(Oneshoot) It’s Love

Title : (Oneshoot) It’s love

Author: Adelayn Tiffany

Genre: Sad, Yuri (Girl x girl)

Main cast: Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Support cast: Find your self

Support song : Taeyeon feat sunny – It’s love (Ost. No limit)

Note: Dont be silent readers, dont bashing, dont copy paste without my name. Keep reading and keep smile so happy reading ^^

Drrtt…drrtt….

Suara getar ponsel terdengar ditelingaku yang masih mengantuk itu. Ku buka mataku yang tersilaukan oleh sinar matahari yang menembus jendela kamarku, aku bersyukur hingga hari ini.. tuhan masih memberikanku kesempatan untuk bisa hidup lebih lama lagi.

Ku ambil ponsel yang terletak dimeja samping kasurku terlihat, satu pesan singkat yang masuk dengan nama yang selalu aku rindukan.

From: Hwang Miyoung

Tae.. tae.. ayoo bangun, kau harus olahraga lalu, sarapan dan jangan lupa.. hari ini kau berjanji akan menemaniku untuk menikmati sore hari yang indah ditaman favorit kita. Kajja bangun, saranghae.. ^^

Membaca pesan singkat ini, membuatku tersenyum senang. Ia selalu membangunkanku dipagi hari dan menyuruhku untuk berolahraga, sarapan dan lain-lain, aku menyukai kecerewetannya. Tak terasa sudah beberapa tahun lamanya, aku menjalin hubungan dengannya. Rasa cintaku padanya semakin besar sebaliknya, miyoung..

Setelah membaca pesan singkat tersebut, aku segera beranjak dari tempat tidurku dan mendekati jendela. Ku buka gorden dan terlihat, kekasihku yang sudah berada diseberang sana tengah memandang ke arahku sambil melambaikan tangannya dengan memperlihatkan eye smilenya. Kubuat jari-jari tanganku untuk membentuk hati dan kuperlihatkan padanya, ia hanya bisa tertawa sambil mencoba membentukkan jari-jarinya sehingga berbentuk hati dan ia perlihatkan padaku. Kemudian, ia mengatakan ‘saranghae’ dengan bahasa isyarat yang selalu menjadi alat komunikasinya bersama semua orang.

“ Kajja.. lakukan apa yang aku minta dipesan singkatku “ ucapnya

Aku hanya bisa mengangguk mantap sambil tersenyum saat, ia kembali berkicau untukku.

“ Arrasseo.. tunggu aku ditaman nanti, have a nice day miyoung, saranghae “ ucapku dengan menggunakan bahasa isyarat. Miyoung pun, kembali tersenyum dan menyuruhku untuk segera melakukan aktivitasku. Melihatnya sangat perhatian padaku, dengan cepat aku melakukan apa yang miyoung katakan.

#Flashback

Dipagi hari yang cerah ini, aku terbangun dari mimpi indahku. Aku beranjak mendekati jendela kamar dan membuka gordenku, pandanganku terhenti ketika aku melihat sosok seorang yeoja yang menarik perhatian diseberang apartmentku. Yeoja yang sangat manis dengan mata yang berbentuk bulan sabit sedang bermain dengan anjing peliharaannya yang berwarna putih dan bersih. Sejak saat itu, saat pagi hari tiba.. aku selalu menyempatkan diri untuk membuka jendelaku hanya untuk melihat yeoja itu yang selalu bermain-main dengan hewan peliharaan dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya yang sangat cantik.

Waktu sudah menunjukan pukul 07.00 itu artinya, aku harus berolahraga sehingga aku memutuskan untuk keluar dan berjogging disekitar apartment. Aku berjogging menyusuri jalanan kota seoul yang begitu indah dengan udara yang sangat sejuk mengingat, musim gugur sedang berlangsung. Membuatku semakin bahagia, karna pada musim gugur semua terasa indah bagiku. Tak terasa, sudah cukup lama aku berjogging dan kini waktuku untuk kembali ke apartment. Langkahku terhenti, ketika aku melihat seekor anjing putih yang sangat lucu sedang bermain dihalaman rumah pemiliknya. Mengingat rumah ini berada diseberang apartmentku, aku teringat pada seorang yeoja yang berhasil menarik perhatianku. Sehingga, aku terasa gugup untuk berada didepan rumahnya yang cukup mewah itu. Tak lama kemudian, seseorang yang membuatku gugup akhirnya memperlihatkan batang hidungnya. Ia sangat terkejut saat melihat aku yang sedang bermain dengan anjing peliharaannya, ingin rasanya aku melarikan diri dari jantungku yang berdegup sangat kencang saat melihatnya tetapi, kaki ini terasa kaku. Aku merasakan wajahku memerah, membuatnya tersenyum sangat manis. Kemudian, ia menggendong anjingnya dan berbungkuk padaku sambil tersenyum manis. Membuatku semakin gugup dan aku pun, segera meninggalkan yeoja itu bersama anjingnya yang masih tersenyum padaku.

Dengan berjalannya waktu, kami jadi sering bertemu dan saling menyapa dengan membungkukkan tubuh kami. Terlebih ketika, aku memutuskan untuk membeli seekor anjing hitam yang lucu. Sehingga, setiap sore aku selalu mengajak anjingku untuk berjalan-jalan ditaman yang tak jauh dari apartment dan lagi-lagi, yeoja itu selalu menghabiskan waktunya disana. Mengingat perasaanku padanya semakin besar dan aku sama sekali tidak tau apapun tentangnya termasuk namanya, yang aku tau dia memiliki senyuman dan mata  yang indah.. dengan melihat kedua tersebut, aku meyakini kalau yeoja itu adalah orang baik yang memiliki hati yang cantik seperti wajahnya.

Ku beranikan diriku untuk mendekatkan diri padanya lalu, aku duduk disampingnya. Dan sepertinya, yeoja itu menyadari keberadaanku sehingga ia membenarkan duduknya dan menoleh padaku sambil tersenyum.

“ Kau ada disini? “ tanyaku gugup, memecahkan keheningan dan mencairkan suasana hatiku padanya. Yeoja itu hanya mengangguk mantap sambil tersenyum manis, senyuman itu benar-benar membuatku terhipnotis.

“ T-ta-taeyeon inmida “ ucapku memperkenalkan diri sambil mengulurkan tanganku dihadapannya. Yeoja itu pun, membalas uluran tanganku.

“ Lalu? Namamu? “ tanyaku karna, saat ia menjabat tanganku.. ia tak memberitahu namanya padaku. Yeoja itu pun, menulis sesuatu diatas buku yang selalu ia bawa kemana-mana. Ia menuliskan beberapa kata dan memperlihatkannya padaku..

“ Apa kau bisa menggunakan bahasa isyarat? Mianne.. aku tak bisa berbicara “

“ K-kau?? Jinjayo? “ tanyaku terkejut dengan menatap wajahnya yang terus tersenyum padaku. Aku pun mengangguk mantap, entahlah.. aku merasakan semuanya begitu kebetulan. Aku kebetulan membuka gordenku dan menemukan yeoja ini, aku kebetulan berpapasan pula setiap hari dengannya, aku kebetulan berjalan-jalan ke taman dan bertemu dengannya. Dan aku kebetulan bisa berbicara dengan bahasa isyarat..  Apa ini suatu petunjuk bahwa kekasihku dimasa depan adalah dirinya?

Kemudian, ia tersenyum senang dan melakukan gerakan jarinya yang disebut dengan bahasa isyarat.

“ Namaku tiffany hwang, senang berkenalan denganmu “ ucapnya sambil tersenyum

“ Tiffany hwang?? Tapi, bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan hwang miyoung?? “ tanyaku

“ Wae? Aku tak mengerti dengan nama miyoung yang kau sebutkan itu “

“ Miyoung artinya, kelopak bunga yang cantik. Kelopak bunga yang cantik seperti dirimu “ jawabku, membuatnya tersenyum bahkan tertawa

“ Wae? Kau tak menyukainya? “ tanyaku kebingungan dengan sikap dorky-ku

“ Aniyoo.. nama yang bagus, baiklah.. izinkan aku memanggilmu dengan sebutan tae tae. Ottokkae?? “

“ Baiklah, aku setuju “ jawabku

Berjalannya waktu, aku sering menghabiskan waktu bersamanya. Ia selalu berkomunikasi dengan bahasa isyaratnya sedangkan, aku tetap berkomunikasi seperti orang-orang pada umumnya. Lambat laun, aku mengetahui semua tentangnya dan benar saja dugaanku, wajah dan hatinya benar-benar sangat cantik. Dan aku pun, mengetahui penyebab mengapa dirinya tak bisa berbicara. Hal ini, disebabkan kecelakaan lalu lintas yang terjadi dimasa lalu dan menyebabkan kedua orangtuanya meninggal dunia.

Hingga beberapa bulan kemudian, aku memberanikan diri untuk memintanya menjalin hubungan denganku. Awalnya aku sangat gugup dan ketakutan atas apa yang akan aku dapatkan ketika jawabanya telah ia keluarkan dan beruntunglah aku, miyoung menerimaku untuk menjadi kekasihnya.

#Flashback END

Hari mulai siang, aku telah melakukan seluruh aktivitasku. Kini, waktuku untuk bersantai dengan miyoung ditaman favorit kami. Aku berjalan menyusuri danau yang terhubung dengan taman dekat apartementku dan kulihat, miyoung tengah bersantai dibawah pohon yang rindang dengan beberapa buku dihadapannya. Dengan cepat, kulangkahkan kakiku untuk menghampirinya.

“ Kau sudah lama menungguku, miyoung? “ tanyaku sambil duduk dan merangkulnya

“ Ani.. aku baru saja duduk “ jawabnya sambil tersenyum

“ Apa yang sedang kau baca? “

“ Ini.. “ jawabnya sambil memperlihatkan buku dengan judul yang menarik dan terlihat romantis

“ Ahh.. buku yang sangat romantis, kau menyukainya? “

Ia mengangguk mantap dan tak melepaskan pandangannya padaku..

“ Neomu yeoppo, miyoung.. saranghae “

Ku beranikan diri untuk mendekatkan wajahku pada wajahnya dan kulihat, ia tak bergeming. Bahkan, ia semakin tersenyum manis. Semakin dekat jarakku dengan wajahnya sehingga tak terasa, aku telah mendaratkan bibirku dibibir tipisnya. Dia pun, tak menolak ciumanku. Bahkan, ia membalas ciumanku dengan lembut membuatku memperdalam ciuman kami.

***

Ku baringkan tubuhku dan kepalaku dipangkuannya. Ku buka kantong ice cream yang baru saja ku beli sambil sesekali memandangi wajahnya yang terlihat, serius dengan pena dan buku ditangannya.

“ Miyoung, kau tidak ingin ice cream ini?? Ini sangat lezat dan sangat manis sepertimu, kajja cobalah “ ucapku dengan manja sambil menyodorkan ice cream dihadapannya tetapi, dia menolakku dan hanya menebarkan senyuman yang membuatku gemas padanya.

“ Apa yang sedang kau tulis miyoung?? Apakah itu sangat penting dibandingku?? Kau mengabaikanku “ rengekku dengan mengerucutkan bibirku hal itu, membuat miyoung menghentikan tangannya untuk menulis dan memandangiku dalam.

“ Wae? Aku tidak mengabaikanmu, tae tae.. apa kau cemburu? “ ucapnya sambil mengelus rambutku dengan lembut

“ Ne, aku sangat cemburu jinja.. “ jawabku sambil terus memakan ice cream yang mulai mencair tiba-tiba, ia tersenyum geli kepadaku

“ Wae? “ tanyaku kebingungan

“ Apa ice cream itu sangat enak? “

“ Geurom, apa kau mau mencobanya? “

“ Ani.. “

“ Wae?? Ice cream ini tidak beracun, miyoung “

“ Aniyoo.. hanya saja, ice creammu itu membuatmu terlihat semakin lucu “

Ucapannya semakin membuatku bingung sehingga, ia menyentuh bibirku dengan ibu jarinya. Ia menghapus ice cream yang berantakan disekitar bibirku dengan lembut, membuatku gugup dan wajahku memerah..

“ Makannya pelan-pelan, tae.. “ ucapnya sambil tersenyum membuatku ikut tersenyum kemudian, ku coba untuk memakan ice creamku dengan asal sehingga, ice cream pun berantakan kembali dibibirku. Aku sangat terkejut, aku pikir miyoung akan membersihkan lagi dengan ibu jarinya. Tetapi, ia mencium bibirku dan melumatnya membuatku senang dan membalas perlakuannya padaku. Ditaman yang sunyi ini, kurasakan taman ini semakin terasa romantis dengan hanya ada kami berdua yang tengah menghabiskan waktu dibawah pohon yang rindang didepan danau yang indah. Miyoung kembali menyibukkan diri dengan pena dan bukunya, membuatku geram…

“ Yya.. kau kembali sibuk dengan penamu, apa yang kau lakukan miyoung? Aku ingin tau “ ucapku yang berusaha beranjak tetapi, miyoung menahanku.

“ Aku sedang membuat suatu lyric lagu dan aku ingin kau menyanyikannya untukku, bagaimana? “ tanyanya dengan senyuman menggoda

“ Naega?? Kau yakin? “

“ Ne, aku sudah sering mendengar suaramu ketika kau bernyanyi tae.. membuatku tenang dan bahagia “

“ Jinjayo?? Bolehkah aku lihat lyricmu? “

Miyoung pun, memberikan selembar kertas yang penuh dengan tulisannya. Dan aku terkejut saat, ku baca seluruh lyricnya. Lyric lagu ini sangat mirip dengan kisahku dengannya..

“ Apa kau merasa familiar dengan lyric ini? “ tanyanya

“ Ne, ini tentang kita bukan? “

Miyoung pun, mengangguk mantap.

“ Kau pintar sekali, miyoung. Aku beruntung memilikimu, saranghae.. “

“ Nado.. “ jawabnya dengan tawanya yang girang

***

~ Keesokkan harinya..

Aku dan miyoung berjalan menyusuri kota seoul dengan saling bergandengan tangan, membuat semua orang yang melihat kami terlihat begitu sangat iri.

“ Aku ingin kau berduet dengan temanku “ ucapnya ditengah-tengah langkah kami

“ Wae? Apa kau tak puas dengan suaraku? “

“ Aniyoo.. aku hanya ingin temanku mewakilkan aku untuk bernyanyi bersamamu “

“ Waeyo?? “

“ Karna aku ingin sekali bernyanyi denganmu tetapi, melihat kondisiku seperti ini.. “

“ Ahh.. arrasseo, jangan bersedih seperti itu miyoung “ ucapku segera memeluk tubuhnya, membuatnya tersenyum senang

“ Anggap saja, temanku adalah aku “ ucapnya

“ Arrasseo.. kau tak usah khawatir “ jawabku sambil tersenyum

Tak lama kemudian, kami pun sampai disebuah studio rekaman yang cukup besar. Dan terlihat, sosok seorang yeoja yang sudah menunggu kami yang ternyata adalah teman miyoung.

“ Sunny inmida “ ucapnya memperkenalkan diri

“ Taeyeon inmida “ jawabku tanpa melepaskan pelukanku pada miyoung

“ Kalian sangat serasi sekali “ ucapnya membuatku dan miyoung tersenyum senang.

“ Kajja.. operator recordnya pasti sudah menunggu kita “ ucap sunny yang mempersilahkan aku dan tiffany mengikutinya untuk segera memulai rekaman.

Kulihat, miyoung yang terus memandangku dari balik kaca yang memisahkan kami. Meskipun, kami terpisah dengan sekatan kaca dihadapanku.. tetapi, hatiku tetap bersamanya. Dan terdengarlah musik yang mulai dimainkan sangat indah, aku dan sunny pun mulai bernyanyi..

nan geudael jinachyeo gal ttaemyeon

Saat aku berjalan melewati dirimu

haru jongil gaseumi tteollyeoyo

Sepanjang hari dadaku bergetar

hollo geudaereul geurigo itjyo

Sendiri, aku membayangkanmu

jakku geudaeran jagugi namayo

Terus menerus mengenang jejak yang kau tinggalkan

uyeonin deut budichyeo gado

Dan meskipun bertemu secara kebetulan

nan meonghani gogaereul sugyeoyo

Aku akan menundukka kepalaku

mundeuk geudaewa maju chil ttaedo

Meskipun aku bertatapan denganmu secara mendadak

sujubeun misoman boyeoyo

Hanya akan terlihat senyumanku yang malu-malu

geudae ijeneun al su innayo

Dapatkah kini kau mengerti?

geudae ijeneun nae mam bol su itjyo

Dapatkah kini kau melihat isi hatiku?

sorido eobsi dagaon sarangi

Cinta mendekat diam-diam

geudaeneun geudaeneun deullinayo

Apakah kau mendengarnya?

cheoeumbuteo nae sarangingeollyo

Ini adalah cintaku sejak pertama

chagaun nae mame ttaseuhi bichujyo

memancarkan kehangatan pada hatiku yang dingin

hangeoreum hangeoreum dagaoneun sarang

Cinta yang mendekat selangkah demi selangkah

nan jogeumeun duryeopjiman

Aku merasa sedikit takut namun

seolleineun nae sarangingeollyo

Ini adalah cintaku yang mendebarkan

biodeut sarangi nae mameul jeoksyeoyo

Cinta yang tercurah membasahi hatiku

nae mami nae mami ijen sarangingeollyo

Hatiku, inilah cinta dihatiku kini

geudae geuriunmankeum

Seberapapun kerinduanku padamu

geudae ijeneun al su innayo

Dapatkah kini kau mengerti?

geudae ijeneun nae mam bol su itjyo

Dapatkah kini kau melihat isi hatiku?

sorido eobsi dagaon sarangi

Cinta mendekat diam-diam

geudaeneun geudaeneun deullinayo

Apakah kau mendengarnya?

cheoeumbuteo nae sarangingeollyo

Ini adalah cintaku sejak pertama

chagaun nae mame ttaseuhi bichujyo

memancarkan kehangatan pada hatiku yang dingin

hangeoreum hangeoreum dagaoneun sarang

Cinta yang mendekat selangkah demi selangkah

nan jogeumeun duryeopjiman

Aku merasa sedikit takut namun

seolleineun nae sarangingeollyo

Ini adalah cintaku yang mendebarkan

seolleineun nae sarangingeollyo

Ini adalah cintaku yang mendebarkan

biodeut sarangi nae mameul jeoksyeoyo

Cinta yang tercurah membasahi hatiku

nae mami nae mami jeongmal sarangingeollyo

Hatiku, sungguh ini adalah cinta dihatiku

geudae geuriunmankeum

Sebesar apapun kerinduanku padamu

ige sarangingeollyo

Ini adalah cinta

Setelah beberapa jam aku melakukan recording bersama dengan sunny dan miyoung yang terus menemaniku akhirnya, kami selesai. Betapa senang dan terkejutnya aku ketika, mendengar lagu yang telah terekam dan terlantun dengan indah. Ingin rasanya aku meneteskan air mata kebahagiaan tetapi, aku hanya bisa memeluk tubuh miyoung dengan erat dan tersenyum bersamanya.

“ Gomawo, miyoung.. jinja, lagu ini sangat indah “

“ Ne.. “ jawabnya sambil menyimpan kepalanya didadaku membuat sunny iri pada kami. Setelah selesai, kami pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Disepanjang perjalanan, aku terus menyanyikan lagu itu membuat miyoung tertawa geli yang tak melepaskan pelukannya dariku. Tiba-tiba, ia menghentikan langkahnya dan memegang perutnya membuatku khawatir.

“ Wae, miyoung? “ tanyaku khawatir

“ Hari ini aku baru saja datang bulan, tae “ jawabnya, wajahnya terlihat pucat.. membuatku sedih, ku papah dia sampai kamarnya. Ia baringkan tubuhnya diatas kasur dan ku tarik selimut untuk menutupi tubuhnya.

“ Chankman.. aku akan mengambil minuman yang hangat untukmu “ ucapku yang segera beranjak dari sisinya tetapi, miyoung menahanku.

“ Wae? “ tanyaku yang kembali duduk disampingnya.

“ Jangan tinggalkan aku tae, aku ingin kau menemaniku malam ini. Rasanya sakit sekali.. “

“ Apa yang harus aku lakukan,miyoung? Aku tak bisa melihatmu sakit seperti ini “

“ Usapkan perutku “ jawabnya sambil memperlihatkan cengirannya (?)

“ Kau menggodaku? “ tanyaku terkekeh sambil mengusap perut miyoung dengan perlahan-lahan

“ Aniyoo.. dulu ketika, ommaku masih ada dan pada saat aku datang bulan.. omma selalu mengusap perutku dan hasilnya benar-benar bagus, aku tak merasakan sakit pada perutku lagi “

“ Jinjayo?? Apa seperti ini sudah cukup? “ tanyaku ragu-ragu sambil terus mengusap perut miyoung

“ Kemarilah, tae.. tidurlah disampingku “ ucapnya sambil menepuk tempat disampingnya aku pun, segera mengikuti keinginannya dengan berbaring disampingnya dan kami saling berpandangan. Aku kembali mengusap-usap perutnya sedangkan, miyoung mengusap wajahku dengan lembut sambil tersenyum sangat manis.

“ Apa yang kau makan, miyoung? Kau sangat cantik sekali “ ucapku memecahkan keheningan diantara kami dan itu membuat miyoung tertawa sambil mencubit pipiku pelan.

“ Aku memakan cintamu setiap hari, tae “ ucapnya sambil tersenyum membuat wajahku kembali memerah.

“ Kemarilah, aku akan membuat tidurmu semakin nyenyak “ ucapku dengan membuka kedua tanganku untuk menyambut tubuh miyoung, ia pun segera masuk ke dalam pelukanku dan memejamkan matanya. Pelukanku semakin erat ketika ia meringis kesakitan dengan perutnya yang tengah kedatangan tamu dan sesekali, aku mengecup pangkal kepalanya dan mengelus rambutnya yang harum dan lembut.

***

~ Keesokkan harinya..

Aku terbangun dari tidurku yang panjang dan sangat nyenyak, ku kerjapkan mataku yang tersinari oleh matahari yang masuk ke dalam kamar miyoung.

“ Enggh.. “ erangku sambil mencari sosok miyoung disampingku tetapi, ternyata aku tak menemukannya. Aku masih mengantuk membuatku memejamkan mata kembali namun, aku mencium harumnya suatu hidangan yang tak jauh dariku. Ku coba terus merasakan harum hidangan tersebut sambil terus memejamkan mataku..

Chu~

Miyoung mencium bibirku dengan lembut, membuatku terkejut dan segera membuka mataku.

“ Morning kiss and breakfast room “ ucapnya sambil tersenyum manis, membuatku ikut tersenyum dengan senang.

“ Cicipilah hidangan ini, aku membuat ini sendiri khusus untukmu “

Aku pun, bangun dan membenarkan dudukku sambil bersandar ditepi kasur.

“ Aaaa “ ucapku manja membuat miyoung tersenyum lalu, ia menyodorkan sesendok makanan dihadapanku dan aku langsung melahapnya.

“ Ottokkae?? “

“ Yummy, ini sangat enak miyoung. Dimana kau belajar memasak?? “

“ Rahasia, tae.. “ jawabnya sambil terkekeh

“ Aku mau lagi.. “ ucapku yang kembali membuka mulutku

***

Hari ini, aku dan miyoung berencana untuk makan malam diluar. Kami berjalan kaki, menyusuri jalanan seoul yang cukup ramai sambil berpelukan dan saling melemparkan senyuman disepanjang perjalanan.

“ Miyoung, apa kau ingin ice cream? “ tanyaku

“ Sepertinya, kamu yang menginginkan ice cream tae “

“ Hehe.. bagaimana kau tau? “

Miyoung hanya menggelengkan kepalanya ketika, aku menanyakan hal itu. membuatku semakin gemas dan tertawa dorky..

“ Kau tunggu disini, aku akan menyebrang untuk membeli ice cream dan membelikan sesuatu untukmu “

“ Membeli sesuatu untukku? Apa itu? “

“ Kau akan tau nanti, miyoung. Ingat, jangan kemana-mana “

Miyoung pun, mengangguk mantap dan terus memandangiku yang berjalan menyebrangi jalan sambil melambaikan tanganku ke arahnya. Aku memasuki mini market untuk membeli ice cream kemudian, mampir ke toko bunga yang tak jauh dari sana. Aku melihat, kalau miyoung sangat terkejut yang kemudian tersenyum ketika, ia melihat sebuket bunga yang cantik ditanganku. Membuatku senang melihat ekspresinya seperti itu, hingga aku terus memandanginya sambil menyebrangi jalan.

Namun, tiba-tiba ekspresi miyoung berubah menjadi panik. Tiba-tiba, ia memintaku untuk menyingkir. Itu membuatku bingung dan aku tak menanggapinya.. aku terus berjalan sambil terus tersenyum pada miyoung.

Tiiiinnnnn…..

Ckitttt…

Brukkkk… brukk brukkk

Aku terdorong ke pinggir jalan dengan ice cream dan sebuket bunga yang sudah terlempar cukup jauh dariku, aku terkejut dan membelalakkan mataku ketika melihat miyoung sudah terkapar dijalanan dengan darah yang mengalir dari pelipisnya dan mulutnya cukup banyak. Aku berlari mendekati tubuhnya yang sudah dikelilingi oleh orang-orang pejalan kaki.

“ Mi-miyoung “ panggilku terbata-bata dengan air mata yang keluar dari pelupuk mataku kulihat, matanya yang sayu dengan senyuman yang mengembang diwajahnya. Miyoung mengelus pipiku dengan lembut. Tanpa banyak bicara lagi, aku menggendong miyoung dipunggungku untuk dibawa ke rumah sakit.

“ Miyoung, bertahanlah.. “ ucapku dengan terus meneteskan air mata sambil terus berlari membawa miyoung yang sudah semakin melemah dipunggungku. Tangannya melingkar dileherku, nafasnya sama tersenggal-senggalnya sepertiku dengan hembusan nafas yang aku rasakan.

Perlahan, tangan yang melingkar dileherku melemah bahkan terlepas begitu saja. Membuatku menghentikan langkahku dan menangis sejadi-jadinya, nafas yang baru saja masih terasa dileherku kini hilang dengan angin yang menerpa tubuh kami ditengah lalu lalang pejalan kaki.

“ Mi-miyoung.. “ Panggilku ragu yang masih terdiam

“ … “

“ Aku mohon, jawab pertanyaanku dengan menggerakan sedikit tubuhmu miyoung. Jebal.. “

“ … “

Mendengar tak ada jawaban dan gerakan yang dilakukan miyoung seketika, kakiku bergetar hebat sehingga aku ambruk dan segera memeluk tubuh miyoung yang sudah tertidur lelap dengan tenang. Dan aku baru tersadar, aku melihat kembali kalung berbentuk gembok yang menggantung dilehernya dan cincin yang sama denganku melingkar dijari manisnya. Membuatku semakin menangis histeris sambil memanggil namanya..

Aku memeluknya sangat erat, kucium bibirnya berharap ia akan kembali bangun seperti didunia dongeng tetapi, ia tak bergerak sama sekali. Bahkan, ia tak merespon ciumanku seperti yang biasa dilakukan. Tubuh dan wajahku penuh dengan darahnya..

“ MIYOUNG!!! “

***

#Now Playing : It’s Love – taeyeon feat sunny

My dear, tae tae…

Kau tau, aku sangat beruntung memilikimu. Kau selalu membuat hari-hariku berwarna, kau tau? Aku sudah lama mencintaimu, sejak saat kau menemukan jackson didepan rumahku. Kalian bermain bersama dan dibalik jendela apartmentku lah aku memperhatikanmu. Rasa gugup selalu aku rasakan saat secara kebetulan kita berpapasan hingga, akhirnya kita bertemu ditaman dan kau memulai perbincangan yang masih terlihat lucu. Aku menyukai semua yang ada pada dirimu, kau benar-benar membuatku bahagia.

Tae tae.. terimakasih, kau selalu berada disampingku. Memilikimu adalah anugrah yang paling terindah bagiku.. aku berharap kita akan selalu bersama sepanjang hari, tersenyum dan tertawa bersama. Dan kau tau?? Aku selalu mendengarkan lagu yang kau nyanyikan untukku, jeongmal gomawo.. mendengarmu menyanyi dengan sangat baik adalah hadiah terindah yang aku dapatkan selama ini. Harus kau ingat, apapun yang terjadi padaku nanti.. ingatlah, kalau aku selalu bersamamu. Ingatlah semua memori yang selalu kita lewati bersama dan  ketika kau merindukanku.. tataplah frame disamping ranjangmu, aku selalu tersenyum padamu setiap kau bangun dari tidur nyenyakmu.

Aku tidak mengetahui atas dasar apa aku menulis hal ini haha.. lucu bukan? Aku merasakan ketakutan saat malam dimana kau menemaniku, memelukku sangat erat membuatku sangat nyaman dan hangat. Kau membuatku nyaman dan terlindungi tae, berjanjilah untuk menjaga dirimu dengan baik meskipun pada akhirnya, kita akan berpisah. Sedih rasanya jika, aku membayangkan dan mendengar kata perpisahan seperti ini. Aku tak ingin berpisah darimu tae, kecuali hanya maut yang memisahkan kita.

Tae.. tae.. jaga dirimu baik-baik, ingat.. jangan coba-coba mencari penggantiku dan melampiaskan perasaanmu pada orang lain. Aku akan selalu mengawasimu dari sini, temuilah seseorang yang sangat mencintaimu dengan tulus tanpa membawa bayang-bayangku. Tanpa kau membawa bayang-bayangku, jiwaku selalu bersamamu.

Saranghae.. jeongmal saranghae..

~ Hwang miyoung

Aku menangis sejadi-jadinya, saat aku membaca buku diary miyoung yang tersimpan rapi di atas meja kamarnya. Ku coba untuk memutar kembali lagu yang kunyanyikan dengan lyric indah yang diciptakan miyoung untukku..

Aku menyesal karna tak mengikuti keinginannya untuk menyingkir dari jalanan itu, membuatnya harus merasakan kesakitan dan benturan yang keras pada tubuhnya sampai mobil itu menabrak seluruh tubuhnya dan terlempar cukup jauh dariku.

Aku semakin menangis tersedu-sedu..

Mianne, miyoung.. jeongmal mianne. Aku tak akan pernah melupakan setiap moment yang kita lalui bersama.

Siangmu telah berlalu, malammu mengalir seperti alunan lagu yang indah ini. Mimpi berkuncup layaknya daun putri malu, matamu mengantuk sendu.. banyak namamu dalam otak kiriku, kusimpulkan dalam satu kalimat padu tanpa tanda seru. Kuucapkan selamat tinggal rinduku. Terjaga selalu senyum itu.. ~ Kim taeyeon

END

Ottokkae?? Miyoungku meninggalkan kim taeyeon?? Ottokkae?? Author nangis gaje baca ulang diary ppany ppany tiffany

Hehe.. mianne kalau gaje dan jika ff ini, membuat sebagian orang nangis sampai satu ember. Taeny jjang!!!

30 comments

  1. dr awal so sweet…eh mau nyampe akhir nyesek,
    tega amat thor fanynya pergi ninggalin tae sendiri🙂
    jjang dah ff nya…

  2. annyeong…

    aahhhhhh Fie…..
    aku mewek😥 nyesekh bgt nnie cerita u,u…
    sumpah klimaks sekali sih story taeny *hanjirr lap ingus
    kau tega Fie ngasih ff yg bikin mewek d tengah malam kek gini😦
    aaaaaaaaahhhh ga kuat baca pas d scene diary ppany,nyesekh!!! gilaaaaa *mewek lagi

  3. annyeong…

    aaaaaaaaahhh Fie…
    aku mewek😥 huhu,nyesekh sumpah nnie cerita u,u..
    klimaks bgt sih story taeny😦 *hanjirr lap ingus
    aaaaaaaaaahhhh sumpah ga kuat baca pas d scene diary ppany,nyesekh na naudzubillah *mewek lagi

  4. Pntesan q agak curiga klu yg awal2 manis ea kebangetan akhirnya jdi pahit gini dehh …
    TaeNy bner2 psngan serasi nie ..
    Xeexeexe ..
    D tnggu FF laen ea thor …

  5. anyeong~~
    aaah author awal ea seneng bngt update ff taeny
    tpi knpa sad Ending thor ..
    nyesek bca ea apa lgi pas tae baca buku diary ea fany
    aaaaahh smpah nyeseek bngt

    D ttngu ff bru ea thor

  6. Tuhan ini cerita so sweet pisan awalnya tp akhirannya zleeebbbb banget
    Tp gue lebih lebih seneng sad ending yang kaya begini ketimbang salah satu dr mereka selingkuh sama orang lain u,u

  7. ahhhh sedih gila.. fany kayak udah merasa kalo dirinya bakal meninggal T_T

    eh tapi aku disini rada bingung… fany di sini ga bisa bicarakan ya?? tapi kok penjelasannya pake “ucapnya”o_O

  8. Aisshh… kau benar2 jahat author, untuk kesekian kalinya aku baca FFmu sampai menangis, tpi FF ini yng paling buat aku nangis sejadi-jadinya :’v
    ampun author jngan buat aku menangis lagi :’D

  9. andwee…. haduh thor kejem amat sih bikin fany meninggal.. hiks hiks kasian tae ditinggal sendiri.. ya wlwpun sudah di peringatkan dari awal kalau ceritanya sedih..

    tapiiii kerennn….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s