(TwoShoot) I’ll Give You Part 1

576010_577800975577763_2130389291_n

Title : (TwoShoot) I’ll give you
Author: Sofie Park (Sofie Fasya)
Genre: Find your self
Main cast: Park Jiyeon
T. O. P
Support cast: find your self

Anyyeong, mimin come back. Mian, mimin lagi sibuk bener jadi gak bisa post FF. mian, kalau FF ini gaje.. seperti biasa mimin suka lupa gimana cara bikin FF lagiπŸ˜„
Happy reading ^^

β€œ Yya…!! Kau pikir seorang wanita itu orang yang lemah??? Huh? Berkali-kali kau memainkan perasaan teman-temanku, apa itu lucu, huh???! β€œ teriak seorang yeoja yang terus mendorong seorang namja hingga ke sudut dinding di lantai atas bangunan kampus sungkyungwan dengan terus menatap tajam wajah namja itu.
β€œ Aishh.. menjauh dariku β€œ jawab namja itu sambil mendorong tubuh yeoja yang mungil didepannya dan membersihkan pakaiannya dengan santai. Kemudian, namja itu berjalan didepan yeoja itu sambil tersenyum evil dan tiba-tiba menghentikan langkahnya.
β€œ Kau tak usah khawatir, aku akan memperlakukanmu dengan baik. Suatu saat aku akan menjagamu, kau tau? Aku menyukaimu sampai kapanpun β€œ ucap namja itu dengan senang tanpa menolehkan pandangannya kepada yeoja itu
β€œ Mwo?? Yya.. Choi Seung Hun?? β€œ tanya yeoja itu terkejut.
****
5 tahun kemudian…
~ 08.00 AM, Incheon Airport
β€œ Okshi.. β€œ ucap yeoja itu sambil mengambil tasnya dengan terburu-buru kepada seorang namja yang sama-sama akan mengambil barangnya dari bagasi pesawat. Yeoja itu pun, segea berlalu dari hadapan namja tersebut.
Terlihat, seorang yeoja yang sudah sangat dewasa dengan rambut yang tergerai indah, memakai kacamata hitam yang sangat terlihat stylist keluar dari asal penerbangan Los Angeles. Dan terlihat, beberapa pemuda berbadan tegap yang sudah standby dipintu keluar penerbangan tersebut.
β€œ Kau sudah sampai, nona.. bisa saya bantu? β€œ tanya seorang assistant yang langsung mengambil barang-barang yeoja tersebut dengan dibantu pengawal yang lain.
β€œ Gomawo β€œ jawab yeoja itu dengan manis kemudian, berjalan lurus menuju pintu keluar bandara.
β€œ Jiyeon~ahh… β€œ panggil seorang namja kepada yeoja yang bernama jiyeon tersebut
β€œ Omoo.. nickhun-ssi β€œ ucap jiyeon girang dan terkejut, nickhun pun segera menghampiri jiyeon dan memeluknya.
β€œ Aigoo… kau sudah besar β€œ ucap nickhun sambil mengelus lembut rambut jiyeon yang sudah melepaskan pelukannya dari tubuh yeoja yang berada dihadapannya
β€œ Aigoo, oppa.. bogogshipo β€œ jawab jiyeon yang kembali memeluk nickhun dengan girang. Terlihat, wajah kebahagian di wajah nikchun yang terus membalas pelukan jiyeon sambil mengelus rambut jiyeon yang wangi. Tak lama, nikchun pun melepaskan tangan jiyeon yang terlihat tak ingin lepas dari tubuh tegap nickhun
β€œ Kajja.. oppa sudah memasakkan makanan yang enak untukmu β€œ ucap nikchun sambil menatap jiyeon bagaikan seorang kekasih.
β€œ Ne.. kajja β€œ jawab jiyeon dengan girang sambil menggandeng tangan nickhun yang juga diikuti dengan pemuda-pemuda antara lain bodyguardnya yang berada dibelakang jiyeon dan nickhun.
Disisi lain, seorang namja juga baru keluar dari pintu keluar penerbangan yang berasal dari Los Angeles. Ia terlihat sangat berkarisma, rapi dan berwibawa. Terlihat, senyuman yang manis ketika namja itu melihat dan memandangi seorang yeoja yang sudah berjalan lebih dulu darinya.

β€œ Kau sudah sampai? β€œ tanya seorang namja yang tak lain adalah sahabatnya
β€œ Omoo.. daesung, kau mengagetkanku β€œ jawab namja itu dengan sangat terkejut
β€œ Waeyo?? kau melamun? Sudah dari tadi aku ada dihadapanmu, hyung β€œ ucap daesung kebingungan
β€œ Jinja??? Mianne β€œ jawab namja itu yang kembali melangkahkan kakinya untuk keluar dari airport. Mereka pun, menaiki mobil mewah yang sudah dipersiapkan daesung untuk sahabat terbaiknya.
β€œ Hyung.. bagaimana dengan gadis yang kau sukai itu? β€œ tanya daesung memecahkan keheningan diantara mereka sambil terus fokus mengendarai mobil namja itu
β€œ Waeyo? Bagaimana apanya? β€œ
β€œ Omo.. bukannya kau pergi ke perancis untuk mengejar gadis yang kau sukai semenjak kau kuliah dulu? β€œ
β€œ Tidak juga β€œ jawab namja itu dingin dan santai yang terus memandang keluar jendela mobil dan sesekali tersenyum senang.
β€œ Wae? Kau sudah gila? β€œ
β€œ Mwo?? Aishh… arraseo, aku akan menceritakannya. Selama aku disana, aku tak pernah mengalihkan pandanganku padanya. Dia sangat cantik sekarang, ditambah kini ia sudah menjadi pengusaha wanita termuda didunia β€œ
β€œ Kau juga sekarang sudah menjadi pengusaha pria termuda, apa bedanya dengan gadis itu? β€œ
β€œ Aishh… bagaimana pun, ini berkatnya. Aku tak bisa diam dan memanfaatkan kerja keras orangtuaku, aku malu pada gadis itu karna ia bisa hidup sendiri di LA dan bisa menghandle perusahaan orangtuanya hingga berkembang sangat pesat seperti saat ini β€œ
β€œ Mwo? Hidup sendiri? Bukankah kau bilang, ia memiliki kakak laki-laki? β€œ
β€œ Arrasseo, dia memang memiliki kakak laki-laki. Dan aku lihat, ia dijemput oleh kakaknya dan beberapa bodyguard β€œ
β€œ Jinja?? Wuahh.. gadis itu bagaikan seorang raja β€œ
β€œ Ne, kini.. gadis itu adalah raja dunia didalam fashion. Terlebih, karna kejadian yang buruk menimpanya dimasa lalu. Maka dari itu kini, dia dijaga cukup ketat dengan pengawalan yang diperintahkan kakaknya β€œ
β€œ Jinja, aku sudah melihatnya dimedia 2 tahun yang lalu. Malang sekali dia β€œ
β€œ Maka dari itu, aku semakin ingin menjaga dan melindunginya β€œ jawab namja itu.
****
β€œ Jiyeon~ah, bagaimana pekerjaanmu di LA? β€œ tanya nickhun memecahkan keheningan diantara mereka yang saling menikmati perjalanannya.
β€œ Ne? baik-baik saja oppa, terlebih tiffany unnie selalu menjaga dan merawatku. Dia selalu mempunyai waktu untukku tidak sepertimu β€œ jawab jiyeon sambil mengulurkan lidahnya membuat nickhun tertawa melihat dongsaengnya yang sangat menggemaskan,
β€œ Jinja?? Jadi, oppa tak salah memilih tiffany untuk menjadi pendamping oppa kelak kan? β€œ
β€œ Ne, kau memang beruntung oppa β€œ
β€œ Badanmu ada yang sakit? β€œ tanya nickhun khawatir
β€œ Aigoo.. gwenchana oppa, aku sudah tak apa-apa. Hanya terkadang aku merasa tak enak badan jika mengingat kejadian dimasa lalu β€œ
β€œ Arra, fany pernah menceritakannya pada oppa. Gwenchana, oppa akan selalu ada disampingmu β€œ
β€œ Gomawo, oppa β€œ jawab jiyeon yang kemudian memandang keluar jendela dengan senang
β€œ Oppa dengar kau akan melakukan kerja sama dengan perusahaan T.O.P, benar begitu? Apa kau sudah bertemu dengannya? β€œ
β€œ Ne.. aniyo, aku belum bertemu dengannya β€œ
β€œ Wae? Apa karna dia orang korea? β€œ
β€œ Tanpa aku jawab, oppa sudah tau jawabanku β€œ
β€œ Arraseo, arrasseo.. kau kan gadis berhati mulia yang ingin membantu temannya sesama korea β€œ ucap nickhun sambil menggoda
β€œ Yya.. oppa!! β€œ teriak jiyeon
****
~ Pagi hari
β€œ Morning sunshine β€œ sapa nickhun kepada jiyeon yang sudah rapi dan tengah duduk dimeja makan sambil membuka berita harian.
β€œ Morning.. β€œ jawab jiyeon sambil duduk disamping oppanya
β€œ Bagaimana tidurmu? Nyenyak? β€œ
β€œ Sedikit β€œ
β€œ Wae? Kau sakit? β€œ tanya nickhun yang segera menutup berita hariannya dan segera mengkhawatirkan jiyeon
β€œ Aniyo, mungkin karna aku belum bisa beradaptasi β€œ
β€œ Jinja? Apa yang harus oppa lakukan? β€œ
β€œ Gwenchanayo, oppa. Aku pikir, malam ini tidurku akan sangat nyenyak β€œ jawab jiyeon sambil tertawa terbahak-bahak.
β€œ Aigoo.. kalau begitu, oppa kerja duluan. Jangan lupa, hari ini kau ada meeting dengan perusahaan T.O.P β€œ
β€œ Arrasseo, hati-hati dijalan oppa β€œ
β€œ Ne, bye β€œ jawab nickhun sambil mencium kepala dongsaengnya dan segera pergi ke kantornya.
β€œ Aigoo.. rumah ini sepi sekali, apa oppa tak merasa kesepian? β€œ gumam jiyeon sambil mengoleskan selai ke roti kemudian, memakannya.
β€œ Bagaimana bisa sepi? Bukankah kau yang memilih rumah ini? Nickhun hyung selalu senang β€œ jawab seorang namja yang mendengar gumaman jiyeon, membuat jiyeon terbatuk dibuatnya. Dengan cepat, jiyeon menoleh ke arah sumber suara.
β€œ Omoo.. yonghwa β€œ ucap jiyeon terkejut melihat teman kecilnya datang
β€œ Kau masih mengingatku? β€œ tanya yonghwa sambil tersenyum dan mengambil tempat duduk disamping jiyeon.
β€œ Tentu saja.. wuahh.. kau banyak berubah sekarang β€œ jawab jiyeon dengan girang
β€œ Apa yang berubah? Aku masih seperti dulu yang selalu mencintaimu β€œ ucap yonghwa yang terus memperlihatkan gingsulnya (?)
β€œ Ne? itu bagian masa kecil kita bukan? β€œ tanya jiyeon gugup sambil mengalihkan pandangannya dari yonghwa
β€œ Ani.. bagiku, itu bukan hanya dimasa kecil kita. Aku tau, sudah beberapa kali aku meminta kau untuk menjadi kekasihku. Tapi, kau selalu menjawab dengan jawaban yang sama. Perlu kau tau.. perasaanku tak pernah berubah untukmu jiyeon β€œ
β€œ … β€œ
β€œ W-wae wae, kita begitu serius. Ini masih pagi, aku harus pergi. Banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan hari ini β€œ jawab jiyeon yang segera beranjak dari tempat duduknya
β€œ Biarku antar β€œ
β€œ Gwenchanayo, banyak orang yang mengawalku. See you β€œ pamit jiyeon sambil melambaikan tangannya kepada yonghwa
β€œ Arraseo, hati-hati β€œ jawab yonghwa lemas dengan membalas lambaian tangan jiyeon. Jiyeon pun, segera berlalu dari hadapan yonghwa.
β€œ Wae, wae kau tak pernah mencintaiku jiyeon? β€œ batin yonghwa
****
β€œ Aigooo… lagi-lagi yonghwa mengutarakan perasaannya padaku, benar-benar membuatku tak nyaman β€œ gumam jiyeon yang sudah berada didalam mobil mewahnya. 30 menit berlalu akhirnya, jiyeon pun tiba dikantornya yang megah.
β€œ Silahkan, nona.. β€œ ucap assistant jiyeon sambil membukakan pintu mobil untuk jiyeon. Jiyeon pun keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam gedungnya. Terlihat, para pegawai yang sangat senang ketika melihat direkturnya yang memperlihatkan dirinya dikantor tersebut. Dengan kepercayaan yang tinggi, jiyeon terus berjalan dengan lekukan-lekukan tubuhnya yang sexy membuat para pegawai wanita iri dibuatnya.
β€œ Bagaimana dengan rapat hari ini? β€œ tanya jiyeon kepada assistantnya yang mengikuti dirinya dibelakang
β€œ Ne, beliau sudah sampai nona β€œ jawab assistant dengan cepat
β€œ Ne? apa aku terlambat? β€œ
β€œ Aniyo.. beliau memang sengaja datang lebih awal β€œ
β€œ Jinja? Kalau begitu, kita harus cepat β€œ
β€œ Ne β€œ
Jiyeon dan sang asistant pun segera masuk ke ruang meeting. Terlihat, dua orang namja yang tengah duduk dan berbincang. Namun, salah satu namja tersebut langsung menyadari kehadiran jiyeon dan assistantnya disana membuat namja tersebut dengan spon tan langsung berdiri diikuti namja satu lagi untuk menyapa direktur utama perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan namja tersebut.
β€œ Permisi.. perkenalkan, ini direktur kami. Nn. Park Jiyeon β€œ ucap assistant yang memperkenalkan jiyeon kepada kedua namja tersebut. Membuat kedua namja tersebut berebutan untuk berjabat tangan dengan jiyeon.
β€œ Yya.. aku dulu β€œ bisik salah satu namja tersebut
β€œ T. O. P inmida β€œ jawab top dengan kharismanya
β€œ Sepertinya aku pernah.. β€œ batin jiyeon yang mencoba mengingat-ingat
β€œ Daesung β€œ ucap daesung yang segera merebut jabatan tangan top kepada jiyeon.
β€œ Ne, miannata.. kami membuat kalia menunggu lama β€œ ucap jiyeon sambil tersenyum manis
β€œ Gwenchanayo β€œ jawab daesung girang sedangkan, top tak bisa berkata apa-apa karna melihat kecatika jiyeon yang semakin membuatnya tak mengedipkan matanya.
β€œ Silahkan duduk β€œ pinta jiyeon kepada top dan daesung sambil duduk dikursinya.
Meeting pun dimulai, mereka melakukan berbagai persetujuan dan yang lainnya. Top terus memandangi jiyeon dan sesekali jiyeon pun membalas tatapan tersebut dengan senyuman manisnya.
β€œ Dia sudah banyak berubah, ia bukan gadis yang apatis lagi. Kau benar-benar membuatku gila β€œ batin top
Meeting pun, selesai. Daesung harus segera pergi untuk mengurusi pekerjaan yang harus dilaporkan pada top dengan diantar assistant jiyeon. Akhirnya, diruang meeting tersebut hanya ada jiyeon dan top.
(Hening…)
β€œ Apa kita pernah bertemu sebelumnya? β€œ tanya jiyeon memecahkan keheningan diantara mereka
β€œ Ne? kau tak mengingatku? β€œ
β€œ Jadi, kita pernah bertemu sebelumnya? β€œ tanya jiyeon tak percaya dan berusaha mengingat-ingat
β€œ Aku rasa begitu β€œ jawab top dengan senyuman manisnya sambil memakai kacamata hitamnya kemudian, melepaskannya lagi.
β€œ Ahhh.. arra.. β€œ
β€œ Yeahh.. akhirnya, kau mengingatku. Aku lah orang yang selalu menjagamu di LA β€œ batin top girang
β€œ Arra.. kau namja yang dibandara itu kan? Kita sama-sama akan mengambil barang kita dibagasi β€œ tanya jiyeon girang
β€œ NE? β€œ
β€œ Waeyo? apa aku salah? β€œ tanya jiyeon lemas
β€œ Aniyoo.. benar, aku orang yang kau maksud. Tapi, apa kau tak mengingat yang lainnya? β€œ
β€œ Ne? yang lainnya? β€œ tanya jiyeon kebingungan dan terus mencoba untuk mengingatnya
β€œ Ayolaahhh.. kau pasti mengingatku, aku pelayan yang selalu melayanimu dicafe yang kau sukai di LA β€œ batin top yang berharap
β€œ Ahh.. kau juga duduk disampingku saat dipesawat kemarin, benar kan? β€œ
β€œ NE?? β€œ
β€œ Aigoo.. ada apa dengannya, aishh.. β€œ batin top
β€œ Arrasseo, arrasseo.. sepertinya aku harus segera pergi β€œ jawab top lemas sambil beranjak dari kursinya
β€œ Waeyo? apa kata-kataku menyakitimu? β€œ tanya jiyeon panik yang ikut beranjak dari kursinya
β€œ Aniyoo.. hari ini aku banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan β€œ jawab top sambil menoleh kepada jiyeon dan tersenyum manis.
β€œ Arraseo, hmm.. dengan kerja sama kita ini, semoga akan lebih baik ya β€œ ucap jiyeon dengan ramah dan girang
β€œ Hmm.. dan aku pikir kita akan sering bertemu β€œ jawab top senang
β€œ Ne, senang bekerja sama denganmu β€œ ucap jiyeon ramah.
β€œ Kalau begitu, aku permisi β€œ ucap top sopan
β€œ Ne β€œ jawab jiyeon.
Dengan cepat, top pun segera berlalu dari hadapan jiyeon. Terlihat, pancaran wajah kebahagiaan yang ada diwajah top. Berbeda dengan jiyeon, yang masih penasaran dan terus mencoba mengingat-ingat memorinya karna ia merasakan bahwa ia tidak hanya bertemu dengan top sekali atau dua kali.
~ Keesokkan harinya…
Pagi ini, jiyeon akan sarapan sendiri tanpa ditemani oppanya. Karna, nickhun harus melakukan pekerjaannya diluar negeri. Jiyeon pun, selesai sarapan dan ia segera berjalan keluar rumah.
Clekkk… pintu rumah pun dibukakan oleh jiyeon.
β€œ Selamat pagi β€œ sapa yonghwa yang sudah standby didepan pintu tersebut dengan girang dan dengan sebuah buket bunga yang indah. Jiyeon pun membalas sapaan tersebut dengan senyuman manisnya
β€œ Ta~da.. ini untukmu β€œ ucap yonghwa yang mengulurkan buket bunga itu
β€œ Untukku? β€œ tanya jiyeon tak percaya
β€œ Ne, ini untukmu. Cantik bukan? β€œ
β€œ Ne, cantik sekali. Gomawo β€œ jawab jiyeon sambil mengambil buket bunga itu dari tangan yonghwa
β€œ Ne, cantik sepertimu β€œ ucap yonghwa sambil mengelus rambut jiyeon lembut.
β€œ Aigoo… kau ini β€œ jawab jiyeon sambil melepaskan tangan yonghwa dengan hati-hati yang mengelus kepalanya.
β€œ Arrasseo, hari ini aku akan mengantarmu ke kantor β€œ ucap yonghwa
β€œ Tap… β€œ
β€œ Ssttt… aku tau, kau punya bodyguard yang siap sedia. Tapi, hyung memintaku mengantarmu hari ini. Hanya hari ini saja jiyeon~ah β€œ ucap yonghwa sambil memohon
β€œ Arrasseo.. β€œ jawab jiyeon. Mereka pun, segera masuk ke dalam mobil. Namun, ada yang membuat jiyeon penasaran sebelum yonghwa menarik tangannya. Ada sebuah kartu ucapan berwarna kuning yang terjatuh dirumput taman depan pintu rumah.
****
~ Park Company…
β€œ Apa sudah ditemukan? β€œ tanya jiyeon kepada assistantnya yang baru saja masuk ke ruangannya
β€œ Ne, ini nona. Dan kami juga menemukan buket ini tak jauh dari taman rumah, sepertinya buket ini sengaja dibuang oleh seseorang β€œ jawab asistant itu sambil memberikan sebuah kartu ucapan berwarna kuning dan sebuket bunga yang sangat cantik
β€œ Ne? kau yakin? β€œ
β€œ Ne.. β€œ
Jiyeon pun segera mengambil kartu ucapan tersebut dan membacanya. Kata-kata tersebut membuat jiyeon tersenyum dan bahagia
β€œ Tertanda C. S. H β€œ
β€œ C. S. H?? β€œ batin jiyeon kebingungan
β€œ Kata-kata yang sangat puitis β€œ gumam jiyeon yang terus tersenyum
β€œ Tapi, siapa yang membuang bunga ini? β€œ tanya jiyeon kepada assistantnya
β€œ Kami akan cari tau nona β€œ jawab assistant dengan cepat
β€œ Hmm.. apa hari ini ada meeting lagi dengan perusahaan T.O.P? β€œ tanya jiyeon
β€œ Tak ada nona β€œ
β€œ Jinja? Aigoo.. β€œ
β€œ Waeyo nona? β€œ
β€œ Ani, gwenchanayo. Silahkan bekerja dengan baik β€œ
β€œ Ne, saya permisi β€œ pamit assistant yang segera berlalu dari ruanga jiyeon. Jiyeon menyimpan kartu ucapan tersebut dilaci meja kerjanya. Sedangkan, buket bunganya ia pajang dimeja tamu.
β€œ Bunga ini, biar aku berika pada sekretaris saja β€œ ucap jiyeon sambil memandangi buket bunga yang diberikan yonghwa padanya.
****
β€œ Untung saja, tak ada yang melihat buket bunga itu sebelumnya. Jadi, aku bisa membuangnya terlebih dahulu. Buket bungaku lebih unggul dari buket bungat itu dan jiyeon pun menyukainya, kajiman… β€œ ucap yonghwa dengan menghentikan permainan gitarnya sambil menunggu murid-murid hadir dikelasnya, namun tiba-tiba ia meraba saku celananya dengan panik
β€œ Dimana kartu ucapan itu? Aku belum membuka dan membacanya siapa pengirim bunga tersebut β€œ ucap yonghwa sambil mencoba mengingat-ingat kembali
β€œ Aigoo.. sepertinya aku menjatuhkannya, dimana itu? Kalau ketahuan oleh jiyeon, psati menimbulkan kecurigaan. Ottokkae? β€œ tanya yonghwa yang masih duduk sambil memegang gitar kesayangannya.
****
β€œ Ne?? buket bunga itu tak sampai ditangan jiyeon?? Ottokkae? Kemana buket bunga itu? Apa mereka tak salah kirim? β€œ tanya namja itu panik
β€œ Aigoo.. mana mungkin mereka salah kirim, bukannya kau yang menulis sendiri alamat rumah jiyeon? β€œ
β€œ Arra.. tapi, kenapa buket bunga itu tak sampai padanya. Aigooo, cukup sulit aku merangkai kata-kata itu. Aku harus menemui jiyeon β€œ
****
Jiyeon terdiam dikursinya yang terlihat sangat nyaman sambil memandang keluar jendela ruangannya. Kini, dia memang sangat sukses pada usianya. Namun, dengan kesuksesannya ia menambahkan musuh untuk dirinya sendiri. Tak sedikit orang yang ingin menjatuhkan dirinya dan perusahaannya. Meskipun, ia mendapatkan apa yang ia inginkan tapi tidak dengan cinta. Banyak orang yang lebih hebat darinya dan jatuh cinta padanya, tapi tak ada yang menarik perhatiannya terutama yonghwa. Meskipun, yonghwa bekerja sebagai dosen disebuah universitas seni namun, ia termasuk orang yang hebat dan kaya yang bisa mendapinginya terutama yonghwa adalah teman masa kecilnya.
Tok… tok… tok.. seseorang mengetuk pintu ruangan jiyeon dengan hati-hati membuat jiyeon membuyarkan lamunannya.
β€œ Ahh.. masuk β€œ ucap jiyeon dengan merapikan duduknya
β€œ Miannata, bolehkah aku masuk? β€œ tanya top yang hanya memperlihatkan kepalanya dari balik pintu
β€œ Top?? Silahkan masuk β€œ jawab jiyeon dengan ramah, top pun segera masuk sambil tersenyum menggoda.
β€œ Apa kita ada meeting? β€œ tanya jiyeon kebingungan
β€œ Aniyo.. aku kesini hanya ingin mengajakmu untuk datang ke suatu pesta bersamaku. Apa kau ada waktu? β€œ tanya top gugup
β€œ Ne? pesta? β€œ jawab jiyeon terbata-bata dengan bertanya balik
β€œ Mwo?? Jiyeon akan berkencan dengan seorang namja selain aku? β€œ batin yonghwa yang melihat dan mendengar percakapan jiyeon dengan top
β€œ Ne, ottokkae? β€œ tanya top
β€œ Kau yakin akan mengajakku? β€œ
β€œ Tentu saja, aku akan menjemputmu pukul 7 malam. Okay? β€œ ucap top sambil berajak dari kursinya
β€œ Ne, aku akan bersiap-siap β€œ jawab jiyeon smabil melambaikan tangannya kepada top membuat top tersenyum senang dan segera keluar dari ruangan jiyeon.
****
Malam pun tiba…
Jiyeon keluar dari pintu rumah, lagi-lagi ia menemukan sebuket bunga yang terlihat masih fresh dan sebuah kartu ucapan yang menempel disana. Dengan cepat ia mengambil buket itu dan membaca ucapan kartu tersebut. Kata-katanya selalu puitis dan tertanda yang sama seperti yang ia terima pagi tadi.
β€œ Kau sudah siap? β€œ tanya top yang sudah berada dihadapannya dengan tuxedo yang memperlihatkan pemakainya sangat berwibawa dan berkharisma
β€œ Top.. β€œ
β€œ Bunga itu sangat cantik, sama seperti kau β€œ ucap top sambil tersenyum menggoda
β€œ Gomawo, tapi.. apa kau tak keberatan jika bodyguardku juga ikut ke pesta? β€œ tanya jiyeon khawatir
β€œ Ne? gwenchanayo.. kajja β€œ jawab top santai dan menyiapkan tangan kanannya agar jiyeon melingkarkan tangan dilengannya. Jiyeon pun, tersenyum dan segera melingkarkan tangan dilengan top. Pesta pun berlangsung meriah, pesta saat itu semua mata bukan tertuju pada pemilik pesta tapi pada pasangan jiyeon dan top yang terlihat sangat serasi dengan masing-masing karakter yang mereka perlihatkan.
β€œ Ta~daa.. akhirnya, sampai juga β€œ ucap top sambil tersenyum dan menoleh kepada jiyeon yang duduk disamping kursi top. Dengan cepat, top keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk jiyeon. Top membukakan sabuk pengaman jiyeon dengan hati-hati, ketika top akan mempersilahkan jiyeon keluar. Beberapa bodyguard terpaksa menjaga top dari mobil yang melewati mereka dengan kencang yang hampir menyerempet top sehingga tubuh top terdorong hingga ia tak sengaja mengecup pipi manis jiyeon. Dan membuat jiyeon terkejut dibuatnya…
(Hening… )
β€œ Omoo… β€œ batin top
β€œ Omoo… β€œ batin jiyeon
β€œ Miannata tuan, nona.. sepertinya nona jiyeon harus segera masuk ke dalam β€œ ucap bodyguard memecahkan keheninga diantara mereka
β€œ Ohh.. ne.. β€œ jawab top gugup dan segera mempersilahkan jiyeon keluar dari mobil top. Jiyeon pun, keluar dari mobil.
β€œ Gomawo, top β€œ
β€œ Ne β€œ jawab top sambil tersenyum dan melambaikan tangannya kepada jiyeon. Jiyeon pun segera pergi ke pinggir jalan.
β€œ Jiyeon-ssi β€œ panggil top dengan tiba-tiba, membuat jiyeon dan bodyguard menghentikan langkahnya
β€œ Soal tadi itu, mianne.. β€œ ucap top gugup sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Sedangkan, jiyeon hanya tersipu malu sambil tersenyum manis. Pertemuan malam itu pun, diakhiri dengan lambaian tangan mereka.
***
Sudah beberapa bulan, top dan jiyeon terlihat sangat dekat. Yonghwa selalu menyapa jiyeon dipagi hari namun, kedatangan yonghwa tak meluluhkan hati jiyeon untuknya. Hingga, akhirnya yonghwa menyerah kemudian, memfokuskan dirinya pada perusahaan keluarganya diluar negeri. Dan sebuket bunga itu pun, terus jiyeon terima tiap hari dengan penerima yang sama. Ada perasaan yang tak biasa ketika jiyeon bersama dengan top, tiap harinya sejak tak kesengajaan yang dilakukan bodyguard jiyeon, top dan jiyeon selalu menyempatkan diri untuk makan siang bersama atau sekedar untuk menyapa satu sama lain.
Jiyeon terdiam dikursinya yang terlihat sangat nyaman sambil memandang keluar jendela ruangannya.
β€œ Yya…!! Kau pikir seorang wanita itu orang yang lemah??? Huh? Berkali-kali kau memainkan perasaan teman-temanku, apa itu lucu, huh???! β€œ teriak seorang yeoja yang terus mendorong seorang namja hingga ke sudut dinding di lantai atas bangunan kampus sungkyungwan dengan terus menatap tajam wajah namja itu.
β€œ Aishh.. menjauh dariku β€œ jawab namja itu sambil mendorong tubuh yeoja yang mungil didepannya dan membersihkan pakaiannya dengan santai. Kemudian, namja itu berjalan didepan yeoja itu sambil tersenyum evil dan tiba-tiba menghentikan langkahnya.
β€œ Kau tak usah khawatir, aku akan memperlakukanmu dengan baik. Suatu saat aku akan menjagamu, kau tau? Aku menyukaimu sampai kapanpun β€œ ucap namja itu dengan senang tanpa menolehkan pandangannya kepada yeoja itu
β€œ Mwo?? Yya.. Choi Seung Hun ?? β€œ tanya yeoja itu terkejut.
Tiba-tiba, jiyeon tersenyum dibuatnya setelah mengingat hal tersebut dimasa lalunya. Namun, senyuman itu segera hilang ketika ia mengingat penerima yang tertera disetiap kartu ucapannya.
β€œ C. S. H?? β€œ tanya jiyeon yang menyadari seseorang yang ia ketahui
β€œ Choi Seung Hun??? β€œ
Tok.. tok.. tok…
β€œ Permisi nona, kita harus segera pergi ke perusahaan T.O.P β€œ ucap assistant membuyarkan lamunan jiyeon
β€œ Ahh.. aku baru ingat peresmian produk baru akan segera diluncurkan bulan depan β€œ
β€œ Ne, jadi tuan T.O.P mengundang nona untuk mencek barang-barangnya β€œ
β€œ Arraseo, kajja.. β€œ jawab jiyeon yang bergegas keluar dari ruangannya dan segera meluncur ke perusahaan T.O.P.
15 menit berlalu, akhirnya jiyeon sampai di perusahaan top yang sama megahnya dengan perusahaan dirinya. Assistant jiyeon dan top mengantarnya untuk memasuki ruangan kerja top dan sampailah jiyeon diruangan top. Ternyata top tak ada diruangannya, dengan cepat kedua assistant tersebut mencari posisi top berada. Sedangkan jiyeon diminta untuk tetap menunggu didalam ruangan top. Terlihat, sebuah foto kenangan, lukisan-lukisan yang unik dan menarik. Namun, ada yang lebih menarik perhatiannya dibanding lukisan dan yang lainnya yaitu piagam universitas sungkyungwan serta foto-foto satu angkatan. Jiyeon dengan kebingungan melihat satu persatu orang yang berada didalam foto tersebut, ia melihat dirinya pula yang ikut berpartisipasi berfoto bersama.
β€œ Aigoo.. aku imut sekali β€œ ucap jiyeon girang kemudian, matanya berpindah kepada salah satu piagam yang ia miliki juga. Terlihat, sebuah foto yang ia kenal dengan nama Choi Seung Hun.
β€œ Choi Seung Hun?? β€œ gumam jiyeon yang kembali kebingungan. Jiyeon melemparkan pandangannya pada piagam yang lainnya. Terlihat, nama yang terpampang Choi Seung Hun (TOP) pada piagam penghargaan tersebut dan beberapa buket bunga yang selalu ia lihat dipagi hari dan beberapa kartu ucapan dimeja kerja top.
β€œ Jadi?? C.S.H adalah Choi Seung Hun dan ia adalah TOP??? Jinja?? Namja playboy itu? β€œ tanya jiyeon tak percaya
β€œ Kajiman ia adalah cinta pertamaku β€œ ucap jiyeon malu sambil mengambil salah satu buket bunga tersebut
β€œ Permisi nona.. β€œ ucap assistant jiyeon
β€œ Aigooo… kau mengagetkanku β€œ ucap jiyeon yang sangat terkejut dibuatnya
β€œ Omoo.. mianne nona, saya hanya ingin menyampaikan bahwa tuan top sudah berada diruang penyimpanan barang β€œ jawab assistant yang merasa bersalah
β€œ Jinja?? Aigoo.. wae, ia tidak menungguku β€œ Ucap jiyeon yang segera meninggalkan ruangan top dan terus menggenggam buket bunga itu membuat assistantnya kebingungan dibuatnya sambil terus mengikuti jiyeon.
Sampailah jiyeon diruang penyimpanan barang-barang yang begitu besar, mereka masuk ke dalam ruangan tersebut dan mencari sosok seorang top.
β€œ Omoo.. aku melupakan ponselku β€œ ucap jiyeon kepada assistantnya
β€œ Ponsel? Dimana nona menyimpannya? β€œ
β€œ Dimobil, bisa kau ambilkan? β€œ pinta jiyeon
β€œ Arraseo, saya akan mengambilnya. Saya keluar dulu β€œ Jawab assistant. Jiyeon pun mengangguk mantap dan kembali mencari sosok top seorang diri karna ia tak mengizinkan bodyguardnya untuk ikut masuk bersamanya. Jiyeon pun terus berjalan sambil melihat barang-barang yang terlihat sangat baru.
β€œ Lama-lama tempat ini membuat bulu kudukku merinding β€œ gumam jiyeon. Tak lama ia mendengar suara top yang tengah berbincang-bincang dengan beberapa orang, membuat jiyeon semakin mempercepat langkahnya dengan girang.
Top terus berbincang-bincang dengan santai dan sesekali mengeluarkan candaannya sehingga membuat karyawannya terhibur dan kembali bersemangat untuk memproduksi barang terbaru yang akan ia luncurkan bersama dengan jiyeon.
Brakkk… pintu ruangan tersebut tertutup dengan kasar membuat top, jiyeon dan beberapa karyawan terkejut dibuatnya.
Apa yang terjadi???

TBC…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s