabnya masih memejamkan matanya sambil menunjuk ke dadanya

“ Aku tidak bercanda taetae, dimana cincin itu? kau menghilangkannya?! “ tanyaku dengan menatap tajam matanya, meskipun ia tak menatapku. Kulepaskan belitan jari tanganku darinya dan memutar tubuhku hingga, tak lama kemudian kurasakan ia memelukku dari belakang.

“ Tenang saja, baby. Cincinnya ada dikalungku, aku menggunakannya setiap hari dan tak pernah melepaskannya “ jawabnya santai, kurasakan ia mencium belakang leherku dengan lembut, membuatku bergidik dan gugup

“ Saranghae “ bisiknya

“ Nado saranghae “ jawabku sambil memutar balik tubuhku sehingga kini, bibir kami saling bersentuhan dan menciptakan ciuman yang dalam. Lalu setelah kedua dari kami merasa puas, kami pun melepaskanya dan tersenyum bersama.

“ Morning kiss, so sweet “ ucapnya dengan nafas yang masih tersenggal-senggal karna ciuman kami yang dilakukan bersama dengan nafsu, kami pun berpelukan erat diatas ranjang kami.

“ Tae, kau harus bekerja bukan? Kau harus bangun sekarang, kalau tidak kau akan terlambat “

“ Jadwalku hari ini ada disore hari, miyoung. Tidak semua jadwal, aku ambil dipagi hari “ jawabnya santai

“ Ne? Lalu, wae kau selalu pergi setiap pagi? “

“ Sebenarnya, sebelum aku melakukan scheduleku disore hari.. aku banyak menghabiskan waktu diapartmentku untuk menghindarimu, mianne.. “ sesalnya, mendengarnya seperti itu membuatku menatap tajam matanya.

“ Itu kemarin baby, sekarang aku tak punya alasan apapun lagi untuk pergi kesana selama kau berada disisiku dan menghabiskan waktuku bersama istri tercintaku ini dirumah “ ucapnya terkekeh sambil mengelus pipiku lembut

“ Jinjayo? Jangan pernah lagi kau ke apartmentmu atau kemanapun itu, aku akan membakarnya jika kau berpaling dariku “

“ Arrasseo, aku tak akan kesana. Tapi, jangan membakar apartmentku. Itu mahal tau! “ jawabnya sambil mencubit pipiku pelan

“ Baby.. “

“ Hmm.. “

“ Sebenarnya, apa hubunganmu dengan nickhun? “

“ Well.. dia adalah sahabatku saat di america, kami berteman sejak kecil “

“ Ahh.. tak ada yang lain? “

“ Ne.. “

“ Hajiman, wae aku melihat kalian berciuman didepan rumah? “

“ MWO?? Err.. kau tau kan, dia sudah seperti oppaku. Kami tak pernah berciuman dibibir “

“ Jinjayo? Apa kau yakin? Mungkin aku salah “

“ Ne, aku yakin itu. aku tak tau bagaimana kau sampai berfikiran seperti itu “

“ Mungkin aku hanya salah faham padamu, tetapi aku percaya padamu. Sayang.. jangan banyak menghabiskan waktu dengannya, aku cemburu “ ucapnya dengan mengerucutkan bibirnya

“ Arrasseo. Tapi, kita hanya teman dan sekali-kali bolehkah kami menghabiskan waktu bersama? “

“ Okee.. kau hanya perlu beritahu aku ketika kau akan pergi dengannya. Tapi, jangan sampai kau membiarkannya mencium istriku ini “

“ Kau cemburu, sayang? “ tanyaku menggoda

“ Hmm.. mandi sana, setelah kau mandi aku akan mandi. Aku masih mengantuk “

“ Ne.. “

Tiffany pov end

***

Taeyeon pov

Aku menyuruhnya untuk segera mandi terlebih dahulu karna aku masih ingin tidur, tak lama kemudian dia berdiri didepan ranjang.

Ya tuhan.. sepertinya posisi tidurku salah.

Karna dirinya yang memperlihatkan sisi sexynya semalam padaku, membuat byunku kambuh.. uhh..

Wae kau selalu sexy meskipun itu tak disengaja olehmu sendiri, miyoung..??

Aku tersadar bahwa aku sedang memperhatikannya dan membuat aku mengalihkan duniaku padanya.

“ Taetae, gwenchana? “ tanyanya yang segera berlari menghampiriku. Dia menangkupkan tangannya diwajahku dengan lekukan tubuhnya yang lentur, dan ya tuhan aku bisa melihat belahannya.

“ U-uh y-ye-ah, a-aku ma-sih meng-antuk. A-aku a-akan mand-di sekarang “

“ Ahh.. begitukah? Kalau begitu tidurlah, aku akan membangunkanmu lagi setelah aku selesai “ ucapnya yang segera beranjak dari sisiku dan mendekati kamar mandi. Lagi-lagi, pandanganku tertuju pada butt-nya yang sempurna tiba-tiba, kurasakan sesuatu keluar dari hidungku.

Omo.. darah..

Taeyeon pov

***

Tiffany pov

Aku mencoba untuk tak tertawa didalam kamar mandi ketika membayangkan ekspresi wajah taetae sebelumnya, aku tau sedari tadi dia memperhatikan seluruh tubuhku jadi aku berencana untuk mengerjainya sekaligus untuk memberikan test padanya. Semalam aku merasakan tubuhnya kaku ketika aku memeluk tubuhnya dan aku tau kalau aku memenangkan permainan ini. Kumanfaatkan ke sexy-anku ini semalam untuk mengerjainya dan itu sangat berjalan dengan baik. Dan hari ini saat aku berdiri didepan ranjang, aku lihat taetae memandangku dengan mulut yang menganga *evil

Aku berpura-pura untuk menanyakan kabarnya saat itu dengan menelengkupkan tanganku diwajahnya lalu, semakin mendekatkan diri padanya. Kulihat wajahnya memerah dan trik terakhir, aku berjalan dengan lemah gemulai dihadapannya. mungkin pandangan matanya tertuju pada butt-ku. Aku tak dia menyukainya karna aku selalu mendapatkan dirinya yang sedang memandang butt-ku.

Didalam keheningan, aku tersenyum. Sebenarnya aku bangga karna taetae tak menyentuhku, dia hanya menciumku. Sebelumnya aku pernah berpacaran dan semua mantan kekasihku selalu ingin menyentuh tubuhku tetapi, berbeda dengan taetae. Aku bisa melihatnya kalau dia menginginkanku tapi dia berusaha keras untuk mengendalikan dirinya untuk melakukan sesuatu yang lebih padaku terkecuali menciumku. Dia telah lulus dari testku, pada akhirnya hanya taetae yang menghormatiku dibandingkan orang-orang yang pernah menjalin hubungan denganku.

Itulah yang membuatku semakin mencintainya. Setelah 30 menit berlalu, aku keluar dari kamar mandi dan menemukannya tertidur pulas diatas ranjang, kubangunkan dia dan kulihat ia menelan ludahnya ketika melihatku yang hanya mengenakan handuk dihadapannya.

“ Mandi tae “

“ N-ne “

Dia benar-benar lucu ketika ia berbicara terbata-bata dan gugup dihadapanku.

Taeyeon pun telah selesai membersihkan dirinya dan pergi ke sebuah restoran bersama tiffany, beruntunglah tak banyak orang yang berada disana.

“ Kyeopta “ ucapnya padaku

“ Kau juga tae “

Setelah kami menyelesaikan sarapan, aku memintanya untuk mengantarkanku ke kantor. Tak ada yang bisa kulakukan hari ini jadi aku hanya akan menghabiskan waktu dengan setumpuk pekerjaan yang baru dan mempelajarinya.

“ Kita sampai “ ucapnya

“ Aku akan menjemputmu lagi, jangan bekerja terlalu keras. Aku tak mau kau akan stress. Saranghae “ ucapnya sambil mengecup pipiku lembut, dia benar-benar membuatku melayang-layang dengan perlakuannya padaku.

Sebelum dia kembali ke tempat duduknya, aku menariknya dan mencium bibirnya dalam sambil menyibakkan rambutnya yang menutup sebagian wajahnya. Dan dia pun merespon dengan cepat dari perkiraanku.

“ Nado saranghae “ ucapku melepaskan lingkaran tangan dilehernya sambil tersenyum. Taetae terlihat terkejut dengan apa yang telah kulakukan tetapi, setelahnya ia kembali tersenyum

“ Aku senang melakukan itu dimobil, itu sangat err “ ucapnya dengan memperlihatkan wink padaku

“ Kau menjadi byun lagi! “ ucapku dengan memukul lembut tangannya, taetae pun kembali ke tempat duduknya

“ Pergi sekarang sebelum kita melakukan sesuatu hal yang lebih disini “ ucapnya terkekeh, membuatku menatap matanya tajam

“ Arrasseo, arrasseo.. lagi-lagi kau menatapku tajam. Err.. menakutkan, aku hanya bercanda sayang. Saranghae, pergilah sekarang.. aku akan menghubungimu nanti “ ucapnya yang segera mendaratkan kecupan manis dikeningku. Aku tersenyum karna ia berhasil membuatku tak marah lagi padanya.

“ Okee.. bye, hati-hati “ ucapku seraya meninggalkan taetae untuk masuk ke dalam kantorku.

Just wait taetae, i’ll back on you in the right time *tertawa evil

Tiffany pov

***

Beberapa minggu berlalu, hubungan pasangan tiffany dan taeyeon semakin dekat. Tetapi, beberapa terakhir ini taeyeon selalu pulang terlambat karna schedulenya yang padat. Dia jarang menemukan tiffany yang masih bangun karna kepulangannya yang terlalu malam, dia hanya bisa bernafas panjang dan mengatakan penyesalannya saat istrinya tertidur.

Ini sudah pagi dan karna taeyeon pulang larut malam, ia pun belum bangun dari tidurnya. Tiffany membuatkan sarapan untuk taeyeon dan membuat taeyeon merasa bersalah karna tiffany yang tak bisa memasak. Tetapi, melihat usaha tiffany dipagi hari ini memperlihatkan taeyeon bahwa istrinya telah melakukan yang terbaik untuk dirinya.

***

Taeyeon pov

“ Taetae, aku membuatkanmu sarapan. Kajja kita makan “

“ Hmm.. makan? Mana sarapan pembukaku? “

“ Err.. kemarilah “ pintanya dan aku pun menghampirinya. Ia mengecup pipiku lembut

“ Sekarang aku sudah kenyang “ ucapku sambil mengelus perutku

“ Pabo, kajja makan. Kau harus makan, kalau tidak kau akan sakit “. Aku melihat semua makanan yang ia buat dimeja makan meskipun ada beberapa yang sedikit gosong, aku hanya bisa tersenyum melihat semuanya yang benar-benar diusahakan olehnya. Tetapi, ia menatapku..

“ Yyah! Wae kau tersenyum? Aku tau, aku tak pandai memasak, jangan tertawa “ ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya

“ Meskipun jika makanan ini tak dapat dimakan diseluruh dunia, aku akan memakannya karna ini adalah dari istriku yang sangaaaat cantik “ ucapku setelah mengecup kilat bibirnya

“ Really? So sweet taetae “ jawabnya dengan senyuman eye smilenya

“ Ne.. sebenarnya, aku sangat terkejut melihatmu membakar daging-daging ini bukan membakar dapur ini “ ucapku terkekeh, membuatnya memukul kecil tanganku dan menatap tajam ke arahku. Tetapi, aku segera menciumnya tepat dibibirnya dan membuatnya kembali tersenyum. Setelah beberapa menit kami menikmati sarapan hari ini, kami pun selesai. Kali ini tiffany yang mencuci piring kotor, ia tak mau aku yang melakukan hal itu karna melihatku yang sangat lelah melewati beberapa scheduleku yang padat beberapa hari terakhir itu. aku sangat beruntung memilikinya, aku merasa bersalah karna tak bisa menghabiskan banyak waktu bersamanya.

Tak cukup lama menunggunya membersihkan pinring kotor, sekarang kami pun sedang bersantai disofa ruang tengah. Dia menyandarkan kepalanya dibahuku, aku merindukan waktu kebersamaan dengannya seperti ini. Syukurlah shootingku dilakukan nanti sore..

“ Baby.. “ panggilku

“ Hmm? “

“ Mianne.. “

“ Wae? “

“ Karna aku tak bisa menghabiskan banyak waktu bersamamu, aku merasa waktuku terbuang sia-sia jika tak bersamamu “

“ Taetae.. gwenchanayo, aku mengerti pekerjaanmu seperti apa. Gwenchanayo, kita masih bisa hidup selamanya bersama “

“ Ne, kau tau betapa beruntungnya aku yang memiliki istri cantik sepertimu dan bisa memahamiku “

“ Aniyoo.. justru akulah yang beruntung karna memilikimu “

“ Besok hari minggu bukan? Maukah  kau pergi bersamaku besok? “

“ Ne, jinjayo kau mengajakku?? Tentu saja aku mau taetae “ jawabnya girang

“ Hihi.. saranghae mushroom “

“ Nado saranghae dorky hubby “

Kami pun saling berpelukan disofa dengan erat, tak terasa waktu berjalan dengan cepat.

“ Sial.. aku harus bekerja, padahal aku masih ingin memelukmu “ rengekku lalu, sebuah kecupan dibibir mendarat dibibirku membuatku entahlah mungkin bisa dikatakan kembali bertenaga dan semangat 45 *loh

“ Kita punya banyak waktu tae, sekarang bersiaplah oke? “. Aku pun mengangguk dan segera masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.

“ Sayang, aku harus pergi. Aku akan makan siang dilokasi shooting, mianne karna aku tak bisa makan siang bersamamu “

“ Gwenchanayo, hari ini aku akan makan bersama sahabatku “

“ Nugu? Nickhun?? “ tanyaku yang segera menghampirinya

“ Aniyoo tae, dia jessica. jessie.. aku akan memperkenalkanmu dilain waktu “

“ Ahhh.. arraaseoo, hati-hati dan selamat menikmati. Saranghae “

“ Nado saranghae “

Taeyeon pov end

***

Jessica pov

Aku sedang dijalan menuju rumah tiffany karna kami akan makan siang bersama, sambil aku mengemudikan mobil.. kurasakan ada sesuatu yang aneh dengan mobilku. Kuhentikan mobilku ke samping jalan untuk memeriksa apa yang terjadi dengan mobilku, tiba-tiba mesin mobilku mati dan BERUNTUNG sekarang aku ada ditengah jalan tol. Ottokkae?? Aku keluar dari mobil dan menutup kasar pintu kemudi, aku memutuskan untuk menghubungi tiffany tetapi lebih ‘beruntung’ lagi.. kau meninggalkan ponselku diapartment. Benar-benar hari yang buruk!

Jessica pov end

***

Yuri pov

Wuaahh.. hari ini perasaanku sangat senang sekali, entah darimana perasaan ini muncul dengan sangat baik hari ini. Aku sedang dijalan menuju lokasi shooting dan kebetulan aku membawa mobil sendiri, ketika aku sedang mengemudikan mobil.. aku melihat seorang yeoja yang tak jauh dariku, ia sedang menyibukkan diri didepan mobilnya dengan kap mesin mobil yang terbuka. Aku jamin, hari ini adalah hari yang buruk untuknya dan aku pikir mungkin mobilnya mogok?

Ketika aku mendekati yeoja itu, aku teringat dengan wajahnya yang tak asing lagi bagiku. Dia adalah yeoja aneh yang tak tau siapa aku, kuhentikan mobilku didepan mobilnya lalu aku menghampirinya.

“ Gwenchana?? Apa ada sesuatu yang bisa aku  bantu? “ tanyaku seperti pertama kali bertemu dengannya

“ Sepertinya mobilku rusak “ jawabnya datar dengan menoleh ke arahku. Mulutku menganga ketika melihat dirinya yang tak mengingatku, dia gila. Ini pertama kalinya aku merasa menderita ketika seseorang tak mengenalku

“ Yya! Apa kau tak mengingatku? “ tanyaku

“ Mwo? Nugu? Kau hanya datang kemari dan menanyakan apakah aku mengingatmu?? Jinja, ada apa dengan orang-orang akhir-akhir ini “ ucapnya dengan tampang wajah yang serius, dia masih tetap sama seperti pertemuan kami ditoilet

“ Haii. Gwenchanayo. Chankmann, aku akan menghubungi seseorang untuk menolongmu “ jawabku dengan cepat, aku menghubungi Sr. James, dia salah satu orang yang selalu mengurus mobil-mobilku

“ Hello Sr. James, aku yuri “

“ Huh? Yuri? Aku mengingat nama itu. ohh seorang model, yaa dia terlihat seperti seorang model “ batin jessica

“ Ne, aku harap kau bisa datang ke jalan tol soshi. Mobil temanku mogok. Ah~.. 1 jam? O-okay “

“ Hey.. “ panggilku pada yeoja yang masih berada dihadapanku

“ Temanku bilang, dia akan kesini sekitar 1 jam lagi untuk membawa mobilmu ke bengkelnya “

“ 1 jam?? Ohh no! “

“ Sebentar lagi waktunya makan siang, bagaimana aku bisa sampai disana? “ batin jessica

Dia terlihat mengatur jarak denganku, dia pasti memiliki sesuatu yang lebih penting saat ini.

“ Gwenchana? “ tanyaku khawatir

“ Ahh.. ne, gomawo dan mianne soal tadi “

“ Gwenchanayo, disamping hanya aku yang terlihat seperti seorang penjilat dimatamu “

“ Aniyoo… Apakah kau kwon yuri? “ tanyanya. Wow.. akhirnya dia mengenalku, sekarang aku merasa lebih baik ketika ia mengenalku

“ Ne.. bagaimana kau tau? “

“ Ahh.. jadi kau seorang model? Aku ingat, aku melihat postermu “

Sekarang dia berfikir kalau aku seorang model?? -_-“ aku tak bisa seperti ini lagi aishh…

“ Sebenarnya aku seorang aktris “ ucapku. Beberapa menit berlangsung, tak ada perbincangan yang keluar diantara kami namun, tiba-tiba ia tertawa

“ Haha.. kau tau, kau sangat lucu sekali “ ucapnya yang masih tertawa

“ Mwoya? Aku tak bercanda “ jawabku dengan serius

“ Dan jika kau seorang artis tak seharusnya kau ada disini, untuk menolongku “

“ Kau tau, kau sudah membuatku tersinggung. Kau sudah menolongmu dan sekarang seperti inilah yang aku dapatkan darimu. Aku akan pergi sekarang “ ucapku yang benar-benar sudah sangat kesal padanya. Aku berjalan mendekati mobil tetapi, sebuah tangan mungil menahanku

“ Okee.. mianne, ini cukup sulit untukku mempercayaimu karna aku sama sekali tak punya waktu untuk menonton televisi karna aku sibuk. Mianne.. sekarang aku percaya padamu “. Sekarang aku bisa melihat dari pancaran matanya yang mengatakan bahwa ia sangat menyesal dan sedih telah melakukan hal tersebut padaku. Aku pun menghela nafas panjang

“ Baiklah, aku memaafkanmu. Masuklah ke dalam mobil, aku akan mengantarmu. Kau tak ingin menunggu seorang diri disini selama satu jam kan? “

“ Jinja?? Gomawoo “ ucapnya girang. Senyumannya sangat lucu, tetapi aku masih melihat kesedihan dari matanya. Kami pun, kini sudah berada didalam mobil dan aku segera melajukan mobilku.

” Chankaman, siapa namamu? “ tanyaku dengan tetap memandang lurus ke depan

“ Ahh.. jessica jung, panggil aku jessica “

“ Nama yang bagus, kemana kita akan pergi? “

“ Umhh.. sebenarnya aku akan pergi ke rumah sahabatku. Kau benar-benar akan mengantarku? Aku bisa menggunakan angkutan umum dihalte “

“ Aniyo, gwenchanayo. Dimana itu? “

Dia memberikanku alamat temannya dan kupikir alamat itu adalah tempat rumah-rumah yang elite dan mewah. Dan bukankah alamat itu dekat dengan rumah taengo??

“ Jessica-ssi, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu? “

“ Ne, silahkan.. “

“ Sesibuk apa dirimu hingga tak bisa menonton televisi sekalipun? “

“ Sebenarnya aku adalah orang yang pekerja keras ‘workholic’, jadi aku menghabiskan waktuku untuk terus bekerja “

“ Ahh.. okay. Hmm.. bisakah kau save nomormu diponselku? Aku akan menghubungimu tentang mobilmu itu “ ucapku sambil memberikan ponselku padanya

“ Ne, gomawo..oya, kau bilang kau seorang artis? Aku tau kau juga sangat sibuk sekali, maka dari itu aku mengucapkan terimakasih padamu karna telah membantuku “

“ Dan chankman, kau benar-benar tak mengingatku? Aku orang yang kau temui ditoilet saat dimall “

“ Yaa.. kau seorang yang menyesatkan dan byun! “ bentaknya dan memberikanku tatapan yang tajam

“ Ahh.. jangan seperti itu, aku sudah meminta maaf padamu. Paparazi mengikutiku maka dari itu aku harus bersembunyi “

“ Okay, aku tau bagaimana perasaanmu “. Dia menunjukkan jalan ke tempat sahabatnya dan kurasakan ini benar-benar jalan yang sangat familiar

“ Ohh.. kita sudah sampai “ ucapnya girang

Mwo??! Ini.. bukankah ini rumah taeyeon? bagaimana aku sampai tak tau kalau taengo mempunyai sahabat selain aku? Apa dia mencoba menipu istrinya??

“ Heii yul, aku mengucapkan terimakasih padamu “ ucapnya sambil berjabat tanga denganku

“ Ahh.. ya, cheonmaneyo “. Lalu, dia pun keluar dari mobil diikuti olehku mungkin taeyeon masih didalam sana.

“ Haii jessie!! “ panggil seorang gadis dengan senyuman manisnya keluar dari rumah itu

“ Ohh..aku lihat kau datang dengan seseorang? “ tanyanya begitu melihatku

“ Annyeonghaseyo, aku kwon yuri inmida. Senang bertemu denganmu “ ucapku padanya

“ Ohh.. kau seorang artis bukan? Aku tiffany, sahabat jessica “

Aku bernafas lega ketika mendengar perkenalannya padaku, aku pikir taengo sedang membohongi istrinya dengan berselingkuh dengan wanita lain. Jadi dia istri taengo, senyumannya benar-benar manis. Tiffany saja yang menjadi sahabatnya mengenalku bagaimana seorang jessica sama sekali tak mengenalku. Uhh.. aku bisa cepat gila kalau terus seperti ini

“ Aku lihat, kau istrinya taeyeon bukan? “

“ Bagaimana kau tau? “tanyanya dengan membelalakkan matanya sedangkan, jessica hanya menatapku dengan wajahnya yang kebingungan.

“ Sebenarnya, aku sahabat taengo. Dunia ini sangat kecil bukan? “ jawabku sambil terkekeh

“ Ahh.. aku pikir aku harus segera pergi. Aku sudah sangat terlambat “

“ Oh.. mianne karna telah membuatmu seperti ini yuri-ssi “ sesal jessica

“ Aniyoo, lagipula aku juga yang sudah memaksamu seperti itu. by the way.. senang bertemu dengan kalian berdua dan sica, aku akan menghubungimu nanti. Anyyeong.. “

Yuri pov end

***

Tiffany pov

Setelah yuri pergi, aku dan jessie pergi ke salah satu restoran untuk makan siang.

“ Jessie.. bagaimana kau bisa sampai tak tau dia? Dia sangat terkenal “ ucapku padanya dengan membahas tentang yuri

“ Kau tau, aku selalu bekerja tiff “

“ Jess.. bagaimana menurutmu tentang yuri? “

“ Uhh?? Ahh dia cantik dan baik “

“ Apakah kau berniat untuk jatuh cinta padanya? “

“ MWO?? Tiff.. kami baru bertemu hari ini dan aku katakan padamu, aku tak punya waktu untuk itu “

“ Tetapi, jessie.. tidakkah kau berfikir untuk membuka hatimu? “

“ Mollayo.. “ ucapnya dengan ekspresinya yang sedih

Sebenarnya, dulu ia memiliki kekasih yang bernama donghae. Mereka sudah berencana untuk menikah tetapi suatu saat donghae meninggalkannya karna seorang gadis yang lain. Setelah kejadian itu, jessie selalu menyibukkan diri dengan setumpuk pekerjaannya untuk melupakannya. Dia sampai lupa bagaimana dia bahagia karna ulah namja brengsek itu dan sekarang aku baru tau kalau namja itu kini menjadi seorang banci karna ia ditinggalkan kekasihnya.

“ Aku tau kau tak bisa, tapi kau harus melakukannya. Lupakan tentangnya dan mulailah menyukai seseorang “

“ Oke, aku akan mencobanya tetapi itu tak mudah untukku. Aku masih merasa menderita, disamping itu aku tak tau kalau yuri menyukai sesama jenis. Aku akan mencobanya dengan yang lain “

“ Okay, seperti itu lebih baik “ ucapku dengan bernafas panjang

TBC

deng.. deng.. gak diprotect kan?? selamat ff yang satu ini g aku protect, karna g ada apa-apanya hehehe.. mianne kalau gaje. see you ^^

65 comments

  1. Maaf new reader ini
    komentar hanya chapter 1 dan 7 doank •﹏•
    chapter 8 di protect yak ≧﹏≦
    #galau •﹏•

  2. Aaaaa sweet bangettt ffnya makin lamaa :3
    Taeyeon lucu banget pas berubah jdi byuntae😀 kkkk~ bukan imagenya banget kali ya (?)😀 kwwkwkk

  3. Kasian tae.. tiap hri kerja kerja n kerja😐.. beda dgn pany 1 minggu kerja hanya 3 kali ke ngantor 😧😧😧.. sabar ia tae.. kn tiap hari ketemu mele wlpun gak intens bwgd😊..
    Sumpah dagh jessi.. segitu sibuknya ampe gak knl yul, oh my God jessi😰😰.. pany tau klo yul artis wkwwk😁😁😁

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s