(Chaptered) A Reason to Live #6

snsd_gee_taenysic_chibis_by_shinycake-d4iuvwu

Title : (Chaptered) A Reason to Live #6

Author: Adelayn Tiffany

Genre: Yuri (Girl x girl)

Main cast: Jessica jung

Kwon yuri

Tiffany Hwang

Support cast: Find your self

Anyyeong, don’t copas tanpa nama authornya yaa.. hargai hasil karya saya, karna setiap ff saya, saya buat sendiri. Bantu saya ramaikan page ff taeny dan SNSD yuk dengan like page ini di fb https://www.facebook.com/pages/Taeny-and-SNSDFanfiction/352602884844930. dan bagi yang punya twitter, kalian bisa follow saya @fiefasya dan InstaGram di Sofie_fasya_. Saya selalu menghargai setiap comment yang kalian tuangkan disetiap ffku.. Gomawoo ^^

***

Terlihat, sosok seorang tiffany yang tengah memainkan alat musiknya flutenya (*Bayangkan ketika fany perform dispecial stage orchestra gayo daejun dengan flutenya ^^)

“ F-fany?? “ panggil jessica terkejut, tiffany pun menghentikan permainan alat musiknya kemudian, menoleh ke sumber suara dan tersenyum manis ke arah jessica.

“ Anyyeoong.. “ sapa tiffany dengan melambaikan tangannya dan memperlihatkan eye smilenya kepada jessica. Namun, sikap jessica berubah menjadi begitu dingin.

“ Jessie?? “ panggil tiffany kebingungan karna sikap jessica yang begitu dingin terhadapnya sambil mencoba mendekati jessica, melihat tiffany yang mencoba mendekatinya. Jessica pun, segera meninggalkan tiffany.

“ Je-jessie.. “ panggil tiffany yang mencoba mengejar jessica namun, jessica tetap tak menanggapinya dan segera turun ke bawah.

***

Terdengar sangat jelas hingga ruang tengah ketika, tiffany memanggil-manggil jessica yang terus berjalan dihadapannya tanpa menanggapi panggilan tersebut. Membuat taeyeon dan yuri menoleh ke sumber suara dan memperhatikan mereka dengan suasana yang terlihat tak baik.

“ Waeyo tae?? “ bisik yuri

“ Molla, ada apa dengan mereka? “ jawab taeyeon dengan balik bertanya dengan mengerutkan keningnya dan mengangkat bahunya.

Tap.. tap.. tap..

Langkah jessica semakin cepat, menuruni anak tangga diikuti dengan tiffany yang terlihat sangat khawatir padanya. Namun, tiba-tiba jessica menghentikan langkahnya.

“ Yul.. aku mau keluar, kamu mau ikut atau tidak?! “ tanya jessica dingin

“ N-ne?? M-mau k-kemana? Kita baru saja sampai, sica.. “ jawab yuri terbata-bata

“ Yasudah, aku bisa sendiri “ ucap jessica yang kembali melangkah menuruni anak tangga yang cukup panjang itu.

Tap.. tap.. tap..

“ Ne?? “ tanya yuri terkejut

“ Ottokkae?? “ bisik yuri kepada taeyeon

“ Ikuti saja kemauannya “ jawab taeyeon yang ikut berbisik pula

“ SICA!!! “ teriak tiffany

“ Aaarrgghhh…. “

Brukk brukk brukkk…

Jessica terjatuh dari tangga, ia terguling hingga lantai dasar hingga tak sadarkan diri. Darah segar pun mengalir dari pelipisnya, berhasil membuat semua orang yang berada disana merasakan ketegangan dan kepanikan. Tiffany berlari dan segera memeluk tubuh jessica diikuti dengan yuri dan taeyeon dengan cepat, yuri menggendong jessica ke sofa ruang tengah dan taeyeon segera memeriksanya. Sedangkan, tiffany hanya bisa menangis dan menatap jessica dengan tatapan kosong.

***

Tiffany POV

Sica terjatuh dari tangga, aku merasa benar-benar tak berguna karna tak bisa menolongnya. Langkah jessica yang begitu terburu-buru menyebabkan langkahnya yang tak teratur dan jatuh. Aku segera berlari dan segera memeluk tubuhnya yang semakin terlihat mengecil namun, yuri segera menggendongnya dan taeyeon segera memeriksanya. Beruntunglah aku, karna telah memiliki taeyeon sebagai kekasihku dan yuri sahabatku yang sudah banyak membantuku untuk merawat jessica. tangisanku semakin keras ketika, mengingat-ingat saat aku melihat pertama kalinya lagi sica masuk ke kamarku dan terkejut melihatku yang berada didalam. Terlihat sekali, amarah yang terlukiskan diwajahnya.. aku bagaikan tak kembali bertahun-tahun lamanya. Mengingat-ingat hal tersebut membuatku penasaran untuk melihat kalendar yang tak jauh dari ruang tengah, jessica pun dibawa ke kamarnya oleh yuri.

Aku berjalan mendekati kalendar tersebut dan ketika aku melihat kalendar yang terpampang didinding secara spontan, aku menutup mulutku yang sangat shock ketika melihat bulan yang berlalu begitu cepat. Apa yang sebenarnya terjadi?? Taeyeon bilang, aku hanya tertidur dua minggu tapi, nyatanya aku baru kembali dengan bulan yang baru. Aku terdiam terpaku, menatap kalendar itu dengan tatapan kosong, air mataku terus mengalir membasahi wajahku.

Separah itukah, penyakitku?? Apa yang harus aku lakukan??

Tiffany POV END

***

Taeyeon terlihat sangat lega ketika sudah memeriksa jessica, senyuman pun mengembang diwajahnya sambil mendekati tiffany yang tengah memandang kalendar yang tertempel didinding.

“ Miyoung~ah.. syukurlah, luka sica tidak parah “ panggil taeyeon dengan ceria namun, tiba-tiba keceriaannya itu menghilang ketika ia mendengar isak tangis tiffany dan menyadari akan sesuatu yang ia sembunyikan dari tiffany. Tiffany pun, segera membalikkan badannya dan menatap wajah taeyeon dengan tajam namun, air matanya tak henti-hentinya untuk mengalir.

“ Mi-miyoung~ah.. “

“ Berapa lama, aku meninggalkan korea? “ tanya tiffany cetus membuat taeyeon terdiam dan kikuk.

“ … “

“ Tae.. “ panggil tiffany tak sabar

“ … “

“ Wae, kau harus bohong padaku?? Kau bilang, aku hanya tertidur dua minggu?? Tapi, kenyataannya sudah 5 bulan aku tertidur tae! “

“ Mi-miyoung~ah, dengarkan dulu penjelasanku. Aku tak bermaksud untuk membohongimu, hajiman.. “

“ Hajiman, kau hanya ingin menipuku! Tak aneh jika, ketika sica melihatku tatapannya terlihat sangat marah besar padaku! Dan karna aku, dia terjatuh dari tangga! “ ucap tiffany dengan suara yang semakin tinggi hingga terdengar oleh yuri.

“ Miyoung~ah.. “ ucap taeyeon segera memeluk tiffany meskipun, banyak pemberontakkan yang dilakukan tiffany dengan memukul-mukul bahu dan dada taeyeon. Namun, taeyeon tetap berusaha memeluknya untuk menenangkannya.

“ Miyoung, maka dari itu… Aku harap kau mau dioperasi, kau sudah cukup parah miyoung “ bisik taeyeon yang ikut mengeluarkan air matanya sambil mengusap lembut punggung tiffany yang masih bergetar karna terus menangis.

“ … “

Tiffany POV

“ Miyoung, maka dari itu… Aku harap kau mau dioperasi, kau sudah cukup parah miyoung “ bisik taeyeon yang ikut mengeluarkan air matanya sambil mengusap lembut punggungku yang masih bergetar karna terus menangis.

Aku menangis dipelukanya, ada perasaan yang kesal dan juga bersalah pada tae. Aku tak menyangka kalau aku benar-benar tertidur selama itu, aku terus menangis dan taeyeon terus berusaha menenangkanku. Gomawo dan mianne tae, aku tak bisa mengabulkan permintaanmu agar aku mau dioperasi..

Perlahan, taeyeon bisa menenangkanku dan menghentikan tangisku dipelukannya. Namun, mataku, kepala ini, aish… sakit ini kembali aku rasakan. Ini benar-benar menyakitkan, ku coba untuk bertahan lalu, mengerjap-ngerjapkan mataku dengan pandanganku yang mulai kabur dan gelap. Kucoba untuk mempererat pelukanku pada taeyeon sehingga bisa ku rasakan, taeyeon begitu terkejut ketika aku mengeratkan pelukan kami.

Tiffany POV END

***

Yuri mengambil tempat disamping sica yang masih tertidur pulas. Memandangnya dengan dalam yang sesekali tersenyum ketika ia berhasil menyentuh bibir jessica dengan ibu jarinya dengan lembut kemudian, mengecup keningnya.

“ Kau hampir membuat jantungku terlepas dari tempatnya “ gumam yuri sambil menggenggam tangan jessica erat. Kemudian, mengelus rambutnya dengan lembut.

“ Bangunlah, sepupumu sudah kembali untukmu. Dan sepertinya pasangan taeny sedang bertengkar dibawah “ gumam yuri sambil terkekeh

“ Tapi.. kau tak usah khawatir. Meskipun, fany sudah kembali.. aku tak akan meninggalkanmu sendiri “ gumamnya sambil tersenyum. Cukup lama, yuri menatap wajah jessica dan tak melepaskan genggamanya. Lalu, yuri pun beranjak dari tempatnya.

“ Yul.. “ panggil jessica yang sudah terbangun dengan menarik lengan yuri hal itu, membuat yuri terkejut dan segera menoleh kepada jessica

“ S-sica, kau sudah bangun? Mani appo? “ tanya yuri yang kembali duduk disamping jessica dan menanyakan keadaanya dengan khawatir.

“ Gwenchanayo.. “ jawab jessica sambil membenarkan duduknya dibantu oleh yuri

(Hening.. )

“ Aku sudah mendengar semua is hatimu yang kau ucapkan ketika aku tidur saat dirumah nenek, dan hari ini “ ucap jessica memecahkan keheningan sambil tersipu malu

“ N-ne?? “ tanya yuri terkejut dan terlihat sangat kikuk, warna wajahnya kini berubah menjadi merah.

“ Aku ingin mengatakan sesuatu padamu “

“ Apa itu? “

“ Kau masih ingat pembicaraan kita?? Saat kau menanyakan siapa orang yang kusuka? “

“ Ne, tapi jawabanmu rahasia. Membuatku kecewa, terbukalah padaku sica “ jawab yuri dengan mengerucutkan bibirnya, membuat jessica tersenyum dengan geli

“ W-wae? Apa yang kau tertawakan? “

Perlahan, jessica mendekatkan wajahnya ke wajah yuri. Hal itu, membuat yuri semakin gugup. Namun, entah apa yang terjadi saat itu. Jessica mencium bibir yuri dengan lembut, yuri pun hanya terdiam karna tak tau apa yang harus ia lakukan. Tetapi, tak lama kemudian.. yuri membalas ciuman jessica dengan lembut, menikmati setiap kecupan yang diberikan oleh jessica yang bisa menarik perhatiannya. 5 menit kemudian, jessica pun melepaskan ciumannya dan tersipu malu. Sama halnya dengan yuri..

“ Saranghae, sica “ batin yuri

“ Nado saranghae.. “ ucap jessica seolah-olah, mengetahui isi pikiran yuri. Dan hal itu, membuat yuri terkejut.

“ Bagaimana kau tau isi pikiranku? “

“ Karna aku mencintaimu “ jawab jessica yang kembali mengecup pipi yuri.

“ Jadi, yang kau maksud rahasia itu? “

“ Aigo.. orang yang aku sukai adalah dirimu kwon yuri “

“ Jinja??? “

“ Ne.. “

“ Gomawoo.. “ ucap yuri dengan segera memeluk jessica dengan hangat dan girang

“ Saranghae, jeongmal saranghae sica “

***

“ Miyoung? “ panggil taeyeon ragu dan masih terus mengelus punggung tiffany dengan lembut

“ Hmm.. “ jawab tiffany yang masih terus menahan rasa sakit yang ia rasakan.

Mmuach..

Taeyeon mengecup bahu tiffany dengan lembut..

“ Badanmu dingin, miyoung. Gwenchana? “ tanya taeyeon yang masih membiarkan tiffany memeluknya semakin erat

“ … “

Perlahan, tubuh tiffany terasa semakin lemah. Tubuhnya perlahan, merosot membuat taeyeon terkejut dan segera menangkap dan memeluknya dengan erat.

“ Miyoung! “ panggil taeyeon yang kini, mendapatkan tubuh tiffany dipangkuannya yang sudah tak sadarkan diri.

“ Yul.. “ panggil jessica terkejut ketika mendengar suara taeyeon dari ruang tengah

“ Arra, fany? “

“ Kau mengenal sepupuku? “

“ Ne, aku sahabat taeyeon “

“ Jinja?? Ada apa dengan fany? “

“ Molla, apa perlu kita keluar? “

“ Geurom.. kajja “

“ Hajiman, lukamu?? “

“ Aku sudah tak apa-apa.. “

Panggilan taeyeon berhasil membuat yuri dan jessica terkejut, membuat mereka keluar dari kamar untuk melihat keadaan dibawah sana.

“ T-taeyeon.. “ panggil yuri terputus ketika melihat tiffany yang sudah tak sadarkan diri dipangkuan taeyeon, disusul dengan jessica yang membelalakkan matanya.

“ Y-yul.. “ panggil taeyeon khawatir

“ Aku ke sana “ ucap yuri singkat dan segera menuruni tangga sedangkan, jessica masih terdiam terpaku dengan mata yang berkaca-kaca.

“ W-waeyo? “ tanya yuri yang kini telah berada dihadapan taeyeon

“ Penyakitnya.. “ bisik taeyeon agar tak terdengar oleh jessica dengan mata yang berkaca-kaca

“ Apa perlu kita bawa ke rumah sakit? “ tanya yuri yang terlihat, sama khawatirnya

“ Gwenchana, aku akan meminta peralatan rumah sakitnya dibawa kesini. Bantu aku untuk membawa fany ke dalam kamarnya “

“ Ne, kajja.. “

Yuri pun, menggendong tiffany ke kamarnya dengan diikuti jessica yang masih terlihat dingin. Jessica hanya bisa menatap wajah tiffany yang telah tertidur diranjangnya sedangkan, taeyeon baru mengambil beberapa peralatan medis untuk memeriksa keadaan tiffany.

“ Kajja.. kita keluar, biar taeyeon memeriksa fany “ ajak yuri kepada jessica, jessica pun tak banyak bicara dan segera mengikuti perkataan yuri untuk keluar dari kamar tiffany.

“ Kau sudah menghubungi pihak rumah sakit? “ bisik yuri ketika berpapasan dengan taeyeon

“ Ne.. gomawo “

Yuri pun, mengangguk dan mengikuti jessica yang sudah berjalan dihadapannya dengan malas.

***

“ Miyoung~ah, sudah ku bilang.. kau harus segera dioperasi, kau membuatku gila “ gumamnya sambil memeriksa tubuh tiffany yang terlihat semakin kecil dan pucat.

“ Apa kau berniat untuk meninggalkanku didunia ini? “ tanyanya sambil menggenggam tangan tiffany dengan erat dan sesekali mengusap keringat yang mengalir diwajah tiffany.

Disisi lain, samping kamar tiffany. Yuri dan jessica terduduk disebuah sofa yang membuat nyaman bagi yang merasakannya..

“ Sica.. “ panggil yuri lembut dengan merangkul tubuh jessica

“ Ne? “ jawab jessica dengan balik bertanya sambil menoleh ke arah yuri

“ Gwenchana? Lukamu? “

“ Aigoo.. aku tak apa-apa yul, gwenchanayo “

“ Syukurlah.. kajja, kau harus istirahat “ ucap yuri sambil menepuk pangkuannya

“ Apa? “

“ Tidurlah.. kau tak mau? “ tanya yuri

“ Sebaiknya, kau saja yang istirahat dipangkuanku. Kajja, aku tau kau pasti sangat lelah sekali “ jawab jessica yang kini, menepuk pangkuannya untuk yuri

“ Ne? Naega? “

“ Ne, you kwon yuri! “

“ Gwenchana?? “

“ Molla.. aku tak jadi meminjamkan pangkuanku “ jawab jessica dengan mengerucutkan bibirnya sambil memalingkan wajahnya dari yuri

“ Arrasseo, arrasseo.. “ ucap yuri yang segera menidurkan diri dipangkuan jessica, membuat jessica kembali tersenyum.

“ Yeoppo.. “ ucap yuri dengan mencubit kedua pipi jessica

“ Appo… “ ringis jessica

“ Appo?? Mianne “ jawab yuri dengan mengecup kedua pipi jessica.

(hening..)

“ Sica.. “ panggil yuri

“ Hmm? “

“ Sebelumnya, kenapa kau menghindari fany? Bukankah kau merindukannya? “

“ Ne?? Bagaimana kau tau?? “

“ Saat kau tertidur dibus, kau mengigau memanggil nama fany. Kau tau?? Aku sangat cemburu “

“ Jinja??? “ tanya jessica sambil tertawa renyah

“ Wae kau tertawa?? Jawab pertanyaanku, wae kau menghindari fany sebelumnya? “

“ Aku hanya kesal saja, sudah beberapa bulan dia meninggalkanku tanpa kabar sama sekali. Dan sekarang, tiba-tiba ia sudah berada dirumah. Dan terlihat, seperti tak terjadi apa-apa “

Mendengar jawaban jessica hal itu, membuat yuri tersenyum manis. Tak lama kemudian, beberapa petugas medis terlihat oleh yuri dan jessica dengan membawa alat-alat medis yang tak biasa jessica lihat. Oksigen, infusan, dan lain-lain. Hal itu, membuat jessica terkejut dengan mengerutkan keningnya dengan menatap yuri.

“ Untuk apa? “ tanya jessica kepada yuri pertanyaan jessica, berhasil membuat yuri tak bisa berkata apa-apa selain, mengangkat bahunya dengan ragu.

TBC

36 comments

  1. annyeong…

    JeTi ketemu bukannya kangen2 na malah marah2 an…tapi wajar sih #dzighh!!

    yulsic!!!akhirnya kalian jadian juga,chukkae🙂
    fie…please bgt ya jgn buat uri mi youngie kenapa-napa u,u apalagi klo sampe harus ninggalin taetae😦 yayaya…

  2. hold on fany-ah….sica jgn marah k fany donk….kan blm taw alasanx ga ksh kbr….kasihan fany….cpt smbuh y…next part thor…soon y.

  3. YulSic jadian….
    Taapi kasian fany, jessica kesal padanya…
    Aq kira Jessica akan senang krn kedtangan Fany tapi nyata’a…..
    Dtgg lnjtn’a Thor Fihthing!!!!

  4. -̶̶•-̶̶•̸Ϟ•̸Thank You•̸Ϟ•̸-̶̶•-̶. Thor dah update, speachless jdny, mudah2an panny mau dioperasi ya, kasian taeng na..

  5. Hai fie. . .hehehe
    woooww. . .aseekk yulsic jadian. . .haduh berkissuanx lama bnr ampe 5 mnt gtu. . .ckckckckc. . .y sdh gpp. . .hahahahah*apaini. .

    Huufff. . .lanjut fie lanjuuutt. . .hahaha. .

    Ttp smng ya fie. . .😀

    mksh

  6. aduh sica jangan ngambek lah.. kasian fany
    yulsic udah jadian… selamat
    ditunggu lanjutannya, author semangat

  7. Annyeong ,,,,

    Yyaaah,,, Sica nya mrah euyyh ,,, ckck
    Fany msti brsbar dah,,,jadi ksian Fany nya,,,,,
    Ksih dah Sica nya, biar kgak slah pham,,,
    Iiih,,, YulSic gw sweet bnget dah ,,,,,kkke

    D tunggu Next chapter nyaah,,,
    SEMANGAAAAAAT

  8. knp sica guling2an d tangga jd berdarah kn tuh jidat sexy ny#plakkk
    penyakit fany kumat lg… fany kamu hrus mau d operasi ya ya ya… kasian tae klau kmu tinggalin dia… tambah kecil badan ny ntar klau kamu ninggalin dia

    ye… yulsic jadian jg
    yuri lemot…

  9. aduhh nii gmna sih jessie bkn’a langsung peluk fany katanya kangen berat mlh pke acara ngmbk & guling2 di tangga…hemmm.
    Gawat fany kumat lgi sakitnya,,mdh2an aja fany cpt sembuh & yulsic hadeuuuuuhhhh!!!
    Lanjuuuuuut

  10. yah kok ga ada adegan peluk2an sih jeti kan udah lama ga ktemu hehehe
    omo penyakit pany makin parah…
    hmmm apa sica abis ini bkl tau ya tentang penyakit.a pany…

  11. Moga pnykit fany sgra k bongkar ma sica …
    Fany orang sakit mlah gx mau d obati(operasi) …
    Mna gx ngsih tw sica lgi …
    Gx mau ngrepotin mlah jdi repot …
    Huhhhh
    moga fany cpet sdar ..
    Lanjut thor

  12. annyeong authour new reader imnida
    yea akhr ny yulsic bersatu
    sicababy jgn mrah la ma fany ahjumma syg thu
    d tggu part slnjt ny mdh2n gk lma
    amin
    fighting unnie

  13. eaaa..jeti ketemu malah berantemo_O
    yulsic jadian nih,kekeke
    berharap tak terjadi apa-apa ma fany,tar kasihan tae kalo ditinggal sendiri🙂

  14. mampus lu yul..
    bakal diintrogasi sica hbs2an lu..
    hehe..
    pake boong sih di dpn sica..
    bakal ketauan deh penyakitnya fany ke sica..
    taeng, lu hrs meyakinkan fany biar mau dioperasi..
    fighting!!

  15. Ciee cieeee yulsic jadian ni yeeeee😀
    PJnya d tunggu ni kekekekekekekek

    Kasiaann pany pany pasti menderita bangett dech. .>_<

  16. fany bnyak pikiran tuhhh, untung punya dokter cinta sendiri…..hehe

    n yulsic Congratulation….jdian dech akhirnya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s