(Oneshoot) The One

067416

Title : The One

Author: Adelayn Tiffany

Genre: Sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang

Kim taeyeon

Support cast: SNSD

Jangan berbuat kejahatan, dan jangan lupa RCL, happy reading ^^

***

Saat ini, SNSD sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan diri mereka setelah beberapa hari yang lalu mereka melakukan comeback dengan lagu baru mereka. Itu membuat semua SONE kegirangan, tak hanya sone yang kegirangan tetapi semua member pun sama senangnya karna mereka bisa melihat orang-orang yang selalu mensupport mereka sampai saat ini. Terlihat, para member tengah berlatih dengan memantapkan dance dan suara mereka masing-masing. Hingga akhirnya, pelatih mereka pun memberikan waktu istirahat untuk mereka. Cerita pun dimulai…

“ Aigoo… ini sangat menyenangkan “ ucap tiffany dengan girang sambil duduk disamping hyoyeon. Kegirangannya tak seperti kondisi yang terlihat pada wajahnya yang pucat dan kelelahan.

“ Kau yakin? “ tanya hyoyeon yang baru saja meneguk habis minumannya dan terkejut ketika melihat wajah tiffany

“ Wae?? Ini benar-benar sangat menyenangkan bukan? “

“ Kau mau minum? Biar aku ambilkan “ ucap hyoyeon yang bersiap untuk beranjak dari samping tiffany untuk mengambilkan sebotol air mineral lagi.

“ Gwenchanayo, aku tak haus. Tetaplah disini, aku ingin bersandar padamu. Bolehkah? “ ucap tiffany dengan menarik lengan hyoyeon dengan lembut

“ Kajiman, kau benar-benar terlihat kelelahan fany~ah “ ucap hyoyeon khawatir

“ Gwenchanayo, gwenchana “ jawab tiffany yang sudah memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya dibahu hyoyeon

“ Yya, fany~ah!! Wajahmu terlihat sangat buruk, kau harus minum! “ teriak sooyoung dari seberang tiffany dan hyoyeon.

“ … “. Tiffany menghiraukan teriakan sooyoung, ia terus memejamkan matanya dan  menikmati saat itu dengan menyandarkan kepala dibahu hyoyeon. Hal itu, mengundang semua member kebingungan dan khawatir terutama pada hyoyeon yang kini tengah meminjamkan bahunya untuk tiffany.

“ Dimana taeyeon? “ bisik sooyoung kepada sunny

“ Dia sedang ada janji dengan seseorang “ jawab sunny dengan bisikkannya yang membuat orang geli ketika mendengarnya.

“ Aigoo.. taeyeon selalu seperti itu, ngomong-ngomong bisikkanmu itu membuat bulu kudukku merinding “

“ Yya, sooyoungie! “ ucap sunny yag segera menutup mulutnya agar ia tak merusak suasana yang tengah terjadi saat ini.

Keheningan terus berlangsung selama waktu istirahat terlebih ketika fany yang tak sengaja tertidur lelap dibahu hyoyeon, membuat semua member kecuali taeyeon mencoba mendekatkan diri dengan tubuh tiffany yang tengah tertidur tersebut.

“ Ada apa dengannya?? “ Bisik yuri

“ Ne, apa dia sakit? “ tanya hyoyeon khawatir

“ Wajahnya benar-benar buruk sekarang “ ucap yoona

“ Perlukah kita memanggil dokter? Atau perlukah kita memanggil taeyeon? “ tanya sooyoung

“ Taeyeon?? Apa mereka bertengkar? “ ucap jessica kebingungan

“ Bertengkar?? “ tanya yoona, hyoyeon, sooyoung, sunny dan yuri bersamaan dan tak sengaja sedikit berteriak didekat tiffany membuat mereka saling menutup mulutnya masing-masing. Namun, hal itu tak mengusik tidur tiffany.

Hening…

Para member terus memandangi wajah tiffany dalam hingga akhirnya, tiffany terbangun dan membuka matanya dengan keterkejutan yang ia perlihatkan ketika semua member tengah memandanginya dengan memincingkan mata mereka.

“ W-wae?? Wae?? “ tanya tiffany dengan gugup

“ Apa kalian bertengkar? “ tanya jessica yang terus menatap tajam tiffany

“ Bertengkar? Nugu?? “ tanya tiffany kebingungan

“ Siapa lagi kalau bukan kau dan taeyeon “

“ Aku dan taeyeon?? Aniyo.. gwenchanayo, kami tak bertengkar. Lagi pula, taeyeon sedang sibuk-sibuknya saat ini. Dia tidak punya waktu untuk bertengkar denganku, arra? “ jelas tiffany pada semua member namun, kekhawatiran yang terlihat pada wajah member tidak bisa hilang begitu saja

“ Pasti ada sesuatu yang terjadi padanya “ bisik sooyoung kepada jessica, dan mereka pun kembali melakukan latihan dance dan menyanyinya termasuk tiffany.

***

Tiffany POV

Sudah beberapa hari ini, taeyeon terlihat sangat berbeda. Ia bukan taeyeon seperti biasanya, kini ia lebih senang berada diluar asrama. Bukan karna manager oppa memberi banyak pekerjaan padanya tapi, belakangan ini taeyeon selalu ada alasan untuk keluar dari asrama dan menurut manager oppa, taeyeon menemui seseorang. Hal itu mengundang kepenasaranku untuk menyelidikinya kini, taeyeon terlihat sangat misterius dan aku pikir hal ini bukan hanya aku yang merasakannya tetapi sunny sebagai rommatenya sepertinya sedikit mengetahui sesuatu tentang taeyeon yang akhir-akhir ini berbeda.

Hari ini, seperti biasa SNSD berlatih untuk penampilan kami selanjutnya.. aku mengikuti schedule dengan baik tanpa taeyeon yang kini tengah sibuk dengan schedule individunya. Sudah beberapa hari kami tidak bertemu bahkan menyapa pun tidak, taeyeon pun tak biasanya tak mengirimiku sebuah pesan singkat. Ini membuatku sedih, terlebih aku sangat sedih ketika ia menolak permintaan sunny untuk tidur dikamarku. Biasanya taeyeon selalu ingin tidur bersamaku bahkan, ia rela memutar balikkan otaknya untuk mencari alasan yang masuk akal agar dirinya bisa terus tidur bersama denganku dikamarku yang luas.

Aku dan semua member sudah melakukan dance dengan beberapa lagu yang sudah kami nyanyikan, cukup lelah untuk kami tapi, aku tak ingin memperlihatkan kelelahan dan kesedihan yang tengah terjadi padaku didepan semua member, itu akan membuat mereka khawatir dan ikut bersedih. Aku mengambil tempat duduk disamping hyoyeon, meminta izin untuk menyandarkan kepalaku yang terasa sedikit pusing. Aku sadar, wajahku mungkin tidak lebih baik sekarang hingga aku merasakan tanda tanya dan kekhawatiran yang dirasakan semua member dibenak mereka. Namun, aku berusaha menutupinya dengan berpura-pura tidur dengan tenang. Memang sudah beberapa hari yang lalu, aku merasakan dadaku sesak. Namun, dengan aku mengingat taeyeon dan SNSD.. aku tak merasakan kesakitan itu.

Hening.. kesepian.. itu yang aku rasakan, seolah-olah semua member tengah meninggalkanku.

“ Ada apa dengannya?? “ aku mendengar bisikan yuri yang ingin membuatku tertawa namun, aku mencoba untuk tidak tertawa mendengar percakapan yang tengah mereka bicarakan tentang aku.

“ Ne, apa dia sakit? “

“ Wajahnya benar-benar buruk sekarang “

“ Perlukah kita memanggil dokter? Atau perlukah kita memanggil taeyeon? “

Taeyeon?? Kenapa mereka berfikir kalau mereka harus menghubungi taeyeon karna kekhawatiran yang terjadi pada mereka karna ulahku, aku tak ingin mengganggu taeyeon saat ini.

“ Taeyeon?? Apa mereka bertengkar? “

Aniyoo, sica.. aku hanya membutuhkan waktu sendiri, kami tidak bertengkar.. hanya saja kini taeyeon sudah berbeda bagiku, ia bukan taeyeon yang selalu tersenyum dan menemaniku setiap saat. Taeyeon tengah sibuk dengan schedulenya dan terlihat sangat dingin padaku, mungkin karna ia kelelahan??

“ Bertengkar?? “ tanya yoona, hyoyeon, sooyoung, sunny dan yuri bersamaan dengan sedikit berteriak didekatku membuat mereka saling menutup mulutnya masing-masing. Namun, aku tetap berpura-pura tak mendengar apapun hingga aku membuka mataku dan mendapati pertanyaan dari beberapa member tentang aku dan taeyeon. Hingga akhirnya, kami kembali berlatih dan setelah selesai latihan hari itu.. kami pun kembali ke asrama.

***

Hening…

Kini, tiffany tengah merebahkan tubuhnya ditempat tidur setelah membersihka seluruh tubuhnya. Ia terdiam, sambil memandang ke atas seolah-olah ia tengah mengamati sesuatu yang membuatnya tersenyum dan merasakan kenyaman. Ya.. tiffany memutar kembali memorinya untuk mengingat setiap moment yang dilalui bersama taeyeon, moment dimana saat mereka belum bergabung dengan SNSD hingga beberapa bulan yang lalu, taeyeon masih bisa membagi waktunya dan bisa menyempatkan mengiriminya pesan singkat atau pun sekedar membalas pesannya. Namun, hal itu sudah tidak lagi. Taeyeon benar-benar sudah berubah, membuat tiffany meneteskan air matanya dan menangis sejadi-jadinya. Namun, tiffany tak membiarkan para member mendengar isak tangis didalam kamarnya. Namun, apa yang terjadi? Semua member tengah menguping tiffany didepan kamarnya dan mereka mendengar isak tangis dari dalam kamar tersebut hal itu, membuat hati mereka sakit dan khawatir terlebih karna tiffany tak memiliki siapa-siapa di seoul.. mereka sudah memahami semua member terutama pada hubungan taeny yang belakangan ini terlihat tak baik, terlebih sikap taeyeon yang telah berubah pada tiffany.

“ Aku pulang “ ucap taeyeon yang baru saja pulang dengan membawa bungkus makanan membuat sooyoung dan yoona kegirangan namun, member yang lain masih tak menyadari akan kedatagan taeyeon ditengah-tengah mereka. Hal itu, mengundang kepenasaran taeyeon.

“ Wae? Gwenchana? “ tanya taeyeon kebingungan dengan menyimpan bungkusan makanan dimeja makan

“ Aniyoo… aku tak tau apa yang tengah mereka lakukan disana “ jawab sooyoung yang sibuk mengeluarkan makanan dari bungkusan yang dibawa taeyeon, diikuti dengan yoona.

“ Yya!! Apa yang sedang kalian lakukan disana? Bahkan, kalian tidak menyadari kalau aku sudah pulang “ ucap taeyeon membuat member lain menyadari hal tersebut

“ Aniyoo.. “ jawab sica yang segera menghampiri dan mengalihkan pembicaraan dengan membantu sooyoung dan yoona mengeluarkan makanan dari balik bungkusan diikuti dengan member yang lain

“ Kalian benar-benar aneh, masaklah.. aku ingin mandi dulu “

“ Ne.. “ jawab hyoyeon yang segera mempersiapkan makan malam untuk semua member dibantu dengan member yang lain sedangkan, taeyeon masuk ke kamarnya dan membersihkan dirinya. Dan ia pun menyempatkan diri untuk merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.

***

Taeyeon POV

Aku merebahkan tubuhku dan memikirkan sesuatu. Sudah beberapa bulan ini, aku merasa sangat lelah. Cukup banyak yang harus aku lakukan dengan banyaknya schedule individuku terlebih, karna aku pun bekerja dengan beberapa artis namja di industri musik sehingga aku harus menyempatkan waktu untuk bertemu dan berdiskusi dengan mereka. Dan baru beberapa bulan ini SNSD comeback dengan lagu terbaru kami, aku benar-benar sangat lelah hingga aku tak ada waktu untuk bisa bersama fany seperti biasanya, entah untuk menyapanya atau menemaninya pergi ataupun bermain aku tak bisa. Dan aku baru menyadarinya, aku menyadari bahwa aku merindukan sosok seorang fany disampingku. Oya, saat aku masuk ke asrama.. aku juga tak melihat fany, aku hanya melihat para member tengah berdiri didepan kamar fany. Apa ada sesuatu yang terjadi padanya? Perasaanku mulai tak karuan dan saat ini, aku merasa tak enak badan.

Tok..tok.. tok..

“ Taeyeon~ah “ panggil sunny yang hanya memperlihatkan kepalanya dari balik pintu

“ Ne? waeyo sunny? Kenapa kau diam disana, masuklah “

“ Hmm.. “ jawab sunny yang segera menghampiri dan duduk disamping taeyeon

“ Bolehkah aku bertaya padamu? “

“ Tentu saja, wae? Gwenchana? “

“ Hmm.. “

“ Oya, tadi aku tak melihat fany, kemana dia? “

“ Hmm.. inilah yang ingin aku tanyakan padamu “

“ Wae? Apa dia sedang sakit? Katakan, ppali “

“ Kau masih mengkhawatirkannya? Sebenarnya apa yang tengah terjadi pada kalian? “

“ Apa yang terjadi? Maksudmu? “

“ Apa kalian bertengkar? “

“ Bertengkar?? Aniyoo.. kami tidak bertengkar, ada apa? apa ada sesuatu yang terjadi pada fany? “

“ Hmm.. saat latihan tadi, wajah fany tak secerah biasanya. Dia terlihat murung bahkan wajahnya pucat dan kami lihat, akhir-akhir ini kau terlihat misterius. Kau sering keluar dengan seorang namja kan? Jujurlah padaku, ada apa sebenarnya? “

“ … “

“ Apa kau tengah berkencan? “

“ Ne?? aniyoo.. “

“ Lalu? “

“ … “

“ Kau tak ingin memberitahuku? “

“ … “

“ Yasudah, kau tak usah menceritakannya padaku. Tapi, aku dan member yang lain menginginkan hubungan taeny kembali seperti biasanya lagi. Kau tau kan, fany sangat menyanyangimu. Sesibuk apapun dia, dia selalu mencoba menghubungimu “

“ Ne.. “

“ Baiklah tae.. makanan sudah siap “ ucap sunny dan aku pun segera beranjak untuk bergabung dengan semua member. Aku berharap aku bisa melihat fany pada makan malam ini.

“ Kajja makan, aku sudah sangat lapar “ ucap sooyoung yang sudah siap dengan alat makan yang berada ditangannya diikuti dengan member yang lain.

“ Hmm.. “

Sepertinya ada yang hilang, hmm.. fany, aku tak melihat fany bergabung bersama kami. Aku benar-benar mulai khawatir saat ini

“ Wae, taeyeon? “ tanya hyoyeon membuyarkan lamunanku

“ Wae? Gwenchana? “ tanya sica kepadaku membuatku gugup, tak lama pintu kamar fany terbuka dan itu tak jauh dari ruang makan. Kami semua menoleh ke arah fany yang tengah berjalan untuk menghampiri kami dengan senyuman yang mengembang diwajahnya. Namun, ada yang berbeda.. matanya terlihat sembab dan pucat. Aku menyimpan banyak tanya tentangnya, melihatnya seperti itu membuatku sakit.

Fany melewatiku dan tanpa menoleh ke arahku, ia terus berjalan melewati para member dan mendekati lemari freezer.

“ Fany~ah, kajja kita makan bersama “ ajak sica dengan memperlihatkan makanan yang sudah dihidangkan diatas meja. Fany mengambil air dingin dari dalam kulkas dan meneguk habis minuman tersebut dan sesekali memukul dadanya dengan perlahan. Ada apa dengannya? Apa fany sedang sakit?

“ Ne? aku tak lapar, kalian makanlah yang banyak “ jawab fany dengan memperlihatkan eye smilenya tapi, ia masih tak melihatku, ia tak menatapku bahkan seharusnya ia memelukku.

“ Wae eon? Mani appo? “ tanya seohyun

“ Aniyo.. gwenchanayo, aku hanya ingin beristirahat. Aku duluan ne, nikmati makan malam kalian “ jawab fany dengan eye smilenya dan segera meninggalkan kami.

Ada apa dengannya, dia benar-benar sangat aneh.

Semua member pun, segera melahap habis makanannya kecuali fany yang tidak ikut makan malam bersama kami dan aku benar-benar sangat bersedih melihat respon fany yang tak menatapku sama sekali.

“ Taeyeon~ah.. kau sakit? Wajahmu pucat “ ucap sunny khawatir

“ Jinja.. “ ucap sooyoung yang langsung menempelkan tangannya dikeningku

“ Aigoo.. kau demam tae, kajja aku akan mengantarmu ke kamar “ ucap sooyoung

“ Aniyo, gwenchanayo.. aku tak apa-apa. Aku bisa sendiri, mianne membuat kalian khawatir “ jawabku dengan segera beranjak dari kursi dan berjalan mendekati kamarku dan sunny.

Namun, entah apa yang terjadi, tiba-tiba pandanganku mulai tak jelas. Kepalaku terasa berat hingga akhirnya, hanya kegelapan yang terlihat olehku.

***

Tiffany POV

Aku merasakan sakit yang terjadi pada dadaku, ini benar-benar sakit. Terdengar, suara para member yang bersiap untuk menyantap makan malam mereka dan aku pikir taeyeon ada disana. Aku paksakan kaki ini melangkah keluar untuk meminum air mineral yang segar meskipun sangat terlihat mata yang sembab pada mataku, aku pikir hal ini tak akan membuat taeyeon khawatir ketika melihat wajahku. Tapi, member yang lain pasti akan sangat mengkhawatirkanku. Aku meneguk habis satu gelas dan berusaha untuk tersenyum meskipun yang aku rasakan berbeda dengan senyuman yang aku kembangkan diwajahku. Terlihat, kekecewaan yang ada diwajah taeyeon. Wae, wae dia hanya terus menunduk.. ia tidak menatapku atau melemparkan senyuman untukku, melihatnya membuatku ingin menangis. Dan aku pun segera masuk ke kamar setelah aku menolak ajakan sica dan member yang lain dengan hati-hati agar mereka tak tersinggung. Aku terdiam, dibalik pintu kamarku.. seketika, tubuhku merosot dengan lemah.. aku hanya bisa menangis sambil memeluk lututku yang terlihat tak berdaging, sekurus ini kah aku? Aku benar-benar kesepian saat ini, taeyeon benar-benar sudah berubah sekarang. Aku menangis sejadi-jadinya, menangis dibalik memori yang indah dimasa lalu bersama taeyeon.

Namun, aku mendengar sesuatu yang keras diluar sana dan mendengar kepanikan para member yang membuat aku berhenti menangis juga membuat dadaku kembali sakit dan sesak.

“ Tae?? “ panggil sica panik

“ Tae? “. Apa yang terjadi diluar sana, itu membuatku begitu khawatir terutama semua member memanggil nama tae berkali-kali.

Tiffany POV END

***

Taeyeon tak sadarkan diri ketika ia akan masuk ke dalam kamarnya, membuat semua member khawatir.

“ Tae?? “ panggil sica dengan menarik tubuh taeyeon yang sudah tak sadarkan diri membuat semua member khawatir. Dengan cepat, sica dan soyooung membawa taeyeon ke dalam kamarnya dan merawatnya. Taeyeon mengalami demam, untunglah demamnya tak terlalu tinggi dan bisa segera turun dengan cepat sehingga ketenangan pun dapat dirasakan oleh semua member.

Tok..tok..tok..

Seseorang membukakan pintu kamar SunTae dengan hati-hati, hal itu membuat sunny dan hyoyeon menoleh ke arah pintu yang terbuka. Terlihat, sosok tiffany yang tengah berdiri disana dengan matanya yang sembab dengan kekhawatirannya kepada taeyeon.

“ Fany~ah, gwenchanayo? “ tanya hyoyeon terkejut melihat wajah tiffany

“ Sstt.. kecilkan suara kalian “ jawab fany yang kini sudah berada didalam kamar bersama mereka

“ Wae? Wae kau kesini? “ tanya sunny

“ Bagaimana keadaan tae? “ tanya tiffany

“ Dia sedang tidur, demamnya tidak terlalu tinggi “ jawab hyoyeon

“ Jinja? Kalau begitu, kalian bisa istirahat. Biar aku yang menjaga tae “ ucap fany membuat hyoyeon dan sunny membelalakkan matanya

“ Wae? “ tanya tiffany kebingungan

“ Kau serius, wajahmu lebih buruk dari taeyeon. Bahkan, besok kita akan melakukan perform.. kau masih ingin merawat taeyeon?? Kau harus istirahat juga fany “ ucap sunny yang berusaha memelankan suaranya.

“ Aigoo.. ppali, sunny kau tidur dikamarku saja. Sana.. dan besok bangunkan aku lebih awal “ ucap tiffany sambil menarik tubuh sunny dan hyoyeon untuk keluar dari kamar tae. Sunny dan hyoyeon pun, keluar dari kamar dengan kekhawatiran diwajah mereka

“ Ottokkae?? “ ucap sunny sari balik pintu kamarnya

“ Ne, sekarang aku benar-benar mengkhawatirkan fany “ ucap hyoyeon gelisah

“ … “

“ Kita harus menjaga tiffany esok hari, yakso? “ tanya hyoyeon

“ Yakso! “ jawab sunny dengan mengaitkan jari kelingkingnya pada kelingking hyoyeon, mereka pun segera beristirahat dan akan membangunkan tiffany sebelum mereka membangunkan taeyeon.

Didalam kamar SunTae, tiffany duduk disamping tempat tidur taeyeon, memandangi taeyeon cukup lama. Ia menggenggam tangan taeyeon..

“ Tae tae, wae sekarang kau menjadi berbeda.. kau tidak seperti tae yang selalu menjagaku. Apakah karna kau terlalu sibuk? Aku harap seperti itu. Apapun perubahan yang kau lakukan didepanku, biarkan aku menemanimu dan menjagamu malam ini atau mungkin seterusnya “ gumam tiffany.

Tiffany pun, segera mengopres taeyeon hingga ia tertidur pulas disamping taeyeon.

***

“ Kau sudah bangun? Bagaimana keadaanmu? “ tanya sica sambil memakan cemilannya ketika taeyeon baru keluar dari kamarnya dengan wajah yang terlihat lebih segar dari kemarin

“ Ne, aku sudah lebih baik sekarang. Bagaimana dengan yang lain, apa semuanya sudah siap? “ tanya taeyeon

“ Mereka semua sudah ada dimeja makan, kau makanlah yang banyak “ jawab sica yang masih memakan cemilannya, kali ini sica menjawab pertanyaan taeyeon sambil membaca salah satu majalah fashion.

“ Arra, omoo.. kau tak makan? “ tanya taeyeon yang baru menyadari sica yang tak bergabung dengan member yang lain

“ Ne, aku tak kuat dengan bau mentimun “

“ Jinja? Pagi ini mereka memakan mentimun juga? “

“ Ne, sarapanlah.. “

“ Arra.. aku sarapan dulu “ jawab taeyeon yang segera meninggalkan sica diruang televisi sendirian.

Terlihat, beberapa member yang tengah menyantap makanan mereka kecuali sica dan…

Tiffany, pagi ini taeyeon tak melihat lagi sosok seorang tiffany yang bergabung bersama mereka.

“ Kau sudah lebih segar sekarang tae.. “ ucap sooyoung yang terus mengunyah makanannya

“ Ne, siapa yang merawatku? Gomawo ne.. “ jawab taeyeon dengan girang membuat hyoyeon dan sunny saling berpandangan.

“ Fany, dimana dia? “ tanya taeyeon kebingungan

“ Fany? “ tanya sooyoung dan yuri bersamaan

“ Ohh.. fany sudah ada dimobil “ jawab sunny santai. Hal tersebut mengundang tanda tanya taeyeon.

“ Jinja? Dia tak sarapan? “ tanya yuri

“ Molla.. “ jawab sunny sedangkan, taeyeon hanya terdiam dan segera melahap sarapannya. Setelah para member selesai memakan sarapan mereka, taeyeon meminta semua member untuk masuk ke dalam van agar mereka bisa segera meluncur ke lokasi perform musicbank korea.

Diperjalanan…

Situasi di van sangat hening.. semua orang sibuk dengan pikirannya masing-masing sedangkan, tiffany yang duduk dihimpit oleh sunny dan hyoyeon tengah tertidur dengan sebuah kacamata hitam yang menutupi matanya yang masih terlihat sedikit sembab.

Sunny dan hyoyeon bermain dengan perbincangan mereka tanpa mengeluarkan suara mereka, mereka membicarakan keadaan tiffany yang membuat mereka khawatir.

“ Ottokkae? Sepertinya fany belum sarapan “ bisik sunny kepada hyoyeon

“ Jinja?? “ bagaimana bisa? “ bisik hyoyeon

#Flashback ON

“ Fany~ah.. bangunlah, ini sudah pagi. Kita harus bersiap-siap “ ucap sunny yang membangunkan tiffany dengan hati-hati perlahan, mata tiffany pun terbuka.

“ Ne? gomawo sunny~ah, aku akan segera bersiap-siap. Setelah aku keluar, tolong bangunkan taeyeon, demamnya sudah turun semalam. Jadi aku pikir saat perform nanti, taeyeon sudah bisa seperti biasa lagi “ ucap fany sebelum ia melanjutkan untuk melangkahkan kakinya keluar dari kamar SunTae. Sunny pun mengangguk mantap dan segera membangunkan taeyeon ketika tiffany sudah keluar dari kamar mereka.

“ Tae, bangunlah.. kita harus bersiap-siap bukan? “ ucap sunny yang membangunkan taeyon dengan hati-hati

“ Hmm “

Taeyeon menggeliat kemudian, membuka matanya secara perlahan.

“ Morning sunshine “ sapa taeyeon sambil tersenyum senang

“ Sunshine?? “ tanya sunny terkejut

“ Ne? “ tanya taeyeon yang tak menyadari sapaanya itu

“ Taeyeon~ah, gwenchana? “

“ Ne? aniyoo.. ne, gwenchanayo.. aku akan segera bersiap-siap “

“ Ne, ppali ne. semua member sebentar lagi akan sarapan “

“ Ne “ jawab taeyeon yang sudah berada didalam kamar mandi.

Sunny pun keluar dari kamarnya kemudian, masuk ke dalam kamar tiffany.

“ Fany~ah “ panggil sunny

“ Ne? “ tanya tiffany dengan menoleh kepada sunny dengan memperlihatkan eye smilenya

“ Gwenchanayo? Sepertinya kau sedang sakit? Apa kau sedang ada masalah? Bolehkah aku mengetahui masalahmu? Siapa tau aku bisa membatumu “

“ Hmm.. gwenchanayo sunny ah, aku hanya merasakan perubahan yang terjadi pada diri taeyeon. Hal itu membuatku sedikit sedih, tapi kau tak usah khawatir. Jeongmal gwenchana.. apa tae sudah bangun? “

“ Arra, aku mengerti perasaanmu itu. Kalau kau sudah siap, makanlah bersama ne. tae sudah bangun, bahkan tadi ia menyapaku dengan saapn yang biasa ia lakukan padamu “

“ Jinja? Hmm.. Sepertinya aku tak akan sarapan “

“ Wae? “

“ Aku tak lapar sunny ah, aku akan tidur dimobil saja “

“ Jinja? Kau yakin? Tapi, fany~ah.. kau ak.. “

“ Gwenchanayo, tak akan ada yang terjadi padaku nanti “ jawab tiffany sambil tersenyum

“ Yakso? “

“ Yakso.. “

#Flashback END

Snsd pun sampai dilokasi musicbank, semua sone menyambut mereka dengan meriah bahkan ketika taeyeon tengah berjalan dengan santai, salah satu sone yang sangat bahagia menghampirinya dan memaksa taeyeon untuk menandatangi dinotebooknya. Namun, hal tersebut membuat semua sone ingin mendapatkan tandatangan taeyeon juga sehingga taeyeon terdorong keras kebelakang dan hampir terjatuh.

“ Awasss!! “ ucap tiffany yang segera menangkap tubuh taeyeon sehingga, tak sengaja siku taeyeon pun terlempar mengenai dada tiffany.

“ Uhukkk.. “ Tiffany terbatuk dengan memegangi dadanya

“ Omo.. fany~ah, gwenchana? Mianne “ ucap taeyeon terkejut

“ Gwenchana, ppali “ jawab tiffany yang segera menarik tubuh taeyeon untuk segera masuk ke lobby dengan dibantu pengawal dan member yang lain. Terlihat, kekhawatiran yang terpancar dari wajah taeyeon, sunny dan hyoyeon ketika melihat tiffany yang terus memegangi dadanya. Saat diruang make up snsd, tiffany terus terbatuk sambil memegangi dadanya yang mulai terasa sesak untuknya.

“ Fany~ah, gwenchana? “ tanya taeyeon khawatir

“ Tae, apa kau akan kembali seperti dulu lagi dengan kembali mengkhawatirkanku seperti sekarang? “ batin tiffany yang terus terbatuk

Tiffany hanya memperlihatkan kelima jarinya, tanda bahwa ia tak apa-apa.

“ Kajja.. minumlah ini “ ucap hyoyeon dengan menyodorkan sebotol air mineral kepada tiffany, tiffany pun menerimanya dan segera meminumnya hingga habis.

“ Gwenchana? “ tanya sica dengan menepuk bahu tiffany lembut

“ Ne, aku sudah tak apa-apa “ jawab tiffany dengan memperlihatkan senyuman manisnya, itu membuat semua member berhenti mengkhawatirkannya.

“ Aku sudah tak apa-apa, tapi.. dadaku terasa sesak “ batin tiffany

Beberapa jam berlalu, kini waktunya untuk snsd tampil diatas stage. Mereka semua bersiap-siap, dan segera bernyanyi dan menari ketika musik dimainkan. Hingga, penampilan terakhir mereka pun disambut dengan tepuk tangan yang meriah.

Mereka pun, kembali ke ruangan snsd.

“ Fany~ah “ panggil  manager oppa, membuat semua member menoleh ke sumber suara

“ Ne? “

“ Kajja.. “

“ Kajja?? Kemana oppa? “ tanya tiffany kebingungan

“ Rumah sakit “

“ Ne??? “ tanya tiffany dan beberapa member snsd yang lain

“ Waeyo? Aku tak apa-apa, oppa “ jawab tiffany

“ Fany~ah, ppali.. kita tak punya banyak waktu lagi “ ucap manager oppa

“ Kajiman.. “ ucap fany

“ Hyoyeon, kau ikut bersama kami. Temani fany “

“ Ne, oppa. Kajja “ ajak hyoyeon dengan merangkul tiffany sedangkan, member yang lain hanya bisa terdiam kebingungan namun, taeyeon hanya tersenyum karna sebenarnya dirinyalah yang merekomendasikan tiffany kepada manager agar segera membawa tiffany ke rumah sakit untuk diperiksa. Karna taeyeon merasakan ada sesuatu yang salah pada kesehatan tiffany akhir-akhir ini sehingga membuat para member dan dirinya khawatir.

***

“ Oppa.. wae aku harus dibawa kerumah sakit? Jeongmal, aku tak sakit apa-apa “ ucap tiffany yang sudah berada didalam van menuju ke rumah sakit terdekat.

“ Arra.. kamu memang merasakan baik-baik saja. Tapi, kami yang melihatnya tidak seperti itu fany~ah “

“ Kajiman.. “

“ Fany~ah, ini untukmu juga “ ucap hyoyeon dengan menggenggam erat tangan tiffany, hal itu membuat tiffany diam dan hanya mengikuti perintah managernya dan hyoyeon. Mereka menikmati perjalan menuju rumah sakit dengan melakukan aktivitas dan pikiran masing-masing. Sedangkan, tiffany tengah tertidur sambil terbatuk kembali.

CKIITTT….

BRUGGHH

Mobil yang membawa tiffany, hyoyeon dan sang manager mengalami kecelakaan yang parah. Mobil mereka ditabrak sebuah mobil besar, sehingga mobil yang membawa mereka terguling-guling dijalanan dan menyebabkan kemacetan. Tak hanya itu, hal itu menyebabkan kekhawatiran dari banyak pihak. Terutama pada member SNSD dan taeyeon, mereka menangis histeris ketika mendengar berita tersebut.

Semua bantuan telah dikerahkan untuk membatu kedua artis dan satu manager tersebut. Berita saat itu, telah memberitahukan dunia. Bagaimana kekhawatiran orang-orang semakin terasa ketika, petugas medis berusaha mengeluarkan tubuh tiffany yang terjepit diantara kursi kemudi dan samping kaca tiffany yang rusak berat akibat benturan yang ditabrakkan oleh mobil besar tersebut.

Member snsd yang kini sudah berada dirumah sakit terus menangis, ketika melihat hyoyeon yang lebih dulu sampai bersama manager snsd dengan luka yang tak begitu parah, kedua orang tersebut masih bisa sadar namun, mereka mengalami shock. Ketika salah satu stasiun televisi mengabarkan sulitnya petugas untuk mengeluarkan tiffany dari dalam mobil, menyebabkan semua member semakin menangis histeris terutama taeyeon yang tak kalah histeris dengan sica.

Hingga akhirnya, petugas pun berhasil mengeluarkan tubuh tiffany dan segera dilarikan ke rumah sakit.

***

~ Seoul Hospital..

Beberapa petugas medis segera membantu petugas ambulance yang tengah mengeluarkan seorang artis korban kecelakaan, dibantu dengan suster-suster yang sama paniknya.

Hal itu, membuat member snsd berlarian untuk melihat saudara mereka yang berhasil dikeluarkan petugas. Terlihat, tubuh mungil tiffany yang terbaring tak sadarkan diri dengan lumuran darah disekujur tubuhnya membuat member snsd berteriak histeris dan menangis sejadi-jadinya. Sedangkan taeyeon yang tak kuasa melihat keadaan tiffany seperti itu sehingga ia tak sadarkan diri dan harus dibawa ke ruang perawatan.

“ Fany~ahh… “ teriak semua member dengan histeris sambil menangis sedangkan, tiffany ia masih terlihat sangat cantik dan tenang meskipun wajahnya juga tubuhnya dilumuri banyak darah dirinya. Tiffany segera dilarikan ke dalam ruang tindakan dan segera ditindak oleh beberapa dokter dan suster.

***

Taeyeon POV

“ Miyoung.. “ panggilku, pandanganku masih gelap.

“ Miyoung~ah.. “ aku terus memanggil tiffany, aku ingin segera memeluknya dan meminta maaf padanya. Perlahan, kubuka mataku berharap sosok seorang tiffany sudah berada dihadapanku

“ Tae, tae.. “

“ Miyoung~ah, ani.. fany~ah “ ucapku tak menyangka ketika melihat sosok tiffany yang sudah berada dihadapanku dan tiffany terlihat baik-baik saja. Bahkan, ia terus tersenyum dihadapanku dengan memperlihatkan eye smilenya.

“ Ne, waeyo tae tae? Bogoshippo.. “ ucap tiffany yang segera memelukku, aku pun segera memeluknya dengan erat. Kemudian, kami melepaskan pelukan dan saling bertatapan..

“ Fany~ah, gwenchana? “

“ Waeyo? aku baik-baik saja, kau lihat sendiri bukan? “

“ Ne.. tapi, bukannya kau mengalami kecelakaan bersama hyoyeon dan oppa? Mianne, kalau saja aku tak meminta oppa membawamu ke rumah sakit, kau tak akan mengalami kecelakaan “

“ Kecelakaan? Aniyoo.. kami baik-baik saja, justru kau yang tiba-tiba tak sadarkan diri. Kau membuatku takut dan khawatir tae, tae.. “

“ Jinja?? “ tanyaku tak percaya dan berusaha memperjelas penglihatanku

“ Tae, tae.. aku pikir kau sudah berubah. Selama beberapa hari yang lalu, aku sedih dan kesepian. Aku pikir kau akan meninggalkanku, kini aku menyadari.. kau masih menjadi tae yang selalu aku miliki, kau masih menjadi tae-ku yang selalu mengkhawtirkanku. Gomawo ne, tae, tae.. jagalah kesehatanmu, jaga dirimu baik-baik.  Aku selalu berada disampingmu, yakso “

“ W-wae, wae.. kau berkata seperti itu? Kau tau, ucapanmu itu membuatku sedih.. temani aku fany~ah “

“ Ne, aku akan terus menemanimu sampai kapanpun.. lekaslah sembuh tae, tae.. saranghae “

“ Nado saranghae “

***

“ Miyoung.. “ taeyeon memanggil fany dalam mimpinya, hal itu membuat sunny yang tengah menjaganya bangkit dari sisi taeyeon dan segera memanggil dokter.

“ Miyoung~ah.. “ taeyeon terus memanggil nama tiffany, perlahan taeyeon membuka matanya dan berusaha bangkit. Namun, hal tersebut berhasil ditahan oleh dokter dan sunny.

“ Miss taeyeon, biar saya periksa dulu “

“ Fany, mana fany? “ tanya tae kebingungan kepada sunny yang tengah diperiksa dokter tersebut

“ Ne? fany? “ tanya sunny gugup

“ Ne, fany. Dimana dia? Dia bilang, dia akan terus disampingku. Wae? Dia baik-baik saja kan? “

“ … “

“ Sunny, katakan padaku ppali!! “ bentak taeyeon membuat sunny menitikkan air matanya

“ … “

#Flashback ON

Dokter keluar dari ruang tindakan dengan panik…

“ Dokter, bagaimana dengan keadaan tiffany? “ tanya sooyoung dan yuri khawatir diikuti dengan member yang lain

“ Sebentar, apakah salah satu dari kalian memiliki golongan darah yang sama dengan tiffany. Karna, pasien mengeluarkan banyak darah dan stock darah dirumah sakit tidak cukup? “

“ NE??! “

“ Ottokkae? Golongan darahku tak sama “ ucap sooyoung panik

“ Aku juga, hanya taeyeon yang memiliki golongan darah yang sama dengan tiffany. Tapi itu tak mungkin, ia mash tak sadarkan diri. Ottokkae?? “ ucap yuri lebih khawatir

“ Biar aku menghubungi krystal, aku dengar sulli memiliki golongan darah yang sama dengan tiffany dan taeyeon “ ucap jessica yang segera menelfon adiknya

“ Ne, bukankah taeny dan sulli satu asrama sebelum kita bergabung dengan SNSD? “ tanya sunny

“ Ne, aku juga akan mencoba mencari ke rumah sakit yang lain “ ucap yuri

“ Ne, gamsahamnida.. kami juga sedang mencari stock darah untuk pasien “

“ Kajiman, dokter.. bagaimana keadaan fany. Kau belum mengatakannya kepada kami “ ucap sunny khawatir

“ Pasien sangat kritis, saya permisi nona “ jawab dokter dan segera menghilang dari pandangan sunny, jessica dan sooyoung. Membuat mereka kembali meneteskan air matanya, hal itu membuat hyoyeon pun ikut menangis diatas kursi rodanya ketika ia dan yoona ingin menghampiri para member yang masih mengkhawatirkan tiffany didepan ruang tindakan.

“ Hyoyeon.. “ panggil sunny yang langsung memeluknya

“ Fany.. “ ucap hyoyeon tak menyangka dan terus menangis

“ Tenanglah, kajja.. “ ucap yoona sambil mendorong kursi roda yang membawa hyoyeon untuk bergabung dengan yang lain.

“ Gwenchana? Bagaimana keadaanmu? “ tanya sica yang sudah menelfon krystal

“ Ne, aku tak apa-apa.. justru mobil itu menabrak bagian tiffany “

“ Jinja?? Bagaimana bisa? “

“ Kami tengah menikmati perjalanan ke rumah sakit, sebelum tiffany tidur ia menceritakan kesedihanya dan kerinduannya kepada taeyeon sehingga aku dan oppa mendengarkannya sampai ia pun akhirnya tertidur. Tak lama, sebuah mobil besar menabrak mobil kami dari samping tiffany dan oppa dengan keras. Membuat mobil kami terguling ditengah jalanan. Dan aku hanya mengalami guncangan yang hebat dengan oppa, sedangkan tiffany.. “

Hyoyeon tak melanjutkan kata-katanya, ia hanya bisa menangis. Membuat member yang lain ikut menangis hingga mereka pun saling menguatkan dengan saling berpelukkan. Tak lama stock darah pun tersedia, hal itu karna usaha yuri, dan sulli. Suli mendonorkan darahnya untuk tiffany sedangkan, yuri berhasil mendapatkan darah tersebut dari rumah sakit yang lain.

# Flashback END

“ Dimana fany sekarang?! Katakan padaku, ppali!! “ tanya taeyeon

“ … “

“ Sunny~ah, wae kau tak membangunkan aku??! Dimana dia, Yya!! “ teriak taeyeon dengan mengguncangkan tubuh sunny

“ Fany sudah diruangan perawatan, kondisinya sangat kritis tae “ jawab sunny yang hampir tak bersuara hanya tangisan yang terdengar hingga sudut ruangan kamar perawatan tae. Taeyeon pun segera menarik tubuh sunny dan memeluknya

“ Miane, sunny. Jeongmal mianne.. “ ucap taeyeon sambil menangis

“ … “

“ Kau mau membantuku? “ tanya taeyeon setelah ia melepaskan pelukannya dari sunny

“ Kau ingin menemui fany? “

“ Ne.. “

“ Baiklah, aku akan mengambil kursi roda dulu “

“ Gomawo, sunny~ah “

Sunny pun mengambil kursi roda yang tak jauh dari sana kemudian, membantu taeyeon untuk turun dari tempat tidurnya dan segera membawa taeyeon ke ruang perawatan tiffany.

***

Playing: Taeny-Lost In Love

Tiffany-I’m alone (By my self)

Taeyeon-The one

Taeyeon dan sunny pun sudah berada diruang perawatan tiffany..

Terlihat, semua member yang sedang berjaga bersama sosok tiffany yang cantik dan tenang tengah tertidur diranjangnya dengan gips yang dikenakan dilehernya dan juga alat medis yang lain yang tertempel ditubuhnya. Suara detak jantung yang lemah menggema didalam ruangan tersebut. Tanpa banyak bicara lagi, semua member berpamitan untuk pulang dulu kecuali sunny dan sica, mereka akan menjaga tiffany, taeyeon dan juga hyoyeon malam ini. Sunny membawa taeyeon untuk mendekat kepada tiffany…

Taeyeon terus menangis tanpa mengeluarkan suaranya, ia menggenggam tangan tiffany erat dan sesekali menciumi tangan tiffany yang masih tak bisa ia lupakan dengan parfum yang biasa dikenakan tiffany. Sedangkan, sica dan sunny memilih untuk membiarkan taeyeon dan tiffany didalam kamar tersebut. Mereka berdiam diluar kamar perawatan..

( Hening… )

“ Miyoung.. “ panggil taeyeon

“ … “

“ Miyoung~ah, wae kau menjadi seperti ini? Bukankah kau mengatakan padaku, kalau kau baik-baik saja? Wae?? “

“ … “

“ Miyoung~ah, bukankah kau sudah berjanji padaku kalau kau akan selalu berada disampingku? Bagaimana kau bisa disampingku, jika keadaanmu seperti ini? “ ucap taeyeon yang terus menangis. Perlahan, terlihat air mata yang diperlihatkan tiffany didepan taeyeon

“ Miyoung~ah, kau mendengarku?? “

“ Miyoung~ah bangunlah dan pukul aku karna aku telah memanggilmu dengan sebutan miyoung, kau akan marah jika aku terus memanggilmu dengan nama miyoung kan? Bahkan, kau akan menelfon omma dan appaku. Miyoung~ah, bangunlah.. “

“ … “

“ Miyoung~ah.. “

“ TIFFANY!! “ teriak taeyeon yang terlihat sudah putus asa membuat sica dan sunny yang mendengar teriakan taeyeon, segera berlarian masuk ke dalam kamar perawatan tiffany dengan panik.

Taeyeon menutup wajahnya dan menunduk sambil terus menangis.. membuat sica dan sunny ikut menangis sedangkan, tiffany ia masih diam tak bergerak.. hanya air mata yang bisa diperlihatkannya kepada taeyeon, sunny dan jessica.

Tak lama, dokter dan suster pun masuk ke dalam kamar tiffany karna teriakan taeyeon.

“ Apa yang terjadi? “ tanya dokter khawatir

“ … “

“ Apa yang terjadi padanya?! Kenapa ia tak bangun-bangun?? Bangunkan dia, aku mohon dokter! “ ucap taeyeon yang terus menangis dengan suaranya yang terus meninggi

“ Taeyeon~ah.. “ panggil sica yang sudah berlinang air mata dan segera memeluk taeyeon diikuti dengan sunny

“ Sebaiknya, nona beristirahat. Karna pasien ini, harus beristirahat juga “

“ Shiro!! Aku tak akan meninggalkan fany sendirian, Shiro arra?!! “

“ Taeyeon~ah “ panggil sunny

“ Shiroo!!! “ teriak taeyeon histeris, membuat kondisinya melemah dan kembali tak sadarkan diri lagi. Kini, taeyeon dan tiffany menjadi satu kamar. Karna sica dan sunny tak ingin memisahkan taeyeon dari samping tiffany.

Sampai hyoyeon dan taeyeon keluar dari rumah sakit, tiffany masih tak sadarkan diri..

****

Beberapa bulan kemudian…

Semua orang dirumah sakit kepanikkan dibuatnya karna, mendadak tiffany menghentikan nafasnya. Membuat taeyeon yang akan menjenguknya dengan membawa bunga kesukaan tiffany mendadak berlinang air mata, kakinya melemas. Dengan cepat, taeyeon berlari untuk memasuki kamar tiffany dengan diikuti sica yang baru saja keluar dari lift.

“ Taeyeon~ah.. “ panggil sica yang berlari untuk mengikuti taeyeon

Mereka pun, kini sudah berada didalam kamar tiffany. Terlihat, sebuah kain putih yang menutupi tubuh gadis yang sangat berarti untuk taeyeon dan semua member. Sekejap, taeyeon menangis histeris diikuti sica yang segera mendekati tubuh tiffany.

“ W-wae?? Ada apa dengan dia?! “ tanya taeyeon gugup kepada dokter dan suster disekitar mereka

“ Fany~ahh.. “ panggil sica yang terus menangis

“ Yya!! Jawablah pertanyaaku, wae? Wae, ia tak bangun-bangun!! Aku mohon bangunkanlah tiffanyku… “ ucap taeyeon dengan tubuhnya yang sudah merosot kebawah.

Hening…

“ Uhukkk… aigoo, aku sudah tak kuat lagi dokter. Nafasku sudah habis dan dia sangat berisik sekali “ ucap tiffany yang segera melemparkan kain putih tersebut dari tubuhnya dan berusaha beranjak dengan dibantu sica, membuat taeyeon terkejut namun hal itu membuat semua dokter dan suster tersenyum terutama sica yang berhasil berakting dengan menangis didepan taeyeon tersebut

“ Miyoung “ panggil taeyeon yang berusah bangkit dan kebingungan

“ Miyoung?? Yya!! Jangan panggil aku dengan sebutan itu! “ ucap tiffany sambil melemparkan bantal ke arah taeyeon, namun taeyeon masih terdiam tak percaya. Sedangkan, tiffany terus tersenyum manis dengan memperlihatkan eyes smilenya

“ … “

“ Wae?? Gwenchana?? “ tanya tiffany yang mulai khawatir

“ Fany~ah, kau jahat sekali padaku.. “ ucap taeyeon dengan menajamkan matanya

“ Ne? “ tanya tiffany gugup

“ Aku kecewa padamu banyak-banyak “ jawab taeyeon yang segera membalikkan badannya dengan menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan berusaha keluar dari kamar tiffany.

Brukk

Taeyeon pun, menghentikan langkahnya dan membuka kedua tangannya dari wajahnya. Terlihat, beberapa member yang sudah berbaris dengan santai sambil tersenyum kepadanya.

“ Yya.. kid leader, kau sangat kekanak-kanakan. Berbalik dan kembali “ ucap sooyoung seperti seorang ketua kelompok berandal membuat taeyeon berjalan mundur. Perlaha, taeyeon membalikkan tubuhnya dan melihat tiffany yang sudah membuka kedua tangannya lebar-lebar untuk menyambut taeyeon ke dalam pelukannya.

Kemudian, taeyeon menoleh kembali ke belakang.

“ Wae? Apa yang kau tunggu, ppali “ ucap sunny

“ Pabo! “ ucap yuri yang segera menjitak taeyeon pelan

Tanpa banyak bicara, taeyeon pun berlari untuk memeluk tiffany dan menangis dipelukkan tiffany. Membuat semua orang bahagia melihat mereka.

Perlahan, kondisi tiffany mulai membaik hanya saja cedera kakinya masih terasa sakit untuk tiffany sehingga ia harus banyak teraphy. Hal tersebut tak membuat dirinya sedih karna taeyeon selalu menemaninya dan memperhatikannya.

***

“ Penghargaan ini diberikan kepada.. SNSD. Chukkae untuk SNSD…  “ Ucap MC

Sambutan tepuk tangan yang banyak dan meriah pun, mengantarkan SNSD menuju stage.. tanpa sepengetahuan taeyeon, tiffany naik ke atas stage dengan cedera kaki yang belum pulih dengan bantuan manager dan mc untuk mengalungkan karangan bunga kepada taeyeon karena SNSD mendapat penghargaan. Hal itu, membuat taeyeon menangis yang segera memeluk tiffany, semua penonton dan tamu pun terharu dibuatnya.

“ Gomawo, fany~ah.. saranghae “ ucap taeyeon setelah mengecup pipi tiffany lembut

“ Nado saranghae “ jawab tiffany dengan eye smilenya

E N D

16 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s