(Oneshoot) Thankyou

tt

Title : (Oneshoot) Thankyou
Author: Adelayn Tiffany
Genre: find your self
Poster by: Lendeer from google
Main cast: Tiffany Hwang
Kim Taeyeon
Support cast: Find your self

Anyyeoong… mimin kembali dengan cerita yang mimin buat hasil beberapa jam berdiam diri didepan laptop. Hasilnya seperti ini, jangan lupa RCL dan happy reading ^^

***
Ketika matahari telah menampakkan dirinya dipagi hari yang sangat cerah ini, aku membuka mataku yang perlahan tapi pasti. Melirik jam yang tersimpan diatas meja samping tempat tidurku sambil meregangkan tubuhku.
Aku bersyukur masih dapat merasakan udara yang sangat segar saat ini, aku berharap kelak ketika aku sudah berkeluarga aku masih bisa merasakan udara sesegar yang aku rasakan saat ini. Hari ini, aku akan kuliah seperti biasanya mendengarkan segala materi yang disampaikan dosenku kemudian, mencari bahan untuk esok hari diperpustakaan kampus universitas sungkyungwan. Dan aku berharap, hari-hariku selalu menyenangkan.
Aku keluar dari kamarku dengan mengembangkan senyuman pada orang-orang yang selalu menjaga dan melayaniku semenjak omma dan appaku telah tiada. Kedua kakakku tak tinggal bersamaku, mereka memutuskan untuk tinggal dan bekerja di Amerika sedangkan, aku memutuskan untuk tinggal dikampung halaman omma dan appaku. Kehidupanku cukup mewah namun, aku tak pernah menggunakan fasilitas yang diberikan dari warisan omma dan appaku bahkan, kedua kakakku memenuhi segala fasilitas yang aku butuhkan tetapi, hal itu hanya aku pakai sewaktu-waktu. Sehingga aku terbiasa menggunakan transportasi umum untuk melakukan perjalanan kemanapun itu.
Ada suatu masalah yang terjadi padaku dan teman-teman dikampus, tak sedikit orang yang tidak menyukaiku karna bahasa dan dialekku yang masih terbiasa dengan bahasa inggris yang aku gunakan di amerika. Sehingga, kini aku tak memiliki teman kecuali jessica karna ia pun terlahir di Amerika dengan rumah sakit yang sama denganku. Aktivitasku saat dikampus selain untuk mencari ilmu, aku pun memilih untuk berlama-lama diperpustakaan. Bukan karna aku kutu buku, atau pun bersikap sok pintar. Tetapi, dengan aku yang selalu berdiam dan membaca banyak buku diperpustakaan.. aku bisa terus mendapatkan sesuatu dan pengetahuan yang baru sampai aku mati, mungkin aku tak akan pernah bosan untuk berdiam diri diperpustakaan. Aku menyukai kondisi yang tenang, udara yang segar dan bunyi-bunyi alam yang membuatku ingin berlama-lama disana.
Suatu saat, aku memasuki perpustakaan sambil tersenyum kepada petugas perpustakaan tersebut kemudian, menyapanya.
Petugas perpustakaan adalah salah satu teman terbaikku, ia selalu meluangkan waktunya hingga malam hanya untuk menemaniku. Petugas perpustakaan itu bernama seohyun, berkat buku-buku yang ia baca.. ia menjadi pintar berbicara, memiliki potensi dalam seni. Entah membuat suatu lagu atau pun yang lainnya. Perlahan, aku berjalan diantara rak-rak buku yang tinggi mencari-cari buku yang ingin aku baca namun, ada sesuatu yang menarik perhatianku.. seseorang diseberang ku yang sedang mencari suatu buku dan sesekali melirikku sambil tersenyum manis padaku. Membuatku gugup dan memilih menghindar darinya tetapi, ia pun mengikutiku. Ketika aku terus menghindarinya kemudian, menoleh ke seberangku untuk memeriksa dirinya.. ternyata ia sudah menghilang sedikit membuatku bernafas lega. Aku pun, tak kunjung mendapatkan buku yang tengah aku cari hingga aku memutuskan untuk berhenti mencari buku tersebut dan membalikkan tubuhku.
“ Kau sedang mencari buku apa? “
Mendengar suara itu, membuatku terkejut dan menabrak tubuhnya. Hingga kami berdua terjatuh bersama-sama.. membuat seluruh pengunjung perpustakaan menaruh perhatiannya kepada kami.
Brugg…
“ Omoo… Gwenchanayo? “
“ … “
Aku masih terkejut dibuatnya, sehingga aku masih mengatur nafas dan jantungku dengan baik. Terlihat sekali, kekhawatiran yang terjadi pada dirinya membuatku merasa tak enak jika terus membiarkan dirinya mengkhawatirkan diriku seperti ini.
“ Gwenchanayo, mianne “
“ Jinja?? Tak ada yang sakit?? “
“ Ani.. aku merasa baikan sekarang “
“ Jinja?? Mianne, ne.. aku telah membuatmu terkejut ”
Ia beranjak dari sisiku dan mengulurkan tangannya untuk membantuku bangkit dari lantai..
“ Aku taeyeon.. mianne “
“ Tiffany inmida “
Aku membalas uluran tangannya sehingga, kini aku telah berdiri dihadapannya. Taeyeon tersenyum manis padaku, senyumannya membuatku kebingungan dan gugup. Aku pikir wajahku saat ini terlihat sangat memalukan.
“ Dialekmu lucu sekali “
“ Ne?? “
“ Kau bukan orang korea kan?? “
“ … “
“ Wae?? Apa aku membuatmu tersinggung? “
“ Aniyo.. aku memang lahir dan besar diamerika “
“ Jinja?? Daebakk.. sudah berapa lama kau tinggal dikorea? Sepertinya belum lama ya? “
“ Ne, baru beberapa bulan setelah omma dan appaku meninggal “
“ Ne?? Orangtuamu sudah meninggal? Mianne… aku tak bermaksud.. “
“ Gwenchanayo.. aku pamit “
“ Oh.. ne.. mianne “
Taeyeon melambaikan tangannya ke arahku, membuatku tersenyum dan memperlihatkan eye smile yang aku miliki. Terlihat sekali, ekspresi yang baik ketika aku melihat wajahnya. Akankah ia menjadi temanku juga seperti jessica?? Aku harap seperti itu, aku merasakan kenyamanan saat bersamanya meskipun dalam pertemuan pertama yang singkat.
***
Saat pertemuan singkat itu, aku dan taeyeon selalu bertemu diperpustakaan. Dan kini, sudah 7 bulan aku menuntut ilmu dikampus sungkyungwan, dan waktu 7 bulan itulah aku dan taeyeon menghabiskan waktu bersama. Dan harapanku pun terkabul.. ia memintaku untuk menerimanya sebagai sahabat karib untukku dan aku menerimanya. Terlihat sekali, wajahnya yang kegirangan ketika aku mengatakan “Iya” untuk menjadikan dirinya teman baikku sehingga ia memberikan pelukan yang hangat untukku. Aku merasakan jantungku yang berdegup kencang saat ia memberikan pelukannya kepadaku sedangkan, aku hanya bisa tersenyum dengan senyuman yang terbaik yang aku perlihatkan padanya.
Perlahan tapi pasti, aku sering bersama dengannya hingga suatu saat aku menyadari kalau aku tak bisa jauh dari taeyeon dan sebaliknya taeyeon kepadaku. Dengan kedekatan kami, aku lebih merasakan bagaimana dia mengajarkan aku dengan segala kondisi yang ia perlihatkan dengan menjadikan kehidupan orang sebagai contohnya untuk bisa bertahan hidup dalam segala kondisi, taeyeon dan seohyun memberikan hal-hal yang baru dan membuatku bisa lebih menikmati hidup.. aku sangat menyayangi taeyeon.
Aku berusaha untuk selalu menemani taeyeon meskipun, ketika ia sedang bekerja ditoko rotinya dan aku akan pulang setelah taeyeon selesai bekerja ditokonya. Taeyeon telah menyelesaikan pekerjannya dan kini, kami tengah berjalan diantara toko-toko yang elite sambil bercanda gurau bersama. Aku sangat bahagia, jeongmal sangat bahagia.. aku berharap aku bisa terus seperti ini dengannya. Namun, harapanku itu perlahan aku lepaskan ketika taeyeon disibukkan dengan tokonya yang mulai berkembang pesat namun, taeyeon selalu berusaha untuk meluangkan waktunya untukku dan faktor utama yang membuat harapanku perlahan aku lepaskan adalah.. ketika aku mengetahui penyakit paru-paru basah yang aku derita. Aku sangat sedih ketika, dokter memberitahu penyakit yang aku rasakan selama beberapa bulan terakhir ini. Aku merasakan ketakutan yang hebat, aku takut, aku takut tak bisa hidup lebih lama lagi dan tak bisa menemani taeyeon lagi. Aku tak berani memberitahukan penyakit ini kepada taeyeon, aku hanya bisa melakukan perhatian yang lebih kepada taeyeon, lebih sering menemaninya pergi kemana pun itu.. melakukan apa yang diinginkan taeyeon seperti memanjakkannya dan membiarkan ia tertirdur dipangkuanku dikursi taman ketika kami melihat dedaunan dan bunga-bunga yang mulai berguguran disekitar kami. Nafasku tersenggal ketika melihat wajah seseorang yang sangat berarti bagiku tertidur dengan tenang dipangkuanku membuatku menahan air mata yang tak bisa ku bendung lagi. Hingga aku pun menangis dan sedikit meneteskan air mataku diwajah taeyeon sampai akhirnya, aku pun tertidur…
‘ Chu ‘
Aku merasakan sesuatu mengecup bibirku dengan lembut. Membuatku tersadar dari mimpi burukku… oh tuhan, aku harap.. aku sedang tidak bermimpi saat ini
“ Ppany “
“ … “
“ Ppany, ppany tiffany… lekaslah bangun.. ini sudah sore, kita harus segera pulang “
Ucapannya membuatku mengembangkan senyumanku sehingga membuat dirinya ikut tersenyum dan tertawa girang. Tuhan.. aku mohon, biarkan aku hidup lebih lama lagi dengan berada disisi taeyeon. Aku pun terbangun dengan senyuman yang mengembang diwajahku, taeyeon mengajaku pulang tetapi aku hanya diam membuatnya kebingungan.
Aku menginginkan situasi ini lebih lama lagi tapi, taeyeon tak mengerti apa yang aku inginkn sekarang. Ia hanya bisa memaksaku pulang bersama dengannya karna ia mengetahui kondisi kesehatanku yang terus menurun.
“ Ppany~ah.. kau ini sedang sakit, kau harus pulang sekarang “
“ Shiro.. aku menginginkan kita untuk lebih lama lagi disini taeyeon~ah “
“ Kajiman, kau harus memperhatikan kesehatanmu. Kajja.. “
Taeyeon membalikkan tubuhnya dan berlutut membelakangiku. Itu tandanya, ia memintaku untuk naik ke punggungnya sehingga ia bisa menggendongku dan membawaku pulang. Aku pun pasrah dengan permintannya dengan menuruti perintahnya dengan baik dan terlihat, senyuman yang mengembang diwajahnya ketika aku mengikuti kemauannya. Taeyeon, kau tau??? Kebahagiaanku ada padamu taeyeon~ah… saranghae.

“ Ketika aku tak lagi bersama denganmu, perlu kau tau. Aku akan selalu ada bersamamu, disini. Dihatimu dan aku akan menunggumu diduniaku yang baru. Terimakasih taeyeon~ah, kau telah menjaga, merawat dan melindungiku hingga nafas terakhir yang aku hirup bersamamu dalam pelukan yang kau berikan padaku dan tetesan air mata yang kau tumpahkan diwajahku “. – Tiffany –

***
Sebelumnya, aku telah mengetahui penyakit yang ia derita melalui dokter yang menanganinya. Hatiku hancur saat mendengar penyakitnya, tetapi hingga nafas terakhirnya.. ia masih tak berani memberitahukan penyakitnya padaku. Aku telah merasakan kondisi tubuhnya yang melemah ketika aku menggendongnya untuk pulang bersamaku, tubuhnya terasa dingin. Aku pun merasakan tetesan air mata yang membasahi punggungku dengan isakan yang terdengar dibelakangku. Ingin rasanya aku menangis dan menahannya untuk hidup lebih lama lagi tetapi, takdir berkata lain. Tiffany pergi untuk selamanya dalam pelukan terakhir yang aku berikan padanya, mengantarkannya ke dunia yang baru.
Aku menangis sejadi-jadinya saat aku merasakan sosok tiffany yang berhenti untuk bernafas dengan tetesan air mata yang jatuh di telapak tanganku.

“ Tiffany Hwang Miyoung, terimakasih untuk segalanya. Jangan lelah menungguku didalam dunia barumu, cepat atau lambat aku pun akan pergi meninggalkan dunia ini dan kita akan bertemu kembali. Berjanjilah padaku, miyoung. Nado Saranghae “. – Taeyeon –

END

17 comments

  1. mungkin taeng blum bisa bersatu sm fany di sini tetapi mungkin mereka bisa bersatu di alam lain..
    Yaa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s