(Oneshoot) Accident

Title : (Oneshoot) Accident

Author: Adelayn Tiffany

Genre: Yuri, romance, sad etc.

Main cast: Tiffany Hwang, jessica jung

Support cast: find your self

Note : cerita ini bergenre yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff iniπŸ˜„

Dont copy paste without my name, dont bashing also.. warning typo bertebaran dimana-mana, jangan lupa tinggalkan jejak kalian, so happy reading ^^

***

Tiffany POV

Hari ini banyak sekali aktivitas yang harus aku lakukan salah satunya menjemput seseorang yang sudah kutunggu-tunggu untuk kembali dalam pelukanku, sudah lama kami berpisah karna faktor pekerjaan kami masing-masing. Namun, hubungan kami tak ikut berpisah juga.. kami selalu berkomunikasi setiap saat. Lagipula, aku sangat menyadari jika semenit tak mendengar suara dan tawanya yang girang rasanya aku tak memiliki semangat untuk menjalani hari-hariku tanpa sosok yeoja itu Jessica Jung. Jessie adalah sosok yeoja idealku, ia memang terlahir dari keluarga yang sederajat denganku tapi dengan sikapnya yang terlihat dingin tetapi sebenarnya hati sangat lembutdan ketika ia tersenyum.. itulah yang membuatku menarik perhatian yang banyak padanya. Aku mendapatkan hal-hal yang baru, bermakna dan sangat positif jika aku terus bersamanya. Mengajarkan berbagai hal yang indah dengan setiap moment yang bisa kami ciptakan bersama.

Sudah satu jam aku menunggu dikursi tunggu bandara namun, dia belum juga menampakkan dirinya. Seharusnya pesawat datang dengan tepat waktu, tapi kali ini benar-benar diluar dugaanku. Aku terus menunggunya dengan senyuman yang terus mengembang diwajahku sambil mengingat-ingat kenangan yang kami lakukan bersama, bercanda tawa hanya dengan menghabiskan waktu ditaman kota, atau pun ditaman hiburan. Dia benar-benar membuat hidupku sangat berwarna.

Tak lama, suara informasi terdengar olehku. Dimana, petugas informasi memberitahukan keberangkatan jessie yang terpaksa harus ditunda selama beberapa jam karena buruknya cuaca yang bisa mengakibatkan kecelakaan di udara tersebut. Hal itu, membuatku khawatir dan memilih untuk menghubunginya..

Tiffany POV END

***

Jessica POV

Sudah cukup lama aku berdiam diri didalam pesawat ini, tetapi pesawat ini tak kunjung terbang. Cuaca sudah mulai gelap, apakah perjalanan ini harus dilanjutkan?? Aku berharap jika perjalanan ini ditunda untuk sementara, fany pasti bisa mengerti dan terus menungguku. Sudah cukup lama aku menjalin suatu hubungan dengannya, ia selalu bisa menjadi sosok seorang yang tegas, sabar, pengertian dan satu lagi dia workholic. Jadi seharusnya, dengan kedatanganku kembali kesisinya ia tak akan marah jika terjadi hal seperti ini.. karna ini pun bukan keinginanku. Keinginanku hanya ingin segera memeluknya, mencium bibirnya dengan lembut dan tertidur dipelukan hangatnya. Sungguh, aku menyukai dirinya ketika ia memanjakanku dan menemaniku membaca buku hingga aku tertidur dipelukannya. Dia sangat romantis…

Beberapa menit kemudian, pramugari menghampiriku dan meminta maaf karna adanya penundaan yang dilakukan maskapai yang aku tumpangi. Sudah kuduga hal ini akan terjadi, aku pun hanya menganggukkan kepalaku sambil tersenyum mengerti. Dan segeralah aku mengaktifkan kembali handphoneku untuk menghubungi tiffanyku. Saat aku mengaktifkan handphoneku, banyak pesan masuk yang memberitahukan bahwa nomor tiffany telah menghubungiku beberapa kali hal itu, membuatku terkejut dan merasa bersalah. Dengan cepat, aku menghubungi tiffany kembali namun, menurut operator diseberang sana.. tiffany sedang sibuk. Aku pun, menghela nafas dengan menyandarkan kepalaku pasrah. Memandang keluar jendela yang terlihat mendung itu tak lama, handphoneku berdering membuatku terperajat karna terkejut begitu tau tiffany menghubungiku dan segera menerima panggilan tersebut.

β€œ Yeoboseyo?? β€œ

β€œ Jessie?? Kau masih disana?? Daritadi aku menghubungimu, aku khawatir β€œ

β€œ Arrassoo, aku baru mengaktifkan handphone sayang. Mianne.. keberangkatanku sementara harus ditunda dulu, tapi aku sudah ada dipesawat kok β€œ

β€œ Arrasseo, aku sudah mendengarnya dari pusat informasi. Aku pikir kau ada masalah β€œ

β€œ Aniyoo… aku baik-baik saja. I miss you, tiff.. β€œ

β€œ Ne, I miss you soo much much much β€œ jawabnya yang terdengar tertawa

β€œ Mwoya?? β€œ ucapku yang turut tertawa mendengar ucapannya

β€œ Excuse me, pesawat akan segera lepas landas. Dimohon untuk mematikan handphone dan menggunakan seat belt anda. Terimakasih β€œ ucap seorang pramugari yang kembali menghampiriku sambil tersenyum sopan, membuatku hanya mengangguk mengerti

β€œ Tiff, aku harus mematikan Ponselku β€œ

β€œ Wae?? Chankman, apa yang ingin kau lakukan setelah kita bertemu?? β€œ

β€œ Karna, pesawatku akan segera berangkat. Hmmm … membeli ice cream lebih baik β€œ

β€œ Mwo?? Ice Cream??? β€œ

β€œ Ne, aku ingin makan ice cream bersamamu ditaman dengan dedaunan yang indah, berguguran disekitar kita. Ottokkae?? Ppali, aku harus mematikan ponselku β€œ

β€œ Arrasseo, kita akan melakukannya nanti β€œ

β€œ Gomawo, sayang.. mianne, membuatmu menungguku sedikit lebih lama. Saranghae β€œ

β€œ Gwenchanayo, demi kau.. apapun akan aku lakukan. Nado saranghae jessie, hati-hati β€œ

Klik

Dengan cepat aku segera memutuskan panggilan dan mematikan ponselku sambil tersenyum senang akhirnya, sebentar lagi aku akan bertemu dengan tiffany. Hajiman, aku rasa maskapai ini tadi meminta penundaan keberangkatan tapi kenapa berubah pikiran seperti ini. Lebih baik, sekarang aku berdoa demi keselamatanku diudara nanti.

Butuh beberapa jam untuk sampai dikorea, untuk mengusir rasa bosanku. Aku mencoba mendengarkan musik kesukaanku dan tiffany hal itu, membuatku kembali mengingat kenangan-kenangan kami dimana saat ulang tahunku. Tiffany memainkan piano dengan lagu yang ia ciptakan sendiri, ia sangat terampil menciptakan lagu hingga aku memintanya untuk merekam lagu tersebut agar aku menyimpannya dan aku bisa mendengar suaranya setiap saat. Saat aku tengah mendengarkan musik dengan santai dan tenang tiba-tiba, aku merasakan guncangan yang membuatku tersadar dari kenangan-kenangan kami. Kemudian, pramugari menghampiriku dengan wajah yang terlihat panik..

β€œ Nona.. lekas pakai ini β€œ ucap seorang pramugari sambil memberikan peralatan keselamatan yang telah disediakan

β€œ W-wae, wae?? β€œ tanyaku gugup

β€œ Pesawat kita tersambar petir sehingga, sayap kanan kita mengalami kerusakan β€œ

β€œ NE??? ottokkae??? β€œ

β€œ Mianne, kami pikir cuaca di udara saat ini sudah membaik. Namun, dibagian sini cuaca sangat ekstrem β€œ

β€œ Apa kita akan jatuh??? β€œ

Belum pramugari menjawab pertanyaanku, lampu pesawat telah padam seluruhnya membuat para penumpang berteriak histeris dan ketakutan termasuk aku. Seketika, pesawat pun turun dengan kecepatan yang sangat tinggi membuat para pramugari yang tengah melayani penumpang pun terlempar entah kemana.

β€œ Stephany.. mianne, saranghae β€œ

Jessica POV END

***

Tiffany POV

Sepertinya, cuaca disana sudah membaik. Aku sangat lega ketika mendengar suaranya dan kabar darinya bahwa ia akan segera berangkat untuk bertemu denganku.. jessie, sungguh aku merindukanmu..

Aku terus tersenyum sambil memandangi wallpaper ponselku yang bergambar foto kami berdua tengah menikmati udara dipadang rumput dengan bertaburan bunga-bunga yang cantik disekitar kami. Terlihat sekali, tawanya yang bahagia dengan membukakan tangannya sambil menatap langit yang cerah saat itu.

Tak lama kemudian, pusat informasi kembali terdengar ditelingaku untuk memberikan informasi. Sambil terus memandang foto kami, aku mencoba mendengarkan perkataan petugas informasi tersebut…

Setelah, aku mendengarkan petugas informasi yang telah selesai berbicara itu. Perlahan, air mataku terjatuh diatas ponselku yang masih memperlihatkan senyuman manis jessie saat bersama denganku. Aku semakin menangis setelah mendengar pemberitahuan bahwa pesawat yang membawanya mengalami kecelakaan dan membuat seluruh penumpangnya tewas ditempat dan hal itu pun terlihat melalui media berita, dari kondisi pesawat yang hancur lebur didalam jurang yang sangat curam. Tak ada penumpang yang berhasil ditemukan kecuali beberapa pramugari dengan kondisinya yang telah hancur.

Aku berteriak dengan memanggil namanya, baru beberapa jam saja kami berbincang-bincang melalui telepon. Tetapi, wae secepat ini dia meninggalkanku sendiri disini?? W-wae??? Aku tak akan pernah percaya hal ini jika aku tak melihat bukti sesungguhnya tentang dia, dengan cepat aku menghampiri pusat informasi dan menanyakan dimana korban akan dievakuasi. Setelah, aku mengetahui tempatnya.. segeralah aku meluncur ke lokasi evakuasi korban. Banyak sekali, para keluarga yang menangis histeris ketika melihat barang bukti yang menguatkan salah satu anggota keluarga mereka yang telah tewas ditempat. Awalnya aku merasa takut, kalau jessie ada disalah satu mereka yang tewas dengan sangat mengenaskan namun bayangannya masih terus ada dibenakku membuatku menghalaukan ketakutan yang datang menghampiriku.

Tak banyak bicara lagi, aku segera menghampiri petugas yang sedang menangani evakuasi korban tersebut dan menanyakan tanda bukti kekasihku yang ada padanya. Aku cukup tenang ketika petugas itu sulit mendapatkan barang bukti jessie tetapi, tak lama.. mereka memberikan sekantung barang padaku yang berisi ponsel, ipod, dompet dan terakhir sebuah cincin. Sebuah cincin pemberianku yang pada saat itu adalah ulang tahunnya, dengan keterkejutan yang aku terima.. perlahan tubuhku merosot dan air mataku tak mampu kubendung lagi. Aku menangis sejadi-jadinya dengan mendekap barang-barang kekasihku dengan erat..

~ Keesokkan harinya…

Aku terdiam memandanginya yang tersenyum manis dihadapanku dengan tumpuan batu nisan yang indah juga banyaknya bunga-bunga yang bertaburan didekatnya mengantarkan jiwanya terbang ke dunianya yang kekal abadi, aku terus menitikkan air mataku dengan bayangan-bayangan kami yang masih terlihat dibenakku. Betapa manisnya ia ketika tersenyum, tertawa bersamaku. Masih terasa kecupannya yang selalu menjadikan kekuatan yang besar untukku, membuatku menyesal telah membiarkannya pergi dari disisiku untuk pekerjaannya. Jika saja, aku tak mengizinkan kepergiannya keluar negeri.. mungkin ia tak akan meninggalkanku seperti ini. Kupejamkan mata ini, kepalaku terasa pening setelah semalaman menangis karna kepergiannya

Hening…

β€œ Ssst… β€œ

β€œ … β€œ

β€œ Apa yang sedang kau lakukan disitu?? β€œ bisik seseorang ditelingaku.

Suara ini??? sepertinya aku sangat familiar dengan bisikkan ini, tak mungkin jika ini adalah dia.

β€œ … β€œ

β€œ Yya… ! ” teriaknya

β€œ Sst.. kau mengganggu kekasihku! β€œ ucapku yang merasa tersinggung dengan teriakkan orang dibelakangku sambil membalikkan tubuhku

β€œ Omo… kau sudah gila?? β€œ tanyanya terkejut

β€œ Omoo… bagaimana k-kau?? β€œ tanyaku gugup begitu melihat sosok dirinya dihadapanku

β€œ Wae?? β€œ tanyanya datar

β€œ Apa aku sudah mati sekarang?? Apa yang aku lakukan sebelumnya?? Apa aku bunuh diri?? β€œ

β€œ Mworago??? Yya! Tiffany hwang.. kau tidak mati, arra! β€œ

β€œ Lalu, kau siapa?? β€œ

β€œ Mwo?? Kau tak tau aku?? β€œ

β€œ Kau sudah meninggal kan?? β€œ tanyaku polos dan ragu

Pletakk… pukulannya mendarat dikepalaku.

β€œ Pabo~ya.. aku selamat heyy, bahkan aku mengirimmu sebuah pesan singkat untuk memberitahumu kalau aku selamat dan memintamu untuk menjemputku dipulau jeju. Karna berkat, parasit yang kau belikan untukku. Aku bisa selamat dan terjatuh di laut, pulau jeju β€œ

β€œ NE?? kapan? Bagaimana bisa? β€œ tanyaku tak percaya

β€œ Pabo… bagaimana kau tau, kalau ponselmu tak aktif. Aigoo… kau menyebalkan β€œ ucapnya sambil berjalan meninggalkanku

β€œ Yya.. yya.. mau kemana kau?? Kita belum selesai β€œ rengekku

β€œ Pulang β€œ jawabnya santai sambil melambaikan tangannya tanpa menoleh padaku tetapi, kulihat ada senyuman yang mengembang diwajahnya. Senyuman yang membuatku selalu merindukannya

β€œ Mwo?? Lalu, orang didalam makam ini siapa? bagaimana dengan upacara pemakaman ini?? β€œ

β€œ Itu urusanmu, lagipula kau terlihat lebih gila berdiam diri disana dengan jenazah yang tak jelas. Kau bilang dia kekasihmu?? Pacari saja batu nisan itu, huh β€œ ucapnya sambil terus berjalan meninggalkanku

β€œ Omo.. jessie.. tunggu aku! β€œ ucapku yang mencoba mengejarnya

β€œ Shiroo!! β€œ

β€œ jessie~ah.. bogoshippo.. saranghae!! Mianne… β€œ

Aku berlari dan segera memberikan back hug untuknya terlihat, sebuah senyuman manisnya pun semakin mengembang diwajahnya yang masih sama seperti saat aku pertama melihatnya. Kemudian, ia membalikkan tubuhnya dan memandangiku dengan tatapannya yang menggoda membuatku gugup. Kami bermain dengan bahasa tubuh kami yang kemudian, kami saling bertatapan yang perlahan mendekatkan wajah kami hingga akhirnya, kami saling berciuman dengan kerinduan yang mendalam.

β€œ Saranghae.. don’t leave me alone anymore β€œ ucapku setelah selesai menciumnya

β€œ Arra.. arra.. apa kau sudah menyelesaikan upacara pemakamannya?? β€œ ledeknya

β€œ Yya!! Jangan bahas itu lagi, jessie! Aku kan sudah minta maaf… β€œ rengekku

Ia pun berlari menghindari perkataanku yang akan semakin panjang jika, ia tetap mendengarkanku sambil tertawa bebas.

END

24 comments

  1. OMG hampir aja saya mw Ngamuk sama author klo smpe Jeti sad ending,,,eh ternyata enggak,,kekekeke
    Suka thor sama nii ff wlpn gingung tuh jessie bawa parasut sendiri gto dia kyk’a tw yaa klo mw kecelakaan pesawatnya,,sedia parasut sebelum terjun..hahahaha
    Thanks Thor^^

  2. nahhh
    kirain sad ending, tauny jessi msh hidup.
    hahahahaha
    gokil dah pas panny kaget klo jessi msih hidup n nngis sejadi2ny d makam org lain wkwkwkw

  3. Yaillahhhhhh..bener-bener deh..JETI -__-
    Haduhhhhh…gimana bisa??lahhhh,,udah tau kaga ditemukan seseorang disana..hanya pramugari doang dan itupun udah hancur lebur#sumpah gue jadi ngeri kalo ngebayanginnya..apalagi waktu tragedi sukoi..yailahhh kenapa jadi cerita beginian??

    Jadi,,itu jenazah ditumpuk satu gitu???masalahnyakan kalo udah hancur gitu kita kaga bakalan tau siapa identitasnya..bener kata Jessie dah..
    Hahahaha..kasian banget fany terpukul gitu gara-gara tau kalo pesawat yang ditumpangi jessica jatuhhh..dan lebih terpukul lagi pas ngeliat jessica ada dibelakangnya..hahah muka shock-nya fany pas disitu kayak gimana ya??kaga bisa ngebayangin deh gue..

    Bisa aja ye..si jessie make parasit..tulisannya parasit apa parasut??apa layang-layang ya??apa balon udara??#jiahhhhileee…makin jauh bener..
    Mana jatuhnya dipulau jeju lagi..enak bener ye..langsung bisa sekalian liburan disana..hahaha

    Oke..semakin ama semkain suka dah sama moment JETI..kekeke
    Siap-siap beralih dah ke JETI…

    Semangat!!!untuk nulis ff nya… ^_^

  4. hahaha…… untung ada parasut Cinta dari tiffy, jadi jessi bisa selamt dan terdampar di laut jeju. aigoo tiffy don’t worry jessi ga bakalan ninggalin kamu. 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s