You’re My Everthing

122

 

Title : (OneShoot) You’re My Everthing
Author: Sofie Fasya
Genre: Find your self
Main cast: Tiffany hwang
Kim taeyeon
Support cast: find your self

Anyyeong, perkenalkan nama mimin sofie fasya, mimin hadir dengan fanfiction pertama mimin dengan pemeran TAENY, bagi taeny shipper. read it and dont copas tanpa nama author dimana pun, happy reading yaa ^^

“ Aaww, appoo.. “
“ Omo.. waeyo?? “
“ gwenchana???? “
“ Appo.. hiks “
****
Tiffany POV
“ Anyyeoong.. tiffany inmida. Hari ini kita kedatangan tamu istimewa, siapakah dia?? Ta~da, tae.. tae “
“ Kyaaa…. Fany, fany tiffany bogoshipoo “ ucap taeyeon dengan girang sambil memeluk hangat tubuhku. Aku benar-benar sangat bahagia hari ini, produser mengundang taeyeon untuk menemaniku memandu acara hari ini. TAENY.. Sudah tak asing dan tak aneh lagi dengan kedekatan kami di SNSD dan di dunia ini bahkan, semua orang terlihat sangat bahagia dan selalu mensupport kami. Sejak kedatanganku ke korea untuk mengikuti training, sepertinya aku sudah ditakdirkan untuk selalu ada disisinya, taeyeon pun ditakdirkan untuk selalu disampingku. Sungguh, jika taeyeon adalah seorang namja.. aku ingin menikah dengannya.
***
Taeyeon POV
Aigoo… apakah kalian merasakan betapa senangnya aku hari ini?? Aku selalu bahagia disampingnya, dia selalu membuatku nyaman, dan bahagia saat bersamanya. Terkadang, aku selalu bersikap dingin padanya. Tapi fany selalu bisa menghangatkan suasana dan aku tak bisa terus bersikap dingin padanya, setiap harinya aku selalu merindukanya. Dan aku pikir, apa yang kurasa.. dany pun merasakannya. Jika ia adalah seorang wanita, aku tak akan berpikir panjang untuk menikahinya. Fany, adalah segala-galanya untukku.. meskipun hanya satu menit fany tak ada disampingku, rasanya hambar untukku. Dia bagaikan bidadari yang selalu memberika eye smilenya setiap saat padaku dan pada semua orang, namun.. eye smile untukku selalu ia buat berbeda dengan yang lain. Membuatku semakin bahagia.. Aku akan selalu menjaganya
***
Acara pun selesai, tiffany dan taeyeon pun segera masuk mobil untuk kembali ke asrama SNSD. Mereka sangat menikmati setiap moment yang mereka lewati bersama..
“ Miyoung.. “ panggil taeyeon sambil memandang keluar jendela mobil sambil menggambar sesuatu dikaca tersebut
“ Hmm.. ? “ tanya tiffany yang tengah menggunakan media sosial twitternya untuk menyapa fans-fansnya tanpa menoleh ke arah taeyeon, jarinya sibuk menekan tombol-tombol handphonenya
Hening..
“ Ta~ da… “
“ Wae? “ tanya tiffany yang terkejut sehingga menghentikan aktivitasnya
“ Daritadi kau tidak melihat sedang apa aku? “
“ Ne, aku sedang membuka twitterku. Wae? “ jawab fany sambil terkekeh
“ Omo.. aigoo, miyoung~ah “ rengek taeyeon
“ Mianne.. jeongmal mianne, waeyo? “ ucap fany menyesal dan memberikan winknya untuk taeyeon
“ Aigooo… kajja “
Taeyeon menarik lengan tiffany dengan lembut dan memintanya untuk meniup kaca yang sudah ia tulisi dengan telunjuknya, membuat tiffany kebingungan. Tiffany pun, mengikuti keingingan taeyeon dengan meniup kaca tersebut dengan perlahan. Sedangkan, taeyeon terus memandang wajah cantik tiffany dan sesekali tersenyum manis
“ Saranghae, izinkan aku untuk terus berada disampingmu sampai kau merasa bosan dan lelah untuk menghadapiku. Aku tak akan pernah lelah untuk menyayangi dan mencintaimu, TAENY selalu ada dihatiku “
****
Taeyeon POV
Hening..
Sebenarnya, aku tengah mengamatinya dengan memandangi jendela mobil ini. Apapun yang tengah ia lakukan, meskipun ia sibuk dengan dunianya sendiri. Itu tak menghalangiku untuk memberikan senyumanku untuknya.
“ Ta~ da… “
Aku sudah selesai menulisnya, hatiku benar-benar sangat bahagia setelah menulis semua yang ingin aku katakan padanya. Terkadang aku berpura-pura dingin kepada fany didepan kamera, karna aku tak ingin sikapku kepada fany di tiru oleh orang sehingga tidak semua orang bisa membuat tiffany bahagia yang seolah-olah tak bisa hidup tanpaku. Terlihat konyol bukan? Hehe.. jeongmal, karna aku sangat menyayanginya.
“ Wae? “
“ Daritadi kau tidak melihat sedang apa aku? “
“ Ne, aku sedang membuka twitterku. Wae? “ jawab fany sambil terkekeh
“ Omo.. aigoo, miyoung~ah “
“ Mianne.. jeongmal mianne, waeyo? “ ucap fany menyesal dan memberikan winknya untuk taeyeon
“ Aigooo… kajja “
Aku tak sanggup melihat senyumnya, winknya, eye smilenya apalagi aku akan sangat-sangat tak sanggup jika fany memperlihatkan sikap menyesalnya karna ia tak memperhatikanku. Aku tak bisa membiarkan dirinya bersedih, dengan cepat aku menarik lengan fany dengan lembut dan memintanya untuk meniup kaca yang sudah ku tulisi, membuat fany kebingungan. Fany pun, mengikuti keinginganku dengan meniup kaca tersebut dengan perlahan.
Kalian tau, ketika fany meniup kaca mobil disampingku. Aku terpana dengan matanya yang indah, bibirnya yang tipis dan sexy terlebih parfum khas yang sangat membuatku tak bisa melupakan keharumannya untuk mengingat seorang tiffany hwang miyoung. Membuatku tak ingin mengedipkan mataku meskipun hanya sekali.
****
Setelah tiffany membaca tulisan tersebut dengan cepat ia menoleh ke arah taeyeon dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.
“ Waeyo, apa kau sakit? Mani appo? “ tanya taeyeon khawatir
“ … “
Tiffany pun segera memeluk taeyeon dengan erat dan meneteskan air matanya di bahu taeyeon sedangkan, taeyeon mengusap halus punggung tiffany sambil tersenyum manis untuk menenangkan tiffany.
“ Gomawo tae.. tae, jeongmal gomawo. Nado saranghae “
****
“ Miyoung~ah.. “ panggil taeyeon dengan sangat hati-hati, karna ia tak ingin mengganggu tidur nyenyak tiffany. Tapi, ia harus membangunkannya karna hari ini SNSD akan tampil disuatu acara musk di seoul. Taeyeon juga akan tampil bersama dengan maknae seohyun dengan membawakan salah satu ost drama yang selalu menjadi lagu terfavorit dikalangan semua orang pada saat ini.
“ Eonnie.. bangun “ ucap seohyun lembut yang membantu taeyeon untuk membangunkan tiffany. Seohyun sebagai rommate tiffany mengetahui bahwa seorang taeyeon eonnie pasti merasa tak enak jika melihat orang yang sangat ia sayangi terbangun dari tidur nyenyaknya karna itu, seohyun membangunkannya dengan lembut pula. Tak selama membangunkan yoona, tiffany pun segera bangun dengan erangan malas dipagi hari membuat taeyeon dan seohyun ingin tertawa dibuatnya ketika melihat tiffany yang seperti itu.
“ Yya.. kau ini, bangun ppali “ ucap sica yang melemparkan handuk ke muka tiffany tentunya dengan candaan yang selalu mereka lakukan
“ Ne, kita cukup sibuk hari ini “ ucap sooyoung dengan menggelitik tubuh tiffany, sehingga tiffany tak kuat menahan kegeliannya dengan berteriak bagaikan sirine ambulance membuat seisi asrama menutup kupingnya.
“ Aigoo… jangan seperti itu, ini akan membuat waktu kita semakin cepat “ ucap taeyeon yang melepaskan tangan sooyoung dari tubuh tiffany
“ Arrasseo, arraseo.. aku sangat lapar “ jawab sooyoung yang segera keluar dari kamar tiffany dan sooyoung diikuti dengan jessica.
“ Kajja, kau harus bersiap-siap, semua member sudah menunggumu dimeja makan. Kau harus cepat kalau tidak, semua orang akan memakanmu “ ucap taeyeon sambil terkekeh
“ Arra.. aku akan mandi sekarang “ jawab tiffany sambil tersenyum
****
SNSD pun sudah sampai disalah satu acara musik yang biasa diselenggarakan tiap tahunnya, mereka terlihat tengah bersiap-siap mempersiapkan penampilannya dengan beberapa stylist yang tengah memberikan sedikit riasan pada wajah mereka yang sangat cantik. Namun, berbeda dengan persiapan yang dilakukan taeyeon dengan seohyun.. mereka terlihat, anggun dengan gaun yang mereka kenakan.
***
Tiffany POV
Acara pun dimulai, SNSD dipersilahkan untuk menduduki kursi tamu dan menikmati hiburan yang akan disajikan. Kali ini, aku tak bersama dengan tae tae.. karna sebelum aku menduduki kursi tamu undangan ini, aku menemani tae tae ke back stage sehingga tae bisa bersiap-siap bersama maknae seohyun. Kami sangat menikmati tampilan pembukaan acara tersebut hingga, tibalah waktunya tae tae bernyanyi dengan maknae seohyun dengan membawaka lagu can you hear me. Semua lagu yang dinyanyikan tae adalah lagu kesukaanku dan aku hafal semua lagu-lagu itu, tae pun bernyanyi dengan baik. Semua orang terpukau dengan penampilanya termasuk aku. Aku ikut bernyanyi dengannya, sejak ia mulai bernyanyi tatapannya terfokus pada satu titik yaitu aku. Aku menyukai tatapannya, aku menyukai segala yang dimiliki taeyeon.
***
Taeyeon POV
Acara dimulai, fany sudah bergabung dengan member yang lain. Kini, waktuku untuk mempersiapkan diri untuk penampilan yang sebentar lagi memanggilku dan seohyun untuk tampil dipublik dan didepan miyoung-ku.
Tibalah saatnya, aku bernyanyi. Saat aku bernyanyi, entahlah aku hanya ingin menatap fany. Dengan menatapnya, aku merasa mendapat sebuah kekuatan yang besar untuk tak membuatku nervous apalagi dengan ia yang ikut bernyanyi justru membuatku semakin menghayati sehingga membuat semua orang terpukau dengan penampilanku dan seohyun. Hingga nyanyian selesai, aku masih menatap fany. Setelah kembali ke back stage, aku teringat kalau hari ini dan beberapa hari ke depan aku tak bisa melihat fany untuk sementara karna fany memiliki schedule individu, ia diundang oleh salah satu reality show. Itu membuatku sedih.
****
“ Hati-hati ne.. ketika kau memiliki waktu yang luang, kau harus memberikan kabar padaku. Bogoshippo “ ucap taeyeon sambil memeluk tiffany dengan lembut
“ Ne.. “ jawab tiffany dengan memperlihatkan eye smilenya.
“ Kajja.. “ ajak manager SNSD
“ Yya.. oppa, kau harus menjaganya untukku ne? “ ucap taeyeon yang sedikit berteriak agar manager dan tiffany mendengar suaranya
“ Arra, arraseo.. kau lakukan schedulemu dengan baik ne “
“ Keep smile, tae tae. Fighting!! “ ucap tiffany dengan girang sambil memberikan winknya. Membuat taeyeon merasa lebih baik saat itu namun, wajahnya tak bisa dibohongi. Ia tetap terlihat sedih, ketika ia tak bisa melihat tiffany untuk beberapa hari saja. Berbagai cara member SNSD lakukan untuk menghibur taeyeon namun, cara itu tak berlangsung lama. Sudah 2 hari taeyeon tak melihat tiffany disampingnya dan tak ada pesan atau panggilan dari tiffany untuknya.
****
Taeyeon POV
Meskipun manager SNSD mendampingi fany tapi aku tetap mengantar fany ke bandara
“ Hati-hati ne.. ketika kau memiliki waktu yang luang, kau harus memberikan kabar padaku. Bogoshippo “
Aku sangat mengkhawatirkan fany, fany sosok yang polos. Meskipun ia sudah tinggal beberapa tahun dikorea, tapi ia masih polos untukku. Mungkin karna aku terbiasa menjaga dan selalu disampingnya
“ Ne.. “
“ Kajja.. “ ajak oppa
“ Yya.. oppa, kau harus menjaganya untukku ne? “
Jeongmal, aku sangat mengkhawatirkan miyoung-ku.
“ Arra, arraseo.. kau lakukan schedulemu dengan baik ne “
“ Keep smile, tae tae. Fighting!! “
Dengan dia yang memberika wink padaku, Membuatku merasa lebih baik saat itu namun, aku tetap merasa sedih. Berbagai cara member SNSD lakukan untuk menghiburku.. ingin rasanya aku merespon mereka dengan tawa yang biasa aku lakukan bersama fany namun, cara itu tak berlangsung lama. Sudah 2 hari aku tak melihat fany disampingku dan tak ada pesan atau panggilan sama sekali dari fany untukku, sesibukkah ia sehingga ia tak punya waktu untuk menghubungiku? Apa fany baik-baik saja disana? Aku merasa tak enak hati jika terus seperti ini terus.
Namun, apa yang aku harapkan akhirnya datang juga. Fany melakukan panggilan padaku, tanpa pikir panjang lagi. Aku segera mengangkatnya dengan girang, terdengar suaranya yang sangat aku rindukan.
“ Tae.. tae, mianne aku baru bisa menghubungimu “
“ Gwenchanayo? “
“ Tentu saja, gwenchanayo. Bogoshippo, tae, tae.. apa kau juga merindukanku? “
“ Pabo! Tentu saja, aku menunggumu dari kemarin. Kau jahat sekali ppani~ah “
“ Mwo?? Ppani?? Yya! “
“ Hehe aniyo.. mianne, mianne “
Terdengar, orang-orang yang tengah berbincang-bincang. Dan aku pikir sepertinya fany tengah syuting, demiku ia benar-benar menyempatkan diri memberikan kabarnya dan pasti aku sampaikan pula pada member yang lain.
“ Tae, tae.. mianne.. aku harus kembali syuting. Besok aku akan segera pulang, kau jemput aku ya? “
“ Tentu saja, aku akan menjemputmu. Saranghae “
“ Nado saranghae “
****
Tiffany kembali melakukan aktivitas syutingnya dengan beberapa artis yang juga diundang sebagai tamu dalam reality show tersebut sepertinya, mereka melakukan beberapa permainan yang menarik. Hingga akhirnya, permainan battle pun dimainkan. Ia yang berhasil menjatuhkan lawan mainnya, ia yang berhak menjadi juara. Sudah beberapa kali tiffany mengalahkan saingannya hingga final pun tiba, saatnya untuk tiffany melawan salah satu artis seniornya. Namun, apa yang terjadi? Tiffany kalah darinya, karna dengan seluruh kekuatannya artis senior tersebut tak sengaja melempar tubuh tiffany dengan keras.
“ Aaww, appoo.. “ Tiffany meringis kesakitan sambil memegangi kakinya
“ Omo.. waeyo?? “ tanya MC dengan khawatir
“ gwenchana???? “ disusul dengan artis senior tersebut dengan menyentuh kaki yang dipegang tiffany
“ Omo, Appo.. hiks “ ucap tiffany yang terasa sangat sakit pada kakinya membuat seluruh staff dan produser menghentikan aktivitas syutingnya. Taecyon sebagai sahabat tiffany mencoba membantunya untuk bangkit namun, tiffany terus meringis kesakitan hingga ia pun menangis membuat semua orang panik terutama pada artis senior yang merasa sangat bersalah. Namun, tiffany tidak menyalahkan artis senior tersebut. Justru tiffany menyalahkan dirinya sendiri yang tak bisa mengantisipasi dirinya sendiri. Dengan cepat, manager dan produser membawa tiffany ke rumah sakit.
Hasil pun telah keluar, dokter mengatakan bahwa tiffany mengalami cedera pada betisnya sehingga ia harus beristirahat selama beberapa bulan ke depan. Hal itu membuat tiffany merasa sedih, terlebih setelah ia terbangun dan melihat gips dengan balutan perban yang mengelilingi kakinya yang ia andalkan dalam segala hal. Hal tersebut pun menyeruak publik, membuat semua SONE dan fans tiffany sangat khawatir dan bersedih mendengar berita tentang idola mereka. Termasuk SNSD namun, member SNSD tidak memberitahu hal tersebut pada leader taeyeon. Karna, mereka tak ingin sesuatu yang terjadi pada taeyeon yang masih terus memandangi handphonenya dan sesekali meneteskan air matanya menunggu panggilan dari tiffany.
***
Hari sudah pagi, semua member SNSD bersiap-siap untuk menjemput tiffany. Hal itu membuat taeyeon terkejut
“ Wae? Ada apa? Apa hari ini kita ada schedule? “ tanya taeyeon kebingungan kepada member SNSD
“ Aniyo, kami ingin menjemput fany fany tiffany-mu “ jawab sica
“ Wae? Tak biasanya kalian seperti ini, gwenchana.. biar aku saja yang menjemputnya. Kalian uruslah kamar fany dan siapkan makanan yang banyak “ jawab taeyeon yang sudah memakai sepatunya
“ Ta~da.. kami sudah membelinya “ ucap yoona dengan memperlihatkan barang bawaannya
Tiba-tiba, ponsel taeyeon berdering. Membuat taeyeon terlihat senang dan segera mengangkatnya.
“ Fany~ah.. kau sudah sampai? “ tanya taeyeon girang dengan berjala keluar asrama dengan diikuti semua member
“ Hmm.. aku sedang diruang tunggu, menunggu barang-barangku. Kau akan menjemputku? “
“ Tentu saja, wae? Kau tak suka? “
“ Aniyo.. bogoshippo, see you “
“ See you “
Mereka pun segera meluncur ke incheon airport untuk menjemput tiffany terlihat, banyaknya wartawan yang sudah berada dipintu masuk dan pintu keluar airport. Mereka bagaikan, orang-orang yang tengah kelaparan dan bersiap memangsa makanan yang lezat untuk mereka. Semua member sudah bersiap-siap dengan kacamata hitam mereka.
“ Eonnie, pakai ini, ppali “ ucap yoona yang memberikan kacamata hitam taeyeon
“ Ne? “
“ Ppali, kita harus segera masuk ke dalam airport tanpa terhalang oleh wartawan “ ucap hyoyeon
“ Ahh.. arrasseo “ jawab taeyeon yang masih terlihat, kebingungan namun segera melakukan kata-kata para membernya. Ketika mobil van SNSD berhenti, saat itu juga member SNSD dan taeyeon keluar bersamaan dengan tergesa agar wartawan tak bisa menangkap mereka. Hingga mereka pun sudah mendapatkan keadaan yang aman dan segera menunggu tiffany yang sebentar lagi akan keluar dari ruang tunggu pada bagasinya. ****
Tiffany POV
“ Kau sudah siap? “ tanya manager
“ Aku harus siap, oppa. Terutama aku harus siap, tatapan apa yang akan taeyeon perlihatkan padaku “
“ Gwenchanayo, dia pasti akan baik-baik saja. Kau tau sendiri, dia orang yang tegar bukan? Hehe “
“ Arrasseo oppa, tapi dibalik ketegasannya itu.. “
“ Arra, oppa sangat mengenal kalian. Kajja, siapkan mentalmu juga, karna oppa pikir diluar nanti pasti banyak wartawan “
“ Ne “
“ Kajja.. oppa akan menggendongmu agar kau bisa duduk dikursi roda ini, gwenchanayo? “
“ Ne, oppa. Gomawo.. keep smile oppa “ jawab tiffany dengan menguatkan dirinya sendiri namun, dengan senyuman diwajahnya terlihat sangat jelas kesedihan dan mata yang berkaca-kaca dari balik kacamata hitamnya.
****
Akhirnya, apa yang mereka tunggu tiba. Tiffany dan sang manager juga produser reality show yang menampilkan tiffany dalam siaran yang akan ditayangkan beberapa minggu lagi tersebut turut mengantar tiffany pulang.
****
Taeyeon POV
Akhirnya, pintu itu terbuka. Pintu dimana secepatnya aku akan melihat tiffany dengan keadaannya yang sekarang. Aku harap, ia akan keluar dengan senyumannya yang tak pernah hilang dari wajahnya. Sebenarnya, aku sudah mengetahui berita itu saat aku mencoba membuat akun twitter agar aku tak hanya dekat dengan fany di dunia nyata tapi di dunia maya.. aku juga bisa menyapa para fansku tiap saat, itu yang selalu fany katakan padaku namun, terbesit untuk melakukan hal yang lain yaitu mencari berita tentangnya di internet kemarin hingga aku mendapati kabarnya yang mengalami cedera pada betisnya. Membuat aku menangis ketika membaca berita tersebut dan aku pikir member yang lain sudah mengetahuinya lebih dulu dibandung aku, aku pikir mereka jahat namun aku sadar mereka terpaksa melakukan hal tersebut karna mereka tak ingin melihatku ikut terluka. Maka dari itu, aku berpura-pura tidak mengetahui berita tentang fany bahkan aku lebih mempersiapkan mentalku untuk hari ini, ketika saatnya aku bertemu kembali dengan fany, miyoung-ku.
Ia keluar dari balik pintu itu dengan manager SNSD, aku yakin disamping oppa.. ahjushi itu produser yang bertanggung jawab pada fany kemudian, sebuah kursi roda yang membawa fany juga sebuah senyuman yang mengembang diwajah manis seorang tiffany hwang miyoung, aku pikir kini semua member tengah menitikkan air mata dibalik kacamata hitam mereka ketika melihat fany seperti itu. Ingin rasanya aku menangis sekeras mungkin ketika bertemu lagi dengan kondisi fany yang kini terlihat sangat parah namun, aku tak boleh seperti itu. Aku rasa, fany pun sangat sedih saat ini. Tugasku bukan untuk menambah bebasnnya, tapi membuatnya bersemangat dan membuatnya tak merasa kesepian.
****
Tiffany terus tersenyum dengan manis sambil melambaikan tangannya yang masih terlihat tak bertenaga, wajahnya cukup pucat. Semua member SNSD menyambut tiffany dengan tetesan air mata dari balik kacamata mereka sedangkan, taeyeon berjalan mendekati tiffany dengan memperlihatkan senyumannya dan berusaha untuk tegar juga kuat menghadapi tiffany yang kini sudah berada dihadapannya dengan kursi roda diikuti dengan member yang lain.
“ Anyeoooong “ sapa tiffany dengan eye smilenya kepada taeyeon dan member yang lain
“ Kau masih bisa tersenyum manis dan memberikan eye smile padaku dalam keadaan seperti ini fany~ah? “ batin taeyeon
“ Anyyeong.. How are you, fany~ah? “ tanya taeyeon sambil mengelus rambut tiffany dengan lembut
“ Gwenchanayo.. aku hanya terjatuh kemarin, beberapa hari lagi.. aku akan segera kembali seperti biasa lagi, aku semakin sexy bukan? “ tanya tiffany menggoda membuat member SNSD semakin menitikka air matanya, berusaha menangis tanpa mengeluarkan suara tangisan mereka
“ Ne, kau sangat sexy sekarang. Apa kau lelah? “
“ Aku sangat lelah sekali tetapi, ketika aku melihat kalian. Lelahku berkurang sangat drastis “
“ Jinja?? Daeebakk “
“ Kajja.. kita harus segera pulang, aku akan membantu kalian “ ucap manager SNSD
“ Kajja… biar aku yang menjagamu “ ucap taeyeon yang segera mengambil posisi untuk membawa tiffany keluar dari airport. Namun, langkah taeyeon terjenti ketika ia akan mendorong kursi roda yang membawa tiffany..
“ Yya… apa yang kalian lakukan? Kajja, kita pulang “ ucap taeyeon kepada member
“ Ne? “
“ Gwenchanayo?? “ tanya tiffany yang baru menyadari hal tersebut
“ Aniyoo.. sepertinya ada debu yang masuk ke mataku “ jawab sica sambil memperagakan kata-katanya
“ Jinja?? Perlu aku bantu? “ tanya tiffany
“ Gwenchanayo, gwenchanayo.. aku bisa membantunya “ jawab yuri yang segera berdiri didepan jessica dan meniup-niup mata jessica yang tertutup kacamata hitam
“ Yya.. bagaimana kau bisa menolongnya jika kau meniupnya bukan pada mata sica “ ucap taeyeon membuat semua member dan tiffany tertawa terbahak-bahak.
Mereka pun segera meninggalkan airport, banyak sekali wartawan yang mengambil gambar mereka. Namun, dengan kesiapan yang dilakukan taeyeon dengan para member. Mereka melakukan strategi yang hebat dimana, tiffany tidak pergi lewat pintu keluar yang para member lewati tapi tiffany dan taeyeon keluar melalui pintu yang lain.
****
Tiffany POV
Akhirnya, sampailah aku dan member SNSD di asrama kami. Aku benar-benar sangat lelah, taeyeon bagaikan bodyguardku saat ini. Ia benar-benar memberikan pelayanan yang sangat terbaik untukku, kini sekarang aku tengah merebahkan tubuhku diranjang kesayangan yang sudah dibersihkan dan dirapihkan oleh para member. Aku benar-benar sangat berterimakasih pada mereka..
Aku dengar, taeyeon dan para member tengah mempersiapkan pesta penyambutanku dengan mengundang sunbae-sunbae SM Entertainment ke asrama kami. Aku tak sabar menantikan hal tersebut. Malam pun tiba, makanan yang sudah mereka masak siap dihidangkan..
Tok.. tok.. tok
Aku mendengar suara ketukan dari luar sana dan seseorang membuaka pintu kamarku dengan perlahan, sepertinya aku sangat mengetahui siapa orang tersebut.
“ Tae tae?? “
“ Ahh.. kau tidak tidur? “
Taeyeon menghampiriku dan terlihat dirinya yang bernafas lega ketika aku tak tidur, itu tandanya tak membuat dirinya mengganggu waktu istirahatku. Tae pun, duduk disamping kasurku dan memandangiku sambil tersenyum. Namun, sepertinya ada sesuatu yang berbeda.. ia terlihat pucat. Apa mungkin ia kelelahan?
“ Ne, aku tak bisa tidur. Aku kesepian “
“ Jinja? Gwenchanayo, aku akan selalu disampingmu “
“ Yakso?? “
“ Ne, yakso. Kajja, makanan sudah siap dan para sunbae sudah datang untuk menjengukmu “
****
“ Kajja.. biar ku bantu “ ucap taeyeon sambil membawakan kursi roda untuk tiffany
“ Gwenchanayo, aku bisa “ jawab tiffany yang segera beranjak dan mencoba untuk melangkahkan kakinya untuk mendekatkan diri pada kursi roda yang belum sampai dihadapanya
“ AWASSS… “
Brakkk…
Teriakkan taeyeon membuat seisi asrama dan sunbae-sunbae terkejut sehingga membuat mereka yang mendengarnya berlarian masuk ke kamar tiffany.
“ Fany~ah, gwenchanayo?? “ tanya taeyeon panik setelah ia berhasil menangkap tubuh tiffany yang terjatuh diatas badan taeyeon dan tak mengeluarkan suaranya juga sebuah kursi roda yang sudah terjatuh dari samping mereka
“ Fany~ah.. “ panggil yuri, jessica, sooyoung, sunny dan hyoyeon dengan panik
“ Eonnie “ panggil yoona dan seohyun
“ Wae, wae, wae? Gwenchanayo?? “ tanya yesung yang masuk di antara kerumunan para yeoja-yeoja SNSD tersebut
Tangan tiffany bergetar dengan hebat, wajahnya terlihat sangat pucat. Lebih pucat dari apa yang tiffany lihat pada wajah taeyeon.
“ Fany~ah, wae, wae? Gwenchanayo? “ tanya taeyeon panik yang terus memandangi tiffany yang sudah meneteskan air matanya.
“ Eonnie, kaki tiffany eonnie “ ucap yoona yang menunjukkan darah yang mengalir dari kaki tiffany membuat semua orang semakin panik terutama taeyeon. Tiffany hanya bisa meringis dan mengeskpresikan kesakitannya dengan menangis yang sesekali tersenyum membuat semuanya yang merasa tegang seketika bisa menerima keadaan saat itu, bahkan mampu membuat beberapa member dan sunbae tertawa.. mereka semua membantu tiffany dan taeyeon kemudian, memanggilkan dokter untuk tiffany.
****
Taeyeon POV
Aku merasa sangat bersalah pada tiffany, kalau saja aku lebih cepat membawa kursi roda didepan fany dan aku bisa lebih cepat membantu fany berjalan. Kejadian seperti itu tak akan terjadi, karnaku keadaan fany semakin parah. Bahkan, kini fany mengalami demam yang tinggi. Aku berniat untuk tidur dikamar fany untuk menjaga dan menemaninya, aku akan menebus kesalahanku dengan menjaganya setiap saat hehehe
****
Taeyeon sudah membersihkan tubuhnya kini, waktunya ia untuk masuk ke kamar tiffany untuk menjaga dan menemani tiffany.
“ Tae.. “ panggil sica membuat langkah taeyeon terhenti, taeyeon pun menoleh ke arah sumber suara
“ Ne? “
“ Duduklah disini “
“ Ne? “
“ Ppali, duduk disampingku “
“ Arrasseo… “ jawab taeyeon dengan mengikuti keinginan sica dengan duduk disampingnya
“ Waeyo? “
“ Perlihatkan tangamu “
“ Ne? “
“ Aigoo.. ppali tae “ ucap sica dengan menarik lengan taeyeon dan mengobati luka yang terlihat ditelapak tagan taeyeon
“ Appo? “ tanya sica
“ Aniyo.. gomawo sica “
“ Hmm.. kau benar-benar menyayangi fany? “
“ Ne, fany is everything for me “
“ Ne, for me too “
“ Lalu? “
“ Aku percaya padamu, tae. Jaga fany dengan baik “
“ Ne, aku akan menjaganya. Gomawo sica “
Jessica tersenyum sambil menganggukkan kepalanya mantap disisi lain, member SNSD yang lain mengamati mereka sambil bersembunyi dibalik dinding pemisah ruang tengah dengan ruang makan.
Taeyeon pun, beranjak dan masuk ke dalam kamar tiffany dengan hati-hati agar tak menggaggu tidur nyenyak tiffany. Membuat semua member yang melihatnya, terkekeh dibuatnya.
Taeyeon memandangi wajah tiffany lebih dalam..
“ Tae, tae.. “ panggil tiffany dengan matanya yang masih terpejam membuat taeyeon terkejut
“ Omo.. sepertinya ia mengigau, apa demamnya setinggi itu? “ gumam taeyeon sambil memasangkan termometer digital pada tiffany dan duduk disamping tiffany
5 menit kemudian..
“ Omoo… ini benar-benar tinggi, ottokkae? Padahal, ia sudah di infus oleh dokter. Haruskah aku memanggil dokter lagi?? “ tanya taeyeon panik, dengan cepat taeyeon beranjak dari sisi tiffany
“ Tae tae.. “ panggil tiffany dengan menarik lengan taeyeon tanpa membuka matanya
“ Fany~ah, gwenchanayo? “
“ Ne, gwenchanayo “
“ Mani appo? “
Perlahan, tiffany membuka matanya. Matanya tak secerah yang biasa taeyeon lihat, tiffany benar-benar seperti mayat hidup.
“ Fany~ah, gwenchanayo? “
“ Tae tae, hug me please “
“ Ne? arraseo “
Taeyeon memeluk hangat tubuh tiffany yang suhunya lebih panas dari biasanya, membuat taeyeon pun ikut berkeringat dengan terus memeluk tubuhnya. Namun, hal tersebut membuat tiffany tertidur lelap.
Mianne fany~ah, aku benar-benar tak bisa menjagamu dengan baik. Tapi, aku janji.. aku akan selalu ada untukmu, menyayangi dan mencintaimu.
****
“ Tae tae… “ panggil tiffany dengan mengguncangkan tubuh taeyeon dengan lembut perlahan, taeyeon membuka matanya.
“ Fany~ah, gwenchanayo? “ tanya taeyeon khawatir
“ Hmm.. gomawo kau sudah menjaga dan memelukku semalaman “
“ Ottokkae? Sudah merasa baikkan? “
“ Aku selalu mereasa baik jika bersamamu tae tae “
“ I don’t think so, coba aku lihat “
Taeyeon mengambil termometer dan memeriksa keadaan tiffany dengan baik.
Hening…
“ Kau cocok juga jika menjadi seorang dokter tae “ ucap tiffany degan memecahkan keheningan diantara mereka sambil menggoda
“ Ne, aku sudah menjadi dokter “
“ Ne?? dokter? Kau bercanda? “
“ Ani.. aku sudah menjadi dokter pribadimu fany “
“ Kapan aku mengangkatmu menjadi dokter pribadiku? “
“ Itu keinginanku sendiri “ jawab taeyeon sambil mengulurkan lidahnya membuat tiffany tertawa.
Demam tiffany sudah tak tinggi lagi, setelah beberapa hari istirahat mungkin tiffany sudah bisa seperti biasa lagi hanya saja tiffany harus melakukan teraphy untuk kakinya. Itu membuatnya kesakitan dan kelelahan namun, berkat taeyeon yang selalu menyemangati dan menemaninya.. tiffany berusaha melakukan yang terbaik. Ia tak ingin membuat taeyeon terus mengurusinya dengan susah payah dan membuat para member terus khawatir tentang keadaannya.
Beberapa bulan sudah tiffany beristirahat dari aktivitasnya bersama SNSD, ia sangat merasakan kesepian yang dalam ketika ia ditinggalkan para member untuk melanjutkan schedule mereka. Namun, dengan tak adanya taeyeon yang kini sedang tak bersamanya membuat tiffany ingin mengulang teraphy yang dilakukan oleh dokter tanpa bantuan siapa-siapa.
Tiffany berusaha beranjak dari tempat tidurnya dan mencoba berjalan dengan perlahan, rasa sakit dan ngilu terus ia rasakan. Namun, rasa sakit itu ia halau dengan semangat dan senyuman karna ia bisa kuat untuk berjalan meskipun baru satu langkah ke depan. Hal itu, membuat taeyeon dan para member terkejut.
“ Omo.. fany~ah “ panggil taeyeon dan sooyoung
“ Aahhh… “ tiffany terkejut dan lagi-lagi ia hampir terjatuh
“ Aigoo.. aku mendapatkanmu “ ucap taeyeon yang dengan cepat mendapatkan tubuh tiffany
“ Mianne tae tae, aku hanya ingin segera bisa bergabung dengan kalian lagi. Maka dari itu, aku mencoba untuk melatih kakiku lagi “
“ Omo.. fany~ah “ ucap sooyoung yang terharu dengan ucapan tiffany
“ Fany~ah, jangan memaksakanmu.. itu hanya akan membuatmu semakin terluka “ ucap jessica
“ Mianne, aku sangat kesepian disini “ jawab tiffany yang sudah berkaca-kaca
“ Arrasseo, aku mengerti fany~ah.. tapi benar apa yang dikatakan sica, jangan memaksakan dirimu sendiri ya “ ucap taeyeon sambil tersenyum
“ Mianne tae tae.. “
“ Gwenchanayo.. “ jawab taeyeon dengan memeluk tubuh tiffany diikuti dengan member yang lain.
“ Kajja, aku akan membantu dirimu untuk kembali ke tempat tidur “ ucap taeyeon sedangkan, member yang lain hanya tersenyum dan perlahan mereka meninggalkan kamar tiffany kemudian, melanjutkan aktivitas individunya. Namun, taeyeon terus bersama tiffany..
“ Mani appo? “ tanya taeyeon sambil memandang tiffany
“ Hmm.. sedikit “
“ Gwenchanayo, aku percaya kau akan segera sembuh. Kau percaya padaku kan? “
“ Ani.. aku hanya percaya pada tuhan “
“ Yya.. maksudku, aigooo “
“ Hehe.. arra, aku selalu percaya padamu tae tae “
“ Kalau begitu, apa kau mau memakai ini? “ ucap taeyeon sambil mengeluarkan sebuah kalung yang cantik dan memperlihatkannya pada tiffany, membuat tiffany terkejut dibuatnya.
“ Kalung? ”
“ Ini untukkmu “ ucap taeyeon sambil memberikan kalung dengan bergambar gembok tersebut
“ Dan yang kunci ini untukku ”
“ Wae?? ”
” Aku memberikan kalung ini sebagai lambang persahabatan kita. Kenapa aku memberimu gembok, sedangkan aku kunci? Karena aku ingin hanya aku yang bisa masuk ke dalam hatimu… izinkan aku untuk terus bisa bersamamu ” jelas Taeyeon dengan menatapnya dalam. Tiffany pun langsung memeluk hangat taeyeon dan menangis dibahunya
“ Gomawo, tae tae “ ucap tiffany
Kalung itu pun segera mereka kenakan terlihat sekali, keindahan dan aura yang eterlihat pada masing-masing diantara mereka. Tiffany dan taeyeon pun kembali berpelukkan hingga, tiffany tertidur lelap dipelukan taeyeon.
“ Biarkan angin malam mendekap hangat mimpimu sehingga bintangmu pun perlahan menimangmu dalam cahaya tentram dalam tidurmu, tidur lelaplah wahai bidadari.. hingga esok pagi senyummu mekar kembali. Saranghae miyoung “
“ Nado saranghae “ batin tiffany yang masih bisa mendengar suara taeyeon

E N D

13 comments

  1. Awas awas reader baru mau ninggalin jejak.. #plakk
    One shoot yg pnjang, gue suka cuma ini mh muter2 cerita. tpi ttep bgus kok wong ini ff prtma diwp ini, mau ngejajah ff yg lainnya bleh tak??
    Peluk hangat dri reader baik.

  2. Hi thor slam kenal dgn reader bru dsini,gak juga bru sih sbenerny krn ad bbrapa x ninggalin jejak d ff kolaborasi kmu sama bangke🙂

    Jd aku mw nyelam dulu nyari ff kmu dari awal y..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s