(Oneshoot) Power Flower

Title : ( Oneshoot ) Power Flower

Author: Adelayn Tiffany

Genre: Gender bender

Main cast: Tiffany Hwang

Kim Taeyeon

Support cast: find your self

Dimusim panas ini, seperti biasa. Orang-orang sedang menikmati liburan panjangnya hingga musim panas usai. Namun, tidak bagi seorang yeoja yang cantik, baik hati, lemah lembut dengan senyuman manis diwajahnya yang hanya hidup sebatang kara tak ada siapapun yang menemaninya. Kedua orangtuanya, sudah jauh-jauh hari meninggalkan dirinya sendiri didunia yang kejam ini.. dengan rambut yang terurai indah dan bando yang ia pakai dikepalanya, membuat dirinya semakin manis. Ia memantung dipinggir pantai pulau jeju, menawarkan beberapa bunga ditangannya yang lembut tak lupa dengan senyuman yang ia berikan kepada semua orang secara Cuma-Cuma. Cukup sulit menjual habis seluruh bunga mawar yang ia budidayakan dikebun belakang rumahnya, untuk bertahan hidup. Setiap harinya, tanpa lelah, tanpa melihat cuaca yang terkadang panas terik menyinarinya hingga musim yang berganti hingga ia bertemu kembali dengan musim panas.. yeoja itu selalu berusaha keras menjual bunga-bunga yang ia tanami dikebun belakang rumahnya sehingga, ia bisa bertahan dan melanjutkan hidupnya meskipun seperti itu, yeoja malang ini selalu bersyukur karna ia bisa hidup lebih lama lagi dan bisa menikmati hari-harinya dengan senyuman yang menghiasi wajahnya yang cantik.

Beberapa orang, berlalu lalang dikiosnya yang begitu kecil dan usang. Baru saja mereka melihat kios usang milik yeoja itu pun, orang-orang sudah tak mau melihatnya bagaimana mereka bisa melihat bunga-bunga yang yeoja itu jual? Padahal, bunga-bunga itu terlihat sangat indah dibanding kiosnya. Hari sudah sore, ia pergi dengan sepeda dan sekeranjang besar bunga mawar yang ia bawa untuk berjualan didekat taman kota seoul.. mencari pelanggan barunya yang bersedia membeli bunga mawarnya yang indah, ia terus menawarkan bunga cantik itu kepada semua orang yang melewatinya dengan ramah, sopan dan santun meskipun tak semua orang yang melewatinya menanggapi penawaran tersebut dengan baik dan dengan senyuman mereka yang tulus. Perlahan, bunga-bunga itu sedikitnya terjual sehingga membuat yeoja itu begitu bahagia. Hari menjelang malam, ia pulang dengan sepeda usang dan keranjang besar yang ia taruh didepan sepedanya. Terlihat, rumahnya yang begitu kecil, usang yang hanya disinari dengan lampu yang mulai redup namun, sangat bersih yang dibangun diantara bangunan-bangunan besar dan megah dipinggiran kota seoul. Yeoja itu, mengucapkan salam ketika masuk rumahnya.. kemudian, melakukan aktivitas hari-harinya dengan membersihkan badannya, menyiapkan makan malamnya hanya dengan sebutir telur rebus dan susu yang ia dapatkan dari hasil penjualan separuh bunga yang terjual. Itulah, kehidupan seorang yeoja sebatang kara semasa kecilnya hingga beranjak dewasa. Meskipun, ia selalu merasa kesepian dan terkadang ia merasa terpuruk menjalani kehidupannya yang serba susah. Namun, dengan mengingat keluarganya.. ia selalu mengeluarkan energinya yang baru untuk terus bersemangat dalam menjalani hidupnya untuk dimasa depan.

***

Keesokkan harinya, musim telah berganti menjadi musim semi yang dingin dengan dedaunan yang mulai berguguran. Kini, orang-orang kembali dengan aktivitasnya masing-masing. Bekerja dikantornya, bersekolah dan tak berbeda dengan aktivitas seorang yeoja yang mengabdi menjualkan bunga-bunga mawarnya yang indah. Saat itu, seperti biasanya yeoja itu mencari orang-orang yang baik hati untuk membeli bunga cantiknya. Tiba-tiba,

Brukkk…

Seseorang menabrak dirinya dengan keras sehingga, bunga-bunga yang ia genggam terjatuh dengan ringannya. Orang itu terus melanjutkan langkah kakinya dengan tergesa tanpa membantu yeoja itu mengambil bunga-bunganya yang jatuh bahkan, menoleh pun tidak. Yeoja itu merelakan orang tersebut pergi dengan senyuman manisnya kemudian, mengambil kembali bunga-bunga yang terjatuh.

Tap…tap…tap…

“ Okshii… “ panggil seseorang yang berdiri didepan yeoja yang mengambil bunga-bunganya yang terjatuh

“ Ne? “ jawab yeoja itu sambil menoleh ke atas, melihat seseorang yang berdiri didepannya. Dilihatnya, seorang namja yang tak terlalu tinggi bahkan pendek darinya, tegap, gagah dan berwibawa tersenyum padanya.. meskipun sinar matahari menyinari wajah yeoja itu tapi senyuman yeoja itu tak membuatnya hilang karna sinar matahari.

“ Gwenchana? Ada yang bisa saya bantu? “ tanya namja itu dengan panik sambil membantu yeoja tersebut mengambil bunga-bunganya. Mereka, membereskan bunga-bunga yang berserakan bersama-sama hingga tak ada setangkai bungapun yang masih berada dilantai taman.

“ Bunga-bunga itu terlihat sangat cantik “ kata namja itu sambil menunjukkan bunga yang ia maksud ke tangan yeoja itu

“ Gamsahamnida, sekali lagi gamsahamnida karna kau telah membantuku “ kata yeoja itu sambil tersenyum memperlihatkan eye smile yang manis

“ Ohh.. ne gwenchana, aku juga tadi tak sengaja melihat kejadian tersebut.. seseorang menabrak tubuhmu sehingga bunga-bungamu terjatuh. Apa kau yakin, tak apa-apa? “

“ Ahh.. ne, gwenchana. Sebagai tanda terimakasihku, ini untukmu “ kata yeoja itu sambil mengulurkan setangkai bunga mawar yang indah kepada namja yang ada dihadapannya.

“ Jinja?? Ini untukku?? “ tanya namja itu terkejut

“ Ne, waeyo? Apa kau tidak suka dengan bunga ini? “

“ Anii.. ani, justru aku sangat menyukainya. Tapi, bukankah ini adalah daganganmu? Biar aku beli saja “

“ Anii.. tak usah, ini hadiah dariku untukmu. Hanya sebagai ucapan terimakasih dariku, kalau begitu aku pamit. Sekali lagi gamsahamnida “ kata yeoja itu sambil tersenyum kemudian, membalikkan badannya dan pergi meninggalkan namja itu sendirian.

Namja itu, hanya bisa menganggam bunga mawar sambil melihat punggung yeoja itu dengan rambut yang tergerai sambil menuntun sepeda usang dengan sekeranjang bunga-bunga mawar dikeranjang sepedanya.

“ Entahlah, melihat senyuman itu. Hatiku, sangat-sangat bahagia “ batin namja itu.

***

Keesokan harinya, yeoja itu kembali dengan rutinitasnya. Menjual bunga-bunga mawar ditaman kota seoul, dari kejauhan terlihat seorang namja sedang duduk dibangku taman sambil menikmati kopi yang nikmat dengan koran yang ia baca. Yeoja itu terus menawarkan bunganya pada orang-orang yang melewatinya dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Dibangku taman kota seoul, namja yang daritadi asyik membaca berita hari itu pun melipat korannya dengan cepat kemudian, memandang awan dan pepohonan yang rindang disekitarnya dengan tenang dan sesekali memejamkan matanya, menghirup udaranya yang begitu bersih untuk ia rasakan dengan masuk ke dalam hidungnya yang indah dan mulus. Ketika namja itu membuka matanya, seorang yeoja sudah ada dihadapannya dan tersenyum manis sehingga membuat namja itu terkejut.

“ Omoo… “ ucapnya terkejut

“ Omoo… “ ucap yeoja itu yang ikut terkejut

“ Mianhe, aku membuatmu terkejut “ kata yeoja itu ramah

“ Ne, gwenchana.. o-okkshi?? Kau itu gadis yang kemarin itu kan? “

“ Omo.. jinja??? Aku lupa “

“ Aigoo.. memorimu buruk sekali, chingu “

“ Mwo??? “

“ Ne, kemarin aku membantumu mengambil bunga-bungamu yang terjatuh. Bahkan, kau memberikanku bunga ini “ kata namja itu sambil memperlihatkan bunga yang ia bawa

“ Omoo.. mianhe, aku baru ingat sekarang. Mianhe “

“ Ne.. gwenchana, duduklah “

“ Ne? “

“ Apa kau sedang sibuk? Jika tidak, duduklah disini dan nikmati udara yang cerah ini “

Akhirnya, yeoja itu pun mengikuti saran namja tersebut dan mereka menikmati udara saat itu yang sangat cerah dengan memejamkan mata mereka bersama-sama. Yeoja itu, begitu bahagia tersenyum dan tertawa dengan dedaunan yang menyentuh wajahnya dengan lembut kemudian, tak disangka seorang namja yang berada disampingnya memilih memandang dan memperhatikannya yang sesekali tersenyum dan tertawa terlebih karna ia melihat yeoja yang sangat menarik perhatiannya. Suasana taman kota seoul begitu sepi, namja itu terus memandangnya.. entah apa yang sedang merasukinya, namja itu mencoba mendekatkan wajahnya ke wajah yeoja tersebut dengan perlahan. Namun, tiba-tiba yeoja itu membuka matanya yang cantik dan segera menoleh ke arah namja itu.

“ Omoo… “ kata yeoja itu terkejut

“ Omoo… “ kata namja itu yang sama terkejutnya

“ Waeyo? Apa yang ingin kau lakukan padaku?? “ kata yeoja itu sambil menyilangkan tubuhnya ketakutan

“ Yya, yya.. aku hanya ingin memastikan tak ada daun lagi diwajahmu “ kata namja itu membela diri

“ Mwo?? Daun? Jinja? Selama aku memejamkan mataku, aku tak merasakan ada daun diwajahku “

“ Tentu saja kau tidak melihatnya, karna hanya aku yang melihatnya “

“ Mwo?? Kau memperhatikanku? “

“ Ahh.. anii.. aku hanya.. Omoo.. ada binatang dikepalamu “ kata namja itu sambil menunjuk kepala yeoja yang berada disampingnya yang sama sekali tak ada binatang apa-apa dikepalanya

“ Hah?? Jinja?? Binatang apa itu?? Singkirkan binatang itu dariku, ppaalliii “ kata yeoja itu yang panik

“ Chankmannn… “ kata namja itu sambil memegang wajah yeoja didepannya sambil menyentuh rambutnya yang harum. Seketika, yeoja itu terdiam kaku dan kikuk melihat sikap namja yang belum terlalu ia kenal

“ Sudah, binatang itu sudah tak ada “

“ Jinja?? Gamsahamnida “ ucap yeoja itu sambil tersenyum senang

“ Ne, oya.. namaku taeyeon “ ucap namja itu sambil mengulurkan tangannya dengan memperlihatkan senyumannya yang manis yang dihiasi wajahnya

“ Ohh.. namaku Tiffany “ jawab yeoja itu sambil tersipu malu

“ Terimakasih, kau sudah mau menemaniku pagi ini dengan menikmati udara saat ini “

“ Ne.. “

“ Oya.. kalau boleh, aku ingin membeli beberapa bunga yang kau jual itu. Bolehkah?? “

“ Jinja? Kau mau membeli beberapa bungaku? Tapi, ini akan aku berikan gratis padamu “

“ Ohh.. andwe, andwe.. atas apa kamu berikan bungamu dengan gratis? Aku tidak melakukan apa-apa lagi untukmu hari ini. Justru aku yang sudah membuatmu menemaniku disini. Jadi sebagai ucapan terimakasihnya, berikan beberapa bungamu untuk aku beli “

“ Ahh.. jangan seperti itu, aku akan berikan bunga ini saja untukmu dan untuk keluargamu “

“ Ssttt… kedua orangtuaku sudah meninggal. Jadi, aku hidup sendiri disini dan biarkan aku membeli beberapa bungamu hari ini. Ok? “ kata taeyeon yang memandang sambil mengenggam kedua tangan yeoja yang bernama tiffany itu

“ Baiklah, mianne.. soalnya pembicaraanku tentang kedua orangtuamu “ kata Tiffany menyesal sambil menunduk

“ Ahh.. gwenchana, kalau begitu aku ambil 5 bunga yaa. Dan ini uangnya, kembaliannya untukmu saja. Aku buru-buru, bye bye “ kata taeyeon tersenyum sambil mengelus rambut Tiffany dan pergi meninggalkannya.

Tiffany terdiam, ketika merasakan seorang namja mengelus kepalanya dengan lembut. Ia terlihat bahagia, ia seperti merasakan kehidupan yang lebih baik lagi dan nyaman saat bersama namja itu. Berbeda dengan taeyeon, yang terus memandangi tangannya yang sudah mengelus seorang tiffany yang menarik perhatiannya. Taeyeon mencium telapak tangannya itu, dan dirasakan aroma yang harum setelah mengelus rambut tiffany itu.

***

Beberapa minggu berlalu, mereka menjadi sering bertemu dan saling berhubungan. Terlebih, taeyeon bertemu dengan Tiffany dengan alasan ingin membeli bunganya sehingga didalam rumah taeyeon yang megah dan besar.. bertaburan bunga mawar dimana-mana. Bahkan, mereka sudah saling mengenal seperti apa diri mereka masing-masing, mereka saling tersenyum dan bahagia. Terlihat, kenyamanan diantara mereka sehingga mereka memutuskan untuk meresmikan hubungan mereka menjadi sepasang kekasih dengan menerima masing-masing diantara mereka dengan apa adanya.

Musim telah berganti dengan cepat, salju mulai turun disekitar Tiffany yang terus melakukan aktivitas berdagangnya. Tak terlihat, taeyeon yang biasanya selalu menemani Tiffany ketika menjualkan bunga-bunganya ditaman kota seoul. Dengan hanya memakai baju yang tipis, Tiffany berjualan.. sesekali ia menggesek-gesekkan tangannya yang kaku karena kedinginan. Perlahan, setelah ia meresmikan hubungannya dengan taeyeon.. dagangan yang berawal kurang baik kini, menjadi lebih baik dan laris sehingga ia tak perlu lelah menawar-nawarkan bunga-bunganya kepada orang-orang.. justru orang-orang itu lah yang mencari sosok seorang gadis bunga mawar yang murah hati dan lemah lembut itu. Tiffany duduk sambil menunduk dan menggigil kedinginan, tak biasanya musim dingin kali ini membuatnya menggigil. Tanpa Tiffany sadari, seorang namja berjalan menghampirinya dengan senyuman yang lebar sehingga membuatnya begitu tampan. Tiffany terus menunduk tiba-tiba, namja itu menyelimuti tubuh Tiffany yang mungil dan kedinginan dengan jaket tebal yang ia bawa.

“ Omoo.. tae tae? “ kata Tiffany terkejut dan segera menoleh

“ Menunggu lama kah? “ tanya taeyeon

“ Anii.. “

“ Kau begitu kedinginan, mianhe.. aku terlambat. Pakailah sarung tangan ini “ kata taeyeon yang mengeluarkan sarung tangan dari dalam sakunya dan memakaikannya kepada tangan Tiffany dengan lembut

“ Bagaimana? Sudah baik? “

“ Ne, gomawo tae “

“ Ne, gwenchana. Sepertinya kau masih kedinginan, kemarilah “ kata taeyeon yang meminta Tiffany untuk mendekatinya ketika Tiffany mendekatinya, taeyeon memeluk Tiffany dengan hangat

“ Saranghae, miyoung “

“ Ne, saranghae tae “

“ Kau tau, selama aku bersamamu.. kau selalu membuat diriku bahagia, apa kau mengunakan guna-guna padaku?? “ tanya taeyeon yang ketakutan sambil melepaskan pelukannya

“ Omo.. taeee, bagaimana bisa aku seperti itu?? “ rengek Tiffany manja

“ Hahaha.. aku bercanda chagi “ kata taeyeon yang kembali memeluk yeojachingunya

“ Hmm… Miyoung~ah, apa kau bahagia saat kita meresmikan hubungan kita? “

“ Tentu saja, tae. Tapi, mianhe tae.. aku hanya gadis miskin yang berjualan bunga mawar “

“ Sstt… jangan berbicara seperti itu, aku tak pernah mempermasalahkan dirimu yang seperti itu. Justru aku akan mengeluarkanmu dari rumahmu yang usang, bolehkah? “

“ Bagaimana bisa, tae?? “

“ Menikahlah denganku “

“ Mwoo??? Menikah? Apa kau sedang bercanda?? “ tanya Tiffany dengan keterkejutannya yang luar biasa sehingga membuat pelukan taeyeon terlepas dari tubuhnya.

“ Waeyo?? Apa kau akan menolakku? “ tanya taeyeon dengan perasaan yang tak karuan

“ Tapi, tae.. aku hanya gadis bunga mawar “

“ Miyoung~ah, dengarkan aku.. aku sama sekali tak mempermasalahkan hal itu. Aku sudah mengatakannya berulang kali saat pertama kita meresmikan hubungan kita bukan?? “

“ Ne.. “

“ Apa? Jadi apa jawabanmu? “

“ Aku akan mempertimbangkannya “

“ Mwo???? Apa kau tak yakin dengan aku? “

“ Anii.. aku hanya ingin mempertimbangkan dan memastikan bahwa aku tak akan menolak permintaanmu, tae.. “

“ Aigooo… kau mengagetkanku, chagi “

“ Makanya dengarkan aku dulu, aku belum selesai bicara. Pabo! “

“ Mwo?? Kau bilang aku pabo??? “

“ Ne.. “

“ Kalau aku pabo, mana mungkin aku bisa mendapatkanmu “ kata taeyeon sambil menjulurkan lidahnya

“ Yya.. tae!! “

***

Disebuah rumah yang besar dan mewah dengan musim dingin yang baru saja tiba, sebuah keluarga kecil menikmati kehidupannya. Terlihat, dua pasangan yang sedang menikmati pagi hari yang sangat dingin dengan dibalut selimut tebal yang menyelimuti tubuh mereka dengan secangkir tea ditangan mereka menambah kehangatan yang mereka dapatkan ditaman belakang rumahnya yang ditanami bunga-bunga mawar yang indah. Sudah 5 tahun, mereka hidup bersama

“ Tae.. tak terasa, kita sudah hidup bersama selama 5 tahun ini “

“ Ne, setelah kita mengingat kembali masa-masa kita dahulu. Aku baru sadar, aku sudah bersamamu selama 5 tahun. Gomawo chagi “ ucap taeyeon dengan mengecup kening tiffany

“ Ne, tae.. mianhe, jika aku belum membahagiakanmu dengan melahirkan seorang anak untukmu “

“ Gwenchanayo, chagi.. aku cukup bahagia dengan dirimu yang selalu berada disampingku “

Tiffany dan taeyeon pun, tersenyum bahagia dengan mempererat pelukan mereka dipagi yang dingin dan cerah itu, tiba-tiba wajah Tiffany begitu pucat.

“ Chagi, gwenchana? “ tanya taeyeon panik

“ Tae… “ panggil Tiffany lirih sambil memegang kepalanya

“ Waeyo? Apa kau sakit? Apa perlu kita kerumah sakit?? “ tanya taeyeon sekali lagi dengan panik

“ Aku merasakan mual dan pusing, tae “

“ Waeyooo??? “

“ Ooeekhh “

“ Omoo.. waeyo?? Ottokae, ottokae?? “ tanya taeyeon panik

“ Omo.. tae “ panggil Tiffany yang tiba-tiba, diam sambil memegang perutnya itu

“ Waeyo??? “ tanya taeyeon kebingungan kemudian, Tiffany menarik lengan suaminya untuk menyentuh perutnya.

“ Omoo.. perutmu bergerak?? Omo, ini tak bisa dibiarkan.. kau harus kerumah sakit sekarang “ kata taeyeon yang mulai beranjak

“ Omoo.. tae, aku bisa gila kalau kau seperti ini. Kajja, rasakan kembali “ kata Tiffany yang kembali menarik lengan taeyeon. Sekali lagi taeyeon mencoba merasakannya lagi

“ Omoo.. kau hamil??? “

Tiffany hanya tersenyum senang melihat suaminya yang terkejut dengan tampang dorkynya dan taeyeon ikut bahagia ketika merasakan sesuatu bergerak diperut istrinya yang cantik dan manis itu.

“ Omoo… gomawo, chagi~ahh “ teriak taeyeon sambil menggendong Tiffany dengan bahagia, mereka pun tersenyum dan tertawa bersama. Tak lama lagi, mereka akan dikarunai buah hati yang tampan dan cantik sama seperti kedua orangtuanya.

E N D

23 comments

  1. klo penjual bunga.a kaya pany sih org2 bisa2 pda bingung mna bunga.a mna penjual.a abis sma2 cantik sih bahkan penjual.a lebih cantik dri bunga.a hehehe

  2. Taeny jadi pasangan omo ha kayanya xD
    Taeng ih baru kenal aja mau main nyosor aja aigoo byuntae untung aja fany keburu melek :p
    Thor lo jagoan dah bikin sweet momentnya

  3. pany jg gadis penjual bunga..
    lbh cantik wajahnya pany drpd bunga2 yg dijualnya..
    haha…
    taeng jga ikutan jatuh cinta ma pany..
    so sweet^^

  4. ck taeng emang slalu nerima apa adanya panny , jangankan yg hanya penjual mawar , ngalay aja di terima jadi *gue ngemeng apa coba*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s