(Oneshoot) The Way I am (SooSun Version)

Title : ( Oneshoot ) The Way I am (Soosun Version)

Author: Adelayn Tiffany

Genre: Gender Bender, etc.

Main cast: Sooyoung

Sunny

Support cast: find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender dan sebelumnya ff ini pernah dipublish dengan cast yang berbeda, ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff iniπŸ˜„

Dont copy paste without my name, dont bashing also.. jangan lupa tinggalkan jejak kalian, so happy reading ^^

Author. POV

Disuatu pemakaman yang luas, beberapa orang mengikuti acara pemakamannya dengan khidmat, berbeda dengan seorang yeoja yang menangis terisak-isak ketika jasad omma dan appanya di ke bumi kan.

β€œ Omma.. appa β€œ panggil yeoja itu lirih sambil terus menangis. Acara pemakaman pun selesai, orang-orang yang menghadirinya perlahan meninggalkan yeoja itu sendirian yang masih meratapi nasib omma, appa dan dirinya. Hari menjelang sore, ia beranjak dari samping makam orangtuanya dan meninggalkan mereka dengan matanya yang sembab. Beberapa bodyguardnya membukakan pintu mobil untuknya, tetapi ia tidak masuk ke dalam mobil justru terus berjalan melewati mereka dengan pandangan yang kosong. Bodyguard-bodyguard itu membawa mobilnya dan mengikuti yeoja yang sedang berjalan didepannya. Tiba-tiba, yeoja itu membalikkan tubuhnya dan memandang mereka dengan tatapan yang tajam.

β€œ Bisakah kalian tinggalkan aku sendiri??! β€œ teriak yeoja itu. Tanpa banyak bicara lagi, bodyguard yeoja tersebut meninggalkannya sendiri. Hujan turun dengan deras, yeoja itu melanjutkan perjalanannya yang tak tentu arah, berjalan dengan memutar kembali memori kenangannya ketika kedua orangtuanya masih hidup.

Terlihat, sebuah motor yang melaju sangat cepat jauh dibelakang yeoja itu berjalan. Semakin motor itu melaju dengan cepat, jarak antara mereka begitu sangat dekat kemudian, motor itu pun melewati yeoja itu dengan mencipratkan air yang mengalir dijalan raya sehingga air hujan itu terlempar ke tubuh seorang yeoja yang menyebabkan bajunya kotor. Namun, yeoja itu tak memperdulikan kejadian tersebut ia memilih terus berjalan sampai dia merasa puas.

Sooyoung POV

Hari ini adalah hari ke 100 kematian kedua orangtuaku, aku berencana untuk mengunjungi dan mendoakan mereka. Semakin terasa bahwa aku yang sekarang, hidup sebatang kara dengan diwarisi perusahaan besar oleh appa. Aku pergi kepemakaman mereka dipulau jeju dengan mengendarai motor dan menggunakan pakaian jas hitamku, aku cukup banyak menghabiskan waktu hari ini dengan mereka. Hujan mulai turun, aku berpamitan dengan mereka dan pergi meninggalkan makam kedua orangtuaku. Tak biasanya, aku melupakan jas hujan yang biasa aku bawa kemana-mana bersama motor sport kesayanganku dan appa. Terpaksa, aku harus menikmati hujan yang mengguyur pulau jeju dengan udara yang semakin dingin aku melajukan motorku dengan cepat. Dari kejauhan, terlihat seorang yeoja yang berjalan seorang diri dengan tatapannya yang kosong. Perlahan jarak diantara kami semakin dekat, dan aku melewati yeoja itu dan tak sengaja aku mencipratkan air hujan yang mengalir dijalan raya. Aku melewatinya dan terlihat jelas dikaca spionku bahwa gadis itu tak memperdulikan cipratan yang aku perbuat padanya, meskipun aku terkenal dingin oleh semua orang.. aku tetap tak bisa melihat yeoja itu berjalan sendirian, aku memberhentikan motorku dan menunggunya tak jauh darinya. Dengan cepat, ia sudah akan melewatiku lagi masih dengan tatapannya yang kosong.

Sooyoung POV E N D

***

Author POV

β€œ Okshii?? β€œ panggil Sooyoung dengan hati-hati

β€œ .. β€œ, yeoja itu terus berjalan melewatinya, dengan cepat Sooyoung menyalakan mesin motor dan menyusulnya.

β€œ Okshii, nona β€œ panggil sooyougn yang menyadarkan yeoja tersebut

β€œ Ne? β€œ

β€œ Kau baru sadar dari tadi aku memanggilmu, nona β€œ kata Sooyoung yang memberhentikan laju motornya dan memandang wajah yeoja tersebut dihadapannya yang tiba-tiba membuat Sooyoung tertarik padanya.

β€œ Mwo? β€œ

β€œ Aniya, apa kau butuh tumpangan? Ini sedang hujan deras tak baik jika kau berjalan sendiri dan kedinginan dijalan raya yang sepi ini β€œ

β€œ Gwenchana, aku bisa sendiri β€œ jawab yeoja itu dingin dan terus melanjutkan perjalanannya.

β€œ Cih β€œ batin Sooyoung. Tanpa berkata apa-apa lagi, Sooyoung melanjutkan perjalanannya dengan meninggalkan yeoja itu dengan senyuman evil yang mengembang diwajahnya. Beberapa menit berlalu, Sooyoung sampai dirumahnya dan dengan cepat ia beristirahat dikamar pribadinya. Namun, tiba-tiba sosok yeoja yang baru ia temui saat diperjalanan tadi terlintas dipikiran dan dibenaknya.

β€œ Waeyo dengan aku ini? β€œ gumamnya kebingungan sambil memukul kepalanya yang tak sakit sama sekali. Perlahan, ia pun tertidur dengan pulas.

***

β€œ Aku pulang.. β€œ kata yeoja tersebut dengan lemas

β€œ Sunny-ssi, kau sudah pulang? β€œ tanya seorang namja yang melihat adiknya masuk ke rumah

β€œ Boom Oppa?? β€œ panggil Sunny yang terkejut dan tak menyangka bahwa oppanya ada dirumah

β€œ Waeyo? Kau kaget? Mianne, oppa tak bisa menemanimu ke pemakaman appa dan omma. Oppa baru saja pulang dari london β€œ

β€œ Kalau kau sedang sibuk tak seharusnya kau ada disini β€œ kata Sunny dingin dan memalingkan mukanya kemudian, pergi meninggalkan oppanya.

β€œ Sunny.. β€œ Panggil boom yang berhasil menarik dan menahan tangan adiknya itu

β€œ Oppa, akan menemanimu mulai besok, jadi jangan khawatir kalau oppa tidak akan meninggalkanmu lagi β€œ

β€œ Yaksoo?? β€œ tanya Sunny sambil membalikkan badannya yang mungil untuk berhadapan dengan kakaknya

β€œ Ne β€œ jawab boom sambil memeluk adik kesayangannya dengan lembut

β€œ Sebaiknya kau beristirahat, ada yang lebih penting dibanding terus meratapi nasib kita yang ditinggal omma dan appa. Ada oppa disini sekarang, jadi kau tak perlu khawatir, arraseo?? β€œ

β€œ Ne, gomawo oppa β€œ jawab Sunny yang akhirnya memperlihatkan senyuman manisnya

β€œ Nah, seperti itu lebih baik. Oppa ingin adik oppa yang ceria kembali lagi β€œ

β€œ Ne, oppa.. aku masuk ke kamarku dulu β€œ

β€œ Ne, saranghae β€œ

β€œ Saranghae oppa β€œ jawab Sunny sambil mengecup pipi oppanya. Ia menaiki tangga dan masuk ke kamarnya untuk beristirahat, beberapa menit berlalu.. Sunny sudah tertidur pulas. Dibukakannya pintu kamar Sunny oleh oppanya, terlihat adiknya yang cantik tengah tertidur dengan pulas. Ia masuk dan mendekatkan adiknya, perlahan ia mendaratkan kecupan dikening adiknya yang sangat ia sayangi.

β€œ Have a nice dream β€œ kata boom sambil tersenyum manis.

Author POV E ND

***

Sunny POV

Hari sudah pagi, burung-burung menyerbu kamarku untuk membangunkan aku yang masih tertidur dengan nyenyak. Suara kicauan burung membuatku jauh lebih baik dibanding kemarin.

Tok.. tokk..

Oppa, masuk ke kamarku dengan menyambutku dengan senyuman manisnya. Aku benar-benar sangat merindukannya. Sudah beberapa tahun ia tak pulang, dan kemarin oppa memutuskan untuk tinggal disini menemaniku.

β€œ Kau sudah bangun? β€œ

β€œ Ne.. β€œ

β€œ Bagaimana tidurmu, nyenyak kah? β€œ

β€œ Tentu saja oppa, mimpiku menjadi sangat indah karna ada oppa disampingku β€œ

β€œ Jinja?? Kau tak berbohong? β€œ

β€œ Ne, aku berbohong oppa β€œ

β€œ Mwo?? β€œ

β€œ Waeyo? β€œ tanyaku dengan senyuman yang menggoda

β€œ Kalau begitu aku tak akan menyambutmu dengan pelukan hangatku β€œ jawab oppanya sambil menjulurkan lidahnya

β€œ Omoo.. oppa, aku hanya bercanda. Hug me β€œ pintaku dengan manja kepada oppa. Aku dan oppa pun saling berpelukkan.

β€œ Hari ini, kamu temani oppa meeting yaa? β€œ

β€œ Meeting? Kemana? β€œ

β€œ Ke suatu perusahaan besar yang bekerja sama dengan perusahaan terbesar appa β€œ

β€œ Jinja? Tapi aku kan belum berpengalaman oppa β€œ

β€œ Gwenchana, kau cukup mendampingi oppa saja β€œ

β€œ Baiklah, kalau begitu aku bersiap-siap dulu β€œ

β€œ Ne, oppa tunggu dibawah β€œ. Aku hanya mengangguk mantap dan segera bergegas untuk bersiap-siap.

Sunny POV END

***

β€œ Ini, tuan berkas-berkas yang anda minta β€œ

β€œ Gomawo β€œ jawab Sooyoung sambil mengambil berkas-berkas tersebut dengan wajah yang dingin

Tok.. tok.. tok..

Seseorang masuk ke dalam ruangannya dengan hati-hati

β€œ Waeyo? β€œ tanya Sooyoung yang masih fokus mempelajari berkas-berkas didepannya

β€œ Tamu anda sudah datang tuan, mereka sudah menunggu anda diruang meeting perusahaan β€œ

β€œ Jinja? Kalau begitu, sebentar lagi saya kesana β€œ jawab Sooyoung yang langsung merapikan berkas-berkasnya dengan dibantu assistantnya.

( Diruang meeting )

β€œ Oppa.. mengapa sepi begini? β€œ tanya Sunny kebingungan

β€œ Waeyo? Tentu saja sepi, ini kan ruang meeting lagi pula hanya kita yang akan meeting dengannya β€œ jawab boom yang tak kuasa melihat ekspresi adiknya yang polos dan imut sehingga membuatnya tersenyum bahkan tertawa

β€œ Waeyo oppa?? Aku sedang tidak melucu β€œ

β€œ Kau memang sedang tidak melucu tapi, ekspresimu itu Sunny~ah β€œ

β€œ Waeyo dengan ekspresiku? β€œ Tanya Sunny yang mengambil cerminnya dan mulai bercermin.

β€œ Selamat datang β€œ sapa seorang namja yang baru memasuki ruang meeting, dengan cepat Sunny memasukan cerminnya dengan terburu-buru dan segera beranjak dari tempat duduknya mengikuti oppanya.

β€œ Sooyoung.. β€œ kata namja tersebut yang memperkenalkan diri kepada boom dan Sunny

β€œ Saya, minho dan seorang gadis yang berada disampingku adalah harta berharga yang saya punya leesonkyu panggil dia sunny dan kau bisa memanggilku dengan panggilan boom β€œ jawabnya yang membuat Sooyoung terpaku melihat seorang yeoja yang berada disisinya

β€œ sepertinya gadis itu adalah gadis malang yang aku temui kemarin β€œ batin Sooyoung

β€œ Omoo.. oppa, jangan berlebihan β€œ kata Sunny sambil memukul kecil oppanya yang membuat mereka semua tertawa sehingga mencairkan suasana menjadi begitu akrab. Meeting pun sudah mereka laksanakan, boom dan Sunny berpamitan pulang.

β€œ Chankamann.. β€œ kata Sooyoung

β€œ Ne? β€œ tanya boom dan Sunny bersamaan

β€œ Omo.. kalian benar-benar kompak β€œ kata Sooyoung dengan kebingungan

β€œ Waeyo?? β€œ tanya Sunny polos

β€œ Ini.. bajuku terkait oleh tasmu β€œ kata Sooyoung

β€œ Omoo.. ottokae? β€œ tanya Sunny panik

β€œ Chankmann.. biar aku bantu β€œ kata boom. Akhirnya, kaitan tersebut lepas dari mereka. Sooyoung pamit lebih dulu sambil terus memandang wajah Sunny yang benar-benar menarik perhatiannya.

Brukkk..

Sooyoung menambrak pintu ruangan meeting sehingga membuatnya meringis, gugup dan wajahnya berubah menjadi merah. Sunny yang melihatnya, hanya bisa tertawa dan dengan cepat tawaan tersebut diredam oleh oppanya.

***

Keesokkan harinya…

Di suatu ruangan yang cukup luas, Sunny duduk dikursi kerjanya dengan pekerjaan yang cukup banyak. Kerja sama dengan perusahaan Sooyoung semakin berjalan dengan lancar dan mereka terus melakukan kerja sama yang lain. Dan hari ini, kedua perusahaan tersebut mengadakan meeting kembali.. sayang hari ini oppa Sunny tak bisa mendampingi adiknya. Jadi hanya Sunny dan Sooyoung yang akan menghadiri meeting tersebut, Sooyoung masuk ke ruang meeting perusahaan appa Sunny dengan pakaian yang rapi dan membuatnya semakin berwibawa.. beberapa menit kemudian, disusul dengan Sunny yang masuk ke dalam ruangan meeting tersebut dengan dress yang cantik.. sama cantiknya seperti orang yang memiliki dress tersebut dengan senyuman yang manis.

β€œ Mianne, saya terlambat β€œ kata Sunny sambil menarik kursinya untuk duduk disamping Sooyoung

β€œ Gwenchana, sepertinya aku yang harus meminta maaf β€œ

β€œ Waeyo? β€œ

β€œ Karna kau begitu banyak pekerjaan, bukan? Lihat garis keriput yang berada diwajahmu β€œ kata Sooyoung sambil menunjukkan garis keriput menurutnya diwaja sunny

β€œ Jinja?? Ottokae?? β€œ kata Sunny panik sambil mengeluarkan cermin dan dengan cepat ia mencari-cari keriput yang ditunjukkan Sooyoung dengan dibantu cerminnya

β€œ Mana keriput yang kau maksud?? β€œ tanya Sunny kebingungan

β€œ Tak ada β€œ jawab Sooyoung polos dan memalingkan wajahnya dengan senyuman yang mengembang diwajahnya

β€œ Yya.. kau membohongiku?? β€œ

β€œ Ne.. β€œ jawab Sooyoung sambil terkekeh. Tiba-tiba, kursi yang diduduki Sunny bergoyang sehingga membuat orang yang mendudukinya terjatuh. Namun, dengan cepat Sooyoung membantunya. tetapi apa yang terjadi? Mereka berdua terjatuh dengan posisi Sooyoung dibawah itu sehingga Sunny berada di atas tubuh Sooyoung, sesaat mereka terdiam karna terkejut. Perlahan, wajah Sooyoung mendekat ke wajah Sunny. Namun, dengan cepat Sunny beranjak dari tubuhnya.

β€œ Gwenchana? β€œ tanya Sunny panik. Sooyoung hanya bisa terdiam dan putus asa kemudian, beranjak dari tempatnya dan duduk kembali di kursinya dan mulai memasang wajah yang serius. Disepanjang jalannya meeting.. Sooyoung tak banyak bicara. Ia memilih diam sambil memperhatikan Sunny. Membuat Sunny yang banyak bicara menjadi kebingungan. Meeting pun selesai, Sooyoung menjadi benar-benar aneh.. ia pergi lebih dulu tanpa mengucapkan sepatah kata apapun. Sunny yang ditinggalkan dengan kebingungan yang ia rasakan memilih berdiam diri diruangan meeting tanpa diganggu siapapun.

Author POV E N D

***

Sooyoung POV

Waeyo aku sangat aneh sekali, mengapa aku menjadi dingin ketika aku tak berhasil menciumnya? Berjalannya waktu, aku memiliki perasaan untuknya tapi apakah aku pernah berfikir bahwa ia pun mencintaiku?? Kau pabo sekali Sooyoung

Sooyoung POV END

***

Sunny POV

Ada apa dengan namja itu? Tiba-tiba berubah menjadi dingin, apa karna perlakuanku padanya saat kami sama-sama terjatuh? Aku benar-benar gugup ketika ia mencoba mendekatkan wajahnya padaku. Waeyo?? Apa aku benar-benar mencintainya?? Ottokae?

Sunny POV E N D

***

Author POV

β€œ Yya.. Sunny β€œ Panggil boom yang sedari tadi berada didepan adiknya

β€œ Omoo.. oppa, kau mengagetkanku β€œ

β€œ waeyo? Bagaimana dengan meetingnya bersama Sooyoung? β€œ

β€œ Anii, aku hanya sedikit bingung dengan sikapnya yang tiba-tiba dingin padaku β€œ

β€œ Mwo? Dingin? Waeyo? apa yang sebenarnya terjadi? β€œ tanya boom yang mengambil posisinya untuk mendengar cerita adiknya. Sunny menceritakan semua yang terjadi dengan Sooyoung kepada boom, boom hanya tersenyum melihat ekspresi yang diperlihatkan adiknya yang sedang bercerita tersebut.

β€œ Waeyo, kau tersenyum? Apa kau mendengarkan aku? β€œ tanya Sunny kesal

β€œ Anii.. Tentu saja aku mendengarkanmu β€œ

β€œ Lalu, bagaimana menurutmu oppa? β€œ

β€œ Sepertinya Sooyoung mencintaimu β€œ jawab boom sambil memperlihatkan senyuman yang menggoda adiknya

β€œ Yya.. mana mungkin bisa seperti itu?? β€œ

β€œ Waeyo?? Tak ada yang tak mungkin didunia ini β€œ kata boom polos.

Malam pun telah tiba, tiba-tiba Sooyoung menghubungi Sunny dan memintanya untuk datang ke sebuah cafe yang mewah juga romantis. Sunny menuruti apa kata Sooyoung untuk datang ke cafe tersebut, namun ketika Sunny sampai dicafe tersebut tak ada tanda-tanda bahwa cafe tersebut membuka tokonya. Sunny berusaha membuka pintu cafe tersebut ternyata, pintu tersebut tak terkunci. Sunny masuk ke dalam cafe yang gelap itu mencari-cari tombol lampu yang akan menerangi ruangannya yang luas itu.

Tiba-tiba, lampu itu menyala dengan sangat indah. Terlihat, seorang namja yang berdiri dihadapannya dengan senyuman yang mengembang diwajahnya yang sangat tampan mengenakan pakaian yang sangat rapi dan sangat harum. Sunny tersenyum manis kepadanya, tiba-tiba namja itu berlutut didepan Sunny dan mengenggam tangannya.

β€œ Do you marry me? β€œ

β€œ Mwo??? Ani.. β€œ ucap sunny gugup

β€œ Mwo?? β€œ tanya Sooyoung kaget mendengar jawaban yang dikeluarkan Sunny

β€œ Anii, aniiyo.. maksudku.. wuahhh, jadi kau melamarku setelah perlakuan dinginmu tadi siang? β€œ

β€œ Yya.. tak bisakah kau lihat sikapku yang sedang berlutut didepanmu, apakah dengan sikap seperti ini aku seperti pengemis yang meminta uang dolarmu?? β€œ tanya Sooyoung

β€œ Aigoo.. kau lucu sekali soo β€œ jawab Sunny sambil mencubit pipi Sooyoung

β€œ Yya!! Jawablah β€œ

β€œ Omo… kasar sekali kau, namja macam apa, melamar gadis dengan sikapnya yang kasar β€œ kata Sunny menggoda

β€œ Aigoo.. Sunny~ah, sekali ini berhentilah untuk tidak bersikap konyol. Aku mohon, aku sudah cukup lapar sekarang β€œ

β€œ Bukankah.. kau menyukaiku karna sikap konyol dan polosku bukan? β€œ

β€œ Yya.. LEESONKYU! β€œ panggil Sooyoung kesal

β€œ Omoo.. omoo, kau menakutkan β€œ kata Sunny menenangkan Sooyoung

β€œ Ppalii.. jawablah β€œ kata Sooyoung memohon

β€œ Wuahhh.. aku benar-benar tak percaya, daeeeebbbaaakk β€œ

β€œ Sunyyyy β€œ panggil Sooyoung masih dengan tampang memelas dan memohonnya

β€œ Baiklah.. aku menerima lamaranmu β€œ

β€œ Jinja? β€œ tanya Sooyoung

β€œ Ne β€œ

β€œ Tapi, setelah aku pikir-pikir sepertinya aku tak jadi melamarmu β€œ kata Sooyoung dengan polos

β€œ MWO??? Yya!! β€œ teriak Sunny kesal. Dengan cepat Sooyoung menghindari Sunny yang akan mengejar dan memukulnya.

***

Disebuah ruang keluarga yang sangat besar, mereka berkumpul..

β€œ Begitu ceritanya β€œ ucap sunny sambil tersenyum dan mengelus anaknya

β€œ Omma dan appa benar-benar menakjubkan seperti tokoh kartun ditelevisi β€œ

β€œ Kartun ditelevisi? β€œ tanya Sooyoung dan Sunny kebingungan

β€œ Ne, tom and jerry β€œ jawab Jiyeon kecil dengan polos

β€œ MWO???? β€œ tanya Sunny dan Sooyoung bersamaan. Jiyeon kecil pergi meninggalkan orangtuanya dengan polos dan terkekeh menikmati apa yang sudah ia perbuat kepada orangtuanya dan bersenang-senang menikmati tokoh kartun yang ia sukai bertengkar didepannya bersama pamannya boom.

β€œ Yya.. ini karna ulahmu β€œ kata Sunny menyalahkan Sooyoung

β€œ Wae karna aku? Itu karnamu yang menceritakan perjalanan cinta kita β€œ

β€œ Yya!! β€œ bentak sunny, membuat anaknya dan boom tertawa terbahak-bahak

END

10 comments

  1. Soosun cepet banget ya jatuh cinta ma langsung lamar aja gda proses pacarannya hahahaha..tau2 jiyeon nongol bahas hubungan soosun kyk tom and jerry..hahahah
    kirain bakalan hyo yg jadi anaknya..ternyata jiyeon..

  2. klo soosun itu emang jauh dri kata2 romantis beda sma couple yulsic taeny sma yoonhyun yg slalu sweet ga kaya soosun kerjaan debat mulu kekeke

  3. Wowowowoooo. . .hahahahahaha. . . .lucuuuu na nie soosun. . .ckckckck. . .noh, ampe anakx jga sma persis klakuanx ma kalian (soosun). . .hehehehehehe. . .
    Dug dug serrr. . .wktu insiden jatuh2an (?) itu. . .hahahahaha. .

    Ttp smngt fie. . .lanjuuut. . .

    Mksh

  4. hi i’m your new reader^^
    ngubek” mbah google untung nya ketemu ini
    soosun manis banget, gak pake pacaran langsung nikah buat anak hahah

  5. wah choi sooyoung main ngelamar aja, ga ada PDKT dulu, untung sunny juga mencintai nya. jadi langsung di terima. soosun like tom and jerry kata anak nya, hahahah……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s