President Daughter and Him (22/22)

PDAH13

Title : President Daughter and Him (22/22)

Author: Adelayn_Tiffany

Genre: Gender bender, yuri, romance, action, sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang (Namja), Kim Taeyeon, Jessica jung, Krystal

Support cast: Find your self

 

Note : cerita ini bergenre gender bender dan yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!! XD

 

***

“ Sepertinya seseorang sedang menyibukkan diri “ Sindir Woo bin yang sudah berada di ambang pintu antara kamar dan ruang kerja Steve, membuat namja yang tengah menyibukkan diri dengan pekerjaannya menoleh ke sumber suara dan tersenyum.

“ Aah.. hyung, sejak kapan kau ada disana? “ tanya Steve sambil membereskan berkas-berkasnya dengan rapi.

“ Itu tak penting.. “ jawabnya, seraya berjalan memasuki ruang kerja adiknya itu dan duduk di sofa. “ Apa kau akan bermalam disini, Steve? “ tanyanya sambil mengelus sandaran sofa dengan jari telunjuknya.

“ Haruskah aku bermalam disini? “ tanya Steve yang justru balik bertanya sambil melemparkan tubuhnya di sofa yang berbeda dengan Woo Bin.

“ Jika kau bermalam disini, bagaimana dengan kekasihmu?? “. Woo bin memandang Steve sambil tersenyum menggoda, membuat Steve menghela nafas dan membuangnya secara perlahan.

“ Salahkah jika aku masih merasa sangat kecewa dengan penolakannya, hyung? Aku tak munafik dengan mengatakan ‘tak apa’ atau mungkin ‘baiklah’, aku tetap merasakan kecewa hyung. Rasanya sangat sakit, melebihi rasa sakitku ketika bora memfitnahku dihadapan kalian “ ungkap Steve sambil menundukkan kepalanya, detik selanjutnya Woo bin membenarkan letak duduknya dan mengelus bahu Steve lembut.

“ Kau tak salah.. aku mengerti dan itu sangatlah wajar. Set your free, bersabarlah dan jangan putus asa. Aku tak pernah memintamu untuk menyerah, tapi bebaskan semuanya. Mau sampai kapan kau akan seperti ini? Perjalananmu masih panjang, tetaplah memperlakukan kekasihmu dengan baik seperti yang biasa kau lakukan padanya. “

“ Tapi hyung–.. “

“ Steve.. jika kau tetap berada disamping kekasihmu, lambat laun rakyat korea yang selalu 24 jam mengamati perkembangan setiap detik pada negara ini termasuk panutannya akan berfikir tentangmu. Kau mengerti maksudku? “. Steve menganggukkan kepalanya pelan, lalu menyandarkan tubuhnya sambil memijat pelipisnya secara perlahan.

“ Kau masih labil rupanya, Steve “

“ Yah! Mwoya?? “. Steve langsung merespon ucapan Woo bin yang berniat menggodanya dengan sangat serius, membuat Woo bin meledakkan tawanya.

“ Mengapa kau seserius itu, huh?? “. Woo bin menggelengkan kepalanya, seraya beranjak dari tempatnya. “ Jangan lupa, besok kau dan aku harus hadir di acara Jung ahjussi “ ucap Woo bin sambil menepuk bahu Steve dan bergegas pergi dari ruang kerja Steve.

Tak lama kemudian, Steve tersenyum begitu menyadari bahwa sebelumnya ia benar-benar begitu sangat serius menanggapi obrolannya dengan Woo bin. Namun tiba-tiba, senyuman yang sebelumnya tersungging diwajahnya perlahan memperlihatkan senyuman kepedihan. Steve merogoh saku jasnya hingga akhirnya memperlihatkan sebuah kotak cantik yang di dalamnya terdapat berupa cincin berlian yang sangat indah.

“ Mianhae, aku belum sempat memberikanmu pada Jessica. Maukah kau berjuang bersama-sama denganku? “ ucapnya sambil terus memandang cincin indah itu.

 

 

“ Anyyeonghaseyo, Steve-ssi “ sapa para pelayan yang sudah berdiri di depan mansion Steve dan Jessica di pulau Jeju

“ Ne, kalian sudah boleh beristirahat “

“ Tapi, Steve-ssi–.. “ sanggah Seohyun, membuat Steve menoleh ke arahnya. “ Kau belum makan malam “ sambung Seohyun sambil menundukkan kepalanya

“ Ahh.. itu, aku sedang tak ada nafsu makan. Jadi tak masalah, kau juga sudah bisa beristirahat Seohyun~ah “ jawab Steve sambil tersenyum manis, lalu kembali melangkahkan kakinya memasuki mansion megah itu.

Dengan wajah yang cukup lelah, Steve berjalan menuruni anak tangga dan duduk di depan televisi. Ia menghela nafas, seraya mengambil ponsel dari saku celananya. Tangannya tergerak menekan beberapa nomor disana dan langsung menempelkan ponsel tersebut ke telinganya.

“ Yul.. “

“ … “

“ Hm, ini aku.. ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu “

“ … “

“ Ahh.. kau masih ada dilokasi acara? Kalau begitu nanti kuhubungi kembali “

“ … “

“ Nan gwenchana, hm.. arro, tolong jaga Jessie dengan baik “

“ … “

“ Haha.. gomawo.. “

Klik..

Steve mengakhiri panggilannya dan menyimpan ponselnya di atas meja. “ Mengapa sulit sekali bertanya, jika Jessie akan pulang kemari atau tidak “ gumamnya, “ Baiklah.. apapun yang terjadi, aku akan menunggunya pulang “ sambungnya yang kemudian, meraih remote televisi untuk membunuh kebosanannya.

.

.

Tepuk tangan yang meriah bergemuruh sebagai akhir dari acara lelang pakaian yang di desain khusus dari beberapa desainer ternama, Jessica dan Krystal beranjak dari tempatnya untuk segera meninggalkan lokasi acara.

“ Jessica-ssi “. Sekejap, Jessica dan Krystal menoleh ke sumber suara yang berada dibelakang mereka.

“ Ohh.. Tyler Kwon “ panggil Jessica, membuat Krystal yang melihat dua orang itu menyernyitkan keningnya.

Nice to meet you, see you next time “ ucap Tyler Kwon sambil tersenyum manis, hingga detik selanjutnya Jessica menganggukkan kepala sebagai respon atas ucapan namja itu.

Nice to meet you too dan terimakasih atas sepatu yang kau berikan secara Cuma-Cuma, saat bertemu kembali aku harus mentraktirmu “ jawab Jessica, membuat Tyler tertawa dan mengangguk mantap.

“ Dengan senang hati, Your Majesty

“ Jangan berlebihan, Tyler “ ucap Jessica dengan tatapan tajamnya yang menurut Tyler lucu, hingga sedetik kemudian namja itu terkikik dan menepuk bahu Jessica lembut. Krystal yang sedaritadi memperhatikan kedua orang tersebut terlihat sangat terganggu dengan sikap Tyler pada Jessica.

“ Eonnie, kita harus pergi sekarang “. Krystal meraih tangan Jessica dan membawa yeoja blonde itu pergi dari hadapan Tyler.

“ Siapa dia, eonnie? “ tanya Krystal dingin

“ Tyler Kwon, salah satu desainer yang mengikuti acara malam ini “ jawab Jessica santai

“ Ahh.. jadi sepatu itu adalah hasil rancangannya?? “. Jessica mengangguk mantap, membenarkan ucapan adiknya.

“ Sepatu itu bagus dan akan sangat bagus, jika Steve yang memakainya “ ucap Jessica sambil menoleh ke arah Krystal dan tersenyum manis.

“ Tapi… aku tak pernah melihatmu seakrab itu dengan orang yang baru kau kenal, eonnie. Apakah tidak terlalu berlebihan, jika dia memberikan sepatu buatannya secara Cuma-Cuma padamu? “

“ Apa maksudmu, Krys. Aku tak mengerti, kajja.. masuklah “. Jessica sedikit mendorong tubuh Krystal untuk masuk ke dalam mobil, melihat semakin banyaknya paparazi yang mengambil gambarnya malam itu.

“ Akan kemanakah kita malam ini, Jessica-ssi? “ tanya Yuri yang siap menjalankan kendaraan yang akan membawa mereka

“ Ahh.. oddiga? Haruskah aku ke Jej–.. “

“ Ahh.. tak lama setelah acara akan segera selesai, Steve menghubungiku–.. “

“ Apa dia menanyakanku?? “ tanya Jessica antusias

“ Dia hanya berpesan untuk menjagamu dengan baik “ jawab Yuri sambil memandang kaca spion tengah, sedetik kemudian bibir yang dikerucutkan terlihat dibibir Jessica membuat Krystal terkikik dalam diamnya

“ Jadi kau mau pulang kemana, eonnie?? Ini sudah larut malam “

“ Aku mau pulang ke rumah appa saja “ jawabnya sambil menyidekapkan kedua tangan di dadanya. “ Mengapa dia tidak menghubungiku “ gumam Jessica kesal yang terdengar jelas oleh Krystal dan Yuri membuat kedua orang itu hanya bisa terkekeh.

Yuri pun segera mengendarai mobil tersebut, membawa kedua putri presiden kembali ke tempat peristirahatan kepresidenan. Dengan tenangnya Jessica memandang keluar jendela, memperlihatkan berbagai sinar lampu jalan dimalam hari. Sama seperti yang dilakukan Steve, Kini namja itu tengah memandang keluar jendela mansion. Menikmati sinar rembulan yang menerangi bumi, hingga wajah namja charming itu bisa terlihat jelas lewat pantulan cahaya di jendela.

Menunggu kepulangan Jessica seorang diri di mansion seperti ber-abad-abad rasanya, sudah beberapa kali namja itu menghela nafas. Kembali duduk, lalu berdiri lagi. Membaca buku, kemudian menghela nafas lagi hingga akhirnya namja itu pun tertidur di sofa di depan televisi yang terus menyala.

“ Selamat pagi, dad “ sapa Jessica yang kemudian, mengecup pipi Mr. Jung singkat. Sedangkan Krystal memilih untuk langsung duduk dikursi makan tak jauh dari Mr. Jung.

“ Sudah lama aku tak sarapan bersama kalian “ ucap Mr. Jung sambil tersenyum senang seraya memandang kedua putrinya yang sangat ia sayangi.

“ Nado, appa. Dan aku sangat merindukan moment ini, apalagi sekarang Krys akan selalu bersama kita “ jawab Jessica ceria, sedangkan Krystal hanya memfokuskan diri dengan sarapannya. “ Yah, Krys! Tidakkah kau menanggapi obrolan kita?? “. Jessica menoleh ke samping kanannya, menatap adik kesayangannya yang terlihat tidak tertarik dengan obrolan mereka.

“ Aku sudah terbiasa makan sendiri, atau makan berdua bersama Steve oppa “ jawab Krystal dengan ekspresi datarnya, membuat Jessica menghela nafas. “ Ahh.. aku juga sekarang lebih senang makan denganmu, eonnie.. “ sambung Krystal sambil tersenyum manis ke arah Jessica lalu, kembali melahap sarapannya tanpa merasa bersalah pada appanya yang sudah tersenyum miris melihat respon anak keduanya yang masih marah padanya.

“ Krystal.. “ panggil Mr. Jung lembut, membuat Jessica menghentikan makannya dan menyenggol lengan Krystal membuat yeoja yang lebih muda dari Jessica itu menoleh ke arah kakaknya, lalu menaikkan kedua alisnya.

“ Wae? “ tanyanya

“ Appa sedang memanggilmu, tidakkah kau menanggapinya? “ ucap Jessica yang sedikit berbisik

“ Ahh.. naega? Waeyo? “ tanya Krystal sambil menunjuk dirinya sendiri di depan appanya.

“ Kau masih marah pada appa? “

“ … “

“ Krys–.. “. Panggilan Jessica terputus, saat mendengar derap langkah kaki cepat yang perlahan semakin terdengar jelas hingga sedetik kemudian seseorang sudah berdiri disamping yeoja blonde itu.

“ Kwon Yuri, waegeurae?? “ tanya Jessica penasaran

“ Sebelumnya, aku minta maaf karna mengganggu waktu sarapan kalian. tapi, Jessica-ssi.. “ jawab Yuri yang menggantung, membuat ketiga orang itu semakin penasaran

“ Waeyo?? Apa ada sesuatu yang terjadi? “. Kini, giliran Krystal yang bertanya.

“ I-itu.. Seohyun bilang padaku, jika S-steve bermalam di p-pulau J-j-jeju d-dan s-semalaman ini d-dia men-n-nunggum-mu “

“ MWO?? JINJAYO?? “. Spontan Jessica beranjak dari kursinya dan memandang Yuri tak percaya. “ O-ott-tokkae?? “ tanya Jessica yang langsung merasa bersalah, seraya memandang Krystal dan Mr. Jung secara bergantian.

“ Pergilah, kau harus segera kembali ke sana “ ucap Mr. Jung sambil tersenyum manis. Jessica pun menganggukkan kepala dan menarik Yuri untuk pergi dari hadapan Mr. Jung dan Krystal.

“ Sica eonnie “ panggil Krystal, membuat Jessica menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara di ikuti Yuri. “ Jangan lagi membuat Steve oppa kecewa “ sambung Krystal, membuat Jessica mengangguk mantap. Namun tak lama kemudian, Jessica menyadari sesuatu dan berlari kecil ke arah Krystal.

“ Gomawo, baby “. Jessica memeluk adik tersayangnya, kemudian mengecup singkat pipi Krystal. “ See you tonight “ sambung Jessica sambil tersenyum manis.

“ Ne.. hati-hati dijalan “. Melihat kelakuan kedua putrinya yang begitu saling menyayangi membuat Mr. Jung tersenyum senang.

.

.

Dipagi hari yang cerah ini, terlihat seorang namja yang tengah memutar-mutar selembar kertas undangan ditangan kanannya. Tangan kirinya memegang sebuah gelas yang berisikan wine yang sesekali diteguknya, hingga tak lama kemudian seorang yeoja menghampirinya. Pakaian tidurnya sangat minim dan gerakannya saat duduk disamping namja itu sedikit erotis. Setidaknya sikap yeoja itu berhasil menarik perhatian namja itu.

“ Kau sudah bangun, hm? “ tanyanya sambil mengelus pipi sang namja yang tak berhenti tersenyum licik, “ Ige mwoya? “ sambungnya penasaran saat melihat selembaran kertas ditangan sang namja sambil mengalungkan salah satu tangannya dileher namja itu.

“ Sebuah undangan kehormatan dari sang Presiden “ jawab namja itu yang kemudian, tertawa puas.

“ Kau senang sekali, hm? “

“ Tentu saja, bahkan undangan ini salah satu faktor pendukungku untuk melakukan sesuatu nanti “ ungkapnya, membuat sang yeoja menyernyitkan keningnya. “ Ahh.. kudengar, Hyoyeon baru saja datang ke sini hm? “

“ Ne, aku akan menemuinya hari ini. Bolehkah? “

“ Pergilah dan lekas pulang setelah semua selesai, arrasseo?? “. Si yeoja tersenyum senang dan mendaratkan ciuman lembut dibibir sang namja, membuat namja itu tersenyum disela-sela ciuman French Kiss mereka.

I’ll be there, Hwang! “ batin namja itu

.

.

“ Steve! “. Jessica membuka pintu kamar Steve dilantai atas dan menemukan kekasihnya yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan sebuah handuk yang menutupi sebagian tubuhnya. Memperlihathan abs-nya yang mengkilap karna effect habis mandinya. Mereka pun akhirnya saling bertemu pandang dan Steve merasa sedikit gugup dengan pertemuan mereka setelah apa yang terjadi kemarin.

“ …. tetaplah memperlakukan kekasihmu dengan baik seperti yang biasa kau lakukan padanya. “

“ O-ohh.. Jessie, kau datang “. Steve tersenyum manis hingga kedua matanya berbentuk bulan sabit, seraya salah satu tangannya yang tengah mengeringkan rambutnya yang masih basah dengan handuk kering. Sedetik kemudian, tubuh Steve terlonjak ke belakang saat Jessica memeluk tubuhnya erat membuat namja itu kebingungan.

“ J-jessie.. waegeurae?? Tubuhku masih basah “

“ Aku tak peduli, jika tubuhmu masih basah. Aku hanya ingin kau memaafkanku, maafkan aku Steve.. “ jawabnya dibalik pelukannya yang belum ia lepaskan dari tubuh Steve. Steve tersenyum manis dan melepaskan pelukan Jessica, menatap kedua mata Jessica dalam dengan kedua tangannya yang ia tangkupkan diwajah yeoja blonde itu.

“ Untuk apa, hm? Kau tidak melakukan kesalahan, jessie–.. “

“ Aniya, aku salah karna telah membuatmu menunggu semalaman hingga kau tertidur di sofa huh? Jinja, jeongmal mianhae Steve “ sanggah Jessica dengan kedua mata yang tak lama lagi akan mengeluarkan butiran krystal dari pelupuk matanya. Dan benar saja, detik selanjutnya Jessica mengeluarkan air matanya membuat Steve bergegas menghapus air matanya itu dan mengecup kening Jessica penuh sayang.

“ Uljima.. gwenchanayo, jessie. Nan gwenchana “ ucap Steve sambil memandang Jessica kembali. Namun, Jessica yang masih sangat merasa bersalah memilih untuk kembali memeluk kekasihnya itu erat. Mencium harum tubuh Steve yang begitu segar dan memabukkan.

“ Geurae~.. tapi lain kali hubungi aku, jika kau menungguku “ ucap Jessica didalam dekapan Steve, membuat namja itu hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil mengelus kepala belakang Jessica lembut. “ Saranghae.. “. Jessica melepaskan pelukannya lagi dan memandang Steve dalam

“ Nado saranghae, jessie “ jawab Steve yang tak pernah menghilangkan senyuman manisnya, sedetik kemudian Jessica mencium bibir Steve. Dan Steve pun membalas perlakuakn Jessica dengan melumat bibir mungil kekasihnya lembut. “ Biarkan aku menggunakan pakaianku terlebihi dahulu, jessie “ sambung Steve disela-sela ciuman mereka, hingga tak lama kemudian mereka pun menghentikan ciumannya dan saling menempelkan dahi keduanya.

“ Aku ingin menghabiskan seluruh waktuku hari ini denganmu, Steve “

“ Geurae, anything for you jessie.. gidaryo, hm? “. Jessica menganggukkan kepalanya dan bergegas keluar dari kamar Steve.

 

“ Aaaa~.. “. Jessica menyodorkan sesendok nasi dihadapan Steve yang tengah memotong sarapannya, melihat tingkah Jessica yang ke kanak-kanakan dengan sesekali memainkan sendok bagaikan pesawat terbang hanya bisa tersenyum dan bergegas melahap suapan itu. Lalu, Steve mengelus kepala Jessica lembut.

“ Giliranmu, princess “ ucap Steve, seraya menyodorkan sarapan miliknya dihadapan Jessica dan langsung dilahap yeoja blonde itu. “ Mashita?? “ tanya Steve penasaran, karna pasalnya sarapan hari ini dibuat oleh Steve. Meskipun sederhana, tetapi jika seorang namja yang memasaknya terlihat lebih istimewa apalagi jika Steve yang membuatnya. Sama seperti pandangan Jessica yang berkali-kali memuji sarapan buatan Steve.

“ Makanan ini benar-benar semakin enak, jika yang menyuapinya adalah orang yang sangat dicintai.. “ jawab Jessica, membuat Steve terkikik

“ Kau mencoba menggodaku, eoh? “. Steve menyentil hidung Jessica pelan, membuat Jessica tersenyum malu. “ Hari ini kita akan kemana, hm? “ sambung Steve sambil melahap sarapannya.

“ Molla, kemana pun asal bersamamu “ jawab Jessica, “ Ohh.. tidakkah kau juga hadir di acara pertemuan kenegaraan appa?? “ sambung Jessica dengan antusias, hingga membuat Steve menghentikan kunyahannya sebentar.

“ O’ohh.. aku dan hyung akan menghadirinya, wae? “ jawab Steve yang kembali melahap makanannya

“ Kalau begitu, datanglah bersamaku! “ ucap Jessica girang, membuat Steve menghela nafas dan membersihkan mulutnya dengan sapu tangan.

“ Jika kita pergi bersama di acara penting seperti itu, tidakkah bermasalah jessie? “

“ Waegeurae?? Memangnya selama ini–.. “

“ Rakyatmu. Di sana pasti banyak paparazi yang akan menyorot banyak pihak. Termasuk kita “. Sekejap suasana di antara mereka menjadi begitu hening.

“ Kau takut dengan publik? Jika begitu, apa kau berniat meninggalkanku?? “

“ N-ne??? A-aniya, bukan seperti itu jessie “ bantah Steve, “ Ahh.. sepertinya aku salah bicara–… “

“ Ani, kau tak salah bicara. Perkataanmu keluar begitu saja dari lubuk hatimu sendiri “ ungkap Jessica, “ Aku bisa melihat dan merasakannya “ sambung Jessica, membuat Steve menghela nafas dan merutuki kesalahannya atas ucapannya itu.

“ Jessie.. “. Steve meraih salah satu tangan Jessica, menggenggamnya erat dan mengelusnya dengan lembut. “ Jessie, lihat aku.. maafkan aku atas ucapan tadi. Aku tak bermaksud apa-apa, aku hanya merasa tak enak mendengar pendapat-pendapat buruk dari publik tentangmu jika mereka melihat kita jalan bersama. Inilah alasannya mengapa aku memutuskan untuk memiliki rumah disini bersamamu, agar kita bisa leluasa untuk menjalankan aktivitas bersama jessie “ jelas Steve dengan hati-hati

“ Kenapa kau selalu lebih memikirkanku terlebih dahulu, huh? Padahal tak hanya aku yang mendapat kritik dari publik–.. “

“ Aku tak peduli, bagaimana publik mencemoohku. Aku hanya ingin berfokus padamu, karna aku sangat mencintaimu jessie “ sambar Steve

“ Gomawo.. maafkan aku juga Steve, karna telah menolak–.. “

“ Ahh.. gwenchanayo “. Sambar Steve kembali sambil tersenyum dengan sedikit dipaksakan, karna kekasihnya menyinggung kembali apa yang dilakukannya kemarin. Karna terus terang, jika harus mengingat perihal kemarin. Hati Steve masih tak mampu menutupi luka karna penolakkan itu. “ Lekas habiskan makananmu, hm.. “ ucap Steve sambil mengelus pipi Jessica lembut

.

.

“ Yuri.. “ panggil Taeyeon yang sedikit berbisik, membuat namja itu menoleh dan mencari asal suara tersebut. Tak lama kemudian, Yuri tersenyum senang saat melihat Taeyeon yang perlahan menunjukkan dirinya dari balik pohon yang tak jauh dari Yuri. Sehingga dengan langkah yang sedikit terbirit-birit Yuri menghampirinya dan langsung memeluknya gemas.

“ Taengoo.. bogoshippo!! “ ungkap namja itu seraya melepaskan pelukannya dan memandang kedua mata Taeyeon dalam.

“ Nado bogoshippo.. kau tak menjawab pesan singkatku pagi ini, menyebalkan! “. Taeyeon mengerucutkan bibirnya dengan sangat lucu, membuat Yuri terkikik dibuatnya.

“ Mianhae.. tadi pagi aku sedikit kewalahan dengan pekerjaanku, tapi.. bicara soal itu, bagaimana kau bisa sampai ke mansion ini?? Darimana kau mengetahuinya? “

“ Nah.. rupanya pacar baruku ini belum mengenal pasangannya dengan baik “ ledek Taeyeon, membuat namja itu yang giliran mengerucutkan bibirnya. “ Tentu saja, aku mencari tau sendiri dengan bantuan Jung ahjussi sebenarnya hehehe “ sambungnya membuat Yuri tertawa yang kemudian, merangkul kekasih barunya itu gemas.

“ Kau semakin hari semakin cantik, taeng “ ungkapnya, membuat Taeyeon spontan menoleh ke arahnya dan terdiam. Wajahnya tiba-tiba memerah dan itu berhasil membuat Yuri kembali meledakkan tawanya.

“ Aiisshhh.. kau membuatku blushing, ahjussi! “ rajuk Taeyeon sambil memegang kedua pipinya

“ Mwo, ahjussi?? Aigoo.. aku tak pernah melihatmu semanis ini, taeng. Jinja! Kau lebih sering menggoda dan menjahili mantan kekasihmu “ ucap Yuri yang kemudian, berbisik saat namja itu membawa-bawa nama Jessica didalam perbincangan mereka.

“ Karna Sica sangat asyik di ajak becanda, sedangkan kau?? “

“ Wae denganku?? “

“ Kau yang selalu membully-ku! “

“ N-NE?? Aku membully-mu?? Aniya… “

“ Aku tak peduli, pokoknya kau harus ikut bersamaku hari ini! “. Taeyeon menarik tangan Yuri sehingga dengan tarikkan yang dilakukan Taeyeon, membuat Yuri terbawa kasar.

“ O-oddigga?? “

Fitting baju

“ MWO!?? “

.

.

“ Tidakkah kau kedinginan, baby~..? “ tanya Steve yang terus memfokuskan diri mengendarai mobil sport-nya yang sengaja dibuka atapnya sedangkan, tangan kanannya terus menerus merasakan kehangatan tangan Jessica yang melingkar dilengannya itu.

“ Kau yang menghangatkanku, sayang “ jawab Jessica sekilas menoleh ke arah Steve dan kembali menyandarkan kepalanya dibahu namja itu. “ Buka mulutmu “ sambung Jessica sambil menyodorkan satu buah kapsul didepan mulut Steve, membuat kepala namja itu sedikit menghindar ke belakang.

“ Itu apa?? “

Igo, vitamin.. “

“ Aishh.. shireo! “

“ W-wae?? “. Jessica membenarkan letak duduknya sehingga menghadap pada Steve dan memandang namja itu bingung.

“ Aku tak suka, sejak dulu aku begitu anti untuk meminum obat vitamin “ jelas Steve sekilas menoleh ke arah Jessica

“ Tapi, baby~.. lihatlah warna vitaminnya “ ucap Jessica, membuat Steve melihat ke arah vitamin yang berada di atas telapak tangan Jessica.

“ Pink??? “

“ Hm, pink. Your favorite color, hm? “

“ Pahitkah?? “

“ Aigoo.. mana ada vitamin yang rasanya pahit?? “

“ Ishh.. ada Jessie, makanya aku bertanya. Siapa tau, vitamin ini salah satu dari mereka. “

“ Ya tuhan, Steve.. kenapa kau kekanak-kanakan sekali, hm? Jika vitamin ini pahit, lihatlah aku.. vitamin itu akan terasa sangat manis jika kau memakannya sambil memandangku “ jawab Jessica sambil tersipu malu, membuat Steve meledakkan tawanya dan menggelengkan kepalanya.

“ Kau sangat pintar, baby. Aaa~.. “. Dengan senyuman kebahagiaannya, Jessica menyodorkan vitamin itu kembali didepan mulut Steve hingga sedetik kemudian namja itu melahap vitaminnya dan mengemutnya lucu. Membuat Jessica yang melihatnya begitu gemas, saking gemasnya sampai-sampai yeoja itu langsung mengalungkan kedua tangan dileher Steve dan mengecup singkat bibir namja itu.

“ Saranghae.. “ ucapnya, membuat Steve tersenyum manis hingga matanya berbentuk bulan sabit.

 

“ Jessie, kita sudah sampai “ ucap Steve setelah mematikan mesin mobilnya, dan melirik ke samping. Dimana Jessica tertidur dengan kepalanya yang tersimpan dibahu namja itu.

Cukup lama Steve memandang wajah Jessica yang begitu tenang dan damai dalam tidurnya, bahkan sesekali Steve mengelus pipi yeoja itu lembut. Beruntunglah atap mobil Sport Steve kembali di tutup, sehingga apa yang dilakukannya pada Jessica tak bisa dijadikan tontonan banyak orang. Kini tangan kanannya tergerak untuk meraih tangan Jessica yang melingkar dilengannya, menggenggamnya sehingga hangat tubuhnya bisa tersalurkan pada Jessica lewat genggaman tangan mereka.

“ Tidakkah cincin yang ku siapkan kemarin cukup di jarinya? “ gumam Steve sambil memperhatikan jari kecil Jessica. Mengukur-ukur jari tersebut dengan kedua matanya yang sesekali memandang tajam dan mengangguk-angguk. “ Aigoo.. haruskah kita menghabiskan waktu hari ini hanya dengan menunggumu bangun, Jessie “ sambungnya lagi yang kemudian, memandang keluar jendela dimana Steve bisa melihat bentuk-bentuk karang yang begitu besar tak jauh dihadapannya. Ia juga bisa melihat beberapa kuil yang berdiri begitu kukuh, hal itu mengingatkan dirinya pada acara orang-orang budha yang pernah dikunjungi dirinya dan Jessica saat pertama kali bekerja dipulau Jeju.

.

.

“ T-taeng.. sebenarnya untuk apa kita kesin–.. “

“ Jangan banyak bicara! Yang kau lakukan hanya ikuti apa kataku “. Taeyeon menyimpan jari telunjuknya didepan bibir Yuri, membuat namja itu terdiam gugup. Sedetik kemudian, Taeyeon menarik kembali Yuri untuk masuk ke dalam salah satu butik di pulau Jeju itu.

“ Anyyeonghaseyoo~.. “ sapa pemilik butik saat kedua orang itu masuk ke dalam sana.

“ Aku ingin melakukan fitting pakaian untuk namja ini “ ucap Taeyeon tanpa basa basi, dengan senang hati pemilik butik itu pun menunjukkan jalan agar mereka mengikutinya dari belakang.

“ Taeng.. untuk apa sih? “

“ Kita akan pergi ke acara besar Presiden, kau harus tampil dengan sangat baik. Arrasseo?? Aku tak mau melihat kekasihku sama seperti bodyguard lainnya. Kau itu berbeda dari mereka “

“ Apa bedanya aku dengan mereka, buktinya aku memang seorang pengawal kepresidenan “. Yuri dan Taeyeon duduk di sofa yang sudah tersedia, seraya menunggu sang pemilik butik memperlihatkan koleksi pakaian formal untuk Yuri.

“ Tentu saja berbeda, kau kekasihku sedangkan mereka?? Mereka bukan apa-apa untukku “ jawab Taeyeon datar dan cukup polos, membuat Yuri terperangah dan kemudian menarik kepala Taeyeon dengan kaitan tangannya dileher yeoja dorky itu.

“ Aishh!! Yeojachinguku benar-benar yahh.. “

“ Ahhh.. Y-Yuri-ah, appo!! “ rengeknya sambil menepuk-nepuk tangan Yuri, membuat namja itu meledakkan tawanya dan segera menghentikan aksinya.

“ Bagaimana dengan sekretarismu? “ tanya Yuri, membuat Taeyeon berhenti tertawa dan terdiam. “ Wae?? Kau belum memutuskannya?? “ sambung Yuri penasaran

“ Tidakkah kau menyadari sesuatu diwajahku? “ ucap Taeyeon yang balik bertanya, membuat Yuri menyernyitkan keningnya dan memandang wajah Taeyeon dengan teliti.

“ O’ohh.. ini kenapa??? “ tanya Yuri dengan ekspresi yang berubah menjadi khawatir saat melihat luka kecil di sudut bibir Taeyeon.

“ Aishh.. kau baru menyadarinya sekarang “. Taeyeon mendorong kepala Yuri dengan jari telunjuknya, sehingga kepala namja itu terdorong kebelakang.

“ Yah, jawab dulu pertanyaanku “

“ Ini karna ulah sekretarisku. Saat aku memintanya untuk mengakhiri hubungan kita, tanpa persiapan apa-apa aku mendapatkan tamparan yang keras disini “ jelasnya sambil menunjukkan luka disudut bibirnya dan sedikit meringis membuat Yuri memandangnya dengan pedih.

“ Mianhae, seharusnya aku tak memintamu untuk menjadi kekasihku “

“ Aishh.. bicara apa kau itu, hm? Lupakan, okay? “

“ Arrasseo, sekali lagi aku minta maaf dan terimakasih padamu sayang~.. “. Yuri mengecup bibir Taeyeon, dan menjilatnya perlahan bagian sudut bibir Taeyeon yang terluka. Mencoba menyembuhkan luka tersebut.

Karna menurut apa yang banyak dikatakan orang, setitik ludah mampu menyembuhkan luka apapun. Itu juga yang dilakukan omma Yuri atau pun omma Taeyeon saat mereka terjatuh. Kedua ibu dari mereka itu selalu mengoleskan ludahnya ditempat dimana mereka terluka. Tetapi tetap saja, ludah tak mampu menyembuhkan hati seseorang yang sudah tersakiti.

Hingga tak lama kemudian, ciuman mereka berubah menjadi sangat dalam tanpa menghilangkan kelembutan disetiap kecupan dan lumatan-lumatannya.

.

.

“ Enghhh.. “. Jessica menggeliat, seraya bangun dari tidurnya. Ia menguap dengan matanya yang masih terbuka setengahnya, namun ia merasa asing dengan keberadaannya sekarang. Dilihatnya kesamping tempatnya, tak ada lagi Steve yang menemaninya membuat yeoja itu bertanya-tanya.

“ Steve.. “ panggilnya yang kemudian, merogoh ponsel didalam saku celananya dan menghubungi namja itu tetapi ponsel Steve tak aktif membuat Jessica mengerang. Detik selanjutnya, Jessica memutuskan untuk keluar dari mobil meskipun udara diluar pasti akan sangat dingin dibanding di dalam mobil.

Saat keluar dari mobil, pandangannya langsung tertuju pada sosok namja yang tengah tersenyum dan tertawa dengan beberapa anak kecil yang mengelilinginya untuk meminta balon darinya. Namja itu adalah Steve, melihat hal itu membuat Jessica tersenyum manis dan segera menghampiri mereka.

“ Steve, rupanya kau ada disini “ ucapnya, membuat Steve menoleh ke arahnya dan tersenyum manis.

“ Jessie, akhirnya kau bangun. Bermain bersama mereka sangat menghibur “ ungkap Steve hingga kedua matanya hampir tenggelam karna senyuman kebahagiaannya, membuat Jessica semakin bahagia.

“ Jadi karna mereka, kau rela meninggalkanku? “ tanya Jessica yang langsung mengerucutkan bibirnya, mencoba untuk berpura-pura cemburu pada anak-anak kecil itu dan itu berhasil.

“ Aigoo.. aniya, kemari.. bergabunglah bersama kami “. Steve menarik Jessica ke dalam kerumunan anak-anak kecil yang silih berganti meminta balon berulang-ulang kali, detik selanjutnya mereka pun menghabiskan waktu bersama. Terkadang mereka berlari-larian bersama, keadaan mereka saat ini lebih terlihat seperti seorang guru dan murid-murid taman kanak-kanaknya. Sedangkan orangtua anak-anak kecil tersebut hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka, sekaligus terlihat senang dengan keserasian Steve dan Jessica yang saling membantu dan menghibur satu sama lain. Hingga pada saatnya kini, mereka menerbangkan balon-balon love tersebut ke udara. Senyuman manis tak pernah hilang dari wajah mereka, terlihat sangat bahagia. Sesekali pula Jessica melirik ke arah Steve yang rupanya menyukai anak kecil, membuat Jessica berfikir perihal kemarin. Rasa bersalah pun kembali ia rasakan.

“ O-oohh.. salju turun “ ucap anak-anak kecil yang langsung berlarian untuk menghampiri orangtua mereka.

“ Y-yah, yah.. hati-hati.. nanti kalian jatuh “ ucap Steve khawatir, membuat Jessica terkikik dan langsung memeluknya dari samping.

“ Bagaimana jika aku yang terjatuh? “ tanya Jessica sambil memandang namja tampan yang lebih tinggi darinya itu.

“ Kau tak akan jatuh, aku tak akan membiarkanmu terjatuh. Aku ada disampingmu, untuk melindungimu “ jawab Steve yang kemudian, menggesekkan hidungnya dengan hidung Jessica membuat yeoja blonde itu tersipu. “ Kajja, sebaiknya kita masuk ke dalam mobil. Tanganmu sudah sangat dingin “. Steve mendekap tubuh Jessica untuk masuk ke dalam mobil.

 

“ Jessie, apa kau bosan? “ tanya Steve yang tak melepaskan back hugnya dari tubuh Jessica. Sudah 1 jam lamanya, hujan salju terus turun. Keadaan tersebut, membuat mereka tak bisa pergi kemana-mana karna tentu saja jalanan akan sangat licin. Jadi yang bisa mereka lakukan hanya berdiam diri dikursi belakang dengan saling memberikan kehangatan dengan saling berpelukan.

“ Sedikit, membuatku mengantuk “ jawabnya yang kemudian, menguap membuat Steve tersenyum dan meraih dagu yeoja blonde itu membuat mata mereka bertemu.

“ Kau mau bersabar lebih lama lagi kan? “. Jessica mengangguk mantap dan tersenyum, lalu menyimpan kepalanya didada Steve sehingga yeoja itu bisa mendengar dengan jelas bagaimana degup jantung Steve yang berdegup tenang.

“ Aku menyukai suara ini “ ungkap Jessica yang kemudian, menengadahkan kepalanya untuk menatap Steve.

“ Dan aku suka moment ini, Jessie. Rasanya, aku ingin waktu berhenti dan membiarkan kehangatan ini selalu kita rasakan di setiap detik dan menitnya “ ucap Steve sambil tersenyum

“ Jessie–.. “. Detik kemudian, Jessica membiarkan Steve mengulum bibirnya lembut. Melumat dan menghisapnya dengan kedua mata mereka yang terpejam.

Sekali lagi, keberadaan mereka saat ini sangat memberikan keuntungan untuk mereka. Karna pasalnya, tak ada lagi siapapun disekitar mereka. Hanya mobil Steve dan keberadaan mereka didalam mobil yang tidak akan terlihat karna kaca film mobil tersebut yang gelap.

Detik selanjutnya, decakan-decakan keluar dari mulut mereka. Steve membawa tubuh Jessica untuk duduk di atas pangkuannya tanpa menghentikan ciuman mereka, kemudian Jessica pun mengalungkan kedua tangannya dileher Steve membuat ciuman mereka semakin dalam.

Dengan gerakan perlahan, kedua tangan Steve bergerak menelusuri setiap inci tubuh Jessica hingga berhasil membuat Jessica menggelinjang dengan desahan tertahannya.

I want you, Jessie ucap Steve disela-sela ciumannya yang perlahan turun ke leher jenjang Jessica, ditambah kedua tangannya yang sudah masuk ke dalam pakaian Jessica dan tersimpan di kedua gundukan yeoja itu.

“ Hmmphh.. d-d-do i-it “

Ttkk!

Dengan sedikit sentuhan, Steve berhasil melepaskan kaitan bra Jessica sehingga dengan cepat namja itu melempar ke sembarang arah bra hitam berenda itu.

“ A-ahh.. S-steve “

.

.

“ Memutar “ pinta Taeyeon seraya tangannya yang meminta Yuri yang kini berdiri dihadapannya dengan pakaian tuxedo yang sangat elegant untuk berputar. Lalu yeoja itu terdiam, terlihat tengah berfikir membuat Yuri penasaran

“ Ottokkae?? Kenapa kau malah diam? “

“ Maukah kau berganti lagi dengan pakaian yang lain? Pakaian itu terlihat terlalu bagus “ candanya

“ M-mwo?? Yah! “

“ Aniyaa.. aku hanya bercanda, ganti lagi yang lain. Aku tidak suka coraknya “ ungkap Taeyeon tenang dan kembali memandang majalah dipangkuannya, membuat Yuri mendengus dan segera mengganti pakaiannya.

“ Mian, aku bukannya tak suka tetapi tuxedo itu lebih pantas untuk dipakai saat pernikahan kita nanti “ gumam Taeyeon sambil tersenyum manis

 

“ Taeyeon~ah.. lihat yang ini “ ucap Yuri yang sudah siap dengan pakaian selanjutnya, Taeyeon pun dengan cepat menoleh dan tersenyum dorky.

“ Wuahh.. imutnya.. seperti pelayan “ ungkap Taeyeon yang mulanya girang dan langsung merubah ekspresinya dengan sangat datar, karna melihat Yuri yang menggunakan kemeja putih dengan rompi bercorak. Percis seperti pelayan pengantar minuman, membuat Yuri kembali terperangah dan ingin sekali menjitak kepala kekasihnya itu.

“ Aishh.. sampai kapan aku harus mengganti pakaian lagi?? “ protes Yuri

“ Sampai aku menemukan pakaian yang pantas untuk namja yang tampan sepertimu, Kwon Yuri “ jawab Taeyeon sambil menyeringai lucu, membuat Yuri blushing.

“ A-arrasseo.. aku akan kembali lagi, pastikan pakaian selanjutnya adalah pakaian terakhir dan kau menyukainya. “ ucapnya tegas membuat Taeyeon mengangkat kedua bahunya sambil menjulurkan lidahnya didepan Yuri.

Tibalah saatnya, dimana Kilatan-kilatan yang bersumber dari para paparazi berhasil menyilaukan beberapa petinggi-petinggi negara yang hadir di acara yang selalu di adakan oleh Presiden Korea setiap tahunnya. Beberapa jajaran pembisnis yang mampu mengembangkan negara tersebut pun hadir disana termasuk Woo Bin Hwang yang datang bersama assistantnya Jiyeon Park.

Tak lama kemudian, sebuah mobil Limosin berhenti didepan red carpet dan memperlihatkan pasangan Jessica dan Steve. Woo Bin yang masih berdiri tak jauh dari mereka hanya bisa tersenyum melihat sikap Steve yang benar-benar memperlakukan Jessica dengan baik.

“ Hyung.. jangan jauh-jauh dariku, aku cukup gugup “ ungkap Steve sambil berbisik, membuat Woo Bin terkikik dan mengangguk mantap.

“ Berjalanlah lebih dulu bersama kekasihmu itu, sayang sekali Gyuri tak bisa hadir bersamaku “ ucap Woo Bin, sehingga giliran Steve yang terkikik dibuatnya membuat Jessica yang sedaritadi melambai-lambaikan tangannya bagaikan Misseu Korea menaruh perhatiannya pada mereka.

“ Waeyo? “ tanyanya penasaran, membuat kedua namja bersaudara itu terdiam dan menggelengkan kepalanya cepat.

“ Geurae~.. Mari oppa, kita masuk “ ajak Jessica

Di dalam ballroom yang sangat besar nan megah itu, beberapa tamu tengah menyantap hidangan yang tersedia. Ada lagi beberapa tamu yang memilih untuk berdiskusi atau bahkan hanya menyapa orang-orang yang dikenalnya, hal itu pun dilakukan Steve dan Woo Bin yang tengah berbincang-bincang dengan Mr. Jung. Sedangkan, Jessica memilih untuk menikmati minumannya sambil sesekali memastikan keamanan yang berjalan dengan sangat ketat.

“ Hello, Princess.. “ sapa seseorang dibelakang Jessica, membuat yeoja blonde itu menoleh ke sumber suara dan terkejut.

“ Heyy.. Tyler, kau ada disini juga? “

“ Seperti yang kau lihat, senang bertemu denganmu lagi Jessica-ssi “ ungkapnya yang mencoba meraih tangan Jessica untuk ia kecup, namun belum juga tangannya meraih tangan Jessica—ia sudah mendapatkan tangan mungil di dalam genggamannya, membuat namja itu menengadahkan kepalanya untuk melihat pemilik tangan mungil tersebut.

Nice to meet you too, ahjussi “ ucap Krystal sambil tersipu, membuat Tyler terdiam dan sedikit tersinggung karna Krystal memanggilnya ‘ahjussi’. Sedangkan, Jessica hanya bisa terkikik dan kembali memperlihatkan sikap cool-nya. “ Wae?? Aku juga putri Presiden, tidakkah kau menyapaku juga? “ sambung Krystal

“ O-ohh.. i’m sorry, because you’re so beautiful “ ungkap Tyler yang kemudian, mengecup singkat punggung tangan Krystal. “ Bolehkah aku menyambutmu juga, Jessica-ssi? “ tanya Tyler, mencoba meminta persetujuan untuk mengecup punggung tangan yeoja blonde itu, Jessica pun mengangguk sambil tersenyum manis.

“ Hello.. Steve Hwang, inmida “. Steve menjabat tangan Tyler, tak lupa dengan senyuman manis yang mengembang diwajahnya.

“ Dan aku.. Kwon Yuri “ ucap Yuri yang juga menjabat tangan Tyler setelah Steve melepaskannya.

“ Wow.. banyak sekali pendampingmu, Jessica-ssi “ ungkap Tyler yang begitu speechless dan putus asa, saat menyadari orang-orang yang tak membiarkan dirinya memberi sambutan pada yeoja blonde itu. “ Dan.. wow.. sepatu yang indah “ sambung Tyler saat melihat sepatu rancangannya yang digunakan Steve.

“ Ne, tentu saja.. kekasihku yang memberikannya padaku “ jawab Steve terus terang

“ Maksudmu, jessica-ssi adalah kekasihmu? “ tanya Tyler sambil tersenyum mengejek

“ Ne? “ tanya Steve dan Jessica serempak, membuat Yuri dan Krystal menyernyitkan keningnya karna melihat di antara ketiga orang tersebut terlihat aneh.

“ Ben-.. “

 

PRAAANG–!!

 

PRAAANG–!!

 

“ AARRGGHH!!! “

 

PRAAANG–!!

 

Sekejap suasana didalam ballroom tersebut yang sebelumya tenang dan nyaman berubah menjadi sangat riuh, ketika melihat kaca-kaca besar di dalam ballroom itu pecah beberapa kali. Yuri yang begitu sigap, langsung berlari untuk melindungi Presiden, membawa pemimpin negara itu untuk keluar dari ballroom dengan pengamanan yang ketat. Sedangkan, Steve yang juga terkejut dengan apa yang terjadi memilih untuk mendekap Jessica dan Krystal seraya meninggalkan Tyler Kwon yang terdiam ditempatnya tanpa jawaban yang jelas dari Steve tentang pertanyaannya.

Tak lama setelah itu, Yuri kembali lagi ke dalam ballroom. Menghampiri Steve dan kedua yeoja didekapan Steve.

“ Yuri!! “ panggil Steve, “ Tolong bawa mereka, aku harus mencari hyung terlebih dahulu “ pinta Steve sambil memberikan kedua yeoja yang sangat disayanginya itu.

“ Tapi, steve! “ ucap Jessica sambil menahan namja itu

“ Aku akan segera menyusulmu secepatnya “ ucap Steve yang langsung bergerak cepat, mencari Woo Bin.

Steve berjalan dengan tergesa-gesa, mencari sosok hyungnya yang baru saja ia tinggalkan sebentar. Namun sosok Woo Bin tak terlihat olehnya, beberapa kali orang-orang yang panik menabrak tubuhnya sampai-sampai ia hampir terjatuh jika tak bisa menyeimbangkan kembali tubuhnya. Setelah merasa hyungnya itu sudah tak ada diballroom, namja itu bernafas lega karna akhirnya Woo Bin bisa menyelamatkan dirinya sendiri dari situasi ini.

Pecahan-pecahan jendela kembali terdengar, teriakan-teriakan histeris pun semakin menggema didalam ruangan tersebut. Namun, ada satu yang membuat telinganya berfokus pada suara dan panggilan yang dilontarkan seseorang. Dengan cepat, Steve membalikkan tubuhnya dan sekejap ia mematung dengan kedua matanya yang membelalak.

“ Woo Bin-ssi!! Bertahan!!! “

“ T-taeyeon, h-hyung!! “. Steve berhambur menghampiri kedua orang itu, membuat Taeyeon menoleh ke arah Steve.

“ Woo bin-ssi tertembak “ jelas Taeyeon panik, sedangkan Steve yang melihat luka tepat di dada Woo Bin itu hanya bisa memandangnya takut dengan wajahnya yang memucat.

“ H-hyung.. bertahanlah, aku mohon “ ucap Steve lirih seraya mencoba menghentikan darah yang terus keluar dari dada namja yang lebih tua dari Steve itu.

“ Aku akan segera menghubungi ambulance “ ucap Taeyeon seraya beranjak dan tanpa menoleh ke arah Taeyeon, Steve mengangguk lemah. Ia tak tau apa yang harus dilakukannya, selain menggenggam erat tangan hyungnya yang masih berusaha untuk bertahan dengan air mata yang terus mengalir dari sudut matanya.

“ Hyung, kau pasti kuat! Bertahanlah! “

 

DUAARR–!!!i

“ AWAS!!! “

 

Kembali dirasakan suasana didalam ballroom yang kini benar-benar hening, bahkan seolah-olah waktu terasa terhenti. Mendengar suara tembakan yang membuat telinganya berdenging, membuat kedua mata Steve mencari-cari sumber tersebut. hingga ia menemukan sosok sahabatnya yang terkulai lemas dipelukan Taeyeon.

“ YURI!!! “ panggil Taeyeon dan Steve serempak. Dengan sisa kesadarannya, Yuri membuka kedua matanya meskipun tak membuka sepenuhnya. Setidaknya ia masih bisa melihat wajah kekasihnya yang begitu mengkhawatirkannya dengan air mata yang mengalir deras dari pelupuk matanya. Yuri tersenyum manis dan mencoba menghapus jejak air mata Taeyeon dengan sisa kekuatannya.

“ Uljima.. “

“ W-wae, k-kenapa kau menjadi seperti ini?? “ tanya Taeyeon dengan suara yang tercekat dan terus menangis.

“ Kau sangat berharga untukku, aku tak ingin seseorang melukai kekasihku “ jawab Yuri terbata-bata

“ Hajiman~.. “

“ T-taeng.. gomawo.. “

“ Aishh!! Jangan banyak bicara, jebal.. ambulance pasti sedang dalam perjalanan. Aku mohon bertahan “

“ M-m-mian.. sa-rang-hae.. “. Sedetik kemudian, kedua mata Yuri terpejam rapat membuat Taeyeon menangis histeris. Sedangkan, Steve yang melihat hal tersebut hanya bisa menundukkan kepalanya seraya air matanya yang mengalir dari pelupuk matanya. Kemudian, menatap Woo bin yang sudah tak sadarkan diri lebih dulu.

“ H-hyung.. bisakah kau bertahan lebih lama lagi?? “ tanya Steve lirih

 

***

“ Yeobooo!!!!! “ teriak Gyuri histeris dengan air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya, bahkan matanya sudah membengkak karna terus menerus menangis. Jinri dan Krystal mencoba memberikan kekuatan pada yeoja itu, meskipun tak dapat dipungkiri jika Jinri juga menangis tersedu-sedu.

Steve menundukkan kepalanya di depan batu nisan yang bertuliskan Woo Bin Hwang dan Kwon Yuri. Air mata terus mengalir dari pelupuk matanya, tak berbeda jauh dengan Taeyeon. Yeoja itu terus menangis sambil memeluk batu nisan Yuri, kekasih singkatnya yang begitu sangat ia cintai. Sedangkan Jessica yang hadir di antara mereka, lebih mencoba memberikan penguatan pada yeoja dorky itu daripada Steve.

Tak penting jika harus mempermasalahkan apa yang dilakukan Jessica pada Taeyeon dan juga pada kekasihnya sendiri yang sama-sama tengah berkabung. Yang jelas didalam pikiran Steve saat ini, namja itu ingin sekali menyusut kejadian penembakan yang dilakukan 2 hari yang lalu pada hyungnya dan pada sahabatnya. Ia juga ingin menyusut apa yang menyebabkan ambulance yang membawa kedua namja yang sangat berharga baginya bisa mengalami kecelakaan hingga menyebabkan kedua mobil tersebut masuk ke jurang.

Sedetik kemudian, kedua tangan Steve mengepal kuat membuat Jessica yang melihatnya memandang kekasihnya itu begitu sendu sambil tangannya yang tak berhenti mengelus punggung Taeyeon.

Berbagai kenangan manis bersama Woo Bin terlintas dibenak Steve, kenangan itu terus berputar dikepalanya membuat tubuhnya berguncang karna membiarkan kembali air mata keluar dari pelupuk matanya.

“ Setiap orang memiliki ceritanya masing-masing didalam kehidupannya. Ada berbagai rintangan pula yang mereka lewati, tetapi rintangan yang sangat besar akan terjadi pada pasangan yang sangat sabar dan tetap berusaha Steve “. Woo bin memandang Steve dengan tatapan dalam, tak lupa dengan senyuman manisnya yang diturunkan almarhum Mr. Hwang padanya membuat Steve melihat jelas sosok figur appanya pada Woo bin.

“ Dan inilah rintangan yang ada didalam kehidupanmu, kau bisa merasakan bagaimana rasanya mendapatkan penolakkan yang halus dari kekasihmu untuk menikah. Aku memang selalu mengawasi adik-adikku, meskipun rintangan didalam pekerjaan kita lebih besar dari ini. Tapi aku cukup mengerti jika aku berada didalam posisimu dan Jessica. Bisakah kau lebih bersabar dari ini? Aku tau, kau bisa melakukannya karna dirimulah satu-satunya yang bisa bersabar lebih lama didalam keluarga kita Steve. Omma menurunkannya padamu, omma juga yang menurunkan senyumannya yang bisa membuat anak-anaknya tenang setiap melihatmu tersenyum. Semua ada waktunya, tuhan telah memiliki rencana lain untuk menyatukan kalian. Aku percaya itu.. “

“ Kau dan Jinri adalah kebanggaanku, kalian adalah harta yang paling berharga dari apapun untukku. Kelak.. jika aku tak ada lagi di dunia ini, tolong jaga Gyuri dan calon aegyaku “. Woo bin meraih tubuh Steve untuk masuk ke dalam dekapannya, hingga detik selanjunya Steve tersadar akan sesuatu

“ A-aegya?? “. Steve melepaskan pelukan mereka dan memandang Woo bin tak percaya

“ Kami batal liburan, karna Gyuri sudah hamil “

“ Jeongmal?? “ tanya Steve dengan suaranya yang melengking

“ Aishh.. mengapa kau harus memperlihatkan suara lengkinganmu, Steve “. Woo bin menutup kedua telinganya, membuat Steve terkekeh

“ Mian, mian.. tapi aku bahagia mendengarnya hyung. Aku turut bahagia “. Steve kembali memeluk Woo bin dengan senyuman ceria yang kini mengembang diwajahnya.

“ H-Hyung.. “ gumam Steve lirih, bersamaan dengan turunnya hujan yang begitu deras membasahi tubuh mereka. Dengan cepat, para pengawal kepresidenan, Seohyun dan Jiyeon membukakan payung untuk para majikan mereka. “ A-aku berjanji akan melakukan yang terbaik untuk kita semua, menjaga Gyuri noona dan aegyamu “

***

1 minggu kemudian..

Steve dan Jinri masuk ke dalam ruang meeting perusahaannya dengan pakaian formal yang begitu rapi di dampingi Seohyun dan Jiyeon dibelakangnya, berbagai petinggi perusahaan hadir bersama dengan jajaran mitra yang sudah bekerja sama dengan perusahaannya sejak lama. Disana juga telah hadir Taeyeon yang hanya memperlihatkan senyuman tipis dengan kedua matanya yang berkaca-kaca, lalu telah hadir Sooyoung dan Bora. Hingga langkahnya terhenti saat Steve melihat salah satu perwakilan yang di duga dari perusahaan H2#.

“ Silahkan duduk Steve-ssi “ ucap Seohyun sopan, membuat Steve bergerak perlahan untuk duduk ditempat yang biasa Woo Bin tempati di ikuti Jinri yang duduk disamping oppanya.

“ Baiklah, Steve-ssi sebagai wakil dari komisaris sudah hadir disini. Meeting hari ini bisa kita mulai “ ucap Seohyun dan langsung mendapat respon anggukkan dari semua orang. Terkecuali dari seseorang yang terus memperlihatkan senyuman evilnya pada Steve, membuat Steve membalas kembali tatapannya dengan berusaha untuk bersikap tenang.

Dan rupanya tak hanya Steve yang menaruh perhatian pada orang tersebut, Jinri, Taeyeon, dan Sooyoung pun menyadari hal itu. Membuat ketiga orang tersebut memendang Steve dan orang misterius itu secara bergantian.

“ Bagaimana menurutmu, Steve-ssi? “ tanya Seohyun, membuat Steve tersadar dan menoleh ke arahnya dengan bingung

“ H-huh?? Apa yang baru saja dibicarakan? “ tanya Steve

“ Melihat saham yang terus menurun, kami membutuhkan kejelasan tentang perusahaan yang sebelumnya dipimpin oleh Woo Bin-ssi ini. “ jelas Jiyeon sopan, membuat Steve menganggukkan kepalanya.

“ Dalam arti lain, kami membutuhkan penerus Woo Bin-ssi secepatnya “ tambah salah seorang petinggi membuat Steve terlonjak kaget, pasalnya Steve masih belum siap jika harus menggantikan posisi hyungnya dalam perusahaan besar mereka. Bukanlah hal yang mudah memimpin perusahaan besar dengan anak perusahaan yang tersebar diberbagai wilayah dipenjuru dunia tersebut. Mendengar hal itu membuat Steve mengeluarkan keringat dingin disekujur tubuhnya.

“ Kami ingin, Steve Hwang untuk menggantikan posisi Woo Bin-ssi “ pinta salah satu petinggi yang lain, “ Dan Jinri Hwang yang duduk dikursi CEO “ sambung orang itu yang berhasil membuat kakak beradik Hwang gugup bukan main.

 

END

Anyyeonghaseyo.. long time no see hahahaha… maklum, aku sedang melawan moodku yang berubah-ubah. Entahlah dengan chapter ini, mungkin gaje, gak dapet feelnya dan lain-lain. Typo juga pasti bertebaran dimana-mana dan satu lagi. Untuk judul President Daughter and Him.. Di akhiri sampai chap ini yaa, cerita selanjutnya akan berlanjut di cerita “ BREATH “, kalian pasti tau fanfict yang satu itu kan? Pasti dan harus tau.. hehehe.. so, tunggu kelanjutan fanfict ini. See you ^^

 

President Daughter and Him (21/?)

PDAH13

Title : President Daughter and Him (21/?)

Author: Adelayn_Tiffany

Genre: Gender bender, yuri, romance, action, sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang (Namja), Kim Taeyeon, Jessica jung, Krystal

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender dan yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!! XD

***

Steve are you okay? “. Jessica menggenggam tangan kekasihnya yang diam di atas meja makan, sedangkan tangan Steve yang lainnya sibuk mengaduk-aduk makanannya yang tak kunjung dimakan. Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Jessica, membuat kedua yeoja yang masih bergabung bersama mereka menaruh perhatiannya pada Steve.

“ H-huh? W-wae?? “. Steve tersadar dan memandang Jessica dengan tatapan yang bingung, membuat Jessica khawatir.

“ Baby~.. “ panggil Jessica dengan tatapan sendunya, “ Gwenchana? “ tanyanya sambil mengelus pipi Steve lembut

“ N-ne, gwenchana.. ada apa memangnya? Ayoo.. habiskan sarapan kalian “ jawab Steve yang mencoba mengalihkan pembicaraan dengan keceriaannya namun, tetap saja terlihat bahwa ada sesuatu yang mengganggu pikiran namja itu.

Dengan senyuman yang dipaksakan, ketiga yeoja itu pun kembali menyantap sarapan mereka. Setelah Seohyun memberitahukan bahwa Woo bin tengah berada dalam perjalanan kembali ke seoul, Steve terlihat berfikir keras tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan hyungnya itu. Ia mencoba mengingat-ingat pekerjaannya, takut-takut semua ini karna ulahnya yang tak bisa mengurus perusahaan mereka tetapi Steve sudah yakin sekali jika pekerjaannya selama ini terasa sangat aman dan tak ada masalah apapun.

Lalu apa yang sebenarnya terjadi?? Ia sangat penasaran sekali dan tak sabar untuk menemui hyungnya, namun sekuat tenaga ia berusaha tenang dan memfokuskan diri pada apa yang sedang dihadapinya. Jessica Jung dan kedua adiknya..

“ Oppa.. “ panggil Jinri memecahkan keheningan, dengan cepat Steve menoleh ke arahnya dan menaikkan kedua alisnya. “ Aku dan Krystal harus pergi sekarang “ sambungnya

“ Kalian mau kemana? “ tanya Jessica penasaran

“ Menghabiskan waktu bersama hehehe “ jawab Jinri sambil meraih tangan Krystal dan mengayunkannya, “ Kita akan bertemu diseoul sore ini kan oppa? “ sambungnya

“ Ne, kalau begitu berhati-hatilah. Hubungi oppa, jika terjadi sesuatu “ jawab Steve sambil tersenyum lalu mengelus kepala Jinri lembut. Detik selanjutnya, Jinri berhambur memeluk oppanya lalu mengecup singkat pipi Steve sebagai salam perpisahan sementara mereka di ikuti Krystal yang juga mengecup pipi Jessica dan Steve secara bergantian.

Setelah kedua yeoja itu pergi, tak lama kemudian ponsel Steve bergetar membuat namja itu dengan cepat meraih gadget tersebut. Di lihatnya sebuah pesan singkat yang masuk ke sana, hingga detik selanjutnya Steve tersenyum dalam diamnya membuat seseorang mengerutkan keningnya penasaran.

“ Apa yang sedang kau lakukan, Steve? “ tanyanya, membuat Steve cepat-cepat menoleh ke arah Jessica dan menyimpan kembali ponselnya di atas meja.

“ Ani.. apakah kau sudah selesai sarapannya, baby? “ tanya Steve sambil tersenyum

“ Ne, aku sudah selesai. Apa kau akan bersiap-siap untuk kembali ke seoul? Aku akan menyiapkan–.. “. Steve menyimpan jari telunjuknya didepan bibir Jessica, membuat yeoja itu berhenti bicara karna terkejut atas perlakukan kekasihnya itu.

“ Aku hanya ingin kau menemaniku berjalan-jalan dipantai sayang “ ungkap Steve dan langsung mendapat respon anggukkan dan senyuman manis dari Jessica.

“ Kalau begitu, aku ganti baju dulu “. Jessica beranjak dari tempatnya, meninggalkan Steve yang masih tersenyum ditempatnya seraya mengikuti pergerakan kekasihnya yang berjalan kian menjauh darinya.

.

.

“ Apa ada sesuatu yang darurat, yul? “ tanya Taeyeon, setelah Yuri mengakhiri panggilannya.

“ Tak ada, hanya saja Seohyun memberitahuku kalau ia dan yang lain sedang berada disuatu tempat “ jawab Yuri, seraya melemparkan tubuhnya diatas sofa.

“ Apa hari ini kau free? “ tanya Yuri sambil memandang Taeyeon yang terlihat menyibukkan diri dengan Tab-nya, “ Sepertinya tidak “ sambung Yuri yang menjawab pertanyaannya sendiri kemudian, mengerucutkan bibirnya membuat Taeyeon terkikik dan menyimpan gadget-nya di atas meja.

“ Wae? Kau ingin mengajakku berjalan-jalan? “

“ Woaahh.. bagaimana kau tau? “

“ Jinjayo?? Wuahh, kebetulan sekali.. Kajja, Yul !! “. Taeyeon meraih tangan Yuri dan membawa namja itu keluar dari kamar hotelnya dengan girang. “ Kau ingin mengajakku kemana, Yul? “ tanya Taeyeon sekilas menoleh ke arah namja disampingnya

“ Pasar “

“ Mwo?? PASAR?? “

“ Ne, pasar.. jangan membayangkan pasar yang kotor taeng, karna pasar di negara kita tak pernah kotor hahaha.. kajja “. Yuri mengayunkan tangannya yang terus menggenggam tangan mungil Taeyeon, kebahagiaan terlihat sekali terpancar diwajah keduanya bahkan sesekali tubuh kecil Taeyeon bergerak tak beraturan seperti tengah terombang ambing disamping Yuri.

“ Taeng.. “. Yuri dan Taeyeon menghentikan langkah mereka dan langsung menoleh ke sumber suara, detik selanjutnya orang yang memanggil Taeyeon menghampiri mereka dan langsung berhambur memeluk Taeyeon erat. Hampir saja, Taeyeon akan kehilangan keseimbangannya jika Yuri tak berdiri dibelakangnya.

“ H-hyuna, w-waegeurae? “ tanya Taeyeon bingung dengan kehadiran sekretarisnya yang begitu tiba-tiba.

“ Aku tau, kau sangat kesepian saat berada disini. Jadi aku datang kemari untuk mengusir kesepian itu “ jawab Hyuna sambil tersipu malu, membuat Yuri terdiam dan memilih membalikkan tubuhnya sehingga ia dan Taeyeon saling membelakangi. Terlihat sekali diwajah Taeyeon, jika dirinya merasa sangat bersalah dan bingung dengan apa yang harus ia lakukan pada Yuri maupun pada Hyuna.

Detik selanjutnya, Taeyeon merasakan sebuah jarak yang perlahan akan mulai menjauh darinya. Ya.. Kwon Yuri baru saja memutuskan untuk meninggalkan Taeyeon bersama sekretaris yang Yuri tau bahwa Hyuna sebenarnya masih menjadi kekasih Taeyeon. Namun, dengan cepat Taeyeon meraih tangan Yuri dari belakang tanpa terlihat oleh Hyuna membuat namja itu kembali menghentikan langkahnya dan terkejut saat melihat tangannya berada dalam genggaman Taeyeon.

“ Enghh.. i-itu, bagaimana jika kau bantu aku mengurus pekerjaan dikamar? Bisakah? Bantu aku, jebal.. “ rengek Taeyeon dihadapan Hyuna, membuat Yuri tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “ Aku harus pergi sebentar, sepulang nanti aku akan membawakan makanan yang banyak atau apapun yang kau mau. Bagaimana?? “. Rayuan yang klasik itu, benar-benar sudah berhasil membuat Yuri menahan tawanya dan itu sangat menyakitkan bagi Yuri. Ia bahkan, berusaha keras untuk menahan tawanya dengan menekan dalam perutnya..

“ A-arasseo.. aku akan menunggumu dikamar, aku harap kau pergi hanya sebentar “ ucap Hyuna, membuat Taeyeon menyeringai bahagia lalu mengelus pipi yeoja itu lembut.

“ Aku hanya sebentar.. “ jawab Taeyeon, detik selanjutnya Hyuna pergi meninggalkan kedua orang itu dengan bibir yang dikerucutkan.

“ Err.. badgirl! Kau yakin hanya sebentar, nona Kim? “ tanya Yuri menggoda

“ Sebentar dalam kurun waktu tertentu maksudku, Yuri ahjussi “ jawab Taeyeon sambil melirik dorky ke arah Yuri, lalu segera berlari meninggalkan namja itu yang tersadar akan sesuatu.

“ Y-yah!! A-apa kau bilang?? A-ahjussi?? “ tanya Yuri setengah berteriak sambil menunjuk ke arah Taeyeon yang tertawa dorky, disertai merong-nya yang sangat lucu.

 

 

“ Yul, chankman~.. “. Taeyeon menahan langkah kakinya, ketika melihat sebuah toko yang menarik perhatiannya. Kini mereka sudah berada dipusat perbelanjaan, mereka sering mengatakan jika tempat itu adalah pasar carnaval yang selalu ada setiap hari guna untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan asing yang datang ke sana.

“ Waeyo? “ tanya Yuri bingung, seraya mengikuti perhatian Taeyeon dengan memandang wajah yeoja dorky itu yang sudah berbinar-binar

“ Ice creaaaammm!!!! “ teriak Taeyeon girang, seraya memeluk Yuri dengan spontan membuat Yuri terkejut dan gugup bukan main. “ Gendong aku, gendong aku.. aku ingin ice cream, jebaaall.. “ rengek Taeyeon seperti anak kecil, membuat orang-orang yang berlalu lalang disekitar mereka terkikik.

“ T-taeng.. y-yah, apa yang kau lakukan? Tidakkah kau malu?? “ bisik Yuri, membuat Taeyeon tersadar dan langsung melepaskan kedua tangan yang melingkar dileher Yuri

“ Hehehe.. mian, tapi aku benar-benar ingin ice creaammm.. jebaall “ ucap Taeyeon yang kembali merengek seperti anak kecil, membuat Yuri menggelengkan kepalanya sambil mengelus rambut yeoja itu lembut.

“ Adik kecil, kau yakin ingin ice cream? “ tanyanya sambil sedikit membungkukkan tubuhnya, agar ia bisa melihat ekspresi imut yeoja itu. Dengan mata yang berbinar-binar, Taeyeon menganggukkan kepalanya mantap membuat Yuri tertawa lalu merangkulnya.

“ Kajja, ahjussi akan membelikannya untukmu “

“ Woaahhh… gomawo, ahjussi “

“ Hanya hari ini kau memanggilku ahjussi, arrasseo?? “ ucap Yuri sambil mengangkat-angkat jari telunjuknya, membuat Taeyeon terkikik

“ Hehehe.. aku tak peduli, ayo.. ppali.. “

.

.

“ Ital~yaa.. “ panggil Jinri, seraya keluar dari sebuah bangunan megah dengan setangkai bunga cantik ditangannya.

“ Ne? “. Krystal menoleh ke arah Jinri dan tersenyum dengan sangat manis

“ Untukmu, baby “ bisik Jinri yang kemudian, menyelipkan tangkai bunga itu ke sisi telinga Krystal. “ Kyeopta “ sambungnya, membuat Krystal tersipu malu

“ Gomawo.. “ ucap Krystal, setelah mengecup singkat pipi Jinri. “ Apa semuanya sudah selesai? “ tanyanya, sehingga membuyarkan keterkejutan Jinri atas perlakuan Krystal.

“ O-ohh.. apa kau ingin melihatnya?? “. Krystal mengangguk mantap seperti anak anjing, detik selanjutnya Jinri meraih tangan Krystal dan menariknya untuk masuk ke dalam bangunan nan megah itu bersamanya.

“ Oh my gosh!! So beautiful!! Latar belakang dengan pemandangan yang sangat luar biasa indah, sulli~ah.. “ ucap Krystal sambil terperangah, melihat apa yang dilihat dihadapannya meskipun masih banyak beberapa yang harus dibereskan oleh pelayan-pelayan yang ia dan Jinri bawa. “ Tapi, apakah eonnie akan bahagia dengan ini semua? “ sambungnya, seraya melirik ke arah Jinri khawatir

“ Molla, aku harap.. iya.. “ jawab Jinri sambil memandang lurus ke depan, “ Tapi.. Apa kau menyukainya? “. Jinri melingkarkan kedua tangannya diperut Krystal, membuat yeoja itu gugup.

“ N-ne.. a-aku menyukainya “

“ Kau akan mendapatkannya setelah ini “. Seketika Krystal menoleh pada Jinri, saat mendengar ucapan yeoja itu. Ia memandang Jinri tak mengerti..

“ Tak lama lagi, kita juga akan melakukan hal yang sama dengan mereka. Tetapi sebelumnya, maukah kau menjadi kekasihku ital~ya?? “

.

.

Di sisi lain, terlihat seorang yeoja dan namja yang tengah berjalan ditepi pantai. Mereka tidak terlihat seperti sepasang kekasih, melainkan seperti sepasang suami istri. Jessica Jung dan Steve Hwang, itulah mereka..

Dress putih yang dikenakan Jessica setiap kali diterpa angin yang berhembus melewati mereka, rambut-rambutnya pun ikut bergerak mengikuti arah angin. Tak jauh berbeda dengan Steve, pakaian casual dengan celana pendek berwarna putih serta kaos transparannya semakin membuat keduanya terlihat serasi dan sangat manis. Bergandengan tangan, mengayunkannya sambil saling bersandar. Senyuman manis pun tak pernah hilang dari wajah keduanya, rasanya mereka ingin seperti ini sampai mati.

Tetapi siapa yang tau, apa yang akan terjadi selanjutnya diantara mereka? Yang bisa dilakukan mereka hanya berdoa dan berusaha keras untuk tidak diterpa angin topan yang sewaktu-waktu bisa membuat hubungan mereka hancur berkeping-keping.

“ Jessie.. “ panggil Steve lembut sambil merangkul Jessica, sedangkan yeoja blonde itu masih begitu nyaman dengan menyandarkan kepalanya dibahu Steve di tambah tangan kanannya yang melingkar dipinggang namja itu

“ Hm? “

“ Maukah kau berjalan sedikit lebih jauh? “. Jessica menghentikan langkahnya dan langsung menoleh ke arah Steve dengan bingung. “ Itu kesana, tidakkah bangunan itu sangat bagus? “ ucap Steve, seraya menunjukkan sebuah bangunan yang terlihat kecil dari tempat mereka berpijak

“ Tapi itu jauh sekali, Steve “

“ Aniyoo.. tanpa kau sadari, kita juga sudah berjalan cukup jauh dari mansion. Lihatlah.. “. Jessica memandang ke sekeliling mereka dan benar saja, bahkan mansion mereka sudah terlihat lebih kecil dari sebelumnya.

“ Arrasseo.. “ ucap Jessica lemas, seraya melangkahkan kembali kakinya untuk menyusuri tepi pantai sambil terus bergandengan tangan dengan Steve.

“ Apa kau lelah, baby? “ tanya Steve yang kemudian, mengecup pangkal kepala Jessica lembut

“ Hm “. Jessica mengangguk pelan, tak lama kemudian Steve menghentikan langkahnya didepan Jessica dan membiarkan kedua lututnya mendarat di atas pasir.

“ Yah.. Steve, ige mwoya? “ tanya Jessica bingung

“ Naiklah, aku akan membawamu sampai sana “ jawab Steve, sekilas menoleh ke arah Jessica sambil tersenyum manis.

“ Kau yakin? Tubuhku cukup berat, kau tau? “

“ Aku tau, karna semalam aku yang terus menerus menggendongmu “ jawabnya nakal, membuat Jessica blushing dan langsung memukul bahu namja itu pelan.

“ Akh.. appo.. Hahaha… naiklah, aku akan bertanggung jawab karna telah membawamu cukup jauh dari mansion “ ucap Steve, detik selanjutnya Jessica naik ke punggung Steve dan namja itu kembali melangkahkan kakinya.

.

.

“ Woo bin-ssi “. Jiyeon menghampiri Woo bin dan Gyuri yang tengah memandang keluar jendela pesawat mereka, keduanya terlihat sangat bahagia. Melihat kehadiran Jiyeon disampingnya, Woo bin menoleh ke sumber suara dan membuka kacamata hitamnya.

“ Seohyun menghubungiku, bahwa Steve bertanya-tanya tentang kepulanganmu yang begitu sangat mendadak. Pak presiden juga menghubungimu dan mengirimkan private email padaku tadi “

“ Ahh.. pak presiden? Jung ahjussi?? Aku lebih tertarik pada ahjussi Jung, dibanding Steve hahaha.. biarkan dia penasaran “. Woo bin mengambil selembaran dari tangan Jiyeon untuk ia baca

“ Mwoya? “ tanya Gyuri penasaran

“ Igo.. surat undangan, chagi~ah “ jawab Woo bin sambil merangkul istrinya, lalu mengecup singkat pangkal kepala yeoja itu. “ Aku pikir, kau tak perlu ikut ke acara ini.. kau harus banyak istirahat mengingat ada calon aegya kita disini “. Woo bin mendekatkan wajahnya didepan perut Gyuri, lalu mengecup permukaan perut yang sama sekali belum terlihat tanda-tanda perutnya akan membesar.

Setidaknya, hasil pemeriksaan istrinya saat mereka sampai diparis mengatakan bahwa ternyata Gyuri telah hamil dengan usia kandungan 3 minggu. Itulah sebabnya, mengapa mereka memilih untuk kembali pulang. Sebenarnya beberapa minggu terakhir ini Gyuri mengalami morning sick, hanya saja ia baru memberitahukan hal itu pada Woo bin saat suaminya sendiri yang menangani kebiasaan morning sick-nya kembali hadir ketika mereka berada dipesawat.

“ Baiklah, atur jadwalku untuk acara ini. Pastikan Steve juga ikut bersamaku “. Woo Bin memberikan kembali lembaran undangan pada Jiyeon. Dengan menganggukkan kepalanya, Jiyeon bergegas melakukan intruksi atasannya itu.

.

.

“ Bagaimana ice creamnya? “ tanya Yuri disela-sela memakan ice creamnya, seraya ia dan Taeyeon yang baru saja keluar dari kedai ice cream.

“ Hmm.. mashita!!! “ jawab Taeyeon dengan kegirangan yang berlebihan sampai ia tak menyadari bahwa disekitar bibirnya penuh dengan ice cream, hal itu tentu saja membuat Yuri terkekeh sambil menggelengkan kepalanya.

“ Arro, arro.. tapi tidak seperti ini juga taeng “. Yuri menghapus sisa ice cream yang berantakan itu dengan ibu jarinya lembut, membuat Taeyeon terdiam memandangi ketampanan Kwon Yuri yang terlihat semakin jelas dimatanya. Sedangkan, Yuri sendiri hanya berfokus untuk menghapus sisa ice cream dibibir Taeyeon.

“ Jja~.. sudah selesaii.. “ ucap Yuri, membuat Taeyeon buru-buru mengalihkan pandangannya ke arah lain dan mengangguk cepat seraya degup jantungnya yang benar-benar berdetak tak karuan. “ Kemana lagi kita? “ sambung Yuri yang kembali merangkul Taeyeon.

“ Ke sana!! “ tunjuk Taeyeon ke arah sebuah permainan yang tak jauh dari mereka

“ Tapi permainan itu penuh sekali, taeng. Bahkan kita perlu mengantri terlebih dahulu “

“ Apa bedanya dengan mengambil hatiku? Kau juga perlu mengantri dulu, Yul “ sambar Taeyeon, seraya melirik ke arah namja yang berdiri disampingnya dengan tatapan matanya yang seperti anjing. Lalu, bergegas pergi meninggalkan Yuri yang masih belum bisa mencerna kata-kata yeoja dorky.

“ Jika harus mengantri dulu, apa hubungannya dengan mengambil hatinya. Aku hanya perlu merebut hatinya bukan mengantri untuknya “ gumam Yuri sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal, “ Yah!! Kim Taeyeon, tunggu aku!! “

Percaya tidak percaya, penulis pun tidak bisa mencerna kata-kata yang diucapkan Taeyeon pada Yuri. *lol

 

“ Kau tak pernah mendengarku, taeng “ ucap Yuri sambil mengerucutkan bibirnya, pasalnya mereka benar-benar nekat mengantri untuk menaiki sebuah permainan kincir angin yang di inginkan Taeyeon. Bahkan, mereka sendiri telah berdiri selama 1 jam lamanya. Namun antrian yang begitu panjang, membuat mereka harus bersabar untuk menunggu sedikit lebih lama.

“ Tapi, aku ingin sekali menaiki ini. Sudah lama aku tidak pergi ke lotte world, kau tau.. kalau dulu aku bukan orang yang berad~.. “

“ Arro, arro.. jangan diteruskan lagi, aku mengerti. Maafkan aku, hm? “. Yuri memandang Taeyeon dengan perasaan yang teramat sangat bersalah.

“ Yah! Jangan memandangku seperti itu, nan gwenchana.. maka dari itu, setidaknya aku bisa menaiki permainan ini disini dan itu bersamamu “. Yuri terperangah dengan ucapan Taeyeon, ia bahkan tak mengedipkan kedua matanya membuat Taeyeon terkekeh lalu meniup kedua mata namja dihadapannya lembut.

“ Semenarik itukah diriku, Yul? “ tanya Taeyeon penasaran, detik selanjutnya dengan anggukan perlahan Yuri merespon pertanyaan Taeyeon.

“ Kau tau.. aku mencintaimu lebih dari apa yang kau tau, Taeng. Jeongmal saranghae.. “ ucap Yuri sambil tersenyum manis, membuat Taeyeon tersipu malu namun detik selanjutnya entah apa yang menarik Taeyeon untuk mendekatkan wajahnya pada wajah Yuri. Hingga tak lama kemudian, keduanya memejamkan mata mereka dan menikmati sentuhan yang terasa di bibir mereka. Bahkan, mereka tak menyadari bahwa ciuman mesra mereka di lihat banyak orang yang ikut mengantri disana.

“ Aku tak peduli, bagaimana orang-orang melihat kita. Aku hanya ingin kau tau, jika aku juga mencintaimu Kwon Yuri. Jadilah kekasihku.. “

“ Gomawo, Taeyeon~ah.. pada akhirnya, aku bisa merasakan bagaimana kau bersikap padaku dengan tulus. Tak lupa, kini aku juga merasakan bahwa hatimu tlah memilihku. Aku mencintaimu.. “

.

.

“ Jessie, kita sudah sampai “ ucap Steve sambil sekilas melirik ke arah Jessica yang terlihat mengantuk dengan menyandarkan kepalanya dibahu namja itu.

“ Aku mengantuk, Steve “ rengek Jessica seraya turun dari punggung Steve dan memeluk namja itu dari belakang, membuat Steve tersenyum dan segera menarik tubuh Jessica untuk masuk ke dalam dekapannya.

“ Bukalah matamu dan lihat apa yang terjadi dihadapanmu “ bisik Steve lembut, hingga detik selanjutnya kedua mata Jessica terbuka dan membalikkan tubuhnya untuk melihat apa yang ada dihadapan mereka.

Tak lama kemudian, Jessica terperangah dengan mencoba menutup mulutnya yang terbuka. Matanya berkaca-kaca dan berkali-kali, ia memandang ke arah Steve dan apa yang ia lihat dihadapannya secara bergantian.

“ A-apa yang terjadi?? “

“ Seperti apa yang kau lihat, jessie.. dihadapan kita saat ini adalah sebuah gereja yang megah. Mereka telah menghiasnya untuk kita “ jawab Steve bangga sambil menunjukkan beberapa pelayan dan juga Seohyun yang sudah berdiri disepanjang perjalanan menuju pintu gereja tersebut. Senyuman kebahagiaan terlihat jelas disetiap para pelayan bahkan pengawal, saat melihat Jessica dan Steve.

“ Haruskah kita masuk? “. Steve menggenggam tangan Jessica sambil tersenyum manis, hingga mata bulan sabitnya bisa dilihat yeoja blonde itu dengan baik.

Tak menunggu lama lagi, mereka pun melangkahkan kaki mereka. Berjalan di atas kain merah yang begitu panjang, mengantarkan mereka ke dalam sebuah perjanjian yang abadi dan sehidup semati. Bunga-bunga yang dilempar para pelayan dan pengawal pun menjadi penghantar kebahagiaan yang sebenarnya akan mereka rasakan setelahnya, detik demi detik telah membuat Jessica begitu gugup hingga akhirnya mereka telah berada didalam gereja dan menemukan Jinri bersama Krystal yang tak pernah melepaskan genggaman tangan mereka.

“ Eonnie.. oppa.. “ ucap mereka lirih, saat melihat kedua kakak mereka berjalan melewati mereka dan berakhir dengan Steve dan Jessica yang berdiri didepan altar.

“ Jessie, sebelumnya aku minta maaf. Tidakkah kau lihat bagaimana pakaian kita hari ini? Hanya pakaian casual yang cukup sederhana.. mungkin semua ini tak pernah terbayang didalam pikiran atau bahkan hadir didalam mimpimu. Berjalan sejauh ini dengan dirimu yang begitu terkantuk-kantuk, sehingga yang kau naiki bukan kendaraan mewah nan indah melainkan, punggungku. Tetapi.. izinkan aku untuk menjadikanmu sebagai istriku. Aku tak peduli dengan gunjingan orang-orang atas hubungan kita, toh.. hidupku atau pun hidupmu, bukan mereka yang menentukan. Ini hidupku dan ini hidupmu, berbeda dengan kehidupan mereka. Aku mencintaimu dan aku membutuhkanmu untuk menjadi istriku, ibu dari anak-anakku kelak. Maka dari itu maukah kau menikah denganku? “. Steve berlutut dihadapan Jessica dengan salah satu tangannya menggenggam tangan kekasihnya itu erat, namun ada satu yang membuatnya khawatir.

Terus terang, sebenarnya Steve tidak begitu yakin atas keputusannya untuk menikah dengan Jessica secepat ini ditambah dengan melakukan surprise yang menanggung resiko yang cukup tinggi untuk hati dan perasaannya. Ia juga sebenarnya sudah memikirkan hal ini dari jauh-jauh hari sebelum mengatakan niatnya pada Jinri dan Krystal untuk meminta bantuan pada mereka sekali lagi. Mengingat hubungan mereka masih tak mendapat respon yang baik dari masyarakat korea, membuatnya gamang. Tetapi, dengan kemantapan hatinya ia siap menanggung resiko yang akan membuat hatinya pilu jika pada akhirnya Jessica tak menerima ajakannya untuk menikah..

.

.

“ Permisi, tuan.. seseorang ingin bertemu dengan anda “ ucap salah seorang anak buahnya sopan pada seorang namja yang tengah memeriksa barang fashion yang tak lama lagi akan diperlihatkan pada semua orang termasuk pada putri presiden korea. Mendengar ucapan anak buahnya, namja itu segera membalikkan tubuhnya dan terperangah dengan kehadiran seseorang yang sudah sangat ia rindukan.

“ Hyoyeon!! “ panggilnya girang, seraya berhambur memeluk sepupu kesayangannya itu. “ Ya tuhan.. kau semakin cantik dan sexy, eoh?? “ ucapnya setelah melepaskan pelukan mereka

I see, my dear “ jawabnya sambil menepuk pipi namja tampan dihadapannya

“ Ohh.. ada apa kau tiba-tiba kemari, kau tau.. kau bisa menghubungiku jika kau butuh jemputan “

“ Aniya, aku sudah berada diseoul cukup lama “

“ Aishh.. jinja?? Kau sedang tidak menipuku kan?? “

“ Mwoya?? Hahaha.. tentu saja, jadi sebenarnya kau lah orang baru disini “ ledek Hyoyeon, membuat namja itu memutar bola matanya kemudian menarik sepupunya itu untuk duduk disofa.

So? “

“ Ada apa dengan kata ‘jadi’? Ahh.. ku dengar, malam ini kau adalah salah satu desainer yang akan memamerkan karyamu distage catwalk

“ Hm, yes i do. Suatu kehormatan bukan ketika karya-karya desainerku dilihat pula oleh putri presiden? “

“ Ne, maka dari itu.. aku juga akan ikut bersamamu, bagaimana?? “

“ Jeongmal?? Kau yakin ingin menemaniku?? “

“ Ani, aku hanya ingin melihat perancang-perancang busana dan fashion lainnya disana. sekaligus ada sesuatu yang ingin aku awasi “

“ Apa itu?? “ tanya namja itu penasaran, namun respon yang di dapatnya dari yeoja itu hanya senyuman evil yang terlihat dibibir Hyoyeon.

.

.

“ Steve-ssi.. “. Steve membuyarkan lamunannya, ketika namanya dipanggil oleh Seohyun. Ia menengadahkan kepalanya untuk menatap Seohyun yang berdiri disampingnya. “ Apa kau ingin sesuatu untuk menyejukkan kerongkonganmu? “ tanya Seohyun ragu, detik selanjutnya Steve tersenyum namun terlihat sekali jika senyumannya itu dipaksakan membuat Seohyun yang melihatnya merasa pilu.

“ Aku tak ingin apa-apa, Seohyun-ssi. Aku hanya ingin kita cepat sampai di seoul “ jawab Steve, seraya memandang keluar jendela pesawatnya lagi. “ Jessie akan ke seoul menjelang malam, apa aku harus kembali ke jeju atau tidur di rumah orangtuaku? “ tanya Steve yang kembali menoleh kepada Seohyun.

“ Semua terserah padamu, Steve-ssi “ jawab Seohyun sambil menundukkan kepalanya, dalam pikiran pengawal itu—Seohyun mencoba mencari akal untuk menghibur Steve yang rupanya sangat tidak bersemangat untuk menjalani kegiatannya hari ini.

“ O-oohh.. Steve-ssi, dasimu indah–.. “

“ Jessie yang mengatur semua pakaianku hari ini, dia juga yang memasangkan dasi ini hingga rapi. “ potong Steve sekilas memandang dasi dan pakaiannya yang begitu rapi sambil tersenyum manis, “ Aku tau.. kau mencoba untuk menghiburku Seo, tapi sungguh aku tak apa-apa. Justru seharusnya aku sudah mempersiapkan semuanya jika hal ini terjadi, maafkan aku karna waktu kalian terbuang sia-sia karna mengurus semuanya “

“ A-aniyaa.. “ elak Seohyun terbata-bata

“ Aishh.. mengapa jadi seperti ini “ batin Seohyun

 

Flashback

“ Jessie, maukah kau menikah denganku? “

Hening..

Hanya suara deburan ombak yang terdengar di antara mereka, hingga detik selanjutnya Steve bisa melihat sinar cahaya yang begitu redup dari kedua mata yeoja dihadapannya. Semua akan sia-sia, itu yang ada didalam pikiran Steve. Sebelum Jessica menjawab ajakan kekasihnya itu, ia menarik nafas dalam dan mengeluarkannya secara perlahan. Steve juga bisa merasakan jika genggaman Jessica ditangannya mengerat, hati dan perasaan namja itu mulai berkecamuk tak karuan.

“ Steve.. “ panggil Jessica lembut sambil memandang dalam mata kekasihnya, “ Sebelumnya aku minta maaf, aku tak peduli bagaimana kita harus berjalan begitu jauh hingga sampai sini.. aku juga tak peduli jika kita menikah hanya menggunakan pakaian casual ini. Tapi steve, aku adalah putri dari presiden korea. Aku tak bisa bersikap egois untuk ini, restuku tidak hanya dari appa tapi dari masyarakatku. Kau mengertikan? Maafkan aku, Steve.. jeongmal mianhae.. aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Tapi maukah kau menunggu sedikit lebih lama untuk ini? “. Steve menghela nafas, ia kembali beranjak dihadapan Jessica dan tersenyum. Lebih tepatnya, tersenyum pedih..

“ Arrasseo, aku mengerti. Maafkan aku karna melakukan hal ini tanpa mendengar pendapatmu terlebih dahulu “

“ Maafkan aku “. Jessica mengelus pipi Steve lembut dengan cahaya matanya yang begitu sendu.

“ Gwenchana “

“ Permisi, sebentar lagi pesawat akan mendarat “ ucap salah satu pengawal Steve sopan, membuat namja itu kembali membuyarkan lamunannya. Detik selanjutnya dengan anggukan pelan Steve bersama yang lainnya bergegas untuk bersiap-siap landing di bandara Incheon.

.

.

“ Eonnie.. ya tuhan! Aku tak mengerti apa yang ada didalam pikiranmu! “ ucap Krystal dengan wajah yang memerah, sudah cukup lama adik dari Jessica Jung itu merancau dibelakang kakaknya yang tengah memandang keluar jendela dengan gelisah sambil menggigit-gigit kuku jarinya. “ Tak sadarkah, jika kami telah menyapu keadaan diseluruh bangunan gereja itu takut-takut ada paparazi atau pun yang lainnya yang sewaktu-waktu bisa mengambil gambarmu dengan Steve oppa?? Semua itu kami lakukan untuk keamananmu, meskipun rakyat menentang hubunganmu dengan Steve oppa.. setidaknya kau bisa menikah dengannya tanpa sepengetahuan siapa-siapa. Dalam kata lain, kau masih memiliki peluang untuk melakukan pernikahan dengan Steve oppa secara tertutup. Mengapa kau senang sekali menanggapi respon masyarakat korea!? Apa hak mereka mengatur-atur hidupmu dan pasanganmu. Kau yang menjalaninya, bukan mereka!–.. “

“ A-a-aku tak pernah berfikir sampai sana krys–.. “

“ Ya, pikiranmu sangat dangkal eonnie “

“ Geumanhae, Krys! Hanya aku yang dijadikan boneka rakyat korea dalam keluarga kita! Kau beruntung tidak berada didalam posisiku, sehingga tak ada masalah yang terjadi di antara hubunganmu dengan Jinri yang sudah menjadi sepasang kekasih! Sangat rumit ketika kau berada diposisiku, meskipun omma sudah tak ada aku pikir aku hanya akan mendapatkan restu dari appa tapi nyatanya?? Aku juga harus mendapatkan restu dari rakyat korea, jika tidak.. bagaimana dengan image appa sebagai pemimpin bangsa kita?? Appa akan di caci dan dihina oleh mereka, apa kau senang meliha appa kita seperti itu? Dicaci, dimaki, tak dihargai karna aku sebagai anaknya pun tak menghargai rakyat korea dengan menikah bersama Steve yang jelas-jelas ditentang oleh mereka “ jelas Jessica panjang lebar hingga tak disadari bahwa air matanya sudah mengalir deras dari pelupuk matanya.

Krystal terdiam melihat tanggapan Jessica yang begitu dalam, didalam hatinya yeoja itu membenarkan kata-kata kakaknya. Jessica benar, hanya dia yang menjadi panutan dan contoh didalam keluarga presiden untuk rakyat-rakyatnya.

“ Mianhae, eonnie “. Krystal berjalan mendekat ke arah Jessica dan memeluknya erat, “ Mianhae.. aku tak tau, jika seberat itu bebanmu “

“ Aku juga sangat merasa bersalah pada Steve, kau lihat bagaimana responnya saat itu. Sangat menyayat hatiku, Krys.. “ ucap Jessica disela-sela isak tangisnya

“ Tapi kau beruntung memilikinya, eonnie. Steve oppa sangat baik dan menerima keputusanmu, meskipun tak dapat dipungkiri jauh dilubuk hatinya ia juga pasti sangat kecewa dengan semua ini “. Krystal melepaskan pelukannya dari Jessica dan menghapus air mata yang membasahi pipi yeoja blonde itu.

“ Ne, aku beruntung memilikinya. Karna itu, aku sangat mencintainya “ ungkap Jessica

“ Kalau begitu bersiap lah, tak lama lagi kau harus pergi menghadiri acara Fashion Show di seoul. Aku akan ke ruang santai terlebih dahulu “. Jessica menganggukkan kepalanya dan memandang punggung Krystal yang kian menjauh darinya.

 

“ Sulli~ah.. “. Krystal masuk ke ruang santai dan langsung berhambur memeluk Jinri yang tengah menonton televisi dari belakang.

“ Aigoo.. kau mengejutkanku, Krys “ ucap Jinri, seraya mengangkat tangan kanannya untuk menarik tubuh Krystal ke dalam dekapannya. Dengan senang hati, Krystal duduk disamping Jinri dan memeluk yeoja itu erat.

“ Aku tau, kau tidak memfokuskan diri pada televisi yang terus menyala didepan kita ini. Kau masih memikirkan Steve oppa dan Sica eonnie, aku benar kan? “. Jinri menoleh pada Krystal yang menengadahkan kepalanya untuk menatapnya.

“ Apa aku terlihat seperti itu? “ bisik Jinri ditelinga Krystal, membuat yeoja itu bergidik ngeri. “ Bagaimana jika aku memikirkan hal yang lain?? “ sambung Jinri sambil menatap dalam kedua mata Krystal, namun jauh didalam pikirannya yeoja itu memang tengah memikirkan hubungan oppanya dengan Jessica. Jinri turut sedih atas ujian yang seringkali menghampiri hubungan kakaknya. Apalagi Jinri tau, jika Steve benar-benar sangat mencintai Jessica..

“ Tentang apa itu?? “

“ Tentang apa yaa, sebenarnya aku juga masih ragu untuk mengungkapkannya padamu “ jawab Jinri sambil berpura-pura berfikir, lalu melirik sekilas ke arah Krystal kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain. Hal itu membuat Krystal kesal dan langsung mencubit pipi Jinri

“ A-akkhh.. appooo!!! “

“ Katakan padaku, tentang apa itu!? “ tanyanya kesal

“ Aku hanya ingin memberitahumu sesuatu–.. “

“ Mwoya?? “

“ Ternyata ada gaya lain sekalin ‘69’ kau tau?? “ bisik Jinri, membuat Krystal terdiam dan spontan menatap wajah Jinri sambil terperangah

“ Jinjayo??? Jeongmal??? “

.

.

“ Kita sampai, Steve-ssi “. Steve menengadahkan kepalanya saat Seohyun sudah membuka pintu mobil yang membawanya ke rumah keluarga Hwang, cepat-cepat ia melepas headset yang menggantung ditelinganya dan keluar dari sana. Dengan helaan nafas lega, ia berjalan masuk ke dalam rumah.

“ Woo bin-ssi, baru saja sampai–.. “

“ Biarkan mereka beristirahat terlebih dahulu, aku juga ingin pergi ke kamarku dulu “ ucap Steve, seraya berjalan menuju elevator untuk mencapai lantai atas.

Setelah sampai lantai atas, Steve keluar dari elevator tanpa didampingi Seohyun. Kali ini langkahnya terlihat gontai, wajah dan rambutnya sangat berantakan. Ajakan menikah dengan kekasihnya itu masih terus berada dalam pikirannya dan itu membuat hatinya semakin terasa sangat sakit, berkali-kali Steve merutuki dirinya sendiri karna bertindak bodoh dengan mempersiapkan pesta pernikahan yang tertutup didalam gereja megah tapi semua itu hanyalah sia-sia.

Meskipun pada akhrinya, ia dan Jessica masih bisa bersikap manis satu sama lain. Tetapi tetap saja, tak dapat dipungkiri jika hatinya menangis. Namun juga percuma saja, jika ia berusaha untuk tetap menikah dengan Jessica dihari itu. Ia tak akan mendapatkannya sebelum rakyat korea memiliki itikad baik pada mereka.

“ Bodoh!! “. Steve membuka pintu kamarnya kasar, hingga terdengar suara yang cukup kencang karna benturan yang terjadi antara pintu kamarnya dengan dinding kamar. “ Kenapa semua ini terjadi padaku! WAE!?? “. Steve duduk di tepi tempat tidur, kedua tangannya perlahan bergerak ke atas kepalanya. Menjambak rambutnya frustasi.

“ Seharusnya, aku mendengar pendapatnya terlebih dahulu. Ini benar-benar gila!! “ ucapnya lirih. Detik selanjutnya, sepasang tangan mengelus bahu Steve membuat namja itu terdiam dan melirik ke arah sentuhan dibahunya lalu perlahan menengadahkan kepalanya.

“ Sesuatu terjadi padamu, Steve? “

“ H-hyung, a-aniya.. “ elak Steve, seraya merapikan penampilannya kembali membuat Woo bin menggelengkan kepalanya dan melemparkan tubuhnya disamping adik keduanya itu.

“ Steve “ panggil Woo bin

“ N-ne hyung? “

“ Setiap orang memiliki ceritanya masing-masing didalam kehidupannya. Ada berbagai rintangan pula yang mereka lewati, tetapi rintangan yang sangat besar akan terjadi pada pasangan yang sangat sabar dan tetap berusaha Steve “. Woo bin memandang Steve dengan tatapan dalam, tak lupa dengan senyuman manisnya yang diturunkan almarhum Mr. Hwang padanya membuat Steve melihat jelas sosok figur appanya pada Woo bin.

“ Dan inilah rintangan yang ada didalam kehidupanmu, kau bisa merasakan bagaimana rasanya mendapatkan penolakkan yang halus dari kekasihmu untuk menikah. Aku memang selalu mengawasi adik-adikku, meskipun rintangan didalam pekerjaan kita lebih besar dari ini. Tapi aku cukup mengerti jika aku berada didalam posisimu dan Jessica. Bisakah kau lebih bersabar dari ini? Aku tau, kau bisa melakukannya karna dirimulah satu-satunya yang bisa bersabar lebih lama didalam keluarga kita Steve. Omma menurunkannya padamu, omma juga yang menurunkan senyumannya yang bisa membuat anak-anaknya tenang setiap melihatmu tersenyum. Semua ada waktunya, tuhan telah memiliki rencana lain untuk menyatukan kalian. Aku percaya itu.. “

“ A-arasseo hyung.. maafkan aku karna sudah bersikap konyol dengan merutuki diri sendiri “ ucap Steve sambil menundukkan kepalanya, membuat Woo bin tersenyum dan mengacak-acak rambut Steve gemas.

“ Kau dan Jinri adalah kebanggaanku, kalian adalah harta yang paling berharga dari apapun untukku. Kelak.. jika aku tak ada lagi di dunia ini, tolong jaga Gyuri dan calon aegyaku “. Woo bin meraih tubuh Steve untuk masuk ke dalam dekapannya, hingga detik selanjunya Steve tersadar akan sesuatu

“ A-aegya?? “. Steve melepaskan pelukan mereka dan memandang Woo bin tak percaya

“ Kami batal liburan, karna Gyuri sudah hamil “

“ Jeongmal?? “ tanya Steve dengan suaranya yang melengking

“ Aishh.. mengapa kau harus memperlihatkan suara lengkinganmu, Steve “. Woo bin menutup kedua telinganya, membuat Steve terkekeh

“ Mian, mian.. tapi aku bahagia mendengarnya hyung. Aku turut bahagia “. Steve kembali memeluk Woo bin dengan senyuman ceria yang kini mengembang diwajahnya.

.

.

Hari mulai menjelang malam, di depan salah satu gedung kesenian begitu banyak paparazi dan juga penggemar-penggemar yang menanti kedatangan idola-idola mereka. Satu persatu kendaraan yang berhenti disana memperlihatkan sederetan artis lokal hingga mancanegara, teriakkan histeris pun terdengar disana. blits-blits, yang bersumber dari paparazi tak pernah berhenti memancarkan kilat yang berhasil menyilaukan orang-orang yang berjalan di Red Carpet.

Hingga tak lama kemudian, teriakkan histeris semakin terdengar saat rombongan mobil kepresidenan berhenti didepan salah satu gedung kesenian tersebut. Kwon Yuri yang menjabat sebagai pengawal Jessica bergegas membukakan pintu mobil untuk Jessica hingga detik selanjutnya,yeoja blonde itu keluar dan tersenyum manis seraya melambaikan tangannya. Malam ini Jessica terlihat semakin cantik, seperti kata orang jika seseorang sudah memiliki kekasih hatinya—orang itu akan semakin cantik. Sama halnya dengan Jessica maupun Steve, kedua dari mereka semakin memperlihatkan kecantikan dan ketampanannya. Namun, kita coba berfokus pada Jessica terlebih dahulu.

Malam ini Jessica tak hanya didampingi Yuri tetapi Krystal pun ikut bersamanya. Kakak beradik itu berjalan berdampingan sambil terus bergandengan tangan, senyuman terus menghiasi wajah mereka yang sangat cantik dengan dibalut dress indah yang tak pernah menghilangkan kesan elegant dari diri mereka sendiri.

You look so beautiful, eonnie.. jika Steve oppa disini, dia pasti tak akan bosan-bosannya untuk terus memandangmu “ bisik Krystal, membuat Jessica tersipu malu.

“ Arrasseo, perhatikan langkahmu Krys “ ucap Jessica sambil memeluk Krystal dari samping dengan gemas.

 

Acara pun telah dimulai, satu persatu perancang busana itu memperlihatkan koleksi pakaian mereka dengan beberapa model yang berjalan di atas stage catwalk. Jessica dan Krystal tak henti-hentinya berdiskusi tentang macam-macam busana yang mereka lihat, hingga keduanya tidak menyadari bahwa ada sepasang mata dengan senyuman evilnya tengah memandang ke arah mereka.

“ Hmm.. jadi yeoja berambut blonde itulah yang menjadi kekasih Steve Hwang. Sungguh sangat cantik, mungkin.. sewaktu-waktu yeoja itu bisa kugunakan “ gumamnya

2 jam telah berlalu, acara yang berlangsung cukup meriah itu pun akhirnya selesai. Beberapa acara penawaran salah satu busana terbaik pun dilaksanakan, Jessica dan Krystal juga turut bergabung dalam acara tersebut. detik selanjutnya, tanpa disadari kedua yeoja itu—seseorang duduk disamping Jessica dan tersenyum penuh arti saat memandang kekasih Steve Hwang tersebut.

“ Anyyeonghaseyo “ sapanya, membuat Jessica langsung menoleh ke sumber suara tak lupa dengan senyuman manis yang mengembang diwajahnya.

“ Anyyeonghaseyo.. “. Jessica menganggukkan kepalanya.

“ Kuperhatikan daritadi sepertinya kau sangat antusias sekali dengan pergelaran Fashion Show ini “ ucapnya sambil memandang lurus ke depan

“ Ne, aku menyukai acara ini “

“ Ahh.. kebetulan sekali, busana keseluruhan yang tengah ditampilkan itu adalah hasil karyaku “

“ Jinjayo?? Woow.. seleramu menakjubkan “

“ Apa kau menyukainya?? “

“ Ne, aku menyukai sepatumu. “

“ Sepatu namja?? “

“ H-huh.. i-itu karna–.. “

“ Ahh.. pasti untuk pak Presiden “

“ O-ohh.. bagaimana kau mengetahuinya?? Aku saja tidak mengetahuimu “

“ Sangat wajar jika kau tak mengenaliku, aku orang baru didunia Fashion. Dan soal aku mengetahuimu, siapa yang tidak tau jika Presiden Seoul memiliki putri secantik dirimu? “. Orang itu memandang Jessica sambil tersenyum manis, hingga Jessica pun dibuat blushing olehnya. “ Kalau begitu mari kita berteman “ sambung orang itu sambil mengulurkan tangan kanannya.

“ Kau bukan orang korea?? “

“ Aniya, aku keturunan dari dua negara. Omma dan appa bukan dari negara yang sama, mari berkenalan.. aku Tyler Kwon “

“ Jessica Jung “

 

TBC

 

Okay.. finally, kusempatkan cuap-cuap disini. Aku tau kalian semua udah mendengar semuanya, berita tentang salah satu peran utama Fanfict ini. Tiffany Hwang..

Well.. aku bukan orang munafik yang tidak merasakan kekecewaan saat mendengar berita itu, aku kecewa tapi gak sampai nangis sih. Tetapi sekali lagi.. Entahlah, pasti banyak yang pro dan kontra tentang ini.. sampai-sampai Taeny atau pun Khunfany jadi fanwar, please.. stop berfikir ke kanak-kanakan, meskipun aku juga suka kesel ketika mengingat kembali berita bias aku pacaran sama itu cowok. Bagi diriku sendiri, tiffany ini sangat berpengaruh dalam banyak hal. Entah itu didalam ff atau apapun itu, lebay emang tapi begini kenyataannya.

Aku berharap sih, teman-teman semua bisa menerima keputusan apa yang udah tiff pilih. Tiffany pilih cowok itu dan biarlah TAENY tetap ada meskipun pada kenyataanya hanya khunfany yang memiliki hubungan khusus. Mau gimana lagi?? Seperti salah satu percakapan fanfict di atas, kita memiliki jalan cerita masing-masing. Ini hidup mereka, kita gak bisa menentukan dengan siapa tiffany harus pacaran atau bahkan hidup. Ini urusan kehidupan mereka, mereka yang akan menjalankannya bukan kita. Kita hanya menjadi komentator dan pengamat dalam perkembangan yang terjadi di dalam setiap kehidupan soshi. Sadarkah??

Kalau teman-teman tetap seperti ini, kasian ke tiffany-nya. Sudah cukup dia mendapatkan perlakuan yang tidak enak saat orang-orang korea tidak menyukai dialek bicara tiffany yang begitu terus terang dan katanya ‘tidak sopan’ saat pertama kali tiffany menjadi artis korea.

Sekarang, apa tega jika tiffany di ‘bash’ dg mendapatkan hal yang sama lagi meskipun berbeda permasalahan? Jangan lagi lah, kita hanya butuh waktu untuk menerima itu semua. Semua ada waktunya, ada masanya dimana member soshi mulai mencari pasangan hidup yang mungkin bisa mereka raih untuk masa depan mereka. Hidup itu harus balance loh, kalau gak balance ya.. jatuh.. sepolos apapun maknae, dia tetep kok mikirin pasangannya nanti seperti apa?

Anggap aja ini sebagai latihan, jika sewaktu-waktu salah satu member soshi memilih untuk melepas status lajang mereka menjadi menikah. Dan mungkin ini alasan Taeyeon kenapa dia takut kalau SONE akan meninggalkan dia dan para member, adanya hal ini bisa terlihat mana yang bener-bener sone atau bukan. Aku gak peduli buat teman-teman yang ternyata gak mendukung hubungan khunfany, tapi please jangan berhenti dukung fany dan soshi. Jangan sampai karna ini pula, soshi mendapatkan insiden yang sama seperti beberapa tahun yang lalu.

Aku juga akan mengumumkan, kalau aku akan tetap berusaha menyajikan tulisan-tulisan tentang soshi bagaimanapun keadaannya. Fanfic hanyalah fanfict, Taeny adalah Taeny yang selalu hidup sebagai sahabat yang terlihat melebihi segalanya hahaha..

Aku sudah berusaha, apa kalian akan ikut berusaha denganku atau memilih mundur?? Kembali lagi pada diri kalian masing-masing

Sekian, terimakasih.. maaf apabila banyak kesalahan dalam pengucapan dan segalanya.

#NC PW PRESIDENT DAUGHTER AND HIM [20]

1. Tanggal berapa Snsd melakukan goodbye performance?

2. Kim Youngmin pernah mengatakan alasan mengapa Snsd melakukan Goodbye Performance begitu cepat, karna ia harus mengurus comeback-nya sebuah Group Artist didalam agencynya. Group artist apa itu?

# Jawaban dari kedua pertanyaan itu adalah kunci Nice chapter yang akan di protect. Semua jawaban ditulis tanpa spasi! 

President Daughter and Him (19/?)

PDH_1

Title : President Daughter and Him (19/?)

Author: Adelayn_Tiffany

Genre: Gender bender, yuri, romance, action, sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang (Namja), Kim Taeyeon, Jessica jung, Krystal

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender dan yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!! XD

 

***

Cppp..

Suara decakan seperti itulah yang menjadi akhir dari ciuman yang begitu dalam dan berhasil membuat kedua tubuh mereka memanas. Seraya melepas ciumannya, jessica menjauhkan wajahnya dari wajah namja tampan dibawahnya. Steve menghapus bibir Jessica yang cukup basah karna ulah namja itu dengan ibu jarinya lalu, tersenyum manis.

So? Hubungan apa yang selanjutnya terjadi diantara kita? “ tanya Steve memecahkan keheningan tanpa melepaskan pandangannya dari Jessica, membuat yeoja blonde itu gugup dengan wajahnya yang semakin memerah

“ I-itu.. hubungan kita tidak begitu penting sekarang, steve. Kita fokuskan pada kesehatanmu terlebih dahulu, kau tau–.. “

“ Akkhh.. appo! “ ringis Steve, seraya memeluk tubuh Jessica erat membuat yeoja blonde itu panik dengan kondisi Steve yang sudah terbilang menjadi kekasihnya itu.

“ S-steve, gwenchana?? “. Melihat respon yeoja blonde itu, membuat Steve tersenyum dibalik pelukan Jessica. Sebenarnya Steve hanya berpura-pura meringis, hingga tak lama kemudian namja itu kembali mengaduh kesakitan..

“ O-ottokkae?? “ tanya Jessica khawatir dan juga panik

“ A-aku akan semakin sakit, jika kau tak memperjelas hubungan kita “ ucap Steve mengarang alasan yang tak masuk di akal sambil sedikit melirik ke arah Jessica, detik selanjutnya kepanikan itu hilang dari yeoja blonde. Bahkan kepanikan Jessica itu berubah menjadi tatapan tajam yang mengarah pada Steve, merasakan apa yang selanjutnya akan terjadi.. Steve memilih menarik tubuhnya dari pelukan Jessica dan terkekeh.

“ M-mian.. aku–.. “

“ Kau!! Bagaimana kau masih bisa mengerjaiku disaat seperti–.. “

“ Mianhae.. “. Steve menarik tubuh Jessica hingga jarak mereka kembali begitu dekat, wajah namja itu sedikit memelas. Mencoba meminta permohonan maaf pada yeoja blonde itu, “ Maafkan aku chagi~ah “ bisik Steve, seraya tersenyum manis membuat death glare Jessica menghilang dan kembali tergantikan dengan wajah Jessica yang berubah menjadi warna merah padam.

“ Jangan membuatku khawatir lagi, kau tau bagaimana diriku yang benar-benar menderita saat tau kondisimu sebelumnya. Hm? “ ungkap Jessica, seraya mengambil salah satu alat disamping ranjang rawat tersebut untuk ia tekan. Detik selanjutnya, sandaran ranjang rawat Steve bergerak ke atas. “ Bersandarlah, wajahmu masih sangat pucat. Kau sudah banyak mengeluarkan darah.. “ sambung Jessica dengan tatapan matanya yang begitu sendu, tetapi Steve hanya bisa tersenyum dengan matanya yang sayu.

“ Gomawo.. “ ucap Steve tanpa melepaskan genggaman tangannya pada kekasihnya itu

What for? “ tanya Jessica bingung

For accept me to be your boyfriend “ jawab Steve, membuat Jessica tersenyum manis. “ I love you, jessie

I Love you too, Steve Hwang “. Jessica memeluk tubuh Steve, mengistirahatkan kepalanya dibahu namja itu sambil sesekali menghirup harum tubuh Steve yang selalu membuat Jessica merasa tak ingin jauh dari namja itu.

“ Steve.. “ panggil Jessica tanpa melepaskan pelukannya dari Steve

“ Hm? “ tanya Steve yang memejamkan kedua matanya namun, salah satu tangannya yang tidak tertancap infusan mengelus kepala belakang Jessica lembut.

“ Aku harus memanggil dokter untukmu, maukah kau menungguku? “. Jessica melepaskan pelukannya dan memandang Steve dengan ekspresi memelas.

“ Tanpa kau panggil, mereka pun akan segera datang kemari Jessie “ jawab Steve sambil tersenyum, membuat Jessica kebingungan

“ Bagaimana bisa? “. Steve hanya mengangkat kedua bahunya, hingga tak lama kemudian benar saja.. dokter dan suster berhambur masuk ke dalam ruang rawat membuat Jessica langsung beranjak berdiri dan mempersilahkan dokter untuk memeriksa kondisi tubuh kekasihnya itu.

.

.

Disebuah museum tua dikorea, beberapa rombongan mobil berjalan disana. Tak lama kemudian, rombongan mobil itu berhenti dan memperlihatkan sosok Woo bin yang baru saja keluar dari mobil, saat Jiyeon membukakan pintu mobil untuknya.

Dengan penjagaan yang sama ketatnya dengan penjagaan dari kelompok orang yang begitu keras ingin menemuinya, Woo bin berjalan menaiki anak tangga di dampingi Jiyeon yang terus berada disampingnya. Tak lupa pula, salah satu orang dari kelompok orang diseberang sana mendampingi Woo bin.

Tap.. tap.. tap.. tap..

Suara derap langkah kaki berlari terdengar bergema disana, membuat Woo bin dan Jiyeon begitu jeli merespon tindakan yang terjadi di sekitar mereka.

“ Wuaahh.. Woo bin hwang, akhirnya kita bertemu juga!! “ ucap seorang namja yang begitu girang, seraya memeluk tubuh Woo bin. Tetapi dengan cepat, Jiyeon mendorong tubuh namja itu dari Woo bin karna melihat ketidaknyamanan yang diperlihatkan Woo bin dengan sambutan yang ia terima berlebihan dari namja asing itu.

“ O-opps.. sorry “ ungkap namja itu sambil menutup mulut dengan kedua tangannya

“ Apa yang membuatmu ingin sekali bertemu denganku.. chingu? “ tanya Woo bin ragu, saat menyebutkan kata ‘chingu’ pada namja itu. Detik selanjutnya, namja asing itu terkekeh membuat bulu kuduk Woo bin maupun Jiyeon merinding. Pasalnya, kekehan namja itu bukan kekehan biasa yang selalu dilihat Woo bin maupun Jiyeon tetapi kekehan namja itu terkesan memberikan aura kegelapan yang sewaktu-waktu bisa membuat nafas komisaris Group Hwang itu habis secara Cuma-Cuma.

“ Tidakkah kalian menikmati jamuanku terlebih dahulu? “ tawarnya sambil mempersilahkan Woo bin untuk duduk, melihat hal itu Woo bin pun ingin menghargainya dan langsung menerima tawaran namja itu dengan duduk dikursi. Setelah duduk dikursi yang sudah disediakan, namja itu tertawa girang dan duduk diseberang Woo bin. Cukup jauh sebenarnya, jarak tempat duduk Woo bin dan orang itu tetapi mereka tetap bisa saling berhadapan.

“ Katakanlah sekarang, aku sedang tak memiliki waktu banyak “ ucap Woo bin, membuat orang itu menaikkan salah satu alisnya dan kembali terkikik.

“ Arrasseo, pemuda komisaris sepertimu memang tak memiliki banyak waktu untukku. Tetapi aku tetap menghargai kedatanganmu.. baiklah, aku akan menjelaskan produkku “ ungkap orang itu dengan besar kepala, seraya beranjak dan menaikkan jari telunjuknya ke udara. Hingga tak lama kemudian, salah seorang dari bagiannya menghampiri dan memberikan suatu benda yang terlihat seperti mainan.

“ Ini adalah sebuah permainan yang mampu membuat seseorang semakin cerdas “

“ Oya? Aku baru mendengarnya jika sebuah permainan bisa membuat seseorang semakin cerdas, itu artinya tanpa aku harus belajar.. aku akan cerdas setelah memainkan permainan itu?–.. “

“ Geurom, tentu saja. “ respon orang itu yang dengan lancang memutuskan ucapan Woo bin yang belum selesai, membuat anak pertama dari keluarga Hwang itu semakin tak nyaman.

“ Tidakkah itu masuk akal? Itu tindakan yang bodoh “ ucap Woo bin sarcastic, membuat orang itu menggeram dalam diamnya.

Setelah melihat orang yang besar kepala dihadapan Woo bin, namja itu yang mulanya memiliki niat baik untuk menerima produk orang tersebut. tiba-tiba menarik niatnya kembali, karna perasaan Woo bin mengatakan bahwa jika ia bekerja sama dengan orang itu justru perusahaannya akan hancur. Mengapa Woo bin bisa merasakan hal itu, karna pada dasarnya seorang pemimpin itu memiliki feeling yang kuat, hal itu pun di dapat dari pengalaman-pengalamannya terdahulu dan Woo bin tak ingin mengulangi kesalahannnya lagi.

“ Baiklah, aku sudah tau produkmu itu “ ucap Woo bin, seraya beranjak dari tempat duduknya dan membenarkan jasnya membuat orang itu gelagapan karna ia sama sekali belum menjelaskan semuanya. Tentu saja disamping gelagapannya, namja itu begitu sibuk mengembalikan ketenangannya lagi karna sudah dibuat kesal oleh Woo bin.

“ Kau tak ingin melihat mainan ini bekerja secara langsung? “ tanya orang itu sambil tersenyum evil, membuat Woo bin yang mencoba meninggalkan tempat pertemuan mereka menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah orang itu sambil menyernyitkan keningnya.

“ Apalagi? Aku sudah melihat produk dan tujuanmu itu sendiri “ ucap Woo bin

“ Kau tau, jika kau meremehkan permainan ini. Maka yang terjadi, mainan ini akan–.. “

 

DUARR!!

 

“ Meledak “ sambung orang itu perlahan, ani.. tapi lebih seperti mengeja kata Me-Le-Dak membuat kedua mata Woo bin dan Jiyeon membelalak saat melihat produk orang itu hancur lebur di depan mata kepala mereka sendiri.

.

.

Selama Woo bin menjalankan pekerjaannya, Jinri dan Gyuri menghabiskan waktu mereka disebuah restoran didekat rumah sakit yang ditempati Steve hwang. Tentu saja, rumah sakit disamping restoran tersebut adalah salah satu asset dalam Hwang Group. Mereka bebas masuk kesana kapan pun mereka mau, bahkan Hwang group bisa saja menjadikan rumah sakit tersebut menjadi sebuah tempat bermain untuk mereka jika mau. Seperti sosok Woo bin dimasa lalu yang menjadikan rumah sakit tersebut sebagai tempat untuk merayakan ulangtahunnya, namja yang terlihat galak, sadis dan tak punya perasaan itu rupanya masih memiliki hati yang begitu besar. Saat umurnya sudah beranjak dewasa, biasanya seseorang yang berulangtahun dengan derajat Hwang group selalu merayakan pesta ulangtahunnya secara besar-besaran tetapi berbeda dengan Woo bin. Namja itu memilih merayakan ulangtahunnya dengan anak-anak kecil yang hanya diberikan kesempatan singkat untuk hidup didunia ini karna itu pula ia bertemu dengan Gyuri.

Mereka saling menyukai saat pandangan pertama, dimana saat itu Gyuri adalah sosok seorang desainer handal yang mengalami kecelakaan kecil saat ia bekerja sehingga yeoja itu harus pergi ke rumah sakit dan bertemu dengan Woo bin yang begitu mempesona dengan senyuman yang berhasil membuat hati Gyuri tergetar untuk membuka hatinya yang telah lama tertutup.

Jinri tertawa terbahak-bahak saat mendengar cerita kakak ipar dengan kakaknya dimasa lalu, sesekali yeoja itu bertepuk tangan atau bahkan tertawa tanpa mengontrol suaranya yang berhasil membuat beberapa orang menaruh perhatian padanya membuat kakak iparnya malu.

“ Yah! Aku tak akan bercerita lagi jika kau tertawa seperti itu, jinri~ah “ ucap Gyuri sambil menepuk lengan adik iparnya itu

“ Hahaha.. habisnya, cerita kalian itu sangat lucu. Lalu setelah menikah, hal apa yang kalian lakukan terlebih dahulu? “ tanya Jinri penasaran sambil menopang dagu di atas meja, membuat Gyuri gugup

“ Kau masih kecil! Masih banyak yang harus kau lewati untuk mencapai bahtera rumah tangga, arrasseo?? “

“ Aishh.. eonnie, aku kan sangat penasaran sekali. Apa kalian juga mendesah seperti steve oppa dan-.. “

“ Heyy.. anak kecil, sepertinya pembicaraan kita sudah terlalu jauh. Jadi, aku harus pulang dan mengerjakan beberapa perusahaan kecil ayah mertua. Bye bye.. “ pamit Gyuri, seraya beranjak dan berjalan ke luar restoran membuat Jinri bingung dan juga ikut keluar mengejar kakak iparnya.

“ Eonnie!! Bagaimana dengan sebutan 69?? “ tanya Jinri dengan suara lentangnya, membuat Gyuri membelalakkan mata dan langsung berlari ke arah Jinri lalu menutup mulut yeoja itu.

“ Ymm!! Aapppaaammnhhhh yaaaanggg kauppp lak—nnnnnnnnnnn!!! Lep—pas!!!!! “ teriak Jinri didalam bekapan Gyuri, membuat beberapa pengawal keluarga Hwang terkikik

“ Jinri~ah.. darimana kau mengetahui hal itu!? “ bisik Gyuri dengan mata yang hampir keluar dari tempatnya, membuat Jinri terdiam

“ Memangnya itu apa?? Aku saja tidak mengerti soal itu “ ungkap Jinri polos, membuat Gyuri terperangah

“ Anak nakal! “. Gyuri mendorong kepala Jinri dengan jari telunjuknya, membuat kepala yeoja yang lebih muda darinya itu terdorong ke belakang lalu Gyuri segera meninggalkannya sendiri bersama pengawal-pengawal keluarga Hwang.

“ Memangnya kenapa? Aku kan hanya membacanya dari buku yang tersimpan di rak buku Woo bin oppa, Steve oppa juga mempunyainya satu sedangkan Woo bin oppa memiliki 3 tingkat buku yang menjelaskan gaya 69 membuatku pusing memahaminya “ gumamnya

“ Mwo? 69?? “ tanyanya, membuat Jinri langsung menoleh ke sumber suara

“ Ital~yaa.. “ panggil Jinri manja, seraya memeluk Krystal lalu mengecup pipi yeoja itu singkat namun Krystal masih terdiam ditempatnya dan memandang lurus ke depan. “ Waeyo? “ tanya Jinri bingung

“ 69, matta.. aku baru mengingat kata didalam buku itu “ gumam Krystal yang terdengar jelas oleh Jinri

“ Apa maksudmu?? “ tanya Jinri semakin bingung

“ Aku menemukan sebuah buku dikamar sica eonnie dan isi didalamnya, penuh dengan kata 69. Apa kau mengerti soal itu Sulli~ah? “. Krystal menatap Jinri dengan penuh penasaran, hingga detik selanjutnya gelengan cepat diperlihatkan Jinri pada Krystal membuat kedua yeoja itu tertegun. Mereka sibuk mencerna kata 69 yang sampai detik itu juga membuat mereka penasaran

“ Sepertinya, kita harus browsing untuk mendapatkan jawaban soal itu ital~ya. Kajja.. “. Jinri menarik lengan Krystal untuk pergi ke suatu tempat dengan begitu bersemangat

“ Bagaimana dengan Sica eonnie dan Steve oppa? “ tanya Krystal sambil menghentikan langkah mereka

“ Mereka masih saling desah mendesah “ jawab Jinri tanpa memperdulikan yeoja dibelakangnya yang terdiam untuk mencerna ucapan yeoja itu.

“ Desah mendesah?? Ahh.. kita juga harus tau bagaimana caranya seperti itu, sulli~ah “. Krystal berlari mengejar Jinri, lalu merangkulnya dengan girang.

“ Beri aku ciuman dulu “ pinta Jinri sambil mencondongkan bibirnya pada Krystal. Jinri yang berniat bercanda namun, candaannya itu justru membuatnya merasa tersengat aliran listrik yang begitu besar. Tentu saja, siapa yang menduga jika candaannya itu menjadi kenyataan. Kenyataan bahwa Krystal menciumnya, tepat dibibirnya meskipun sekilas tetapi hal itu berhasil membuat wajah Jinri memerah bukan main.

.

.

Secara bersamaan, Jessica dan Yuri keluar dari kamar rawat yang rupanya bersebelahan. Mata mereka bertemu dan itu membuat Yuri langsung memberikan penghormatan pada majikan-nya sedangkan Jessica hanya menyernyitkan keningnya bingung atas kehadiran pengawalnya disana.

“ Apa sesuatu terjadi? Mengapa kau bisa ada disini, Yul? “ tanya Jessica penasaran

“ A-a.. i-itu.. h-hm..–.. “

“ Mwo? Waegeurae? Kerabatmu ada yang sakit? “

“ N-ne.. kerabatku s-sakit “ jawab Yuri terbata-bata yang tak tau harus menjawab apa pada Jessica selain membenarkan ucapan yeoja dihadapannya itu. “ Dan bagaimana denganmu, Jessica-ssi? “

“ Ohh.. Steve, ia terluka saat.. ahh.. apa kau sudah tau jika restoran pelatihan meledak?? “ tanya Jessica yang langsung menerima respon anggukan dari Yuri. Tentu saja namja itu tau, karna saat  itu ia dan Taeyeon berada disana. “ Steve terluka karna ledakan itu “ sambung Jessica

“ Jinjayo?? Apa dia baik-baik saja sekarang?? “ tanya Yuri khawatir

“ Steve baik-baik saja, dia sudah sadar “ jawab Jessica sambil tersenyum senang, membuat Yuri memiringkan kepalanya untuk mencerna atas apa yang sudah terjadi antara majikannya itu bersama sahabatnya.

“ Apa kalian sud–.. “

“ Okshii, ap–.. “. Ucap seseorang yang berhasil membuat Yuri dan Jessica menoleh ke sumber suara. Melihat orang tersebut, membuat Jessica tak sadar bahwa ia sudah mengepalkan kedua tangan yang menggantung disamping tubuhnya.

“ Anyyeonghaseyo Jessica-ssi “ sapa orang itu gugup, seraya membungkukkan tubuhnya dihadapan Jessica tetapi yeoja blonde itu tak meresponnya melainkan mengeraskan rahangnya. Jessica masih begitu kesal dengan apa yang ia lihat beberapa hari yang lalu antara Taeyeon dan orang itu.

“ Untuk apa kau kemari? “ tanya Jessica dingin, membuat orang itu semakin gugup sedangkan Yuri hanya bisa mengawasi kedua yeoja itu dengan was-was.

“ A-aku ingin menjenguk atasanku “ jawabnya terbata-bata, membuat Jessica mengerutkan dahinya. “ Aku ingin menjenguk Taeyeon-ssi, dia adalah korban ledakan restoran pelatihan Hwang group “ jelas sekretaris Taeyeon itu

“ Ohh.. itu dia kamarnya, aku permisi dulu “

 

DEG

 

Yuri terlonjak kaget, saat mendengar ucapan yeoja dengan sebuket bunga didepan Jessica itu. Ia tak menyangka akan bertemu dengan seseorang yang mengenal Taeyeon padahal, ia sudah mengatakannya pada Jessica bahwa ruangan disamping kamar rawat Steve adalah kerabatnya.

Melihat sekretaris Taeyeon yang melengos melewati mereka, Jessica menaruh perhatiannya pada Yuri. Seolah mengerti apa yang sedang dipikirkan Jessica, yuri langsung menghadap padanya dan membungkukkan tubuhnya.

“ M-maafkan aku.. ruangan itu memang ruang rawat taeyeon-ssi “ ungkap Yuri yang begitu merasa bersalah karna telah berbohong pada putri presiden, Yuri yakin pasti setelah ini ia akan langsung dipecat oleh Jessica.

Tetapi dugannya salah, setelah ia kembali berdiri tegak dihadapan Jessica—yeoja blonde itu justru memperlihatkan senyuman manisnya membuat Yuri bingung.

“ Yah, kau tak usah sungkan-sungkan mengatakannya padaku jika kau sedang melakukan pendekatan dengan Taeyeon “

“ M-mwo?? “

“ Aku mendukungmu, tetapi sebelum itu.. kau harus merebutnya dari wanita itu. Aku memiliki perasaan yang tak baik jika taeng selamanya akan berada disisi yeoja itu “ ungkap Jessica yang kemudian, menepuk bahu Yuri.

“ Kwon Yuri, Fighting!! Anyyeong.. “. Jessica melambaikan tangannya lalu, kembali masuk ke dalam ruang rawat Steve. Meninggalkan Yuri yang masih terkejut dengan respon yang dilakukan Jessica padanya.

 

 

Jessica berjalan ke dalam ruang rawat Steve, ia duduk disamping ranjang kekasihnya yang kembali memejamkan matanya karna pengaruh obat yang diberikan dokter padanya. Steve masih begitu lemah untuk sadar begitu cepat selepas operasi pengangkatan serpihan kaca dibelakang kepalanya, maka dari itu dokter memberikan obat tidur sekaligus painkiller untuk Steve.

Didalam keheningan yang kembali hadir diantara mereka, Jessica meraih tangan dingin kekasihnya dan mencoba menghangatkannya dengan menempelkan tangan yang cukup besar itu ke pipinya. Sesekali yeoja blonde itu juga mengecup tangan Steve yang begitu harum karna parfum Steve yang masih menempel disana.

Get well soon, baby “. Jessica mengelus pipi Steve lembut, hingga kepala namja itu bergerak dan terlihat semakin nyaman dalam mimpinya yang entah seperti apa– yang jelas selama Steve tertidur Jessica senantiasa berada disampingnya. Menunggu namja itu membuka kembali kedua matanya dan memberikan senyuman manisnya pada Jessica.

Tak lama kemudian, pintu ruang rawat Steve terbuka kasar dan memperlihatkan seorang yeoja yang terlihat panik dan khawatir.

“ S-steve, gwenchana?? “ tanyanya sambil menghampiri Steve, membuat Jessica beranjak berdiri dan menekan salah satu tombol untuk memanggil seorang petugas keamanan atau siapapun itu.

“ Yah.. bora~ya.. “ panggil Sooyoung yang juga baru tiba dikamar itu, melihat sikap bora yang terlampau khawatir melihat keadaan Steve membuat Sooyoung langsung menghampiri dan memback hug adik keduanya.

“ Yah, eonnie.. lepaskan!! “

“ Y-yah, yah, yah.. ige mwoya, kenapa kau seperti ini. Steve sedang istirahat “. Sooyoung terus mencoba menahan kepanikan bora yang benar-benar terlihat sangat berlebihan, membuat Jessica mengerutkan keningnya kesal. Tentu saja siapa yang tidak kesal, jika ada seseorang yang mengusik waktu istirahat kekasihnya.

“ Jika kalian hanya ingin membuat kegaduhan disini, sebaiknya kalian keluar “ ucap Jessica, membuat Sooyoung dan Bora terdiam dan menoleh ke arahnya.

“ Kau mengusirku?? “ tanya Bora tersinggung sedangkan, sooyoung hanya menajamkan matanya ke arah Jessica.

“ Ne, secara tidak langsung aku mengusirmu. Wae?? Kau tak terima?? Ini adalah rumah sakit bukan tempat terbuka yang bisa menampung teriakanmu “ jawab Jessica dengan ekspresi flat-nya, membuat Bora semakin kesal

“ Bora~ya.. sudahlah, aku sudah bilang kita tak perlu kemari. Kajja kita pulang “. Sooyoung mencoba membawa bora keluar dari kamar rawat itu sebelum sesuatu yang besar terjadi antara adiknya dan putri presiden.

“ Tapi eonnie.. Steve oppa–.. “. Suara bora semakin menjauh dari ruangan steve, membuat Jessica bernafas lega.

“ Maaf telah mengusik waktu istirahatmu, sayang.. “ bisik Jessica ditelinga Steve, lalu mengecup pipi kekasihnya lembut

 

 

“ Yah, eonnie!! Kita baru saja sampai disini, tetapi mengapa kau malah membawaku keluar!? “

“ Karna kau merepotkan bora~yah! “ bentak Sooyoung spontan, membuat Bora terdiam dengan kedua matanya yang berkaca-kaca.

Menyadari sikapnya yang sudah berlebihan pada adiknya, Sooyoung merasa sangat bersalah sehingga ia segera meraih tubuh Bora ke dalam pelukannya.

“ Maafkan aku, tapi aku juga sama khawatirnya denganmu. Aku mengkhawatirkan Steve, tetapi setidaknya sudah ada seseorang yang menjaganya dan itu membuatku lega “ ungkap Sooyoung sambil mengelus kepala Bora lembut, ia juga memperlihatkan senyuman manisnya. Tanpa disadari, Sooyoung begitu sangat merindukan sahabatnya. Merindukan sosok Steve yang selalu memperlakukannya dengan sangat baik.

“ Apa itu artinya, kau tak lagi mendukungku untuk kembali pada Steve?? “ tanya Bora sambil menengadahkan kepalanya untuk menatap Sooyoung.

“ Apa kau benar-benar mencintai Steve, Bora~ya? “

.

.

Yuri keluar dari restoran rumah sakit dengan membawa sebungkus makanan serta minumannya, senyuman manis pun terukir diwajahnya. Sesekali namja itu memandang ke bungkusan yang dibawanya.

“ Semoga dia menyukainya “ gumamnya, tak lama kemudian namja itu sudah berada didepan pintu kamar rawat Taeyeon dan membukanya.

“ Taeng ak–.. “. Seketika, makanan yang dibawa Yuri terjatuh. Namja itu terperangah melihat adegan yang membuatnya merasa sulit bernafas. Sebenarnya adegan itu hanya ciuman panas yang biasa dilakukan Taeyeon bersama sekretarisnya, tetapi bagi Yuri hal itu benar-benar berhasil membuat lehernya terasa tercekik sampai habis.

“ Y-yul “ panggil Taeyeon, seraya menyembulkan kepala dari balik tubuh Hyuna.

“ O-ohh.. maaf mengganggu, aku akan kembali lagi nanti “ ucap Yuri dengan senyuman yang terlihat dipaksakan kemudian langsung balik kanan dan keluar dari kamar taeyeon dengan keringat dingin yang mengalir disekujur tubuhnya, namja itu berkali-kali menghela nafas sambil duduk dikursi tunggu yang berada disepanjang koridor rumah sakit.

“ Ohh.. makanannya?? “ tanya Yuri pada dirinya sendiri saat menyadari bahwa makanan yang sebelumnya ia bawa tak ada ditangannya lagi.

 

“ Hyuna~ah, mianhae.. tapi aku ingin beristirahat sekarang “ ungkap Taeyeon dengan memperlihatkan senyuman manisnya, tetapi jauh dilubuk hati yeoja itu—Taeyeon merasa sangat bersalah pada Yuri. Entahlah.. melihat Yuri memergoki dirinya yang tengah berciuman dengan sekretarisnya membuat hatinya langsung gundah gulana.

“ Arrasseo.. aku akan pulang sekarang, mungkin besok aku akan kembali lagi untuk menjemputmu hm? “. Taeyeon menganggukkan kepalanya dan detik selanjutnya, yeoja itu mendapatkan kecupan singkat dibibirnya dari sang kekasih sebagai salam perpisahan sementara mereka.

“ Lekas sembuh, saranghae.. “ ucap Hyuna yang kemudian, meninggalkan Taeyeon sendirian dikamar rawatnya.

.

.

“ Enghh.. Jessie.. “. Steve mengerang kesakitan, terlihat dari raut wajahnya dengan kerutan didahinya. Namja itu masih terpejam dan terus bergumam memanggil nama kekasihnya, membuat Jessica yang tengah menghabiskan waktu dengan membaca majalah disofa langsung berlari ke arah Steve.

I’m here, steve “. Jessica menggenggam tangan Steve, mencoba untuk memberikan kekuatan untuk kekasihnya. Namun respon yang didapat dari namja charming itu justru malah membuat Jessica khawatir, pasalnya genggaman Steve yang berada dalam genggaman Jessica mencengkram tangan yeoja blonde itu dengan kuat.

“ Appoo–.. “ ringis Steve tanpa membuka kedua matanya, membuat kedua mata Jessica berkaca-kaca.

“ Aku akan memanggil dokter terlebih dahulu, hm? “. Jessica mengelus kepala Steve yang terbalut perban dengan lembut, detik selanjutnya erangan yang keluar dari mulut Steve tak terdengar lagi justru dengan perlahan kedua namja itu terbuka hingga kedua mata mereka bertemu.

“ Kau bangun, mani appo? “ tanya Jessica tanpa berhenti mengelus kepala kekasihnya lembut.

“ Appo “ jawabnya lirih

“ Aigoo.. ottokkae? “ ucap Jessica, seraya memeluk tubuh Steve. “ Gidaryo, aku akan memanggil dokter terlebih dahulu. Hm? “. Jessica melepaskan pelukannya dan menatap paras tampan kekasihnya yang begitu pucat

Kajima, gwenchanayo.. nan gwenchana.. “ ungkap Steve yang tak ingin ditinggalkan Jessica

“ Kekasihku manja sekali, hmm.. “ goda Jessica, membuat Steve terkekeh

“ Ice princess.. “ panggil Steve, seraya mengelus pipi Jessica lembut.

“ Hm? “

You wanna sleep wih me?

Here?? “ tanya Jessica sambil menunjuk ranjang rawat

Yap, here.. aku tau kau sangat lelah menungguku “

Of course, i’m so sleepy “ jawab Jessica yang langsung memposisikan diri di atas ranjang rawat, tepatnya disamping Steve. Steve yang melihat sikap kekasihnya terkikik dan begitu sangat gemas sehingga ia langsung memeluk tubuh Jessica erat.

“ Mengapa kau begitu sangat lucu, jessie?? “ bisik Steve sambil tersenyum, membuat Jessica geli

“ Karna aku Ice Princess-nya Prince Charming. You wanna built the snowmaa~ann?? “ canda Jessica. Seketika Steve meledakkan tawanya, kelucuan yang terjadi diantara mereka membuat Steve hampir tak merasakan kesakitannya lagi dikepalanya. Mungkin obat mujarab yang sesungguhnya dibutuhkan oleh Steve adalah kebahagiaan yang dilalui oleh seseorang yang sangat dicintainya, Jessica Jung..

Cklekk..

Tap.. tap.. tap..

“ Jessie.. “ bisiknya lembut dengan posisinya yang sudah memback hug Jessica, tetapi yeoja blonde itu tak meresponnya. “ Chagi~ah, ireona.. tidakkah kau merindukanku? “

Detik selanjutnya, tubuh yeoja itu bergerak malas menghadap kekasihnya tanpa membuka kedua matanya. Jessica mengerang dan justru semakin mendekatkan diri pada pemilik tubuh yang hangat itu, memeluk tubuh itu erat hingga berhasil menyembunyikan wajahnya diceruk leher Steve.

Ini sudah ke-14 harinya semenjak Steve keluar dari rumah sakit, namja itu kembali beraktivitas seperti biasanya bersama Woo bin. Dan soal pelatihan yang seharusnya dilakukan selama beberapa bulan, hal itu harus dihentikan karna Woo bin tak ingin sesuatu yang sama akan terjadi lagi.

Just a minute, steve “ ucap Jessica dengan suara kantuknya

“ Hey.. kau harus bersiap-siap, tidakkah kau ingat hari apa ini dan apa yang akan kau lakukan hm? “. Mendengar ucapan kekasihnya, membuat Jessica membuka kedua matanya dan menengadahkan kepala untuk menatap Steve.

Today is Sunday, everyday is Sunday for me steve. So, it’s time for sleep “ jawab Jessica yang kembali menyembunyikan wajahnya diceruk leher Steve

“ Aigoo.. Sleephead, hari ini Krystal melakukan pertunjukan Ice Show. Remember?? Dan kau yang mengiringinya “ ucap Steve sambil memainkan rambut panjang Jessica.

“ Ahh.. kau benar, Krys mianhae.. “ gumam Jessica yang terdengar jelas oleh Steve, membuat namja itu terkekeh. Lalu dengan malasnya, Jessica beranjak duduk dan menggucek matanya sedangkan Steve yang tak pernah melepaskan pandangannya dari setiap pergerakan yang dilakukan kekasihnya hanya bisa terdiam dan menganggumi kelucuan yeoja dihadapannya itu.

“ Bersiaplah, aku akan menunggumu dibawah “ ucap Steve sambil mengelus kepala Jessica lembut dan tak lupa, namja itu juga tak pernah menghilangkan sedikit pun senyuman manisnya dihadapan Jessica. Saat Steve akan beranjak dari tempat tidur, Jessica menahannya dan memperlihatkan bibirnya yang dikerucutkan membuat Steve bingung.

“ Waeyo?? “

“ Aku membutuhkan penyemangat untuk bisa sampai pintu itu “ jawab Jessica sambil menunjuk pintu kamar mandi yang tak jauh dari mereka.

Morning kiss, hm? “. Jessica mengangguk dan tersenyum malu, hingga tak lama kemudian yeoja itu sudah mendapatkan apa yang ia mau. Steve mencium bibir Jessica dengan penuh kelembutan, tak hanya ciuman biasa—Jessica membuat ciuman itu menjadi Passionate kiss sehingga kepala mereka bergerak ke kanan dan ke kiri.

“ Hmm~.. “ desah Jessica, seraya mengalungkan kedua tangannya dileher Steve karna ciuman mereka semakin panas. Steve pun tak menyadari bahwa morning kissnya akan berdampak seperti saat ini, hingga detik selanjutnya namja itu mencoba menyudahi semuanya dengan menghentikan ciumannya tetapi tak bisa.

“ Jessie.. “ ucap Steve disela-sela ciuman Jessica yang semakin tak bisa dikontrol

Just a moment, Steve. Jebal.. “ rengek Jessica yang mencoba mencium bibir Steve kembali, tetapi namja itu menghindarinya dengan menatap Jessica bingung.

“ Heyy.. Jessie, waegeurae?? “. Steve menangkupkan kedua tangannya diwajah Jessica, membuat yeoja blonde itu menatapnya dengan kedua mata yang berkaca-kaca. “ Jessie, waeyo? “ tanya Steve sekali lagi, seraya menghapus air mata Jessica yang sudah keluar dari pelupuk mata yeoja itu tetapi Jessica menggelengkan kepalanya dan langsung berlari memasuki kamar mandi.

“ Ada apa dengannya? “ gumam Steve bingung

.

.

“ Habiskan sarapanmu, Steve “ ucap Mr. jung  sambil menuangkan jus jeruk ke dalam gelas untuk kekasih anak pertamanya itu, sedangkan Steve hanya bisa tersenyum dan mengangguk sebagai ucapan terimakasih pada calon mertuanya itu.

Tak lama kemudian, suara derap langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar oleh dua namja yang tengah menikmati sarapannya.

“ Maaf, sir “. Mr. Jung menoleh ke sumber suara dengan senyuman yang terukir diwajahnya, namun senyuman itu tak berlangsung lama setelah melihat ekspresi Yuri sebagai pengawal khusus anak pertamanya.

“ Jessica-ssi tak ada dikamarnya “ ungkap Yuri, membuat Steve menoleh ke arah namja itu dan terkejut bukan main sedangkan Mr. Jung hanya bisa menyernyitkan keningnya.

“ Bagaimana bisa? “ tanya Mr. Jung bingung

“ Kami lengah, sir. Tetapi rupanya, Jessica-ssi membawa mobil sport-nya “ jawab Yuri sambil menundukkan kepalanya

“ Gwenchana, Yul. Mr. Jung aku pamit lebih dulu, mungkin kita akan melakukan sarapan bersama lagi lain kali “ ucap Steve, seraya beranjak dari tempat duduknya. Mr. Jung pun menganggukkan kepalanya, meskipun didalam kepalanya namja paruh baya itu masih mencerna apa yang tengah terjadi pada anak pertamanya dipagi hari itu.

 

“ Yul.. kita bertemu dikampus “ ucap Steve sambil menepuk bahu sahabatnya, Yuri pun mengangguk mantap dan bergegas masuk ke dalam mobil bersama rombongan pengawalnya.

“ Jessie, ada apa denganmu? “ tanya Steve pada dirinya sendiri, seraya masuk ke dalam mobil Sport Jaguar-nya, detik selanjutnya mobil yang dikendarai Steve sudah melaju dijalanan.

Selama diperjalanan, tak ada yang dipikirkan Steve kecuali tentang Jessica. Hal ini terjadi setelah ke anehan yang terjadi pada kekasihnya pagi ini, semuanya masih menjadi puzzle bagi namja itu. Dan tak dapat dipungkiri selama Steve menikmati sarapannya bersama Mr. Jung sambil menunggu kekasihnya turun pikirannya juga berantakan, bahkan seringkali Mr. Jung membuyarkan lamunan namja itu disepanjang perbincangan mereka.

 

Flashback

“ Heyy.. good morning, Steve hwang. Bagaimana kabarmu dan keluargamu? “ tanya Mr. jung saat melihat Steve menuruni anak tangga. Dengan kegirangan yang terpancar diwajah Steve, namja itu mempercepat langkahnya dan langsung memeluk tubuh namja paruh baya itu setelah sampai dilantai dasar.

“ Aigoo.. kau mirip sekali dengan ommamu, Steve “ ungkap Mr. Jung sambil menepuk kepala Steve pelan, jika dilihat-lihat Mr. Jung benar-benar terlihat sudah menganggap Steve seperti anaknya sendiri. Namja paruh baya itu begitu memperlakukan Steve dengan baik dan Mr. Jung tak bohong jika wajah Steve begitu mirip dengan ommanya.

“ Kami semua baik-baik saja, Mr. Jung “ jawab Steve yang tidak meninggalkan sikap sopannya pada namja paruh baya itu

“ Yah! Panggil aku ahjussi, Steve “

“ Tapi, aku merasa tak enak jika memanggil ‘ahjussi’ didepan para pengawalmu Mr. Jung “ ungkap Steve, membuat Mr. Jung tertawa sambil menggelengkan kepalanya

“ Ahh.. arrasseo, arrasseo.. tetapi lambat laun kau harus membiasakan memanggilku ahjussi atau bahkan lebih tetapi–.. “

“ Tetapi?? “ tanya Steve penasaran

“ Kemarilah Steve, ada yang ingin aku bicarakan padamu. Sambil sarapan, bagaimana menurutmu? “. Steve mengangguk mantap seraya merasakan rangkulan Mr. jung dibahunya yang membawa dirinya untuk duduk dikursi makan dan entah apa yang terjadi tiba-tiba suasana diantara mereka pun berubah menjadi sedikit serius. Hal itu, membuat Steve gugup bukan main.

“ Aku tau, kau pasti belum mendengarnya “ ungkap Mr. Jung, membuat Steve mengerutkan keningnya tak mengerti

“ Apa maksudmu, a-ahjussi? “ tanya Steve ragu yang telah membuat Mr. jung sedikitnya terkekeh karna mendengar panggilan untuknya yang begitu ragu untuk dilontarkan oleh namja itu

“ Kau tau, tragedi ledakan restoran pelatihan dibawah perusahaanmu telah membuat beberapa masalah terjadi akhir-akhir ini bukan? “. Ya.. ucapan Mr. Jung benar, banyak sekali masalah yang terjadi akhir-akhir ini dari nilai saham yang berkurang, protes sana sini bahkan ada yang berani memfitnah Hwang Group karna ledakan yang terjadi dianggap sengaja bla.. bla.. bla.. tetapi jika dilihat, bagaimana hal itu bisa disengaja jika Steve Hwang pun menjadi korban ledakan itu. Itulah sebabnya, mengapa Woo bin tak melanjutkan pelatihan tersebut. Sekali lagi, Steve mengangguk pelan dan menunggu apa yang selanjutnya akan dilontarkan namja paruh baya itu.

“ Dan kini.. rakyatku benar-benar tengah geram dengan hal itu, Steve. Aku tak tau apa yang akan terjadi, jika mereka mengetahui hubunganmu dengan anakku apalagi jika kalian memutuskan untuk menyudahi masa lajang kalian dengan menikah cepat. Tapi perlu kau ketahui, aku tak masalah dengan hal itu. Dalam kata lain, aku tetap menyetujui hubungan kalian tetapi untuk sementara ini kalian tak bisa menikah cepat seperti keinginanku dengan kakakmu “ jelas Mr. Jung membuat Steve tersenyum tipis sambil mengeluarkan keringat dingin disekujur tubuhnya.

“ A-ap-apakah Jessie tau hal ini? “ tanya Steve ragu

“ Dia sudah jauh-jauh hari mengetahui hal ini Steve, aku seringkali menemukan dirinya menangis dikamarnya tiap malam. Aku pikir hal ini sangat mengganggunya, karna aku pun tau kalau anakku itu sangat mencintaimu “

 

‘ Mengapa Jessie tak pernah mengatakan hal itu padaku?? ‘ pikir Steve.

Namja itu terus memandang lurus ke depan sambil terus mengemudikan mobilnya, pikirannya mencoba untuk mencari jalan keluar untuk hal itu karna jujur saja masalah perusahaannya pun masih ia dan hyungnya untuk coba selesaikan. Sangatlah sulit mengembalikan issue baik tentang semuanya, ia dan Woo bin bahkan sudah bertanggung jawab atas semua yang telah menjadi korban ledakan pada saat itu tetapi ada satu hal yang begitu sulit untuk dipecahkan bagi Steve dan Woo bin. Siapa yang berani melakukan ledakan Bom itu dipelatihannya??

Tak lama kemudian, namja itu menghentikan kendaraannya diparkiran. Ia keluar dari sana, ketika seohyun dan beberapa rombongan pengawalnya sudah mengerumuni mobilnya.

“ Acara baru saja dimulai “ ucap Seohyun sambil mendampingi Steve

“ Apa ada Jessie disana? “ tanya Steve yang sekilas melirik Seohyun. Yeoja itu pun mengangguk mantap, padahal jauh didalam pikirannya assistant Steve itu terlihat bingung dengan apa yang terjadi. Pasalnya Jessica yang dilihatnya beberapa jam yang lalu, terlihat memilih membawa mobil pribadinya padahal ia tau bahwa Steve pergi pagi-pagi sekali karna untuk menjemput kekasihnya itu.

‘ Mungkin mereka sedang ada masalah ‘ Batin Seohyun

.

.

Terdengar suara piano yang mengalun begitu indah, jari jemari Jessica begitu lembut menekan setiap tuts piano ditambah dengan tarian Krystal bersama partnernya yang tak henti-hentinya membuat Jinri menggerutu kesal. Pasalnya, partner Krystal saat ini bukan lagi Key melainkan Choi minho. Mengejutkan bukan? Tentu saja, itu bahkan diluar dugaan semua orang. Tetapi mau tak mau, Jinri harus menerimanya karna Minho pun adalah satu-satunya penari cadangan untuk menggantikan penari asli yang tak bisa hadir karna alasan tertentu yang memang darurat dan hal itu memberikan keuntungan yang sangat besar untuk Minho yang begitu mencintai Krystal. Sedangkan Krystal, ia mencoba untuk bersikap profesional untuk kali ini. Di dalam hati Jinri, yeoja itu berkali-kali merutuki dirinya sendiri yang tak bisa bermain ice skating. Jika saja ia bisa, bisa saja partner Krystal saat ini bukan rivalnya melainkan dirinya sendiri.

Sesekali Krystal yang tengah menari pun, melirik ke arah Jessica yang begitu fokus dengan permainannya. Ada sedikit kesedihan yang terlihat diwajah eonnienya itu dan melihatnya, membuat Krystal ikut sedih. Setelah itu, Krystal menoleh ke arah penonton dan melihat Jinri mengerucutkan bibirnya. Tanpa diduga hal itu membuatnya terkikik..

“ Apa yang kau tertawakan, tolonglah lebih fokus “ bisik Minho sambil terus mencoba menguasai tarian mereka, mendengar hal itu sekejap Krystal menghentikan kekehannya dan mencoba kembali fokus. Tetapi fokusnya hilang begitu saja, saat menyadari kehadiran seseorang selain Jinri atau pun Jessica.

“ Oppa “ gumam Krystal girang sambil melambaikan tangannya ke arah Steve, membuat namja itu yang memilih untuk berdiri tersenyum manis dan menggerakkan bibirnya dengan mengatakan. ‘Aku datang untukmu, jadi bersemangatlah!! ‘

Tak lupa pula, Steve mengepalkan kedua tangan dan mengangkatnya ke udara sambil berkata ‘ Fighting!!! ‘. Hal itu membuat Krystal semakin bersemangat.

Entah terlalu bersemangat atau Krystal tak kembali fokus lagi, beberapa menit tariannya yang masih berlangsung tiba-tiba yeoja itu jatuh membuat para penonton dan Jessica menaruh perhatiannya. Tentu saja Minho, Steve dan Sulli pun tercengang melihat hal itu.

Dengan cepat, Steve berlari ke atas stage di ikuti Jinri dengan khawatir. Saat Jessica yang mencoba untuk menghampiri Krystal untuk menolongnya, Steve lebih dulu berada disisi adiknya sehingga yeoja blonde itu mengurungkan niatnya dan memilih melihat mereka dari tempatnya berdiri.

“ Krys, gwenchana?? “ tanya Steve khawatir sambil menyentuh salah satu kaki yeoja yang lebih muda darinya itu

“ Oppa, appo.. “ ringis Krystal saat dirasakan salah satu kakinya begitu sakit

“ Yah! Apa kau tak melakukan pemanasan terlebih dulu, eoh? “ tanya Minho geram, membuat Jinri beranjak dan berdiri dihadapan namja itu.

“ Jangan mencoba membentaknya, bodoh! “

“ Yah, apa urusanmu!? “ balas Minho

“ Y–.. “

“ Jinri, geumanhae.. kita harus membawa Krystal ke rumah sakit “ ucap Steve yang mencoba meleraikan perdebatan kecil diantara dua orang itu, seraya menggendong Krystal bridal style. Sekilas namja itu melirik ke arah Jessica yang hanya bisa mematung dengan tatapan kosongnya, hal itu membuat Steve sedih dan namja itu berjanji pada dirinya sendiri sesudah ini ia harus benar-benar menyelesaikan masalahnya dengan Jessica.

Tok.. tok.. tok..

“ Jessie, kau di dalam? “ tanya Steve ragu yang kemudian, kembali mengetuk pintu kamar Jessica perlahan. Namun, tak ada jawaban yang terdengar dari dalam sana membuat namja itu perlahan memutar knop pintu kamar tersebut dan masuk ke dalam dengan derap langkah kaki yang begitu tenang.

Ia menghela nafas setelah melihat Jessica yang berdiri membelakanginya sambil memandang keluar jendela, Steve memejamkan matanya sekejap membayangkan bagaimana tatapan kekasihnya yang pasti kosong saat ini hal itu membuatnya kembali menghela nafas dan kembali melangkahkan kakinya untuk menghampiri yeoja blonde itu.

“ Jessie.. “. Steve memeluk Jessica dari belakang, hal itu dapat dirasakan Steve bahwa Jessica terkejut dengan kehadirannya. “ Gwenchana? Apa kau sedang tak enak badan, baby? “ sambung Steve sambil sesekali menghirup aroma khas tubuh Jessica lewat bahu yeoja itu.

“ Aku baik-baik saja, bagaimana dengan Krystal? “ tanya Jessica dingin namun, hal itu justru membuat Steve tersenyum penuh arti.

“ Semua baik-baik saja, 2 hari lagi ia sudah boleh pulang. Dan kau tenang saja, Jinri yang akan merawatnya. Hmm.. “

“ Syukurlah, aku lega. Apa kata dokter? “

“ Hanya kram tetapi jika tidak cepat dibawa ke rumah sakit pada saat itu, adik kita itu bisa saja kesulitan untuk berjalan “ ungkap Steve yang kini justru mencium tengkuk Jessica

“ Steve “

“ Hmm? “

“ Ani.. “ jawab Jessica, membuat Steve menghentikan aksinya dan memilih untuk memutar tubuh yeoja blonde itu untuk menghadap padanya. Steve menangkupkan kedua tangan diwajah Jessica, meminta yeoja itu untuk menatap matanya yang begitu bening dan sangat mengaggumkan.

“ Aku mencintaimu Jessie, apa yang harus aku lakukan agar kau tak seperti ini lagi. Aku tau banyak hal yang tengah kau pikirkan saat ini, hmm? Kau khawatir dengan hubungan kita, bukan?? Rakyat korea?? Dan menikah?? “.

Jessica menghela nafas dan memilih menundukkan kepala, Steve benar-benar mengetahui isi kepalanya. Hal itu membuatnya tersentuh dan membuatnya menangis.

“ Heyy.. uljima, baby. Semua akan baik-baik saja, I’ll promise “. Steve menghapus air mata yang mengalir deras dari pelupuk mata Jessica dan mengecup lembut kening yeoja itu.

“ Justru dengan keadaan seperti ini, kita harus menjadikan ini sebagai sumber kekuatan baru kita. Kita akan bisa melewatinya bersama-sama, Jessie.. kau berusaha, aku juga. Kita akan menunjukkan pada semua orang kalau kita layak mendapatkan restu dari rakyat-rakyatmu, kita hanya membutuhkan waktu untuk itu semua. Bersabarlah, sayang.. “. Steve mengelus kepala Jessica lembut dan menarik tubuh yeoja itu ke dalam dekapannya, mendekapnya dengan hangat dan membiarkan tangisan kekasihnya itu meledak didalam dekapannya.

“ A-aku mencintaimu Steve, j-j-jeongmal s-saranghae “ ucap Jessica terbata-bata disela-sela isak tangisnya

“ Arrayo, nado saranghae Jessie “

~ Tiga minggu kemudian..

Akhirnya semua issue sudah dikembalikan seperti semula, tetapi rakyat korea masih belum bisa menerima kenyataan bahwa anak presiden mereka memiliki hubungan dengan pewaris kedua Hwang Group. Bahkan, seringkali rakyat-rakyat melakukan demokrasi didepan gedung parlemen atau gedung pusat dimana Hwang Group beroperasi dan hal itu benar-benar membuat pasangan Steve dan Jessica cukup sedih. Namun, Steve mendorong keras usahanya—ia yang mulanya putus asa kembali bersemangat dan berusaha sehingga bisa memberikan motivasi untuk kekasihnya pula untuk terus berusaha mempertahankan hubungan mereka ditengah-tengah pertentangan yang terjadi selama beberapa minggu terakhir ini. Tak hanya dukungan dari diri mereka sendiri yang didapat, mereka pun mendapat dukungan dari orang-orang terdekat termasuk Woo Bin dan Mr. Jung.

“ Hati-hati dijalan hyung, hubungi aku tiap kau berkunjung ke suatu tempat disana. kau pasti akan sungguh merepotkan “ candanya, seraya memeluk Woo bin erat. Membuat namja yang lebih tua dari Steve itu terkikik sambil mengacak-acak rambut Steve.

“ Aku hanya berlibur sebentar, Steve. Aku titipkan perusahaan, Jinri dan semuanya “. Steve mengangguk pelan, meskipun tak dapat dipungkiri kedua matanya berkaca-kaca.

“ Jinri~.. “

“ Oppaaa~.. “ rengek Jinri yang langsung berhambur memeluk kakak pertamanya dan menangis didalam dekapan Woo bin

“ Yah, mengapa kau sesedih itu? “ tanya Woo bin bingung, tetapi Jinri hanya bisa terisak dan menggelengkan kepalanya. “ Ingat, jangan coba-coba membuntutiku. Arrasseo?? “

“ Waeyo? “ tanya Jinri seraya menengadahkan kepalanya dengan tatapannya seperti anak kucing

“ Karna liburan ini akan menjadi bulan madu kami “ bisik Woo bin yang kemudian tersenyum evil, membuat Jinri terperangah.

“ Kalau begitu aku benar-benar ikut!! “

“ Yah!! “

“ Arrasseo.. “ ucap Jinri lesu, membuat Woo bin tertawa.

“ Oppa dan aku tak akan lama, belajarlah yang baik dan bantu Steve oppa menyelesaikan pekerjaan perusahaan. Jangan banyak bermain, kau mengerti Jinri? “ tanya Gyuri seraya menyibakkan rambut yang menghalangi paras cantik Jinri, Jinri pun mengangguk mengerti.

“ Dan Jessica.. “

“ Ne? “. Jessica yang terus berada disamping Steve menoleh ke arah pasangan Woo bin dan Gyuri bergantian.

“ Kutitipkan dua adikku padamu, aku sangat mengandalkanmu Jessica-ssi “ ungkap Woo bin, sedangkan Gyuri hanya bisa langsung memeluk yeoja blonde itu dengan erat.

“ Hati-hati eonnie.. “

 

 

Sudah 1 jam setelah kepergian Woo bin dan Gyuri ke Eropa dan kini, Steve memilih membawa Jessica ke suatu tempat tanpa sepengetahuan yeoja blonde itu. Steve ingin sekali memberikan suatu kejutan pada kekasihnya sedangkan, Jinri—yeoja itu sudah mengundurkan diri lebih dulu dari mereka.

“ Kita mau kemana Steve? “ tanya Jessica bingung, melihat Steve tak kunjung menghentikan kendaraannya. Bahkan, jalanan yang tengah mereka lalui bukan arah ke kantor Steve atau bahkan ke rumah kepresidenan melainkan bandara. Steve tak menjawab, ia hanya bisa tersenyum dengan pandangannya yang terus memandang lurus ke depan membuat Jessica kesal dengan mengerucutkan bibirnya.

“ Kau boleh mengerucutkan bibirmu sekarang, sayang. Tapi jangan harap setelah ini kau terus seperti itu “ ucap Steve, membuat Jessica begitu penasaran. Tak lama kemudian, mobil yang membawa mereka berhenti beberapa pengawal termasuk Yuri sudah menyambut mereka. Steve dan Jessica keluar dari mobil setelah para pengawal membukakan pintu untuk mereka berdua.

“ Pesawat sudah siap, sir ” ungkap Seohyun sopan

Thankyou, seo “ jawab Steve ramah dan segera meraih tangan Jessica untuk berjalan berdampingan dengannya. “ Kajja, chagi~ah.. kau akan sangat senang setelah melihat apa yang ingin kutunjukkan padamu nanti “ ucap Steve seraya memeluk tubuh Jessica gemas sambil berjalan.

 

Setelah satu jam Steve dan Jessica menempuh perjalanan ke pulau Jeju, akhirnya mereka sampai. Kepenasaran Jessica semakin besar, ketika melihat kendaraan super mewah sudah siap menyambut mereka didepan bandara disana. Di dalam hati dan pikirannya, Jessica tak henti-hentinya bertanya-tanya dengan semua yang terjadi hari ini. Menurutnya ini semua sangat aneh dan begitu tiba-tiba.

 

“ TADAAA~~~… “ seru Jinri, Krystal dan Steve serempak di ikuti tepuk tangan yang banyak dari para pengawal. Senyuman kebahagiaan terlukis di setiap wajah disekitar mereka, bahkan kini kedua mata Jessica sudah berkaca-kaca. Tentu saja siapa yang tidak berkaca-kaca, jika pasalnya bahwa Steve, Jinri dan Krystal rupanya telah diam-diam menyiapkan suatu kejutan untuknya.

Terlebih kejutan tersebut sebenarnya diberikan Steve untuknya dengan bantuan kedua adiknya itu. Kejutan apa?? Kejutan inilah yang belum diungkapkan sang penulis, namun tak perlu merasa khawatir karna kejutan itu hanyalah sebuah rumah megah yang didesain dengan arsitektur eropa modern yang dipadukan dengan nuansa pantai dan tak pernah menghilangkan kesan elegantnya karya Jinri dan Krystal. Meskipun hasil karya ini milik dua yeoja itu, tetapi Steve tetap memasukkan salah satu arsitektur terkenal untuk mengawasi kedua yeoja tersebut saat bekerja mendirikan rumah itu.

“ Bagaimana tanggapanmu, sayang? “ bisik Steve tanpa melepaskan dekapannya ditubuh Jessica

“ S-so Beautiful, Steve “ jawab Jessica yang sudah mengeluarkan air matanya

“ This is for you, baby “. Sekejap Jessica menoleh ke arah Steve dengan keterkejutannya, Waeyo? “ sambung Steve

“ Kau sedang tidak bercanda kan, Steve? “. Steve tertawa mendengar ucapan kekasihnya itu, lalu memeluk jessica

“ Aku tak pernah main-main jika bersangkutan denganmu, Jessie “ jawab namja itu dengan membiarkan dagunya mendarat dibahu Jessica. Melihat apa yang terjadi pada dua orang itu, membuat semua orang memilih untuk meninggalkan mereka termasuk Jinri dan Krystal. Bahkan, dua orang itu sudah berlari bertelanjang kaki menuju pantai yang begitu indah dihadapan mansion milik Steve dan Jessica itu.

Jessica melepaskan pelukannya dari Steve dan memandang namja itu tak percaya.

“ Ohh.. come on, baby. Waeyo?? Apa kau tak suka? “. Jessica menggelengkan dan semakin terisak, membuat Steve kembali membawa tubuh Jessica ke dalam dekapannya.

“ Kau senang, hm? Nado.. dan rumah ini benar-benar untukmu, baby. Dengan keberadaan rumah ini, kita bisa leluasa untuk menghabiskan waktu berdua. Tak ada paparazi atau pun siapapun, kita hanya berdua dan para pengawal “

“ Para pengawal hanya boleh berada diluar! “ ucap Jessica disela-sela isak tangisnya, membuat Steve terkikik dan melepaskan pelukannya. Lalu, meraih dagu Jessica agar ia bisa melihat mata sembab kekasihnya.

“ Uljima, hm.. “

“ I Love you, Steve.. Really love you “

“ I Love you more, baby “ jawab Steve, seraya memperlihatkan eye smilenya. Perlahan, wajah mereka pun semakin mendekat hingga detik selanjutnya bibir mereka saling bersentuhan. Jessica mengalungkan kedua tangannya dileher Steve seraya, Steve yang menyimpan kedua tangannya dipinggang Jessica. Namja itu menyesap lembut bibir Jessica, melakukan ‘Passionate Kiss’ yang berhasil membuat yeoja blonde itu melayang dan mendesah tertahan. Beberapa pengawal yang sedang berjaga dan melihat hal itu pun, begitu gugup sehingga para pengawal memilih untuk berjaga sedikit lebih jauh dari pasangan tersebut.

I want you, Steve

 

“ Permisi, ohh.. m-maaf “. Yuri yang tak tau dengan apa yang tengah dilakukan dua orang itu di tengah rumah terkejut bukan main, bahkan kini ia merasa sangat bersalah karna telah mengganggu waktu majikannya. “ Maafkan aku, jeongmal “ sambung Yuri sambil tertunduk, membuat Steve tersenyum gugup sambil menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal sedangkan Jessica hanya mengerucutkan bibirnya sebal.

“ G-gwenchana yul.. ohh.. ada apa? “ tanya Steve penasaran

“ Malam ini ada festival film dan ini kartu undangan untuk kalian “ jawab Yuri sambil memberikan kartu undangan pada Steve

“ Aku tak ingin per–.. “

“ Kita akan pergi, kau siapkan saja kendaraan untuk kami “ sambar Steve tanpa melepaskan tangannya dari mulut Jessica yang terus mengungkapkan sesuatu yang tak jelas. Setelah melihat Yuri pergi dari hadapan mereka, Jessica menggigit keras tangan besar milik Steve membuat namja itu mengerang dan segera melepaskan tangannya dari bibir mungil kekasihnya yang cukup berbahaya.

“ Yah, Jessie! “. Jessica tak menanggapi rintihan kekasihnya, ia memilih membelakangi Steve dan memandang keluar jendela.

“ Apa!? Aku bilang aku tak ingin pergi! “

“ Tapi, Jessie.. undangan ini–.. “

“ Tak ada tapi-tapi-an, Steve. Aku tetap tak akan pergi! “ ucap Jessica sekilas menoleh pada Steve lalu, kembali memandang keluar jendela dengan perasaan yang mulai merasa bersalah pada kekasihnya itu.

“ Jessie, ada apa denganmu ohh? “ tanya Steve, seraya membalikkan tubuh Jessica sehingga kini mereka berhadapan. “ Jessie, moodmu beberapa hari ini benar-benar buruk hm? Wae kau mudah marah? Kau ingin aku melakukan apa untukmu? Aku akan melakukannya, yakso “ sambung Steve sambil meraih dagu Jessica sehingga namja itu dapat menatap dalam kedua mata kekasihnya itu.

“ Aku bilang, aku menginginkanmu Steve bukan datang ke acara itu “ jawab Jessica lirih, membuat Steve tersenyum

“ Heyy.. aku sudah menjadi milikmu, apa yang perlu kau khawatirkan lagi hm? “

“ Bukan itu, bodoh! “

 

PLETAKK–!!

 

 

“ Aww.. appo, yah.. kenapa kau kasar sekali, Jessie?? Kau sudah menggigitku dan sekarang kau juga memukul kepalaku! Kau menyebalkan! “ protes Steve, seraya membalikkan tubuhnya dan mencoba meninggalkan Jessica tetapi dengan cepat yeoja blonde itu menahannya dengan memeluk Steve dari belakang. Ia terkekeh dan bergumam sesuatu dibalik punggung lebar Steve.

“ Aku tak bisa mendengarmu “ ungkap Steve yang masih mengerucutkan bibirnya

“ Mianhae.. “

“ … “

“ Steve Hwang, jeongmal mianhae–.. “

“ Aku terima permintaan maafmu, sekarang lepaskan kedua tanganmu dari perutku “ ucap Steve cetus. Tetapi Jessica menggelengkan kepalanya dan justru semakin mengeratkan back hug-nya. “ Apa lagi, Jessie? “ tanya Steve bingung

“ Maafkan aku Steve, jebal.. “ rengek Jessica dihadapan Steve

“ Aishh.. sekarang dia memamerkan puppy eyes-nya, menggemaskan “ batin Steve

CHU–..

Jessica mengecup singkat bibir Steve, hingga detik selanjutnya Steve tersenyum senang. Itu artinya ia tak lagi marah pada kekasihnya dan itulah yang di inginkan Jessica.

“ Seperti itu kan lebih baik, sayang “ ucap Jessica sambil mengelus pipi Steve lembut

“ Tapi, gigitanmu itu sangat sakit baby “ rengek Steve manja

“ Jeongmal?? “. Jessica segera meraih tangan kanan Steve dan melihat masih ada bekas gigitannya disana, hal itu membuatnya semakin merasa bersalah.

“ Mianhae, Steve.. ahh.. aku jahat sekali menggigit kekasihku sendiri “ gumam Jessica yang terdengar jelas oleh Steve, membuat namja itu tersenyum sambil terus memandangnya.

“ Sudahlah, tak apa-apa dan ohh ya.. ~ “ ucap Steve yang sengaja menggantungkan kata-katanya, membuat Jessica penasaran

“ Ada apa? “

“ Soal.. kau ingin menginginkanku.. kau bisa mendapatkannya nanti malam, karna aku juga menginginkanmu sayang “ bisik Steve dengan senyuman manisnya, membuat sekujur tubuh Jessica menegang dan gugup bukan main.

 

TBC

President Daughter and Him (18/?)

PDAH13

Title : President Daughter and Him (18/?)

Author: Adelayn_Tiffany

Genre: Gender bender, yuri, romance, action, sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang (Namja), Kim Taeyeon, Jessica jung, Krystal

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender dan yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!! XD

***

CTREKKK..

 

CTREKKK..

 

CTREKKK..

 

CTREKKK..

 Senyuman pun tersungging diantara para petugas yang menangani mereka, melihat senyuman kelegaan terpancar dari para petugas membuat taeyeon menghela nafas dan detik selanjutnya..

 

BRUKKK!!

 

“ KIM TAEYEON!! “

BRUKK..

Steve beranjak duduk, ia terbangun dari mimpi buruknya dan membuat keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya. Ia tak menyangka bahwa pagi ini harinya akan dimulai dengan dihadapkan mimpi yang buruk baginya. Wajah namja itu terlihat sangat pucat, pikirannya masih sibuk mencerna dan mengingat-ingat apa yang sebelumnya terjadi. Antara percaya tidak percaya, mimpi atau tidak bagi steve itu sangat menakutkan. Dan rupanya semua itu hanyalah mimpi, membuat namja itu bernafas lega..

“ Ugh, appo.. “ ringis Steve saat menyadari bahwa dahinya sakit membuat tangannya tergerak untuk mengelus dahinya itu, hingga tak lama kemudian suara erangan terdengar didekatnya membuat Steve tersadar dan menoleh ke sumber suara.

“ Kim taeyeon.. “ panggil Steve bingung ketika melihat yeoja itu terduduk dilantai sambil mengelus dahinya.

“ Aishh.. ini sangat sakit kau tau! “ ucap Taeyeon, seraya beranjak sambil terus mengelus dahinya yang terasa sangat sakit akibat benturan yang diterimanya. Namun, rupanya Steve tak mengerti sehingga namja itu hanya memiringkan sedikit kepalanya untuk mencerna semua kata-kata sosok yeoja dihadapannya itu.

“ Waegeurae?? Kau bermimpi, eoh? “ tanya Taeyeon kesal, “ Kau bermimpi seperti orang yang kesetanan. Seperti ini.. “ sambung yeoja itu sambil mempraktekkan apa yang ia lihat sebelumnya pada Steve, memejamkan kedua matanya dan berlari ditempat membuat Steve yang melihatnya menahan tawa.

“ Tadi kau seperti itu! “ ucap Taeyeon sambil menyidekapkan kedua tangan didepan dadanya.

“ Aku benar-benar seperti itu? “ tanya Steve yang kemudian tertawa sambil bertepuk tangan, membuat kedua matanya hampir menghilang dan hal itu membuat Taeyeon terdiam sekaligus bingung.

“ Mengapa kau tertawa?? Kau pikir itu lucu? “

“ Ani.. hanya saja, itu seperti bukan aku “ jawab Steve yang masih tertawa, “ Lalu mengapa kau ada di lantai tadi? “ tanya Steve bingung, membuat sikap Taeyeon berubah menjadi gugup.

“ Waeyo? Dan kenapa aku merasa sakit disekitar dahiku? “ tanya Steve sekali lagi, seraya menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya dan berdiri didepan Taeyeon membuat yeoja itu harus sedikit menghindar dengan melangkah mundur.

“ I-itu karna kau yang bangun secara t-tiba-tiba “ jawab Taeyeon terbata-bata sambil terus melangkah mundur

“ Memangnya jika aku bangun tiba-tiba kenapa?? Apa jangan-jangan~.. “ ucap Steve yang sengaja digantungkan, seraya namja itu yang memenjarakan tubuh Taeyeon yang pada akhirnya bersandar pada dinding dibelakang yeoja itu. Didalam hatinya, Taeyeon banyak-banyak merutuki nasib sialnya dipagi hari yang harus merasa tak karuan mendapat perlakuan seperti ini dari sosok namja dihadapannya itu.

“ M-mwo?? J-jangan-jangan apa? Aku tak melakukan apapun padamu! A-aku hanya.. aku pikir kau kemasukan roh jahat, jadi aku hanya memastikan saja. Tetapi rupanya kau tiba-tiba bangun begitu saja, membuatku terkejut dan dahi kita berbenturan “ jelas Taeyeon gugup, membuat Steve tersenyum evil. Tetapi jauh didalam lubuk hati namja itu, Steve ingin sekali menertawakan ekspresi yang diperlihatkan yeoja dihadapannya itu. Bagi Steve ekspresi Taeyeon saat itu sangatlah lucu dan karna sudah terlanjur seperti ini, Steve akan menggunakan moment ini sebaik mungkin. Sangatlah penat jika hidup ini penuh dengan keseriusan, jadi tak ada salahnya kan sedikit mengerjai yeoja dihadapannya yang terlihat selalu serius itu.

Steve menepuk kedua tangannya yang masih memenjarakan tubuh Taeyeon pada dinding, membuat yeoja itu ketakutan terlihat dari kedua matanya yang langsung menutup begitu saja.

“ Kau berbohong padaku, Kim taeyeon? Aku bisa melakukan apapun, jika kau berani melakukan hal yang tidak-tidak padaku “ bisik Steve yang berhasil membuat bulu kuduk Taeyeon bergidik ngeri. Suasana diantara mereka menjadi hening. Perlahan, Taeyeon membuka kedua matanya dan menemukan mata bulan sabit yang memandangnya dalam.

“ Creep!! Aku tak pernah melihatmu segugup itu, Kim taeyeon dan itu sangat lucu “ ucap Steve yang kemudian terkekeh, membuat Taeyeon kesal dengan menajamkan kedua matanya.

“ Kau pikir itu lucu!? “ tanya Taeyeon dengan meninggikan suaranya, seraya mendorong tubuh Steve kasar untuk menjauh darinya. Hal itu, membuat Steve melangkah mundur. Detik selanjutnya, Taeyeon mengambil tas di atas tempat tidurnya dan mencoba meninggalkan Steve didalam kamar mereka tetapi dengan cepat Steve menahanya membuat langkah yeoja itu terhenti.

“ Chankman.. “ ucap Steve

“ Lepaskan tanganmu dari tanganku.. “. Taeyeon mencoba menepis genggaman tangan Steve, tetapi namja itu tak melepaskannya.

“ Ada sesuatu yang ingin kutanyakan padamu, jadi tunggu sebentar “ ucap Steve, membuat Taeyeon berhenti memberontak. Sangatlah langka jika Taeyeon yang biasanya tak mau mendengarkan apa yang diucapkan Steve, tiba-tiba memberikan kesempatan untuk namja itu bertanya padanya.

“ Jika kau diam, itu artinya kau mengizinkan aku untuk bertanya kan? “ tanya Steve ragu, “ Baiklah.. aku akan bertanya sekarang “ sambungnya.

“ A-ap-apakah kau dan jessie.. k-kembali b-bersama?? “ tanya Steve ragu dan terbata-bata, ia takut jika Taeyeon akan merasa tak nyaman atau bahkan marah jika dirinya menanyakan hal itu. Karna terus terang saja, apa yang terjadi didalam mimpinya itu membuat Steve cemas akan hubungan Taeyeon dan Jessica yang kembali bersama. Bagaimana pun sakit sekali rasanya, jika hal itu benar-benar terjadi pada dua yeoja itu.

“ Apa yang kau katakan? Dan bagaimana jika jawabannya adalah ‘ya’? “. Taeyeon menatap Steve dengan tatapan tajamnya, membuat namja itu terkejut. Jika itu benar-benar terjadi, apa Steve akan senang?? Haruskah?? Tetapi yang jelas meskipun diluar Steve terlihat bahagia untuk Jessica namun hal itu, tentu saja membuatnya sedih. Kesekian kalinya, ia kembali dikalahkan oleh seorang yeoja yang tak pernah melepas predikat yeoja cupunya didepan Sooyoung dan teman-teman.

Tanpa disadari, Steve menghela nafas. Tak ada kemungkinan jika kedua yeoja itu memang kembali bersama tetapi tak lama kemudian, Taeyeon lah yang kini terdengar menghela nafas.

“ Mungkin semuanya akan berakhir setelah pertemuanku dengan mr. jung hari ini “ ucap Taeyeon yang terdengar lirih, membuat Steve yang mulanya menundukkan kepala kini menatap Taeyeon bingung. “ Aku akan kembali secepatnya “ sambung Taeyeon, seraya melangkahkan kakinya meninggalkan Steve yang masih sibuk mencerna kata-kata Taeyeon.

Taeyeon keluar dari kamar, menutup pintu kamar itu rapat-rapat dan bersandar disana. perlahan, air mata mengalir dari pelupuk matanya. Pagi ini ia mendapatkan panggilan khusus dari Mr. jung, ya.. ketakutannya selama ini akhirnya akan ia jumpai juga. Pagi ini Mr. jung memintanya untuk datang ke Mansionnya untuk membicarakan hubungan Taeyeon dengan Jessica dan hal ini berhasil membuatnya takut, ia takut jika kehidupannya akan kembali saat dirinya yang hampir bunuh diri karna kehidupannya yang sangat-sangat menderita. Hingga isak tangis pun terdengar oleh Steve yang tengah menajamkan pendengarannya dibalik pintu yang sama dengan Taeyeon.

Namja itu menghela nafas dan merasa sangat bersalah pada Taeyeon. Melihat hal itu, mengingatkan Steve pada masa dimana ia masih berada disekolah menengah atas. Ia selalu menemukan orang-orang yang tak mampu itu menangis sendirian, entah karna biaya sekolah yang sangat mahal atau karna sahabatnya yang senang sekali menginjak-injak harga diri orang-orang yang tak mampu. Sejak dulu Steve memang selalu sangat perhatian pada orang-orang yang mendapatkan beasiswa dari perusahaannya termasuk Taeyeon.

Lagipula saat pertama Steve melihat dan mengenal Taeyeon, bagi namja itu Taeyeon adalah sosok yeoja yang menarik. Taeyeon orang yang baik dan cerdas bahkan seringkali, Steve mengisi waktu luangnya untuk sekedar berdiam diri bersama Taeyeon di perpustakaan atau ia hanya akan mengawasi Taeyeon dari jarak jauh. Tapi siapa yang bisa menduga jika kedekatannya dengan Taeyeon, pertemanannya dengan Sooyoung sering kali terjadi kesalahfahaman. Jadi hubungan yang tidak baik antara steve dan Sooyoung tak hanya karna Bora tetapi karna Taeyeon pula.

Detik selanjutnya, Steve mendengar suara seseorang yang sudah tak asing lagi baginya membuat namja itu berdiri tegap dan mencoba untuk tak mendengar percakapan yang terjadi diluar sana. tetapi tak dapat dipungkiri, jika Steve sangat penasaran dengan apa yang selanjutnya akan terjadi diluar sana.

“ Taeng? “

“ S-s-sica.. “ panggil Taeyeon, seraya menghapus air matanya dengan cepat.

“ Waeyo? “ tanya Jessica yang masih menyimpan perhatian untuk Taeyeon, ya.. sampai saat ini pun Jessica masih memberikan perhatian pada yeoja itu meskipun perlakuan Taeyeon yang benar-benar sudah melukai hatinya. Tetapi Jessica tak pernah berniat untuk memutuskan tali persahabatan mereka, bagaimana pun didunia ini Taeyeon hanya hidup sebatang kara dan Jessica peduli padanya.

“ J-jessica.. “. Taeyeon meraih kedua tangan Jessica, membuat yeoja blonde itu bingung “ Maafkan aku.. jebal.. bisakah kita kembali lagi seperti dulu?? Jinja, semua yang kau lihat itu hanya salah faham “ jelas Taeyeon yang sama sekali tak berubah untuk membuat Jessica tetap berada ditangannya.

“ Jinja, dia menggodaku sica~ah.. “ ucap Taeyeon yang mencoba meyakinkan Jessica, tetapi yeoja blonde itu tetap diam. Jessica tak bodoh, ia bisa melihat kebenaran yang sesungguhnya dari mata yeoja dihadapannya meskipun ucapannya tak seperti yang diharapkan. Maksudnya, Jessica ingin sekali mendengar ungkapan yang sesungguhnya dari Taeyeon jika ia benar-benar berselingkuh darinya karna jujur saja ucapan Taeyeon saat ini tidak seperti apa yang Jessica lihat dan yeoja blonde itu benar-benar sangat muak dengan hal itu.

“ Geumanhae taeng, aku tak ingin mendengar penjelasan itu. Kita sudah berakhir dan aku ingin kita hanya bersahabat. Kupikir appaku sudah menunggumu, lalu tunggu apa lagi? “ ucap Jessica yang mencoba mengalihkan pembicaraan, seraya melepaskan kedua tangan Taeyeon dari lengannya.

“ Tetapi sica~ah, setidaknya berikan aku kesempatan kedua. Aku benar-benar tak akan tergoda dengan rayuannya lagi “

“ Berhenti menyalahkan oranglain taeng.. pergilah, appaku sudah menunggumu. Dan oh.. apa Steve ada didalam? “ tanya Jessica sambil tersenyum manis, membuat kening Taeyeon mengerut

“ Mengapa kau menanyakan orang itu? “ tanya Taeyeon dingin

“ Wae? Memangnya kenapa? “ jawab Jessica yang balik bertanya dengan polosnya

“ Kau menyukainya? “

 

DEG

Tepat. Pertanyaan Taeyeon yang ditujukan pada Jessica benar-benar sangat tepat, membuat Steve yang rupanya masih nyaman mendengar perbincangan diluar sana semakin menajamkan pendengarannya. Dalam hati namja itu, ia banyak-banyak berharap jika Jessica akan mengatakan ‘ Ya ‘ kalau yeoja blonde itu mencintai Steve Hwang.

“ Menurutmu? Tak menutup kemungkinan bukan? “ tanya Jessica sambil menaikkan kedua alisnya, seraya memutar knop pintu kamar tersebut membuat Steve yang menyadari pintu kamarnya akan segera dibuka segera berlari ke dalam kamar mandi.

.

.

Jiyeon dan Seohyun masuk ke dalam sebuah ruangan yang cukup megah yang diduga adalah ruang kerja Woo bin hwang, bersamaan dengan itu Woo bin yang rupanya tengah berdiri dibalik rak-rak bukunya menyembulkan kepala untuk melihat kedua orang tersebut.

“ Heii.. kalian ada disini? “ tanya Woo bin ramah sambil berjalan ke meja kerjanya dan duduk dikursi kesukaannya. Namun kegirangan yang sebelumnya terpancar di wajah namja itu, seketika hilang begitu saja saat melihat raut wajah serius dari dua orang yeoja dihadapannya. “ Waeyo? “ sambung Woo bin penasaran

“ Ada satu produk yang ingin masuk ke dalam pasar kita, sir. “ ungkap Seohyun

“ Dan mereka benar-benar sangat merepotkan, mereka bahkan memaksa kami untuk mempertemukan dirinya denganmu “ tambah Jiyeon

“ Oya setertarik itukah mereka pada pasaran Hwang Group? Lalu bermaksud apa mereka ketika bertemu denganku? “

“ Mereka akan menjelaskan produk mereka sendiri, sekaligus ingin memberikan salam penghormatan padamu. Mereka juga yang akan menentukan tempat dimana kita akan bertemu “ jelas Seohyun, membuat Woo bin semakin mengerutkan keningnya

“ Ahh.. membuatku penasaran, memangnya produk apa itu? “ tanya Woo bin

Tap.. tap.. tap..

Seketika sebuah kursi yang sebelumnya membelakangi orang tersebut, berputar membuat kedua orang itu saling berhadapan.

“ Ini berkas-berkas pekerjaanmu hari ini dan semua yang kau intruksikan sudah kami lakukan “ ungkapnya, membuat tuannya tersenyum senang sambil membuka berkas-berkas barunya

“ Good job, kita hanya tinggal menunggu dan menontonnya saja atas apa yang akan terjadi selanjutnya. Bukan begitu? “

“ Ne..“

“ Kerja yang baik, aku sudah sangat tidak sabar menanti hasil kerja kalian “ ucapnya sambil memperlihatkan senyuman evil. Hingga tak lama kemudian, sosok seorang namja keluar dari salah satu ruangan.

“ Ohh.. ada apa? “ tanya namja itu sambil membenarkan resleting celananya lalu, tersenyum manis sambil menghampiri orang yang masih nyaman duduk dikursinya.

Are you ready, honey?  “ tanya orang itu dengan senyuman menggoda, membuat sang namja yang mengerti apa maksudnya ikut tersenyum penuh arti

Why not? Aku sudah tak sabar melihat produk kita bisa masuk ke pasaran Hwang Group “ ucap namja itu, seraya mengibaskan tangan didepan anak buahnya.. meminta orang itu untuk meninggalkan mereka. Detik selanjutnya, ia merasakan kedua tangan partnernya melingkar dilehernya. Deru nafas mereka terdengar jelas, tentu saja jarak wajah mereka hanya tinggal menyisakan beberapa senti lagi.

“ Kau membuatku bergairah lagi, sayang.. “ bisiknya, membuat sang partner tertawa. “ Kau tak bekerja? Tidakkah atasanmu akan mencarimu? “ sambungnya

I dont care “ jawabnya santai, seraya mengecup bibir sang namja hingga ciumannya berubah menjadi sangat agresif. “ Baby, i want you so–..

“ Dengan senang hati “. Namja itu langsung menggendong partnernya dengan bridal style dan memasuki sebuah ruangan di dalam sana.

“ Sekarang dimana orang-orang itu? “ tanya Woo bin dengan serius.

“ Mereka baru tinggal beberapa bulan di korea, sir “ jawab Seohyun

“ Baiklah, beri kabar pada mereka kalau aku menyetujui pertemuan ini “ ucap Woo bin, membuat Seohyun dan Jiyeon saling berpandangan

“ Kau yakin? “ tanya Seohyun dan Jiyeon serempak

“ Ne.. “

.

.

“ Steve?? “ panggil Jessica sambil terus berjalan didalam kamar itu, mencoba mencari sosok namja yang beberapa menit ini tengah ia cari. Sedangkan, Steve yang rupanya tengah berada didalam kamar mandi hanya bisa berdiam diri didepan cermin. Salah satu tangannya memegang dadanya yang berdetak tak karuan..

“ Aku tak salah dengar kan?? “ gumamnya hingga detik selanjutnya, senyuman manis terukir diwajahnya. “ Aku masih memiliki kesempatan, yeahh “.

“ Steve? Kau didalam?? “ tanya Jessica sambil mengetuk pintu kamar mandi, membuat Steve tersadar dan kebingungan dengan apa yang harus ia ucapkan pada yeoja blonde itu

“ N-ne.. aku ada disini. Gidaryo.. “. Steve bergegas membersihkan dirinya dengan senyuman yang terus terukir diwajahnya. “ Gomawo, jessie “ gumamnya

Steve menghempaskan tubuhnya disamping Jessica, membuat yeoja blonde yang sebelumnya memfokuskan diri dengan majalah yang tengah dibacanya menoleh ke arah namja itu dan memperlihatkan senyuman manisnya.

“ Good morning, ice princess “ sapa Steve sambil mengacak rambut Jessica, namun detik selanjutnya yeoja blonde itu mengerucutkan bibirnya. “ Waeyo? “ tanya Steve bingung

“ Aku bukan ice princess, steve “ jawabnya, membuat Steve terkekeh.

You so beautiful and cute, jessie “ ungkap Steve yang benar-benar terlihat sangat tampan dengan rambutnya yang masih basah, membuat jessica terdiam sambil terus memandang paras tampan namja itu.

“ So cheesy, steve.. “. Jessica terkekeh

“ Ada apa kau kemari, hm? “ tanya Steve penasaran

“ Ahh.. iya, aku hampir saja lupa. Bagaimana lukamu?? “ tanya Jessica sambil melihat beberapa memar diwajah Steve, akibat ulah Sooyoung kemarin malam.

“ Semua baik-baik saja, hanya masih sedikit nyeri “ jawab Steve sambil menggenggam tangan Jessica yang berada dipipinya.

Are you sure, steve hwang? “ tanya Jessica khawatir, “ Aku tak percaya padamu, come here “. Jessica menarik lengan steve untuk lebih mendekat kepadanya, hingga detik selanjutnya yeoja itu mengeluarkan kota p3k dari balik sofa.

“ Uh-uh.. darimana kau mendapatkan itu? “ tanya Steve penasaran

“ Aku mengambilnya dari kamar hehehe.. “ jawab jessica, membuat Steve tertawa disela yeoja itu mengobati memar-memar yang masih terlihat membiru diwajah tampan Steve. Namun, tak lama kemudian suasana diantara mereka menjadi hening. Selama Jessica mengobati Steve, namja itu tak berhenti memandang paras cantik Jessica bahkan jauh didalam lubuk hatinya berkali-kali Steve menganggumi paras cantik yeoja dihadapannya itu.

Detik selanjutnya, tanpa disadari Steve mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica membuat yeoja itu terdiam dan bingung dengan apa yang akan terjadi. Melihat wajah namja tampan dihadapannya yang kian mendekat, membuat detak jantungnya tak karuan. Ia gugup dan bingung dengan apa yang harus dilakukannya, berbagai pikiran tentang Steve yang akan menciumnya pun semakin memenuhi pikirannya tetapi disisi lain Jessica tak ingin begitu percaya diri jika ia akan mendapatkan ciuman dari namja dihadapannya itu.

Namun tak dapat dipungkiri, jika detik selanjutnya yeoja itu menutup matanya erat. Menunggu sesuatu yang ‘lunak’ nan ‘lembut’ menempel dibibirnya tetapi, hal itu tak kunjung ia rasakan membuat kedua matanya kembali terbuka dan ia terkejut ketika menemukan jarak wajah antara dirinya dan Steve hanya berjarak beberapa centi saja.

“ Jessie, may i? “ tanya Steve ragu, hingga tak lama kemudian namja itu mendapatkan anggukan pelan dari yeoja dihadapannya sebagai respon atas izin apa yang dimaksud namja itu. Tak menunggu lama, Steve langsung menempelkan bibirnya dibibir Jessica. Kedua dari mereka begitu menikmati sentuhan yang begitu lembut, terlihat dari keduanya yang menutup kedua mata mereka. Tak hanya itu, senyuman manis pun terukir diwajah mereka tanpa melepaskan ciumannya.

 

“ Mian menunggu lama “ ucap Steve yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian casual-nya yang sangat elegant, membuat Jessica tersadar dari lamunannya dan langsung menolehkan kepalanya ke arah Steve. “ Ada apa kemari? “ tanya Steve sambil menghempaskan tubuhnya disamping Jessica

“ Aku hanya ingin memastikan jika keadaanmu baik-baik saja, by the way.. Good morning.. “ jawabnya sambil tersenyum manis, membuat Steve terperangah namun detik selanjutnya namja itu tersenyum dan mengacak-acak rambut Jessica.

“ Bagaimana malam pertamamu disini? Bora menyakitimu lagi, hm? “ tanya Steve yang sekejap membuat Jessica gugup. Mengapa Steve masih mengungkit-ungkit masalah kemarin, pikir yeoja blonde itu.

“ A-ani.. “ jawab Jessica terbata-bata, membuat Steve tak percaya dan justru memicingkan matanya pada jessica. Namja itu mencoba mencari kebenaran dengan menatap dalam kedua mata Jessica.

“ Y-yah! Apa yang kau lihat?? “ tanya Jessica sambil mencoba menghindari kontak mata dengan Steve.

“ Yah, aku sudah tau.. jessie.. aku mengenal bora cukup lama dan tentu saja, aku sudah tau sikap dan kelakuan yeoja itu “ ungkap Steve sambil tersenyum manis dan memandang lurus ke depan membuat Jessica yang melihat senyuman itu hanya bisa terdiam sambil sesekali ikut tersenyum.

Why you so Handsome, Steve hwang?? “ batin Jessica

“ Kau melamun? “ tanya Steve yang berhasil membuyarkan lamunan yeoja blonde itu–lagi

“ O-oh? M-maaf hehehe “

“ Gwenchanayo.. Oohh.. apa kau sudah sarapan? Bagaimana jika kita sarapan bersama? “ tanya Steve yang langsung mendapat anggukan mantap dari Jessica sebagai responnya, melihat hal itu membuat Steve segera beranjak sambil meraih tangan Jessica.

“ Chankman.. “. Jessica menahan steve, membuat namja itu menoleh ke arahnya dengan bingung

“ Ne? Waeyo jessie?? “ tanya Steve yang kembali duduk disamping Jessica

“ Lukamu, apa sudah di obati? “ tanya Jessica gugup. Ya.. yeoja itu gugup, jika lamunan yang sebelumnya terlintas dipikirannya terjadi olehnya dan Steve

“ Terimakasih atas perhatianmu, Jessie.. tapi aku baik-baik saja “ jawab Steve sambil tersenyum dengan sangat manis, membuat kondisi tubuh Jessica memanas. Steve pun tertawa dalam diamnya, saat melihat wajah yeoja dihadapannya memerah. “ Kajja.. “. Steve meraih tangan Jessica untuk beranjak dan keluar dari kamarnya.

.

.

.

Taeyeon berjalan keluar dari Mansion’s Jung dengan ekspresi yang terlihat lemas, ia sudah bertemu dengan presiden korea a.k.a ayah dari Jessica Jung. Hubungannya dengan Jessica memang benar-benar sudah berakhir sekarang, tetapi Mr. jung begitu sangat berbaik hati untuk tetap membantu perusahaan Taeyeon. Hal itu sedikitnya bisa membuat Taeyeon bernafas lega, tetapi bagaimana dengan perasaannya terhadap Jessica?? Karna beberapa terakhir ini, ia tak bisa memastikan perasaan dirinya sendiri berlabuh pada siapa. Disatu sisi, ia lebih banyak menghabiskan waktunya bersama sekretarisnya tetapi selama beberapa hari terakhir ini pula ia tak mendapat kabar dari Hyuna karna dirinya yang belum kembali ke kantor karna pelatihan yang harus dijalaninya. Tetapi perasaan yang baru kini ia alami, bagaimana detak jantungnya yang berdegup dengan kencang saat ia bersama dengan Steve?? Ahh.. tidakkah perasaan Taeyeon ini membuat semua orang bingung?? Perasaannya masih begitu labil jika sudah menyangkut perasaannya sendiri.

Karna terus terang saja, melihat Steve yang kembali dekat dengannya membuat Taeyeon merasakan kembali dimana dirinya yang berada disekolah menengah atas. Saat tragedi Sooyoung menendang sepeda dihari pertamanya sekolah disana, hari-harinya dipenuhi dengan kejutan yang menyakitkan dari Sooyoung dan teman-temannya tetapi tidak dengan Steve yang jelas-jelas selalu berada disamping yeoja tinggi itu. Bahkan Steve yang sangat disegani banyak orang lebih sering menolongnya, ketika Sooyoung sudah berjalan lebih dulu darinya. Bagaimana tidak menarik perhatian banyak orang, jika namja itu selalu berusaha menolong orang yang kesusahan dan hal itu berhasil membuat Taeyeon jatuh hati padanya. Steve adalah cinta pertamanya namun, rupanya kedekatan steve dengannya membuat banyak pihak iri hingga kedekatan mereka pun terdengar oleh Sooyoung membuat Taeyeon harus mendapatkan perlakuan yang semakin menjadi-jadi dan itu pula sebabnya mengapa Taeyeon lebih membenci Steve dibanding apa yang sudah dilakukan namja itu padanya.

“ Taeyeon-ssi.. “ panggil seseorang, membuat Taeyeon membuyarkan lamunannya dan menoleh ke sumber suara.

“ Ohh, yul? “ ucap Taeyeon

“ Gwenchana?? Wajahmu pucat “ ungkap Yuri khawatir

“ Ahh.. jinjayo?? Gwenchanayo “ jawab Taeyeon sambil terkekeh

“ Kau sudah sarapan?? “. Taeyeon menggelengkan kepalanya, lalu menyeringai dorky membuat Yuri tersenyum.

“ Kalau begitu, kebetulan sekali.. maukah kau sarapan bersamaku?? Aku yang akan mentraktirmu, tapi bukan direstoran mewah. Bagaimana Taeyeon-ssi? “ tanya Yuri ragu dan sedikit tersipu malu sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal.

“ Hmm… gwenchanayo, a-aku harus–.. “

“ Ayolahh.. jangan membuat dirimu seserius itu, kajja.. “. Tanpa menunggu jawaban Taeyeon, Yuri segera meraih dan menarik taeyeon untuk ikut bersamanya.

“ Ini coffeemu, Taeyeon-ssi “. Yuri memberikan coffee dan burger dihadapan Taeyeon, lalu yeoja itu pun segera meraihnya sambil tersenyum

“ Gomawo.. “

“ Ne, cheonma. Perlu kubantu untuk membukanya, Taeyeon-ssi? “ tawar Yuri sambil mencoba untuk meraih kembali burger dari tangan Taeyeon

“ Ahh.. gwenchana, aku bisa send–.. “

“ Biar aku yang melakukannya, seharusnya aku sudah membukakannya untukmu “ ucap Yuri yang langsung merebut dan membuka semua yang membungkus burger milik Taeyeon.

“ Yuri-ssi.. “ panggil Taeyeon

“ Ne? “ jawab Yuri, seraya menoleh ke arah yeoja itu sambil tersenyum membuat mata mereka bertemu.

“ Bisakah kau memanggilku dengan panggilan taeyeon saja? Tidak perlu se-formal itu.. “ ucap Taeyeon

“ Ahh.. b-baiklah, taeyeon… ssi “ jawab Yuri yang masih begitu canggung, jika ia melepaskan kata ‘Nona’ untuk yeoja yang masih nyaman duduk disampingnya. Tak disadari, ucapan Yuri itu justru membuat Taeyeon terawa dorky.

“ Ahh.. kau benar, sepertinya aku benar-benar sangat serius selama ini sampai aku baru bisa tertawa lepas seperti sekarang ini “ ungkap Taeyeon sambil memandang ke arah Yuri disela-sela tawanya membuat pengawal Jessica itu gugup bukan main.

.

.

Steve mengambil tempat duduk disamping jendela besar restoran pelatihan yang memperlihatkan pemandangan indah di lingkungan pelatihan tersebut, namja itu tersenyum seraya mengambil sarapannya.

“ Kau memakan junk food lagi, Steve hwang! “. Jessica merebut makanan itu dari tangan Steve dan duduk disamping namja itu sambil memberikan death glarenya, membuat Steve terkejut.

“ Tapi jessie–.. “. Steve memutuskan ucapannya, saat death glare yang diperlihatkan Jessica semakin tajam mengarah padanya. “ A-arrasseo.. aku akan mengambil makanan yang lain “ ucap Steve seraya beranjak dari tempat duduknya menuju buffet  makanan, membuat Jessica tersenyum puas.

“ So cute.. dan aku harap kau bisa memberiku waktu untuk memastikan perasaanku padamu, Steve “ batin jessica

“ Terimakasih sudah mengantarku, Yul “ ucap Taeyeon, saat pengawal Jessica itu sudah turun dari mobil dan berdiri dihadapannya.

“ Ne, cheonma.. lagipula, aku juga ada urusan disini. Tugasku untuk mengawal kedua putri presiden belum usai taeng “ jawab Yuri yang terlihat sudah akrab dengan ‘mantan kekasih’ majikannya itu. Ya.. selama sarapan tadi, tak dapat dipercaya jika kedua dari mereka yang mulanya hanya diam-diam canggung.. lama kelamaan, Yuri bisa mencairkan suasana dan hal itu membuat hubungan mereka berkembang baik dengan cepat.

“ Kalau begitu, kajja.. kita masuk bersama “ ajak Taeyeon girang, membuat Yuri mengangguk mantap dan berjalan berdampingan dengan yeoja itu.

“ Taeyeon~ah “ panggil Yuri

“ Hm? “

“ Kau terlihat lebih cantik, jika banyak tersenyum “ ungkap Yuri, membuat wajah Taeyeon memerah

“ G-gomawo “ jawab taeyeon sambil tersipu malu

Steve duduk disamping Jessica dengan mengerucutkan bibirnya, membuat Jessica yang menyadari kehadiran namja itu memandang ke arah Steve dan terkikik.

“ Kau marah padaku? “ tanya Jessica sambil menatap wajah Steve dengan hati-hati, “ Dan woow.. kimbab, kau sarapan kimbab Steve? “ sambung Jessica, namun namja itu tak meresponnya melainkan melahap kimbab tersebut dengan lahap dan mengunyahnya dengan ekspresi yang sulit diartikan membuat Jessica tertawa

“ Tak ada pilihan lain. You know, i dont like korean food “ ungkap Steve yang terus mengunyah makanan tersebut tanpa menelannya, membuat Jessica semakin ingin meledakkan tawanya.

“ Heyy.. kau harus membiasakan diri untuk memakan makanan korea, jika kau ingin menikah dengan putri presiden sepertiku “ ucap Jessica spontan hingga tak lama kemudian, yeoja blonde itu tersadar dan langsung menutup mulut dengan kedua tangannya, sedangkan Steve.. namja itu sudah terperangah sejak tadi hingga ia pun tersedak.

“ B-bbul, bbull.. “. Jessica segera meraih air mineral dan memberikannya pada Steve, hingga detik selanjutnya diteguklah air mineral tersebut sampai hampir setengahnya oleh namja itu.

Steve bernafas lega seraya menaruh air mineral di atas meja, lalu ia menatap Jessica yang menundukkan kepalanya.

“ Kupikir pendengaranku masih normal, Jessie “ ucap Steve sambil meraih dagu Jessica agar namja itu bisa menatap paras cantik yeoja dihadapannya itu. “ Jessie, Apakah kau memberikanku kesempatan–.. “

DUARRR…!!

 

PRAAANG!!!

 

Belum juga Steve menuntaskan ucapannya, restoran pelatihan itu meledak membuat Steve dan Jessica yang tengah berada didalam restoran tersebut terlempar keluar dari sana akibat tekanan ledakan tersebut. Teriakan histeris orang-orang yang melihat bagaimana reka kejadian yang sesungguhnya pun terdengar dimana-mana, membuat Krystal yang tengah menikmati waktu santainya sambil berdiam diri di taman pelatihan tersebut beranjak dari tempatnya dan berlari ke sumber suara.

Detik selanjutnya, putri kedua presiden korea itu terperangah saat melihat apa yang terjadi dihadapannya.

“ E-eonnie.. dimana dia?? Dia tidak sedang berada disana, kan?? “ gumam Krystal panik, seraya meraih ponsel dari saku bajunya dengan kedua tangannya yang bergetar.

Sedangkan, Taeyeon dan Yuri yang juga dekat dengan restoran pelatihan tersebut terlempar begitu saja hingga Taeyeon mendarat sempurna di atas tubuh Yuri.

“ Taeyeon~ah, gwenchana? “ tanya Yuri khawatir

“ Y-yul.. “ panggil taeyeon lirih, hingga detik selanjutnya Yuri melihat darah yang mengalir dari salah satu telinga yeoja di atasnya.

“ T-taeng! “. Yuri panik saat taeyeon menutup kedua matanya dan tak sadarkan diri di pelukannya namun, ada hal lain yang lebih membuat pengawal Jessica itu terkejut bukan main. Ketidaksadaran taeyeon itu membuat Yuri merasakan sesuatu yang ‘lunak’ mendarat dibibirnya. Taeyeon mendaratkan bibirnya dibibir Yuri.

.

.

.

Tap.. tap.. tap.. tap…

Derap langkah kaki berlari terdengar keras disepanjang koridor Mansion Hwang’s. Woo bin yang tengah berjalan bersama istrinya dikoridor tersebut pun, menghentikan langkahnya saat melihat Seohyun yang berdiri dihadapannya dengan nafas yang tersenggal-senggal.

“ Waeyo? Gwenchana, Seohyun-ssi? “ tanya Gyuri bingung, seraya melepaskan lingkaran tangan dari lengan suaminya dan beralih menepuk bahu Seohyun perlahan.

“ Maafkan aku, tapi aku harus memberitahukan kabar buruk ini padamu “ ucap Seohyun yang masih mengatur nafasnya

“ Okay, okay.. calm down, please “. Gyuri mengerutkan dahinya sambil terus mencoba menenangkan yeoja dihadapannya itu perlahan, tak lama kemudian salah satu pintu kamar dikoridor mansion tersebut terbuka dan memperlihatkan Jinri yang baru keluar dari kamarnya dengan senyuman yang mengembang diwajahnya. Namun, senyuman itu hilang ketika melihat keseriusan yang terpancar dari tiga orang yang berdiri tak jauh darinya.

“ Waeyo? “ tanya Jinri bingung sambil menghampiri tiga orang tersebut.

“ Restoran pelatihan meledak “ ungkap Seohyun, membuat ketiga majikannya membelalakkan matanya

“ M-MWO?? “ tanya ketiga orang tersebut serempak

“ B-bagaimana dengan Steve?? “ tanya Woo bin khawatir

.

.

“ Ugh.. “.

Steve dan Jessica terkapar ditanah dengan posisi jessica dibawah tubuh Steve. Tangan kiri Steve pun menyanggah kepala belakang Jessica sehingga kepala yeoja itu tidak membentur tanah. Mereka berdua terlihat baik-baik saja, terlihat dari keduanya yang masih sadar hanya saja terdapat beberapa luka kecil didahi jessica.

“ J-jessie.. gwenchana?? “ tanya Steve khawatir sambil mencoba untuk beranjak dengan meraih tubuh jessica untuk ikut beranjak bersamanya. Setelah itu, Steve langsung memeluk tubuh Jessica erat.

“ G-gwenchanayo, s-steve.. “ jawab jessica yang masih begitu shock didalam dekapan Steve.

“ Eonnie, oppa!!! “ panggil Krystal, membuat Jessica dan Steve menoleh ke sumber suara.

“ Eonnie, gwenchana?? Ohh.. dahimu “ ucap Krystal yang langsung memeluk kakaknya erat, membuat steve tersenyum.

“ Gwenchana, krys.. aku baik-baik saja “ jawab Jessica, seraya melepaskan pelukannya pada Krystal. Namun tak dapat dipungkiri jika tubuh Jessica terlihat lemah akibat apa yang baru saja terjadi, membuat steve langsung menahan tubuh yeoja itu agar tidak terjatuh.

“ Sebaiknya, kita tetap pergi ke ruang kesehatan Jessie. Kau harus diperiksa “ ucap Steve, membuat kedua yeoja itu menoleh ke arahnya

“ Bagaimana denganmu, oppa? Gwenchana?? “ tanya Krystal khawatir, membuat Steve senang. Sudah lama sekali namja itu tak melihat ekspresi khawatir yeoja yang lebih muda darinya itu padanya.. He’s so miss it badly.

“ Aku baik-baik saja, Sweety.. “ jawab Steve sambil mengelus kepala Krystal lembut, “ Kajja.. “. Steve merangkul kedua yeoja dihadapannya itu, hingga Krystal dan Jessica pun berjalan didepannya.

Saat Steve sedang berjalan dibelakang Jung sister, ia merasakan pandangannya sedikit kabur dan buram membuatnya harus berkali-kali mengerjapkan matanya.

“ Jessie, krys.. “ panggil Steve lirih

“ Ne? “.

Tanya Jung sister serempak sambil menoleh ke belakang.

BRUKKK!!

“ OPPA!! “

“ STEVE!! “

Jessica dan Krystal berhambur ke arah steve, meraih tubuh namja itu ke dalam pelukan Jessica.

“ OH MY GOSH, EONNIE!! “ teriak Krystal histeris, membuat Jessica bingung

“ W-wae, wae, wae?? “ tanya Jessica panik

“ O-oppa, ottokkae?? Gidaryo eonnie! “ ucap Krystal, seraya beranjak dan berlari mencari pertolongan. Sedangkan Jessica yang masih memeluk Steve hanya bisa bergumam, mencoba memberikan penguatan untuk Steve.

“ Steve, ireona.. “ ucap Jessica yang perlahan mengelus kepala belakang Steve, hingga gerakan tangan Jessica terhenti saat merasakan sesuatu yang lengket ditangannya. Dengan perasaan yang takut, perlahan Jessica meraih tangannya untuk ia lihat.

Detik selanjutnya, kedua mata Jessica membelalak saat melihat telapak tangannya yang dipenuhi oleh darah.

“ S-steve.. a-andwe!! S-steve ireona!!! “ ucap Jessica histeris dengan air mata yang mengalir dari pelupuk matanya  

“ Enghh.. “. Taeyeon mengerang, saat dirasakan sebuah sinar menyilaukan pandangannya membuat seseorang yang senantiasa selalu berada disampingnya merespon hal itu dengan senyuman kebahagiaan.

“ Taeng kau sudah bangun?? Gwenchana? Mani appo? “ tanya Yuri yang terlihat sangat khawatir, hingga kesadaran Taeyeon pun sudah kembali sepenuhnya.

“ Y-yul?? Apa yang terjadi?? “ tanya Taeyeon yang mencoba untuk beranjak duduk, namun Yuri menahannya.

“ Kau harus istirahat taeng, kau baru saja pingsan dan telingamu mengeluarkan darah. Aku akan memanggil dokter terlebih dahulu, gidaryo.. “ ucap Yuri, seraya beranjak dari sisi Taeyeon. Tetapi yeoja itu menahan Yuri untuk pergi dari sisinya, membuat Yuri bingung.

“ Kau bisa memanggil dokter dari sana Yul “ ucap Taeyeon sambil menunjukkan tombol disamping ranjang rawatnya, membuat Yuri tersipu malu dan langsung menekan tombol tersebut. detik selanjutnya, suasana diantara mereka begitu hening bahkan kedua dari mereka bisa mendengar degup jantung masing-masing yang tentu saja membuat keduanya bingung tentang perasaannya termasuk Taeyeon. Didalam pikiran yeoja itu, ia sudah bingung akan perasaannya pada Jessica dan Hyuna, ia juga merasakan degup yang kencang saat bersama Steve. Haruskah ia merasakan hal yang sama pada Yuri??

Dengan cepat, Taeyeon menggelengkan kepalanya. Mencoba menghalau segala pikiran dan perasaannya yang masih begitu labil untuk memilih dari salah satu diantara mereka.

“ Waeyo?? “ tanya Yuri yang menyadari ke anehan yang terjadi pada yeoja yang masih nyaman berbaring di atas ranjang rawatnya, membuat taeyeon menoleh ke arahnya dan tersenyum manis.

“ Apa kau baik-baik saja, Yul? “ tanya Taeyeon sambil menggenggam tangan Yuri, membuat namja itu gugup

“ A-ak.. ne.. aku b-baik-baik saja, justru aku mengkhawatirkanmu taeng. “ jawab Yuri, tak lama kemudian pintu ruang rawat Taeyeon terbuka dan memperlihatkan seorang dokter dan suster yang berjalan menghampiri mereka berdua. Yuri yang masih berada disamping Taeyeon memilih untuk menyingkir, mencoba memberikan ruang privacy untuk sang dokter dalam memeriksa yeoja yang selama beberapa jam ini tak pernah ia tinggalkan.

.

.

Di dalam kesunyian sebuah ruangan yang serba putih, seseorang menundukkan kepalanya disamping ranjang rawat. Selama beberapa jam berlalu, ia menangis tersedu-sedu. Menangisi seseorang yang terkapar disampingnya dengan selang infus dan oksigen yang berharap bisa memenuhi rongga pernafasannya. Kepala seseorang yang terbalut kain kasa itu sebagai bukti nyata jika, orang kepala orang itu mengalami masalah yang besar.

Hingga tak lama kemudian, seseorang menghampiri orang yang masih terus menangis itu. Memeluknya dari belakang sambil sesekali mengecup kepala orang itu lembut.

“ Semua baik-baik saja, eonnie.. “ ucapnya, seraya berlutut dihadapan kakaknya itu. Meraih dagu kakak perempuannya agar menatapnya. “ Steve oppa akan segera sadar, dokter sudah mengambil serpihan kaca itu dikepalanya. Kita hanya menunggunya sadar, jadi berhentilah menangis dan berdoalah semoga steve oppa tak merasakan kesakitan yang lain setelah itu “ sambungnya sambil menghapus air mata yang terus mengalir dari pelupuk mata Jessica.

“ Aku akan pulang terlebih dahulu dan sulli bersama oppanya sedang berada diperjalanan, apa kau akan ikut pulang bersam–.. “

“ Ani.. aku akan berada disini, pulanglah terlebih dahulu “

“ Arrasseo, aku akan membawakan barang-barang yang kau butuhkan. Tapi kau juga harus istirahat eonnie, kau juga terluka. “

“ Ini hanya luka kecil, Krys.. luka ini tak akan membuatku mati “ jelas Jessica, seraya menyentuh keningnya yang berbalut kain kasa kecil.

“ Kau keras kepala eonnie, kalau begitu tunggu aku dan uljima.. jebal “. Jessica mengangguk saat Krystal memintanya untuk berhenti menangis, tak lama kemudian adiknya itu segera pergi dari kamar rawat Steve dan membiarkan Jessica sendiri yang menjaga namja yang masih tertidur dengan tenang diranjang rawatnya.

“ Steve, ireona.. “ bisik Jessica sambil memeluk namja itu dari samping, tanpa disadari air mata kembali mengalir dari pelupuk mata Jessica. Ia kembali menangis didepan dada bidang Steve, Jessica tak bisa membayangkan jika namja itu tak bisa ditolong karna mengalami pendarahan yang cukup banyak di kepalanya. Bahkan rasanya Jessica hampir tak bisa bernafas, saat dokter mengizinkan dirinya dan Krystal untuk mengikuti jalan operasi dalam pengambilan serpihan-serpihan kaca yang tertancap dikepala belakang namja itu. Yah.. meskipun kedua yeoja itu hanya bisa melihatnya dari layar monitor didalam ruang operasi, tetapi tetap saja hal itu membuat Jessica takut. Ia takut jika namja yang masih tak sadarkan diri itu tak bisa bertahan dan meninggalkannya.

“ Steve, ireona.. kau harus bangun. Aku takut.. “ ungkapnya, “ Jangan tinggalkan aku, bahkan aku belum mengatakan jika aku menerima perasaanmu padaku.. nado saranghae steve “ sambungnya, hingga suasana pun kembali sunyi dan tenang.

“ Gomawo, jessie.. “. Jessica menengadahkan kepalanya dengan cepat, saat mendengar suara berat dari namja yang sudah memperlihatkan senyuman manis dihadapannya. Meskipun wajah Steve begitu pucat, tetapi aura diwajahnya bersinar begitu terang membuat jessica sedikit menyernyitkan kening guna memperjelas penglihatannya.

“ Steve.. “. Jessica langsung berhambur memeluk namja itu erat, membuat Steve tersenyum senang sambil mengelus kepala Jessica lembut. “ Syukurlah kau sudah bangun, Mani appo?? “ tanya Jessica khawatir, seraya melepaskan pelukannya pada namja itu.

“ Hanya sedikit pusing, tetapi selebihnya aku baik-baik saja jessie “ jawab Steve sambil melepaskan masker oksigen kemudian, ia mengelus pipi Jessica lembut.

“ Kalau begitu, aku akan menghubungi dokter terlebih dahulu “. Jessica mencoba melangkahkan kakinya untuk memanggil dokter tetapi steve menahannya, justru namja itu menarik jessica hingga tubuh yeoja blonde itu tertarik ke arah Steve dan tak sengaja membuat mereka berciuman.

Jessica membelalakkan matanya saat merasakan bibirnya mendarat dibibir steve, bahkan steve yang sudah menyangka hal ini akan terjadi memilih untuk memejamkan matanya dan membiarkan bibir mereka menempel seperti itu sementara waktu. Hingga detik selanjutnya, tak ada respon yang dilakukan Jessica, yeoja itu masih sibuk mengatur perasaannya yang entah pergi kemana. Yang jelas saat itu juga, Jessica merasakan kehadiran kupu-kupu yang memenuhi sekujur tubuhnya. Ia merasa tersengat listrik dengan volt yang sangat tinggi dan semakin tinggi, saat bibir steve mulai bergerak dibibirnya membuat kedua matanya terpejam.

Dengan perasaan yang bahagia, Steve memberanikan diri untuk mengulum bibir Jessica dengan lembut. Meskipun sebelumnya, Steve tak merasakan respon dari yeoja diatasnya itu tetapi tak lama kemudian akhirnya Jessica pun membalas ciuman mereka tak kalah lembut darinya. Bahkan sesekali, suara desahan yang tertahan terdengar jelas keluar dari mulut Jessica.

“ Oppa kita menemukan kamar stev–.. O-omo! “. Jinri yang melihat lebih dulu aktivitas yang dilakukan oppanya dengan seorang yeoja yang sudah ia kenal, langsung menutup kembali pintu kamar rawat tersebut membuat Woo bin dan Gyuri yang baru tiba didekatnya kebingungan.

“ Waeyo? “ tanya Woo bin bingung sambil mencoba meraih knop pintu kamar rawat Steve tersebut

“ Andwe, andwe oppa.. kau tak boleh membukanya “ ucap Jinri yang mencoba menahan keinginan oppanya yang ingin masuk ke dalam kamar tersebut.

“ Yah, waegeurae Jinri~ah? “ tanya Gyuri sambil menjewer telinga yeoja itu, membuat Jinri meringis sambil mengikuti gerak tangan Gyuri ditelinganya

“ Yah, yah, yah.. eonnie.. appo! “. Melihat hal itu, membuat Woo bin mendapat kesempatan untuk masuk ke dalam kamar rawat adiknya sambil terkekeh.

Belum lama Woo bin masuk ke dalam kamar rawat Steve, namja itu kembali keluar dengan wajah yang memerah membuat Gyuri yang melihat sikap suaminya semakin bingung.

“ Lepaskan jeweran itu dari telinganya, chagi.. kita harus pergi dari sini “ bisik Woo bin, seraya merangkul istrinya. “ Sepertinya kita akan benar-benar pergi ke eropa, sayang “

“ Yah bagaimana dengan perusahaan appa, oppa “ protes Jinri sambil mengelus telinganya yang memerah

“ Seseorang akan menggantikanku dan kau, jinri.. aku akan mentraktirmu makan. Kajja.. “. Woo bin menarik Jinri untuk ikut pergi bersamanya

“ Lalu, bagaimana dengan Steve oppa?? “

“ Apa kau ingin diam terus disini dan mendengar suara desahan yang membuatmu terangsang?? “

“ Jangan sampai oppa “

“ Tentu saja, karna oppa tak akan menyediakan film blue  sekalipun untukmu! “

“ Yah oppa!! Tapi kan–.. “

“ Kau boleh berdiam diri disini, selama yang kau mau tapi kau tak boleh terangsang “

“ Memangnya kenapa? “ tanya Jinri polos, membuat langkah kaki oppanya terhenti dan namja itu menghela nafas.

“ Ciuman mereka sangat panas “ bisik Woo bin ditelinga yeoja itu, membuat wajah Jinri memerah. Lalu, Woo bin kembali berjalan sambil sesekali tertawa bersama gyuri. Meninggalkan adik bungsunya yang masih berusaha mencerna kata-kata sang oppa

“ Kau senang sekali mengerjai adikmu, oppa “ ucap Gyuri sambil mencubit kecil perut Woo bin, membuat namja itu tertawa dan melambaikan tangannya ke arah Jinri.

“ Yah, oppa!! Tunggu aku!! “ teriak Jinri yang sudah tersadar dari pikirannya, seraya berlari ke arah oppa dan kakak iparnya itu

“ Aku belum official dengan Krystal, aku bisa mati penasaran jika mendengar desahan mereka “ batin Jinri

TBC

President Daughter and Him (17/?)

PDAH13

Title : President Daughter and Him (17/?)

Author: Adelayn_Tiffany

Genre: Gender bender, yuri, romance, action, sad, etc.

Main cast: Tiffany hwang (Namja), Kim Taeyeon, Jessica jung, Krystal

Support cast: Find your self

Note : cerita ini bergenre gender bender dan yuri. Ini hanya untuk hiburan semata, bagi yang tidak menyukainya.. silahkan tinggalkan ff ini dan diharapkan jika ingin copy paste, silahkan disertai pula dengan nama authornya. Saling menghargai yaa dan please, dont keep silent!! XD

 

***

Bora melemparkan tubuhnya di atas tempat tidur king size dikamar tersebut, wajahnya berseri-seri dan menganggap tak ada siapa-siapa disana termasuk jessica yang beberapa kali ini menghela nafas melihatnya. Detik selanjutnya, yeoja blonde itu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

“ Yah! Kau! “. Jessica menghentikan langkahnya saat mendengar suara keras dibelakangnya, membuatnya menoleh ke sumber suara.

“ Mwo? “ tanya jessica datar

“ Aku yang akan menggunakan kamar mandi terlebih dahulu, minggir! “ ucap bora sambil menyingkirkan tubuh yeoja blonde dihadapannya itu cukup keras, membuat jessica terkejut. Tetapi detik selanjutnya, bora terjatuh ke lantai dan berhasil membuat jessica terkikik.

“ Yah!! “ teriak bora sambil menatap tajam ke arah jessica

“ Mian, aku tak sengaja “ jawab jessica tanpa wajah berdosa lalu, melangkahkan kakinya menghampiri sofa dan duduk disana. “ Jangan lama-lama, kita masih memiliki aktivitas setelah ini “ sambung jessica tanpa menoleh ke arah bora dan kembali terkikik saat mengingat bagaimana bora yang menyebalkan itu terjatuh akibat ulah jessica. Sehingga dengan perasaan kesal dan sambil menggerutu, bora beranjak dan segera masuk ke dalam kamar mandi dengan menutup pintu cukup keras.

“ Lihat saja nanti! “ gumam bora saat sudah berdiri didepan cermin

.

.

“ Taeyeon!??? “ panggil steve sambil mengetuk pintu kamar mandi berkali-kali, terlihat sekali kekhawatiran yang terukir diwajah steve saat orang yang dipanggilnya tak kunjung menyahut. Hingga tak lama kemudian, steve mendengar ringisan yang berasal dari dalam kamar mandi.

“ Kim taeyeon, gwenchana?? “ tanya steve sekali lagi, “ Boleh aku masuk?? “ sambungnya

“ Aishh.. bagaimana bisa seperti ini “ ucap taeyeon yang terdengar jelas oleh steve

“ Yah! Jawab aku, jangan membuatku khawatir! Aku masuk ya.. “ ucap steve, seraya membuka pintu kamar mandi secara perlahan. “ O-omo! “. Steve terkejut, saat melihat sosok taeyeon meringis dilantai dengan serpihan kaca yang sudah berserakan dimana-mana. Beruntunglah jika taeyeon masih menggunakan pakaian lengkap, sehingga tak ada serpihan kaca yang melukai tubuhnya dan juga steve tak harus membelalak malu jika taeyeon tak menggunakan pakaiannya. Dengan cepat steve menghampirinya dan mensejajarkan tubuh mereka dengan membiarkan kedua lututnya mendarat sempurna dilantai.

“ Gwenchana?? Apa yang terjadi?? “ tanya steve sambil membantu taeyeon untuk beranjak duduk

“ A-aakkhh, appo.. “ ringis taeyeon, saat steve menarik salah satu tangannya.

“ Chankman.. tanganmu terkilir? “. Steve segera melihat salah satu tangan taeyeon itu, menatap satu urat ditangan taeyeon yang menimbul dengan serius.

“ Apa itu sangat serius?? “ tanya taeyeon spontan dan penasaran sambil menatap wajah steve dengan kerutan didahinya.

“ Whoaa.. kau baru saja bertanya padaku?? Daebakk.. kau cepat sekali menghilangkan sikap kasarmu padaku “ ucap steve sambil bertepuk tangan dan tertawa, membuat taeyeon tersadar dengan tindakannya. Ya.. steve benar, sebelumnya kan yeoja dorky itu sangat kasar pada steve tetapi saat ini berbanding terbalik. Hingga detik selanjutnya, taeyeon gugup dan kembali dingin.

“ Khah! “ ucap taeyeon yang mencoba untuk beranjak berdiri sambil mendorong tubuh steve, sehingga namja itu terdorong ke belakang.

“ Yah! Kau baru saja memperlihatkan dirimu sendiri, mengapa kau harus dingin lagi sekarang. Padahal tadi itu, kau sangat lucu “ ungkap steve yang masih membiarkan kedua lututnya mendarat dilantai, membuat taeyeon terdiam membelakanginya.

“ Tak usah repot-repot mengkhawatirkanku, aku tak butuh itu! “ ucap taeyeon yang segera keluar dari kamar mandi sambil memegang tangan kanannya yang kesakitan.

“ Yah!! Lalu bagaimana dengan serpihan ini?? Dan.. chankman.. tidakkah kamar mandi ini terlalu harum?? “ tanya steve sambil melihat serpihan kaca yang berceceran dilantai kamar mandi dengan bingung

“ Cih.. dia lucu sekali. Tentu saja, kamar mandi itu harum. Parfumku jatuh, pabo! “ gumam taeyeon yang sudah berada diluar kamar mandi, senyuman tipis terukir diwajah yeoja itu.

“ Yah, kim taeyeon! Kau hanya harus memanggil tukang pijit untuk membenarkan tanganmu itu “ ucap steve yang sedikit berteriak, agar orang yang di tujunya mendengar ucapannya.

.

.

Cklekk..

Jessica menoleh saat mendengar suara pintu terbuka yang berasal dari kamar mandi, hingga tak lama kemudian yeoja blonde itu melihat sosok bora yang keluar dari sana sambil mengeringkan rambutnya yang basah.

“ Akhirnya, keluar juga “ ucap jessica sambil tersenyum senang lalu, beranjak dari kursi dan berjalan menuju kamar mandi.

“ Hati-hati, didalam gelap “ celetuk bora, saat mereka berpapasan. Hal itu membuat jessica kebingungan sambil terus masuk ke dalam kamar mandi yang jauh dari kesan gelap, sedangkan dibelakang yeoja blonde itu bora tersenyum evil.

Perlahan, jessica membuka seluruh pakaiannya dan berdiri dibawah shower yang mengeluarkan air hangat yang berhasil membuat tubuhnya relaks. Sesekali yeoja blonde itu bersenandung merdu hingga tak lama kemudian..

 

JEPP–..

 

“ Kyaaaa!!!! “ teriak jessica dengan lengkingan dolpinnya, saat lampu didalam kamar mandi itu padam membuat bora yang berdiri dibalik pintu kamar mandi tertawa terbahak-bahak.

“ Yah!! Bora! Aku tau ini ulahmu, nyalakan lampunya! Aku tak bisa melihat semua yang ada disini!! “ teriak jessica yang segera meraih bathrobe untuk ia gunakan, lalu mencoba meraba tiap dinding sampai ia berdiri didepan pintu kamar mandi.

Clekk..

Clekk..

“ Yah, yah, yah!! Ige mwoya?? Kenapa pintunya terkunci!? Yah bora!! “ ucap jessica panik sambil terus mencoba memutar knop pintu kamar mandi, membuat bora semakin tertawa gila.

“ Tunggu saja disana sampai aku kembali setelah makan malam selesai, bye bye.. hahaha.. “ ucap bora yang perlahan mulai menjauh meninggalkan kamar tersebut.

“ Yah!! Bora!! Ini sangat tidak lucu! Aku takut gelap!!! “ teriak jessica hingga tak terasa, air mata mengalir dari pelupuk matanya. Tubuhnya perlahan ambruk dibalik pintu kamar mandi itu dengan menekukkan dan mendekap erat lututnya.

“ A-aku takuutt.. “ gumamnya dengan suara yang bergetar, “ Buka pintunya, aku mohon! Somebody, help me!!!

.

.

Malam telah tiba, semua pengusaha muda termasuk jinri, krystal, keluarga choi dan taeyeon tengah menikmati makan malam mereka di kantin dengan makanan yang lezat dan mahal.

“ Bagaimana roomate-mu?? “ tanya sooyoung pada bora disela-sela makan malamnya, membuat adik bungsunya menaruh perhatian pada kakak keduanya.

“ Ne, noona.. apa roomate-mu menyenangkan? “ tanyanya penasaran

“ Diamlah, minho-ya. Aku sama sekali tidak tertarik membahas tentang roomate “ jawab bora kesal

“ Waeyoo? “ tanya sooyong dan minho serempak dengan kekehan mereka.

“ Roomate-ku putri pertama presiden “

“ Mwo?? “ tanya kedua orang itu, seraya meledakkan tawanya

“ Hahaha.. aku pikir, kau akan sekamar dengan steve mungkin “ ucap sooyoung

“ Itu yang aku harapkan, tetapi kau lihat sendiri apa yang kudapatkan sekarang “

“ Hahaha.. noona, nasib baik sedang tidak berpihak padamu. Dan kudengar, orang itu adalah roomate steve hyung “. Tunjuk minho pada taeyeon yang duduk dengan beberapa pengusaha muda yang lain, membuat kedua kakaknya menoleh pada apa yang ditunjukkan adik bungsu choi itu.

“ Erika kim?? “ tanya sooyoung tak percaya

“ Aniyoo.. yeoja itu bernama kim taeyeon, noona-ya “

“ Aishh.. sama saja! “ ucap sooyoung sambil menjitak kecil kepala adik bungsunya itu.

Disisi lain, jinri dan krystal tengah menikmati makan malam mereka sambil bercanda tawa. Sesekali mereka saling memandang lalu, tersenyum manis membuat minho yang sesekali melihat itu semua kesal. Menggemaskan memang tetapi apa selanjutnya hubungan jinri dan krystal akan terus seperti itu?? Tidak.. diam-diam, jinri telah menyiapkan sesuatu dan semua ada waktunya. Ada waktu untuk jinri meminta kejelasan tentang hubungannya bersama krystal, adik bungsu steve hwang itu hanya perlu memastikan bahwa krystal benar-benar memiliki perasaan yang sama sepertinya.

“ Sulli~ah–.. “

“ Kry–.. “. Panggil mereka serempak, “ Kau duluan.. “ lanjut krystal

“ Eonnie-mu tak makan malam?? Sepertinya, aku tak melihatnya disini “ ungkap jinri sambil mencari-cari sosok jessica disana, hal itu membuat krystal ikut bersikap seperti jinri.

“ Hm.. aku baru saja akan menanyakan hal itu, lalu bagaimana dengan steve oppa?? Aku juga belum melihatnya disini “

“ Ahh.. sore tadi, oppa keluar dulu sebentar. Woo bin oppa memanggilnya, tetapi seharusnya ia sudah ada disini “ jelas jinri, “ Sebaiknya kita habiskan dulu makan malam kita, jika sampai kita selesai kedua kakak kita belum ada disini. Bagaimana kalau kita mencarinya? “ sambung jinri, hingga tak lama kemudian krystal mengangguk mantap sebagai jawabannya.

 

“ Yah choi minho! “ panggil sooyoung yang melihat ke anehan pada sosok adik bungsu disampingnya itu, tetapi minho tak menanggapinya melainkan terus memandang ke arah jinri dan krystal yang terlihat sangat akrab. Dengan perlahan, sooyoung mengikuti apa yang tengah dilihat minho dan ia langsung menjitak kepala adiknya cukup keras.

“ Yah, noona! Appoo!! “ ringis minho sambil mengelus kepalanya

“ Apa kau menyukai salah satu dari mereka?? Jangan bermimpi, minho! Noona tak akan membiarkan adik terakhirku ini berhubungan dengan mantan sahabatku. Cukup bora saja “ jelas sooyoung, membuat minho menoleh ke arahnya dan menatapnya dengan tatapan ‘waeyo??’

“ Pokoknya tidak boleh dan sekarang habiskan makananmu, kalau tidak biar aku saja yang menghabiskannya “ ucap sooyoung yang mencoba meraih makanan minho dengan semangat.

“ Aishh!! Andweyo! “ ucap minho yang kemudian, mengerucutkan bibirnya

.

.

“ Aigoo.. bagaimana aku bisa terlambat seperti ini “ gumam steve yang segera menutup pintu kamarnya dengan taeyeon, baru saja ia kembali dari kediamannya karna panggilan woo bin dan kini ia baru saja mengganti pakaian formalnya.

Dengan langkah yang terburu-buru, steve berjalan disepanjang koridor yang begitu sangat sunyi hingga dikoridor terakhir langkahnya terhenti. Ia merasa mendengar sesuatu yang begitu samar dari salah satu kamar disana.

Dengan keberanian yang besar steve berjalan menghampiri pintu kamar tersebut, menempelkan telinganya hingga keningnya semakin mengerut ketika mendengar suara itu. Suara tangis sesegukkan yang membuatnya merasa sangat pilu.. perlahan namun pasti, tangannya tergerak untuk mengetuk pintu kamar tersebut. didalam hatinya, ia berdoa jika tak ada masalah yang terjadi didalam kamar itu. Tetapi jika tak ada masalah, lalu suara siapa itu?

Tok.. tok.. tok..

“ Ada orang didalam? “ tanyanya hati-hati, seraya memutar knop pintu kamar tersebut. “ Ahh.. tidak dikunci, apa tak masalah jika aku masuk ke dalam kamar ini? “ tanyanya pada diri sendiri, tetapi meskipun begitu steve sudah masuk ke dalam kamar tersebut.

Dengan langkah yang sedikit mengendap-endap, steve mendekat ke arah sumber suara.

“ O-omo! Apa yang kau lakukan disini?? “ tanya seseorang yang membuat steve langsung membalikkan tubuhnya, sehingga detik selanjutnya steve melihat sosok seorang yeoja yang sudah berdiri dengan mulut yang terbuka. Yeoja itu adalah salah satu pengusaha muda yang mengikuti pelatihan disana.

“ O-ohh.. mian, aku merasa mendengar tangisan dari kamar ini. Aku pikir tak ada orang disini, jadi aku masuk untuk memastikan semua baik-baik saja. Maafkan aku.. “ jelas steve sambil membungkukkan tubuhnya, membuat situasi diantara mereka menjadi canggung.

“ N-ne, a-aku memang menangis tadi “

“ Ahh.. jinja? Gwenchana? “

“ N-ne, g-gwenchanayo “ jawab yeoja itu gugup karna begitu terpesona dengan ketampanan steve hwang

“ S-syukurlah.. kalau begitu, aku permisi “ pamit steve yang langsung berhambur keluar dari kamar tersebut dengan helaan nafas panjang.

Stupid steve! “ gumamnya sambil mengetuk kepalanya sendiri, ia tak pernah menyangka bahwa namja charming itu akan masuk ke dalam kamar orang dan memastikan hal aneh seorang diri. Bagaimana jika orang yang berada didalam kamar itu, berniat jahat padanya dengan menjebaknya. Bagaimana pun ucapan woo bin beberapa jam yang lalu masih terus terngiang-ngiang dikepala steve, bahwa seseorang yang benar-benar tengah berada di atas akan menemukan banyak rintangan yang datang padanya. Jadi, berhati-hatilah..

Tak lama kemudian steve merasa mendengar kembali suara tangisan yang berhasil membuat langkahnya kembali terhenti. “ Yah! Suara tangisan siapa lagi itu? “ tanyanya yang sama sekali tidak merasa ketakutan, karna jika dipikir-pikir hanya ada dirinya sendiri yang berada di koridor panjang tersebut dengan suasana yang sunyi dan hanya terdengar semilir angin malam yang berhembus semakin melengkapi situasi yang mencengkam disana.

“ Haruskah aku kembali memasuki kamar orang lain?? Jika seseorang memergokiku lagi, apa yang harus kulakukan?? Mereka tidak akan mencurigaiku yang macam-macam kan?? “ gumamnya, seraya mendekat ke sumber suara. “ Ahh.. tidak dikunci lagi, kenapa orang-orang disini tidak suka mengunci pintunya. Ini memudahkan seseorang sepertiku masuk ke dalam kamar mereka, ehh.. “

Perlahan namun pasti, steve masuk ke dalam kamar yang tak kalah besarnya dari kamar dirinya dan taeyeon.

“ Somebody, help me!! “ ucapnya lirih, membuat steve semakin mendekatkan diri ke sumber suara dan mengerutkan keningnya.

“ Sepertinya aku mengenal suaranya “ gumamnya, hingga detik selanjutnya namja charming itu membelalakkan matanya saat sudah berada didepan sebuah pintu didalam kamar tersebut. “ Jessie!!?? “ panggilnya

“ S-steve?!! Kau diluar?? Nyalakan lampunya dan buka pintu ini, aku takuutt!! “

“ Arro.. gidaryo! “ jawab steve yang langsung menekan salah satu tombol yang tak jauh dari sana. setelah itu, steve langsung membuka kunci pintu tersebut..

 

Cklekk..

“ Jessie! “ panggil steve yang langsung membungkus tubuh jessica dengan selimut yang sempat ia raih dari tempat tidur, tubuh yeoja itu bergetar hebat. Beruntunglah tubuh jessica sudah dibalutkan bathrobe putih yang tersedia didalam sana.

“ S-steve!! “ panggil jessica yang langsung memeluk tubuh steve erat, membuat namja itu khawatir

“ Gwenchana, gwenchana.. semua baik-baik saja, aku disini hm.. “ ucap steve yang mencoba menenangkan jessica dengan pelukan dan sentuhan lembut dipunggung yeoja blonde itu. “ Jja~.. kita keluar dari sini “ sambung steve, seraya menggendong jessica untuk keluar dari kamar mandi dengan bridal style.

Di dudukkanlah jessica di atas tempat tidur, sedangkan steve berlutut dihadapan yeoja blonde itu. Menangkupkan kedua tangan diwajah jessica, lalu menghapus air mata yang terus mengalir dari pelupuk mata yeoja blonde itu lembut.

“ Apa yang terjadi, hm?? Siapa yang melakukan hal ini, katakan padaku “ ucap steve tenang, membuat suasana hati jessica pun menjadi terasa tenang dan aman. Tak lama kemudian, jessica menggelengkan kepalanya sebagai respon atas pertanyaan steve. “ Arro, aku tak akan memaksakanmu untuk menjawab pertanyaanku. Semua sudah baik-baik saja, jadi berhenti menangis. Kau pasti belum makan malam kan?? Sebaiknya, kau bergegas ganti baju. Aku akan menunggumu diluar “ sambung namja itu sambil tersenyum manis, seraya  beranjak dari hadapan jessica tetapi jessica menahannya dengan menggenggam tangan steve erat.

“ Waeyo? “ tanya steve sambil menoleh ke arah jessica bingung

“ Jangan tinggalkan aku, aku takut.. “ ungkap jessica dengan kedua mata yang berkaca-kaca, membuat steve tersenyum.

“ Aku tak akan meninggalkanmu, aku hanya menunggmu diluar. Tak mungkin kan, jika aku melihatmu mengganti pakaianmu disini?? Tidakkah kau malu, hm?? Aku bukan seorang yeoja yang bisa melihat tubuh sesama yeoja sepertimu, aku seorang namja “ jelas steve sambil mengelus kepala jessica, membuat yeoja blonde itu tersipu malu bahkan terlampau malu membuat wajahnya memerah.

.

.

Alunan instrument yang terdengar dari restoran pelatihan membuat suasana disana terlihat semakin elegant, beberapa pelayan berjalan ke sana kemari dengan membawa beberapa minuman untuk para pengusaha muda yang meminta minumannya di isi kembali. Tetapi ketenangan yang tercipta didalam kantin itu tak berlangsung lama, setelah sooyoung menarik taeyeon untuk duduk dihadapannya bersama minho dan bora.

“ Yah, danshin.. bagaimana kau bisa sekamar dengan steve hwang, eoh?? “ tanya sooyoung sambil menopang dagu dihadapan taeyeon, membuat tubuh taeyeon bergetar ketakutan.

“ Ne, seharusnya akulah yang sekamar dengan steve bukan kau “ sambar bora

“ Noona.. apa kau tak bisa bicara? “ tanya minho cetus sambil menatap yeoja yang lebih tua dihadapannya itu jijik.

“ Yah!! “

PRAAKKK..

Merasa tak ada jawaban dari orang dihadapannya, sooyoung menyenggol makanan taeyeon hingga piring itu terbalik dan mengotori pakaian taeyeon.

 

Cklekk–..

“ Selamat dataaang.. “ sambut beberapa pelayan yang berdiri didepan pintu restoran pelatihan dengan girang, saat steve dan jessica memasuki ruangan makan yang megah itu. Tentu saja, hal itu membuat beberapa pengusaha muda menaruh perhatiannya pada dua insan tersebut termasuk krystal dan jinri yang terlihat mengembangkan senyuman manisnya.

“ Eonnie.. “ panggil krystal sambil melambaikan tangannya pada jessica yang tak melepaskan lingkaran tangannya dilengan steve, sedangkan steve hanya memperlihatkan senyuman ramahnya pada setiap pelayan yang telah menyambutnya.

“ Steve mereka disana “ ucap jessica

“ Nugu? Yang telah mengurungmu dikamar mandi? “ tanya steve yang tak tau apa yang dimaksud yeoja blonde disampingnya.

“ Aishh.. aniyooo.. krystal dan sulli, itu mereka “ jawab jessica yang kini menunjuk kedua yeoja yang lebih muda darinya itu yang duduk tak jauh dari mereka.

“ Ahh.. aku pikir, kau akan memberitahuku siapa yang berani mengurungmu dikamar mandi tadi “ ucap steve yang kemudian, menghela nafas.

“ Waeyo? “ tanya jessica bingung

“ Ani, sebelum kita bergabung bersama mereka. Sebaiknya kita ambil makanannya terlebih dahulu, kajja.. “. Steve segera meraih tangan jessica untuk ia genggam dan menariknya untuk berjalan ke arah buffet makanan.

Setelah mereka mengambil beberapa makan malamnya, steve dan jessica berjalan menghampiri meja yang ditempati kedua adiknya itu. Namun, sebelum sampai dihadapan kedua yeoja yang lebih muda darinya.. steve menghentikan langkahnya, membuat jessica bingung.

“ Steve, waeyo? “ tanya jessica yang ikut menghentikan langkahnya

“ Aku ingin burger “ jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari buffet yang memperlihatkan makanan cepat saji tetapi, sebenarnya ada yang lebih menarik perhatian steve dibanding burger. Tepatnya dibalik buffet makanan cepat saji itu..

Saat steve mencoba melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah buffet tersebut, jessica menahannya membuat steve menoleh ke arahnya.

Junk food tidak baik untuk kesehatanmu, steve “ ucap jessica lembut, membuat steve tersenyum manis.

“ Kau perhatian sekali padaku, Tetapi–.. “ ucap steve dengan seringaian kebahagiaan diwajahnya

“ Apa kau benar-benar menginginkannya, hm? “. Steve mengangguk seperti anak bayi, saat jessica menanyakan hal itu dengan tatapan matanya yang begitu teduh. “ Baiklah, jika itu maumu. Ambilah.. “ sambung jessica yang langsung melempar pandangannya ke arah lain, namun sebenarnya yeoja itu cukup kesal karna steve tak mendengar ucapannya.

“ Apa kau marah? “ tanya steve ragu

“ Marah? Untuk apa aku marah, bahkan kita tidak memiliki hubungan yang lebih dari pertemanan. Aku tak punya hak untuk menghalangi keinginanmu “ jawab jessica, “ Aku duluan “ sambungnya, seraya melangkahkan kakinya meninggalkan steve yang masih mematung ditempatnya sambil memandang punggung jessica yang semakin menjauh sambil tersenyum tipis.

“ Benar, kau benar jessie. Hubungan kita hanya sebatas pertemanan saja, meskipun aku sudah mengungkapkan perasaanku padamu “ gumam steve yang kemudian, berjalan menuju buffet makanan cepat saji itu.

 

“ Eonnieee… “ panggil jinri dan krystal serempak dengan girang, saat jessica duduk dihadapan mereka sambil tersenyum manis.

“ Anyyeoong.. bagaimana makan malam kalian? “ tanya jessica sambil mengambil sumpitnya

“ Sangat lezat.. ohh–.. mana oppaku, eonnie? “ tanya jinri bingung

“ Dia–.. “

 

PRAANG!!

 

Suara keras itu berhasil membuat semua orang yang berada direstoran luxury itu menoleh ke sumber suara dan suasana menjadi mencengkam, saat sooyoung dan steve saling berhadapan. Kedua tatapan mata sooyoung memperlihatkan kebencian dan kemarahan yang sangat mendalam pada sosok namja yang berdiri dihadapannya dengan ekspresi yang santai namun pandangan matanya tajam dan menusuk hingga ke dalam relung hati setiap orang yang melihatnya. Tentu saja hal itu, membuat orang-orang yang paling didekatnya menjadi tegang termasuk kim taeyeon.

Pasalnya perang dingin kali ini terjadi, karna sosok steve yang menghentikan tindakan sooyoung yang terus membully taeyeon sampai steve harus melempar mangkuk yang sedaritadi menumpahkan sayuran hangat oleh sooyoung diatas kepala taeyeon.

“ Kali ini kau sangat keterlaluan, choi sooyoung “ ucap steve penuh dengan penekanan

“ Ini bukan urusanmu, steve hwang yang terhormat! “ jawab sooyoung keras namun, hal itu tak membuat steve emosi justru namja itu kini menaruh perhatiannya pada taeyeon yang masih duduk ditempatnya.

“ Kim taeyeon, apa kau akan selamanya disitu? “ tanya steve, membuat taeyeon terlonjak kaget dan menoleh ke arah steve ragu. Hanya memandangnya dengan tatapan yang sulit di artikan, disisi lain steve melihat sebuah luka dalam lewat mata yeoja itu. Disisi yang lain lagi, namja itu juga melihat bahwa yeoja itu kuat menghadapi apa yang ada dihadapannya namun tetap saja steve bukan orang yang apatis. Meskipun hubungan steve dan taeyeon tidak berjalan baik, tetapi steve tetap peduli pada taeyeon. Ya.. peduli, sebatas teman saja.

“ Ireona “ ucap steve, namun taeyeon tetap diam. “ Ireona “. Sekali lagi, steve berucap namun kali ini steve meraih tangan taeyeon dan memaksanya untuk beranjak berdiri. Hingga detik selanjutnya, steve mendaratkan pantatnya pada bangku yang sebelumnya ditempati taeyeon. Hal itu membuat semua orang terkejut, termasuk sooyoung, bora dan minho.

“ Apa yang kau lakukan, hyung? “ tanya minho bingung dan sedikit panik

“ Yah, steve.. ige mwoya?? Ireona! “ ucap bora khawatir. Melihat hal itu pun, membuat suasana semakin panas apalagi saat melihat air muka sooyoung yang terlihat semakin murka pada sosok namja yang duduk ditempat taeyeon sebelumnya.

“ Biarkan dia hidup dengan tenang dan damai. Sebagai gantinya, biar aku yang menanggungnya, silahkan kau lakukan apa yang ingin kau lakukan. Dan bukannya kau benci padaku, huh?? Bukankah inilah saatnya yang tepat untukmu, chingu?? “ tanya steve santai sambil mendongakkan kepalanya untuk menatap mantan sahabatnya itu.

Detik selanjutnya, sooyoung memperlihatkan smirknya. Smirk yang sangat menakutkan, membuat jessica segera beranjak dari tempatnya dan menghampiri keributan yang terjadi tak jauh darinya, diikuti krystal dan jinri.

 

BUUGGHH!!!

 

“ Eonnie!! “ teriak bora histeris, di ikuti pengusaha muda lainnya saat sooyoung berhasil mendaratkan kepalan tangan yang tertahan sedari tadi diwajah namja charming itu membuat steve tersungkur ke lantai.

Dengan kekehannya, steve menghapus darah yang mengalir dari sudut bibirnya dan berdiri dengan santai.

“ Hanya itu yang bisa kau lakukan? “ tanya steve dengan nada yang sarcastic. Merasa amarahnya semakin memuncak saat steve meremehkannya, sooyoung kembali mengepalkan tangannya dengan sangat kuat.

“ Geumanhae.. “ ucap jessica, membuat semua orang kini beralih menaruh perhatian padanya. “ Geumanhae.. ini adalah restoran pelatihan bukan arena tinju, tuan dan nona yang terhormat “ sambung jessica sambil menyidekapkan kedua tangan didadanya.

“ Yah! Mengapa kau bisa ada disini!? “ tanya bora terkejut, saat melihat jessica yang tidak melewati jam makan malamnya.

“ Waeyo?? Kenapa kau sekaget itu? “ tanya steve yang menaruh perhatian pada respon bora saat menyadari keberadaan jessica diantara mereka.

“ A-ani.. “ jawab bora terbata-bata

“ Kau yang menguncinya dikamar mandi? “ tanya steve tepat sekali, membuat bora terlonjak kaget dengan pertanyaan tersebut.

“ Mwo?? Kau dikurung dikamar mandi eonnie? “ tanya krystal dan jinri serempak pada jessica, tetapi yeoja blonde itu hanya diam.. jessica tak menyangka bahwa ucapan steve benar-benar sangat tepat.

“ Lebih baik semuanya bubar. Dan kau kim taeyeon! Ikut aku! “ ucap jessica sambil menarik taeyeon dari kerumunan, membuat steve yang melihatnya hanya bisa menghela nafas. Ada perasaan kecewa saat melihat jessica yang lebih menarik taeyeon dibandingnya, tetapi namja itu kembali berfikir.. sangatlah wajar jika seorang yeoja berlaku seperti itu pada sang kekasihnya, toh.. hubungan kedua yeoja itu benar-benar belum putus sepenuhnya. Bahkan, kemungkinan besar jessica bisa saja memberikan kesempatan kedua jika taeyeon memberikan penjelasan yang masuk di akal pada jessica dengan mengelak perselingkuhan yang dilakukan dengan sekretarisnya itu.

“ Oppa, gwenchana?? “ tanya krystal khawatir

“ Gwenchanayo, kajja.. jinri, krys.. “

Pagi telah tiba, steve keluar dari kamarnya menuju suatu tempat. Padahal pagi itu cuaca disana sangat cerah dan segar, tetapi perasaan steve tidak seperti cuaca saat itu. Bahkan, steve terlihat murung. Malam tadi, ia tinggal sendiri dikamarnya. Entahlah apa yang terjadi antara jessica dan taeyeon tetapi, perasaannya mengatakan bahwa mereka sudah kembali bersama. Tentu saja, dugaannya itu membuat moodnya tak bisa dikompromi. Down..

Tak lama kemudian, ia memasuki ruangan yang diduga adalah gym. Ia berjalan melewati beberapa alat olahraga dan berhenti di depan treadmill. Dinyalakannya mesin itu dan ia mulai berlari kecil dengan pikirannya yang entah pergi kemana. Ia hanya bisa memandang lurus keluar jendela dengan tatapan kosongnya padahal pemandangan diluar sana sangatlah indah.

Detik selanjutnya, seorang yeoja menggunakan treadmill disampingnya. Wajahnya terlihat berseri-seri, baik steve maupun yeoja itu sama-sama tidak menyadari kehadiran sosok lain didekat mereka. Keduanya sibuk dengan pikiran-pikiran mereka, tetapi hal itu tak berlangsung lama hingga salah satu dari mereka membuka suara.

“ Bagaimana malammu, kim taeyeon? “ tanya steve tanpa menoleh ke arah yeoja itu yang terus tersenyum manis sambil terus berlari di atas treadmill.

“ Baik dan alangkah baiknya, jika malam ini aku juga bisa menikmati malamku tanpa dirimu dikamar “

“ Waeyo?? “ tanya steve yang kini menoleh ke arah yeoja itu bingung

“ Karna aku tak ingin sekamar denganmu, steve hwang “

“ Tapi, semua ini sudah di atur. Tidak bisakah kau menerimanya saja? “

“ Kalau begitu, aku bisa tidur bersama sica lagi malam ini “ celetuk taeyeon seraya terkekeh, membuat suasana menjadi hening dan steve terdiam.

“ Apakah kau benar-benar ingin aku keluar dari kamarmu? “ tanya steve memecahkan keheningan, membuat taeyeon menoleh ke arahnya.

“ Hm, bisakah? “. Taeyeon mengangguk dan balik bertanya sambil memperlihatkan senyumannya.

“ Baiklah, aku akan keluar dari kamarmu. Tetapi.. “

“ Tetapi?? “

“ Aku tak akan kalah begitu saja “

“ Maksudmu, kau akan keluar dengan beberapa syarat?? “

“ Hm.. “

“ Syarat apa itu? “

“ Terserah padamu, jika aku kalah.. aku akan keluar dari kamar kita, tetapi jika kau yang kalah.. menyerahlah “

“ Arro, kalau begitu bagaimana jika kita lomba lari di treadmill ini? “ tanya taeyeon yang sekilas melirik ke arah steve, “ Jika salah satu dari kita berhenti terlebih dahulu, dia kalah “ sambung taeyeon yang menjelaskan cara permainan mereka yang sederhana.

“ Deal, dimulai dari sekarang? “ tanya steve dan taeyeon langsung mengangguk mantap.

 

 

Disebuah ruangan besar, beberapa pengusaha muda berkumpul disana karna pagi ini panitia pelatihan disana sudah menyiapkan beberapa materi untuk disampaikan kepada para pengusaha muda termasuk choi bersaudara, jessica dan krystal.

“ Noona~ya.. gwenchana? “ bisik minho yang duduk disamping kakak keduanya, ia melihat eonnienya tak bersemangat pagi ini.

“ Badanku pegal-pegal, minho~ya “ jawabnya, “ Aku juga mengantuk “ sambungnya

“ Waegeurae?? “ tanya minho penasaran

“ Semalam, aku tidur dengan sooyoung eonnie dan tidur anak itu benar-benar berantakan. “

“ Ada apa dengan rommate-mu? “ tanya minho sambil terkekeh, melihat noonanya yang benar-benar terlihat kelelahan

“ Aishh.. jangan ungkit orang itu dihadapanku, aku harus memberinya pelajaran! “ ucapnya kesal, membuat minho kembali terkekeh dan menggelengkan kepalanya.

 

 

“ Eonnie.. “ panggil krystal setengah berbisik, saat melihat sosok kakaknya yang tak berhenti tersenyum ditengah-tengah materi yang tengah disampaikan oleh pembicara mereka didepan sana.

“ Hm? “ jawab jessica sambil menoleh pada krystal

“ Gwenchana? Apa yang terjadi padamu? “ tanya krystal bingung

“ Aku dan taeyeon, hubungan kami kembali membaik “ jelas jessica sambil tersenyum senang

“ Mwo? Bagaimana bisa?? Bukankah hubungan kalian tinggal di ujung tanduk?? “

“ Aku salah faham, semalam ia sudah menjelaskannya padaku “

“ Dan kau percaya padanya?? “

“ Me–.. “

 

DUAARR!!

 

Semua orang yang mendengar bunyi keras itu langsung terdiam dan menatap ke atas langit ruangan kelas yang cukup besar itu termasuk choi bersaudara, krystal dan jessica. Suara tersebut berasal dari lantai atas dan detik selanjutnya, sang pembicara berhambur keluar ruangan dengan tergesa-gesa.

“ Waegeurae?? “ tanya beberapa orang disana, menyebabkan suasana ruangan yang sebelumnya sunyi kini menjadi riuh. Keriuhan itu membuat sooyoung, jessica dan krystal beranjak dari tempatnya.

“ Waegeurae, eonnie? “ tanya bora bingung

“ Sepertinya ada sesuatu yang terjadi “ gumam sooyoung yang terdengar jelas oleh beberapa orang disana termasuk jessica, tak lama kemudian sooyoung melangkahkan kakinya keluar dari sana dengan langkah kaki yang terbirit-birit.

 

 

“ Waegeurae? “ gumam taeyeon yang terdengar jelas oleh steve, saat mereka sama-sama mendengar suara keras tersebut tetapi steve lebih memilih fokus pada apa yang tengah dihadapinya.

“ Apa kau masih bisa bertahan, kim taeyeon? “ tanya steve sekilas melirik ke arah taeyeon sambil tersenyum

“ Tentu saja, aku tak akan kalah darimu “ jawab taeyeon sambil terus berlari, padahal kedua dari mereka sudah mengeluarkan banyak keringat disekujur tubuhnya. Menit demi menit, mereka lewati.. kelelahan mulai terasa diantara mereka, taeyeon semakin lelah dan hampir saja terjatuh jika steve dan menahannya dengan menarik lengan taeyeon.

“ Gwenchana?? Atur nafasmu dengan baik, hirup perlahan dan keluarkan lewat mulut. Lakukan seperti itu “ ucap steve dengan terus berlari sambil memandang ke arah taeyeon, taeyeon pun mengangguk dan mengikuti apa kata steve. Menyiksa diri memang, tetapi demi perjanjian sebelumnya mereka berusaha untuk tetap bertahan. Detik selanjutnya, tak hanya taeyeon yang hampir jatuh tetapi steve pun melakukan hal yang sama.

“ Jangan berhenti berlari!! “ teriak seseorang yang begitu sangat familiar ditelinga steve, orang itu menahan tubuh steve untuk tak jatuh dan justru memintanya terus berlari di atas treadmill membuat taeyeon dan steve menoleh ke sumber suara sambil terus berlari. “ Jangan berhenti berlari “ ucapnya lirih, membuat kedua orang itu bingung

“ W-w-waegeurae?? “ Tanya taeyeon terbata-bata, saat melihat orang itu.

“ Seseorang menanamkan bom disemua treadmill dipelatihan ini, salah satu pengusaha lain menjadi korbannya. Jadi aku harap kalian bisa bertahan.. “ jelasnya, membuat steve dan taeyeon terkejut bukan main.

“ S-sooyoung~ah.. b-benar begitu?? Ottokkae?? “ tanya steve panik, “ Yah!! Lakukan sesuatu! “ sambung namja itu, detik selanjutnya beberapa orang berhambur ke dalam ruangan tersebut termasuk jessica, krystal dan jinri yang baru datang.

“ Oppa!! Bertahanlah!! “ teriak jinri dengan mata yang berkaca-kaca

“ Kami sudah menghubungi penjinak bom, sebentar lagi mereka tiba “ ungkap yuri yang bertindak sebagai keamanan sementara dipelatihan tersebut

“ Taeyeon~ah, bertahanlah.. jebal.. “ ucap jessica lirih, membuat steve yang mendengarnya semakin terasa menyesakkan. Tak lama kemudian, beberapa petugas berhambur ke dalam ruang gym. Kedua orang yang terus berlari di atas treadmill itu sekuat tenaga bertahan dan terus berlari, perlahan wajah mereka kian memucat. Sesekali pula, kedua dari mereka saling memandang satu sama lain sedangkan orang-orang yang berdiri dibelakang mereka terlihat sangat cemas.

“ Kim taeyeon, kau harus bertahan “ ucap steve sambil sesekali mengerjapkan pandangannya yang mulai kabur.

“ Yah, steve hwang. Ingat.. jika kau kalah, kau harus keluar dari kamar kita “ ucap taeyeon yang bermaksud untuk menyemangati steve hwang dengan caranya sendiri, mendengar ucapan taeyeon membuat steve tersenyum dan mengangguk mantap.

“ Aku tak akan menyerah “

 

1 jam..

Semua petugas masih sibuk mengurus treadmill kedua orang itu, mereka sangat hati-hati dalam mengerjakannya. Suasana pun semakin menegang saat melihat taeyeon dan steve yang terlihat seperti mayat hidup yang masih menginginkan kehidupan.

“ Berapa lama lagi ini? “ tanya steve lirih

“ Apa aku akan mati konyol seperti ini “ tanya taeyeon, membuat steve melirik ke arahnya.

“ Tidak akan, kita harus bertahan taeyeon “ jawab steve

 

2 jam..

“ Ottokkae?? Apa yang harus kita lakukan??? “ tanya sooyoung khawatir, meskipun sooyoung sangat membenci steve tetapi bagaimana pun yeoja itu masih memiliki hati. Jika tidak, untuk apa sooyoung harus repot-repot menahan tubuh steve. Jika ia benar-benar orang jahat, yeoja itu akan membiarkan steve jatuh dan mati tepat dihadapannya karna bom yang meledak untuk mantan sahabatnya itu.

“ Yah, kenapa kalian hanya memperlihatkan ekspresi wajah cemas saja?? Kita harus melakukan sesuatu untuk mereka, ani.. untuk steve “ ucap sooyoung, membuat jinri, krystal, jessica dan adik-adiknya menoleh ke arahnya.

“ Haruskah kita bernyanyi mr. mr yang dibawakan girls generation untuk menyemangati mereka?? Atau mungkin back hug?? “

“ Kita tak mungkin mem-back hug mereka, eonnie “ jawab jinri

“ Europe?? Bagaimana kita menyanyikan lagu girls generation europe saja?? “

“ Bahkan kita ada dikorea bukan di eropa “ celetuk krystal sambil menyidekapkan kedua tangan didepan dadanya

“ Lalu apa yang harus kita lakukan?? “ tanya sooyoung frustasi

“ Ahh.. eonnie, aku tau!! “ ucap bora, membuat semuanya memandang ke arahnya.

“ Kita nyanyikan lagu sistar saja, give it to me~.. oh baby give it to me~.. “ ucap bora sambil meniru gaya dance sistar di depan mereka, membuat jessica terkekeh.

“ Yah apa yang kau tertawakan? “ tanya bora tersinggung, saat melihat jessica menertawakannya namun sebenarnya tak hanya jessica yang seperti itu.. semua orang yang melihat bora meniru dance girlband sistar itu berhasil membuat semua orang terkekeh.

.

.

Awan cerah tak lagi secerah apa yang dilihat steve dan taeyeon pagi itu, bahkan warna awan diluar sana kini telah merubah menjadi ke orange-orange-an, selama beberapa jam mereka tak berhenti berlari bersamaan dengan petugas penjinak bom yang  terus berusaha menghentikan bom di dalam treadmill dua orang tersebut. orang-orang yang sebelumnya mempermasalahkan lagu apa yang harus mereka nyanyikan untuk menyemangati kedua orang itu justru sudah memberikan dampak kecil pada steve dan taeyeon. Sebelumnya mereka memang bersemangat, bahkan kedua dari mereka ikut bernyanyi tetapi lambat laun kelelahan benar-benar menguasai kedua dari mereka. Lagu Set me free yang dibawakan oleh taeyeon SNSD menjadikan latar backsound yang sangat miris untuk steve dan taeyeon. Akankah mereka mendapatkan kebebasan?? Ataukah mereka akan berhenti sampai disini??

CTREKKK..

 

CTREKKK..

 

CTREKKK..

 

CTREKKK..

Senyuman pun tersungging diantara para petugas yang menangani mereka, melihat senyuman kelegaan terpancar dari para petugas membuat taeyeon menghela nafas dan detik selanjutnya..

 

BRUKKK!!

 

“ KIM TAEYEON!! “

 

Dan pada akhirnya, apa yang terjadi?? semua akan terjawab dichap selanjutnya!

 

TBC