(Oneshoot) The Best Ever (Taeny Version)

taenysic

Title : ( Oneshoot ) The Best Ever (Taeny Version)

Author : Adelayn Tiffany

Main cast: Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Jessica Jung

Anyyeong.. mian, kalau banyak typo dan gaje. Ff ini pernah aku publish dengan cast yang berbeda. Mohon tinggalkan jejak kalian, gomawo..

***

Kesempurnaan hanyalah milih DIA, maka aku bersyukur saat memilikinya …

***

Disaat musim dingin seperti ini tak banyak orang yang keluar dari rumahnya, mereka memilih berdiam diri dan berkumpul dengan keluarga tercintanya. Berbeda dengan seorang yeoja yang tiba-tiba memilih menggerakkan badannya dengan jogging, mengelilingi gedung-gedung pencakar langit dengan semangat pagi harinya yang membara sambil menikmati musik ceria yang terdengar dari headset yang menggantung ditelinganya dan tak lupa ia juga membawa camera yang tak pernah lepas dari genggaman tangannya.. ia berlari, berlari dan berlari. Tak jauh dari tempatnya berdiri.. tiba-tiba, yeoja tersebut menghentikan aktivitasnya dan melihat seorang yeoja yang mampu menarik perhatiannya.. yeoja itu berdiri dihalte, menyendiri ditengah dinginnya cuaca tanpa memakai tambahan jaket atau syal yang menghangatkan tubuhnya. Dengan spontan, yeoja itu mengambil gambar seorang yeoja berambut panjang yang tergerai dengan indah dengan cameranya, yeoja itu menolehkan kepalanya ke kanan sehingga ia berhasil mengambil gambar wajah full dengan senyuman manis dibibirnya. Yeoja itu sudah cukup banyak mengambil gambarnya, dan yeoja itu masih diam dihalte busway. Dengan ketertarikkan yeoja itu yang berhasil membuat dirinya terpana, yeoja yang banyak mengambil gambarnya mencoba menghampirinya.. namun, busway pun datang dan membawa yeoja itu pergi dari halte.

Author POV E N D

***

Taeyeon POV

Hallo, aku taeyeon.. aku hidup sendiri dikorea, orangtuaku sibuk dengan kehidupan dan pekerjaan mereka masing-masing, namun mereka masih tetap mengkhawatirkanku. Menjadi seorang fotografer adalah yang aku inginkan, tak aneh jika camera selalu aku bawa kemana-mana, aku lebih senang mengambil gambar wajah seseorang dari dekat. Maka itu, tak aneh juga jika dilaptop atau komputerku banyak foto yang memperlihatkan wajah orang yang ku foto dari dekat. Pagi ini, entah kenapa rasanya aku ingin sekali bangun pagi dan berolahraga atau sekedar mengambil gambar disaat cuaca dingin seperti ini. Aku bangun dan bersiap-siap membawa perlengkapan ketika aku akan jogging, yaitu ipod, dan camera. Aku berlari sendirian, terlihat dijalanan begitu sepi namun ada yang menarik perhatianku.. seorang yeoja berdiri dihalte, menyendiri ditengah dinginnya cuaca tanpa memakai tambahan jaket atau syal yang menghangatkan tubuhnya. Aku yang menambahkan banyak pakaian dan tambahan jaket saja masih terasa dingin, tapi tidak dengan dia. Dengan spontan, aku mengambil gambar yeoja itu dan pada saat yang aku tunggu-tunggukan agar ia menoleh ke arahku akhirnya, ia menolehkan kepalanya ke kanan sehingga aku berhasil mengambil gambar wajahnya dari dekat dan full meskipun aku tak mendekatkannya secara langsung.. bibirnya tak lepas dari senyuman yang manis dan hangat. Aku sudah cukup banyak mengambil gambar yeoja itu, dan yeoja itu masih diam dihalte busway. Entah apa yang membuatku benar-benar terhipnotis olehnya, aku mencoba menghampirinya siapa tau dia memang sedang butuh pertolongan seseorang.. namun, belum sampai aku mendekatinya, busway pun datang dan membawa yeoja itu pergi dari halte. Sedikit rasa kecewa yang aku rasakan, ketika aku tak sempat mendekatinya. Aku melanjutkan joggingku sampai kerumah, aku mandi dan membuat sarapan sendiri. Memasak adalah salah satu hobbyku. Setelah, aku sarapan.. aku duduk didepan laptopku dan memasukkan foto-foto yang aku ambil hari ini, ku buka satu persatu foto itu dan terlihat wajah manis seorang yang aku foto dihalte pagi ini. Ku padangi ia, tak ada rasa bosan saat memandangnya. Bahkan aku merasakan hati dan jantungku berdegup kencang ketika melihat foto dan senyumnya yang membuat matanya berbentuk bulan sabit.

“ Omoo.. aku kan punya janji hari ini. Hampir saja aku melupakannya “. Dengan cepat aku membereskan barang-barang yang akan aku bawa, aku langsung menaiki mobil dan menancapkan gas mobilku untuk sampai tujuan.

Taeyeon POV E N D

***

Seorang yeoja, berjalan memasuki rumah sakit. Tersenyumlah ia pada orang-orang yang ia temui disetiap koridor perjalanannya ke suatu ruangan, yeoja itu masuk dan duduk dikursinya mengambil beberapa berkas-berkas dan membereskannya dengan rapi.

Tok..tok..tok.. suara ketukan pintu berbunyi dengan lembut

“ Masuk.. “ jawab yeoja itu

“ Selamat pagi, dokter “ sapa orang itu

“ Anyyeong.. dokter hwang, aku kembali “ sapa namja kecil yang berlarian masuk ke dalam ruangan dokter yang ia sebut dokter hwang dengan keceriaan dan kepolosannya.

“ Anyyeongg.. “ dokter hwang membalas sapaannya dengan senyuman yang lembut sambil menghampiri mereka, terlihat sekali kelembutan hatinya yang tulus kepada semua orang.

“ Gwenchana? Bagaimana keadaanmu? “ tanya dokter hwang dengan lembut sambil mengelus kepala namja kecil yang tidak lain adalah pasiennya.

“ Mari, rebahkan tubuhmu ditempat pemeriksaan.. biar dokter bisa melihat kondisimu dengan baik “ ajak dokter hwang sambil menggenggam tangan pasiennya, namja kecil itu menurut sekali pada dokter hwang. Dokter hwang mencoba memeriksa keadaan pasiennya dengan ketelitian dan keseriusan yang terlihat dari wajahnya.

“ Okee.. pemeriksaannya selesai, apa kau merasakan ada yang aneh lagi dikepalamu? “

“ Anii.. gwenchana “ jawab namja itu.

“ Dokter hwang, bolehkah aku berbisik padamu “

“ Waeyo? Apa kau akan mencoba menciumku lagi? Tak perlu berbisik, cium saja aku “ kata dokter hwang sambil memperlihatkan pipinya dengan kulit wajahnya yang putih dan bersih itu sambil tertawa

“ Anii.. “

“ Waeyo? Jadi kau mau berbisik apa? “

“ Dekatkan telingamu, dokter hwang “

“ Ne.. “

“ S-a-r-a-n-g-h-a-e = Saranghae dokter hwang “ bisik namja kecil yang imut dan lucu itu kepada dokternya, dokter pun kaget dan menoleh ke arah pasiennya. Diciumlah bibir dokter itu yang tipis dengan lembut.

“ Omoo.. darimana kau belajar seperti itu? “tanya dokter hwang sambil tertawa. Orangtuanya yang melihat anaknya bersikap seperti itu hanya bisa tersenyum malu. Diajaknya pasien kecil itu untuk mendekati meja kerja dokter hwang dan mendengarkan penjelasan-penjelasan yang dokter berikan.

“ Ini obat vitaminya, jika terjadi sesuatu lagi. Cepat hubungi saya “ pinta dokter hwang ramah

“ Kajja, kita pulang “ ajak orangtua pasien namja kecil itu

“ Tapi omma.. aku masih ingin disini, memandang dokterku yang sangat cantik “

“ Jinja, doktermu ini cantik? “ tanya dokter hwang antusias

“ Ne, kau seperti bidadari yang ada dimimpiku “

“ Jinja?? Wuah.. cute “ jawabnya sambil memeluk pasien kecilnya itu

“ Tapi, kau harus pulang agar kau cepat sembuh dan ketika kau sembuh. Jemputlah aku untuk kau ajak main. Ne? “

“ Ne.. kalau begitu aku pulang dokter “ kata namja kecil itu

“ Ne, hati-hati “ jawab dokter hwang sambil melambaikan tangannya ke arah pasien kecilnya, dokter hwang membereskan alat-alatnya lagi dengan dibantu suster sebagai assistantnya.

Tok.. tok.. tok..

“ Pagi-pagi begini dokter hw-wang… Omoo.. “ kata seorang suster dengan terkejut ketika melihat seseorang berada dihadapannya

“ Waeyo? “ tanya dokter hwang yang masih membereskan alat-alat dan berkas-berkas pemeriksaan pasiennya.

“ Omoo.. “ ucap suster sekali lagi

“ Waeyo?? Kau ini sangat an-nehh “ tanya dokter hwang sambil menoleh ke arah pintu ruangannya, dilihat seorang yeoja yang sudah memantung melihat aktivitas mereka sambil tersenyum dan melambaikan tangannya.

“ Saya pemisi, dokter “ kata suster, meminta izin keluar dari ruangannya.

“ Yya.. Stephanie hwang, pagi-pagi begini kau sudah sangat sibuk rupanya. Sampai lupa membuatkan sepupumu sarapan “ kata yeoja tersebut sambil menghampirinya

“ Omoo.. jessie, mianne.. hari ini aku benar-benar sedang banyak pasien, tapi kau sudah sarapan kan? “

“ Tentu saja, bahkan aku membawakanmu sarapan “ jawab jessica sambil memberikan sarapan yang dikemas didalam tempat makan berwarna pink kesukaan sepupunya dan duduk ditempat duduk pasien.

“ Gomawo jessie “ jawab tiffany yang mengikuti sepupunya duduk. Jessica, memajukan posisi duduknya yang bersebrangan dengan sepupunya itu dan mengelus-elus kepala tiffany dengan lembut. Tiffany membuka tempat makannya dan memakan sarapan yang Jessica bawakan.

“ Waeyo, jessie apakah kau sakit? Perlu aku bedah kepalamu agar aku tau, apa yang sedang kau pikirkan? “ tanya Tiffany dengan ekspresi yang konyol dan polos

“ Yya.. gayamu seorang dokter bedah, seenaknya membedah orang “ jawab jessica kesal, Tiffany hanya tertawa melihat ekspresi itu.

“ Kau ini, sepupuku satu-satunya.. apa kau tak pernah berfikir untuk menjalin suatu hubungan? “ tanya jessica yang masih mengelus-elus rambut tiffany

“ Memangnya ada yang mau denganku? Lagipula aku sibuk dan tak punya banyak waktu memikirkan itu, kau tau pasienku sudah banyak jessie “ jelas Tiffany

“ Tentu saja, gadis yang cantik, periang, ramah dan sopan kepada semua orang sepertimu pasti banyak disukai orang “

“ Ne.. “

“ Waeyo?? Kau tidak suka? “

“ Anii.. aku sedang berpikir “

“ Cih.. stephanie hwang, kau ini lebih menyebalkan “

“ Yya..! “ ucap Tiffany kesal yang masih penuh makanan didalam mulutnya

“ Cih.. lihat, dokter bedah macam apa kau ini. Jika pasienmu melihat tingkah dokter pujaannya bertingkah seperti ini, mereka akan meninggalkanmu “ ucap jessica sambil menjulurkan lidahnya dan beranjak dari kursi..

“ Waeyo? Mau kemana? “ tanya Tiffany

“ Aku mau menemui teman lamaku, waeyo?? Dia sangat baik, cantik daripada idolamu itu “ jawab jessica yang meninggalkan sepupunya.

“ Yya.. jessie!! “ teriak Tiffany kesal melihat sepupunya yang terus menggodanya.

***

Jessica keluar dari ruangan sepupunya dan berjalan keluar rumah sakit kemudian, berjalan menuju suatu tempat dimana ia dan teman lamanya bisa bertemu. Akhirnya, ia sampai disebuah café yang sangat elegant dan unik seperti pemiliknya.

“ Anyyeong, Nona Jessica. Kau datang sendiri? Kemana dengan nona tiffany? “

“ Ahh.. anyyeong, dia sedang sibuk sekarang. Mungkin nanti siang dia bisa kesini, jika ada laporan yang ingin kamu berikan padanya, titipkan saja padaku “

“ Ne “ jawab manager cafe itu sambil membungkukkan kepada sepupu pemilik cafe itu. Jessica berjalan mencari seseorang yang ingin ia temui.

“ Omoo.. itu dia “ kata Jessica yang berhasil menemukan teman lamanya yang dingin dan sama sibuknya seperti sepupunya, dilihatnya seorang yeoja yang sedang duduk dan sibuk dengan kamera ditangannya dan headset yang menggantung ditelinganya. Dengan otak jailnya, Jessica mencoba untuk melakukan sesuatu pada temannya itu. Jessica berjalan dengan sangat lambat dan hampir tak ada suara, ditariklah headset yang menggantung ditelinganya dengan kasar dan berteriak ditelinganya.

“ TAENGO!! “ teriak Jessica dengan memanggil teman lamanya itu, dengan spontan teman lamanya yang bernama taeyeon itu terkejut.

“ Yya!! Jessica, kau ini apa-apaan. Benar-benar kekanak-kanakan! “ kata taeyeon dingin dan tenang sambil memfokuskan diri dengan kamera ditangannya. Diambil paksalah kamera itu oleh Jessica..

“ Yya.. jangan macam-macam! “ kata taeyeon dengan kesal. Jessica mencoba membuka galery fotonya.. namun, tiba-tiba pelayan café menghampiri dan melayani mereka. Taeyeon pun, berhasil mendapatkan kameranya lagi. Dipesanlah beberapa makanan dan minuman untuk mereka.

“ Yya.. taengo.. kau benar-benar tak berubah. Sikap dinginmu itu benar-benar sudah akut “

“ Ya.. dan kejailan kamu itu lebih akut daripada sikap dinginku “. Mereka tertawa bersama, Jessica dan taeyeon terus berbincag-bincang. Membicarakan kegiatan mereka masing-masing.

“ Oya, bagaimana dengan keluargamu? “ tanya Jessica

“ Mereka sangat sibuk sekarang, sama halnya denganku “

“ Kau ini, sama seperti sepupuku.. Tiffany, dia benar-benar sibuk sekarang. Dan hari ini, dia tidak membuatkanku sarapan. Dia malah sibuk dengan pasiennya dirumah sakit “

“ Yya.. itulah seorang dokter. Kau lebih kekanak-kanakan Jessica “

“ Kau masih belum memiliki seseorang yang istimewa taeng? “

“ Ne.. “ jawab taeyeon polos

“ Yya.. kalian sama sekali! Omoo.. ottokae dengan dua orang ini? “

“ Waeyo?? “

“ Siang nanti, aku akan meminta sepupuku yang sangat cantik datang kemari untuk makan siang bersama. Bagaimana? Apa kau sibuk hari ini? “

“ Anii.. kau ajak saja dia, aku tak tertarik pada sepupumu itu “

“ Jinja?? Kau menantangku? “

“ Ne.. “

“ Lihat saja, kau taeng “. Dengan cepat, Jessica menekan beberapa tombol pada layar handphonenya.

“ Tiff? Apa kau masih sibuk? “ tanya Jessica yang sedang menelpon sepupunya itu

“ Waeyo, aku masih punya 1 pasien lagi “

“ Datanglah ke café-mu, kita makan siang bersama. Okee? Aku tunggu, jangan membuat kami menunggu lama! “ jawab Jessica tegas dan langsung menutup telfonnya.

Klik..

“ Cih.. Jessie, sepupu macam apa kau. Bahkan, kau tak mencoba mendengarkan jawabanku dulu “ kata Tiffany yang menatap layar handphonenya yang tiba-tiba diputuskan langsung oleh sepupunya ketika selesai berbicara. Tiffany melanjutkan pekerjaannya dengan memeriksa 1 pasien lagi, setelah selesai dengan cepat ia pergi menyusul jessica ke café yang ia dirikan dengan kerja kerasnya.

“ Annyeong, nyonya tiffany “ sapa seorang pelayan dan manager cafenya

“ Dimana, jessie? “ tanya Tiffany yang berbisik kepada manager

“ Oh.. i-ittu “ jawab manager kikuk ketika gadis cantik mendekatkan diri dan berbisik padanya. Tiffany menoleh dan melihat telunjuk manager itu memperlihatkan keberadaan sepupunya yang sedang duduk ditemani dengan seorang yeoja yang sibuk mengambil gambar kesekeliling café.

“ Gamsahamnida “ kata Tiffany sambil sedikit membungkukan badannya. Tiffany berjalan menghampiri jessica, belum sempat ia sampai dimeja itu.. Jessica menoleh.

“ Dokter hwang “ panggil Jessica. Taeyeon yang sibuk mengambil gambar, menoleh bersama camera yang masih menempel dimatanya.. dilihatnya, seorang yeoja yang berjalan menghampiri Jessica dan dirinya dengan senyuman bulan sabit yang mengembang diwajahnya.

“ Yeoja itu.. “ batin taeyeon

“ Duduklah “ pinta Jessica pada Tiffany

“ Ne.. “ kata Tiffany sambil duduk disamping jessica

“ Oya, kenalkan.. ia teman lamaku.. “ kata Jessica. Taeyeon yang masih memandang tiffany, tidak menyadari bahwa Jessica memperkenalkan dirinya pada tiffany.

“ Yya.. taengo! “ panggil Jessica

“ Omo.. waeyo? “

“ Yya.. kau ini benar-benar pabo, ganti ekspresimu itu menjadi ekspresi aslimu “ kata Jessica sambil memukul kepalanya ringan

“ Yya.. jessie, bersikap baiklah pada temanmu itu “

“ Waeyo.. sebelum kau datang, dia tidak seperti ini. Waeyo taeyeon?? Kau masih mau menantangku? “ tanya Jessica menggoda ke arah taeyeon

“ Yya.. Jessica.. lupakan pembicaraan tadi “ jawab taeyeon

“ Aku Tiffany inmida “ kata Tiffany memperkenalkan

“ Taeyeon, inmida “ jawab taeyeon yang berubah sikapnya yang dingin menjadi murah senyum. Mereka bertiga berbincang-bincang, membicarakan hal yang ringan dan saling bercanda tawa dengan perdebatan antara jessica dan taeyeon. Taeyeon yang semula menjadi pendiam, hanya memandang yeoja yang ia lihat pagi ini, membuat menarik perhatian taeyeon. Dengan spontan, taeyeon mengambil gambar kedua bersaudara dihadapannya tersebut.. namun gambar yang ia ambil lebih banyak Tiffany dengan senyumannya yang tak pernah pudar dari wajahnya.

Hari demi hari berjalan dengan sangat cepat, taeyeon sering berhubungan dengan dokter bedah tersebut.. bahkan mereka sudah meresmikan hubungannya. Awal terjadi, dikarenakan Jessica yang memberikan nomor handphone Tiffany pada taeyeon dan tak sampai situ Jessica selalu menggoda Tiffany dan taeyeon bahkan, Jessica sering menyiapkan beberapa tiket konser atau dinner untuk mereka berdua. Taeyeon, yang dingin berubah seketika ketika ia berada disamping Tiffany. Dia begitu perhatian, melindungi Tiffany dan menyayangi Tiffany, bahkan, ia rela menunggu Tiffany bekerja dengan berjam-jam lamanya. Sama halnya dengan Tiffany, seorang yeoja dengan kesibukkannya sebagai dokter bedah yang mulai menyadari dan memikirkan suatu hubungan untuk ia bina dimasa depan.. yang akhirnya, ia membukakan hatinya untuk seorang yeoja bernama taeyeon.

***

Taeyeon berjalan ke taman rumah sakit, mencari seseorang yang ingin ia temui.

“ Dokter hwang.. lihat gambarku.. bagus bukan? “ tanya seorang namja kecil yang mendekati dokternya itu. Diwaktu senggang, Tiffany selalu bermain dengan anak kecil yang berobat dirumah sakit appanya ini maupun anak kecil yang menjadi pasiennya. Ia memiliki pasien anak kecil selama menjadi dokter bedah, karna anak kecil yang datang kepadanya selalu memiliki permasalahan yang sama dengan radang tenggorokkannya yang terlampau parah sehingga terpaksa harus dioprasi olehnya.

“ Ne.. ini sangat bagus sekali.. kau pintar sekali, nak “ jawab dokter hwang dengan senyuman dan sentuhan yang mengelus-elus kepala namja kecil itu dengan lembut. Taeyeon yang menemukan kekasihnya itu tidak langsung menghampirinya, ia memilih memandangnya dari jauh dan sesekali ia mengambil gambarnya. Akhirnya, ia pun berjalan menghampiri kekasihnya mencoba mendapatkan gambarnya dari dekat..

“ Omoo.. kau wartawan darimana? “ tanya Tiffany

“ Yya.. “ jawab taeyeon kesal karna ia disebut wartawan oleh kekasihnya

“ Omoo.. tae tae, hahaha.. mian, aku pikir kau seorang wartawan “

“ Aigoo.. kau jahat sekali “

“ Sayang, bisakah kalian main disebelah sana dulu? Lihat, kekasihku sudah datang.. “

“ Omoo.. aku patah hati, dokter hwang “ kata beberapa namja kecil yang berada didekat Tiffany dengan suara yang lirih

“ Omoo.. kalian masih kecil, dia milikku “ kata taeyeon yang tak rela kekasihnya dimiliki oleh namja-namja kecil dihadapannya. Tiffany yang melihat ekspresi taeyeon yang dorky itu memilih tersenyum bahagia bahkan tertawa senang.

“ Sudahlah, aku mau duduk “ kata taeyeon yang duduk disamping kekasihnya.

“ Kau, sudah selesai bekerja? “ tanya taeyeon

“ Ne “ jawab Tiffany sambil mengangguk

“ Jadi, kita bisa bersenang-senang? “

“ Maksudmu? Waeyo?? Setiap hari kita selalu bersenang-senang ka tae “ kata Tiffany sambil menyandarkan kepalanya dibahu taeyeon

“ Ne.. tapi aku tak cukup puas hahaaha “

“ Yya.. tae.. hmm.. aku juga hahaha “. Mereka tertawa bersama, tiba-tiba taeyeon mengenggam tangan kekasihnya itu dan memakaikan cincin yang sangat cantik ke jari yeojanya.

“ Apa ini, tae? “

“ Kau tidak melihat ini apa? Waeyo, kau ini pabo juga “

“ Yya.. tae, aku tau ini cincin tapi maksudnya apa? “ tanya Tiffany. Lalu, taeyeon beranjak dan belutut didepan Tiffany sambil mengenggam tangannya dengan lembut dan senyuman yang menghiasi wajahnya yang tampan

“ Maukah kau menjadi pendampingku? Yang selalu mendampingiku sampai akhir nanti? “

“ Mwoo?? Kau yakin? “ tanya Tiffany kaget. Taeyeon yang ditanya, hanya menjawab dengan anggukan.

“ Hmm.. tentu saja aku mau tae, aku sudah lama menunggumu, untuk mengatakan hal ini “

“ Jinja?? “

“ Ne.. “

“ Gomawo, miyoung “ jawab taeyeon dan langsung mencium kening Tiffany dengan lembut. Kemudian, taeyeon duduk disamping Tiffany dan Tiffany menyandarkan kepalanya lagi dibahunya.. mereka tertawa bahagia, menikmati sunset yang terlihat indah dari taman rumah sakit itu.

“ Tae tae, apa yang tadi itu benar?? Aku tak percaya karna kau kan jago berakting “

“ Yya.. HWANG MIYOUNG !! “

“ Omoo.. tae, ternyata kau sunguh-sungguh “. Tiffany mencoba menenangkan taeyeon yang kesal karna melihat yeojanya yang tidak bisa membedakan keseriusannya.

“ Saranghae, tae “ kata Tiffany sambil mencium pipi taeyeon lembut dan mengedipkan sebelah mata pada kekasihnya.

“ Saranghae miyoung “ ucap taeyeon dengan mengecup bibir tipis tiffany dengan lembut

E N D

17 comments

  1. annyeong…

    kirain bakalan terjadi ‘love triangle’ antara taenysic haha *maunya
    taeny sweet na ga ketulungan eeuyyy >.<
    eh iya Fie..bikin Oneshoot Taengsic dong😉
    ya ya ya kalo sempet🙂

  2. Jiaaaaaahh. . . Aseeeeekk. . .hehehehe. . .
    Wahh. . .ngiri z ma tu namja kecil. . . Z mau dong jadi manja kecil itu. .eh. .tapikaaan z yeoja. . .hehehehehehehe. . .*plaaaaakk. . .

    Emm. .fie sdkt kreksi nie. . .ntu ada ‘kejailan kamu’ kalo bsa dgnti ‘kejailanmu’ itu lbh enk dbacax, trus ‘sama sekali’ mngkin mksudmu itu ‘sama saja’ ya gak?*itu tu yg wktu tae ama sica d cafe,n satu lagi ‘ka tae’ mngkin fie lupa ngasih ‘n’ d blkg ‘ka’. .kn shrsx ‘kan tae’. . .
    Heheheh. . .oke gtu aja. . .

    Ttp smngt fie. . .lanjuuutt. . .

    Mksh. .:D

  3. uda lm gk main2 k sni, trnyta ud bnyk ff.
    Taeny blng makasi dong ama jesjung, kan dia yg nyomblangin. Slmt buat taeny yg bntr gy mw kawinan. Hahaha

  4. yes.. happy ending.. aku suka.. aku suka kalau ada moment taenysic,, tapi harus bersedih ketika memutuskan salah satu pihak.. tapi cerita ini aku suka karena semua bahagia.. hahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s